INFOSEKAYU.COM - Kabupaten Musi Banyuasin menjadi salah satu pilot project program revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dari 60 kabupaten/kota se indonesia.


Perpustakaan berbasis inklusi sosial yang diformulasikan ke dalam rencana kerja pemerintah menjadi prioritas penguatan literasi kesejahteraan. Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Banyuasin, Drs.Yohanes Yubhar MM bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan pengembangan perpustakaan.

"Sebelumnya kami sudah melakukan pengembangan perpustakaan sebagai sumber belajar dan berkegiatan. Di sini perpustakaan daerah mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Pendidikan AlQuran (TPA), Sanggar Tari dan Bimbingan Belajar Membaca dan Matematika. Dan ini merupakan upaya kami menarik minat baca dan kunjungan ke perpustakaan," ungkap DrsYohanes Yubhar, MM.

Di tempat yang sama, konsultan dari Perpustakaan Nasional RI, Retno Darmanti mengatakan bahwa Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum melalui transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

"Kegiatan ini memiliki tujuan memperkuat perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan literasi yang akan meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi," sebut Retno.

Menurut dia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Muba sepertinya sebelumnya sudah ada kegiatan-kegiatan pengembangan perpustakaan. "Sedangkan untuk program revitalisasi ini, pasca bimbingan teknis yang di selenggarakan Perpusnas RI,  Dinas PDK Muba berdasarkan laporan, sudah melaksanakan kegiatan pelibatan masyarakat di bidang pendidikan dengan mengadakan kegiatan Pemilihan Duta Baca Sekolah tingkat SMP di kecamatan dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin," ungkapnya.

Masih menurut Retno Darmanti, selaku konsultan dari Perpustakaan Nasional, setiap kegiatan yang telah dilakukan agar dilaporkan ke Perpustakaan Nasional melalui link Program Revitalisasi yang telah diberikan, agar dapat diketahui oleh pihak perpustakaan nasional dan lainnya.

Hadir juga dalam kunjungan Konsultasi Program Revitalisasi ini, Sekretaris Muba Apriadi, SSos, MSi, Zainal Abidin, SIP, MSi, Herawaty, SE, MSi, Refiinra Irwantoni, SIP, Parida, ST, MSi dan Wahyu Alba Pracahya, SE, yang merupakan tim fasilitator DPK Muba, untuk implementasi kegiatan  ini.

Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa untuk mendukung kegiatan revitalisasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, DPK Muba mendapatkan bantuan 3 unit perangkat komputer lengkap dan server dari Perpusnas RI. "Dan sebagai pilot project ada 3 sampai 5 Perpustakaan Desa binaan untuk kita persiapkan," kata Kepala Dinas DPK Muba. /red/


Share To:

Post A Comment: