Articles by "Bencana Kabut Asap"
Tampilkan postingan dengan label Bencana Kabut Asap. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) mensosialisasikan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap. Hal ini disampaikan oleh Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Herryandi Sinulingga, kamis (19/9) usai menghadiri Kuliah Umum Bupati Muba di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang.


Menurut Sinulingga, Masyarakat Muba dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah, mengurangi aktivitas diluar ruangan, menggunakan masker ketika beraktivitas diluar ruangan, perbanyak minum air putih, mengkonsumsi buah dan sayur, serta beristirahatlah dengan cukup.

"Jika ada keluhan kesehatan akibat dari dampak kabut asap, kami imbau kepada masyarakat untuk segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan terdekat," kata Sinulingga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba Azmi Dariusmansyah, mengatakan bahwa petugasnya stand by untuk memberikan pelayanan gratis  kepada masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA).

"Segera periksakan apabila terkena dampak kabut asap di pusat layanan kesehatan terdekat. Terutama yang berdampak pada balita dan lansia," ujar Azmi. /red/


INFOSEKAYU - Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex terus mengintruksikan OPD terkait untuk meningkatkan serta memaksimalkan upaya pencegahan kebakaran maupun pengendaliannya.


Untuk itu, Dodi juga harap ketersediaan SDM serta sarana dan prasarana yang dimiliki harus terpenuhi dalam jumlah yang cukup dan dalam kondisi yang baik.

Dalam rapat staf jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Dodi mengharapkan jajaran OPD untuk fokus dalam menangani permasalahan Karhutlah tersebut.

"Dalam upaya meningkatkan kualitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan ini,  kita perlu didukung oleh sumberdaya karhutla yang meliputi pemenuhan sumberdaya dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia yang terlibat dalam karhutla. Dan kita akan terus upayakan untuk terus melakukan peningkatan kapasitas SDM dan ketersediaan sarana kita dilapangan," ungkap dia.

Dalam rapat tersebut, camat dan kepala desa terkait diminta untuk berpartisipasi serta memantau dan melaporkan kejadian karhutla secara berjenjang.

Dodi juga Menghimbau kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa PMD Richard Cahyadi agar terus mensosialisasikan atau mendorong kepala desa untuk berperan aktif mengawasi hal tersebut.

"Pada kesempatan ini, saya meminta pada seluruh pihak untuk bersinergi dalam upaya pencegahan dan pengenalian karhutla sebagaimana intruksi presiden. Karhilutlah adalah tanggungjawab semua pihak dimana semua pihak harus mempersiapkan personil dan peralatan yang handal serta segenap potensi sumber daya yang ada. Saya juga mengharapkan agar upaya pencegahan karhutla ini dapat dilakukan sedini mungkin dengan melibatkan semua unsur yang ada, baik TNI, Polri,  OPD, Camat, para kades, dunia usaha, masyarakat dan semua pihak," terangnnya di ruang rapat Serasan Sekate Pemkab Muba," tegas Dodi.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati dan dihadiri oleh Sekda Muba H Apriyadi, MSi, para asisten, Kepala OPD atau yang mewakili, para camat. /red/


INFOSEKAYU - Kasus pembakaran lahan dan hutan serta lahan (Karhutla) di Sumsel terus dilakukan penyelidikan.


Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Sumsel, Direktur PT BHL yang berada di Lalan Muba berinisial AK ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus karhutla.

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, AK ditetapkan sebagai tersangka karena dia yang bertanggung jawab dalam pengelolaan lahan tersebut.

"Lokasi sudah dilakukan Police LINE sejak awal terbakar. PT BHL yang mengelola kawasan Hutan Produksi Lalan, dianggap lalai dalam mencegah terjadinya kebakaran. Petugas pemadam hanya enam orang yang bertanggung jawab terhadap lahan seluas sekitar 2.500 hektare," ujarnya, Selasa (7/9/2019).

Selain menetapkan satu direktur korporasi menjadi tersangka, sebanyak 26 orang juga ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak 26 orang yang ditetapkan tersangka ini, tertangkap tangan saat di akan melakukan pembakaran lahan.

Para tersangka, saat ini sudah diamankan di Polres dimana lokasi para tersangka melakukan pembakaran. Saat ini, kasus terus dilakukan penyidikan.

"Dari beberapa hari lalu, ada tiga orang yang tertangkap tangan melakukan membuka lahan dengan cara dibakar. Barang bukti juga diamankan baik bensin dan korek api," jelas Supriadi.

Tersangka MS (59) warga Desa Solok Batu Kecamatan Air Salek Banyuasin ditangkap Sabtu (14/9/2019) pukul 15.00 di Sungai apung Desa Solok Batu Kecamatan Air Salek Banyuasin, tertangkap tangan anggota yang sedang melakukan patroli karhutla.

Tersangka, ditangkap sedang melakukan pembakaran lahan miliknya. Tersangka bersama barang bukti sudah diamankan ke Polsek Makarti Jaya.

Begitu pula dengan MH (65) warga Jalan Pangeran Ayin Desa Kenten Laut Kecaamatan Talang Kelapa Banyuasin ditangkap Senin (16/9/2019) pukul 11.41 di Dusun 2 Desa Kenten Laut kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Tersangka yang membakar lahan miliknya dan tidak diawasi sehingga api meluas dan membakar lahan 17 hektare lahan milik warga lainnya.

Tersangka ketiga yang diamankan berinisial SG (28) warga Desa Muara Sugih Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin yang tangkap Senin (16/9/2019) pukul 09.00.

Tersangka diamankan ketika membakar lahan di Desa Muara Sugi Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin. Tersangka tertangkap tangan anggota Team Karhutla yang sedang melakukan patroli.

Tersangka melakukan pembakaran lahan seluas 6 hektare. Saat tertangkap tangan lahan yang sudah terbakar seluas 2 hektare. Tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Tanjung Lago.

"Para tersangka dikenakan UU RI No 32 tahun 2009 tentang PPLH dan atau UU RI No 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau UU RI No 39 tahun 2014 tentang Perkebunan dan atau Pasal 187, 188,189 KUHP Jo psal 53 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara atau denda Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar," pungkasnya. /red/

Sumber : Tribun Sumsel