INFOSEKAYU - Kementerian Riset, Teknologi dan  Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menaikkan 44 persen kuota penerima Beasiswa Bidik Misi menjadi 130.000 tahun ini.


"Dengan kenaikan kuota Bidik Misi ini dapat memberikan kesempatan bagi anak bangsa untuk mendapatkan layanan pendidikan tinggi lebih luas lagi," ungkap Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Dr Didin Wahidin saat menerima Audiensi Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi serta Pengurus Yayasan Politeknik Sekayu di Kantor Kemenristekdikti Jakarta, Jumat (28/6/2019).

Bidik Misi merupakan program bantuan biaya pendidikan di Perguruan Tinggi dari Pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik namun terbentur ekonomi.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi, meningkatkan prestasi mahasiswa, menjamin keberlangsungan studi mahasiswa dan melahirkan lulusan yang mandiri, serta memutus mata rantai kemiskinan.

"Kami berharap Program Bidikmisi di tahun 2019 dapat berjalan lebih baik, terus memberi asa generasi muda cerdas Indonesia dari seluruh pelosok negeri untuk menggapai pendidikan tinggi dan memutus mata rantai kemiskinan untuk Indonesia yang lebih sejahtera di masa depan," kata Didi Wahidin.

Dikatakannya juga, Program Beasiswa Bidik Misi ini berlaku bagi semua peserta didik di Indonesia, termasuk di Kabupaten Muba.
Peraturan sekarang penerima Program Beasiswa Bidik Misi harus siswa berprestasi dengan ukuran diterima di perguruan tinggi yang berakreditasi A atau B serta memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau memang berasal dari keluarga ekonomi rendah.

"Termasuk sekarang Mahasiswa/i Politeknik Sekayu sudah ada 146 Mahasiswa/i penerima Program Beasiswa Bidik Misi. Nah di sini tentunya semua Mahasiswa/i di Muba berpeluang untuk mendapatkan Program Beasiswa Bidik Misi, asalkan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," ucapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Muba selaku Dewan Pembina Yayasan Politeknik Sekayu mengapresiasi atas penjelasan yang disampaikan oleh Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti tersebut.
Dan dirinya meyakini bahwa peserta didik di Kabupaten Muba akan mampu mendapatkan program beasiswa bidik misi tersebut.

"Untuk di Politeknik Sekayu sendiri sejak berdiri di tahun 2007 hingga 2015 di bawah naungan Pemkab Muba dan digratiskan bagi peserta didik yang berprestasi dan berasal dari keluarga tidak mampu. Namun sejak 2016 sampai terakhir ini karena Peraturan melarang Pemda memberikan dana hibah bagi lembaga maka Polsky sudah menerima mahasiswa jalur mandiri, namun tetap menggratiskan Mahasiswa/i tidak mampu, serta mendapat kuota Program Beasiswa Bidik Misi juga," jelasnya.

Lanjut Wabup, "Kami tetap berharap Kemenristekdikti akan terus memberikan serta meningkatkan kuota program bidik misi ini bagi mahasiswa Polsky,  dalam rangka meningkatkan kapasitas serta Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Muba," ucapnya. /red/


Share To:

Post A Comment: