Top News


INFOSEKAYU - Kecelakaan Lalu Lintas yang menyebabkan korban meninggal dunia kembali terjadi, tepatnya di Jalinteng Sekayu-Lubuk Linggau Kelurahan Ngulak II Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba.


Di mana mobil berjenis Mitsubishi dump truck Nopol BG 8573 DC yang dikemudikan Sopian (45) menyerempet pengendara sepeda pada sebelah kiri yang menyebabkan korban Revi (12) meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Truk yang dikemudikan Sopian melaju dari arah Sekayu menuju Lubuklinggau setiba di TKP, kendaraan yang di kemudikan oleh Sopian menyerempet bocah Revi (12) yang sedang bersepeda di sebelah kiri.

Akibatnya, korban terpental. Pengemudi coba membanting stir namun laju kendaraan yang tidak terkontrol selanjutnya menghantam sebuah rumah.

Akibat dari kejadian kecelakaan pengendara sepeda dayung meninggal dunia di Puskesmas, sedangkan penumpang sepeda dayung mengalami luka berat dan dirawat di RSUD Sekayu, lalu penghuni rumah Ridho (16) yang saat itu berada di teras mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polres Muba, AKP Candra Kirana, menyebutkan dari kecalakaan tersebt terdapat tiga korban antara lain Revi pengendara sepeda yang meninggal dunia, Anggaraini (12) luka berat dan Ridho (16) yang mengalami luka ringan.

"Korban Revi sudah disemayamkan di rumah duka, lalu dua korban lainnya saat ini sedang dilakukan perawatan intensif. Akibat dari kejadian tersebut diperkirakan kerugian materil sebesar Rp 15 juta rupiah," ungkapnya.

Sedangkan untuk sopir mobil Truk yakni Sopian warga Desa Keban II Kecamatan Sanga Desa saat ini sudah diamankan di Polsek Sanga Desa.

"Sopir mobil Truk sudah kita amankan, begitupun mobil sudah kita evakuasi. Penyebabkan kecalakaan sendiri saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap Sopian," jelasnya. /red/

Sumber: Tribun Sumsel


INFOSEKAYU - Aksi perampokan sadis yang menyebabkan korban tewas kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin.


Dua orang pekerja proyek ditembak begitu saja saat tertidur pulas.

Padahal tak ada perlawanan sama sekali dari korban.

Peristiwa mengenaskan ini terjadi di Divisi 1 Blok C 27 PT Pinago Utama Desa Sugi Waras Kecamatan Babat Toman, sekitar pukul 02.30 WIB, Sabtu (21/9/2019).

Peristiwa tragis itu bermula saat ketiga pekerja Yulius Patra Kurniawan (35), Tarmizi (35), dan Sayuti (61).

Ketiganya warga Desa Rantau Sialang Kecamatan Sungai Keruh.

Mereka beristirahat di dalam camp sementara yang terbuat dari terpal.

Ketiganya bekerja membangun jembatan milik PT Pinago Utama di Desa Sugiwaras Kecamatan Babat Toman.

Saat tengah tertidur pulas, secara tiba-tiba datang kawanan perampok berjumlah empat orang dengan membawa tiga senjata api laras panjang dan satu senjata api laras pendek.

Kawanan perampok ini tanpa basa basi langsung melepaskan tembakan kearah korban Yulius dan Tarmizi yang saat itu tengah tertidur pulas.

Saat hendak menembak korban Sayuti, peluru dari senjata api pelaku tidak meledak.

Lalu korban Sayuti diikat dan diminta untuk memberitahukan dimana letak kunci motor dan barang-barang berharga milik para korban.

Usai mengambil 2 unit motor, 2 buah handphone, jam tangan, dan dompet milik korban, para pelaku pergi meninggalkan ketiga korban begitu saja.

Usai ditinggalkan pelaku, korban Sayuti berhasil melepaskan diri dan langsung menemui pekerja lain yang membuat jembatan namun berbeda lokasi, kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Babat Toman.

Akibat kejadian tersebut, korban Yulius mengalami luka tembak pada bagian bahu kanan tembus belakang 1 lobang, luka robek pada bagian dagu sehingga meninggal di lokasi kejadian.

Sedangkan korban Tarmizi yang juga meninggal di tempat mengalami luka tembak pada bagian dada 1 lobang dan lengan sebelah kiri 1 lobang.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, melalui Kapolsek Babat Toman, AKP Ali Rojikin membenarkan perihal perampokan yang terjadi di Desa Sugi Waras.

"Kami masik lidik saat ini," ujar dia singkat.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sugiwaras, Suharsyah, mengatakan, lokasi kejadian berada berada di tengah hutan dan kebun milik PT Pinago Utama. Akibatnya tidak ada seorangpun yang mendengar, terutama suara tembakan.

"Mereka yang dirampok bukan warga kita, mereka pekerja dari pemborong, mereka sedang bikin jembatan perusahaan. Kita tidak tahu juga motifnya apa, karena orang luar desa semua," jelasnya. /red/

Sumber : Tribun Sumsel



INFOSEKAYU - Setelah dua periode menjabat Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumatera Selatan, Drs H Apriyadi, MSi, yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Muba resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketum Pengprov PBSI setelah melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Sumsel, Sabtu (21/9/2019) di Hotel Emilia Palembang.


Dalam rangkaian Musprov PBSI Sumsel tersebut secara aklamasi dengan dukungan 13 Pengkab/Pengkot PBSI Sumsel Amrullah SH MH terpilih menjadi Ketum Pengprov PBSI Sumsel masa bakti 2019-2023.

"Saya titip Pengprov PBSI Sumsel dengan Ketua yang baru. Semoga prestasi olahraga bulu tangkis di Sumsel terus bertambah dan bertengger di kancah nasional maupun internasional," ujar Apriyadi.

Lanjutnya, Pengprov PBSI Sumsel selama ini sangat maksimal mencetak atlet yang mampu bertengger di kancah internasional, diantaranya Ahsan dan Debby Susanto.

"Ke depan di kepengurusan Pengprov PBSI Sumsel masa bakti 2019-2023 nantinya harus melahirkan lagi atlet seperti Ahsan dan Debby Susanto," harapnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov PBSI Terpilih Masa Bakti 2019-2023 Amrullah SH MH menyebutkan, dirinya akan menjalankan visi dan misi PBSI Sumsel serta merangkul semua pihak demi memajukan PBSI Sumsel.

"Selama ini PBSI Sumsel sudah sangat maju dinahkodai pak Apriyadi. Untuk itu, tongkat estafet kepemimpinan PBSI Sumsel ini akan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengurus PBSI nantinya," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Lomba Mewarnai dan Melukis Tingkat PAUD/TK, SD, SMP sederajat, di Pendopoan Griya Bumi Serasan, Sabtu (21/9/2019) dengan tema 'Kearifan Lokal dan Jumputan Gambo'.


Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba H Rusli SP MM yang membuka acara tersebut mengatakan lomba mewarnai dan melukis ini adalah salah satu rangkaian acara Peringatan HUT Kabupaten Muba ke-63.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra menyebutkan acara itu digelar untuk mengasah keterampilan anak sehingga akan terlahir generasi penerus yang aktif, kreatif dan inovatif.

"Dalam kesempatan ini kami meminta semua komponen, baik peserta, dewan juri serta pendamping, untuk bersikap jujur. Jadi bagi dewan juri nilailah dengan hasil apa adanya," ujarnya.

Ia menandaskan, anak-anak identik dengan dunia main, Justru dengan dunianya itu anak-anak belajar segala sesuatu, mulai dari pengetahuan, mental dan interaksi sosial.

"Dengan mengangkat tema tersebut, diharapkan dapat menambah pengetahuan anak-anak tentang kearifan lokal potensi-potensi yang ada di daerah kita," imbuhnya.

Sementara itu Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Mawardi kegiatan itu juga bertujuan untuk menumbuh kembangkan serta meningkatkan kreativitas dan melatih keberanian siswa.

"Total peserta berjumlah 191 siswa dari TK/Paud se Kabupaten Muba, dan SD, MI, SMP serta MTS dalam Kecamatan Sekayu. Adapun jurinya dari TP PKK Muba, dan Guru Kesenian SMP Negeri 6 Unggul Sekayu," ungkapnya.

Turut hadir Camat Sekayu Marko Susanto SSTP MSi, Sekretaris TP PKK Muba Halimah Rusli, serta para guru, orang tua siswa dan pendamping. /red/


INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) mensosialisasikan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap. Hal ini disampaikan oleh Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Herryandi Sinulingga, kamis (19/9) usai menghadiri Kuliah Umum Bupati Muba di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang.


Menurut Sinulingga, Masyarakat Muba dihimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah, mengurangi aktivitas diluar ruangan, menggunakan masker ketika beraktivitas diluar ruangan, perbanyak minum air putih, mengkonsumsi buah dan sayur, serta beristirahatlah dengan cukup.

"Jika ada keluhan kesehatan akibat dari dampak kabut asap, kami imbau kepada masyarakat untuk segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan terdekat," kata Sinulingga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba Azmi Dariusmansyah, mengatakan bahwa petugasnya stand by untuk memberikan pelayanan gratis  kepada masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA).

"Segera periksakan apabila terkena dampak kabut asap di pusat layanan kesehatan terdekat. Terutama yang berdampak pada balita dan lansia," ujar Azmi. /red/


INFOSEKAYU - Ratusan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) strata 1, strata 2, dan program Doktoral Universitas Sriwijaya (Unsri) mengenakan almamater lengkap berwarna kuning memadati aula lantai 8 FH Tower Unsri, Kamis (19/9/2019).


Suasana ini rupanya rangkaian kegiatan Kuliah Umum Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin yang mendapatkan undangan langsung dari FH Unsri untuk memaparkan tema Perspektif Rencana Strategis (Renstra) Kabupaten Muba Menuju Muba Maju Berjaya 2022.

"Ini kesempatan yang sangat berharga. Bupati Muba Dodi Reza adalah sosok pemimpin yang sangat konsen di bidang pendidikan dan percepatan pembangunan infrastruktur," ujar Wakil Rektor IV Unsri, Dr A Muslim M Agr.

Lanjutnya, paparan pada kuliah umum kali ini akan menjadi serapan ilmu bagi mahasiswa-mahasiswi FH Unsri untuk bekal kelak menjadi pemimpin masa datang. "Beliau (Dodi Reza) sosok yang layak jadi pemimpin panutan," ulasnya.

Dekan Fakultas Hukum Unsri, Dr Febrian SH MS menyebutkan, kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza sudah teruji dan secara histori tidak bisa dipisahkan dengan FH Unsri.

"Sejak beliau duduk di DPR RI sudah tidak bisa dipisahkan dengan Unsri, pak Bupati Dodi Reza ini juga sosok pemimpin yang saat ini sangat konsen dengan bidang pendidikan dan percepatan pembangunan, Bupati Muba Dodi Reza ini bisa disebut sosok pemimpin influencer generasi millenial," tegasnya.

Diungkapkan Febrian, banyak kontribusi yang diberikan Bupati Muba Dodi Reza terhadap kemajuan FH Unsri.

"Saat beliau duduk di DPR RI juga banyak yang dibantu untuk terwujudnya pembangunan FH Tower Unsri yang memiliki delapan lantai yang merupakan tower tertinggi di Universitas Sriwijaya, dan Alhamdulillah hari ini juga kembali beliau memberikan bantuan," sebutnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dalam kesempatan memberikan kuliah umum, menyebutkan warga Muba sangat bergantungan dengan komoditas perkebunan sawit dan karet.

"Jadi, untuk menyiasatinya kita harus punya quantum atau terobosan supaya warga yang bergantung pada komoditas perkebunan tidak kesulitan ketika harga komoditas perkebunan karet dan sawit anjlok," terangnya.

Menyiasati hal tersebut, Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini mengatakan telah mengimplementasikan terobosan inovasi berupa terobosan pembangunan jalan aspal berbahan baku karet, pengelolaan kelapa sawit menjadi BBM atau Biofuel.

"Nah, terobosan ini sudah berjalan di Muba. Ini kita lakukan supaya ke depan warga Muba yang bergantung pada komoditas sawit dan karet tidak lagi khawatir ketika harga karet dan sawit anjlok karena Muba dan daerah lain bisa menyerapnya untuk realisasi inovasi tersebut," bebernya.

Lanjut Dodi, upaya lain yang dilakukan yakni untuk menjaga kualitas komoditas sawit dan karet di kalangan petani rakyat.

"Upaya tersebut kita realisasikan dengan replanting atau peremajaan sawit dan karet. Dan Alhamdulillah, pada 2017 lalu Muba menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan peremajaan kebun sawit milik rakyat yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo," ujarnya.

Pada kesempatan kuliah umum tersebut Bupati Muba Dodi Reza juga memberikan bantuan berupa satu unit bus eksekutif dan beasiswa pendidikan untuk enam mahasiswa asal Muba yang berkuliah di FH Unsri. (rel)

INFOSEKAYU - Muba United kembali menambah amunisi baru jelang putaran kedua Liga 3 2019. Kali ini klub berjuluk Laskar Ranggonang ini memboyong mantan geladang tim nasional (timnas) U-16, Habib Arif Fadhilllah.


Habib, sapaan akrabnya merupakan penggawa Garuda Cilik - sebutan Timnas U-16- saat berlaga di Piala AFF Myanmar 2013. Kala itu timnas U-16 dibesut Sultan Harhara. Dia satu tim bersama Syahrian Abimanyu (Madura United), Samuel Chritiansen (PS Sleman), dan Asnawi Mangkualam (PSM Makassar).

"Saya tahu Muba United tim bagus. Makanya saya bersedia gabung ke Sekayu," kata Habib.

Pertimbangan pria kelahiran Sleman, 19 Juli 1998 itu bergabung MU -sebutan Muba United - karena target. Dia ingin membawa klub pujaan Macan Ranggonang -sebutan suporter Muba United- ke Liga 2 musim 2019.

"Soalnya di sini tim bagus, tim target," tambah pemilik tinggi 167 cm dan berat 65 kg ini.

Habib mengaku siap bersaing dengan pemain berpengalaman yang punya nama besar seperti Wijay (mantan pemain Sriwijaya FC). "Di luar jadwal latihan nambah latihan sendiri, kadang di dalam kamar. Mau ke sini harus siap bersaing motivasi lebih," tambah dia.

Sementara itu Achmad Haris manajer Muba United menambahkan perekrutan pemain baru adalah rekomendasi pelatih. "Kita berharap performa tim akan lebih baik lagi pada putaran kedua," timpal Staf Khusus Bupati Muba Bidang Pemuda dan Olahraga ini. /red/

Pemain Baru

Nama : Habib Arif Fadhilllah

TTL : Sleman, DI Yogyakarta, 19 Juli 1998

Tinggi : 167 cm

Berat : 65 kg

Posisi : Midfielder

Pemain Favorit : Ahmad Bustomi, Iniesta

Karier Junior : SSB AMS Seyegan Sleman, Akademi Villa 2000

Karier Senior :

Klub PSIM Yogyakarta (ISC B/2016), PSS Sleman (Liga 2/2017), PSCS Cilacap (Liga 3/2018), Persipa Pati (Liga 3/2019), Muba United (Liga 3/2019).

Nasional : Timas U-16 AFF di Myanmar 2013

INFOSEKAYU - Seorang petani, atas nama Muhammad Tetap (40) diamankan oleh Sat Narkoba Polres Musi Banyuasin karena diduga menjadi pengedar narkoba jenis Shabu-shabu sebanyak 77 paket dengan berat 16, 13 gram, pada Selasa (17/9/2019) sore.


Akibat perbuatannya, warga Dusun II Desa Epil Kecamatan Lais tersebut, digelandang petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK, melalui Kasat Narkoba Polres Muba AKP Hidayat Amin, SH membenarkan penangkapan tersebut, "Tersangka kita amankan atas kepemilikan diduga Narkotika jenis shabu,” Kasat Narkoba AKP Hidayat Amin.

Lanjut Kasat, penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat tentang adanya dugaan transaksi narkoba.

“Setelah mendapat informasi yang akurat, aparat kepolisian langsung melakukan penggerbekan dikediaman tersangka yaitu di Dusun II Desa Epil Kec. Lais Kab. Muba, saat anggota melakukan penggeledahan badan kepada tersangka ditemukan barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika jenis shabu dalam saku celanan tersangka dan didalam tas sandang milik tersangka,” sebutnya.

Dari tangan pelaku aparat kepolisian berhasil mengamankan Barang Bukti berupa 77 (Tujuh Puluh Tujuh) paket yang diduga narkotika jenis shabu dengan berat bruto 16,13 gram, 1 (satu) buah tas sandang merk POLO STYLE warna hitam, 1 (satu) helai celana pendek warna abu-abu merk CARDINAL, 1 (satu) buah timbangan digital, 1 (satu) buah sekop plastic, 1 (satu) buah dompet warna coklat, 1 (satu) buah plastik klip bening, 1 (satu) lembar tissue, 1 (satu) lembar tima rokok, 1 (satu) buah wadah kaleng warna merah, 5 (lima) bal plastik klip bening.

“Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Muba guna proses penyidikan lebih lanjut dan terhadap tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Hidayat. /red/