Articles by "Info Kriminal"
Tampilkan postingan dengan label Info Kriminal. Tampilkan semua postingan

PAGAR ALAM, INFOSEKAYU.COM – Polisi berhasil mengungkap pelaku pembunuhan mayat seorang wanita yang terbungkus di dalam karung di kawasan Air Suban Simpang Petani, RT 03 RW 02, Kelurahan Alun, Kecamatan Pagar Alam Utara, Pagar Alam pada Minggu kemarin (17/10/2021).

Polres Pagar Alam menguak misteri pembunuhan ini kurang 24 jam pasca penemuan mayat tersebut. Pelakunya, tidak lain merupakan suami dari korban itu sendiri, Syamsu Sulaiman (68). Sementara identitas korban diketahui bernama Waldansi (63).

Syamsu saat ini sudah diamankan di Mapolres Pagar Alam. Dia mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya. Dibincangi saat tiba di Mapolres, Syamsu mengungkapkan, dirinya nekat membunuh Waldansi, karena sikapnya yang terlalu cuek dan tidak mau menuruti kemauannya.

Tak terima perlakuan istrinya yang terlalu cuek, membuatnya khilaf dan menghabisi nyawa sang istri dengan cara mencekik leher menggunakan tali sapi. Kemudian dibuang dialiran Sungai.

Aku tu dak terimo, pas ku suruh buat kopi, dio nyuruh buat dewek. Ku suruh nyuci baju, dio jugo masa bodoh. Laki mano yang dak sakit cubo,” ungkapnya, Senin (18/10/2021).

Dia menceritakan, bahwa perbuatan tersebut ia lakukan pada malam hari, tepatnya pukul 22.00 WIB, sepekan sebelum mayat ditemukan. Pembunuhan ini ia lakukan saat istrinya sedang tertidur.

Setelah dio katek nyawo, kugotong dewek ke belakang rumah. Kareno berat, jadi kutinggalke dan aku langsung kabur,” ucapnya.

Menurut Syamsu, mereka baru saja menikah sekitar satu bulan, dan belum tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA), alias nikah siri. “Bini ku ini Wong Jawo,aku kenal dio di Pasar,” ucapnya.

Untuk diketahui, tertangkapnya Syamsu Sulaiman, setelah tim khusus Polres Pagar Alam melakukan penyelidikan dengan beberapa barang bukti. Salah satunya, berkaitan etat dengan keberadaan rumah yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

Dari sinilah awal terungkapnya pelaku pembunuhan yang menguatkan pada tersangka. Syamsu Sulaiman akhirnya berhasil ditangkap di Prabumulih tadi pagi, sekira pukul 04.00 WIB.

Sebelumnya, pasca ditemukan masyarakat di Aliran Sungai Suban Simpang Petani, identitas korban cukup sulit diketahui. Kondisi badan mayat tersebut, khususnya pada jari tangan, sudah tidak terbaca saat diidentifikasi sidik jari. Sedangkan pada bagian muka atau kepala juga sudah hancur menjadi tengkorak.

Sementara pengenal lain, seperti cincin, jam tangan, gelang dan semacamnya yang melekan pada tubuh mayat, juga tidak ada. Hanya ada baju berwarna biru donker motif batik serta celana legging warna hitam.

Sumber : 


Muba, Infosekayu.com  - Polsek Tungkal Jaya Resor Muba mengamankan dua dari lima orang pelaku Pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia di halaman rumah korban dusun II Desa Sinar Harpan  Kec. Tungkal Jaya Kab. Muba. Sabtu, (16/10/21) Pukul 02.00 wib. 

Kapolres Musi banyuasin Akbp Alamsyah Pelupessy, SH, S.ik, M. Si melalui Kapolsek Tungkal Jaya Iptu Nirwan Haryadi, SH saat di hubungin mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berkat kerjasama Team Penyengat Tuja yang langsung bergerak melakukan olah TKP dan penangkapan.

"Tidak sampai tiga jam, satu pelaku an. Aji Bambang (25) terlebih dahulu kita tangkap dan malam kemaren pelaku utama menyerahkan diri ke mapolsek kita" Kata Nirwan. 

Lanjutnya, pengungkapan kasus ini tak membutuhkan waktu lama, Kanit Reskrim Aipda Aprianto SH, Kanit Intel Aipda Agus Riyanto, Kanit Shabara Bripka Fatoni Beserta Tim Penyengat Tuja Unit Reskrim Polsek Tungkal Jaya langsung bergerak menyisir wilayah Tungkal Jaya. alhasil, saat dalam perjalanan dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Tungkal Jaya Aipda Aprianto SH mendapatkan informasi dari warga tentang keberadaan salah satu pelaku langsung menuju salah satu rumah warga masyarakat tempat pelaku Aji bambang bersembunyi. 

"Aji ini menurut pengakuan nya hanya ikut memukul beserta tiga rekan nya yang DPO, sedangkan satu pelaku yang menyerahkan diri an. Radit Raymundu (25). Radit lah yang membacok korban hingga meninggal dunia, tidak sampai 3 jam pelaku kita tangkap"kata kanit reskrim Aprianto. 

Diceritakan, kejadian berawal Jum’at tgl 15 Oktober 2021 sekira pukul 22.00 wib, masalah dari korban Febrianton (24) mahasiswa yang merupakan warga Dusun 2 Desa Sinar Harapan Kec. Tungkal Jaya Kab. Muba ini memboceng Cewek yang diduga pacar pelaku Radit untuk mengajak makan bersama, sontak pelaku radit yang melihat langsung menyetop nya dijalan raya dan terjadilah keributan. 

Korban dan temannya perempuan lalu pulang kerumah masing - masing, tak lama kemudian pelaku radit mengajak 4 kawan nya kerumah korban dengan membawa senjata tajam jenis pedang dan kayu. 

Luka pada korban masing - masing mengenai korban yakni robek di bagian dada hingga menembus paru - paru dan jantung, telapak tangan sebelah kiri terbelah hingga sebagian jari Jempol putus. Tak hanya itu luka robek lengan sebelah kiri bagian Atas, luka memar di leher bagian kiri dan kanan, luka robek di bagian pinggang kiri atas dan luka robek di bagian siku tangan kiri.

Belum sampai diDi RSUD Bayung Lencir, korban menghembuskan nafas terakhirnya. 

Sampai berita ini diturunkan, baru dua pelaku yang sudah diamankan dan dimintai keterangan nya. Tiga pelaku yang turut serta masih melarikan diri (DPO). 

"Saya menghimbau untuk tiga pelaku yang belum menyerahkan diri agar segera menyerahkan diri, sebelum kami Polsek bertindak tegas" Kata kapolsek. Pelaku akan dikenakan Primer Pasal 340, subsider pasal 338 lebih subsider Pasal 170, ayat (2) ke -3 KUHPidana. (aajm/hms).
MUBA, INFOSEKAYU.COM  – Rico Hutapea (25) warga Kota Lubuk Linggau, ditangkap Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin (Muba). Pelaku ditangkap di wilayah Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (12/10/2021) dini hari. Pelaku ditangkap karena menyebarkan video asusila dirinya bersama pacarnya berinisial MR.

“Tersangka Rico sudah kita amankan karena telah menyebar poto dan video syur dirinya dan korban MR melalui media sosial, ” ujar Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy, SH, SIK, MSI saat memimpin prees rilis di Mapolres Muba, Kamis (14/10/2021). 

Sambung Alamsyah, penangkapan terhadap tersangka merupakan laporan dari korban MR ke SPKT Polres Muba pada, (02/10/2021). Dijelaskan Alamsyah, Tersangka Rico merekam adegan asusila bersama korban MR itu pada bulan Juli 2021 yang lalu di Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba. Kemudian video asusila ini disebarkan tersangka, hingga menjadi viral.

Saat ini tersangka Rico sudah kita amankan beserta barang bukti berupa dua buah HP, boneka, sprei dan gelang milik korban, ” beber Alamsyah.

Ditegaskan Alamsyah, terkait kasus ini terdapat 2 (dua) motif. 1. Berharap korban cepat bercerai dengan suaminya. 2. Adanya unsur pemerasan yang dilakukan tersangka Rico terhadap korban.

 “Terhadap tersangka sendiri akan kita jerat pasal 4 ayat 1 jo pasal 29 UU No 44 Tahun 2008 tentang pornografi atau pasal 27 ayat 1 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Uau RI No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara, ” tandasnya.

Sementara itu pengakuan tersangka Rico dirinya sudah berpacaran dengan korban MR dari bulan maret 2021 yang lalu. Ia mengaku membuat video asusila itu dikarenakan ditantang oleh korban.

Menurut pengakuan Rico, dirinya kala itu ditelepon oleh korban, lalu bertanya kepadanya kenapa tidak bikin video mesum. “Dio (korban) telpon aku dari HP, ‘mano nak buat video mesum. Kalu kau dak galak kau dak sayang’, ” ujar pelaku, menirukan ucapan korban. Tersangka berdalih sakit hati. Hingga nekat memviralkan video asusila itu.

Sumber : krsumsel.com 

PALEMBANG, INFOSEKAYUCOM -  Polisi mengungkap motif di balik aksi bunuh diri mahasiswa bernama Alfitrah Kidzi Mahirza, 22, yang nekat melompat dari atas gedung Palembang Indah Mall (PIM), Sumsel, Jumat (8/10) sekira pukul 16.29 WIB.

Warga Jalan Rambutan Dalam, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Kota Palembang, itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari gedung PIM Mal karena depresi kuliahnya tidak kunjung selesai.

Hal ini dikatakan oleh Kapolsek IB I Palembang, Kompol Roy A Tambunan. Menurut Kompol Roy, motif dibalik aksi korban tersebut didasarkan kuliahnya tidak kunjung terselesaikan hingga membuatnya depresi.

Korban lanjut dia, saat ini tercatat sebagai mahasiswa D4 Politeknik Universitas Sriwijaya (Polsri) Semester 10.

“Motifnya korban ini depresi karena kuliahnya tidak kunjung selesai, sehingga nekat melakukan aksi bunuh diri dengan terjun dari gedung PIM. Hal ini didasarkan keterangan orang tua korban ke anggota,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, bahwa adanya tekanan psikis hingga korban nekat melakukan aksi itu.

“Sebelum ditemukan tewas, korban masih sempat berkomunikasi melalui sambungan telepon dengan orang tuanya,” katanya seraya menambahkan, korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi berlumuran darah di area kepala dan wajah.

Sumber : jpnn.com

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Aksi perampokan bersenjata terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel. Pelaku diduga berjumlah tiga orang, berhasil membawa kabur dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) milik Desa Talang Buluh, Kecamatan Batang Hari Leko senilai Rp 37 Juta.

Berdasarkan data didapatkan, peristiwa terjadi pada Kamis (23/9/2021) sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, Pj Kepala Desa Talang Buluh, Emildo, menggunakan motor dengan membawa uang BLT Covid-19 yang akan dibagikan kepada warga pada hari ini.

Nahas, ketika akan menuju ke Desa Talang Buluh, tepatnya di jalan antar Desa Bukit Pangkuasan menuju Talang Buluh, korban dicegat oleh Orang Tidak Dikenal (OTD). Dengan menggunakan senpi, pelaku mengancam korban. Korban setelah diancam tidak bisa berbuat banyak, akhirnya menyerahkan tas yang berisikan uang BLT warga desa. Ketiga orang itu langsung melarikan diri, korban pun langsung melaporkan ke pihak Desa, Camat dan ke Polsek.

Camat Batang Hari Leko, Yuliarto SSTP ketika dihubungi membenarkan adanya laporan perampokan itu. Dia mengatakan, bahwa Pj Kades mengendarai sepeda motor hendak ke desa untuk membagikan uang BLT. Namun di jalan Pangkuasan menuju Talang Buluh, korban dihadang OTD.

“Kalau kronologis kurang tahu persis, tapi kisaran jam 08.00 WIB dihadang oleh tiga orang atau lebih. Kades itu mau ke desa bagikan uang BLT buat warga, ” kata Yuliarto dihubungi melalui ponselnya.

Atas kejadian tersebut, lanjut Camat, korban melaporkan ke Polsek. Pihak kepolisian pun langsung ke tempat kejadian perkara guna melakukan olah TKP. “Anggota Polsek sudah ke lokasi, kita juga masih menunggu laporannya, ” ucapnya.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK melalui Kapolsek Batang Hari Leko, AKP Rusli SH MH membenarkan kejadian itu. “Sudah menerima laporannya, Kanit Reskrim dan anggota langsung ke TKP,” katanya singkat.

Sumber : palpres.com 

Sekayu, Infosekayu.com – Lantaran cukup meresahkan akibat ulahnya mencuri sepeda motor dibawah rumah, kini pelaku Ujang (45), akhirnya berhasil ditangkap Polsek Sanga Desa Polres Musi Banyuasin (Muba), Minggu (19/9/2021).

Warga Dusun I Desa Kemang Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba Sumsel ini ditangkap pasca dilakukan penyelidikan oleh petugas.

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy, SH., S.Ik., M.Si., melalui Kapolsek Sanga Desa Iptu Yohan Wiranata, SH., membenarkan adanya penangkapan pelaku curanmor.

“Setelah dilakukan penyelidikan, didapat informasi bahwa tersangka Ujang sedang membawa satu unit sepeda motor tanpa body dan lampu depan dan belakang, di simpang 4 PT Astaka Dodol, tepatnya di Jalan Padeko Talang Kemang. Selanjutnya Tim Spartan Unit Reskrim Polsek Sanga Desa langsung memberhentikan laju kendaraan tersebut,” ujar Yohan, dikonfirmasi Selasa (21/9/2021).

Lanjut Yohan, sepeda motor yang dibawa tersangka langsung dicek. Dari pengecekan, diketahui nomor rangka dan nomor mesin sama persis.

Kemudian tersangka dan barang bukti langsung dibawa dan diamankan ke Mapolsek Sanga Desa.

“Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengakui kalau dirinya telah mencuri sepeda motor Yamaha Vega R saat diparkiran di bawah rumah,” terang Kapolsek Yohan.

Kemudian, sepeda motor tersebut dibawa tersangka kearah pinggir hutan divisi 6 kebun kelapa sawit PT PIP dan melepaskan body motor agar orang dan korban tidak mengenali lagi sepeda motornya.

Setelah itu, tersangka membawa kembali sepeda motor tersebut keluar PT PIP.

“Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materil diperkirakan senilai Rp5.000.000,” tandasnya.

Sumber : sriwijaya media 

Ogan Ilir, Infosekayu.com  - Korban tindak pidana pencabulan yang dilakukan pengajar pondok pesantren di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, inisial JN (22), bertambah menjadi 26 santri. Tersangka akan menjalani serangkaian pemeriksaan kejiwaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan mengungkapkan, tambahan korban tersebut setelah mereka mendatangi posko yang sengaja didirikan untuk memudahkan koordinasi keluarga. Ada 14 santri yang melapor turut menjadi korban cabul tersangka. "Kemarin ada 12 korban, bertambah lagi 14 korban. Semuanya sampai sekarang ada 26 orang jadi korban," ungkap Hisar, Kamis (16/9).

Dari pengakuan seluruh santri yang menjadi korban, kata dia, mayoritas mengalami sodom dari tersangka. Pihaknya masih menunggu perkembangan penyidik untuk mengungkap korban lain."Kebanyakan disodomi tersangka, yang lain diciumi dan disuruh mengeluarkan sperma tersangka," kata dia.

Untuk mengetahui psikologis tersangka, penyidik akan memeriksakan kejiwaannya ke psikolog. Para korban juga akan menjalani pendampingan dari Dinas Sosial untuk menghilangkan traumatik akibat perbuatan itu.

"Kami sudah ajukan permintaan mendatangkan psikolog. Korban juga harus segera didampingi agar traumanya berangsur hilang," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, JN ditangkap polisi karena melakukan pencabulan terhadap 12 santrinya. Modus digunakan dengan cara mengancam dikurung di gudang dan iming-iming pemberian uang.

Terungkapnya kasus ini setelah salah satu korban mengeluhkan sakit di dubur dan mengadu ke orang tuanya. Begitu diperiksa, dokter menemukan kejanggalan dan dipastikan bekas kekerasan seksual.

Orang tua korban melapor ke polisi dan pelaku diamankan di rumah korban di salah satu desa di Ogan Ilir, Senin (13/9). Ternyata korban kekerasan seksual pelaku tak hanya satu melainkan 12 orang.

Tersangka JN mengaku aksi itu terjadi selama satu tahun terakhir, sejak Juni 2020. Itu dilakukannya untuk mendapatkan kepuasan seksual. "Sudah setahun ini saya begitu, saya cuma cari kepuasan," ungkap tersangka JN di Mapolda Sumsel, Rabu (15/9).

Tersangka menyebut dirinya membangunkan korban dan diajak ke sebuah tempat. Jika korban menolak, dia mengancam akan mengurungnya di gudang. "Kadang diancam, kadang saya iming-imingi kasih duit," kata dia.

Hisar Siallagan mengungkapkan, sejauh ini baru 12 korban yang melapor, tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain karena rentang kejadian cukup lama. Masing-masing korban ada yang disodomi, dicabuli, dan disuruh mengeluarkan sperma tersangka.

"Tersangka mengakui perbuatannya, tinggal menunggu laporan korban lain," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (1 dan 2) dan Pasal 4 juncto Pasal 76 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima sampai 15 tahun penjara.

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  – Satreskrim Polres Muba membekuk tersangka M Yogi Pramana (25), warga Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba, dua jam usai melakukan pembunuhan terhadap kakak iparnya sendiri, Fery Septiawan (32), warga Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Muba, Sabtu (11/09).

Kapolres Muba AKBP Alamat Pelupessy SH SIK menyatakan, aksi pembunuhan itu terjadi di dekat bengkel yang terletak di Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba, Sabtu (11/09), sekitar pukul 12.13 WIB.

“Tersangka M Yogi Pratama berhasil kita tangkap ditempat persembunyiannya di Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu kurang dari dua jam setelah kejadian tersebut,” kata Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK MSI saat memimpin pres rilis di Mapolres Muba, Senin (13/09).

Dijelaskannya, peristiwa pembunuhan itu dilatar belakangi oleh masalah pakaian. Saat itu tersangka M Yogi mencoba menemui korban Fery Septiawan di rumahnya. Namun tersangka hanya bertemu dengan isteri korban yang merupakan kakak kandung tersangka.

Disana, tersangka mencoba menanyakan perihal baju batik dan sepatu miliknya untuk dipakai kondangan. Lalu, dijawab isteri korban bahwa tidak ada. Mendengar jawaban itu, selanjutnya tersangka mengancam akan membunuh isteri korban.

‘’Karena diancam, isteri korban pun menghubungi suaminya. Mendengar hal tersebut, kemudian korban pulang dan mencari tersangka. Saat tersangka dan korban bertemu di kontarakan milik pelaku di Jalan SMK Model Kecamatan Sekayu, keduanya terlibat adu mulut, meski sempat dilerai oleh keluarga mereka. Setelah sepuluh menit kemudian, tersangka menusuk sepeda motor miliknya menggunakan pisau. Melihat hal tersebut, korban emosi dan mengejar tersangka menggunakan palu. Hingga akhirnya terjadi perkelahian antara keduanya,” papar Kapolres.

Kemudian, tambah Kapolres Muba, dalam perkelahian itu, korban mengalami luka tusuk dari pisau pelaku tepat di dada sebelah kiri. “Meski korban sempat mengejar pelaku, sekitar 7 meter korban terjatuh dan meninggal dunia ditempat,” terang Kapolres, didampingi Kasatreskrim AKP Ali Rojikin SH MH dalam rilisnya.

Lanjutnya, usai kejadian, keluarga korban melapor. Dan kurang dari dua jam, tersangka pun berhasil ditangkap. Saat ini tersangka berikut barang bukti sudah kita amankan di Mapolres Muba. “Terhadap tersangka akan kita jerat pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. 

Sumber : PALPOS.ID

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  – Duel maut terjadi di Jalan Lingkar Randik Sekayu Kelurahan Kayu Are Kecamatan Sekayu, Sabtu (11/09/2021) sekira pukul 12.00 WIB,
Akibat kejadian itu, Feri (30) warga jalan Sekayu – Teladan Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, tewas di tempat kejadian perkara (TKP) samping bengkel sepeda motor jalan belakang terminal Randik Sekayu. 

Dilansir dari harian Muba bahwa Korban tewas ditusuk oleh pelaku Yogi Pramana (35) warga Jalan Sekayu – Teladan Kelurahan Kayu Are Kecamatan Sekayu. Setelah dari kejadian tersebut Tim Reskrim Polsek Sekayu bersama Tim Serigala Sat Reskrim Polres Muba, berhasil mengamankan tersangka yang sempat berlari di semak belukar tidak jauh dari tempat kejadian.

Berdasarkan informasi didapatkan di lapangan, peristiwa berdarah siang hari bolong itu, diduga dipicu oleh cekcok mulut. Awal nya tersangka Yogi datang ke rumah korban Feri untuk mengambil baju alasan untuk pergi kondangan.

Namun kedatangan Yogi sambil bernada keras. Korban Feri saat itu, berada di dalam rumah yang pintu rumahnya tertutup. Adanya keadaan tersebut, setelah sempat mengamuk, pelaku Yogi pun pergi ke bedeng di Jalan Belakang Terminal Randik. Tidak lama kemudian korban Feri pun mendatangi tersangka Yogi di bedeng.

Disana kedua nya itu kembali Cecok mulut disertai dengan perkelahian, tersangka Yogi memegang senjata tajam (Sajam) jenis pisau, langsung menusuk ban sepeda motor. Korban Feri yang melihat hal itu, sambil membawa pukul besi menasehati sih pelaku.
Naas nya, pisau yang dipegang oleh pelaku Yogi tepat mengenai dada sebelah kiri Feri, korban pun tumbang dengan bersimbah darah.
Yogi melihat lawannya tak bergerak langsung lari ke belakang bedeng, sementara korban Feri langsung di evakuasi warga ke RSUD Sekayu dengan kondisi sekarat, dugaan korban tewas di TKP. “Mereka cecok mulut, kemudian disertai perkelahian, lalu Feri tumbang bersimbah darah,” ujar salah satu warga yang melihat kejadian tersebut.
Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK Msi melalui Kapolsek Sekayu IPTU Akib Firdaus, didampingi Kanit Reskrim IPTU Novera SH membenarkan adanya kejadian tersebut, dugaan sementara dipicu oleh cecok mulut. “Korban tewas setelah ditusuk oleh pelaku YOGI, saat ini pelaku Yogi sudah diamankan yang sempat ingin melarikan diri,” tukasnya 

Palembang, Infosekayu.com - Dua tahun jadi buron, tukang gali kubur kasus pembunuhan Aprianita (51), seorang PNS yang mayatnya dicor di TPU Kandang Kawat, Palembang, ditangkap. Buron bernama Ichnaton Novari itu ditangkap di Karawang, Jawa Barat.

"Iya benar, satu DPO kasus pembunuhan PNS dicor semen ditangkap dan ditindak tegas di Karawang," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Christoper Panjaitan ketika konpers di Mapolda Sumsel, Jumat (3/9/2021).

Novari ditangkap Unit I Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Atas tertangkapnya Novari, daftar pencarian orang (DPO) yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut tinggal satu lagi.

"Tinggal satu DPO lagi yang masih jadi buron, inisial A. Terus kita buru dan diimbau untuk menyerahkan diri," katanya.

Dalam aksinya, peran dari tersangka ini adalah yang merencanakan pemakaman terhadap korban yang sudah tewas lebih dahulu dengan jeratan leher.

"Menurut keterangan tersangka, ia berperan merencanakan pemakaman jasad korban di mana sebelumnya dimakamkan korban sudah tewas dengan jeratan di leher. Karena profesinya sebagai penggali kubur, tujuannya untuk menghilangkan jejak," jelasnya.

Sebelumnya, polisi memburu dua orang tukang gali kubur diduga terkait kasus pembunuhan Aprianita (51), seorang PNS yang mayatnya dicor di TPU Kandang Kawat, Palembang. Polisi sebelumnya sudah menangkap dua orang pelaku.

"Total pelaku ada empat orang, dua sudah kami tangkap," terang Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariadi saat ditemui di Polda Sumsel, Palembang, Sabtu (26/10/2019).


Kedua pelaku yang sudah ditangkap adalah Yudi dan Ilyas. Yudi, yang disebut sebagai otak pelaku, nekat menghabisi korban karena masalah utang dari bisnis jual-beli mobil.

Sementara itu, Ilyas ikut menjerat leher Anita dan diupah Rp 4 juta oleh Yudi. Polisi masih memburu dua tukang gali kubur yang diduga terlibat dalam kasus ini.

"IL (Ilyas) ini menerima upah, dia diajak sama si YD (Yudi). Sementara dua lagi masih kami kejar, informasi memang kerja di sana (tukang gali kuburan), TPU Kandang Kawat," kata Yudhi Suhariadi.

Muba, Infosekayu.com  - Biadab, seorang ayah warga batangahri leko, musi banyuasin tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri .

Pelaku DW (45) hanya bisa tertunduk lesu di depan penyidik PPA polres muba, Minggu (15/8/2021). Usai diamankan dipolres musi banyuasin.

Kapolres Musi Banyuasin Akbp. Alamsyah Pelupessy, SH.Sik.Msi, melalui Kasat Reskrim Akp. Ali Rojikin,SH.MH. membenarkan adanya kasus persetubuhan ayah kandung terhadap anak kandung nya sendiri. Kasus itu dilaporkan pada 15 Agustus 2021.

"Benar kami sudah menangkap pelaku. Saat ini kita periksa secara intensif," ujarnya Ujarnya saat ditanya awak media, Sabtu (28/08/2021)

Hasil pemeriksaan sementara, kata Ali, pelaku mengakui persetubuan tersebut. Pelaku mengaku melakukan aksi bejat nya sejak tahun 2020. Aksi bejat itu terus berlanjut hingga 09 Agustus 2021.

"Pengakuan pelaku ini terjadi karena pelaku sudah lama ditinggal meninggal oleh istrinya, sehingga  Pelaku hilap kemudian menggagahi korban sebanyak tiga kali," tambahnya.

Baru pada bulan Agustus 2021, korban melaporkan perbuatan keji ayah nya tersebut kepada bibi nya. Setelah ditanya korban mengatakan bahwa ia nya telah disetubuhi oleh ayanhnya dan tersangka mengancam dengan sebilah pisau dan  mengiming-imingi korban dengan memberikan uang sebesar Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) hingga korban mengalami trauma dan menceritakan kejadian yang dialami kepada bibik korban.

Tersangka dijerat Pasal 76D junto pasal 81 ke 1, 2 dan 3 UU Ri nomor 7 tahun 2016 penetapan atas peraturan pemerintah Nomor 1 /2016 pengganti Uu nomor 23 /2002 tentang perlindungan anak.

"Ancaman hukuman 15 tahun dan bagi pelaku ayah kandung dapat ditambah 1/3 dari hukuman tersebut,"pungkasnya.

PANGKALAN BALAI, INFOSEKAYU.COM  – Baru kenal sebulan dan sering nongkrong bersama korban sebut saja Bunga (15), pelaku YT (17) terpikir untuk menggarap kemolekan tubuh korban. Setelah merencanakan bagaimana dia bisa merudapaksa korban, akhirnya aksi remaja begundal ini tersampaikan.

Dia mengajak kedua temannya untuk merudapaksa korban secara bergiliran selama dua hari. Sebelum melancarkan aksinya, YT mengajak korban untuk nongkrong di Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin.

Sebelum menjemput korban, YT memutuskan untuk membeli miras dan juga pil perangsang. Setelah membeli miras dan pil perangsang, YT menjemput korban di pinggir jalan.

“Saat pelaku ini menjemput korban, teman-teman pelaku ini sudah menunggu di tempat nongkrong yang sudah disepakati,” kata Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin Kompol Haris Munandar Hasyim didampingi Kanitreskrim Iptu Panji Nugroho, Senin (23/8/2021).

Setibanya di tempat nongkrong, korban diajak untuk minum miras. Tak hanya dicekoki miras, korban juga diberikan pil perangsang. YT mengungkapkan, bila pil yang diberikannya tersebut merupakan pil yang bisa membuat fly.

Karena percaya, Bunga menenggak pil yang diberikan YT. Saat Bunga dalam kondisi mabuk dan sudah diluar kendali, YT langsung melancarkan aksinya. Secara bergilir, Bunga dirudapaksa YT dan kedua temannya.

“Aksi pelaku dan kedua temannya, dilakukan tanggal 14 Agustus lalu pukul 23.00. Karena aksi pertama berhasil, sehingga pelaku ini bersama teman-temannya melakukan aksinya kembali tanggal 15 Agustus di tempat yang sama. Modus yang digunakan juga sama,” ujar Haris.

Usai melakukan aksinya, YT dan kedua temannya meninggalkan korban begitu saja. Korban yang sempat tidak sadarkan diri, akhirnya pulang. Saat pulang ke rumah itulah, orangtua korban curiga dan bertanya kepada korban.

Korban mengaku, bila sudah digilir teman-teman nongkrongnya. Dari pengakuan korban itu, orangtua korban memutuskan melaporkan ke Polsek Talang Kelapa Banyuasin. Dari laporan tersebut, Polsek melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap YT.

“Satu pelaku kami amankan di rumahnya. Sedangkan dua pelaku lain, masih dalam pengejaran kami. Keduanya, sudah kami ketahui identitasnya,” pungkas Haris.

Sumber : harian Muba 

Muara Enim, Infosekayu.com - Seorang wanita yang disinyalir merupakan perebut laki orang (pelakor), ditikam oleh wanita lain yang merupakan istri sah hingga tewas di kebun karet milik warga di Desa Tapus Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Selasa (17/8/2021), Sekitar Pukul 08.30 Wib.

Pelaku yang diketahui bernama Yeni (35) warga Desa Tapus Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim itu kesal, lantaran korban yakni Beni Aryani (35) warga setempat diduga sering berhubungan dengan suami pelaku meski telah ditegur berkali-kali.

Akibat kejadian ini, korban meregang nyawa seketika saat berada di lokasi kejadian karena mengalami beberapa luka tusuk pisau dapur bertubi-tubi pada bagian perut, pinggang, hingga lengan kiri kanan korban disayat oleh pelaku.

Kapolsek Lembak, AKP Sigit melalui Kanit Reskrim, IPDA Heri Defriansyah ketika dikonfirmasi KSdotcom siang tadi, membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Menurut Kanit Reskrim, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Lembak sesaat setelah kejadian.

“Benar kejadian tadi dan pelaku menyerahkan diri ke Polsek Sekira Pukul 09.30 Wib. Saat ini pelaku sudah kami amankan namun kondisinya masih linglung,”kata IPDA Heri Defriansyah, Selasa (17/8/2021).

Dikatakannya, kronologis kejadian berawal ketika pelaku menemui korban sedang menyadap karet di kebun milik Harun (alm) di lokasi TKP tersebut. Lalu, pelaku menanyakan perihal hubungan korban dengan suaminya.

“Pelaku bertanya pada korban ‘Dem lah  berentilah ganggui lakiku’ lalu korban masih menjawab ‘Nak ngapo kau, kendak aku’. Mendengar jawaban korban emosi sambil berkata ‘kau nak merusak rumah tanggaku’,” terangnya.

Lebih lanjut, dikatakan Kanit Reskrim, saat itu terjadi perkelahian dan terlapor mencabut pisau yang diselipkan di pinggang lalu menikam berulang kali pada bagian tubuhnya, lalu bahu kiri korban dan saat korban terjatuh pelaku kembali menusuk ke bagian perut, pinggang korban, dan menyayat lengan kiri kanannya.

Sumber : Silampari online 

MUSI RAWAS, INFOSEKAYU.COM - Orang tua hendaknya harus lebih memperhatikan dan memantau anak perempuanya dalam memanfaatkan Media Sosial (Medsos), baik Facebook, Whatsapp, Instagram, Tiktok, Line maupun Twitter.

Jangan sampai terjadi perbuatan fatal yakni perkara permerkosaan anak dibawah umur, lantaran akibat perkenalan melalui medsos Facebook, kemudian berkomunikasi hingga melakukan pertemuan dan terjadi aksi bejat.

Hal tersebut dialami oleh seorang anak dibawah umur sekaligus pelajar yang masih duduk di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP), asal warga Desa Semangus Baru, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura, sebut saja Melati (16).

Aksi bejat tersebut, diduga dilakukan oleh tersangka, Arison (34), asal warga Kelurahan Bangun Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Mura.

Aksi yang tidak patut dicontoh, diduga terjadi dipinggiran hutan dekat lapangan sepakbola di Desa Semangus Baru, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura, Sekitar Pukul 15.00 Wib, Sabtu (31/7/2021), lalu.

Namun akhirnya guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka diserahkan oleh keluarga korban dan ditahan di Mapolres Mura, Sekitar Pukul 18.30 Wib, Rabu (12/8/2021).

Kapolres Mura, AKBP Efrannedy melalui Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan didampingi KBO Reskrim, Ipda Ihsan membenarkan adanya perkara tersebut dan tersangka sudah ditahan dan dilakukan pendalaman perkara.

“Benar, ada perkara persetubuhan sekaligus melarikan anak dibawah umur, dilakukan tersangka, Arison. Namun tersangka sudah kita proses lantaran diserahkan pihak keluarga korban,” kata Alex Andriyan didampingi Ihsan, Sabtu (14/8/2021).

Dikatakannya, kejadian bejat tersebut terjadi bermula, saat korban dan tersangka berkenalan di Facebook dan tersangka memasang profil palsu (Aku Palsu). Lalu tersangka mengajak korba dipinggir hutan dekat lapangan sepakbola di Desa Semangus Baru, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura.

Kemudian, terjadi pertemuan keduanya, lalu tersangka merayu dan mengajak korban berhubungan badan, dan terjadilah perbuatan bejat tersebut.

Tidak sampai disitu aksi tersangka, selanjutnya tersangka membawa korban tanpa seizin orang tuanya ke Betung, Kabupaten Banyuasin.

“Jadi, tersangka selain melakukan hubungan badan, tersangka juga membawa kabur korban kedaerah Betung, Kabupaten Banyuasin,”terangnya.

Menurutnya, usai kejadian tersebut, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut sesuai laporan polisi LP / B- 82 / VIII / 2021 / SPKT / RES. MURA / SUMSEL, Tanggal 12 Agustus 2021. Namun, tersangka berhasil diamankan pihak keluarga korban, kemudian diserahkan ke Satreskrim Polres Mura, dan anggota langsung melakukan penyidikan dan pendalaman perkara.

“Tersangka melanggar pasal 81 UU RI No 17 Th 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 01 tahun 2006 tentang perubahan kedua UU No 23 th 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 332 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah),”pungkasnya. 

Sumber : Silampari Online

Sekayu, Infosekayu.com- Sat reserse Narkoba Polres Muba mengaku telah melakukan penangkapan terhadap dua pelaku pengedar narkoba di dua tempat berbeda. Kedua nya APRIZAL (27) Dan ALPIAN (28). Mereka ditangkap di wilayah berbeda Dan Hari yang sama. 

"Aprizal warga Dusun V Desa Lubuk Bintialo Kec. Batang Hari Leko, Alpian warga Dusun I Desa kemang Kec. Sanga desa Kab. Muba" Kata kapolres Musi Banyuasin Akbp Alamsyah Pelupessy, SH, S.ik, M. Si  melalui Kasat Narkoba Polres Muba Akp Jonroni, SH, Jumat (13/08/21). 

Kemudian, ia menjelaskan penangkapan pertama di Lakukan Pukul 14.30 Wib dirumah aprizal. dengan kooperatifnya, pelaku menunjukkan barang bukti sebanyak 47 (Empat puluh tujuh) Paket Narkotika Jenis Shabu, (Enam) Ball plastik klip bening, 3 (Tiga) Lembar kertas bertuliskan harga jual Narkotika jenis Shabu, 1 (Satu) Buah dompet warna hitam abu abu Dan Uang tunai sebesar Rp. 3.638.000,. (Tiga juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah). 

Lanjut Jon, pada pukul 16.00 Wib dirumah pelaku Alpian saat digrebek Dan di Lakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sebanyak 5 (Lima) Paket yang diduga Narkotika jenis shabu dengan berat bruto 22,22 (Dua puluh dua koma dua puluh dua) gram, 22 (dua puluh dua) Butir yang diduga narkotika jenis  Extacy Warna hijau tanpa logo dengan berat bruto 8,33 (Delapan koma tiga puluh tiga) gram, 2 (Dua) Ball Plastik klip bening, Uang tunai Rp. 1.012.000 (satu juta dua belas ribu rupiah).

"Semua Kedua pelaku ini kita tangkap Rabu, (11/08/21) dirumah masing masing. Hanya berbeda jam Saja kita tangkap" Tandas Jonroni ke liputan tribratamubanews. 

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 Dan 112 Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman minimal 5 tahun penjara. 

" semua berkat informasi masyarakat yang masuk ke kita, karena keduanya sudah sangat me resahkan masyarakat"Kata Kasat Narkoba Jonroni. 
Sungai Lilin, Infosekayu.com - Polsek Sungai Lilin berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan (Curat) rumah dengan sasaran Uang Tunai Dan Handphone. 

Satu Dari Tiga pelaku curat ini ditangkap Jumat, (06/08/2021) Siang Pukul 13.00 Wib tanpa Perlawanan dirumah orang tau pelaku. 

"Yang tertangkap Ini bernama IRWANSYAH (22) warga Desa Tanjung Pasir Kec. Rantau Bayur Kab. Banyuasin" Kata Kapolsek Sungai Lilin AKP Zanzibar, SH mewakili Kapolres Muba Akbp Erlin Tangjaya, SH, S.ik. Minggu, (08/08/21). 

Lanjut Zibar, Dari tangan pelaku irwansyah petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1 (satu) unit Hp merek Samsung J7+ warna Hitam milik korban TAUFIQ ROHMAN (37) warga Desa Pinang Banjar Kec. Sungai Lilin Kab. Muba.

Kapolsek Zibar menjelaskan, aksi curat di Lakukan oleh pelaku Dan dua rekan nya yang masih DPO terjadi pada Minggu 18 Juli 2021 sekira pukul 03.00 wib didalam rumah korban. Para pelaku masuk melalui dinding warung yang memakai Rangka Baja, lalu pelaku masuk ke rumah korban melalui Pintu belakang warung yang terhubung ke rumah. uang Tunai Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah), 2 (dua) Buah jam tangan Pria warna silver dan hitam merek Alexander Christie, 1(satu) buah Hp merek Samsung J7+ warna Hitam berhasil digondol para pelaku. 

Saat korban terbangun, korban melihat dinding rumah nya langsung mengecek barang yang bilang Dan langsung melaporkan ke mapolsek Sungai Lilin. 

"Uang Rp. 20 juta Dan barang lain nya hilang, lalu korban melaporkan ke kita pak. Total Rp. 26 Juta" Ujar Kapolsek. 

Berbekal laporan tersebut, petugas unit reskrim langsung melakukan Penyelidikan untuk mencari tau siapa pelakunya. Berkat kegigihan dan keuletan petugas di lapangan akhirnya pelaku curat berhasil ditangkap.

Dari pengakuan pelaku, Perannya bersama-sama dengan kedua rekannya melakukan pencurian di rumah korban. Dirinya mendapat bagian hasil curian tersebut berupa uang sebesar Rp 1.400.000,- (sejuta empat ratus rupiah) dan 1 (satu) unit Hp merek Samsung J7+ warna Hitam. Untuk Rekannya L (DPO) dan rekan satunya diketahui masing-masing Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Sambungnya, pelaku L yang berperan mengambil uang dan barang milik korban, Dirinya tidak mengetahui jumlah total berupa uang dan barang apa saja yang dicuri dari korban. Awalnya dirinya diberi uang hasil curian sebesar Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah) yang dicuri dari rumah korban akan tetapi rekannya L (dpo) juga menawarkan 1 (satu) unit Hp merek Samsung J7+ warna Hitam untuk dijual kepadanya seharga Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah), karena dirinya tidak memiliki uang jadi L (dpo) langsung memotong uang hasil curiannya sebesar Rp 600.000,- dan memberikan uang sisa bagi hasil curian senilai Rp 1.400.000,- (satu juta empat ratus ribu rupiah).

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Sungai Lilin dan akan dikenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.

"Dua rekan pelaku yang masih DPO sudah kita kantongin identitas nya Dan masih dalam pengejaran anggota kita. Saya menghimbau dua pelaku agar segera menyerahkan Diri" Tutup Kapolsek. 
MUBA, INFOSEKAYU.COM - Pencurian hewan ternak yang sering meresahkan warga di kab muba berhasil di tangkap oleh satreskrim polsek Lais pada Selasa (27/07/2021). Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SH Sik, Menyampaikan Saat Press rilis, Kamis (29/7/2021),  satreskrim polsek Lais menangkap 5 orang yang terlibat dalam komplotan pencuri ternak kambing ini. 

Tersangka tersebut yakni Ahmad Alias Ujang (29) , Warga dusun 1 Simpang Empat desa Simpang empat Kecamatan Jejawi kabupaten OKI, Krisdiansyah (24), Warga desa Mangsang kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba, Karnadi (45), warga teluk Kemang kelurahan sungai Lilin Kabupaten Muba, Marowi (39), warga kelurahan sungai Lilin, kecamatan sungai Lilin Kabupaten Muba, Miko (19). warga kelurahan sungai Lilin Kabupaten Muba, Mereka ditangkap di Jalan Dusun 3 Talang ucin desa tanjung agung selatan Kecamatan Lais Kabupaten Muba. Sambung Erlin, Awalnya sekitar pukul 14.00 WiB

Saat korban Toto melihat mobil kijang inova warna putih BG.1829 IM. lalu salah satu tersangka turun dan mengambil kambing miliknya dan memasukkan ke dalam mobil saat dilakukan pengejaran oleh warga, mobil tersangka berhenti karena tidak bisa lewat karena ada yang melakukan pengecoran jalan lalu, warga membuka pintu mobil dan salah satu salah satu tersangka mengacungkan senjata api hingga warga mundur dan mobil memutar melarikan diri ke arah tanjung agung timur.

Melihat Mobilnya Melarikan diri masuk Ke desa Warga memberi tahu Polsek Lais dan di kepung Ke lima tersangka tidak tahu arah jalan Keluar karena jalan itu buntu Akhirnya Pelaku berhasil ditangkap Polisi bersama warga Jelasnya. 

Ahmat mengatakan kepada Media ini,  daging kambing itu dijual di Sungai Lilin seharga Rp 30.000 per kilogram, Dan tersangka sebelumnya pernah mencuri di beberapa tempat lainnya didesa Bonot Kecamatan Lais Kabupaten Muba.

Tempat yang sama Marowi menyampaikan mendapatkan Senjata Api (Senpi) dibeli dari Rusli seharga Rp 2 juta, hasil dari penjualan kambing bila sudah terjual kami bagi rata tutupnya. Dalam press rilis Waka polres Kompol Irwan Andeta, Kapolsek Lais AKP Herman Junaidi, Kasubag Humas IPTU Indra Jaya, Kanitres Lais IPDA Sunardi. 

Selain mengamankan lima anggota pencuri ternak kambing itu, polisi juga mengamankan barang bukti 2 ekor kambing, 1 mobil inova putih, 2 senjata api Jenis Revolver, tali, lakban, dan 8 butir peluru Tajam. 

Sumber : BERITA-ONE.COM

Sanga Desa, Infosekayu.com- Aparat Kepolisian Resort Muba berhasil meringkus Tiga Dari Lima orang pelaku pemerkosaan Dan pembunuhan bernama AL (35), RH (26) Dan R (16) ke tiga nya merupakan warga Dusun IV Desa Air Balui Kec Sanga Desa Kab. Muba. Dua Pelaku Lain nya masih dalam pengejaran. 

Ke tiga pelaku yang berhasil ditangkap sempat menghilang selama Tiga hari setelah memperkosa Dan membunuh Wanita  bernisial R (29) asal sanga desa yang ditemukan rabu (07 Juli 2021) Sekira jam 09.30 Wib di Sungai Panai Desa Panai Kec Sanga Desa Kab. MUBA dalam keadaan meninggal dunia Dan kondisi tanpa busana di sungai Panai. 

Kapolres Muba Akbp Erlin Tangjaya, SH, S.ik melalui Wakapolres Musi banyuasin Kompol Irwan Andeta, S.Ik, MH yang didampingi Kasat Reskrim Dan Kapolsek Sanga desa mengatakan dalam press release nya, dua pelaku bersembunyi di Dusun IV Desa Rejo Sari Kec Jirak Jaya Kab Muba sedangkan satu pelaku bersembunyi di Sanga desa. 

Petugas gabungan Sabtu, (10/07/2021) sekira jam 08.00 Wib langsung melakukan konsolidasi untuk mengejar para pelaku. 
"Tiga orang yang berhasil ditangkap gabungan Polres Dan Polsek, dua orang lagi masih dalam pengejaran Tim kita yang dilapangan" Kata Irwan dalam press release sore tadi, Minggu, (11/07/21). 

Dia menyebut, keberadaan pelaku mulai tercium sabtu pagi Dan langsung melakukan pengejaran hingga menangkap ke tiga pelaku. 

Untuk dua orang Otak perencanaan pemerkosaan Dan pembunuhan yang masih DPO masih berhubungan keluarga. sampai saat ini masih terus dalam pengejaran aparat gabungan Polres muba. 

Irwan menjelaskan, pembunuhan Dan pemerkosaan itu terjadi Selasa, (06/07/21) malam hari sekitar pukul 19.00 wib. Korban terlebih dahulu bertemu dengan SK (DPO) untuk janjian, sesampainya Lima orang pelaku langsung memerkosa korban secara bergiliran di perkebunan sawit. Tak sampai disitu, untuk menghilangkan jejak korban dibunuh para pelaku Dan di buang ke sungai. Perbuatan para pelaku ini sudah terbilang keji Dan sudah direncanakan. 

Otak pelaku SK (60) Dan FN masih buron, SK Dan korban ini memiliki hubungan khusus. SK sakit hati karena korban tak mau di ajak menikah, sehingga SK merencanakan pemerkosaan Dan pembunuhan dengan mengajak keponakan, Cucu Dan temannya. 

"SK la yang membunuh korban dengan cara ditusuk, kemudian yang lain nya memukul dengan kayu, lalu di buang ke sungai" Kata Wakapolres Muba dalam pres release nya. 

Lanjut nya, korban yang ditemukan di sungai Dan saat di visum ditemukan luka tusuk pada bagian kepala, luka dibelakang telinga kiri, lebam pada mata kiri, memar dibawah dada kiri, memar di pergelangan tangan kiri dan luka pada kemaluan (vagina) korban. 

Akibat perbuatan para pelaku, ketiganya di kenakan primer pasal 340 KUHP Jo pasal 55 KUHP subsider pasal 338 KUHP Jo pasal 55 KUHP dan atau pasal 285 KUHP Jo pasal 55 KUHP Maksimal hukumam seumur hidup atau hukuman mati.
Sekayu, Infosekayu.com  - Polisi sector babat toman mengamankan dua orang pelaku warga kec. Babat toman. Karena terlibat pencurian terlibat pencurian ternak milik warga. 

Kapolres muba Akbp Erlin Tangjaya, SH, S.ik melalui kapolsek babat toman Akp Andi K Jaya, SH mengatakan, dua warga yang diamankan tersebut adalah satu pria Dan satu wanita yang kedua nya masih sepupu. " Yakni DEKI KURNAINI, (31) warga dusun III Mandi Angin Kec Rawas Ilir Kab. Musi Rawas, IRA OVRIANTI (27) warga Toman Kec.Babat Toman Kab. Muba."Ungkap Andi pada tribratamubanews, sabtu (10/07/21). 

Menurut Andi, polisi mengamankan dua orang pelaku itu, setelah menerima laporan dari warga yang menangkap basah para pelaku yang mengambil 1 (satu) ekor hewan ternak kambing berjenis kelamin betina berwarna hitam milik warga. 

Kasus pencurian itu, lanjut andi, terjadi hari Rabu 07 Juli 2021 sekira Pukul 22.30 WIB di Desa Kasmaran Kec.  Babat Toman Kab. Muba. Dari keterangan para pelaku yang didapati tribratamubanews, para pelaku sebelumnya sebelumnya berkeliling mencari hewan ternak milik warga yang berkeliaran dengan tujuan untuk mencuri hewan ternak tersebut. 

Melihat seekor kambing betina warna hitam yang sedang berada di seputaran tempat pembuangan sampah Dusun V Desa Kasmaran Kec. Babat Toman Kab.Muba, pelaku deki turun Dari motor nya langsung mengikat lehernya untuk diikat di pepohonan dekat sampah.

Pelaku IRA langsung bertugas melakukan pengintaian sekitar agar aman untuk ditinggalkan Ter lebih dahulu. 
"Malam hari saat sudah gelap para pelaku kembali ke tempat kambing tersebut. Disitu lah kedua langsung ditangkap warga saat para pelaku hendak melepaskan tali kambing" Tambah ka Polsek. 

Lanjut nya, para pelaku langsung diamankan ke mapolsek babat toman guna proses hukum selanjutnya. Pasal 363 ayat (1) ke 1e dan ke 4e KUHPidana telah diterapkan ke para pelaku. (aajm/hms).

PALI, INFOSEKAYU.COM - Seorang pria pemuja sabu berinisial AS warga Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diamankan Tim Elang Unit Reskrim Polsek Talang Ubi Polres PALI.

Pemuda pengangguran ini diamankan atas laporan dari N (55) yang tak lain adalah Ibu Kandungnya, lantaran kerap menjual perabotan rumah serta melakukan penganiayaan lantaran tak di beri uang untuk membeli narkoba jenis sabu.

Usai menerima laporan dari Ibu Kandungnya, pada Kamis (8/7/2021) kemarin Tim Elang Pimpinan Kanit Ipda Bambang langsung melakukan penangkapan dirumahnya.

Dalam penangkapan tersangka yang sedang berada dirumahnya, sempat bersembunyi di dalam kamar. 

Sehingga petugas pun terpaksa melakukan pendobrakan pintu di kamar tersangka.

"Tidak ada perlawanan saat ditangkap. Tersangka langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek Talang Ubi," ungkap Kapolsek Talang Ubi, Kompol Alpian Nasution didampingi Kanit Reskrim Ipda Bambang, Jumat (9/7/2021).

Nurmala Ibu tersangka menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak tahan atas kelakuan tersangka yang  sering menganiaya dirinya jika tak diberi uang untuk beli sabu.

Tak hanya itu, anaknya yang ke empat ini kerap menjual harta benda untuk membeli barang haram tersebut.

"Saya tidak tahan pak sering dipukuli. Padahal sudah sering diingatkan bahkan oleh kakaknya. Kami harap bisa ditahan," katanya.

Sementara, tersangka menyangkal bahwa kerap melakukan penganiayaan terhadap ibunya. "Tidak pak. Saya tidak pernah memukul ibu saya pak," kilahnya.Atas ulahnya, tersangka bakal dijerat dengan kasus 351 KUHP. 

Sumber : TRIBUNSUMSEL.COM