Articles by "Info Kriminal"
Tampilkan postingan dengan label Info Kriminal. Tampilkan semua postingan

MUBA, INFOSEKAYU.COM -Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Desa Pinang Banjar Simpang Talang Siku, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Selasa 20 September 2022 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kejadian itu diketahui, setelah diunggah di media sosial oleh akun miminsekayu, 2 jam lalu. Dimana dari keterangannya, kejadian sore pria berbaju merah tersebut diduga maling motor di Kecamatan Sungai Lilin.

Alhamdulillah lah diamankan oleh Polsek terdekat dan diketahui pria tersebut merupakan warga Kecamatan Adab Kabupaten Penukal Adab Lematang Ilir.

Aksi pelaku sendiri gagal setelah dikejar oleh warga dan tertangkap di Desa Sukamaju, Kecamatan Babat Supat. Bahkan, pelaku nyaris jadi bulan-bulan warga yang geram karena aksinya tersebut beruntung pihak kepolisian dari Polsek Sungai Lilin datang setelah berkoordinasi dengan Polsek Babat Supat.

Kapolres Muba AKBP Siswandi melalui Kapolsek Babat Supat, Iptu Widya Bhakti Dira dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut.

“Ya benar kejadiannya di simpang talang siku, Sungai Lilin tertangkap oleh masyarakat Desa Sukamaju. Yang bersangkutan sendiri sudah diamankan oleh personil Polsek Sungai Lilin menjeput ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” tandasnya.

Sementara itu, aksi pencurian kendaraan bermotor juga terjadi di Palembang, kali ini terjadi di Jalan Jakabaring, Kecamatan Jakabaring, Ahad 18 September 2022 sekitar pukul 11.30 WIB.

Kali ini yang menjadi korban aksi curanmor merupakan seorang mahasiswa salah satu Universitas di Palembang bernama Andika (26). 

Atas kejadian itu korban melaporkan kejadian ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang. 

Menurutnya saat itu motor terparkir di halaman rumah dengan kondisi hanya terkunci stang saja.

“Saat itu motor hanya terkunci stang saja, tapi saat cek motor sudah tidak ada lagi motor BeAT nopol BG 4539 KAP saya," ujarnya, Selasa 20 September 2022. Atas kejadian itulah ia melaporkan ke pihak berwajib, dengan harapan pelakunya dapat tertangkap sehingga tidak ada korban lainnya. 

“Saya harapkan pelakunya tertangkap dan motor saya dapat kembali," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi membenarkan adanya laporan korban di SPKT Polrestabes Palembang, mengenai tindak pidana 363 KUHP tentang Curanmor.

"Laporan korban sudah diterima anggota piket SPKT dan telah dilakukan olah TKP oleh anggota kita. Selanjutnya laporan korban akan ditindak lanjuti oleh Unit Reskrim kita," tutupnya. (Palpres) 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Unit Reskrim Polsek Bayung Lencir Kamis 15 September 2022 berhasil mengungkap aksi penyanderaan terhadap 5 orang warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir.

Empat orang pelaku berhasil diamankan, bahkan satu orang meninggal dunia karena terkena luka tembak dibagian kepala dan kaki pada saat penyergapan oleh polisi.

Pelaku yang meninggal adalah Ahmad Emza (30) sementara tiga pelaku lain nya adalah Egi Muzakkir (27), Febriansyah (33) warga Sukabangun II, terakhir Ardiansyah (25) warga Karang Anyar Gandus Palembang.

Sedangkan kelima korban yang disekap yakni Oma (65), Abdul Rahman Sayuti (35), Ujang (37), Sahwal rensusu panjaitan (30) dan Rusdi (50) semuanya warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir.

Kejadian penyekapan berawal ketika kelima korban sedang bermain gaple didepan salah satu rumah korban.
Saat itulah datang empat pelaku datang mengaku sebagai anggota Polda Sumsel. 
Mereka lalu membawa korban kedalam mobil, didalam mobil lima korban ini dimintai uang sebesar 30 juta.

Salah satu satu korban menelpon keluarganya untuk menyerahkan uang, mendapati kabar itu keluarga korban melapor ke Polsek Bayung Lencir.
Usai mendapat laporan, petugas langsung mengejar.

"Pada saat di Babat Supat ditemukan mobil, dan langsung diberikan tembakan peringatan," jelas Kapolres Muba AKBP Siswandi SIk SH melalui Kasatreskrim AKP Dwi Rio Andrian Sik

Setelah diberikan tembakan peringatan, pelaku tidak mau berhenti, lalu anggota menembak ban mobil pada bagian belakang. 

"Mobil berhenti dan keluarlah dua pelaku dari mobil yakni Ahmad Emza sambil mengacungkan senjata api mainan jenis revolver ke anggota, melihat itu anggota mundur sedikit, tapi anggota langsung mengeluarkan tembakan peringatan," jelas Kasatreskrim.

"Namun tak digubris lalu diberikan tindakan tegas dan terukur. Tapi tidak digubris oleh pelaku, hingga mengenai salah satu pelaku Ahmad Emza tepat dikepala dibagikan belakang," tambah Kasatreskrim. 
Polres Muba, Infosekayu.com  - Sempat Viral beberapa hari dimedia sosial, akhirnya seseorang yang tidak dikenal yang hendak berbelanja dengan menggunakan uang palsu berhasil diringkus unit reskrim polsek sekayu.

Kejadian tersebut sempat terekam melalui kamera cctv yang terdapat di salah satu warung toko manisan di kel. Balai agung kec. Sekayu kab.muba.

Kapolres Muba Akbp Siswandi melalui Kapolsek sekayu Iptu Suvenfri, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap seorang pelaku yang hendak berbelanja dengan menggunakan uang palsu yang sempat viral dimedian sosial, Ujarnya dipolsek sekayu,Rabu (14/9/22).

Berbekal informasi tersebut unit Reskrim kita melakukan mapping atas kejadian tersebut dan berhasil mengamankan pelakunya NUR SAFE'I (39), dikediamannya di kelurahan balai agung kec. Sekayu, Senin (12/9/22) sekira pukul 10.30 WIB. Ungkap Suven.

selanjutnya ketika dilakukan pengeledahan di dalam rumah tempat tinggal pelaku kita berhasil mengamankan 3 lembar yang diduga uang palsu pecahan Rp100.000 yang disimpan di dalam dompet warna hitam yang berada di kantong celana belakang sebelah kanan, di dalam lemari dan yang terkapar di lantai samping lemari, selanjutnya atas ditemukan barang bukti tersebut, pelaku Nur Syafi'i berikut seluruh barang bukti yang ditemukan langsung diamankan ke Polsek Sekayu.

Jelas kapolsek, pelaku mendapatkan uang palsu dengan nominal Rp.100.000 tersebut dari temannya “K” yang saat ini menjadi DPO sebanyak Rp.500.000.- 

Pelaku sudah membelanjakan uang tersebut sebanyak 2 kali, yang pertama membeli rokok djarum kuning dengan nilai 14ribu rupiah dan mendapat uang pengembalian dari hasil belanja tersebut sebesar 86ribu rupiah uang asli dan yang kedua kalinya ditolak oleh pemilik warung dan terekam kamera pengawas cctv.

Polsek sekayu amankan barang bukti berupa Empat lembar yang diduga uang palsu pecahan Rp.100.000, Satu buah dompet kulit warna hitam, Satu lembar baju kaos warna hijau dengan tulisan BLLBNG dan Satu lembar celana panjang warna cream  merk mild

Pelaku Nur syafi’I saat diintrogasi membenarkan perihal tersebut, dan ia menerima uang tersebut dari temannya “K” sebanyak lima ratus ribu rupiah, dan telah dibelanjakan sebanyak satu kali, satu uangnya tercecer dan tiga lainnya ditemukan petugas dirumahnya, dan ianya baru dua kali mencoba membelanjakan uang tersebut satu berhasil dan satu tidak ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 26 UU RI Nomor 7 tahun 2011 Jo Pasal 36 Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp 10 Miliar hingga Rp 50 Miliar dan perkara tersebut sudah kita limpahkan ke polres muba guna penyidikan lebih lanjut, ujar Suven.

Sumsel, Infosekayu.com - Polda Sumsel angkat bicara terkait kesaksian AKBP Dalizon dalam persidangan kasus suap Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Polda Sumsel merespon kesaksian AKBP Dalizon yang menyebut adanya setoran setiap bulan terhadap salah satu pejabat di Polda Sumsel saat itu.

Dalam persidang AKBP Dalizon yang merupakan mantan Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan mengaku bahwa adanya setoran ke mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) yakni AS setiap bulannya.

Kepala Kepolisian (Kapolda) Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan bahwa Polda Sumsel tidak pernah menerima pemberian uang dari siapa pun.

"Tidak ada Polda Sumsel menerima pemberian uang sebesar Rp 300 hingga Rp 500 juta," terang dia, Senin (12/9/2022).

Menurutnya, Polda Sumsel bekerja sesuai dengan profesionalisme.

Sehingga tidak ada penerimaan upeti dan sebagainya yang diberikan Kapolres maupun Kasubdit kepada Polda Sumsel.

"Hal ini perlu diluruskan supaya tidak ada persepsi di luar bahwa Polda Sumsel menerima imbalan dari siapa pun," tegasnya.

Namun, kata Supriadi, terkait pengakuan AKBP Dalizon yang mengaku bahwa menyetorkan sejumlah uang kepada oknum Dirkrimsus saat itu, menurutnya ini kasus tersebut telah diserahkan ke Mabes Polri.

"Jadi kita serahkan penyidikan ke Mabes Polri. Kalau memang terbukti silahkan dibuktikan di Persidangan," terang dia.

Sementara terkait tiga kanit di Polda Sumsel yang saat itu menjadi bawahan Dalizon yang juga disebut-sebut juga menikmati uang suap tersebut, Supriadi mengaku bahwa saat ini tiga kanit itu telah dilakukan penyidikan oleh Mabes Polri.

"Tiga Kanit itu telah dilakukan penyidikan di Mabes Polri. Kita tinggal tunggu saja berkasnya dari sana," terangnya. (Sriwijaya post) 

Polres muba, Infosekayu.com  - Seorang pelaku judi togel ditangkap Team Macan Polsek Sekayu pada Rabu (24/8/2022) sekira pukul 11.30 WIB, pelaku ditangkap dirumahnya di Jalan Merdeka Kel. Kayuara Kec. Sekayu Kab.Musi Banyuasin.

Pelaku judi togel yang diamankan Unit Reskrim Polsek sekayu adalah Yuandra (49) warga Kel. Kayuara Kec. Sekayu Kab.Musi Banyuasin, bersama pelaku didapati barang bukti 1 (Satu) Unit HP merk Vivo warna Hitam, 14 (Empat belas) Lembar rumusan angka togel, 1 (Satu) buah pena hitam merk EVERCOSS, 10 (Sepuluh) Lembar struk transfer antar bank, 1 (Satu) buah kartu ATM bank BRI), 5 (lima) lembar print out bukti pemasangan togel online situs "Yuk togel", 1 (satu) lembar print out bukti SMS pembelian angka togel dan Uang Tunai Senilai Rp. 475.000,- (empat ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) yang diduga hasil penjualan togel.

Pengungkapan kasus ini berkat Informasi dari masyarakat tentang adanya aktivitas judi togel yang sudah meresahkan di kel. Kayuara Ujar Kapolres Muba Akbp Siswandi melalui Kapolsek Sekayu Iptu Suvenfri, Kamis (25/08). 

Berbekal informasi tersebut Tim Opsnal Polsek dipimpin kanit reskrim Ipda Rusdi mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Benar saja, Sekira pukul 11.30 WIB, Tim macan langsung mengamankan pelaku yang sedang berada dirumahnya yang tertangkap tangan sedang melakukan perjudian Toto Gelap (Togel) online melalui Handphone miliknya, Ungkap Suven.

Dari introgasi awal terhadap pelaku ia mengakui perbuatannya dan ianya menerima pasangan nomor togel melalui sms dan dipasangkan ke situs aplikasi "Yuk togel" dengan akun YUANDRA dan pelaku telah menjalani kegiatan tersebut lebih kurang satu bulan, ujar kapolsek.

Saat ini tersangka dan barang bukti kini telah diamankan di polsek sekayu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, dan akan kita jerat dengan pasal Pasal 303 Ayat (1)  Ke 1e, Ke 2e, dan Ke 3e KUHPidana tentang perjudian, jelas suven.
Sekayu, Infosekayu.com  - Satu dari dua Pelaku pencurian dengan kekerasan atau Curas ditangkap Unit Reskrim Polsek Sekayu Polres Musi Banyuasin.  Penangkapan terhadap satu dari dua pelaku curas dipimpin Kanit  Reskrim Polsek Sekayu Ipda Rusdi,S.H, beserta Tim Opsnalnya. 

Pencurian dengan kekerasan atau Curas yang terjadi pada Kamis, 18 Agustus 2022 sekira pukul 21.30 WIB terjadi di atas jembatan desa Bandar jaya kecamatan Sekayu dengan pelaku bernama Rian Adi saputra (28) warga Dusun I Desa muara duo kec.tanah abang kab. Pali. 

Dalam penangkapan satu orang pelaku di hutan pada Jumat, (19/08) sekira jam 07.00 Wib itu, polisi berhasil menyita barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha aerox dengan nomor polisi BG 3092 BAX warna abu-abu Tahun 2022 milik Korban dan Satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam milik Pelaku. 

"Kedua pelaku ini mencegat dan memberhentikan korban dijembatan dengan dali bertanya arah kec. Keluang. Sambil menodongkan pistol kearah korban" Ujar kapolsek. 

Lanjutnya, kedua pelaku mendorong tubuh korban dan berusaha keras agar korban melepaskan sepeda motor miliknya. 

"Satu orang masih dpo, sedangkan korban Herman Saputra (19) Warga Dusun I Desa Bandar Jaya  kecamatan Sekayu kabupaten Musi Banyuasin ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp. 30.000.000(tiga puluh  Juta Rupiah)" Ujar Kapolsek Sekayu Akp Suventri, SH mewakili Kapolres Muba Akbp Siswandi, S.ik, SH, MH. 

Pelaku yang diamankan ini dikenakan dengan Pasal 365 KUHPidana. Liputantribratamubanews.com

Infosekayu.com  - Putri Candrawathi (PC), Istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jumat (19/8/2022).

"Penyidik menetapkan Saudari PC sebagai tersangka," kata Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

Cerita Pengacara Kena Prank Istri Ferdy Sambo Patra M Zen, Kuasa Hukum Putri Candrawathi, mengaku dibohongi kliennya.

Awalnya kliennya mengaku jadi korban pelecehan seksual oleh Brigadir J di rumah dinas suaminya Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren III Jakarta pada Jumat 8 Juli 2022 lalu. Nyatanya itu semua hoaks alias bohong.

Padahal awalnya Patra percaya kliennya benar-benar korban kekerasan seksual.

“Saya diberi informasi yang keliru. Kalau bahasa sekarang, saya kena prank," ungkap Patra di program Talkshow Rosi Kompas TV, Kamis (18/8/2022).

"Saya dibohongi karena memang tidak pelecehan seksual di Duren Tiga,” tukasnya.

Polres Muba, Infosekayu.com  - Satreskrim Polres Muba kembali meringkus dua orang anggota komplotan perampok yang yang terkenal sadis dan sering beraksi di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim). Kedua perampok yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut yakni Ruslan (48) warga OKI dan Suparzi (40) warga OKU Timur.

Kapolres Muba, AKBP Siswandi, melalui Wakapolres Kompol Satria Dwi Dharma mengatakan, kedua tersangka yang telah menjadi DPO sejak lama di tangkap di tempat yang berbeda. 

"Tersangka SI ditangkap di OKU Timur sedangkan tersangka RS ditangkap di Tegal Mulyo OKI. Kedua nya ini sudah menjadi DPO sejak lama, bahkan tersangka RS ini DPO sejak tahun 2012 lalu," ujar dia didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian dan kasi humas Akp Susianto. Jumat (12/8/2022). 

Keduan tersangka ini merupakan kelompok Toni Cs yang berhasil kita tangkap pada Juli lalu. Mereka ini spesialis rampok antar provinsi dan bertugas sebagai eksekutor," kata dia.
 
Khusus untuk Ruslan, sambung Satria, merupakan DPO Polres OKU Timur karena melakukan perampokan yang menyebabkan satu orang anggota polisi mengalami luka tembak dibagian paha pada 2012 lalu. 

"Saat ini, masih ada tersangka lagi yang belum tertangkap. Kami imbau untuk segera menyerahkan diri. Karena kita tidak segan-segan mengambil tindakan tegas dan terukur seperti para pelaku lainnya yang telah tertangkap," tegas dia.
 
Sementara, tersangka Ruslan mengaku jika dirinya di ajak oleh Toni untuk melakukan perampokan dan bertugas eksekutor. "Dari hasil perampokan di Sungai Lilin ini saya mendapatkan uang sebesar Rp 3 juta rupiah," kata dia. 

Hal yang sama juga di akui oleh Suparzi, pria yang berprofesi sebagai tukang ikan ini merupakan perampok panggilan, saat itu ia bertugas mengikat korban nya. "Sebelumnya saya sudah pernah ikut melakukan aksi yang sama di Jambi, sedangkan di Muba ini baru sekali dan mendapatkan jatah sebesar Rp 2,6 juta rupiah," tandas dia. 

Sebelumnya, Satreskrim Polres Muba bersama Polsek Sungai Lilin dan Polda Jambi berhasil menangkap tiga perampok sadis yang sering beraksi di Jalintim yakni Hairudin alias Toni (52), Sugianto alias Sugi (48) dan Prasetyo Yunus (39). 

Karena melakukan perlawanan, otak dari pelaku perampokan yakni Toni terpaksa di lumpuhkan, meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa Toni tidak bisa di selamatkan.
Polres Muba, Infosekayu.com  - Unit Reskrim Polsek Lais berhasil mengamankan Elpan (35) warga Desa Teluk Kec. Lais Kab. Musi Banyuasin, Tersangka diamankan saat berada dirumahnya Desa Teluk Kec. Lais.

Kapolres muba Akbp Siswandi melalui Kapolsek Lais Iptu Hendra Sutisna saat dihubungi awak media, Kamis(11/8/22), mengatakan bahwa pelaku kita amankan berkat adanya informasi dari masyarakat bahwasanya dirumah pelaku sering digunakan transaksi untuk jual beli narkotika jenis Shabu.

Berbekal informasi tersebut Unit Reskrim Polsek lais yang dipimpin oleh Iptu Surasa langsung melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut, Kata Hendra.

Benar saja Ketika kita lakukan penggerebekan pada hari Rabu (10/08/22) sekira pukul 12.30 wib, kita temukan barang bukti berupa 54 ( lima puluh empat ) paket kecil yang diduga Shabu - Shabu. Ungkap kapolsek.

Sesaat kita sedang melakukan penggeledahan pelaku berusaha membuang barang bukti yang disimpannya didalam saku celana sebelah kanan dengan cara dilempar keluar rumah, akan tetapi barang bukti tersebut berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian y ang disimpan didalam wadah bekas minyak rambut yang didalamnya berisikan 54 ( lima puluh empat ) paket kecil Shabu - Shabu dengan berat bruto 9.26 gram dan kita juga menemukan uang hasil menjual Shabu sebesar Rp. 130.000,- ( seratus tiga puluh ribu rupiah ). Jelas Hendra.

Dari keterangan tersangka bahwa memang benar paket shabu tersebut adalah miliknya dan ianya telah menjual dan menggunakan barang tersebut sejak lima bulan yang lalu dan ianya menjual sabu tersebut mulai dari paket 50 ribu hingga 150 ribu rupiah

kepada tersangka dikenakan pasal pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Polres muba, Infosekayu.com  - MEMED (31) warga Dusun III Desa Bailangu Kec. Sekayu Kab. Musi banyuasin, berhasil dibekuk Tim Unit Reskrim Polsek Sungai keruh setelah beberapa jam kabur setelah melakukan penganiayaan terhadap ALPIAN (53) yang juga warga Desa Bailangu Kec. Sekayu Kab. Muba. Minggu 07/08/22, sekira pukul 19.30 wib.

Kapolres Musi Banyuasin Akbp Siswandi,Sik,SH,MH. Melalui kapolsek sungai keruh Iptu Vico Fariul Fajar, S.Tr.K., M.Si., mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Dusun IV Desa Sindang Marga  Kec. Sungai Keruh Kab. Muba.

Lanjut Vico, pada saat itu korban sedang di pijat/di urut di seban sebelah rumah sdr H dan dari belakang sesaat korban sedang dipijat/di urut dari belakang pelaku MEMED muncul dan langsung membacok korban dengan sebilah Celurit yang di bawa pelaku yang mengakibatkan Korban mengalami Luka bacok pada bagian punggung sebelah kiri dan paha sebelah kanan.

Usai kejadian korban langsung dibawah ke Puskesmas tebing bulang namun belum sampai korban meninggal dunia, sementara pelaku usai melakukan penganiayaan langsung melarikan diri.

Pelaku dan korban merupakan teman akrab, sama-sama rekan kerja dikebun karet milik kakak korban yang belum lama bekerja yang sebelumnya pelaku diajak korban untuk bekerja menyadap karet milik kakak korban didesa sindang marga kec. Sungai Keruh kab.Musi Banyuasin. Ungkap Vico.
 
Berselang 3 jam dari kejadian Pelaku berhasil ditangkap Unit reskri yang dipimpin kanit reskrim Aipda Candra Nasution,S.H. Bersama anggota saat bersembunyi di perkebunan yang berada di Dusun IV Desa Sindang Marga Kec. Sungai Keruh Kab. Muba, Pelaku berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan,  kemudian pelaku dibawa langsung ke Polsek Sungai Keruh guna proses Penyidikan lebih lanjut. Jelas Kapolsek.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi berupa 1 (satu) Bilah Celurit yang digunakan pelaku, 1 (satu) Helai celana jeans warna Biru Dongker ( milik tersangka ), 1 (satu) Helai Baju kaos putih ( milik tersangka ) dan 1 (satu) Helai sarung ( milik korban )

Di hadapan Polisi ia Pelaku, mengaku melakukan penganiayaan tersebut lantaran cemburu terhadap korban karena korban berusaha menggoda istri pelaku

Tersangka akan dijerat dengan pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP , lebih subsider  pasal  351 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Pungkas Viko.
Muba, Infosekayu.com  - Polsek Sanga desa membekuk pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Kel. Ngulak Kec. Sanga Desa Kab. Musi Banyuasin yang terjadi pada hari selasa 02/08/22, sekira pukul 11.30 wib.

Akibatnya, Eko Susanto (36) warga Desa Ngulak II Kec. Sanga Desa Kab. Muba 
mengalami luka bacok pada bagian punggung dan pinggang dan harus dilarikan ke Rsud Sekayu.

Kapolres Muba Akbp. Siswandi, S.IK.,SH.,MH melalui Kapolsek Sanga desa Iptu Imam Dipsa Maulana, S.Tr.,K,M.Si. membenarkan penangkapan pelaku penganiayaan, diketahui Pelaku Tindak pidana penganiayaan Kandar (33), warga Dusun II Desa Terusan Kec. Sanga Desa Kab. Muba. Saat dikonfirmasi awak media.

“Kronologis berawal dari korban sedang duduk di bawah rumah, saat itu korban berkata "SAPELAH YANG NAK BELAGE DENGAN KU, KU NUNTUT NIA MUSUH BELAGE(SIAPA YANG MAU BERKELAHI SAMA SAYA)" Ujar kapolsek

Lanjut Dispa, Pelaku kemudian merasa tersinggung dan mengatakan "APE NAK NIA NGA TU BELAGE(APA BENAR KAMU MAU BERKELAHI)" dan kemudian langsung dijawab Korban "AO NAK NIA(YA BENAR)" kemudian Pelaku pulang kerumahnya yang tak jauh dari tempat korban duduk- duduk.

Berselang sekira 10 menit kemudian Pelaku datang Kembali dengan menggunakan sepeda motornya,  Pelaku menuju kebawah rumah dimana korban sedang duduk, lalu Pelaku langsung membacokan sebilah golok sebanyak 1 kali ke arah punggung belakang Korban dan 1 kali kearah pinggang sebelah kiri belakang Korban, setelah kejadian tersebut Pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya, Ungkap Kapolsek.

Pelaku sempat melarikan diri, namun kita tetap melakukan penyelidikan atas perkara tersebut dan mendapatkan informasi tentang keberadaan pelaku, Ujar kapolsek.

Pelaku berhasil kita tangkap dipersembunyiannya di pondok perkebunan kelapa sawit yang berada di Desa Karang Ringin Kec. Babat Toman, Rabu (03/08/22) sekira pukul 14.30 WIB.

Pelaku berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan oleh tim reskrim kita yang dipimpin oleh Ipda Nasirin,  kemudian pelaku dibawa langsung ke Polsek Sanga Desa guna proses Penyidikan lebih lanjut dan akan kita jerat dengan pasal Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana.

Sementara pelaku saat diintrogasi mengatakan bahwa pelaku merasa tersinggung atas perkataan korban yang sering kali menantang pelaku dengan perkataan mengajak untuk berkelahi sehingga pelaku melakukan penganiayaan tersebut. Pungkas Kapolsek.

Lubuk Linggau, Infosekayu.com - Mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Arab Saudi, Titin Herlina alias Tina di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) ditangkap Polisi, Rabu (3/8/2022). Tina mantan TKW Arab Saudi ini ditangkap karena terlibat narkoba jaringan Internasional.

Tina mantan TKW di Arab Saudi ini tercatat sebagai warga Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau ini ditangkap, Selasa (2/8/2022) dini hari di rumahnya.

Dari rumah mantan tenaga kerja wanita (TKW) Arab Saudi ini polisi mengamankansabu seberat 1,8 Kg yang disimpan pelaku di dalam tanah pekarangan tetangganya.

Dihadapan Polisi, Titin mengaku barang haram yang diamankan Polisi tersebut merupakan titipan dari kakaknya warga Brebes Jawa Tengah.

"Barang ini merupakan titipan dari Kakak di Jawa, saya hanya mendapat upah Rp 5 juta," kilahnya saat diinterogasi Kapolres.

Sepengetahuan Titin barang haram itu awalnya berasal dari Malaysia, satu paket langsung dikirim ke Jawa ketempat kakaknya dan satu paket dikirim ke Lubuklinggau.

"Kakak mengirimnya dari Jawa, saya disuruh mengambil di depan Kompi dengan seseorang yang ngantarnya," ujarnya.

Barang haram itu baru disimpannya seminggu, rencananya barang itu akan diambil seseorang, namun belum sempat barang itu diambil Titin sudah tertangkap.

"Saya hanya menyimpannya, nanti ada orang yang datang langsung mengambilnya," ujarnya.

Sebenarnya sabu tersebut ada 2 Kg, namun 200 gramnya sudah diambil oleh saudaranya dari Sekayu, hanya saja Titin mengaku lupa alamat saudaranya tersebut.

"Sudah dibuka, 200 gram dibawa ke Sekayu, yang bawanya sepupu saya," ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi didampingi Waka Polres, Kompol MP Nasution, Kasatnarkoba, AKP Hendri menyampaikan pengungkapan bermula dari tertangkapnya tersangka Andrew.

"Saat itu tersangka Andrew diamankan ketika melintas di Jalan Kenanga, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II," ungkapnya pada wartawan saat menggelar pers rilis, Rabu (3/8/2022).

Setelah diinterogasi tersangka Andrew mengaku bahwa barang haram itu milik Selvi.

Kemudian, Polisi langsung melakukan pengembangan dan menangkap Selvi di rumahnya di Jl. Perumahan 87 Recidence Blok A 13 Jl. Pol Moch Hasan RT.08 Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

"Setelah diamankan, Selvi mengaku narkoba tersebut milik bibinya Titin, Polisi pun langsung menginterogasi Titin dan memintanya menunjukkan di mana lokasinya menyimpan barang bukti," ungkapnya.

Lalu, Titin menunjukkan lokasinya menyimpan barang bukti sabu, sabu itu di kuburnya di halaman rumah tetangganya, setelah tahu lokasinya polisi langsung melakukan penggalian.

"Ketika dibongkar ditemukan satu bungkus plastik warna hijau merek guanyinwang berisi narkotika 1.050 gram, delapan bungkus plastik klip diduga narkotika golongan jenis sabu berat 800 gram," ujarnya.

Lalu, turut pula diamankan satu ponsel warna biru navy merek vivo y 21 dan satu buah timbangan digital merek chq. selanjutnya semua barang bukti diamankan di Polres Lubuklinggau. (Sriwijaya post)

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Penyidik Unit I Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel mengungkap kasus penipuan online. Modusnya pelelangan barang elektronik yang mengaku dari Bea Cukai Palembang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol M Barly Ramadan mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya menangkap lima sindikat pelaku yang terlibat kasus ini.

Tiga di antaranya digelandang ke Mapolda Sumsel. Sementara satu sudah menjadi tahanan di rutan kelas II Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, dan satunya lagi telah meninggal dunia akibat Covid-19.

"Ada tiga pelaku yang kita tangkap yakni Agung Fahrizan (19), Angga Syahputra (26), M Arifin (24) yang ketiganya merupakan warga kecamatan Padang Hilir, Kabupaten Tebingtinggi, Sumatera Utara," kata Barly, Kamis (21/7/2022).

Barly menambahkan, dalam melanca korkan aksinya para pelaku melakukannya dengan kolektif, yang menyasar seorang mahasiswi Palembang dengan kerugian mencapai Rp318 juta.

Dijelaskannya, berawal dari korban membeli tiga unit barang elektronik seharga Rp7,5 juta. Karena korban merasa sudah yakin dengan tipu daya, pelaku kembali membujuk korban untuk menjadi mitra dalam penjualan barang tersebut dengan keuntungan Rp1 juta per unit.

"Lalu, korban mentransfer uang sebanyak lima kali kepada pelaku dengan total uang keseluruhan mencapai Rp318 juta," katanya.

Sementara itu, pelaku Angga Syahputra mengaku, bahwa aksinya tersebut telah dilakukan sejak satu tahun terakhir.

"Sudah miliaran yang kami dapat," katanya.(inews).

SUNGAI LILIN, INFOSEKAYU.COM - Sungguh sial nasib dialami Muksin, Warga Desa Bentayan Kecamatan Tungkal Ilir Banyuasin. Bagaimana tidak uang sekitar Rp 130 juta yang tersimpan didalam mobilnya dibawa kabur pencuri.
 
Peristiwa ini terjadi Kamis siang (14/7) ketika mobil Xenia milik korban terparkir didepan salah satu rumah makan. Saat ini kasus ini sudah dilaporkan korban ke Mapolsek Sungai Lilin.
 
Informasi dilapangan kejadian korban baru pulang dari Betung setelah menyelesaikan transaksi pembayaran penjualan kebun karet di Tungkal Ilir. Ketika di Sungai Lilin korban memarkirkan mobil didepan salah satu rumah makan.
 
Muksin yang saat itu bersama anaknya turun bermaksud membeli hp. Sementara uang sekitar Rp 130 juta didalam kantong plastik diletakkan diatas rem tangan dan ditutup bantal.
 
Ketika di kounter hp inilah tiba-tiba saja alarm mobil korban berbunyi, ketika di cek kantong berisi uang sudah dibawa kabur oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor.
 
Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH Sik melalui Kapolsek Sungai Lilin Iptu Andi Firdaus SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Anggota sudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku," tutupnya. (Harianmuba)
Muba, Infosekayu.com  - Penemuan mayat seorang pria diketahui Bernama Reli (33) warga kelurahan Soak Muba Kecamatan Sekayu yang sempat menggemparkan warga Desa Pandan Dulang,Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (28/3/2022) sekitar pukul 20.45 WIB akhirnya terungkap.

Sebanyak sembilan pelaku pembunuhan terhadap Reli Supriadi (33) warga Kelurahan Soal Baru Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba berhasil dibekuk tim srigala polres muba

Kesembilan pelaku yakni,Efran, Erik Pratama, Juliansyah, Jhoni Kusmoyo,Apriadi, Firmansyah,Alpino, Bobby Laniastra dan Tarmizi,delapan pelaku melakukan penusukkan, kecuali Firmansyah.

Dimana kesembilan pelaku tersebut merupakan pelaku pembunuhan yang diduga dibayar oleh seseorang, dikarenakan dendam oleh permasalahan bisnis 

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH Sik dalam releseanya mengatakan , Pembunuhan berencana ini terjadi  dari 26 Maret 2022 lalu,

" Diduga pelaku ini diduga Pesanan seseorang membayar pelaku, tujuannya melakukan pembunuhan terhadap korban.dimana pada saat kejadian korban ditemukan denga  luka tusukan yang banyak dan buat heboh, atas kejadian tersebut dilaporkan keluarga ke pihak kita," kata Kapolres senin (27/6/2022)

Lanjutnya, Dari laporan keluarga korban pihak kepolisian melakukan penyelidikkan, kemudian ada beberapa nama diduga pelaku,

" Pada tanggal, 11 Juni 2022, tim Srigala Polres Muba dipimpin Kanit Pidum Ipda Dedi Kurniawan berhasil mengamakan 3 orang pelaku, dari 3 orang tersebut berkembang sehingga dapat pelaku lainnya, dan hasilnya 9 pelaku diamankan," ujar Kapolres didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Adrian SIK, kasi humas Akp. Susianto

Adapun waktu kejadian, sambung Kapolres, Pelaku membujuk korban mengajak ke satu pesta,serta menggunakan sabu bersama- sama, " Pelaku dan korban berbocengan keTKP desa Pandang Dulang kecamatan Lawang Wetan, Muba.

" Sampai di TKP delapan pelaku semua menikam sekujur tubuh korban, sehingga ditemukan di tubuh korban terdapat kurang lebih puluhan tusukkan. Dari setiap pelaku mempunyai peran masing masing." Ujarnya.

Dijelaskan Kapolres, Untuk pelaku dikenakan pasal 340 Susideer 338 dengan ancaman hukuman seumur hidup. " Selain pelaku diamankan juga Barang bukti yang diamankan ada 7 Sajam, 3 unit sepeda motor, baju korban dan baju tersangka.kemugkinan ada pelaku lain, dan kita masih melakukan pengembangan." Pungkasnya.

Infosekayu.com  - Seorang tauke karet di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi korban perampokan yang membuatnya kehilangan uang ratusan juta rupiah. Polisi tengah menyelidiki kasus ini untuk mengungkap kawanan pelaku.

Peristiwa itu terjadi di rumah korban, PR, di Desa Sukadamai, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Minggu (19/6) dini hari. Empat pelaku masuk ke rumah dengan cara mencongkel terali besi jendela.

Para pelaku awalnya masuk ke kamar cucu-cucu korban sehingga terdengar teriakan yang sampai ke telinga anak korban, HD. Begitu masuk ke kamar, HD ditodong senjata api yang membuatnya tak berkutik. HD diikat dengan tali rapia dan dijaga salah satu pelaku.

Lalu para pelaku mendatangi korban PR yang sedang tidur di kamarnya. PR pun tak luput dari kekerasan pelaku. Tangan dan kakinya diikat sambil diminta paksa menunjukkan barang berharga miliknya.

Takut dengan ancaman, korban pun menunjukkan apapun barang di dalam rumah. Alhasil, para pelaku berhasil membawa kabur uang sebanyak Rp58 juta, perhiasan emas seberat 100 gram, dan 5 unit ponsel pintar.

Sebelum itu, korban PR meminta para pelaku tidak melukai bahkan sampai membunuh anggota keluarganya. Dia bersedia memberikan apapun yang diminta asal keluarganya selamat.

Kasi Humas Polres Musi Banyuasin Iptu Susianto mengungkapkan, para pelaku diduga sudah mengintai rumah korban dan beraksi di waktu yang tepat. Setiap pelaku membawa senjata api untuk mengancam korbannya.

"Pelaku diperkirakan berjumlah empat orang, masih lidik," ungkap Susianto, Selasa (21/6).

Perampokan itu terbilang cepat yang hanya selama 20 menit. Setelah barang rampokan didapat, para pelaku keluar dari pintu belakang dan kabur ke arah desa sebelah.

"Tidak ada anggota keluarga yang terluka, hanya korban dan anaknya sempat disekap agar tidak melawan," pungkasnya.(merdeka). 

SANGA DESA, INFOSEKAYU.COM  – Seorang Crew Orgen Tunggal bernama Mahamat (29) warga Kelurahan Ngulak 1, Kecamatan Sanga Desa meregang nyawa setelah mendapat dua luka tusukan dari temannya sendiri yakni Cucu (19) warga Desa Ngulak III. Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di Desa Keban 2 Kecamatan Sanga Desa sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (20/6) kemarin.

Korban sendiri ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa lagi dengan luka menganga pada bagian leher. Dari informasi yang didapat wartawan media ini di lapangan diduga peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh ketidaksenangan tersangka Cucu atas perbuatan korban Mamat (nama panggilan, red) yang telah menggadai sepeda motor milik tersangka tanpa sepengetahuannya.

Kronologi kejadian sendiri berawal saat tersangka Cucu dan korban Mamat bersama-sama menggadaikan motor milik tersangka. Namun tanpa sepengetahuan tersangka rupanya korban menambah jumlah uang gadai motor tersebut.

Sehingga saat tersangka ingin menebus motor miliknya, masih ditolak oleh warga tempat mereka menggadai tersebut dengan alasan uangnya masih kurang.
Selanjutnya, tersangka kemudian mencari korban untuk menanyakan perihal uang gadai tersebut yang berujung timbulnya pertengkaran antara keduanya. Tersangka Cucu yang gelap mata kemudian langsung menikam korban sebanyak dua kali ke arah leher dan samping kanan tubuh korban.

Aparat kepolisian Polsek Sanga Desa yang mendapatkan laporan mengenai peristiwa pembunuhan tersebut kemudian bergerak cepat dan dapat meringkus pelaku dikediaman keluarganya, kurang dari 2 jam setelah kejadian.

Kapolsek Sanga Desa IPTU Imam Dipsa Maulana STrk melalui Kanitreskrim IPDA Nazirin SH saat dikonfirmasi membenarkan mengenai kejadian pembunuhan yang terjadi di Desa Keban 2.
“Ya, tersangka sudah kita amankan. Untuk sementara terhadap tersangka kita kenakan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan,” ujar Kanit.

Terpisah, Kemis (63) orangtua korban mengaku sangat tidak menyangka putra satu-satunya dari 5 bersaudara tersebut harus meninggal dengan cara tragis.
“Tidak menyangka sekali pak, tiba-tiba saya dijemput orang saat sedang di sawah. Katanya, anak saya meninggal dibunuh. Saya berharap pelaku dapat hukuman setimpal,” tukasnya.(ren, harianmuba).

SANGA DESA, INFOSEKAYU.COM – Naas nasib yang dialami oleh Amin (32) warga Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, pasalnya ia harus meregang nyawa setelah di tujah (tusuk) oleh Yudi (38) warga Desa Kemang Kecamatan Sanga Desa. Peristiwa berdarah tersebut tersebut terjadi di Dusun 3 Desa Ngulak II Kecamatan Sanga Desa pada hari Rabu (15/6) sekira pukul 09.30 WIB.

Penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa Yudi tersebut diduga terjadi akibat cekcok mulut antara korban dengan pelaku, hingga berujung saling tantang untuk berkelahi.

“Awalnya tadi sempat ribut mulut di Desa Kemang, kemudian Amin dengan si Yudi ini saling tantang berkelahi. Lalu, untuk menghindari perkelahian tersebut saya kemudian mengajak Amin untuk ke rumah teman di Desa Ngulak II. Beberapa saat kemudian rupanya si Yudi ini menyusul hingga terjadilah perkelahian itu,” terang Darius (41) rekan korban, sekaligus saksi mata kejadian.

Lebih lanjut menurut Darius dirinya tidak kuasa untuk melerai perkelahian tersebut, sebab saat itu pelaku memegang sebilah pisau ditangannya.

“Saya tidak bisa melerai karena pelaku pegang pisau. Setelah menusuk korban pelaku langsung melarikan diri, saya kemudian merangkul korban yang meminta tolong, serta sudah bersimbah darah di bagian perut dan dada,” katanya.

Kapolsek Sanga Desa IPTU Imam Dipsa Maulana STrk melalui Kanitreskrim IPDA Nazirin SH membenarkan mengenai peristiwa pembunuhan yang terjadi di Desa Ngulak II.

“Kronologi kejadian sendiri akibat cekcok mulut antara korban dengan pelaku. Korban Amin ini menurut penuturan tersangka telah melakukan pemukulan telebih dahulu terhadap dirinya dengan menggunakan sebatang besi, hingga menyebabkan kepalanya mengalami luka. Karena merasa terancam tersangka kemudian mencabut sebilah pisau lalu menusuk korban sebanyak dua kali dibagian perut dan dada sebelah kiri,” ungkap Nazirin.

Korban lalu dibawa ke Puskesmas Ngulak dan meninggal dalam perjalanan. Sementara itu pelaku melarikan diri ke Desa Kemang, dan berhasil diringkus oleh aparat Kepolisian Polsek Sanga Desa 1 jam setelah kejadian.

“Alhamdulillah pelaku sudah berhasil kita amankan dikediamannya di Desa Kemang. Terhadap pelaku untuk sementara kita kenakan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan,” tuturnya.(ren, harianmuba)

Babat Toman, Infosekayu.com – Aksi bejat seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri kembali terjadi. Kali ini seorang remaja berusia 13 tahun warga salah satu desa di Kecamatan Babat Toman di “garap” ayah kandung hingga hamil 2 bulan.

Kasus ini pun sudah ditangani Satreskrim PPA Polres Muba. Pelaku berinisial HE sudah mendekam dibalik jeruji penjara setelah diamankan pada Jumat (3/6/2022) siang.
 
Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupesy SH SIK MSi, didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian SIK, dan Kanit PPA Polres Muba, IPTU Efendi menjelaskan, aksi asusila pertama kali terjadi Desember 2021 sekitar pukul 05.00 WIB.
 
“Saat itu pelaku HE melihat anaknya tengah tertidur lelap, lalu masuk kedalam kamar dan langsung memeluk korban kemudian membuka celana, dan langsung melakukan perbuatan Asusila,” jelas Kapolres.

Lalu setelah melakukan perbuatan asusila itu, pelaku langsung meninggalkan nya hingga suatu saat kembali lagi melakukan perbuatan tercela tersebut.
 “Setelah kejadian itu, ibu korban yang juga istri dari pelaku, merasa curiga dengan perkembangan anak kandung nya yang sering muntah muntah seperti orang masuk angin,” jelasnya
           
Melihat keanehan itu, ibu korban bertambah curiga, lalu membawa anak perempuan itu ke salah satu Puskesmas di Kecamatan Babat Toman.
           
“Hasilnya sangat mengejutkan bahwa anaknya telah mengandung dua bulan,” jelasnya. Merasa malu, ibu kandung korban lalu mengajak anaknya pergi ke Provinsi Jambi ketempat saudara kandungnya. “Disana anaknya didesak untuk bercerita,” jelasnya
           
Dihadapan sang ibu, korban bercerita bahwa yang telah menghamilinya adalah sang bapak kandung. Mendengar penuturan korban, sang ibu langsung melapor ke Polsek Babat Toman.
“Lalu, anggota kita yakni Unit PPA Satreskrim Polres Muba melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka pada Jumat (3/6/2022) siang saat berada di rumah makan Desa Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman,” katanya.
          
Tersangka dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1), (2), (3) jo Pasal 76D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” terang dia.
          
Sementara itu, tersangka HE mengaku, dirinya khilaf atas kemolekan tubuh anaknya. “Saat itu anak saya sedang nonton TV hingga larut malam. Saya lihat dan saya langsung khilaf memperkosanya,” katanya.

Karena ketagihan dan merasa aksinya berhasil, HE mengaku ia nekad  mengulanginya lagi. “Saya lakukan sebanyak tiga kali dengan rentan waktu yang tidak berdekatan. Saya menyesal pak,” katanya. (Harianmuba)
Sekayu, Infosekayu.com  - Pelaku penjambretan Weli Asri, (23) warga Sukarame kecamatan Sekayu,Muba harus meringkuk di balik jeruji besi. Pasalnya telah merampas tas milik Dewi (25) warga Sekayu.

Kejadian tersebut terjadi Minggu (29/5/ 2022) sekitar pukul 21.00 WIB,dijalan Lingkar Randik depan gambut lumpur ( RM Pagi sore). Kapolres Muba Akbp Alamsyah Pelupessy SH, S.ik, M.si melalui Kasi Humas Polres Muba AKP Susianto M, SH membenarkan kejadian tersebut.

 " Mendapatkan informasi tersebut pihak Polres melakukan pengecekan pelaku jambret yang ditangkap massa dan diamankan untuk pemeriksaaan lebih lanjut di Polsek Sekayu," terang Susianto Kemarin (30/5/2022)

Dijelaskan Susianto,saat korban dalam perjalanan pulang kerja dan dibonceng dengan sepeda motor Honda Tiger warna merah oleh adik korban Arinda Mustakim. 

"Tiba-tiba dari arah kanan seorang pengendara sepeda motor Verza warna putih langsung merampas tas korban dan kabur, selanjutnya dikejar oleh adik korban dengan sepeda motornya." Terangnya

Kemudian, sambung Susianto,sekitar 500 meter pelaku berhasil dikejar dan ditendang sepeda motornya oleh adik korban hingga pelaku terjatuh.

" Melihat pelaku jatuh kemudian korban berteriak jambret, sehingga tidak lama kemudian banyak orang berdatangan dan langsung menangkap pelaku, yang tidak lama kemudian datang polisi yg langsung membawa pelaku ke Polsek Sekayu." Ungkapnya. (omi/liputantribratamubanews.com)