INFOSEKAYU.COM - Tim Asistensi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendatangi Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dalam rangka rapat koordinasi terkait titik wilayah replanting kelapa sawit di Kecamatan Sungai Lilin dan Keluang, bertempat di Ruang Rapat Randik, Selasa (31/7/2018).


Penasehat kebijakan Menteri perekonomian, Saifudin menjelaskan tujuan kedatangan tim Kemenko ke Muba, pertama memang Pemerintah Bapak Presiden Republik Indonesia sedang melakukan program KPE namanya kebijakan pemerataan ekonomi diantaranya, terkait replanting kelapa sawit untuk perkebunan di Muba yang diresmikan langsung oleh Pak Jokowi pada tanggal Oktober 2017 yang lalu.

"Kenapa kita perlu hadir langsung, karena ingin betul-betul menyampaikan informasi ke Bapak Presiden melalui Bapak Menko Perekonomian data yang benar-benar valid dan akurat, makanya kami harus datang dan menerbangkan pesawat drone di lokasi tersebut di semua lokasi yang menjadi pilot project khususnya sawit di Musi Banyuasin, harapannya model ini bisa tercapai dengan baik dan akan dilakukan model seperti ini untuk daerah-daerah selanjutnya yang berpotensi untuk ditanami sawit," jelasnya.

Lanjutnya, terkait pelaksanaan teknis verifikasi melalui survei udara, pihaknya akan menerbangkan pesawat drone tepat di atas 8700 hektar di dua kecamatan yaitu, di Sungai Lilin dan di Keluang.

"Yang menjadi prioritas yang paling pokok mesti kita verifikasi untuk dijadikan report itu yang paling prioritas ialah di Sungai Lilin, karena waktu itu yang menjadi pilot project-nya Presiden RI," ungkapnya.



Sementara itu, mewakili Bupati Muba, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan, Erdiansyah, SE, MSi, menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim dari Kemenko.

"Kedatangan tim Kemenko ini merupakan bukti keseriusan pemerintah pusat bagi Pemkab Muba atas program replanting sawit, tentunya Pemkab Muba komitmen, karena ini berkelanjutan dari komoditi kelapa sawit, kami juga komit terhadap bibit yang ditamani, jangan sampai bibit yang tidak bersertifikat serta legalitas lahan petani dan memperhatikan tanaman dengan sarana produksinya," tukasnya.

Kepala Dinas Perkebunan Drs Iskandar Syarianto, MH, menanggapi, nanti tim Kemenko akan melakukan pengecekan di lapangan, tentu kami menyambut positif kegiatan ini karena ini merupakan database.

"Kami sudah melakukan inisiatif sendiri dengan pihak perpajakan tiap hari tapi,memang datanya belum terlalu valid, karena waktu itu baru titik nol untuk penumbangan jadi hari ini mungkin tim sudah mendapatkan hasilnya sudah di tumbang dan ditanam di lapangan bisa menghitung," ujarnya. /red/


Share To:

Post A Comment: