JAKARTA- Percepatan proses Pembangunan pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO) di Musi Banyuasin mendapat respon positif dan dukungan dari banyak pihak. Kali ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berkomitmen akan mengawal percepatan pembangunan tersebut. 

Hal ini terungkap saat Menteri ESDM Arifin Tasyrif saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (27/11/2019) di Ruang Rapat DPR RI. 

"Proyek pembangunan pabrik IPO-CPO di Muba ini sangat tepat dilakukan, tentu Kementerian ESDM 
akan mengawal dan membantu melakukan percepatan pembangunan Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO) di Musi Banyuasin tersebut," ungkap Menteri ESDM Arifin Tasyrif. 

Arifin mengatakan, realisasi pembangunan pabrik IPO-CPO di Muba tersebut menjadi wujud realisasi nyata kemandirian energi. "Muba ini kan kaya akan minyak dan gas, tentu pengelolaannya harus dimaksimalkan dan dapat berkontribusi untuk kemajuan daerah," ujarnya.

"Apalagi pabrik ini nantinya akan berfungsi sebagai pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati atau Biofuel yang merupakan energi terbarukan," tambahnya.

Pabrik yang dibangun Pemkab Muba bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung ini nantinya akan melibatkan petani sawit di Muba. Jika sudah beroperasi, Pabrik IPO-CPO diprediksi mampu menghemat impor BBM sampai dengan US$ 9 miliar.

Di samping itu, Menteri ESDM dan jajaran berjanji akan menambah jaringan gas untuk wilayah Muba. Sesuai target Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, di tahun 2020 diharapkan jaringan dialiri jaringan gas.

Sementara itu, Pimpinan Komisi VII DPR RI Alex Noerdin dalam kesempatan rapat tersebut mengapresiasi komitmen Menteri ESDM dan jajarannya ini. "Kalau ini berjalan nantinya tentu kemandirian energi di Indonesia terlaksana dengan baik dan hal itu telah di Mulai di Kabupaten Muba," ungkapnya. 

Mantan Gubernur Sumsel dua periode ini menambahkan, Muba akan menjadi pilot project atas realisasi pembangunan pabrik IPO-CPO di Indonesia. "Dengan adanya pabrik itu, kelapa sawit dari petani dapat terserap dengan baik dan tingkat kesejahteraan petani sawit meningkat," ujar Alex.

Diketahui, setelah melaksanakan MoU dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengelolaan TBS menjadi biofuel atau bahan bakar nabati, kini proses pembangunan proyek strategis berupa pabrik IPO dan CPO Muba terus digencarkan dan dikebut untuk direalisasikan oleh Pemkab Muba bersama ITB dan ini pula selaras dengan target Bupati Muba Dodi Reza untuk mengembangkan kawasan industri hijau di Kabupaten Muba. 

Tim Pembangunan Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil
(IPO-CPO), Dr IGBN Makertihartha mengungkapkan realisasi pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza sudah sangat tepat dilakukan dan dapat menjadi proyek industri percontohan di Indonesia. 

"Proyek ini juga sangat selaras dengan misi Presiden RI Joko Widodo, selain mendorong peningkatan kesejahteraan petani sawit, realisasi pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba ini juga akan menjadi pilot project di Indonesia," ungkapnya.

Ketua Program Studi (Prodi) S2 dan S3 Teknik Kimia ITB ini juga menjelaskan, hasil turunan produksi pabrik IPO juga akan menghasilkan bahan bakar nabati berupa biofuel, avtur hijau, dan gasoline yang kualitasnya di atas bahan bakar minyak pada umumnya. 

"Jadi, pemanfaatan TBS di Muba nantinya dapat terserap dengan baik dan sangat menguntungkan," jelasnya. 

Lanjutnya, jadwal perencanaan pembangunan pabrik IPO akan difinalkan pada awal Desember 2019 dan pada awal 2020 pembangunan dimulai dan untuk lokasi yang sudah di survei yakni di Kecamatan Sungai Lilin. 

"Untuk pembangunan diprediksi akan memakan waktu satu tahun sehingga awal 2021 operasional pabrik sudah dimulai," terangnya.

Dikatakan, ada beberapa skema yang telah disusun untuk realisasi dan pengelolaan pabrik CPO dan IPO di Muba nantinya yang diprediksi akan menyentuh nilai investasi yang cukup besar. 

"Yang jelas nantinya dalam realisasi pembangunan pabrik CPO dan IPO di Muba ini akan melibatkan secara langsung petani sawit yang ada di Muba," pungkasnya.

Sebelumnya, Pernyataan kesiapan Muba menopang upaya Pemerintah Pusat khususnya langkah PT Pertamina menekan impor minyak lewat pengusahaan energi terbarukan itu disampaikan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin setelah menyimak salah satu problem yang dihadapi Pertamina. 

Sudah setahun ini, tambah Dodi, Muba melakukan kampanye energi terbarukan. Dirinya secara maraton merintis pemanfaatan sawit sebagai sumber bahan bakar. Selain langkah kongkrit menggandeng kampus ITB melalui riset dan persiapan pendirian refinery CPO, Dodi juga berkeliling Eropa. Awal tahun 2019 lalu di sejumlah negara Eropa dan Amerika, Dodi bertemu para peneliti, buyers, hingga pelaku bisnis bahan bakar.

Gayung bersambut. Sehari usai Dodi menyatakan siap menopang energi nasional,  sebuah pertemuan penting digelar, yakni Pertamina Energy Forum. Dirut PT Pertamina, Nicke Widyawati sempat menyampaikan kepada Menteri Dan ESDM Arifin Taslim, di acara itu. 

Kata Nicke, terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri yang masih dipenuhi impor diakui karena belum mampu mencukupi kebutuhan sendiri. 

Pada forum yang digelar Selasa (26/11) ini, Nicke menyebut ada empat pekerjaan rumah. Salah satunya penerimaan sumber energi. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan target bauran energi sebesar 23 persen dari energi terbarukan. 

Dikatakan Nicke, Pemerintah sendiri sudah melangsungkan kebijakan pencampuran minyak nabati pada BBM alias biodiesel. Namun, itu pun belum cukup. Begitu pula dengan penggunaan energi dan panas bumi lainnya. 

"Artinya, kita harus mencari sumber energi terbarukan. Kita lihat CPO terdapat banyak di Sumatera, maka perlu bangun bio refinery di sana. Lalu, batubara di Sumatera Selatan, maka bangun coal grasifikasi di sana," tandas Nicke.
Terpisah, Sekda Muba, Apriyadi memaparkan upaya yang telah dilakukan Pemkab Musi Banyuasin mewujudkan pabrik industri penyokong energi terbarukan. Seperti diberitakan CNNIndonesia.com, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan akan membangun Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO). Pembangunan dilakukan Pemkab Muba bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Kerja sama selain dilakukan dalam pembangunan IPO-CPO, juga pengelolaan tandan buah segar (TBS) sawit menjadi bahan bakar nabati (biofuel). Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Apriyadi mengatakan rencana pembangunan pabrik mendapatkan dukungan dari Presiden RI Jokowi.

Menurut Apriyadi, pembangunan sudah masuk tahap studi kelayakan. Ia memastikan Pembangunan pabrik IPO akan difinalkan pada awal Desember 2019 supaya pada awal 2020 pembangunan dimulai. Pembangunan diperkirakan memakan waktu satu tahun. Pabrik diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2021 mendatang.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi memperkirakan keberadaan pabrik tersebut bisa menghemat impor BBM sampai dengan US$9 miliar.

Hitungannya yakni ada 17 juta ton kelapa sawit hasil produksi per tahun didistribusikan untuk pengelolaan biofuel. Maka hasil produksi biofuel Muba ini bisa mengurangi impor BBM yang dilakukan oleh negara dalam jumlah yang signifikan.
Share To:

Post A Comment: