INFOSEKAYU – Polres Musi banyuasin menggelar Apel Konsolidasi Ops Ketupat Musi - 2019 dan Persiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilu 2019, di halaman Mapolres Muba, Kamis (13/6/2019).


Dalam pelaksanaan Apel tersebut Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM, bersama Dandim 0401/Muba Letkol Arm. Saifudin Khairuzzamani, S Sos, bertindak selaku Pimpinan Apel dan Ipda Disa Javier Suwarta Putra, STrK, sebagai Komandan Apel.

Pada amanatnya Kapolres Muba menerangkan, “Tidak ada kendala yang kita temukan dalam pelaksaan ops Ketupat musi 2019, dikarenakan libur anak sekolah lebih cepat dan sampai saat ini kami masih tetap melaksanakan pantauan terhadap arus lalu lintas sampai tanggal 16 Juni 2019 terkait dengan masi adanya arus balik," ujar Kapolres.

Selain itu, lanjutnya, mendekati sidang perselisihan hasil Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan salah satu paslon Presiden dan Wakil Presiden, pada 11 sampai dengan 28 Juni 2019, Kepolisian Resor Musi Banyuasin (Muba) melakukan antisipasi terhadap semua isu dan pengerahan massa yang berpotensi menyebabkan kerusuhan, Diantaranya koordinasi dengan seluruh pihak mulai dari Pemkab Muba dan TNI serta seleruh stekholder terkait untuk bersama-sama mengajak dan menjaga Sitkamtibmas di Kabupaten Muba dalam keadaan aman.

"Kami juga melakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen melalui bhabinkamtibmas untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengganggu proses sidang tersebut dapat diantisipasi sedini mungkin. Sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas atau konflik sosial," tambah AKBP Andes Purwanti.

Ia juga melaporkan, akan melaksanakan video conference bersama Kapolri yang akan dilaksanakan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Indralaya Kabupaten Ogan Ilir dan laporan tentang kondisi secara umum diwilayah.

Sementara itu, dalam amanatnya, Dandim 0401 Muba juga menyampaikan, “Pada persiapan pengamanan sidang perselisihan hasil Pemilu yang dilaksanakan bersama-sama, Kita lakukan kegiatan deteksi dini. Ataupun mungkin kita melaksanakan kegiatan temu cepat lapor cepat dan apapun yang berkembang di masyarakat akan kita selesaikan bersama," ujar Dandim.

Meski demikian, sambungnya, hal tersebut bukanlah berarti kita saling curiga, tetapi sebagai antisipasi.

"Kita sadari saat ini banyak berkembang isu-isu ataupun berita-berita hoax di media sosial baik itu mungkin yang sifatnya berita yang benar tapi ada juga berita bohong. Untuk itu kita selaku aparat keamanan ataupun beberapa unsur komponen dalam masyarakat ini.

Mari kita bersikap dewasa bersikap yang cerdas dalam menanggapi berita, Hasil pemilihan umum dapat terselenggara dengan sukses dengan menjaga dan memelihara soliditas dan sinergitas antara TNI Polri dan stakeholder lainnya," tandas Dandim Muba. /red/

Share To:

Post A Comment: