Articles by "info pemerintahan"
Tampilkan postingan dengan label info pemerintahan. Tampilkan semua postingan
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Pelaku UMKM di Bumi Serasan Sekate penuh dengan kegembiraan. Pasalnya, selama pelaksanaan Muba Expo 2022 berhasil membukukan transaksi mencapai Rp5.628.000.000.

"Alhamdulillah ini berkah bagi pelaku UMKM di Muba, dan rangkaian Muba Expo 2022 berjalan lancar dan sukses," ungkap Pj Bupati Apriyadi saat menghadiri Penutupan Muba Expo dan Festival Randik Dalam Rangka Peringatan
Hari Jadi Kabupaten Musi Banyuasin ke-66 Tahun 2022 di Lapangan
Terminal Randik
Sekayu, Selasa (4/10/2022) malam. 

Apriyadi berharap, capaian transaksi dari rangkaian Muba Expo 2022 dapat kembali menggairahkan semangat pelaku UMKM di Muba. "Perekonomian kembali bangkit, dan terus semangat menciptakan inovasi baru di bidang UMKM," harapnya. 

Sementara itu, Kepala Disdagperin Muba Azizah SSos MT menyebutkan rata-rata pengunjung selama pelaksanan Muba Expo mencapai 3-5 ribu orang, sedangkan total partisipan mencapai 127 booth. 

"Ada juga pedagang kuliner sebanyak 172 orang dan pedagang UMKM 55 orang, dimana transaksi harian yang diperoleh mencapai Rp546.000.000 dan sektor kuliner mencapai Rp258.000.000 dengan total perputaran transaksi selama 7 hari mencapai Rp5,6 Miliar," tandasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Penjabat Bupati Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi bersama Jajaran Forkopimda Muba menunjukan kemampuan menembaknya pada kejuaraan Menembak Executive dan Umum di Lapangan Tembak Polsek Sekayu, Senin (3/10/2022).

Lomba menembak yang diselenggarakan atas kerjasama Perbakin Muba bersama Kodim 0401/Muba dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Muba ke-66 dan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-77 Tahun 2022 Kodim 0401/Muba.

Lomba menembak tersebut juga diikuti Dandim 0401 Muba Letkol Arm Dede Sudrajat SH, Kapolres Muba AKBP Siswandi SH Sik MH, Kajari Muba Markos Marudut Mangapul Simare Mare SH MHum, dan Ketua Pengadilan Agama Sekayu A Syarkawi SAg MH, Sekda Muba Musni Wijaya SSos MSi, dan pihak perusahaan dalam Kabupaten Muba.

Dalam kesempatan saat menjajal sebuah pistol magazine, Pj Bupati Muba berhasil meraih poin yang cukup baik. Beberapa tembakannya berhasil mengenai target yang telah ditentukan. 

Menurut Pj Bupati Muba, kegiatan olahraga menembak itu selain menyalurkan hobi juga melatih diri dalam mempertahankan keamanan negara.

"Terima kasih sudah menyiapkan acara ini, mudah-mudahan kegiatan kita hari ini baik eksekutif maupun umum dan berjalan baik," ujarnya 

Lanjut orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini, dalam rangkaian HUT Kabupaten Muba dan HUT TNI, Pemkab Muba banyak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan hiburan untuk masyarakat yang sudah tiga tahun tidak melaksanakan kegiatan karena Pandemi Covid-19.

"Tahun ini kita mulai kembali menggelar berbagai kegiatan, yang dapat menggairahkan dan mengembangkan pelaku UMKM, Alhamdulillah semenjak kita melaksanakan kegiatan-kegiatan ini mereka bergairah kembali, memberikan semangat baru semenjak pandemi Covid-19 melanda," imbuhnya.

Sementara Dandim 0401 Muba Letkol Arm Dede Sudrajat SH mengatakan, perlombaan terbagi dua kategori, eksekutif dan umum.

"Target sasaran plat dan lesan dengan jarak tembak 15 meter, mudah-mudahan berjalan dengan lancar," pungkasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Penjabat Bupati Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi memimpin rapat finalisasi kajian evaluasi kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten Muba oleh Tim Kajian STIA LAN Bandung, di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (29/9/2022).

Rapat tersebut diikuti oleh Asisten III Setda Muba Safaruddin, Kepala Perangkat Muba terkait, Wakil Direktur I Bidang Akademik Poltek STIA LAN Bandung Muhamad Nur Afandi SPd MT, dan Tim Kajian STIA LAN Bandung secara virtual.

Dalam kesempatan itu Ketua Tim Kajian STIA LAN Bandung Rofi Ramadhona Iyoega memaparkan hasil rekomendasi kajian penguatan kelembagaan Perangkat Daerah Kabupaten Muba dengan menerapkan tiga perspektif pengkajian, yakni yuridis/normatif, akademis atau teoritis, dan kebutuhan empiris. Ia menyebutkan ada beberapa unit dan fungsi perangkat daerah perlu di-merger hingga perubahan struktur organisasi.

"Seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, dan Dinas Perikanan. Kemudian Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, juga Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil Mikro, dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, ke tujuh perangkat daerah ini perlu di aliansi atau merger mengingat ada unit dan fungsinya yang perlu disinergikan," paparnya.

Lanjutnya, ada juga perangkat daerah yang perlu di reorientasi, adalah Dinas Perhubungan bertambah urusan Penerangan Jalan Umum (PJU), sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang berkurang urusan PJU.

Kemudian, Tim Kajian STIA LAN juga merekomendasikan refungsionalisasi Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sebagai upaya memfungsikan kembali unit organisasi yang belum berkinerja optimal sesuai tugas.

"Terkait refungsionalisasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, ada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengamanatkan bahwa sub urusan kebakaran merupakan sub urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar bidang ketentraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Sub urusan kebakaran setara dengan sub urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar lainnya, yang meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan pemukiman, serta sosial," beber Rofi.

Wadir I Bidang Akademik Poltek STIA LAN Muhamad Nur Afandi SPd MT merasa bersyukur proses penyusunan pengkajian penguatan kelembagaan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Muba berjalan baik, hingga penyampaian laporan akhir sabagai tahap akhir pengkajian.

"Harapan kami, semoga ini menjadi masukan mengambil kebijakan dalam penguatan kelembagaan pemerintah Daerah Kabupaten Muba," ucapnya.

Sementara itu Pj Bupati Muba H Apriyadi mengucapkan terima kasih kepada Tim Kajian STIA LAN yang telah menyiapkan laporan akhir pengkajian evaluasi kelembagaan Perangkat Daerah Muba.

"Hari ini kita akan melakukan kesimpulan atas rekomendasi dan diskusi selama ini terkait rencana penataan kelembagaan 
Semoga hasil ini maksimal, tentu kedepan kita akan coba menindaklanjuti rekomendasi ini," pungkasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Ribuan warga Kabupaten Muba memadati LapanganTerminal RandikSekayu, Rabu (28/9/2022) malam pada rangkaian pembukaan Muba Expo dan Malam Puncak Perayaan HUT Kabupaten Muba ke-66. 

Semarak dan meriah tampak suasana membuat euforia yang tak terbendung setelah dua tahun event tahunan ini vakum karena pandemi COVID-19. 

Didampingi istri tercinta Hj Asna Aini Apriyadi, Forkopimda serta Kepala Perangkat Daerah Pemkab Muba tampak Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi semangat menyaksikan fashion show hingga penampilan penyanyi dangdut Rara LIDA dan Asep Paken.

"Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan dan dapat memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Muba ke-66 di tahun ini," ungkap Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi. 

Apriyadi berharap, di usia Kabupaten Muba ke-66 di tahun 2022 ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Muba dan meningkatkan perekonomian dari segala sektor. 

"Mari kita bergandengan tangan untuk Bangkit Sinergi Membangun Muba untuk semua masyarakat Muba," tuturnya. 

Sementara itu, pada rangkaian acara malam Puncak HUT Muba ke-66 Rara LIDA dan Meggy Diaz tampak membius ribuan pengunjung. "Selamat hari jadi Kabupaten Muba ke-66, Bangkit Sinergi Membangun Muba," pungkas Rara.
MUBA, INFOSEKAYU.COM - Isu kerusakan lingkungan dan penekanan emisi menjadi konsen Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi untuk upaya menjaga Kabupaten Muba. Selasa (27/9/2022) siang dengan menempuh perjalanan yang jauh, Pj Bupati Apriyadi mendatangi Blok Rehabilitas Suaka Margasatwa Dangku Desa Dawas Kecamatan Keluang. 

Bersama masyarakat kawasan hutan dan BKSDA Sumsel, Pj Bupati Apriyadi menanam ratusan pohon dan buah Durian, pohon Jengkol hingga Kayu Meranti. 

"Kita pulihkan ekosistem dan pengendalian karhutlah serta deforestasi dengan aksi nyata kita hari ini melalui gerakan tanam pohon," ujar Apriyadi. 

Mantan Kabag Kesra Pemkab Muba ini menyebutkan melalui penanaman pohon juga berdampak positif ke lingkungan dan perekonomian masyarakat. 

"Hari ini kita membuktikan kalau masyarakat kawasan hutan di 
Dangku Desa Dawas
Kecamatan Keluang mempunyai keinginan besar untuk menjaga hutan yang berkelanjutan," tuturnya. 

Apriyadi juga mengingatkan kepada masyarakat kawasan hutan Desa Dawas bahwasannya masyarakat diberikan kebebasan untuk mengelola lahan hutan. 

"Ingat masyarakat hanya diberikan porsi mengelola bukan untuk menjual lahan, jangan mau kalau ada Mafia lahan yang mau iming iming membeli lahan, urusannya bisa di pidana," tegasnya. 

Kandidat Doktor Unsri ini merinci, saat ini tercatat sudah 314 hektar lahan yang dikelola masyarakat dari total luas lahan sebesar 38 ribu hektar. "Di kawasan hutan Dangku ini juga ada sebanyak 51 KK warga yang mengelola lahan disini," urainya. 

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Bharata SHut MSi aksi penanaman pohon yang dilakukan merupakan upaya untuk pemulihan Ekosistem dan pengurangan emisi gas rumah kaca Dalam Rangka
Mendukung Indonesia’s Folu Net Sink 2030.

"Dan hari ini Kabupaten Muba telah memulainya, kami sangat apresiasi komitmen dan support Pemkab Muba dalam menjaga lingkungan," tuturnya. 

Lanjutnya, aksi nyata ini juga telah meningkatkan serapan emisi serta membuat hutan tropis baru. "Aksi ini tentu harus melibatkan masyarakat secara langsung, dan Kabupaten Muba sangat mempunyai komitmen yang besar," tandasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Persoalan sengketa tanah tak terlepas dari keberadaan mafia tanah yang seringkali memanfaatkan situasi. Dalam kaitan ini Pemkab Muba bersama BPN serta Forkopimda mempunyai komitmen besar untuk menekan persoalan agraria yang tak jarang merugikan masyarakat kecil. 

Hal ini dipertegas Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Undang-undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) tahun 2022 atau Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) di Halaman Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muba, Senin (26/9/2022).

"Harus kita akui saat ini mafia tanah masih bergentayangan, bisa-bisa malah kita menjadi korban. Sesuai arahan pak Menteri ATR/BPN kita turut terlibat memberantasnya," tegas Apriyadi. 

Dikatakan, saat ini Pemkab Muba bersama BPN Muba sedang gencar menjalankan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Nah, program ini diyakini dapat memininalisir keberadaan Mafia tanah di Muba. 

"Mari kita support program PTSL ini dan menyasar tanah-tanah masyarakat hingga ke kawasan pelosok di Muba," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Apriyadi mengucapkan selamat pada peringatan Hantaru 2022 yang mengusung tema, "Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional cepat, berkualitas dan tangguh" akan mewujudkan percepatan transformasi digital dalam sistem pelayanan publik, pengaduan, perizinan, penanganan masalah, dan data base yang akan menyebabkan layanan kepada masyarakat yang transparan, cepat, efektif,dan efisien.

"Semoga sinergi Pemkab Muba bersama BPN Muba akan menghasilkan program-program yang berdampak positif untuk masyarakat Muba," ulasnya. 

Usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hantaru ke-62, secara Simbolis Pj Bupati Muba didampingi Kepala ATR/BPN Muba Ahmad Aminullah SH MKn menyerahkan sertifikat tanah. Pertama sertifikat hak pakai Pemkab Muba, sertifikat hak pakai Pemerintah RI Kementerian Keuangan RI, sertifikat PTSL atas nama Ahmad Priyanto, sertifikat PTSL atas nama Triyono dan sertifikat PTSL atas nama Juliandi SE.

Turut hadir dalam upacara, Dandim 0401 Muba Letkol Arm Dede Sudrajat SH,  Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Muba H Musni Wijaya SSos MSi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH dan Kepala BPKAD Muba H Zabidi SE MM.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Pengawasan obat dan makanan mempunyai implikasi yang luas terhadap kesehatan masyarakat. Sebagai konsumen makanan, masyarakat membutuhkan perlindungan dari risiko peredaran produk pangan yang tidak memenuhi syarat. 

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Muba H Apriyadi melalui Asisten Administrasi Umum Setda Muba Drs Syafaruddin MSi, saat membuka acara seminar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan, Senin (26/9/2022) di Gedung Dharma Wanita Sekayu. 

“Melalui kegiatan ini kita harapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pangan yang aman, bermutu dan bermanfaat serta meningkatkan peran berbagai pihak dalam pengawasan makanan yang beredar di masyarakat,”Kata Syafaruddin.

Lanjutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya merupakan hak asasi manusia, sehingga harus tersedia dalam jumlah yang cukup, aman dan bergizi. Namun, pada 
keadaannya masih ditemukannya  produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan. Masih banyak dijumpai kasus keracunan makanan. Bahkan Diare merupakan penyakit yang paling banyak terjadi. 

"Untuk itu, seminar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan ini sangat penting, untuk memberikan pemahaman agar kita semua dapat memilih pangan sesuai dengan standarnya dan terbebas dari berbagai penyakit,"ungkapnya. 

Sementara, Ketua pelaksana kegiatan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Maryadi SKM MKes menyampaikan, masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa  makanan yang dikonsumsi dianggap sebagai sumber energi. Padahal lebih dari itu, didalam makanan yang akan dikonsumsi harus terdapat kuantitas dan kualitasnya. 

"Jadi kita harus mengetahui kuantitas maupun kualitas yang akan dikonsumsi. Apakah yang makanan yang dikonsumsi mempunyai manfaat atau tidak. Karena makanan dapat mempengaruhi kesehatan seseorang,"ungkapnya. 

Disampaikan juga oleh Maryadi, bahwasanya melalui Seminar Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Keamanan Pangan bertujuan, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat agar dapat melindungi dirinya dari makanan yang tidak memenuhi ketentuan dan mengerti akan pentingnya keamanan pangan.

"Dengan ini, dapat kami laporkan peserta yang mengikuti seminar (KIE) Keamanan Pangan sebanyak -+ 200 orang. Diharapkan yang hadir dapat mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh, kemudian bisa menyampaikan informasi yang didapatkan ini  kepada keluarga, teman dan para tetangga,"tandasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Setelah ditunjuk dan diberi mandat menjadi kabupaten pilihan untuk dijadikan sampel kesiapan administrasi Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek). Kali ini, pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menerima kunjungan dari Direktorat Sistem dan Informasi BPS RI Achmad Muchlis, 
Direktorat Metodologi BPS RI Arif Handoyo dan Ketua Tim Regsosek Provinsi Sumsel Syawaluddin Siregar. Untuk berdiskusi mensukseskan Regsosek di kabupaten Musi Banyuasin termasuk mensukseskan satu data Muba Untuk Indonesia.

Kedatangan dari Tim Asesmen ini, disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Muba Drs H Apriyadi  didampingi Kepala BPS Muba Trio Wira Dharma SST, Kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP, Plt Kepala Bappeda Muba Sunaryo SSTP, Jum'at (23/9/2022) di pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate. 

"Dari sekian banyak Kabupaten/Kota yang ada di seluruh Indonesia. Kota Prabumulih dan kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan menjadi bagian dari 7 wilayah yang akan  dijadikan sampel kesiapan administrasi Regsosek. Pemilihan wilayah ini, pastinya sudah di proses dan di pertimbangkan. Artinya kabupaten/kota tersebut dianggap sudah siap dan mampu memberikan yang terbaik,"ungkap
Ketua Tim Regsosek BPS Provinsi Sumsel Syawaluddin Siregar. 

Sementara, Direktorat Metodologi BPS RI Arif Handoyo menyampaikan, pendataan seluruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi yang sangat beragam mulai dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial. Hal tersebut, sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan data yang akurasi dan validitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga terdapat satu data yang ke depannya akan bermanfaat sebagai dasar menentukan suatu kebijakan.

"Seperti inilah sebuah harapan untuk mewujudkan visi Regsosek agar data dapat menjadi katalisator peningkatan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat,"ucapnya. 

Sambungannya, kalau asesmen
kesiapan baik itu dari tata kelola dan pengelolaan data di Muba. "Menurut kami Kabupaten Musi Banyuasin sudah sangat siap terlebih lagi mendapatkan dukungan langsung dari Bupati nya dan pemerintah. SOP nya sudah tersusun dengan lengkap. Semoga seiringnya waktu berjalan Kabupaten bisa menjadi sampel kesiapan administrasi Regsosek yang terbaik,"ulasnya. 

Penjabat (Pj) Bupati Muba H Apriyadi mengatakan, akurasi dan validitas dari sebuah data menjadi hal yang sangat penting. Nah, karena data ini penting maka muncul pertanyaan bagaimana agar bisa memperoleh data yang benar dan baik. 

"Dengan adanya Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan Kabupaten Muba juga terpilih menjadi sampelnya. Ini menjadi salah satu langkah agar bisa memperoleh data yang akurat. Maka nya, saya sangat mendukung kegiatan Regsosek. Kedepannya akan dilakukan rakor bersama Camat dan Kepala Desa agar tidak terjadi kesalahpahaman
dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak mengintervensi para petugas dilapangan. Mari kita bersinergi untuk mensukseskan satu data Muba Untuk Indonesia,"tandasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Musi Banyuasin Masa Bakti 2022-2027
dan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Musi Banyuasin Masa Bakti 2022-2026 resmi dikukuhkan di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (22/9/2022) .

Pelantikan tersebut dihadiri secara langsung Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Provinsi Sumatera Selatan dan Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW)
Provinsi Sumatera Selatan Ibu Hj Fauziah Mawardi Yahya. Forkompinda Muba, Para Asisten serta Kepala Perangkat Daerah Muba.

Pada kesempatan ini Pj Bupati Muba H Apriyadi mengatakan, sangat mengapresiasi  terbentuknya Yayasan Jantung Indonesia (YJI) di Kabupaten Musi Banyuasin. Yayasan Jantung Indonesia (YJI) secara moral adalah wadah berhimpunnya elemen
masyarakat yang diberikan kesempatan untuk mewujudkan niat dan itikad pengabdian sosial berupa, penyelenggaraan misi kemanusiaan
baik bantuan materil maupun moril terhadap akses medis bagi penderita penyakit jantung. 

"Termasuk juga menjadi sebuah organisasi yang mendukung pemerintah
dalam mengedukasi masyarakat dalam memahami pentingnya kesehatan jantung melalui berbagai perilaku yang mencerminkan pola hidup sehat,"ungkapnya. 

Lanjut Apriyadi, Dengan adanya Yayasan Jantung Indonesia (YJI) ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan jantung, sehingga dapat menuju masyarakat muba yang lebih sehat dan jauh dari penyakit jantung. "Saya berharap pengurus YJI Muba tetap menjalankan program yang telah direncanakan. Serta dapat terus berkontribusi untuk menyadarkan masyarakat, pentingnya menjaga kesehatan jantung,"tuturnya.  

Pj Bupati Muba juga mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Muba masa bakti 2022-2026. "Semoga Ketua GOW dan pengurus yang baru saja dilantik bisa menjalankan roda organisasi dengan penuh tanggungjawab dan dapat memberdayakan organisasi ini melalui peningkatan kemampuan serta kapasitas para 
anggotannya,"harapnya. 

Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Muba sekaligus Ketua Gabungan Organisasi Wanita
(GOW) Kabupaten Muba Hj Asna Aini Apriyadi mengungkapkan, Terima Kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam kegiatan pelantikan YJI dan GOW Kabupaten Muba.

"Tentunya ini semua merupakan titik awal bagi kami, untuk meningkatkan upaya mewujudkan serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan disegala bidang,"ucapnya.

Sesuai dengan misi kemanusiaan YJI, maka peran dan tugas pengurus YJI Musi Banyuasin, diantaranya adalah membangun koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, baik elemen pemerintahan maupun elemen non pemerintahan. Yayasan ini memiliki peran besar dalam mendukung kesehatan masyarakat. "Untuk itu, kami memohon dukungan dari semua pihak agar bisa mensukseskan segala programnya,"kata Asna. 

Sementara, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Provinsi Sumatera Selatan dan Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Selatan Ibu Hj Fauziah Mawardi Yahya mengatakan, selamat kepada pengurus YJI dan pengurus GOW yang baru saja dilantik. 

"Diharapkan mampu bersinergi dan selalu kompak untuk menjalankan segala program mulianya. Kami yang ada di Provinsi tentunya akan dan selalu membuka diri jika ingin berdiskusi,"tandasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Support serta dukungan yang diberikan dan disampaikan oleh Penjabat Bupati Musi Banyuasin H Apriyadi MSi, untuk ikut mensukseskan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di Kabupaten Muba sepertinya, dipercaya menjadi sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Benar saja berkat dukungan serta arahan Pj Bupati Muba. Kabupaten Musi Banyuasin dipilih oleh BPS Pusat Melalui surat BPS yang ditanda tangani Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik, pada tanggal 16 September 2022, nomor, B-312/03000/SS.020/09/2022, hal, Asesmen Tata Kelola Regsosek  dan Muba menjadi salah satu wilayah yang  menjadi prototipe tata kelola Regsosek

"Jadi, 7 Wilayah kabupaten/kota di Indonesia yang dipilih untuk dijadikan sampel kesiapan administrasi Regsosek. Diantaranya, Kota Padang Panjang, Kota Prabumulih, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Muba menjadi salah satunya,"ulas Kepala BPS Muba Trio Wira Dharma SST. 

Disampaikan kepala BPS Muba, Regsosek memiliki tiga visi besar yaitu mewujudkan satu data, mengintegrasikan informasi data dan membuat program kesejahteraan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga dan tepat administrasi. Sehingga data ini akan menjadi katalisator peningkatan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga nanti saat menjadi sampel kesiapan administrasi Regsosek, Kabupaten Muba bisa memberikan yang terbaik dan memberikan banyak manfaat,"ungkapnya. 

Penjabat (Pj) Bupati Muba H Apriyadi mengatakan, untuk bisa 
wujudkan Indonesia satu data salah satu langkahnya ialah melakukan pendataan awal Regsosek. Melalui Regsosek dapat membantu pemerintah pusat dan daerah mengentaskan kemiskinan ekstrem. Memudahkan pelaksanaan program perlindungan dan pemberdayaan masyarakat

"Hal inilah yang akan menjadi dasar saya sebagai Penjabat daerah untuk mendukung Regsosek dan siap membantu apa yang dibutuhkan BPS Kabupaten Muba untuk kelancaran pelaksanaan dilapangan. Saya tentunya sangat bangga Kabupaten Muba terpilih menjadi sampel kesiapan administrasi Regsosek. Ayo semuanya kita Warga Musi Banyuasin mari kita berperan aktif untuk sukseskan Regsosek," serta memberikan data yang sebenarnya kepada petugas BPS yang akan turun mendata seluruh warga Musi Banyuasin dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2022 sampai dengan 14 November 2022 oleh Petugas Pendata Lapangan dan diawasi oleh Petugas Pemeriksa Lapangan tandasnya.

Sementara itu Herryandi Sinulingga AP Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin menyampaikan bahwa saat ini kami bersama Tim Satu Data Kabupaten Musi Banyuasin sedang melakukan input data assessment Tata Kelola Registrasi Sosial Ekonomi paling lambat hari ini 20 September 2022 sebelum nantinya dilakukan assessment secara langsung Oleh BPS Pusat bersama tim dan akan diassesment pada tanggal 21-24 September 2022, jelasnya.
PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM- Seperti yang telah diketahui, bahwasanya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  sudah melewati beberapa proses dan mempersiapkan BUMD khusus yang akan bekerja sama dengan Pemprov Sumsel, dalam rangka memaksimalkan Participating Interest (PI) 10% sebagai penerimaan daerah dari hasil migas.

"Upaya ini sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi. Untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya pada kegiatan usaha migas. Upaya tersebut, dilakukan melalui kebijakan Participating Interest (PI) 10 persen,"ungkap Pj Sekda Muba Musni Wijaya SSos MSi melalui Kabag SDA Muba Okta Rizal, saat hadir mengikuti Rapat Koordinasi terkait Penawaran PI 10% Wilayah Kerja Migas South Sumatra, di Dinas Energi dan Sumber Daya
Mineral Provinsi Sumatera Selatan, Jum'at (16/9/2022). 

Kabag SDA Muba mengatakan, terdapat 6 (enam) Kabupaten/Kota yang di tunjuk sebagai narahubung terkait penawaran PI 10% wilayah kerja migas South Sumatra. "Alhamdulillah Kabupaten Muba bersama Direktur Utama PT Muba Energi Maju Berjaya, disepakati untuk menjadi narahubung dari kegiatan PI ini. Semoga dari setiap proses pelaksanaan tidak terjadi banyak hambatan dan bisa memastikan bahwa PI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,"ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Energi dan
Sumber Daya Mineral Provinsi Sumsel Aryansyah menyampaikan,  dari kegiatan rapat koordinasi terkait penawaran PI 10% wilayah kerja migas South Sumatra. Telah disepakati PT Sumsel Energi Gemilang sebagai BUMD Penerima Penawaran Partisipasi interes 10% Wilayah Kerja Migas South Sumatra sesuai Surat Gubemur Sumatera Selatan No.541/0989/DESDM/V-3/2022 pada tanggal 4 April 2022. 

Pada kesempatan ini juga sudah disepakati ada 6 (enam) Kabupaten/Kota yang di tunjuk sebagai narahubung terkait penawaran PI 10% wilayah kerja migas South Sumatra di antaranya, Provinsi Sumatera Selatan Kepala Bidang Energi Dinas ESDM dan Direktur Utama PT Sumsel Energi Gemilang. Kabupaten Musi Banyuasin Kepala Bagian Sumber Daya Alam dan Direktur Utama PT Muba Energi Maju Berjaya.
Kabupaten Lahat Asisten lI dan Direktur Utama PDPDE Lahat. Kabupaten Musi Rawas Plh Sekda
dan Komisaris Utama PT Mura Sempurna Perseroda. Kabupaten PALI Kepala Bagian Perekonomian dan SDA bersama Direktur Utama PT Pali Anugerah Sejahtera. Kabupaten Muara Enim Kepala Bidang ESDM Dinas Perdagangan Kabupaten Empat Lawang  Sekretaris Daerah. 

"Diharapkan yang setiap kabupaten/kota yang sudah disepakati menjadi narahubung, dapat menindaklanjuti sebagaimana mestinya,"tandasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Polda Sumatera Selatan melakukan Asistensi Kampung Tangguh Anti Narkoba di wilayah hukum Polres Musi Banyuasin, Senin (14/9/2022) berlangsung di Ruang Rapat Serasan Sekate.

Kegiatan ini dipimpin Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombespol Iskandar F Sutisna SIK MSi dan dihadiri Pj Bupati Muba H Apriyadi melalui Pj Sekda Muba Musni Wijaya SSos MSi dan Kapolres Muba AKBP Siswandi, SIK SH MH, Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah Muba.

Pj Sekda Muba Musni Wijaya SSos MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa pencegahan dan pendeteksian dini terhadap peredaran narkoba dan aksi radikal ini menjadi fokus utama Pj Bupati Muba H Apriyadi.

"Terima kasih pak Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombespol Iskandar F Sutisna SIK MSi sudah hadir dan berkunjung di Kabupaten Muba. Terkait dengan peredaran narkoba ini Pemkab Muba sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya, untuk pencegahan penggunaan narkoba ini mulai dilakukan dengan implementasi Perda larangan pesta malam hari hingga menggandeng panti rehabilitasi bagi masyarakat yang ketergantungan narkoba,"ungkap Musni.

Direktur Intelkam Polda Sumatera Selatan Kombespol Iskandar F Sutisna SIK MSi dalam pertemuan ini mengapresiasi komitmen Pj Bupati Muba H Apriyadi dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dengan cara humanis di wilayah Kabupaten Muba. 

"Upaya telah dilakukan Polri bersama pemerintah untuk menekan penyalahgunaan narkoba sudah maksimal agar generasi mudah di masa yang akan datang dapat bebas dari jeratan barang haram tersebut dengan membentuk kampung tangguh ini. Upaya penegakan hukum, namun upaya ini juga harus dibarengi dengan hal lain dan melibatkan seluruh berbagai pihak terkait,"ungkapnya.

Ia juga menyampaikan beberapa strategi agar wilayah bisa bebas dari Narkoba. "Kami apresiasi terhadap Pemerintah Daerah yang sangat komit dalam memberantas korupsi dan menjaga kondusifitas wilayah di Kabupaten Muba ini. Karena di Sumsel ini hanya Kabupaten Muba yang nihil radikalisme,"ungkapnya.

Dikatakannya, "Kenapa narkoba harus di jauhi, karena pengguna narkoba tersebut bisa gila, miskin, dan sakit. Untuk mencegahnya tentu diperlukan strategi diantaranya pertama Perbaiki kualitas SDM (Binrontal melalui pemberdayaan tempat), Perbaikan Infrastruktur (Perbaikan Fasum dan Fasos), Peningkatan Ekonomi Kawasan ( seperti Pelatihan UMKM & Pemberdayaan masyarakat), dan peningkatan keamanan kawasan (peningkatan kehadiran petugas keamanan),"tandasnya.

Senada, Kapolres Muba AKBP Siswandi, SIK SH MH berharap di Muba Kampung Tangguh Anti Narkoba bertambah dari 5 desa menjadi semua desa bisa menjadi Kampung Tangguh Anti Narkoba. 

Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk terus berkomitmen menggelorakan sampai ke tingkat kecamatan bahkan desa.

"Muba sudah membetuk 5 desa menjadi kampung tangguh. Tidak hanya kampung tangguh narkoba saja, akan tetapi kampung tangguh anti radikalisme, dan kampung tangguh COVID-19. Saya juga dalam kesempatan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen Pemerintah Kabupaten Muba khususnya kepada pak Pj Bupati H Apriyadi dalam mendukung Polri memerangi narkoba sekaligus menjaga ketertiban wilayah, sehingga Muba ini menjadi satu daerah zero konflik,"pungkasnya.
PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin siap mendukung suksesnya Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik Provinsi Sumsel, yang akan dilaksanakan pada awal Oktober 2022 mendatang.

Demikian diungkapkan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Musni Wijaya SSos MSi disela menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Badan Pusat Statistik Provinsi Sumsel yang dibuka oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, di Hotel Novotel Palembang, Senin (12/9/2022).

Menurutnya hal tersebut sejalan dengan tujuan Pemkab Muba dalam upaya menemukan data yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan dalam segmen mengentaskan kemiskinan.

"Kita siap sukseskan program Regsosek ini agar sistem pendataan lebih baik,” ujarnya.

Dalam menindaklanjuti upaya itu, dikatakannya Pemkab Muba akan menggelar rapat koordinasi yang sama. "Kita (pemerintah daerah) dimintanya segera mengadakan rakor serupa di daerah masing-masing dengan menghadirkan pemerintahan tingkat RT/ RW sebelum Regsosek dimulai pada 15 Oktober 2022," ungkap Musni.

Sementara Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya mengajak para bupati dan walikota untuk mengawal Regsosek BPS Provinsi Sumsel agar berjalan sukses. Hal ini menurutnya sebagai momentum Emas dalam menurunkan kemiskinan di Sumsel menjadi 1 (satu) digit. 

"Kita harus bangga Sumatera Selatan, Provinsi pertama di Indonesia yang mengadakan Rakor, Ini bukti komitmen kuat kita dalam upaya meningkatakan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan dalam kurun waktu satu bulan kedepan sebanyak 13 ribu lebih petugas pendata akan melakukan pendataan langsung ke tengah masyarakat. Karenanya itu Gubernur Sumsel mengajak kerjasama masyarakat untuk memberikan data yang benar kepada petugas agar data yang terkumpul merupakan data yang valid.

"Agar pelaksanaan Regsosek di lapangan berjalan sesuai dengan harapan, perlu melibatkan para kepala daerah dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel," tegasnya.

INFOSEKAYU.COM  - Pemerintah resmi hapus listrik 450 VA, rumah masyarakat miskin kini harus naik daya jadi 900 VA. Seperti diketahui, listrik merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Kini akhirnya Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah mengungkapkan telah sepakat dengan pemerintah untuk menghapus daya listrik 450 VA untuk rumah tangga.

Sehingga, Said, rumah masyarakat miskin akan dinaikkan daya listriknya menjadi 900 VA. Lalu, Said menambahkan kelompok masyarakat miskin akan tetap memperoleh subsidi tarif listrik meski daya rumahnya dinaikkan menjadi 900 VA.

"Salah satu kebijakan yang kita ambil adalah menaikkan 450 VA ke 900 (VA) untuk rumah tangga miskin," katanya dalam Rapat Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan dalam rangka Pembahasan RUU tentang APBN TA 2023, Senin (12/9/2022) yang ditayangkan YouTube TV Parlemen.

Said mengungkapkan alasan penghapusan daya listrik 450 VA untuk rumah masyarakat miskin karena dinilai sudah tidak layak di era sekarang.

"Bahwa itu masih banyak (rumah masyarakat miskin berdaya 450 VA), banyaknya by data jangan by kita. Nanti subjektifitas kita yang muncul," katanya.

Lebih lanjut, Said menjelaskan saat daya listrik 450 VA, dihapus maka permintaan masyarakat untuk berlangganan listrik akan semakin meningkat.

Di sisi lain, katanya, oversupply listrik pun akan berkurang.

"Kalau 450 VA naik ke 900 VA, kita bela betul orang miskin. Jangan kemudian lagi nyuci baju tiba-tiba matiin dulu (mesin cuci) karena kulkasnya mati, karena PLN-nya jeglek," ujar Said.

"Cost-nya sama saja pemasangannya," imbuhnya.

Untuk memastikan, Said pun bertanya kepada direksi PLN terkait biaya menaikkan daya listrik rumah.

Salah satu direksi PLN pun menjawab bahwa biaya yang diperlukan masyarakat sangat kecil.

"Sangat minimal. Hanya mengganti MCB (Miniatur Circuit Breaker)," kata salah satu direksi PLN.

Namun, meski disebut biaya yang diperlukan sangat kecil, Said meminta agar PT PLN tidak menanggungkan biaya ke masyarakat untuk menaikkan daya listrik.

"Kalau dari 450 VA kita naikkan 900 VA kan nggak perlu biaya. PLN tinggal datang ngotak-atik kotak meteran," ujarnya.

Sebagai informasi, aturan terkait kelompok masyarakat yang berhak memperoleh subsidi tarif listrik tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016 tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik untuk Rumah Tangga dikutip dari peraturan.go.id.

Pada pasal 2 ayat 1 tertuliskan golongan rumah tangga yang diberikan subsidi listrik yaitu yang berdaya 450 VA dan rumah tangga miskin dan tidak mampu berdaya 900 VA.

Sementara pada pasal 2 ayat 2, pemberian subsidi terhadap rumah tangga miskin yang memiliki daya listrik 900 VA dilaksanakan menurut hasil pencocokan data yang dilakukan oleh PT PLN dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal.

Adapun aturan ini ditetapkan oleh Plt Menteri ESDM saat itu, Luhut Binsar Pandjaitan pada 13 Oktober 2016. Namun menurut pasal 11, Peraturan Menteri ESDM ini baru berlaku mulai 1 Januari 2017. (tribunsumsel)

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Komunikasi dan Informatika bersama Badan Pusat Statistik Muba melakukan percepatan pelatihan operator Desa Cinta Statistik (Cantik) road show dari tingkat kecamatan hingga desa.

Hari ini, Senin (12/9/2022) Tim Statistik Sektoral dan Tim Fungsional Statistisi proaktif jalin koordinasi. Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP melalui Kepala Bidang Irma Santi Dewi ST mengatakan, lokasi perdana pelatihan tersebut dimulai dari Kantor Kecamatan Batang Hari Leko, Babat Toman, dan Kecamatan Sanga Desa.

"Ini sebagai salah satu upaya percepatan kompetensi kerja para operator atau instruktur desa yang nantinya akan melatih agen dan komunitas-komunitas statistik diseluruh desa dalam mewujudkan Program Desa Cantik," ungkap Irma.

Lanjutnya, seluruh peserta dari perwakilan desa dan kelurahan sangat antusias mengikuti pelatihan ini dengan didampingi pihak kecamatan.

"Semoga upaya ini menghasilkan satu konsep pemahaman bersama dalam mengolah data dan dapat diimplementasikan dengan cepat di lapangan menuju Satu data Muba Satu data Indonesia," pungkasnya.
JAKARTA, INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati Muba H Apriyadi, terus mewaspadai dan giat mencari berbagai solusi agar dapat mencegah dan meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Kabupaten Muba. 

"Akan diusahakan agar masyarakat Muba tidak terkena dampak Karhutlah. Oleh sebab itu, pencegahan akan difokuskan  dengan segera melakukan pembangunan Sodetan di Kecamatan Bayung Lencir,"ungkap Pj Sekda Muba Musni Wijaya SSos MSi saat Audiensi dengan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto SSos MM, Jum'at (9/9/2022) di Kantor Badan Nasional Penanggulangan
Bencana
Republik Indonesia, Jakarta. 

Dikatakan Pj Sekda Muba, pembuatan sodetan sangat berguna dalam kaitan pencegahan dan penanganan karhutlah. Terlebih keberadaan sodetan ada di lahan gambut. "Melalui koordinasi dengan BNPB, kita berharap bisa segera merealisasikan pembangunan sodetan guna mencegah potensi karhutlah,"ucapnya. 

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto SSos MM menyampaikan, Pembuatan
Sodetan menjadi salah satu solusi dalam pencegahan Karhutlah. 

"Prinsipnya kita akan mendampingi terkait kelengkapan berkas dan administrasi lainnya. Kita akan jadwalkan kemungkinan Minggu depan untuk melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Sumsel,"katanya. 

Diharapkan pembuatan sodetan ini menjadi investasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muba. "Kami apresiasi karena Pemkab Muba sudah memaksimalkan berbagai solusi untuk pencegahan Karhutlah dengan tujuan menyelamatkan generasi masa depan dari bencana,”tuturnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Pj Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi MSi hadir dan membuka langsung Focus Grup Discussion (FGD)Penyusunan peta peluang investasi proyek prioritas strategis yang siap ditawarkan pada sektor Sumber Daya Alam (Perkebunan Tebu Terintegrasi Industri Pengolahannya) di Kabupaten Muba, ditandai dengan pemukulan gong bertempat di Grand Ranggonang Hotel Sekayu, Kamis (8/9/2022)

Dikatakan Pj Bupati Muba, kegiatan pada hari ini dilaksanakan yaitu fokus diskusi Pemkab Muba bersama stakeholder terkait untuk mendukung program Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam melakukan penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI), untuk kemudian ditawarkan peluang SDA Muba kepada pihak investor untuk berinvestasi di Kabupaten Muba.

"Kepada perangkat daerah terkait silahkan dikaji dan diberikan data sebenar-benarnya, pastika lahan yang akan di tawarkan ke investor benar-benar clear, baik dari sisi tata ruangnya, statusnya dan juga terkait kondisi lahan, apakah konturnya memang cocok dan yang terpenting tidak dalam posisi sengketa, jangan sampai pihak ketiga yang akan berinvestasi di Muba justru terkena masalah, tugas kita Pemkab Muba memastikan investor bisa fokus berinvestasi dan tidak terbebani oleh permasalahan sosial,"pungkas Apriyadi.

Apriyadi menjelaskan bahwa, Kabupaten Muba memiliki potensi untuk pengembangan perkebunan tebu terintegrasi dengan industri pengolahannya, hal ini selaras dengan keputusan menteri pertanian nomor 472 tahun 2018 tentang kawasan prioritas pertanian nasional. Proyek strategis perkebunan tebu terintegrasi dengan industri pengolahannya, on farm dan off farm yang artinya akan ada industri dibangun disini, tidak hanya perkebunannya tetapi juga pabrik yang akan menghasilkan barang setengah jadi maupun barang jadi.

"Ini diharapkan memberikan multiplier effect yang luas, baik itu akan memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi di Muba, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Muba. Proyek ini menjadi strategis karena produksi gula nasional saat ini hanya mengcover sebagian konsumsi gula nasional, sebagian lagi dipenuhi dengan impor gula, kurang lebih 5 juta ton gula diimpor pertahun, ini adalah peluang market yang besar bagi peluang investasi industri pengolahan tebu, tidak hanya menghasilkan rendemen gula, diharapkan industri juga akan menghasilkan produk sampingan dari proses pengolahan tersebut, ampas tebu yang bisa diolah menjadi biopackaging, resin, kertas kemudian blotong yang bisa diolah menjadi biofertilizer dan tetes tebu yang bisa diolah menjadi bioethanol dan banyak produk turunan lainnya,"ungkapnya.

Kandidat doktor Universitas Sriwijaya Palembang ini juga menyampaikan, bahwa sektor perkebunan di Muba didominasi perkebunan kelapa sawit dengan luas perkebunan mencapai 443.471,62 Ha dengan kapasitas produksi 9.493.873 ton dan telah dilakukan replanting sebanyak 37.163 Ha, sedangkan perkebunan karet seluas 466.393,4 ha dengan kapasitas produksi mencapai 419.742 ton yang di dominasi perkebunan rakyat sebanyak 98,5%.

"Guna mendorong pertumbuhan ekonomi, kami menyadari pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang kita miliki dengan menghasilkan barang setengah jadi maupun barang jadi yang nilai jualnya lebih tinggi dan harga lebih stabil daripada harga bahan baku"ucap Apriyadi.

Lanjutnya, terkait dengan implementasi hilirisasi komoditas perkebunan di kabupaten Muba, Pemkab Muba telah mengimplementasikan berbagai hilirisasi komoditas perkebunan seperti hilirisasi komoditas sawit menjadi bensin sawit yang telah dicoba di pabrik industrial vegetable oil (ivo) bensin sawit yang dilakukan PT. Berkat Sawit Sukamaju, tidak hanya itu hilirisasi juga dilakukan untuk komoditas karet dengan pendirian pabrik pengolahan aspal karet lateks bekerjasama dengan pusat penelitian karet dan PT. Jaya Trade dan produksi produksi produk crumb rubber rata-rata 86.400 ton/tahun, dan pembangunan instalasi lateks pekat terpravulkanisasi. 

"Tidak hanya itu Kabupaten Muba telah mempersiapkan dokumen masterplan Kawasan Industri Hijau (KIH) guna mendukung investasi terutama hilirisasi industri di kabupaten Muba. Kami minta tolong sampaikan ke pemerintah pusat, kiranya di Muba direkomendasikan investor mendirikan pabrik hiliriasi karet, agar bisa mendongkrat perekonomian di Muba,"harap Apriyadi.

Direktur Perencanaan Sumber Daya Alam, Kementrian Investasi/BKPM, Rati Purbasari Khania menyampaikan penyusunan peta peluang Investasi merupakan, arahan Bapak Presiden kepada Bapak Menteri Investasi, untuk menyiapkan informasi proyek yang ready to offer, berdasarkan pendekatan dari kacamata calon investor potensial. Hal ini berangkat dari kendala-kendala yang selama ini dihadapi investor, antara lain menemukan lahan yang clean and clear, ketersediaan
infrastruktur pendukung yang lengkap, serta peluang investasi prospektif yang didekatkan dengan market demand.

"Yang akan dipastikan dalam FGD ini pertama, delineasi lokasi lahan proyek perkebunan tebu terintegrasi dengan industri pengolahannya di Kabupaten Muba. Kejelasan akan status lahan menjadi kunci penting, proyek ini nantinya akan ditawarkan kepada investor pada tahun 2023 mengingat kegiatan penyusunan peta peluang ini akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2022. Untuk itu, mohon dukungan Pemerintah Kabupaten Muba untuk mengawal kepastian pemanfaatan lahan bagi investor, termasuk harga lahan agar tidak signifikan kenaikannya dalam proses perolehannya,"bebernya.

Lanjutnya, kedua, kebutuhan ekosistem, SDM, dan infrastruktur pendukung pengembangan perkebunan tebu dan industri pengolahannya, Ketiga, model bisnis, skema kerjasama, dan pola kemitraan untuk kegiatan usaha perkebunan tebu di Kabupaten Muba. Kami berharap bahwa proyek peta peluang investasi benar-benar strategis, potensial, dan tepat untuk ditawarkan kepada investor. Untuk itu, kami memerlukan masukan dan tanggapan/review dari stakeholder terkait untuk perbaikan atau melengkapi analisis awal yang telah disusun tim.
Sekayu, Infosekayu.com - Kebutuhan pelayanan kesehatan hingga sarana pasar tradisional di Kecamatan Keluang akhirnya terpenuhi. Ini setelah Pj Bupati Muba Drs Apriyadi mengalokasikan dana pembangunan puskesmas percontohan dan Pasar Tradisional di Desa Karya Maju Kecamatan Keluang. 

Rabu (7/9/2022) pagi Pj Bupati Apriyadi mengecek langsung progress pembangunan puskesmas percontohan dan Pasar Tradisional di Desa Karya Maju Kecamatan Keluang. Pantauan di lokasi tampak Apriyadi meminta agar pelaksana pengerjaan proyek bekerja dengan baik dan penyelesaiannya tepat waktu. 

"Puskesmas di Desa Karya Maju ini dibangun sejak transmigrasi dibuka di Keluang. Jadi memang perlu pembenahan untuk mengakomodir pelayanan kesehatan warga Keluang," ucap Apriyadi. 

Mantan Kepala Bappeda Muba ini menyebutkan, Puskesmas di Desa Karya Maju tersebut dibangun sesuai standar dari Kementerian Kesehatan. "Jadi puskesmas ini akan jadi puskesmas percontohan di Kabupaten Muba," ulasnya. 

Lanjutnya, puskesmas Desa Karya Maju selain berfungsi sebagai pelayanan kesehatan juga menjadi wadah edukasi kesehatan warga. "Selain ruangan yang bagus kita juga akan siapkan fasilitas yang baik demi kebutuhan masyarakat," terangnya. 

Apriyadi mengungkapkan, Pemkab Muba mengucurkan anggaran sebesar Rp4.606.838.000.00 Miliar untuk pembangunan puskesmas sedangkan pasar tradisional sebesar Rp883.129.000. "Target Januari 2023 sudah bisa digunakan dan akan kita launching operasionalnya," bebernya.

Kepala Puskesmas Desa Karya Maju dr Sri Yulianti Esmita menyebutkan puskesmas mampu menampung hingga 12 pasien untuk perawatan yang terdiri dari 3 bed anak, 3 bed dewasa perempuan, 3 bed dewasa pria, 2 bed persalinan, dan 1 ruang isolasi. 

"Dengan adanya bangunan puskesmas yang baru nantinya perawatan dapat lebih maksimal, karena ruang kantor dan rawat jalan dapat terpisah karena selama ini bercampur jadi satu dengan kondisi ruang yang tidak memungkinkan," ungkapnya. 

Ia menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Pj Bupati Apriyadi yang menjawab kebutuhan warga masyarakat Keluang selama ini. "Minimal penanganan sementara untuk kesehatan di puskemas ini dapat berjalan maksimal, saya mewakili masyarakat Keluang dan tenaga medis di puskesmas mengucapkan banyak Terima kasih kepada pak Bupati Apriyadi," tuturnya. 

Kepala Disdagperin Muba, Azizah SSos MT menyebutkan pembangun  dan pengelolaan sarana distribusi pasar Karya Maju Keluang mengucurkan anggaran sebesar Rp883.129.000.

"Sesuai keinginan pak Bupati agar dengan keberadaan pasar ini pedagang jadi lebih tertata rapi dan kondisi pasar tidak semrawut, target kita 120 hari kerja pasar ini sudah selesai pembangunannya dan saat ini telah dimulai," pungkasnya. 

Senada diucapkan Camat Keluang Debby Heryanto SSTP MSi. Ia mengucapkan terima kasih atas alokasi bantuan pembangunan puskesmas dan pasar di Desa Karya Maju Kecamatan Keluang. 

"Pembangunan puskesmas percontohan dan pasar tradisional ini sangat bermanfaat kepada masyarakat Keluang, Terima kasih pak Pj Bupati Apriyadi, telah memfasilitasi kebutuhan warga Keluang," tandasnya.

JAKARTA, INFOSEKAYU.COM  - Ada wajah baru di kabinet Presiden Joko Widodo mulai Rabu (7/9/2022) siang ini. Presiden Jokowi dijadwalkan melantik Abdullah Azwar Anas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Dia akan menempati pos Menteri Pendayagunaan   Aparatur Negara dan    Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Sumber Kompas.com dari pemerintahan mengatakan, pelantikan digelar pukul 13.30 WIB.

"Pelantikan Menpan RB pukul 13.30 WIB. Hari ini," kata sumber pada Rabu pagi.

"Yang dilantik Azwar Anas," lanjut sumber itu.

Abdullah Azwar Anas dikenal luas oleh publik sebagai Bupati Banyuwangi yang menjabat sejak 21 Oktober 2010 hingga 17 Februari 2021.

Sejak 13 Januari 2022, ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Azwar diketahui juga merupakan politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sebelumnya, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, menduga Presiden Joko Widodo tidak kunjung melantik Menpan RB definitif karena kegiatan yang padat. Hal ini ia sampaikan saat ditanya soal kemungkinan adanya pengisian jabatan Menpan-RB dalam waktu dekat.

"Karena mungkin Pak Presiden kan sibuk," kata Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Presiden Jokowi baru saja menyelesaikan lawatan ke Papua, Maluku, dan Lampung, pada pekan lalu.

Kemudian, pada Senin (5/9/2022), Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, dan akan menghadiri acara Kementerian Pertahanan pada Kamis (8/9/2022).

Lebih lanjut, Heru menyebut isu penetapan Menpan-RB merupakan ranah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Kalau Menpan kan ada urusannya Pak Mensesneg, Pak Seskab," ujar Heru.

Posisi Menpan-RB definitif sudah kosong selama lebih dari dua bulan setelah Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada 1 Juli 2022.

Setelah Tjahjo Kumolo wafat, Jokowi telah menunjuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, sebagai pelaksana tugas Menpan-RB. PDIP diketahui sudah menyerahkan sejumlah nama untuk menempati posisi Menpan-RB. (Tribun Jabar)

SEKAYU,  INFOSEKAYU.COM - Pemkab Musi Banyuasin terus mendorong peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah
(TPAKD) dalam mengoptimalisasikan akses keuangan daerah untuk UMKM
dan Pelajar di Kabupaten Muba. 

Hal ini disampaikan langsung oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi melalui Asisten
Perekonomian dan
Pembangunan Setda Muba Drs H Yusuf Amilin dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan road show Literasi dan Inklusi
keuangan, Optimalisasi Akses Keuangan Kepada UMKM
dan Pelajar oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah
(TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (06/09/2022) berlangsung di Ruang Rapat Randik gedung Pemkab Muba.

"Kita sangat mendukung kegiatan Roadshow Literasi dan Inklusi
Keuangan ini. Apalagi kegiatan ini diperuntukkan untuk UMKM dan pelajar di Kabupaten Muba. Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk mensukseskan kegiatan ini. Sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik sesuai yang diharapkan,"ungkap Yusuf Amilin.

Kabag Ekonomi Setda Muba Muhammad Aswin SSTP MM menerangkan bahwa kegiatan ini bakal dilaksanakan di Opproom Pemkab Muba pada hari Kamis 22 September 2022.

Menurutnya, kegiatan roadshow tersebut akan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Kepala Biro Perekonomian, Kepala Dinas koperasi dan UMKM provinsi Sumsel. 

"Peserta kegiatan ini berjumlah 250 yang terdiri dari TP PKK  Muba 50 orang, Pelaku UMKM 50 orang, Nelayan 50 orang, Petani 50 orang, dan Peternak 50 orang,"terangnya.
 
Aswin juga berharap OPD terkait dapat mensupport dan mensukseskan kegiatan tersebut. 

"Kegiatan ini merupakan program kejar, program kejar ini sudah kita angkat sejak tahun 2021. Program kejar satu rekening satu pelajar ini mulai dari pelajar SMA/ SMK, SMP/MTS, SD, paud serta pelajar difabel. Kegiatan ini kita bagi menjadi 2 sesi pagi dan sore. Jadi Sesi pertama mulai pukul 08.00-12.00 Sosialisasi Literasi Keuangan dan Produk serta Layanan Keuangan Program KUR/KUR Klaster dan Pembiayaan Ultra Mikro,"tandasnya.