Articles by "info sosial"
Tampilkan postingan dengan label info sosial. Tampilkan semua postingan
MUBA,INFOSEKAY.COM - Saat ini, Kebutuhan darah di Kabupaten Musi Banyuasin masih mengalami kekurangan hal itu disebabkan adanya beberapa kebutuhan fasilitas kelengkapan dan alat medis yang masih belum dimiliki oleh Palang Merah Indonesia Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)seperti peralatan Unit Tranfusi Darah (UTD)

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Muba Beni Hernedi melalui Sekertaris Drs Syafaruddin didampingi kepala markas Ahmad Syaifuddin Zuhri mengatakan saat ini kebutuhan darah di Muba benar mengalami kekurangan.

Dari tiga rumah sakit yang ada di Kabupaten Muba yakni RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin dan RSUD Bayung Lencir setiap tahun membutuhkan sekitar 8000 kantong. Sementara, PMI Bersama tiga RSUD yang ada  hanya mampu memenuhi kebutuhan darah sekitar kurang lebih 3500 katong setiap tahunya.

"Mengapa Hal ini terjadi, salah satunya PMI Muba sendiri saat belum memiliki peralatan dan perlengkapan peralatan Unit layanan tranfusi , selama ini stok darah disimpan di UTD rumah Sakit,"ungkap Syafar kepada awak media, Kemarin, Selasa (23/11/2021)

Dikatakanya, unit transfusi darah sendiri akan terealisasi pada tahun 2022, hal itu setelah pihak PMI Muba melakukan audensi ke pemerintah daerah, InsyaAllah di tahun 2022, fasilitas dan perlengkapan alat medis untuk UTD semua bisa realisasi, sementara untuk gedung dan SDM sendiri PMI Muba sudah siap, mudah-mudahan jika semua fasilitas dan lainya siap, target 8.000 kantong darah setiap tahunya bisa terpenuhi.

"Sejak dua tahun berjalan, PMI Muba sudah melakukan kegiatan donor darah di berbagai tempat, kita juga melakukan kerjasama kepada beberapa perusahaan dan stakeholder serta pihak lainya untuk melakukan kegiatan donor,"terangnya.

Sementara, di singgung terkait adanya isu jual beli darah yang terjadi di unit pelayanan transfusi darah rumah sakit, Syafaruddin menepis adanya informasi atau isu yang berkembang di masyarakat.

"Tidak ada isu jual beli darah, ini perlu kita luruskan, jadi kebijakan rumah sakit untuk menstabilkan stop darah rumah sakit meminta kepada pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah secara sukarela dan ikhlas untuk mengantikan darah yang digunakan pasien keluarga, hal itu bertujuan agar stok darah di UTD RS jika ada pasien lain Rumah Sakit yang membutuhkan darah bisa terpenuhi,"tutupnya.
BAYUNG LENCIR, INFOSEKAYU.COM - Dampak pandemi Covid-19 di Indonesia semakin meluas. Penambahan lonjakan kasus yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 dari hari ke hari nampak jelas meningkat terhitung pertengahan Juni hingga memasuki bulan Juli 2021. Tertinggi adalah Rabu, 7 Juli 2021 dengan penambahan 34.379 kasus positif Covid-19 di Indonesia. 

Mengingat fasilitas yang terbatas, layanan kesehatan di rumah sakit kini difokuskan untuk perawatan pasien Covid-19 dengan gejala berat dan sedang. Sementara banyak pasien Covid-19 lainnya, yang mengalami gejala ringan ataupun tanpa gejala diarahkan menjalani isolasi.

Proses isolasi  mandiri ( isoman) dilakukan di fasilitas milik pemerintah, tak menutup kemungkinan  di rumah masing-masing pasien yang sedang positif Covid-19. Di Musi Banyuasin, isoman bahkan sudah muncul dari kesadaran warga desa. Ketika Kemenkes merilis platform telemedicine untuk pasien covid19 pada Rabu, 6 Juli 2921, di sejumlah desa di Bayung Lencir sudah menerapkan Baylen Ligat. Yakni sebuah kearifan lokal yang subur di warga sekitar untuk membantu kelangsungan hidup pasien isoman dengan suplai makan. 

Camat Bayung Lencir, M Imron MSi  bersama  Forkopimcam ikut mendukung dengan melibatkan pihak swasta untuk menopang Baylen Ligat bagi warga isoman ini. 

" Ini gerakan warga untuk membantu warga sekitar. Sekaligus bukti kepekaan dan kepedulian sosial masyarakat Muba, khususnya Bayung Lencir terus tumbuh seiring pageblug covid19. Modal sosial ini yang kita support. Sebagai wakil pemerintah kita sarankan para kepala desa untuk memperkuat gerakan warga secara administratif. Lalu desa melakukan musyawarah desa ( musdes)," terang Imron, Jumat, (8/7/2021). 

Salah satu desa akhirnya menyelesaikan musdes yakni Desa Suka Jaya, Kamis kemarin. 

"Praktis, Ligat dan gerak cepat. Hasil rapat, pertama adanya tempat memasak yang dipusatkan di rumah RT setempat. Kedua, secara bergiliran dalam sehari 2 kepala keluarga bertanggung jawab  memasak bagi pasien isoman. Ketiga, pengantaran makanan dilakukan oleh RT , Pemdes dan nakes sekaligus mengecek kondisi kesehatan warga isoman. Terakhir, warga secara swadaya memberikan bahan mentah bagi yang mampu. Warga yang tak  mampu berpartisipasi ikut memasak di rumah RT," beber dia.

Sebelumnya, Kamis, Bupati Muba DR H Dodi Reza Alex Noerdin telah mempopulerkan isoman care bertajuk Gerakan Muba Peduli Warga Terdekat (MUBA LiGaT) yang secara  Ligat  yang dalam bahasa Sekayu  berarti lincah ini diyakini ampuh menopang pasien isoman. 

Gerakan Ligat isoman care ini sekaligus menepis kegundahan  masyarakat yang terdampak virus Covid-19 yang  seolah dikucilkan dan tidak diperhatikan oleh masyarakat disekitarnya. 

"Gerakan Muba Peduli Warga Terdekat (MUBA LiGaT) ini adalah treatment untuk menciptakan rasa kepedulian dan partisipasi masyarakat yang tedampak virus Covid-19. Harapannya,  warga yang terdampak virus Covid-19 ini merasa tidak sendiri dalam menghadapi musibah yang dihadapi. Baik mereka yg menjalani isoman, suspect Covid-19 atau pasca  perawatan di rumah sakit. Karena mereka harus menjalani isoman di rumah selama 14 hari. Tetangga sekitar bergantian mengantarkan masakan pagi siang dan malam yg diawali dengan musyawarah tingkat RT. Pemerintah , ormas dan masyarakat hadir dengan memberikan sembako ke rumah yang ditunjuk, secara swadaya memberikan makanan sesuai hasil musyawarah," rincinya. 

Menurut Kadinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah, MARS proses pengantaran makananpun dilakukan oleh tetangga  dikawal oleh pemerintah setempat, tenaga kesehatan, babinsa dan babinkamtibmas. Menurutnya upaya ini sinergi dengan gerakan Kapolda Sumsel 'serbu kampung Covid'. Azmi menyebutkan  Bayung Lencir selama ini sudah melakukan upaya ini. Dirinya mendorong agar kepekaan sosial yang tumbuh mandiri di masyarakat dibuat  masif serta  dalam bentuk program atau gerakan. 

"Seluruh stakeholder mendukung. Alhamdulillah dalam waktu 1 minggu Kecamatan Bayung Lencir mampu mensikapi,  status zona kuning ini diharapkan membaik hingga hijau. Untuk Bayung Lencir dan semua wilayah lain," kata Azmi.

Pantauan di Suka Jaya, Jumat siang tampak Camat Bayung Lencir dan Forkopimcam mengawal giat Ligat Isoman Care yang menjalani isolasi mandiri di rumah. 

"Pada Baylen Ligat ini kami membantu meringankan beban warga yang menjalani isolasi mandiri, mendukung kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri. Sebagai pamong, kami terus mendorong swadaya masyarakat, sekaligus menyediakan bantuan pemerintah dan pihak lain. Masyarakat kita terbukti kuat, peduli dan mau terlibat. Mereka mulai sadar tidak menjauhi dan mengucilkan warga yang terdampak Covid-19. Ini yang selalu kita dorong bersama," terang Imron.
Jirak, Infosekayu.com -Israel kembali melakukan serangan di Jalur Gaza, Jumat 21 Mei 2021 saat umat muslim sedang menunaikan Shalat Jum'at. Padahal gencatan senjata Israel-Palestina baru saja disepakati.

Menanggapi hal tersebut, Pemuda Kecamatan Jirak Jaya dan Komunitas Komunitas Media Sosial, yaitu Jirak Jaya Kolektip, Karang Taruna, Kulu Kilo Sungai Keruh, SKY RAP, Usang Sungging Pro dan Cinematic Cyndrome mengutuk serangan Israel terhadap rakyat Palestina dan mengajak pemuda pemudi Kecamatan Jirak Jaya Seruan Jirak Peduli Palestina.

Jirak Peduli Palestina melakukan aksi penggalangan dana untuk Palestina di simpang Pasar Kalangan Jirak. Senin (24/05/2021) 

Koordinator penggalangan dana untuk palestina, Astohari menjelaskan, aksi kemanusiaan tersebut merupakan seruan dari hati pemuda pemudi Kecamatan Jirak Jaya. 

“Penggalangan dana untuk palestina ini, panggilan hati bagi kami, di mana, peduli kepada sesama adalah bentuk implementasi dari hamblu minannas (menyangi Sesama Manusia),”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Jirak Jaya Awaludin, menyampaikan, aksi tersebut murni sebagai respon atas peristiwa di Palestina.

“Murni atas rasa kemanusiaan. Dan ini menjadi tanggung jawab kita sebagai elemen pemuda, untuk senantiasa menjaga ukhuwah islamiyah dan menjaga persaudaraan,”tuturnya.

Hal senada pula disampaikan Ketua Kulu Kilo Sungai Keruh Aceng, Ia berharap, semua pihak bergerak bersama menyerukan bela Palestina atas perilaku biadap tentara Zionis Israel.

“Masalah palestina bukan lagi masalah bangsa arab, bukan lagi masalah umat muslimin, tapi menjadi masalah umat manusia. Semoga kegiatan ini akan terus bergelora dan meluas ke daerah-daerah lain,”pungkasnya
SUNGAI KERUH, INFOSEKAYU.COM  - Pelaksana Tugas Camat Sungai Keruh Edi Heriyanto SH meninjau Lokasi Banjir di desa Sungai Dua, kecamatan Sungai Keruh, kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (20/10/2020).

Air yang tergenang ini di picuh lantaran Volume Debit air Sungai Keruh yang meningkat, sehingga mengakibatkan Puluhan Rumah Warga tergenang. Maka, dalam kesempatan ini Plt Camat Sungai Keruh Edi Heriyanto SH bersama Kades Sungai Dua Sudirman meninjau lokasi Banjir.

Menurut data yang dihimpun awak media sebanyak 120 KK di desa Sungai Dua mengalami dampak dari Meluapnya Air Sungai Keruh ini, air yang pasang ini diperkirakan terjadi pada Pukul 02.00 Wib.

Tim gabungan diterjunkan langsung menangani Banjir ini, bagi warga yang terdampak banjir di evakuasi oleh BPBD Muba yang bekerjasama dengan Dinsos, TNI-Polri dan tim kecamatan Sungai Keruh. Diketahui dari Laporan yang diterima tinggi debit air yang menggenangi Pemukiman Warga setinggi 220 Cm (Centi Meter) hingga siang hari ini debit air yang menggenang telah surut setinggi 80 Cm.

Edi Heriyanto SH saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan, dengan adanya informasi banjir ini kami pihak kecamatan Sungai Keruh bersama Tagana Dinsos Muba, BPBD, TNI-Polri langsung berkordinasi dengan Stakeholder terkait.

" Dari informasi yang kami dapat air mulai pasang sejak pukul 02.00 wib sampai pada pukul 06.00 wib sudah mulai berangsur surut hingga saat ini debit air sudah kembali dalam keadaan normal," dikatakan Edi Heriyanto.

Edi menjelaskan, selain melakukan Monitoring Debit air yang menggenangi, Bupati Musi Banyuasin melalui Dinas Sosial dan kecamatan Sungai Keruh menyampaikan Bantuan langsung kepada korban terdampak banjir di desa Sungai Dua.

" Dari informasi yang kami terima sampai saat ini, selain melakukan monitoring tim Tagana Dinsos bersama BPBD telah mendirikan Tenda darurat mengantisipasi terjadinya kenaikan Debit Air," ujarnya.

Selain itu, kami himbau kepada Warga yang tinggal dipinggiran Bantaran Sungai agar tetap Waspada jikalau nantinya debit air naik dan hujan deras kembali turun diwilayah kabupaten Musi Banyuasin.

" Saat ini warga yang sebelumnya telah dievakuasi dan mengungsi telah kembali kerumah masing-masing, namun meski demikian kami himbau mereka agar tetap siaga dan berhati-hati ketika cuaca hujan deras," himbaunya.

Sementara itu terpisah, Yulia Andresta (27) warga desa Sungai Dua, kecamatan Sungai Keruh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang diwakili oleh Dinsos Muba dan Kecamatan Sungai Keruh atas Bantuan Peduli Bencana Banjir kepada kami.

" Saya mewakili warga yang terdampak Banjir mengucapkan terima kasih kepada Pemerintag kabupaten Musi Banyuasin atas Bantuan Tanggap Darurat Bencana Banjir  kepada kami, kami ucapkan terima kasih juga kepada Dinsos Muba, BPBD, Pihak kecamatan Sungai Keruh serta TNI-Polri yang telah membantu kami dalam Evakuasi Banjir ini," ucap Yulia.

Sudah berbuat kebaikan kah hari ini???.

Alhamdulillah, 11 Oktober 2020, Serasan Sekate Peduli Muba menyalurkan amanah bantuan untuk Wak Rebin di Desa Muara Teladan, Dusun 4 Bilik Panjang di tahap 2, Wak Rebin sangat senang dan bersyukur kami bisa bersilaturahmi lagi dengan beliau meskipun Medan jalan yg kami lalui tidak lah mudah tetapi itu menjadi penyemangat kami dalam melakukan ekspedisi Kebaikan Kebahagiaan Tahap 2 ini.

Perkenalkan sosok yg luar biasa sangat menginspirasi Beliau adalah Wak Rebin tinggal Sebatang kara ,di rumah yg jauh dari keramaian, sendiri di dalam hutan perkebunan tanpa ada listrik ,dengan kondisi umur sudah tua, rumah yg seadanya serta kondisi badan yg sudah mengalami sakit-sakitan.  Dengan kondisi itu Wak Rebin selalu bersyukur dengan apa yg ada.
.
Wak Rebin sangat berterima kasih sebab saat di tanya beliau hanya makan nasi putih dengan kecap asin dan beliau sangat senang atas  bantuan berupa paket sembako,selimut,bantal, pakain,serta makanan yg donatur berikan, 
.
Mari kami mengajak orang-orang baik semua untuk peduli membantu saudara kita yang membutuhkan untuk menuju kebahagiaan serta keberkahan,

🌱Mari Berdonasi🌱
Bank BNI 0840394327 A.n Sri Rezeki Eka Putri.
Bank Sumsel Babel 14909011018 A.n CICING WAY
🌱Konfirmasi Donasi/Layanan jemput donasi🌱
0821-7888-6272(wa).
🌹Hidup Berkah Dengan Bersedekah🌹.
#Serasan Sekate Peduli
#Berbagi Itu Indah
#Paket Kebahagiaan.

Sekayu, Infosekayu.com – Pasien yang mengalami kelumpuhan akibat musibah kebakaran, Rudi Hartono (33) Warga Dusun Tangai Desa Epil Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempunyai harapan untuk sembuh dan beraktifitas kembali.

Pasalnya, janji Wakil Bupati Muba Beni Hernedi saat berkunjung ke Dusun Tangai untuk membantu pengobatan Rudi sekarang sudah teralisasi dengan adanya bantuan biaya pengobatan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Muba.

Sedangkan biaya pendampingan keluarga pasien akan ditanggung Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Muba.

Kepala Markas PMI Muba Ahmad Syaifudin Zuhri menyampaikan bahwa hari ini pasien lumpuh sudah dibawa ke RSUD Sekayu didampingi langsung Kades Epil Armedi dan Kepala Puskesmas Lais Leli Hefni.

“Karena BPJS tidak menerima kecelakaan terbakar jadi biaya pengobatan ditanggung Dinkes Muba sedangkan PMI membantu biaya keluarga yang mendampingi pasien selama dirawat” Ujar Zuhri di markas PMI Muba (11/08).

Zuhri juga menjelaskan bahwa rencananya Rudi akan dirujuk ke RSHM Palembang untuk menjalani operasi dan perawatan.

“Karena akan dilakukan operasi pembedahan maka Rudi akan dirujuk ke RSMH Palembang.

Kepala Dusun Tangai, Fran Sinatra yang juga mewakili keluarga Rudi mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemkab Muba dan PMI Muba yang telah peduli terhadap warganya.

“Sudah 8 bulan Rudi mengalami kelumpuhan, dengan bantuan pengobatan dan perawatan kami berharap Rudi cepat pulih dan bisa beraktifitas kembali” Harap Frans. 

Sumber : sumateradeadline.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Pandemi COVID-19 mengharuskan anak-anak beraktifitas di rumah, aktifitas sekolah pun ditiadakan. 

Di Hari Anak Nasional, Ketua TP PKK Muba Thia Yufada tampak kompak bersama buah hati si kembar Aletta Atalie kompak mengenakan kaos Gambo Muba dengan tulisan-tulisan ajakan untuk selalu memakai masker. 

Bahkan, Wanita Inspirasi Sumsel tersebut didalam postingan media sosial Instagram mengajak agar selalu anak-anak di Muba khususnya menjaga kebersihan dan memakai masker saat berada di luar rumah.

"Selamat Hari Anak Nasional, untuk putra-putri di Muba agar selalu menjaga kebersihan dan mengurangi aktifitas di luar rumah," ujar istri Bupati Muba Dodi Reza tersebut. 

Dalam postingan itu pula, Thia mendoakan agar anak-anak di Muba selalu diberikan kesehatan dan terhindar dari penularan COVID-19. 

"Meski saat ini masih belajar dari rumah tetapi belajarnya harus terus maksimal, perbanyak membaca buku," tandas Bunda Baca Musi Banyuasin itu. Kjs 

SEKAYU- Senyum sumringah  menghiasi raut wajah anak-anak yatim piatu penghuni Pondok Pesantren (Ponpes) Salamun Aitam, Selasa (14/7/2020). 

Santri dhuafa ini secara menempuh studi di ponpes yang dibangun Bupati Muba Dr Dodi Reza sejak 2018 lalu.  Sesuai amanat undang-undang: anak yatim piatu dan kaum dhuafa jadi tanggungan negara, maka tak serupiah pun mereka dipungut biaya. Semua digratiskan oleh Dodi Reza. Mulai  biaya sekolah hingga urusan mondok. 

Selasa siang (14/7),   barang-barang meubeler berupa puluhan meja dan kursi baru serta 10 unit komputer untuk menunjang aktifitas kegiatan belajar mengajar santri dan santriwati didrop ke ponpes ini.

"Alhamdulillah bisa duduk di kursi dan meja baru serta belajar komputer," ungkap Rico,  santri asal SP 1 Desa Sido Mukti Kecamatan Plakat Tinggi. 

Setahun belakangan, kata Rico,  dirinya bersama santri dan santriwati lain sangat ingin belajar komputer. "Kini, hari ini terkabulkan doa kami, santri dan santriwati Ponpes Salamun Aitam.  Komputer sudah disediakan. Kami bisa diajarkan bersama-sama," tuturnya.

Santri lain,  Nabil Aprianto, tak henti bersyukur. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza atas semua bantuan. Santriwati asal Air Putih Ilir ini sangat ingin  mahir menggunakan komputer. 

"Semoga Bupati Dodi Reza senantiasa diberikan kesehatan. Kami serius ingin bisa mahir menguasai komputer seperti peserta didik lainnya," harapnya. 

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA 
menyebut  Negara kita telah mengatur tentang fakir miskin dan anak terlantar.

Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) dalam pasal 34 ayat 1 menyatakan  fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

Seturut  bunyi pasal UUD 1945 tersebut, Dodi Reza berupaya menjamin  tidak ada lagi rakyat di atas bumi pertiwi ini yang masih dalam taraf kehidupan tidak layak, atau berada di garis kemiskinan. Sebagai wakil Pemerintah Pusat,  Dodi mengambil alih kewajiban negara baik  melalui pemerintah pusat maupun pemerintah daerah  untuk memelihara warganya hingga  menjadi sejahtera.
“Berpijak  dari pemikiran ini kita mendirikan ponpes Salamun Aitam untuk khusus menampung anak-anak fakir miskin dan dhuafa.  Semua fasilitas serta kebutuhan mereka wajib kita penuhi. Kita gratiskan semua.  Bantuan mebeuler dan komputer hari ini  salah satu kewajiban Pemkab Muba.
Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat dan semangat belajar santri serta santriwati semakin tinggi.
Semoga bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya," ucapnya. 

Dodi mengingatkan, agar peserta didik dapat merawat dengan baik barang-barang yang sudah diberikan. "Dirawat dengan baik agar terus bisa digunakan adik-adik kelas nantinya," tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya SSos MSi mengatakan  bantuan Bupati Muba Dodi Reza berupa  64 unit kursi dan meja serta 10 unit komputer. 

"Semoga bantuan ini dapat menunjang proses belajar di Ponpes Salamun Aitam. Bupati Dodi akan  memenuhi kebutuhan  meubeler maupun komputer bagi anak-anak untuk belajar. Secara bertahap ditingkatkan ," ungkap Musni. 

Sedangkan Pengasuh Ponpes Salamun Aitam, Opi Palopi menambahkan, pada tahun ajaran baru 2020/2021 ini Ponpes Salamun Aitam telah menerima sebanyak 33 peserta didik atau satu kelas hingga total semua peserta didik ada sebanyak 110 peserta didik. 

"Ponpes Salamun Aitam tetap konsisten dan komitmen sebagaimana Yang Disampaikan Pak Bupati Muba khusus hanya menerima santri dan santriwati yatim piatu dan dhuafa, serta semua biaya sekolah digratiskan dengan ditanggung Pemkab Muba," bebernya. 

Seperti diamanatkan Bupati Muba, Ponpes Salamun Aitam tetap konsisten dan komitmen  hanya menerima santri dan santriwati yatim piatu dan dhuafa. Semua biaya sekolah digratiskan  oleh Pemkab Muba. Kjs
Sekayu, Infosekayu.com - Ilham dan Ernawati kedua orangtua Bunga Az-Zahra bayi yang baru berumur 59 hari mengidap Meningokel atau kelainan tabung saraf yang langka tampak bernapas lega.

Ini setelah Tim Dokter RSUD Sekayu yang berkolaborasi dengan beberapa dokter bedah Palembang, Sabtu (20/6/2020) berhasil melakukan operasi bedah saraf perdana dilakukan RS level Kabupaten/Kota di Sumsel.

Butuh waktu sekitar 2,5 jam dengan berkolaborasi bersama dokter spesialis dari kota Palembang yakni diantaranya dr. Trijoso,SpBS, dr. Dwiandi, Spbs dan dr. Jimmy vareta, SpB, kemudian dokter bedah dari RSUD Sekayu dr. Hendra cipta,SpB, dr. Deasy, SpA dan dr. Ichsan, SpAn. ini merupakan tim Dokter Bedah Meningokel, yang hari ini melakukan tindakan Intensive Care dan Eksisi Meningokel Rekontruksi. Adapun Potensi kasus dari Meningoencephalocele 3/1000 perkelahiran. 

Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS dalam konferensi pers mengatakan sebelum operasi dilakukan sudah ada kajian yang secara mendalam kita pelajari guna memaksimal operasi perdana bedah saraf di Kabupaten Muba. Ini dilakukan sesuai dengan arahan dari Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex. Operasi yang di lakukan ini  juga dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Muba. 

“Di harapkan juga kedepannya meskipun RSUD Sekayu Merupakan Rumah Sakit Umum Kabupaten, tapi dapat Meningkatkan kapasitasnya baik dari sumber daya manusia (SDM) sarana  dan prasarananya,” ungkapnya.

Sementara itu, Dokter Bedah dari Palembang dr. Trijoso, SpBS Menyampaikan bahwa yang di lakukan ini sifatnya membantu karena perdana dalam melakukan operasi bedah saraf Meningoencephalocele di Kabupaten Muba RSUD Sekayu. Meningoencephalocele merupakan kasus yang cukup sulit sehingga harus ditangani oleh dokter spesialis yang kedepannya juga akan di lakukan observasi. 

Adanya benjolan yang terjadi di kepala dapat mengganggu penutupan tabung saraf dari pasien. Karena yang keluar dari tenggorak bukan hanya selaput otak tapi dengan otaknya juga, makanya perlu di lakukan tindakan.

“Tadi selama persiapan dan di lakukan operasinya memakan waktu selama 2,5 jam, syukur semuanya berjalan dengan lancar.  Untuk kedepannya akan terus dilakukan pengecekan terhadap pasien, guna memastikan tidak ada yang tersumbat pasca di lakukan operasi,” jelasnya.

Di tambahkan dr. Trijoso, SpBS bahwasanya Tim dari dokter bedah saraf Palembang baru pertama kalinya melakukan tindakan operasi bedah saraf di Kabupaten terkhususnya di RSUD Sekayu. 

"Untuk itu pihak kami takjub karena RSUD Sekayu sudah berani untuk membuka jalan untuk melakukan tindakan bedah saraf guna meringankan penderitaan dari pasien itu sendiri," ulasnya. 

Sementara itu, orangtua Bunga, Ilham mengucapkan rasa syukur dengan telah dilakukan operasi bedah kepada anak keduanya tersebut. 

"Alhamdulillah operasi sudah dilakukan, ini semua berkat bantuan bapak Bupati Dodi Reza yang semuanya menanggung biaya operasi dan biaya hidup selama pengobatan anak kami Bunga," ucapnya.

Ilham berharap, agar anaknya Bunga kembali sehat dan tumbuh kembangnya normal seperti anak pada umumnya. "Sekarang tinggal menunggu masa pemulihan dan pengobatan," urainya.

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS menceritakan Ilham yang merupakan ayah dari Bunga adalah atlet berprestasi cabor panjat tebing asal Muba. 

"Sejak duduk dibangku kelas 5 SD Ilham sudah banyak memborong medali, terakhir pada 2019 lalu berhasil juara 2 di ajang Porwil," ungkap Azmi.

Namun sejak Juli 2019 Ilham menjadi tukang kenyot (jualan sayuran keliling dengan motor) untuk menambah penghasilan sehari-hari dan menghidupi keluarga. 

"Pasien punya BPJS tapi tidak di tanggung karena ini penyakit kongenital yang memang tidak termasuk manfaat jaminan yang di tanggung BPJS. Tapi melalui program pak Bupati Dodi Reza ada program dana penunjang bagi masyarakat Muba yang tidak mampu dan dijamin dana penunjang JKN di Dinkes Muba," ungkap dr Azmi.(kjs)
Polres Muba, infosekayu.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke-74, Polres Musi Banyuasin bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Muba menggelar donor darah.

Bertempat di Pendopoan Wabup, Puluhan anggota Polres dan Polsek Jajaran Resor muba mengantri untuk diambil darahnya. Terlihat pula sejumlah Bhayangkari Ranting Muba yang juga ikut mendonorkan darahnya.

Kapolres Musi Banyuasin AKBP YUDHI SURYA MARKUS PINEM, S.ik mengatakan di sela selesai mendonorkan darah bahwa kegiatan donor darah ini dilakukan untuk bhakti sosial. 

"Tujuannya ini untuk mengisi stok dan persediaan darah di PMI dan juga dalam rangkaian hari bhayangkara ke - 74 yang digelar secara serentak" Ujar PINEM, Jumat (19/06/2020). 

Pinem Juga menjelaskan, acara donor darah ini juga dapat diharapkan bisa memenuhi kebutuhan darah selama pandemi virus korona.

"Donor darah ini akan diperuntukkan bagi masyarakat yang sangat membutuhkan darah"tambah nya. 

Dan untuk informasi, dalam acara donor yang di laksanakan para peserta harus mentaati protokol kesehatan. 

Selain itu, tenaga kesehatan dari PMI Muba yang bertugas mengambil darah juga mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) serta face shield.(aajm/hms).kjs
Sekayu, Infosekayu.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendapat tambahan relawan yang berasal dari KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang angkatan ke-73.

Kedatangan relawan yang berjumlah 10 orang diterima langsung Ketua PMI Muba Beni Hernedi di Markas PMI Muba, Kamis (18/6/2020).

Dalam sambutannya Ketua PMI Muba Beni Hernedi didampingi sekretaris PMi Muba Syafarudin berharap dengan kedatangan bantuan personil relawan dapat membantu dalam menjalankan misi kemanusiaan yang dilakukan PMI Muba terutama di masa Pandemi Covid-19 ini.

"Saat ini, salah satu tugas relawan PMI dari KKN UIN Raden Fatah adalah mempromosikan pencegahan penyebaran covid-19 kepada masyarakat dengan kegiatan mensosialisasikan hidup sehat dan penerapan protokol kesehatan Covid-19" Ujar Beni Hernedi.

Di Posko PMI Muba, relawan PMI KKN UIN Raden Fatah dibekali dasar-dasar kepalangmerahan, tugas Palang Merah Indonesia dan penjelasan yang akan mereka kerjakan nantinya sebagai relawan PMI Muba.

Ketua Kelompok KKN UIN Raden Fatah yang menjadi Relawan PMI Muba Erik Wiranda mengucapkan rasa terima kasih kepada Ketua PMI dan jajaran pengurus karena telah diterima melakukan KKN menjadi relawan PMI Muba.  

"Menjadi relawan PMI akan menjadi kesan tersendiri bagi kami sebagai mahasiswa. Kami berharap kehadiran kami dapat meringanian tugas yang diemban PMI Muba" Ujarnya. (Kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM- Gerakan Cegah Covid-19 di Musi Banyuasin terus hadir dari berbagai elemen, kali ini Forum Bangso Batak Indonesia ( FBBI ) DPC Musi Banyuasin (Muba) yang mendukung program dan usaha Pemkab Muba dalam mencegah Covid-19 dengan menyebar bantuan portable hand wash (fasilitas cuci tangan) ke daerah pelosok di wilayah Muba. 

Aksi sosial FBBI DPC Muba tersebut dimulai dengan menyebar portable hand wash ke puskesdes dan rumah-rumah ibadah di Kecamatan Tungkal Jaya Kecamatan Bayung Lencir. 

"FBBI DPC Muba bersinergi bersama-sama Pemkab Muba yang dipimpin bapak Bupati Dr Dodi Reza Alex untuk berupaya semaksimal mungkin memutus rantai penularan Covid-19," ungkap Ketua Bidang SDM FBBI DPC Muba, Henry Sitepu. 

Dikatakan, adapun penyaluran portable hand wash tersebut disalurkan ke Puskesdes Desa Sumber Harum dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Sumber Harum Kecamatan Tungkal Jaya, dan Gereja Huria Kristen Indonesia ( HKI ) Simpang Talisman Kecamatan Bayung Lencir.

"Selain itu FBBI DPC Muba juga memberikan donasi berupa pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak di beberapa desa di Kecamatan Tungkal Jaya yakni desa Pangkalan Tungkal, desa Sidomulyo, Desa Sumber Harum, dan Desa Peninggalan," urainya. 

Sementara itu, Ketua FBBI DPC Muba Jhan Krippen Saragih ST,  menghimbau kepada seluruh masyarakat muba, khususnya warga FBBI di seluruh kecamatan yang ada di Muba untuk mendukung Program Pemerintah Kabupaten Muba dibawah komando bapak Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex, agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas keseharian, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hal ini telah disampaikannya juga sebelumnya melalui ig.tv humaspolresmuba, kerjasama polres muba dengan ketua suku / tokoh adat  yang ada di Musi Banyuasin.

"Semoga masa pandemi covid 19 segera berlalu, dan kita bersiap menuju new normal life dan selanjutnya kepada kegiatan dan aktivitas normal sebagaimana sebelumnya," tandasnya. (Kjs)
SEKAYU- Pandemi Covid-19 di Kabupaten Musi Banyuasin yang dikhawatirkan akan terus meluas, membuat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Sosial memperpanjang masa untuk membuka dapur umum guna menyediakan makan dan minum bagi warga yang terdampak Covid-19.

Oleh sebab itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ memperpanjang kebaradaan dapur umum untuk 90 hari ke depan. 

"Arahan pak Bupati Dodi Reza agar keberadaan dapur umum diperpanjang untuk menyediakan makan dan minum warga terdampak Covid-19 setiap hari," ungkap Plt Kadinsos Muba, Drs Ahmad Nasuhi MM. 

Dikatakan, keberadaan dapur umum yang terletak di kantor Dinsos Muba tersebut dimana Dinsos melakukan swakelola penyiapanan bahan. "Sementara untuk  masak dan pengemasan dilakukan bersama ibu-ibu Bhayangkari Polres Muba," jelasnya. 

Lanjutnya, keberadaan dapur umum tersebut akan memfasilitasi makan dan minum warga untuk dua kali dalam satu hari yakni menjelang buka puasa dan sahur. 

"Pendistribusian dibagi 2 menjelang berbuka dan sahur, ini akan dilakukan oleh jajaran Polres Muba," bebernya.

Ia menambahkan, setiap hari di dapur umum tersebut menyediakan 500 kotak nasi yang akan dibagikan ke warga terdampak Covid-19. "Sasarannya pekerja non formal yang terdampak, ini untuk meringankan beban hidup mereka sehari-hari," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex mengaku merasa perlu untuk memperpanjang masa keberadaan dapur umum. "Pandemi masih terjadi, tentu kita harus terus memfasilitasi kebutuhan hidup warga Muba yang terdampak," ucapnya. 

Dodi mengajak, agar warga Muba untuk terus menjaga kebersihan diri dan melengkapi diri dengan APD saat berada di luar ruangan. "Hindari kerumunan, tetap jaga jarak minimal 1 meter jika keluar rumah wajib bermasker.

Nasi kotak nantinya akan dibagi satu persatu agar tidak menimbulkan kerumunan. Terus jaga kebersihan dan kesehatan agar terhindar dari penularan covid-19," kata Dodi. (Kjs)

Tungkal Jaya, Infosekayu com  – Begitulah mungkin jargon yang sedang dibawa oleh sekelompok pemuda-pemudi yang tergabung dalam Ikatan mahasiswa Tungkal Jaya se-Indonesia.

Kamis, 23 April 2020 menjadi tanda, bahwa hati nurani dan jiwa sosial mahasiswa dari tungkal jaya masih hidup dan tetap akan hidup.
Kaum mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat, hari ini sedang mengalami teror yang cukup menjadi momok paling menakutkan bagi rakyat indonesia maupun dunia.

Dengan adanya pandemik yang mematikan justru tidak menjadikan mahasiswa asal Tungkal Jaya untuk tidak melakukan apa-apa sepulang dari bumi rantau.

Sekumpulan mahasiswa asal tungkal jaya ini turut prihatin dengan keadaan yang sedang melanda bumi pertiwi, maka dari itu hadirlah sebuah kontribusi untuk memerangi COVID-19, serta sedikit memenuhi kebutuhan masyarakat yang cukup urgent.

Dalam hal ini pemberian masker dan APD yang merupakan hasil karya mahasiswa asal Tungkal Jaya dalam bentuk faceshield, juga sembako bagi para kaum miskin pedesaan.

Ini juga merupakan kritik bagi pemerintah setempat yang kurang sedikit memperhatikan kebutuhan dan keadaan masyarakat, khususnya di Desa Peninggalan.

Hal yang amat nyata adalah, ketika masyarakat sangat membutuhkan masker dan mungkin semua orang faham dengan persoalan ekonomi masyarakat kelas menengah kebawah, disitulah harusnya sosok pimpinan diperlukan, setidaknya bisa meringankan dengan memberikan masker secara cuma-cuma, bukan lantas menyerukan masyarakat untuk wajib menggunakan masker dan pimpinan sengaja menjual masker didepan tempat tinggalnya.

“Kami sedih, kami prihatin, dan kami tidak bisa menerima logika pemimpin macam ini.
Harapan kami, semoga dengan hadirnya kami bisa menjadi setitik cahaya ditengah kegelapan yang sedang melanda seluruh masyarakat Kecamatan Tungkal Jaya. Salam Mahasiswa.
Hidup Rakyat,” ucap salah satu mahasiswa. (Kjs)


Bayung Lencir, Musi Banyuasin - Sebanyak 100 orang warga Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin mendapat bantuan Modal Usaha dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Muba, Rabu (4/12). Penyerahan dilaksanakan di Kantor Camat Bayung Lencir.

Pendistribusian bantuan Baznas Kabupaten Muba ini diserahkan langsung oleh tim dari Baznas Kabupaten Muba dipimpin oleh Kepala Baznas Muba Lukmanul Hakim selain Program Ekonomi berupa bantuan modal usaha untuk usaha produktif, juga pendistribusian program kemanusiaan berupa santunan Fakir Miskin sejumlah 50 orang. 

Diketahui, program ini juga merupakan bagian dari implementasi Perda Zakat yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza bersama pihak legislatif Muba. 

Kepala Baznas Kabupaten Muba, Lukmanul Hakim, mengatakan untuk program Bantuan Modal usaha ini Kecamatan Bayung Lencir memang baru kali pertama ini. Kecamatan lain sudah semua, ada 2 Kecamatan lagi yang belum, yakni Batanghari Leko besok kita lakukan, dan Babat Supat di tanggal 10 (Desember),

"Nanti tahun depan program ini akan ada lagi, tapi seyogyanya penerimanya berganti, arti kata orang lain lagi penerimanya, Harapan kita mudah-mudahan bisa menambah modal usaha, bisa semangat lagi usahanya, bisa berkembang dan bisa berbagi melalui zakat juga" Kata Lukman.

Sementara itu, kebahagiaan tampak tersorot dari para penerima program Baznas tersebut. Salah satu penerima bantuan Program Ekonomi, Arsa subik (30) warga Kelurahan Bayung Lencir Indah yang berusaha menjual bibit buah-buahan, mengaku berterima kasih atas bantuan tersebut. Menurutnya,  bantuan ini sangat membantu dan bisa menambah modal usahanya.

"Selama ini modal kecil-kecilan, omset belum menentu karena bibit masih dikit jadi cuma bisa menjual di Kecamatan Bayung Lencir, mudah-mudahan bisa memperbanyak bibit, kami ucapkan terimakasih kepada Baznas dan Pemkab Muba, semoga tiap tahun program ini ada, agar lebih banyak lagi yang terbantu," Katanya.

Senada diungkapkan Nursima (70), warga Kelurahan Bayung Lencir ini saat ditanyai mengaku bantuan tersebut akan dipergunakan olehnya untuk keperluan rumah tangganya.

"Ya nanti dirumah akan dipergunakan untuk beli kebutuhan dapur, mokasih nian ke Pemerintah sudah memberikan bantuan bagi kami yang kurang mampu ini," katanya singkat.

Bupati Muba Dodi Reza berpesan kepada penerima manfaat agar bisa memanfaatkam modal usaha tersebut dengan sebaik mungkin. "Pergunakan untuk mengembangkan usaha, saya mendoakan agar usahanya lancar," ucap Dodi. 

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah ini juga menambahkan, pemberian bantuan modal usaha dari Baznas Muba ini merupakan wujud bahwasannya Perda Zakat di Muba berjalan efektif. "Dan sangat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat Muba," pungkasnya.
SEKAYU- Hasil donasi Aparatur Sipil Negeri (ASN) Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dan warga Muba untuk Gaza-Palestina yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza banjir dukungan dan apresiasi dari kalangan Ulama di Sumatera Selatan. 

Diantaranya, apresiasi dan dukungan tersebut dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumsel, dan Civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. 

Ketua Umum MUI Sumsel, Prof Aflatun Muchtar melalui Sekretaris Umum MUI Sumsel KH Ayik Farid Alaydrus mengatakan donasi yang dilakukan Pemkab Muba dan Warga Muba kiranya dapat menjadi acuan dan motivasi bagi Pemerintah dan warga di Kabupaten/Kota di Sumsel. 

"Donasi untuk Gaza ini sangat tepat direalisasikan. Kami MUI Sumsel  mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Bupati Muba Dodi Reza yang mengajak ASN dan warganya untuk menyisihkan pendapatan untuk membantu umat muslim di Gaza," ungkapnya.  

Lanjutnya, saat ini warga Gaza Palestina terus menghadapi gencatan senjata dengan Israel tentu sebagai umat Muslim harus turut andil meringankan beban warga Gaza. 

"Saya berharap agar donasi yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza dan warga Muba ini dapat diikuti oleh masyarakat lainnya di Sumsel," harapnya.

Senada dikatakan Ketua Umum ICMI Sumsel, Prof Dr Anis Saggaff MSCE. Ia mengatakan, mendapatkan informasi bahwa hasil donasi Muba yang kini mulai tersalurkan ke Gaza untuk pembangunan infastruktur dan kepentingan lainnya membuat ICMI sangat berkesan dan mengapresiasi program donasi tersebut. 

"Kalau hasil donasi yang dilakukan Pemkab dan warga Muba ini dapat diikuti oleh Kabupaten/Kota lainnya di Sumsel tentu beban warga Gaza Palestina akan berkurang. Kami ICMI Sumsel sangat mengapresiasi pak Bupati Dodi Reza atas inisiasi tersebut," urainya.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof HM Sirozi MA PhD mengucapkan rasa syukur dan bangga bahwa para ASN, anggota masyarakat, dan salah satu Pemkab di Sumsel, yaitu Pemkab Muba, telah turut serta meringankan beban penduduk Gaza yang sedang menghadapi beban berat dari kedholiman Israel. 

"Masyarakat, ASN, dan Pemkab Muba sudah menunjukkan kepada kita semua bahwa masalah kemanusiaan adalah masalah universal yang menuntut kepedulian kita semua," ucapnya.

Dikatakan, tentulah apa yang telah dilakukan dapat menjadi contoh yang baik ASN, masyarakat, dan Pemkab lainnya di Indonesia.

"Semoga Allah SWT selalu melindungi penduduk Gaza dan memberikan balasan yang setimpal bagi para pelaku kedholiman di sana," imbuhnya. 

"Semoga pula Allah melimpahkan keberkahan untuk masyarakat, ASN, dan pemerintah Kabupaten Muba khususnya dan Sumsel pada umumnya," tambahnya.

Diketahui, Gencatan senjata antara Israel dan milisi di Gaza yang melumpuhkan sejumlah daerah Gaza membuat kondisi warga semakin terpuruk. 

Namun, beberapa hari belakangan kondisi tersebut mulai berubah, pasalnya bantuan untuk Gaza yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza bersama Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mulai disalurkan dan membuat warga tertolong untuk menjalankan kehidupan sehari-hari. 

Diantaranya bantuan dimanfaatkan untuk penerangan jalan kini telah dikerjakan, pembangunan klinik kesehatan, distribusi makanan dan pakaian layak dari Bupati Muba Dodi Reza yang sudah dinikmati warga Gaza. 

Bupati Muba Dodi Reza mengatakan, dirinya telah dihubungi oleh Wali Kota Gaza Ayman Sulaiman yang melaporkan kalau bantuan dari Muba sudah tiba di Gaza dan sangat berdampak baik bagi kelangsungan hidup warga Gaza. 

"Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Muba, karena bantuan yang dikumpulkan beberapa waktu lalu dari hasil donasi Muba untuk Gaza sudah tiba dan sangat bermanfaat," ucap Dodi Reza. 

Dikatakan Dodi, dirinya bersama warga Muba terus berdoa untuk keselamatan warga Gaza dan semoga bantuan dari negara-negata sahabat terus berdatangan.

"Insya Allah bantuan dari Muba akan terus dikumpulkan, kami berharap beban saudara kami di Gaza bisa berkurang," harapnya.

Dewan Pembina GP Ansor Sumsel ini juga menambahkan, peruntukkan bantuan warga Muba untuk Gaza juga akan diperuntukkan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang hancur akibat serangan Israel. 

"Semoga apa yang diberikan warga Muba untuk Gaza dapat berguna," tuturnya.

Sebelumnya keprihatinan Bupati Muba Dodi Reza terhadap kondisi Palestina tersebut membuat Wali Kota Al-Zawaida Gaza Palestina Dr Ayman Sulaiman Salam Abu Sweireh sangat Takzim.  Sebelumnya, 28 Agustus lalu berjumpa langsung dengan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin di Sekayu. Sehingga dalam pertemuan tersebut, dengan niat yang tulus Bupati Muba Dodi Reza memutuskan akan berangkat langsung ke Gaza untuk mengantar hasil donasi konser amal peduli Palestina ke Jalur Gaza.  

Ulama Palestina Syeikh Nashef Nashir Abdullah saat memberikan tausyiah mengungkapkan rasa haru dan bangga atas kepedulian Bupati Muba Dodi Reza bersama warga Sumsel terhadap umat muslim di Palestina. "Saya datang jauh dari Aqso langsung ke Muba, saya bangga dan terharu terhadap respons dan kepedulian Muba untuk Palestina," ungkapnya. 

Menurutnya, sosok Bupati Muba Dodi Reza cerminan pemimpin muslim yang sangat peduli dan mengayomi. "Alhamdulillah yang maha kuasa masih menghadirkan pemimpin seperti beliau (Bupati Muba Dodi Reza, red), banggalah umat muslim di Muba ini," ujarnya.

Diketahui, pada rangkaian konser amal donasi untuk Gaza yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza bersama KNRP tersebut berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp1 Miliar lebih yang berasal dari hasil lelang, dan pengumpulan dari warga dan pegawai di lingkungan Pemkab Muba serta warga Muba.


SEKAYU -  Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan Bencana Palang Merah indonesia yang diikuti sebanyak 200 relawan dari setiap Kecamatan dalam Kabupaten Muba.

Upacara Pembukaan Bimtek relawan Bencana dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Muba Beni Hernedi, di Lapangan sekolah SMK Negeri 3 Sekayu, Jum'at Sore (1/11/2019).

Dalam arahannya Beni menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang kepalangmerahan, yang dijabarkan pula pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2019 menyatakan bahwa, penyelenggaraan kepalangmerahan dilakukan oleh pemerintah bersama Palang Merah Indonesia pada masa damai dan pada masa konflik bersenjata.
Dihadapan peserta Bimtek relawan bencana, Beni juga mengatakan bahwa sesuai undang-undang kepalangmerahan tugas PMI adalah untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana dalam tahapan PMI melakukan penyusunan rencana kontingensi, rencana melakukan advokasi dan sosialisasi kesiapsiagaan bencana membantu membangun masyarakat tangguh bencana dan penguatan pusat data dan informasi Palang Merah Indonesia.

"Dalam tahap saat tanggap darurat PMI melakukan kajian cepat bencana membantu pencarian penyelamatan pertolongan dan evakuasi korban, membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan membantu melakukan perlindungan terhadap kelompok rentan dalam tahap pasca bencana PMI melakukan pembersihan lingkungan, promosi kesehatan dukungan psikososial, perbaikan sarana air bersih dan sanitasi lanjutan pelayanan kesehatan dasar darurat dan pemulihan hubungan keluarga,"ungkap Beni.

Lanjutnya, tugas PMI selain ikut berperan dalam penanggulangan bencana adalah melakukan pembinaan dan relawan PMI bersama pemerintah meliputi perekrutan lewat Pendidikan dan Pelatihan relawan dan mobilisasi relawan sesuai dengan kompetensi.
"Saya atas nama Pemkab Muba mengapresiasi pengurus PMI Kabupaten Muba yang telah melakukan perekrutan relawan PMI Kabupaten Muba,  berdasarkan laporan pengurus PMI Muba sebanyak 320 orang pada hari ini sebanyak 200 orang telah terpilih untuk mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan relawan dalam bentuk bimbingan teknis relawan bencana PMI Kabupaten Muba dan telah berada di hadapan kita sekalian,"bebernya.

Dalam hal penyelenggaraan kepalangmerahan, lebih jauh Beni menerangkan pada penanggulangan bencana pemerintah melakukan upaya untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana terpadu terkoordinasi dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman resiko dan dampak bencana penyelenggaraan.