Articles by "Info Politik"
Tampilkan postingan dengan label Info Politik. Tampilkan semua postingan

JAKARTA, INFOSEKAYU.COM - DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala/Wakil Kepala Daerah di SekolahPartai PDIPLenteng AgungJakarta Selatan, Kamis (16/6/2022).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turut mengikuti acara tersebut secara virtual.

Sejumlah kepala daerah dari partai berlambang banteng moncong putih itu pun sudah terlihat di lokasi.

Terlihat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Medan Bobby Nasution, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Tak hanya itu, pengurus DPP PDIP pun sudah terlihat hadir.

Mereka di antaranya Sekjen Hasto Kristiyanto serta sejumlah Ketua DPP, yakni Komarudin Watubun, Eriko Sotarduga, Ribka Tjiptaning, Nusyirwan Soedjono, Sri Rahayu, dan Rokhmin Dahuri.

Tak hanya itu, hadir juga Bambang Wuryanto, Wuryanti Sukamdani, Olly Dondokambey, Hamka Haq, dan Djarot Saiful Hidayat. Wakil Bendaraha Umum PDIP Rudiyanto Tjen juga ada di barisan depan.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) yang saja dilantik Presiden Joko Widodo, Wempi Wetipo, pun hadir.

Dalam rakor ini, PDIP akan menggelar konsolidasi partai dari kalangan kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Indonesia. Sebanyak 192 kepala daerah dan wakil kepala daerah tingkat provinsi, kota, dan kabupaten diundang dalam acara.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pengarahan sebagai tanda pembukaan rakor itu.

Aula tempat lokasi pengarahan pun sangat padat dan penuh karena kehadiran para kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Terlihat anggota PDIP sekaligus Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo berdiri mengikuti acara itu.

"Ini membuktikan banyaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan sampai-sampai aula ini tidak muat," kata Hasto membuka sambutannya memancing gelak tawa para peserta. Hasto menekankan inti konsolidasi PDIP yang harus diingat kader dan seluruh Tiga Pilar.

"Skala prioritas saat ini adalah konsolidasi menyeluruh. Mengejar prestasi Tiga Pilar seluruh lini dan mendukung pemerintahan Jokowi," ucap Hasto.

Sebelumnya, DPP PDIP juga sudah menggelar Bimbingan Teknis Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota PDIP se-Indonesia. (Tribunnews) 

SEKAYU,  INFOSEKAYU.COM – Tahun politik 2024 mendatang menjadi agenda khusus bagi partai berlambang banteng dengan moncongnya yang putih, yaitu Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan . Tetapi bukan hanya agenda politik yang dikedepankan, melainkan pengembangan ekonomi kerakyatan dengan rencana pembentukan Badan Pemberdayaan  Ekonomi Kerakyatan (BPEK) diseluruh tingkatan wilayah.

“Agenda utama dari pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II PDI Perjuangan, adalah menitik beratkan program kerakyatan, selain membahas potensi politik secara  menyeluruh dan keorganisasian partai itu sendiri,” terang Ketua Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjungan Kabupaten Musi Banyuasin, Beni Hernedi, usai pembukaan Rapat Kerja Cabang II (Rakercab) di Aula Hotel Ranggonang, Sabtu (22/5).

Beni menerangkan, ada tiga agenda pembahasan dalam pelaksanaan Rakercab II, yaitu Organisasi, Politik dan Program Kerakyatan. Tentunya dari ketiga agenda tersebut, memiliki peran penting dalam pelaksanaan agenda politik kedepan nantinya.

“PDI Perjuangan terdapat tiga pilar atau unsur, pilar yang pertama petugas partai di eksektufi, pilar kedua pertugas di legislatif, dan pilar ketiga struktural partai, saat ini dii Muba sudah lengkap. Sehingga pada Rakercab II ini, merupakan gabungan dari seluruh pilar yang ada. Sehingga kami PDI Perjuangan menyatakan bahwa kami sudah memiliki mesin partai dari tingkat dusun sampai Kabupaten,”ungkap Beni.

Lanjut dia, Beni memastikan PDI Perjungan Muba telah melakukan konsolidasi struktur partai hingga ke bawah dengan jumlah pengurus sebanyak 8.900 pengurus. “Hari ini kumpul melakukan rapat kerja kabupaten , dan Pada rakercab kali ini banyak usulan dan pokok pikiran yang kita bahas, tentunya usulan terhadap pemerintah mengenai pembangunan Kabupaten Muba,”ujarnya.

Beni juga menerangkan pada Rakercab II, PDI Perjungan mendorong dan mendukung Pemerintah Kabupaten Muba untuk menyediakan fasilitas internet yang memadai sampai kepelosok desa. Mengingat, saat ini Pandemi Covid-19 belum juga usai, sedangkan proses belajar siswa masih menggunakan sistem pertemuan daring, atau menggunakan ponsel pintar.

“Menjadi atensi khusus dalam proses belajar mengajar, yang saat dilaksanakan ditengah pandemi saat ini. Masih terbatasnya akses intenet disejumlah pelosok desa, membuat proses tersebut menjadi terhambat. Kami mendorong Pemerintah Kabupaten, untuk memperluas jangkauan internet sampai ketalang-talang dan dusun. Sehingga proses pembelajaran siswa berjalan optimal,” tegasnya.

Selain itu, PDI Perjungan juga mendorong pembangunan dibidang ketenaga kerjaan, fokusnya tentu untuk membuka lapangan kerja baru disaat Covid-19. Selain itu, pemberdayaan masyarakat dengan mengaktifkan ekonomi produktif dan kreatif ditengah Pandemi saat ini. Sehingga berdampak bagi pemulihan ekonomi , rakyat perlu lapangan kerja agar ekonomi menjadi bangkit kembali.

“Kami juga merekomendasikan pembukaan lapangan kerja baru dan ekonomi produktif kreatif ditengah pendemi Covid-19. Sehingga ekonomi masyarakat kembali bangkit dan memberikan efek kesejahteraan lokal setempat nantinya,” urainya.

Disinggung mengenia kesiapan PDI Perjungan dalam menghadapi tahun politik 2024 mendatang, Beni yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Muba ini mengungkapkan bawha PDI Perjuangan telah memperisapkan hal tersebut dari jauh-jauh hari.

“Kami PDI Perjuangan tentunya sudah mempersiapkan hal ini dari jauh-jauh hari dan bersiap menghadapi pemilu 2024 nanti. Kita PDI Perjuangan siap bekerja secara politik dan siap menjemput harapan dari masyarakat Kabupaten Muba,”jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjungan Muba, Yakub Suprianto menambahkan pada Rakercab II kali  ini pihaknya telah melakukan konsolidasi dari tingkat dusun, desa sampai kabupaten. Selain itu, melakukan evaluasi kerja pada satu tahun kebelakang mengenai mesin partai.

“Target kita pada Rakercab kali ini memenangkan pemilu, kita menargetkan 12 kursi di DPRD Muba sebagai syarat mencalonkan Bupati. Sekaligus kita DPC mengusulkan bapak Beni Hernedi sebagai Calon Bupati Muba nanti, aspirasi seluruh pengurus kecamatan mengusulkan Pak Beni untuk Maju nyalon, Walaupun prosesnya nanti belum saat ini tapi aspirasinya yang muncul begitu , kita catat sebagai rekomendasi “ ungkapnya.

INFOSEKAYU.COM - Gelaran Pemilihan Legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menjadi dua agenda politik besar yang tengah dihadapi partai politik. Konsolidasi kader dan pengurus baik di tingkatan Pusat, Provinsi, Kabupaten/kota hingga kecamatan dan kelurahan juga sudah mulai dilakukan. Salah satunya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.


Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan Provinsi Sumsel, Beni Hernedi mengatakan konsolidasi diperlukan untuk menggalang kekuatan serta menyusun strategi  dalam meraih suara masyarakat. Tidak hanya di tingkatan pusat, provinsi atau kabupaten/kota saja. Tapi juga hingga ke pengurusan terbawah di tingkatan Pengurus Anak Cabang (PAC) sampai ke pengurus ranting partai.

“Konsolidasi perlu agar pengurus dan kader memahami betul strategi politik yang akan dilakukan,” ujar Beni  saat merayakan ulang tahunnya yang ke 42 di Desa Pagar Kaya Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Muba bersama para kader dan pengurus PDI Perjuangan Pac dan ranting,Rabu (5/12).

Bagi Beni, dua agenda politik besar di 2019 harus dimenangkan. Baik Pilleg yang akan menentukan kursi di parlemen maupun memenangkan calon presiden (Capres) No urut 01 Jokowi-Ma’aruf. Sehingga, setiap momen dimanfaatkan untuk menggalang konsolidasi kader dan pengurus di tubuh PDI Perjuangan.

“Termasuk HUT saya yang ke-42 ini. Jadi tidak hanya melaksanakan agenda pribadi tapi juga membahas masalah kepartaian. Sebab, Pilleg dan Pilpres sudah semakin dekat dan butuh perhatian serius,” katanya.

Dalam arahannya, Beni yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Muba ini mengingatkan kader untuk selalu berbuat bagi masyarakat. “Saya jadi Wabub ini karena amanat orang banyak khususnya tanggung jawab terhadap partai. Dari itu marilah seluruh baik kader, simpatisan dan pengurus  tingakt DPC hingga akar rumput untuk bersama-sama bergerak memenagkan Partai  PDI Perjuangan kembali menjadi partai pemenang pemilu 2019 mendatang,” tukasnya.

Sementara, Kader Pengurus anak cabang Kecamatan Sungai keruh, Kaisar mengatakan sebagai kader partai, dirinya wajib berjuang untuk  melakukan pergerakan hingga keakar rumput.

“Sudah menjadi kewajiban kader dan pengurus untuk berbuat bagi masyarakat. Selalu dekat dengan masyarakat sesuai dengan arahan Pak Beni tadi. Kami siap memenangkan PDI Perjuangan di Pemilu 2019 mendatang,” pungkasnya. /red/




Sekayu, infosekayu.com - Target keterwakilan perempuan di parlemen menjadi amat penting ketika perempuan menjadi subjek yang memiliki otoritas dalam pembuatan kebijakan. Pentingnya meningkatkan representasi perempuan karena pengalaman dan kepentingan perempuan berbeda dengan laki-laki. Untuk itu, Hilda Wahyuni, SE turut serta dalam pemilihan anggota DPRD Musi Banyuasin periode 2019-2024 daerah pemilihan 1 (Sungai Keruh, Sekayu, Jirak Jaya dan Keluang).

Berbekal niat yang tulus dan tekad yang sudah bulat, Hilda (begitu sapaan akrabnya - red) berani menawarkan visi misi keterwakilan kaum perempuan dan anak muda.

"Saya sebagai anak muda Musi Banyuasindan mewakili kaum perempuan siap mengemban amanah jika terpilih nantinya," ujar Hilda kepada infosekayu.com (04/12).

Hilda menambahkan, bahwa kesetaraan gender menjadi amat penting di zaman sekarang. Perempuan tidak lagi identik sebagai kaum yang hanya bisa di rumah, kamar, dan di dapur.

"Peran perempuan menjadi sangat vital dan harus menjadi bagian dalam penentuan arah kebijakan daerah. Karena kebutuhan perempuan hanya bisa dirasakan oleh perempuan itu sendiri,dan itu harus  disuarakan dan diperjuangkan" tambah Hilda.

Selanjutnya, Ia mengungkapkan bahwa di muba perlunya saluran kreatifitas bagi anak muda. Saluran hobi dan kreatifitas ini sebagai salah satu cara untuk menghindarkan anak muda dalam pergaulan yang bisa menjerumuskan dalam jeratan Narkoba.

"Saat ini hampir tiap hari kita mendengar berita terkait kasus Narkoba, ini mejadi ancaman generasi muda ke depan. Kita perlu adanya wadah untuk menyalurkan hobi dan kreatifitas anak muda muba, agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang bisa terjerat dalam penyalahgunaan Narkoba, tutup Hilda yang merupakan wakil sekretaris olahraga dan penyalahgunaan narkoba. (red).



INFOSEKAYU.COM - Jabatan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Selatan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Ir H Joko Widodo - Prof DR (HC) KH Ma'ruf Amin mengalami perubahan.


Posisi sebelumnya yang dijabat oleh H Alex Noerdin, digantikan ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sumsel Ir H Syahrial Oesman, MM. Sementara, H Alex Noerdin mengemban jabatan baru selaku ketua dewan penasehat TKD Sumsel yang nantinya juga lebih fokus pada tim khusus Jokowi-Ma’ruf.

Perubahan ini mulai berlaku sejak, Rabu (14/11/2018) berdasarkan SK No: 021-A/KPTS/TKN-JKWMA/XI/2018 tentang penetapan pengesahan penyempurnaan TKD KIK Sumsel yang ditandatangani Ketua TKN Erick Thohir dan Sekretaris Hasto Kristiyanto tertanggal 13 November 2018.

Sementara untuk jabatan lainnya, Gubernur Sumsel H Herman Deru, SH, MM, sebagai Ketua Dewan Pengarah, kemudian Sekretaris masih dijabat HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM yang juga Ketua DPD PDIP Sumsel termasuk juga Bendahara TKD Sumsel dijabat Alvin Kennedy yang juga Ketua DPW PSI Sumsel.

Dikatakan Alex Noerdin yang juga ketua DPD 1 Partai Golkar Sumsel ini, jabatan sebagai ketua dewan penasehat ini merupakan langkah dan strategi Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk lebih mengoptimalkan program kerja dalam rangka pemenangan tim Jokowi-Ma’ruf.

“Dengan perubahan jabatan tersebut, tentunya saya bisa lebih fokus pada tim khusus Jokowi-Ma’ruf, di mana nantinya akan berhubungan langsung dengan Capres Jokowi,” jelas Alex saat dihubungi, Kamis (15/11).

Lebih lanjut dikatakan mantan gubernur Sumsel Periode 2008-2018 ini, sebagai ketua dewan penasehat dirinya juga akan lebih optimal dan bersinergi sengan seluruh kalangan maupun jaringan yang sudah terjalin selama ini.

“Sama halnya dengan kepengurusan daerah lainnya contohnya TKD Jatim, di mana dewan penasehat juga dijabat oleh para tokoh penting seperti Dahlan Iskan, Khofifah Indar Parawansa hingga mantan Gubernur Jatim Imam Utomo. Begitupun di Jawa Barat yang juga dijabat oleh Gubernur Ridwal Kamil, semuanya memiliki tugas khusus yang nantinya akan melaporkan langsung kepada Capres Jokowi,” tegas Caleg DPR RI nomor urut 2 Partai Golkar dapil Sumsel 2 ini. /red/ 

Sumber : Sigerindo





Sekayu, Infosekayu.com- Memilik niat dan tekad mampu mensejahterakan rakyat dengan pergerakan dan pendayagunaan produk lokal agar masyrakat sejahtera. Serta muda dan siapp memberikan wadah bagi forum pemuda khusus nya di kabupaten musi banyuasin.

Pria kelahiran sekayu 14 agustus 1988 ini memiliki karir sebagai seorang guru dan juga dosen dengan berbekal pengalaman selama ini di bidang kepemudaan sebagai bekal kuat bagi dirinya untuk menjadi wadah bagi anak muda di muba. 


Selain kesejahetaan rakyat kecil peran pemuda akan ambil bagian dalam mengsii pergerakan baik bidang olahraga. Seni musik maupun bidang otomotif.
Irlan beralasan maju sebagai calon anggota dprd muba bisa menjadi bagian bagi dirinya untuk menjadi pemain dirumah sendiri .

Pria yang akrab disapa kuyung Irlan ini sangat peduli dengan pemuda pemuda yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin, ia selalu berharap agar pemuda di Muba mendapat perhatian lebih dan jika dia juga berharap jika diberi amanah masyarakat Muba untuk menjadi wakil rakyat ia akan memberikan wadah kepada Pemuda Muba agar dapat mengembangkan bakat bakat yang mereka miliki, yang mungkin saat ini belum tersalurkan. (im)



Infosekayu.com- H Ishak Mekki dan Saifuddin Aswari Riva’i kompak mencalonkan diri menjadi calon legislatif 2019 nanti, pasca-kandas di Pemilihan Gubernur (Pilgub)  Sumsel, 27 Juni lalu.

Ishak Mekki yang menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel maju sebagai calon DPR RI dari Dapil Sumsel 1 (Palembang, Banyuasin, Muba, Mura, Muratara, dan Lubuklinggau). Sedangkan Saifudin Aswari Riva’i maju sebagai calon anggota DPRD Sumsel dari Dapil Sumsel VII (Kabupaten Lahat, Empat Lawang, dan Kota Pagaralam).
“Saya sudah berbicara dengan keluarga, jika nanti sudah ditetapkan KPU Sumsel hasil Pilkada, saya akan mendaftar DPR RI,” kata Ishak, Kamis (5/7/2018).
Dikatakan Ishak, untuk mengabdi pada daerah ini banyak caranya. Setelah berusaha bertarung dan kalah dalam Pilkada Sumsel dengan menggandeng Yudha Mahyudin, maka banyak cara lain untuk mengabdi.
“Kalau berdasarkan hitungan cepat ‘kan nomor 1 (HD-MY) menang. Pengabdian saya selanjutnya sebagai DPR RI, masih bisa kita mengabdi dengan berusaha di pusat untuk Sumsel ini,” katanya.

Ishak mengaku menerima kekalahan dengan legowo ia tetap akan menghabiskan masa pengabdian sebagai Wakil Gubernur Sumsel dan merampungkan sampai akhir masa jabatan.
Senada dikatakan Aswari Riva’i yang mengaku legowo menerima kekalahan dalam pilgub Sumsel saat berpasangan dengan Walikota Pangkalpinang, Irwansyah.
“Sebagai orang yang berjiwa besar, bahwa dari awal paslon nomor 2 sangat menghormati dalam hal ini pilkada santun, tidak ada riak-riak. Ketika dinyatakan keunggulan 4 persen untuk paslon nomor urut 1 baik itu dalam quick count maupun segala macam, kita nyatakan kita mendukung,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel ini.
Menurut Aswari, banyak cara dan jalan menuju ‘Roma’ untuk berjuang dan memperjuangkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (Edp)






Sekayu, Infosekayu.com- Dewan pimpinan cabang partai persatuan pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin semakin memantapkan diri menuju pileg 2019.

Hal tersebut disampaikan salah satu caleg Provinsi Sumatera Selatan yaitu bapak Ruslan dalam sambutannnya menjelang berbuka puasa dan memohon doa restu kepada semua yang hadir agar PPP tetap semangat dan kembali berjaya untuk pileg 2019.

Dihadiri 70 peserta bukber yang teridiri dari pengurus DPC PPP Kab.Muba, bakal Caleg, ranting, dan beberapa masyarakat umum di cafe resto deadline, senin (6/19).
Selain itu irlan sebagai salah satu bacaleg dari dapil 1 juga menyampaikan tentang diadakannnya buka bersama ini.

"Semoga dengan adanya buka bersama ini, ukhuwa islamia terjaga dan tali silahturahim antar kader PPP berjalan dengan baik" ujar nya.
"Mudah mudahan bukber ini terus dilaksanakan ditahun tahun berikutnya dan bisa lebih baik lagi dengan masa yang lebih banyak lagi" sambungnya.

Dalam kegiatan Bukber ini DPC PPP Muba sengaja mengundang tamu khusus yakni Ibu Novri beserta suami yang merupakan Bacaleg provinsi sumsel dari Kabupaten Musi Banyuasin. (Edp)



Infosekayu.com- Masuki tahun politik, yakni tahun 2018 terdapat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dan tahun 2019 pilihan legislatif Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan agar tetap kondusif.

"Tahun ini dan tahun depan (2019) adalah tahun politik, untuk itu kami berpesan kita sama-sama menjaga situasi dan kondisi di daerah kita," ucap Sekda Muba pada kunjungan kerja di halaman Masjid Al-Hijrah Desa Simpang Tungkal Kecamatan Tungkal Jaya dalam Rangka Safari Ramadhan Pemkab Muba 1439 H.

Kemudian Sekda juga meminta kepada masyarakat Kecamatan Tungkal Jaya agar terus mendukung program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan Pemkab Muba.

"Semoga kedepan kabupaten kita lebih kuat lagi, sehingga lebih banyak lagi program pembangunan yang dapat dilaksanakan," imbuhnya.

Sementara Camat Tungkal Jaya Firman Irawan SSos MSi mengungkapkan pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat di desa-desa dalam Kecamatan Tungkal Jaya untuk meningkatkan partisipasi warganya dalam Pilkada pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

"Pilkada 2018 ini kami ingin partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya meningkat," tutur Irawan.

Pada momentum silaturahmi antar pemeritah kabupaten dengan masyarakat kec Tungkal Jaya ini dilaksanakan juga pemberian bantuan kepada warga tidak mampu dan kaum duafah sebanyak 50 paket, bantuan untuk perlengkapan masjid Al-Hijrah, serta bantuan kepada Pondok Pesantren Darul Hikmah. (Edp)



Jakarta,Infosekayu.com-Tensi politik diprediksi akan meningkat jelang hari “H” pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019, terindikasi penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak dibarengi pemilihan presiden (Pilpres) itu akan bermunculan kepentingan masuk ke berbagai elemen termasuk tempat ibadah.
Menyikapi hal tersebut, KH Sholeh Marzuki (Ketua Forum Rembuk Masjid Indonesia/Formasi), meminta para Takmir Masjid menjaga tempat ibadah agar tidak disusupi kelompok tertentu yang memiliki agenda politik praktis. "Para DKM dan Takmir Masjid menyerukan agar Masjid jangan dikotori oknum yang mempunyai kepentingan sesaat hanya mencari suara dengan menguasai masjid. Jangan masjid dijadikan tempat mengamankan suara yang ujung-ujungnya menjelekkan kelompok sana kelompok sini," tegas Kyai Marzuki.

Sementara itu, KH Nuril Arifin alias Gus Nuril (Pondok Pesantren Soko Tunggal Rawamangun dan Semarang), senada dengan Kyai Marzuki, meminta Takmir Masjid dan para jamaah untuk tidak menggunakan Masjid sebagai ajang kepentingan politik praktis, partisan dan jual beli suara. Sangat disayangkan apabila masjid yang merupakan tempat mulia itu disalah artikan fungsi hanya karena tahun politik.

"Masjid jangan digunakan kepentingan politik praktis dan partisan. Mari belajar dewasa, bersikap patriot hilangkan ego. Ketika Politik, Pilkada, dan Pilpres berjalan maka masuk ke Masjid dan tenangkan hatimu. Ke Masjid itu mau ketemu Allah apa ketemu calon Gubernur atau calon Presiden," tambah Gus Nuril.

Gus Nuril juga menghimbau masyarakat secara kompak menyerukan untuk mencegah oknum yang memfungsikan Masjid dari unsur Politik praktis dan mengutamakan fungsi Masjid untuk tempat beribadah kepada Allah SWT.  Menjadikan Masjid sebagai sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana memecah belah umat dan memperuncing perbedaan.
Marilah secara kompak menyerukan untuk mencegah oknum yang memfungsikan Masjid dari unsur Politik praktis dan mengutamakan fungsi Masjid untuk tempat beribadah kepada Allah SWT.  Menjadikan Masjid sebagai sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana memecah belah umat dan memperuncing perbedaan. Sudah saatnya menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadikan mimbar-mimbar Masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi, bukan cacimaki, ujaran kebencian dan ajakan permusuhan. (im)
Jakarta, Infosekayu.com - Empatbelas partai politik (parpol) yang lolos verifikasi faktual telah mendapatkan nomor urut peserta pemilu 2019. Pengundian nomor itu dilakukan di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Mereka yang mewakili mengambil nomor urut ialah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Ada pula Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, serta Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.

Sementara itu dari partai-partai pendatang baru, hadir Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto, Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo, serta Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana.
Dua Ketua Umum yang berhalangan hadir yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. SBY diwakili oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh juga tidak hadir, dan diwakili oleh Sekretaris Jenderal Johnny G Plate.
 
Berikut adalah hasil pengundian nomor urut parpol.
Nomor Urut 1: Partai Kebangkitan Bangsa
Nomor urut 2: Partai Gerindra
Nomor urut 3: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Nomor urut 4: Partai Golkar
Nomor urut 5: Partai Nasdem
Nomor urut 6: Partai Garuda
Nomor urut 7: Partai Berkarya
Nomor urut 8: Partai Keadilan Sejahtera
Nomor urut 9: Partai Perindo
Nomor urut 10: Partai Persatuan Pembangunan
Nomor urut 11: Partai Solidaritas Indonesia
Nomor urut 12: Partai Amanat Nasional
Nomor urut 13: Partai Hanura
Nomor urut 14: Partai Demokrat

Sebelum mengambil nomor urut peserta Pemilu, perwakilan parpol  terlebih dulu mengambil nomor antrean. Proses itu disaksikan komisioner KPU yang dipimpin Arief Budiman, Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), peserta pemilu, dan media.(im)



Infosekayu.com- Tak disangka, seorang Mawardi Yahya, bakal Calon Wakil Gubernur Sumsel 2018-2023, menyebut Alex Noerdin gagal selama memimpin, baik ketika menjadi Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) maupun sebagai Gubernur Sumsel. Ia bahkan mengolok-olok Musi Banyuasin sebagai daerah termiskin di Sumsel. Apa hubungannya antara Alex Noerdin yang saat ini Gubernur Sumsel dan Kabupaten Musi Banyuasin yang kini bupatinya Dodi Reza Alex Noerdin? Sungguh justifikasi yang asbun. Apa karena Dodi kebetulan jadi rival Mawardi pada Pilgub Sumsel 2018 ini? Lantas dikiranya dengan menyerang Alex Noerdin maka Dodi ikut terjun bebas oleh tinju kata-kata yang tak mendasar?

Tak puas dengan ucapan Mawardi yang memberikan stempel Alex Noerdin gagal sebagai Gubernur. Herman Deru, mengatakan Alex hanya pengekor terkait pelaksanaan Aisan Games di Palembang. Ia juga meremehkan kinerja Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin yang kerjanya melulu pencitraan. Dengan gamblang, Deru menyebut penghargaan yang diperoleh Dodi yang kebanyankan dari Gubernur Sumsel yang nota bene bapaknya, hanyalah untuk mengejar simpati. Sungguh, pasangan ini sejatinya telah menelanjangi diri layaknya bukan kalimat elok kaliber calon Gubernur Sumsel. Rakyat bisa keblinger jika ikutan menghujat model calon pimpinan seperti ini.

Jika publik belum tahu, semua tuduhan yang dilontarkan Mawardi dan Herman Deru itu mereka lontarkan pada kegiatan konsolidasi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten/Kota se-Sumsel, di Hotel Galaxi, Palembang, Jumat (9/2/2018).
Silahkan masyarakat menilai sendiri, politikus sepuh (Mawardi) yang dua kali jadi pimpinan dprd dan dua kali pula jadi bupati, moral etika politiknya bisa dibilang kurang santun. Bagaimana dengan Deru yang menilai Alex Noerdin hanya pengekor dalam perhelatan Asian Games? Mungkin Deru lupa atau lelah untuk sekedar mengingat kapan ada gelaran olah raga internasional di Palembang. Mungkin juga ia tak sempat baca berita berapa kali pimpinan RI, mulai Presiden, Wapres, para menteri terkait Asian Games datang ke Palembang meninjau dan memastikan Palembang siap jadi tuan rumah Asian Games. Barangkali Deru terlalu sibuk mengeker kekurangan lawan sehingga ia dengan mudah menyebut Alex Noerdin sebagai pengekor. Wallahu alam. Biarlah itu semua jadi pekerjaan rumah Pak Mawardi dan Pak Deru.

Lantas bagaimana kondisi di Muba sebenarnya? Menurut Wakil Bupati Muba Beni Hermedi selaku Ketue Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, penilaian Mawardi dan Deru serampangan tanpa arah yang jelas. "Pertama, justru penurunan angka kemisminan Muba diatas rata rata Sumsel termasuk diatas OKU timur. (Data terlampir). Dan menurut aku salah besar kalau Mang Deru dan Mang Mawardi mengambil bahan kampanye angka miskin untuk menyerang Alex Noerdin dengan ngomong atau ngenjuk nilai gagal."

Beni juga menilai Deru dan Mawardi terlalu gegabah mencampuradukkan Muba dengan angka kemiskinan. "Yah, saya heran saja cak cak tau nian soal uwong miskin di Muba. Saya, Beni Hermedi selama enam tahun ini mendalami betul soal kemiskinan. Deru dsn Mawardi seolah lebih pakam tentang tupoksi aku selaku Ketue Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang la kusandang 6 tahun ini," ujar Beni, Sabtu, (11/2).

Lebih lanjut Beni merinci akar masalah sebenarnya. Menurutnya ada persoalan pendapatan atau penghasilan masyarakat golongan miskin yg memang beberapa tahun terakhir sangat perlu diperhatikan misal dari imbas harga komoditas utama rakyat di muba "karet" .
"Sangat terasa sekali soal karet ini jadi pemicu pelemahan ekonomi di tingkat bawah oleh karena itu Pak Dodi dan saya sedang terus berusaha mencari solusi peningkatan pendapatan rakyat Muba termasuk mendorong percepatan perbaikan infrastruktur di Muba melalui pembiayaan alternatif," beber Beni.

Langkah di atas dimaksud bisa mendorong pertumbuhan ekonomi juga penyediaan lapangan kerja yg padat karya. "Silahkan dihitung saja dari replanting sawit tahun ini akan masuk hampir 250 milyar ke desa desa sawit di Muba , dari proyek strategis infrastruktur hampir 500 M dana percepatan masuk. Kita perlu pastikan kedepan agar ini jadi pendorong bergeraknya ekonomi di bawah," tegasnya.
Maka jika Deru dan Mawardi dengan lantang bicara kejelekan Alex Noerdin beserta anak turunnya, maka di Muba sebaliknya sibuk bekerja memikirkan upaya peningkatan ekonomi rakyatnya.
"Kita terus berinovasi. Rencana aspal karet, sendal jepit hilirisasi karet adalah upaya agar ada nilai tambah dari pendapatan di sektor karet ini. Tidak mungkin hanya pasrah saja dengan keadaan. Terus kalau mengenai angka kemiskinan di kota /kabupaten dicap kegagalan gubemur nya, ya menurut aku tergantung dari kerja Pemkab dan Pemkot tentunya."

(Edp)
ilustrasi Pemilu

Palembang, InfoSekayu.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera memasuki tahapan penetapan calon. Dijadwalkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan peserta Pilkada pada 12 Februari mendatang.

Bagi kepala daerah yang kembali menjadi peserta Pilkada, wajib mengambil cuti selama masa kampanye. Akibatnya, terdapat tujuh kepala daerah akan digantikan karena masuk dalam peserta peserta Pilkada Sumsel tahun ini.
Karo Pemerintahan dan Otda Setda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Amsin Jauhari, di Palembang, Minggu (4/4), mengatakan, bagi kepala daerah termasuk juga wakilnya yang kembali menjadi peserta Pilkada harus mengajukan cuti.

Menurutnya, kepala daerah termasuk wakilnya yang maju dalam Pilkada, maka akan digantikan oleh pejabat sementara (Pjs). Sedangkan jika hanya kepala daerah yang menjadi peserta Pilkada, maka digantikan oleh pelaksana tugas (Plt). "Jika Pjs, karena kedua kepala daerahnya menjadi peserta lagi, jika Plt hanya kepala daerahnya," katanya.

Untuk kepala daerah yang digantikan Pjs di antaranya Kota Palembang, Kota Prabumulih, Lubuk Linggau, dan Pagaralam. Empat Kota dan kabupaten ini, memiliki kepala daerah baik bupati atau wali kota dan wakilnya semuanya maju menjadi peserta Pilkada tahun ini. "Untuk Pjs nanti terdapat SK Mendagri," katanya.
Sedangkan kepala daerah yang digantikan dengan status Plt, di antaranya Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, dan Ogan Komering Ilir (OKI). Untuk yang hanya berstatus Plt, maka akan mendapatkan SK dari Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. "Kemungkinan pada 14 Februari diserahkan," ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Palembang, Harnojoyo saat menghadiri pergelaran seni di Monpera, Sabtu kemarin (3/2), menyatakan sudah mempersiapkan diri untuk mengajukan cuti menjadi peserta Pilkada Palembang 2018.

Menurutnya, berdasarkan peraturan Pilkada, kepala daerah yang menjadi peserta wajib mengajukan cuti saat ditetapkan menjadi peserta. "Tanggal 15 Februari nanti, saya resmi cuti untuk jadi calon wali kota Pilkada Palembang. Semoga pembangunan yang hampir lima tahun terakhir bermanfaat dan terima kasih atas amanat kepemimpinan selama ini," ujarnya.

Harnojoyo dan Wakilinya, Fitrianti Agustinda kembali mendaftar sebagai peserta Pilkada Kota Palembang 2018. Harnojoyo sebelumnya mendampingi Alm Romi Herton pada Pilkada Palembang 2013. Tahun ini, 10 Pilkada akan berlangsung di Sumsel, 9 Pilkada tingkat kota dan kabupaten serta pemilihan gubernur dan wakilnya. Dari sembilan pilkada di daerah, dua bupati yakni bupati Banyuasin dan Empat Lawang tidak ikut bertarung pada Pilkada 2018 ini.
(Edp)




Palembang, Infosekayu.com- Sejumlah nama-nama calon muda muncul dan akan maju dalam Pilkada Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2018.
Menarik, kalau ada calon alternatif yang bisa mengimbangi calon yang selama ini sudah mulai muncul, sehingga menjadi sebuah ruang yang baik jika ada calon alternatif terutama dari kaum muda. Karena saat ini ada fenomena kejenuhan masyarakat melihat calon-calon Gubernur Sumsel yang muncul selama ini.


“Kalau ada calon muda, terlatih , bisa jadi banyak pilihan bagi masyarakat , apalagi ini calon muda karena orientasi pilkada sekarang penuh kejutan- kejutan mengarah kepada hal-hal yang bersifat rasional dan melihat sosok yang dijual, saya kira sosok dari kaum muda cukup menarik, apalagi jika ada kaum muda yang tampil, “ kata pengamat politik dan pemerintahan Sumsel Prof Dr Alfitri, M.Si, Selasa (26/12).


Alfitri mencontohkan, sosok Walikota Pangkalpinang, Irwansyah yang akan maju di Pilkada Gubernur Sumsel yang datang dari kalangan muda yang merupakan calon alternatif dan Irwansyah adalah merupakan walikota Pangkalpinang yang sukses dimana kesuksesan memimpin Pangkalpinang bisa dia tularkan di Sumsel.


Selain itu ditengah maraknya pertarungan politik Sumsel dinilai cukup menarik karena yang kaum muda dinilai akan lebih tegas dalam memimpin dalam pertarungan pilkada seperti adanya sosok Irwansyah, ada H Dodi Reza Alex, ada HM Giri Ramandha N Kiemas yang akan tampil dan ini merupakan sebuah transformasi politik , karena kaum muda sudah berani tampil di daerah dan ini yang menarik saat ini.
 
 “Karena pemimpin muda ini banyak di idolakan kaum muda, karena kedepan yang muda itu menjadi kunci kemenangan jika dia bisa menyakinkan pemilih muda , karena kampir 60 persen itu banyak pemilih pemula, ini menjadi warna lain dalam pilkada Sumsel yang selama ini di dominasi kalangan tua,” katanya.


Apalagi dia melihat, masyarakat Sumsel, adalah masyarakat yang masih tradisional dan memiliki trend, dimana trend pemilih sekarang akan melihat beberapa pilihan seperti saat Pilkada DKI Jakarta yang lebih memilih calon yang muda.
“Peluang calon muda di Pilkada Sumsel cukup besar , karena partai bertarung dalam pertarungan politik ini, paling tidak beberapa calon sudah mulai yakin akan pertarungan ini, kita tunggu partai besar, partai menangah dan partai kecil merapat, paling tidak ada empat pasangan, tiga pasang tergantung partai ini merapat kemana, tunggu pilihan siapa calon wagubnya, kita tunggu beberapa minggu lagi, belum ada calon atau beberapa calon yang pasti meraih semua parpol, tapi ada juga yang masih megap-megap, ini menarik untuk ditunggu,” katanya.


Sedangkan pengamat politik Sumsel lainnya yang juga Direktur Pascasarjana Fisip Unsri Dr Husni Thamrin melihat, sosok muda seperti diantaranya Walikota Pangkalpinang, Irwansyah yang maju dalam Pilgub Sumsel ada peluang menang dalam Pilkada Gubernur Sumsel .


“Semua peluang terbuka tapi memang lebih berat, kemungkinan besar untuk calon alternatif itu hanya akan muncul apabila mencuri perhatian karena yang lama adalah stok lama nih , jadi kalau dia tidak bisa membuat yang baru ya percuma juga,” katanya.
Walaupun kalah di start, untuk itu sosok muda ini harus bisa membuat sesuatu sesuai aspirasi anak muda seperti transparansi, keikutsertaan, partisipasi, strategi, diharapkan pemimpin yang demokratis yang datang dari kita , oleh kita dan untuk kita .


“Bagaimana mereka bisa memposisikan diri mereka bagian dari anak muda bukan sebagai pemimpin yang datang memberikan belas kasihan dan berjarak dan pemimpin itu tidak boleh berjarak lagi, pemimpin yang simbolnya menggulung lengan baju bukan pemimpin yang datang dengan para ajudan dan dibukain pintu,” katanya.
Apalagi era milenial adalah era medsos , artinya hubungan pemimpin dan masyarakat itu hubungannya yang seimbang.

“Posisi hari ini masih berat tapi harus di persiapkan, alasannya ini kita sudah berada diposisi diujung dan kita sudah bertahun tahun dalam tradisi kita menerima pemimpin yang orangnya itu –itu saja dan sudah dikenal tapi selama ini, kita belum ada pengalaman dengan pemimpin yang namanya benar benar bagus dan muda tapi peluangan selalu ada,“ katanya.(
Edp)






Palembang, InfoSekayu.com – Hendri Zainuddin secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumsel, pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2018).
Terpilihnya mantan pengurus Sriwijaya FC ini sekaligus secara sah menggantikan tugas yang sebelumnya diemban oleh Mularis Djahri. “Dengan bulatnya suara DPC-DPC, maka secara aklamasi saudara Hendri Zainuddin terpilih sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumsel,” tegas Ketua Bidang Organisasi Partai Hanura Benny Ramdhani.

Benny menegaskan, Musdalub ini sah karena dihadiri 16 dari 17 Dewan Pimpinan Cabang di Sumsel. Satu DPC yang tidak hadir adalah dari Ogan Ilir (OI).
Dia menambahkan, dasarnya Musdalub juga sudah jelas, karena diatur dalam AD/ART pasal 34 ayat 3. Disana dijelaskan bahwa DPP adalah penanggung jawab seluruh roda organisasi. Untuk penyelamatan partai dalam kondisi tertentu bisa dilakukan. Khususnya untuk mengikuti dan pemenangan pemilu serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

“Jadi, tanpa Musdalub pun, Ketum sudah bisa ambil keputusan ini. Tapi karena azas demokrasi kita laksanakan Musdalub.Dengan penyataan Pak Wiranto bahwa Bapak OSO tetap diberikan kepercayaan menjadi ketum Hanura yang sah, maka dibutuhkan gerak cepat dan tindakan cepat karena verifikasi faktual untuk pemilu sudah di depan mata,” katanya.
Ketua terpilih, Hendri Zainuddin mengatakan  akan menjalankan amanah ini dengan baik. Tugas pertama yang akan dilakukan adalah menyusun kepengurusan baru DPD Hanura Sumsel. Apalagi tim formatur sudah dibentuk yang di dalamnya ada Ketum DPD terpilih, dua wakil DPC, dan perwakilan DPP yaitu Fauzi Amro.
“Kami harus gerak cepat karena proses pencalegan sudah di depan mata. Ada 58 caleg yang akan kita usung di pemilu nanti,” kata Hendri. (Edp)


Palembang, Infosekayu.com – Terungkap sudah siapa yang akan menjadi pasangan H Saifudin Aswari Rivai di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan 2018.
Bupati Lahat yang diusung Gerindra dan PKS maju di Pilkada Sumsel ini resmi menggandeng Walikota Pangkal Pinang, M Irwansyah.

“Kak Wari  akan berpasangan dengan pak Irwansyah untuk menuju Sumsel 1. Semua sudah oke berkomunikasi dan sepakat berjalan dengan baik. Tanggal 10 Januari 2018 kita akan daftar ke KPU dan semoga jadi awal langkah yang baik. Mohon doa restu dan support semuanya, kita bersama membangun sumsel semakin baik. Salam…  Niat Baik jadi Terbaik,” kata Aswari yang saat menjabat Bupati Lahat, Minggu (7/1)

Sedangkan M Irwansyah mengaku tidak banyak komentar.Dia hanya meminta doa dan mengajak untuk menunggu pengumuman resmi yang akan disampaikan besok, Senin  (8/1).
“Mohon doanya kita lihat tanggal 8 Januari. Kalau sudah ada kepastian nanti diinfokan,” katanya. (im)

Jakarta,Infosekayu.com – Tercatat dan terpantau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjatuhkan pilihan kepada Bupati Musi Banyu Asin Doddy Reza Alex dan HM Giri Ramanda Kiemas sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Sumatera Selatan 2018.

Pengumuman pasangan calon tersebut disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, nama-nama calon cubernur dan wakil gubernur untuk seluruh daerah yang akan menggelar Pilkada sudah dikerucutkan saat rapat di kantor DPP PDIP pada Jumat 5 Januari 2018.

“Inilah yang kami dialogkan dengan partai-partai lain, tetapi prinsipnya nama-nama sudah disetujui tinggal diumumkan besok. Dan termasuk yang lain-lain,”
terang Hasto.

Hasto mengatakan partainya akan mengusung bakal calon yang sesuai dengan asprasi rakyat di daerah.

“Jadi Pilkada ini bukan untuk menang-menangan tetapi menampilkan seluruh kebudayaan kita. Bahwa kita adalah bangsa yang beradab, dan kita adalah bangsa yang memiliki etika, moralitas yang tinggi di dalam politik,”
tandas Hasto.

Di menegaskan, memang banyak nama yang disuarakan. Akan tetapi, kata kuncinya adalah pengalaman.

“Ya berbagai nama-nama memang disuarakan. Dan tentu saja PDIP ketika mencalonkan, kami mendengarkan suara partai, mendengarkan masukan tokoh. Tetapi juga mereka yang berpengalaman,” terang Hasto. (Mawar/DtkredBp)
Infosekyau.com- Rasa penasaran tentang siapa yang akan mendampingi Ishak Mekki di pilgub Sumsel kini terjawab sudah. Secara mengejutkan Ketua DPD Demokrat Sumsel Ishak Mekki memilih Yudha Mahyudin sebagai calon wakil gubernur Sumsel yang akan mendampinginya di pilgub Sumsel.

Kepastian ini, disampaikan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPD Demokrat Sumsel, Muchendi Mahzarekki, Sabtu (6/1).

"Alhamdulillah, pak Ishak sudah memutuskan berpasangan dengan Yudha Mahyuddin," kata Muchendi. 

Dia mengatakan, untuk dukungan sudah hampir lengkap B1-KWK. Pihaknya hanya tinggal menunggu PPP hari ini. Dia juga mengatakan tengah mengatur jadwal deklarasi dan pendaftaran ke KPUD dengan partai koalisi.

Diakuinya banyak pihak yang bertanya kenapa Ishak Mekki memilih Yudha Mahyudin sebagai calon wakil gubernur Sumatera Selatan. Pak Ishak mengatakan, Sumatera Selatan sekarang dengan berbagai macam potensi dan juga problem yang masih ada perlu sentuhan dan support yang lebih dinamis dan modern. 

Banyak sekali alasan mengapa ishak mekki memilih yudha sebagai pendampingnya. "Dia muda, berpendidikan tinggi (S3), dengan background akademisi, pengusaha muda juga oranganisatoris, tentu memiliki pengalaman, kemampuan memecahkan solusi dengan gaya baru dan sangat dinamis," ungkap Muchendi.

Dengan begitu lanjutnya, akan sangat tepat bila Yudha Mahyuddin digabungkan dengan kemampuan Ishak Mekki yang merupakan birokrat senior dengan pengalaman lapangan puluhan tahun.

"Rasanya akan menjadi kombinasi yang pas untuk lebih melanjutkan Sumatera Selatan yang lebih baik," pungkasnya. {im}
Infosekayu.com - Partai Golkar menyerahkan surat keputusan (SK) kepada pasangan calon pilkada serentak di kantor DPP Golkar, di Jakarta kemarin, Jumat (5/1). Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. 


Di antara sejumlah nama calon kepala daerah se Indonesia yang diserahkan kemarin, ada nama Dodi Reza yang resmi diusung Partai Golkar untuk maju sebagai calon Gubernur Sumsel 2018. Dodi Reza dipasangkan dengan Ketua DPD PDIP Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas.

"SK-nya sudah diserahkan,  berpasangan dengan Giri," kata pengurus DPP Golkar Nurdin Halid kepada RMOLSumsel, Sabtu (6/1). Bahkan kata Nurdin, pasangan Dodi - Giri ini besok dijadwalkan akan mendaftarkan diri di KPU Sumsel.

"Sudah (fix) kan mau daftar besok," katanya.

Nurdin meyakini PDIP akan sepakat dengan keputusan partai Golkar yang mengusung Dodi-Giri di Pilgub Sumsel. Meski PDIP belum memutuskan siapa kadernya untuk dimajukan di pilgub Sumsel. 

"Itu urusan PDIP. PDIP bisa berubah kalau yang bersangkutan (Giri) tidak bersedia. Tapi saya yakin itu sudah merupakan suatu kesepakatan," ujarnya
.

Lebih lanjut setelah keputusan DPP yang mengusung Dodi - Giri di pilgub Sumsel, diinstruksikan kepada seluruh kader Golkar untuk taat azas.

"Artinya bahwa harus melaksanakan keputusan partai, yaitu melakukan upaya-upaya pemenangan dalam bentuk sosialisi dan penggalangan kepada seluruh masyarakat pemilih disemua tingkatan, baik untuk calon Gubernur maupun calon Bupati /walikota," bebernya.

Dia menegaskan, kader Golkar wajib memenangkan pasangan Dodi-Giri di Pilgub Sumsel 2018.
"Itu wajib, itu perintah. Harus solid," tegasnya. (Mawar/Rml)


Kayuara, infosekayu.com - Tidak hanya disiplin dan dekat dengan masyarakat, Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Musi Banyuasin (Muba) dituntut juga untuk turut andil menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg), dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan datang. 

"Jadi, nanti bisa saja semua pengurus dan anggota Pramuka kwarcab Muba ini ada di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang membantu masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya," ujar Ketua Pramuka Kwarcab Muba yang juga Plt Sekda Pemkab Muba Drs H Apriyadi MSi di sela Pelepasan peserta Kemah Bakti Bersama Pramuka dan Bawaslu, Kamis (14/12). 

Menurutnya, dengan melibatkan anggota Pramuka diharapkan nantinya seluruh anggota Pramuka Kwarcab Muba lebih memahami demokrasi. "Selain itu, bisa menjadi organisasi yang membantu Panwaslu dan KPU dalam menyukseskan pesta demokrasi, tanpa mempengaruhi hak pilih orang lain," harapnya. 

Ketua Bawaslu Muba, Dodi Safari SE menyambut baik masukan dan rencana Kwarcab Muba tersebut dalam melibatkan anggota dan pengurus kwarcab Muba untuk menyukseskan pesta demokrasi yang akan datang. "Ini program yang baik, kami juga berharap dengan kegiatan Kemah Bakti Bersama Pramuka ini Bawaslu bisa lebih bersinergi," ungkapnya. 

Sementara itu Pelepasan peserta Kemah Bakti Bersama Pramuka dan Bawaslu tersebut sebanyak 14 anggota Pramuka Kwarcab Muba mengikuti kemah di Danau Ranau yang dimulai 15-17 Desember 2017.(hum)