Top News

SEKAYU, INFOSEKAYU COM -Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ ingin semua kecamatan ring 1 sumber gas di Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan prioritas sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga. 

"Tahun 2020 ini Muba sudah mendapatkan tambahan kuota sambungan jargas untuk rumah tangga sebanyak 8.380 SR, namun  Pemkab Muba terus mendesak Kementerian ESDM lebih memprioritaskan penambahan sambungan jargas rumah tangga khususnya di kecamatan ring 1," tegas Dodi Reza di sela Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Lapangan Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (4/5/2020) di Auditorium Pemkab Muba. 

Dodi tetap berusaha menakankan agar kecamatan ring 1 di Muba seperti Bayung Lencir, Sungai Lilin, dan Tungkal Jaya mendapatkan tambahan kuota pemasangan jargas rumah tangga lagi. 

"Kita akan terus jemput bola, agar kebutuhan jargas rumah tangga di Kecamatan ring 1 dapat dinikmati dengan maksimal," harapnya. 

Menurut Dodi, Pemkab Muba  tidak hanya fokus penyambungan jargas untuk rumah tangga di kecamatan ring 1.  Kecamatan  di Kabupaten Muba yang bukan ring 1 seperti Sekayu juga menjadi prioritas. 

"Alhamdulillah di tahun 2020 ini Kecamatan Sekayu mendapatkan tambahan sambungan jargas rumah tangga sebanyak 4.200 SR. Sekayu  satu-satunya kecamatan perkotaan di kabupaten di Indonesia yang mendapatkan tambahan kuota dari Kementerian ESDM," bebernya. 

PPK Migas V Muba Kementerian ESDM, Ifan Raider Wijaya mengapresiasi Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex atas upaya maksimal  memenuhi kebutuhan jargas rumah tangga  warga Muba. 

"Upaya maksimal terus dilakukan  Bupati Dodi Reza demi kebutuhan masyarakat Muba, kami sangat apresiasi," ucapnya.

Ifan merinci  penambahan pemasangan jargas untuk rumah tangga di Muba yakni sebanyak 8.380 SR. Untuk  Sekayu ada 4.200 SR, Sungai Lilin 3.180 SR, Bayung Lencir 1.000 SR. 
"Semoga bermanfaat dan memudahkan aktifitas rumah tangga warga di Muba," tukasnya.
Polres Muba, Infosekayu.com  - Oknum Honorer Puskesmas Cinta Karya Kec. Plakat tinggi Kab. Muba bernama IRVAN APRILIANSYAH (29) diamankan Unit PPA Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin dari puskesmas terkait Penganiayaan yang di lakukannya terhadap Korban yang merupakan Rekan Kerjanya yang tinggal di Dusun IV Desa Cinta Karya Kec. Plakat Tinggi, Rabu (03/06/3020).

Korban M. E. JANI PURWANI (26) harus menjalani rawat inap karena mengalami luka robek pada lensa mata sebelah kiri. 

"Saat ini dalam penyidikan kita di Unit PPA" Terang DELI Selaku kasat Reskrim yang mewakili Kapolres Musi Banyuasin pada Humas. 

Dari berita yang dihimpun humas, pelaku sebelumnya meminta rekan kerjanya yang menjadi saksi untuk dibuatkan Mie Indomie, namun yang ditunggu tak kunjung datang sehingga pelaku menemui saksi dan langsung memegang tangan saksi. Akhirnya saksi menceritakan kepada korban, yang kemudian korban dan pelaku Sabtu (28/05/2020) malam terjadilah keributan saat hendak pergantian shift kerja. 

"Kau apekan si lusi tu van" Ujar pelaku yang menceritakan ulang ucapan sikorban. 

Dari ucapan yang dikeluarkan korban membuat pelaku gelap mata dan langsung melakukan penganiayaan terhadap rekan nya tersebut. 

Saat ini pelaku masih dalam penyidikan pihak Unit PPA untuk proses selanjutnya. Akan dikenakan Pasal 351 Ayat 1 KUHPidana tentang penganiayaan. (Kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Langkanya  gas  LPG 3 kilogran diduga ada  permainan oknum di lapangan.  Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA mengambil tindakan tegas. 

 Dodi Reza mengeluarkan Surat Edaran Bupati Muba Nomor: 900/584/Dagperin/2020 Tentang HET dan Pemakai Gas LPG 3 Kg. 

Isi surat edaran Bupati Muba adalah  pihak agen mengawasi pangkalan untuk menjual gas LPG 3 Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan mengawasi pangkalan untuk tidak menjual gas LPG kepada orang dan pihak tertentu.

"Gas LPG 3 Kg ini tidak boleh dijual ke ASN, rumah tangga dengan penghasilan lebih dari Rp1.500.000, para pelaku usaha industri, cafe, pengoplos, dan restoran, dan usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih dari Rp50 juta," tegas Bupati Muba Dodi Reza. 

 "Apabila masih melanggar ketentuan tersebut berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi makan akan dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha," tegasnya lagi. 

 Plt Kadisdagperin Muba Azizah SSos MT menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim untuk memastikan surat edaran Bupati Muba di lapangan.

"Kalau masih ada yang melanggar ketentuan sesuai edaran Bupati Muba akan diambil tindakan tegas, kami juga akan rutin mengecek kondisi di lapangan," tandasnya. (Kjs)
MUBA, INFOSEKAYU.COM - Perwakilan  ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba duduk berbaris rapi dengan menjaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin, Rabu (3/6/2020) siang. 

Lantunan shalawat terdengar merdu dibawakan para ustadz-ustadzah ini untuk menyambut kedatangan Bupati Muba Dr Dodi Reza yang dalam kesempatan itu menyalurkan bantuan secara simbolis untuk seribu ustadz dan ustadzah yang mengabdi  di pondok pesantren se-Kabupaten Muba yang mana tiap ustadz ustadzah mendapatkan Rp600 ribu selama tiga bulan. 

Di tengah pandemi wabah covid-19 ini ustadz dan ustadzah di Muba turut berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Dari sisi pendapatan ekonomi, para ustadz ustadzah ini juga terdampak, betapa tidak sejak terjadi wabah covid-19 terhitung pada Maret lalu aktifitas belajar mengajar di ponpes dan aktifitas Mengaji dari masjid ke masjid dan rumah ke rumah harus ditiadakan guna meminimalisir penularan wabah covid-19. 

"Ya, sangat pengaruh pendapatan ekonomi. Santri diliburkan, aktifitas Mengaji masjid ke masjid dan rumah ke rumah juga harus ditiadakan. Alhamdulillah bantuan pak Bupati Dodi Reza untuk ustadz dan ustadzah ini sangat meringankan beban kami di tengah wabah covid-19 ini," ucap Pengasuh Ponpes An-Nahl Muba, Ustadz Jannata Hial Makwa. 

Diceritakan Janna, keseharian dirinya mengajar ilmu Al-quran dan Hadits, namun ketika Maret lalu aktifitas tatap muka dengan santri ditiadakan. 

"Kita harus tetap bertahan di tengah wabah covid-19 ini, kami para ustadz dan ustadzah tidak berhenti mengajar pendidikan Agama kepada santri, aktifitas tetap kami berikan secara online meski tidak semaksimal pertemuan tatap muka," ujarnya. 

Dikatakan, dengan bantuan yang diberikan Bupati Muba Dodi Reza sangat mensupport para pengasuh ponpes serta ustadz dan ustadzah meski sedang dihadapi wabah covid-19. "Bantuan pak Dodi ini penyemangat bagi kami untuk terus mensyiarkan ajaran Islam di Kabupaten Muba," ucapnya.

Senada dikatakan Ummi Kalsum, Ustadzah Guru Mengaji dari Kecamatan Bayung Lencir ini mengaku bantuan yang diberikan Bupati Muba Dodi Reza sangat berguna dan diharapkan para ustadz dan ustadzah di tengah wabah covid-19. 

"Alhamdulillah sangat meringankan beban kami para ustadz dan ustadzah di Muba. Semoga wabah ini segera berlalu dan pak Dodi selalu menjadi pemimpin yang peduli kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya di Muba," ungkapnya. 

Sesepuh Pengasuh Ponpes di Muba, KH Abdul Hadi mengapresiasi inisiasi bantuan Bupati Muba Dodi Reza kepada para ustadz dan ustadzah di Muba. "Bantuan yang sangat diharapkan dan bermanfaat disaat ini, pak Dodi sangat mempedulikan kebutuhan masyarakatnya," tukasnya. 

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex mengatakan, adapun bantuan yang disalurkan tersebut setelah dikeluarkan SK Bupati  Nomor: 225/KPTS-DINSOS/2020, 29 Mei 2020 yakni berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600 ribu tiap ustadz dan ustadzah yang diberikan selama tiga bulan Mei-Juli. 

"Untuk bantuan kepada seribu ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba ini digelontorkan dana sebesar Rp1,8 Miliar dengan menggunakan dana APBD Muba," ungkap Dodi Reza yang juga Bapak Santri Sumsel di sela menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 1.000 ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba di 
Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin, Rabu (3/6/2020). 

Menurutnya, pandemi covid-19 sangat berimbas bagi ustadz dan ustadzah karena aktifitas kegiatan belajar mengajar dan baca tulis Alquran ditiadakan. 

"Tentu dari sisi pendapatan bagi ustadz dan ustadzah sangat berkurang, saya menilai sudah sangat pantas mereka mendapatkan BST," ucap Dodi yang baru-baru ini dinobatkan Hasil Riset Indometer (Barometer Politik Indonesia) menjadi Tokoh Daerah potensial yang layak maju ke politik nasional. 

Pada kesempatan tersebut, Dodi mengajak para ustadz dan ustadzah di Muba berdoa agar pandemi covid-19 segera berlalu. "Terus berdoa meminta kepada yang Allah Yang Maha Kuasa agar wabah covid-19 ini segera hilang, dan aktifitas dapat kembali berjalan normal," ajaknya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Muba, Opi Palopi menyebutkan melalui dana APBD Muba bantuan untuk sebanyak 1.000 ustadz dan ustadzah se-Kabupaten Muba diberikan. "Anggaran yang dikucurkan Rp1,8 Miliar dan tiap ustadz ustadzah dapat Rp600 ribu selama tiga bulan Mei-Juli," bebernya. 

Lanjutnya, bantuan khusus ustadz dan ustadzah ini sangat bermanfaat dan berguna terlebih saat ini yang sedang dihadapi dengan kondisi wabah covid-19 dan akan disalurkan melalui “rekening tabungaku” Bank BRI.

"Kita ketahui bersama pendapatan ekonomi ustadz ustadzah ini juga berpengaruh karena aktifitas santri ditiadakan selama wabah Covid-19, tentu bantuan pak Bupati Dodi Reza ini sangat meringankan beban mereka," ungkapnya. (Kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Bupati Musi Banyuasin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin menerima dan menyambut secara langsung Kunjungan Kasdam II / Sriwijaya Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP di Kabupaten Musi Banyuasin, Senin Malam  (01/06/2020) bertempat di Guest House Bumi Serasan Sekate Sekayu.

Kasdam II / Sriwijaya Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (01/06/2020) khusus untuk bersilaturahmi ke Kabupaten Musi Banyuasin yang disambut langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Noerdin 

Pada kesempatan tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan ucapan selamat kepada Bapak Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.IP yang telah bergabung untuk melaksanakan tugasnya di Kodam II/ Sriwijaya, selanjutnya Pemkab Muba selalu siap ikut mensukseskan segala program yang di rencanakan Kodam/II Sriwijaya. 

"Saya percaya TNI bersama dengan masyarakat dan tentu bersama dengan elemen lain sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta kemajuan dan kesejateraan masyarakat. Selamat datang dan selamat bertugas, selamat berjuang," ujar Dodi Reza.

“Terima kasih saya ucapkan kepada TNI, Polri yang selama ini telah ikut membantu dan memperhatikan dan menjaga proses Penyaluran Bansos di Muba ini sehingga bisa berjalan dengan aman,” ungkapnya.

Di dalam kondisi yang saat ini Terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Bupati sampaikan hingga saat ini pihaknya telah lakukan koordinasi dan kerjasama bersama Jajaran Dandim 0401 Muba, Polres Muba dan Instansi terkait yang tergabung dalam satuan gugus tugas percepatan penanganan covid19 kabuoaten Musi Banyuasin serta gencar melaksanakan sosialisasi serta imbauan kempada masayarakat yang melibatkan tokoh agama tokoh masyrakat pemuda ormas dan lainnya 

“Kita harus disiplin mentaati protokol kesehatan, Kita harus tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tataan baru New Normal. Ini membutuhkan keadaran timggi dari kita seluruhnya bersama warga masyarakat Musi Banyusian serta tetap produktif tapi aman,” Jelasnya. 

Sementara itu, Kasdam II/ Sriwijaya Brigjen TNI Muhamad Zamroni, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Jajaran atas penyambutannya bersama dengan rombongan.

Mengenai pandemi Covid-19, Kasdam Sriwijaya berharap semoga virus tersebut segera berakhir. Yang meskipun sampai saat ini belum ada kejelasannya sampai kapan virus ini menghilang. Tapi kita tetap harus hidup oprimis berusaha untuk saling menjaga membangun solidaritas yang baik untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona dan betul kita semua wajib disiplin mematuhi protokol kesehatan gerakan masyarakat bersama Pemda, TNI/POLRI untuk dapat mematuhi seluruh imbaun pemerintah sehingga nantinya kita siap menghadapi tatanan menuju kehidupan New Normal  mari bergerak bersama masyarakat untuk menerapkan social distancing/phisycal Distancing, Wajib Masker, Gerakan pola hidup bersih dan sehat jaga stamina dan imun tubuh dan hidup penuh dengan optimisme tegasnya 

Turut hadir dalam silaturahmi bersama Kasdam II/Swj Brigjen TNI Muhammad Zamroni, S.I.P. antara lain   Dandim 0401 Letkol Arm M.Saifudin Khoiruzzamani S.Sos. M.han, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, Wakil Ketua DPRD Muba Irwin Zulyani dan Perwakilan Kajari Muba Serta Sekretaris Daerah Muba Drs. H. Apriyadi MSi,dan Kadin Kominfo Herryandi Sinulingga.AP
SEKAYU,  INFOSEKAYU.COM- Lahan seluas 1,5 hektar terhampar luas di Perumnas Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu. Tanaman pangan lokal diantaranya Jagung, Cabai, Labu Manis, Pepaya, Bayam, Katu dan lainnya menghijau di lahan tersebut. 

Di lahan tersebut rupanya kompak dikelola warga setempat sebagai upaya terbebas Covid-19. Benar saja, Selasa (2/6/2020) daerah tersebut dilaunching menjadi Desa/kelurahan  Tangguh yang Terbebas Covid-19 yang pada kesempatan tersebut dihadiri Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yang diwakili Sekretaris Daerah Muba, Drs H Apriyadi MSi. 

"Jadi selain memang taat protokol kesehatan, warga disini juga kompak mengelola lahan 1,5 hektar lahan untuk ditanami berbagai jenis pangan," ungkap Ketua RT setempat, Usman (52). 

Menurut Usman, warga setempat sangat maksimal dalam upaya mencegah dan menangkal penularan Covid-19. "Kalau masuk kampung cuci tangan di tempat yang telah disiapkan, keluar rumah dan kampung wajib pakai masker sesuai anjuran pak Bupati Dodi Reza," ucapnya. 

Dikatakan, tanaman pangan lokal yang dikelola pun bisa dikonsumsi semua warga setempat. "Warga dibuat perkelompok, masing-masing punya tanggung jawab memelihara dan merawat tanaman pangan itu," terangnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi mengatakan, aktifitas Desa Tangguh yang Terbebas Covid-19 seperti di Perumnas ini patut menjadi acuan desa lainnya di Muba sebagai upaya menangkal penularan wabah Covid-19 di Muba. 

"Kegiatan warga disini sangat bagus, patut menjadi contoh desa dan kelurahan  lainnya. Pemkab Muba dibawah kepemimpinan bapak Bupati Dr Dodi Reza tentu akan memfasilitasi dan mengapresiasi, ini bentuk konkrit warga masyarakat bersama-sama Pemerintah memerangi Covid-19," tegasnya. 

Lanjutnya, dalam kesempatan tersebut Pemkab Muba juga menyalurkan bantuan berupa sembako, alat penyiram tanaman, serta bibit lele sebanyak 200 ekor. "Ini sebagai upaya menyemangati warga untuk terus memaksimalkan 
Desa Tangguh yang Terbebas Covid-19," tandasnya. 

Kapolres Muba, AKBP Yudi Surya Markus Pinem SIK menyebutkan, secara serentak 2 Juni 2020 di seluruh Indonesia sesuai Instruksi Presiden melalui Kapolri untuk melaunching Desa Tangguh yang Terbebas Covid-19 dengan bekerjasama Pemerintah Daerah setempat. 

"Ini juga bentuk komitmen Polri dan TNI membantu Pemerintah untuk memaksimalkan pencegahan Covid 19," pungkasnya.

Acara turut dihadiri Dandim 0401 Muba Letkol Arm M Saufudin Khoiruzzamani SSos, Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Hendra Halomoan SH, MH Ketua Pengadilan Agama Saifullah Anshari SAg MAg, dan perwakilan Kejaksaan Negeri Muba. (Kjs)
SANGA DESA, INFOSEKAYU.COM- Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi melakukan Peninjauan dan Pemberian bantuan sembako kepada korban banjir di Trans SP I dan SP II Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa, Senin (1/6/2020). Dengan didampingi Perangkat Daerah diantaranya Plt Kepala BPBD Muba Indita Purnama SSos, Perwakilan Dinas Sosial Muba Putra Sumito Camat Sanga Desa Sugand AP MSi, dan Kepala Desa Air Balui Arminto, Sekda menyerahkan bantuan dari Pemkab Muba berupa beras kepada warga transmigrasi secara simbolis di Balai Desa.

Apriyadi mengungkapkan warga Trans SP I dan SP II merupakan penempatan transmigrasi pada tahun 2006 atas kerjasama antar pemerintah yang berasal dari Jawa Tengah.

Sekitar dua Minggu yang lalu wilayah tersebut tergenang banjir akibat luapan Sungai Musi, dan saat ini sudah mulai surut. "Kami tidak akan tinggal diam kalau ada bencana dan akan turun untuk melihat serta meninjau langsung kondisi masyarakat, sekaligus memberikan bantuan apalagi ditengah kondisi virus corona yang saat ini mewabah tentu banyak warga yang terdampak," kata Sekda.

Ia juga mengatakan Pemkab Muba secara bertahap akan membangun daerah transmigrasi tersebut agar perekonomiannya cepat tumbuh.

Camat Sanga Desa Suganda AP MSi menuturkan Trans SP I dan II didiami sebanyak 220 KK yang saat ini kondisi sosial ekonomi berjalan lancar dimana rata berpenghasilan dari perkebunan sawit. "Namun kondisinya rawan kebakaran dan banjir, ini tentu sangat berpengaruh pada kehidupan ekonomi warga disini," ucapnya.

Kades Air Balui Arminto mengatakan Desa Air Balui terdiri dari 1600 KK, untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa bagi warga terdampak Covid-19 ada sebanyak 184 KK dan untuk SP I dan II sendiri ada 20 KK. "Penyaluran BLT  Dana Desa kepada warga yang berhak menerima ini atas musyawarah desa, memang tidak seluruhnya mendapatkan karena keterbatasan dana," ujar Arminto.

Sementara itu salah satu warga Trans SP I Jumadi mengusulkan pembukaan Lahan II, dimana jika dibuka akan banyak dibuat parit yang dipastikan dapat mencegah banjir. (Kjs)
Sekayu, Muba - Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi., pimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka Penegakan disiplin protokol Kesehatan pada masyarakat menuju kehidupan new normal di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, kedepanya Sabtu (1/06/2020) di Halaman Makodim 0401 Muba.

Dalam Sambutan Bupati Musi Banyuasin yang disampaikan Sekda Muba Drs H Apriyadi menyampaikan ucapkan terima kasih kepada seluruh Jajaran Kodim 0401 Muba, Jajaran Polres Muba dan Jajaran Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin yang terlibat langsung dalam satuan gugus tugas percepatan penanganan dan pencegahan covid 19 khususnya dalam rangka penegakan disiplin dan penerapan protokol kesehatan di lokasi-lokasi fasilitas umum baik milik pemerintah maupun fasilitas-fasilitas umum non pemerintah menuju kehidupan new normal kedepanya yang akan kita hadapi dan jalani secara bersama sama.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan ketua Satuan Gugus Tugas kabupaten Musi Banyuasin mengingatkan kepada kita semua seluruh petugas gugus tugas khususnya rekan rekan yang akan bertugas melaksanakan penegakan disiplin dilapangan kita diminta oleh pimpinan dalam rangka menghadapi wabah Covid-19 ini, kita tidak bisa lagi hanya berdiam diri semua aktifitas sudah harus mulai menghadapi penerapan new normal (adaptasi Kehidupan Baru) dengan kuncinya wajib seluruhnya warga Muba untuk mentaati protokol kesehatan dalam kehidupan sehari hari kedepannya ", terangnya.

Artinya kalau semua aktivitas selama ini banyak yang dibatasi dan ditutup tidak diperbolehkan. Dan mulai kedepan secara bertahap dan berkesinambungan Lanjut Apriyadi akan mulai kita terapkan , dan akan mulai kita berikan kesempatan untuk melakukan aktivitas, akan tetapi dengan memenuhi persyaratan - persyaratan yaitu persyaratan protokol kesehatan dengan ketat kuncinya adalah meningkatkan disiplin dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, penerapan sosial distancing/physical distancing (jaga jarak minimal 1-2 Meter) Cuci tangan pake sabun di air mengalir dan tentunya wajib bermasker saat beraktifitas diluar rumah, terutama di fasilitas-fasilitas umum yang besar peluangnya, besar kemungkinannya menjadi cluster penularan  virus Corona.

"Sasaran utama kita dalam hal penegakan disiplin protokol kesehatan ini ada pada fasilitas layanan publik dan pada pasar pasar milik pemerintah daerah yang melakukan aktivitas setiap hari   angkutan kenderaan umum rumah ibadah dan sekolah lokasi lainya yang wajib kita antisipisai bersama selain itu fasiltas fasiltas pendukung seperti tempat cuci tangan dan atau Hand Sanitizer, petugas mengecek suhu tubuh dan lainnya wajib disediakan sesuai aturan protokol kesehatan.

Di Kabupaten Musi Banyuasin ini 6 pasar yang perlu kita lakukan penegakan disiplin protokol kesehatan. Oleh karena itu, kami berpesan kepada satgas Gugus Tugas  yang akan turun ke lapangan ini, tegakkan disiplin dan aturan aturan berdasarkan protokol kesehatan dan edukasi kepada masyarakat, beri pengertian, dan jika perlu apabila tidak menurut berikan sanksi-sanksi sosial untuk menumbuhkan  kesadaran  seperti pembersihan lokasi pasar dan fasum misalnya tandasnya.

Terakhir, Apriyadi juga berharap agar kita semua warga Mus Banyuasin wajib   disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan meningkatkan imun tubuh tegasnya.

Terpisah, Kepala Disperindag Muba Azizah menerangkan bahwa 6 Pos Pasar tersebut meliputi
Pasar Randik, Pasar Perjuangan, Pasar Sungai Lilin, Pasar Babat Toman, Pasar Mangun Jaya, dan Pasar Bayung Lincir yang ada setiap hari dan ditambah pasar kalangan yang jadwalnya hanya setiap seminggu sekali 

"Dengan masih adanya pandemi Covid-19 tentunya ini awal baru. Kita harus membudayakan hidup bersih dan sehat untuk selamanya masa pandemi ini, pelaksaanan New normal dapat diterapkan di tempat-tempat umum khsusnya seluruh pasar tempat interaksi antar pedagang dan pembeli  wajib disipilin melaksanakan Sosial/physical Distancing, wajib menggunakan masker tumbuh dari kesadaran kita semua dan satuan gugus tugas akan berkolaborasi bersama melakuka. pengawasan baik dari  Pemkab Muba, TNI dan Polri,"pungkasnya.

Apel gelar pasukan ini, dihadiri oleh Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muhammad Saiffudin Khoiruzzamani SSos Mhan, Kajari Muba Suyanto SH MH, Perwakilan Kapolres, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Sekayu serta diikuti 20 orang personil dari Kodim 0401/Muba, 15 orang personil Polres Muba, 10 orang Pol-PP . Muba, 10 orang Dishub Muba, 10 orang BPBD Muba, Gugus Tugas Covid-19 serta 10 orang Dinkes Muba, dan Disperindag. (Kjs)