Top News

Sekayu, Infosekayu.com-  Bupati Musi Banyuasin, Dr.H. Dodi Reza Alex Noerdin menyebut memakai masker saat keluar rumah adalah sumbangsih terkecil  kita untuk mencegah penularan virus corona. Dirinya mewajibkan semua orang yang keluar rumah agar memakai masker. Sedangkan untuk wilayah perkantoran Pemkab Muba, sejak Senin 6 Kemaren  ditetapkan sebagai wilayah wajib masker. Untuk menguatkan seruan ini, Senin sore 6 April 2020 Dodi Reza langsung membagikan masker kepada warga di depan rumah dinas Bupati Muba. Ikut membagikan masker Ketua TP PKK Muba Thia Yufada didampingi Plt Kadis Dagprin, Azizah,Kadinkes dr Azmi dan Kadin Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga.

"Secara nasional memang sudah diserukan adanya masker for all. Di Bumi Serasan Sekate kita sebut Gerakan Masker Muba. Tidak hanya melindungi  sesama warga dengan mewajibkan semua warga Muba memakai masker saat keluar rumah, namun  juga untuk membantu ekonomi masyarakat. Sudah 20 an penjahit Muba yang dilibatkan pembuatan 10 ribu masker yang akan dibagikan secara gratis. Target saya 1 juta masker untuk semua warga Muba," jelas Dodi di sela pembagian masker gratis kepada pengguna jalan di depan rumah dinas Bupati, Senin, (6/4/2020).

Pembuatan masker untuk Masker Muba dieksekusi oleh Dagprin Muba bekerja sama dengan PKK Muba. Thia Yufada, Ketua TP PKK Muba akan memperluas wilayah produksi dan penyebaran masker. 

"Kami saat ini target 1000 masker sehari. Namun karena kita tak pernah tahu kondisi  terkait wabah virus Corona, maka kami akan tingkatkan produksinya melalui kerjasama dengan BUMDes yang ada di Muba. Termasuk para penjahit juga akan melibatkan mereka yang ada di 15  kecamatan di Muba. Kita harus cepat  mengingat masker kain kini juga mulai diproduksi secara mandiri oleh sejumlah tempat yang memicu langkanya bahan kain, " terang Thia. 

Sebelumnya Dodi dan Thia sudah membagikan masker gratis kepada sejumlah warga mulai pelaku usaha, warga kurang mampu dan tenaga medis. 

"Kita sengaja bagikan masker kain karena masker bedah memang diperuntukkan bagi tenaga medis. Selain tentu saja kini harganya tak terjangkau masyarakat. Dan ini sumbangsih terkecil kita untuk corona," jelas dia. 

Namun, Gerakan Masker Muba entah hanya sumbangsih terkecil  Muba buat corona, yang jelas Muba telah bertindak sesuai keputusan Pemerintah Pusat khususnya Gugus Pencegahan Covid19. Seperti disebutkan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto bahwa pemerintah menjalankan program 'masker untuk semua' per 5 April 2020 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dan Muba lewat #Masker Muba telah memproduksi sendiri dengan melibatkan penjahit lokal dan membagikanya secara gratis kepada warga.

"Semua warga kita harapkan dan diharuskan  menggunakan masker kain . Masker bedah/ medis dan masker N95 hanya untuk petugas kesehatan. Gunakan masker kain, Ini menjadi penting karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala didapatkan di luar," tegasnya. (Kjs)
SEKAYU- Tenaga kesehatan (Nakes) atau medis menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19 atau Virus Corona ini. Meski saat ini Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin sudah memfasilitasi kelengkapan Alat Pelindungi Diri (APD) kepada tenaga medis di Muba. 

Namun, tim penggerak PKK juga memiliki peran aktif dalam mensosialisasikan kesehatan keluarga. Salah satunya turut aktif dalam mencegah meluasnya penyebaran virus Corona, yang saat ini menjadi pandemi di tengah masyarakat.

kali ini, TP PKK Muba yang diketuai Thia Yufada Dodi Reza tergerak untuk melengkapi APD tenaga medis di Muba dengan cara membuat face shield (pelindung muka). 

"Kami manfaatkan barang-barang sederhana untuk pembuatan pelindung muka ini untuk melindungi tenaga medis di Muba untuk beraktifitas di puskesmas seluruh wilayah Muba," ungkap Wanita Inspiratif Sumsel tersebut.

Dikatakan Thia, adapun peralatan yang digunakan untuk pembuatan face shield oleh TP PKK Muba yakni diantaranya menggunakan plastik mika, tali karet, busa, penggaris, pembolong kertas, lem, staples, benang jahit, gunting, dan amplas. 

"Face sheil ini akan di sebar ke 28 Puskesmas di Muba untuk dipakai oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas, semoga bermanfaat dan tetap semangat bagi rekan rekan medis dan paramedis," tuturnya.

Sementara, kepala Dinas Kesehatan dr Azmi Dariusmansyah MARS dalam kesempatan ini, mengapresiasi Tim Penggerak PKK Musi Banyuasin yang memiliki peran aktif  mendukung dan membantu Pemkab Muba dalam pencegahan penularan virus Corona atau Covid-19 di wilayah Muba.

"Yang pastinya upaya yang dilakukan oleh tim penggerak PKK Muba ini sangat membantu sekali upaya kita dalam mengatasi Pandemi covid-19 ini. Dan kami dari jajaran dinas kesehatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih kepada ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza berserta anggotan TP PKK atas dedikasinya,"tutupnya, Senin (6/4/2020) di Guest House.

Terpisah, Leli salah satu Nakes di Puskesmas Lais, mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Muba yang telah mendistribusikan face shield untuk melengkapi APD dalam bertugas sehari-hari.

"Terima kasih kepada ibu Thia dan TP PKK Muba yang telah membuatkan kami face shield, ini sangat berguna dan bermanfaat terlebih di tengah wabah Covid-19 ini," pungkasnya. (Kjs) 
SEKAYU- Bupati Musi Banyuasin Dr.H. Dodi Reza Alex Noerdin tak mau warganya susah. Ia justru mengajak para penjahit di Muba untuk berkontribusi atasi pencegahan penyebaran wabah virus Corona melalui pembuatan masker kain.Alasannya, masker medis makin langka dan harganya juga mahal kalaupun ada di pasaran.  Penjahit lokal ini sengaja dilibatkan di tengah wabah Covid-19 atau virus corona, melalui Program Gerakan Masker Muba. Gerakan ini memiliki beberapa tujuan yaitu menyediakan masker kain untuk mencegah menyebarnya percikan liur atau biasa disebut droplets sembari melakukan pemberdayaan para penjahit yang kini kesulitan mencari nafkah akibat pesanan jahitan menurun drastis dampak dari wabah corona ini.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba bersama Dekranasda Muba mengupayakan pelibatan para penjahit Muba untuk membuat 10 ribu masker kain. Masker ini akan dibagikan secara gratis untuk warga Muba.

"Masker ini berbahan kain dan dibuat oleh penjahit di Muba yang difasilitasi Disdagperin serta Dekranasda Muba. Dalam waktu dekat akan kita luncurkan Gerakan Masker Muba yang merupakan turunan dari Masker World di dunia," ungkap Dodi yang juga Ketua KADIN Sumsel tersebut. 

Dijelaskan, bahwa masker-masker yang sekarang ini digunakan merupakan masker medis untuk melindungi yang sakit dan para tenaga medis, yang dapat membentengi diri hingga tidak akan penyebabkan  penularan. 

"Nah yang tidak ada gejala sakit, yang kondisinya sehat kita himbau dengan Gerakan Masker Muba. Mereka dihimbau tidak mencari dan membeli masker medis, masker tersebut sangat mahal dan lebih dibutuhkan oleh fasilitas-fasilitas kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas.  Masker medis ini sekali pakai langsung buang. Makanya bagi yang sehat saya gerakkan memakai masker kain yang bisa dicuci sehingga bisa dipakai berkali- kali. Sekaligus kita  berdayakan UMKM khususnya para penjahit di Sekayu untuk memproduksi masker kain ini, agar membantu sumber pendapatannya,” bebernya. 

Dodi sadar wabah virus corona juga berdampak pada pendapatan pedagang kecil, sektor informal termasuk penjahit. "Langkah ini sekalian  membantu sosial ekonomi para penjahit. Kita rinci,  pembuat masker kain mendapat Rp3.500 per masker untuk ongkos kerja. Ke depan bila memungkinkan ongkosnya kita naikkan menjadi Rp5.000 untuk 1 masker. Ini bisa dipakai berkali-kali," terangnya. 

Dodi berkeyakinan, Gerakan Masker Muba  dapat membantu memutus penyebaran virus corona. "Bahwasanya beberapa waktu lalu, muncul pendapat jika yang sehat tidak perlu memakai masker. Namun seiring informasi yg lebih maju, sekarang orang yang terpapar virus pun terkadang tidak merasakan gejala sakit apapun. Tidak ada jaminan bahwa orang yang merasa sehat berarti tidak membawa virus. Maka sebaiknya siapapun yg merasa sehat tetap memakai masker kain saat keluar rumah, untuk mencegah percikan liurnya mengenai orang lain. Tentu ini bisa sukses jika semua orang melakukan hal yang sama. inilah yang mendasari Gerakan Masker Muba. Hanya jika kita semua bersama2 melakukannya maka usaha menyetop penyebaran virus ini bisa berhasil.

Ketua Dekranasda Muba, Thia Yufada menyebutkan, akan berperan maksimal untuk gerakan masker Muba. "Ini langkah konkrit dan gerakan nyata untuk meminimalisir serta mencegah penularan covid-19," kata Thia.

Wanita Inspiratif Sumsel ini menambahkan gerakan masker Muba ini juga dapat meringankan beban UMKM khususnya penjahit di Muba yang saat ini terdampak akibat wabah covid-19. "Semoga gerakan masker Muba ini bermanfaat untuk warga Muba, serta warga Muba terhindar dari wabah Covid-19," harapnya.

 Plt Kadisdagperin, Azizah SSos MT mengatakan, saat ini sudah ada puluhan penjahit yang mendapat order 10.000 masker tahap pertama.

"Tahap pertama 10 ribu buah akan dibagikan gratis untuk masyarakat Muba. Masker kain digunakan bagi masyarakat yang sehat, tujuannya untuk back-up kelangkaan masker medis," urainya. (Kjs)
SEKAYU- Meski saat ini aktifitas roda pemerintah dibatasi akibat dampak dari wabah Covid-19 atau virus corona, namun jajaran eksekutif dan legislatif di Kabupaten Musi Banyuasin tetap memaksimalkan proses roda pemerintahan dan pelayanan publik untuk warga Muba. 

Dengan fasilitas kecanggihan teknologi, Senin (6/4/2020) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama DPRD Muba tetap akan melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Penjelasan Raperda Inisiatif Pemkab Muba serta Penyampaian Penjelasan Raperda Prakarsa DPRD. 

"Nantinya anggota dewan yang hadir secara fisik hanya untuk memenuhi kuorum rapat, dan wajib kita jalankan sesuai dengan protokol kesehatan, sisanya anggota dewan tetap mengikuti paripurna melalui aplikasi zoom clouds meeting yang telah dipersiapkan bersama dengan tim Dinas Komunikasi dan Informatika Muba ," ungkap Sekretaris DPRD Muba, Thabrani.

Lanjutnya, sesuai protokol kesehatan dan waspada Covid-19 keberadaan anggota dewan yang secara fisik akan diberi jarak satu meter serta menggunakan APD terutama masker. "Berjalannya rapat nanti akan tetap memprioritaskan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19," terangnya.

Kemudian, untuk anggota dewan yang tidak hadir atau mengikuti jalannya rapat menggunakan aplikasi akan diberikan user ID serta pasword untuk bisa mengakses aplikasi zoom cloud meeting yang telah dipersiapkan 

"Untuk anggota dewan yang tidak hadir secara fisik dan OPD silakan mengikuti secara online melalui aplikasi Zoom Clouds Meeting. Akan kami bagikan ID meeting dan Passwordnya," jelas Thabrani.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadinkominfo) Muba, Herryandi Sinulingga AP menerangkan, dengan menggunakan aplikasi zoom clouds meeting yang tren saat ini kita gunakan tujuanya agar proses rapat paripurna nantinya tetap berjalan seperti biasanya, hanya saja yang membedakan dilakukan secara online sebagian orang  tanpa kehadiran fisik. 

"Aplikasi ini nantinya akan digunakan oleh jajaran eksekutif dan legislatif di masing-masing tempat tanpa hadir secara fisik, nanti akan diberikan user ID serta pasword agar bisa mengakses aplikasi tersebut dan mengikuti proses rapat," secara live ulasnya.

Dijelaskan, zoom adalah aplikasi komunikasi video dengan platform cloud yang mudah dan andal untuk konferensi video dan audio, kolaborasi, obrolan, dan webinar di seluruh perangkat seluler, desktop, telepon, dan sistem ruang.

" Dan bagi Masyarakat Muba dan Rekan media serta organisasi kemasyarakatan lainya juga nantinya akan disiapkan tayangan secara streaming, yang dapat menyaksikan secara live di kanal sosial media yang kita siapkan sehingga  pelaksanaan rapat paripurna tersebut tetap bisa dijangkau dan dan disaksikan warga Musi Banyuasin", pungkasnya .kjs
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM -  Antisipasi penularan wabah Covid-19 atau virus Corona di Kabupaten Musi Banyuasin terus di intensifkan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin. Setelah melakukan Rapid test secara mandiri dengan menyediakan kuota Seribu Rapid tes, kini Bupati Muba Dodi Reza mengalih fungsikan gedung Eks Akademi Perawat (Akper) Pemkab Muba menjadi RS Darurat layanan Covid-19 dalam rangka percepatan persiapan antisipasi lonjakan kasus infeksi di Muba.

Dalam kesempatan meninjau RS Darurat Penanganan  Covid-19 Muba (Eks Akper Pemkab Muba), Kamis (2/4/2020) pagi Bupati Muba Dodi Reza yang diwakili Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi menyebutkan, dengan memanfaatkan gedung Eks Akper Pemkab Muba sebagai upaya kita untuk mengantisipasi lonjakan ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) Covid-19 di Muba.

"Ruang RS Darurat  Penangganan Covid-19 yang memanfaatkan eks gedung Akper Pemkab Muba  ini letaknya terpisah dari gedung RSUD Sekayu, ini tujuannya untuk meminimalisir penularan bagi pasien lainnya dan apabila ada lonjakan pasien yang statusnya ODP Atau PDP berdasarkan Klasifikasinya dan ini benar-benar safety sesuai komitmen pak Bupati Dodi Reza untuk terus kita berusaha maksimal dalam rangka meminimalisir penularan Covid-19," di Bumi Serasan Sekate ungkap Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi.

Dikatakan Apriyadi, saat ini tercatat ada sebanyak 154 ODP dan 2 PDP di Muba. "Jadi upaya pencegahan penangganan Covid-19 dan antisipasinya. Kita telah memikirkan untuk mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk menghadapi situasi apapun yang akan terjadi akibat lonjakan ODP maupun PDP di Muba .  Upaya ini  terus digencarkan bersama sesuai protokol Kesehatan tentunya, hingga saat ini Alhamdulillah Muba belum ada yang tercatat Positif Covid-19 masih zero Covid-19", bebernya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba menerangkan, 
fasilitas yang disiapkan di Ruang RS Darurat layanan Covid-19 yang memanfaatkan gedung Eks Akper Pemkab Muba yakni diantaranya menyiapkan tempat screening Covid-19 yang terpisah dengan layanan polikilinik atau IGD RSUD Sekayu serta menyiapkan 4 kamar isolasi dengan fasilitas mesin ventilator dan 30 Tempat Tidur Pasien PDP sehingga total 34 Tempat Tidur tersedia untuk RS Darurat Layanan Covid-19.

 "Langkah ini dilakukan untuk  mencegah terjadinya kontak dengan pasien lain, sehingga pasien non Covid-19 yang berobat di RSUD sekayu terlindungi dari bahaya penularan pandemi Covid-19  yang sedang mewabah", terangnya.

Intinya Pemkab Muba serius dalam melakukan  penangganan wabah Covid-19 agar masyarakat Muba terhindar dari wabah Covid-19 .

 "Selain itu juga menyediakan 8 kamar mess bagi tenaga medis agar bisa beristirahat sehingga  bisa fokus  jika nanti ada pasien positif Covid-19," pungkasnya. (kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyerukan Gerakan Kemanusiaan untuk membantu mengatasi dampak dari Corona Virus Diseas 2019 (COVID-19). Hal Ini disampaikan Ketua PMI Muba Beni Hernedi dalam Rapat Koordinasi PMI Muba, rabu (1/4) di Pendopoan Rumah Dinas Wakil Bupati Muba.

"Semua pihak harus gotong royong dan menjadikan penanganan COVID-19 ini sebagai suatu gerakan kemanusiaan bersama. Kita harus saling membantu mereka yang mampu diharapkan bantu yang tidak mampu termasuk warga yang lanjut usia ataupun yang rentan terserang COVID-19", jelas Beni.

Beni juga menginstruksikan kepada seluruh pengurus PMI baik ditingkat kabupaten maupun di tingkat kecamatan serta relawan PMI untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba dalam melakukan percepatan penanganan COVID-19 di Muba.

"Dengan berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dan kesukarelaan kita bantu pemerintah khususnya dalam menggalang donasi kemanusian untuk membantu warga yang tidak mampu yang terdampak COVID-19. Termasuk kepada ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang saat ini sedang dalam masa isolasi diri", kata Beni.

Hasil Donasi akan digunakan untuk membantu paket sembako dan APD bagi warga yang tidak mampu, usia lanjut dan rentan terkena virus serta ODP. PMI Muba akan memprioritaskan hal tersebut dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan yang telah terhimpun.

"Hari ini saya juga mengumumkan secara resmi dibukanya Posko Informasi dan Bantuan Kemanusiaan Dampak COVID-19 PMI Muba di pendopoan Wabup ini. Posko ini akan menjadi tempat penerimaan bantuan dan penyampaian informasi tentang COVID-19. Posko ini juga akan menjadi tempat aktivitas relawan PMI bekerjasama dengan pihak terkait dalam memproduksi disinfektan yang sesuai standar dinas kesehatan", ujar Beni.

Terkait dengan pendistribusian disinfektan, Beni mengatakan akan memberikan layanan antar ke warga yang akan difasilitasi relawan PMI Muba sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan ditempat fasilitas umum dan melakukan edukasi kesehatan kepada warga khususnya di desa/kelurahan yang tingkat ODP-nya tinggi pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Azmi Dariusmansyah menjelaskan perhari ini di Kabupaten Muba terdapat sebanyak 150 ODP. Sedangkan PDP terdapat sebanyak 2 orang berada di rumah sakit. "Saya apresiasi gerakan kemanusiaan yang diserukan PMI Muba dengan adanya aksi kemanusiaan ini tentu diharapkan adanya sinergitas antar PMI Muba dengan Pemkab Muba khususnya Dinas Kesehatan dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Muba".

Sedangkan Kepala BPBD Muba Indita Purnama mengatakan bahwa Pemerintah Pusat telah menetapkan Bencana Nasional Wabah COVID-19. Sedangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah meningkatkan status menjadi tanggap darurat di Sumsel. "Ini menjadi tugas kita bersama dalam menangani tanggap darurat bencana non alam dikarenakan wabah COVID-19 dan kami selaku Gugus Tugas mengucapkan terima kasih atas adanya dukungan dari PMI Muba dan kedepan kami akan selalu melibatkan PMI Muba dalam penanganan COVID-19", jelas Indita.

Rapat koordinasi ini selain diikuti jajaran pengurus PMI Kabupaten Muba dihadiri juga unsur Perangkat Daerah terkait antara lain Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Pengurus PMI Kecamatan yang mengikuti secara online melalui video conference. (Kjs)
Jakarta, Infosekayu.com -  Presiden Joko Widodo hari ini kembali mengumumkan langkah yang diambil pemerintah untuk menangani dampak yang ditimbulkan dari wabah Covid19. Salah satunya adalah membebaskan kewajiban pembayaran tarif listrik, alias gratis.

Jokowi mengatakan, pemerintah menetapkan pelanggan listrik di golongan 450 VA akan digratiskan. Jumlah pelanggan listrik ini diperkirakan mencapai 24 juta pelanggan.

"Tentang tarif listrik, perlu saya sampaikan untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan," tuturnya dalam konferensi pers melalui virtual, Selasa (30/3/2020).

Pembebasan tarif listrik untuk golongan pelanggan 450 VA itu hanya berlaku untuk periode April, Mei hingga Juni 2020.

Selain itu pemerintah juga memberikan relaksasi untuk pelanggan 900 VA. Golongan itu akan diberikan diskon tarif sebesar 50% dengan masa pemberlakuan yang sama.

"Sedangkan pelanggan 900 VA jumlahnya 7 juta pelanggan akan didiskon 50%. Artinya bayar separuh untuk April, Mei dan Juni 2020," tuturnya. (Kjs)

SEKAYU-, - Siswa belajar di rumah bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Musi Banyuasin ( Muba) diperpanjang hingga 13 April mendatang. Langkah ini diambil demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Muba. Perpanjangan masa belajar di rumah ini dilakukan secara serius oleh sejumlah sekolah di Muba. Sesuai himbauan Bupati Musi Banyuasin, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin langkah belajar di rumah bagi siswa semata demi keselamatan dan kesehatan siswa ajar. 

Untuk sistem pembelajaran para siswa, Pemkab Muba melalui Disdikbud memberikan kebebasan kepada sekolah sesuai situasi dan kondisi siswa ajar dan wilayah.
" Hingga saat ini kita ambil kebijakan sesuai Edaran Kemendikbud, Tim Gugus Tugas dan arahan Bupati Muba, siswa belajar di rumah dan masuk sekolah lagi pada Senin, 13 April mendatang. Ini keuputusan sampai saat ini dan akan diperbarui sesuai kondisi," terang Kadisdikbud Muba, Musni Wijaya, Senin, (30/03/2020).

Dirinya juga memberikan kebebasan untuk sistem pembelajaran siswa. " Kita utamakan materi belajar tentang apa itu virus corona, bagaimana sifatnya, hingga pola pencegahan. Selain tugas rutin pelajaran semisal matematika dan lainnya, siswa juga diberi pengertian sekaligus sosialisasi Covid-19," tambah Musni.

Anjuran dan kebebasan sistem pembelajaran ini terbukti diikuti sejumlah sekolah di Muba. Ada yang melakukan sistem belajar dengan video conference, sistem grup WhatsApp sekolah dan ada yang melalui pesan singkat dan media sosial lainnya. 

Inan, siswi SLTP 6 Sekayu, tetap mengikuti pelajaran dengan sistem pembelajaran jarak jauh ( PJJ). 
"Caranya, kami terhubung lewat grup WhatsApp sekolah. Guru mengabsen sesuai pelajaran setiap harinya. Kami diberi tugas dan mengerjakan soal di buku tulis. Selanjutnya difoto dan hasil jawaban atau tugas itu kami kirimkan kepada guru kelas," jelas dia saat ditemui sedang belajar di depan laptop, Senin.

Cara tersebut menurutnya nyaman dan tidak masalah. "Hanya kurang biasa saja. Juga tidak seseru bejalar di kelas. Tapi kita kan ikut anjuran Pemkab Muba lewat Dikbud Muba. Begitu kata guru kami," tambah dia. 

Di SD IT Anuriyah, Sekayu sistem serupa juga dilakukan. Siswa diberi tugas dan diharuskan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Hanya saja, PJJ di SDIT tidak seketat di tingkat SLTP. 

"Bun, semoga anak-anak  tetap mengikuti kelas online. Walau telat ngumpul. Ikuti saja kelasnya agar anak-anak tidak telat materinya. Jadi seandainya nanti ujian kenaikan diambil dr portofolio anak, guru-guru ada bukti tugas anak-anak," tulis seorang guru dalam WA Grup sekolah pada Jumat lalu. 

Sedangkan untuk tugas ketrampilan atau prakarya, sejumlah sekolah menerapkan sistem kerjasama PJJ secara jujur dan terbuka. 
"Kami diberi tugas membuat video, poster dan ajakan sosialisasi pencegahan Covid19. Nah sejak proses awal, setengah jadi hingga rampung kami abadikan. Semua urutan kerja kami posting kepada guru. Jadi bukan hanya hasil yang dinilai tapi metode, keaslian dan kejujuran mengerjakan tugas sepertinya ikut dinilai," terang Rani, Senin kemarin. (Kjs)