Articles by "Headline"
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan



Musi Banyuasin – Kepala Kepolisian Resor Musi Banyuasin (Kapolres Muba) AKBP Listiyono Dwi Nugroho, S.I.K., M.H. melalui Polsek Sungai Keruh memberikan bansos terhadap masyarakat yang tidak mampu dalam rangka bentuk peduli Polri dengan masyarakat di desa setia jaya.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai keruh IPTU DEDY KURNIAWAN, S.H.,M.H, beserta Kanit Reskrim Polsek Sungai keruh IPDA ROLLY SETIAWAN, S.H.

Pembagian bansos yang diberikan kepada masyarakat di Desa setia jaya berupa beras dan sembako.

Kegiatan ini merupakan bantuan sosial yang diberikan langsung dengan masyarakat untuk lebih mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat dalam membangun kemitraan Polri.

Dan dapat meringankan beban masyarakat dan sebagai bentuk kedekatan Polri dalam rangka menciptakan situasi harkamtibmas kondusif di Wilkum Polsek Sungai keruh.

kepala desa setia jaya beserta perangkat desa setia jaya sangat berterima kasih atas bantuannya kepada bapak Kapolda, bapak Kapolres Musi Banyuasin dan Kapolsek sungai keruh atas bantuan sosial berupa beras dan sembako untuk masyarakat setia jaya semoga polri semakin berjaya.





 

SUNGAI LILIN- Bertempat di halaman Masjid Jamiatul Khair Kecamatan Sungai Lilin. Penjabat Bupati Musi Banyuasin H Sandi Fahlepi bersama Forkompinda dan Perangkat Daerah lakukan Safari Jum'at (31/5/2024).

Orang nomor satu di Bumi Serasan ini, manfaatkan Safari Jumat sebagai ajang untuk mempererat silahturahmi bersama masyarakat Muba sekaligus mendengarkan aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat.

"Safari Jumat ini rutin diselenggarakan setiap desa untuk mempererat tali silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Muba dengan masyarakat, disamping meninjau secara langsung kondisi infrastruktur dan menyerap aspirasi sebagai masukan dalam mengambil kebijakan,"tutur Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi.

Dikatakannya, kegiatan ini juga bagian dari melestarikan syiar agama Islam, untuk menjadikan bagian penting dalam nilai-nilai Islam, sehingga dapat tersampaikan dengan baik dan benar menuju masyarakat Madani yang religius, Qur'ani dan berakhlakul karimah.

"Alhamdulillah di momen ini kita dipertemukan dalam keadaan sehat dan tentunya kita harus banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT. Mari terus tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita, agar anak-anak kita kelak terlahir sebagai generasi yang berakhlak mulia dalam syiar Islam. Mari kita jaga hubungan baik agar zona konflik tidak tercipta di Kabupaten Muba,"ujarnya.

Ditambahkan Pj Bupati Muba, dengan silaturahmi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat akan terbangun pengetahuan dan pemahaman secara baik dan benar berbagai kebijakan pembangunan. Sehingga masyarakat merasa menjadi bagian dari pembangunan ikut aktif dan mendukung berbagai kebijakan pemerintah.

"Untuk itu, saya berharap agar sinergitas masyarakat dengan pemerintah tetap terus dilakukan dengan baik. Dukungan dari masyarakat terhadap pemerintah, untuk pembangunan secara merata di Muba akan sangat dibutuhkan. Pemkab Muba akan berusaha memberikan pelayanan masyarakat sebaik mungkin dan mendengarkan keluhan masyarakat. Kami juga mohon dukungan dan support agar roda pemerintahan di Kabupaten Muba dapat berjalan dengan baik. Adapun untuk kondisi Masjid Jamiatul Khair sudah bagus, nanti akan kami bantu sebanyak 10 Juta untuk perbaikan atap yang sudah tidak baik lagi,"bebernya.

Sementara, Camat Sungai Lilin Tatang Jasuadi mengucapkan,
terimakasih atas kehadiran Pemkab Muba di Kecamatan Sungai Lilin dalam rangka safari jumat sekaligus serap aspirasi dan silaturahmi dengan masyarakat setempat.

"Momen seperti ini tentunya sebuah momen yang sangat kami tunggu-tunggu khususnya bagi masyarakat Kecamatan Sungai Lilin untuk bersilahturahmi bersama orang nomor satu di kabupaten Musi Banyuasin,"tandasnya.(Ril)

 

Kabupaten Musi banyuasin (Muba) menjadi kabupaten yang beruntung karena ada 27 desa yang terdampak Tol Betung-Jambi yang otomatis membuat warganya jadi jadi kaya.

Data 27 Desa itu tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Muba. Mengapa menjadi kaya? Karena lahan mereka teriris trase proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Dengan senang hati, hampir semua warga yang terdampak memberikan lahan mereka lalu mendapat dana ganti untung.
Sebagian lahan yang diganti untung pemerintah adalah kebun-kebun karet dan sawit.

sepanjang 9,13 kilometer dan mengakibatkan pemerintah harus membebaskan 159 bidang lahan dengan luas total  63,42 hektare.

Kata Pj Bupati Muba,  Apriyadi, khusus untuk Bayung Lencir saja, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp40,25 miliar untuk ganti untung lahan yang teriris trase JTTS.

Apriyadi yang menjadi ketua tim inventarisasi lahan terdampak tol di Muba ini mengaku bersyukur karena lahan-lahan masyarakat telah diganti dengan tetap mempertimbangkan rasa keadilan dan keberpihakan untuk masyarakat muba terdampak.

Kata Apriyadi, total lahan yang terdampak Tol Betung-Jambi di Muba adalah 131,77 Kilometer.

Dimana semua itu akan mengiris 27 desa di 6 kecamatan dalam Kabupaten Muba.  

Pihak pemerintah kabupaten meghinventarisir sesuai petunjuk peta JTTS yang diterima, kemudian pemerintah provinsi melakukan penetapan lokasi dan kemudian proses pembebasan lahan langsung ditangani KJPP dan dikaji BPN Muba hingga akhirnya dibayar ganti untungnya kepada masyarakat.

Adapun proses pembayaran itu kata Apriyadi adalah bagian dari proses percepatan proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) di Muba khususnya untuk ruas Betung-Jambi.

Terkait proses pembayaran ganti untung kepada masyarakat Muba, itu kata Apriyadi  adalah bagian dari proses percepatan JTTS sesuai masukan Presiden Jokowi di Muba.

Sementara itu Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel, Budiamin ikut berterimakasih dan memberi apresiasi untuk Pemkab Muba yang telah mendukung proses pembebasan lahan untuk ruas tol yang melalui Muba yaitu di ruas Betung (Sp.Sekayu) – Tempino – Jambi. (*)
Berdasarkan IQ Air, kualitas udara di kota sekayu di angka 155*, dan masuk kategori Tidak Sehat.

Jangan lupa gunakan masker dan kurangi aktivitas di luar ruang ya gaess.. 
.
.
*Pengukur kualitas udara secara real-time yang disebut "IQAir" adalah merek dari perangkat monitor kualitas udara yang dapat mengukur dan memantau komponen-komponen tertentu dalam udara di sekitar kita. 

Alat ini mendadak lumayan mendapatkan atensi publik ketika DKI Jakarta digadang-gadang sebagai kota dengan kualitas udara terburuk, tak hanya di Asia, tapi juga di dunia. 

Sejatinya, perangkat ini berguna untuk memahami seberapa baik atau buruk kualitas udara di dalam ruangan atau di luar ruangan. 

IQAir menghasilkan berbagai jenis perangkat untuk mengukur dan memantau kualitas udara. Beberapa dari fitur yang umumnya dimiliki oleh perangkat semacam ini termasuk kemampuan untuk mengukur: 

- Partikel-partikel kecil dalam udara (PM2.5), 

- Gas berbahaya seperti ozon (O3), 

- Karbon monoksida (CO), 

- Sulfur dioksida (SO2), 

- Nitrogen dioksida (NO2), dan 

beberapa komponen lainnya yang dapat berdampak pada kesehatan manusia. 

Perangkat-perangkat ini biasanya dilengkapi dengan sensor-sensor yang sensitif dan sistem pemrosesan data yang memungkinkan mereka untuk memberikan informasi secara real-time tentang tingkat polutan di lingkungan sekitar. 

Informasi ini dapat digunakan oleh individu atau organisasi untuk mengambil tindakan pencegahan atau mitigasi jika kualitas udara buruk. 

Penting untuk diingat bahwa pengukuran kualitas udara adalah hal yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk cuaca, polusi udara luar ruangan, aktivitas dalam ruangan, dan lainnya. 

Perangkat seperti IQAir dapat memberikan panduan yang berguna, tetapi kebijakan dan langkah-langkah pencegahan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah kualitas udara yang lebih besar.
Musi Banyuasin - Sejumlah pemuda milenial Musi Banyuasin menggelar deklarasi dukungan terhadap Gus Muhaimin menjadi Presiden RI pada Pemilu 2024.

"Deklarasi ini merupakan bagian dari bentuk dukungan kaum milenial Muba untuk memenangkan Gus Muhaimin di kontestasi Pilpres 2024," kata Koordinator Deklarasi Kiki Andrika dalam keterangannya, Minggu (16/07/2024).

Kiki mengatakan, dukungan dari pemuda muba ini diberikan dengan harapan pembangunan Indonesia dapat terus dilakukan secara berkelanjutan nantinya.

"Kami siap berjuang bersama mengawal dan mensukseskan Gus Muhaimin menjadi Presiden untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan mensejahterakan rakyat," ujarnya.

Menurutnya, Gus Muhaimin adalah sosok politisi muda yang energi dalam perubahan indonesia serta mampu mewujudkan mimpi anak anak muda muba dari kota sampai kedesa. 

Kiki juga meyakini Gus Muhaimin mampu melanjutkan dan mempercepat pembangunan Indonesia untuk menjadi negara maju, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat indonesia dengan program 5 Miliar setiap desa nantinya jika terpilih.

"Kami percaya Gus Muhaimin mampu melanjutkan dan mempercepat proses pembangunan Indonesia untuk menjadi negara maju dengan program program nya seperti Listrik Gratis, Pupuk Subsidi serta 5 Miliar untuk setiap desa nantinya," pungkasnya.


 

Sekayu, Musi Banyuasin- Sebanyak 500 pasang sandal jepit mendarat di Rumah Dinas Bupati Muba, Rabu (12/7/2023) pagi. Sandal jepit asli buatan tangan petani karet Desa Sialang Agung Kecamatan Plakat Tinggi ini dipesan langsung Pj Bupati Apriyadi Mahmud guna mendukung pengrajin sandal jepit handmade dari Kelompok Usaha Bersama Desa Sialang Agung Kecamatan Plakat Tinggi.

"Sebenarnya saya memesan 1 ribu pasang untuk kemudian akan saya bagikan di Masjid-Masjid tetapi teman-teman pengerajin baru menyelesaikan 500 pasang," ungkapnya. 

 

Lanjutnya, produksi sandal jepit dan aksesoris berbahan baku karet tersebut upaya Pemkab Muba untuk memaksimalkan upaya hilirisasi komoditas karet dan membantu UMKM Muba yang terus berinovasi wajib kita suport penuh.

"Saya berkeyakinan dengan inovasi ini dapat mendorong upaya menstabilkan harga karet di Muba dan menjadi nilai tambah bagi warga Muba, dan ke depan saya ingin 100 persen proses pengerjaan dilakukan di Kabupaten Muba dan dieksekusi penuh oleh petani karet yang sudah mendapatkan pelatihan," ulasnya. 

 

Sementara itu, salah satu petani karet dan pengrajin sandal jepit dari Plakat Tinggi, Sugiyono mengaku dirinya bersama tim menghabiskan waktu hampir selama 2 bulan menyelesaikan pembuatan 500 pasang sendal jepit. 

"Kami baru bisa menyelesaikan 500 pasang dari seribu pasang yang di order langsung oleh pak Bupati Apriyadi," ulasnya.

Ia menambahkan, untuk proses pembuatan 500 pasang sandal jepit tersebut menyerap 200 kilogram karet petani mandiri. "Untuk ukuran sandal jepitnya dari size 37-43 dan memilik lima varian warna yakni hitam, hijau, orange, cokelat, dan biru dengan harga untuk satu pasang dibanderol harga Rp60 ribu," urainya. 

 

Ia berharap, ke depan para pengrajin bisa mendapatkan fasilitas mesin kompon agar proses pengerjaan pembuatan sandal bisa 100 persen dikerjakan di Plakat Tinggi. 

"Dengan harapan bisa dikerjakan full di Plakat Tinggi sesuai keinginan pak Bupati Apriyadi," pungkasnya.(ril)

Infosekayu.com - Penasaran Dimana Pintu Tol Palembang Betung di Kabupaten Banyuasin, Ini Lokasinya.

Tol Palembang Betung saat ini progresnya hampir selesai dibangun.Tol ini membentang hampir seluruhnya diwilayah Kabupaten Banyuasin.

Namun mungkin masih banyak masyarakat mengetahui dimana lokasi exit tol ini.Rencananya ada dua exit tol Palembang Betung di Banyuasin.

Pertama adalah exit tol Musi Landas dan exit tol Pangkalan Balai.Gerbang Tol Musi Landas ternyata lokasinya tak jauh dari overpass atau jembatan penyeberangan Musi Landas, di sekitar STA 64+949.

Melihat di lokasi proyek Tol Kapal Betung, posisi Gerbang Tol Musi Landas berada kurang lebih 700 meter dari overpass arah ke Palembang dari Jambi, di area perkebunan karet, dekat makam, sebelum Sekolah Dasar.

Posisinya di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin.Pengendara yang keluar melalui exit tol Musi Landas akan keluar ke Jalan Lintas timur Palembang - Jambi.

Sementara itu, Exit Tol Pangkalan Balai, jika kita berkendara dari arah Jambi, maka posisi exit tol Pangkalan Balai akan berada tak jauh dari Kantor Camat Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin.

Di sebelah kiri, sekitar 500 meter dari Kantor Camat Suak Tapeh inilah lokasi exit tol Pangkalan Balai ruas Tol Kapal Betung.

Di Pangkalan Balai ini, juga akan berdiri rest area Tol Kapal Betung dan interchange (pertukaran) simpang susun Simpang Balai. Exit tol ini akan membawa pengendara masuk ke Jalan Lintas Sumatera Kecamatan Suak Kampeh.

Tol Kayu Agung - Palembang - Betung atau Tol Kapal Betung ditarget beroperasi penuh pada Agustus 2023 mendatang.

Dalam jadwalnya, tol Kapal Betung telah bisa operasi penuh melintasi 4 daerah di Sumatera Selatan (Sumsel). Daerah tersebut yaitu Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang.

Tol Kapal Betung yang dibangun oleh PT Waskita Sriwijaya Tol terdiri dari 3 seksi, dan saat ini baru beroperasi dua seksi secara penuh yaitu Seksi 1 Kayu Agung-Jakabaring sepanjang 33,5 km, dan Seksi 2A Jakabaring-Kramasan 9 km. Sisanya, seksi 3 Musilindas-Betung 44,29 masih tahap konstruksi.

Keterangan resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mencatat, progres konstruksi proyek Jalan Tol Trans Suamtera ini per April 2023 lalu yaitu Seksi 2B Kramasan-Musi Landas telah mencapai 73,81 persen, dan progres Seksi 3 Musi Landas-Betung telah mencapai 58,91 persen. Akan ada 6 rest area pula yang akan disebar di jalan Tol Kapal Betung sepanjang 111,69 Kilometer ini. (Harianmuba) 

 

MUBA. - Polres Musi Banyuasin melalui Polsek Keluang, kemarin Kamis (25/05/2023) mendatangi langsung lokasi aktifitas pengeboran dan aktifitas masakan minyak. 

Kedatangan tim gabungan bersama TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan Keluang, dan Pemerintah Kelurahan dan Sat Pol PP memberikan himbauan kepada pemilik dan pekerja pengeboran minyak ilegal Drilling. 

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Siswandi SIK SH MH melalui Kapolsek Keluang IPTU M.kurniawan Azwar STK .S.IK. M.AP, didampingi Kanit Reskrim AIPTU Aprianto SH, alias Igo, mengatakan, pihak nya telah melaksanakan giat himbauan dan penutupan oleh Forkopimcam Keluang terhadap pelaku dan pemilik ilegal refinery (Masakan) di wilayah hukum Kecamatan  Keluang, Musi Banyuasin. 

"Forkopimcam pada hari Kamis 25 Mei 2023 sekira pukul 15.00 WIB telah dilakukan giat  himbauan dan pemberhentian kegiatan oleh Forkompimcam Keluang terhadap pelaku dan pemilik ilegal Refinery atau masakan di Kelurahan Keluang Kecamatan Keluang," katanya

"Harapannya agar aktifitas pengeboran Minyak Ilegal dan Penyulingan Minyak Ilegal dihentikan. Karena dapat Membahayakan keselamatan, serta Melanggar ketentuan Hukum yang berlaku," tukasnya.

Sementara, RU (45) warga , menyampaikan keluhan nya, bahwa dirinya siap mentaati peraturan sebagaimana dalam himbauan  Kapolsek Keluang untuk menghentikan aktifitas penyulingan minyak Ilegal.

"Namun kami sebagai masyarakat berharap bisa ada solusi, karena pekerjaan tersebut adalah Pekerjaan satu-satunya yang dapat menopang ekonomi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari bae pak, dari pado kami jadi kriminal pak" ungkapnya 

Senada diungkapkan oleh Z (50) warga, mengatakan bahwa setiap penyulingan minyak ilegal memperkerjakan 5 - 15 orang yang berasal dari dalam kec.Keluang dengan mendapat upah perhari masing-masing Rp. 100.000 sampai dengan Rp.135.000.

"Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah sedangkan dirinya dan rekan kerjanya.


Infosekayu.com - Ternyata Terkait Kasus ini, Kedatangan Tim Kejaksaan Negeri Muba Datangi Dinas Perkim

Kedatangan Tim Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin ke Dinas Perkim Muba, ternyata melakukan penggeledahan dibeberapa ruangan. 

Tim dari Pidana Khusus (Pidsus) dan Intelejen berjumlah 12 orang menggunakan 4 mobil tiba pada pukul 10.20 WIB. 

Dipimpin langsung Kasi Pidsus M Ariansyah Putra SH MH dan Kasi Intelejen Rizky Ramdhani SH. 

Mereka langsung menuju keruang Kepala Dinas, dimana terlihat juga beberapa ruangan seperti Ruang Subbag Keuangan dan Aset, Ruang Subbag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan dan Ruang Kabid dijaga oleh pegawai kejaksaan. 

Namun belum didapat keterangan secara resmi dari pihak kejaksaan. Namun dari info yang didapat oleh harianmuba.com ada 2 kasus.

Pertama Pemasangan Pipa Transmisi dari Desa Langkap ke Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat, dengan nilai kontrak senilai Rp. 7.905.695.000,- APBD TA. 2021

Kedua Pekerjaan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Bersih Kapasitas 30 literdetik beserta Jaringan Perpipaan di Desa Langkap Kec. Babat Supat, dengan nilai kontrak Rp. 8.300.066.000,- APBD TA. 2021. (Harianmuba)

Infosekayu  – Rupanya bentrok para ustaz Ponpes di kabupaten Musi Banyuasin (Muba) vs preman kampung dipicu fee catering unit usaha BUMdes.

Dijelaskan ustaz Azhari awal pengancaman dari para preman bermula dari urusan bisnis.

Yaitu usaha berupa pekerjaan yang dilakukan di Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) bulan Mei 2023. Salah satu unit usaha BUMdes adalah memasok kebutuhan makanan Catering salah satu perusahaan yang ada di desa itu.

“BUMdes kita itu selama ini memasok makanan catering untuk kebutuhan salah satu perusahaan,” jelasnya.

Memang diakui selama ini warga di sana, inisial Ca mendapatkan pekerjaan tersebut. Dengan realisasi atau fee bagi BUMdes sendiri sebesar Rp200 per porsi. 

Nah, selanjutnya BUMdes dengan ketua kepala desa yang baru bermusyawarah agar BUMdes mendapat bagaian atau fee Rp 1.000 per porsi.

Pihak Ponpes melihat ini peluang untuk mendapatkan income agar Ponpes dapat berkembang dan maju. Diantaranya, yaitu menjadi pedagang bakso, berdagang lainnya, menyadap karet dan lain-lain. 

“Kami lakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari demi anak istri,” ujar ustaz Azhari.

Azhari menceritakan, bahwa awal pengancaman dari pihak terlapor.

Telah terjadi pembacokan oleh salah seorang ustaz ‘pihak mereka’ dengan masyarakat setempat diduga preman, “Dua hari baru kita laksanakan pengiriman makanan ke perusahaan,” ujarnya. “Pihak perusahaan sendiri meminta pengawalan dari Ponpes. Begitu di tengah jalan mereka kena hadang rombongan Ca,” ungkapnya.

Melihat gelagat tak bagus, ketua ponpes ustaz Abdul Aziz yang sudah sepuh turun dan menanyakan permasalahan tersebut. 

“Tak terima dengan ketua Ponpes, salah seorang dari kawanan Ca, melayangkan bogem mentah ke wajah ketua ponpes Abdul Aziz,” kata ustad Azhari. (Sumeks) 

JAMBI, INFOSEKAYU.COM - Pemkab Musi Banyuasin (Muba) ternyata ingin menambah jumlah exit tol yang akan dilewati tol Betung-Jambi di Kabupaten Muba.

Pj Bupati Muba, Apriyadi mengatakan, pihaknya masih memperjuangkan agar Gerbang Exit di ruas jalan Tol Betung-Jambi bisa bertambah minimal satu lagi di Kabupaten Muba.

Melihat perencanaan yang ada, Kabupaten Muba kata Apriyadi hanya kebagian satu exit tol. “Yaitu di sekitar Simpang C2,” ujar Apriyadi seperti dikutip Jambi Ekspres dari hariamuba.com.

 

Tambahan exit tol yang akan diusulkan Pemkab Muba rencananya berada di wilayah Sungai Lilin. Pj Bupati mengungkapkan saat ini pihaknya masih dalam proses mengusulkan tambahan tersebut.

"Jalan tol di Muba ini sepanjang 131 KM, masa exit tol nya cuma satu, kita masih usulkan tambahan satu lagi," tegasnya lagi.

Usulan penambahan exit tol ini targetnya agar warga Muba semakin mudah mengakses Tol Betung-Jambi dan kian meningkatkan perekonomian warga Muba secara umum.

Pemkab juga ingin pelaku UMKM di Muba ikut terdampak jika tol Jambi-Betung jika nanti tersambung. Pemkab juga ingin pelaku UMKM Muba bisa mengakses rest area dan menjual produknya di rest area.

Tol Betung-Jambi nantinya membentang di 5 kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin. Mulai dari Kecamatan Babat Supat, Kecamatan Keluang, Sungai Lilin, Tungkal Jaya hingga ke Kecamatan Bayung Lencir.

Terkait pembebasan lahan di Kabupaten Muba, saat ini kata Apriyadi sebagian sudah masuk dalam tahap proses pembebasan lahan.

Bisakah pemerintah daerah mengajukan exit tol di wilayah mereka? Berdasarkan keterangan Kementerian PUPR yang dikutip Jambi Ekspres, disebut bahwa Exit Tol bisa bertambah setelah fisik tol terbentuk.

Bisa saja kepala daerah mengusulkan membuat exit tol baru yang menguntungkan daerahnya, hanya saja akan ada persyaratan yang mengatur pembuatan exit tol tambahan ini.

Tol yang akan dibangun dalam waktu dekat di Muba adalah tol Bayung Lencir-Meston. Bayung Lencir dan Jambi akan disatukan oleh jalan tol sepanjang 33,05 Kilometer dan akan dibangun dalam tiga seksi, seksi 3 sepanjang 15,4 kilometer dari arah Mestong Jambi, sementara di wilayah Musi Banyuasin Sumatera Selatan yaitu seksi 1 sepanjang 7 kilometer dan sisanya seksi 2.

 

Adapun kontrak kerja tol Bayung Lencir-Mestong ini telah dilaksanakan pada Rabu (17/5) di Gedung Direktorat Jenderal Bina Marga, Jakarta. Sepanjang 7,62 km yang akan dikerjakan oleh PT Adhi Karya - PT Waskita Karya - PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp1,61 triliun.

 Direktur Jalan Bebas Hambatan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Triono Junoasmono mengatakan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah memberikan perintah agar pekerjaan bisa segera dilakukan.

Akan ada 7 desa di Bayung Lencir yang akan dilintasi dan terdampak langsung dengan pembangunan jalan tol Bayung Lencir-Mestong ini.

Berikut nama-nama desanya: Desa Sukajaya, Desa Mekar Jaya, Desa Senawar Jaya, Desa Wonorejo, Desa Mendis Jaya, Desa Mendis dan Desa Kalibiru.

Warga desa di Bayung Lencir juga telah menerima uang ganti untung lahan yang terdampak sejak akhir tahun 2022 lalu.

Ada 63,42 hektare atau 159 bidang tanah yang akan dilintasi proyek Jalan Tol Trans Sumatera di Bayung Lencir ini.

Setelah melalui proses penilaian nominal ganti untung oleh tim terkait, total dana untuk pembebasan lahan di Bayung Lencir mencapai Rp40,25 Miliar.

Dalam perencanaannya, akan ada satu interchange atau simpang susun di Bayung Lencir. Interchange merupakan persimpangan yang tidak sebidang tapi berbeda tingginya.

Artinya di persimpangan jalan yang berbeda tinggi itu ada jalur yang berbeda, jadi bisa dua atau lebih badan jalan yang akan disambungkan dengan bantuan simpang susun.

Di interchange atau simpang susu ini, perpindahan kendaraan tanpa harus berhenti terlebih dahulu alias bebas dan ‘tanpa hambatan.

Jika di jalan lalu lintas biasa, dari jalur 1 ke jalu 2 biasanya kita dihalangi lampu lalu lintas, maka dengan interchange pengguna tol tak perlu berhenti, gas terus.

Sekarang, masyarakat Bayung Lencir tinggal menunggu, kapan Tol Jini bisa tersambung dari Jambi hingga ke ujung pulau Sumatera. (jambiekpres) 

SANGA DESA , INFOSEKAYU
COM- Naas nasib yang dialami oleh Suandi (48) warga Dusun 2 Desa Ngulak III Kecamatan Sanga Desa.

Pasalnya, ia harus mengalami luka parah hingga kakinya nyaris putus akibat terlibat kecelakaan di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng), tepatnya di Simpang 4 Puskesmas Ngulak, Kelurahan Ngulak 1, Rabu (17/5) sekira pukul 19.45 WIB.Berdasarkan informasi dihimpun di lapangan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat korban Suandi mengendarai sepeda motor Yamaha Vega (tanpa nopol) melintas dari arah Jalan Kabupaten menuju ke arah Puskesmas Ngulak.

Setibanya di Simpang 4 Puskesmas atau di lokasi kejadian, melintas iring-iringan Truk Fuso Nopol BD 8672 KF dari arah Lubuklinggau menuju Pelambang yang dikendarai oleh Ujang alias Masudin (52) bermuatan Kopi.

Diduga karena tidak melihat korban yang melintas, akhirnya motor korban terserempet bagian kiri Truk hingga kaki kanan korban mengalami luka parah.

 Melihat kejadian tersebut warga pun langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Rawat Inap Ngulak untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Karena lukanya yang cukup parah korban pun harus dirujuk ke RSUD Sekayu.

jang alias Masudin (52) Sopir Truk saat dibincangi wartawan saat kejadian mengaku tidak melihat korban yang melintas atau menyebrang dengan sepeda motor.

"Tadi benar-benar tidak kelihatan, kalau korban lewat. Kami tadi berjalan beriringan bawa muatan Kopi dari Curup, Bengkulu dengan tujuan Lampung," ujarnya sesaat sebelum diamankan ke Polsek Sanga Desa.

Sementara itu Putra (37) warga Kelurahan Ngulak 1 mengatakan bahwa Simpang 4 Puskesmas Ngulak termasuk lokasi yang rawan kecelakaan.

"Sekitar seminggu yang lalu ada mobil pribadi yang tabrakan disini. Ya, harapannya agar persimpangan ini bisa ditambah rambu lalulintas supaya pengendara bisa lebih hati-hati lagi," harapnya.(harianmuba)


SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Banyuasin, inisial AS resmi dilakukan penahanan dan dilimpahkan oleh tim Gakkum KLHK dan Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatera Selatan, kepada Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin, kemarin Rabu (17/05/2023).

Tersangka AS beserta barang bukti, yang mana AS sendiri berprofesi sebagai anggota DPRD Muba periode 2019-2024 di terima langsung tim dari Pidana Umum (Pidum) Kejari Muba.

Sepanjang proses tahap 2, tersangka  tampak didampingi kuasa hukum dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBAHR) PDI Perjuangan Sumsel serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Muba.

Kepala Kejari Muba Romy Rozali melalui Kasi Pidum, Armein Ramdhani mengatakan, pihaknya pada hari ini menerima limpahan berkas perkara dari penyidik Kejati dan Gakkum KLHK dengan tersangka anggota DPRD

“Hari ini kita menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dilakukan penahanan untuk waktu 20 hari kedepan,” ungkap Armein kepada awak media.

Alasan penahanan, Kasi Pidum menerangkan, sudah memenuhi, sebab ancaman hukuman di atas 5 tahun, terus juga pertimbangan lainnya ditakutkan tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mempercepat proses sidang.

“Jadi itulah alasan kita menahannya,Insyaallah minggu depan akan langsung dilimpahkan tim JPU ke pengadilan,” jelasnya.

Sedangkan pasal yang disangkakan, lanjutnya, pasal 78 ayat (3) Jo Pasal 50 ayat (2) huruf A Undang Undang RI Nomor 41 tahun 1999 Tentang Kehutanan sebagaimana diubah pada paragraf 4 pasal 36 Undang Undang RI nomor 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Atau Pasal 92 ayat (1)huruf b Jo pasal 17 ayat (2) huruf a Undang Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana diubah pada paragraf 4 pasal 37 Undang Undang RI Nomor tahun 2020 tentang Cipta kerja Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara, Kuasa Hukum tersangka, Firli SH mengatakan,saat ini tahap pelimpahan dari penyidik Gakkum ke Kejati langsung dilimpahkan ke Kejari Muba.

Lalu pada hari ini juga, klien kita ditahan untuk proses hukum selanjutnya,” ucap Firli.

Tapi perlu dijelaskan juga, saudara AS ini, orangnya sangat kooperatif dari awal penyidikan oleh pihak Gakkum dengan datang sendiri. Pada hari itu juga, dilakukan pemeriksaan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi tidak ada surat pemanggilan dari Gakkum, klien kami datang selanjutnya ditetapkan tersangka. Meskipun begitu, AS tetap kooperatif dan langkah akan diambil dipersidangan nanti,” pungkasnya. (Harianmuba )

Lais, Infosekayu.com -  Tampak sebuah jembatan yang berada di Desa Tanjung Agung Selatan Kecamatan Lais ambruk. Ambruknya jembatan tersebut di akibatkan tanah longsor. 

Menyikapi informasi tersebut tanpa menunda waktu, meskipun tengah weekend Pj Bupati Muba Apriyadi langsung meninjau TKP, Sabtu 13 Mei 2023.

Diketahui jembatan yang ambruk ini merupakan jembatan yang menghubungkan ke desa pulau sari, philip 1, philip 5 dan desa peledas. 

"Kondisi jembatan yang ambruk akibat tanah sekitar longsor ini,  akan segera di perbaiki.  Mengingat ini adalah jembatan yang banyak dilalui oleh masyarakat sekitar untuk berkebun dan sebagai jalan pintas menuju ke beberapa desa," kata Pj Bupati Muba. 

Disampaikan Apriyadi, akibat dari ambruknya jembatan ini aktifitas warga menjadi terganggu. Untungnya warga sekitar berinisiatif untuk membuat jembatan sementara yang bisa dilalui," ujarnya. 

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muba Alva Elan SST MPSDA mengatakan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan. 

"Benar saja jembatan ini ambruk diakibatkan longsor dari arus sungai yang ada di bawah jembatan. Sesuai dengan instruksi Bupati jembatan ini akan dibangun sementara menggunakan rangka besi dari dana BTT," ucapnya. 

Ia menambahkan, perbaikan permanen akan dilakukan pada tahun 2024. "Usulan perbaikan permanen dianggarakan pada APBD 2024," tandasnya.

Usai melakukan peninjauan Pj Bupati Muba H Apriyadi, memanfaatkan kesempatan ini untuk sekaligus melakukan silaturahmi bersama dengan masyarakat setempat.
MUBA, INFOSEKAYU.COM  – Satres Narkoba Polres Muba pimpinan AKP Heri SH MH meringkus Agus Hartato (23), seorang kurir narkoba. Petugas berhasil mengamankan ratusan butir ekstasi dan 10 gram lebih narkoba jenis sabu-sabu.

Warga Lk III, Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Muba ini diamankan dalam sebuah penggrebekan yang dilakukan di Jalan Sekayu-Pendopo, Simpang Lapter, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat 12 Mei 2023 sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Muba AKBP Siswandi, SIK melalui Wakapolres Kompol Malik Fahri Husnul Aqif SH SIK menjelaskan penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat.

“Informasi yang kita terima adanya transaksi narkoba dari wilayah PALI hendak menuju ke Kota Sekayu menggunakan mobil,” kata Kompol Malik di Mapolres Muba, Senin 15Mei 2023. 

Selanjutnya anggota Sat Res Narkoba langsung melakukan penyelidikan dan langsung melakukan penggerebekan terhadap kendaraan roda empat Daihatsu Sigra nopol 1626 XR yang dikemudikan oleh tersangka Agus.

“Mobil itu dibuntuti dan berhasil menemukan barang bukti narkoba berupa 163 butir pil ekstasi dan satu paket sabu-sabu dengan berat 10,19 gram disimpan di dalam mobil. Tersangka dan barang bukti langsung dibawa,” jelas Malik.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Kami dari Satres Narkoba Polres Muba, komitmen dalam upaya memberantas peredaran gelap narkoba,” tutupnya. Di hadapan polisi, tersangka Agus mengaku baru pertama kali membawa narkoba tersebut.

“Barang itu aku ambil dari wilayah PALI dan hendak diantar ke wilayah Kecamatan Batang Hari Leko (BHL) dan aku diupah Rp15 juta,” katanya. (Sumeks) 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM- Kabupaten Muba memiliki Gambir yang berkualitas. Terbukti, limbah getah Gambir sejak beberapa tahun lalu telah berhasil diolah menjadi kain Gambo Muba yang kini telah menembus pasar Internasional. 

Dalam kaitan ini, Pj Bupati Apriyadi Mahmud meminta pihak perusahaan yang berdomisili di Muba terutama Pertamina Ramba Field pro aktif mendampingi dan memberi modal tambahan untuk pelaku UMKM terutama pelaku UMKM Gambo Muba. 

"Ya, kami berharap dalam realisasi pendampingan UMKM, Pertamina Ramba dapat memberi modal tambahan dan pemasaran untuk pelaku UMKM Gambo Muba," ujar Pj Bupati Apriyadi Mahmud saat menerima jajaran PT Pertamina Ramba Field, Selasa 16 Mei 2023. 

Dikatakan, saat ini pelaku UMKM Gambo terus menggenjot pangsa pasar tentu selain support yang diberikan Pemkab Muba diharapkan agar lebih maksimal dapat mendapatkan support dari perusahaan yang sudah memprogramkan pendampingan pelaku UMKM. 

"Kalau didampingi dan diberi modal tambahan tentu pelaku UMKM Gambo Muba dapat lebih maksimal lagi memasarkan serta meningkatkan kualitas produk, apalagi dalam waktu dekat Gambo Muba ini Hak Patennya akan segera dikeluarkan," tuturnya. 

Lanjutnya, ia juga meminta Pertamina Ramba Field memperhatikan serta  pro aktif memperbaiki jalan di lokasi sekitar operasional.

"Saya minta agar jalan rusak yang dilalui perusahaan untuk pro aktif diperhatikan dan harus diperbaiki," tegasnya. 

Sementara itu, Senior Manager Ramba Regional I, Hanif Setiawan mengaku dalam upaya realisasi pendampingan UMKM akan terus disisir oleh Pertamina Ramba.

"Pendampingan pelaku UMKM Gambo Muba ini akan menjadi atensi khusus bagi kami," ucapnya. 

Ia mengucapkan terimakasih kepada Pj Bupati Apriyadi Mahmud dan Pemkab Muba yang selalu memberikan masukan dan bersinergi untuk kebutuhan warga Muba.

"Semoga sinergi ini terus berjalan baik yang berdampak positif untuk warga Muba," pungkasnya. Dalam kesempatan tersebut Pj Bupati Apriyadi Mahmud turut didampingi Direktur Petro Muba Khadafi SE, Plt Kepala Bappeda Sunaryo SSTP MM, Kadis PUPR Alva Elan SST MPSDA, Kabag SDA Oktarizal, Kabid Komunikasi Publik Kominfo Yettria SKM MSi, Camat Babat Supat Rio SSTP MSi.(sumeks)

MUBA, INFOSEKAYU.COM,- Kumpulkan Perusahaan Sawit di Musi Banyuasin, Ini Warning PJ Bupati.

Pemkab Muba melalui Dinas Perkebunan mengumpulkan seluruh pihak perusahaan perkebunan terutama sektor kelapa sawit dengan menggelar Rapat Koordinasi.

Kegiatan pertemuan ini berlangsung Jum'at 12 Mei 2023 di Hotel Santika Premiere Palembang. 

"Kita samakan persepsi, banyak persoalan yang harus diselesaikan dengan duduk bersama terutama yang berdampak pada kelangsungan hidup warga Muba," tegas Pj Bupati Apriyadi Mahmud.

PJ Bupati menyoroti permasahan jalur atau jalan distribusi yang dilalui perusahaan yang sering membawa muatan overload.

Menurut Bupati hal ini membuat ketahanan jalan Kabupaten sangat singkat.Apriyadi memaparkan tercatat ada sepanjang 1.200.791 kilometer jalan Kabupaten yang dilalui kendaraan operasional muatan perusahaan. 

"Ditambah lagi persoalan konflik pihak perusahaan dengan warga dan penyediaan lahan plasma," jelasnya.

"Nah, ini yang kerap terjadi. Mari kita minimalisir, dan saya minta pihak perusahaan kooperatif terkait dua persoalan ini," tegasnya Bupati.

Apriyadi meminta perusahaan harus pro aktif menanggapi kerusakan jalan Kabupaten yang terdampak dari operasional muatan kendaraan.

"Kalau rusak, ya harus segera diperbaiki. Pemkab Muba tidak lepas tangan, tetapi kami minta inisiatif dan pro aktif terkait masalah ini, kita harus sama-sama berbuat untuk masyarakat," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu PJ Bupati mengingatkan perusahaan terkait terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

Itu karena dalam waktu dekat ini akan segera menghadapi musim kemarau kering.

"Ini yang harus diantisipasi, saya minta pihak perusahaan sawit khususnya pro aktif meminimalisir terjadinya karhutbunlah terutama di wilayah sekitar perusahaan," ungkap dia. 

Ia juga mengatakan, Pemkab Muba akan membentuk Satgas Penanganan Jalan Kabupaten yang dilalui Perusahaan. 

"Karena persoalan jalan Kabupaten menjadi hal prioritas yang harus dituntaskan," ucapnya. 

Subkoordinator Hukum dan Humas Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Togu Rudianto Saragih SH MH mengatakan sektor perkebunan terutama kelapa sawit sangat menyumbang peningkatan perekonomian di Indonesia. 

"Ini tentu juga harus diimbangi dengan kesejahteraan masyarakat setempat," katanya. 

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumatera Selatan, Drs H Edward Chandra, MH merinci luas perkebunan kelapa sawit di Sumsel 2,9 juta hektar dan terluas berada di Kabupaten Muba. 

"Apa yang disampaikan pak Bupati Apriyadi tadi harus menjadi prioritas perusahaan sawit di Muba, dan tentunya Pemerintah akan terus mendorong produktivitas kualitas perkebunan," tuturnya. 

Ia juga menambahkan, agar pihak perusahaan untuk selalu memperhatikan persoalan lingkungan. "Ini harus terus dipatuhi dan ditaati dengan baik," pungkasnya. (Harianmuba)

Muba, Infosekayu.com - Bermula adanya laporan  penemuan mayat disamping PT. PGN Desa teluk kijing III kecamatan lais, pada hari Rabu (09/05/2023)  personil sat Reskrim Polsek lais yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Mugiyono SH. Msi. langsung turun ke TKP .

Mayat dimaksud adalah mayat seorang laki-laki  yang belum diketahui identitasnya / Mr. X dan kondisinya  terdapat luka dilutut belakang sebelah kanan diduga baru saja mengalami kekerasan fisik.

Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya diketahui identitas mayat adalah HT (31) warga desa Purwosari kecamatan lais, namun tinggal dan ngontrak rumah di Betung.

Informasi yang berkembang bahwa mayat tersebut adalah korban amuk massa  pada hari Senin (08/05/2023) yang  karena kepergok hendak mengambil Accu mobil dump truk di desa teluk kijing III, lalu diteriaki maling dan terjadilah keroyok massa.

Kapolres Muba Akbp Siswandi Sik. SH. MH melalui Kapolsek Lais Akp. Hendra Sutisna SH.  membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. 

Memang kami sempat mengalami kesulitan untuk mencari identitas dan asal korban amuk massa tersebut, namun kemudian  akhirnya diketahui kalau mayat Mr. X tersebut adalah HT warga desa Purwosari namun tinggal dan ngontrak rumah sendirian  di Betung, demikian juga apa pekerjaan sehari-hari korban tidak jelas. katanya.

Sekarang mayat sudah diserahkan kepada keluarganya setelah dilakukan pemeriksaan di RSUD Sekayu. 

Keluarga korban dapat menerima dengan ikhlas atas peristiwa yang telah menimpa korban tersebut, namun demikian kami dari Polsek lais tetap melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut .Ujar Hendra. (Mubakeras) 

Muba, Infosekayu.com - PJ Bupati Muba H Apriyadi hadir langsung memeriahkan Peresmian gedung baru Bank Central Asia (BCA) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sekayu.

Kantor BCA KCP Sekayu ini berada di Jalan Merdeka Lk.I No.188 A Rt.006 Rw.002 Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu. Peresmian gedung bank BCA Sekayu ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng. 

Turut hadir Dandim 0401 Muba Letkol Arm Dede Sudrajat SH, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Yudi Herzandi SH MH.

Hadir juga Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Muba, Kepala BCA KCP Sekayu Bobby serta para nasabah BCA.

Dalam sambutannya, Pj Bupati H Apriyadi mengatakan bahwa Kehadiran BCA KCP ini dinilai dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah Kabupaten Muba khususnya kota Sekayu.

Ia juga berharap kantor BCA KCP yang baru di lokasi ini mudah-mudahan akan lebih sukses, lebih banyak lagi nasabahnya sehingga akan lebih memberikan warna dan opsi-opsi kepada masyarakat untuk berinvestasi atau menabung uangnya di bank.

"Terima kasih atas dukungan dan Komitmen BCA dalam membantu kami," jelasnya.

Hadirnya BCA ini, menurut Apriadi adalah bentuk partisipasi dari pihak swasta terutama perbankan untuk membantu pemerintah daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi karena orang mau meminjamkan uang ke bank

Apriyadi mengajak memanfaatkan keberadaan BCA ini di samping dijadikan tempat kita menyimpan uang atau menabung uang.