INFOSEKAYU - Identitas wanita yang tewas di Penginapan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumsel, sudah terkuak. Dia adalah Vera Oktaviana, warga 16 Ulu, Palembang.


Keluarga korban datang ke Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (11/5/2019) dini hari. Terlihat beberapa anggota keluarga menangis histeris di ruang forensik.

Dilansir dari Detikcom, salah seorang kerabat korban yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, Vera sudah dicari sejak 3 hari lalu.

Sehari-hari, Vera bekerja di salah satu minimarket di Palembang. Dia pergi tanpa memberi pesan dan tak ada kabar sampai hari ini.

Keluarga mengaku sudah menghubungi seluruh nomor handphone Vera. Namun nomor yang dimiliki keluarga pun sudah tidak ada yang aktif lagi.

"Tidak tahu pasti. Ini katanya tadi mayat keluarga kami (Vera), dia hilang sudah 3 hari lalu. Kalau ciri-ciri mirip," kata kerabat itu.

Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Andes Purwati sendiri mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan identitas korban.

Meski kata dia, ada keluarga yang sudah datang dan melihat ciri-ciri keluarganya yang hilang, mirip dengan korban.

Sebelumnya, Jumat (10/5/2019), sesosok mayat wanita bugil ditemukan di kamar 06, Penginapan Jalan Hindoli, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Jasadnya sudah membusuk. Nurdin, anak pemilik penginapan sudah mencium bau busuk itu sejak Kamis, 9 Mei 2019. Namun saat akan membuka kamar, pintu terkunci.

Keesokan harinya, bau semakin menyengat. Saat itulah, Nurdin melapor ke polisi. Benar saja saat dibuka, ada mayat wanita di atas kasur. Tangannya sudah dimutilasi.

Menurut Nurdin, sebelumnya, seorang pria dan wanita yang diperkirakan korban, datang ke kamar 06 itu. Pria checkin atas nama Doni. Diduga, pria itulah pembunuhnya.

Di TKP, polisi juga menemukan 2 koper. Letaknya di dekat jasad korban yang sebagian sudah dimutilasi.

Polisi menduga, korban awalnya hendak dimasukkan ke dalam koper dan dibuang. Namun, skenario itu urung dilakukan.

"Kita tidak tahu ya, cuma saat ditemukan ada koper di atas kasur. Saya lihat begitu (dimutilasi dan ada rencana dimasukkan dalam koper). Tapi kami pun masih terus kumpulkan saksi-saksi," terang Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Andes Purwati di RS Bhayangkara, Sabtu (11/5/2019), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Andes menduga, kedua koper itu sengaja dibeli oleh pelaku, sebelum pembunuhan.

Bahkan dari beberapa saksi menyebut di penginapan itu sempat melihat si pelaku datang bersama korban dan membawa 2 koper.

"Ada saksi melihat (datang bawa koper). Semua masih diperiksa karena di lokasi tidak ada CCTV, koper berwarna hitam 2 buah, berukuran sedang," imbuh Andes.
Diduga, karena skenario koper tidak jadi, maka pelaku memilih alternatif kedua, menghilangkan jejak dengan cara membakar jasad korban.

Minyak tanah sudah disiramkan di lantai. Dia lalu membakar obat nyamuk, dan di ujung dipasang pentol korek. Diduga obat nyamuk ini pemicu atau semacam timer untuk kebakaran.

Namun, obat nyamuk itu padam pas di tengah.

"Kami menemukan minyak tanah, korek, obat nyamuk dan pentol korek di dalam kamar. Kami menduga mayat ini mau di bakar juga," kata Direktur Dit Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alviani.

"Obat nyamuk memang modusnya untuk timer, untuk membakar korban, tapi tidak sempat terbakar. Jadi nanti obat nyamuk terbakar dan kena pentol korek. Tapi pas di tengah obat nyamuknya mati," imbuh Yustan. /red/

Sumber : detikcom/sumselupdatecom

Share To:

Post A Comment: