Articles by "Info Pembangunan"
Tampilkan postingan dengan label Info Pembangunan. Tampilkan semua postingan
Jirak Jaya, Infosekayu.com - Membangun adil dan merata sampai ke pelosok desa dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin merupakan komitmen Bupati Dr H Dodi Reza Alex bersama dengan wakilnya Beni Hernedi.

Sebagai kepala daerah di wilayah Muba, Bupati Dodi Reza terus meningkatkan  pelayanan terbaiknya terhadap masyarakat. Demi kecintaannya pada warga Muba, tidak segan segan dirinya menindak tegas aspirasi yang disampaikan termasuk aspirasi untuk perbaikan jalan.

Seperti halnya, masyarakat Kecamatan Jirak Jaya yang menyampaikan bahwa jalan di daerahnya mengalami kerusakan. Tidak menunggu waktu yang lama, Bupati minta dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan jalan, alhasil jalan tersebut langsung diperbaiki oleh Dinas PUPR yang dikomandoi Herman Mayori. 

Untuk itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba Herman Mayori, melalui Kepala Bidang Pembangunan, Fadli, mengatakan bahwa perbaikan terdiri dari tiga bagian  yakni Segmen II Desa Jirak - Talang Mandung sekitar 500 meter, Segmen III Desa Jirak - Talang Simpang sekitar 2,5 Km, dan Segmen IV Desa Jirak - Layan - Bangkit Jaya sekitar 1,5 Km.

"Untuk saat ini yang sedang dilakukan pengerjaan perbaikan yaitu Segmen IV Desa Jirak - Layan - Bangkit Jaya sekitar 1,5 Km karena daerah itu kerusakan cukup parah," ujar dia.

Pelaksanaan perbaikan jalan ini, sambung dia, tetap pada konstruksi semula yaitu menggunakan soil cement. "Lalu dilanjutkan dengan pekerjaan chip seal di atas nya. Untuk alat sudah kita standby kan di lokasi berupa alat vibro dan grader," jelas dia.

Sementara, Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra, mengatakan, perbaikan jalan yang dilakukan sesuai dengan harapan masyarakat. Mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama transportasi masyarakat sehari - hari, baik lalu lintas orang maupun barang.

Oleh karena itu, sambung dia, masyarakat Jirak Jaya mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dari Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, terutama dalam menindaklanjuti keluhan dan usulan masyarakat. 

"Saya memastikan dan memberi jaminan penuh kepada pelaksana dilapangan agar pekerjaan perbaikan dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan dan hambatan, termasuk juga menghimbau kepada Pemerintah Desa dan masyarakat untuk mendukung penuh pekerjaan perbaikan jalan ini," tandas dia.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM- Masuk Musim Penghujan saat ini berakibat Kantor Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Musi Banyuasin, kebanjiran karena tingginya curah hujan dan perlu parit disekitar kantor ATR/ BPN dibenahi sehingga sirkulasi air bisa lancar dan meminimalisir terjadinya banjir yang menggenangi kantor ATR/ BPN tersebut, Tidak ingin hal tersebut terulang, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin memerintahkan dinas PUPR segera melakukan pembenahan terhadap pembangunan infrastruktur di sekitarnya kantor ATR/BPN dimaksud.

Kepala Dinas PU PR Muba H Herman Mayori menjelaskan bahwa banjir  yang sering terjadi di sekitar Kantor ATR/BPN Muba dikarenakan parit/drainase air dengan kondisi dibawah jalan trotoar memang kecil, kemudian material bekas pembangunan jalan yang menutupi parit, itulah yang membuat air tidak mengalir sudah dilakukan dibersihkan namun berhubung dimensi luas parit tidak sesuai dengan tekanan air, makanya air meluap sehingga menyebabkan genangan air.

"Tepat hari ini, melalui Dinas pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PU PR) Pemkab Muba langsung melakukan pekerjaan atau proyek perbaikan Drainase dengan membongkar trotoar memulai kerja pasang box precast memotong Jalan Kolonel Wahid Udin tepatnya di Depan Kantor Dinas Koperasi dan Kejaksaan Negeri Sekayu", ujarnya.

Pekerjaan tersebut ditargetkan akan diselesaikan selama 3 hari yang terhitung pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020 sampai senin 1 Juni 2020.

"Sekarang kita sedang kerja, biar kantor ATR/BPN tidak Kebanjiran lagi. Jadi untuk sementara, jalan kami tutup dan di alihkan ke jalan merdeka, mengenai masalah pengalihan jalan tersebut, sudah kami koordinasi dengan Polres Muba dan Dishub Muba. Untuk itu, kami mohon kerjasama yang baik pada pengendara sepeda motor dan mobil," tambahnya. 

Sementara Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyampaikan bahwa  Pemkab Muba akan terus melakukan upaya upaya  pelayanan terhadap masyarakat. 

Untuk itu, agar kita tetap melaksanakan apa yang telah ditargetkan dengan seksama, secara profesional dan memberikan pelayanan kepada publik secara optimal Pemkab Muba gerak cepat atasi hal tersebut.

"Pemkab Muba akan selalu sigap dalam menangani bencana yang terjadi di wilayah Muba. Salah satunya Kantor yang terdampak adalah Kantor ATR/BPN Muba yang terkena banjir. Dan kita harapkan, semoga hal ini tidak kembali terulang, mengingat pelayanan publik tetap harus berjalan,"pungkasnya.
Sekayu, infosekayu.com _ Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas PUPR terus melakukan perbaikan dengan tanggap darurat atas kerusakan jalan yang terjadi di Desa Tanjung Keputran Kecamatan Plakat Tinggi tepatnya pada ruas jalan penghubung antara Desa Tanjung Keputran (B5) menuju Desa Sialang Agung (C2).

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba H. Herman Mayori, ST., MT melalui Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Irfan ST  didampingi oleh Kasi Penanggulangan Darurat, Frans Gustian, ST mengatakan bahwa saat ini ruas jalan yang rusak diperbaiki dengan penanganan yang bersifat sementara minimal masyarakat pengguna jalan bisa mengakses jalan tersebut. Seperti perbaikan yang telah dilakukan di Desa Keputran (B5) dan kembali rusak, ini akan kita tindaklanjuti dengan perkerasan batu krokos.

"Memang, beberapa hari  lalu kita sudah memperbaiki jalan tersebut, namun memang baru sebatas pembuangan lumpur dan pembuatan saluran drainase. Material Krokos baru datang hari ini dan kita langsung melakukan perkerasan jalan tersebut. Sekali lagi kami sampaikan bahwa Perbaikan yang kami lakukan memang sebatas penanggulangan sementara dan bukan bersifat permanen seperti cor beton."kata irvan kepada awak media, minggu (16/2).

Dikatanya, pihaknya berharap agar masyarakat bersabar dan bisa memaklumi dengan kondisi sekarang, apalagi sekarang curah hujan memang sedang tinggi tingginya.

Lanjutya, Pada musim hujan seperti ini, Kerusakan jalan tidak hanya di Ruas Jalan Desa Tanjung Keputran saja. Pada saat ini Tim Preservasi Jalan dan Jembatan juga sedang memperbaiki ruas jalan dari Sp. Pauh (Keluang) - Sp. Selabu, Ruas Jalan Poros Sp. KUD Trijaya - Tanjung Agung Selatan dan Ruas Jalan Sekayu - Teladan - Sp. Supat. Oleh sebab itu semua alat berat Dinas PU PR semuanya ada di lokasi. Sehingga roling alat dari lokasi ke lokasi lainnya butuh waktu.

Setelah ruas jalan ini diperbaiki, sambung irvan pihaknya meminta agar masyarakat untuk bersama -sama menjaga kondisi jalan yang ada. Misal pada saat setelah hujan, mobil-mobil berat yang membawa buah sawit bisa menunggu dulu sampai kondisi jalan kering dan muatannya bisa dikurangi dari biasanya sehingga perbaikan jalan yang kami lakukan bisa bertahan lebih lama sambil menunggu dilakukan peningkatan jalan yang bersifat permanen. Dan ini segera kita masukkan dalam program Peningkatan Jalan untuk  dianggarkan pada APBD perubahan atau tahun berikutnya.

"Dinas PU PR khususnya Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan terus berupaya melakukan perbaikan secara maksimal.Dan sekali lagi kami meminta kepada Masyarakat untuk memahami kondisi dilapangan, apalagi perbaikan yang kita dilakukan hanya bersifat sementara (penanggulangan darurat)"tukasnya

Sementara Itu Bupati Musi Banyuasin Dr. H Dodi Reza Alex Menyatakan bahwa  Infstruktur    Jalan di kabupaten Musi Banyuasin semuanya menjadi Super prioritas yang akan kita tuntaskan dan saat ini saya minta kepada Dinas PUPR untuk menginventarisir seluruh Jalan Jalan Kabupaten yang rusak diseluruh Kabupaten Musi Banyuasin, dan Akan kita tindaklanjuti dengan Pembangunan Infrastruktur Jalan sesuai dengan yang kita harpkan bersama. 

“ Tentunya semua ini  membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk itu kita bersama sama DPRD akan membahas dan mendiskusikan solusi serta terobosan terobosan yang akan kita ambil untuk mempercepat pembangunan Jalan kabupaten di Musi Banyuasin tuturnya 

Selain itu saya telah intruksikan kepada Dinas PUPR langkah langkah teknis untuk segera melakukan tanggab darurat di ruas jalan yang saat ini rusak sehingga akses jalan tetap dapat dipergunakan pengguna jalan sebagaimana mestinya dan mari kita jaga bersama jalan jalan yang telah kita bangun menggunakan APBD muba ini dan bagi penggunan jalan saya minta kiranya mentatati secara bersama tonase yang diperkenankan sesuai kapasitas jalan dimaksud dan yakinlah jalan kabupaten ini menjadi kewajiban kita untuk terus secara bertahap dan berkesinambungan akan diperbaiki hingga mulus pungkas Dodi Reza Alex. (Kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Kedatangan Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi bersama Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Susi Imelda Beni saat menghadiri Pernikahan Efni Hutagalung Salah satu warga di Perumahan Griya Bumi Lestari Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Minggu (2/2/2020), disambut hangat warga setempat apalagi ketika ia turun langsung meninjau jalan perumahan tersebut yang di keluhkan warga dengan kondisi kurang baik.

Wabup Muba mengatakan terkait keluhan warga sebenarnya sudah didengar dan kebetulan pada kesempatan itu bisa melihat langsung kondisi jalan. Untuk itu Beni berharap status aset secepatnya di urus karena memang jika mengunakan uang negara harus mematuhi aturan, namun disamping itu pihak developer (pengembang) juga harus melaksanakan kewajiban sesuai aturan Perumahan Subsidi.

"Kami meminta kepada pemerintah setempat dalam hal ini RT untuk membuat surat kekelurahan terkait keluhan dan minta diadakan rapat terkait kondisi PSU Perumahan," ujarnya.

Lanjutnya jika usulan (surat) tersebut sudah disampaikan ke Pemkab Muba, dirinya bisa mengajak instansi terkait untuk duduk bersama dengan developer untuk mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab developer.

"Jangan lupa berikan kabar kalau usulan sudah masuk, jadi kita bisa adakan rapat bersama dinas terkait dan pihak pengembang," imbuh Beni.

Sementara itu Warga GBL Indra mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi respon positif Wabup Muba untuk memperbaiki jalan di Perumahan GBL.

"Semoga ini arah baik Perumahan Griya Bumi Lestari Kedepannya, dan kami juga berharap solusi terbaik yang dapat dihasilkan pada pertemuan yang akan dilaksanakan bersama Developer," tandasnya. Kjs
MUBA, INFOSEKAYU.COM - 31 Januari 2020 Meskipun belum di resmikan tetapi antusias warga sangat terlihat, ada penampakan sangat  mengharukan, Ratusan anak sekolah dasar di sekitar Jembatan Muara Medak 1 dan Muara Medak 2 bersukacita. Mereka riang gembira menyerukan terima kasih kepada Bupati Musi Banyuasin. Sebab, sejak dua jembatan di  Medak, Bayung Lencir selesai dibangun, mereka para siswa tak lagi naik tongkang ataupun perahu ketek untuk pulang pergi sekolah. Dua jembatan ini memangkas kesusahan sekaligus menghadirkan semangat menuntut ilmu. Dimana saat ini tercatat ada 15.127 jiwa penduduk Desa Muara Medak.

 "Terima kasih Pak Bupati kami tak perlu naik tongkang lagi. Terima kasih Pak Dodi jembatan ini mempermudah hidup kami," begitu ungkapan rasa puas hati Nurhasanah warga Desa Muara Medak, Bayung Lencir.

Masyarakat juga sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah menuntaskan pembangunan infrastruktur Jembatan Medan I dan Jembatan Medan II.

"Kami menunggu kembali kehadiran Bapak Bupati Muba Dodi Reza Alex untuk meresmikan jembatan kami ini", tambahnya.

Camat Bayung Lencir, Akhmad Toyibir SSTP MM, menjelaskan warga sangat bersyukur. "Jembatan Muara Medak 2 manfaatnya untuk menghubungkan Dusun 9 dan Dusun 2,4,7,5 dan 10 serta dusun 3 dan 4 Desa Muara Merang.  Selama ini kalau mau ke ibukota desa di Dusun 8 atau ke kantor camat warga harus  melewati Jambi. Sekarang warga  bisa langsung terhubung. Selain itu jembatan juga sebagai  akses patroli dan penanggulangan karhutla," terang dia.

Seperti diketahui, dua unit jembatan pada ruas jalan Desa Mendis menuju Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, mulai dibangun pada Juli 2019 yang lalu oleh Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex. Tujuan utama pembangunan jembatan adalah memutus kesusahan warga sekaligus menyambungkan wilayah terisolir.

Tak mau tanggung, sejak dibangun melalui Dinas PUPR Muba Dodi Reza Alex selaku Bupati Muba melakukan pengawasan ketat. Ia umpamanya, pada Selasa (15/10/2019), didampingi Ketua DPRD Muba Sugondo, Kapolres Muba AKBP Yudhi Markus S Pinem, Kajari Muba SH MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi beserta Inspektur Kabupaten Drs Aidil Fitri dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba H Herman Mayori ST MT, meninjau langsung progres pembangunan dua unit jembatan di Desa Muara Medak ini.

Di lapangan, Kepala Dinas PUPR Muba, Herman Mayori menjelaskan mega proyek infrastruktur dua jembatan dikerjakan oleh kontraktor PT Citra Prasasti Konsorindo dan konsultan PT Bennatin Surya Cipta. Dua unit jembatan tersebut yakni  Jembatan Medak I dengan spesifikasi rangka baja dengan panjang 120 meter  melintasi dusun 2 hingga dusun 8. Kemudian, Jembatan Medak II berupa jembatan komposit dengan panjang 70 meter.

Anggaran yang digunakan memakai APBD Muba melalui pembiayaan alternatif PT SMI dengan Pagu Rp 60 miliar lebih dengan anggaran yang digunakan sebesar Rp58 miliar lebih. 

Sebuah potret nyata kini terpapar di depan kita. Pembangunan yang tepat sasaran sungguh membuat bahagia warga. Keseruan para siswa sekolah dasar meneriakkan bahagia adalah potret murni tanpa rekayasa. Anak- anak yang polos ini tanpa basa- basi menegaskan bahagia.
Kesan lain nya warga dan lainnya lebih terbantu untuk kegiatan ekonomi, seperti membawa hasil kebun ke luar dan masuknya kegiatan penjual dari luar lebih lancar.
Di samping itu, sekarang tidak perlu khawatir lagi, apabila masih dalam perjalanan meskipun sudah malam, karena tidak perlu repot-repot untuk cari perahu penyeberangan sepeda motor. (kjs)

JAKARTA- Sebagian wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dikelilingi oleh Sungai, sedikitnya 7 aliran sungai yang berada di Bumi Serasan Sekate tersebut. Pengembangan kawasan sungai dan budidaya ikan juga terus digencarkan oleh Bupati Muba Dodi Reza sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga Muba yang berpenghasilan dari nelayan. Dalam kaitan tersebut, Dodi Reza yang juga merupakan mantan anggota DPR RI dua periode itu berencana akan menjadikan Kabupaten Muba sebagai sentra kawasan budidaya perikanan dan memfasilitasi warga masyarakat mulai dari program hulu dan hilirisasinya. 

Oleh sebab itu, Kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan berjumpa langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang didampingi Sesdit Perikanan Tangkap KKP Yuliadi, Dirjen Budidaya KKP Slamet Subiyakto, dan Badan Riset SDM KKP Syarif di Ruang Rapat Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Jakarta, Rabu (27/11/2019). 

"Target Pemkab Muba, di Muba ini nantinya bisa menjadi sentra kawasan budidaya perikanan baik dari sisi hulu dan hilirnya," ungkap Bupati Muba Dodi Reza. 

Dikatakan, upaya yang telah disiapkan saat ini dengan telah disiapkannya anggaran untuk pembangunan pabrik pakan ikan dan terus mengembangkan cluster perikanan budidaya. "Di Muba ini sudah banyak desa-desa yang mengembangkan kawasan budidaya perikanan diantaranya di Kecamatan Plakat tinggi, Sekayu, Lais, dan Batanghari Leko. Tentu untuk memaksimalkan apa yang sudah dilakukan warga ini kita harus lebih lagi mensupportnya, untuk itulah Pemkab Muba harus meminta bantuan dengan KKP," terangnya.

Dodi merinci, implementasi pembangunan dan pengembangan perikanan Musi Banyuasin sampai dengan tahun 2021 setidaknya diperlukan
anggaran sebesar Rp 85,75 Miliar. "Kalau ini nantinya berjalan sesuai dengan yang diharapkan tentu tidak hanya Muba menjadi sentra kawasan budidaya perikanan saja, namun tingkat kesejahteraan warga Muba yang berpenghasilan dari perikanan dapat meningkat," ulasnya.

Ia menambahkan, upaya program yang digencarkan ini juga salah satu bentuk komitmen Pemkab Muba untuk mendukung KKP dalam mengurangi angka stunting dengan mengkonsumsi ikan.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo mengapresiasi langkah Pemkab Muba dibawah kepemimpinan Bupati Dodi Reza dalam upaya memaksimalkan program pengembangan budidaya perikanan. "Yang jelas warga Muba itu kalau difasilitasi pasti akan giat, tidak ada alasan KKP untuk tidak mengalokasikan bantuan pengembangan budidaya perikanan di Muba. Prinsipnya KKP akan siap memfasilitasi Pemkab Muba," tegasnya.

Menurutnya, fasilitas sarana dan prasarana yang akan disiapkan Pemkab Muba nantinya akan di back up oleh KKP dengan all out. "Intinya kami akan mendukung program pak Bupati, persiapan yang akan dijalankan nanti akan siap di support. Ini juga sangat selaras dengan program dan target Kementerian Kelautan dan Perikanan," pungkasnya.
SEKAYU- Pengentasan kemiskinan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah komando Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. 

Kali ini dalam upaya tersebut, Pemkab Muba berhasil menciptakan inovasi berupa alat pemisah daun sawit dengan Lidi.

"Nah, alat pemisah ini sudah kita coba di Desa Purwosari dan Lais Kabupaten Muba. Daun sawit yang dipisah dari lidi tersebut bisa jadi pakan ternak Kambing dan Sapi," ungkap Staf Khusus Bupati Muba Bidang Pengentasan Kemiskinan, Prof Hary Agus Wibowo. 

Dikatakan, alat inovasi tersebut pertama kali di Indonesia dan pertama kali pula diterapkan di Indonesia. 

"Berkat dukungan pak Bupati Dodi Reza untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Muba akhirnya alat ini bisa direalisasikan," ungkapnya. 

Ia menambahkan, untuk menciptakan alat tersebut dirinya hanya membutuhkan waktu tiga hari. "Saat ini unit alat ini baru satu, ke depan akan kita kembangkan dan ditargetkan tiap Dusun dan RT bisa memiliki satu unit," harapnya. 

Lanjutnya, daun sawit yang dipisah dari Lidi tersebut diolah menjadi pakan ternak untuk Kambing dan Sapi. "Jadi, dengan makan pakan tersebut, hewan ternak bisa naik beratnya mencapai 10 kg perbulan," terangnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza mengatakan Pemkab Muba akan memfasilitasi pengembangan inovasi tersebut. 

"Jadi, selama ini daun sawit itu dibiarkan saja. Nah, dengan alat inovasi ini daun sawit jadi bermanfaat dan lidi-nya bisa dijual untuk menambah penghasilan," urainya.

Sekayu,Ada  hal yang istimewa dalam penyelenggaraan Pemilihan Kuyung Kupek Muba tahun 2019 ini . Selain pemilihan Duta Wisata Muba, Pemkab Musi banyuasin juga memberikan penghargaan kepada para penggiat media sosial di Muba. 

Ada 14 penggiat Medsos yang mendapatkan Piagam Penghargaan yaitu Arsi Muba, Pesona Muba, Mimin Sekayu, Info Sekayu, Explore Muba, Babat Toman Repost, Plakat Tinggi Repost, Kulu Kilo Sungai Keruh, Radar Muba, Explore Keluang, Epil Vidgram, Memecomik Sekayu, Lalan Repost, Sekayu Lucu. Mereka mendapatkan Penghargaan atas dedikasi dan kontribusi dalam mendukung promosi Olahraga, Pariwisata dan Menginformasikan kemajuan Pembangunan Musi Banyuasin menuju Muba Maju Berjaya 2022 ungkap kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga didampingi Plt Kabag Humas Pemkab Muba Yetri Senin (25/12) 

Herryandi Sinulingga,   Menambahkan 14 penggiat medsos muba ini sangat aktif dalam menginformasikan kegiatan Pemkab Muba Di Medsos, selain itu mereka juga sering membantu dan menginformasikan kepada kami laporan laporan dan kendala warga Musi Banyuasin yang terhambat dalam proses layanan publik, yang tentunya sebagai jembatan penghubung komunikasi warga dengan pemerintah para admin ini sangat pantas diberikan penghargaan dan kami harapkan terus bersama kita memberikan pelayanan terbaik kepada warga dengan melibatkan mereka sebagai penghubung komunikasi yang sudah berjalan baik selama ini tutur Sinulingga 

Sementara itu Ketua Admin Serasan Sekate (Gabungan Penggiat Medsos Muba), Herdoni Syafriansyah mengatakan kami menyikapi penghargaan ini secara positif, kami ikhlas membantu promosi kemajuan Muba selama ini dan kami bersyukur atas penghargaan ini. Namun, kami juga tetap akan menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai penyeimbang pembangunan. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex, semoga Muba semakin Maju Berjaya dan kepada Kepala dinas Kominfo Herryandi Sinulingga dan Kadispora Muba M Fariz, yang selama ini aktif  dan melibatkan kami dalam kegiatan Pemerintah kabupaten Musi  Banyuasin, sekalai lagi Kami siap mengawal dan menginformasikan informasi postif Pemda Muba ke masyarakat Muba  dan kami juga akan terus komunikasikan masukan masukan warga kepada pemda muba melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang ada dimuba, bravo Muba,  menuju Muba Maju Berjaya 2022 pungkasnya.

SEKAYU- Rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2019 sekaligus Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Daftar Transfer ke Daerah dan Dana Desa
Kabupaten Musi Banyuasin 2020 usai sudah digelar di Auditorium Pemkab Muba, Senin (25/11/2019). 

Bupati Muba Dodi Reza menegaskan dirinya akan mempercepat pelaksanaan pembangunan di Tahun Anggaran 2020. Oleh sebab itu, dirinya mengeluarkan Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan TA 2020.

Dalam instruksi tersebut, mantan anggota DPR RI dua periode ini merunutkan delapan poin penegasan untuk percepatan realisasi pembangunan di Muba. 

"Diantaranya selesaikan RUP (rencana umum pengadaan, baca) sebelum tahun 2019 berakhir dan selesaikan dokumen administrasi paling lambat akhir Maret 2020," tegasnya.

Kemudian, segera laksanakan penyelesaian pengadaan barang dan jasa pada paling lambat Juni 2020, kontrak paling lambat Juni 2020.

"Selesaikan pengadaan barang/jasa (lelang) dengan mengoptimalkan e-procurement dan e-purchasing, percepat pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan pembangunan, dan tingkatkan pengendalian dan pengawasan," imbuhnya.

"Dan yang paling penting tidak menunda proses pencairan keuangan guna hindari penumpukan berkas pelaporan di akhir tahun," tambahnya. 

Dikatakan Dodi, Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Daftar Transfer ke Daerah dan Dana Desa
Kabupaten Musi Banyuasin 2020 ini lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ini menunjukkan artinya implementasi program Pemkab Muba dengan Pemerintah pusat selaras," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pajak Sekayu, Abdullah mengaku optimalisasi realisasi serapan anggaran di Muba sangat berjalan baik. 

"Ini tentu berkat peran Bupati Muba Dodi Reza yang sangat komitmen dan konsisten dalam percepatan pembangunan di Muba," ungkapnya. 

Diketahui, untuk Tahun Anggaran 2020 Kabupaten Muba menerima 22 DIPA yang diperuntukkan untuk 17 satuan kerja dengan total anggaran Rp213.201.287.000.

Turut memberikan materi pada acara tersebut Dandim 0401 Muba Letkol Arm M Saufudin Khoiruzzamani SSos,
Kepala Kejaksaan Negeri Muba Suyanto SH, dan turut dihadiri Ketua DPRD Sugondo, Pengadilan Negeri Sekayu
Hendra Halomoan SH, MH Ketua Pengadilan Agama Saifullah Anshari SAg MAg, Wakapolres Muba Kompol Ade Adriansyah Saputra SIK, Sekretaris Daerah Drs Apriyadi MSi, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten Seluruh Kepada Perangkat Daerah, Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kabupaten Musi Banyuasin.

PALEMBANG- Anjloknya harga kelapa sawit membuat Bupati Muba Dodi Reza terus mencarikan solusi agar petani kelapa sawit yang mendominasi di Muba tetap sejahtera. 

Setelah melaksanakan MoU dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengelolaan TBS menjadi biofuel atau bahan bakar nabati, kini proses pembangunan proyek strategis berupa pabrik IPO dan CPO Muba terus digencarkan dan dikebut untuk direalisasikan oleh Pemkab Muba bersama ITB dan ini pula selaras dengan target Bupati Muba Dodi Reza untuk mengembangkan kawasan industri hijau di Kabupaten Muba. 

Pada Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis dan Diskusi Progress Dalam
Penyusunan Laporan Kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan
Pembangunan Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil
(IPO-CPO) di Hotel Santika Premiere Palembang, Jumat (22/11/2019) yang dipimpin Bupati Muba Dodi Reza diwakili Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi Pembangunan Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil
(IPO-CPO) mulai terlihat dan ditargetkan pada awal tahun 2021 pengoperasian pabrik IPO berjalan dan tahun 2022 pabrik CPO juga akan berjalan. 

Tim Pembangunan Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil
(IPO-CPO), Dr IGBN Makertihartha mengungkapkan realisasi pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza sudah sangat tepat dilakukan dan dapat menjadi proyek industri percontohan di Indonesia. 

"Proyek ini juga sangat selaras dengan misi Presiden RI Joko Widodo, selain mendorong peningkatan kesejahteraan petani sawit, realisasi pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba ini juga akan menjadi pilot project di Indonesia," ungkapnya.

Ketua Program Studi (Prodi) S2 dan S3 Teknik Kimia ITB ini juga menjelaskan, hasil turunan produksi pabrik IPO juga akan menghasilkan bahan bakar nabati berupa biofuel, avtur hijau, dan gasoline yang kualitasnya di atas bahan bakar minyak pada umumnya. 

"Jadi, pemanfaatan TBS di Muba nantinya dapat terserap dengan baik dan sangat menguntungkan," jelasnya. 

Lanjutnya, jadwal perencanaan pembangunan pabrik IPO akan difinalkan pada awal Desember 2019 dan pada awal 2020 pembangunan dimulai dan untuk lokasi yang sudah di survei yakni di Kecamatan Sungai Lilin. 

"Untuk pembangunan diprediksi akan memakan waktu satu tahun sehingga awal 2021 operasional pabrik sudah dimulai," terangnya.

Dikatakan, ada beberapa skema yang telah disusun untuk realisasi dan pengelolaan pabrik CPO dan IPO di Muba nantinya yang diprediksi akan menyentuh nilai investasi yang cukup besar. 

"Yang jelas nantinya dalam realisasi pembangunan pabrik CPO dan IPO di Muba ini akan melibatkan secara langsung petani sawit yang ada di Muba," tuturnya. 

Sementara itu, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengatakan Pemkab Muba optimis realisasi proyek industri pabri IPO dan CPO ini akan mengangkat kesejahteraan petani di Muba dan jalan keluar dari keterpurukan harga sawit yang selama ini anjlok. 

"Pemkab Muba akan support total, tentu proyek ini tidak mudah namun kita optimis upaya dari realisasi pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba ini akan menjadi jalan keluar dari titik lemahnya anjlok harga sawit di kalangan petani rakyat," sebutnya. 

Apriyadi menambahkan, meskipun membutuhkan nilai investasi yang besar dalam realisasi pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba namun bukan menjadi persoalan serius. 

"Pasalnya proyek ini telah mendapatkan dukungan beberapa Kementerian terkait dan yang paling penting ini merupakan harapan dari Presiden RI Joko Widodo," tegasnya. 

Sebelumnya, Rektor ITB Prof Kadarsah Suryadi menyatakan  akan merealisasikan Biohidrocarbon Berbasis Kelapa Sawit di Kabupaten Muba dalam tempo singkat.

"Muba akan menjadi pelopor menghasilkan energi baru terbarukan biofuel berbasis kelapa sawit ini. Kami dari ITB sangat takjub dan kagum atas upaya dan komitmen pak Bupati untuk merealisasikan ini," kata Rektor ITB.

Menurutnya, terobosan energi baru terbarukan biofuel berbasis kelapa sawit ini tidak hanya menyejaterahkan petani kelapa sawit tetapi juga akan mengangkat harga diri bangsa Indonesia. Dengan realisasi biofuel ini nantinya negara Indonesia ini akan sangat terbantu dalam pengembangan energi. 

Menurut dia, jika 17 juta ton kelapa sawit saja di distribusikan untuk pengelolaan biofuel secara hitungan kasar Indonesia bisa menghemat 9 miliar dolar AS. Diyakininya, impor BBM bisa berkurang dengan adanya biofuel dari Muba nantinya.  

"Betapa tidak, avtur dari sawit, titik beku - 7.0 derajat celcius. Dibanding dari fossil yang  - 4.0. Kalau berbicara kualitas tentu sangat baik sekali," pungkasnya. 

SEKAYU- Aktifitas berbeda dari biasanya tampak dilakukan Bupati Muba Dodi Reza Jumat (22/11/2019) pagi. Menaiki sepeda menggunakan kaos olahraga Sekayu Gowes Comunity (SGC), tampak mantan anggota DPR RI dua periode tersebut berkeliling Kota Sekayu untuk meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang berjalan. 

Diketahui, saat ini di Kota Sekayu ada beberapa pengerjaan proyek infrastruktur fasilitas publik, yakni diantaranya Gedung Olahraga (GOR) Ranggonang, trotoar di sepanjang Jalan Kolonel Wahid Udin, Stadion Serasan Sekate, Gelanggang Remaja Sekayu, Hotel Ranggonang, Kolam Retensi di depan Rumah Dinas Bupati, serta Gedung Dharma Wanita.

Tanpa pengawalan, suami Thia Yufada tersebut tampak sesekali mengobrol dengan masyarakat sekitar lokasi proyek pembangunan infrastruktur. "Semua pembangunan sesuai progress," ungkap Dodi.

Lanjutnya, khusus Hotel Ranggonang harus dibenahi dengan fasilitas yang maksimal dan baik. "Jadi, kalau ada event nasional maupun internasional tamu ke Muba ini bisa nyaman, kalau fasilitas baik tamu pasti puas berkunjung dan menginap," tuturnya.

Kemudian, Ketua KADIN Sumsel ini juga akan meminta pihak pelaksana proyek pembangunan fasilitas publik di Sekayu untuk bekerja tepat waktu dan menjaga kebersihan.
 
"Jangan sampai jalan raya kotor, semua material harus dijaga jangan buat kotor jalan. Kita jaga Muba yang sudah dapat Piala Adipura Kencana ini," imbuhnya.

Sementara itu, Heri salah satu warga Jalan H Abdul Somad kelurahan Serasan Jaya Sekayu ini mengaku takjub dengan perubahan percepatan pembangunan infrastruktur pelayanan publik yang ada di Sekayu.

"Alhamdulillah sekarang di era pak Dodi Reza trotoar dibangun dan diperbaiki, taman-taman publik dibangun. Jadi kami warga Sekayu ini sekarang ada tempat untuk rekreasi," ungkapnya.

Ia menambahkan, sejumlah fasilitas publik lainnya juga dibenahi guna memfasilitasi kebutuhan masyarakat. "Bertahap, pembangunan di Muba ini dilakukan secara merata, semoga terus dilakukan," pungkasnya.

BABAT TOMAN- Momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darussalam Desa Muara Punjung Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (21/11/2019) menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga setempat. 

Selain mendapat kunjungan kerja langsung dari Bupati Muba Dodi Reza, dalam momentum tersebut warga Desa Muara Punjung yang sebagian besar berpenghasilan dari nelayan ikan mendapatkan bantuan perahu dan fasilitas untuk menangkap ikan dari Bupati Muba Dodi Reza. 

Sebanyak 30 perahu ukuran 7 (tujuh) meter dan mesin 9 HP, 30 unit jaring (3 inch), 30 unit jaring (3,1/2 inch), 30 unit jalN( (3,5 meter), 30 buah coldbox, 60 buah senter kepala, dan, 30 buah serok ikan dibagikan secara merata untuk nelayan yang tergabung dalam Koperasi Punjung Jaya Bersama. 

"Tidak hanya mengedukasi, jadi kita fasilitasi juga nelayan agar mereka dapat menangkap ikan dengan cara yang benar dan tidak merusak biota Sungai," ungkap Kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut. 

Dengan diberikan edukasi dan fasilitas, lanjut Dodi, otomatis hasil tangkapan ikan akan bertambah serta kelestarian sungai dapat terjaga dengan baik. "Ini juga yang akan Pemkab Muba gencarkan secara terus menerus ke depan," imbuhnya. 
Dodi menambahkan, memfasilitasi nelayan juga menjadi bagian untuk mengentaskan kemiskinan. "Kalau hasil tangkapan nelayan bertambah kan kesejahteraan mereka juga bisa meningkat," tuturnya.

Lanjut Dodi, APBD Muba yang digelontorkan ke Kecamatan Babat Toman sebesar Rp27 Miliar yang diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur jembatan, jalan, rehab Masjid dan sekolah.

"Memang kewajiban kita sekarang membangun Muba sampai ke pelosok desa, tapi karena Muba ini cukup luas kita bangun secara bertahap," bebernya.

Sementara itu, Herman salah satu Nelayan Desa Muara Punjung mengaku sangat senang mendapatkan bantuan fasilitas perahu dan alat kelengkapan untuk menangkap ikan.

"Selama ini kami nelayan disini keterbatasan alat untuk menangkap ikan, Alhamdulillah hari ini pak Bupati mengabulkan keinginan kami selama ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan bantuan fasilitas yang diberikan nelayan Babat Toman optimis akan mendapatkan hasil tangkapan ikan yang lebih besar. "Bantuan yang diberikan sangat berguna untuk kami nelayan disini," imbuhnya.

Tidak hanya memberikan bantuan kepada nelayan, pada kunker Bupati Muba Dodi Reza tersebut juga memberikan bantuan kepada 61 orang anak peserta sunatan massal, bantuan kepada kaum duafa dari BAZNAS Muba, bantuan untuk grup robana, Masjid Darussalam, dan penyerahan asuransi nelayan dari Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu Camat Babat Toman M Aswin SSTP MM, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Muba atas bantuan untuk warganya yang sebagian bermata pencaharian sebagai petani karet dan nelayan.

"Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Bupati Muba yang telah perhatian kepada warga kami, mudah-mudahan bantuan ini memberi manfaat yang besar bagi masyarakat," ucap Aswin.

Acara yang dihadiri ratusan warga ini dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Ustadz Solihin.

SEKAYU- Persoalan listrik padam di empat Desa Tanjung Agung Raya Kecamatan Lais Kabupaten Muba akibat ulah oknum warga yang tidak bertanggung jawab yang merobohkan dua tiang listrik pada 8 November lalu membuat geram warga dan Pemkab Muba.

Pada rapat yang dipimpin Bupati Muba Dodi Reza yang diwakili Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Tokoh Masyarakat serta pihak Kepolisian, TNI, dan perangkat Desa dan Kecamatan persoalan tersebut mulai menemukan titik terang dan hari ini Kamis (14/11/2019) listrik sudah dibenahi dan dihidupkan lagi oleh PT MEP.

Pantauan di lokasi, tampak petugas tim dari PT MEP mulai memasang tiang listrik kembali untuk mengaliri listrik di empat desa Tanjung Agung Raya Kecamatan Lais "Meski demikian, saya minta agar proses hukum tetap berjalan.

Pemkab Muba meminta pihak Kepolisian mengejar pelaku pengrusakan tiang listrik tersebut yang membuat kerugian negara dan warga setempat terbebani," tegas Apriyadi. 
Menurutnya, tindakan tegas dan langkah hukum yang diambil supaya tindakan anarkis ini tidak kembali terulang dan menjadi preseden yang buruk. "Tindakan tegas kepada pelaku pengrusakan harus dibawa ke ranah pidana dan kami serahkan kepada pihak Kepolisian," ujarnya. 
Sementara itu, Direktur PT MEP Humaidi, mengatakan akibat pengrusakan jaringan listrik tersebut PT MEP mengalami kerugian puluhan juta dengan rusaknya material lainnya. "Jadi, hari ini Kamis (14/11/2019) sesuai arahan pak Bupati Dodi Reza dan pak Sekda kami sudah memperbaiki kembali jaringan listrik di empat Desa tersebut agar warga kembali bisa beraktifitas dengan normal," ujarnya.
Perwakilan Tokoh Masyarakat Tanjung Agung Raya, Mahasan mengucapkan terima kasih atas respon Pemkab Muba dan PT MEP. "Kami berharap listrik di Desa kembali menyala dan bisa kembali beraktifitas normal," tuturnya

#Topikmuba
#KitekPacak #MubaKece #listrik #ptMEP

PALEMBANG- Kondisi sebagian infrastruktur jalan di Kecamatan Lalan bertahap diperbaiki Bupati Muba Dodi Reza. 

Seperti misalnya pembangunan jalan dari Jembatan Lalan (P.11) menuju Desa Mekar Sari Jadi (B2) - Sp Jalan Negara yang saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 86 persen. 

Diketahui, dalam percepatan pembangunan infrastruktur jalan dari Jembatan Lalan (P.11) menuju Desa Mekar Sari Jadi (B2) - Sp Jalan Negara ini Pemkab Muba menggunakan anggaran daerah, melalui pembiayaan alternatif PT SMI. 

"Saat ini progress pembangunan sudah mencapai 86 persen dan kontraktor pelaksana menargetkan pada Awal Desember ini semuanya sudah rampung," ujar Kepala Dinas PUPR Muba, Herman Mayori di sela rapat evaluasi progress pembangunan jalan dari Jembatan Lalan (P.11) menuju Desa Mekar Sari Jadi (B2) - Sp Jalan Negara, Jumat di Hotel Santika Palembang.   
Lanjutnya, kondisi di lapangan tidak ada kendala dan pihak kontraktor saat ini terus mengebut pengerjaan di lokasi. 

"Insya Allah pengerjaan bisa selesai tepat waktu dan warga sekitar bisa menikmati jalan yang baik," ungkapnya.

Sementara itu, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi dalam kesempatan memimpin rapat tersebut menegaskan agar pihak kontraktor tidak hanya berkutat untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu namun juga pekerjaan harus berkualitas dan tidak sembarangan. 

"Kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas. Agar kualitas pembangunan terjamin dan memberikan kenyamanan kepada warga Lalan," tegas Apriyadi. 

Apriyadi menambahkan, bahwa Bupati Muba Dodi Reza kini kian gencar melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk memudahkan akses bagi masyarakat.


INFOSEKAYU - Ditemukannnya cadangan gas yang masuk terbesar kelima didunia tepatnya di desa tampang baru Kecamatan Bayung Lencir dan jika sudah produksi akan berdampak pada peningkatan APBD Kabupaten Musi Banyuasin ke depannya.


Hal tersebut menjadi salah satu acuan pembangunan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin dalam pembangunan wilayah kedepanya dan salah satunya kita memprioritaskan pembangunan di Kecamatan Bayung Lencir.

Demikian diungkapkan Dodi Reza pada Safari Ramadhan 1440 H Pemkab Muba di Masjid Jamiatul Muslimin Kelurahan Bayung Lencir Kecamatan Bayung Lencir, Senin (27/5/2019).

"Penemuan gas ini, tentunya yang harus menikmati terlebih dahulu adalah masyarakat dalam Kecamatan Bayung Lencir. Insya Allah beberapa tahun ke depan jaringan gas rumah tangga akan mengalir di Kecamatan Bayung Lencir," ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Muba mengatakan menjelang sebelum Hari Raya Idul Fitri Pemkab Muba telah mengupayakan dan mengusulkan dilakukan perbaikan sementara Jalan Nasional Lintas Timur yang melewati Kecamatan Baying Lencir Dan Sungai Lilin Kabupaten Muba, dan setelah Idul Fitri akan dilakukan perbaikan sesuai anggaran pemerintah Pusat yang sudah dua kali mengalami gagal tender.

“Harapan kita setelah ada pemenang tendernya Pemerintah Pusat dalam Hal ini Melalui Balai Besar Jalan Negara segera memperbaiki secara permanen penghubung lintas timur dari Palembang sampai dengan Jambi, yang saat ini baru dikerjakan melalui dana tanggap darurat yang bersumber dari APBN Kementerian PUPR yang sifatnya hanya bertahan sementara,” tuturnya.

"Selain membangun fisik kita juga membangun non fisik, kita telah membentuk Perda No 2 Tahun 2018 Pembatasan Pesta Rakyat, dan Perda No 1 Tahun 2019 tentang Pengaturan Zakat bagi ASN di Muba, Insya Allah mulai Mei 2019 ini Perda Zakat mulai berlaku untuk warga Muba," imbuhnya.

Sementara itu Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir, melaporkan situasi Kecamatan Bayung Lencir, pasca Pilpres dan Pileg 2019 masih tetap aman dan kondusif.

"Tingkat partisipasi Pemilu 2019 di Bayung Lencir 82,9 %, lebih meningkat dari pemilu tahun lalu," dan kita bersyukur wilayah bayung lencir  kondusif karena. Kita komit bersama forkopimcam kec bayung lencir bersama tokoh masyarakat,  tokoh agama dan masyarakat bayung lencir menjaga zero conflict,” tutur Toyibir.

Toyibir juga mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati Dodi Reza karena di tahun 2019 Kecamatan Bayung Lencir mendapat kucuran anggaran pembangunan melalui dana APBD sebesar Rp. 87 Miliar.

"Semoga dengan angaran pembangunan. Ini bayung menjadi salah satu kecamatan terdepan harapnya dan melalui kegiatan safari ramadhan ini pak bupati juga dapat menyerap aspirasi masyarakat, dan dapat menjadikan acuan pembangunan diwilayah bayung lencir ke depannya,” tutur Camat Bayung Lencir.

Acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan shalat berjamaah. Turut hadir pada Safari Ramadhan Pemkab Muba kali ini, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM, Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani SSos, Para Staf Ahli Bupati, Para Asisten dan Para Kepala Perangkat Daerah Muba. /red/


INFOSEKAYU - Kondisi jalan Desa Teluk Kijing II Kecamatan Lais dengan kondisi yang rusak mendapatkan perhatian khusus dari Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Dodi Reza Alex Noerdin pada saat melakukan safari ramadhan Pemkab Muba bertempat di Masjid Al-Jadid Desa Teluk Kijing II Kecamatan Lais, Rabu (22/5/2019).


"Kita terus berupaya melakukan pembangunan secara menyeluruh, baik pembangunan fisik infrastruktur jalan maupun sarana dan prasarana umum. Untuk kondisi jalan di Desa Teluk Kijing yang rusak, tahun depan kita prioritaskan untuk diperbaiki," ujar Bupati.

Dodi Reza Alex juga menyampaikan bahwa pada kunjungan ke Kecamatan Lais sebelumnya, dirinya menjanjikan akan bangun jembatan menuju Desa Rantau Kroya dan itu akan dimulai tahun ini.

"Pemkab Muba saat ini tidak hanya fokus membangun fisik infrastruktur tapi non fisik yang bersifat spiritual keagaman juga menjadi perhatian kita yaitu, MUBA (Membangun Umat Berbasis Agama) sedari dulu sampai sekarang hingga nanti akan terus kita gelorakan semangat salah satunya Melalui program Muba mengaji," ungkap Dodi.

Untuk mendukung tersebut, lanjutnya, pemkab Muba bersama DPRD Muba juga telah membuat Perda tentang Pesta Rakyat yang isinya pembatasan pesta malam hari. dan Perda tentang Zakat dan infaq, 2 perda ini yang telah berlaku.

"Melalui Perda Zakat ini dari ASN  kita sudah dapat terkumpul 1 milyar dalam sebulan tentunya ini  bisa kita manfaatkan melalui Baznas Muba untuk Membantu Warga kita Yang Kurang mampu antara lain program bedah rumah tak layak huni, membantu anak sekolah, membantu kaum dhuafa, janda anak yatim piatu serta warga penyandang disabilitas, ini lah salah satu upaya kita untuk membantu umat sesama muslim," tutur Dodi Reza

Bupati Dodi  juga menginstruksikan para Kades dan  Camat untuk dapat mendata  warganya  yang huniannya tidak layak berdasarkan data yang riil dari kepala desa  dan camat sehingga data tersebut dapat kita  masukan dalam program bedah rumah.

"Saya punya keyakinan jika Niat ini kita gelorakan dan kita bergotong royong bersama program ini akan berjalan dengan baik.  Saya juga  mengajak warga Muba yang Mampu dan Para pimpinan Perusahaan yang berdomisili didaerah ini termasuk, Pegawai BUMD dan BUMN yang bertugas di Musibanyuasin  kiranya dengan adanya Perda tentang Zakat dan Infaq ini mari kita taati bersama dan tentunya harapan kita dapat menyisihkan  Rejekinya untuk membayar Zakatnya," harap Dodi.

Lanjut Dodi, "Tentunya dengan Zakat kita ini akan sangat berguna untuk membantu saudara saudari kita  yang kurang mampu. Harapan saya warga Muba yang tidak mampu bisa punya rumah tempat tinggal yang layak, anak-anak kurang mampu dapat bersekolah, penyandang disabilitas dapat terbantu. Saya selaku bupati Muba tidak ingin di Muba ada masyarakat yang tidak diurus oleh Pemerintah Muba. karena itu sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah dan tanggung jawab saya sebagai Bupati," tuturnya.

Sementara itu dalam laporan Camat Lais, Deni Sukmana mengucapkan terimkasih atas kedatangan Bupati dan jajaran Pemkab Muba di kecamatan Lais.

"Kami laporkan untuk kondisi Kecamatan Lais alhamdullilah hari ini mendapatkan anugerah karena lama tak hujan namun hari ini bertepatan dapat kunjungan Bupati kami dapatkan berkah hujan hari ini. Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak bupati atas akan dibangunya  jalan di Desa Teluk Kijing tahun 2020 dan instruksi bapak bupati mengenai warga kurang mampu termasuk warga kurang mampu  yang tinggal dirumah tak layak akan kami tindaklanjuti dan akan segera kami laporkan dan program ini sangat Mulia Karena dengan berjalannya program ini warga yang memiliki rumah tak
Layak huni dapat kita wujudkan dan program ini adalah salah satu Upaya Pemkab Muba  untuk bergotong royong bersama menekan kemiskinan di Kabupaten Musi Banyuasin," tutupnya. /red/
INFOSEKAYU - Mewakili Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, Wakil Bupati (Wabup) Muba Beni Hernedi menghadiri Acara Peresmian Masjid Jamik Al-Ikhlas bertempat di Talang Puri Hijau Dusun 1 Desa Jembatan Gantung Kecamatan Jirak Jaya, Jumat (3/5/2019).


Menurut laporan Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid, Joko Sambodo menyampaikan bahwa Masjid Jamik Al-Ikhlas dibangun berkat kolaborasi antara Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo MM dan Kombespol Irjen (Purn) Drs H Teguh Prayitno yang merupakan Putra Daerah Kecamatan Jirak Jaya.

Pembangunan masjid ini di mulai sejak peletakkan batu pertama pada 12 Mei 2018 yang lalu dan telah mengabiskan biaya sebesar dua miliar.

Dalam Sambutan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan, Masjid Jamik Al-Ikhlas untuk sekarang merupakan masjid terbaik di Kecamatan Jirak Jaya.

"Hari ini kita dapatkan hikmah dan contoh yang baik. Dimulai dari niat sekelompok Jendral Kepolisian atas prakarsa, sumbangsih dan donasi mereka menyisihkan rezeki untuk membangun masjid di wilayah kita ini, tentunya patut kita jadikan contoh khususnya bagi penduduk Muba yang sukses di tanah rantau mengingat kampung halaman untuk membangun daerahnya sebagai tanah kelahiranya," ujar Beni.

Mewakili Bupati Musi Banyuasin H. Dodi Reza Alex Noerdin dalam hal ini Pemkab Muba dan masyarakat Jirak Jaya, Kami Selaku Wakil Bupati Muba mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dibangunnya Masjid Jamik Al-Ikhlas ini. Dan kewajiban kita selanjutnya memberikan doa terbaik bagi pendiri masjid.

"Semoga keberadaan masjid ini sangat bermanfaat bagi kami dan kami yakin Allah Swt akan membalas kebaikan Bapak Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo MM dan Kombes Pol (Purn) H Teguh Prayetno beserta rekan lainnya atas kepedulian dan kebaikannya dan ini tentunya sangat mambantu kami Pemkab Musi Banyuasin. Yang saat ini lagi gencar dengan Program Membangun Umat Berbasis Agama," ungkapnya.

Dikatakan Wabup bahwa dalam kepemimpinannya besama Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin punya Visi dan Misi Muba Maju Berjaya 2022 tidak hanya pembangunan fisik infrastruktur yang menjadi target tapi harus juga beriringan membangun umat berbasis agama dan membangun umat berbasis Ahlak warga Musi Banyuasin dan Tahun ini kami juga menerapkan Perda Zakat No 1 tahun 2019 sebagai bagian keseriusan kami menerapkan ajaran agama kita dan dengan berdirinya Masjid yang megah ini di kecamatan jirak jaya menjadi Salah satu kebanggan kita bersama dan ini tentu akan sangat bermanfaat dan bersinergi dengan program Pemkab Muba dalam program membangun umat di Muba.

"Pesan kami kepada masyarakat sekitar agar masjid ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, dijaga agar tambah baik dan koordinasi lebih lanjut kepada Pemkab dan berpatisipasi, dalam penyelenggaraan demi kemakmuran masjid ini agar terkoordinasi dengan Pemkab Muba," himbau Wabup.

Sementara itu dalam sambutan Kapolda Riau, Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo MM mengatakan, bahwa dirinya berteman satu leting dengan Kombespol Irjen (Purn) Drs H Teguh Prayitno.

"Niat awal mendirikan masjid ini berkat ajakan teman saya Pak Teguh, dia bercerita kalu dia punya lahan di Di Desa Jembatan Gantung ini dan bersedia mewaqafkan tanahnya untuk dibangunkan masjid, dan alhamdullilah berkat ridho dari Allah swt sayaberima niat tersebut, maka didirikanlah masjid ini," ungkapnya.

Dirinya berpesan, agar keberadaan masjid Jamik Al-Ikhlas dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di sini.

"Alhamdulillah suatu kondisi masjid yang refresentatif jangan sampai nanti masjid ini sudah nyaman tapi tidak digunakan secara maksimal. Mari makmurkan masjid ini dan manfaatkan sebesar-besarnya bagi rakyat sini, Ucap Jendral Bintang Dua ini.

Dipenghujung acara peresmian dilanjutkan dengan Tausiyah dari usdadz Kombes Pol (Purn) Dr H Muhammad Yahya Akil, MM. Pada kesempatan yang sama PT Sinar Mas Grup menyerahkan Waqaf Al-Quran dan Juz Ammah. Serta diserahkan juga sumbangan dari Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo MM sebesar 50 juta rupiah. (rel)

INFOSEKAYU.COM - Curah hujan tinggi beberapa hari belakangan menyebabkan jalan provinsi di KM 8 Jalan Soak Baru-Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin rusak parah, Selasa (12/2/2019).

Tidak hanya itu, akibat kerusakan jalan tersebut kondisi di lokasi menyebabkan macet panjang dan membuat kendaraan roda empat antre untuk melintas, bahkan ada truk angkutan barang terbalik di lokasi.


Kepala Dinas Perhubungan Muba Pathi Ridwan mengatakan ketika pihaknya mendapat laporan dari masyarakat langsung turun ke lokasi untuk mengatur lalu lintas yang macet panjang akibat jalan provinsi yang rusak parah tersebut.

"Ya, meski ini status jalannya milik Provinsi tetapi kemacetan sudah mengular sangat panjang, makanya menurunkan petugas dari Dishub untuk turut mengatur lalin segera untuk mengurai kemacetan," tuturnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Muba Herman Mayori mengatakan pihaknya akan melakukan penimbunan sementara di titik-titik kerusakan jalan yang parah.


"Hari ini juga kami akan melakukan perbaikan dan penimbunan di beberapa titik kerusakan jalan provinsi, ini kali ketiga Dinas PUPR berdasarkan arahan pak Bupati Muba Dodi Reza untuk memperbaiki ruas jalan tersebut, setelah sebelumnya juga dilakukan penimbunan yang material dibantu beberapa perusahaan perkebunan di sepanjang ruas jalan tersebut," ungkap Herman.

Ia berharap, agar kiranya pihak Pemprov segera melakukan perbaikan jalan tersebut agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kemacetan sepanjang hari. "PUPR Muba hanya membantu melakukan penimbunan di titik yang terparah saja, mengingat dana untuk perbaikan di jalan Provinsi tidak ada," karena. Kewenangan Provinsi, tetapi demi kelancaran pengguna jalan provinsi di wilayah Muba akan kami timbun segera hari ini sesuai arahan Bapak Bupati,” pungkasnya. /red/



INFOSEKAYU.COM - Pembangunan Infrastuktur jalan dan jaringan listrik di Kecamatan Lalan terus dikebut Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin. Dodi ingin warga di Kecamatan Lalan bisa menikmati penerangan Listrik selama 24 jam, sebagaimana warga Muba di kecamatan lain. Listrik dan jalan di Kecamatan Lalan ditargetkan selesai  pada tahun 2019.


Karenanya Dodi  mendorong PLN untuk terus bersinergi dengan Pemkab Muba demi percepatan layanan kepada warga.

Upaya percepatan ini disampaikan Dodi Reza Alex saat  kunjungan kerja (kunker) sekaligus melantik Kepala Desa di Kecamatan Lalan. 

Turut hadir dalam acara ini Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yakni  Dandim 0401 Letkol Arm M Saufudin Khoiruzzamani, dan Kapolres Muba AKBP Andes  Purwanti. Kedatangan para stakeholder Muba ini disambut antusias ribuan warga Kecamatan Lalan, (7/2/2019).

Dodi yang dikenal sebagai pelopor penerapan Perda Larangan Pesta Malam,  menjelaskan bahwa saat ini PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) di Lalan sudah dibangun dan terus dikebut.

"Selain itu gardu tiang listrik PLN sudah dipasang, Insya Allah tahun ini,  Lalan terang benderang dan listrik nyala 24 jam," ungkap Dodi.

Lanjutnya, untuk  pembangunan infasturuktur jalan tahun anggaran 2019 ini, Pemkab Muba mengucurkan dana sebesar Rp70 Miliar. Pembangunan berupa infrastruktur jalan  serta peningkatan jalan yang dimulai dari P11 hingga B2.

"Jadi, kalau jalan ini sudah tuntas, warga Lalan bisa membawa hasil perkebunan keluar Lalan.  Warga Lalan tidak hanya mengandalkan aktifitas di jalur perairan saja tetapi juga bisa lewat darat dengan waktu yang cepat," bebernya.

Dodi mengaku, meski  pembangunan listrik dan jalan di Lalan ada kendala, tetapi dirinya tetap bekerja keras bersama OPD untuk menuntaskan persoalan listrik dan jalan di Kecamatan Lalan.

"Pokoknya pertengahan tahun 2019 nanti, semua warga Lalan akan meninggalkan mesin genset dan subsidi BBM untuk penerangan. Listrik akan sepenuhnya dinikmati 24 jam dari PLN dan PLTG yang saat ini sedang dibangun," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan anggota DPR RI dua periode ini juga mengajak warga dan perangkat desa serta Forkopimcam untuk mentaati aturan larangan Pesta Rakyat di malam hari. Perda ini diketahui menjadi yang pertama di Sumsel.

"Yang telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Daerah baru Muba. Ayo sama-sama kita taati aturan larangan pesta malam karena tujuannya untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kecamatan Lalan H Mukholis menyebutkan warga Kecamatan Lalan akan sepenuhnya mendukung program Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dalam memajukan pembangunan infrastruktur di Muba khususnya di Kecamatan Lalan.

"Selain itu, kami warga Lalan juga sangat mengapresiasi kebijakan pak Bupati dengan DPRD Muba  yang telah menerbitkan Perda larangan pesta malam hari. Bupati Muba sebagai pelopor kebijakan ini dan tentunya kebijakan sangat bagus dan kami apresiasi karena tujuannya sangat baik yakni meminimalisir peredaran dan korban Narkoba, pergaulan bebas anak-anak kita. Pesta malam yang kebanyakan menggunakan organ tunggal dengan mix music  bukan budaya kita. Itu pantas kita larang dan wajib kita patuhi bersama apalagi pesta malam hari. Perda  ini kami yakin dapat menekan angka kriminalitas di Kabupaten Muba yang kita cintai," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melakukan Pelantikan Dua Calon Kepala Desa Terpilih dan Pengambilan Sumpah Kepala Desa Galih Sari dan Desa Madya Mulya periode 2019-2024 Dalam Kabupaten Muba dan Pelantikan Kepala Desa Antar Waktu Terpilih Melalui Musyawarah Desa Tahun 2019 Desa Sri Gading dan Desa Sari Agung periode 2019-2022.

Adapun Kades yang dilantik yakni diantaranya Kades Galih Sari Sarji, Kades Madya Mulya Suwardi, Kades Sri Gading Sunaji, dan Kades Sari Agung Ahmad Arifiyanto. Ungkap Kepala Dinas PMD Musi Banyuasin Richard Cahyadi AP, Msi. /red/

INFOSEKAYU.COM - Pembangunan jalan aspal karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin terus menjadi sorotan banyak pihak baik di tingkat regional maupun nasional.


Setelah mendapatkan penghargaan inovasi infrastruktur terbaik pada saat peringatan Hari Bakti PU dari Kementerian PUPR beberapa waktu lalu, inovasi pembangunan yang di inisiatori oleh Bupati Muba Dodi Reza tersebut kali ini mendapat sorotan dari pihak Pemprov Kalimantan Selatan, Sabtu (2/2/2019).

"Minggu sebelumnya, dinas terkait dari Provinsi tetangga Jambi juga langsung meninjau dan belajar ke Muba untuk mengetahui teknis dan detail pembangunan jalan aspal karet," ungkap Plt Kepala Dinas PU PR Musi Banyuasin Herman Mayory ST, MT, didampingi Kasi Pembangunan Jalan PUPR Muba Edi Sarwono, ST, MSi.

Dalam kesempatan studi banding ke Muba, rombongan Pemprov Kalimantan Selatan yang terdiri dari unsur Dinas Perkebunan, Bappeda, Dinas PU PR Kalimantan Selatan  dan Dari Dinas Perkebunan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Tanah Laut tampak takjub dan antusias melihat secara langsung lokasi pembangunan jalan aspal bercampur karet yang menerapkan Sistem Teknologi SKAT (Serbik Karet Alam Teraktivasi) dan Pertama di Indonesia yang menggunakan dana yang bersumber dari APBD Muba.

"Kami ingin belajar dan ingin mengadopsi penerapan aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin ini. Ini inovasi pembangunan infrastruktur yang luar biasa dan memberikan kontribusi yang besar nantinya untuk masyarakat luas," ungkap Drh Suparmi MS Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. Sebagai Kepala Rombongan Tim Pemprov Kalsel.

Menurutnya, kami apresiasi Kebijakan pak Bupati Muba Dodi Reza Alex banyak dampak yang bisa dirasakan dari implementasi pembangunan jalan aspal karet, bagi petani karet kita kedepanya, disisi lain bisa menguntungkan petani karet.

"Kami merasa sangat perlu belajar ke Muba untuk nantinya bisa menerapkan pembangunan jalan aspal karet di Kalimantan Selatan, dan jika program bapak Bupati Muba ini kita komit seluruh kabupaten kota se Indonesia ini menjalankan program ini yakin kita harga karet rakyat akan naik, sehingga kami serius membawa tim termasuk tim dari Kabupaten Prov Kalsel," terangnya.

Sejak diterapkan pada Oktober 2018 lalu, pembangunan infrastruktur jalan aspal bercampur karet di Kabupaten Musi Banyuasin terus menuai apresiasi dan pengakuan positif dari berbagai pihak. Bahkan, beberapa waktu lalu Presiden RI Joko Widodo menyebutkan pembangunan jalan aspal karet di Muba merupakan jalan keluar untuk mendongkrak harga karet di kalangan petani.

Sementara itu, awal mula inovasi pembangunan jalan aspal karet di Muba tersebut disebabkan anjloknya harga karet di kalangan petani rakyat dan membuat keprihatinan bagi Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, tak ingin kondisi itu berlarut dan membuat keterpurukan bagi petani karet, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akhirnya menerapkan pembangunan jalan aspal berbahan karet yang pertama kali diterapkan di Indonesia dan kali ini dimulai di Desa Mulyorejo B4 Kecamatan Sungai Lilin.

"Untuk tahap pertama ini kita bangun jalan aspal berbahan campuran karet di Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin dengan panjang jalan 465 meter," ungkap Dodi.

Dodi Reza Alex menyebutkan, kalau seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia komitmen untuk menerapkan pembangunan jalan aspal karet dalam kegiatan proyek perbaikan jalan dan pembangunan jalan tentu akan begitu banyak penyerapan aspal karet rakyat yang akan diserap

"Sehingga harga karet rakyat kita seluruh Indonesia akan naik, contoh Muba baru tahap awal saja di pembangunan jalan sepanjang 465 M sudah menyerap karet rakyat hampir 9 ton. Jadi, kalau jalan Negara, Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten se-Indonesia kita gunakan penerapan Teknologi aspal karet ini, bayangkan saja akan ada berapa ton karet petani rakyat kita yang dapat terserap dan dan ini baru untuk kebutuhan dalam negeri saja khususnya untuk pembangunan dan pemeliharan jalan kita saja, tentunya ini akan mensejahterakan petani," ulasnya.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumsel ini juga menambahkan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2018 dan menelan anggaran sebesar 1,8 miliar. "Untuk faktor ketahanan, metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini lebih tahan dan kuat," dan di Beberapa Negara sudah terapkan inovasi ini bebernya.

Sebelumnya, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin mengatakan upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah  kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin untuk mengimplementasikan pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet sudah sangat tepat dan merupakan penerapan pertama di Indonesia untuk kategori jalan tingkat Kabupaten.

"Kami apresiasi langkah dan terobosan Bupati Muba dalam mengimplementasikan ini, kami harapkan akan terus berkembang dan perbaikan ruas jalan di Kabupaten Muba nantinya akan konsisten menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam," tuturnya.

Deded berharap, bagi daerah-daerah lain untuk mencontoh Kabupaten Muba dalam melakukan terobosan dan inovasi perbaikan ataupun pembangunan jalan daerah."Kami berharap daerah lain bisa mencontoh Kabupaten Muba, terutama bagi daerah-daerah penghasil karet alam, sehingga dengan kita komit, semua pemerintah baik Pusat dan Daerah yakin upaya menaikan harga karet rakyat akan kembali stabil," pungkasnya. /red/