Ganjar Hingga Gibran Ikut Rakor Kepala Daerah PDIP, Hasto: Prioritas Saat Ini Konsolidasi Menyeluruh
JAKARTA, INFOSEKAYU.COM - DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala/Wakil Kepala Daerah di SekolahPartai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2022).
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri turut mengikuti acara tersebut secara virtual.
Sejumlah kepala daerah dari partai berlambang banteng moncong putih itu pun sudah terlihat di lokasi.
Terlihat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Medan Bobby Nasution, dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Tak hanya itu, pengurus DPP PDIP pun sudah terlihat hadir.
Mereka di antaranya Sekjen Hasto Kristiyanto serta sejumlah Ketua DPP, yakni Komarudin Watubun, Eriko Sotarduga, Ribka Tjiptaning, Nusyirwan Soedjono, Sri Rahayu, dan Rokhmin Dahuri.
Tak hanya itu, hadir juga Bambang Wuryanto, Wuryanti Sukamdani, Olly Dondokambey, Hamka Haq, dan Djarot Saiful Hidayat. Wakil Bendaraha Umum PDIP Rudiyanto Tjen juga ada di barisan depan.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) yang saja dilantik Presiden Joko Widodo, Wempi Wetipo, pun hadir.
Dalam rakor ini, PDIP akan menggelar konsolidasi partai dari kalangan kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Indonesia. Sebanyak 192 kepala daerah dan wakil kepala daerah tingkat provinsi, kota, dan kabupaten diundang dalam acara.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pengarahan sebagai tanda pembukaan rakor itu.
Aula tempat lokasi pengarahan pun sangat padat dan penuh karena kehadiran para kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Terlihat anggota PDIP sekaligus Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo berdiri mengikuti acara itu.
"Ini membuktikan banyaknya kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan sampai-sampai aula ini tidak muat," kata Hasto membuka sambutannya memancing gelak tawa para peserta. Hasto menekankan inti konsolidasi PDIP yang harus diingat kader dan seluruh Tiga Pilar.
"Skala prioritas saat ini adalah konsolidasi menyeluruh. Mengejar prestasi Tiga Pilar seluruh lini dan mendukung pemerintahan Jokowi," ucap Hasto.
Sebelumnya, DPP PDIP juga sudah menggelar Bimbingan Teknis Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota PDIP se-Indonesia. (Tribunnews)
INFOSEKAYU.COM - Gelaran Pemilihan Legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menjadi dua agenda politik besar yang tengah dihadapi partai politik. Konsolidasi kader dan pengurus baik di tingkatan Pusat, Provinsi, Kabupaten/kota hingga kecamatan dan kelurahan juga sudah mulai dilakukan. Salah satunya Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan Provinsi Sumsel, Beni Hernedi mengatakan konsolidasi diperlukan untuk menggalang kekuatan serta menyusun strategi dalam meraih suara masyarakat. Tidak hanya di tingkatan pusat, provinsi atau kabupaten/kota saja. Tapi juga hingga ke pengurusan terbawah di tingkatan Pengurus Anak Cabang (PAC) sampai ke pengurus ranting partai.
“Konsolidasi perlu agar pengurus dan kader memahami betul strategi politik yang akan dilakukan,” ujar Beni saat merayakan ulang tahunnya yang ke 42 di Desa Pagar Kaya Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Muba bersama para kader dan pengurus PDI Perjuangan Pac dan ranting,Rabu (5/12).
Bagi Beni, dua agenda politik besar di 2019 harus dimenangkan. Baik Pilleg yang akan menentukan kursi di parlemen maupun memenangkan calon presiden (Capres) No urut 01 Jokowi-Ma’aruf. Sehingga, setiap momen dimanfaatkan untuk menggalang konsolidasi kader dan pengurus di tubuh PDI Perjuangan.
“Termasuk HUT saya yang ke-42 ini. Jadi tidak hanya melaksanakan agenda pribadi tapi juga membahas masalah kepartaian. Sebab, Pilleg dan Pilpres sudah semakin dekat dan butuh perhatian serius,” katanya.
Dalam arahannya, Beni yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Muba ini mengingatkan kader untuk selalu berbuat bagi masyarakat. “Saya jadi Wabub ini karena amanat orang banyak khususnya tanggung jawab terhadap partai. Dari itu marilah seluruh baik kader, simpatisan dan pengurus tingakt DPC hingga akar rumput untuk bersama-sama bergerak memenagkan Partai PDI Perjuangan kembali menjadi partai pemenang pemilu 2019 mendatang,” tukasnya.
Sementara, Kader Pengurus anak cabang Kecamatan Sungai keruh, Kaisar mengatakan sebagai kader partai, dirinya wajib berjuang untuk melakukan pergerakan hingga keakar rumput.
“Sudah menjadi kewajiban kader dan pengurus untuk berbuat bagi masyarakat. Selalu dekat dengan masyarakat sesuai dengan arahan Pak Beni tadi. Kami siap memenangkan PDI Perjuangan di Pemilu 2019 mendatang,” pungkasnya. /red/
Sekayu, infosekayu.com - Target keterwakilan perempuan di parlemen menjadi amat penting ketika perempuan menjadi subjek yang memiliki otoritas dalam pembuatan kebijakan. Pentingnya meningkatkan representasi perempuan karena pengalaman dan kepentingan perempuan berbeda dengan laki-laki. Untuk itu, Hilda Wahyuni, SE turut serta dalam pemilihan anggota DPRD Musi Banyuasin periode 2019-2024 daerah pemilihan 1 (Sungai Keruh, Sekayu, Jirak Jaya dan Keluang).
Berbekal niat yang tulus dan tekad yang sudah bulat, Hilda (begitu sapaan akrabnya - red) berani menawarkan visi misi keterwakilan kaum perempuan dan anak muda.
"Saya sebagai anak muda Musi Banyuasindan mewakili kaum perempuan siap mengemban amanah jika terpilih nantinya," ujar Hilda kepada infosekayu.com (04/12).
Hilda menambahkan, bahwa kesetaraan gender menjadi amat penting di zaman sekarang. Perempuan tidak lagi identik sebagai kaum yang hanya bisa di rumah, kamar, dan di dapur.
"Peran perempuan menjadi sangat vital dan harus menjadi bagian dalam penentuan arah kebijakan daerah. Karena kebutuhan perempuan hanya bisa dirasakan oleh perempuan itu sendiri,dan itu harus disuarakan dan diperjuangkan" tambah Hilda.
Selanjutnya, Ia mengungkapkan bahwa di muba perlunya saluran kreatifitas bagi anak muda. Saluran hobi dan kreatifitas ini sebagai salah satu cara untuk menghindarkan anak muda dalam pergaulan yang bisa menjerumuskan dalam jeratan Narkoba.
"Saat ini hampir tiap hari kita mendengar berita terkait kasus Narkoba, ini mejadi ancaman generasi muda ke depan. Kita perlu adanya wadah untuk menyalurkan hobi dan kreatifitas anak muda muba, agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang bisa terjerat dalam penyalahgunaan Narkoba, tutup Hilda yang merupakan wakil sekretaris olahraga dan penyalahgunaan narkoba. (red).
INFOSEKAYU.COM - Jabatan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Selatan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Ir H Joko Widodo - Prof DR (HC) KH Ma'ruf Amin mengalami perubahan.
Posisi sebelumnya yang dijabat oleh H Alex Noerdin, digantikan ketua DPW Partai NasDem Provinsi Sumsel Ir H Syahrial Oesman, MM. Sementara, H Alex Noerdin mengemban jabatan baru selaku ketua dewan penasehat TKD Sumsel yang nantinya juga lebih fokus pada tim khusus Jokowi-Ma’ruf.
Perubahan ini mulai berlaku sejak, Rabu (14/11/2018) berdasarkan SK No: 021-A/KPTS/TKN-JKWMA/XI/2018 tentang penetapan pengesahan penyempurnaan TKD KIK Sumsel yang ditandatangani Ketua TKN Erick Thohir dan Sekretaris Hasto Kristiyanto tertanggal 13 November 2018.
Sementara untuk jabatan lainnya, Gubernur Sumsel H Herman Deru, SH, MM, sebagai Ketua Dewan Pengarah, kemudian Sekretaris masih dijabat HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM yang juga Ketua DPD PDIP Sumsel termasuk juga Bendahara TKD Sumsel dijabat Alvin Kennedy yang juga Ketua DPW PSI Sumsel.
Dikatakan Alex Noerdin yang juga ketua DPD 1 Partai Golkar Sumsel ini, jabatan sebagai ketua dewan penasehat ini merupakan langkah dan strategi Tim Kampanye Nasional (TKN) untuk lebih mengoptimalkan program kerja dalam rangka pemenangan tim Jokowi-Ma’ruf.
“Dengan perubahan jabatan tersebut, tentunya saya bisa lebih fokus pada tim khusus Jokowi-Ma’ruf, di mana nantinya akan berhubungan langsung dengan Capres Jokowi,” jelas Alex saat dihubungi, Kamis (15/11).
Lebih lanjut dikatakan mantan gubernur Sumsel Periode 2008-2018 ini, sebagai ketua dewan penasehat dirinya juga akan lebih optimal dan bersinergi sengan seluruh kalangan maupun jaringan yang sudah terjalin selama ini.
“Sama halnya dengan kepengurusan daerah lainnya contohnya TKD Jatim, di mana dewan penasehat juga dijabat oleh para tokoh penting seperti Dahlan Iskan, Khofifah Indar Parawansa hingga mantan Gubernur Jatim Imam Utomo. Begitupun di Jawa Barat yang juga dijabat oleh Gubernur Ridwal Kamil, semuanya memiliki tugas khusus yang nantinya akan melaporkan langsung kepada Capres Jokowi,” tegas Caleg DPR RI nomor urut 2 Partai Golkar dapil Sumsel 2 ini. /red/
Sumber : Sigerindo
Sekayu, Infosekayu.com- Memilik niat dan tekad mampu mensejahterakan rakyat dengan pergerakan dan pendayagunaan produk lokal agar masyrakat sejahtera. Serta muda dan siapp memberikan wadah bagi forum pemuda khusus nya di kabupaten musi banyuasin.
Menyikapi hal tersebut, KH Sholeh Marzuki (Ketua Forum Rembuk Masjid Indonesia/Formasi), meminta para Takmir Masjid menjaga tempat ibadah agar tidak disusupi kelompok tertentu yang memiliki agenda politik praktis. "Para DKM dan Takmir Masjid menyerukan agar Masjid jangan dikotori oknum yang mempunyai kepentingan sesaat hanya mencari suara dengan menguasai masjid. Jangan masjid dijadikan tempat mengamankan suara yang ujung-ujungnya menjelekkan kelompok sana kelompok sini," tegas Kyai Marzuki.
Sementara itu, KH Nuril Arifin alias Gus Nuril (Pondok Pesantren Soko Tunggal Rawamangun dan Semarang), senada dengan Kyai Marzuki, meminta Takmir Masjid dan para jamaah untuk tidak menggunakan Masjid sebagai ajang kepentingan politik praktis, partisan dan jual beli suara. Sangat disayangkan apabila masjid yang merupakan tempat mulia itu disalah artikan fungsi hanya karena tahun politik.
"Masjid jangan digunakan kepentingan politik praktis dan partisan. Mari belajar dewasa, bersikap patriot hilangkan ego. Ketika Politik, Pilkada, dan Pilpres berjalan maka masuk ke Masjid dan tenangkan hatimu. Ke Masjid itu mau ketemu Allah apa ketemu calon Gubernur atau calon Presiden," tambah Gus Nuril.
Marilah secara kompak menyerukan untuk mencegah oknum yang memfungsikan Masjid dari unsur Politik praktis dan mengutamakan fungsi Masjid untuk tempat beribadah kepada Allah SWT. Menjadikan Masjid sebagai sarana untuk mempersatukan umat, bukan dijadikan sarana memecah belah umat dan memperuncing perbedaan. Sudah saatnya menjadikan Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan menjadikan mimbar-mimbar Masjid sebagai media untuk menyampaikan dakwah atau ajakan menjalankan ajaran agama secara sejuk dan damai, menerima perbedaan dan saling menjunjung toleransi, bukan cacimaki, ujaran kebencian dan ajakan permusuhan. (im)
![]() |
| ilustrasi Pemilu |
Palembang, InfoSekayu.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera memasuki tahapan penetapan calon. Dijadwalkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan peserta Pilkada pada 12 Februari mendatang.
Bagi kepala daerah yang kembali menjadi peserta Pilkada, wajib mengambil cuti selama masa kampanye. Akibatnya, terdapat tujuh kepala daerah akan digantikan karena masuk dalam peserta peserta Pilkada Sumsel tahun ini.
Menurutnya, kepala daerah termasuk wakilnya yang maju dalam Pilkada, maka akan digantikan oleh pejabat sementara (Pjs). Sedangkan jika hanya kepala daerah yang menjadi peserta Pilkada, maka digantikan oleh pelaksana tugas (Plt). "Jika Pjs, karena kedua kepala daerahnya menjadi peserta lagi, jika Plt hanya kepala daerahnya," katanya.
Untuk kepala daerah yang digantikan Pjs di antaranya Kota Palembang, Kota Prabumulih, Lubuk Linggau, dan Pagaralam. Empat Kota dan kabupaten ini, memiliki kepala daerah baik bupati atau wali kota dan wakilnya semuanya maju menjadi peserta Pilkada tahun ini. "Untuk Pjs nanti terdapat SK Mendagri," katanya.
Terpisah, Wali Kota Palembang, Harnojoyo saat menghadiri pergelaran seni di Monpera, Sabtu kemarin (3/2), menyatakan sudah mempersiapkan diri untuk mengajukan cuti menjadi peserta Pilkada Palembang 2018.
Menurutnya, berdasarkan peraturan Pilkada, kepala daerah yang menjadi peserta wajib mengajukan cuti saat ditetapkan menjadi peserta. "Tanggal 15 Februari nanti, saya resmi cuti untuk jadi calon wali kota Pilkada Palembang. Semoga pembangunan yang hampir lima tahun terakhir bermanfaat dan terima kasih atas amanat kepemimpinan selama ini," ujarnya.
Harnojoyo dan Wakilinya, Fitrianti Agustinda kembali mendaftar sebagai peserta Pilkada Kota Palembang 2018. Harnojoyo sebelumnya mendampingi Alm Romi Herton pada Pilkada Palembang 2013. Tahun ini, 10 Pilkada akan berlangsung di Sumsel, 9 Pilkada tingkat kota dan kabupaten serta pemilihan gubernur dan wakilnya. Dari sembilan pilkada di daerah, dua bupati yakni bupati Banyuasin dan Empat Lawang tidak ikut bertarung pada Pilkada 2018 ini.
Menarik, kalau ada calon alternatif yang bisa mengimbangi calon yang selama ini sudah mulai muncul, sehingga menjadi sebuah ruang yang baik jika ada calon alternatif terutama dari kaum muda. Karena saat ini ada fenomena kejenuhan masyarakat melihat calon-calon Gubernur Sumsel yang muncul selama ini.
“Kalau ada calon muda, terlatih , bisa jadi banyak pilihan bagi masyarakat , apalagi ini calon muda karena orientasi pilkada sekarang penuh kejutan- kejutan mengarah kepada hal-hal yang bersifat rasional dan melihat sosok yang dijual, saya kira sosok dari kaum muda cukup menarik, apalagi jika ada kaum muda yang tampil, “ kata pengamat politik dan pemerintahan Sumsel Prof Dr Alfitri, M.Si, Selasa (26/12).
Alfitri mencontohkan, sosok Walikota Pangkalpinang, Irwansyah yang akan maju di Pilkada Gubernur Sumsel yang datang dari kalangan muda yang merupakan calon alternatif dan Irwansyah adalah merupakan walikota Pangkalpinang yang sukses dimana kesuksesan memimpin Pangkalpinang bisa dia tularkan di Sumsel.
Selain itu ditengah maraknya pertarungan politik Sumsel dinilai cukup menarik karena yang kaum muda dinilai akan lebih tegas dalam memimpin dalam pertarungan pilkada seperti adanya sosok Irwansyah, ada H Dodi Reza Alex, ada HM Giri Ramandha N Kiemas yang akan tampil dan ini merupakan sebuah transformasi politik , karena kaum muda sudah berani tampil di daerah dan ini yang menarik saat ini.
Apalagi dia melihat, masyarakat Sumsel, adalah masyarakat yang masih tradisional dan memiliki trend, dimana trend pemilih sekarang akan melihat beberapa pilihan seperti saat Pilkada DKI Jakarta yang lebih memilih calon yang muda.
“Peluang calon muda di Pilkada Sumsel cukup besar , karena partai bertarung dalam pertarungan politik ini, paling tidak beberapa calon sudah mulai yakin akan pertarungan ini, kita tunggu partai besar, partai menangah dan partai kecil merapat, paling tidak ada empat pasangan, tiga pasang tergantung partai ini merapat kemana, tunggu pilihan siapa calon wagubnya, kita tunggu beberapa minggu lagi, belum ada calon atau beberapa calon yang pasti meraih semua parpol, tapi ada juga yang masih megap-megap, ini menarik untuk ditunggu,” katanya.
Sedangkan pengamat politik Sumsel lainnya yang juga Direktur Pascasarjana Fisip Unsri Dr Husni Thamrin melihat, sosok muda seperti diantaranya Walikota Pangkalpinang, Irwansyah yang maju dalam Pilgub Sumsel ada peluang menang dalam Pilkada Gubernur Sumsel .
“Semua peluang terbuka tapi memang lebih berat, kemungkinan besar untuk calon alternatif itu hanya akan muncul apabila mencuri perhatian karena yang lama adalah stok lama nih , jadi kalau dia tidak bisa membuat yang baru ya percuma juga,” katanya.
Walaupun kalah di start, untuk itu sosok muda ini harus bisa membuat sesuatu sesuai aspirasi anak muda seperti transparansi, keikutsertaan, partisipasi, strategi, diharapkan pemimpin yang demokratis yang datang dari kita , oleh kita dan untuk kita .
“Bagaimana mereka bisa memposisikan diri mereka bagian dari anak muda bukan sebagai pemimpin yang datang memberikan belas kasihan dan berjarak dan pemimpin itu tidak boleh berjarak lagi, pemimpin yang simbolnya menggulung lengan baju bukan pemimpin yang datang dengan para ajudan dan dibukain pintu,” katanya.
Apalagi era milenial adalah era medsos , artinya hubungan pemimpin dan masyarakat itu hubungannya yang seimbang.
“Posisi hari ini masih berat tapi harus di persiapkan, alasannya ini kita sudah berada diposisi diujung dan kita sudah bertahun tahun dalam tradisi kita menerima pemimpin yang orangnya itu –itu saja dan sudah dikenal tapi selama ini, kita belum ada pengalaman dengan pemimpin yang namanya benar benar bagus dan muda tapi peluangan selalu ada,“ katanya.(Edp)
Pengumuman pasangan calon tersebut disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (7/1).
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, nama-nama calon cubernur dan wakil gubernur untuk seluruh daerah yang akan menggelar Pilkada sudah dikerucutkan saat rapat di kantor DPP PDIP pada Jumat 5 Januari 2018.
“Inilah yang kami dialogkan dengan partai-partai lain, tetapi prinsipnya nama-nama sudah disetujui tinggal diumumkan besok. Dan termasuk yang lain-lain,” terang Hasto.
Hasto mengatakan partainya akan mengusung bakal calon yang sesuai dengan asprasi rakyat di daerah.
“Jadi Pilkada ini bukan untuk menang-menangan tetapi menampilkan seluruh kebudayaan kita. Bahwa kita adalah bangsa yang beradab, dan kita adalah bangsa yang memiliki etika, moralitas yang tinggi di dalam politik,” tandas Hasto.
Di menegaskan, memang banyak nama yang disuarakan. Akan tetapi, kata kuncinya adalah pengalaman.
“Ya berbagai nama-nama memang disuarakan. Dan tentu saja PDIP ketika mencalonkan, kami mendengarkan suara partai, mendengarkan masukan tokoh. Tetapi juga mereka yang berpengalaman,” terang Hasto. (Mawar/DtkredBp)
Kepastian ini, disampaikan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPD Demokrat Sumsel, Muchendi Mahzarekki, Sabtu (6/1).
"Alhamdulillah, pak Ishak sudah memutuskan berpasangan dengan Yudha Mahyuddin," kata Muchendi.
Dia mengatakan, untuk dukungan sudah hampir lengkap B1-KWK. Pihaknya hanya tinggal menunggu PPP hari ini. Dia juga mengatakan tengah mengatur jadwal deklarasi dan pendaftaran ke KPUD dengan partai koalisi.
Diakuinya banyak pihak yang bertanya kenapa Ishak Mekki memilih Yudha Mahyudin sebagai calon wakil gubernur Sumatera Selatan. Pak Ishak mengatakan, Sumatera Selatan sekarang dengan berbagai macam potensi dan juga problem yang masih ada perlu sentuhan dan support yang lebih dinamis dan modern.
Dengan begitu lanjutnya, akan sangat tepat bila Yudha Mahyuddin digabungkan dengan kemampuan Ishak Mekki yang merupakan birokrat senior dengan pengalaman lapangan puluhan tahun.
"Rasanya akan menjadi kombinasi yang pas untuk lebih melanjutkan Sumatera Selatan yang lebih baik," pungkasnya. {im}
"SK-nya sudah diserahkan, berpasangan dengan Giri," kata pengurus DPP Golkar Nurdin Halid kepada RMOLSumsel, Sabtu (6/1). Bahkan kata Nurdin, pasangan Dodi - Giri ini besok dijadwalkan akan mendaftarkan diri di KPU Sumsel.
"Sudah (fix) kan mau daftar besok," katanya.
Nurdin meyakini PDIP akan sepakat dengan keputusan partai Golkar yang mengusung Dodi-Giri di Pilgub Sumsel. Meski PDIP belum memutuskan siapa kadernya untuk dimajukan di pilgub Sumsel.
"Itu urusan PDIP. PDIP bisa berubah kalau yang bersangkutan (Giri) tidak bersedia. Tapi saya yakin itu sudah merupakan suatu kesepakatan," ujarnya.
Lebih lanjut setelah keputusan DPP yang mengusung Dodi - Giri di pilgub Sumsel, diinstruksikan kepada seluruh kader Golkar untuk taat azas.
"Artinya bahwa harus melaksanakan keputusan partai, yaitu melakukan upaya-upaya pemenangan dalam bentuk sosialisi dan penggalangan kepada seluruh masyarakat pemilih disemua tingkatan, baik untuk calon Gubernur maupun calon Bupati /walikota," bebernya.
Dia menegaskan, kader Golkar wajib memenangkan pasangan Dodi-Giri di Pilgub Sumsel 2018."Itu wajib, itu perintah. Harus solid," tegasnya. (Mawar/Rml)


















