Articles by "Info Kesehatan"
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
SEKAYU- Tenaga kesehatan (Nakes) atau medis menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19 atau Virus Corona ini. Meski saat ini Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin sudah memfasilitasi kelengkapan Alat Pelindungi Diri (APD) kepada tenaga medis di Muba. 

Namun, tim penggerak PKK juga memiliki peran aktif dalam mensosialisasikan kesehatan keluarga. Salah satunya turut aktif dalam mencegah meluasnya penyebaran virus Corona, yang saat ini menjadi pandemi di tengah masyarakat.

kali ini, TP PKK Muba yang diketuai Thia Yufada Dodi Reza tergerak untuk melengkapi APD tenaga medis di Muba dengan cara membuat face shield (pelindung muka). 

"Kami manfaatkan barang-barang sederhana untuk pembuatan pelindung muka ini untuk melindungi tenaga medis di Muba untuk beraktifitas di puskesmas seluruh wilayah Muba," ungkap Wanita Inspiratif Sumsel tersebut.

Dikatakan Thia, adapun peralatan yang digunakan untuk pembuatan face shield oleh TP PKK Muba yakni diantaranya menggunakan plastik mika, tali karet, busa, penggaris, pembolong kertas, lem, staples, benang jahit, gunting, dan amplas. 

"Face sheil ini akan di sebar ke 28 Puskesmas di Muba untuk dipakai oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas, semoga bermanfaat dan tetap semangat bagi rekan rekan medis dan paramedis," tuturnya.

Sementara, kepala Dinas Kesehatan dr Azmi Dariusmansyah MARS dalam kesempatan ini, mengapresiasi Tim Penggerak PKK Musi Banyuasin yang memiliki peran aktif  mendukung dan membantu Pemkab Muba dalam pencegahan penularan virus Corona atau Covid-19 di wilayah Muba.

"Yang pastinya upaya yang dilakukan oleh tim penggerak PKK Muba ini sangat membantu sekali upaya kita dalam mengatasi Pandemi covid-19 ini. Dan kami dari jajaran dinas kesehatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan mengucapkan terima kasih kepada ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza berserta anggotan TP PKK atas dedikasinya,"tutupnya, Senin (6/4/2020) di Guest House.

Terpisah, Leli salah satu Nakes di Puskesmas Lais, mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Muba yang telah mendistribusikan face shield untuk melengkapi APD dalam bertugas sehari-hari.

"Terima kasih kepada ibu Thia dan TP PKK Muba yang telah membuatkan kami face shield, ini sangat berguna dan bermanfaat terlebih di tengah wabah Covid-19 ini," pungkasnya. (Kjs) 

Palembang, Infosekayu.com  - Gubernur Sumsel, Herman Deru menyatakan, ada satu kasus positif corona yang terjadi di wilayah Sumsel oleh Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Selain itu juga dirinya menyatakan status wilayah Sumsel sebagai wilayah siaga tanggap darurat Corona.

"Baru saja kita mendengar dari juru bicara gugus tugas. Informasi dari spesimen yang kita kirim, ternyata ada satu saudara kita positif corona, dari enam yang dikirim. Inilah informasi resmi yang dapat kami sampaikan. Data resmi belum disebut yang meninggal tapi sangat memungkinkan dari dua PDP yang meninggal," tandas dia.

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM- Kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex dalam mengantisipasi ancaman wabah virus corona (Covid-19) terus digencarkan, bahkan pada Jumat (27/3/2020) mendatang Bupati Muba Dodi Reza bakal melaksanakan rapid test covid-19 secara massal di Kabupaten Muba. 


Sebagai langkah percepatan Upaya pencegahan, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin meninjau Dinas kesehatan Muba dan Rumah sakit umum daerah Sekayu (RSUD) untuk melihat langsung kesiapan rumah sakit  dalam menangani dampak penyebaran virus Covid-19, Minggu (22/3/2020).

Dalam kesempatan ini, Bupati Dodi menegaskan akan terus meningkat antisipasi hal tersebut, salah satunya mengarahkan RSUD dengan mereview kesiapan penerimaan pasien Covid 19 dengan mempersiapkan semaksimal mungkin sarana prasarana, peralatan, SDM, alur layanan, SOP (Standar Operasional Prosedur) termasuk Peralatan Medis yang dibutuhkan Rumah sakit 

Tidak hanya itu, Bupati Dodi juga minta agar direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba segera memberikan tambahan insentif untuk tenaga medis yang menangani covid-19 tersebut.

"RSUD Sekayu sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan infeksi virus Corona, tentu sudah menyiapkan ruang isolasi jika seandainya ada warga yang diduga terkena Corona. Dan Alhamdulillah saya sudah cek Dinkes dan RSUD Sekayu hari ini, semuanya sudah siap mulai dari kesiapan SDM dan peralatan untuk penanganan pasien Corona ini. Oleh karena itu, saya memberikan kewenangan kepada direktur rumah sakit untuk merekrut tenaga tenaga medis tambahan bila diperlukan nantinya pada saat jika terjadi lonjakan kasus yang ada di Musi Banyuasin,"ungkapnya saat melakukan peninjauan di RSUD Sekayu.

Dodi juga mengatakan bahwa Sebaran Covid Sangat Cepat di daerah lain maka mulai dari sekarang walau Daerah Kita Masih Negatif Covid 19  kita harus bersiap diri dan jika terjadi yang kita khawatirkan terjadi Tentunyakita bersama  TIM telah mengambil langkah langkah antisipasi dan kita juga mempersiapkan satu dari blok wisma atlet sebagai alternatif antisipasi jika ada lonjakan kasus, kita siapkan kamar-kamarnya diwisma
Atlit berdasarkan standar Protokol kesehatan 

Selain itu, Dodi  juga mengatakan akan segera melaksanakan rapid test Covid-19 secara gratis untuk warga Muba Sesuai tindaklanjut dan arahan  Mendagri Tito Karnavian.

"Kita akan melakukan rapid test covid-19, dan apabila ada masyarakat Muba yang positif akan segera kita tangani dan sudah jelas bahwa untuk pasien yang positif biayanya gratis ditanggung APBN,"terang Dodi.

Bupati Dodi mengecek ruangan serta kesiapan dokter, perawat, kamar isolasi dan lain sebagainya yang ada di RSUD Sekayu, Kehadiran orang nomor satu di Muba ini merupakan bentuk keseriusan pimpinan daerah dalam memerangi penyebaran virus Covid-19 di wilayah Muba.

Sementara, Kepala Dinkes dr Azmi Dariusmansyah mengatakan pihaknya akan terus melaporkan setiap kejadian pasien dalam pengawasan secara cepat dan tepat, dalam pengambilan sampel/swab sudah sesuai prosedur penanganan berdasarkan protokol kesehatan dan yang dapat kami pastikan bahwa sampe Hari Ini Muba Masih Zero Covid 19 

"Dan Untuk warga yang kami tetapkan ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP(Pasien Dalam Pengawasan) di Muba Kami akan selalu update informasi dan serta tentunya Tim akan terus berkolaborasi dan bersinergi menggencarkan antisipasi ancaman virus Covid-19, Di bumi Serasan Sekate Pungkasnya 

"Dan Sehari Sebelumnya Tim Forkopimcam Kecamatan Sanga desa dan Forkopimcam Kecamatan Bayung Lencir melaksanakan sosialisasi Bersama Tim Puskesmas setempat Untuk mengecek suhu tubuh penumpang dan pengendara motor dan mobil yang masuk wilayah Musi Banyuasin dan semua giat dimaksud berjalan lancar", Ujar Dr Azmi. (Kjs)
PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Kesiapsiagaan Kabupaten Musi Banyuasin dalam antisipasi penyebaran virus corona atau COVID-19 sangat all out, dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin, OPD di lingkungan Pemkab Muba pro aktif dalam memberikan edukasi kepada warga Bumi Serasan Sekate hingga ke kawasan pelosok dengan melibatkan Forkopimda, Ormas, dan Organisasi Kepemudaan. 

Tidak hanya itu, bahkan Rencana Jumat (27/3/2020) nanti di saat daerah lain di Indonesia terutama Sumsel belum melaksanakan ravid tes Covid-19, justru TIM Medis Sesuai Arahan Bupati Muba Dodi Reza akan melaksanakan ravid test Covid-19 secara gratis untuk warga Muba Sesuai Tindaklanjut dan Arahan Bapak Mendagri Tito Karnavian Ujarnya 

"Kita sudah siapkan anggaran Rp6,1 Miliar dan salah peruntukan dana tersebut untuk membeli peralatan seribu ravid tes ini yang akan dilaksanakan di Muba dan mulai 27 Maret nanti," ungkap Dodi Reza usai mengikuti Rapat Kesiapsiagaan Penanganan COVID-19 dengan Mendagri Prof Tito Karnavian PhD di Griya Agung, Sabtu (21/3/2020). 

Dikatakan, pelaksanaan ravid test tersebut akan dilakukan secara random kepada warga Muba di setiap Kecamatan. "Nanti petugas medis dari Muba yang akan mendata, yang jelas ravid tes ini dilakukan supaya virus berbahaya ini tidak masuk ke wilayah Muba," tegasnya lagi. 

Lanjut Dodi, meski Pemerintah pusat sudah mengalokasikan peralatan ravid tes namun Pemkab Muba akan lebih memaksimalkan pencegahan antisipasi penyebaran virus corona agar tidak menyebar di Muba. 

"Ya, kan saat ini yang dari Pemerintah pusat masih menunggu, prinsipnya kan kita harus sigap dalam pencegahan," terangnya.

Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini juga menambahkan, saat ini dalam upaya pencegahan virus corona, Pemkab Muba meniadakan seluruh kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa. 

"Sosialisasi dan edukasi terus berjalan, OPD dan elemen lainnya terus pro aktif di Muba. Bahkan, fasilitas kebutuhan hand sanitizer dan tempat cuci tangan kita siapkan di setiap titik-titik Ruang Publik di wilayah Muba," ujarnya. 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prof Tito Karnavian PhD mengapresiasi upaya Pemkab Muba yang sangat sigap dan pro aktif dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan penyebaran virus corona. 

"Langkah cepat dan pro akfif tersebut sangatlah tepat. Saya berharap agar semua Kepala Daerah benar-benar serius dalam pencegahan virus corona ini," imbuhnya.

Mantan Kapolri ini menambahkan, dirinya meminta agar setiap daerah terus memberikan edukasi kepada warga untuk antisipasi dan menunda semua kegiatan yang bersifat menimbulkan kerumunan massa. "Ini demi kebaikan bersama, Alhamdulillah Sumsel zero yang positif terkena wabah virus corona, mari kita jaga bersama ini," pungkasnya.

Dalam kesempatan menghadiri Rapat Kesiapsiagaan Penanganan COVID-19 dengan Mendagri Prof Tito Karnavian PhD tersebut Bupati Muba Dr Dodi Reza turut didampingi Sekda Muba Drs Apriyadi MSi, Plt Kepala BPBD Muba Indita Purnama, Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah, dan Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP. (Kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus melaukan upaya upaya Pencegahan dalam
rangka mengantisipasi ancaman virus corona, kesiapsiagaan dan kewaspadan sangat penting kita lakukan untuk meminimaliris penyebaran virus Covid 19 dimaksud sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia  untuk bersama cegah sebaran corona di seluruh wilayah dan daerah di Indonesia 

Bahkan, Senin (16/3/2020) sore usai aktifitas perkantoran, tampak tim Dinas Kesehatan Muba melakukan penyemprotan disinfektan di semua ruang kantor Pemkab Muba. 

"Sesuai arahan  Bupati, kita harus all out dan sigap terkait ancaman virus corona ini, maka dari itu semua ruangan di kantor Pemkab Muba disemprot disinfektan," ungkap Kadinkes Muba, dr Azmi Dariusmansyah. 

Dikatakan, penyemprotan cairan disinfektan di kantor Pemkab yakni meliputi seluruah ruang rapat koridor dan seluruh ruangan yang dipergunakan untuk kerja seluruh aparatur Pemkab Muba 

"Dan hari ini selasa 17 Maret 2020  tim melanjutkan penyemprotan cairan desinfektan ke kantor layanan publik antara lain Kantor Disdukcapil, PTSP, Dikbud, BKPSDM, dan Kantor inspektorat , termasuk akan dilakukan penyemprotan ruang publik lainya seperti pasar,  rumah ibadah dan  secara bertahap akan dilakukan penyemprotan ke tempat keramaian warga dan lainnya sebagai upaya pencegahan kita” ucapnya. 

 Bupati Muba Dodi Reza Alex menjelaskan bahwa prioritas penyemprotan disinfektan adalah ruang publik dan kantor kantor layanan publik dan saya juga menghimbau kepada  warga Muba untuk mengurangi aktifitas di tempat keramaian jika tidak penting " 

Tentu kami meminta kerja sama seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir potensi terjadinya penularan, khususnya di ruang publik, PD yang melayani kantor layanan publik siapkan dengan hand sanitizer atau sediakan tempat cuci tangan yang mengalir dan lakukan cuci tangan secara rutin dan bersih pungkasnya.

Penyemprotan disinfektan kantor dan fasilitas layanan publik itu bertujuan pencegahan saja jadi, masyarakat diharapkan tak perlu panik dan tetap waspada dengan cara menjaga kesehatan diri. (Kjs)

SEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meluncurkan program siaga 24 jam menjemput pasien yang gawat darurat yaitu Public Safety Center (PSC) 119, diresmikan langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex di Stable Berkuda Sekayu, Selasa (27/11/2019).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, dr Azmi Dariusmansyah menjelaskan bahwa PSC 119 merupakan upaya pemerintah untuk mengantisipasi permasalahan masyarakat, untuk bisa mendapatkan pelayanan secara langsung dalam kondisi kegawat daruratan dengan pola sistem jemput bola. 

"Adapun kasus-kasus yang bisa di lakukan yaitu meliputi kasus kegawat daruratan kebidanan, kasus kecelakaan lalu lintas, dan kasus lainnya yang bersifat kegawatdaruratan,"jelasnya.

Azmi menuturkan, sistem yang dipakai bisa dengan menghubungi langsung 08123000119, atau dengan sistem mendownload aplikasi PSC 119 kabupaten Musi Banyuasin Emergensi button di playstore Handphone android serta bisa juga langsung menghubungi 112, karena aplikasi ini sudah terintegrasi dengan comand center 112.

Sementara itu Bupati Muba, H Dodi Reza Alex mengapresiasi dan menyambut baik atas inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, telah meluncurkan program yang bersifat melayani masyarakat dalam keadaan gawat darurat.

"Kehadiran PSC 119 saya yakin dapat memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Muba dalam memperoleh pelayanan kegawatdaruratan di bidang medis, yang mana selama ini memang menjadi kendala dalam mengakses cepat untuk mendapatkan penanganan medis terutama yang bersifat darurat,"ucap Dodi.

BANGKA- Pelayanan berkualitas serta memiliki sarana prasarana lengkap membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu terus mempertahankan dan meningkatkan mutu yang baik. 

Berbagai penghargaan di tingkat nasional pun rutin diraih oleh RSUD Sekayu. Kali ini, RSUD Sekayu menjadi sorotan dan diminta berbagi ilmu serta pengalaman dalam peningkatan mutu dan pelayanan dalam kegiatan Pertemuan Optimalisasi Bidang Pelayanan Kesehatan dan Pengolahan Data Business Inteligence (BI) wilayah Sumsel, Bangka Belitung dan Bengkulu yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. 

"Alhamdulillah RSUD Sekayu diundang BPJS Kesehatan untuk berbagi pengalaman tentang Pelaksanaan optimalisasi pelayanan serta mempertahankan mutu layanan dengan kondisi pembiayaan SCF di RSUD Sekayu yang menginjak tahun ke-2," ungkap Direktur RSUD Sekayu Dr Makson PP, MARS diwakili Kepala seksi Keuangan dan Program Ridati Murdiyanti SSi MARS didampingi Kasi Pelayanan Medis Novaza Zemilia SST MKes.

Dijelaskan, Supply chain finance (SCF) merupakan program pembiayaan dengan agunan tagihan asuransi JKN-KIS.
"Dimana RSUD Sekayu telah melaksanakan SCF sejak Juni 2018, setelah BPJS membuka peluang kerjasama pembiayaan dan pembayaran klaim dengan pihak perbankan," bebernya.

Lanjutnya, tahun 2019 RSUD Sekayu kembali melaksanakan SCF untuk menjaga cash flow RS, sehubungan dengan sudah tersosialisasinya metode pembiayaan dengan SCF ini. "Dan sudah ada beberapa bank yang bekerjasama dengan pihak BPJS, mekanisme scf melalui perbankan jadi lebih mudah," tambahnya.

Ia mengaku, pada kesempatan tersebut salah satu Perwakilan peserta dari Persi Bengkulu juga mengungkapkan ketertarikan dan minat untuk belajar di RSUD Sekayu tentang mekanisme pembiayaan SCF.

"Prinsipnya RSUD Sekayu siap berbagi ilmu dan pengalaman dengan daerah manapun," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza menyebutkan, RSUD Sekayu
merupakan RS daerah pertama yang melaksanakan SCF di Sumatera Selatan.

"Komitmen ini juga dituangkan melalui Peraturan Bupati, sehingga Rumah Sakit bisa kerjasama dengan Bank Pemerintah," ungkap Dodi.

Dodi menambahkan, Pemkab Muba akan terus selalu komitmen dan konsisten dalam pelayanan kesehatan. "Demi kepentingan kesehatan warga Muba, pelayanan kesehatan yang baik dan ramah harus dipertahankan dan terus ditingkatkan," pungkasnya.

INFOSEKAYU - Setelah ditetapkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebagai salah satu dari tiga kabupaten di Indonesia sebagai daerah percontohan komunitas Hidup Sehat untuk pencegahan penyakit tidak menular (PTM) oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Pemkab Muba terus gencar melakukan upaya preventif.


Terbukti hari ini bertempat di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Jumat (11/10/2019) Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muba telah mendirikan klinik kesehatan gratis bagi seluruh ASN dan tenaga kerja di lingkungan Pemkab Muba.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Ir Yusman Sriyanto MT meninjau dan mengecek kesehatan langsung di klinik tersebut.

Sekda Muba  mengapresiasi atas didirikannya klinik kesehatan di lingkungan Pemkab Muba ini. Dengan adanya klinik ini bisa mencegah diri dari PTM seperti kanker, jantung, diabetes dan hipertensi, karena seperti diketahui setiap tahunnya menjadi persoalan serius di tiap daerah, pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu awal dari masyarakat yang terserang PTM.

“Minggu lalu Wakil Presiden RI telah menetapkan Muba sebagai Daerah Percontohan Komunitas Hidup Sehat. Maka itu program yang selama ini telah kita lakukan, harus terus kita gencar termasuk pendirian klinik ini masuk pada tahap cek kesehatan secara rutin. Oleh karena itu diharapkan kepada para pegawai di lingkungan Pemkab Muba agar dapat memanfaatkan keberadaan klinik ini,” ucapnya.

Sementara itu Kadinkes Kabupaten Muba, dr H Azmi Dariusmanyah, MARS, mengatakan, dengan adanya klinik kesehatan ini diharapkan bisa memberikan peningkatan jaminan kesehatan terhadap pegawai ASN, maupun Kontrak di Lingkungan Pemerintah yang dampaknya bisa meningkatkan produktifitas pegawai dalam memberikan layanan optimal kepada publik, mari bersama kita gerakan pola Hidup Sehat pungkasnya diakhir wawanacara dengan media ini.  /red/


INFOSEKAYU - Penyakit Tidak Menular (PTM) setiap tahunnya menjadi persoalan serius di tiap daerah, pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu awal dari masyarakat yang terserang PTM.


Namun berbeda dengan Kabupaten Muba, tidak ingin terus menerus PTM meneror warga, bumi Serasan Sekate ini malah menjadi pusat percontohan bersama dua daerah lainnya yakni Depok dan Sidoarjo  dari Pemerintah pusat sebagai daerah yang berhasil melakukan upaya pencegahan PTM.

Tidak hanya itu, Muba juga ditunjuk sebagai satu dari tiga kabupaten di Indonesia sebagai daerah percontohan komunitas Hidup Sehat untuk pencegahan penyakit tidak menular seperti kanker, jantung, diabetes dan hipertensi.

“Pemkab Muba melalui Dinkes Muba serta berbagai komunitas sangat gencar melakukan upaya preventif dengan mengenalkan kepada masyarakat bagaimana pola hidup sehat, Alhamdulillah hasilnya hari ini Muba ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan daerah yang berhasil melakukan upaya pencegahan PTM,” ujar Bupati Muba Dodi Reza di sela  Peluncuran Komunitas Sehat dan Kampus Sehat Menggiatkan Promosi kesehaan dan Pencegahan Penyakit oleh Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla di Aula IMERI Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jumat (4/10/2019)

Dikatakan Dodi, pencegahan preventif yang dilakukan Pemkab Muba salah satu contohnya banyak melakukan aktifitas atau gerak fisik, yang mana Kabupaten muba sebagai kota olahraga sudah mempelopori kegiatan olahraga dengan aktifitas kegiatan masyarakat.

“Ya salah satunya komunitas masyarakat melakukan kegiatan olahraga seperti senam bersama setiap Jumat, rutin kegiatan car free day, dan juga memanfaatkan venue-venue olahraga yang telah disediakan Pemkab Muba,” ungkap Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik se-Indonesia itu.

“Melalui aktivitas fisik, cek kesehatan rutin, hindari asap rokok dan Diet Seimbang. Salah satunya dengan gemar konsumsi ikan, yang mana ikan merupakan sumber protein yang tinggi sehingga mendapatkan gizi seimbang, selain itu juga pencegahan stunting. Seperti kemarin membudayakan masyarakat menangkap ikan dengan bekarang dan langsung dimasak menggunakan minyak goreng ramah lingkungan hasil dari peremajaan sawit kita di Kabupaten Muba,” tambahnya.

Lanjut Dodi, Pemkab Muba juga telah memfasilitasi warga untuk berobat gratis melalui program UHC. “Alhamdulillah Muba juga telah UHC, dimana khusus warga pra sejahtera difasilitasi program berobat memakai BPJS yang ditanggung oleh APBD Muba,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menerangkan, masyarakat dituntut untuk menjalankan pola hidup sehat. Tentu ada beberapa langkah, pertama bergerak, tidak mesti bergerak harus melalui olahraga, bisa dengan rutin gerak naik turun tangga dan melakukan pekerjaan rumah yang penting begerak dan bisa mengeluarkan keringat.

“Kemudian makan yang seimbang, kalau dulu 4 sehat 5 sempurna, sekarang tidak lagi namun tetap yang diperhatikan ialah gizi seimbang. Sepertiga masyarakat di Indonesia terkena obesitas itu dikarenakan makan tidak seimbang, maka dari itu perlu dikampanyekan. Lalu, tidur yang cukup dan jangan stres, baru terakhir rutin mengecek kesehatan,” terang Wapres.

Lanjutnya, yang menjadi faktor terkena penyakit tidak menular yaitu faktor genetik, lingkungan, kebiasaan  merokok dan makanan tidak sehat, terakhir tidak rutin mengecek kesehatan.

“Jadi bagaimana program ini dapat dikempanyekan, digencarkan di setiap daerah. Kampanyenya per daerah, kenapa kita bicara bagaimana tentang penyakit tidak menular, karena sekarang penyakit yang menular menurun, secara keseluruhan persentase,” jelasnya.

Jusuf Kalla juga mengapresiasi Kabupaten Muba yang sejak dahulu telah di era Bupati Alex Noerdin telah menjalankan program berobat gratis. “Dan sekarang dilanjutkan oleh pak Dodi Reza dengan program berobat gratis melalui UHC. Pemerintah pusat sangat mengapresiasi ini,” tegasnya.

Ia berharap, agar daerah lain dapat mencontoh tiga daerah ini yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Depok yang hari ini telah dinobatkan sebagai daerah percontohan daerah pencegah PTM.

“Selain itu, kami pula meminta agar Muba dan dua daerah lainnya dapat mengimbaskan program dan upaya preventif pencegahan PTM ke daerah-daerah lain,” tegasnya lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah menjelaskan, Penyakit Tidak Menular ini seperti Hipertensi, diabetes, kolestrol dan sebagainya dan ini jadi fokus untuk pencegahannya, karena bermula dari pola hidup yang sehat.

“Alhamdulillah dibawah instruksi dan arah pak Bupati Muba Dodi Reza Dinkes bersama puskesmas di Kecamatan-Kecamatan gencar mensosialisasikan hal tersebut guna meminimalisir terserang PTM,” ulasnya.

Kemudian, pencegahan PTM ini dengan digencarkan melalui program membiasakan makan sehat dengan gerakan makan ikan, itu merupakan implementasi langsung idet seimbang.

Azmi menyebutkan, dengan dipilihnya Kabupaten Muba sebagai daerah percontohan, komunitas hidup sehat membuat berkomitmen bahwa Muba bukan hanya fokus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya yang sakit tapi juga mencegah supaya warganya tidak terkena PTM dengan membiasakan hidup sehat.

“Ini harus terus diterapkan dan berharap warga Muba selalu mempunyai pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit,” pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengambil berbagai langkah dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang saat ini masih terjadi.


Bukan hanya pemadaman saja, melainkan pula penanganan terhadap petugas dilapangan dan warga yang terdampak kabut asap dengan cara mendirikan rumah oksigen.

"Ya, sesuai dengan instruksi Pak Bupati, kita dirikan rumah oksigen, salah satunya di Dusun V Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir," ujar Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, Senin (23/9/2019).

Rumah oksigen ini, kata dia, dapat digunakan warga sekitar dan petugas gabungan yang melaksanakan pemadaman Karhutla. Dimana rumah oksigen ini bertujuan untuk mengembalikan kandungan oksigen dalam darah.

"Ini mencegah agar tidak terjadinya kekurangan oksigen di dalam darah. Bisa digunakan oleh warga dan petugas yang sudah lama berada dilapangan. Ini bentuk antisipasi dan menjaga kesehatan petugas lapangan yang selalu mengawal perluasaan kebakaran," terang dia.

Untuk saat ini, sambung Azmi, dirumah oksigen terdapat lima tabung besar oksigen yang disediakan atau disuplai oleh Rumah Sakit Bayung Lencir.

"Petugas atau warga yang menggunakan akan diberikan terapi sekitar 5 sampai 10 menit dengan oksigen murni. Untuk pertugas dapat dilakukan terapi setiap selesai melaksanakan tugas," kata dia.

Disinggung terkait mendirikan Rumah Oksigen di daerah lain, Azmi menuturkan, tidak menutup kemungkinann hal itu dilakukan, mengingat dampak Karhutla berupa kabut asap makin meluas.

"Untuk wilayah lain tidak menutup kemungkinan. Saat ini kita sudah siagakan 10 tabung besar oksigen di RSUD Sekayu, kapanpun siap untuk digunakan," ucap dia.

Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, telah mengeluarkan instruksi kepada Dinas Kesehatan Muba untuk mendirikan rumah oksigen. "Ini sebagai bentuk antisipasi kalau ada anak-anak, warga, atau petugas yang terkena ISPA," tandas dia. /red/


INFOSEKAYU - Menyambut kedatangan Tim Surveyor Akreditasi Rumah Sakit, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengadakan gala dinner dan ramah-tamah.


Bertempat di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin Malam (26/8/2019) rombongan tim disambut oleh Jajaran Pemkab Muba meliputi Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Kepala Perangkat Daerah terkait selaku Dewan Pengawas RSUD Sekayu, Direktur dan Jajaran Staf dan dokter di RSUD Sekayu.

Mewakili Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekda Muba Drs H Apriyadi, MSi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh Tim Surveior Akreditasi Rumah Sakit di Bumi Serasan Sekate.

"Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami, dan semoga atas kehadiran Bapak, Ibu sekalian, akan semakin menguatkan upaya kami dalam meningkatkan Akreditasi RSUD Sekayu dan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor khususnya pelayanan kesehatan di daerah ini,”ujar Sekda.

Sekda juga menyampaikan bahwa, Kabupaten Muba dengan luas wilayah 14,265 Km2, yang terdiri atas 15 Kecamatan dan 227 Desa dan 13 Kelurahan. Untuk fasilitas layanan kesehatan di setiap Kecamatan telah tersedia Puskesmas dan Pustu di beberapa Desa dan 2 RSUD tipe C yaitu di Kecamatan Sungai Lilin dan Bayung Lencir, dan satu-satunya RSUD tipe B yaitu RSUD Sekayu.

Khusus untuk RSUD Sekayu ini yang menjadi pusat saat ini masih dalam layanan kesehatan bagi publik, status Tipe B, dan tentunya kami telah mengupayakan untuk dapat memenuhi standar pelayanan yang prima, baik dari ketersediaan sarana dan prasarana maupun kebutuhan tenaga medis dan paramedis yang memadai.

“Karena itu, kami berharap dengan hadirnya Bapak/Ibu sekalian, selaku Tim Surveior Akreditasi Rumah Sakit dapat menjadikan Tipe Rumah Sakit ini semakin meningkat, sehingga semakin membaiknya pula kualitas pelayanan,”jelasnya.

“Tentunya masih banyak hal yang harus dibenahi, namun kami yakin bahwa dengan kondisi RSUD Sekayu yang ada sekarang ini akan menjadi landasan yang baik dalam membangun dan mengembangkan kompetensi,” tambahnya.

Sekda juga mengatakan, di bawah pimpinan Bupati Dodi Reza Alex, Pemkab Muba komitmen di bidang kesehatan menjadi prioritas yang utama. Alokasi anggaran sudah dimaksimalkan untuk bidang pendidikan dan kesehatan.

"Maka dari itu keinginan dari pemimpin kami akan menjadikan RSUD Sekayu sebagai ikon, dan kebanggaan dari kita semua dan masyarakat Muba, dan juga bagi masyarakat di luar sekitar Muba. Kami minta RSUD terus lakukan perbaikan, terutama dari sisi pelayanan. Karena percuma punya sarana dan prasarana bagus kalau mental SDM tidak bagus, image di mata masyarakat akan tetap negatif, oleh karena itu komitmen kami mintak perbaiki SDM," beber Sekda.

Sementara itu Ketua Tim Surveyor Akreditasi, DR Azwir Dahlan SPPD, MKes, mengatakan bahwa dirinya sudah lama berkeinginan berkunjung ke Kota Sekayu, dan alhamdullilah baru terwujud sekarang.

"Tim Surveyor Akreditasi Rumah Sakit versi Snars edisi 1 dari komisi akredirasi Rumah sakit pusat, berkunjung kesini dengan tujuan kami yaitu menyamakan kualitas pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit, baik rumah sakit daerah maupun di kota. Penilaian yang diharapakan setiap rumah sakit bisa mencapai nilai paripurna, namun tetap selain penilaian, pendampingan juga kita lakukan untuk membina rumah sakit agar mengutamakan pelayanan terbaik, "pungkasnya. (rel)
INFOSEKAYU – Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex bersama Ketua dan anggota Forum Kesehatan Kabupaten Muba, serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba, H Rusli SP MM menerima tim penilai verifikasi lapangan kabupaten/kota Sehat di Kabupaten Muba 2019. Bertempat di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (13/8) malam.


“Kabupaten sehat jelas sebuah terget, dimana Kabupaten Muba harus menuju ke arah sana dengan berbagai indikator dan parameter yang jelas. Komitmen pemimpin dan seluruh warga Muba sangat menentukan bisa tidaknya kita menuju atau termasuk kategori Kabupaten Sehat,” kata Dodi saat menyambut tim penilai.

Dikatakan Dodi tentu banyak indikator dalam penilaian kabupaten/kota sehat tersebut. Salah satu kebijakan Pemkab Muba untuk berikan pelayanan sehat kepada warganya, tentu pelayanan yang baik supaya warga Muba sehat, diantara sedikit Kabupaten yang ada di Indonesia, Pemkab Muba sudah alokasikan anggaran begitu besar di bidang kesehatan.

“Jadi Pemkab Muba tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tapi kami juga fokus membangun di bidang kesehatan sehingga kami dapatkan Universal Health Coverage (UHC), sebagai salah satu pioner yang mendapat penghargaan. Artinya seluruh warga Muba bisa berobat ditanggung asuransi kesehatan yaitu BPJS,” pungkasnya.

Dia juga menjelaskan, di Kabupaten Muba mengedepankan pembangunan berkelanjutan yang hijau dan lestari, dengan berlandaskan green, eco dan sustainable.

“Saya ditunjuk sebagai ketua umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bupati di Indonesia yang menginisiasi pembangunan lestari, kita dijadikan role model membangun daerah yang hijau. Contohnya di Muba menerapkan program replanting sawit yang dilauching oleh Presiden RI dengan sistem berkelanjutan, dengan tidak menggunakan racun yang tidak ramah lingkungan, tidak merusak hutan dan tidak memperkerjakan anak. Banyak lagi program yang telah kita inisiasi dalam berbagai bidang menuju Kabupaten Sehat,” tukasnya.

Dodi berpesan jangan dilihat dari penilaian verifikasi dilapangan saja semua dipersiapkan, tapi harus menjadi mindset semua lapisan masyarakat dan pemerintah bahwa indikator Kabupaten sehat harus menjadi prioritas dalam mengeluarkan kebijakan.

“Kita harus rubah mulai dari diri kita sendiri, lingkungan kita sampai ke tingkat lebih luas. Kepada tim penilai silahkan diberi masukan, ada program yang memang harus disempurnakan. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan selama ini pada jalur yang benar, sehingga bukan hanya Kabupaten Sehat yang terwujud tapi masyarakatnya sehat lahir dan batin,” harapnya.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Verifikasi Kabupaten sehat, Tutut Indrawahyuni mengungkapkan ucapan terimakasih atas sambutan yang luar biasa, diterima dengan hangat sehingga menghilangkan rasa capek datang dari jauh mengunjungi Kabupaten Muba.

“Melihat langsung apa yang disampaikan Pak Dodi, beliau begitu faham betul apa itu Kabupaten sehat. Itulah yang akan kita nilai, luar biasa beliau faham betul, bagaimana mewujudkan kabupaten bersih, aman, nyaman dan sehat sehingga kondisi masyarakat yang tinggal di Sekayu dapat hidup sehat,” ujarnya.

Tutut juga mengatakan Kabupaten sehat bukan hanya milik Dinas Kesehatan, tapi sehat milik bersama. Penilaian disini dilihat bagaimana penataan pemukiman, misalnya ada tidaknya sanitasi dan jambannya. Bagaiman peran Forum Kesehatan di Kabupaten yang membawahi forum kecamatan, kemudian akan membawahi pokja desa.

“Yang kita lihat bukan kegiatan-kegiatan OPD yang rutin, tapi bagaimana ada peran forum masyarakat, kecamatan dan desa disitula partisipasi forum kesehatan menguasai permasalahan yang ada. Sehingga pembangunan di Muba sinergi dengan masyarakat, misal pemerintah bangun taman fisik nah masyarakat melalui forum kesehatan bagaimana menjaga fasilitas, itu nanti yang akan kita lihat,” bebernya.

Usai welcome dinner, dilanjutkan dengan paparan materi yang disampaikan oleh Ketua Forum Kesehatan Kabupaten Muba, Hj Thia Yufada Dodi Reza.

Pada kesempatan tersebut Thia menyampaikan bahwa Kabupaten Muba Sehat dengan tujuan tercapainya kondisi kabupaten Muba yang bersih, nyaman, aman dan sehat. Dengan Motto Sehat Bersame-Same.

“Target pencapaian Kabupaten sehat kami menargetkan pada tahun 2019 bisa meraih Swasti Saba Padapa, tahun 2021 Swasti Saba Wiwerda dan tahun 2023 Swasti Saba Wistara,”ujarnya

Istri Bupati Muba ini juga mengatakan untuk Strategi pemantapan Kabupaten Muba Sehat yaitu Lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, pekerjaan dan seterusnya). Kemudian perilaku kesehatan, pelayanan kesehatan (baik kualitas dan kuantitas) serta genetik. /red/


INFOSEKAYU - Samuel (28) Bin Sabrawi (54) Menderita penyakit Jantung selama empat (4) tahun dan sudah melakukan pengobatan secara medis dibeberapa rumah sakit baik rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu maupun Rumah Sakit Umum (RSU) di Palembang dalam kurun waktu 4 tahun.


Di tahun 2015 yang lalu Samuel berobat di salah satu rumah sakit di Palembang, sampai akhirnya di tahun 2017 Samuel disarankan untuk operasi ke salah salah satu rumah sakit di Jakarta. Terkait operasi tersebut pihak rumah sakit sudah mengkonfirmasi salah satu rumah sakit di Jakarta dan hanya tinggal menunggu jadwal operasi, sampai saat ini Samuel tidak mendapakan kejelasan dari pihak Rumah Sakit.

Atas dasar kepedulian Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Muba melalui Puskesmas Cinta Karya atau yang biasa disebut Puskesmas Assalamualaikum Cinta turun langsung mendatangi kediaman samuel sebagai upaya membantu proses pengobatan samuel. Jumat, (2/8/2019).

Kedatangan petugas disambut baik keluarga dan masyarakat setempat, Kepala Dinkes Muba dr. Azmi Dariusmansyah, MARS melalui Kasubag Tata Usaha Puskesmas Cinta Karya Jun Indra, SKM yang bersama Tim Medis Puskesmas Cinta Karya menyarankan agar Samuel untuk dibawa ke RSUD sekayu kembali, dengan tujuan untuk mengetahui riwayat pengobatan yang pernah dilakukan di RSUD sekayu terhadap Samuel.

“Setelah kita ketahui riwayat penyakit yang diderita Samuel apakah bisa diobati dan jika memang harus dirujuk ke jakarta maka akan kita bantu sesuai aturan dan prosedur yang berlaku,” kata Jun Indra.

Lanjutnya, Seperti kita ketahui saat ini Pemerintah Kab. Muba melalui Dinas Kesehatan Kab. Muba telah mencanangkan program Universal Health Coverage / UHC yaitu jaminan kesehatan bagi seluruh warga kab. Muba untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan pelayanan di Rumah Sakit kelas 3 yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (UHC) yang terintegrasi dengan BPJS sehingga pengobatan juga harus mengikuti aturan BPJS.

“Hari ini kita datangi Samuel, dengan harapan Samuel dapat menjalani pengobatan dengan baik sesuai prosedur agar Samuel bisa sembuh dan dapat hidup normal seperti sebelum menderita sakit”, Harap Jun Indra.
Keluarga berharap semoga proses pengobatan Samuel dapat berjalan lancer sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah kab. Muba yang telah peduli dan memberikan jalan untuk pengobatan terhadap anak kami Samuel, semoga proses pengobatan Samuel dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita semua”, ujar sabrawi yang merupakan orang tua dari Samuel./red/

Sumber : Lintas PE

INFOSEKAYU - Menuju Rumah Sakit  bertaraf Internasional 2020, Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu telah menjadi RSUD rujukan regional Sumatera Selatan, yang tentunya untuk mendukung Muba maju berjaya.



Seperti yang disampaikan Direktur RSUD Sekayu Dr Makson saat Talk Show di Radio Gema Randik Sekayu yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika, Senin (29/7/2019), bahwa pihaknya terus fokus meningkatkan pelayanan kesehatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di RSUD Sekayu.

Dalam kesempatan ini, ia juga menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan antara pasien umum dan BPJS. Menurutnya standar pelayanan yang diberikan oleh RSUD Sekayu sama yaitu pasien dilayani dengan reguler.

“Cita-cita kita sudah hampir mendekati kenyataan, RSUD Sekayu sudah menjadi Rujukan Regional, dan Registrasi Paripurna. Tentunya sesuai dengan visi misi kami yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan bermutu sesuai dengan standar akreditasi nasional dan menuju Rumah Sakit Berkelas taraf Internasional di tahun 2020," ungkapnya.

Seperti yang kita ketahui, Bupati Muba H Dodi Reza Alex menginginkan RSUD memberikan pelayanan yang optimal, pelayanan terbaik untuk masyarakat Muba.
Untuk itu, beliau mendukung penuh pembangunan dan pengembangan fasilitas RSUD Sekayu untuk menjadikan RSUD Sekayu bertaraf Internasional.

"Karena saat ini kita sudah melakukan pemetaan Diving bahwa RSUD Sekayu. Harus menambah berbagai fasilitas yang ada, Fasilitasi yang pertama yang pasti di bangun yaitu itu rawat inap kelas 3, karena seluruh masyarakat Muba, itu sudah kalau dulu berobat gratis, kalau sekarang bisa mendaftar sebagai peserta BPJS artinya 95 % penduduk Muba sudah terdaftar anggota BPJS," tutupnya. /red/


INFOSEKAYU - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi mengeluarkan surat edaran berupa rekomendasi untuk review kelas Rumah Sakit (RS).


Hasilnya, tercatat sebanyak 615 RS di Indonesia yang mengalami penurunan kelas. Bahkan di Sumsel kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  mengalami penurunan.

Satu-satunya rumah sakit di Sumsel yang berada di luar wilayah Palembang yang kelasnya mantap adalah  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu. Rumah sakit kebanggaan ughang Muba ini  justru dinilai pantas dan kredibel menyandang status RSUD kelas B.

"RSUD Sekayu tidak termasuk yang direkomendasikan untuk penurunan kelas. Artinya kelas RSUD Sekayu yang kelas B sudah sesuai saat ini," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, Rabu (17/7/2019).

Azmi menuturkan, meski demikian pihak Dinkes Muba dan pihak RSUD Sekayu tetap komitmen dan konsisten meningkatkan pelayanan serta fasilitas sarana dan prasarana di RSUD Sekayu.

"Jadi, ini juga akan menjadi pemacu semangat pihak RSUD Sekayu untuk terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas khususnya di bidang kesehatan," ulasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sekayu, dr Makson mengatakan saat ini rumah sakit yang dipimpinnya telah berstatus rumah sakit  Rujukan di Provinsi Sumsel. Dirinya   terus berupaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan di bidang kesehatan.

"Meski RSUD Sekayu ini berada di daerah kampung, tapi pelayanan yang kami berikan tidak kampungan. Kami ingin terus berusaha menjadi RSUD yang tercepat, terbaik, dan terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, capaian-capaian penghargaan yang diraih ini tidak terlepas dari komitmen Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin yang sangat konsisten untuk menjadikan RSUD Sekayu ini menjadi RSUD yang punya pelayanan terbaik dan mempunyai fasilitas lengkap serta berskala internasional.

"Pak Bupati Dodi Reza lah yang tidak henti-hentinya memberikan support dan memecut semangat staf dan pegawai RSUD Sekayu untuk memaksimalkan pelayanan.  Capaian demi capaian prestasi berhasil diraih," tuturnya.

Dikatakan, peralatan yang dimiliki sudah representatif mulai dari kamar operasi, mesin anestesi yang update, alat laparoscopy terbaru, alat endoscopy, bronchoscopy serta alat faekoemulsifikasi semua ada. Ini semua  mendukung RSUD Sekayu menjadi center of excellent Minimal Invasif Surgery.

"Sejumlah fasilitas yang belum dimiliki rumah sakit di kabupaten lain dan  sudah ada di RSUD Sekayu mulai CT Scan untuk diagnostik floroscopy dan panoramic dental. Lalu fasilitas mesin cuci darah yang sebelumnya baru 6 mesin kini bertambah menjadi 14 mesin cuci darah (hemodislisa). Keberadaan alat dan sumber daya manusia ini  demi peningkatan layanan bagi masyarakat. Kita bertekad masyarakat terus terlayani dengan baik," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Kabar gembira bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kini Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Sosial, di bawah nahkoda Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin telah menyediakan rumah singgah bagi pihak keluarga atau pendamping pasien pra sejahtera yang sedang mendapatkan perawatan di RSUD Sekayu.


Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Ahmad Nasuhi saat Rapat Koordinasi Tim Penanganan Kemiskinan Klaster I Tahun 2019 yang dipimpin Asisten I Setda Muba H Rusli SP MM di Ruang Rapat Randik, Selasa (16/7/2019).

"Jadi di rumah singgah tersebut beberapa fasilitas kita sediakan untuk keluarga atau pendamping pasien yang sedang dirawat di RSUD Sekayu, mulai dari makan hingga untuk beristirahat bisa di rumah singgah ini," ungkap Kepala Dinas Sosial Muba, Drs Ahmad Nasuhi.

Dirinya juga menerangkan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan MoU terkait dengan didirikan rumah tersebut, diketahui rumah singgah terletak di Kayuara jalur I dekat dengan Lokasi RSUD Sekayu.

"Semoga rumah singgah ini dapat membantu meringankan beban pasien dan keluarga dalam berobat, karena terkadang masyarakat kebingungan di dalam mencari tempat tinggal sebelum dan setelah melakukan pengobatan di rumah sakit," tuturnya.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Rusli, SP, MM, mengapresiasi Program Rumah Singgah yang ada di Dinsos Muba ini, dan berharap dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

"Program seperti ini memang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya yang ke RSUD Sekayu dan tidak memiliki sanak saudara," ucapnya.

Sementara itu, Yogi (27) salah satu warga Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh mengaku dengan hadirnya rumah singgah tersebut sangat meringankan beban pendamping pasien yang sedang dirawat di RSUD Sekayu.

"Jadi, bagi kami warga yang berada di pelosok ini dengan adanya rumah singgah sangat membantu, ada tempat istirahat ketika mendampingi keluarga yang sedang dirawat," imbuhnya.


Yogi menambahkan, kebijakan Bupati Muba Dodi Reza tersebut sangat pro rakyat dan benar-benar memikirkan nasib masyarakat golongan pra sejahtera. "Kami sangat mendukung kebijakan pak Bupati Dodi Reza," pungkasnya. /red/

INFOSEKAYU - Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex tak ingin warganya susah mengakses kesehatan prima. Selain memberikan jaminan Universal Heath Care (UHC) secara maksimal, mewujudkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu sebagai rumah sakit kelas dunia perlu dalam rangka mendukung visi Muba Maju Berjaya 2022.


Beberapa langkah ditempuh seperti meningkatkan sumber daya manusia RSUD Sekayu melalui peningkatan kompetensi, hingga terwujudnya akreditasi paripurna dan Rumah Sakit kelas B.

RSUD Sekayu pun tampil sebagai rumah sakit rujukan regional bertaraf internasional melalui unggulan pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian MARS membeberkan upaya tersebut saat audiensi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dalam rangka pengembangan gedung pelayanan di RSUD Sekayu di Aula RSUD Sekayu, Rabu (3/7/2019).

"RSUD Sekayu adalah rumah sakit milik Pemkab Muba yang berperan mendukung visi misi bupati dan wabup yang menginginkan pelayanan kesehatan berkelas dunia. Bupati Muba H Dodi Reza Alex sangat menginginkan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. Maka dibutuhkan pengembangan gedung pelayanan di RSUD Sekayu," ujar Makson.

Menurut dr Makson RSUD Sekayu masih perlu menambah ruang pelayanan kesehatan untuk rawat inap. Gap antara kebutuhan TT untuk masyarakat Muba dengan jumlah yang ada saat ini masih sangat besar.

Kemudian kebutuhan terhadap pelayanan ruang operasi adalah 1: 100.000 penduduk, dilayani oleh 6 kamar OK elektif dan 2 OK emergensi. Kondisi saat ini hanya 2 kamar OK efektif dan 1 OK emergensi.

"Solusi dari permasalahan yang ada untuk mendukung RSUD Sekayu sebagai rujukan regional berdasarkan Permenkes, harus ada pengembangan gedung RSUD yang meliputi gedung administrasi, rawat inap baru dan wings private. Total pembiayaan yang dibutuhkan sebesar Rp188 miliar dengan masa pembangunan satu sampai dua tahun," bebernya.

Menanggapi apa yang dipaparkan Direktur RSUD Sekayu, team leader PT SMI Nanang sengaja datang ke RSUD Sekayu untuk melihat kondisi sarana dan prasarana serta pelayanan yang ada guna mempertimbangkan usulan alternatif pembiayaan untuk mengembangkan gedung pelayanan.

"Kemarin kami sudah melakukan alternatif pembiayaan kepada Pemkab Muba sebesar Rp450 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan, dan alhamdullilah nyatanya amanah. Dua Pembangunan ruas jalan dapat berjalan dengan baik, tidak ada kendala yang bergejolak. Karena kalau prinsip di perbankan jika mau melakukan alternatif pembiayaan harus tau dulu karakter nya siapa dan bagaimana, nah ini bagi kami ini hal yang positif," ucapnya.

Dikatakan Nanang, selama ini rumah sakit yang telah dibantu PT SMI cukup bersemangat. Sejumlah rumah sakit yang pernah dibantu PT SMI kondisinya jauh lebih buruk.

"Namun dapat terlihat kondisi RSUD Sekayu sangat bagus dan dapat dilihat ini proyek bagus sekali. Tinggal diputuskan untuk kelengkapan persyaratan pembiayaan," paparnya.

"Kami sangat welcome jika Pemkab Muba masih percaya kerja sama dengan kami. Apalagi proyek RSUD ini sejalan dengan program kami yaitu sustainable development goals yakni untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Bahkan kami tawarkan pinjaman lebih banyak lagi agar fasilitas RSUD terlengkapi. Sambil diskusi nanti lanjut kelengkapan administrasi. Selama keuangan daerah mampu, sesuai mandat Kemenkeu tugas kami untuk membantu," tanggap Nanang.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Muba Mirwan Susanto menyampaikan bahwa Pemkab Muba sangat mendukung inisiasi RSUD Muba untuk melakukan pengembangan gedung RSUD Sekayu.

"Kami sangat mendukung, segera diskusikan, nanti kita hitung lagi kemampuan keuangan daerah karena ada juga batasan peraturan dalam batas masa kepemimpinan Bupati dan Wabup. Pihak RSUD Sekayu agar segera menindaklanjuti. Kami juga akan segera koordinasi dengan Kemendagri dan Kemenkeu. Sekarang kami juga sedang masa pembahasan APBD 2020 karena perlu juga persetujuan DPRD. Kepada RSUD Sekayu agar proaktif juga untuk melengkapi persyaratan alternatif pembiayaan dana ke PT SMI ini, " ungkapnya. /red/


INFOSEKAYU - Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin dr H Azmi Dariusmansyah, MARS mengatakan Pemerintah Kabupaten Muba terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan dengan menambah pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan.


Salah satunya dengan menggelar pertemuan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas dalam pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa Napza, di Wisma Atlet Sekayu, Selasa (25/6/2019).

"Pada pertemuan ini diharapkan peserta yang hadir dapat mengikuti dengan seksama serta berperan aktif bertanya dan diskusi jadi kita semua bisa mengetahui kendala yang ada dilapangan juga bersama-sama mencari solusi bagaimana penyelesaiannya sehingga pertemuan ini dapat berjalan sesuai harapan dan tujuan yang ditargetkan dapat tercapai," harapnya saat memberikan arahan pada kesempatan tersebut.

Senada Ketua Panitia kegiatan Ucu Arunsang, SKM, MKes menuturkan pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap penderita PTM dan meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan Jiwa di puskesmas.

Selanjutnya juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan tentang cara penanganan penderita PTM dan cara penanganan pasien ODGJ ringan sampai pasien ODGJ berat serta penanganan pasien pasung di puskesmas.

"Kegiatan berlangsung selama 3 (tiga) hari tanggal 25 - 27 Juni 2019 dan diikuti 56 orang peserta dari pengelola program PTM dan Keswa pada 28 puskesmas dalam wilayah Kabupaten Muba," ungkapnya. /red/


INFOSEKAYU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus berupaya meningkatkan pelayanan dan berbenah melengkapi fasilitas.


Ini juga bentuk keseriusan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik di setiap kecamatan di Muba.

Setelah mendapatkan izin operasional tipe C, kini RSUD Sungai Lilin akan melengkapi persyaratan untuk mendapatkan akreditasi.

"Ya, hari ini tim survei sudah melakukan penilaian terhadap RSUD Sungai Lilin. Sebab sesuai Surat Edaran Menkes Nomor 34 Tahun 2017 setiap rumah sakit wajib terakreditasi," ujar Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah, Rabu (12/6/2019).

"Tiga orang surveyor dari tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit Independen Pusat Jakarta telah melakukan penilaian terhadap potret Rumah Sakit Sungai Lilin yang ada saat ini," tambahnya.

Dikatakannya, proses akreditasi juga dilakukan guna memenuhi salah satu persyaratan agar rumah sakit bisa bekerjasama dan menerima pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Sekarang seluruh pelayanan rumah sakit wajib terakreditasi hal ini dilakukan untuk meniliai bagaimana mutu pelayanan yang ada untuk kesehatan dan kenyamanan pasien," terangnya.

Lanjutnya, dari hasil wawancara dengan tim penilai pihak tim  Komisi Akreditasi Rumah Sakit Independen Pusat Jakarta  mempertanyakan bagaimana komitmen Pemerintah Daerah  (Pemda) terhadap Rumah Sakit yang ada.

"Sudah kami sampaikan kepada tim penilai, bahwa Pemda Kabupaten Muba khususnya bapak Bupati H Dodi Reza Alex sudah berkomitmen untuk melakukan peningkatan terhadap Rumah Sakit Bayung Lencir dan Rumah Sakit Sungai Lilin bahkan Bupati juga meminta agar kedua rumah sakit ini bisa dijadikan sebagi Rumah Sakit Sentral Khusus Trauma (trauma center)," bebernya.

Ia menambahkan, sari hasil penilaian tim survei, Rumah Sakit Sungai Lilin untuk potret yang ada saat ini sedikit akan melakukan pembenahan untuk sarana maupun prasarana serta SDM yang ada.

"Hanya itu saja yang perlu dibenahi. Kemudian, untuk Rumah Sakit Bayung Lencir sudah dilakukan akreditasi dan Alhamduliah mendapat bintang dua. Jadi, jika semua rumah sakit sudah terakreditasi rumah sakit bisa bekerjasama dengan Jaminan kesehatan BPJS, mudah mudahan dalam waktu dekat Rumah Sakit Sungai Lilin bisa terakreditasi sehingga masyarakat tak perlu khawatir lagi untuk berobat," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Belasan warga Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin yang dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Sekayu Kamis (9/5/2019) malam karena diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi mie basah yang dibeli di Pasar tradisional Talang Jawa, Kelurahan Balai Agung, Sekayu langsung direspon pihak Polres Muba, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Pemkab Muba.


Kapolres Muba, AKBP Andes Purwanti mengatakan pasca terjadinya muntaber tersebut, selanjutnya dilakukan sidak dan uji lab sementara di lapangan. "Kami telah turun ke lapangan bersama instansi terkait dari Dinas  Kesehatan dan Dinas Perdagangan Musi Banyuasin, dari hasil uji lab sementara tersebut belum ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau sejenisnya," katanya.

Lanjutnya, tim juga langsung menuju tempat pembuatan bahan makanan seperti mie basah dan tahu di pasar Talang Jawa kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin.

"Namun dari hasil pemeriksaan tersebut bahwa dugaan terjadinya muntaber akibat keracunan mie basah belum bisa dibuktikan. karena hasil lab sementara yang dilakukan dinas kesehatan langsung di lapangan, belum ditemukan adanya tanda-tanda bahan kimia atau bahan yang membahayakan untuk di konsumsi dari dalam kandungan mie basah serta tahu," terangnya.

Ia menambahkan, belum diketahui pasti penyebab terjadinya muntaber korban.

Saat ini sample makanan berupa rujak mie (mie basah, tahu dan cuka) yang diduga mengakibatkan muntaber korban sedang di kirim ke Bandan POM Palembang. "Sambil menunggu hasil dari Badan POM, tetap dilakukan penyelidikan lanjut terkait muntaber yang alami korban," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kadinkes Muba, dr Azmi mengatakan Dinkes langsung bertindak dengan melakukan penyelidikan epidemiologi ke pasien di RSUD Sekayu dan juga langsung melakukan sidak ke lapangan bersama pihak kapolres dari sampel yang ada.

"Dan dengan pemeriksaan cepat untuk sementara tidak didapatkan zat yang berbahaya tapi sampel juga langsung kita kirim ke Labda untuk dilakukan pemeriksaan bakteriologi," jelasnya.

Azmi menambahkan, karena kejadian ini bisa juga terjadi kemungkinan akibat Mie dijual sudah terlalu lama, tempat penjualannya kurang baik.

"Selain itu, disajikan pada tempat banyak faktor seperti lalat dan kuman lainnya, serta pengolahan yang kurang baik dan higienis. dari 19 orang korban kemaren setelah dirawat dan sudah kembali ke rumah masing 17 orang saat ini yang dirawat donRumah sakit tinggal 2 orang dan Umur korban yang termuda 15 tahun lainnya sudah dewasa," pungkasnya. /red/