INFOSEKAYU.COM - Puluhan pelajar unjuk kebolehan dalam proses penjurian pemilihan Duta Baca tingkat SMP Kabupaten Musi Banyuasin Regional I, meliputi Kecamatan Lawang Wetan, Sungai Keruh, Plakat Tinggi dan Sekayu. Kegiatan penjurian berlangsung dimulai Rabu-Jumat (20-22/2/2019).


Setelah melalui proses seleksi administrasi di Gedung Konvensi, SMPN 6 Unggul Sekayu, sebanyak 75 peserta dari 45 sekolah ini siap melalui proses seleksi wawancara orasi Program Kerja Duta Baca pelajar di sekolahnya nanti.

Para pelajar dari sejumlah sekolah ini tampak antusias, dengan kemampuan berpidato yang membuat decak kagum dewan juri. Dewan juri pelajar ini di antaranya, Apriadi, SSos, MSi, Zainal Abidin, SIP, MSi, Herawaty, SKom, MSi, Mardiana, MPd, Raffinra Irwantoni, SIP, Erman Wani, SH dan Rojaki, MPd.

Sejumlah program menarik dipaparkan para calon Duta Baca Pelajar tersebut saat presentasi di hadapan dewan juri. Beberapa pelajar sangat piawai dalam bertutur kata, juga nampak menguasai materi yang disampaikan meski tak sedikit juga ada yang masih gugup saat menyampaikan program kerjanya.

Kegiatan bertajuk "Andai Aku Terpilih sebagai Duta Baca Pelajar" ini, merupakan program lanjutan dan DPK kali ini menggandeng pihak SMPN 6 Unggul Sekayu sebagai tuan rumah penyelenggara Pemilihan Duta Baca Pelajar Regional I Kab Muba.

Sebagai tuan rumah penyelenggara, Kepala SMPN 6 Unggul Sekayu, Muri S.Pd. M.Si, melalui Waka Kesiswaan Pipin Ariestaningsih, menyampaikan senang telah diberikan kepercayaan sebagai tuan rumah penyelangga kegiatan Pemilihan Duta Baca Pelajar tingkat SMP.

Menurut dia, sekolahnya sangat siap dan welcome menerima para peserta dan calon-calon duta pelajar dan dewan juri serta panitia penyelenggara.

"Sebagai wujud kotribusi SMP Negeri 6 Unggul Sekayu dalam dunia pendidikan, sebagai tuan rumah kita juga ingin mengenalkan  kepada masyarakat luas bahwa SMPN 6 Unggul Sekayu merupakan sekolah bewawasan lingkungan (Adiwiyata), sekolah sehat Tingkat Nasional juga sekolah merupakan sekolah berwawasan seni," ungkap Pipin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Drs Yohanes Yubhar, MM, dalam sambutannya, mengatakan, pemilihan duta baca merupakan salah satu kegiatan instansinya pada Tahun 2018, sebagai upaya pemerintah dalam mendorong kreatifitas dan minat membaca.

“Alhamdulillah, antusias pelajar mengikuti kegiatan ini sangat tinggi,” ucapnya.

Bagi yang terpilih menjadi duta baca pada perlombaan ini, ungkap Yohanes, akan diberikan peran dalam beberapa event yang berkaitan dengan perpustakaan tidak hanya di daerah ini tapi juga di Kabupaten, seperti talk show, pelatihan public speaking dan penulisan Kreatif, dan juga ada kegiatan city tour Kab, Muba setelah terpilih dan dikukuhnya  sebagai duta pelajar oleh Bapak Bupati Muba, bapak H. Dodi reza alex dan bunda baca Ibu Hj. Thia Yuvada.

Sementara sekertaris DPK, yang juga sebagai ketua dewan juri duta baca pelajar SMP, Apriadi, SSos. MSi menambahkan bahwa, pemilihan duta baca  pelajar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengembangkan dan membudayakan minat baca di kalangan pelajar.

Tentu hal ini dimulai dari para pelajar dalam upaya mencerdaskan masyarakat. Karena mencerdaskan masyarakat ini harus dimulai dari membaca. “Satu buku yang kita baca saat ini akan menyelamatkan masyarakat kita berkali-kali di masa mendatang. Apalagi ada slogan “Membaca adalah batas tertinggi dari sebuah peradaban manusia”. Secara logis, dalam meningkatkan peradaban manusia, membaca adalah hal yang paling utama,” ucapnya.

Ketua pelaksana Duta Baca, Zainal Abidin, SIP, MSi, yang ditemui di sela-sela penjurian, menilai kegiatan tersebut cukup kreatif dan inovatif, serta langkah strategis dalam membangun minat baca masyarakat.

“Saya angkat topi, salut dengan jajaran penyelenggara,” ungkap Zainal. Ia mengatakan kreatifitas sangat penting dalam membangun sebuah bangsa. Tanpa kreatifitas, sebuah bangsa tidak akan maju.

“Meski pintar kalau tidak kreatif, percuma, karena tidak ada nilai tambahnya,” ucapnya.

Salah seorang juri Herawaty, S Kom, MSi mengungkapkan bahwa pemilihan ini digelar untuk mencari figur di kalangan pelajar yang gemar membaca. “Kita kekurangan figur sehingga mempengaruhi faktor kurangnya minat baca di kalangan pelajar. Pemilihan duta baca pelajar ini untuk mencari figur teladan yang dapat dijadikan contoh dan dan memberi motivasi di kalangan pelajar,“ paparnya.

Pemilihan duta baca ini ungkap, Rojaki, MPd, selaku Duta Baca Muba merupakan bagian dari mempersiapkan generasi muda yang kreatif di masa mendatang. Sebab masa depan sangat ditentukan oleh orang-orang yang kreatif yang memiliki kecerdasan sosial. Ia berharap kegiatan ini berkesinambungan, dan bukan hanya dilaksanakan oleh Dinas  Perpustakaan dan Kearsipan Muba, tapi semua lini harus berperan.

“DPK Muba sudah mengawalinya dengan baik, harus disambut oleh pihak-pihak lain, karena mencerdaskan masyarakat melalui minat baca adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. /red/
Share To:

Post A Comment: