Articles by "Info Sekayu"
Tampilkan postingan dengan label Info Sekayu. Tampilkan semua postingan
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Operasional pabrik aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang akan berjalan pada Oktober 2020 mendatang dan menjadi pabrik pertama di Indonesia menjadi mimpi yang terwujud bagi petani karet rakyat. 

Dalam kesempatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-64 Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (28/9/2020) dihadapan Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengusulkan agar pembangunan jalan provinsi bisa memanfaatkan atau menggunakan aspal karet di Muba. 

"Kami mengusulkan kepada pak Gubernur agar pembangunan jalan provinsi bisa menggunakan aspal karet di Muba," ucapnya. 

Pabrik aspal karet di Muba nantinya diproyeksi dapat menyerap 25 ribu ton karet pertahun dari petani rakyat yang tidak hanya di Muba tetapi juga di Sumsel. 

"Sedikitnya akan ada sebanyak 25 ribu ton pertahun karet petani yang nantinya dapat terserap oleh keberadaan pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi," terangnya. 

"Untuk alat operasional di support oleh pihak Pusat Penelitian Karet, sambil menunggu operasional berjalan Pusat Penelitian Karet juga akan melatih petani karet di Muba," tambahnya. 

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi realisasi pabril aspal karet di Muba yang merupakan inovasi nyata dalam upaya meningkatkan harga karet di kalangan petani rakyat.

"Ini inovasi yang sangat baik sekali, semoga nantinya implementasi sangat berdampak positif kepada perekonomian warga Muba khususnya petani karet rakyat," tandasnya.

MAKASSAR, INFOSEKAYU.COM - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, saat ini bukan hanya orang yang dalam pengawasan atau (ODP), tetapi sekarang ada juga yang disebut Provinsi Dalam Pengawasan (PDP).

“Saya bersama Menteri Kesehatan dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ditugasi Presiden Joko Widodo, untuk melakukan pengawasan pada empat provinsi yaitu Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Pengawasan perlu dilakukan karena kasus penularan di keempat provinsi itu tergolong tinggi,” ujar Muhadjir dalam keterangannya, Minggu (7/6/2020).

Ia pun mengapresiasi langkah yang ditempuh Provinsi Sulsel yang melibatkan para ahli dalam mengendalikan penyebaran covid-19. Pelibatan banyak pihak membuat pemerintah provinsi akan bisa menekan angka penularan.

“Saya hanya ingin meminta agar di samping melibatkan ahli epidemiologi juga bisa dilibatkan pakar sosiologi, psikologi, ekonomi agar kita lebih tepat dalam mengambil keputusan,” kata Muhadjir.

 Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menjelaskan, ada empat wilayah yang angka kasus dan penularannya tinggi di Sulsel yaitu Makassar, Gowa, Maros, dan Luwu Timur. Pemerintah provinsi melakukan intervensi yang maksimal dengan melakukan testing masif, membentuk wisata covid, dan peningkatan fasilitas kesehatan.

“Kami memperbanyak laboratorium dari tiga menjadi tujuh, sehingga jumlah testing bisa mencapai 800 spesimen per hari. Wisata covid-19 selain dimaksudkan untuk melakukan edukasi, juga menyediakan hotel sebagai tempat karantina,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, hasil intervensi yang dilakukan sangat menggembirakan. Tingkat penularan yang terjadi di Sulsel bisa ditekan menjadi 0,95. Sekarang yang dilakukan adalah mempertahankan kondisi yang mulai membaik.

Ditempat yang sama, Menkes Terawan Agus Putranto memberikan penghargaan terhadap upaya yang dilakukan pemerintah provinsi Sulsel, untuk menekan angka penularan covid-19. Ia hanya berpesan agar kepada mereka yang sembuh diambil plasma konvalense untuk diberikan kepada mereka yang masih dirawat di rumah sakit.

“Hari ini saya membawa 18 bag plasma konvalense dari mereka yang sembuh di Jakarta. Saya berharap warga Sulsel dan daerah lainnya untuk mau juga menyumbangkan plasmanya. Inilah bentuk nyata dari gotong royong,” kata Menkes Terawan.

Lalu, Ketua Gugus Tugas Doni Monardo meminta hasil baik yang telah dicapai Sulsel terus dipertahankan. Kuncinya, adalah disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

“Kita harus sadar bahwa virus ini akan lama ada di tengah kita. Mari kita disiplin agar kita bisa terhindar dari virus dan bisa melanjutkan kehidupan yang produktif,” kata Doni.

Menurut Doni, Gugus Tugas sangat memperhatikan soal kehidupan masyarakat, di samping juga kesehatannya. Sekarang ini 102 kabupaten/kota yang diberikan kesempatan untuk menjalankan masyarakat produktif dan aman covid-19. Selain itu ada sembilan sektor yang boleh kembali melakukan kegiatan yakni pertambangan, perminyakan, industri manufaktur, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, logistik, dan transportasi barang.

“Gugus Tugas akan segera mengumumkan kabupaten/kota yang berada di zona kuning untuk menjalankan masyarakat produktif dan aman covid-19,” tutup Doni. (Kjs)

Sekayu, Infosekayu.com – Masyarakat prumnas kelurahan Blok D Rt.10 kelurahan Balai Agung kecamatan Sekayu kabupaten Musi Banyuasin sempat gempar, Minggu (12/04/20) pasalnya ada karyawan (sales) alat kelengkap rumah Tangga (alat kelengkapan dapur) yang datang dari daerah zone merah covid 19 Prabumulih, OI, dan Palembang, para karyawan ini mengontrak sebuah rumah di perumnas Blok D Rt. 10 kelurahan Balai Agung.s

Seperti dilansir tribunnews1.com Kedatangan para sales ini tadi malam (11/04/20) sebanyak 4 orang dari daerah prabumulih, sebelumnya di kontrakan tersebut sudah ada 14 orang yang sudah lama mengontrak.

Kedatangan 4 orang ini membuat suasana masyarakat di perumnas menjadi heboh dan ketakutan , karna yang datang ini orang dari daerah prabumulih yang sudah mendapat zone merah covid 19.

Is warga prumnas mengatakan, kedatangan pekerja sales ini ke prumnas tidak melapor pada RT setempat ,dan mereka langsung melakukan aktivitas sebagai sales, kami minta mereka di isolasi dan di lakukan rapid tes dulu serta mereka agar di karangtinakan dulu. kami warga di sini takut adanya penyebaran virus corona.

Adanya kabar tersebut lurah Balai Agung Mulyadi langsung turun ke lokasi dan langsung memintah pada tim kesehatan turun ke lokasi untuk mengantisipasi warga pendatang.

Dengan adanya kedatangan warga tersebut warga langsung melakukan penyeprotan cair disinfektan di kontrakan dan rumah di sekitar kontrakan untuk pencegahan penularan virud corona..

Petugas yang turun ke lokasi untuk mengantipasi warga pendatang dari Polres, Puskemas Balai Agung. (Kjs)

Sekayu, Muba- Tidak hanya berhasil menuntaskan percepatan pembangunan infrastruktur secara merata, namun Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, mampu mendongkrak potensi wisata dan menghidupkan keaeifan lokal  Bumi Serasan Sekate. Publik dibuat melek dua tahun belakangan seiring produk  kain Jumputan Gambo Muba yang sudah dikenal hingga ke mancanegara. 

 Sedikitnya ada 8 destinasi wisata yang diangkat ke permukaan oleh Bupati Muba Dodi Reza melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata hingga menjadi destinasi favorit baik oleh warga Muba hingga di luar Muba. 

Dalam kesempatan menghadiri dan membuka kegiatan Reuni Akbar dan Malam Inagurasi Kuyung Kupek Muba (IKKM) Tahun 2019 di Grand Atyasa Convention Center Palembang, Jumat (6/3/2020) malam, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin meminta agar IKKM Muba menjadi brand ambassador dan menjadi endorse pariwisata serta produk-produk lokal yang dimiliki di Kabupaten Muba. 

"IKKM juga punya tanggung jawab untuk mengangkat potensi pariwisata dan produk di Muba, ini yang harus digencarkan lagi ke depan oleh IKKM Muba," ucap Dodi. 

Menurut Dodi, upaya Dispopar Muba menggencarkan potensi pariwisata di Muba sudah on the track. "Apalagi Muba juga dikenal sebagai daerah yang punya potensi sport tourism, jadi benar-benar balance apa yang sudah dilakukan Dispopar ini," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Ikatan Kuyung Kupek Muba (IKKM), Aria Tabrani dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kapada Bupati Muba Dodi Reza beserta jajaran Pemkab yang telah hadir.  

Dikatakan, IKKM siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Muba maju berjaya tahun 2022. Pada kesempatan ini juga dia mengaku bangga kepada Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin atas pencapaian pencapaian yang telah diraihnya.

IKKM berharap kepada Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin agar terus berkarya dan bersinergi untuk Muba. "Acara reuni yang menghadirkan lintas angkatan ini menjadi kali pertama dilakukan. Kegiatan ini kami harapkan semakin mempererat silahturahim Kuyung Kupek Muba," ungkapnya.

Plt kepala Dispopar Muba Muhammad Fariz SSTP MM menyampaikan bahwa Dispopar bersama IKKM akan terus berkontribusi aktif dalam pariwisata demi kemajuan kabupaten Muba.

"Perlu kami laporkan pak Bupati Dodi, sejak berdirinya Kuyung Kupek pada tahun 2009 sampai tahun 2019, Dispopar Muba telah melahirkan Kuyung Kupek yang berkualitas dan siap mempromosikan wisata kabupaten Muba akan bertambah maju kedepannya," ungkap Faris.

Dalam acara ini, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin juga menyerahkan langsung penghargaan pada Tokoh Inspirasi yang dipersembahkan oleh IKKM dan Dispopar Kabupaten Muba, diantaranya kepada Wanita Menginspirasi Kaum Muda yaitu Ketua TP – PKK Muba Thia Yufada. Tokoh Politik Wanita Meng-inspirasi Kaum Muda Susi Imelda Beni (Anggota DPRD Sumsel).

Selanjutnya, penghargaan diserahkan kepada Tokoh Inspirasi yang peduli terhadap pembinaan kepemudaan, olahraga dan pariwisata di Kabupaten Muba, Sugondo (Ketua DPRD Muba) dan seluruh Anggota DPRD Muba. Tokoh Inspirasi dalam Pencegahan Bahaya Narkoba bagi Kaum Muda AKBP. Yudhi Surya Markus Pinem, SIK (kapolres Muba). 

Tokoh Inspirasi dalam Bela Negara Kaum Muda Dandim 0401 Letkol. ARM. Muh. Syaifudin Khoiruzzamani, S.Sos.,Tokoh Inspirasi dalam Peningkatan Sadar Hukum bagi Kaum Muda Kajari Muba Suyanto, SH.,MH, tokoh menginspirasi dalam sistem Peradilan bagi Kaum Muda ketua PN Sekayu Hendra Halomoan, SH, MH., tokoh menginspirasi dalam sistem Peradilan Agama bagi Kaum Muda Ketua PA Sekayu Saifullah Azhari, S.Ag, Kuyung Inspirasi (Rano), Kupek Inspirasi (Tiara), tokoh Inspirasi yang peduli terhadap pembinaan kepemudaan, olahraga dan pariwisata di Muba Firman Akbar (Ketua Komisi IV DPRD Muba) dan seluruh Anggota Komisi IV DPRD Muba.
Muba, Infosekayu.com  - Bejat, ARMAN (41) warga Talang Care Dusun I Desa Bandar Jaya Kec. Sekayu Kab. Muba, ditangkap Polisi Sektor Sekayu karena diduga telah menyetubuhi Anak Kandungnya sendiri sebut Saja AN (18) hingga Hamil, Senin (24/02/2020). 

Kapolres Musi Banyuasin AKBP YUDHI SURYA MARKUS PINEM, S.ik melalui Kapolsek Sekayu IPTU HERI SUPRIANTO, SH mengatakan, bahwa tersangka yang merupakan orang tua kandung dari korban telah menyetubuhi lebih dari satu tahun Sejak Tahun 2018 sampai dengan bulan Februari 2020. 

Tersangka leluasa melakukannya tersebut disaat tengah malam dan istrinya sedang tidur. "Tahun lalu, ketika merantau dimuara Enim juga hamil dan anaknya tidak tau kemana.

Setelah pindah ke Sekayu hal tersebut diulang kembali oleh tersangka hingga anaknya hamil dua bulan, sedangkan istrinya saat sedang hamil tua", Beber heri Via handphone Selasa (25/02/2020). 

Awalnya, korban menolak saat ayahnya yang saat ini menjadi tersangka mengajak berhubungan intim layaknya suami istri,  namun AN tetap tak berdaya dengan ancaman kekerasan berupa cekikan dan ancaman bahwa tersangka akan menceraikan Ibu korban jika tidak menuruti kehendak tersangka hingga persetubuhan terakhir kali terbongkar. 

Heri menuturkan, perbuatan bejat tersangka akhirnya terungkap setelah informasi warga sekitar rumah tersangka yang mencurigai akan kehamilan korban yang belum menikah langsung dilaporkan ke Polsek Sekayu. Dari hasil penyelidikan dan tersangka langsung ditangkap saat berada dikediamannya.

 "Iyo pak, aku la berulang kali ngajak anak aku berhubungan intim. Saat bini aku tidur, aku langsung Bae. Cuman batas skat Bae kamar aku dan anakku"Ujar tersangka.

Sementara itu, Kapolsek Sekayu menambahkan bahwa tersangka akan dikenakan Pasal 81 Ayat (1), (2) dan (3) Jo Pasal 76 D UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 285 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Selanjutnya, tersangka akan dilimpahkan ke Unit PPA Polres Muba guna penyidikan lebih lanjut. (kjs)
PALEMBANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) terus berupaya untuk mewujudkan Muba Bebas Blank Spot sebagai salah satu implementasi Program Muba Smart Regency. Kali ini Bupati Muba DR. H. Dodi Reza Alex yang diwakili Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyambangi Kantor Telkomsel Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Jumat (14/02) di Palembang.

"Masih ada beberapa desa diwilayah Kabupaten Muba yang belum tercover sinyal telekomunikasi atau blank spot. Dan jaringan telekomunikasi yang tersedia pun juga sering mengalami kendala khususnya dalam penggunaan data untuk internet. Oleh karena itu kedatangan kami ke Kantor Telkomsel ini adalah untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Muba dan meminta agar Telkomsel  sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat ikut membantu mengatasi persoalan tersebut," ujar Beni didampingi Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga.

Menanggapi permintaan Pemkab Muba tersebut, POH GM Network Operation & Quality Management Telkomsel Regional Sumbagsel, Tengku Erfansyah langsung merespon dan membantu persoalan Blank Spot di Muba. "Di tahun 2020 ini Telkomsel akan segera membangun 5 (lima) site baru di Desa Sungai Dua Kecamatan Sungai Keruh, Desa Galih Sari dan Desa Srigading Kecamatan Lalan, Desa Srimulyo Kecamatan Tungkal Jaya dan Desa Kaliberau Kecamatan Bayung Lencir selanjutnya kami akan mengajukan ke kantor pusat untuk Desa-desa lainnya yang diusulkan Pemkab Muba melalui Dinkominfo Muba, secara bertahap dan berkesinambungan pasti akan tindaklanjuti dan kami terbuka untuk itu", ujar Erfansyah.

Sedangkan terkait dengan optimalisasi akses telekomunikasi 4G di wilayah Muba, pihak Telkomsel berharap dapat berkolaborasi dengan Pemkab Muba terutama dalam mensosialisasikan kepada masyarakat pengguna layanan Telkomsel untuk dapat melakukan migrasi penggunaan SIM Card beralih ke USIM Card. 

"Saat ini terindikasi sebanyak 35.590 pengguna layanan Telkomsel yang masih menggunakan SIM Card di coverage area Telkomsel yang tersedia jaringan 4G di Kabupaten Musi Banyuasin, Hal ini juga yang mengakibatkan kecepatan koneksi internetnya lebih lambat," untuk itu diharapkan kiranya warga Musi Banyuasin sebagai Pelanggan setia Telkomsel segera melakukan migrasi kartu Sim Cardnya ke layanan Telkomsel secara Gratis tutup Erfansyah. Kjs

INFOSEKAYU.COM - Musim durian, sepertinya akan segera berlalu tahun ini. Puncak kehadiran raja segala buah tersebut, terjadi pada awal bulan Januari silam. Kini, buah tersebut mulai sedikit langka dan di beberapa titik, buah durian yang dijual, sudah mulai layu dan melekang. Sebagian pedagang sudah mulai mengawetkan untuk dijadikan tempoyak. Pertanda memang musim durian segera berakhir.


Namun hal ini tidak membuat para penikmat buah durian bersedih, pasalnya ada buah durian hutan atau lebih dikenal dengan nama derian imbe/durian rimba atau durian daun, yang kini banyak diserbu warga dan dapat dinikmati yang rasanya manis.

Keberadaan dian imbe (durian hutan) kini mulai dijajakan para pedagang di sekitaran pasar tradisional Sekayu dan juga para pedagang durian lainnya, sepanjang jalan antara kota Sekayu sampai kota palembang.

Menurut salah seorang warga, dian imbe banyak tumbuh di hutan di daerah talang dan hutan, "Seperti di daerah Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Jirak Jaya, Kecamatan Sekayu (khususnye daerah Talang Bendar, talang Baru, Talang Simpang, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Lawang Wetan, Kecamatan Sanga Desa," ungkap Herdoni Syafriansyah, yang juga pegiat seni budaya Musi Banyuasin ini.

Durian imbe banyak tumbuh di hutan di kabupaten Musi Banyuasin, buah ini memiliki rasa yang khas dan tidak kalah enaknya dengan buah durian pada umumnya, meskipun miliki ukuran yang tidak terlalu besar.

“Dulu durian imbe kurang diminati, tapi sekarang harganya mahal dan banyak peminat karena rasanya yang manis dan enak," tambah Sobri (43), salah seorang pedagang durian imbe di kawasan pasar tradisional Sekayu, seperti dikutip dari MetroSumsel.co.id, Senin (21/1/2019).

Menurut Sobri sendiri, baru dua tahun terakhir dirinya menjual durian imbe, dan keuntungan yang diperoleh cukup menjanjikan. “Dalam sehari saya bisa menjual puluhan durian, tapi karena buah ini cukup langka jadi stoknya juga terbatas,” ungkapnya.

Terpisah Muhammad Anton (30) salah satu warga ketika dibincangi saat hendak membeli durian imbe mengaku, bahwa ia sangat senang menikmati buah ini karena enak.

“Buah ini tahunan, jadi kebetulan ada yang jual saya beli, dan setiap beli pasti tidak akan kecewa dengan rasanya,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Kabag Humas Pemkab Muba Herryandi Sinulingga AP mengatakan musim durian membawa berkah tersendiri bagi warga Muba, pasalnya banyak warga dari daerah lain berbondong-bondong mengunjungi Muba untuk dijual kembali di kota-kota besar lainnya seperti kota palembang dan sekitarnya.

Ditambah, sekarang banyak juga warga ingin menikmati buah durian hutan yang disebut di Sekayu dian imbe atau sebutan lainya Durian Daun, yang bentuknya berduri tajam kecil berwarna hijau terang dan isinya kuning, rasanya maknyus. 

"Ada saja warga yang hobi memakan buah durian hutan ini durian imbe atau yang dikenal dian imbe ini, harapan kita ke depanya menghimbau kepada warga, kiranya buah-buahan asli Muba ini bisa kita jaga dan lestarikan dengan menanam pohon buah buahan di pekarangan rumah kita tentunya", ajak Heryyadi.

Selain menjaga kepunahan buah-buahan langka asli yang tumbuh di Bumi Serasan Sekate, tentunya juga akan dapat menambah nilai ekonomis pendapatan keluarga dan ini tentunya bersinergi dengan keinganan Bupati Dodi Reza Alex Nordin menuju Muba Maju berjaya 2022 dan membangun Musi Banyuasin menuju Sustainable City

“Ya, ini juga mendongkrak perekonomian Masyarakat khususnya warga yang memiliki kebun durian,” tutupnya. /red/

Sumber : Metrosumsel


INFOSEKAYU.COM- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu akan menambah ruang rawat inap dengan memanfaatkan gedung Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang letaknya berdekatan dengan RSUD Sekayu.

Hal tersebut terungkap saat Plt Bupati Muba Beni Hernedi berkunjung ke RSUD Sekayu serta meninjau langsung gedung Akper tersebut, Senin (16/4/2018).

"Sudah kita tinjau (Gedung Akper), dan kita sepakati penambahan ruang rawat RSUD Sekayu memakai fasilitas Akper," ujarnya.

Beni juga mengungkapkan Akper Pemkab Muba telah masuk dalam masterplan pengembangan RSUD Sekayu.

"RSUD Sekayu kedepan harus terus berbenah dan ditingkatkan lagi. Untuk Akper akan dibangunkan gedung baru, nanti kita urus proses administrasinya," ucap Beni.

Direktur RSUD Sekayu DR Makson PP MARS mengatakan pemanfaatkan gedung Akper lantai 1 tersebut akan menambah 28 tempat rawat inap pasien.

"Untuk mengantar pasien kita siapkan mobil ambulans," kata Makson.

Turut mendampingi Plt Bupati Muba pada kesempatan tersebut, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, Plt Asisten II Setda Muba Erdiansyah, dan Kepala Dinas Kesehatan Muba DR Taufik Rusydi MKes. (Edp)




INFOSEKAYU.COM-  Bikers subuh ini adalah suatu gerakan dari komunitas motor yang ingin memakmurkan masjid menjelang fajar. Di Indonesia, bikers subuh didirikan pertama kali di Lampung sejak setahun yang lalu tepatnya pada tanggal 11 Maret 2017. 

Bikers Subuhan Muba didirikan pada tanggal 18 Maret 2018. Bikers subuh ini akan dilaksanakan kopi darat (kopdar) setiap hari minggu pukul 04.00 wib, dengan kegiatan subuh berjemaah di masjid. 

“Sholat subuh berjemaah pertama kami laksanakan di Masjid Raya Baitul Makmur. Kenapa kami pilih Masjid Raya Baitul Makmur, karena kami melihat masjid besar yang begitu megah tetapi jemaahnya sangat sedikit sekali, kami datang kurang lebih jam 04.30 wib tapi jemaahnya kosong. Nah, karena itulah kami berdiri dengan tujuan untuk memakmurkan Masjid khususnya diwaktu Subuh”, ungkap member Yamaha Solidarity Sekayu (YSS). Minggu (08/04/2018)

Disampaikannya bahwa saat ini biker ssubuh melakukan rollink disetiap masjid yang ada di Kota Sekayu, selanjutnya akan dilakukan juga pada masjid-masjid diluar Kota Sekayu.

“Kedepan, Bikers Subuhan Muba ini bukan hanya memprioritaskan sholat subuh saja, akan tetapi kegiatan lain juga harus ditingkatkan lagi seperti belajar tausiah, khutbah, baca Al-qur’an hingga khatam Al-qur’an, membersihkan masjid dan lain sebagainya”, tambah bikers yang pernah menjelajahi Provinsi Aceh dengan menggunakan sepeda motornya.

Senada dengan sarpan, Ketua Bikers Subuhan Muba Ustad Ali Assegaf menambahkan bahwa bikers subuhan ini juga suatu gerakan untuk menggerakan hati masyarakat, kawan, sanak saudara, juga keluarga untuk mendirikan shalat subuh berjamaah dan tetap istiqomah di jalan Allah SWT.

“Sebagai umat beragama islam kita harus meningkatkan kualitas iman kita, bukan hanya pada waktu subuh saja, sholat 5 waktu lainnya tidak boleh ditinggal karena amalan sholatlah yang pertama sekali dihisab di Yaumil akhir nanti”, tambahnya.

Mengingat betapa banyak kaum muslimin yang lalai dalam mengerjakan shalat subuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan shalat. Hal ini lah yang membuat Bikers yang ada di Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendirikan Bikers Subuhan.
 (Edp)


Irlan saat ditemui sedang membina anak didiknya bermain futsal di SMA Rahmaniyah
Sekayu, infosekayu.com- Generasi muda yang berkarya itu adalah generasi muda yang mampu menjadi tumpuan harapan bangsa di masa depan. Mempunyai jati diri karakter positif, Mempunyai semangat juang tinggi dalam artian tahan banting dan tidak mudah putus asa. Mempunyai gambaran yang jelas tentang masa depannya. 

Inilah  yang menggambarkan sosok  salah satu dari tokoh pemuda yaitu Irlan S.Pd, diusianya yang masih tergolong sangat muda ia mampu menjadi inspirasi bagi orang banyak terutama anak didiknya, selain menjadi seorang guru dia menyalurkan ilmunya sebagai seorang dosen di STIE Aprin Palembang.

Sabtu (7/4) tim infosekayu.com bekesempatan berbincang bincang dengannya, saat ditanya apa harapan kedepannya terhadap kabupaten Musi Banyuasin?. 

"harapan kedepannya ingin Muba lebih baik lagi dan memberi wadah bagi generasi generasi muda untuk menyalurkan bakat, hobby, dan ilmu yang mereka miliki, jangan hanya menjadi penonton, tapi kita harus menjadi pemain ." ungkapnya.

Selain itu pria yang akrab disapa kak irlan yang juga pengurus indobarca muba ini juga berpesan kepada para pemuda yang ada di Musi Banyuasin  agar menggunakan masa muda dengan bijaksana, memperbanyak lakukan hal hal positif, jangan pernah untuk mencoba narkoba "say no to drugs", karena masa muda dapat menentukan masa tua.

Ternyata guru serta dosen yang masih lajang  ini sangat memperhatikan generasi milenial yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Saatnya yang muda yang berkarya," tutupnya. (im)






INFOSEKAYU.COM- Walaupun begitu banyak kesibukan sebagai Kapolres Muba. Akbp Andes Purwanti,S.E.,M.M dengan di dampingi Kasat binmas Polres Muba Iptu Ricky Mozan masih menyempatkan diri untuk berkunjung dan menemui Bayi  yang menderita Ambiguous genital (kelamin ganda) di Jalur 1 Kayuara Kec. Sekayu kab. Muba. (05/04/2018)

Bayi yang diberi nama Ahmad Rasyid Alfarizi, lahir pada Kamis (22/3/2018) lalu dengan persalinan normal yang dibantu oleh bidan desa beralamat di Desa Bukit Selabu, Kecamatan Batang Hari Leko.

 saat lahir, bayi ini awalnya berkelamin perempuan. Namun, keanehan mulai muncul satu hari setelah lahir, dimana terlihat kelamin lain pada sang bayi. Ungkap sang nenek.

Kapolres muba Akbp Andes purwant,S.E.,M.M mengatakan bahwa hal ini dilakukan merupakan bentuk empati  dan kepedulian Polri yaitu Polres Musi banyuasin kepada masyarakat, serta memberikan suport kepada pihak keluarga agar tetap  semangat dan bersabar.


Dalam kunjungan nya, Kapolres memberikan Tali Asih kepada pihak keluarga Ahmad Rasyid Alfarizi, ini tidak seberapa, tapi saya harap dapat mengurangi sedikit beban ungkap kapolres Wanita pertama di muba ini .(Edp)


Ovin Sanjaya Saat Kami wawancarai sambil memberikan uang kembalian makanan ringannya.
INFOSEKAYU.COM- Ovin Sanjaya siswa kelas 3 SD Negeri 07 Sekayu adalah salah satu anak yang patut untuk menjadi teladan. Bagaimana tidak, Di usianya yang masih belia, Ovin telah terbiasa jualan keliling membantu bibinya berjualan es kacang ijo dan beberapa makanan ringan sambil menyempatkan diri untuk bertilawah di masjid saat pulang sekolah.

Saat ini ovin tinggal bersama bibi nya, setelah Kedua orangtua Ovin berpisah dan mejalani hidup masing-masing.Ovin menceritakan bahwa dia biasa menjajakan jualannya di seputaran kota Sekayu, yaitu dari rumahnya (dekat sd 7) sampai dengan bundaran Sekayu.

Anak berusia 8 tahun ini sering mampir ke Masjid Miftahul Huda yang berada tidak jauh dari pusat kota bundaran Sekayu untuk beristirahat sambil menyempatkan diri tilawah Qur’an. Bahkan saat melayani pembelinya anak ini masih sempat melantunkan surah Al Adiyat yang telah dihapalnya. Ia telah menjalani aktivitas itu sejak masuk kelas 3 Sd. Ovin mengaku sedang mengaji juz lima pada guru ngaji yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Penghasilan dari penjualan es kacang ijo dan makanan ringan diberikan semuanya kepada bibinya, Hal ini dilakukannya untuk membantu meringankan beban paman dan bibinya yang juga mempunyai anak tiga orang dan pamannya yang hanya bermata pencarian sebagai pedangang kaki lima.

“Aku kan tinggal bersama bibi jadi harus bantu bibiku kalau pulang sekolah jualan kadang kalau di rumah suka bantu beres-beres rumah, menyapu dan mengepel tapi nyuci piring ngak pernah” kata Ovin. “Alhamdulillah, setiap lewat masjid ini aku selalu berhenti untuk istirahat sambil ngaji al Qur”an” jelas ovin sambil tersenyum tegar. (Edp)




Sekayu,Infosekayu.com - setelah dimulainya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Sumatera Selatan di Kabupaten Musi Banyuasin, Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengundang ratusan wartawan untuk beramah tamah bertempat di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (15/03/2018).

Ketua PWI Sumsel H Oktaf Riyadi mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Muba sejak zaman Pak Alex Noerdin yang sekarang diteruskan pak Beni Hernedi sangat luar biasa selalu mendukung program kerja PWI.

"Hari ini kami melaporkan telah melakukan MOU dengan APDESI membentuk jurnalisme desa yang bertujuan untuk menyebar luaskan potensi desa dan besok kami juga akan konferensi kerja PWI Sumsel dalam rangka mengevaluasi dan menyusun rencana kerja PWI kedepannya",dilaporkannya.

"Perkembangan dunia digital yang dinamis berkembang harus dimanfaatkan secara optimal,wartawan jangan merasa disaingi dengan hadirnya jurnalisme, sistem digital ini wartawan bisa mengambil dengan mengedit jangan utuh copy paste", ucapnya



Sementara itu Beni Hernedi mengatakan sengaja berniat menggelar malam ramah tamah bersama wartawan sebagai dukungan Pemkab Muba dijadikannya tuan rumah Konfrensi PWI se-Sumatera Selatan.

Menanggapi MOU jurnalisme desa,Beni menyambut baik dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan mengawal jalannya pembangunan di desa. "Kita menempatkan posisi wartawan itu seperti kawan, tolong dukung dan kritik kami yang sifatnya membangun", ajak Beni.

untuk mendukung jurnalisme desa ada Smart Regency Muba yang tahun ini melibatkan swasta untuk berinvestasi membangun jaringan internet 4G LTE di seluruh Desa.(hum)

INFOSEKAYU.COM- Drs H Apriyadi MSi, Sekda Muba Launching Kampung Kelola Sampah Darusallam, di Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu, Jumat (9/3/2018).
Sekda berharap kedepan Kampung Kelola Sampah Darusallam dapat menjadi contoh di Kabupaten Muba, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga, untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.
"Semoga kedepan akan muncul kampung-kampung darusallam lainnya," ujar Sekda. jika dikelola dengan baik sampah organik dan anorganik dapat memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat.
"Perlu kita lakukan pembinaan-pembinaan karena pada dasarnya jika sampah kita kelola dengan benar dapat memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat," tambah Sekda.

Sementara Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba Andi Wijaya Busro SH MHum dalam laporannya mengungkapkan kampung kelola sampah itu sendiri akan difasilitasi serta diberikan pembinaan terkait pengelolaan sampah organik dijadikan pupuk kompos, dan sampah anorganik akan di kumpulkan di bank sampah untuk kemudan dijual ke bank sampah induk.
"Kampung kelola sampah ini sudah kita laporkan ke Kementrian Lingkungan Hidup RI, dan akan terus kita awasi sehingga kegiatan ini dapat berjalan sebagaimana mestinya," ungkap Andi.
Andi menambahkan pada kampung tersebut sudah di bentuk kader lingkungan untuk menjadi pioner peduli sampah dan penggerak bagi masyarakat sekitarnya. (Edp)




Sekayu, Infosekayu.com - S Subandari, bayi yang lahir pada tanggal 20 Februari 2018 kemarin tidak memiliki tempurung kepala (Anencephaly) ini terus mendapatkan perawatan secara maksimal baik dari pihak RSUD Sekayu dan Pemerintah Kabupaten Muba.


Buah hati dari pasangan Robinson (37) dan Paina Lasanti (30) yang merupakan warga Desa Teladan Kecamatan Sekayu ini mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU RSUD Sekayu dan berada di dalam incubator.


Jumat (2/3/2018) Plt Ketua TP PKK Muba, Susi Imelda Beni beserta Sekretaris TP PKK Muba, Hj Halimah Rusli dan pengurus TP PKK Muba langsung menjenguk S Subandari di RSUD Sekayu dan sekaligus memberikan bantuan dengan didampingi Ibu Camat Sekayu, Misvery Taisir.


"Kami perihatin dan sangat peduli dengan kondisi S Subandari ini, kami berharap kondisi S Sybandari bisa normal dan sehat seperti anak-anak lainnya di Muba,"
harapnya.


Diungkapkan Robinson,  bahwa kelahiran anak ketiganya ini sangat dinanti-nanti oleh keluarga, bahkan jika sudah besar jagoan kecil ini diharapkan menjadi penyejuk disela-sela aktiftas sehari-hari dengan tawa dan candanya. Pada saat mengandung Robinson tidak memiliki firasat apa-apa.


"Sewaktu dulu mengandung, istri saya sehat-sehat saja. Bahkan untuk firasat atau kelakukan buruk sama sekali tidak ada,"
kata Robinson.


Robinson yang sehari-sehari menggeluti profesi sebagai buruh bangunan lepas, hanya bisa bersabar dan menerima keadaan anaknya saat ini. Sang istri pun Paina juga telah ikhlas menerima keadaan sang anak dengan kondisi tersebut.


"Saya pribadi terima apa adanya dan ikhlas dengan kondisi anak saya saat ini, istri saya juga sudah pulang ke rumah. Sekarang ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut, kami minta doa kepada masyarakat dan Pemerintah agar keadaan putra saya sehat,"tutupnya.


Sementara, Dokter Anak RSUD Sekayu, dr Muslimin SpA, mengatakan kondisi saat ini bayi tersebut dalam perawatan tim medis RSUD Sekayu, namun kalau secara bahasa medis bayi tersebut untuk bertahan tidak bisa diharapkan. Dimana rekam jejak permasalahan yang sama sangat jarang atau bahkan tidak pernah terjadi anak yang lahir tanpa tempurung bisa hidup.


"Mengenai penyebab kita belum mengetahuinya tidak secara pasti, tapi bisa juga disebabkan dari sang ibu. Misal mengidap penyakit tertentu, lalu seperti mengkonsumsi obat-obatan atau jamu serta gangguan pada pembentukkan organ,"
ungkapnya.


Bayi lahir tanpa tempurung kepala ini sudah di ketahui kondisinya sejak belum lahir, dimana saat dilakukan USG sudah terlihat kondisi nya tanpa tempurung.


"Ibu bayi pernah kontrol dengan dokter kandungan di RSUD Sekayu ‎dan sudah di beri penjelasan mengenai kondisi bayi sebelum melahirkan. Kita berharap kondisi sang bayi segera membaik, selain itu orang tua harus bersabar dan terap kuat,"
jelasnya. (NP_Bmuba)

INFOSEKAYU.COM- Usai melakukan penyerahan Dana Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Lingkungan Hidup dan PUPR memantau langsung lokasi Sekayu Water Front, Selasa (27/2/2018).

Adapun alasan kenapa Sekda meninjau lokasi dengan secara dadakan karena, ingin melihat langsung kodisi Sekayu Water Front, banyaknya laporan dari masyarakat setempat bahwa kondisi tempat sarana dan prasarana banyak yang rusak akibat ulah dari oknum yang tidak bertanggung jawab.


Apriyadi menyampaikan dengan turun langsung kelokasi Sekayu Water Front, Pemerintah Kabupaten Muba bisa mengetahui secara detail titik sarana dan prasarana mana saja yang rusak sesuai keluhan masyarakat selama ini.


“Kedepan Pemkab Muba akan memprioritaskan pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana yang sudah rusak agar bisa ditata dengan rapi dan tentunya bisa bermanfaat untuk menjadi tempat rekreasi di Kota Sekayu,” tegasnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat bersabar agar pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Muba segera terealisasi dan turut bertanggung jawab agar tidak merusak lokasi Sekayu Water Front yang telah dibangun.(Edp)





Sekayu, InfoSekayu.com- Setelah sempat terhambat akibat tegangan listrik yang bermasalah, Selasa (6/2/2018) warga Sekayu kembali bisa menikmati distribusi air bersih dari PDAM dan sudah berjalan normal.

"Pukul 1 siang tadi sudah operasional normal, Alhamdulillah air PDAM bisa kembali dinikmati warga Sekayu," ujar Dirut PDAM Sekayu, Firdaus L Dine.

Dikatakan, secara keseluruhan aliran ke pelanggan-pelanggan PDAM Sekayu sudah lancar, namun pihaknya memastikan Rabu (7/2/2018) barulah distribusi ke pelanggan secara keseluruhan berjalan normal sepenuhnya.
"Ini juga berkat kesigapan kawan-kawan di lapangan," tutupnya. (Edp)


Serombongan masyarakat Desa Dawas kec. Keluang hari ini melakukan aksi unjuk rasa di depan kebun dawas pusat penelitian kelapa sawit (PPKS) koordinator aksi denres. Diperkirakan terdapat kurang lebih 60 orang warga yang tergabung dalam aksi ini (01/02/18).

Adapun isi tuntutan yang mereka kemukakan antaranya, pertama menuntut tanggung jawab (Hak Mereka) kepada PPKS Dawas terhadap normalisasi sungai talang ketepan, sungai lemak, sungai baung, serta sungai meranti yang rusak akibat perkebunan tersebut, hal itulah yang membuat masyarakat begitu tidak nyaman selama ini.

Kedua, Masyarakat mengugat pertangungjawaban PPKS Dawas atas dampak kerusakan kebun karet warga di sekitar area perkebunan tersebut lantaran adanya tanaman kacang kacangan yang  tak terpelihara menjalar keperkebunan warga desa. 

Aksi ini dilakukakan siang tadi oleh puluhan masyarakat tersebut dengan harapan agar rintihan suara mereka bisa dimengerti dan didengar secara langsung oleh pihak PPKS .

Karena mendengar adanya aksi ini pihak  kecamatan dan kepolisian dari polsek keluang melakukan perundingan di kantor camat sekayu guna mendapatkan kemufakatan. Berikut isi tuntutan masyarakat yang telah mereka smpaikan dan diketahui Pihak PPKS serta Kecamatan dan Kepolisian. Terakhir Implementasinya hal ini bisa ditanggulangi dan dapat kesepakatan yang pas antar kedua belah pihak. (Mawar)

Hasil/ Kesimpulan Musyawarah yang didapatkan antara Masyarakat dan Pihak PPKS

Selarai, Infosekayu.com - Tahun ini, menjadi berkah yang tak ternilai bagi masyarakat Musi Banyuasin. Ragam buah khas Musi Banyuasin sedang berbuah dengan lebatnya. Ada duku, rambutan, manggis, hingga durian. terlebih buah duku, di setiap pohon duku yang ada hampir dipastikan berbuah dengan banyaknya. 


ada pemandangan unik saat musim buah duku tiba. Tepatnya di jalan selarai kelurahan balai agung sekayu, ratusan masyarakat yang berasal dari kab. OKI datang ke kebun bersama "juragan" nya untuk memborong duku dari kebun-kebun duku yang ada di jalan selarai. 

ada sekitar 5 "juragan" yang masing - masing membawa anak buah sekitar 30 orang. Ada yang bertugas memanjat, memungut duku, mengemas duku dalam kotak yang terbuat dari kayu, ibu-ibu memasak kebutuhan logistik sampai distribusi ke pasar induk kramat jati di jakarta. 

Boleh dibilang para juragan ini memiliki akses ke pasar di pulau jawa. Maka tak heran bila perputaran uang sampai ratusan juta hingga milyaran rupiah. Bagaimana tidak, satu kali angkut, rata-rata satu truk memuat 300 kotak duku, satu kotak yang berisi hingga 15kg duku dibeli dengan harga rata-rata Rp.120.000. Hitung sendiri berapa uangnya. (untuk satu truk).

satu juragan minimal ada 3 truk, agar tidak terputus mata rantai distribusi duku, untuk meminimalisir agar duku tidak busuk di jalan. Satu truk mengantar ke pasar induk, satu truk lagi angkut duku dari kebun, satu lagi standby untuk mengangkut duku di hari berikutnya.

Menurut basri, salah satu pemborong duku, ia mengakui bahwa duku sekayu sebagai salah satu duku yang terbaik dari sekian tempat yang ia jumpai. Untuk di Musi Banyuasin, selain di Selarai, ia juga ikut memborong di wilayah Sukarami, dan lumpatan 

Jadi, warga Musi Banyuasin harusnya bangga bahwa buah lokal kita sudah menembus pasar nasional. Dan warga jakarta dan sekitarnya harus tahu kalau duku yang anda nikmati bisa jadi adalah berasal dari Musi Banyuasin. Dimana salah satu pemilik kebun duku manis tersebut adalah Muhammad.

Tapi sayangnya di salah satu kotak duku yang mereka angkut tertulis merk "OKI". Yang mana paradigma masyarakat terbentuk seolah duku manis yang akan di distribusikan tersebut berasal dari OKI padahal nyatanya limpahan buah duku tersebut memang murni berasal dari bumi serasan sekate, yang harus masyarakat luas ketahui.  

"Takutnya seperti pepatah, kerbau punya susu, sapi punya nama" , ketus beberapa warga sekitar kebun duku selarai tersebut yang sempat mengobrol singkat dengan tim kamiyang tak mau disebutkan namanya tersebut. (KZ/Mawar)
Lais, Infosekayu.com – Nasib naas dialami oleh Rusdi Naning atau yang biasa dipanggil warga  setempat Sadit (50) yang harus menerima kenyataan bahwa tempat tinggal yang selama ini ditempati kini  rata dengan tanah akibat si lalapan jago merah. Jumat (05/01/2018). 

Rumah Rusdi yang berada di Dusun III Talang Sawit (Tasa) 6 Desa Lais Utara Kecamatan Lais Kabupaten Muba sekitar pukul 16.13 Wib tadi sore hangus terbakar. waktu itu rumah Rusdi sedang tidak ada dirumah,  rusdi sedang berada di Desa Lais menghantarkan anaknya untuk memotong rambut, begitupun sang istri Kartina (48) yang saat itu juga tidak ada di rumah dikarenakan sedang berbelanja ke warung milik anaknya yang tidak jauh dari rumahnya hanya berjarak sekitar 100 Meter.

Menurut saudara ipar Rusdi Endra Maji (Ujang Endra), Saat kebakaran terjadi tidak ada satupun warga yang mengetahui nya, saat itu hanya terdengar suara ledakan yang sangat besar. Mendengar ledakan tersebut warga langsung mencari sumber suara ledakan  ternyata suara ledakan tersebut berasal dari rumah ipar nya yakni rumah Rusdi.

“Saat diketahui setelah suara ledakan tersebut yang di duga berasal dari tabung gas yang ada dirumah itu, api pun sudah membesar dan sudah tidak bisa lagi untuk dipadamkan, sehingga dalam hitungan menit rumah sudah hangus dan rata dengan tanah. “ungkap Ujang. 

Beruntung api tidak merambat ke rumah lain nya yang ada di samping kiri dan kanan rumah rusdi, sehingga api hanya menghanguskan satu rumah saja. “seharian ini lampu PLN khususnya di Dusun III Tasa 6 sering mati lalu hidup lagi kemudian mati lagi, kemungkinan itulah penyebab kebakaran tersebut, dugaan kami konsleting listrik namun apalah daya, semua sudah terjadi. “tambah Ujang.

Ujang kembali menceritakan,” Keluarga Rusdi dan Kartina tersebut tergolong keluarga kurang mampu sehingga ia berharap pemerintah bisa memberikan bantuan dan uluran tangan membantu keluarga Rusdi setidaknya dapat mengurangi beban beliau”jelas Ujang.

2 buah Mobil Tanki Pemadam dari PT. Medco tiba dilokasi untuk memadamkan api , ada juga 1 Unit Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Kecamatan Lais yang dikerahkan untuk memadamkan si jago merah, Namun cepatnya api menghanguskan rumah Rusdi, sehingga petugas pemadam kebakaran berusaha menyelamatkan rumah yang berada disamping rumah Rusdi agar api tidak merambat. 

Tidak ada korban jiwa dalam peritiwa ini namun kerugian ditaksir mencapai  puluhan juta rupiah. (im)