Articles by "Sabu-Sabu"
Tampilkan postingan dengan label Sabu-Sabu. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Pihak kepolisian Unit Gakkum Pol Airud Polres Musi Banyuasin kembali memberantas peredaran narkoba di jalur perairan Sungai Lalan Dusun Sagita Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir.


Satu orang pria diringkus aparat Kepolisian Rabu (13/02/19) malam saat dilakukan transaksi narkotika jenis sabu–sabu untuk memastikan sesuai laporan informasi dari masyarakat melalui SMS online di rumahnya.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Kasat Pol Airud Iptu Marihot Manik, SH, mengatakan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat melalui SMS online kepada unit Gakkum Sat Pol Airud tentang adanya transaksi sabu.

"Laporan itu langsung ditanggapi personil Pol Airud untuk melakukan penyelidikan dan observasi. Akhirnya personil mencoba bertransaksi barang yang diduga narkotika jenis sabu," sebut Kasat Pol Airud.

Setelah dipastikan informasi tersebut akurat, Kasat Pol Airud memerintahkan anggotanya untuk dilakukan penggerebekan dan penggeledahan di rumah terduga, didapatlah barang bukti berupa Narkotika jenis shabu sebanyak 12 paket kecil dengan berat bruto 3,34 gram, dua unit HP, satu buah bekas kotak rokok sempurna, satu buah kaleng bekas kotak rokok kuning, uang tunai senilai Rp 450.000 diduga hasil penjualan narkotika.

Tersangka Candra alias Can (26) pengedar yang merupakan warga Perairan Sungai Lalan Dusun Muara Merang Kec.Bayung Lencir Kabupaten Muba mengakuinya. Selanjutnya di bawa ke Mapolres guna proses lanjut.

"Saat ini, para pelaku ditahan dan diperiksa guna pengembangan lebih lanjut. Kemudian kasus masih dalam penyelidikan Unit Gakkum Sat Pol Airud untuk ditinjak lanjut," bebernya. /red/



INFOSEKAYU.COM - Jajaran Sat Reskrim Narkoba Polres Muba berhasil meringkus terduga bandar besar narkoba jenis sabu-sabu yang sering beroperasi di wilayah Kabupaten Muba.


Tersangka atas nama Abi Salegar alias Legar (35) warga Desa Sukarami Kecamatan Sekayu tersebut diringkus di kediamannya sekitar pukul 09.30 wib, jumat (4/1/2018) saat sedang bersantai di dalam rumah.

Penangkapan sendiri berawal dari aksi petugas yang menyamar sebagai tamu. Setelah bertemu dengan tersangka, petugas langsung menjelaskan maksud kedatangan sembari menunjukkan surat tugas.

Hal ini dikarenakan, tersangka merupakan target operasi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), serta pernah masuk penjara dengan kasus kasus yang sama yakni kasus narkotika jenis sabu-sabu.

Saat dimintai keterangan, tersangka Salegar membantah memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Namun, saat dilakukan penggeledahan, berhasil ditemukan barang bukti berupa 5 kantong narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 46,90 gram yang disimpan tersangka di dalam lemari bagian tengah rumah.

"Ya, dia (tersangka Salegar) memang masuk dalam Target operasi (TO) kita. Karena sudah banyak laporan dari masyarakat terkait tindak tanduk dia," ungkap Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Kasat Narkoba, AKP Hidayat Amin, Jumat (4/1/2019).

Selain nakotika jenis sabu-sabu, turut diamankan pula barang bukti, diantaranya bong atau alat hisap, uang tunai sebesar Rp 5 juta, dan motor yang diduga hasil dari jual beli narkoba.

"Tersangka biasanya sering mengedarkan narkotika jenis sabu hampir di seluruh kecamatan di Muba. Dari pengakuannya, barang didapat dari bandar yang ada di Palembang. Omset perminggu itu bisa ratusan juta," tegasnya.

Dalam penangkapan tersebut, selain tersangka Salegar, turut diamankan pula FT (51), JH (32), ZK (35) ketiganya warga Desa Sukarami Kecamatan Sekayu. Di mana saat diamankan, ketiganya tengah berada di belakang rumah tersangka.

"Saat ini kita sedang lakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap tersangka (Abi Salegar), terutama asal narkotika. Untuk tiga lainnya sekarang juga sedang kita periksa, untuk mengetahui peran masing-masing terkait kasus ini," terang dia.

Sementara, tersangka Abi Salegar, saat dimintai keterangan, membantah dan mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu terkait keberadaan narkoba jenis sabu-sabu tersebut. "Aku tidak ada barang (narkoba), aku tidak tahu barang itu," kilahnya. /red/

Sumber : KRsumsel.com

INFOSEKAYU.COM - Unit Reskrim Polsek Babat Toman berhasil mengamankan Habibi (26), warga Dusun IV Desa Rantau Kasih Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba.



Pelaku diamankan aparat kepolisian karena dugaan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan pelaku terhadap Hosiya (43), yang tak lain ibu kandung pelaku sendiri.

Sebelumnya pada hari Sabtu (6/10/2018) sekitar pukul 14.00 wib, tersangka Habibi mendatangi korban yang berada di dapur dan meminta uang sejumlah Rp. 2,5 juta.

Karena merasa tidak punya, korban lalu menjawab bahwa korban tidak memiliki uang sebanyak itu. Pelaku yang tidak senang, karena tidak diberi uang lalu mengambil pipisan cabe yang berada di dekatnya dan langsung memukulkan pipisan cabe tersebut ke kepala korban bagian atas sebanyak 1 kali.

Setelah pemukulan tersebut korban berusaha untuk menyelamatkan diri dengan cara berlari menuju keluar rumah.

Namun pelaku yang masih emosi mengejar korban dan menangkapnya, saat tertangkap pelaku kembali memukul korban dengan tangan kosong.

Beruntung, pada saat itu ada warga yang mengetahui perbuatan pelaku dan menolong korban, pelaku yang ketakutan pun melarikan diri.

Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka memar di kepala bagian atas, kening dan pelipis mata sebelah kanan dan korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Babat Toman.

Adapun kronologis penangkapan yaitu pada hari Rabu (14/11/2018) pukul 23.00 wib Unit Reskrim Polsek Babat Toman mendapat informasi tentang keberadaan tersangka.

Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Babat Toman yang dipimpin oleh Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin, SH, MH langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap tersangka yang pada saat itu berada di rumahnya di Dusun IV Desa Rantau Kasih Kecamatan Lawang Wetan.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin, menjelaskan, “Dari hasil pengakuan tersangka bahwa dirinya melakukan penganiaan terhadap korban (Ibu tersangka,-red) dikarenakan tidak diberi uang oleh korban yang akan digunakan untuk membeli sabu–sabu oleh pelaku,” terang AKP Ali Rojikin.

“Korban juga ada melakukan penganiayaan terhadap adik kandungnya sekitar 1 bulan yang lalu dengan sebilah pisau yang mengenai pinggang sebelah kanan, dikarenakan tersangka tidak diberi uang untuk membeli sabu–sabu,” ungkap Kapolsek.

“Tersangka kita kenakan pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23 thn 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman kurungan maksimal 5 tahun penjara,” tegasnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Jajaran Polsek sekayu Polres Muba kembali berhasil mengamankan tersangka pengedar diduga narkotika jenis sabu-sabu, atas nama Piromli (38) warga Dusun II Desa Lumpatan I Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin pada Rabu (11/7/2018).

Tersangka dan barang bukti
Tersangka diamankan jajaran polsek Sekayu di kebun cabe jalan AMD Lumpatan Muara Teladan Desa Lumpatan I Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba, saat tengah merumput di kebun cabe tersebut.

Saat dilakukan penggeledahan, Polisi berhasil menemukan barang bukti diduga narkotika jenis sabu-sabu sebanyak enam kantong dengan berat 29,32 gram yang disimpan tersangka di dalam kotak rokok warna hitam.


Tersangka berhasil diamankan, setelah sebelumnya diadakan pengembangan kasus dengan tertangkapnya tersangka Ilin (45).

Kapolres Muba melalui Kapolsek Sekayu AKP Hidayat Amin, SH, menerangkan bahwa penangkapan bermula dari adanya laporan informasi tentang maraknya Narkoba di jalan AMD Desa Lumpatan I.

"Mendapati informasi tersebut, kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka pengguna Narkotika Ilin, dan setelah dilakukan pengembangan kita berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka pengedar narkotika Piromli," terang apolsek Sekayu AKP Hidayat Amin, SH.

Saat ini tersangka berikut barang bukti, sudah diamankan di Polsek Sekayu guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. "Untuk tersangka akan kita kenakan pasal primer 112 ayat (1) subsider pasal 114 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009," tandasnya. /red/