Articles by "Kunjungan Kerja"
Tampilkan postingan dengan label Kunjungan Kerja. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Pembangunan jalan aspal karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin terus menjadi sorotan banyak pihak baik di tingkat regional maupun nasional.


Setelah mendapatkan penghargaan inovasi infrastruktur terbaik pada saat peringatan Hari Bakti PU dari Kementerian PUPR beberapa waktu lalu, inovasi pembangunan yang di inisiatori oleh Bupati Muba Dodi Reza tersebut kali ini mendapat sorotan dari pihak Pemprov Kalimantan Selatan, Sabtu (2/2/2019).

"Minggu sebelumnya, dinas terkait dari Provinsi tetangga Jambi juga langsung meninjau dan belajar ke Muba untuk mengetahui teknis dan detail pembangunan jalan aspal karet," ungkap Plt Kepala Dinas PU PR Musi Banyuasin Herman Mayory ST, MT, didampingi Kasi Pembangunan Jalan PUPR Muba Edi Sarwono, ST, MSi.

Dalam kesempatan studi banding ke Muba, rombongan Pemprov Kalimantan Selatan yang terdiri dari unsur Dinas Perkebunan, Bappeda, Dinas PU PR Kalimantan Selatan  dan Dari Dinas Perkebunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Tanah Laut tampak takjub dan antusias melihat secara langsung lokasi pembangunan jalan aspal bercampur karet yang menerapkan Sistem Teknologi SKAT (Serbik Karet Alam Teraktivasi) dan Pertama di Indonesia yang menggunakan dana yang bersumber dari APBD Muba.

"Kami ingin belajar dan ingin mengadopsi penerapan aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin ini. Ini inovasi pembangunan infrastruktur yang luar biasa dan memberikan kontribusi yang besar nantinya untuk masyarakat luas," ungkap Drh Suparmi MS Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. Sebagai Kepala Rombongan Tim Pemprov Kalsel.

Menurutnya, kami apresiasi Kebijakan pak Bupati Muba Dodi Reza Alex banyak dampak yang bisa dirasakan dari implementasi pembangunan jalan aspal karet, bagi petani karet kita kedepanya, disisi lain bisa menguntungkan petani karet.

"Kami merasa sangat perlu belajar ke Muba untuk nantinya bisa menerapkan pembangunan jalan aspal karet di Kalimantan Selatan, dan jika program bapak Bupati Muba ini kita komit seluruh kabupaten kota se Indonesia ini menjalankan program ini yakin kita harga karet rakyat akan naik, sehingga kami serius membawa tim termasuk tim dari Kabupaten Prov Kalsel," terangnya.

Sejak diterapkan pada Oktober 2018 lalu, pembangunan infrastruktur jalan aspal bercampur karet di Kabupaten Musi Banyuasin terus menuai apresiasi dan pengakuan positif dari berbagai pihak. Bahkan, beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo menyebutkan pembangunan jalan aspal karet di Muba merupakan jalan keluar untuk mendongkrak harga karet di kalangan petani.

Sementara itu, awal mula inovasi pembangunan jalan aspal karet di Muba tersebut disebabkan anjloknya harga karet di kalangan petani rakyat dan membuat keprihatinan bagi Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, tak ingin kondisi itu berlarut dan membuat keterpurukan bagi petani karet, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akhirnya menerapkan pembangunan jalan aspal berbahan karet yang pertama kali diterapkan di Indonesia dan kali ini dimulai di Desa Mulyorejo B4 Kecamatan Sungai Lilin.

"Untuk tahap pertama ini kita bangun jalan aspal berbahan campuran karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin dengan panjang jalan 465 meter," ungkap Dodi.

Dodi Reza Alex menyebutkan, kalau seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia komitmen untuk menerapkan pembangunan jalan aspal karet dalam kegiatan proyek perbaikan jalan dan pembangunan jalan tentu akan begitu banyak penyerapan aspal karet rakyat yang akan diserap

"Sehingga harga karet rakyat kita seluruh Indonesia akan naik, contoh Muba baru tahap awal saja di pembangunan jalan sepanjang 465 M sudah menyerap karet rakyat hampir 9 ton. Jadi, kalau jalan Negara, Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten se-Indonesia kita gunakan penerapan Teknologi aspal karet ini, bayangkan saja akan ada berapa ton karet petani rakyat kita yang dapat terserap dan dan ini baru untuk kebutuhan dalam negeri saja khususnya untuk pembangunan dan pemeliharan jalan kita saja, tentunya ini akan mensejahterakan petani," ulasnya.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumsel ini juga menambahkan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2018 dan menelan anggaran sebesar 1,8 miliar. "Untuk faktor ketahanan, metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini lebih tahan dan kuat," dan di Beberapa Negara sudah terapkan inovasi ini bebernya.

Sebelumnya, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin mengatakan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah  kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin untuk mengimplementasikan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet sudah sangat tepat dan merupakan penerapan pertama di Indonesia untuk kategori jalan tingkat Kabupaten.

"Kami apresiasi langkah dan terobosan Bupati Muba dalam mengimplementasikan ini, kami harapkan akan terus berkembang dan perbaikan ruas jalan di Kabupaten Muba nantinya akan konsisten menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam," tuturnya.

Deded berharap, bagi daerah-daerah lain untuk mencontoh Kabupaten Muba dalam melakukan terobosan dan inovasi perbaikan ataupun pembangunan jalan daerah."Kami berharap daerah lain bisa mencontoh Kabupaten Muba, terutama bagi daerah-daerah penghasil karet alam, sehingga dengan kita komit, semua pemerintah baik Pusat dan Daerah yakin upaya menaikan harga karet rakyat akan kembali stabil," pungkasnya. /red/




INFOSEKAYU.COM - Kedatangan Ketua Komisi III DPR Republik Indonesia, Kahar Muzakir Pemkab Musi Banyuasin (Muba), disambut langsung oleh Bupati Muba, H Dodi Reza Alex didampingi Sekda Muba, Drs H Apriyadi Msi, Kaban Kesbangpol, Kepala BPKAD, Kabag Hukum, Kabag Protokol, Kabag Humas serta Perwakilan Kasat Pol PP bertempat di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (7/1/2019).


Dikatakan Ketua Komisi III DPR RI ini, tujuan kedatangannya ke Bumi Serasan Sekate, selain Kunjungan ke  Bupati dan Jajaran Pemkab Muba, yaitu untuk pantau kesiapan  Kabupaten Muba dalam hal Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, serta Pemilihan Legislatif Anggota DPR, DPD dan DPRD di masa mendatang.

Kahar Muzakir juga mengatakan, penyelenggaraan Pemilu ini merupakan proses membangun kedewasaan berdemokrasi warga negara, dan ASN sendiri memiliki andil dalam menyukseskan perhelatan demokrasi lima tahunan tersebut melalui proses terciptanya iklim demokrasi yang kondusif.

“Iklim yang kondusif merupakan modal utama suksesnya penyelenggaraan pemilu. Melalui iklim berdemokrasi yang baik, proses pemilu akan mampu mengundang partisipasi yang tinggi dari masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Muba, H Dodi Reza Alex menyambut baik dan mengapresiasi atas kunjungan Ketua Komisi III DPR RI serta keinginannya tersebut.

"Sejauh ini menghadapi pesta demokrasi kami Pemkab Muba bekerjasama dengan TNI dan Polri tetap menjaga kondisi wilayah Kabupaten Muba untuk tetap kondusif dengan berjalannya proses pesta demokrasi ini," ujarnya.

Dodi juga mengatakan, sejalan dengan Peraturan Perundang-undangan, bahwa Aparatur Sipil Negara harus menjaga netralitas agar tidak ikut dalam berpolitik.

Namun ASN diwajibkan untuk andil dalam memfasilitasi kegiatan KPU, Banwaslu seperti sosialisasi kepada masyarakat agar turut berpartisipasi dalam mensukseskan  pesta demokrasi tahun 2019 ini serta turut serta menjaga kondusifitas di daerah Musi Banyuasin secara bersama sama. (rel)


INFOSEKAYU.COM - Sebanyak lima orang Jajaran Pemerintah Kantor Kesbangpol & Linmas Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat, gelar kunjungan kerja ke Badan Kesbangpol Kabupaten Musi Banyuasin terkait tentang Pelaksanaan Permendagri No 2 Tahun 2018 Tentang Kewaspadaan Dini di Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, bertempat di Ruang Kepala Badan Kesbangpol, Senin (3/12/2018).


Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Muba, H Irwan Sazili, SSos, MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungannya dimana Kesbangpol Kabupaten Sijunjung telah memilih Kesbangpol Kabupaten Muba sebagai wadah pembanding dalam menjalankan tugas dan fungsi serta aturan terkait pembentukan Puskomin tingkat Kabupaten pada Badan Kesbangpol Kabupaten Muba.

"Dengan pertemuan ini pihaknya berharap dapat lebih bermanfaat bagi pihak Kesbangpol Sijunjung Prov Sumbar dalam menjalankan tugas dan fungsi sesama Kesbangpol, serta ke depan terus menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi terkait tugas dan fungsi kita sebagai ASN," imbuhnya.

Senada dengan itu, menurut Dafrizal, SE Kasubbag Tata Usaha selaku Ketua rombongan Kesbangpol Kabupaten Sijunjung Sumbar mengatakan bahwa  tujuan kedatangan Kesbangpol Linmas  Kabupaten Sijunjung ke Kesbangpol Kabupaten Muba didasari atas informasi bahwa Kesbangpol Muba dalam mengantisipasi dan menjalankan Fungsi Kewaspadaan Dini di Daerah dengan telah dibentuknya Pusat Komunikasi, Informasi Analisis dan Evaluasi (PUSKOMIN ANEV) Stabilitas Daerah.

Untuk itu,  pihaknya berkeinginan mempelajari sistem, mekanisme, serta aturan dan perundang-undangan dalam pembentukan Puskomin Kabupaten Muba sehingga dapat diterapkan di Kabupaten Sijunjung Sumbar.

"Kami mohon petunjuk dan arahan serta penjelasan terkait Dasar hukum, Aturan dan perundang undangan serta tugas dan fungsi yang harus dijalankan dalam mengadopsi Program Puskomin  serta tata cara penanganan konflik dalam Puskomin yang telah terbentuk saat ini khususnya  Kabupaten Musi Banyuasin, " ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Musi Banyuasin HM Soleh Na'im, SE, MM sangat menyambut baik kedatangan Kesbangpol Sijunjung ini.  Dan memperkenalkan sistem kinerja Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin khususnya di Badan Kesbangpol Kabupaten Musi Banyuasin.

"Badan Kesbangpol Kabupaten Musi Banyuasin adalah satu satu di Indonesia yg telah menerapkan Puskomin didukung dengan Perbup No. 42 Tahun 2017 tentang Puskomin (Pusat Komunikasi dan Informasi) yang dapat membantu Bupati Musi Banyuasin dalam mengetahui dan melaporkan stabilitas daerah yang valid dan komprehensif guna deteksi dini potensi gangguan ancaman stabilitas daerah dalam rangka cipta kondisi yang aman dan kondusif di Kabupaten Musi Banyuasin," ungkapnya.

"Puskomin sudah berjalan dengan baik, baik yang ada di Kabupaten maupun yang ada dikecamatan, puskomin juga membantu Bupati Musi Banyuasin dalam menjaga stabilitas daerah yang sebagai mata dan telinganya. Untuk itu, informasi yang disampaikan harus cepat dan tepat," pungkasnya.

Hadir dalam Kunker antara lain, H Irwan Sazili, SSos, MSi (Sekretaris Badan Kesbangpol), Drs. Amiruddin Iskandar (Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional), Drs Firmantinus (Kepala Bidang Kesbak), Zulkarnain, SSos, MSi (Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan), Hendra Juendri Mosa, SIP (Kasubbid. Penanganan Konflik) dan  lima Orang Kesbangpol Sijunjung yaitu, Afri Dewi, S.Sos (Kasi Kesbang), Dafrizal, SE (Kasubbag Tata Usaha), Elihasmiliza, SH (Kasubbag. Perundang-Undangan Bagian Hukum dan HAM), Alex Mustika Surya Lasmana (Tenaga Harian Lepas) dan Yohanda Tedo Pratama (Tenaga Harian Lepas). /red/



INFOSEKAYU.COM - Inspektorat Kota Prabumulih melakukan Kunjungan Kerja ke Inspektorat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Selasa (27/11/2018).


Kunjungan tim dipimpin oleh Inspektur Kota Prabumulih Drs Yoseph Manjam melalui Inspektur Pembantu Wilayah IV Soesatyo Widajatmo. Delegasi melakukan Studi Komparatif dalam Pelaksanaan Review Dokumen Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (Renstra OPD).

"Kami ingin menggali lebih dalam mengenai tahapan-tahapan dalam rangka Penyusunan Review RPJMD yang diterapkan di Muba," ujar Soesatyo.

Mewakili Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, Inspektur Kabupaten Muba Drs H RE Aidil Fitri menyambut gembira kedatangan delegasi dari Inspektorat Kota Prabumulih. Beliau berharap kesempatan yang ada dapat dimanfaatkan untuk bertukar pikiran dengan sebaik-baiknya.

"Kunjungan Kerja ini diharapkan bisa saling menambah wawasan dan pengalaman baik bagi Inspektorat Muba maupun Inspektorat Kota Prabumulih," harapnya.

Aidil menjelaskan tentang sejumlah inovasi dalam perencanaan pembangunan yang diterapkan Kabupaten Muba. Salah satunya komunikasi intensif antara eksekutif, legislatif dan masyarakat khususnya masyarakat desa serta Pemerintah Kabupaten Muba.

"Hal ini untuk mewujudkan usulan rencana pembangunan yang berkesinambungan sesuai kebutuhan dan kuatnya dukungan politik anggaran dari dewan," paparnya. /red/
 

INFOSEKAYU.COM - Menjalankan rutinitas seperti biasanya, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, Jumat (23/11/2018) melaksanakan Safari Jumat dengan melakukan kunjungan kerjanya  serta melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di Masjid Al-Huriyah Desa Lais Kecamatan Lais kabupaten Musi Banyuasin


Kedatangan orang nomor 1 (satu) di bumi Serasan Sekate ini disambut hangat warga desa Lais dan sekitarnya bersama Jemaah Masjid Al-Huriyah. Tidak hanya itu, usai melaksanakan Sholat Jumat berjamaah, bupati Muba ini menyempatkan diri makan siang bersama warga Desa Lais.

"Lauk pundang, ini makanan kito nian. Terima kasih pak Zainal sudah menjamu makan siang saya dan rombongan," ungkap Dodi saat berkunjung dan makan siang bersama warga di kediaman Zainal  Tokoh Masyarakat Desa Lais,

Pada kesempatan tersebut, Dodi juga menghimbau peran serta masyarakat termasuk warga Lais untuk mentaati dan mengawasi pelaksanaan Implementasi Perda Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Pesta Rakyat.

"Perda ini kita taati bersama-sama, demi kebaikan Muba, tidak lain tujuanya agar pesta malam ditiadakan menghindari generasi penerus khususnya anak anak kita tidak terlibat dan pencegahan Narkoba dan menghindari konflik antar warga  yang  diduga saat pesta malam disalahgunakan oleh pihak lain untuk menghancurkan generasi kita, perda itu tujuannya kesana mari selamatkan generasi penerus kita kedepanya dan kita lawan Narkoba masuk ke daerah kita," pungkasnya.

Selain itu, suami mantan presenter Metro TV Thia Yufada ini juga menjelaskan saat ini dirinya bersama jajaran Pemkab Muba terus berupaya merumuskan dan menaikkan harga hasil perkebunan kita baik karet dan sawit yang merupakan penghasilan petani kita di Muba.

"Kalau untuk sawit upaya yang saat ini kita lakukan adalah dengan  melakukan peremajaan lahan sawit rakyat ( Replanting Sawit) yang telah berjalan dan pertama di indonesia Nah, kalau karet saat ini upayanya kita lakukan dengan pemanfaatan karet menjadi bahan campuran pembangunan jalan aspal, yang akan kita gunakan membangun infrastruktur jalan di daerah kita. Upaya ini tentunya ke depan dapat meningkatkan hasil petani kita, selain itu kita ingin petani karet dan sawit kita harapkan, mengikuti keinginan pasar sesuai dengan standart yang mereka inginkan dan kita akan terus memperjuangkan serta melawan kampanye hitam tentang sawit kita," jelas Dodi Reza.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Lais, Zainal menuturkan warga Lais sangat merasakan banyak perubahan semenjak dipimpin Bupati Dodi Reza Alex Noerdin. "Pak Dodi juga telah menggratiskan seragam dan alat tulis bagi murid SD-SMP di Muba, program ini sangat baik sekali," ungkap Zainal.

Lanjutnya, program yang diterapkan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin sangat menyasar seluruh lapisan utamanya bagi warga menengah kebawah. "Kami berharap pak Dodi terus diberikan kesehatan serta berhasil mewujudkan Muba Maju Berjaya,tahun 2020 dan program kerja pak dodi kita akan dukung penuh demi terwujudnya  kesejateran masyarakat Musi Banyuasin, dan mengenai Pelaksanan Pesta Malam kami akan sosialisasikan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda yang ada di desa lais ini toh tujuannya baik niatnya baik, jangan sampai akibat pesta malam generasi penerus kita menjadi korban Narkoba," pungkasnya. /red/
 


INFOSEKAYU.COM - Mewakili Bupati Musi Banyuasin, H Dodi Reza Alex Noerdin, Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, H Ibnu Saad, SSos, MSi, menyambut kunjungan kerja Komisi C DPRD Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah dalam rangka audiensi terkait pengelolaan hak-hak keuangan Bupati dan Wakil Bupati Muba, di Ruang Rapat Randik Pemkab Muba, Rabu (17/10/2018).


Rombongan Komisi C DPRD Temanggung sebanyak 14 orang diantaranya Wakil Ketua DPRD Temanggung Drs H Tunggul Purnomo, Ketua Komisi C DPRD Temanggung Slamet, SE, Asisten III Kabupaten Temanggung Drs Sigit Purwanto, MM, Kabag Umum Supriyanto, AP, MM, serta para Anggota DPRD Kabupaten Temanggung.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan tanya jawab perihal program pembangunan dan hak-hak keuangan Bupati dan wakil Bupati Muba yang dijawab secara teknis oleh Kepala Bappeda Muba H Yusuf Amilin, Kabag Keuangan Setda Muba Muhammad Ali, dan Kabag Umum Setda Muba Denny, SH, MSi.

Asisten III Setda Muba mengucapkan terima kasih kepada rombongan eksekutif dan legislatif Kabupaten Temanggung yang telah melakukan bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Muba.

"Bukan hanya hari ini, tetapi diwaktu yang akan datang kami siap untuk berbagi informasi. Kami juga terus berusaha menjadi yang terbaik dalam hal pembangunan di Kabupaten Muba ini," ujar Ibnu.

Wakil Ketua DPRD Temanggung Tunggul Purnomo juga mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan dan berharap hasil yang didapat akan mensejahterakan masyarakatnya pada masa yang akan datang.

"Kami berterimakasih banyak atas penyambutan dan keterbukaan informasi yang diberikan oleh jajaran Pemkab Muba, kami sangat apresiasi atas program-program kinerja dan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemkab Muba, akan kami jadikan referensi bagi Pemkab kami agar bisa maju juga seperti Kabupaten Muba," ucap Tunggul. /red/



INFOSEKAYU.COM - Ternyata sejumlah program unggulan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), khususnya dibidang pertanian dan infrastruktur menjadi perhatian serius ditingkat nasional, serta kabupaten tetangga.


Bupati Lebong, H Rosyonsyah, SIP, MSI, mengungkapkan, beberapa tahun terakhir dirinya telah mendengar dan membaca sejumlah informasi tentang program pembangunan daerah Kabupaten Muba, yang menjadi pilot project nasional, khususnya disektor Pertanian dan Infrastruktur, sehingga sangat bagus diambil untuk diterapkan.

"Saya mengetahui dari sejumlah pemberitaan, sehingga bagus kalau dicuri program-programnya," seloroh pria yang mengaku asli putra Sekayu ini, di hadapan Bupati Muba dan sejumlah kepala OPD, dalam acara silaturahmi Bupati Lebong, Provinsi Bengkulu ke Kabupaten Muba, Kamis (20/9), di Griya Bumi Serasan Sekate.

Menurut Bupati Lebong dua periode ini, beberapa program yang menurutnya akan diadopsi yaitu, infrastruktur yang menggunakan pimjaman dana pusat melalui anak perusahaan BUMN dan penggunaan bahan baku karet sebagai aspal jalan.

"Menjadi perhatian, yaitu pendanaan di bidang infrastruktur dan penggunaan bahan baku pertania  untuk infrastruktur seperti jalan," bebernya.

Dia juga mengungkapkan, akan mengambil lagi, beberapa program unggulan Muba yang bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lebong, mengingat pendapatan hanya Rp 35 miliar

"Kami ingin APBD Lebong, bisa seperti Muba yang mencapai triliun. Sehingga dengan beberapa program unggulan Muba, bisa menambah PAD kabupaten kami," tegasnya.

Dia yakin dengan pengalaman yang dimiliki Bupati Muba saat ini, bisa membawa daerah menjadi lebih baik lagi dan semakin maju.

"Dua kali menjabat anggota DPR RI, saya yakin Muba bisa melesat dan lebih maju lagi di bawah kepemimpinan Bupati Muba saat ini," pungkasnya.

Sementara itu Bupati Muba Dodi Reza Alex, mengaku bangga dengan kedatangan Bupati Lebong, yang merupakan kepala senior yang ingin belajar ke Muba. "Saya sangat berterima kasih kepada Mamanda kami ini, yang merupakan senior saya juga ingin melihat ponakannya sekaligus mengambil program unggulan Muba," jelasnya.

Dodi menerangkan, bahwa Muba memiliki luas wilayah sama dengan Kabupaten Jawa Barat, ditambah dengan kondisi wilayah rawa.  Maka biaya infrastruktur pasti lebih tinggi. Sehingga Muba harus memutar otak untuk menyediakan infrastruktur yang mumpuni.

 "Luas dan kondisi wilayah menjadi pertimbangan kami untuk memperoleh bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga percepetan pembangunan dapat terlaksana sesuai target. "Kami bertekad pembangunan untuk percepatan kesejahteraan. Sehingga harus memiliki program yang memang dibutuh masyarakat," terangnya.

Bupati juga menambahkan, Muba harus juga belajar kepada Kabupaten Lebong, untuk konsep energi yg bekerlanjutan. Karena Lebong telah memiliki program tersebut, yang saat ini menjadi agenda nasional. "Kami juga berharap, program yang memang bisa diterapkan untuk Muba nantinya bisa kita manfaatkan dari Kabupaten Lebong," tukasnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Sebagai daerah tercepat dalam penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2017, memicu banyak daerah untuk datang dan belajar kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, kali ini bertempat di Ruang Rapat Randik, Selasa (28/08/2018) giliran Pemerintah Kabupaten Muara Enim datang melakukan diskusi dan sharing bagaimana strategi Pemkab Muba melakukan persiapan penyusunan LKPD dan penerapan Akuntansi Berbasis Akrual.


Kepala BPKAD Muara Enim Armeli Mendri menjelaskan kedatangannya bersama Dinas dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Muara Enim bermaksud untuk menggali informaasi dengan Pemkab Muba bagaimana strategi percepatan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

"Selama ini kami terus terkendala pada penyampaian laporan dana desa dan dana BOS, kami berharap dari kunjungan kami ini bisa mendapatkan informasi yang detail sehingga bisa juga kami terapkan di Muara Enim," jelasnya.

Sementara itu, Asisten Sekda bidang Administrasi Umum Muba H Ibnu Sa'ad SSos MSi mengungkapkan capaian dan penghargaan tersebut merupakan komitmen dan kerjasama antara Bupati, Wakil Bupati dan kepala Perangkat daerah untuk bekerja keras, cepat dan tepat pada setiap kegiatan.

"Kami merasa tersanjung menjadi daerah yang dikunjungi, mari kita sharing dan diskusikan insyaalah kami bantu," ungkapnya.

Ibnu menjelaskan ada beberapa strategi yang dilakukan Pemkab Muba dalam percepatan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah diantaranya  Komitmen, identifikasi masalah, rapat koordinasi perangkat daerah, tindak lanjut, monitoring dan memberi sanksi.

"Menurut kami masalah yang paling krusial dan harus diperbaiki dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah ketidakpatuhan OPD menyampaikan laporan keuangan," dijelaskannya. /red/