Articles by "Info Covid19"
Tampilkan postingan dengan label Info Covid19. Tampilkan semua postingan
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (22/5/2021) mengkonfirmasi penambahan 12 kasus sembuh dan 12 kasus positif. 

"Ada penambahan 12 kasus sembuh dan 12 kasus positif per 22 Mei 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Sefti merinci, adapun penambahan 12 kasus penambahan kasus positif yakni diantaranya kasus 1437 perempuan usia 44 tahun asal Babat Supat, kasus 1438 perempuan 24 tahun Babat Toman, kasus 1439 Laki-laki 56 tahun Lais, kasus 1440 Laki-laki Babat Supat, kasus 1441 Laki-laki 27 tahun Desa Suka Jaya, kasus 1442 Laki-laki 40 tahun Bayung Lencir. 

"Kemudian, kasus 1443 Laki-laki 89 tahun Bayung Lencir, kasus 1444 perempuan 70 tahun Bayung Lencir, kasus 1445 perempuan 23 tahun Desa Senawar, kasus 1446 perempuan 56 tahun Desa Suka Jaya, kasus 1447 Laki-laki 27 tahun Desa Suka Jaya, dan kasus 1448 perempuan 37 tahun Bayung Lencir," urainya. 

Diketahui, hingga 22 Mei 2021 ada sebanyak 1448 kasus diantaranya 1325 kasus sembuh, 56 masih dirawat, dan 67 kasus meninggal dunia," urainya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 22 Mei 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 1 proses pengawasan 190 selesai pengawasan.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (13/5/2021) mengkonfirmasi penambahan 5 kasus sembuh dan 8 terkonfirmasi positif COVID-19. 

"Ada penambahan 5 kasus sembuh dan 8 terkonfirmasi positif per 13 Mei 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif yakni diantaranya kasus 1378 perempuan 49 tahun asal Desa Wonorejo, kasus 1379 perempuan 11 tahun asal Desa Wonorejo, kasus 1380 laki-laki 15 tahun asal Desa Wonorejo.

"Kemudian kasus 1381 perempuan 16 tahun asal Desa Wonorejo, Kasus 1382 laki-laki 47 tahun asal Desa Wonorejo, kasus 1383 perempuan 47 tahun asal Desa Wonorejo, kasus 1384 laki-laki 47 tahun asal Bintialo Kecamatan Batanghari Leko, kasus 1385 laki-laki 42 tahun asal Kayuara Kecamatan Sekayu," urainya. 

Diketahui, hingga 13 Mei 2021 ada sebanyak 1385 kasus diantaranya 1266 kasus sembuh, 59 masih dirawat, dan 60 kasus meninggal dunia," urainya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 13 Mei 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 1 proses pengawasan 190 selesai pengawasan.

Infosekayu.com - Menteri Senior Malaysia, Ismail Sabri Yakob menyampaikan pada Rabu (5/5), Kuala Lumpur dan Johor Baru merupakan beberapa tempat yang akan berada di bawah perintah pengendalian pergerakan (MCO) atau lockdown dari 7-20 Mei, saat pemerintah kembali memperketat pembatasan di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Pernyataan ini disampaikan setelah Ismail pada Selasa mengatakan enam distrik di Selangor akan lockdown mulai 6-17 Mei.

“Dari 1 April sampai 27 April, Kementerian Keseharan memverifikasi ada 17 klaster baru di Kuala Lumpur, dengan angka kasus harian yang meningkat. Setelah mengevaluasi pemaparan dan saran kementerian kesehatan, pemerintah sepakat memberlakukan MCO di seluruh Kuala Lumpur dari 7 Mei sampai 20 Mei,” jelasnya, dikutip dari Channel News Asia, Kamis (6/5).

Untuk distrik Johor Bahru, Kulai, dan Kota Tinggi, kementerian kesehatan melaporkan tingginya jumlah kasus aktif dengan banyak kasus sporadis dalam komunitas.

“Di samping itu, tiga distrik di negara bagian ini merupakan zona merah dengan kasus melebihi 150,” jelasnya.

Ismail Sabti mengatakan, setelah pengujian risiko, pihaknya memutuskan tiga distrik di Johor akan diberada di bawah MCO mulai 7 Mei sampai 20 Mei.

Selain itu, 14 kecamatan di Besut, Terengganu, serta kecamatan Taiping di Perak juga akan ditempatkan di bawah MCO. Untuk wilayah di bawah MCO, acara sosial seperti pernikahan dan reuni dilarang, termasuk makan di restoran.

Sementara itu, sekolah di Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya akan ditutup pada Kamis dan Jumat,

“Setelah memeriksa dan mengevaluasi kembali situasi (Covid-19) di negara bagian, pagi ini kami memutuskan bahwa semua institusi pendidikan di negara bagian, tidak terbatas pada enam distrik di bawah MCO, akan ditutup mulai 6 Mei,” jelas Kepala Menteri Selangor Amirudin Shahri mengatakan dalam konferensi pers

“Dengan ini, maksud saya semua sekolah termasuk madrasah yang berada di bawah negara akan ditutup. Kami berharap sekolah swasta akan mengikuti dan menghentikan operasinya juga sampai setelah Hari Raya atau setelah periode Belajar Mengajar di Rumah (PDPR) yang saat ini ditetapkan selama 10 hari setelah Hari Raya.”

“Menurut kami, risiko di sekolah sangat tinggi. Meskipun saya mengakui fakta bahwa sekolah sangat mematuhi SOP, sejumlah besar kasus di negara bagian saat ini melibatkan sekolah. Itu menyebar, di antara para guru dan staf dan semua,” lanjutnya.

Kementerian Pendidikan menambahkan dalam sebuah pernyataan, sekolah di Kuala Lumpur dan Putrajaya juga akan ditutup pada 6 Mei dan 7 Mei.

Keputusan Kementerian Pendidikan untuk menutup sekolah untuk mengurangi pergerakan dalam komunitas dan antar negara bagian, mengingat dua distrik federal ini berbatasan dengan distrik Selangor.

Pekan lalu, Menteri Pendidikan Radzi Jidin mengatakan sekolah akan ditutup selama dua pekan setelah libur Hari Raya selama sepekan.

Setelah itu, libur sekolah tengah tahun akan dimulai dari 28 Mei atau 29 Mei hingga 12 Juni atau 13 Juni, tergantung negara bagian.

Pada hari Rabu, Malaysia mencatat 3.744 kasus Covid-19 baru, sehingga totalnya menjadi 424.376. 

Sumber : Merdeka.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (7/5/2021) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus sembuh, 9 positif dan 1 meninggal dunia. 

"Ada penambahan 1 kasus sembuh, 9 positif dan 1 meninggal dunia per 7 Mei 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 

Povi merinci, adapun penambahan kasus positif yakni diantaranya kasus 1335 perempuan usia 41 tahun asal Pandan Dulang, kasus 1336 Laki-laki 16 tahun Pandan Dulang, kasus 1337 Laki-laki 13 tahun Plakat Tinggi, kasus 1338 perempuan 43 tahun Sungai Lilin. 

"Kemudian, kasus 1339 Laki-laki 49 tahun Sungai Lilin, kasus 1340 perempuan 51 tahun Babat Supat, kasus 1341 perempuan 65 tahun Keluang, kasus 1342 perempuan 56 tahun Sanga Desa, dan kasus 1343 laki-laki 44 tahun Sungai Lilin," urainya. 

"Untuk kasus meninggal dunia dialami kasus 1317 perempuan usia 61 tahun asal Sungai Lilin dan sudah dimakamkan sesuai prokes COVID-19," tambahnya. 

Diketahui, hingga 7 Mei 2021 ada sebanyak 1343 kasus diantaranya 1205 kasus sembuh. Kemudian, 79 masih dirawat, dan 59 kasus meninggal dunia. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 7 Mei 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 191 PDP 1 proses pengawasan 190 selesai pengawasan.
Pekanbaru, Infosekayu.com  - Virus Corona (COVID-19) di India makin ganas. Situasi ini perlu disikapi dengan cepat juga oleh pemerintah Indonesia.

Pasalnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap ada WN India yang eksodus atau ramai-ramai masuk ke Indonesia. Mereka kabur ke Indonesia karena kasus Corona yang menggila di India.

"Pertama, terkait ada kedatangan WNI dan WNA, kemarin sudah banyak warga India masuk ke Indonesia, banyak sekali," kata Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, dr Bengat, di Pekanbaru, Rabu (22/4/2021).

"Kami hari ini telah lakukan pemantauan perketat, karena informasi ada eksodus," tambahnya.

WNA asal India datang ke Indonesia melalui jalur udara dengan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Saat ini mereka sedang dikarantina di satu hotel agar mudah diawasi.Hal itu disampaikannya dalam rapat yang dipimpin langsung Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dan Gubernur Riau Syamsuar di Balai Serindit.

Dia mengatakan WN India eksodus setelah negaranya dihantam pandemi COVID-19. Mereka kemudian ramai-ramai masuk ke Jakarta dan beberapa daerah lain.

"Sekarang India sedang tsunami COVID-19 dan mereka masuk ke Jakarta sekarang. Di Samarinda sudah ada yang positif, jadi kami tadi sudah bahas dengan pimpinan untuk diperketat, kita mau tahu apakah ada varian baru," katanya.

"Mereka banyak masuk mempunyai kitas (kartu izin tinggal terbatas) dan pakai visa. Ini mungkin yang menjadi tugas juga dari Imigrasi," kata Bengat.

Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo langsung merespons laporan tersebut. Ia meminta Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bertindak cepat sebelum terjadi eksodus besar-besaran.

"Saya baru tahu nih ada WNA bisa masuk ke Indonesia. Ini informasi penting, tolong didalami, karena kita ini masih melakukan pelarangan WNA masuk, kecuali kalau dia punya kitas, di luar itu tidak boleh," tegas Doni.

"Dirjen Imigrasi dan Kemlu, tolong jangan sampai kita membiarkan kedatangan WNA. Satu sisi mudik tidak boleh, tapi ada WNA yang difasilitasi," kata Doni.

Situasi pandemi COVID-19 di India

Pemerintah India pada Kamis (22/4) ini melaporkan lebih dari 300.000 kasus infeksi virus Corona dalam 24 jam terakhir. Ini merupakan angka harian tertinggi di dunia, sedangkan kematian terkait COVID-19 juga melonjak mencapai rekor.

Menurut data Kementerian Kesehatan India, tercatat 314.835 kasus infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Angka harian ini melampaui jumlah kasus harian tertinggi sebelumnya di dunia sebanyak 297.430 kasus, yang tercatat di Amerika Serikat pada Januari lalu.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (22/4/2021), Kementerian Kesehatan India menyatakan total kasus infeksi Corona di India sekarang mencapai 15,93 juta kasus, sedangkan jumlah kematian bertambah 2.104 menjadi total 184.657 kematian.

Tragedi itu terjadi di saat India berjuang melawan kekurangan pasokan medis yang parah selama gelombang kedua infeksi virus Corona yang ganas. Rumah sakit di ibu kota India, New Delhi, bahkan nyaris kehabisan pasokan oksigen karena infeksi terus meningkat di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa itu.Disebutkan bahwa 22 pasien COVID-19 di sebuah rumah sakit di India meninggal pada Rabu (21/4) ketika pasokan oksigen ke ventilator mereka terganggu karena kebocoran.

Perdana Menteri Narendra Modi tak memungkiri gelombang kedua Corona yang melanda negara itu seperti badai.

"Situasi terkendali hingga beberapa minggu yang lalu, dan kemudian gelombang kedua (virus Corona) datang seperti badai," kata Modi.

Dalam beberapa minggu terakhir memang berlangsung kegiatan yang memunculkan kerumunan di India. Salah satu kegiatannya adalah festival keagamaan Kumbh Mela, yang dihadiri jutaan orang.

Bahkan, tidak hanya kegiatan keagamaan yang digelar. Kampanye politik, pernikahan mewah, dan pertandingan kriket juga digelar, yang kemudian memunculkan kerumunan orang.

Sumber : detikNews.com 

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM –Kasus COVID-19 di Sumsel diakui sudah mengalami penurunan. Hanya saja, angka positif rate di Sumsel masih mencapai 27 persen. Hal ini diungkapkan oleh Ahli Epidemiologi Sumsel, Iche Andriyani Liberty saat dihubungi, Rabu (3/3)

Iche mengatakan penurunan kasus COVID-19 di Sumsel terlihat sejak awal Februari lalu atau sejak tiga minggu terakhir. Dimana, kasus aktif menurun hingga dibawah 10 persen, sedangkan nasional 11,1 persen. Begitu juga kasus sembuh mengalami peningkatan yakni 88,82 persen.

“Artinya, kasus aktif di Sumsel ini dibawah nasional,” katanya.

Meskipun kasus COVID-19 di Sumsel mengalami penurunan. Namun, parameter positif rate di Sumsel masih tetap 27 persen.
Dengan kondisi ini, pihaknya belum dapat menyimpulkan efek vaksinasi yang dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Apalagi, vaksinasi ini baru dilakukan untuk dikalangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) saja. Meskipun begitu, dirinya meminta pemerintah untuk terus mengejar target capaian vaksinasi ini.

“Tingkat kesuksesan vaksinasi ini baru dapat dilihat paling tidak enam bulan kedepan. Setelah itu, baru dapat dilakukan evaluasi dan analisis tingkat kesuksesan vaksin tersebut,” terang ahli epidemiologi dari Universitas Sriwijaya ini.

Meskipun begitu, dia mengimbau agar pemerintah tetap melakukan 3T yakni Tracing, Testing dan Treatment). Selain itu, masyarakat juga harus menerapkan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak).

“Vaksin itu tidak mencegah penularan 100 persen, tapi dengan vaksin dapat menyelamatkan orang banyak,” tutupnya. 

Sumber :  Fornews.co 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (16/2/2021) mengkonfirmasi penambahan 9 kasus positif COVID-19. 

"Ada penambahan 9 kasus positif per 16 Februari 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Sefti merinci, adapun penambahan 9 kasus positif yakni diantaranya kasus 998 perempuan usia 35 tahun asal Lais, kasus 999 perempuan 27 tahun Tungkal Jaya, kasus 1000 Laki-laki 21 tahun Sungai Keruh, kasus 1001 Laki-laki 44 tahun Kayuara, kasus 1002 perempuan 71 tahun Babat Supat. 

"Kasus 1003 Laki-laki 56 tahun Sungai Medak, kasus 1004 perempuan usia 2 hari asal Sekayu, 1005 perempuan usia 2 hari asal Sungai Keruh, dan kasus 1006 perempuan 30 tahun Sungai Keruh," bebernya. 

Diketahui, hingga 16 Februari 2021 ada sebanyak 1006 kasus diantaranya 924 kasus sembuh. "Kemudian, 42 masih dirawat, dan 40 kasus meninggal dunia," bebernya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 16 Februari 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 183 PDP 0 proses pengawasan 163 selesai pengawasan.

Sumsel, Infosekayu.com - Selama dua pekan pada Januari 2021, terjadi lonjakan signifikan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Selatan. Kenaikan tersebut disinyalir warga lengah terhadap protokol kesehatan pasca kehadiran vaksin.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Sriwijaya Palembang Iche Andriyani Liberty mengungkapkan, selama dua pekan terakhir bulan lalu setidaknya terjadi 2 ribuan kasus terkonfirmasi positif sehingga kini menjadi 14.230 kasus. Padahal pada awal Januari 2021 sempat menurun signifikan setelah naik drastis pada Desember 2020.

"Untuk minggu pertama dan keempat Januari 2021, ada penambahan yang begitu masif," ungkap Iche, Senin (1/2).

Iche menilai penambahan kasus disebabkan karena merosotnya penerapan protokol kesehatan sebagai kunci utama menghindari penularan virus. Hal ini disebabkan warga Sumsel terlena dengan kehadiran vaksin dan proses vaksinasi sudah dimulai sejak 14 Januari 2021.

"Ini yang perlu ditegakkan lagi karena vaksinasi untuk masyarakat umum masih panjang," ujarnya.

Iche menambahkan, mobilitas warga Sumsel, terutama di Palembang, kini terus meningkat. Ada juga mobilitas perpindahan orang antar wilayah dan ditemukan banyak kasus karena itu terjadi.

"Dalam catatan, banyak kasus terjadi setelah orang bepergian dari luar kota. Semestinya keluar masuk wilayah diperketat, rapid tes antigen juga harus didukung dengan disiplin prokes," pungkasnya. 

Sumber : Merdeka.com

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Jatah dosis vaksin untuk Kabupaten Musi Banyuasin dijadwalkan Senin (25/1/2021) akan diambil ke gudang penyimpanan vaksin di Palembang. 

Pengambilan 6.360 dosis vaksin tersebut akan dilakukan Dinas Kesehatan Muba dan mendapat pengawalan ketat dari aparat TNI dan Kepolisian dalam hal ini Kodim 0401 Muba dan Polres Muba. 

"Jumlah vaksin yang bakal diterima untuk Muba berjumlah 6.360 dosis untuk 2 kali penyuntikan, jumlah yang akan didistribusikan ke Kecamatan berjumlah 3.180 dan sisanya akan disimpan ke dinas kesehatan untuk penyuntikan ke 2 pada 14 hari kemudian," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS. 

Dijelaskan, rombongan yang akan mengambil vaksin terdiri dari Polres 2 kendaraan, Kodim 2 kendaraan dan dari Dinkes 2 kendaraan. "Rombongan akan berangkat pukul 5.30 wib dan berangkat dari kantor dinas kesehatan, diharapkan pukul 9.00 wib rombongan sudah tiba di gudang obat dinas kesehatan prop Sumsel," kata Azmi. 

Lanjut Azmi, pada pukul 13.00 wib rombongan diharapkan sudah tiba di dinas kesehatan kabupaten dan pukul 14.00 wib mulai proses distribusi ke kecamatan di Muba. 

Dikatakan Azmi rencana pelaksanaan vaksin serentak hari Selasa 26 Januari 2021 yang akandilaksanakan di RSUD Sekayu. "Direncanakan dan dijadwalkan pak Bupati Dodi Reza dan Wakil Bupati pak Beni beserta Forkopimda, tenaga kesehatan (nakes) dan Tokoh Masyarakat akan disuntik vaksin perdana," bebernya. 

Azmi menambahkan, setelah divaksin nantinya akan dilakukan observasi selama 30 menit untuk memonitor kemungkinan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI).

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menegaskan, orientasi dirinya bersama para Forkopimda dan Tokoh Masyarakat untuk menjadi orang yang divaksin pertama bukan untuk gagah gagahan melainkan meyakinkan masyarakat agar tidak takut divaksin. 

"Ini upaya kita mengedukasi dan mensosialisasikan ke warga agar tidak takut untuk divaksin, demi Kesehatan bersama," tegasnya. 

Kepala Daerah Inovatif ini berharap, agar proses distribusi dan pelaksanaan vaksin di Muba berjalan lancar. "Kita berharap prosesnya nanti lancar dan menekan penularan wabah COVID-19 di Muba," tandasnya.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (15/1/2020) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus sembuh dan 17 terkonfirmasi positif COVID-19. 

"Ada penambahan 1 kasus sembuh dan 17 terkonfirmasi positif per 15 Januari 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Sefti merinci, adapun  penambahan kasus positif yakni diantaranya kasus 818 Laki-laki usia 43 tahun asal Sungai Lilin, kasus 819 perempuan 46 tahun Sungai Lilin, kasus 820 Laki-laki 50 tahun Sungai Lilin, kasus 821 perempuan 53 tahun Sungai Lilin, kasus 822 Laki-laki 36 tahun Sungai Lilin, kasus 823 perempuan 58 tahun Sungai Lilin. 

"Kemudian, kasus 824 perempuan 45 tahun Sungai Lilin, kasus 825 perempuan 51 tahun Sungai Lilin, kasus 826 Laki-laki 60 tahun Babat Toman, kasus 827 Laki-laki 22 tahun Sekayu, kasus 828 perempuan 23 tahun Sekayu, kasus 829 Laki-laki 27 tahun Sekayu, kasus 830 Laki-laki 55 tahun Sekayu," imbuhnya. 

"Kasus 831 Laki-laki 48 tahun Sekayu, kasus 832 perempuan 14 tahun Sungai Keruh, kasus 833 perempuan 53 tahun Lais, dan kasus 834 perempuan 56 tahun Lais," tambahnya. 

Diketahui, hingga 15 Januari 2021 ada sebanyak 834 kasus diantaranya 706 kasus sembuh, 95 masih dirawat, dan 33 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 15 Januari 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 183 PDP 0 proses pengawasan 163 selesai pengawasan.

Palembang, Infosekayu.com  –Masyarakat perlu meningkatkan kedisplinan terhadap protokol kesehatan Covid-19.

Pasalnya, Kota Palembang kembali masuk ke zona merah Covid-19 sejak 6 Desember lalu. Peningkatan status ini setelah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat virus Corona terus meningkat.o

Berdasarkan data rekapitulasi kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Palembang, 10 Desember ini bertambah 48 dan 2 orang meninggal dunia, atau total secara keseluruhan kasus sejak Februari lalu sudah menyentuh angka 4.521 kasus.

“Iya sejak 6 Desember Palembang kembali zona merah (resiko tinggi) Covid-19,” kata Juru Bicara Bidang Satgas Covid-19 Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palembang Yudhi Setiawan, Kamis (10/12/2020).

Yudhi mengatakan, ada 15 indikator dalam menentukan peta zonasi risiko. Dari 15 indikator tersebut yang mengalami penurunan skoring adalah indikator kasus konfirmasi Covid-19 yg terus mengalami peningkatan dan kematian pada kasus konfirmasi yang juga meningkat.

“Jadi kasus positif dan kematian meningkat menjadi salah satu faktor,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat harus berpikir bahwa semua orang yang berada di sekitar kita terutama pada saat di luar rumah adalah orang yang berisiko Covid-19.

Sehingga penerapan kepatuhan mencuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak atau 3W dilaksanakan.

“Kepatuhan masyrakat harus ditingkatkan, tidak bisa hanya himbauan atau aturan dari pemerintah saja,” katanya.

Sementara itu, Ahli Epidemiologi Sumsel Dr Iche Andriyani Liberty, perubahan zona di Palembang bisa terjadi karena momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang tengah berlangsung atau kemungkinan adanya faktor libur Natal dan tahun baru yang sebentar lagi terlaksana.

Hal ini bisa menjadi celah lalai protokol kesehatan dan karena belum ada mekanisme untuk pemantauan sehingga terjadi longgar monitoring,” katanya.

Kendati Palembang tidak mengambil andil dalan kelangsungan Pilkada serentak, namun Kota Palembang ini menjadi jalur dan jalan perlintasan ke sejumlah kabupaten dan daerah di Sumsel yang membuat penyebaran virus Corona masih bisa mengenai siapa pun yang tidak tertib menerapkan protokol kesehatan.

“Bisa jadi orang tinggal di Palembang tetapi dia berhak mencoblos ke daerah Pilkada karena asalnya dari sana, rentetan ini yang saya khawatirkan, dari sisi petugas maupun masyarakat yang mencoblos,” katanya.

Faktor perubahan zona di Palembang juga turut dipengaruhi waktu jelang libur Natal dan tahun baru (nataru). Kemungkinan sudah ada beberapa siswa sekolah yang ke luar kota bersama keluarga.

Apalagi sekolah saat ini menerapkan kegiatan belajar dan mengajar atau KBM secara dalam jaringan (daring).

“Karena data ini fluktuatif dari sebelumnya Palembang zona oranye tingkat risiko sedang. Tergantung kondisi di tengah masyaraka, bisa membuat lonjakan kasus,” tambahnya.

Iche berharap dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Dinas Kesehatan (Dinkes) wilayah masing-masing terutama Dinkes Palembang dapat memonitoring kegiatan-kegiatan di lapangan yang memicu keramaian atau kerumunan.

“Baiknya petugas kesehatan dan masyarakat selama 14 hari ke depan bisa mengontrol kondisi sekarang, mengingat potensi penularan dapat terdeteksi selama jangka waktu ini,” katanya. 

Sumber : Sumselupdate.com 

JAKARTA, INFOSEKAYU.COM  - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyebut tingginya persentase kesembuhan

Covid-19

di Indonesia, tetap harus dibarengi dengan kewaspadaan akan bahaya virus ini. Data per 4 November 2020, pasien sembuh bertambah 3.789 orang. Sehingga total sebanyak 353.282 orang sembuh dari Covid-19. Rata-rata kesembuhan terus meningkat kini mencapai 83,8%.

Menurut Dicky, dibanding menyembuhkan, pencegahan agar virus tidak menyebar lebih banyak jauh lebih baik dan bermanfaat untuk seluruh elemen masyarakat. 

"Bukan masalah angka pulih, tapi mencegah lebih baik daripada terinfeksi Covid ini yang paling penting," kata Dicky kepada Okezone, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Dicky menyatakan, angka kesembuhan memang memberikan pesan positif. Namun, hal itu harus berimbang dengann pesan yang membangun kesadaran dan kewaspadaan. 

"Baik dari sisi kewaspadaan kesadaran pemerintah sendiri, baik pusat dan daerah dalam menerapkan 3T dan kesadaran dari masyarakat dalam menerapkan 3M," ujar Dicky. 

Sumber : Okezone 

SEKAYU,INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Rabu (28/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 7 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif COVID-19. 

"Ada penambahan 7 kasus sembuh dan 4 terkonfirmasi positif," ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 

Povi merinci, adapun penambahan 4 kasus positif yakni diantaranya kasus 403 laki-laki 29 tahun Babat Toman, kasus 404 laki-laki 60 tahun Kayuara, kasus 405 perempuan 21 tahun Kayuara, dan kasus 406 laki-laki 24 tahun Kayuara. 

Hingga 27 Oktober 2020 ada sebanyak 406 kasus terkonfirmasi di Muba. "Yakni diantaranya 335 kasus sembuh, 15 meninggal dunia, dan 56 masih dirawat," bebernya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 28 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 410 ODP 0 selesai pemantauan masih dipantau 410 orang, 1.138 kontak erat 982 kontak selesai pemantauan 156 kontak erat yang masih dipantau, 172 PDP 0 proses pengawasan 153 selesai pengawasan.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Sempat mengalami lonjakan peningkatan trafic kasus konfirmasi positif dan masuk kategori zona merah beberapa waktu lalu, kini Kabupaten Musi Banyuasin akhirnya terhitung pada 18 Oktober 2020 sudah masuk kategori zona orange.

Hal ini didasari dengan signifikan turunnya kasus terkonfirmasi positif dan penambahan kasus sembuh yang sangat masif di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 

"Analisanya per 18 Oktober dan data yang dikeluarkan pada 21 Oktober 2020, jadi satu minggu setelah dinyatakan zona merah kini Muba sudah kembali zona orange, semua harus disiplin, kalau tidak mau kembali ke zona merah lagi. Karena kalau masih ada yg tidak patuh protokol kesehatan, masih abai terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan, saya jamin Muba akan zona merah lagi", tegas Bupati Muba yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Kamis (22/10/2020). 

Dodi menjelaskan, adapun indikator Muba masuk kategori zona orange yakni diantaranya dengan adanya Indikator Epidemiologi yakni penurunan jumlah kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak, penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak. 

"Kemudian, penurunan jumlah meninggal kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak dan penurunan jumlah kasus positif dan probable yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak," imbuhnya 

"Lalu, penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak," tambahnya. 

Dodi mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemetaaan zona sampai ketingkat desa, melakukan kebijakan PSBB Mikro ditingkat dusun atau RT. "Seperti tidak melakukan kegiatan yg mengajak kerumunan massa seperti hajatan, penundaan semua kegiatan Pemerintah di wilayah zona merah dari hasil pemetaan, dan menyediakan penambahan ruang perawatan di 3 rsud serta penambahan persediaan tempat tidur di gedung sehat," ulasnya.  

"Kemudian, peningkatan yustisi terhadap disiplin protokol khusus di wilayah tersebut, pelaksanaan tracking screening komunity,  Menyediakan penambahan ruang perawatan dan penambahan ruangan," dan menggalakkan penggunaan herbal untuk meningkatkan imun warga," terangnya. 

Lanjut Dodi, Pemkab Muba dan Gugus Tugas mengucapkan terima kasih dengan masyarakat Muba yang selalu patuh pada protokol kesehatan dan selalu memakai masker. 

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda dan tim Gugus Tugas yang selalu all out dan maksimal dalam upaya penanganan dan pencegahan COVID-19 di Muba," ucapnya. 

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP mengajak masyarakat dan seluruh elemen masyarakat di Muba untuk bersatu padu disiplin mematuhi 3 M.

"Selalu meminimalisir kerumunan dan social distancing dan terpenting selalu menggunakan masker saat berada di luar ruangan," tegasnya. 

Kadin Kominfo ini mencatat,  hingga 21 Oktober 2020 ada sebanyak 372 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Muba yakni diantaranya 287 kasus sembuh, 15 meninggal dunia, dan 70 yang masih dirawat," 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 21 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 410 ODP 2 selesai pemantauan masih dipantau 408 orang, 988 kontak erat 669 kontak selesai pemantauan 335 kontak erat yang masih dipantau, 171 PDP 8 proses pengawasan 144 selesai pengawasan.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (19/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 24 kasus sembuh, dengan demikian total kasus sembuh di Muba menjadi sebanyak 276 kasus. 

Diketahui, sejak beberapa hari belakangan kasus sembuh COVID-19 di Muba terus bertambah, ini menyusul karena belakangan kasus positif COVID-19 di Muba sempat melonjak.

"Ya, hari ini per 19 Oktober 2020 kasus sembuh kembali bertambah 24 kasus," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. 

Kadin Kominfo Muba ini mencatat, hingga 19 Oktober 2020 tercatat ada 367 kasus terkonfirmasi COVID-19. "Diantaranya 276 kasus sembuh, 15 meninggal dunia, dan 76 yang masih dirawat," bebernya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 19 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 410 ODP 6 selesai pemantauan masih dipantau 4 orang, 988 kontak erat 669 kontak selesai pemantauan 335 kontak erat yang masih dipantau, 171 PDP 8 proses pengawasan 144 selesai pengawasan.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (1/10/2020) mengkonfirmasi penambahan kasus positif COVID-19 yakni sebanyak 21 kasus, saat ini terdata ada sebanyak 107 pasien yang dirawat. 

"Ada penambahan 21 kasus positif per-hari ini Kamis 1 Oktober 2020," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Septiani Peratita SS MKes.

Septi merinci, adapun penambahan 21 kasus positif yakni diantaranya kasus 214 laki-laki usia 36 tahun Keluang, kasus 215 laki-laki usia 44 tahun Keluang, kasus 216 laki-laki usia 39 tahun Desa Muara Teladan, kasus 217 perempuan usia 33 tahun Kayuara, kasus 218 perempuan usia 24 tahun Griya Randik, kasus 219 perempuan usia 41 tahun Jalan Sekayu-Palembang, kasus 220 perempuan usia 49 tahun Balai Agung, kasus 221 laki-laki usia 54 tahun Serasan Jaya, kasus 222 perempuan usia 50 tahun Desa Mulya Agung Lalan.

Kemudian, kasus 223 perempuan usia 41 tahun Sungai Lilin, kasus 224 perempuan usia 3 tahun Serasan Jaya, kasus 225 perempuan usia 21 tahun Serasan Jaya, kasus 226 laki-laki usia 8 tahun Serasan Jaya, kasus 227 laki-laki usia 40 tahun Serasan Jaya, kasus 228 perempuan usia 50 tahun Serasan Jaya, kasus 229 perempuan usia 36 tahun Serasan Jaya, kasus 230 perempuan usia 13 tahun Desa Mangun Jaya, kasus 231 laki-laki usia 38 tahun Desa Mangun Jaya, kasus 232 laki-laki usia 22 tahun Desa Karang Waru, kasus 233 usia 1,5 tahun Desa Karang Waru, dan kasus 234 perempuan usia 35 tahun Desa Srimulyo. 

"Jadi, dengan penambahan 21 kasus positif ini total kasus konfirmasi di Muba hingga 1 Oktober 2020 tercatat 234 kasus diantaranya 116 kasus sembuh, 11 kasus meninggal dunia, dan 107 masih dirawat," terangnya. 

Diketahui, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 1 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 403 ODP 1 selesai pemantauan masih dipantau 402 orang, 834 kontak erat 659 kontak selesai pemantauan 175 kontak erat yang masih dipantau, 151 PDP 0 proses pengawasan 132 selesai pengawasan. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi telah mengeluarkan Surat Edaran Peringatan dan Kewaspadaan Penuh Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Kondisi angka ini masih menunjukkan bahwa virus sangat
berpotensi untuk menyebar di lingkungan sekitar," ujar Apriyadi. 

Dikatakan, melihat kondisi tersebut agar semua pihak dapat melakukan
beberapa upaya dalam pemutusan penyebaran COVID-19, dengan cara
tetap mengikuti Surat Edaran Bupati Musi Banyuasin Nomor :
800/858/BKPSDM/2020 tentang perubahan atas Surat Edaran Bupati Musi Banyuasin tentang sistem kerja pegawai ASN dalam
tatanan normal baru, dengan lebih memberikan prioritas pegawai
di lingkungan kantor Saudara yang mempunyai penyakit penyerta/komorbid (Penyakit Diabetes Melitus, Penyakit Jantung, Penyakit Asma, Darah tinggi dan sebagainya) untuk di berikan
tugas kerja dari rumah (work from home).

Lalu, kepada Kepala Satuan Pol PP dan instansi terkait dalam Gugus Tugas kabupaten Musi Banyuasin serta Camat, Kepala Desa/Lurah dan Gugus Tugas Kecamatan untuk bekerjasama
melakukan operasi yustisi dalam penegakan disiplin protokol
kesehatan sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 67 Tahun 2020 tentang Pola hidup masyarakat yang sehat, displin dan produktif di era kebiasaan baru COVID-19 di Kabupaten Musi Banyuasin secara massif.

"Menunda seluruh kegiatan pertemuan/rapat di perkantoran dan aktifitas kemasyarakatan yang berpotensi terjadinya kerumunan
dan terjadinya kontak fisik baik kegiatan di dalam maupun di luar
gedung, dan disarankan kegiatan rapat-rapat dilaksanakan
menggunakan daring atau media aplikasi zoom," tegasnya.


SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Kasus penularan COVID-19 di Musi Banyuasin yang meningkat sejak dua lhari belakangan, membuat Gugus Tugas dan Pemkab Muba lebih gencar memutus rantai penularan COVID-19 dengan sosialisasi dan edukasi untuk mengingatkan warga selalu menjaga kebersihan dan menggunakan masker.

Dalam kaitan tersebut, meski di hari libur, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi bersama komunitas sepeda di Sekayu dengan menaiki sepeda mengelilingi kota Sekayu mengingatkan warga untuk selalu memakai masker saat berada di luar ruangan. 

Pantauan di lapangan, Sabtu (27/9/2020) pagi tampak Apriyadi menyambangi pekerja gas alam di Jalan Merdeka Sekayu yang terlihat sedang berkerumun dan tidak menggunakan masker. 

"Kalau kalian tidak bisa diingatkan, saya akan perintahkan kontraktor untuk memulangkan kalian ke daerah masing-masing. Tolong lindungi diri demi kesehatan diri sendiri dan orang lain," tegas Apriyadi. 

Menurutnya, Peraturan Bupati Muba sudah sangat tegas mengingatkan warga agar memakai masker. "Kalau masih juga tidak patuh, sanksi tegas menanti. Tolong untuk mematuhi aturan ini demi kebaikan kita bersama," ujarnya.

Di lokasi, Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya tersebut juga tampak memberikan masker kepada pekerja tersebut dan tak henti-hentinya Apriyadi mengingatkan agar tetap selalu menggunakan masker demi terhindar dari penularan COVID-19. 

Sementara itu, Plt Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Muba, yang juga selaku Kabag Hukum Yudi Herzandi SH MH menegaskan jika ada yang melanggar ketentuan yang ada di dalam Perbub No 67 Tahun 2020 akan diberikan Sanksi. Seperti Sanksi administrasi terhadap perorangan berupa teguran lisan, kerja sosial seperti membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan rompi atau denda sebesar Rp. 20.000,- perorang. 

"Dan Ada pula sanksi administrasi terhadap badan usaha dan penyelenggara usaha, berupa teguran tertulis dan denda mulai dari Rp. 20.000-500.000 hingga akan dilakukan penutupan sementara tempat usaha bagi penyelenggaraan usaha, dan pencabutan sementara izin usaha bagi penyelenggara usaha," imbuhnya.

"Terapkan Perbup ini baik dan dengan hati yang senang, jangan merasa terpaksa. Bangunlah sikap disiplin ini untuk dapat saling melindungi antara keluarga, teman dan sesama kita guna untuk kesehatan dan kesejahteraan bersama," tambahnya.
Sekayu, Infosekayu.com - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (25/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 10 kasus terkonfirmasi COVID-19. 

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. "Ada penambahan 10 kasus terkonfirmasi," ucapnya. 

Ia merinci, adapun penambahan 10 kasus tersebut yakni diantaranya kasus 157 perempuan usia 42 tahun Kelurahan Sungai Lilin, kasus 158 perempuan usia 60 tahun Desa Tanah Abang, kasus 159 perempuan usia 35 tahun Desa Sidorahayu, kasus 160 perempuan 37 tahun Desa Sumber Rezeki, kasus 161 perempuan usia 46 tahun Kelurahan Balai Agung.

"Kemudian, kasus 162 laki-laki usia 40 tahun Kelurahan Balai Agung, kasus 163 laki-laki usia 57 tahun Kelurahan Serasan Jaya status impor), kasus 164 laki-laki usia 2 tahun Kelurahan Serasan Jaya, kasus 165 laki-laki usia 49 tahun Kelurahan Sungai Lilin, dan kasus 166 perempuan usia 29 tahun Kayuara," ungkapnya. 

Lanjutnya, terdata ada sebanyak 166 kasus total konfirmasi di Muba hingga 25 September 2020 dan 103 kasus sembuh dan yang meninggal dunia 10 orang. "Yang masih dirawat masih ada 53 orang," ulasnya.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 25 September 2020 tercatat ada sebanyak 402 ODP 5 selesai pemantauan masih dipantau 397 orang, 801 kontak erat 659 kontak selesai pemantauan 142 kontak erat yang masih dipantau, 148 PDP 6 proses pengawasan 123 selesai pengawasan.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (22/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 6 kasus sembuh COVID-19 dan 5 kasus terkonfirmasi baru. 

"Ada penambahan 6 kasus sembuh, namun ada juga penambahan 5 kasus baru konfirmasi," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. 

Kadin Kominfo ini menambahkan, berdasarkan data yang tercatat hingga 22 September 2020 ada sebanyak 103 kasus yang sudah dinyatakan sembuh. "Kemudian ada 30 pasien yang masih dirawat," ulasnya. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 22 September 2020 tercatat ada sebanyak 401 ODP 4 selesai pemantauan masih dipantau 397 orang, 765 kontak erat 659 kontak selesai pemantauan 106 kontak erat yang masih dipantau, 145 PDP 3 proses pengawasan 123 selesai pengawasan.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (20/9/2020) mengkonfirmasi penambahan 8 kasus COVID-19 dan penambahan 2 kasus sembuh. 

"Ada 8 penambahan kasus konfirmasi dan 2 kasus sembuh," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 

Dikatakan, penambahan 8 kasus konfirmasi telah mendapat penanganan dari tim medis dan Gugus Tugas Penanganan COVID-19. "Dua kasus sembuh yakni kasus 88 dan kasus 89, sehingga total kasus sembuh ada 97 kasus," ujarnya. 

Lanjutnya, hingga 20 September 2020 terdata ada 136 kasus terkonfirmasi 97 diantaranya sembuh, 9 meninggal dunia, dan 30 masih mendapatkan perawatan. 

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 20 September 2020 tercatat ada sebanyak 397 ODP 1 selesai pemantauan masih dipantau 396 orang, 765 kontak erat 659 kontak selesai pemantauan 106 kontak erat yang masih dipantau, 145 PDP 22 proses pengawasan 104 selesai pengawasan.