Top News

Polres muba, Infosekayu.com  - MEMED (31) warga Dusun III Desa Bailangu Kec. Sekayu Kab. Musi banyuasin, berhasil dibekuk Tim Unit Reskrim Polsek Sungai keruh setelah beberapa jam kabur setelah melakukan penganiayaan terhadap ALPIAN (53) yang juga warga Desa Bailangu Kec. Sekayu Kab. Muba. Minggu 07/08/22, sekira pukul 19.30 wib.

Kapolres Musi Banyuasin Akbp Siswandi,Sik,SH,MH. Melalui kapolsek sungai keruh Iptu Vico Fariul Fajar, S.Tr.K., M.Si., mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Dusun IV Desa Sindang Marga  Kec. Sungai Keruh Kab. Muba.

Lanjut Vico, pada saat itu korban sedang di pijat/di urut di seban sebelah rumah sdr H dan dari belakang sesaat korban sedang dipijat/di urut dari belakang pelaku MEMED muncul dan langsung membacok korban dengan sebilah Celurit yang di bawa pelaku yang mengakibatkan Korban mengalami Luka bacok pada bagian punggung sebelah kiri dan paha sebelah kanan.

Usai kejadian korban langsung dibawah ke Puskesmas tebing bulang namun belum sampai korban meninggal dunia, sementara pelaku usai melakukan penganiayaan langsung melarikan diri.

Pelaku dan korban merupakan teman akrab, sama-sama rekan kerja dikebun karet milik kakak korban yang belum lama bekerja yang sebelumnya pelaku diajak korban untuk bekerja menyadap karet milik kakak korban didesa sindang marga kec. Sungai Keruh kab.Musi Banyuasin. Ungkap Vico.
 
Berselang 3 jam dari kejadian Pelaku berhasil ditangkap Unit reskri yang dipimpin kanit reskrim Aipda Candra Nasution,S.H. Bersama anggota saat bersembunyi di perkebunan yang berada di Dusun IV Desa Sindang Marga Kec. Sungai Keruh Kab. Muba, Pelaku berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan,  kemudian pelaku dibawa langsung ke Polsek Sungai Keruh guna proses Penyidikan lebih lanjut. Jelas Kapolsek.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi berupa 1 (satu) Bilah Celurit yang digunakan pelaku, 1 (satu) Helai celana jeans warna Biru Dongker ( milik tersangka ), 1 (satu) Helai Baju kaos putih ( milik tersangka ) dan 1 (satu) Helai sarung ( milik korban )

Di hadapan Polisi ia Pelaku, mengaku melakukan penganiayaan tersebut lantaran cemburu terhadap korban karena korban berusaha menggoda istri pelaku

Tersangka akan dijerat dengan pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP , lebih subsider  pasal  351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Pungkas Viko.

Infosekayu.com - Fenomena Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu memang membuat beberapa daerah lain latah alias ikut melakukannya. Bahkan beberapa pejabat ikut-ikutan turun meramaikan fenomena tersebut, baik di Dukuh Atas secara langsung atau daerah masing-masing.

Salah satunya pemilik akun TikTok @dewi.centong yang merupakan Camat Payakumbuh Timur, Sumatera Barat. Namun miris, niatnya mengadaptasi Citayam Fashion Week di daerahnya malah berujung pencopotan dari jabatan.

Kisah ini diakuinya sendiri lewat unggahannya di TikTok, yang belakangan kembali diviralkan oleh Instagram @lambe_turah.

"Aku seorang Camat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Pernah ikutan membuat video viral ala-ala Citayam Fashion Week dengan nama Payakumbuh Fashion Week," tuturnya sebagai pembuka kisah, dikutip Suarajabar.id, Minggu (7/8/2022).

Ia mengaku hanya berniat membuat konten, tanpa maksud melanggar norma-norma agama atau adat istiadat setempat.

"(Hingga) kemudian dikomenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh," sambungnya.

Kecaman oleh MUI Kota Payakumbuh itu yang disebutnya menjadi awal mula malapetaka dalam kariernya, sampai berujung dengan pencopotannya dari jabatan sebagai Camat Payakumbuh Timur.

"Karier yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara-gara komen MUI yang sangat tidak objektif," kritik Dewi. "Dengan melaporkan aku ke Walikota Payakumbuh dan akhirnya aku di berhentikan jadi Camat di Payakumbuh Timur."

"Terima kasih MUI Kota Payakumbuh, sudah membuat hancur semua impian aku. Tapi yang anehnya daerah lain di Sumatera Barat yang membuat video seperti ini tidak di komen sama sekali," sambungnya.

Akun @lambe_turah juga menunjukkan konten catwalk yang diunggah Dewi di Instagram-nya, yang kemudian menuai komentar pedas dari MUI Payakumbuh. Lewat caption-nya, terungkap Dewi melakukan aksi lenggak-lenggok itu di Simpang Benteng.

Ia mengaku terinspirasi dari aksi Wali Kota Pariaman, Genius Umar, beserta istri yang pernah menjajal Citayam Fashion Week sambil mengenakan sulaman khas kota setempat.

"Dari sinilah Iwi terinspirasi buat ala-ala itu yang lagi viral, namun bukan di Jakarta sana, cukup di Simpang Benteng aja, yang mana Simpang Benteng juga salah satu tempat bersejarah di Kota Payakumbuh dengan menampilkan Tenun Balai Panjang," jelas Dewi di caption unggahannya.

Konten ini yang kemudian mendapat kecaman dari MUI Payakumbuh. MUI Payakumbuh menilai konten tersebut tidak sesuai dengan norma agama dan adat istiadat yang berlaku.

"Jangan latah mengikuti apa yang sedang tren/viral, karena ibu adalah pejabat publik yang akan menjadi contoh/tauladan bagi masyarakat," tutur MUI Payakumbuh mengusulkan.

MUI Payakumbuh juga menyoroti gaya berpakaian Dewi meski yang bersangkutan telah mengenakan jilbab. "Apalagi model fashion yang Ibu ikuti tersebut adalah tabarruj orang-orang jahiliyah yang dikecam dalam Syari'at (QS al-Ahzab: 33)," sambungnya.

"Jika ibu bermaksud untuk mempromosikan Tenun Balai Panjang, maka tidaklah dengan cara 'murahan' ala anak-anak Citayam itu pakaian Bundo Kanduang di Ranah Minang ini dipromosikan," kata MUI Payakumbuh melanjutkan.

Komentar pedas inilah yang menjadi awal mula sebelum Dewi dilaporkan ke Wali Kota Payakumbuh dan berujung dicopot dari jabatannya. Karena itulah, lewat akun TikTok-nya, Dewi balik menyindir MUI Payakumbuh yang dinilai telah menghancurkan kariernya.

Unggahan Dewi ini tentu menjadi sorotan banyak pihak. Pro dan kontra tidak bisa dihindari, meski beberapa warganet menyayangkan Dewi yang membuat konten catwalk dengan mengenakan seragam kerja.

"Tidak ada fashion week saja sudah lambat urusannya apalagi kalau ada fashion week ala CFW," kritik warganet.

"Mungkin karena pake seragam kerja," komentar warganet.

"Alhamdulillah kerja ya jangan bnyak neko neko," kata warganet.

"Kesalahannya bikin konten kaya gitu pake seragam. Pengen eksis malah jadi kehilangan jabatan," jelas warganet lain.

"Yaa bukan hanya seragamnya sih menurutku,, tapi disana kental banget islamnyaa... Dan dia sebagai orang ternama disana, malah pake pakaian yang ketat n belahan rok nya sampai memperlihatkan betis.. kan beliau pake hijab... Entar orang-orang pada ngikut dia... Mencontohi hal yang tidak baik...." timpal yang lainnya. (Suara)

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Selama pandemi COVID-19 menyerang Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Musi Banyuasin. Ada banyak dampak yang dirasakan dari setiap golongan. Salah satunya ialah menyebabkan sistem perekonomian yang menurun. 

Untuk itu, dibawah kepemimpinan Pj Bupati Musi Banyuasin Drs H Apriyadi. Menjadi konsen agar bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Berbagai upaya dan strategi dilakukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi agar bisa kembali normal. 

"Seperti halnya hari ini, Pemkab Muba melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab Muba mengambil inisiatif menyelenggarakan pelatihan pembuatan peci berbahan Kain Gambo Muba dan Pelatihan Kemasan. Dengan harapan dari kegiatan pelatihan ini, mampu membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi,"ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Muba Azizah SSos MT, Jum'at (5/8/2022) di Halaman Rumah Gambo
Sekayu.

Dikatakan Azizah, pelatihan kemasan dan pembuatan peci hari ini bertujuan membantu pelaku UMKM untuk memperkuat branding dan menghasilkan nilai jual yang baik serta produk kita dapat menembus pasar nasional dan internasional, serta dapat memberdayakan perempuan seperti DWP, UP2K dan PKK dengan tujuan mengembangkan semua potensi yang dimiliki kaum perempuan.

"Semoga para peserta yang sudah memiliki kesempatan mengikuti pelatihan ini, dapat belajar dengan maksimal sehingga ilmu yang diberikan oleh instruktur dapat berguna untuk meningkatkan nilai tambah dari usahanya masing-masing,"ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, 
Dinas Perdagangan Pemprov Sumsel melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muba, menyerahkan secara simbolis bantuan sarana  kepada pedagang berupa etalase, gerobak, coolbox, payung dan timbangan duduk. 

"Bantuan yang diberikan sebanyak 18 buah etalase, 6 buah gerobak, 24 coolbox, 30 buah payung jualan dan 12 buah timbangan duduk. Dengan adanya bantuan sarana perdagangan, semoga para pelaku usaha dapat memanfaatkan bantuan ini secara tepat dan sebaik mungkin untuk meningkatkan pendapatan para pedagang dan dapat menunjang ekonomi daerah," ujarnya. 

Sementara itu, Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi berharap melalui pelatihan tersebut gairah perekonomian sektor UMKM di Muba kembali bangkit dan memunculkan kreatifitas kreatifitas baru yang menarik. 

"Ikuti pelatihan ini dengan baik, Pemkab Muba akan terus mendorong bangkitnya perekonomian di sektor UMKM dan terus tumbuh dengan karya karya yang kreatif dan menarik," tandasnya.

Infosekayu.com - Wanita berinisial NY (42 tahun), yang mengaku sebagai istri sah dari Bupati Banyuasin, Askolani, menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel terkait laporan tentang kasus menikah tanpa izin.

Penasihat hukum NY, Ana Ariyanto, mengatakan kliennya diperiksa terkait laporan yang mereka layangkan ke Polda Sumsel beberapa waktu lalu.

"Penyidik ingin mengambil keterangan untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait laporan dugaan pelanggaran pasal 279 KUHP yang kami layangkan," katanya, Jumat (5/8).

Menurutnya, NY menjalani pemeriksaan sekitar 7 jam dari pukul 9.15-16.45 WIB, dan menjawab 32 pertanyaan dari penyidik terkait laporan tersebut.

Ariyanto juga menegaskan bila NY sampai saat ini masih berstatus istri sah berdasarkan akta nikah no: 736/22/XII/2014. Buku nikah itu pun diserahkan oleh AS (Bupati Banyuasin Askolani) kepada NY satu hari setelah pernikahan mereka.

"Jadi pernikahan klien kami ini sah secara hukum. Jadi agak aneh kalau akta nikah itu kemudian di PTUN-kan," katanya.

Di sisi lain, mereka juga enggan menanggapi somasi dari AS yang meminta agar laporan tersebut dicabut. Bila pihak dari AS merasa difitnah atau nama baiknya dicemarkan maka silakan menempuh jalur hukum yang diinginkan.

"Intinya pemeriksaan ini baru yang pertama dilakukan. Kami tentunya percaya kepada pihak kepolisian. Selain itu, masalah ini murni kasus hukum dan jangan di politisasi," katanya. (Kumparan)

Infosekayu.com - Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkap bahwa pengusaha sawit belum sepakat dengan arahan pemerintah untuk membeli tandan buah segar (TBS) petani seharga Rp 2.000 per kg. Kabar ini menjadi berita yang paling banyak dibaca sepanjang Kamis (4/8).

Selain itu, juga ada kabar soal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyindir perusahaan migas yang meraup laba besar dengan menyebutnya tak bermoral. Berikut rangkuman berita populer di kumparanBisnis.

Pengusaha Belum Sepakat Harga TBS Rp 2.000/Kg

Sekjen GAPKI Eddy Martono mengaku belum ada kesepakatan antara pengusaha dengan pemerintah terkait harga TBS petani sawit.

Eddy mengatakan harga TBS tersebut semuanya tergantung dengan harga crude palm oil (CPO) sehingga pemerintah tidak bisa begitu saja menetapkan harga.

“Belum ada kesepakatan dengan pemerintah, masalah pembelian harga TBS petani semuanya tergantung harga CPO, jadi tidak bisa ditetapkan angka seperti itu,” ujar Eddy kepada kumparan, Kamis, (4/8).

“Sebagai contoh sewaktu itu harga CPO di bulan Maret 2022 Rp 17 ribu harga TBS petani sekitar Rp 3.600-Rp 3.800,” sambungnya.

Padahal, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebelumnya menyebut bahwa Presiden Jokowi telah menginstruksikan harga TBS minggu depan sudah harus di atas Rp 2.000 per kg. Zulhas juga meminta para pengusaha untuk wajib menaati aturan yang telah disepakati.

PBB Sindir Perusahaan Migas

Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut perusahaan-perusahaan migas global yang meraup laba besar, sebagai tak bermoral. Sebelumnya diberitakan, korporasi migas global bahkan ada yang mencatat rekor keuntungan dalam 14 tahun terakhir.

Raihan untung besar perusahaan-perusahaan minyak dan gas (Migas) di semester I 2022 itu, ditopang lonjakan harga minyak dan gas, serta komoditas energi lainnya. Korporasi tersebut seperti Shell (Inggris), Exxon (Amerika Serikat), BP (Inggris), Chevron (Amerika Serikat), Total (Prancis), dan Saudi Aramco (Arab Saudi).

"Tidak bermoral bagi perusahaan minyak dan gas untuk membuat rekor keuntungan dari krisis energi ini, sementara di sisi lain ada orang-orang miskin yang harus membayar energi lebih mahal," kata Antonio Guterres pada peluncuran laporan ketiga Global Crisis Respons Group (GCRG), dikutip Kamis (4/8).

Dalam hitungan Sekjen PBB, keuntungan total perusahaan energi terbesar pada kuartal pertama tahun ini saja, mendekati USD 100 miliar atau setara Rp 1.500 triliun. Data terbaru per semester I 2022, nilainya bahkan melonjak lagi.

Sebagai kompensasi atas cuan besar perusahaan migas global, Sekjen PBB mengusulkan pengenaan pajak ekstra atas keuntungan tersebut. Skema pajak yang dia usulkan yakni atas setiap 'keuntungan tak terduga', misalnya akibat lonjakan harga komoditas.

Pajak tersebut, kata Sekjen PBB, akan digunakan untuk mengatasi dampak krisis energi pada masyarakat miskin. (Kumparan)

Muba, Infosekayu.com  - Polsek Sanga desa membekuk pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Kel. Ngulak Kec. Sanga Desa Kab. Musi Banyuasin yang terjadi pada hari selasa 02/08/22, sekira pukul 11.30 wib.

Akibatnya, Eko Susanto (36) warga Desa Ngulak II Kec. Sanga Desa Kab. Muba 
mengalami luka bacok pada bagian punggung dan pinggang dan harus dilarikan ke Rsud Sekayu.

Kapolres Muba Akbp. Siswandi, S.IK.,SH.,MH melalui Kapolsek Sanga desa Iptu Imam Dipsa Maulana, S.Tr.,K,M.Si. membenarkan penangkapan pelaku penganiayaan, diketahui Pelaku Tindak pidana penganiayaan Kandar (33), warga Dusun II Desa Terusan Kec. Sanga Desa Kab. Muba. Saat dikonfirmasi awak media.

“Kronologis berawal dari korban sedang duduk di bawah rumah, saat itu korban berkata "SAPELAH YANG NAK BELAGE DENGAN KU, KU NUNTUT NIA MUSUH BELAGE(SIAPA YANG MAU BERKELAHI SAMA SAYA)" Ujar kapolsek

Lanjut Dispa, Pelaku kemudian merasa tersinggung dan mengatakan "APE NAK NIA NGA TU BELAGE(APA BENAR KAMU MAU BERKELAHI)" dan kemudian langsung dijawab Korban "AO NAK NIA(YA BENAR)" kemudian Pelaku pulang kerumahnya yang tak jauh dari tempat korban duduk- duduk.

Berselang sekira 10 menit kemudian Pelaku datang Kembali dengan menggunakan sepeda motornya,  Pelaku menuju kebawah rumah dimana korban sedang duduk, lalu Pelaku langsung membacokan sebilah golok sebanyak 1 kali ke arah punggung belakang Korban dan 1 kali kearah pinggang sebelah kiri belakang Korban, setelah kejadian tersebut Pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya, Ungkap Kapolsek.

Pelaku sempat melarikan diri, namun kita tetap melakukan penyelidikan atas perkara tersebut dan mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku, Ujar kapolsek.

Pelaku berhasil kita tangkap dipersembunyiannya di pondok perkebunan kelapa sawit yang berada di Desa Karang Ringin Kec. Babat Toman, Rabu (03/08/22) sekira pukul 14.30 WIB.

Pelaku berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan oleh tim reskrim kita yang dipimpin oleh Ipda Nasirin,  kemudian pelaku dibawa langsung ke Polsek Sanga Desa guna proses Penyidikan lebih lanjut dan akan kita jerat dengan pasal Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana.

Sementara pelaku saat diintrogasi mengatakan bahwa pelaku merasa tersinggung atas perkataan korban yang sering kali menantang pelaku dengan perkataan mengajak untuk berkelahi sehingga pelaku melakukan penganiayaan tersebut. Pungkas Kapolsek.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Desa saat ini tidak lagi menjadi objek semata, namun menjadi subjek krusial sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Berbagai kebijakan dan pembangunan yang dilakukan harus mampu menjawab  permasalahan yang sedang terjadi. Oleh karena itu, desa harus memiliki data yang lengkap dan akurat sehingga program-program yang ditawarkan menjadi tepat sasaran.

Sebagai salah satu upaya peningkatan sistem birokrasi yang ringkas dan efesien dalam menjalankan pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) untuk membina, membangun, dan meningkatkan kompetensi aparatur desa agar mampu memahami statistik di Kabupaten Muba.

Sebanyak 227 desa dan 13 kelurahan se Kabupaten Muba dicanangkan Pj Bupati Muba program Desa Cantik yang diharapkan tidak hanya mampu menjadi desa yang berdayaguna tetapi juga mampu mengembangkan desanya melalui data yang lengkap dan akurat.

"Banyak keuntungan yang didapat jika program desa cantik berjalan baik terutama manfaatnya bagi kepala desa bisa membuat keputusan By Data, bukan By Feeling. Melalui program Desa Cantik ini diharapkan nantinya sistem informasi desa berbasis masyarakat dapat dioptimalkan,"ujar Pj Bupati Muba H Apriyadi pada acara Pencanangan Desa Cantik di Kabupaten Muba, bertempat di Opproom Pemkab Muba, Rabu (3/8/2022).

Kandidat doktor Universitas Sriwijaya ini juga menyebutkan, dari Program Desa Cantik ini juga setiap desa di Muba diharapkan dapat memiliki data yang lengkap untuk mengambil keputusan di tingkat desa terutama dalam pengurangan angka kemiskinan dan stunting. Serta dapat dikolaborasikan dengan program-program dari kementerian desa, seperti IDM (Indeks Desa Membangun), dan kementrian lainnya.

"Bersama BPS awalnya berencana akan mewujudkan Program Desa Cantik melalui pilot project untuk 14 (Empat Belas) Desa/kelurahan di Kecamatan Sekayu, namun melihat manfaat Program Desa Cantik maka kami mendorong untuk mewujudkan program ini untuk seluruh desa dan kelurahan di wilayah kabupaten Muba,"beber Apriyadi.

Dikatakan Apriyadi, dirinya akan menambah honorarium operator desa yang dapat dialokasikan dari dana desa dari Dana Desa yang besarannya disesuaikan dengan Peraturan Bupati Muba, untuk memberikan semangat para operator desa yang tugas kedepan semakin bertambah dalam penginputan data desa selain tugas mereka saat ini.

"Besar harapan kami kepada seluruh pihak mulai dari perangkat daerah, camat, kepala desa/lurah untuk mendukung dan berkolaborasi dan berkomitmen dalam melaksanakan desa cantik di wilayahnya masing-masing sebagai sumbangsih pembangunan khususnya di kabupaten Muba. Semoga pencanangan Program Desa Cantik ini menjadi semangat kepada kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muba yang kita cintai,"pungkasnya

Sementara itu Kepala BPS Provinsi Sumsel Dr Ir Zulkipli MSi mengapresiasi pencanangan Desa Cantik di Kabupaten Muba, karena begitu banyak yang hadir dan begitu antusias. Dari semua kabupaten/kota yang sudah melakukan pencanangan baru dirinya menilai baru di Kabupaten Muba yang pelaksanaanya luar biasa. Dirinya berharap mudah-mudahan banyaknya antusias yang hadir menunjukkan komitmen bersama yang kuat untuk mensukseskan program Desa Cantik.

“Desa Cantik, Desa Cinta Statistik, pembinaan statistik sektoral di tingkat desa secara berkesinambungan dan komprehensif. Program ini telah dilaksanakan di tahun 2021 dan akan dilaksanakan kembali di tahun 2022” ungkapnya.

Zulkipli mengatakan, tujuan umum dari program ini adalah untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik. Tujuan lain agar standarisasi dalam pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik dan selanjutnya dilakukan optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa/kelurahan tepat sasaran.

"Tujuan yang terakhir adalah untuk membentuk agen-agen statistik pada level desa/kelurahan, dengan beberapa kriteria yang sudah ditentukan. Diantaranya keberadaan komputer atau internet di kantor desa/kelurahan serta memiliki potensi wisata atau potensi produk unggulan” jelasnya.

Menurut laporan Kepala Dinkominfo Kabupaten Muba Herryandi Sinulingga AP diwakili Sekretaris Dinkominfo Muba, Hj Nurzahrawati SPd MT menyampaikan, maksud dan tujuan dari Pencanangan Desa Cantik ini agar desa bisa mengelola dan menyajikan data sesuai dengan potensi desanya, dan sebagai titik awal implementasi program penguatan pengelolaan data yang berstandar dan berkualitas nasional di level desa guna mendukung perencanaan pembangunan desa, dan pemerintah daerah terutama dalam pengentasan angka kemiskinan dan stunting.

"Harapan kita semua dari pencanangan (Desa Cantik) ini kedepannya semua program pembangunan desa berbasis data sehingga perencanaan pembangunan desa akan tepat sasaran. Krgiatan pencanangan Desa Cantik ini merupakan momentum penting dan sebagai komitmen kita semua mulai dari kepala desa, camat, perangkat daerah untuk benar-benar menjalankan program desa cantik untuk secara sungguh-sungguh mewujudkan Muba sinergi, Muba terus berkarya,"ucapnya.

Diakhir acara pencanangan Desa Cantik ini ditandai dengan pemukulan Gendang serta penandatanganan komitmen bersama antara Pj Bupati Muba, BPS Provinsi Sumsel, Kepala BPS Kabupaten Muba serta seluruh Camat se Kabupaten Muba.

Turut Hadir Kepala BPS Kabupaten Muba Trio Wira Dharma SST MM, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Muba H Musni Wijaya SSos MSi, Plt Kepala Bappeda Muba Sunaryo SSTP dan Kepala Dinas PMD Muba H Richard Cahyadi AP MSi, perwakilan Forkopimda serta Kepala BPS Kabupaten Banyuasin, BPS Kota Lubuk Linggau dan BPS Musi Rawas, perwakilan Bappeda Provinsi Sumsel, para Camat, Kades dan operator Desa Se Kabupaten Muba.

Lubuk Linggau, Infosekayu.com - Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Arab Saudi, Titin Herlina alias Tina di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap Polisi, Rabu (3/8/2022). Tina mantan TKW Arab Saudi ini ditangkap karena terlibat narkoba jaringan Internasional.

Tina mantan TKW di Arab Saudi ini tercatat sebagai warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau ini ditangkap, Selasa (2/8/2022) dini hari di rumahnya.

Dari rumah mantan tenaga kerja wanita (TKW) Arab Saudi ini polisi mengamankansabu seberat 1,8 Kg yang disimpan pelaku di dalam tanah pekarangan tetangganya.

Dihadapan Polisi, Titin mengaku barang haram yang diamankan Polisi tersebut merupakan titipan dari kakaknya warga Brebes Jawa Tengah.

"Barang ini merupakan titipan dari Kakak di Jawa, saya hanya mendapat upah Rp 5 juta," kilahnya saat diinterogasi Kapolres.

Sepengetahuan Titin barang haram itu awalnya berasal dari Malaysia, satu paket langsung dikirim ke Jawa ketempat kakaknya dan satu paket dikirim ke Lubuklinggau.

"Kakak mengirimnya dari Jawa, saya disuruh mengambil di depan Kompi dengan seseorang yang ngantarnya," ujarnya.

Barang haram itu baru disimpannya seminggu, rencananya barang itu akan diambil seseorang, namun belum sempat barang itu diambil Titin sudah tertangkap.

"Saya hanya menyimpannya, nanti ada orang yang datang langsung mengambilnya," ujarnya.

Sebenarnya sabu tersebut ada 2 Kg, namun 200 gramnya sudah diambil oleh saudaranya dari Sekayu, hanya saja Titin mengaku lupa alamat saudaranya tersebut.

"Sudah dibuka, 200 gram dibawa ke Sekayu, yang bawanya sepupu saya," ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi didampingi Waka Polres, Kompol MP Nasution, Kasatnarkoba, AKP Hendri menyampaikan pengungkapan bermula dari tertangkapnya tersangka Andrew.

"Saat itu tersangka Andrew diamankan ketika melintas di Jalan Kenanga, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II," ungkapnya pada wartawan saat menggelar pers rilis, Rabu (3/8/2022).

Setelah diinterogasi tersangka Andrew mengaku bahwa barang haram itu milik Selvi.

Kemudian, Polisi langsung melakukan pengembangan dan menangkap Selvi di rumahnya di Jl. Perumahan 87 Recidence Blok A 13 Jl. Pol Moch Hasan RT.08 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

"Setelah diamankan, Selvi mengaku narkoba tersebut milik bibinya Titin, Polisi pun langsung menginterogasi Titin dan memintanya menunjukkan di mana lokasinya menyimpan barang bukti," ungkapnya.

Lalu, Titin menunjukkan lokasinya menyimpan barang bukti sabu, sabu itu di kuburnya di halaman rumah tetangganya, setelah tahu lokasinya polisi langsung melakukan penggalian.

"Ketika dibongkar ditemukan satu bungkus plastik warna hijau merek guanyinwang berisi narkotika 1.050 gram, delapan bungkus plastik klip diduga narkotika golongan jenis sabu berat 800 gram," ujarnya.

Lalu, turut pula diamankan satu ponsel warna biru navy merek vivo y 21 dan satu buah timbangan digital merek chq. selanjutnya semua barang bukti diamankan di Polres Lubuklinggau. (Sriwijaya post)