Articles by "Info Kesehatan"
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU - Setelah ditetapkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebagai salah satu dari tiga kabupaten di Indonesia sebagai daerah percontohan komunitas Hidup Sehat untuk pencegahan penyakit tidak menular (PTM) oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Pemkab Muba terus gencar melakukan upaya preventif.


Terbukti hari ini bertempat di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Jumat (11/10/2019) Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muba telah mendirikan klinik kesehatan gratis bagi seluruh ASN dan tenaga kerja di lingkungan Pemkab Muba.

Bupati Muba Dodi Reza Alex Melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Ir Yusman Sriyanto MT meninjau dan mengecek kesehatan langsung di klinik tersebut.

Sekda Muba  mengapresiasi atas didirikannya klinik kesehatan di lingkungan Pemkab Muba ini. Dengan adanya klinik ini bisa mencegah diri dari PTM seperti kanker, jantung, diabetes dan hipertensi, karena seperti diketahui setiap tahunnya menjadi persoalan serius di tiap daerah, pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu awal dari masyarakat yang terserang PTM.

“Minggu lalu Wakil Presiden RI telah menetapkan Muba sebagai Daerah Percontohan Komunitas Hidup Sehat. Maka itu program yang selama ini telah kita lakukan, harus terus kita gencar termasuk pendirian klinik ini masuk pada tahap cek kesehatan secara rutin. Oleh karena itu diharapkan kepada para pegawai di lingkungan Pemkab Muba agar dapat memanfaatkan keberadaan klinik ini,” ucapnya.

Sementara itu Kadinkes Kabupaten Muba, dr H Azmi Dariusmanyah, MARS, mengatakan, dengan adanya klinik kesehatan ini diharapkan bisa memberikan peningkatan jaminan kesehatan terhadap pegawai ASN, maupun Kontrak di Lingkungan Pemerintah yang dampaknya bisa meningkatkan produktifitas pegawai dalam memberikan layanan optimal kepada publik, mari bersama kita gerakan pola Hidup Sehat pungkasnya diakhir wawanacara dengan media ini.  /red/


INFOSEKAYU - Penyakit Tidak Menular (PTM) setiap tahunnya menjadi persoalan serius di tiap daerah, pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu awal dari masyarakat yang terserang PTM.


Namun berbeda dengan Kabupaten Muba, tidak ingin terus menerus PTM meneror warga, bumi Serasan Sekate ini malah menjadi pusat percontohan bersama dua daerah lainnya yakni Depok dan Sidoarjo  dari Pemerintah pusat sebagai daerah yang berhasil melakukan upaya pencegahan PTM.

Tidak hanya itu, Muba juga ditunjuk sebagai satu dari tiga kabupaten di Indonesia sebagai daerah percontohan komunitas Hidup Sehat untuk pencegahan penyakit tidak menular seperti kanker, jantung, diabetes dan hipertensi.

“Pemkab Muba melalui Dinkes Muba serta berbagai komunitas sangat gencar melakukan upaya preventif dengan mengenalkan kepada masyarakat bagaimana pola hidup sehat, Alhamdulillah hasilnya hari ini Muba ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan daerah yang berhasil melakukan upaya pencegahan PTM,” ujar Bupati Muba Dodi Reza di sela  Peluncuran Komunitas Sehat dan Kampus Sehat Menggiatkan Promosi kesehaan dan Pencegahan Penyakit oleh Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla di Aula IMERI Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jumat (4/10/2019)

Dikatakan Dodi, pencegahan preventif yang dilakukan Pemkab Muba salah satu contohnya banyak melakukan aktifitas atau gerak fisik, yang mana Kabupaten muba sebagai kota olahraga sudah mempelopori kegiatan olahraga dengan aktifitas kegiatan masyarakat.

“Ya salah satunya komunitas masyarakat melakukan kegiatan olahraga seperti senam bersama setiap Jumat, rutin kegiatan car free day, dan juga memanfaatkan venue-venue olahraga yang telah disediakan Pemkab Muba,” ungkap Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik se-Indonesia itu.

“Melalui aktivitas fisik, cek kesehatan rutin, hindari asap rokok dan Diet Seimbang. Salah satunya dengan gemar konsumsi ikan, yang mana ikan merupakan sumber protein yang tinggi sehingga mendapatkan gizi seimbang, selain itu juga pencegahan stunting. Seperti kemarin membudayakan masyarakat menangkap ikan dengan bekarang dan langsung dimasak menggunakan minyak goreng ramah lingkungan hasil dari peremajaan sawit kita di Kabupaten Muba,” tambahnya.

Lanjut Dodi, Pemkab Muba juga telah memfasilitasi warga untuk berobat gratis melalui program UHC. “Alhamdulillah Muba juga telah UHC, dimana khusus warga pra sejahtera difasilitasi program berobat memakai BPJS yang ditanggung oleh APBD Muba,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menerangkan, masyarakat dituntut untuk menjalankan pola hidup sehat. Tentu ada beberapa langkah, pertama bergerak, tidak mesti bergerak harus melalui olahraga, bisa dengan rutin gerak naik turun tangga dan melakukan pekerjaan rumah yang penting begerak dan bisa mengeluarkan keringat.

“Kemudian makan yang seimbang, kalau dulu 4 sehat 5 sempurna, sekarang tidak lagi namun tetap yang diperhatikan ialah gizi seimbang. Sepertiga masyarakat di Indonesia terkena obesitas itu dikarenakan makan tidak seimbang, maka dari itu perlu dikampanyekan. Lalu, tidur yang cukup dan jangan stres, baru terakhir rutin mengecek kesehatan,” terang Wapres.

Lanjutnya, yang menjadi faktor terkena penyakit tidak menular yaitu faktor genetik, lingkungan, kebiasaan  merokok dan makanan tidak sehat, terakhir tidak rutin mengecek kesehatan.

“Jadi bagaimana program ini dapat dikempanyekan, digencarkan di setiap daerah. Kampanyenya per daerah, kenapa kita bicara bagaimana tentang penyakit tidak menular, karena sekarang penyakit yang menular menurun, secara keseluruhan persentase,” jelasnya.

Jusuf Kalla juga mengapresiasi Kabupaten Muba yang sejak dahulu telah di era Bupati Alex Noerdin telah menjalankan program berobat gratis. “Dan sekarang dilanjutkan oleh pak Dodi Reza dengan program berobat gratis melalui UHC. Pemerintah pusat sangat mengapresiasi ini,” tegasnya.

Ia berharap, agar daerah lain dapat mencontoh tiga daerah ini yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Depok yang hari ini telah dinobatkan sebagai daerah percontohan daerah pencegah PTM.

“Selain itu, kami pula meminta agar Muba dan dua daerah lainnya dapat mengimbaskan program dan upaya preventif pencegahan PTM ke daerah-daerah lain,” tegasnya lagi.

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah menjelaskan, Penyakit Tidak Menular ini seperti Hipertensi, diabetes, kolestrol dan sebagainya dan ini jadi fokus untuk pencegahannya, karena bermula dari pola hidup yang sehat.

“Alhamdulillah dibawah instruksi dan arah pak Bupati Muba Dodi Reza Dinkes bersama puskesmas di Kecamatan-Kecamatan gencar mensosialisasikan hal tersebut guna meminimalisir terserang PTM,” ulasnya.

Kemudian, pencegahan PTM ini dengan digencarkan melalui program membiasakan makan sehat dengan gerakan makan ikan, itu merupakan implementasi langsung idet seimbang.

Azmi menyebutkan, dengan dipilihnya Kabupaten Muba sebagai daerah percontohan, komunitas hidup sehat membuat berkomitmen bahwa Muba bukan hanya fokus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya yang sakit tapi juga mencegah supaya warganya tidak terkena PTM dengan membiasakan hidup sehat.

“Ini harus terus diterapkan dan berharap warga Muba selalu mempunyai pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit,” pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengambil berbagai langkah dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang saat ini masih terjadi.


Bukan hanya pemadaman saja, melainkan pula penanganan terhadap petugas dilapangan dan warga yang terdampak kabut asap dengan cara mendirikan rumah oksigen.

"Ya, sesuai dengan instruksi Pak Bupati, kita dirikan rumah oksigen, salah satunya di Dusun V Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir," ujar Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, Senin (23/9/2019).

Rumah oksigen ini, kata dia, dapat digunakan warga sekitar dan petugas gabungan yang melaksanakan pemadaman Karhutla. Dimana rumah oksigen ini bertujuan untuk mengembalikan kandungan oksigen dalam darah.

"Ini mencegah agar tidak terjadinya kekurangan oksigen di dalam darah. Bisa digunakan oleh warga dan petugas yang sudah lama berada dilapangan. Ini bentuk antisipasi dan menjaga kesehatan petugas lapangan yang selalu mengawal perluasaan kebakaran," terang dia.

Untuk saat ini, sambung Azmi, dirumah oksigen terdapat lima tabung besar oksigen yang disediakan atau disuplai oleh Rumah Sakit Bayung Lencir.

"Petugas atau warga yang menggunakan akan diberikan terapi sekitar 5 sampai 10 menit dengan oksigen murni. Untuk pertugas dapat dilakukan terapi setiap selesai melaksanakan tugas," kata dia.

Disinggung terkait mendirikan Rumah Oksigen di daerah lain, Azmi menuturkan, tidak menutup kemungkinann hal itu dilakukan, mengingat dampak Karhutla berupa kabut asap makin meluas.

"Untuk wilayah lain tidak menutup kemungkinan. Saat ini kita sudah siagakan 10 tabung besar oksigen di RSUD Sekayu, kapanpun siap untuk digunakan," ucap dia.

Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, telah mengeluarkan instruksi kepada Dinas Kesehatan Muba untuk mendirikan rumah oksigen. "Ini sebagai bentuk antisipasi kalau ada anak-anak, warga, atau petugas yang terkena ISPA," tandas dia. /red/


INFOSEKAYU - Menyambut kedatangan Tim Surveyor Akreditasi Rumah Sakit, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengadakan gala dinner dan ramah-tamah.


Bertempat di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Senin Malam (26/8/2019) rombongan tim disambut oleh Jajaran Pemkab Muba meliputi Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Kepala Perangkat Daerah terkait selaku Dewan Pengawas RSUD Sekayu, Direktur dan Jajaran Staf dan dokter di RSUD Sekayu.

Mewakili Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekda Muba Drs H Apriyadi, MSi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh Tim Surveior Akreditasi Rumah Sakit di Bumi Serasan Sekate.

"Ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami, dan semoga atas kehadiran Bapak, Ibu sekalian, akan semakin menguatkan upaya kami dalam meningkatkan Akreditasi RSUD Sekayu dan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor khususnya pelayanan kesehatan di daerah ini,”ujar Sekda.

Sekda juga menyampaikan bahwa, Kabupaten Muba dengan luas wilayah 14,265 Km2, yang terdiri atas 15 Kecamatan dan 227 Desa dan 13 Kelurahan. Untuk fasilitas layanan kesehatan di setiap Kecamatan telah tersedia Puskesmas dan Pustu di beberapa Desa dan 2 RSUD tipe C yaitu di Kecamatan Sungai Lilin dan Bayung Lencir, dan satu-satunya RSUD tipe B yaitu RSUD Sekayu.

Khusus untuk RSUD Sekayu ini yang menjadi pusat saat ini masih dalam layanan kesehatan bagi publik, status Tipe B, dan tentunya kami telah mengupayakan untuk dapat memenuhi standar pelayanan yang prima, baik dari ketersediaan sarana dan prasarana maupun kebutuhan tenaga medis dan paramedis yang memadai.

“Karena itu, kami berharap dengan hadirnya Bapak/Ibu sekalian, selaku Tim Surveior Akreditasi Rumah Sakit dapat menjadikan Tipe Rumah Sakit ini semakin meningkat, sehingga semakin membaiknya pula kualitas pelayanan,”jelasnya.

“Tentunya masih banyak hal yang harus dibenahi, namun kami yakin bahwa dengan kondisi RSUD Sekayu yang ada sekarang ini akan menjadi landasan yang baik dalam membangun dan mengembangkan kompetensi,” tambahnya.

Sekda juga mengatakan, di bawah pimpinan Bupati Dodi Reza Alex, Pemkab Muba komitmen di bidang kesehatan menjadi prioritas yang utama. Alokasi anggaran sudah dimaksimalkan untuk bidang pendidikan dan kesehatan.

"Maka dari itu keinginan dari pemimpin kami akan menjadikan RSUD Sekayu sebagai ikon, dan kebanggaan dari kita semua dan masyarakat Muba, dan juga bagi masyarakat di luar sekitar Muba. Kami minta RSUD terus lakukan perbaikan, terutama dari sisi pelayanan. Karena percuma punya sarana dan prasarana bagus kalau mental SDM tidak bagus, image di mata masyarakat akan tetap negatif, oleh karena itu komitmen kami mintak perbaiki SDM," beber Sekda.

Sementara itu Ketua Tim Surveyor Akreditasi, DR Azwir Dahlan SPPD, MKes, mengatakan bahwa dirinya sudah lama berkeinginan berkunjung ke Kota Sekayu, dan alhamdullilah baru terwujud sekarang.

"Tim Surveyor Akreditasi Rumah Sakit versi Snars edisi 1 dari komisi akredirasi Rumah sakit pusat, berkunjung kesini dengan tujuan kami yaitu menyamakan kualitas pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit, baik rumah sakit daerah maupun di kota. Penilaian yang diharapakan setiap rumah sakit bisa mencapai nilai paripurna, namun tetap selain penilaian, pendampingan juga kita lakukan untuk membina rumah sakit agar mengutamakan pelayanan terbaik, "pungkasnya. (rel)
INFOSEKAYU – Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex bersama Ketua dan anggota Forum Kesehatan Kabupaten Muba, serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba, H Rusli SP MM menerima tim penilai verifikasi lapangan kabupaten/kota Sehat di Kabupaten Muba 2019. Bertempat di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (13/8) malam.


“Kabupaten sehat jelas sebuah terget, dimana Kabupaten Muba harus menuju ke arah sana dengan berbagai indikator dan parameter yang jelas. Komitmen pemimpin dan seluruh warga Muba sangat menentukan bisa tidaknya kita menuju atau termasuk kategori Kabupaten Sehat,” kata Dodi saat menyambut tim penilai.

Dikatakan Dodi tentu banyak indikator dalam penilaian kabupaten/kota sehat tersebut. Salah satu kebijakan Pemkab Muba untuk berikan pelayanan sehat kepada warganya, tentu pelayanan yang baik supaya warga Muba sehat, diantara sedikit Kabupaten yang ada di Indonesia, Pemkab Muba sudah alokasikan anggaran begitu besar di bidang kesehatan.

“Jadi Pemkab Muba tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tapi kami juga fokus membangun di bidang kesehatan sehingga kami dapatkan Universal Health Coverage (UHC), sebagai salah satu pioner yang mendapat penghargaan. Artinya seluruh warga Muba bisa berobat ditanggung asuransi kesehatan yaitu BPJS,” pungkasnya.

Dia juga menjelaskan, di Kabupaten Muba mengedepankan pembangunan berkelanjutan yang hijau dan lestari, dengan berlandaskan green, eco dan sustainable.

“Saya ditunjuk sebagai ketua umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bupati di Indonesia yang menginisiasi pembangunan lestari, kita dijadikan role model membangun daerah yang hijau. Contohnya di Muba menerapkan program replanting sawit yang dilauching oleh Presiden RI dengan sistem berkelanjutan, dengan tidak menggunakan racun yang tidak ramah lingkungan, tidak merusak hutan dan tidak memperkerjakan anak. Banyak lagi program yang telah kita inisiasi dalam berbagai bidang menuju Kabupaten Sehat,” tukasnya.

Dodi berpesan jangan dilihat dari penilaian verifikasi dilapangan saja semua dipersiapkan, tapi harus menjadi mindset semua lapisan masyarakat dan pemerintah bahwa indikator Kabupaten sehat harus menjadi prioritas dalam mengeluarkan kebijakan.

“Kita harus rubah mulai dari diri kita sendiri, lingkungan kita sampai ke tingkat lebih luas. Kepada tim penilai silahkan diberi masukan, ada program yang memang harus disempurnakan. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan selama ini pada jalur yang benar, sehingga bukan hanya Kabupaten Sehat yang terwujud tapi masyarakatnya sehat lahir dan batin,” harapnya.

Sementara itu Ketua Tim Penilai Verifikasi Kabupaten sehat, Tutut Indrawahyuni mengungkapkan ucapan terimakasih atas sambutan yang luar biasa, diterima dengan hangat sehingga menghilangkan rasa capek datang dari jauh mengunjungi Kabupaten Muba.

“Melihat langsung apa yang disampaikan Pak Dodi, beliau begitu faham betul apa itu Kabupaten sehat. Itulah yang akan kita nilai, luar biasa beliau faham betul, bagaimana mewujudkan kabupaten bersih, aman, nyaman dan sehat sehingga kondisi masyarakat yang tinggal di Sekayu dapat hidup sehat,” ujarnya.

Tutut juga mengatakan Kabupaten sehat bukan hanya milik Dinas Kesehatan, tapi sehat milik bersama. Penilaian disini dilihat bagaimana penataan pemukiman, misalnya ada tidaknya sanitasi dan jambannya. Bagaiman peran Forum Kesehatan di Kabupaten yang membawahi forum kecamatan, kemudian akan membawahi pokja desa.

“Yang kita lihat bukan kegiatan-kegiatan OPD yang rutin, tapi bagaimana ada peran forum masyarakat, kecamatan dan desa disitula partisipasi forum kesehatan menguasai permasalahan yang ada. Sehingga pembangunan di Muba sinergi dengan masyarakat, misal pemerintah bangun taman fisik nah masyarakat melalui forum kesehatan bagaimana menjaga fasilitas, itu nanti yang akan kita lihat,” bebernya.

Usai welcome dinner, dilanjutkan dengan paparan materi yang disampaikan oleh Ketua Forum Kesehatan Kabupaten Muba, Hj Thia Yufada Dodi Reza.

Pada kesempatan tersebut Thia menyampaikan bahwa Kabupaten Muba Sehat dengan tujuan tercapainya kondisi kabupaten Muba yang bersih, nyaman, aman dan sehat. Dengan Motto Sehat Bersame-Same.

“Target pencapaian Kabupaten sehat kami menargetkan pada tahun 2019 bisa meraih Swasti Saba Padapa, tahun 2021 Swasti Saba Wiwerda dan tahun 2023 Swasti Saba Wistara,”ujarnya

Istri Bupati Muba ini juga mengatakan untuk Strategi pemantapan Kabupaten Muba Sehat yaitu Lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, pekerjaan dan seterusnya). Kemudian perilaku kesehatan, pelayanan kesehatan (baik kualitas dan kuantitas) serta genetik. /red/


INFOSEKAYU - Samuel (28) Bin Sabrawi (54) Menderita penyakit Jantung selama empat (4) tahun dan sudah melakukan pengobatan secara medis dibeberapa rumah sakit baik rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu maupun Rumah Sakit Umum (RSU) di Palembang dalam kurun waktu 4 tahun.


Di tahun 2015 yang lalu Samuel berobat di salah satu rumah sakit di Palembang, sampai akhirnya di tahun 2017 Samuel disarankan untuk operasi ke salah salah satu rumah sakit di Jakarta. Terkait operasi tersebut pihak rumah sakit sudah mengkonfirmasi salah satu rumah sakit di Jakarta dan hanya tinggal menunggu jadwal operasi, sampai saat ini Samuel tidak mendapakan kejelasan dari pihak Rumah Sakit.

Atas dasar kepedulian Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Muba melalui Puskesmas Cinta Karya atau yang biasa disebut Puskesmas Assalamualaikum Cinta turun langsung mendatangi kediaman samuel sebagai upaya membantu proses pengobatan samuel. Jumat, (2/8/2019).

Kedatangan petugas disambut baik keluarga dan masyarakat setempat, Kepala Dinkes Muba dr. Azmi Dariusmansyah, MARS melalui Kasubag Tata Usaha Puskesmas Cinta Karya Jun Indra, SKM yang bersama Tim Medis Puskesmas Cinta Karya menyarankan agar Samuel untuk dibawa ke RSUD sekayu kembali, dengan tujuan untuk mengetahui riwayat pengobatan yang pernah dilakukan di RSUD sekayu terhadap Samuel.

“Setelah kita ketahui riwayat penyakit yang diderita Samuel apakah bisa diobati dan jika memang harus dirujuk ke jakarta maka akan kita bantu sesuai aturan dan prosedur yang berlaku,” kata Jun Indra.

Lanjutnya, Seperti kita ketahui saat ini Pemerintah Kab. Muba melalui Dinas Kesehatan Kab. Muba telah mencanangkan program Universal Health Coverage / UHC yaitu jaminan kesehatan bagi seluruh warga kab. Muba untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan pelayanan di Rumah Sakit kelas 3 yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. (UHC) yang terintegrasi dengan BPJS sehingga pengobatan juga harus mengikuti aturan BPJS.

“Hari ini kita datangi Samuel, dengan harapan Samuel dapat menjalani pengobatan dengan baik sesuai prosedur agar Samuel bisa sembuh dan dapat hidup normal seperti sebelum menderita sakit”, Harap Jun Indra.
Keluarga berharap semoga proses pengobatan Samuel dapat berjalan lancer sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah kab. Muba yang telah peduli dan memberikan jalan untuk pengobatan terhadap anak kami Samuel, semoga proses pengobatan Samuel dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita semua”, ujar sabrawi yang merupakan orang tua dari Samuel./red/

Sumber : Lintas PE

INFOSEKAYU - Menuju Rumah Sakit  bertaraf Internasional 2020, Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu telah menjadi RSUD rujukan regional Sumatera Selatan, yang tentunya untuk mendukung Muba maju berjaya.



Seperti yang disampaikan Direktur RSUD Sekayu Dr Makson saat Talk Show di Radio Gema Randik Sekayu yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika, Senin (29/7/2019), bahwa pihaknya terus fokus meningkatkan pelayanan kesehatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di RSUD Sekayu.

Dalam kesempatan ini, ia juga menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan antara pasien umum dan BPJS. Menurutnya standar pelayanan yang diberikan oleh RSUD Sekayu sama yaitu pasien dilayani dengan reguler.

“Cita-cita kita sudah hampir mendekati kenyataan, RSUD Sekayu sudah menjadi Rujukan Regional, dan Registrasi Paripurna. Tentunya sesuai dengan visi misi kami yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan bermutu sesuai dengan standar akreditasi nasional dan menuju Rumah Sakit Berkelas taraf Internasional di tahun 2020," ungkapnya.

Seperti yang kita ketahui, Bupati Muba H Dodi Reza Alex menginginkan RSUD memberikan pelayanan yang optimal, pelayanan terbaik untuk masyarakat Muba.
Untuk itu, beliau mendukung penuh pembangunan dan pengembangan fasilitas RSUD Sekayu untuk menjadikan RSUD Sekayu bertaraf Internasional.

"Karena saat ini kita sudah melakukan pemetaan Diving bahwa RSUD Sekayu. Harus menambah berbagai fasilitas yang ada, Fasilitasi yang pertama yang pasti di bangun yaitu itu rawat inap kelas 3, karena seluruh masyarakat Muba, itu sudah kalau dulu berobat gratis, kalau sekarang bisa mendaftar sebagai peserta BPJS artinya 95 % penduduk Muba sudah terdaftar anggota BPJS," tutupnya. /red/


INFOSEKAYU - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi mengeluarkan surat edaran berupa rekomendasi untuk review kelas Rumah Sakit (RS).


Hasilnya, tercatat sebanyak 615 RS di Indonesia yang mengalami penurunan kelas. Bahkan di Sumsel kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  mengalami penurunan.

Satu-satunya rumah sakit di Sumsel yang berada di luar wilayah Palembang yang kelasnya mantap adalah  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu. Rumah sakit kebanggaan ughang Muba ini  justru dinilai pantas dan kredibel menyandang status RSUD kelas B.

"RSUD Sekayu tidak termasuk yang direkomendasikan untuk penurunan kelas. Artinya kelas RSUD Sekayu yang kelas B sudah sesuai saat ini," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah, Rabu (17/7/2019).

Azmi menuturkan, meski demikian pihak Dinkes Muba dan pihak RSUD Sekayu tetap komitmen dan konsisten meningkatkan pelayanan serta fasilitas sarana dan prasarana di RSUD Sekayu.

"Jadi, ini juga akan menjadi pemacu semangat pihak RSUD Sekayu untuk terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas khususnya di bidang kesehatan," ulasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sekayu, dr Makson mengatakan saat ini rumah sakit yang dipimpinnya telah berstatus rumah sakit  Rujukan di Provinsi Sumsel. Dirinya   terus berupaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan di bidang kesehatan.

"Meski RSUD Sekayu ini berada di daerah kampung, tapi pelayanan yang kami berikan tidak kampungan. Kami ingin terus berusaha menjadi RSUD yang tercepat, terbaik, dan terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, capaian-capaian penghargaan yang diraih ini tidak terlepas dari komitmen Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin yang sangat konsisten untuk menjadikan RSUD Sekayu ini menjadi RSUD yang punya pelayanan terbaik dan mempunyai fasilitas lengkap serta berskala internasional.

"Pak Bupati Dodi Reza lah yang tidak henti-hentinya memberikan support dan memecut semangat staf dan pegawai RSUD Sekayu untuk memaksimalkan pelayanan.  Capaian demi capaian prestasi berhasil diraih," tuturnya.

Dikatakan, peralatan yang dimiliki sudah representatif mulai dari kamar operasi, mesin anestesi yang update, alat laparoscopy terbaru, alat endoscopy, bronchoscopy serta alat faekoemulsifikasi semua ada. Ini semua  mendukung RSUD Sekayu menjadi center of excellent Minimal Invasif Surgery.

"Sejumlah fasilitas yang belum dimiliki rumah sakit di kabupaten lain dan  sudah ada di RSUD Sekayu mulai CT Scan untuk diagnostik floroscopy dan panoramic dental. Lalu fasilitas mesin cuci darah yang sebelumnya baru 6 mesin kini bertambah menjadi 14 mesin cuci darah (hemodislisa). Keberadaan alat dan sumber daya manusia ini  demi peningkatan layanan bagi masyarakat. Kita bertekad masyarakat terus terlayani dengan baik," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Kabar gembira bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kini Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Sosial, di bawah nahkoda Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin telah menyediakan rumah singgah bagi pihak keluarga atau pendamping pasien pra sejahtera yang sedang mendapatkan perawatan di RSUD Sekayu.


Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Ahmad Nasuhi saat Rapat Koordinasi Tim Penanganan Kemiskinan Klaster I Tahun 2019 yang dipimpin Asisten I Setda Muba H Rusli SP MM di Ruang Rapat Randik, Selasa (16/7/2019).

"Jadi di rumah singgah tersebut beberapa fasilitas kita sediakan untuk keluarga atau pendamping pasien yang sedang dirawat di RSUD Sekayu, mulai dari makan hingga untuk beristirahat bisa di rumah singgah ini," ungkap Kepala Dinas Sosial Muba, Drs Ahmad Nasuhi.

Dirinya juga menerangkan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan MoU terkait dengan didirikan rumah tersebut, diketahui rumah singgah terletak di Kayuara jalur I dekat dengan Lokasi RSUD Sekayu.

"Semoga rumah singgah ini dapat membantu meringankan beban pasien dan keluarga dalam berobat, karena terkadang masyarakat kebingungan di dalam mencari tempat tinggal sebelum dan setelah melakukan pengobatan di rumah sakit," tuturnya.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Rusli, SP, MM, mengapresiasi Program Rumah Singgah yang ada di Dinsos Muba ini, dan berharap dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

"Program seperti ini memang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya yang ke RSUD Sekayu dan tidak memiliki sanak saudara," ucapnya.

Sementara itu, Yogi (27) salah satu warga Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh mengaku dengan hadirnya rumah singgah tersebut sangat meringankan beban pendamping pasien yang sedang dirawat di RSUD Sekayu.

"Jadi, bagi kami warga yang berada di pelosok ini dengan adanya rumah singgah sangat membantu, ada tempat istirahat ketika mendampingi keluarga yang sedang dirawat," imbuhnya.


Yogi menambahkan, kebijakan Bupati Muba Dodi Reza tersebut sangat pro rakyat dan benar-benar memikirkan nasib masyarakat golongan pra sejahtera. "Kami sangat mendukung kebijakan pak Bupati Dodi Reza," pungkasnya. /red/

INFOSEKAYU - Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex tak ingin warganya susah mengakses kesehatan prima. Selain memberikan jaminan Universal Heath Care (UHC) secara maksimal, mewujudkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu sebagai rumah sakit kelas dunia perlu dalam rangka mendukung visi Muba Maju Berjaya 2022.


Beberapa langkah ditempuh seperti meningkatkan sumber daya manusia RSUD Sekayu melalui peningkatan kompetensi, hingga terwujudnya akreditasi paripurna dan Rumah Sakit kelas B.

RSUD Sekayu pun tampil sebagai rumah sakit rujukan regional bertaraf internasional melalui unggulan pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian MARS membeberkan upaya tersebut saat audiensi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dalam rangka pengembangan gedung pelayanan di RSUD Sekayu di Aula RSUD Sekayu, Rabu (3/7/2019).

"RSUD Sekayu adalah rumah sakit milik Pemkab Muba yang berperan mendukung visi misi bupati dan wabup yang menginginkan pelayanan kesehatan berkelas dunia. Bupati Muba H Dodi Reza Alex sangat menginginkan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. Maka dibutuhkan pengembangan gedung pelayanan di RSUD Sekayu," ujar Makson.

Menurut dr Makson RSUD Sekayu masih perlu menambah ruang pelayanan kesehatan untuk rawat inap. Gap antara kebutuhan TT untuk masyarakat Muba dengan jumlah yang ada saat ini masih sangat besar.

Kemudian kebutuhan terhadap pelayanan ruang operasi adalah 1: 100.000 penduduk, dilayani oleh 6 kamar OK elektif dan 2 OK emergensi. Kondisi saat ini hanya 2 kamar OK efektif dan 1 OK emergensi.

"Solusi dari permasalahan yang ada untuk mendukung RSUD Sekayu sebagai rujukan regional berdasarkan Permenkes, harus ada pengembangan gedung RSUD yang meliputi gedung administrasi, rawat inap baru dan wings private. Total pembiayaan yang dibutuhkan sebesar Rp188 miliar dengan masa pembangunan satu sampai dua tahun," bebernya.

Menanggapi apa yang dipaparkan Direktur RSUD Sekayu, team leader PT SMI Nanang sengaja datang ke RSUD Sekayu untuk melihat kondisi sarana dan prasarana serta pelayanan yang ada guna mempertimbangkan usulan alternatif pembiayaan untuk mengembangkan gedung pelayanan.

"Kemarin kami sudah melakukan alternatif pembiayaan kepada Pemkab Muba sebesar Rp450 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan, dan alhamdullilah nyatanya amanah. Dua Pembangunan ruas jalan dapat berjalan dengan baik, tidak ada kendala yang bergejolak. Karena kalau prinsip di perbankan jika mau melakukan alternatif pembiayaan harus tau dulu karakter nya siapa dan bagaimana, nah ini bagi kami ini hal yang positif," ucapnya.

Dikatakan Nanang, selama ini rumah sakit yang telah dibantu PT SMI cukup bersemangat. Sejumlah rumah sakit yang pernah dibantu PT SMI kondisinya jauh lebih buruk.

"Namun dapat terlihat kondisi RSUD Sekayu sangat bagus dan dapat dilihat ini proyek bagus sekali. Tinggal diputuskan untuk kelengkapan persyaratan pembiayaan," paparnya.

"Kami sangat welcome jika Pemkab Muba masih percaya kerja sama dengan kami. Apalagi proyek RSUD ini sejalan dengan program kami yaitu sustainable development goals yakni untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Bahkan kami tawarkan pinjaman lebih banyak lagi agar fasilitas RSUD terlengkapi. Sambil diskusi nanti lanjut kelengkapan administrasi. Selama keuangan daerah mampu, sesuai mandat Kemenkeu tugas kami untuk membantu," tanggap Nanang.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Muba Mirwan Susanto menyampaikan bahwa Pemkab Muba sangat mendukung inisiasi RSUD Muba untuk melakukan pengembangan gedung RSUD Sekayu.

"Kami sangat mendukung, segera diskusikan, nanti kita hitung lagi kemampuan keuangan daerah karena ada juga batasan peraturan dalam batas masa kepemimpinan Bupati dan Wabup. Pihak RSUD Sekayu agar segera menindaklanjuti. Kami juga akan segera koordinasi dengan Kemendagri dan Kemenkeu. Sekarang kami juga sedang masa pembahasan APBD 2020 karena perlu juga persetujuan DPRD. Kepada RSUD Sekayu agar proaktif juga untuk melengkapi persyaratan alternatif pembiayaan dana ke PT SMI ini, " ungkapnya. /red/


INFOSEKAYU - Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin dr H Azmi Dariusmansyah, MARS mengatakan Pemerintah Kabupaten Muba terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan dengan menambah pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan.


Salah satunya dengan menggelar pertemuan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas dalam pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa Napza, di Wisma Atlet Sekayu, Selasa (25/6/2019).

"Pada pertemuan ini diharapkan peserta yang hadir dapat mengikuti dengan seksama serta berperan aktif bertanya dan diskusi jadi kita semua bisa mengetahui kendala yang ada dilapangan juga bersama-sama mencari solusi bagaimana penyelesaiannya sehingga pertemuan ini dapat berjalan sesuai harapan dan tujuan yang ditargetkan dapat tercapai," harapnya saat memberikan arahan pada kesempatan tersebut.

Senada Ketua Panitia kegiatan Ucu Arunsang, SKM, MKes menuturkan pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap penderita PTM dan meningkatkan mutu pelayanan Kesehatan Jiwa di puskesmas.

Selanjutnya juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan tentang cara penanganan penderita PTM dan cara penanganan pasien ODGJ ringan sampai pasien ODGJ berat serta penanganan pasien pasung di puskesmas.

"Kegiatan berlangsung selama 3 (tiga) hari tanggal 25 - 27 Juni 2019 dan diikuti 56 orang peserta dari pengelola program PTM dan Keswa pada 28 puskesmas dalam wilayah Kabupaten Muba," ungkapnya. /red/


INFOSEKAYU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus berupaya meningkatkan pelayanan dan berbenah melengkapi fasilitas.


Ini juga bentuk keseriusan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik di setiap kecamatan di Muba.

Setelah mendapatkan izin operasional tipe C, kini RSUD Sungai Lilin akan melengkapi persyaratan untuk mendapatkan akreditasi.

"Ya, hari ini tim survei sudah melakukan penilaian terhadap RSUD Sungai Lilin. Sebab sesuai Surat Edaran Menkes Nomor 34 Tahun 2017 setiap rumah sakit wajib terakreditasi," ujar Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah, Rabu (12/6/2019).

"Tiga orang surveyor dari tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit Independen Pusat Jakarta telah melakukan penilaian terhadap potret Rumah Sakit Sungai Lilin yang ada saat ini," tambahnya.

Dikatakannya, proses akreditasi juga dilakukan guna memenuhi salah satu persyaratan agar rumah sakit bisa bekerjasama dan menerima pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Sekarang seluruh pelayanan rumah sakit wajib terakreditasi hal ini dilakukan untuk meniliai bagaimana mutu pelayanan yang ada untuk kesehatan dan kenyamanan pasien," terangnya.

Lanjutnya, dari hasil wawancara dengan tim penilai pihak tim  Komisi Akreditasi Rumah Sakit Independen Pusat Jakarta  mempertanyakan bagaimana komitmen Pemerintah Daerah  (Pemda) terhadap Rumah Sakit yang ada.

"Sudah kami sampaikan kepada tim penilai, bahwa Pemda Kabupaten Muba khususnya bapak Bupati H Dodi Reza Alex sudah berkomitmen untuk melakukan peningkatan terhadap Rumah Sakit Bayung Lencir dan Rumah Sakit Sungai Lilin bahkan Bupati juga meminta agar kedua rumah sakit ini bisa dijadikan sebagi Rumah Sakit Sentral Khusus Trauma (trauma center)," bebernya.

Ia menambahkan, sari hasil penilaian tim survei, Rumah Sakit Sungai Lilin untuk potret yang ada saat ini sedikit akan melakukan pembenahan untuk sarana maupun prasarana serta SDM yang ada.

"Hanya itu saja yang perlu dibenahi. Kemudian, untuk Rumah Sakit Bayung Lencir sudah dilakukan akreditasi dan Alhamduliah mendapat bintang dua. Jadi, jika semua rumah sakit sudah terakreditasi rumah sakit bisa bekerjasama dengan Jaminan kesehatan BPJS, mudah mudahan dalam waktu dekat Rumah Sakit Sungai Lilin bisa terakreditasi sehingga masyarakat tak perlu khawatir lagi untuk berobat," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Belasan warga Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin yang dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Sekayu Kamis (9/5/2019) malam karena diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi mie basah yang dibeli di Pasar tradisional Talang Jawa, Kelurahan Balai Agung, Sekayu langsung direspon pihak Polres Muba, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Pemkab Muba.


Kapolres Muba, AKBP Andes Purwanti mengatakan pasca terjadinya muntaber tersebut, selanjutnya dilakukan sidak dan uji lab sementara di lapangan. "Kami telah turun ke lapangan bersama instansi terkait dari Dinas  Kesehatan dan Dinas Perdagangan Musi Banyuasin, dari hasil uji lab sementara tersebut belum ditemukan makanan yang mengandung bahan berbahaya atau sejenisnya," katanya.

Lanjutnya, tim juga langsung menuju tempat pembuatan bahan makanan seperti mie basah dan tahu di pasar Talang Jawa kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin.

"Namun dari hasil pemeriksaan tersebut bahwa dugaan terjadinya muntaber akibat keracunan mie basah belum bisa dibuktikan. karena hasil lab sementara yang dilakukan dinas kesehatan langsung di lapangan, belum ditemukan adanya tanda-tanda bahan kimia atau bahan yang membahayakan untuk di konsumsi dari dalam kandungan mie basah serta tahu," terangnya.

Ia menambahkan, belum diketahui pasti penyebab terjadinya muntaber korban.

Saat ini sample makanan berupa rujak mie (mie basah, tahu dan cuka) yang diduga mengakibatkan muntaber korban sedang di kirim ke Bandan POM Palembang. "Sambil menunggu hasil dari Badan POM, tetap dilakukan penyelidikan lanjut terkait muntaber yang alami korban," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kadinkes Muba, dr Azmi mengatakan Dinkes langsung bertindak dengan melakukan penyelidikan epidemiologi ke pasien di RSUD Sekayu dan juga langsung melakukan sidak ke lapangan bersama pihak kapolres dari sampel yang ada.

"Dan dengan pemeriksaan cepat untuk sementara tidak didapatkan zat yang berbahaya tapi sampel juga langsung kita kirim ke Labda untuk dilakukan pemeriksaan bakteriologi," jelasnya.

Azmi menambahkan, karena kejadian ini bisa juga terjadi kemungkinan akibat Mie dijual sudah terlalu lama, tempat penjualannya kurang baik.

"Selain itu, disajikan pada tempat banyak faktor seperti lalat dan kuman lainnya, serta pengolahan yang kurang baik dan higienis. dari 19 orang korban kemaren setelah dirawat dan sudah kembali ke rumah masing 17 orang saat ini yang dirawat donRumah sakit tinggal 2 orang dan Umur korban yang termuda 15 tahun lainnya sudah dewasa," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Para pakar penyakit menular di Australia mengatakan, hobi memelihara ternak di belakang rumah atau yang kandangnya berdekatan dengan rumah bisa memicu bom waktu penyebaran wabah penyakit.


Direktur penelitian lembaga studi CSIRO di Australia, Paul De Barro, mengatakan bahwa wabah penyakit yang dibawa ayam, babi atau kambing berisiko tinggi mengancam jiwa manusia.

Hewan peliharaan, khususnya di pinggiran kota dan kota, bisa terpapar hewan liar seperti kelelawar.

Kelelawar inilah yang membawa penyakit seperti virus Hendra atau Nipah.

"Ketika populasi urban menyebar, mereka pindah ke area hutan, area alami. Dan karena itu kita semakin dekat dekat dengan hewan liar," katanya kepada ABC.

Perubahan iklim juga dianggap sebagai faktor pemicu, di mana kita menyaksikan hewan-hewan telah mengubah perilaku mereka.

Misalnya di perkotaan semakin sering terlihat kelelawar terbang padahal 50 tahun lalu hal ini tidak dijumpai.

"Ketika kita mendapatkan perubahan ini, risiko penyakit dari hewan ke manusia semakin meningkat," ujar dia.

Wabah sulit diprediksi dan dibendung

Menurut Dr de Barro, risiko penyebaran penyakit dari hewan ke manusia juga bisa dialami mereka yang tinggal di perkotaan.

Misalnya di Australia ketika ada wabah flu burung, pihak berwenang sulit mendeteksi dari mana asalnya. Sebab tiak ada pendataan kepemilikan hewan di negara itu.

Hal semacam inilah yang menurut Barro membuat wabah penyakit sulit dibendung.

"Yang tidak kita ketahui adalah kapan (wabah penyakit) muncul, kita tidak tahu frekuensinya, dan kita bahkan tidak tahu skala atau konsekuensinya," katanya.

"Bisa jadi ada beberapa orang yang jadi korban atau mungkin ratusan orang meninggal."

Barro menambahkan, para ahli masih belum bisa memahami bagaimana sebuah penyakit bisa berpindah dari hewan liar ke hewan peliharaan kemudian berakhir di manusia.

"Pengawasan yang kita miliki untuk penyakit-penyakit yang disebarkan oleh hewan ke manusia belum memadai," kata Dr de Barro.

"Saya tidak bisa menjelaskan mengapa, atau dalam kondisi apa, virus seperti Hendra bergerak dari kelelawar menular ke kuda lalu berakhir ke manusia. Jadi sulit untuk membuat prediksi seputar kemungkinannya," terangnya.

Survei nasional terhadap satwa liar yang terus berlangsung dan penyakit yang mereka bawa sangat penting untuk mengurangi risiko, kata Dr De Barro.

"Kami tidak benar-benar tahu penyakit apa yang ada pada burung asli, marsupial, kelelawar," katanya.

"Dan kami tidak memantau frekuensi penyakit-penyakit ini, jadi saya tidak bisa menjelaskan apakah penumpukan virus pada hewan tertentu di pinggiran kota tertentu."

Dr de Barro mengakui wabah jarang terjadi di Australia, tetapi dia memperingatkan bahwa peluang hal itu terjadi ada di sekitar kita.

"Di sebelah utara kita adalah 'wilayah panas' Asia, yaitu Asia Tenggara di mana sering terjadi penyebaran wabah penyakit karena ada warga hidup berdampingan dengan babi dan unggas dan hewan liar lainnya," katanya. /red/

Sumber : Intisari


INFOSEKAYU.COM - Nasib malang Siti Amrina putri pasangan dari M Yunus dan Siti Mukliso ini menderita Hemangioma Limpangioma atau tumor yang sudah menjalar ke jantung dan usus. Saat ini untuk berobat Siti Amrina harus treatment dan kontrol ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta demi masa pemulihan.


Dengan kebijakan Universal Health Coverage di Kabupaten Musi Banyuasin yang telah dilakukan Pemda Muba di mana semua warga sudah terjamin dg BPJS kesehatan, seharusnya tidak ada lagi masyarakat terbebani dengan masalah kesehatan.

Tetapi dikarenakan ada regulasi  BPJS yang tidak dapat mengakomodir semua persoalan, apalagi masalah ini rujukannya ke Jakarta maka perlu dukungan terkhusus dari Pemerintah Daerah, dalam Hal ini Pemkab Muba.

"Oleh karena itu setelah kita didiskusikan bersama kita simpulkan Pemkab Musi Dibawah Kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin segera akan  memfasilitasi pengobatan Siti Amrina. Dalam hal ini Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Kesehatan membantu semua biaya pengobatan lanjutan ananda kita Siti Amrina," ungkap Plt Kadinkes Muba, dr Azmi.

Dijelaskan juga bahwa ananda Siti Amrina harus mengikuti treatment dan kontrol tiga bulan satu kali di RSCM Jakarta untuk tahap penyembuhan.

"Pihak keluarga sudah diinformasikan jika sudah waktunya kontrol nanti melalui Dinas Kesehatan akan menfasiltasi sampai ke Jakarta," ungkap dr. azmi

Sementara itu, orangtua Siti Amrina,  M Yunus mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin yang telah memfasilitasi pengobatan anaknya tersebut."Terima kasih pak Bupati, saya tidak bisa apa-apa kecuali mengucapkan terima kasih," tuturnya.

Diceritakan M Yunus, awal mula riwayat penyakit yang diderita anaknya tersebut timbulnya benjolan pada pipi kanan, dada, perut, bahu.

"Dan saat ini sudah menjalar ke jantung serta usus, kami pihak keluarga berharap dengan difasilitasi Pemkab Muba Melalui Dinas Kesehatan Muba berobat ke RSCM Jakarta ini bisa berangsur sembuh," harapnya.

Secara terpisah Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan ini merupakan kewajian kita bersama dan Pemerintah daerah wajib hadir kepada warga yang sangat membutuhkan pertolongan.

”Dengan bantuan yang diberikan melalui Dinas Kesehatan Muba, besar harapan kita kiranya ananda Siti Amrina dapat menjalani pengobatan rujukan dimaksud dan kita doakan agar ananda Siti Amrina segera lekas sembuh," harap Dodi. /red/


INFOSEKAYU.COM - Berbicara soal aspek pelayanan kesehatan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) patut diacungi jempol. Pasalnya, sejak tahun 2002 Kabupaten Muba sudah melaksanakan program berobat gratis dan menjadi pelopor di Indonesia.


Kini, meskipun program berobat gratis jaminan Muba Sehat tersebut resmi dihentikan pada 1 Januari 2019 karena berkaitan menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, tetapi Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin telah mengucurkan dana APBD sebesar Rp35 Miliar untuk membuatkan asuransi BPJS kepada 232 ribu warga Muba dari Basis Data Terpadu (BDT) Dinas Sosial Muba.

"Jadi, saat ini sudah 95 persen warga Muba yang sudah tercover BPJS Kesehatan yang pembiayaannya dibebankan menggunakan APBD Muba, dan Alhamdulillah Muba mencapai predikat Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan," ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin di sela Launching Universal Health Coverage (UHC) dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Tentang Kerjasama Daerah Perbatasan Antara Pemkab Muba dengan Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumsel di Opp Room Pemkab Muba, Senin (11/3/2019).

Dikatakan, komitmen pemberian asuransi kesehatan gratis bagi masyarakat Muba khususnya bagi warga pra sejahtera bukan menjadi hal yang baru di Musi Banyuasin.
"Ke depan tugas yang akan kita realisasikan dan kejar yakni bagaimana menciptakan pelayanan kesehatan yang semakin baik dan fasilitas kesehatan yang lengkap di Muba serta kesejahteraan tenaga kesehatan di Muba meningkat," tegasnya.

Dodi menambahkan, dirinya akan fokus meningkatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas cabang pembantu di pedesaan hingga RSUD Sekayu. Bahkan, saat ini RSUD Sekayu telah menjadi RS Rujukan di Provinsi Sumsel. "Pemkab Muba juga akan menerapkan prosedur open member, yang nantinya tidak ada lagi warga Muba yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan baik, semuanya harus tercover pada asuransi kesehatan," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bengkulu BPJS Kesehatan, dr Erna Wijaya Kesuma MM AAK sangat mengapresiasi Pemkab Muba yang telah mengcover sebagian besar warga Muba dalam kepesertaan JKN-KIS atau BPJS Kesehatan.

"Kami dari pihak BPJS Kesehatan sangat kagum dan mengapresiasi Bupati Muba yang sangat komitmen dan konsisten memperhatikan serta merealisasikan pelayanan kesehatan bagi warganya, oleh sebab itu Muba sangat pantas mendapatkan predikat UHC," cetusnya.

Ia menghimbau, kepada Kabupaten/kota lain kiranya dapat mencontoh komitmen Pemkab Muba dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga di daerah masing-masing. "Semoga apa yang sudah dilakukan Pemkab Muba ini dapat menjadi inspirasi daerah lainnya khususnya di Sumsel," harapnya.

Pada kesempatan tersebut, turut juga dihadiri Pelopor Kesehatan Gratis di Indonesia yang juga mantan Gubernur Sumsel dua periode H Alex Noerdin, Sekda Pali Syahrul Nazil, serta Forkopimda Muba yakni diantaranya Dandim 0401 Letkol Arm M Saufudin Khoiruzzamani SSos, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, Kajari Muba Maskur, SH, MH, Ketua PA Sekayu Saifullah Anshari, SAg MAg, Ketua DPRD Muba. /red/


INFOSEKAYU.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu terus berbenah, berbagai fasilitas terus ditambah untuk melayani pelayanan kesehatan, bahkan tidak hanya warga Musi Banyuasin saja yang berobat ke RSUD Sekayu, dengan kelengkapan fasilitas tersebut warga dari daerah lain di Sumsel pun berbondong-bondong berobat ke RSUD Sekayu.


Diketahui, meskipun program berobat gratis jaminan Muba Sehat resmi dihentikan pada 1 Januari lalu terkait Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin telah mengucurkan dana bersumber dari APBD sebesar Rp35 Miliar untuk mendaftarkan warga pra sejahtera di Muba untuk mendapatkan layanan BPJS Kesehatan.

Tak hanya berhenti di situ, RSUD Sekayu juga resmi melaunching Poliklinik Executive "One Stop Service" dan Pengembangan Layanan Hemodialisa RSUD Sekayu yang diresmikan secara langsung oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti dan perwakilan Kodim 0401, Kamis (21/2/2019).

"Jadi, kalau diibaratkan keberadaan Poliklinik Executive ini seperti pembangunan jalan tol. Kan kalau mau bangun jalan tol harus ada jalan alternatif terlebih dahulu baru bisa dibangun. Nah, begitu pula dengan Poliklinik Executive ini. Dibangun karena pelayanan untuk warga pra sejahtera sudah ada dan terus dimaksimalkan," ungkap Dodi.

Lanjutnya, nanti Pemkab Muba akan mengajak seluruh perusahaan di wilayah Muba untuk memberikan asuransi kepada karyawannya untuk berobat di Poliklinik Executive. "Pilihannya kalau mau berbayar silahkan ke Poliklinik Executive," terangnya. 

Sementara itu, Direktur RSUD Sekayu dr Makson P Purba MARS menyebutkan RSUD Sekayu terus berbenah dan melengkapi fasilitas sarana prasarana. Setelah beberapa waktu lalu RSUD Sekayu menambah alat CT Scan dan kamar operasi IGD dan memiliki Kemoterapi center, kini pelayanan ditambah dengan Poliklinik Executive.

"Fasilitas hemodialisas juga ditambah, setelah beberapa waktu lalu ada 6 unit sekarang sudah ditambah 6 unit lagi, jadi total keseluruhan 12 unit untuk melayani pasien cuci darah," bebernya.

"Sejumlah fasilitas yang belum dimiliki rumah sakit di kabupaten lainnya, tetapi sudah ada di RSUD Sekayu. Di antaranya, CT Scan untuk diagnostik floroscopy dan panoramic dental. Tujuan ini semua semata mata agar peningkatan layanan bagi masyarakat agara terus terlayani dengan baik," tambahnya.

Lanjutnya, RSUD Sekayu yang kini dijadikan RS rujukan di Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut, 1 Februari lalu juga telah berhasil meraih penghargaan Best Hospital Service Inovation Award kategori The Best Hospital In Modern Emergency Installation Service oleh oleh 7sky Media & Majalah IM indonesia di Hotel Bidakara Savoy Homann Bandung.

"Peralatan yang kita miliki sudah representatif mulai dari kamar operasi, mesin anestesi yang update, alat laparoscopy terbaru, alat endoscopy, bronchoscopy serta alat faekoemulsifikasi semua ada. Ini juga semua mendukung  RSUD Sekayu menjadi center of excellent, minimal Invasif Surgery," terangnya. 

Di pelayanan Poliklinik Executive RSUD Sekayu tersebut terdapat pelayanan Ruang Periksa, Klinik Obgyn, Klinik Gigi, Treadmill, Klinik Anak, dan Klinik Penyakit Dalam yang dibuka hari Senin-Jumat mulai pukul 07.00 WIB-16.00 WIB. /red/



INFOSEKAYU.COM - Terus meningkatkan pelayanan kelengkapan fasilitas medis di RSUD Sekayu membuahkan prestasi di tingkat nasional. Jumat (1/2/2019) malam RSUD Sekayu meraih penghargaan Indonesian Best Hospital Service Inovation Award kategori The Best Hospital In Modern Emergency Installation Service oleh 7sky Media & Majalah IM indonesia di Hotel Bidakara Savoy Homann Bandung.


Penghargaan diterima langsung oleh Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS. Ketua Penyelenggara 7Sky Media & Majalah IM indonesia, Bisma Mukti Wibowo mengatakan penghargaan tersebut diberikan karena RSUD Sekayu memenuhi kriteria yaitu Brand sustanainabillity, Brand Awarness, Brand Image, Brand Strenght dan Brand Loyality yang mempunyai Jasa / produk inovatif dan berkualitas.

"Penghargaan ini bentuk apresiasi terhadap Rumah sakit yang telah menunjukan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan prima dan memuaskan terhadap pasien," ungkapnya.

Dikatakan, meski di level Kabupaten namun RSUD Sekayu menunjukan dan menerapkan pelayanan yang berkualitas. "Ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan," tuturnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Sekayu Makson Parulian Purba MARS mengatakan RSUD Sekayu ke depan terus berbenah dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat musi Banyuasin khususnya dan masyarakat Sumsel umumnya.

"Pelayanan yang baik dan berkualitas sudah menjadi komitmen pak Bupati Dodi Reza dan akan terus dipertahankan," terangnya.

"Sejumlah fasilitas yang belum dimiliki rumah sakit di kabupaten lainnya, tetapi sudah ada di RSUD Sekayu. Di antaranya, CT Scan untuk diagnostik floroscopy dan panoramic dental, fasilitas mesin cuci darah yang sebelumnya baru memiliki  6 mesin dan bertambah menjadi 14 mesin cuci darah ( hemodislisa ). Tujuan ini semua semata mata agar peningkatan layanan bagi masyarakat agara terus terlayani dengan baik," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mengapresiasi capaian prestasi yang diraih oleh RSUD Sekayu. "Saya ucapkan selamat, dan terus meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat," ungkap Dodi.

Dodi menjelaskan ada 8 kriteria yang membuat RSUD Sekayu  punya posisi khusus di peta kesehatan Sumsel yakni karena RSUD Sekayu sudah memenuhi hal diantaranya Ditetapkan oleh Peraturan Gubernur  yaitu Pergub no 67 tahun 2018 tentang perubahan ke 2 Pergub no 41 tahun 2014 tentang sistem rujukan pelayanan kesehatan, Menjadi rujukan lintas kabupaten yg mengampu pasien dari Kabupaten Banyuasin,  Pali, Musi Rawas, dan Muratara, Ditetapkan sebagai rumah sakit kelas B dimana RSUD Sekayu sejak tgl 17 November 2017 telah mendapatkan SK dan ijin operasional RS kelas B dari Gubernur Sumatera Selatan, RSUD Sekayu telah terakreditasi tingkat paripurna standar nasional versi KARS 2012.

Kemudian, memiliki akses jalur transportasi yg dapat dijangkau dari Kabupaten. Banyuasin, Pali,  Musi Rawas dan Muratara, Memiliki pelayanan unggulan spesialistik seperti Center of excellent minimal invasive surgery, Center of excellent hemodialisa, Center of excellent kemoterapi.

"Selain itu, Center of excellent integrated heart care Center of excellent medical check up. Menjadi rumah sakit rujukan regional pengampu RS Sungai Lilin, RS Bayung Lincir,  RS Talang Ubi, RS Muara Beliti  Musi Rawas, RS dr. Sobirin Musi Rawas, RS Rupit Muratara dan menjalin kerjasama dengan RS rujukan nasional RSMH," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU.COM- Kabupaten/Kota Sehat (KKS) adalah suatu kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk, yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan terintegrasi yang disepakati masyarakat dan Pemerintah Daerah.


"Penghargaan Piala Adipura 12 kali, Sekolah Sehat 3 tahun berturut-turut, Kabupaten Layak Anak dan Juara Lomba PHBS Tingkat Nasional menjadi modal kita untuk mencapai Kabupaten/Kota Sehat", demikian disampaikan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muba H Rusli, SP, MM, saat memimpin Rapat Pemantapan Persiapan Kabupaten/Kota Sehat bertempat di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (31/01/2019).

Lanjutnya, sesuai dengan instruksi Bupati tahun ini Kabupaten Musi Banyuasin akan mengikuti Lomba  Kabupaten/Kota Sehat (KKS) pada kategori Swastisaba Padapa semua kriteria penilaiannya dimiliki Pemkab Muba. untuk itu ia meminta OPD terkait untuk proaktif mengumpulkan dokumen dan dokumentasi yang dibutuhkan.

Sementara itu perwakilan dari Dinas Kesehatan Muba Salim dalam laporannya menyebutkan Lomba Kabupaten/Kota Sehat (KKS) bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Adapun 9 indikator khusus tatanan Kabupaten/Kota Sehat meliputi kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan pertambangan sehat, kawasan hutan sehat, kawasan industri dan perkantoran sehat, kawasan pariwisata sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat yang mandiri serta kehidupan sosial yang sehat.

Turut hadir dalam rapat tersebut Perwakilan dari Kodim 0401 Muba, Polres Muba, Kepala PD dan Seluruh Camat dalam Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. /red/


INFOSEKAYU.COM - Kepala Puskesmas Jirak, Heryanto, SKM, M.Kes, menyatakan pihaknya sedang berupaya koordinasi bersama lintas program dan seluruh staf untuk melaksanakan pendataan  keluarga sehat.


"Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota ASN dan Nakes (tenaga Kesehatan-red) diterjunkan. Mulai dari dokter, perawat, bidan, gizi, sanitasi,dan promkes. Semua Terlibat. Kami akan datang dari rumah ke rumah" ungkap Heriyanto, saat ditemui di kantornya.

Ditegaskannya survey yang dilakukan bukan hanya sekedar membawa selembaran kertas untuk mencatat kondisi kesehatan Keluarga.

Heri juga menambahkan, bahwa timnya akan membawa instrumen alat kesehatan secukupnya, untuk dilakukan pemeriksaan. Kalau memang ada anggota keluarga yang notabene memiliki risiko tinggi seperti lansia, petugas Puskesmas akan memeriksa gula darahnya. Kalau ada indikasi  asam urat, diperiksa juga asam uratnya.

"Jadi, untuk pelaksanaan asam urat dan gula darah, kalau ada indikasi. Kalau tensi, semua anggota keluarga," imbuhnya.

Kebetulan di wilayah Puskesmas Jirak, penduduk lansianya banyak. Jadi, kasus kesehatan yang ada rata-rata seperti diabetes melitus dan hipertensi.

Nah, di samping itu,untuk permasalahan lansia penderita diabetes melitus dan hipertensi, Puskesmas Jirak melaksanakan program Prolanis atau pengelolaan penyakit kronis. Kegiatannya yakni senam lansia di lapangan depan Puskesmas jirak dengan mandatangkan guru senam. Selain senam, diadakan  pemeriksaan laboratorium kepada seluruh lansia.

Kegiatan ini nantinya, juga sebagai evaluasi dari beberapa kegiatan yang telah kita lakukan di tahun sebelumnya, di antaranya mengenai kesehatan lingkungan, di  tahun 2018.

"Dengan bantuan berbagai pihak, kami telah melakukan di salah satu desa. Yaitu desa Baru Jaya. Sebuah kegiatan untuk memotivasi masyarakat untuk memiliki jamban sehat. Yakni dilakukan arisan jamban sehat. Sebagai bentuk promotor dalam bidang sanitasi," imbuhnya.

Selain itu, di tahun 2019 ini, ia merasakan semua kegiatan ke desa dan sekolah semakin dipermudah. "Dikarenakan akses jalan menuju desa dan sekolah di wilayah kerja kami, terus dilakukan perbaikan oleh Pemerintah," pungkasnya. /red/