Top News

PALEMBANG, INFOSEKAYU
COM- Pembinaan kedirgantaraan terus digencarkan oleh jajaran TNI Angkatan Udara (AU) Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang. Kali ini, Lanud SMH menggandeng Bupati Muba Dodi Reza untuk mengawali menjadi bagian menggalih potensi kedirgantaraan. 

Hal ini diketahui saat pelaksanaan Apel Khusus Dalam Rangka Penyematan Wing Terbang Layang Kepada Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza, Senin (20/1/2020) di Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang yang dipimpin langsung Danlanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Kolonel Pnb Firman Wirayuda, ST MSoc Sc. 

"Dalam kaitan pembinaan kedirgantaraan ini, Pemkab Muba telah mengawalinya di Sumsel untuk turut andil di wilyah Muba," ungkap Danlanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Kolonel Pnb Firman Wirayuda, ST MSoc Sc. 

Pantauan di lokasi, kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut tidak hanya disematkan brevet wing saja tetapi juga mengikuti rangkaian menembak executive bareng Danlanud SMH dan Danlanal Palembang serta jajaran anggota, dan yang membanggakan Bupati Muba Dodi Reza mendapatkan Brevet Penembak Ulung Senapan dan Pistol serta sertifikat kelulusan yang langsung di sematkan oleh Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Saryanto. 

"Pak Bupati ini rupanya jago juga nembaknya, wajar kalau juara dua waktu tanding nembak executive pada HUT TNI beberapa waktu lalu," beber Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Saryanto. 

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza mengungkapkan Penyematan Brevet Wing Terbang Layang ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi dirinya dan Kabupaten Muba.

"Ini akan menjadi momentum agar Pemkab Muba ke depannya dapat menjaring bibit-bibit atlet olahraga dirgantara yang dapat mengembangkan olahraga ini lebih dikenal khususnya di wilayah Muba," ungkap Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini. 

Lanjutnya, semoga nantinya atlet-atlet dirgantara dari Muba dapat mengharumkan nama Muba di kancah nasional maupun internasional. 

Pada rangkaian penyematan brevet wing dan menembak executive bersama Lanud Palembang tersebut Bupati Muba Dodi Reza turut didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan Drs Badaruzzaman, Kepala Dishub Muba Pathi Ridwan, Kaban Kesbangpol Muba Soleh Naim, PLT Kepala BPBD Muba Indita Purnama, Plt Kadispopar Muba Muhammad Fariz, Staf Khusus Bupati Muba Bidang Pemuda dan Olahraga Achmad Haris, Kabag Umum dan Perlengkapan Seprizal, Plt Kabag Humas Yettria, dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putera. (kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Setelah berhasil menyisihkan ratusan peserta asal Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Igo Alamsyah yang akrab dipanggil Igo, asal Kampung 1 Kota Sekayu terpilih mewakili Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada ajang Liga Dangdut Indonesia Indosiar. Demikian disampaikan Ketua Forum Komunikasi Muda-Mudi Muba (FKM3), Ivan Armidani SE dampingi Igo saat Audiensi dengan Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin.

"Tujuan kami beraudiensi pada hari ini yaitu mengharapkan dukungan dari pihak pemerintah baik eksekutif dan legislatif, untuk mendukung Igo pada ajang Liga Dangdut Indonesia yang akan tayang live di Indosiar pada 20 Januari 2020 mendatang, "jelasnya.

Sementara itu Igo mengungkapkan rasa bahagia dan bangga bisa bertemu langsung dengan Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin. Dirinya mengharapkan betul dukungan penuh dari Pemkab Muba melalui komando Bupati Muba. 

"InshaAllah nanti saya akan tampil memberikan yang terbaik, dengan harapan terus bisa membanggakan nama baik Kabupaten Muba. Mohon do'a dan dukungannya. Saya berdua utusan dari Sumsel, satunya lagi perwakikan Kabupaten Muara Enim,"ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Dodi menyambut baik dan mengapresiasi atas keberhasilan putra Kabupaten Muba, Igo terpilih menjadi utusan Sumsel di Lida Dangdut Indosiar 2020.

"Ternyata talenta di Kabupaten Muba ini banyak, para official agar persiapkan Igo dengan maksimal, apa yang bisa dilakukan bentuk dukungan Pemkab Muba akan kita akan suport penuh,"pungkas Dodi.

Dikatakan Dodi, walaupun skill menyanyi yang utama, namun dukungan dalam bentuk sms juga menentukan kemenangan, kalau sms kurang ganas maka bisa saja dikalahkan utusan daerah lain.

"Karena kontes ini diikuti seluruh provinsi di Indonesia, maka dukungan sangat penting. Kita yakin skill dan kapasitas Igo di atas rata-rata. Maka dari itu saya mengajak seluruh warga Muba khususnya dan Jajaran Pemkab Muba untuk dukung Igo dengan cara mengirimkan sms sebanyak-banyaknya,"imbuhnya. (kjs)
Babat Toman, infosekayu.com - Dalam rangka Memperingati HUT yang ke 2 Tahun Desa Persiapan Toman baru Kecamatan Babat Toman Menyelenggarakan Tournament volly ball Batik Jumputan cup 2020, Minggu (12/1/2020).

Kegiatan ini diselenggarakan Oleh perangkat Desa Setempat. Kades plt alex Sander Menyatakan bahwa kegiatan ini sangat positif bagi Muda Mudi kecamatan Babat Toman, karena banyak sekali muda mudi yang berpotensi dalam dalam olahraga ini.

Peserta yang ikut dalam Tournament ini  sangat antusias terbukti dengan banyaknya jumlah peserta  total 50 peserta yang terdiri dari 30 laki laki dan 20 perempuan. 

Untuk Volly putri juara 1 dimenangkan  oleh group Aroma squad klub, dan juara 2 di menangkan oleh sungai Sialang, sedangkan untuk Volly Putra di menangkan ASK (Aroma Squad klub), disusul group Toman baru yang mendapatkan juara ke 2. 

Pertandingan Volly putra ini berlangsung sampai 5 set. Final yang diselenggarakan hari Minggu kemarin dihadiri oleh Sekretaris Camat, Koramil, dan warga Setempat. (kjs)


Sanga Desa, Infosekayu.com  - Polisi Unit Reskrim Polsek Sanga Desa Resor Musi Banyuasin meringkus tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap tetangganya sendiri yang terjadi di Kelurahan Ngulak 1 Kec. Sanga Desa Kab. Muba, Rabu (15/01/2020) sekitar pukul 15.00 wib. 

Pria bernama Aguscik (65) ini lah yang melakukan penganiayaan terhadap korban Samanudi (50) warga Kelurahan Ngulak 1 Kec. Sanga Desa Kab. Muba yang rumah mereka saling berhadapan. 

Penganiayaan ini terjadi didepan rumah korban sendiri."tersangka ini marah karena saat Rabu subuh sekira jam 03.00 wib mendengar ucapan korban yang bercerita kepada orang bahwa istri tersangka pernah disetubuhinya. Sehingga korban harus menjalani perawatan dokter"beber Kapolres Musi Banyuasin AKBP YUDHI SURYA MARKUS PINEM, S.ik melalui Kapolsek Sanga desa IPTU SUVENTRI, SH pada humas. 

Singkat cerita, tersangka emosi saat subuh mendengar cerita korban kepada orang lain tentang istrinya yang pernah tersangka setubuhi, lalu sore harinya tersangka mendatangi korban yang sedang duduk didepan rumahnya sehingga sebilah pisau yang disimpannya dari betis kaki sebelah kiri langsung ditusukan kearah korban dari arah depan sebanyak 3 kali. 

Setelah puas menusuk korban, tersangka langsung sembunyi dirumahnya yang berhadapan dengan rumah korban."Laporan dari keluarga korban langsung kita ditanggapi, tersangka langsung kita jemput dan diamankan guna proses penyelidikan dan penyidikan pihak Kepolisian," pungkas dia. (kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Ada pemandangan yang berbeda kini saat melintasi Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Terlebih kalau melintasi bumi Serasan Sekate ini di malam hari tepat di Tugu Bintang Sekayu tampak ada air mancur yang dihiasi lampu warna warni. 

Tak pelak, destinasi baru wisata warga Sekayu ini menjadi sasaran warga untuk swafoto dan nongkrong di tempat tersebut yang membuat suasana Kota Sekayu bertambah seru dan tentunya indah. 

Wajar saja, sedikitnya di era kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza dua tahun belakangan ada 7 destinasi wisata baru yang telah dikembangkan dan diharapkan bangunan dan fasilitas yang dibangun tersebut dapat kita nikmati dan kita jaga bersama sama tentunya 

"Kalau nongkrong di air mancur warna warni ini serasa di luar negeri," ucap Yongki salah satu warga Sekayu. 

Diakui Yongki, di era kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza begitu pesat pembangunan dan kemajuan wisata yang ada di Muba. "Jadi, sekarang ini di Muba tak kalah dari daerah lain, banyak tempat wisata yang keren," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Akmal, warga Babat Toman ini mengaku takjub dengan pemandangan air mancur warna warni di Sekayu. "Suasana kota Sekayu sekarang jadi ramai dan berwarna dengan adanya air mancur warna warni ini," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza mengajak warga Muba untuk menjaga fasilitas dan sarana prasarana yang sudah dibangun. "Kita jaga sama-sama, jangan ada yang merusak dan mencoret-coret fasum (fasilitas Jmum) yang kita bangun bersama-sama ini," tegasnya.

Lanjutnya, warga yang menikmati pemandangan air mancur warja warni juga dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan jaga kebersihan untuk kenyamanan kita bersama . "Mari kita jaga dan pelihara bersama dan kita nikmati keindahan air mancur warna warni ini," pungkasnya. (Kjs)
Muba, Infosekayu.com - ARDI YANSAH (32), satu dari dua Pelaku Jambret Jum'at (06/12/19) pukul 11.30 wib ini diamankan Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Musi banyuasin  didalam rumahnya dijalan Dusun III, Desa Muara Teladan, Kecamatan Sekayu. 

Pria yang sudah dua kali menjambret ini harus dihadiahi tembakan tearah dan terukur karena berusaha melarikan diri. Senin (13/01/2020) pukul 21.30 wib.

"Tersangka ini kita tangkap dirumahnya, sedangkan rekannya saat melakukan aksi jambret masih DPO dan akan kita kejar"ujar Kapolres Musi Banyuasin AKBP YUDHI SURYA MARKUS PINEM, S.ik.

lanjut dia, sesuai laporan korban SYARIFAHDESNIN MUNAWARAH (37) warga Desa Lumpatan Kec. Sekayu Kab. Muba dalam keterangannya kepada petugas, personil langsung lakukan penyelidikan.

"waktu dijalan aku disenggol wong duo pak, makek sepeda motor CB warna hitam velg merah, uda itu yang dibonceng langsung ngerampas tas aku beirisi Hp merk VIVO 1820 warna fasion black"ujar korban.

Singkat cerita, usai melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap pelaku Ardi Yansah yang berperan sebagai pengemudi dan dari pengakuan  tersangka sehabis menjambret,  keduanya kabur ke arah jalan perumahan AMD Desa Muara Teladan.  Selanjutnya, tersangka masih dalam pemeriksaan dimapolres.

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM- Apresiasi keberhasilan Bupati Muba Dodi Reza terhadap terobosan program peremajaan (replanting) perkebunan sawit diakui dari berbagai pihak. Termasuk salah satunya dari Gabung Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumatera Selatan. 
Terobosan Bupati Muba Dodi Reza dalam melakukan inovasi rencana pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati atau biofuel juga menjadi atensi khusus terhadap keberhasilan peningkatan kesejahteraan petani sawit di tengah lesunnya industri sawit saat ini. "Atas dasar inilah kami merasa sangat tepat mengundang pak Bupati Dodi Reza Alex Noerdin  menjadi narasumber kehormatan pada kegiatan Forum Andalan nantinya," ujar Dewan Pembina GAPKI Sumsel dan Dewan Pengarah Andalan Forum, Harry Hartanto, Rabu (15/1/2020) di sela audiensi bersama Bupati Muba 
Dikatakan, pelaksanaan kegiatan Forum Andalan akan digelar pada 13 Februari di Hotel Harper Palembang mendatang dan akan diikuti sekitar 400 peserta. "Para peserta sendiri nantinya terdiri dari petani sawit, mahasiswa, dan para pemangku kepentingan di bidang perkebunan kelapa sawit," jelasnya.

Lanjutnya, Bupati Muba Dodi Reza bakal jadi pemateri di hari pertama setelah pembukaan bersamaan dengan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Dono Boestami pada sesi materi terkait Pemberdayaan Petani. "Dengan kehadiran pak Bupati Dodi Reza nantinya juga akan memotivasi dan memberikan pencerahan industri kelapa sawit ke depan," terangnya. 
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza menyambut baik atas undangan untuk menjadi narasumber kehormatan pada kegiatan Forum Andalan tersebut. "Ini nantinya akan menjadi diskusi yang mencerahkan," ulasnya.

Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini menambahkan, dirinya tetap akan konsisten dan komitmen dalam pemberdayaan petani kelapa sawit khususnya di Muba. "Terlebih Muba ini mayoritas warganya berpenghasilan dari perkebunan kelapa sawit, jadi kalau soal kelapa sawit saya siap berada di depan," tegasnya. (Kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Penataan reformasi birokrasi yang transparan dan bersih merupakan prioritas Bupati Muba Dodi Reza dalam menjalankan roda pemerintahan di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, hal ini pula ditunjukkan dengan dilakukannya Pencanangan Zona Integritas dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Tentang Koordinasi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Dengan Aparatur Penegak Hukum (APH) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba yang digelar di ruang Auditorium Pemkab Muba, Selasa (14/1/2020).  

"Reformasi birokrasi merupakan langkah penting untuk melakukan penataan sistem penyelenggaraan pemerintahan menjadi lebih efektif, efisien, dan melayani. Nantinya birokrasi yang efektif, efisien, dan melayani tersebut akan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara tepat cepat profesional dan bersih dari praktik KKN," ujar Bupati Muba Dodi Reza.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam beberapa tahun ini telah banyak melakukan perubahan dalam birokrasi. Hal ini dilihat dari indeks reformasi birokrasi dan nilai akuntabilitas kinerja yang terus meningkat. "Perkembangan nilai ini menunjukkan birokrasi Pemerintah Kabupaten Muba semakin efektif, efisien dan berintegritas," urainya.

Lanjutnya, hasil survei reformasi birokrasi terhadap masyarakat juga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan integritas semakin membaik dari tahun ke tahun, dan semakin diakui oleh masyarakat. Hal ini juga dibuktikan dengan diterimanya Penghargaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI selama lima tahun berturut-turut dari tahun 2014, 2015, 2017, 2018, dan 2019, Meraih nilai A pada penilaian penyelenggara pelayanan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

"Kemudian, meraih zona hijau ada penilaian kualitas standar pelayanan publik dari Ombudsman RI, dan dalam penyelenggaraan program pemberantasan korupsi Pemkab Muba memperoleh nilai 95% dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta masih banyak lagi penghargaan lain yang diterima oleh Pemkab Muba. Hal ini menunjukkan komitmen yang tinggi pemerintah dalam mewujudkan good governace dan clean government," terangnya.

Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini menambahkan, melalui pencanangan zona integritas pada 22 Organisasi Perangkat Daerah di kabupaten Muba ini merupakan wujud dari keseriusan Pemkab Muba menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan merupakan langkah besar bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan reformasi birokrasi di Kabupaten Muba. 

"Untuk itu bagi Organisasi Perangkat Daerah yang belum dicanangkan pada hari ini, saya perintahkan agar segera melakukan penataan birokrasi di lingkungannya sehingga pemberantasan korupsi di Kabupaten Muba dapat dilakukan secara masif dan semuanya dapat menunjukkan kinerja yang baik sehingga terbebas dari praktik perbuatan tercela yang dapat mencederai amanah rakyat," jelasnya.

Dikatakan, pencanangan integritas dan penandatanganan perjanjian kerjasama antara pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum bertujuan untuk meningkatkan koordinasi terkait penanganan pengaduan masyarakat serta dalam upaya menangani berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik. hal ini adalah wujud keseriusan dari pemerintah untuk senantiasa melayani masyarakat. "Dan Besar harapan saya agar kegiatan ini bukan hanya bersifat seremonial belaka tapi agar masing-masing Organisasi Perangkat Daerah dapat menjalankannya dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektur Kabupaten Muba Drs Aidil Fitri menjelaskan, tujuan pencanangan zona integritas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba bertujuan untuk mewujudkan komitmen pimpinan dan jajaran dalam menjadikan unit kerja menuju WBK dan WBBM melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Sedangkan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Muba dan Aparat Penegak Hukum dalam hal ini pihak Kejari bertujuan untuk memperkuat sinergisitas kerjasama di antara pihak APIP dengan APH dalam melakukan koordinasi penanganan Laporan atau pengaduan masyarakat yang terindikasi tindak pidana korupsi pada penyelenggaraan pemerintah daerah guna terwujudnya penyelenggaraan pemerintah daerah yang efektif efisien dan akuntabel dalam rangka mewujudkan good governance dan clean government," tuturnya.

Aidil menyebutkan, berdasarkan Permenpan RB Nomor 10 tahun 2019 tentang perubahan atas Permenpan RB nomor 52 tahun 2014 tentang pedoman pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM di lingkungan instansi pemerintah bahwa kriteria pencanangan zona integritas menuju WBK/WBBM adalah mendapatkan predikat minimal dengan pengecualian dari BPK atas opini laporan keuangan untuk predikat WBK dan wajar tanpa pengecualian arti predikat WBBM, sedangkan Pemkab Muba telah mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari BPK berturut-turut sehingga sangat layak untuk diberikan predikat WBK/WBBM.

"Kemudian mendapat nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKiP) minimal B, sedangkan Pemkab Muba telah memenuhi kriteria tersebut dengan nilai SAKIP B. Sehingga berdasarkan kriteria Permenpan RB No.10 tahun 2019 tersebut, maka Pemkab Muba bertekad untuk mewujudkan zona integritas menuju WBK/WBBM," imbuhnya.

"Dapat kami laporkan juga bawa berdasarkan identifikasi internal 22 dari 48 OPD di lingkungan Pemkab Muba telah memiliki dokumen-dokumen yang lengkap terkait persyaratan untuk dilakukan pencanangan zona integritas termasuk salah satunya Kecamatan Sekayu yang memenuhi dokumen untuk pencanangan ZI," tambahnya.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumsel M Adrian Agustiansah SH MHum mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pemkab Muba tersebut, dan merupakan salah satu langkah besar untuk mencangkan zona integritas yang daerah lain belum tentu berani melakukannya. "Mudah-mudahan bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya, semoga menjadi bentuk awal komitmen anti korupsi, dan agar penanaman budaya anti korupsi dapat dilaksanakan dari segala kegiatan," pungkasnya. (Kjs)