INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) memiliki keinginan yang luar biasa untuk meningkatkan SDM guru dan Siswa di daerahnya dan akan  terus berupaya memaksimalkan meningkatkan kualitas pendidikan di bumi Serasan Sekate.


Bahkan hingga saat ini terhitung sudah satu tahun Pemkab Muba mengimplementasikan Lighthouse School Program (LSP) yang merupakan kolaborasi Pemkab Muba bersama program Putra Sampoerna Foundation-School Development Outreach (PSF-SDO).

Sekolah Menengah Margaret River adalah penerima penghargaan tahunan abadi dari 'Sekolah Pertunjukan Terbaik'. Penghargaan bergengsi ini mengakui sekolah di Australia Barat dengan prestasi siswa yang luar biasa, baik di jalur studi tersier maupun non-tersier.

Margaret River Senior High School adalah Sekolah Umum Independen yang merupakan bagian integral dari komunitas Augusta-Margaret River.

Didirikan pada tahun 1952, sekolah ini memiliki sejarah keberhasilan dan pencapaian siswa yang kaya. Tradisi ini ditegakkan dengan komitmen berkelanjutan untuk pencapaian keunggulan pribadi dan akademik.

Sekolah ini memiliki etos kerja dan bertujuan untuk memastikan bahwa potensi akademik, kreatif, sosial dan pribadi setiap siswa berkembang hingga tingkat tertinggi.

Direktur PSF-SDO Gusman Yahya mengatakan, Kabupaten Muba dinilai berhasil menjalankan program LSP dan saat ini diharapkan guru atau tenaga pendidik di Muba dapat menularkan materi LSP ke tenaga pendidik lainnya khususnya di Muba.

"Oleh sebab itu, kami memilih dan menunjuk sebanyak 4 guru dan 8 siswa asal Muba untuk belajar ke Margaret River Senior High School (MRSHS) di Western Australia yang dimulai 14 sampai 20 Oktober 2018," ungkapnya.

Ada 4 guru dan 8 tenaga pendidik yang terpilih untuk belajar ke Margaret River Senior High School Australia tersebut. 

Dikatakannya, program LSP sudah diterapkan di 130 negara maju dan salah satunya di Kabupaten Musi Banyuasin. "Sengaja kami memilih Kabupaten Muba karena komitmen Kepala Daerah-nya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terlebih lagi SDM tenaga pendidik yang ada di Muba sangat mumpuni untuk melaksanakan program LSP," terangnya.

Lanjutnya, diharapkan kepada 4 guru dan 8 siswa-siswi terpilih belajar ke MRSHS tersebut nantinya dapat mengimbaskan ilmu pengetahuan yang diperoleh ke tenaga pendidik dan peserta didik di Kabupaten Muba.

“Kunjungan studi SMPN 1 Sungai Lilin dan SMPN 1 Babat Toman ke Margaret River Senior High School, Perth ini merupakan kesempatan emas untuk mempelajari bagaimana siswa disini belajar baik di dalam ataupun di luar kelas. Bukan hanya siswa, para guru juga diberikan kesempatan untuk mendalami penerapan belajar aktif dan sistem pengelolaan sekolah publik mandiri di Australia," urainya.

Dijelaskan, dalam kegiatan kunjungan sekolah ini, 8 siswa mengikuti kegiatan sehari-hari siswa di Margaret River Senior High School (MRSHS) sejak pagi hingga sore hari.

"Mereka dipasangkan dengan siswa MRSHS dan belajar di kelas, bergaul dengan sesama siswa serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Sedangkan 4 guru yang berkunjung mengikuti sesi yang sudah dipersiapkan antara lain diskusi dengan tim manajemen sekolah serta observasi kegiatan belajar mengajar di MRSHS," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan adapun tujuan dirinya mengajak guru dan siswa ke MRSHS yakni bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas sekolah secara intensif melalui pendekatan komprehensif dan kolaboratif untuk mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel.

Hal ini dilakukan dengan sejumlah kegiatan pengembangan profesional guru, kualitas manajemen sekolah, kapasitas siswa, dan pemberdayaan komunitas sekolah, serta mengenalkan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Math) dan pendidikan Bahasa Inggris kepada sistem pendidikan di MUBA.

"Pendidikan berbasis STEM tengah berkembang luas di dunia karena dianggap efektif meningkatkan kemampuan berpikir siswa secara holistik. Kami berharap hal ini dapat mendorong pelajar memahami seluk-beluk sains dan teknologi, mereka terbiasa bereksplorasi, bereksperimen dan berkarya sehingga membentuk rasa percaya diri untuk melahirkan berbagai inovasi dalam memajukan daerahnya dan bangsa Indonesia," tutup alumni Universite Libre de Bruxelles - Belgia tersebut. /red/

Share To:

Post A Comment: