Top News


Sekayu,  infosekayu.com - DUA even balap kelas Internasional alam digelar pada akhir bulan November 2019 tahun ini di Sky Land International Circuit, Sekayu, Musi Banyuasin. Even tersebut yakni Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 yang akan dilangsungkan pada 30 November-1 Desember 2019, dan Muba International Supermoto Cup 2019 yang akan diselenggarakan 7-8 Desember 2019 mendatang.

Dalam tinjauan kesiapan gelaran dua even tersebut pada Senin (11/11/2019), Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin, Muhammad Fariz mengatakan, dua even tersebut siap digelar di sirkuit yang memiliki luas 27 hektar tersebut.

"Ada dua tingkat Asia. Ada even Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 dan Muba International Supermoto Cup 2019. Dua even ini pelaksanaan hanya berkelang sepekan. Kami pastikan sirkuit ini siap untuk dipergunakan," ujar Fariz.

Ia menjelaskan, meski masih dalam masa pengerjaan bangunan sirkuit dan sarana serta prasarananya, namun sebelum pelaksanaan even itu sudah selesai. Targetnya, kata dia, satu pekan sebelum even dimulai, atau sekitar 23-25 November 2019 nanti.

"Untuk progresnya saat ini sudah sekitar 90 persen. Sebelum kegiatan berlangsung, pengerjaan bangunan disini dipastikan sudah selesai," kata dia.

Fariz menjelaskan, untuk itu bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Musi Banyuasin, akan mengebut pengerjaan sirkuit tersebut. "Ada sejumlah bagian dari sirkuit yang kita tambah dan perbaiki. Kita mengadopsi desain sirkuit dari Jepang. Selama ini di Indonesia belum ada sirkuit permanen, namun dengan dukungan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, sirkuit ini dapat berkembang," ucapnya.

Adapun dengan dua even ini, lanjut Fariz, diyakini akan dapat menggairahkan minat wisatawan untuk datang ke Musi Banyuasin. Bukan hanya menarik para peserta untuk ikuti even ini, melainkan juga menarik minat wisatawan domestik dan wisatawan asing untuk menonton gelaran ini.

"Target kita even ini dapat meningkatkan sport tourism, baik nasional maupun internasional. Banyak fasilitas yang kami siapkan mulai dari tribun penonton, sarana dan prasarana pendukung hingga tidak membebankan penonton untuk bayar tiket masuk. Di sirkuit ini satu-satunya yang tidak meminta biaya untuk tiket masuk alias gratis. Kami yakin ini dapat menggugah minat masyarakat untuk menonton even ini," ucapnya. 

Terkait peserta untuk dua even tersebut, Fariz mengungkapkan, untuk Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 sudah terkonfirmasi 6 negara. "Nanti pasti akan terus bertambah," ucapnya.

Sementara untuk Muba International Supermoto Cup 2019, sudah ada 7 negara yang sudah terkonfirmasi. Diantaranya, Indonesia, Malaysia,, Australia, Philiphina, Singapura, Taiwan, Inggris.

"Kami mengimbau agar masyarakat bisa ramai-ramai datang dan menyaksikan even ini. Karena ada banyak hadiah menarik untuk para penonton. Bahkan ada juga mantan pembalap tingkat nasional Chandra Alim," kata dia.

Pimpinan Lomba (COC) dari Ikatan Motor Indonesia, Fito Siagian, mengatakan sirkuit di Sky Land ini benar-benar mengadopsi sirkuit balap yang sebenarnya. Sebab ini merupakan sirkuit pertama di Indonesia yang permanen dan memiliki batasan panjang dan lebar yang berstandar Internasional.

"Ini konsep baru, khususnya untuk Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 karena pertama di Indonesia. Memang perlu hal-hal baru terus untuk menggelar even besar," ucapnya.

Secara persiapan perlombaan sudah mendekati sempurna, hanya tinggal fasilitas, sarana dan prasarana serta akses menuju ke lokasi sirkuit.


"Saat ini kan dalam pengerjaan, masih ada finishing namun memang secara base ini sudah siap. Kita mau lihat kesiapan bisa dimaksimumkan nantinya, ini menarik jadi sirkuit," jelasnya.

Ditambahkan, James Sanger, salah satu peserta Muba Asia Auto Gymkhana Cup 2019 mengatakan target yang diembannya adalah juara emas, dimana mempertahankan juara seperti pada even-even sebelumnya.

"Saya sering mengajar dan berlatih, saya optimis nanti akan bisa raih juara emas. Saya ingin melestarikan emas untuk Indonesia," terang dia.

Sementara itu Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin mengungkapkan, pihaknya akan segera menyelesaikan progres pengerjaan sirkuit tersebut. Bahkan untuk sarana dan prasarana nya pun akan segera dituntaskan serta dipersiapkan sehingga memberikan kenyamanan bagi peserta maupun penonton.

"Kita sudah seringkali menggelar banyak even baik skala nasional hingga internasional di sirkuit kita yang memang standarnya internasional ini. Dan kedepan akan ada dua even besar, harapan kita ini dapat berjalan lancar tanpa kendala nantinya. Karena itu pengerjaan pembangunan dan perbaikan sarana prasarana akan kita kebut," ungkap Dodi.

Bahkan untuk akses jalan menuju lokasi sirkuit, Dodi menegaskan akan berkomunikasi dengan perusahaan yang berada di lokasi sekitar sirkuit untuk membantu perbaikan akses jalan. Namun pihaknya pun akan menganggarkan dengan dana darurat dari APBD Musi Banyuasin untuk perbaikan jalan tersebut.

"Akses jalan sangat penting. Kami akan segera menyelesaikan masalah ini. Segera kami akan berkoordinasi dengan perusahaan disekitar sirkuit agar dapat membantu perbaikan jalan," kata dia.

Dodi menegaskan, sirkuit di Sky Land adalah sirkuit permanen yang sudah menjadi aset berharga karena dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan untuk para pemuda Musi Banyuasin, serta kegiatan berskala nasional dan internasional. "Dalam penyelenggaraan even-even yang ada, kami dari pemerintah daerah pun membebaskan biaya tiket masuk. Sehingga kegiatan disini dapat dinikmati masyarakat Musi Banyuasin dan Sumsel pada umumnya," tandasnya.

SEKAYU- Lagu selamat ulang tahun bergema di guest house Griya Serasan Sekate, Senin (11/11/2019) malam. Kue ulang tahun tampak sudah disiapkan, rupanya Bupati Muba Dodi Reza telah menyiapkan surprise kepada Kajari Muba Suyanto SH MH yang bertambah usia ke 55 tahun. 

Dalam momen silaturahmi Pemkab Muba dengan Kajari Muba tersebut tampak akrab dan jajaran Pemkab Muba serta Kajari Muba saling bertukar informasi dan sinergi. 

"Semoga sinergi Pemkab Muba bersama Kajari Muba terus maksimal untuk sama-sama menjadi penyelenggara negara yang baik dan memberikan kontribusi positif," ucap Bupati Muba Dodi Reza. 

Dikatakan Dodi, dengan kerjasama selama ini antara Pemkab Muba bersama Kajari Muba sangat berkontribusi positif utamanya dalam kaitan Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta dari Jaksa Pengacara Negara (JPN). 

"Alhamdulillah kerjasama ini sangat berjalan baik dan lancar. Saling mengisi baik Pemkab Muba sebagai lembaga eksekutif dan Kejaksaan sebagai lembaga yudikatif," terangnya.

Sementara itu, Kajari Muba, Suyanto SH MH mengucapkan terima kasih atas surprise yang diberikan oleh Bupati Muba Dodi Reza. "Pak Dodi sangat menjaga sinergi dengan Kajari Muba dalam hal sebagai penyelenggara negara yang di jalur yang benar," sebutnya.
Lanjut Suyanto, saat ini dalam kaitan upaya pengembalian aset kendaraan Pemkab Muba dari pihak ketiga sudah 90 persen terlaksana. "Tinggal beberapa lagi ada aset yang masih di pihak ketiga, dan tahun ini akan kita selesaikan," ungkapnya. 

Pada kesempatan tersebut Bupati Muba Dodi Reza juga memberikan penghargaan kepada Kajari Muba dalam hal apresiasi penindakan Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta dari Jaksa Pengacara Negara (JPN). 

Pada rangkaian silaturahmi bersama Kajari Muba tersebut selain dihadiri jajaran Kajari Muba juga turut dihadiri Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Sekda Muba Drs Apriyadi MSi serta OPD Muba.
SEKAYU- Rangkaian pertandingan Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di kota Prabumulih telah dimulai. Senin (11/11/2019) secara resmi Bupati Muba Dodi Reza yang juga Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik se-Indonesia itu melepas Kontingen Muba untuk berangkat bertanding ke Prabumulih. 

Tercatat, ada sebanyak 708 orang kontingen Muba yang turun di 28 cabang olahraga (cabor) dan terdiri dari official, atlet, dan pendamping yang turun ke ajang Porprov XII dengan dipimpin Ketua Kontingen oleh Sekda Muba Drs Apriyadi MSi. 

"Kalau melihat semangat dan kesiapan Kontingen Muba, saya yakin kontingen Muba akan merebut juara umum di Porprov XII di Prabumulih tahun ini," ujar Bupati Muba Dodi Reza. 
Dikatakan Dodi, pada pertandingan Porprov XII kali ini kontingen Muba menerapkan semangat Vini, Vidi, Vici. "Muba Datang, Muba Bertanding, dan Muba Menang," ucap Dodi Reza. 

Lanjutnya, para atlet kontingen Muba fokus meraih kemenangan dan selali mengedepankan pertandingan yang sportivitas. "Sportivitas harus menjadi prioritas, karena Muba tidak hanya mencetak atlet yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional saja, tapi juga atlet yang sportif," tegasnya.

Sementara itu, Sekda Muba yang merupakan Ketua Kontingen Muba pada ajang Porprov XII Tahun 2019 mengatakan, di tahap awal saja cabor sepakbola Muba sudah menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil mengalahkan tim sepakbola Lahat dengan skor 5-0. 

"Nah, ini harus dipertahankan. Cabor lain Kontingen Muba juga harus optimis bisa menjadi juara di cabor masing-masing," ujarnya.

Apriyadi menambahkan, tahun 2019 ini meraih juara umum Porprov XII merupakan target pasti. "Semoga kita mendapatkan hasil terbaik, dan membawa nama baik Kabupaten Muba," pungkasnya.

Pada kesempatan pengelepasan Kontingen Muba Porprov XII tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda Muba, Ketua KONI Muba Agus Raplen, Plt Kadispopar Muba Muhammad Fariz, Staf Khusus Bupati Muba Bidang Pemuda dan Olahraga Achmad Haris serta Para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin.

Bayung Lencir, - Unit Reskrim Polsek Bayung Lincir Resort Musi Banyuasin (Muba) menangkap Saparudin alias Sapar. Ia ditangkap atas kepemilikan senjata api rakitan (senpira) jenis kecepek beserta 1 butir amunisi.

Warga RW 02 Kelurahan Bayung Lincir, Kecamatan Bayung Lincir ini ditangkap pihak kepolisian pada Kamis (07/11/2019) dini hari. Saat melintas di depan pos securty PT BPP Selaro Desa Pagar Desa mengunakan mobil truck miliknya No Pol BG 4819 UQ

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK melalui Kapolsek Bayung Lincir AKP Jonroni, SH kepada awak media, Senin (11/11/2019) menjelaskan bahwa. Benar kita berhasil menangkap seorang sopir truck yang kedapatan membawa senpira jenis kecepek dan amunisi.

"Benar kita lakukan penangkapan terhadap Saparudin alias Sapar warga RW 02 Kelurahan Bayung Lincir, Kecamatan Bayung Lincir. Ia ditangkap atas kepemilikan senpira jenis kecepek dan 1 butir amunisi, " jelasnya. 

Diterangkan AKP Jonroni bahwa. Penangkapan terhadap  tersangka Sapar berawal dari laporan masyarakat. Dari laporan masyarakat menyebutkan tersangka Safar membawa senjata api.

Sambungnya, kemudian anggota melakukan penyelidikan atas informasi ini. Tidak lama berselang, melintaslah tersangka menggunakan mobil truck No Pol BG 4819 UQ. Sesuai dengan ciri-ciri yang dikantongi oleh anggota kita dilapangan. Akhirnya dilakukan pencegatan dan penggeledahan tepat di depan pos security PT BPP Selari Desa Pagar Desa.

Lanjutnya, dari penggeledahan didalam mobil truck tersangka. Kita menemukan barang bukti (BB) berupa senpira jenis kecepek dan 1 butir amunisi yang terbuat dari timah.

Guna proses lebih lanjut. Saat ini tersangka berikut BB sudah kita amankan di Mapolsek Bayung Lincir.

"Tersangka akan kita jerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang senjata api dan amunisi, " tutup Kapolsek. 

SEKAYU - Diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh PPI Kabupaten Muba, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2019 dilaksanakan di Halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (11/11/2019).

Bupati Muba H Dodi Reza Alex  Noerdin bertindak selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Menteri Sosial RI Juliari P Batubara. Dalam amanat disampaikan bahwa dengan peringatan hari pahlawan diharapkan agar lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita Bung Karno yang menyatakan bahwa, hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar. 

Selain itu Peringatan Hari Pahlawan kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi Pahlawan Masa Kini, sebagaimana tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun Tahun 2019 “Aku Pahlawan Masa Kini”.
Disampaikan juga, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun Warga Negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya

"Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah,tetapi kita juga bisa, dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata Internasional,"ujar Dodi.

Bupati Muba ini juga mengatakan, Hari Pahlawan kiranya bukan hanya bersifat seremonial semata, tetapi dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan.

"Dengan menjadikan diri kita sebagai Pahlawan Masa Kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu marilah kita terus menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari segenap insan masyarakat Indonesia,"ucapnya.

Upacara turut dihadiri Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Ketua DPRD Muba Sugondo, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, Kasdim 0401 Muba Mayor Inf M Daud, Ketua Pengadilan Agama Sekayu Saifullah Anshari SAg, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten dan Seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Muba serta Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Muba H Kamalludin beserta Anggota. Adapun selaku Komandan Upacara yaitu Danramil 401-05 Sekayu, Kapten Inf Hermanto, Perwira Upacara M Yamin.


Babat Toman, infosekayu.com– Aparat kepolisian Polsek Babat Toman, Muba berhasil menangkap satu tersangka pelaku Pencurian Sepeda Motor (Curanmor) dan satu penadah yang terjadi di Mess 1.5 PT. Pinago Utama Desa Sugiwaras Kec. Babat Toman Kab. Muba, Senin (04/11/2019) sore. Tak hanya itu, dari kejelian peyidik saat interogasi terungkap, penadah ternyata seorang bandar sabu. Tersangka mengakui motor hasil curian dibarter dengan sabu senilai Rp 3 juta.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.iK melalui Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin, S.H, M.H mengatakan, dua tersangka bernama Alpian Alias Pian yang merupakan tersangka pelaku pencurian (31) adalah Warga Dusun 4 desa Teluk Kijing 2, Kec. Lais Kab. Muba. Zarzili alias Ujok Bin Arpandi tersangka penadah (42) warga Dusun 3 Desa Teluk Kijing 2 Kec. Lais Kab. Muba.

Dari hasil intrograsi terhadap tersangka pelaku Curanmor ia beraksi memanfaatkan korban yang sedang istirahat di mess, tersangka lalu masuk kedalam Mess milik korban Angga Oktaria (24) warga Desa Bandarjaya, Kec. Sekayu Kab. Muba setelah itu mengambil kunci sepeda motor dan langsung membawa lari sepeda motor milik korban yg sedang parkir diteras Mess. Adapun sepeda motor tersebut Merk Honda CBR dengan Nopol BG 3115 BAJ, warna hitam.

“Dia ini memanfaatkan korban yang istirahat dan dari situlah tersangka bisa mengambilnya,” kata Ali Rojikin, Sabtu,(9/11/2019).

Dari laporan korban kepada kepolisian,kata Kapolsek, penyelidikan langsung digerakkan dan hasilnya Kamis dini hari (07/11/2019) sekira jam 02.00 langsung dilakukan penangkapan terhadap tersangka pelaku Curanmor.

Dari hasil intrograsi, tersangka Curanmor mengakui dan barangnya dibarter dengan Narkoba jenis sabu – sabu sebanyak 2 ji (2 gram) seharga Rp. 3 juta tersangka penadah Zarzili Alias Ujok pada Senin sorenya.

Tak mau sampai disitu Unit reskrim langsung bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap tersangka penadah, tak sia – sia tersangka dapat diamankan.

Saat penggeledahan dibedengnya didapatlah barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu sebanyak 44 (empat puluh empat) paket seberat sekira 13,89 gram, 1(satu)timbangan digital, 1(satu)plastik klip, scop, pirek, korek, bong dan uang tunai hasil penjualan sabu – sabu Rp. 800.000,

“Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolsek guna mempertanggung jawab perbuatannya,”pungkas Ali Rojikin.

KELUANG- Sebanyak 40 tim sepakbola di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (9/11/2019) resmi bertanding di ajang Bupati Dodi Reza Alex (DRA) Cup. 

Pertandingan bergengsi yang dimotori Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Muba ini dipusatkan di lapangan Putra Jaya Desa Tegal Mulyo Kecamatan Keluang dan disaksikan ribuan penonton. 

Pembukaan pertandingan ditandai dengan laga kick off Loka Jaya FC melawan tim Epil FC yang dibuka secara langsung oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.

"Saya bangga dengan turnamen ini, selain menyatukan warga Muba dan menggelorakan olahraga di Muba serta tidak menggunakan dana APBD Muba, lewat turmanen ini juga bukan tidak mungkin nantinya jebolan dari Bupati DRA cup ini akan turun ke liga nasional," ujar Dodi Reza. 

Dikatakan Dodi, ini event sepakbola pertama tingkat Kabupaten yang digelar di luar Kota Sekayu. "Selama ini kan selalu dipusatkan di Sekayu. Nah, kali ini meski di luar Sekayu animo warga masyarakat untuk ikut menyaksikan tetap ramai dan semarak," kata Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik se-Indonesia itu.

Tahun depan, lanjut Dodi, dirinya akan menggelontorkan dana untuk membuat stadion mini dan sport center secara bertahap di tiap Kecamatan. 

"Nah, tugas Dispopar Muba ke depan akan lebih menggelorakan olahraga di Muba dengan sarana dan prasarana yang akan terus kita tingkatkan ini," bebernya. 

Sementara itu, Plt Kadispopar Muba Muhammad Fariz mengatakan event turnamen sepakbola Bupati DRA Cup 2019 ini akan menjadi agenda rutin tahunan yang digelar. 

"Tujuannya kita akan mencetak bibit-bibit pemain yang berpotensi dan akan mengharumkan nama Muba baik di regional dan nasional," harapnya.

Lanjutnya, guna menyemangati tim juga disiapkan hadiah menarik berupa uang tunai puluhan juta. "Ini bentuk komitmen untuk terus mensupport pemain, Alhamdulillah event ini berjalan lancar dan meriah," ungkap Fariz. 

Camat Keluang, Debby Heryanto mengungkapkan rasa bangga dengan ditunjuknya Keluang menjadi tuan rumah. "Alhamdulillah antusias warga sangat meriah dan semarak. Kami sangat senang Keluang dipercaya menjadi tuan rumah dan menyukseskan event bergengsi ini," ucapnya.

Pada turnamen Bupati DRA Cup 2019 tersebut juga turut beberapa mantan pemain Timnas Indonesia yang kini menjadi pentolan tim kebanggaan warga Musi Banyuasin Muba United seperti, Mahyadi Panggabean dan Vijay untuk memberikan hiburan dan semangat para peserta.

SEKAYU, - Sebagai upaya memberikan  perlindungan hukum terhadap barang atau produk asli daerah, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melakukan pembentukan Kelembagaan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (IG), untuk komoditi Gambir dan Jumputan Gambo Muba dan akan mendapatkan sertifikasi dari Asosiasi IG Indonesia.

Pembentukannya dilaksanakan pada acara sosialisasi masyarakat indikasi geografis dan forum group discussion (FGD) tentang hilirisasi Gambir, diikuti para pekebun dan pengola Gambir dari Desa Toman Kecamatan Babat Toman, di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (8/11/2019).

Bupati Muba H Dodi Reza Alex diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Muba Yusman Srianto yang membuka sosialisasi dan FGD ini berharap melalui kegiatan tersebut dapat terbentuknya MPIG, dimana komoditi Gambir kedepan menjadi komoditi strategis dan dapat dikembangkan menjadi industri berbasis ekonomi kerakyatan.

"Alhamdulillah saat ini telah dilakukan upaya untuk mewujudkan masyarakat Indikasi geografis artinya adalah kelembagaan masyarakat yang memiliki wadah atau himpunan masyarakat maupun pekebun khususnya pekebun gambir," ucap Yusman.

Lanjutnya, pembentukan kepengurusan kelompok masyarakat indikasi geografis yang terdiri dari pengelola Gambir atau sektor hulu dan pengrajin kain jumputan Gambo atau sektor hilir dari komoditi Gambir yang ada di wilayah Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Muba.

"Jadi langkah awal dilakukan penataan kelembagaan pekebun dan pengrajin terlebih dahulu baik di sektor hulu maupun hilir sehingga jika sudah dilakukan penetapan masyarakat indikasi geografis maka mendapatkan perlindungan terhadap produk yang dihasilkan dari spesifikasi wilayah indikasi geografis tersebut dan meningkatkan nilai jual bahkan mendapatkan pengakuan hak kekayaan intelektual (HKI) terhadap produk Gambir dan olahannya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan berkebun Gambir," ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan Muba Drs Iskandar Syahrianto mengatakan Gambir di Muba ini spesifik hanya bisa tumbuh di Desa Toman yang saat ini tumbuh dengan luasan kurang lebih 50 hektare, dan harga tergolong masih rendah. Oleh karena itu hasil dari FGD dan pembentukan Kelembagaan Masyarakat Indikasi Geografis diharapkan dapat mendongkrak harga jualnya agar lebih baik kedepan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Untuk susunan kepengurusan kelembagaannya harap disampaikan ke kami dalam waktu seminggu kedepan," pesan Iskandar kepada para pekebun dan pengola produk turunan gambir.

Ketua Asosiasi IG Indonesia sekaligus Team Ahli IG Kemenkumham Dr Ir H Riyaldi MM yang menjadi salah satu narasumber sosialisasi dan FGD menargetkan pembentukan sertifikasi IG Gambir Muba dan Jumputan Gambo Muba selama 6 (enam) bulan.

"Indikasi geografis ini adalah suatu tanda yang menunjukkan asal suatu barang dan produk yang karena faktor geografis yaitu faktor alam atau manusia yang menyebabkan munculnya reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan," tutur Riyaldi.

Turut hadir diantaranya Camat Babat Toman M Aswin, Direktur PT Muba Sarana M Daud, Kepala Program Pelayanan pada Masyarakat LPPM Institut Pertanian Bogor Dr Prayoga Suryadarma STP MT, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Sumsel Nanang Taat Suyudana, Ditjenbun Kementerian Pertanian RI Kasi Kawasan Sulkani SE MSi, dan dari perusahaan serta pihak perbankan dalam Kabupaten Muba.