Articles by "Info Kriminal"
Tampilkan postingan dengan label Info Kriminal. Tampilkan semua postingan
Muba, Infosekayu.com - Tidak sampai 24 jam Nanang. (32) warga senawar jaya Bayung lencir berhasil dicokok oleh tim Bagundal hansapp unit Reskrim Polsek Babat Supat ditempat persembunyiannya dirumah orang tuanya di Lampung  pada Jumat (03/02/2023).

Nanang ditangkap karena diduga telah mengambil uang dan barang milik korban YT (39) yang tidak lain adalah pacarnya sendiri pada Jumat (03/02/2023) sekira  pukul ,08.00 wib  saat korban selesai mandi, yang kemudian  mengetahui barang dan uangnya raib termasuk Nanang yang sempat bersama korban menginap dua hari dirumah kontrakan di  Supat Musi Banyuasin.

Kapolres Muba Akbp Siswandi Sik SH MH melalui Kapolsek babat Supat Iptu Widya Bhakti Dhira STrk membenarkan adanya penangkapan terhadap terduga pelaku pencurian, begitu korban melapor saya perintahkan Kanit Reskrim Aiptu Welthan P. Simamarta  SH untuk segera menindak lanjutinya, Alhasil pelaku dapat ditangkap  ditempat persembunyiannya dirumah orang tuanya di Lampung berikut barang buktinya. terangnya.

Untuk saat ini pelaku kami lakukan penahanan di Polsek Babat Supat guna  dilakukan  proses penyidikan,  dan pasal yang diterapkan adalah pasal 362 KUHPidana tentang pencurian yang ancaman hukumannya lima tahun penjara, tambah Widya.

Ditempat terpisah Kanit Reskrim Aiptu Whelthan P. Simamarta SH menjelaskan bahwa karena pelakunya sudah jelas dan tinggal mencari dimana keberadaannya maka tidak perlu waktu lama pelaku bisa kita tangkap.

Kalau kerugian korban akibat kejadian tersebut mencapai 33 jutaan karena selain uang mobil korban yaitu Avanza nopol BG 1990 PYK juga dibawa oleh pelaku, terang Welthan. (SM).

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Seorang pelaku jambret bermotor di Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin kena batunya.

Niatnya merampas ponsel mahal pupus, lantaran berhasil ditangkap oleh warga.P Pelakudiketahui bernama Wendi Pratama Putra, 25 tahun, warga Pangkalan Balai Banyuasin.

Wendi sempat menjadi bulan-bulanan warga di Kampung Bagan Desa Lumpatan Kecamatan Lumpatan Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis, 27 Januari 2023, jam 09.30 WIB.

Beruntung nyawanya dapat terselamatkan setelah aparat Polsek Sekayu segera datang ke lokasi kejadian dan mengamankan Wendi.

Sebelumnya pelaku menjambret handphone  milik Siti Reza (24) warga Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba, saat hendak pergi kerja. 

Kapolsek Sekayu AKP Suvenfri SH membenarkan adanya kejadian tersebut, dan kata dia pelaku sudah diamankan di Mapolsek Sekayu.

"Dari pengakuannya, pelaku ini menggunakan sepeda motor Honda Vario warna hitam dari Sungai Keruh tujuan ke Desa Sidang Mas Pangkalan Balai Banyuasin hendak pulang ke rumah istrinya. Nah, saat di Desa Lumpatan korban yang juga menggunakan motor Lexus sempat menyalip motor pelaku," kata Suvenfri.

"Melihat Hp korban, timbul niat pelaku untuk merampasnya. Lalu, pelaku memepet motor korban dari sebelah kiri. Dengan cepat tangan pelaku menyambar ponsel yang berada di bawah stang motor korban," tambah Kapolsek.

Merasa ponsel dirampas orang, korban spontan berteriak minta tolong. 

"Korban sempat menerjang pelaku. Akhirnya keduanya terjatuh dari motor. Melihat kejadian itu warga langsung mengamankan pelaku dan nyaris akan dimassa. Untung saja ada anggota polisi yang melintas langsung mengamankan tersangka dan membawa  ke Mapolsek Sekayu," paparnya.

Sementara, Kanitreskrim Polsek Sekayu Iptu Rusdi SH menjelaskan untuk korban sekarang ini dirawat di Puskesmas Lumpatan karena mengalami banyak luka.

"Pelaku terancam pasal 365 ancaman maksimal 12 tahun penjara," kata Rusdi.

Dari pengakuan tersangka bahwa ia mempunyai niat jelek saat melihat  korban  di depan Wisma Pramuka Sekayu.

"Aku buntuti dio. Karena liat hape di boks bawah stang motor. Aku jambret itu mau beli sepeda untuk anakku," katanya. (Palopo.id) 

Muba, Infosekayu.com - Semua warga negara memiliki hak yang sama  utamanya dalam hal pelayanan dibidang penegakan hukum oleh polri, baik itu secara individu atau kelompok masyarakat juga para pelaku usaha untuk terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif yang dengan demikian diharapkan roda perekonomian dapat berjalan dan berkembang dengan baik yang semuanya mengarah pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagimana halnya yang  baru-baru ini Minggu (22/01/2023) Polsek sangadesa telah melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pencurian buah sawit milik PT. IBP (Inti Bestari Pertiwi) di sanga desa yang tertangkap tangan sedang mengangkut buah sawit hasil curian dengan menggunakan jaring dan perahu.

Peri (40) dan Nopri (22) dua orang yang sudah ditangkap, sekarng ditahan untuk menjalani proses penyidikan di Polsek sanga desa.

Kapolres Muba Akbp Siswandi Sik SH MH melalui Kapolsek Sanga desa Iptu Imam Dipsa Maulana STrk. Msi. membenarkan adanya penangkapan terhadap dua pelaku yang diduga mencuri buah sawit milik PT. IBP di sangadesa, saat ditangkap pelaku sedang memperbaiki jaring yang sudah berisi buah sawit dan siap ditarik dengan menggunakan perahu disungai, pelaku sendiri mengakui bahwa buah tersebut diambilnya dikebun sawit milik PT. IBP didesa Kemang Sanga desa, tersangka sekarang sudah kita tahan untuk proses penyidikan lebih lanjut. tuturnya.

Ditempat terpisah Kanit Reskrim Iptu Nasirin SH. MH menjelaskan bahwa barang bukti yang berhasil kita amankan adalah 3 waring, 1 perahu dan buah sawit sebanyak 56 tandan, untuk kedua tersangka kita proses dalam perkara pencurian  dan dikenakan pasal 363 ayat(1) ke-4 KUHP yang ancaman hukumannya lima tahun penjara. terang Nasirin (SM).
.
Muba, Infosekayu.comn- Tiga bulan buron akhirnya Idham Kholid (46) ditangkap ditempat persembunyiannya di Tungkal ilir pada Jumat (20/01/2023) oleh unit Reskrim Polsek lais yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Mugiyono yang dibantu oleh unit Reskrim Polsek Tungkal Ilir Banyuasin,  setelah melakukan pembacokan terhadap korban Marzuki (42) warga desa teluk kecamatan lais Musi Banyuasin. 

Pembacokan terjadi pada hari Jumat (22/11/2022) didesa teluk kecamatan lais , yang akibat kejadian tersebut korban menderita luka bacok pada tangan kiri dan kanan karena menangkis bacokan pelaku yang setelah membacok korban, pelaku  langsung kabur.

Berkat upaya penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek lais dan tim tindaknya akhirnya membuahkan hasil dan menemukan titik terang tempat persembunyian pelaku, dan berkat kerjasama Polsek lais dan Polsek Tungkal Ilir pelaku berhasil ditangkap.

Kapolres Muba Akbp Siswandi Sik SH MH melalui Kapolsek lais Akp. Hendra Sutisna membenarkan upaya penangkapan tersebut, tersangka sudah kita tangkap dan sekarang ditahan dirumah tahanan Polsek lais untuk proses penyidikan lebih lanjut . katanya.

Hendra juga menambahkan bahwa sebenarnya  pelaku dan korban ini bertetanggaan, dan sebab kejadian pelaku tidak senang ketika ditanya sebab ribut dengan istrinya yang sempat dikejarnya  pakai parang, sehingga pelaku menyerang dan membacok  korban lalu kabur,  pasal yang kami terapkan terhadap pelaku ialah pasal 351 ayat(2) kuhp tentang penganiayaan yang menimbulkan korban luka berat dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Berfikir lebih dulu baru bertindak, jangan sebaliknya bertindak dulu baru berfikir apalagi bertindak saja tanpa berfikir tentunya akan sangat beresiko, inilah contoh kejadiannya. tutup Hendra (SM).
Dalam penegakan hukum bukan hanya azas kepastian hukum dan keadilan saja yang diperlukan, tetapi tidak kalah penting azas kemanfaatan hukum juga harus jadi pertimbangan, sehingga upaya penegakan hukum bisa sejalan dengan tujuan hukum itu sendiri.

Seperti halnya upaya Polsek lalan saat menangani kasus penganiyaan, tidak serta merta langsung proses sidik dan melimpahkannya ke penuntut umum, tetapi sebagai aparat kepolisian yang memiliki kewenangan diskresi, Polsek Lalan dengan memperhatikan azas kemanfaatan hukum mengambil langkah Restoratif justice yaitu penyelesaian tinda dengan pidana yang melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku maupun korban, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama atau pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil melalui perdamaian dengan tidak ada pihak yang dirugikan atau pemulihan kembali pada keadaan semula.

Kapolres Muba Akbp Siswandi Sik SH MH melalui Kapolsek lalan Iptu Hasurungan Hutajulu membenarkan telah melakukan upaya RJ (Restoratif justice) atas peristiwa penganiayaan terhadap korban Triwangga (19) yang dilakukan oleh Nurhampin (21) pada hari Sabtu (14/01/2023) didesa Srigading kecamatan lalan dengan cara mencekik leher dan memukul korban dengan tangan kosong yang kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek lalan, dan dengan pertimbangan azas kemanfatan hukum yang kemudian disampaikan kepada pihak korban maupun pelaku, akhirnya masing-masing pihak bersama keluarganya sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan kekeluargaan yang dengan mediasi yang dilakukan akhirnya permasalahan tersebut selesai secara kekeluargaan. kata Hasurungan.

Pertimbangan kalau perkara tersebut diteruskan tentunya antara korban dan pelaku masih tetap menyimpan masalah, dan akan selalu bermusuhan, tapi dengan adanya kesepakatan damai  permasalahan lain dikemudian hari yang dikhawatirkan timbul tidak terjadi, belum juga kehabisan waktu dan energi saat berurusan,  itulah diselesaikan secara RJ. tambahnya.
Muba, Infosekayu.com  - Setelah sekira satu Minggu dalam  pelariannya karena melakukan penganiayaan Hendra Als Een (28) ditangkap oleh tekab#204 Polsek Bayung Lencir dibawah pimpinan Iptu Eko Purnomo SH.MH, tepatnya pada hari Minggu(18-12-2022) di desa pulai gading kecamatan Bayung lencir dirumah pelaku.

Sebagaimana dilaporkan oleh korban Fikri Riansya (27) bahwa pada hari Minggu(11-12-2022) sekira pukul 21.00 wib di dalam ruang pos bumdes dsn 1 desa pulai gading kecamatan Bayung lencir telah terjadi peristiwa penganiayaan terhadap korban  yang dilakukan oleh Hendra Als Een dengan cara membacok korban  sebanyak dua kali yang mengakibatkan korban menderita luka bacok pada bahu sebelah kanan dan punggung sebelah kiri, dimana sebelumnya korban dijemput dengan menggunakan sepeda motor oleh pelaku dirumahnya di pulai gading dan diajak ke simpang empat dekat pos bumdes, dan sesampainya di simpang empat tersebut pelaku marah-marah kepada korban dan langsung mendekati korban sambil membawa parang lalu membacok korban, dan setelah korban terluka pelaku langsung pergi meninggalkan korban.

Kapolres Muba Akbp Siswandi Sik SH MH melalui Kapolsek Bayung Lencir Iptu Deby Apriyanto SH membenarkan adanya penangkapan tersebut, setelah adanya laporan dari korban, unit Reskrim Polsek Bayung Lencir langsung menindak lanjutinya dengan mengumpulkan alat bukti serta melakukan penyelidikan keberadaan pelaku, yang kemudian setelah diketahui keberadaan pelaku yang informasinya ada dirumahnya langsung memerintahkan Kanit Reskrim untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku, yang kemudian pada Minggu(18-12-2022) pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke Polsek Bayung lencir untuk proses penyidikan atas perkaranya, dan terhadap tersangka dikenakan pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan yang ancaman hukumannya selama 5 tahun penjara, ungkapnya.

Deby juga menambahkan bahwa sebab  terjadinya penganiayaan tersebut menurut pelaku karena kesal korban punya hutang ketika ditagih tidak mau bayar, sementara korban merasa tidak punya hutang kepada pelaku, tambahnya.(sm)
Muba, Infosekayu.com -  Dalam waktu dua Minggu pada bulan Desember 2022 tiga kasus yang meresahkan masyarakat khususnya desa Sukajaya kecamatan bayung lencir dapat diungkap dengan cepat oleh Polsek Bayung Lencir. 

Kasus yang pertama adalah kasus pembobolan kantor SD negeri 1 Sukajaya tanggal 5 Desember 2022 berhasil menangkap tiga pelaku An. Niko, siswanto dan Deni Wahyu  dan kedua pengungkapan kejadian pembobolan toko sembako yang terjadi pada tanggal 19 November 2022 di desa Sukajaya dan ternyata pelakunya adalah salah satu pelaku pembobolan SD negeri 1 Sukajaya an. Deni Wahyu bersama satu kawannya yang belum tertangkap dan yang ketiga kejadian pencurian dengan kekerasan yang menimpa korban Masuyudi pada hari Minggu tanggal 11 Desember 2022 di Desa Sukajaya yang keesokannya Senin (12-12-2022) salah satu pelaku dari tiga pelaku  berhasil ditangkap oleh Tekab #204 Polsek Bayung Lencir An. Salim (16).

Kapolsek Bayung lencir Iptu Debi Apriyanto SH membenarkan adanya pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada hari Minggu tanggal 11 Desember 2022 sekira pukul 02.00 wib di RT 22 RW 06 Desa Sukajaya yang dilakukan oleh 3 pelaku dan baru tertangkap satu an. Salim (16) sedang dua pelaku lainnya An. NI dan UJ belum tertangkap. Pelaku dalam melakukan aksinya menggunakan senjata api rakitan Laras pendek dan sempat  mengancam dan menembak korban namun  senjatanya tidak  meledak yang kemudian pelaku kabur setelah berhasil mengambil uang korban sebanyak Rp. 2000.000.- jelasnya.

Debi menambahkan bahwa setelah adanya laporan kejadian pencurian dengan kekerasan  tersebut, langsung ditindak dilanjuti dengan melakukan penyelidikan, dan dari hasil penyelidikan diketahui  identitas dari pada pelaku pencurian dengan kekerasan, yang kemudian  memerintahkan anggota Tekab#204 Polsek Bayung Lencir yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Eko Purnomo SH untuk melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang kemudian berhasil ditangkap satu dari tiga pelaku An. Salim (16) dan
pasal yang dikenakan terhadap pelaku adalah pasal 365 ayat (2) ke 1,2,3 KUHP. yang ancaman hukumannya adalah maksimal 12 tahun penjara, tambahnya . (Sm)
.

Muba, Infosekayu.com  - Berkat kejelian unit Reskrim Polsek Bayung Lencir, ada tindak pidana yang sebelumnya tidak dilaporkan oleh korban, dikemudian hari dapat diungkap saat Polsek Bayung Lencir  mengungkap kasus pidana lainnya,  yang selanjutnya korban membuat laporan untuk proses perkara yang dialaminya.

Pengungkapan ini bermula saat Polsek Bayung Lencir ungkap kasus pembobolan kantor SD Negeri 1 Sukajaya pada Selasa (06-12-2022) yang saat itu pelaku berhasil mengambil 3 unit laptop, dan pelaku yang ditangkap sebanyak 3 orang  yaitu Niko, Siswanto dan Deni Wahyu, dan dari hasil pemeriksaan ternyata salah satu dari tiga pelaku tersebut An. Deni Wahyu juga terlibat tindak pidana lainnya yaitu pembobolan toko milik korban Ika Sari (33)  pada hari Sabtu tanggal 19 November 2022 sekira pukul 04.30 wib di dsn 1 Sukajaya bersama satu kawannya yang belum tertangkap, dan berhasil mengambil 11 tabung gas LPG isi  3 kilo gram, 1 tabung gas LPG isi 12 kilogram, uang tunai Rp. 30.000 dan rokok, kalau ditotal kerugian korban sekira Rp. 7.000.000.

Kapolsek Bayung lencir Iptu Deby Apriyanto SH melalui Kanit Reskrim Iptu Eko Purnomo SH  membenarkan tentang pengungkapan kasus tersebut bermula dari pengungkapan kasus pembobolan kantor SD Negeri 1 Sukajaya dan dari hasil interogasi ternyata salah satu pelaku An Deni Wahyu juga terlibat kasus pencurian didesa yang sama pada bulan November 2022, kemudian setelah dilengkapi alat buktinya pelaku An. Deni Wahyu ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara pencurian pada bulan November 2022, jadi pada saat ini yang bersangkutan disidik dalam dua kasus sekaligus, yang pertama kasus pembobolan kantor SD negeri 1 Sukajaya dan yang kedua kasus pencurian toko milik Ika Sari. jelasnya.

Eko menambahkan untuk perkara pencurian di toko milik Ika Sari ini  tersangka Deni Wahyu dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh  tahun penjara. (SM).

MUBA, INFOSEKAYU.COM -Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Desa Pinang Banjar Simpang Talang Siku, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Selasa 20 September 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kejadian itu diketahui, setelah diunggah di media sosial oleh akun miminsekayu, 2 jam lalu. Dimana dari keterangannya, kejadian sore pria berbaju merah tersebut diduga maling motor di Kecamatan Sungai Lilin.

Alhamdulillah lah diamankan oleh Polsek terdekat dan diketahui pria tersebut merupakan warga Kecamatan Adab Kabupaten Penukal Adab Lematang Ilir.

Aksi pelaku sendiri gagal setelah dikejar oleh warga dan tertangkap di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat. Bahkan, pelaku nyaris jadi bulan-bulan warga yang geram karena aksinya tersebut beruntung pihak kepolisian dari Polsek Sungai Lilin datang setelah berkoordinasi dengan Polsek Babat Supat.

Kapolres Muba AKBP Siswandi melalui Kapolsek Babat Supat, Iptu Widya Bhakti Dira dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.

“Ya benar kejadiannya di simpang talang siku, Sungai Lilin tertangkap oleh masyarakat Desa Sukamaju. Yang bersangkutan sendiri sudah diamankan oleh personil Polsek Sungai Lilin menjeput ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” tandasnya.

Sementara itu, aksi pencurian kendaraan bermotor juga terjadi di Palembang, kali ini terjadi di Jalan Jakabaring, Kecamatan Jakabaring, Ahad 18 September 2022 sekitar pukul 11.30 WIB.

Kali ini yang menjadi korban aksi curanmor merupakan seorang mahasiswa salah satu Universitas di Palembang bernama Andika (26). 

Atas kejadian itu korban melaporkan kejadian ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang. 

Menurutnya saat itu motor terparkir di halaman rumah dengan kondisi hanya terkunci stang saja.

“Saat itu motor hanya terkunci stang saja, tapi saat cek motor sudah tidak ada lagi motor BeAT nopol BG 4539 KAP saya," ujarnya, Selasa 20 September 2022. Atas kejadian itulah ia melaporkan ke pihak berwajib, dengan harapan pelakunya dapat tertangkap sehingga tidak ada korban lainnya. 

“Saya harapkan pelakunya tertangkap dan motor saya dapat kembali," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi membenarkan adanya laporan korban di SPKT Polrestabes Palembang, mengenai tindak pidana 363 KUHP tentang Curanmor.

"Laporan korban sudah diterima anggota piket SPKT dan telah dilakukan olah TKP oleh anggota kita. Selanjutnya laporan korban akan ditindak lanjuti oleh Unit Reskrim kita," tutupnya. (Palpres) 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Unit Reskrim Polsek Bayung Lencir Kamis 15 September 2022 berhasil mengungkap aksi penyanderaan terhadap 5 orang warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir.

Empat orang pelaku berhasil diamankan, bahkan satu orang meninggal dunia karena terkena luka tembak dibagian kepala dan kaki pada saat penyergapan oleh polisi.

Pelaku yang meninggal adalah Ahmad Emza (30) sementara tiga pelaku lain nya adalah Egi Muzakkir (27), Febriansyah (33) warga Sukabangun II, terakhir Ardiansyah (25) warga Karang Anyar Gandus Palembang.

Sedangkan kelima korban yang disekap yakni Oma (65), Abdul Rahman Sayuti (35), Ujang (37), Sahwal rensusu panjaitan (30) dan Rusdi (50) semuanya warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir.

Kejadian penyekapan berawal ketika kelima korban sedang bermain gaple didepan salah satu rumah korban.
Saat itulah datang empat pelaku datang mengaku sebagai anggota Polda Sumsel. 
Mereka lalu membawa korban kedalam mobil, didalam mobil lima korban ini dimintai uang sebesar 30 juta.

Salah satu satu korban menelpon keluarganya untuk menyerahkan uang, mendapati kabar itu keluarga korban melapor ke Polsek Bayung Lencir.
Usai mendapat laporan, petugas langsung mengejar.

"Pada saat di Babat Supat ditemukan mobil, dan langsung diberikan tembakan peringatan," jelas Kapolres Muba AKBP Siswandi SIk SH melalui Kasatreskrim AKP Dwi Rio Andrian Sik

Setelah diberikan tembakan peringatan, pelaku tidak mau berhenti, lalu anggota menembak ban mobil pada bagian belakang. 

"Mobil berhenti dan keluarlah dua pelaku dari mobil yakni Ahmad Emza sambil mengacungkan senjata api mainan jenis revolver ke anggota, melihat itu anggota mundur sedikit, tapi anggota langsung mengeluarkan tembakan peringatan," jelas Kasatreskrim.

"Namun tak digubris lalu diberikan tindakan tegas dan terukur. Tapi tidak digubris oleh pelaku, hingga mengenai salah satu pelaku Ahmad Emza tepat dikepala dibagikan belakang," tambah Kasatreskrim. 
Polres Muba, Infosekayu.com  - Sempat Viral beberapa hari dimedia sosial, akhirnya seseorang yang tidak dikenal yang hendak berbelanja dengan menggunakan uang palsu berhasil diringkus unit reskrim polsek sekayu.

Kejadian tersebut sempat terekam melalui kamera cctv yang terdapat di salah satu warung toko manisan di kel. Balai agung kec. Sekayu kab.muba.

Kapolres Muba Akbp Siswandi melalui Kapolsek sekayu Iptu Suvenfri, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap seorang pelaku yang hendak berbelanja dengan menggunakan uang palsu yang sempat viral dimedian sosial, Ujarnya dipolsek sekayu,Rabu (14/9/22).

Berbekal informasi tersebut unit Reskrim kita melakukan mapping atas kejadian tersebut dan berhasil mengamankan pelakunya NUR SAFE'I (39), dikediamannya di kelurahan balai agung kec. Sekayu, Senin (12/9/22) sekira pukul 10.30 WIB. Ungkap Suven.

selanjutnya ketika dilakukan pengeledahan di dalam rumah tempat tinggal pelaku kita berhasil mengamankan 3 lembar yang diduga uang palsu pecahan Rp100.000 yang disimpan di dalam dompet warna hitam yang berada di kantong celana belakang sebelah kanan, di dalam lemari dan yang terkapar di lantai samping lemari, selanjutnya atas ditemukan barang bukti tersebut, pelaku Nur Syafi'i berikut seluruh barang bukti yang ditemukan langsung diamankan ke Polsek Sekayu.

Jelas kapolsek, pelaku mendapatkan uang palsu dengan nominal Rp.100.000 tersebut dari temannya “K” yang saat ini menjadi DPO sebanyak Rp.500.000.- 

Pelaku sudah membelanjakan uang tersebut sebanyak 2 kali, yang pertama membeli rokok djarum kuning dengan nilai 14ribu rupiah dan mendapat uang pengembalian dari hasil belanja tersebut sebesar 86ribu rupiah uang asli dan yang kedua kalinya ditolak oleh pemilik warung dan terekam kamera pengawas cctv.

Polsek sekayu amankan barang bukti berupa Empat lembar yang diduga uang palsu pecahan Rp.100.000, Satu buah dompet kulit warna hitam, Satu lembar baju kaos warna hijau dengan tulisan BLLBNG dan Satu lembar celana panjang warna cream  merk mild

Pelaku Nur syafi’I saat diintrogasi membenarkan perihal tersebut, dan ia menerima uang tersebut dari temannya “K” sebanyak lima ratus ribu rupiah, dan telah dibelanjakan sebanyak satu kali, satu uangnya tercecer dan tiga lainnya ditemukan petugas dirumahnya, dan ianya baru dua kali mencoba membelanjakan uang tersebut satu berhasil dan satu tidak ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 26 UU RI Nomor 7 tahun 2011 Jo Pasal 36 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp 10 Miliar hingga Rp 50 Miliar dan perkara tersebut sudah kita limpahkan ke polres muba guna penyidikan lebih lanjut, ujar Suven.

Sumsel, Infosekayu.com - Polda Sumsel angkat bicara terkait kesaksian AKBP Dalizon dalam persidangan kasus suap Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Polda Sumsel merespon kesaksian AKBP Dalizon yang menyebut adanya setoran setiap bulan terhadap salah satu pejabat di Polda Sumsel saat itu.

Dalam persidang AKBP Dalizon yang merupakan mantan Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan mengaku bahwa adanya setoran ke mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) yakni AS setiap bulannya.

Kepala Kepolisian (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan bahwa Polda Sumsel tidak pernah menerima pemberian uang dari siapa pun.

"Tidak ada Polda Sumsel menerima pemberian uang sebesar Rp 300 hingga Rp 500 juta," terang dia, Senin (12/9/2022).

Menurutnya, Polda Sumsel bekerja sesuai dengan profesionalisme.

Sehingga tidak ada penerimaan upeti dan sebagainya yang diberikan Kapolres maupun Kasubdit kepada Polda Sumsel.

"Hal ini perlu diluruskan supaya tidak ada persepsi di luar bahwa Polda Sumsel menerima imbalan dari siapa pun," tegasnya.

Namun, kata Supriadi, terkait pengakuan AKBP Dalizon yang mengaku bahwa menyetorkan sejumlah uang kepada oknum Dirkrimsus saat itu, menurutnya ini kasus tersebut telah diserahkan ke Mabes Polri.

"Jadi kita serahkan penyidikan ke Mabes Polri. Kalau memang terbukti silahkan dibuktikan di Persidangan," terang dia.

Sementara terkait tiga kanit di Polda Sumsel yang saat itu menjadi bawahan Dalizon yang juga disebut-sebut juga menikmati uang suap tersebut, Supriadi mengaku bahwa saat ini tiga kanit itu telah dilakukan penyidikan oleh Mabes Polri.

"Tiga Kanit itu telah dilakukan penyidikan di Mabes Polri. Kita tinggal tunggu saja berkasnya dari sana," terangnya. (Sriwijaya post) 

Polres muba, Infosekayu.com  - Seorang pelaku judi togel ditangkap Team Macan Polsek Sekayu pada Rabu (24/8/2022) sekira pukul 11.30 WIB, pelaku ditangkap dirumahnya di Jalan Merdeka Kel. Kayuara Kec. Sekayu Kab.Musi Banyuasin.

Pelaku judi togel yang diamankan Unit Reskrim Polsek sekayu adalah Yuandra (49) warga Kel. Kayuara Kec. Sekayu Kab.Musi Banyuasin, bersama pelaku didapati barang bukti 1 (Satu) Unit HP merk Vivo warna Hitam, 14 (Empat belas) Lembar rumusan angka togel, 1 (Satu) buah pena hitam merk EVERCOSS, 10 (Sepuluh) Lembar struk transfer antar bank, 1 (Satu) buah kartu ATM bank BRI), 5 (lima) lembar print out bukti pemasangan togel online situs "Yuk togel", 1 (satu) lembar print out bukti SMS pembelian angka togel dan Uang Tunai Senilai Rp. 475.000,- (empat ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) yang diduga hasil penjualan togel.

Pengungkapan kasus ini berkat Informasi dari masyarakat tentang adanya aktivitas judi togel yang sudah meresahkan di kel. Kayuara Ujar Kapolres Muba Akbp Siswandi melalui Kapolsek Sekayu Iptu Suvenfri, Kamis (25/08). 

Berbekal informasi tersebut Tim Opsnal Polsek dipimpin kanit reskrim Ipda Rusdi mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Benar saja, Sekira pukul 11.30 WIB, Tim macan langsung mengamankan pelaku yang sedang berada dirumahnya yang tertangkap tangan sedang melakukan perjudian Toto Gelap (Togel) online melalui Handphone miliknya, Ungkap Suven.

Dari introgasi awal terhadap pelaku ia mengakui perbuatannya dan ianya menerima pasangan nomor togel melalui sms dan dipasangkan ke situs aplikasi "Yuk togel" dengan akun YUANDRA dan pelaku telah menjalani kegiatan tersebut lebih kurang satu bulan, ujar kapolsek.

Saat ini tersangka dan barang bukti kini telah diamankan di polsek sekayu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, dan akan kita jerat dengan pasal Pasal 303 Ayat (1)  Ke 1e, Ke 2e, dan Ke 3e KUHPidana tentang perjudian, jelas suven.
Sekayu, Infosekayu.com  - Satu dari dua Pelaku pencurian dengan kekerasan atau Curas ditangkap Unit Reskrim Polsek Sekayu Polres Musi Banyuasin.  Penangkapan terhadap satu dari dua pelaku curas dipimpin Kanit  Reskrim Polsek Sekayu Ipda Rusdi,S.H, beserta Tim Opsnalnya. 

Pencurian dengan kekerasan atau Curas yang terjadi pada Kamis, 18 Agustus 2022 sekira pukul 21.30 WIB terjadi di atas jembatan desa Bandar jaya kecamatan Sekayu dengan pelaku bernama Rian Adi saputra (28) warga Dusun I Desa muara duo kec.tanah abang kab. Pali. 

Dalam penangkapan satu orang pelaku di hutan pada Jumat, (19/08) sekira jam 07.00 Wib itu, polisi berhasil menyita barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha aerox dengan nomor polisi BG 3092 BAX warna abu-abu Tahun 2022 milik Korban dan Satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam milik Pelaku. 

"Kedua pelaku ini mencegat dan memberhentikan korban dijembatan dengan dali bertanya arah kec. Keluang. Sambil menodongkan pistol kearah korban" Ujar kapolsek. 

Lanjutnya, kedua pelaku mendorong tubuh korban dan berusaha keras agar korban melepaskan sepeda motor miliknya. 

"Satu orang masih dpo, sedangkan korban Herman Saputra (19) Warga Dusun I Desa Bandar Jaya  kecamatan Sekayu kabupaten Musi Banyuasin ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp. 30.000.000(tiga puluh  Juta Rupiah)" Ujar Kapolsek Sekayu Akp Suventri, SH mewakili Kapolres Muba Akbp Siswandi, S.ik, SH, MH. 

Pelaku yang diamankan ini dikenakan dengan Pasal 365 KUHPidana. Liputantribratamubanews.com

Infosekayu.com  - Putri Candrawathi (PC), Istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jumat (19/8/2022).

"Penyidik menetapkan Saudari PC sebagai tersangka," kata Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

Cerita Pengacara Kena Prank Istri Ferdy Sambo Patra M Zen, Kuasa Hukum Putri Candrawathi, mengaku dibohongi kliennya.

Awalnya kliennya mengaku jadi korban pelecehan seksual oleh Brigadir J di rumah dinas suaminya Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren III Jakarta pada Jumat 8 Juli 2022 lalu. Nyatanya itu semua hoaks alias bohong.

Padahal awalnya Patra percaya kliennya benar-benar korban kekerasan seksual.

“Saya diberi informasi yang keliru. Kalau bahasa sekarang, saya kena prank," ungkap Patra di program Talkshow Rosi Kompas TV, Kamis (18/8/2022).

"Saya dibohongi karena memang tidak pelecehan seksual di Duren Tiga,” tukasnya.

Polres Muba, Infosekayu.com  - Satreskrim Polres Muba kembali meringkus dua orang anggota komplotan perampok yang yang terkenal sadis dan sering beraksi di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim). Kedua perampok yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut yakni Ruslan (48) warga OKI dan Suparzi (40) warga OKU Timur.

Kapolres Muba, AKBP Siswandi, melalui Wakapolres Kompol Satria Dwi Dharma mengatakan, kedua tersangka yang telah menjadi DPO sejak lama di tangkap di tempat yang berbeda. 

"Tersangka SI ditangkap di OKU Timur sedangkan tersangka RS ditangkap di Tegal Mulyo OKI. Kedua nya ini sudah menjadi DPO sejak lama, bahkan tersangka RS ini DPO sejak tahun 2012 lalu," ujar dia didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian dan kasi humas Akp Susianto. Jumat (12/8/2022). 

Keduan tersangka ini merupakan kelompok Toni Cs yang berhasil kita tangkap pada Juli lalu. Mereka ini spesialis rampok antar provinsi dan bertugas sebagai eksekutor," kata dia.
 
Khusus untuk Ruslan, sambung Satria, merupakan DPO Polres OKU Timur karena melakukan perampokan yang menyebabkan satu orang anggota polisi mengalami luka tembak dibagian paha pada 2012 lalu. 

"Saat ini, masih ada tersangka lagi yang belum tertangkap. Kami imbau untuk segera menyerahkan diri. Karena kita tidak segan-segan mengambil tindakan tegas dan terukur seperti para pelaku lainnya yang telah tertangkap," tegas dia.
 
Sementara, tersangka Ruslan mengaku jika dirinya di ajak oleh Toni untuk melakukan perampokan dan bertugas eksekutor. "Dari hasil perampokan di Sungai Lilin ini saya mendapatkan uang sebesar Rp 3 juta rupiah," kata dia. 

Hal yang sama juga di akui oleh Suparzi, pria yang berprofesi sebagai tukang ikan ini merupakan perampok panggilan, saat itu ia bertugas mengikat korban nya. "Sebelumnya saya sudah pernah ikut melakukan aksi yang sama di Jambi, sedangkan di Muba ini baru sekali dan mendapatkan jatah sebesar Rp 2,6 juta rupiah," tandas dia. 

Sebelumnya, Satreskrim Polres Muba bersama Polsek Sungai Lilin dan Polda Jambi berhasil menangkap tiga perampok sadis yang sering beraksi di Jalintim yakni Hairudin alias Toni (52), Sugianto alias Sugi (48) dan Prasetyo Yunus (39). 

Karena melakukan perlawanan, otak dari pelaku perampokan yakni Toni terpaksa di lumpuhkan, meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa Toni tidak bisa di selamatkan.
Polres Muba, Infosekayu.com  - Unit Reskrim Polsek Lais berhasil mengamankan Elpan (35) warga Desa Teluk Kec. Lais Kab. Musi Banyuasin, Tersangka diamankan saat berada dirumahnya Desa Teluk Kec. Lais.

Kapolres muba Akbp Siswandi melalui Kapolsek Lais Iptu Hendra Sutisna saat dihubungi awak media, Kamis(11/8/22), mengatakan bahwa pelaku kita amankan berkat adanya informasi dari masyarakat bahwasanya dirumah pelaku sering digunakan transaksi untuk jual beli narkotika jenis Shabu.

Berbekal informasi tersebut Unit Reskrim Polsek lais yang dipimpin oleh Iptu Surasa langsung melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut, Kata Hendra.

Benar saja Ketika kita lakukan penggerebekan pada hari Rabu (10/08/22) sekira pukul 12.30 wib, kita temukan barang bukti berupa 54 ( lima puluh empat ) paket kecil yang diduga Shabu - Shabu. Ungkap kapolsek.

Sesaat kita sedang melakukan penggeledahan pelaku berusaha membuang barang bukti yang disimpannya didalam saku celana sebelah kanan dengan cara dilempar keluar rumah, akan tetapi barang bukti tersebut berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian y ang disimpan didalam wadah bekas minyak rambut yang didalamnya berisikan 54 ( lima puluh empat ) paket kecil Shabu - Shabu dengan berat bruto 9.26 gram dan kita juga menemukan uang hasil menjual Shabu sebesar Rp. 130.000,- ( seratus tiga puluh ribu rupiah ). Jelas Hendra.

Dari keterangan tersangka bahwa memang benar paket shabu tersebut adalah miliknya dan ianya telah menjual dan menggunakan barang tersebut sejak lima bulan yang lalu dan ianya menjual sabu tersebut mulai dari paket 50 ribu hingga 150 ribu rupiah

kepada tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Polres muba, Infosekayu.com  - MEMED (31) warga Dusun III Desa Bailangu Kec. Sekayu Kab. Musi banyuasin, berhasil dibekuk Tim Unit Reskrim Polsek Sungai keruh setelah beberapa jam kabur setelah melakukan penganiayaan terhadap ALPIAN (53) yang juga warga Desa Bailangu Kec. Sekayu Kab. Muba. Minggu 07/08/22, sekira pukul 19.30 wib.

Kapolres Musi Banyuasin Akbp Siswandi,Sik,SH,MH. Melalui kapolsek sungai keruh Iptu Vico Fariul Fajar, S.Tr.K., M.Si., mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Dusun IV Desa Sindang Marga  Kec. Sungai Keruh Kab. Muba.

Lanjut Vico, pada saat itu korban sedang di pijat/di urut di seban sebelah rumah sdr H dan dari belakang sesaat korban sedang dipijat/di urut dari belakang pelaku MEMED muncul dan langsung membacok korban dengan sebilah Celurit yang di bawa pelaku yang mengakibatkan Korban mengalami Luka bacok pada bagian punggung sebelah kiri dan paha sebelah kanan.

Usai kejadian korban langsung dibawah ke Puskesmas tebing bulang namun belum sampai korban meninggal dunia, sementara pelaku usai melakukan penganiayaan langsung melarikan diri.

Pelaku dan korban merupakan teman akrab, sama-sama rekan kerja dikebun karet milik kakak korban yang belum lama bekerja yang sebelumnya pelaku diajak korban untuk bekerja menyadap karet milik kakak korban didesa sindang marga kec. Sungai Keruh kab.Musi Banyuasin. Ungkap Vico.
 
Berselang 3 jam dari kejadian Pelaku berhasil ditangkap Unit reskri yang dipimpin kanit reskrim Aipda Candra Nasution,S.H. Bersama anggota saat bersembunyi di perkebunan yang berada di Dusun IV Desa Sindang Marga Kec. Sungai Keruh Kab. Muba, Pelaku berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan,  kemudian pelaku dibawa langsung ke Polsek Sungai Keruh guna proses Penyidikan lebih lanjut. Jelas Kapolsek.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi berupa 1 (satu) Bilah Celurit yang digunakan pelaku, 1 (satu) Helai celana jeans warna Biru Dongker ( milik tersangka ), 1 (satu) Helai Baju kaos putih ( milik tersangka ) dan 1 (satu) Helai sarung ( milik korban )

Di hadapan Polisi ia Pelaku, mengaku melakukan penganiayaan tersebut lantaran cemburu terhadap korban karena korban berusaha menggoda istri pelaku

Tersangka akan dijerat dengan pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP , lebih subsider  pasal  351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Pungkas Viko.
Muba, Infosekayu.com  - Polsek Sanga desa membekuk pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Kel. Ngulak Kec. Sanga Desa Kab. Musi Banyuasin yang terjadi pada hari selasa 02/08/22, sekira pukul 11.30 wib.

Akibatnya, Eko Susanto (36) warga Desa Ngulak II Kec. Sanga Desa Kab. Muba 
mengalami luka bacok pada bagian punggung dan pinggang dan harus dilarikan ke Rsud Sekayu.

Kapolres Muba Akbp. Siswandi, S.IK.,SH.,MH melalui Kapolsek Sanga desa Iptu Imam Dipsa Maulana, S.Tr.,K,M.Si. membenarkan penangkapan pelaku penganiayaan, diketahui Pelaku Tindak pidana penganiayaan Kandar (33), warga Dusun II Desa Terusan Kec. Sanga Desa Kab. Muba. Saat dikonfirmasi awak media.

“Kronologis berawal dari korban sedang duduk di bawah rumah, saat itu korban berkata "SAPELAH YANG NAK BELAGE DENGAN KU, KU NUNTUT NIA MUSUH BELAGE(SIAPA YANG MAU BERKELAHI SAMA SAYA)" Ujar kapolsek

Lanjut Dispa, Pelaku kemudian merasa tersinggung dan mengatakan "APE NAK NIA NGA TU BELAGE(APA BENAR KAMU MAU BERKELAHI)" dan kemudian langsung dijawab Korban "AO NAK NIA(YA BENAR)" kemudian Pelaku pulang kerumahnya yang tak jauh dari tempat korban duduk- duduk.

Berselang sekira 10 menit kemudian Pelaku datang Kembali dengan menggunakan sepeda motornya,  Pelaku menuju kebawah rumah dimana korban sedang duduk, lalu Pelaku langsung membacokan sebilah golok sebanyak 1 kali ke arah punggung belakang Korban dan 1 kali kearah pinggang sebelah kiri belakang Korban, setelah kejadian tersebut Pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya, Ungkap Kapolsek.

Pelaku sempat melarikan diri, namun kita tetap melakukan penyelidikan atas perkara tersebut dan mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku, Ujar kapolsek.

Pelaku berhasil kita tangkap dipersembunyiannya di pondok perkebunan kelapa sawit yang berada di Desa Karang Ringin Kec. Babat Toman, Rabu (03/08/22) sekira pukul 14.30 WIB.

Pelaku berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan oleh tim reskrim kita yang dipimpin oleh Ipda Nasirin,  kemudian pelaku dibawa langsung ke Polsek Sanga Desa guna proses Penyidikan lebih lanjut dan akan kita jerat dengan pasal Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana.

Sementara pelaku saat diintrogasi mengatakan bahwa pelaku merasa tersinggung atas perkataan korban yang sering kali menantang pelaku dengan perkataan mengajak untuk berkelahi sehingga pelaku melakukan penganiayaan tersebut. Pungkas Kapolsek.

Lubuk Linggau, Infosekayu.com - Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Arab Saudi, Titin Herlina alias Tina di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap Polisi, Rabu (3/8/2022). Tina mantan TKW Arab Saudi ini ditangkap karena terlibat narkoba jaringan Internasional.

Tina mantan TKW di Arab Saudi ini tercatat sebagai warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau ini ditangkap, Selasa (2/8/2022) dini hari di rumahnya.

Dari rumah mantan tenaga kerja wanita (TKW) Arab Saudi ini polisi mengamankansabu seberat 1,8 Kg yang disimpan pelaku di dalam tanah pekarangan tetangganya.

Dihadapan Polisi, Titin mengaku barang haram yang diamankan Polisi tersebut merupakan titipan dari kakaknya warga Brebes Jawa Tengah.

"Barang ini merupakan titipan dari Kakak di Jawa, saya hanya mendapat upah Rp 5 juta," kilahnya saat diinterogasi Kapolres.

Sepengetahuan Titin barang haram itu awalnya berasal dari Malaysia, satu paket langsung dikirim ke Jawa ketempat kakaknya dan satu paket dikirim ke Lubuklinggau.

"Kakak mengirimnya dari Jawa, saya disuruh mengambil di depan Kompi dengan seseorang yang ngantarnya," ujarnya.

Barang haram itu baru disimpannya seminggu, rencananya barang itu akan diambil seseorang, namun belum sempat barang itu diambil Titin sudah tertangkap.

"Saya hanya menyimpannya, nanti ada orang yang datang langsung mengambilnya," ujarnya.

Sebenarnya sabu tersebut ada 2 Kg, namun 200 gramnya sudah diambil oleh saudaranya dari Sekayu, hanya saja Titin mengaku lupa alamat saudaranya tersebut.

"Sudah dibuka, 200 gram dibawa ke Sekayu, yang bawanya sepupu saya," ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi didampingi Waka Polres, Kompol MP Nasution, Kasatnarkoba, AKP Hendri menyampaikan pengungkapan bermula dari tertangkapnya tersangka Andrew.

"Saat itu tersangka Andrew diamankan ketika melintas di Jalan Kenanga, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II," ungkapnya pada wartawan saat menggelar pers rilis, Rabu (3/8/2022).

Setelah diinterogasi tersangka Andrew mengaku bahwa barang haram itu milik Selvi.

Kemudian, Polisi langsung melakukan pengembangan dan menangkap Selvi di rumahnya di Jl. Perumahan 87 Recidence Blok A 13 Jl. Pol Moch Hasan RT.08 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

"Setelah diamankan, Selvi mengaku narkoba tersebut milik bibinya Titin, Polisi pun langsung menginterogasi Titin dan memintanya menunjukkan di mana lokasinya menyimpan barang bukti," ungkapnya.

Lalu, Titin menunjukkan lokasinya menyimpan barang bukti sabu, sabu itu di kuburnya di halaman rumah tetangganya, setelah tahu lokasinya polisi langsung melakukan penggalian.

"Ketika dibongkar ditemukan satu bungkus plastik warna hijau merek guanyinwang berisi narkotika 1.050 gram, delapan bungkus plastik klip diduga narkotika golongan jenis sabu berat 800 gram," ujarnya.

Lalu, turut pula diamankan satu ponsel warna biru navy merek vivo y 21 dan satu buah timbangan digital merek chq. selanjutnya semua barang bukti diamankan di Polres Lubuklinggau. (Sriwijaya post)