Articles by "info pemerintahan"
Tampilkan postingan dengan label info pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Muba, Infosekayu.com - Angka kematian terpapar COVID-19 masih tinggi di sejumlah wilayah yang menerapkan PPKM Level IV. Kondisi ini diprediksi bakal membuat PPKM belum segera berakhir.  Data satgas covid19 menyebutkan hingga hari ini sebanyak 21 provinsi dan 45 kabupaten/kota di Indonesia sudah menerapkan PPKM Level IV terhitung sejak 26 Juli lalu hingga 2 Agustus mendatang. 

"Andai memang di Muba PPKM Level IV akan diperpanjang tentu prinsipnya Muba siap. Aktifitas tetap berjalan dengan batasan ketat serta selalu mematuhi protokol kesehatan (Prokes) COVID-19," ucap Dodi Reza dalam kesempatan Video Conference Evaluasi Perkembangan dan Tindak Lanjut PPKM Level IV, Sabtu (31/7/2021). 

Kepala Daerah Inovatif ini melaporkan, sejak penerapan PPKM Level IV di Kabupaten Muba, disamping tetap memprioritaskan pembatasan kegiatan masyarakat dan memaksimalkan pencegahan serta penanganan COVID-19 dirinya  juga memaksimalkan perhatian ke pasien isolasi mandiri (isoman) di Muba. 

Ia menambahkan, Pemkab Muba juga akan memaksimalkan tempat isolasi terpusat. "Dengan harapan angka pasien sembuh terpapar COVID-19 terus bergerak cepat," ulasnya. 

Dodi menambahkan, sejauh ini Kabupaten Muba tidak menemukan kendala serius. "Terkait oksigen kita pastikan stok banyak dan RS Darurat COVID-19 tetap disiagakan," ucapnya. 

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan peran seluruh Kepala Daerah dan Forkopimda dalam menekan angka terpapar COVID-19 sangat penting. 

"Dalam kesempatan ini juga saya minta agar di setiap daerah yang masuk PPKM Level IV untuk memperkuat 3T yakni testing, tracing, dan treatment," sebutnya. 

Pada rapat ini Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turut didampingi Kepala Dinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Kepala BPBD Muba Joni Martohonan AP MSi dan Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Hari Jumat pagi selalu disempatkan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin untuk silaturahmi ke warga masyarakat Muba dan Perangkat Daerah serta Forkopimda. Nah, pada Jumat (30/7/2021) pagi kali ini Bupati Dodi Reza menyempatkan diri menyambangi Kapolres Muba di Sekayu. 

Pantauan di lokasi, tampak Kepala Daerah Inovatif tersebut menyapa anggota Polres Muba bahkan menyempatkan diri untuk memperpanjang masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya. 

"Jadi masa berlaku SIM saya itu mau habis. Hari ini selain silaturahmi dengan jajaran anggota Polres Muba saya juga perpanjang masa berlaku SIM," ucapnya. 

Dodi mengaku, ia melihat proses pelayanan administrasi Polres Muba untuk warga sangat berjalan baik dan menerapkan Protokol Kesehatan. 

"Saya juga dalam kesempatan ini mengajak seluruh warga Muba untuk patuh dan mentaati aturan lalu lintas, seperti contoh untuk bisa mengemudikan Kenderaan wajib memiliki SIM. Saya meski Kepala Daerah tetap harus memiliki  SIM yang berlaku," dan patuh terhadap aturan yang ditetapkan dan saat berkendara mari kita bersama mematuhi rambu rambu lalu lintas dan berhati hati dalam berkendara" himbau Dodi Reza Alex.

Sementara Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SH SIk mengucapkan, terima kasih atas kunjungan Bupati Muba sudah bersilaturahmi dan melakukan perpanjangan SIM. 

"Kami siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat serta siap bersinergi menjadi mitra pemerintah dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Muba," imbuhnya. 

Dikatakan, sesuai dengan fungsi dan tugas anggota, yaitu memberikan pengamanan dan mendukung kebijakan.

"Semoga melalui silaturahmi ini, dapat meningkatkan sinergitas antara kepolisian dengan komponen Pemerintah dalam membantu mewujudkan pembangunan yang maju dan sejahtera. Diharapkan terciptanya pemahaman dan menyatukan persepsi dalam rangka menjalankan tugas pokok dan pembangunan di daerah. Serta semoga kedepannya kami dapat terus memberikan yang terbaik dalam hal pelayanan kepada masyarakat," tutup Kapolres.

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Sesuai intruksi Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat di wilayah Kabupaten Muba dikerahkan untuk melakukan Isoman Care dan Grebek Isoman, untuk langsung door to door menyambangi pasien isoman dan warga terdampak COVID-19. 

Bupati Muba Dr Dodi Reza mengaku, inisiasi Grebek Isoman tersebut dilakukannya untuk menyemangati warga yang sedang isoman agar tetap kuat saat terpapar COVID-19. 

"Kita tahulah, mereka yang isoman karena terpapar COVID-19 ini kan tidak bisa beraktifitas sementara, otomatis mereka yang berpenghasilan menjadi terkendala. Karena itu, butuh bantuan dan harus kita bantu dan beri semangat," ucapnya.

Sementara itu, pantauan di lapangan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, H Yudi Herzandi SH MH didampingi Kabag Tata Pemerintahan, Kabag Hukum Roma Saripurba dan Camat Babat Supat Rio Aditya SSTP ikut turun langsung melakukan Grebek Isoman, kali ini di Desa Tanjung Kerang, Babat Banyuasin, Supat Timur, Langkap, dan Desa Babat Ramba Jaya Kecamatan Babat Supat.

"Kita berikan langsung bantuan Pemkab Muba berupa beras dan sembako kepada warga yg melaksanakan isoman. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan dasarnya serta selalu semangat menjalani isoman ini, jangan lupa selalu  bersyukur dan berdoa semoga pandemi COVID-19 ini cepat selesai sesuai harapan kita bersama,"ungkap Asisten I.

Selain itu tampak sejumlah OPD dan Camat serta Forkopimcam turun ke lapangan menyerahkan bantuan giat Grebek Isoman. Salah satunya Kepala Dinas Perhubungan H Pathi Riduan SE ATD MM dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muhammad Fariz SSTP MM beserta Camat Tungkal Jaya Sugeng Riyadi SPd MM memberikan bantuan langsung untuk warga isoman di Desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya.

Pemantauan Isoman Care juga turut dilakukan di Kecamatan Lais oleh Tim gabungan terdiri dari, Kepala BKPSDM Endang Dwi Astuti SE MSi dan Dinas Perikanan Hendra Tris Tomy SSTP MDev didampingi Camat Lais Demoon Herdian Eka Suza SSTP MSi.
 
"Didapati satu orang nakes Puskesmas Lais yang Isoman di Rumah Dinas Dokter sudah selama tujuh hari, keadaan baik stabil mengarah ke sehat (Negatif COVID-19). Disamping  itu juga ada data empat orang Penduduk yang dirawat di RSUD Sekayu, terkonfirmasi akan segera kembali dalam keadaan baik dan sembuh. Pemantauan Isoman Care dan pemberian bantuan Bupati Muba berupa Sembako sudah dilaksanakan,"papar Camat Lais.

Tim Kecamatan Sanga Desa yang terdiri dari Disdukcapil H Asmarani, Inspektur RE Aidil Fitri dan Disnakertran Mursalin SE MSi didampingi Camat Sanga Desa Hendrik SE MSi juga telah melakukan Grebek Isoman dan Isoman Care ke Kecamatan Sanga Desa.

"Kunjungan kerumah yang positif sebanyak tujuh orang. Tujuh pasien Isoman ini dari Desa Ngulak dua orang, dari Desa Ngulak 1 sebanyak satu orang, Desa Ngulak 2 sebanyak Tiga orang dan Desa Ngunang Satu orang. Kami telah memberikan bantuan sembako bersama tim Kecamatan Sanga Desa,"ujar Camat Sanga Desa, Hendrik SH MSi.

Terpisah Kepala Bagian Kerjasama Setda Muba  kolaborasi Dicky Meiriando SSTP MH dengan Kepala Bagian Kesra Opi Palopi dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Dewi Kartikawati melaksanakan Program Isoman Care, dengan melakukan pemantauan dan penyerahan Bantuan Paket Sembako kepada warga Kecamatan Babat Toman yang sedang isolasi mandiri (Isoman) dikarenakan terpapar COVID-19.

Begitu juga Plt Kadinsos Muba Bapak H Ibnu Sa'ad SSos MSi bersama Kepala DPPKAD Mirwan Susanto SE MM melalui Sekretaris Deni SH dan Camat Sungai Lilin Agus Kurniawan SIP mengunjungi dan  menyerahkan bantuan sembako untuk warga yang sedang menjalani soman di Kelurahan Sungai Lilin.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Kabupaten Musi Banyuasin, dibawah kepemimpinan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyandang gelar Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2021 Tingkat Nindya.

Penghargaan ini diterima Bupati Muba secara virtual di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (29/7/2021). Yang juga diterima oleh 275 provinsi, dan kabupaten kota seluruh Indonesia, dengan predikat dari yang tertinggi Utama, Nindya, Madya, dan Pratama.

Prestasi tingkat nasional yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia ini sudah tiga kali diraih Kabupaten Muba, dari tingkat Pratama tahun 2017, Madya di Tahun 2018 dan 2019, tahun 2020 penyampaian penghargaan KLA di tunda karena Pandemi Covid-19, dan ini tahun 2021 merupakan kali keempat Muba menerima predikat KLA Tingkat Nasional, yang meningkat di Predikat Nindya.

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dalam kesempatan ini mengatakan Pemerintah Kabupaten Muba akan terus mempertahankan bahkan berupaya meningkatkan predikat Muba yang dipercaya menyandang gelar Kabupaten Layak Anak Tingkat Nindya sejalan dengan kebijakan pemerintah ditengah Pandemi Covid-19.

"Menjadi kewajiban Negara dalam hal ini Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan terhadap warga negara dan terkhusus anak-anak sebagai generasi muda masa depan, untuk itu tugas pendampingan serta pemberdayaan perempuan dan anak di Muba ini wajib terus ditindaklanjuti dan program ini menjadi komitmen Pemkab Muba, bersama seluruh stakeholder terkait termasuk peran serta orangtua dan tokoh pemuda,tokoh masyarakat, tokoh agama dan peran kita semua " ujarnya.

Bupati Dodi juga meminta, pihak terkait untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder termasuk camat, kades dan lurah hingga RT, sampai ke pelosok desa dalam mengimplementasikan KLA di Kabupaten Muba.

"Selamat kepada Tim  Dinas PPPA Muba Dewi Kartika dan Seluruh OPD terkait atas penghargaan yang kita raih ini, pertahanan dan tingkatkan terus kinerja kedepan, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warga Musi Banyuasin," imbuhnya.

Atas penghargaan KLA Tingkat Nindya tersebut Muba meraih predikat paling tinggi di Provinsi Sumatera Selatan, disamping, Muara Enim dan Muratara meraih Tingkat Madya, Musi Rawas, OKU Timur, Pali, Palembang, Lubuk Linggau, dan Banyuasin meraih Tingkat Pratama.

Menteri PPPA RI Bintang Puspayoga mengucapkan selamat atas sumbangsih dan kerja nyata kepada kota kabupaten yang telah mendapat predikat KLA, dimana penerima penghargaan setiap tahunnya terus meningkat yang sebelumnya 247 dan di tahun 2021 ini meningkatkan menjadi 275 Kabupaten kota penerimaan penghargaan KLA.

"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi perempuan dan anak, dan dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten kota menjadikan program pembangunan anak untuk mewujudkan anak terlindungi dan Indonesia maju," ucapnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Muba, menggelar Rapat Seleksi Administrasi Pengadaan CPNS dan PPPK Non Guru Pemerintah Kabupaten Muba, Kamis (29/7/2021) bertempat di Ruang Rapat Serasan Sekate.

Rapat dipimpin oleh Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi. Dalam arahannya pada kesempatan ini Sekda menyampaikan, agar setiap panitia yang terlibat untuk bisa bekerja secara maksimal sesuai dengan tugasnya masing-masing dan
mempersiapkan seluruh peralatan dan pastikan semuanya dalam kondisi baik. 

"Bekerjalah dengan objektif dan penuh tanggungjawab. Dalam proses pelaksanaannya nanti harus dapat berjalan secara tranparan dan objektif sesuai dengan pedoman dan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh pemerintah,"ungkapnya. 

Apriyadi juga mengingatkan agar para pelamar tidak mudah percaya kepada oknum yang mengatasnamakan panitia. Untuk itu, terus update informasinya dengan melihat akun resmi pemerintah dan langsung menghubungi panitia yang bersangkutan, agar tidak salah langkah. Selanjutnya, dalam pelaksanaan tes semua panitia yang terlibat secara rutin harus melakukan koordinasi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan pada seleksi penerimaan CPNS dan PPPK Non Guru tahun 2021 ini.

"Terlebih lagi saat ini kita masih dalam kondisi pandemi COVID-19.  Jadi ada banyak standar yang harus kita taati agar tidak menjadi cluster dalam penyebaran COVID-19,"ujarnya. 

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Muba Endang Dwi Hastuti SE MSi menyampaikan, ada sebanyak 1.218 pelamar CPNS, 460 pelamar PPPK Non Guru, Sedangkan PPPK Guru sebanyak 2.895 pelamar. Untuk pelaksanaan PPPK Guru dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 

Dari jumlah pelamar CPNS dan PPPK Non Guru terdapat beberapa dari para pelamar yang tidak memenuhi syarat dikarenakan, terdapat kesalahan pada surat lamaran, kesalahan pada surat pernyataan, kesalahan pada ijazah, 
kesalahan pada transkrip nilai, kesalahan pada kualifikasi dan jenjang pendidikan, kesalahan pada KTP dan foto. "Untuk itu, kita ingatkan dalam proses pendaftaran harus dilakukan dengan hati-hati dan lebih teliti karena dalam pengecekan kita lakukan berulang kali, agar tidak ada yang dirugikan,"ulasnya. 

Adapun lokasi yang di rencanakan untuk pelaksanaan tes CPNS dan PPPK Non Guru di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Muba. "Tentu dalam pelaksanaannya nanti kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak yang terkait guna mensukseskan segala proses penyeleksian,"pungkasnya.
Muba, Infosekayu.com - Kepedulian Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terhadap pasien Isoman dan warga terdampak COVID-19 Muba menginspirasi banyak pihak. Setelah beberapa waktu lalu trending topik pengusaha Aceh menggelontorkan uang sebesar Rp2 Triliyun untuk bantuan ke Sumsel yang diberikan ke Kapolda.

Kini giliran Tokoh Pemuda di Bayung Lencir asal Desa Tampang Baru Muba Daniel Firmansyah yang merogoh kocek pribadi untuk membeli beras sebanyak 1 ton untuk dibagikan gratis ke warga Isoman dan terdampak COVID-19 di Bumi Serasan Sekate. 

"Saya merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang merasakan dampak PPKM ini. Namun bagaimanapun, penerapan PPKM harus berjalan agar bisa menanggulangi Covid-19," ujar pria bekerja wiraswasta ini.

Camat Bayung Lencir M Imron S.Sos, MSi, mengatakan, uang tersebut guna dibelikan beras sebanyak 1 ton. Jadi nantinya akan dibagikan kepada warga yang sedang menjalankan isoman.

"Berasnya juga kita beli dari petani lokal kita, di Lalan, Muba. Jadi selain membantu warga juga ikut mensejahterakan para petani," ujar Imron, Rabu (28/7/21).

Pihaknya pun menyambut baik bantuan ini yang merupakan amanah untuk digunakan sebagaimana mestinya. Maka itu dalam waktu dekat bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak.

"Kita bersyukur, masih banyak orang baik dan memanfaatkan pandemi ini untuk berbagi. Karena sudah semestinya kita saling bantu agar bisa meringankan beban saudara kita," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Muba, Ir Thamrin mengapresiasi tokoh pemuda yang memberikan bantuan terhadap warga isoman di Kabupaten Muba. Menurutnya, langkah dermawan ini bisa diteruskan apalagi memanfaatkan petani lokal untuk menyalurkan bantuan.

"Sesuai dengan amanat Bupati Muba Dodi Reza, yang memberikan perhatian serius kepada warga yang tengah isoman, beras yang digunakan merupakan beras asli dari Kecamatan Lalan dengan merk Beras Permata Lalan. Kita berharap pengusaha yang ada di Kabupaten Muba dapat mengikuti langkah yang sama dalam membantu warga isoman," ungkapnya.

Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, semakin banyak kepedulian yang datang maka semakin tertolong warga masyarakat yang terimbas dari COVID-19. "Kepedulian kita bisa menjadi semangat bagi mereka yang terpapar dan terdampak COVID-19," mari kita eratkan tangan untuk terus saling menolong," tandasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Menindaklanjuti Instruksi Mendagri No 25 Tahun 2021 tentang
pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4 COVID-19  di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Koordinasi  PPKM Level IV, Senin (26/7/2021)  di Aula H Alex Noerdin.

Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi mengatakan, setahun lebih wabah COVID-19 melanda hampir seluruh penjuru dunia telah menjadi ujian bagi  semua. Ada banyak pembatasan sosial hingga penanganan yang sudah dilakukan. Mulai dari penerapan PSBB hingga kini penerapan PPKM.   

"Berbagai macam upaya telah dilakukan bahkan sudah tak terhitung lagi. Mulai dari pendanaan, penanganan hingga aksi lapangkan dalam menekan penyebaran kasus COVID-19,"ungkapnya. 

Lanjut Sekda, mulai hari ini Instruksi Kemendagri No 25 Tahun 2021 diberlakukan di Kabupaten Muba artinya ada banyak kesiapan yang harus dilakukan untuk memperketat pembatasan sosial. Untuk pasar-pasar tradisional dibatasi aktivitas terakhirnya  sampai 15.00 WIB atau pukul 3 sore. Sementara untuk pelaku UMKM sampai pukul 20.00 WIB. Semua rumah makan dianjurkan untuk take away, jika makan di tempat tidak boleh lebih dari 20 Menit. 

"Semua aktivitas masyarakat dapat dilakukan namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan disiplin memakai masker,"ujarnya. 

Untuk Perkantoran yang Non Esensial WFH (Work From Home) 100%, jika ada keperluan cukup di panggil untuk ke kantor dan hanya ada Pejabat Utama dan Sekretaris yang berada di kantor. Sedangkan yang masuk dalam kategori esensial/kritikal seperti, Rumah Sakit, BPBD, Pol PP dan lainnya dapat berkerja di kantor atau Work From Office (WFO) sebanyak 25 % dan ada yang 100%. Karena instansi tersebut merupakan garda terdepan. 

"Semoga yang menjadi garda terdepan ini dapat terus memaksimalkan segala kinerjanya dan senantiasa mendapatkan kesehatan. Kemudian yang non esensial mohon untuk pengertiannya manfaatkan WFH dengan sebaik mungkin, jangan ada yang melakukan aktivitas di luar. Jika ada yang ketahuan pergi keluar kota maka akan kami beri sanksi,"tegasnya.  

Sementara, Wakapolres Muba Irwan Andeta SIK menyampaikan, masuknya Muba dalam penerapan PPKM Level IV diperlukan sinergitas dari semua pihak. Dengan terus mengedukasi masyarakat yang masih belum tertib dan belum disiplin dalam memakai masker. 

"Ini menjadi tugas bersama bagi semua dalam melakukan penanganan penurunan kasus COVID-19. Namun aksi yang dilapangan berupa teguran kepada masyarakat dilakukan sesuai yang diinginkan oleh Bupati Muba yaitu, dengan mengedepankan sisi humanis,"ucapnya. 

Dari berbagai upaya yang telah dilakukan diharapkan juga untuk  percepatan vaksinasi dan Swab PCR bagi yang kontak erat dengan yang terpapar. Kemudian diharapkan juga posko penanganan COVID-19 di tingkat desa dan kelurahan dapat berperan aktif, karena posko ini mempercepat deteksi penyebaran COVID-19.

"Semoga segala langkah dalam penanganan dan penerapan PPKM Level IV di Kabupaten Muba dapat berjalan dengan lancar dan mampu menurunkan kasus COVID-19,"pungkasnya.
Sekayu, Infosekayu.com - Pasien terpapar COVID-19 yang terus meningkat belakangan ini baik yang mendapatkan perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri (isoman) terus mendapatkan perhatian maksimal dari Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. 

Sejumlah bantuan baik berupa obat-obatan maupun kebutuhan pokok terus disalurkan ke warga yang terpapar dan terdampak COVID-19 di Muba. Bahkan, beberapa waktu belakangan Bupati Dodi Reza mengantarkan langsung bantuan obat-obatan dan daging kurban ke pasien isoman COVID-19. 

"Sejak jauh hari kita mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19 di Muba, kami telah menyediakan Rumah Sakit Darurat yang dapat menampung ratusan pasien," ujar Dodi Reza saat mengikuti video conference Rapat Koordinasi Pembahasan Penerapan PPKM Level III dan IV di Luar Jawa Bali, Sabtu (24/7/2021). 

Selain itu, Pemkab Muba juga telah mendistribusikan bed atau ranjang pasien COVID-19 ke setiap desa. "Fasilitas terus kita maksimalkan guna mengantisipasi lonjakan pasien yang terpapar COVID-19," tuturnya. 

Dikatakan, dengan bertambahnya pasien terpapar COVID-19 di Muba, maka terhitung pada Senin 26 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021 Muba menerapkan PPKM level IV. 

"Dengan penerapan PPKM level IV ini akan ada pembatasan ketat yang dilaksanakan, yakni diantaranya untuk operasional pasar tradisional dibatasi hanya sampai pukul 15.00 WIB dan pelaku UMKM sampai pukul 21.00 WIB," ulasnya.

"Semua rumah makan diwajibkan untuk hanya melayani take away dan tidak melayani makan ditempat," tegasnya. 

Kepala Daerah Inovatif ini menambahkan, pelaksanaan pembatasan dan penertiban di lapangan juga mengedepankan cara yang humanis. "Yang diawasi dan ditertibkan yakni kerumunan, dan petugas di lapangan juga mengedepankan sikap humanis," tegasnya. 

Dodi Reza memastikan, untuk pasokan oksigen di rumah sakit yang ada di Muba terjaga dan aman. "Ketersediaan oksigen di Muba kita pastikan aman, dan dapat mengcover kebutuhan warga Muba," ucapnya. 

Lanjut Dodi, penerapan PPKM Level IV ini dilaksanakan agar jumlah warga Muba yang terpapar COVID-19 bisa menurun. "Jadi ini bukan sesuatu yang harus ditakuti berlebihan, prinsipnya kita masing-masing harus terus mematuhi prokes COVID-19 serta demi menekan angka penularan COVID-19," tegasnya. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta agar semua Kepala Daerah pro aktif dalam penanganan serta pencegahan penularan wabah COVID-19 di wilayah masing-masing. "Pastikan kebutuhan warga terjamin," tuturnya. 

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menuturkan sejumlah bantuan untuk masyarakat mulai harus didistribusikan baik bantuan uang dan bantuan lainnya yang bersumber dari APBN dan APBD. "Bantuan harus disalurkan dengan tepat sasaran dan mengcover kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing," urainya. 

Dalam kesempatan video conference Rapat Koordinasi Pembahasan Penerapan PPKM Level III dan IV di Luar Jawa Bali tersebut, Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turut didampingi Kepala Dinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Kepala BPBD Muba Joni Martohonan AP MSi dan Kadis Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP.
SEKAYU, INFOSEKAYU.CO. - Puncak acara ulang tahun Hari Bhakti Adhyaksa ( HBA) ke 61 dengan tagline "Berkarya Untuk Bangsa" serta HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke 21  bertema "Peduli Keluarga dan Bangsa". Digelar secara virtual melalui video conference secara nasional pada pada 21 -22 Juli 2021. Perayaan korps Kejaksaan RI ini sesuai keputusan Panitia Pusat melalui SKEP-017/IAD.01/VI/2021 yang dirangkai dengan ziarah ke Tanan Makam Pahlawan di masing-masing wilayah.

Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin melewati semua rangkaian puncak HUT HBA dan IAD dengan sejumlah kegiatan kemanusiaan. Dalam catatan media, sejak pandemi COVID-19 melanda negeri ini, Kejari Muba terhitung tahun 2020 mengisi hari jadinya dengan bhakti sosial berupa santunan dan pemenuhan kebutuhan pokok bagi warga tak mampu serta karyawan berprestasi. 

"Pada rangkaian HUT HBA dan IAD kali ini kita tetap komit dengan kebijakan pusat yakni fokus pada kegiatan kepedulian sosial.  Secara institusi, peningkatan mutu pelayanan  kepada masyarakat menuju WBK dan WBBM memang terus kita lakukan. Di sisi humanis, Kejari Muba terpanggil untuk melakukan aksi sosial. Berbagai upaya kita galang untuk membantu saudara kita yang kena musibah dan terpapar pageblug COVID-19 ini. Kita tidak sendirian. Bersama Polri dan TNI serta Pemkab Muba kompak menanggulangi wabah ini. Tentu semua upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi perhatian Kejari Muba. Kami dukung upaya ini," terang  Kajari Muba Marcos MM Simare-mare SH MHum , didampingi Kasi Intel Kejari Muba Abu Nawas SH, Rabu (21/7/2021) di sela perayaan. 

Lebih lanjut Abu Nawas selaku Ketua Panitia Perayaan HUT HBA dan IAD merinci rangkaian aksi sosial yang telah dilalui. 

"Ada giat pembagian baksos, anjangsana ke panti asuhan di Ulak Paceh, santunan kepada Purnaja, dan donor darah. Kita bersama Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Muba juga selalu terlibat bersama dalam aksi memutus rantai penyebaran COVID-19," bebernya. 

Sedangkan pada puncak acara, tambah Abu, akan diawali upacara dan ziarah ke makam pahlawan, upacara virtual dengan Pimpinan Kejaksaan RI di aula Kejari Muba, pemotongan tumpeng, pemberian batuan kepada anak pegawai  berprestasi dan menyantuni petugas kebersihan di lingkup Kejari Muba.

Menurutnya rangkaian perayaan akan digelar selama Rabu dan Kamis yang dipusatkan di perkantoran Kejari Muba. Antara lain, usai ziarah ke makam pahlawan Rabu pagi yang diikuti Kajari, Kasi, Kasubagbin berserta pengurus IAD yakni Ibu Kajari, istri Para Kasi, dan istri Kasubagbin dilanjutkan upacara HUT HBA di ruangan kerja masing-masing. 

"Sedangkan Kamis, 22 Juli 2021, akan dilakukan pemotongan tumpeng setelah upacara HBA  ke 61 oleh Kajari. Potongan tumpeng dibagikan kepada pegawai tertua dan termuda. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Sejak tahun 2020 dan tahun 2021 dilaksanakan sangat dan sangat sederhana mengingat pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda. Banyak kegiatan pertandingan olahraga di lingkup Kejari Muba tidak digelar. Kami Kejari Muba sangat mendukung program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten karena pandemi COVID-19 ini, setiap giat kami selalu terlibat, mentaati dan mengutamakan prokes," jelasnya.

Dari rangkaian kegiatan perayaan ulang tahun ada yang istimewa dan menonjol yakni sinergitas antar instansi. Umpamanya, selain pegawai Kejari Muba, nampak juga TNI dan Polri saat donor darah. 

"Bentuk sinergitas instanti vertikal  saling dukung setiap giat positif demi kebersamaan dalam menopang prorgam Bupati Muba yang Maju dan Berjaya," tutup Abu.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Ditengah lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Muba, perhatian Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA kepada masyarakat Bumi Serasan Sekate makin menarik simpatik banyak pihak. 

Misalnya saja menjelang perayaan Idul Adha 1442 H, sedikitnya 55 ekor hewan kurban yakni Sapi disebar Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini untuk dibagikan ke warga Muba kurang mampu yang lagi isolasi mandiri (isoman). 

"Meski masih COVID-19 saya bersama jajaran OPD Pemkab Muba terus berusaha semaksimal mungkin memberikan perhatian ke warga Muba, hari ini kami bagikan 55 ekor hewan kurban yakni Sapi untuk disebar ke seluruh Kecamatan di Muba," ungkap Dodi Reza saat penyerahan hewan kurban di Masjid Raya, Senin (19/7/2021). 

Bapak Santri Sumsel ini mengaku, pembagian daging kurban nantinya juga di prioritaskan untuk warga Muba yang sedang melaksanakan isolasi mandiri (isoman) yang kurang mampu baik di Muba maupun di Sumsel yang akan disalurkan melalui organisasi masyarakat Ikatan Keluarga Muba (IKAMUBA), dan lainnya serta untuk kaum dhuafa dan fakir miskin. 

"Jadi berdasarkan data yang kami peroleh ada sekitar 70 warga kurang mampu di Muba penyintas COVID-19 yang saat ini sedang melaksanakan isoman. Jadi selain vitamin dan obat-obatan juga kita salurkan protein hewani dari hewan kurban. Nah, daging kurban nanti akan diantar ke rumah mereka masing-masing dengan tetap mengedepankan prokes," ulasnya. 

Mustasyar PWNU Sumsel ini melanjutkan, dirinya telah menghimbau kepada seluruh panitia pemotongan hewan kurban di Muba untuk membagikan daging kurban nantinya door to door ke rumah warga yang berhak mendapatkan. 

"Jadi warga tidak disuruh ngumpul, daging kurban nantinya akan diantar langsung oleh panitia kurban, selain itu untuk wadah daging kurban juga akan menggunakan pelepah pinang, daun jati, dan daun pisang untuk upaya menekan penggunaan sampah plastik," bebernya. 

Kepala Bagian Kesra Setda Muba H Opi Palopi  mengajak untuk seluruh warga Muba yang melaksanakan Shalat Idul Adha rumah masing-masing. 

"Sebagaimana edaran yang telah dikeluarkan pak Bupati agar melaksanakan shalat Idul Adha di kediaman masing-masing meminimalisir peningkatan jumlah penularan wabah COVID-19," tandasnya. 

Selain itu, Opi menambahkan hewan kurban yang telah disiapkan ada 55 sapi hewan kurban Pemkab Muba yang 40 berasal dari hewan kurban Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah serta OPD Pemkab Muba, dan 15 ekor sapi dari Perusahaan yang kita sebarkan diseluruh kecamatan-kecamatan. Selain itu juga diberikan ke organisasi, panti asuhan, pondok pesantren dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Muba, Lapas Kelas II B Sekayu, dan pasien isoman.

"Semoga apa yang dilakukan pak Bupati bersama seluruh jajaran OPD Pemkab Muba ini bisa sedikit meringankan beban dan kebutuhan warga Muba ditengah wabah COVID-19 saat ini," pungkasnya.

Kepala Lapas Kelas II B Sekayu Jhony H Gultom yang hadir langsung pada penyerahan hewan kurban tersebut menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bentuk kepedulian Pemkab Muba kepada Lapas Sekayu.

"Hewan ini akan kami sembelih setelah pelaksanaan Salat Idul Adha. Kemudian dagingnya akan kami serahkan ke dapur Lapas untuk diolah dan dibagikan kepada seluruh warga binaan kami," ucapnya.

Senada Sudarman penyandang disabilitas  penerima hewan kurban, mengucapkan terima kasih Pemerintah Kabupaten Muba untuk penyerahan hewan kurbannya.

"Ini sangatlah berarti bagi kami semua, kami percaya ini sebagai bentuk besarnya rasa kepedulian Pemkab Muba kepada masyarakatnya," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP, Kepala Dinas TPHP Muba Ir Thamrin, dan Organisasi Perangkat Daerah terkait
MUBA, INFOSEKAYU.COM - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Muba melakukan inspeksi mendadak (Sidak) disejumlah tempat penjualan hewan kurban. Sidak sendiri bertujuan untuk memastikan kesehatan hewan yang akan menjadi kurban saat Idul Adha.

"Kita sudah lakukan monitoring fan sidak hampir diseluruh tempat penjualan hewan kurban di Muba. Kita lakukan pemeriksaan dan umur hewan apakah sesuai aturan atau syarat sebagai hewan kurban," ujar Kepala Dinas TPHP Muba, Ir Thamrin, didampingi Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Muslimin, Jumat (16/7/2021).

Hasilnya, sambung Thamrin, kesehatan hewan baik itu sapi maupun kambing yang dijual untuk kurban dalam kondisi sehat. Hanya saja, pihaknya menemukan ada beberapa hewan yang belum cukup umur dan telah diminta untuk tidak dijual sebagai hewan kurban.

"Semuanya dalam kondisi sehat, tidak ada yang pilek, cacat atau lainnya. Ada yang belum cukup umur, tapi setelah kita periksa ternyata memang tidak dijual untuk hewan kurban. Sudah kita minta dipisahkan. Kita berterima kasih pada para pedagang hewan kurban yang sudah mentaati aturan dengan baik," jelas dia.

"Kita sangat antisipasi sekali mengenai penyakit hewan ini karena berhubungan erat di kesehatan manusia. Terutama penyakit jembrana yang sangat mematikan. Dahulu kita ada kasus itu, namun setelah ditangani dengan baik, sekarang Muba tidak ada lagi penyakit jembrana pada hewan," sambung dia.


Sementara, salah satu pedagang hewan kurban Wahyu, mengaku pihaknya terus memonitor kesehatan hewan, baik sapi atau kambing yang dijual untuk kurban. Bukan hanya itu, kebersihan kandang dan kualitas makanan juga menjadi konsentrasi pihaknya.

"Semuanya kita lakukan sesuai standar, mulai dari kebersihan kandang, makanan, hingga kesehatan," ucap dia.
TUNGKAL JAYA, INFOSEKAYU.COM - Proyek Strategis Nasional yakni jalan bebas hambatan (TOL) Betung (Sp.Sekayu) – Tempino – Jambi sudah mulai memasuki tahap pengukuran pembebasan lahan.

Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs Apriyadi MSi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra H Yudi Herzandi MH memimpin kegiatan pengukuran perdana pembebasan pengadaan tanah pembangunan tol di wilayah Kabupaten Muba, bertempat di Kecamatan Tungkal jaya, Kamis (15/7/2021).

Pengukuran tanah dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari, perwakilan Bappeda, Dinas PUPR, Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Muba, Badan Pertanahan Nasional dan pimpiman Hutama Karya.

"Proyek tol ini akan dimulai pembebasan tanahnya untuk di wilayah Kabupaten Muba dimulai tahun ini, kami bersama tim gabungan akan mendatangi langsung titik-titik lokasi yang akan dibangun Tol Betung (Sp.Sekayu) – Tempino – Jambi,"ujar Yudi.

Dikatakan Yudi, sesuai intruksi Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin agar pengadaan pembebasan tanah dapat segera diselesaikan, sehingga pembangunan tol dapat segera direalisasikan dan Bupati Dodi Reza juga mengusulkan nama Jalan Tol Betung-Tempino nantinya diberi nama Jalan Tol Muba Jaya.

"Bupati Muba juga mengusulkan agar tol Betung (Sp.Sekayu) – Tempino – Jambi penyebutan nama tol nya disebut dengan nama, Tol MUBA JAYA (Musi Banyuasin Jambi Raya) agar ada nuansa kedaerahannya,"paparnya.
PLAKAT TINGGI, INFOSEKAYU.COM - Dalam rangka untuk mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur dan sektor perekonomian, Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melakukan Silaturahmi ke Kecamatan Plakat Tinggi, untuk meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur dan potensi perekonomian serta sekaligus menyerap aspirasi masyarakat sekitar.

Pada hari ini Selasa (13/7/2021) bertempat di Desa Air Putih Ulu, dengan melaksanakan protokol kesehatan Bupati DRA melakukan silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat di Kecamatan Plakat Tinggi. Sebelumnya Bupati DRA melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Rakyat Air Putih Ulu di Kecamatan Plakat Tinggi.

"Untuk menunjang aktivitas perekonomian maka kita akan bangun pasar modern di Desa Air Putih Ulu ini, alhamdulllilah satu-satunya daerah yang mendapatkan dana dari pusat kita alokasikan khusus untuk masyarakat Kecamatan Plakat Tinggi. InshaAllah di bulan Nopember mendatang kita akan mulai meresmikan pasar modern tersebut,"ucap Dodi.

Acara silaturahmi berlangsung interaktif, dialog tanya jawab Bupati Muba bersama masyarakat Kecamatan Plakat Tinggi yang turut diikuti para kepala OPD di lingkungan Pemkab Muba.

Menanggapi pertanyaan dari salah satu warga SP5 Wayan (50), terkait perbaikan jalan desa, Bupati Muba mengatakan, agar masyarakat dapat bersabar, karena semua dilakukan secara bertahap. 

"Tahun 2021 ini ada 12 program kegiatan untuk Kecamatan Plakat Tinggi yaitu Peningkatan ruas jalan SP KM 11 - Sido Rahayu (B2) - Bangun Harja (SP.6). Peningkatan ruas jalan Suka Makmur (SP4) - Suka Maju (SP5). Peningkatan ruas jalan Desa Warga Mulya dengan cor beton, Lanjutan peningkatan jalan dusun 3, 4 dan 5 Desa Bukit Indah dengan cor beton, Perbaikan jembatan di Desa Sialang Agung (C.2), rehab Jembatan di Desa Cinta Karya, pembangunan jembatan di Desa Warga Mulya, Pemeliharaan jalan Sp. KM11 - Trans B2, Pembangunan tiga unit jembatan beton dan satu Unit Double Box Culvert pada Ruas Jalan Mangun Jaya - Sido Mukti (Sp1), dan Peningkatan jalan desa warga Mulya menuju Tanjung Keputren,"paparnya.

Lanjut Dodi, "untuk alokasi dana pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Plakat Tinggi total anggadan sebesar Rp 76.388.946,000 bersumber dari APBD, DAK dan BANGUB "ucap Bupati Dodi.

Selanjutnya warga Desa Air Putih Ulu Ruslan A Kadir (50) menyampaikan bahwa mewakili orang tua wali murid para peserta didik di Kecamatan Plakat Tinggi, dirinya berharap agar Pemkab bisa mengizinkan untuk sekolah tatap muka.

Menanggapi hal tersebut Kepala Daerah Inovatif di Indonesia ini mengungkapkan, bahwa kebijakan belajar tatap muka sebetulnya sudah dari beberapa bulan yang lalu Pemkab Muba menyiapkan, tapi ternyata sekarang ini negara Indonesia termasuk daerah Kabupaten Muba sedang mengalami lonjakan kasus COVID-19, bahkan masuk zona merah

"Maka dari itu menurut ketentuan yang berlaku, dengan adanya lonjakan kasus ini seluruh aktifitas belajar harus dilakukan secara daring. Dalam keadaan sekarang saya selaku kepala daerah tidak mau mengambil resiko dengan mempertaruhkan anak-anak kita, apalagi sekarang ada varian baru virus ini, maka kita tunda dulu untuk sekolah tatap muka nya,"pungkas Dodi.

Dikatakan Dodi, untuk listrik di wilayah Kecamatan Plakat Tinggi, kedepan tarif listrik akan disesuaikan , sekarang ini sedang dikaji oleh PT MEP, mudah-mudahan menjadi kado terindah bagi pelanggan PT MEP di HUT Muba nanti.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Dua tenda terpasang rapi dan ditutup rapat tampak di RSUD Sekayu, bersih dan fasilitas lengkap suasana inilah yang terlihat di ruang tambahan untuk pasien COVID-19 di Kabupaten Musi Banyuasin. 

Terdapat dua alat Oksigenenasi Membran Ekstra Corporeal (EMCO) dan sembilan unit tempat tidur pasien atau bed yang masih anyar terbungkus plastik rapi saat Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA meninjau fasilitas ruang tambahan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 RSUD Sekayu, Senin (12/7/2021). 

"Sengaja sore ini kita datang kesini untuk memastikan penanganan pasien-pasien di Rumah Sakit Darurat COVID-19 RSUD Sekayu bisa lebih maksimal. Untuk penanganan kasus COVID-19 ini, ada beberapa aksi yang akan kami lakukan," ungkap Kepala Daerah Inovatif tersebut. 

Bupati Dodi Reza menyebutkan, aksi pertama yang akan dilakukan, menjamin ketersedian oksigen. Nanti di Rumah Sakit Darurat COVID-19 RSUD Sekayu akan dilakukan instalasi gas medis, tujuannya agar tidak terlalu kebergantungan dengan tabung oksigen. 

"Jadi instalasi gas oksigen ini merupakan instalasi yang bisa terkoneksi dengan gedung utama, dan bisa menjadi supplay oksigen non stop kepada pasien COVID-19 disini,"ucapnya.

Dodi juga mengatakan, akan berupaya menekan angka kematian bagi para pasien RS Darurat COVID-19 RSUD Sekayu dengan memberikan ketersediaan obat-obatan. "Kita pastikan pasien mendapatkan jatah yang pasti dan supplay obat-obatan secara terus-menerus,"ujarnya.

Kepala Daerah Inovatif juga menyampaikan, aksi selanjutnya yaitu akan menambah ruang perawatan ICU COVID-19, kalau sekarang ada empat nanti akan di tambah tiga atau empat ruang ICU COVID-19 yang bertekanan negatif, tentu membutuhkan biaya dan waktu pemasangan kurang lebih dua bulan.

"Kita juga akan percepat vaksinasi, kita akan mendorong, mengajak secara aktif dan memberikan insentif kepada orang-orang yang belum di vaksin, selain itu juga kita ambil kebijakan seluruh dokumen, persyaratan investasi yang berhubungan dengan Pemkab Muba syarat salah satunya harus ada bukti sudah di vaksin,"pungkasnya.

Dodi juga menuturkan, untuk kenyamanan para pekerja kesehatan dan tenaga medis yang ada di Rumah Sakit Darurat COVID-19 RSUD Sekayu, untuk diberikan apresiasi dan insentif serta fasilitas-fasilitas yang berkaitan untuk kenyamanan mereka dalam bekerja agar diperhatikan lebih, supaya mereka bisa bekerja dengan baik lagi.

"Terakhir kita juga menambah ketersediaan tempat tidur hingga menjadi 168 bed. Dengan penambahan tempat tidur ini maka BOR kita menurun dari 70 persen sekarang menjadi 40 persen", tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS mencatat di ruang tambahan pasien COVID-19 RSUD Sekayu menyediakan sembilan bed tambahan. 

"Sementara itu untuk ruang utama pasien COVID-19 di RSUD Sekayu di IGD tersedia 1 bed, rawat Inap Leban 23 Bed, dan Asrama Haji 11 Bed," terangnya. 

Dijelaskan, tidak ada perbedaan fasilitas ruang tambahan pasien COVID-19 meskipun dibawah tenda. "Fasilitas tetap sama dengan yang ada di ruang utama, ini bagian komitmen pak Bupati Dodi Reza agar semua pasien COVID-19 di Muba mendapatkan perawatan yang layak dan nyaman," ujar Azmi. 

Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS menyebutkan sejauh ini meski ada peningkatan jumlah pasien COVID-19 di RSUD Sekayu tetapi dapat diatasi dengan baik. 

"Semua Nakes tetap maksimal melakukan perawatan dan penanganan," tuturnya. 

Makson menambahkan, meskipun saat ini RSUD Sekayu sedang dalam proses pembangunan gedung baru namun tidak membatasi atau mengganggu operasional dan penanganan pasien COVID-19. "Kita berharap tidak ada lonjakan yang serius wabah COVID-19 di Muba," pungkasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar rapat evaluasi Satuan Tugas Covid-19 terkait peningkatan kasus positif Covid-19 di Bumi Serasan Sekate.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, yang diikuti FKPD dan kepala perangkat daerah Muba, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Muba, Senin (12/7/2021).

Berdasarkan laporan Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi terkait peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Muba, karena posisi Pemerintah pusat mengalami peningkatan, kemudian Pemerintah pusat juga memberlakukan PPKM skala mikro di Jawa dan Bali. Juga kenaikan dan lonjakan kasus ini berimbas kepada daerah penyangga termasuk Sumatera Selatan dan Kabupaten Muba.

"Kami melihat bahwa trend meningkatnya kasus Covid-19 di Muba tidak lepas dari peningkatan yang signifikan Covid-19 di ibukota provinsi dan di kota-kota penyangga. Seperti yang diketahui bahwa penetapan kota yang wajib menerapkan PPKM di Sumatera Selatan adalah Palembang dan Lubuk Linggau. Muba berada di pertengahan antara kedua kota ini dan Palembang adalah sumber dari semua kegiatan di Sumsel sehingga dari mobilitas Palembang dan Linggau, Muba terkena imbas, seperti yang kita lihat dibeberapa hari peningkatan kasus positif Covid-19 di kabupaten kita cukup signifikan bahkan ada yang mencapai 50 orang dalam sehari, Alhamdulillah dua hari belakangan ini agak menurun," ungkap Apriyadi

Lanjutnya menyikapi hal tersebut bahwa Pemkab Muba sudah melakukan berbagai upaya, diantaranya rapat koordinasi, dan terakhir rapat secara maraton di kecamatan-kecamatan yang memang harus di berikan edukasi, pengekatan, mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran termasuk kepala desa agar membantasi semua kegiatan-kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan, dan PPKM Mikro di tingkat RT, RW, dan Dusun makala ada warganya terpapar Covid-19, kemudian mengikuti keputusan menteri dalam negeri yang terbaru.

"Alhamdulillah sudah dilakukan dibeberapa kecamatan misalnya Keluang dan Sekayu. Perlu kami laporkan juga sementara kondisi RSUD di Kabupaten Muba, karena posisi meningkatnya kasus sudah menambah ruang perawatan terhadap RSUD Sekayu, Bayung Lencir, dan RSUD Sungai Lilin," imbuhnya.

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di Muba saat ini merupakan yang tertinggi selama masa pandemi, untuk itu penanganannya harus berbeda dan diperketat lagi, dengan harapan lonjakan tersebut bisa melandai.

"Oleh karena itu kita minta kepada bapak ibu sekalian, kita sudah darurat, berlakukan PPKM darurat lokal, ini statement saya selaku kepala daerah," tegasnya.

Dikatakannya, mengenai seluruh ketentuan perkantoran dan aktifitas masyarakat harus mengikuti ketentuan yang ada, dan kegiatan keluar daerah diminimalisir. 

"Kami minta yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Kabupaten Muba, kita turun sama-sama, bantu ini semua kita siapkan ini supaya berjalan mikro darurat  lokal ini," 

Kemudian soal keterisian tempat tidur (BOR) di RSUD, ia menuturkan mengambil kebijakan menambah tempat tidur dan RS darurat. Mengantisipasi ketersediaan itu OTG tidak perlu dirawat namun harus dipastikan obat-obatannya cukup dan diberi bantuan sosial bagi keluarga miskin yang terpapar, membuat layanan konsultasi melalui handphone. Selain itu penambahan tenaga kesehatan dan alat-alat kesehatan mengiringi penambahan BOR.

"Soal vaksinasi, sasaran pertama kita minta vaksin lebih banyak lagi, kita perlu penambahan vial, kalau vaksin sudah tersedia tinggal masyarakatnya kita ajak untuk mengikuti vaksin, buat terobosan untuk itu, gandeng perusahaan," ujarnya.

Mengenai Shalat Idul Adha yang jatuh pada tanggal 28 Juli mendatang, Bupati Dodi menghimbau dapat dilakukan dirumah masing-masing karena Muba masih masuk zona merah Covid-19, dan pembagian daging qurban dapat diantarkan kerumah penerima manfaat.

Menurut paparan Kepal Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS jumlah kasus terindikasi positif di Kabupaten Muba hingga saat ini berjumlah 1885 jiwa, 125 proses perawatan, 1664 sembuh, dan 96 meninggal. Dan jumlah positivity rate 16,57%, 5% lebih besar dari nasional.

"Untuk ketersediaan tempat tidur di RSUD Sekayu, Bayung Lencir dan RSUD Sungai Lilin tersedia 60-85%. Kemudian ketersediaan oksigen untuk pasien Covid-19 di tiga RSUD tersebut total 265 tabung, setiap hari supplier mendistribusikan kebutuhan oksigen ke RSUD kita. Pada saat kita dinyatakan zona merah, memang terjadi peningkatan mulai tanggal 28 Juni, sampai 11 Juli, alhamdulillah kedepannya terjadi penurunan dari berbagai upaya yang kita lakukan," tandasnya.

Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang pada kesempatan itu mengikuti secara virtual, selaku Ketua PMI Muba, telah mengajak perusahaan-perusahaan di Muba untuk komitmen mengikuti vaksin gotong royong.

"Ada lima sampai enam perusahaan yang telah bersedia untuk vaksin gotong royong, kita turun bersama PMI akan tersambung ke penerima manfaat. Setidaknya kita akan menyediakan 11.000 vaksin, terutama untuk perusahaan yang karyawannya lebih banyak," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Dandim 0401 Muba Letkol Arh Fariz Kurniawan SST MT menyarankan agar sosialisasi vaksinasi kemasyakat lebih digalakkan lagi.

"Kita juga meminta konfirmasi ke komando atas untuk mendapatkan lebih banyak vaksin lagi. Selain itu kita sarankan untuk resepsi ditiadakan, untuk mencegah kerumunan yang berpotensi menimbulkan kluster penularan Covid-19," kata Fariz.

Turut hadir Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, Ketua DPRD Muba Sugondo, Kasi Pidum Kajari Muba Hendra, Ketua MUI Muba H Thamrin Nawawi, Kakankemenag, serta Para Kepala Perangkat Daerah terkait.
Sekayu, Infosekayu.com - Jum'at, 09 Juli 2021 sekitar pukul 15.30 WIB dilakukan oleh tim gabungan penyekatan ruas jalan menuju ke bundaran Sekayu. Penyekatan yang di lakukan oleh tim gabungan ini Untuk meminimalisir penyebaran covid-19 di kecamatan Sekayu.

Penyekatan dilakukan di berbagai sisi ruas jalan menuju ke bundaran Sekayu yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk berkumpul. Berdasarkan hasil pantauan langsung dilapangan oleh awak media dibundaran Sekayu tampak lengang tak seperti biasanya yang selalu ramai dikunjungi masyarakat dari sore hari hingga malam hari.

Dibeberapa ruas jalan Penyekatan mulai dari depan Bank Sumsel Babel, tugu bundaran, hingga ruas jalan didepan kampus Stier Sekayu dilakukan Penyekatan oleh petugas gabungan terhadap masyarakat yang hendak menuju ke lapangan Stier.

Kapolres Muba Akbp Erlin Tangjaya,SH.sik, melalui Waka polres Kompol Irwan andeta yang memimpin langsung kegiatan Penyekatan saat ditemui dilapangan mengatakan bahwa kegiatan ini kita lakukan bersama instansi terkait mulai dari Kodim 0401 Muba, Dllaj, dan satpol PP Muba.

Pembatasan terhadap kegiatan masyarakat ini kita lakukan untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19 dimana saat ini sedang terjadi lonjakan khususnya di kecamatan Sekayu.

kegiatan pembatasan ini kita lakukan ditempat tempat yang ramai aktivitas nya, serta kurangnya penerapan protokol kesehatan, Ujarnya.

Disamping melakukan upaya Penyekatan kita juga berkeling menggunakan mobil binmas untuk menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan, ungkapnya.

Kegiatan ini kita lakukan terus hingga beberapa hari kedepan dengan sasaran yang berbeda yang berpotensi terjadinya claster penyebaran virus covid-19

Semoga dengan apa yang kita lakukan ini dapat memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 khusunya dikab Musi Banyuasin, harapnya.

Dalam kesempatan ini juga saya sampaikan bahwa polres Muba mempunyai terobosan kreatif yaitu dulur isoman, dimana program ini untuk membantu masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dirumah karena terbatasnya tempat isolasi.

Lebih lanjut beliau menghimbau kepada segenap masyarakat khususnya di kabupaten Musi Banyuasin untuk tetap selalu menjaga protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus covid-19, tutupnya.

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Presiden Joko Widodo mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat seiring terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di tanah air. PPKM darurat berlaku pada 3-20 Juli 2021 khusus di Pulau Jawa dan Bali.

Menanggapi kebijakan pemerintah pusat tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengambil kebijakan bakal memberlakukan PPKM Darurat Lokal guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Muba. 

Demikian diungkapkan Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekda Muba Drs H Apriyadi saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 Tingkat Desa, Kelurahan dan Kecamatan di Kabupaten Muba, di Ruang Rapat Serasan Sekate  yang turut dihadiri seluruh Camat, Kades, Kepala RSUD dan Puskesmas dalam wilayah Kabupaten Muba secara virtual di kantor masing-masing, Rabu (7/7/2021).

"Menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi sangat cepat atas perkembangan COVID-19, secara nasional saja sudah melaksanakan PPKM di pulau Jawa dan Bali karena memang sekarang ini kasus COVID-19 sudah sangat serius, rumah sakit dan juga ketersediaan sarana prasarana sudah melewati batas, maka tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di Pulau Sumatera,"ujar Apriyadi.

Dikatakan Sekda Apriyadi, peningkatan kasus COVID-19 di Kabupaten Muba sudah cukup tinggi, kalau selama ini hanya terjadi di Kota Sekayu dan sekitarnya, namun sekarang sudah mulai naik juga di Kecamatan lain seperti Kecamatan Sungai Lilin, Bayung Lencir dan Babat Toman, maka perlu di sikapi bersama, perlu dilakukan pengetatan kembali seperti di awal yang dulu dalam menjaga wilayah agar masyarakat tidak terpapar COVID-19.

"Maka kita perlu sama-sama melakukan pencegahan, penanggulangan dan edukasi ke masyarakat. Kita sudah siapkan Perbub, Perda dan Surat Edaran juga sudah dikeluarkan, tinggal kita selaku pelaksana harus benar-benar menjaga masyarakat kita jangan sampai terpapar COVID-19,  kalaupun terpapar kita perlu melakukan pendampingan dan diberikan edukasi agar tidak menularkan," pungkasnya.

Sesuai instruksi Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin agar semua pihak baik pemerintah kabupaten hingga desa memahami bahwa SOP penanganan pasien yang terpapar COVID-19 mengalami perubahan. 

"Pasien COVID-19 yang tidak mengalami gejala apapun atau disebut Orang Tanpa Gejala (OTG) bisa dilakukan isolasi mandiri dirumah atau posko yang disediakan desa/kelurahan. Ini yang menjadi tugas kita, harus diterapkan bagaimana teknik isolasi mandiri yang benar, perlu diawasi oleh tim satgas COVID-19 tingkat desa, untuk membatasi penularan libatkan masyarakat untuk berperan aktif. Gunakan dana desa untuk penyemprotan dan rumah isolasi/posko serta bantuan sembako bagi warga kurang mampu yang terpapar COVID19,"ujar Sekda.

Lanjut Sekda, para Camat dan Kades agar membatasi kegiatan masyarakat seperti hajatan atau yang bersifat kerumunan tunda dahulu, karena sekarang dalam posisi darurat. Kalau masih ada yang melanggar, nanti tim penegak hukum akam mengambil tindakan, maka perlu beri pengertian ke masyarakat.

Sementara itu, menurut laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah, strategi antisipasi peningkatan peningkatan COVID-19 yaitu, Melakukan 3T secara masif di wilayah yang terdapat kasus konfirmasi tinggi, Mengaktifkan Satgas Covid-19 di desa/kelurahan sampai ketingkat RT/RW dengan melibatkan unsur terkait, Pemberlakuan PPKM Darurat Lokal (Tingkat RT, RW, Kelurahan/Desa)  dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Kecamatan, Kelurahan/Desa pada daerah zona Kuning, Orange dan Merah dan di pantau langsung oleh Satgas Kabupaten (BPBD, Pol PP, Polres, Kodim, Dinkes).

"Kemudian Melakukan Pengetatan aktivitas masyarakat dengan tindakan OPERASI YUSTISI dan Tindakan tegas terhadap pelanggaran dengan melibatkan seluruh unsur yang terkait, sesuai Perda No. 16/2020 dan Melaksanakan Edukasi Penerapan 5M, Melakukan pelarangan dan pembubaran setiap bentuk kegiatan/aktivitas yang menimbulkan kerumunan, pemberlakukan JAM MALAM (Aktivitas sampai jam 20.00 wib) untuk daerah dengan zona Kuning, Orange dan Merah,"paparnya.

Kadinkes Muba juga menyebutkan, juga perlu memastikan hanya Kasus Konfirmasi Positif PCR  dengan gejala sedang dan berat yang di rawat di RS, untuk kasus dengan gejala ringan dan tanpa gejala untuk di rawat Rusunawa atau menjalani Isolasi Mandiri di shelter desa/keluraham/perusahaan yang di pantau tim Satgas Covid-19 RT, RW, Desa/Kelurahan.

Usai melaksanakan rakor, Sekda Muba didampingi Forkopimda, Asisten Bidang Administrasi Umum, Kadinkes, Kepala BPBD, Kepala DPMD dan Pol PP mendatangi langsung RSUD Sekayu guna mengecek ketersediaan tabung oksigen.
PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Meski sudah sukses di sektor Peternakan, namun Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA tidak ingin stagnan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas Peternakan Rakyat di Bumi Serasan Sekate. 

Di sektor Peternakan, Bupati Dodi Reza sudah menggandeng perguruan tinggi dalam hal ini IPB dan sangat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas dan kuantitas Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Muba. 

"Kalau bicara perhatian terhadap Peternakan Rakyat di Muba, kami PDHI (Pengurus Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) Sumatera Selatan sangat salut dan takjub atas keseriusannya, kami sangat optimis Muba ini lumbung Protein," ucap Ketua PDHI Sumsel, Dr drh Jafrizal MM saat Audiensi dengan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Kantor Perwakilan
Musi Banyuasin
di Palembang, Selasa (6/7/2021). 

Menurutnya, SPR di Muba sangat terstruktur berkat keseriusan Kepala Daerah yang sangat All out memperhatikan peternak Rakyat. "Prinsipnya PDHI Sumsel sangat siap memback up Peternakan di Muba," tegasnya. 

Lanjutnya, PDHI Sumsel mencatat hingga saat ini populasi sapi di Muba saja sudah mencapai 36.700. "Jumlah ini sangat luar biasa, Muba lumbung protein sangat nyata," ucapnya. 

Sementara itu, Bupati Muba, Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyebutkan dari sektor hulu dan hilir peternakan di Muba sangat mendukung Peternakan di Muba sangat mendapat perhatian. 

"Kalau bicara peternakan Rakyat kami sangat terus berupaya maksimal," ujar Kepala Daerah Inovatif Indonesia itu. 

Lanjutnya, Muba juga berencana akan menyiapkan pabrik pakan ternak melalui korporasi peternak di Muba, untuk penguatan kelembagaan dengan koperasi peternak serta optimalisasi peternakan di Muba menjadi semakin lebih baik. "Muba lumbung protein ini bukan hanya sekadar wacana tapi realisasi dan aksinya nyata," pungkasnya. 

Dalam kesempatan audiensi PHDI Sumsel tersebut juga turut dihadiri Ketua Ilmiah PDHI Sumsel Dr (CD) drh Aulia Evi Susanti MSi dan Bendahara drh Silvestra Wiga. Kemudian, Bupati Dr Dodi Reza turut didampingi Kepala PTPH Muba Ir A Thamrin MSi dan Kadin Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Muba Nomor 1 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Pemberdayaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Peraturan Daerah Kabupaten Muba Nomor 13 tahun 2013 tentang Bantuan Hukum merupakan produk dan aksi nyata Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama legislatif dalam melindungi semua warga Muba tanpa perbedaan.

Perlindungan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dari Perda Bantuan hukum dilakukan dengan program bantuan hukum gratis melalui lembaga bantuan hukum (LBH) yang bekerjasama dengan Kabupaten Muba, dan Kerjasama dengan PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia) Muba dan Pengadilan Negeri Agama," ungkap Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA saat menjadi narasumber dalam Webinar Nasional Fakultas Syari'ah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang bertajuk "Perlindungan Hukum Bagi Disabilitas Wujud Aksentuasi "Equality Before The Law" dalam rangka Mewujudkan Birokrasi Bersih Melayani" secara virtual, di Goest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (5/7/2021).

Dalam Webinar yang diikuti 80 orang hadir langsung di UIN Raden Fatah Palembang dan 300 orang secara virtual ini, Dodi menyampaikan perlindungan hukum bagi disabilitas dalam rangka mewujudkan birokrasi bersih melayani, Pemerintah Kabupaten Muba memberikan perhatian khusus bagi kaum difabel dari berbagai aspek.

Kemudian, Bidang Ketenagakerjaan, adalah MoU dengan BUMN, BUMD, swasta dan organisasi kemasyarakatan dibidang pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal penyandang disabilitas. Dimana perusahaan wajib memperkerjakan paling sedikit 1% penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Selanjutnya Pemkab Muba memberikan alat bantu, sembako dan bantuan sosial tunai, serta penyediaan fasilitas publik ramah terhadap penyandang disabilitas.

"Pemkab Muba terus berkomitmen dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan membangun kepedulian dalam mewujudkan kemandirian disabilitas. Penyandang disabilitas akan mendapatkan hak dan kesempatan yang sama baik dari segi perlindungan hukum, perlindungan sosial, maupun kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan pemenuhan aksebilitas untuk disabilitas," paparnya.

Lanjutnya penyandang disabilitas di Muba berdasarkan data per tahun 2020 berjumlah 1.203, yang 918 dari jumlah tersebut penyandang disabilitas kini kerja, dan 3 (tiga) orang bekerja di perusahaan swasta.

"Penyandang disabilitas di Muba memiliki kesempatan mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil pada tahun 2018," bubuhnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan H Opi Pahlopi mengatakan peranan Bupati Muba dalam membangun nilai keagamaan sesuai dengan tema Kabupaten Muba membangun umat berbasis agama.

Ia menuturkan Pemkab Muba dan UIN Raden Fatah Palembang sampai saat ini telah banyak melakukan kerjasama seperti pasca sarjana bina desa, KKN/PPL mahasiswa, dan program isbat nikah.

"Dari sebanyak kepala daerah mungkin beliau (Bupati Dodi) yang pertama mendirikan Pondok Pesantren Salamun Aitam, yang menampung anak yatim piatu dan kaum dhuafa," ungkapnya.

Sementara Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Dr Nyayu Khodijah SAg MSi mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba yang telah bersedia menjadi narasumber webinar dan atas kerjasama baik yang terjalin selama ini. "Semoga seminar ini memberikan manfaat bagi kita semua," pungkasnya.

Dalam kegiatan itu dilakukan juga penandatanganan MoU rencana kerjasama Pemkab Muba dan UIN Raden Fatah Palembang.

Turut hadir, Hakim Agung RI Dr Amran Suaidi SH MH MM, Guru Besar Fakultas Syari'ah Hukum UIN SGD Prof Dr Idzam Fautanu MA, Dosen Fakultas Syari'ah Hukum Dr Qodariah Barkah MHi, dan Dekan FSH Dr H Marsaid MA. Kepala Bagian Kerja Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, Bappeda, Dinsos Muba serta Staf Khusus Bupati Bidang Pemberdayaan Disabilitas Candra Wijaya.
Sekayu, Infosekayu.com - Menjelang perayaan Idul Adha 1442 H pada 20 Juli mendatang, Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menginstruksikan dinas terkait,  Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Musi Banyuasin (PTPH Muba) memastikan kondisi kesehatan hewan kurban di wilayah Muba. 

"Kesehatan harus dicek, pastikan hewan kurban sehat dan layak untuk dibagikan serta dikonsumsi warga Muba," tegas Kepala Daerah Inovatif tersebut. 

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumsel ini menambahkan, dirinya juga meminta agar seluruh panitia kurban di Muba membagikan daging kurban secara door to door. 

"Supaya jangan ada kerumunan, jadi lebih baik panitia membagikan door to door atau dari rumah ke rumah. Lebih baik panitia kurban melakukan hal tersebut," ujarnya. 

Kepala Dinas PTPH Muba, Ir A Thamrin MSi menyebutkan, pihaknya akan melakukan pengawasan seminggu hingga tiga hari jelang pelaksanaan kurban. 

"Akan ada tim yang disebar, memastikan hewan kurban yang dijual dan disiapkan sehat," terangnya.