INFOSEKAYU.COM - Masyarakat pengguna jalan lintas tengah (Jalinteng) serta Jalintim di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) harus ekstra hati-hati. Pasalnya, perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Petro Muba sedang menjalankan bisnis bersama PT Pertamina EP Asset 1 Field Ramba dalam mengelola angkut minyak mentah di wilayah Babat Kukui.

Truk miki PT Petro Muba saat melintas (FOTO : Palembang Ekspress)
Masalahnya, untuk kendaraan operasional dalam mengangkut minyak mentah dari wilayah Babat Kukui menuju Field Ramba, diduga tidak memenuhi standar keamanan dalam membawa minyak mentah.

Dari pantauan, truk yang bertuliskan Petro Muba setiap hari melintas dari Jalinteng Sekayu-Betung, lalu dari Betung-Sungai Lilin.

Namun, sangat disayangkan kendaraan yang membawa minyak mentah dengan muatan lebih dari 5000 liter tersebut disinyalir tidak memiliki pengamanan yang signifikan, akibatnya banyak warga yang mengkhawatirkan akan dampak ditimbulkan, bilamana terjadi hal tidak diinginkan.

Seperti kecelakaan maupun kebakaran terhadap kendaraan itu sendiri, karena dinilai untuk alat pemadam Api tidak ada.

“Memang saya lihat tidak standar operasional prosedur (SOP). Tidak ada alat pemadam api, kotak P3K, dan sang sopir tidak memakai safety keselamatan sesuai peraturan yang dimiliki pihak Pertamina. Bahkan, kadang sopirnya juga sering merokok, padahal membawa minyak mentah,” kata Wiliansyah Saputra, warga Kelurahan Kayuare,

Dia mengakui, dirinya juga pernah menjadi supir pengangkut minyak milik Pertamina, hanya saja kendaraan yang telah disediakan oleh Pertamina sudah memenuhi standar sehingga kelayakan dan keselamatan ketika membawa minyak mentah bisa aman.

“Nah, sekarang ini dilihat Petro Muba mengabaikan SOP yang ditetapkan oleh pihak Pertamina,” cetusnya.

Sementara itu, seperti dikutip dari Palembang Ekspress, Direktur Petro Muba, Yuliar dihubungi melalui ponselnya bernada aktif, namun ketika wartawan memperkenalkan diri tiba-tiba telepon yang tersambung dimatikan yang bersangkutan. Saat coba dikonfirmasi melalui pesan instan tidak ada balasan meskipun pesan sudah dibaca, hingga berita ini diturunkan.

Sedangkan, Field Manager PT Pertamina EP Asset I Ramba Field Richrad Muthalib melalui Relations & Formalities Wahyu Pribadi Oetomo mengatakan, terkait kendaraan operasional Petro Muba dalam mengangkut minyak mentah, pihak dari Pertamina sendiri sudah selalu menyampaikan kepada Manajemen Petro Muba terkait item-item safety dalam operasional yang diterapkan Pertamina dalam mengantisipasi hal tidak diinginkan.

“Kita terus sampaikan, baik melalui Rapat Koordinasi maupun dari Tertulis untuk memenuhi safety yang diterapkan Pertamina,” kata Wahyu, Minggu (9/9).

Dan tentunya, pihaknya menyampaikan terima kasih atas informasi ini, tentunya laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti untuk bisa disampaikan kepada Manajemen Ramba Field, dan diteruskan kepada Petro Muba.

“Sehingga penerapan yang dilakukan kita bisa diikuti oleh pihak ketiga dalam hal manajemen Petro Muba, jangan sampai melalaikan masalah safety dalam pengakutan minyak mentah,” tukasnya. /red/


Share To:

Post A Comment: