Articles by "Pilgub Sumsel"
Tampilkan postingan dengan label Pilgub Sumsel. Tampilkan semua postingan

Infosekayu.com- Polres Musi Banyuasin melakukan patroli keliling untuk memastikan keamanan  TPS pada saat pencoblosan Pilgub Sumatera Selatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 27 Juni 2017 yang langsung dipimpin oleh Kapolres Musi Banyuasin Akbp.Andes Purwanti, S.E., M.M.

“Patrol ini dilakukan untuk memastikan keamanan dalam pelaksanaan kegiatan pencoblosan yang dilaksanakan hari ini dapat berjalan dengan aman, “ ungkap Kabag Ops Polres Muba Kompol Erwin Manik,S.ik.

Dengan menggunakan kendaraan patroli roda dua, Kapolres Muba Akbp.Andes Purwanti langsung memimpin kegiatan patrol tersebut disejumlah tempat sambil memantau pelaksanaan pencoblosan yang ada di Kecamatan Sekayu.

“Sebelumnya sehari menjelang waktu pencoblosan Pada hari selasa 26 Juni 2018, sekira jam 20.00 wib kita juga menggelar patrol gabungan bersama Anggota Kodim 0401 Muba disejumlah tempat di titik-titik rawan kamtibmas seperti objek vital, kantor Kpu, dipermukiman penduduk untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang waktu pencoblosan.”  ujar Kapolres.

Semoga dengan apa yang kita lakukan ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya dan tentunya yang paling penting terciptanya situasi kamtibmas yang aman kondusif selama kegiatan ini berlangsung. (Edp)




INFOSEKAYU.COM - Apel gelar pasukan kesiapan pemungutan suara Operasi Mantap Praja Musi 2018 dalam rangka pengamanan pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 yang dilaksanakan di lapangan STIER Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (25/6/2018).


Gelar pasukan ini dihadiri Plt Bupati Muba yang diwakili Kaban Kesbangpol Muba HM Sholeh Naim, MM, Dandim 0401 Muba Letkol CZI Mulyadi, SIP, Ketua KPU Muba H Ahmad Firdaus Marvel's, Ketua Panwaslu Kabupaten Muba M Syarkani, para Kabag dan para Kapolsek jajaran Polres Musi Banyuasin.

Peserta upacara yang mengikuti apel gelar pasukan tersebut terdiri dari 205 Personil anggota TNI, 1 Pleton Dalmas Polres muba, 102 Personil BKO Polda Sumsel, 662 Personil gabungan Polres dan Polsek jajaran polres musi banyuasin sebanyak, dan Linmas sebanyak 2.928 orang yang akan mengamankan 1.464 TPS yang tersebar di 14 Kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti SE, MM, memimpin langsung apel akbar tersebut untuk melihat kesiapan personel dalam mengamankan Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan tahun 2018.

Dalam sambutannya Kapolres menyampaikan amanatnya kepada personil yang akan melaksanakan pengamanan di TPS.  
 

“Lakukan pengawalan pergeseran logistik pilkada, lakukan pengecekan TPS dan perlengkapan pilkada, lakukan pengamanan lokasi pemungutan suara bersama linmas, kedepankan upaya pre-emtif dan preventif dalam melaksanakan pengamanan,” tegas Kapolres.

Ia juga mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan. “Selalu proaktif melakukan tindakan kepolisian sebagai upaya penanggulangan setiap perkembangan situasi yang dapat berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” tandasnya. /red/



Infosekayu.com- Gelar Doa bersama untuk kesuksesan dan keamanan Pilkada Guberbur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan 2018. Ratusan personil gabungan TNI dan Polri menggelar doa bersama di Mako Polres Musi Banyuasin. Doa bersama tersebut digelar serentak di dua lokasi berbeda, Senin (25/06/2018).

Untuk umat Muslim kegiatan tersebut bertempat di Masjid Al-Muntaha Polres Musi Banyuasin. Sedangkan umat Nasrani mengadakan kebaktian di Aula H. Alex Noerdin Polres Musi Banyuasin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut personil polres Muba beserta bhayangkari.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti S.E., M.M dalam sambutannya menerangkan bahwa “kegiatan doa bersama ini kita lakukan tidak lain hanya satu tujuan yaitu untuk bermunajad kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Pelaksanaan Pesta Demokrasi seluruh Indonesia dapat berlangsung dengan aman dan damai terkhususnya diwilayah Kabupaten Musi Banyuasin, karena Musi Banyuasin ini juga melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2018 yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018”.

“Beberapa tokoh agama juga turut kita undang dalam acara ini seperti Ustadz Didik Sugandi M.Pdi selaku penceramah dan pemimpin doa di masjid Al-Muntaha. Pendeta Hadi S.Ph memimpin kebaktian umat nasrani di Aula H. Alex Noerdin Polres Musi Banyuasin”, ujar Kapolres. (Edp)





INFOSEKAYU.COM - Komisi Pemilihan Umum Musi Banyuasin (KPU Muba) mulai mendistribusikan logistik pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan tahun 2018 ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hari ini, Sabtu (23/6/2018) atau H-5 sebelum hari pencoblosan bertempat di Halaman Kantor KPU Muba.


Ada tujuh daerah yang menjadi prioritas dalam pendistribusian logistik gelombang pertama, yakni Kecamatan Lalan, Tungkal Jaya, Bayung Lencir, Sungai Lilin, Babat Supat, Sanga Desa dan Lais.

"Hari pertama penyebaran ditujukan ke lokasi yang jauh dan rawan bencana," ujar Ketua KPU Muba, H Ahmad Firdaus Marvel, SE, MSi.

Terkait keamanan, lanjut Firdaus, proses pendistribusian menggunakan kendaraan khusus PT POS Indonesia dan dikawal petugas polisi. Dia berharap tidak terjadi hambatan selama pendistribusian sehingga komitmen KPU Muba menjadi penyelenggara pilkada yang integritas dapat tercapai.

"Semua logistik telah dimasukkan ke kotak suara yang berjumlah 775 buah, masing-masing tim paslon juga telah mengikuti setiap kegiatan mulai dari sortir hingga pengepakan surat suara," tambahnya.



Sementara itu, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi, MSi, menyampaikan ucapan terimakasih kepada KPU Muba yang telah taat dan patuh menyelenggarakan seluruh tahapan Pemilihan Kepala Daerah Sumsel 2018.

"Kami berpesan kepada semua stakeholder untuk sama-sama mengawal seluruh tahapan terutama logistik yang akan di distribusikan. Kami (Pemkab Muba dan FKPD-red) siap mensupport KPU Muba dalam rangka mensukseskan pilkada serentak 2018," ucapnya.

Sebagai tanda pemberangkatan distribusi logistik secara resmi, dilakukan pemecahan kendi oleh Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi didampingi Ketua KPU Muba, Kapolres Muba, Ketua Banwaslu Muba dan Dandim 0401 Muba. /red/

 

Infosekayu.com- H-4 menjelang pemilukada serentak yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 juni 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Banyuasin mulai mendistribusikan logistik pemilu ke Kecamatan yang ada di Kabupaten Muba, Sabtu(23/6).

Pemberangkatan logistik dari gudang KPU tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel polres Muba yang dipantau langsung oleh Kapolres Muba Akbp Andes Purwanti, S.E., M.M yang sekaligus pelepasan secara simbolis oleh ketua Kpu Muba, Kapolres muba, Dandim 0401, Sekda Muba dan Bawaslu yang ditandai pemecahan kendi.

Kapolres Muba melalui Kabag Ops Kompol Erwin Manik dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa sejumlah personel pengawalan yang dilengkapi senjata laras panjang dan melekat dengan kendaraan truk pengangkut logistik hinga tiba dilokasi pengawalan dan langsung dijaga pula oleh personil yang ditugaskan untuk pengamanan kotak surat suara hingga hari “H” dan sesudahnya nanti yang terus akan dikawal.

“Pendistribusian ini dilaksanakan selama dua hari, pada hari Sabtu 23-6-2018 dan  Minggu 24-6-2018 yang terbagi beberapa kecamatan dan yang kita kawal hari ini ke kecamatan Lalan, Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, Babat Supat, Sanga Desa, Plakat Tinggi selebihnya kita laksanakan esok hari sesuai dengan jadwal Kpu Muba, meliputi kotak suara, bilik suara, surat suara, DPT dan lain sebagainya.”

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa pengawalan dilakukan untuk memperlancar jalannya pendistribusian serta untuk memastikan kegiatan ini berlangsung dengan aman tanpa adanya gangguan dan tiba tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selain pengawalan, personel polisi juga melakukan pengamanan dan patroli di KPU dan Bawaslu selama tahapan Pemilu ini berlangsung. (Edp)





INFOSEKAYU.COM – Aksi kecurangan menjadi momok bagi setiap Tim Pasangan Calon pada perhelatan Pemilihan Gubernur Sumsel mendatang. Kecurangan itu sendiri dikhawatirkan akan terjadi pada hari H pemilihan, di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Salah satu antisipasi yang dilakukan Tim Paslon Dodi Reza Alex – Giri Ramanda N Kiemas adalah dengan menyiapkan para saksi di tingkat TPS dan melakukan pembekalan bagi para saksi di seluruh Kabupaten/Kota se-Sumsel secara serentak.

“Semua TPS di Sumsel 100 persen saksinya lengkap,” ujar Beni Hernedi, selaku Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional PDIP Sumsel, saat dikonfirmasi Infosekayu.com, Kamis (21/6/2018).

Menurutnya, kepada para saksi paslon Dodi – Giri dibekali dengan motto dan prinsip : Awasi catat kawal C1 100 persen.

“Nantinya, saksi di dalam TPS harus memastikan proses pemungutan suara berjalan sesuai ketentuan dan lancar. Untuk itu, tentunya membantu para saksi perlu berkoordinasi secara baik dengan penyenggara dan pengawas,” ujarnya. 
 

Ia juga mengingatkan akan tugas para saksi, pada saat penghitungan harus sigap mengamankan perolehan suara. Dengan memastikan kesesuaian hasil real dengan pencatatan di dalam form C1.
“Prinsipnya, kalau cocok form C1 diamankan. Jika tidak cocok, wajib mengajukan keberatan. Intinya mengawasi mencatat dan mengawal,” tegas Beni.

Masih menurut dia, semua saksi adalah rekrutan dan berada di bawah supervisi BSPN PDIP prov Sumsel. “Dan demi menjaga semua sesuai dengan aturan main, satu saksi akan bertugas di dalam TPS dan satu lagi bertindak sebagai asisten saksi cadangan, berada di luar TPS,” ungkapnya.

Tak sampai di situ, dua orang ini juga akan dikawal oleh 5 sampai 10 orang regu gerak pemilih (Guraklih) dan ditambah pula dengan kader-kader partai koalisi yang mendapat tugas khusus memantau dan kolektor data.


“Rasanya sangat sempit ruang untuk curang, karena TPS akan dikepung habis. Mudah-mudahan semua berjalan sebagaimana mestinya dan lancar,” pungkasnya, sambil menghimbau kepada para penyelenggara pemilihan agar dapat memastikan hak warga negara dalam memilih, terfasilitasi dgn baik. /red/




Infosekayu.com- Sebelum Idul Fitri, Survei LSI Denny JA awal Juni 2018, Pasangan Dodi memimpin sementara di angka 27.7 %, diikuti pasangan Herman Deru 23.3 %, pasangan Ishak Mekki 18,4 % dan pasangan Aswari 8,6 %. Tapi yang belum memutuskan masih sekitar 22,1 %.

Sembilan hari lagi Mendekati hari pencoblosan 27 Juni 2018, suara yang belum memutuskan akan mengecil. Siapa yang paling banyak mendapat dukungan swing voters, suara yang belum memutuskan itu?

“Herman Deru kurang beruntung. Tuduhan skandal masa silamnya semakin diungkit dan diketahui publik. Luas diberitakan Herman Deru bahkan menolak test DNA, yang merupakan uji ilmu pengetahuan sederhana untuk membuktikan ia memang bukan ayah dari seorang anak yang selama ini dipergunjingkan,” Jelas Denny JA dalam siaran pers senin (18/6)

Denny JA Publik tak mengerti mengapa Herman Deru menghindari test DNA yang sangat sederhana untuk mengakhiri rumor itu. Bahkan motivatir Mario Teguh juga melakukan test DNA itu untuk anaknya. Setelah test, tak ada lagi keraguan.

“Herman Deru yang menolak test DNA, segera menjadi rumput kering, yang di era pertarungan keras, membakar dan merugikan reputasinya. Padahal dalam persaingan yang ketat, kehilangan suara sedikit saja dapat menentukan kalah dan menang. Masih ada waktu buat Herman Deru melakukan “Damage Control,” agar isu skandal itu bisa ia minimalisasi atau ia tangkis secara meyakinkan,” tuturnya.

Dodi Alex Reza lebih beruntung. Gubenur Sumsel saat itu, Alex Nurdin, dianggap berhasil oleh mayoritas pemilih. Asosiasi Dodi dengan Alex, yang merupakan Ayahnya sendiri, semakin diketahui publik. Itu akan semakin menambah dukungan kepada Dodi.

“Untuk daerah tertentu, menjelang lebaran dan setelahnya, pasangan Dodi juga giat
Mengkampanyekan program unggulannya: Sembako murah. Di kalangan pemilih dari grass root yang mayoritas, mereka sangat suka dengan program itu,” Bebernya.


Yang tak kalah penting adalah trend dukungan. Survei LSI sejak November 2017 hingga Juni 2018, dukungan untuk Dodi terus menaik. Sementara untuk Herman Deru terus menurun.

Pasangan Ishak Mekki dan pasangan Aswari akan sulit merebut pemenang pertama. Sudah ada Dodi dan Herman Deru di sana.

Denny JA mengibaratkan, pertarungan Dodi dan Herman Deru ada di Divisi Satu. Sementara Ishak Mekki dan Aswari ada di Divisi Dua.

“Siapa yang lebih bisa mengambil swing voters yang masih 22,1 persen, itulah yang akan menjadi gubernur Sumsel berikutnya. Papar Denny JA. (Edp)



INFOSEKAYU - Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survey terbaru terkait elektabilitas pasangan calon yang akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018-2023 mendatang.

Foto : Detiksumsel
Berdasarkan rilis lembaga tersebut, jika Pilkada digelar sekarang, pasangan Dodi Reza Alex-Giri Ramandha akan unggul sementara pada angka 27,7 persen, disusul oleh HDMY (23,2 persen), Ishak Mekki-Yudha Mahyudin (18,4 persen), dan Aswari-Irwansyah (8,6 persen). Sementara massa mengambang cukup tinggi sebesar 22,1 persen.

"Bisa disimpulkan Pilkada Sumsel yang berpeluang (adalah) dua pasangan ini berkompetisi sampai pada pemungutan suara nanti. Bisa dikatakan hanya dua kontestan ini berpeluang, ibarat sepak bola mereka di papan atas," kata Rully Akbar peneliti senior LSI saat merilis hasil survey di lantai 17 Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (8/6/2018).

Survey digelar pada 1-5 Juni menggunakan medote multi stage random sampling dengan sebaran 1.000 responden di kabupaten/kota dan margin of error 3,16 persen. "Ada 22 persen swing voters atau pemilih galau, artinya masih bisa direbut oleh semua pasangan calon," paparnya.

Ia menerangkan ada beberapa sebab kenapa survey Dodi tinggi karena kinerja Gubernur Alex Noerdin sangat dan cukup puas mencapai 77,7 persen. Hal ini berdampak pada pasangan calon yang didukung Gubernur pada Pilkada. "Adanya asosiasi yang kuat antara Alex dan Dodi. Anggapan masyarakat Dodilah yang bisa menggantikan pak Alex ke depan," tuturnya.

Masih menurut Rully perubahan suara pada Pilkada sangat mungkin terjadi meskipun terbilang waktu tinggal sebentar lagi. Apalagi jika kandidat lain bisa  berhasil mematahkan tren Dodi yang menanjak. Termasuk jika nantinya terjadi stunami politik salah satu kandidat ada yang terjerat ranah hukum yang diluar prediksi lembaga survey.

"Faktor Money politik tidak merubah secara langsung, ini hanya pelumas untuk meyakinkan pemilih sendiri bukan pemilih lain. Tidak herhasil merubah peta," tandasnya. /red/
 


Palembang, Infosekayu.com- Tiara Ramadhani atau akrab disapa Rara Lida tampil memukau dihadapan ribuan warga Rumah Susun (Rusun) tepatnya di lapangan bola blok VI Rusun Kelurahan 23 Ilir Kecamatan Bukit Kecil, Sabtu (02/06/18). 

Ribuan warga Rusun dan sekitarnya tampak khusyuk menyaksikan penampilan Rara yang duet dengan paslon pemimpin zaman now Dodi-Giri dengan membawakan lagu Sayang dan Cintai Aku Karena Allah dalam rangkaian silaturrahmi Doa Bergema (Dodi Alex Bersama Giri Ramanda). 

“Kita harus cerdas memilih pemimpin, Insya Allah pak Dodi-Giri bisa melanjutkan program sekolah dan berobat gratis,” ungkap Rara dihadapan ribuan warga Rusun yang hadir pada rangkaian silaturrahmi Doa Bergema. 

Runner up Liga Dangdut Indonesia (Lida) ini juga menceritakan dirinya sangat merasakan betul program sekolah gratis sudah sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). 

“Alhamdulillah saya sejak SD sudah merasakan program sekolah gratis pak Alex Noerdin, program ini harus berlanjut, Insya Allah kalau pak Dodi-Giri mendapatkan amanah nantinya bisa melanjutkan program sekolah dan berobat gratis,” ulasnya. 

Senada dikatakan Tokoh Masyarakat Rusun, Ustadz Kemas Muhammad menyebutkan paslon gubernur dan wakil gubernur Sumsel nomor urut empat Dodi Reza Alex Noerdin-Giri Ramanda Kiemas mempunyai kompetensi untuk melanjutkan program pro rakyat yang sudah berjalan 10 tahun belakangan. 

“Kami warga Rusun menaruh harapan besar kepada pak Dodi-Giri kalau mendapatkan amanah untuk Sumsel lima tahun ke depan. Yang jelas hanya keduanya yang komitmen untuk meneruskan program sekolah dan berobat gratis di Sumsel,” tegasnya. 

Sementara itu, cagub Sumsel nomor urut empat Dodi Reza Alex Noerdin didampingi calon wakil gubernur Sumsel Giri Ramanda Kiemas mengatakan dirinya sengaja mengundang Rara supaya bisa menjadi inspirasi generasi muda di Sumsel. 

“Jadi, kesuksesan itu tidak memandang latar belakang, selama kita memiliki dan mempunyai tekad dan usaha yang kuat, Insya Allah kesuksesan akan bersama kita,” imbuhnya. 

Dodi menambahkan, dirinya ingin menjadikan Rusun pemukiman percontohan di Palembang. “Insya Allah kalau Dodi-Giri mendapatkan amanah untuk Sumsel lima tahun ke depan. Rusun akan jadi percontohan pemukiman warga di Palembang,” pungkasnya. (Edp)



Infosekayu.com- Masuki tahun politik, yakni tahun 2018 terdapat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dan tahun 2019 pilihan legislatif Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan agar tetap kondusif.

"Tahun ini dan tahun depan (2019) adalah tahun politik, untuk itu kami berpesan kita sama-sama menjaga situasi dan kondisi di daerah kita," ucap Sekda Muba pada kunjungan kerja di halaman Masjid Al-Hijrah Desa Simpang Tungkal Kecamatan Tungkal Jaya dalam Rangka Safari Ramadhan Pemkab Muba 1439 H.

Kemudian Sekda juga meminta kepada masyarakat Kecamatan Tungkal Jaya agar terus mendukung program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan Pemkab Muba.

"Semoga kedepan kabupaten kita lebih kuat lagi, sehingga lebih banyak lagi program pembangunan yang dapat dilaksanakan," imbuhnya.

Sementara Camat Tungkal Jaya Firman Irawan SSos MSi mengungkapkan pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat di desa-desa dalam Kecamatan Tungkal Jaya untuk meningkatkan partisipasi warganya dalam Pilkada pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

"Pilkada 2018 ini kami ingin partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya meningkat," tutur Irawan.

Pada momentum silaturahmi antar pemeritah kabupaten dengan masyarakat kec Tungkal Jaya ini dilaksanakan juga pemberian bantuan kepada warga tidak mampu dan kaum duafah sebanyak 50 paket, bantuan untuk perlengkapan masjid Al-Hijrah, serta bantuan kepada Pondok Pesantren Darul Hikmah. (Edp)




Infosekayu.com- Kabar beralihnya dukungan Ormas Badai dari pasangan Calon Gubernur Dodi-Giri ke pasangan Herman-Mawardi ditanggapi santai oleh Saluri, Ketua Umum dan pendiri Badai.

Saluri memaparkan bahwa Badai didirikannya untuk menjadi organisasi masyarakat yang solid dengan gerakan sistematis dalam melaksanakan pola kerjanya. Selama ini Badai merupakan salah satu organisasi Ring 1 untuk Tim Kemenangan pasangan Dodi Giri. Organisasi ini juga diisi oleh beberapa organisasi lain seperti Forum RT yang beranggotakan ketua-ketua RT se-Palembang.

“Saya dan teman-teman mendirikan Badai ini dari tahun 2003, kami bergerak di bidang politik, sosial, dan kemanusiaan. Sedangkan Rahmad, yang mengaku Ketua Badai Kota Palembang, masuk pada Agustus 2017 dan diberhentikan dengan tidak hormat pada bulan Februari 2018 lalu. Dia diberhentikan karena tidak sejalan dengan platform organisasi yang bertujuan untuk kemaslahatan umat,” ujar Saluri, Minggu (27/5).

Saluri menyoroti ucapan Rahmad saat bertemu dengan cagub Herman Deru bahwa ada 18 kecamatan dan ribuan anggota ada dalam barisannya.
“Hahaha… Kita tidak bisa main klaim saja. Coba cek keberadaan anggotanya, ada atau tidak di 18 kecamatan? Bulan Februari saat dia (Rahmad-red) dikeluarkan, kami langsung konsolidasi ke 18 korcam dan 107 kelurahan yang ada. Hasilnya cuma Kecamatan Jakabaring yang keluar dan satu kecamatan yaitu Alang-Alang Lebar. Ketuanya saja yang ikut Rahmad. 16 kecamatan dan 107 kelurahan tetap solid dukung Dodi Giri. Silakan cek,” papar Saluri.

Saluri juga menjelaskan, khusus untuk Alang Alang Lebar, Sekretaris, Bendahara Kecamatan dan empat kelurahan masih tetap dengannya. Saluri juga merasa aneh dengan ‘diklaimnya’ nama Badai oleh Rahmad. Karena Ketua Dewan Pembina Badai adalah Dodi Reza Alex dan Pembina Harian, Mulyono, salah satu konsultan politik pasangan Dodi-Giri.

 “Kalau mau lihat kepengurusan Badai, silakan saja ke Posko Angkatan 45, data kecamatan dan kelurahan yang dilantik pada bulan Oktober 2017. Jadi kita bicara dengan data dan fakta bukan dengan asumsi apalagi klaim,” jelas Saluri.
Saat ditanya sikap maupun punishment yang akan dilakukannya untuk Rahmad, Saluri menjawabnya dengan bijak.

“Arahan Gubernur kita, Bapak Alex Noerdin, sangat jelas. Sumsel Zero Conflict, artinya kita tidak akan melakukan hal yang represif. Walaupun desakan dari bawah ke saya untuk menemui dia (Rahmad) sangat banyak, namun saya tekankan ke anggota, kita fokus ke kemenangan. Kejadian ini cuma buat gatel-gatel dikit saja, hahaha… Pilkada tinggal satu bulan lagi, biar publik menilai mana yang benar, mana yang salah. Kalau kita, bisa dilihat kinerjanya di Posko Jl Angkatan 45 depan PS Mall, kalau dia (Rahmad) jangankan anggota, poskonya saja tidak jelas. Yang pasti Badai tetap ada di barisan Dodi Giri, kita akan berjuang sekuat tenaga untuk mengantarkan dan mengawal Bapak Dodi Reza Alex Noerdin dan Bapak Giri Ramanda Kiemas menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan,” tegas Saluri. (Edp)



Baturaja, Infosekayu.com- Gabungan mahasiswa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memberi respon atas target dua tahun yang direncanakan Dodi-Giri dalam penuntasan infrastruktur di Sumsel.

“Tentu rencana target dua tahun penuntasan pembangunan infrastruktur di Sumsel ini tidak bisa kami kerjakan sendiri. Nah, kami butuh peran aktif adik-adik mahasiswa yang kami harapkan bisa menjadi mata-mata pembangunan di Sumsel,” kata Presiden klub sepakbola Sriwijaya FC itu di sela temu silaturahmi bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Baturaja, Kamis (24/5).


Dijelaskan Dodi, mata-mata pembangunan yang dimaksud yaitu dengan melibatkan mahasiswa untuk mengawasi percepatan pembangunan dan memberikan sumbangsih pemikiran terkait kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
“Mahasiswa di Sumsel ini jadi garda terdepan untuk proaktif turut serta lebih memajukan lagi pembangunan-pembangunan yang ada di Sumsel,” tuturnya.


Sementara itu, Perwakilan HMI Cabang Baturaja, Eko mengaku gabungan mahasiswa yang tergabung dalam HMI Baturaja sudah sejak satu tahun belakangan mengawasi kinerja Dodi Reza Alex Noerdin yang mengomandoi Kabupaten Muba.
“Hasilnya sangat baik, beliau punya banyak terobosan. Selain masih muda, sosok Dodi Reza sarat dengan prestasi. Ini yang membuat kami tergerak,” ungkap Eko.


Selain itu, menurutnya, komitmen seorang Dodi Reza Alex Noerdin dalam upaya peningkatan perekonomian di Sumsel sudah terbukti.

“Banyak campur tangan beliau terkait pembangunan infrastruktur lima tahun belakangan ini ketika menjabat anggota DPR RI, Insya Allah Sumsel nantinya semakin lebih baik,” pungkasnya.  (Edp)