Top News

Sekayu, Infosekayu.com Pertama di Sumsel Sebagai Rumah Sakit Milik Pemerintah Daerah . Salah satu kendala utama dalam percepatan penanganan kasus Covid-19 adalah lamanya waktu untuk mengetahui hasil uji swab PCR terhadap pasien yang diambil sampelnya. Selain karena banyaknya sampel yang harus diuji, juga terbatasnya tempat yang bisa melakukan pengujian tersebut.

Bupati Muba Dodi Reza Alex menyadari hal tersebut, tak ingin berpangku tangan. Alumnus program doktoral Universitas Padjajaran itu kemudian meminta jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD di Muba untuk bisa menyediakan laboratorium uji untuk memeriksa sampel Covid-19.

"Kita menyadari bahwa salah satu langkah percepatan penanganan dan pencegahan adalah kecepatan dalam melakukan testing covid-19, karenanya saya meminta jajaran Dinkes dan Rumah sakit untuk meningkatkan dan menyediakan sarana testing ini. Baik melalui rapid tes, tes cepat molekuler, maupun uji swab PCR, alhamdulillah akhirnya bisa terwujud," ujar Dodi.

Upaya mitigasi baik melalui skrining, tracking serta langkah-langkah sosialisasi maupun upaya penerapan protokokes yang dilakukan Dodi di Muba terbukti semenjak awal Juli 2020, jumlah kasus terus menurun hingga awal agustus 2020. 

Sementara, menindaklanjuti perintah Bupati Muba, RSUD Sekayu kemudian melakukan persiapan. Setelah satu bulan, kini di RS Darurat penanganan Covid-19 yang berada di samping RSUD Sekayu sudah memiliki laboratorium PCR (Polymerase Chain Reaction).

"Sejak pak Bupati memerintahkan, langsung kita siapkan. Kita menggunakan anggaran BLUD yakni anggaran yang bisa kita kelola sendiri, jadi bisa lebih cepat ketimbang menunggu APBD," ujar Direktur Utama RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS.

Diketahuii PCR atau polymerase chain reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.
Material genetik yang ada di dalam setiap sel, termasuk di dalam bakteri atau virus, bisa berupa DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid). Kedua jenis materi genetik ini dibedakan dari jumlah rantai yang ada di dalamnya.

DNA merupakan material genetik dengan rantai ganda, sedangkan RNA merupakan material genetik dengan rantai tunggal. DNA dan RNA setiap spesies makhluk hidup membawa informasi genetik yang unik.

Keberadaan DNA dan RNA ini akan dideteksi oleh PCR melalui teknik amplifikasi atau perbanyakan. Nah, dengan adanya PCR, keberadaan material genetik dari beberapa jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus akan bisa dideteksi dan akhirnya bisa membantu diagnosis untuk penyakit tersebut.

"Untuk RSUD baru Sekayu yang punya lab, sebentar lagi juga RSUD Provinsi. Tapi untuk Sumsel, rumah sakit daerah yang sudah memiliki ya kita," tandasnya.

Untuk sampel sendiri jelas Makson diambil dengan metode swab, ada banyak titik tempat pengambil sampe ditubuh manusia. Tapi pihaknya cenderung ke hidung dan tenggorokan lantaran lebih nyaman bagi pasien.

"Kita sudah menerapkan standar safety setingkat BSL 2, jadi lebih aman untuk mencegah penyebaran virus saat pengambilan maupun pengujian sampel," katanya.

Saat ini kata Makson, pihaknya mencoba masuk sebagai bagian dari Laboratorium PCR jejaring Kementerian Kesehatan RI. Mereka sudah melakukan assesmen ke Dinkes Provinsi dan Litbang Kemenkes.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan sampel uji, jadi istilahnya untuk Quality Control, sampel baik yang negatif maupun positif berdasar hasil Uji BBLK kita uji, kalau hasilnya sama berarti sudah memenuhi standar bagian jejaring. Sejauh ini hasilnya sama, kita tunggu nanti prosesnya," tukas dia.

Kenapa harus menjadi bagian dari jejaring Laboratorium Kemenkes RI?Makson menjelaskan agar semua proses mulai dari pengujian sampel maupun nanti jika dinyatakan positif. Biaya penanganan pasiennya akan ditanggung Kemenkes RI.

"Ditambah beban BBLK sudah terlalu berat, saat ini (saat berita ini tulis) sudah 3 ribuan sampel yang menunggu di uji. Kalau kita sudah bisa uji sendiri, kemudian dibantu RSUD lain yang dalam proses, tentunya hasil uji bisa lebih cepat lagi dari sekarang yang sampai 2 minggu," tutur Makson.

Untuk pengujian yang mereka lakukan, hasilnya nanti bisa diketahui dalam hitungan jam. Dia menjelaskan, untuk kapasitas pengujian di Mesin PCR milik RSUD Sekayu bisa untuk 96 sampel dalam sekali uji yang memakan waktu 5 jam dalam sekali pengujian.

"Sehari kita lakukan 2 kali pengujian, tapi untuk prosesnya mungkin butuh 1-2 hari keluar hasilnya. Jadi bisa lebih cepat, kita juga nanti menjadi jejaring untuk kabupaten di sekitar Muba, jadi yang dari daerah lain bisa melakuka  pengujian ke RSUD Sekayu, kalau sudah jadi jejaring, biayanya ditanggung Kemenkes," bebernya.

Sebelumnya sudah banyak yang dilakukan RSUD Sekayu untuk meningkatkan pelayanan guna penanganan covid-19. Diantaranya penyiapan ruang isolasi khusus, bahkan ada juga tempat isolasi luar ruang yang menyediakan tempat outbond, api unggun, perkemahan ditunjang fasilitas medis. 

Kemudian dibangun pula RS Darurat khusus untuk penanganan Covid-19, kemudian fasilitas penginapan bagi tenaga medis serta insentif yang diberikan kepada tim medis bahkan non medis. "Semuanya merupakan langkah-langkah lebijakan yang diambil pak Bupati guna percepatan penanganan covid, hingga kini semua pasien yang dirawat berhasil sembuh, hanya tinggal beberapa lagi," cetusnya.


Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah menerangkan Laboratorium PCR yang dimilki RSUD Sekayu merupakan RSUD Kabupaten yang pertama di Sumsel yang memiliki. Saat ini tengah dilakukan uji alat, beberapa sampel sudah dikerjakan serta izin kementerian tengah dalam proses.

"Dari Dinkes sudah melakukan assesment, hasilnya sudah di provinsi, dan dari provinsi langsung yabg akan membuat rekomendasi ke Kementerian, pihak provinsi sudah menghubungi kita dan rencananya akan jadi jejaring laboratorium untuk kabupaten kota sekitar Muba," beber Azmi.

Azmi menjelaskan untuk mendapatkan izin, ada persyaratan administrasi dalam hal ini assesment dari Dinkes. Kemudian uji alat, hal itu dilakukan dengan cara mewajibkan sample klinis terhadap 10 spesimen negatif dan 20 spesimen positif.

"Saat ini semuanya akan dikroschek dipusat, jika hasilnya sama dengan yang dilakukan dengan pusat, izin akan segera dikeluarkan dari pusat," kata mantan Dirut RSUD Sekayu tersebut.

Kehadiran laboratorium PCR di RSUS sekayu kata Azmi diharapkan dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Selain itu, kehadirannya juga menambah saranan laboratorium untuk Covid-19.

"Sebelumnya sudah ada di RSUD Bayung Lencir yang berada di perbatasan dan Jalintim, tapi yang di Bayung Lencir merupakan TCM (tes cepat molekuler) yang kapasitasnya hanya 16 perhari, kendalanya yang di Bayung kita belum bisa beli sendiri catridge, harus dari pusat. Tapi sudah ada izin, insyaallah per agustus sudah bisa mandiri," katanya.

Bumi Serasan Sekate sendiri ungkap Azmi sudah memasuki zona kuning mendekati hijau. Pihaknya mentargetkan bisa kembali menjadi zona hijau, sejumlah langkah strategis telah dilakukan maupun disiapkan memenuhi target tersebut serta menuju adaptasi kebiasaan baru.

Diantaranya Sosialisasi Adaptasi kebiasaan baru, Skrining rapid tes ASN, Skrining Rapid Tes Anak-anak, Skrining Rapid Tes Posyandu dan Posbindu, Skrining Rapid Tes Komunitas menggunakan Rapid Antigen. "Komunitas ini kita lakukan di desa, jadi satu desa kita tes semua," tandasnya.

Lalu Sidak dan Monev Protokol Kesehatan yang dilakukan di rumah makan, pasar sekolah dan perusahaan. Penyesuaian SOP, Protokes dan Regulasi, Patroli Kesehatan PSC 119, Edaran ke Kecamatan untuk protokol adaptasi Kebiasaan Baru, Sosialisasi ke sekolah, media massa dan media sosial terakhir izin PCR ke RSUD Sekayu. 

Pemkab Muba sendiri sejauh ini dinilai berhasil dalam melakukan penanganan covid 19. Terbukti dari Pemkab Muba mendapat ganjaran insentif dari Kementrian Keuangan sebesar Rp11,9 miliar.

Bupati Muba Dodi Reza Alex juga beberapa kali diundang menjadi narasumber di sejumlah kesempatan hingga media nasional guna menjelaskan keberhasilan dan inovasi yang dilakukannya dalam penanganan Covid-19.

Selain itu beberapa program bantuan juga dilakukan Pemkab Muba kepada masyarakat terdampak, mulai dari bantuan ke mahasiswa, para veteran dan janda veteran, gratis listrik dan PDAM, bantuan Top Up sebesar Rp400 ribu bagi PKH dan KPM yang bersumber dari APBD serta berbagai komitmen lain yang sudah dan tengah dilakukan. Kjs
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin saat ini sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup) mengenai aturan pelaksanaan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Salah satu isi Perbup tersebut, masyarakat diwajibkan menggunakan masker ketika keluar rumah. Bahkan, Perbup akan mengatur sanksi berupa denda wajib beli masker, bersih-bersih fasilitas umum dan sanksi administrasi penutupan sementara bagi tempat usaha.

Demikian disampaikan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba, H Yudi Herzandi MH saat memimpin Rapat pembentukan Petugas Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Muba di Ruang Rapat Serasan Sekate, Selasa (4/8/2020).

"Setelah Perbup tersebut selesai, para pelanggar protokol kesehatan akan langsung dikenakan sanksi denda. Perbubnya masih dalam proses di Bagian Hukum. Ini nanti akan menjadi payung hukum dalam penegakkan protokol kesehatan. Pelanggar akan dikenakan sanksi," ujar Yudi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, dr Azmi Dariusmansyah menambahkan, angka penyebaran COVID-19 di Muba tidak begitu tinggi, namun demikian, pendisiplinan protokol kesehatan sangat diharuskan.

"Kita semua baik Tim Medis, Satpol PP, BPBD, TNI dan Polri yang tergabung dalam petugas penegak disiplin akan ikut turun mendisiplinkan protokol kesehatan. Masyarakat bisa bekerja seperti biasa, tapi harus mengikuti protokol kesehatan. Karena tidak ada lagi cara tebaik menekan penyebaran virus selain dengan mematuhi protokol kesehatan," ucap Azmi. Kjs
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Kabupaten Musi Banyuasin meraih respon rate terbaik ketiga pada sensus penduduk online 2020 dalam Provinsi Sumatera Selatan

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi pada acara penyerahan penghargaan sensus penduduk online 2020 Siswa se-Kabupaten Musi Banyuasin, yang dihadiri Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya, di Aula Kantor Disdikbud Muba, Senin (3/8/2020).

Atas partisipasi masyarakat Muba dalam SPO 2020, BPS Muba memberikan penghargaan sebagai ucapan terima kasih, yang diberikan kepada SD Negeri 1 Tegal Mulyo Kecamatan Keluang dengan kategori jumlah murid kurang dari 152 orang, SD Negeri 2 Sukadamai Baru Kecamatan Sungai Lilin kategori murid lebih dari 152 orang, SMP SMP N 7 Sungai Keruh kategori jumlah murid kurang dari 139 orang, SMP IT Al-Karim Sekayu kategori jumlah murid lebih dari 139 orang.

Kemudian SMA NU Darul Mutaqqin Sungai Lilin kategori sekolah menengah atas dengan respon rate terbanyak dan tercepat. Untuk tingkat kecamatan terbaik pertama Kecamatan Keluang, kedua Kecamatan Sungai Lilin, dan terbaik ketiga Kecamatan Sekayu.

"Ini adalah berkat partisipasi ibu bapak semua dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Kabupaten Muba, serta adanya kesadaran masyarakat untuk ikut sensus online tersebut," ujar Sunita.

Lanjutnya, sampai dengan saat ini 60,88% KK masyarakat Muba sudah mengikuti sensus penduduk online. Dan masih ada kurang dari 40% yang belum terdata, dan akan dilakukan pada September 2020 mendatang.

"Untuk itu mohon bantuannya sekali lagi masih ada kurang dari 40% yang harus kita selesaikan, karena kita tengah dilanda pandemi Covid-19, prosesnya tidak door to door melainkan kita akan mengirim dokumen melalui RT, silahkan penduduk isi sendiri datanya setelah selesai akan kami jemput kembali dokumen tersebut," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi menghimbau agar seluruh elemen masyarakat Muba mendukung penyelesaian proses sensus penduduk yang kurang dari 40% yang belum terdaftar sebagai pendukduk Indonesia. Supaya bisa menjadi data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau daya kita tidak valid proses pembangunan juga akan kurang maksimal. Oleh karena itu kami juga berharap proses SPO yang manual memang harus dipastikan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat khususnya di Muba," kata Apriyadi.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterima, dan juga selamat kepada semua yang mendapatkan penghargaan dalam kegiatan tersebut.

"Kepada kawan-kawan semua selamat atas prestasi yang dicapai. Dan terima kasih atas kepercayaan BPS  kepada kita, mudah-mudahan kerjasama ini kedepan berjalan dengan baik," tandasnya.

Sekayu, Infosekayu.com - Aktivitas di pagi hari   yang biasa orang lakukan antara lain adalah sarapan atau olahraga pagi seperti jogging atau bersepeda. Namun timbul sebuah perbedaan pendapat tentang lebih baik sarapan dulu baru olahraga, atau sebaliknya.

Berdasarkan penelitian American College of Sports Medicine, orang yang olahraga dalam keadaan berpuasa menghasilkan kinerja yang lebih rendah. Anda tidak dapat berolahraga seintens biasanya karena anda tidak mendapatkan manfaat sarapan seperti biasanya.

Tati menambahkan, dirinya juga sarapan sesuai dengan kesempatan yang ada.

"Saya biasanya kalau pagi tidak sempat sarapan, olahraga dulu malah. Baru sarapannya sesudah olahraga. Tidak mesti harus sebelum atau sesudah olahraga. Tergantung kitanya juga," ungkap Tati.

Di sisi lain, sistem pencernaan setiap orang berbeda. Untuk menemukan, apakah Anda perlu sarapan sebelum atau sesudah olahraga dapat bereksperimen.

Jadi anda tidak perlu bingung mengenai hal ini. Apakah anda harus sarapan dulu baru olahraga , atau sebaliknya olahraga dulu baru sarapan. Karena setiap orang mempunyai caranya tersendiri. Namun, kalau anda masih tidak bisa memutuskan, sebaiknya anda mencoba keduanya saja, dan rasakan perbedaannya.

Sumber: Liputan6.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  – Sejumlah destinasi atau spot wisata di Sumsel masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Dua di antaranya berada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba, Muhammad Fariz membenarkan kabar gembira tersebut.

“Kami sudah mendapat pemberitahuan bahwa dari Muba ada destinasi atau dua spot wisata yang masuk nominasi API 2020,” katanya. Minggu (2/8)

Anugerah Pesona Indonesia adalah pemberian penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kemenparekraf) bekerja sama dengan PT Ayo Jalan Jalan.

Menurut Fariz, dua spot wisata Muba yang masuk nominasi adalah Bekarang nominasi untuk kategori wisata air terpopuler dan Muba International Supermoto masuk nominasi wisata olahraga dan petualangan terpopuler. “Untuk bisa meraih sebagai juara dua spot wisata tersebut butuh dukungan atau vote yang banyak,” ujarnya.

Untuk kategori wisata air terpopuler, Bekarang harus bersaing dengan nominasi lain diantaranya, Arung Jeram Kabupaten Kulon Progo, Cliff Jumping Kiluh Falls Kabupaten Jayapura, Island Hopping Pulau Meko Kabupaten Flores Timur dan Surfing Sama Dua Kabupaten Aceh Selatan.

Sementara itu, Muba International Supermoto bersaing dengan nominator diantaranya, Batu Paralayang Kota Batu, Jelajah Hutan Lambu Sangi Kabupaten Buton, Panjang Tebing Silokek Kabupaten Sijunjung, Slemen Temple Run Kabupaten Sleman, Tarawesi Motocros Kabupaten Buru dan Trekking Gunung Tambora Kabupaten Dompu.

Selain bersaing pada API 2020 yang malam puncak penganugerahan akan berlangsung di Balikpapan, Kabupaten Muba juga akan menjadi tuan rumah malam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021. PT Ayo Jalan-jalan Indonesia berdasarkan surat Nomor : AJJ/ AD/ 015/ VI/2020, tanggal 2 Juni 2020 telah menetapkan even nasional tersebut berlangsung di Sekayu, Kabupaten Muba pada November 2021 dengan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishunatama. Kjs

Sumber : PALPOS.ID

Muba, Infosekayu.com - Musibah melanda negeri ini dengan munculnya Corona Virus Diseanse 2019 (Covid-19) membuat perekonomian masyarakat menjadi tidak stabil sehingga pemerintah khususnya pemerintah kabupaten Musi Banyuasin mengeluarkan suatu kebijakan salah satunya mengratiskan pembayaran listrik untuk pelanggan PT.Muba Electric Power (PT.MEP)yang ditujuhkan kepada pelanggan MEP RI  900 VA dan S2 900 VA untuk meringankan perekonomian masyarakat yang terdampak covid-19.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media ini dilapangan pada hari Jum'at 31/07/2020.diduga pihak MEP manfaatkan kesempatan yang katanya gratis tapi nyatanya dilapangan listriknya menyala hanya tiga jam sehari semalam,sehingga masyarakat khususnya diwilayah kecamatan plakat tinggi kabupaten Muba merasa kecewa dengan pelayanan MEP.

Menurut salah seorang warga plakat tinggi yang tidak ingin namanya disebutkan dalam pemberitaan ini, Dia kecewa dengan pelayanan MEP karena selama listrik gratis diwilayah kecamatan plakat tinggi listriknya menyala tidak normal.

"Saya sangat kecewa dengan pelayanan PT.MEP selama di gratiskan nya  listrik nyala tidak normal  sehari semalam hanya tiga jam nyala lampunya dan lebih ironisnya lagi dimalam takbiran kecamatan plakat tinggi gelap gulita.saya berharap kepada instansi terkait untuk memberi solusi agar listrik di wilayah kecamatan plakat tinggi menyala secara normal layaknya kecamatan lain"harapannya.

Saat dikonfirmasi Humas PT.Muba Electric Power (PT.MEP) Melalui WhatShaPpnya 08136808×××× jum'at (31-07-2020) belum memberikan tanggapan dan hak jawabnya sampai berita ini diterbitkan. Kjs 

Sumber : Policewatch.News,

INDRALAYA, INFOSEKAYU.COM- Setelah terpapar Covid-19, Bupati Ogan Ilir (OI) H M Ilyas Panji Alam menjalani isolasi mandiri di rumah dinas KPT Tanjung Senai sejak Senin ( 27/7/2020). Namun Kamis malam atau pada malam lebaran (30/7/2020) Bupati harus dilarikan ke RSMH Palembang.

’’Benar, pada Kamis malam bapak bupati dibawa ke RSMH Palembang,’’ ungkap Direktur RSUD Ogan Ilir, dr Roretta Arta Guna. Menurut dr Roretta, Bupati haru dibawa ke RSMH akibat suhu badannya yang naik turun.

“Suhu tubuh bapak mengalami naik turun, dan memang standar rumah dinas untuk isolasi mandiri kurang baik. Bila dirawat di RS system sirkulasi udara tentu berbeda dengan dirumah dinas, karena khawatir ya kita bawa ke RSMH Palembang, apalagi bapak sendiri selain positif Covid-19, juga mengalami tipes,’’ jelasnya.

Dakui Roretta selain ada dua dokter spesilias yang menjaga, yakni dr Syamsu Elya Sppd dan dr Reysginawathie Sppd, juga ada istrinya Hj Meli Mustika Ilyas yang ikut menjaganya, tapi di kamar yang berbeda.

“Maklum Ibu Meli  tetap mau menemani bapak, sedangkan bapak sendiri memang kalau sakit agak manjaan, mau minta ditemani istrinya, tapi tetap di kamar yang berbeda,’’ jelas dr Roretta lagi.

Memang lanjut dr Roretta, istri Bapak H M Ilyas Panji Alam, hasil swabnya negative, meski yang bersangkutan salah satu yang menjadi kontak erat dengan H M Ilyas Panji Alam.

’’Meski secara fisik kondisi Ibu Meli Mustika lemah, tapi hasilnya negative, itu juga mukjizat dari Tuhan, kita berharap Bapak Bupati segera sehat dan pulih  kembali,’’ ujarnya. Kjs 

Sumber : sumeks.co


MUBA,INFOSEKAYU.COM - Suasana Qurban di Kabupaten Musi Banyuasin kali ini lebih ramah lingkungan, pasalnya setelah Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengeluarkan Surat Edaran untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik yang digunakan untuk wadah daging qurban. 

Ramai-ramai warga Bumi Serasan Sekate, Jumat (31/7/2020) kompak menggunakan wadah alternatif dengan memakai dedaunan hingga bambu untuk membungkus daging qurban. 

Seperti salah satunya di Kecamatan Lalan, tampak warga yang dipantau langsung Camat Lalan Andi Suharto SSTP MSi menggunakan daun kelapa yang sudah dianyam sebagai wadah pembungkus daging qurban. 

"Jadi di Lalan, sesuai arahan pak Bupati untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai, kami menggunakan daun pisang yang sudah dianyam untuk membungkus daging qurban yang akan dibagikan," ungkap Andi. 

Sementara, di Kecamatan Babat Supat tampak warga menggunakan anyaman bambu yang mana sebelumnya pihak Pemerintah Kecamatan dan TP PKK Babat Supat melatih warga dalam pembuatan anyaman bambu untuk wadah daging qurban.

"Nah, hari ini anyaman bambu tersebut bisa digunakan, dan Alhamdulillah penggunaan kantong plastik di Babat Supat menurun drastis sesuai arahan pak Bupati," terang Camat Babat Supat Rio Aditya SSTP MM. 

Kemudian, di Kecamatan Bayung Lencir warga memanfaatkan daun pisang sebagai pengganti kantong plastik untuk daging qurban. "Alhamdulillah warga Bayung Lencir sepakat non plastik di hari Idul Adha ini sesuai instruksi pak Bupati," tegas Camat Bayung Lencir, Imron SSos MSi. 

Lalu, di Kecamatan Keluang pelaksanaan qurban di depan kediaman Camat Keluang tampak warga menggunakan dedaunan kelapa sebagai pengganti kantong plastik wadah daging kurban. 

"Jadi pemotongan qurban dilakukan panitia, untuk distribusi daging agar tidak terjadi kerumunan kami pihak Kecamatan mengantar langsung door to door ke masyarakat fakir miskin," kata Camat Keluang Debi Haryanto SSTP MSi. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan upaya penekanan penggunaan kantong plastik juga salah satu komitmen dan konsisten Muba dalam menjaga kebersihan dan mengimplementasikan go green. 

"Kantong plastik ini kan sangat sulit hancurnya, mari kita cari alternatif lain penggantinya yang ramah lingkungan, kita jaga bersama-sama kebersihan di Kabupaten Muba ini," ungkap dia. 

Dodi juga menghimbau agar warga tetap menggunakan masker dan membekali diri dengan APD lainnya. "Lindungi diri dan keluarga serta tetap jaga kebersihan," tuturnya.

Ia mengapresiasi masyarakat Muba yang kompak mentaati agar tidak menggunakan kantong plastik sebagai wadah daging qurban. "Saya ucapkan terima kasih dengan masyarakat Muba yang sepakat menjaga lingkungan Kabupaten Muba," pungkasnya. Kjs