Top News

LAIS, INFOSEKAYU.COM - Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ ternyata bukan hanya dikenal sebagai sosok pemimpin yang Inovatif saja, ia juga Bupati yang dikenal bijaksana dan punya rasa simpatik tinggi terhadap warganya yang kecil.

Selalu mendengarkan suara hati dan perhatian terhadap rakyatnya. Salah satu bentuk perhatian nyatanya adalah ia selalu sigap dan cepat memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu.

Seperti halnya, memberikan perhatian kepada warga asal Dusun 5 Desa Lais Kecamatan Lais, ibu Tuna Netra dengan kondisi sedang hamil dan kondisi suaminya sakit-sakitan.

Bupati Dodi Reza Melalui Asisten Bidang pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yudi Herzandi SH MH di dampingi Camat Lais, kades Lais dan Ketua Baznas Lukman Hakim, Selasa (2/3/2021) mendatangi sepasang suami istri bernama Yayan Haryanto dan istrinya Susi sekaligus menyerahkan bantuan Sembako dan uang dari Baznas Muba.

Sedangkan untuk pengobatan suaminya akan dirujuk ke RSUD Sekayu. Selain itu, pemerintah juga telah menyelesaikan permintaannya terkait biaya akta nikah. Pemkab Muba juga telah memberikan susu, beserta vitamin sekaligus mengecek kondisi kehamilannya di Puskesmas terdekat.

Atas ini semua, Sontak keceriaan terpancar di wajah sepasang suami istri, karena merasa tersanjung dan diperhatikan oleh pemimpinnya. 

Pada kesempatan ini dengan rasa bahagia sepasang suami istri mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin beserta jajarannya atas bantuan dan kepedulian.

"Kepada pak Bupati Dodi Reza kami mengucapkan terima kasih pak atas bantuan dan telah hadir ditengah tengah kami melalui pak asisten, semoga semua kebaikan pak Dodi dan Pemerintah Kabupaten Muba dibalas oleh Allah SWT,"pungkasnya.
Bandung, Infosekayu.com  - Bupati Banyuasin H Askolani, masuk dalam Dewan Pengurus Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM) yang telah berubah nama menjadi Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Masa Bhakti Tahun 2020-2025 dibawa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Orang nomor satu di Bumi Sedulang Setudung ini menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan SDM bersama Gubernur Riau dan Bupati Tabalong sesuai dengan Surat Keputusan Nomor : 03/SK-DP/ADPM/I/2021 tertanggal 25 Januari 2021.

Sebelumnya, pada Musyawarah Nasional (Munas) IV ADPM di Bali 21 Desember 2020 lalu, Bupati Banyuasin H Askolani dipercaya menjadi Ketua Sidang dalam Munas yang dihadiri Gubernur, Bupati/Walikota se Indonesia yang merupakan daerah penghasil migas.

Dalam acara Pengukuhan Dewan Pengurus ADPMET 2020-2025 di Gedung Sate Bandung Jawa Barat, Selasa (2/3/2021) yang dikukuhkan secara virtual oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Bupati Banyuasin H Akolani selaku Wakil Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan SDM membacakan laporan kepengurusan.

Bupati Askolani mengatakan dengan telah dikukuhkannya pengurus baru Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan, perubahan nama, logo baru. Dirinya sangat berharap daerah-daerah penghasil minyak dan gas bisa memaksimalkan Sumber Daya Alam yang ada untuk pembangunan daerah, untuk pembangunan Infrastruktur dan meningkatkan Kesejahteraan masyarakat.

" Kita sama-sama ketahui selama ini ada ketidakadilan yang diterima daerah penghasil migas yang notabe penghasil migas namun minim pembangunan infrastruktur dan kesejahtera. Termasuk di Provinsi Sumsel, daerah penghasil migas namun angka kemiskinan masih tinggi. Maka melalui Asosiasi ini kita ingin bersinergi menyuarakan ketidakadilan yang selama ini terjadi, "tegasnya.
MUARAENIM, INFOSEKAYU.COM - Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) Desa Aremantai Kecamatan Semendo Darat Ulu Kabupaten Muaraenim, Senin (1/3/2021) berkumpul. Dalam situasi patuh protokol kesehatan (prokes) para tetua Muara Enim ini menyambut kehadiran Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. 

Tomas Desa Aremantai Kecamatan Semendo ini ingin berkhidmat dan  menyematkan gelar Kedaerahan untuk Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Pimpinan Komisi VII DPR RI Ir Alex Noerdin SH MM. Alex Noerdin datang dalam kapasitas  melaksanakan Reses Pimpinan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia. 

"Pak Alex diberi gelar Meraje Semende dan Pak Dodi Reza bergelar Anak Meraje Semende," ungkap tokoh masyarakat Desa Aremantai Kecamatan Semendo Darat Ulu Kabupaten Muara Enim, Fahruzan. 

Menurutnya,  gelar ini sudah selayaknya diberikan kepada dua tokoh, Alex dan Dodi.  Pasalnya selain keduanya juga masih mengalir darah Semendo, kedua tokoh pemimpin ini telah berhasil membawa kemajuan pesat bagi daerah Sumsel dan Kabupaten Musi Banyuasin. 

"Kiprah keduanya telah terbukti membawa kemajuan daerah, kami sebagai warga asli Semendo merasa terpanggil dan sudah selayaknya memberi gelar kebesaran daerah untuk Pak Alex dan Pak Dodi," ucapnya. 

Ia berharap, pemimpin di Muara Enim ke depannya dapat mencontoh kiprah Alex Noerdin dan Dodi Reza dalam memimpin suatu daerah. "Dalam kesempatan ini juga kami ingin menyampaikan aspirasi ke Pak Alex selaku Pimpinan di DPR RI dan Pak Dodi selaku Ketua DPD Partai Golkar Sumsel," ungkapnya. 

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat yang luar biasa, meski jumlah masyarakat yang hadir dibatasi karena patuh Protokol Kesehatan COVID-19 namun tidak mengurangi hikmatnya acara.

"Mendengar aspirasi masyarakat Desa Aremantai yang disampaikan tokoh masyarakat yaitu masalah jalan dan irigasi, kami sebagai Anak Meraje Semendo peduli akan hal tersebut, maka saya sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Sumsel akan memerintahkan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Muara Enim untuk menyampaikan aspirasi masyarakat disini agar dapat direalisasikan," ucap Dodi.

Pimpinan Komisi VII DPR RI Alex Noerdin mengucapkan terima kasih dan suatu kebanggaan yang luar biasa mendapatkan kesempatan berjumpa dengan warga Desa Aremantai. 

"Selain itu, dalam kesempatan ini kami mendapatkan gelar kehormatan yang sangat luar biasa. Semoga amanah dan terus berbuat baik ke depannya," tandasnya.

Diketahui, pemberian Gelar Anak Meraje Semende kepada Dr H Dodi Reza Alex Noerdin ditandai dengan Pemasangan Rumpak, Selendang dan pemberian Keris oleh Tokoh Masyarakat Desa Aremantai.

Infosekayu.com  - Microsoft merilis laporan terbaru Digital Civility Index (DCI) yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya.

Dalam riset ini, warganet Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara, alias paling tidak sopan di wilayah tersebut.

Tingkat kesopanan warganet Indonesia memburuk delapan poin ke angka 76, di mana semakin tinggi angkanya tingkat kesopanan semakin buruk.

Urutan pertama dihuni oleh netizen Singapura yang juga menempati peringkat keempat secara global, dengan total 59 poin.

Kemudian Malaysia ada di urutan kedua dengan 63 poin, diikuti oleh Filipina 66 poin. Thailand menduduki posisi keempat dengan 69 poin, disusul Vietnam di urutan kelima dengan 72 poin, tepat berada di atas Indonesia. Microsoft tidak memaparkan laporan DCI untuk negara Asia Tenggara lainnya.

Kemunduran tingkat kesopanan paling banyak didorong pengguna usia dewasa dengan persentase 68 persen. Sementara usia remaja disebut tidak berkontrubusi dalam mundurnya tingkat kesopanan digital di Indonesia pada 2020.

Ada tiga faktor yang memengaruhi risiko kesopanan di Indonesia. Paling tinggi adalah hoaks dan penipuan yang naik 13 poin ke angka 47 persen.

Kemudian faktor ujaran kebencian yang naik 5 poin, menjadi 27 persen. Dan ketiga adalah diskriminasi sebesar 13 persen, yang turun sebanyak 2 poin dibanding tahun lalu.

Sementara itu, selama pandemi, empat dari 10 responden mengaku tingkat kesopanan digital di Indonesia membaik. Hal itu didorong oleh rasa kebersamaan yang lebih besar di saat pandemi dan melihat warganet saling tolong-menolong secara online.

Namun, lima dari 10 responden juga mengaku pernah terlibat perundungan, di mana 19 persen responden mengaku sebagai target perundungan.

Namun, lima dari 10 responden juga mengaku pernah terlibat perundungan, di mana 19 persen responden mengaku sebagai target perundungan.

Meilenial adalah generasi yang paling terpukul akibat perundungan dengan persentase 54 persen.

Empati naik

Kabar baiknya, laporan ini menyebut bahwa nilai empati di Indonesia naik 11 poin.  Di Indonesia, media sosial menjadi kontributor terbesar dalam memengaruhi tingkat kesopanan digital. Kontribusinya sebesar 59 persen.

Kemudian berita di media menjadi kontributor kedua dengan persentase 54 persen. Selain itu, kontribusi tingkat kesopanan digital juga didorong oleh lembaga pemerintah 48 persen, lembaga pendidikan 46 persen, dan lembaga agama 41 persen.

Digital Civility Index tahun 2020 adalah yang kelima kalinya dilakukan Microsoft. Riset yang dilakukan pada April-Mei 2020 ini menyasar 16.000 responden yang tersebar di 32 geografi.

Para responden diberikan pertanyaan untuk empat kategori: perilaku, seksual, reputasi, dan personal atau gangguan.



SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Harga komoditas karet di Kabupaten Musi Banyuasin terus naik sejak satu minggu belakangan. Harga lelang karet di UPPB Bumi Serasan Sekate mencapai Rp11.000-Rp12.000.

"Tren-nya (harga karet) di Muba terus naik. Alhamdulillah bisa dirasakan petani karet di Muba," ungkap Plt Kadisbun Muba, Akhmad Toyibir SSTP MM, Sabtu (27/2/2021). 

Menurutnya, kenaikan harga karet yang terjadi akhir-akhir ini kembali menggairahkan semangat petani karet di Muba. "Ini juga tidak terlepas dari support Bupati Dodi Reza, yang sangat maksimal dan konsen menstabilkan harga karet petani di Muba," ujarnya. 

Lanjut dia, upaya nyata Bupati Dodi Reza dalam menstabilkan harga karet yakni melalui terobosan inovasi pembangunan infrastruktur jalan aspal yang bercampur karet. "Karet yang diolah untuk campuran aspal langsung diserap dari petani rakyat di Muba," jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengucapkan rasa syukur atas kenaikan harga karet di kalangan petani yang signifikan belakangan ini. "Saya merasa senang, petani karet Muba jadi kembali bergairah. Prinsipnya Pemkab Muba akan terus memback up ini," tegasnya. 

Kepala Daerah Inovatif 2020 ini menambahkan, inovasi aspal karet akan dirasakan langsung dampaknya oleh petani karet di Muba, terlebih inovasi ini tidak hanya menjadi pilot project di Indonesia. Bahkan  Mendagri menyarankan agar Kepala Daerah di Indonesia memanfaatkan hasil karet petani di daerah masing-masing untuk pembangunan infrastruktur jalan. 

"Artinya keberhasilan inovasi aspal karet ini tidak hanya dirasakan petani karet di Sumsel saja, tetapi diharapkan dirasakan semua petani karet di Indonesia," pungkasnya.
Infosekayu.com - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj. Febrita Lustia Herman Deru melantik dengan resmi Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda di enam kabupaten.
Adapaun enam Ketua TP PKK Provinsi Sumsel dan Ketua Dekranasda yang telah resmi dilantik antara lain, dr. Sheila Noberta, Sp.A, M.Kes sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsyah, Ba (Hons) sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Ogan Ilir.
.
Kemudian Ir. Riza Novianto Gustam sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Musi Rawas, Dra. H. Rita Suryani sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Musi Rawas Utara, Hj. Badiar Dewi Kuryana sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Ogan Komering Ulu, serta Isyana Lonetasari, S.H sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.
.
Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru mengatakan, tugas pokok dan fungsi yang paling luas ada pada PKK, dimana ketua tim TP PKK miliki tugas yang diemban luar bisa beratnya, karena berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat yang ada di kabupaten / kota.
.
Herman Deru menegaskan, Setiap kabupaten/kota punya permasalahan yang beda dan sangat banyak keanekaragman yang tidak muncul. Oleh sebab itu menurutnya, Ketua TP PKK memiliki power untuk berbuat.

Sumber : suara Sumsel 
Jakarta, Infosekayu.com -  Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Jumat (26/2) malam.

"Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2).

Juru bicara berlatar belakang jaksa itu enggan menyampaikan secara spesifik kasus dugaan korupsi yang dilakukan Nurdin. Pun begitu dengan pihak lain yang terjaring dalam operasi senyap tersebut.

Sementara sumber CNNIndonesia.com lainnya di KPK membenarkan bahwa gubernur Sulawesi Selatan tertangkap dalam OTT tersebut. 

Berdasarkan ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu 1x24 jam guna menentukan status hukum Nurdin beserta pihak lain yang diamankan."Informasi lebih lengkap kasusnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan," imbuhnya.

"Tim masih bekerja dan perkembangannya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua," pungkas Ali.

Dari informasi yang dihimpun, tim penindakan KPK mengamankan lima orang dan satu koper berisi uang Rp1 miliar rupiah. Saat ini Nurdin sedang dalam perjalanan ke kantor KPK, Jakarta.

Sumber : cnn Indonesia 
Polres Muba, Infosekayu.com -  menggelar tes urine kepada personil yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba. Kapolres Muba Akbp erlin tangjaya,sh.sik. melalui Paur subag humas polres muba Iptu Indra jaya,sh. Mengatakan bahwa kegiatan ini memang rutin kita laksanakan guna memastikan para anggota polisi bebas dari narkoba.

Hari ini, Jum’at 26/02/21 pemeriksaan urine dilaksanakn di dua polsek yang ada diwilayah polres muba, yaitu polsek sungai lilin sebanyak 26 personil dan polsek lais 18 personil yang dilakukan pemeriksaan dengan melibatkan puskesmas setempat yang langsung diawasi oleh kapolsek dan propam.

Sebelum nya kamis 25/02/21, pemeriksaan urin sudah dilaksanakan dipolres muba terhadap perwira dan personil yang langsung diawasi kapolres muba dan kasi propam.

Kegiatan yang kita laksanakan ini merupakan tindak lanjut dari program 100 hari kerja Kapolri dan Program Prioritas Kadiv Propam Polri tahun 2021 tentang Penguatan Cegah Dini Penyimpangan Anggota Polri.

Alhamdulillah sejauh ini berdasarkan dari hasil pemeriksaan baik itu dipolres ataupun didua polsek yang dilakukan pemeriksaan hasilnya negative dan apabila nanti ditemukan personil polres muba yang mengkonsumsi narkoba akan dilakukan proses hukum sampai tuntas.