Articles by "Info ekonomi"
Tampilkan postingan dengan label Info ekonomi. Tampilkan semua postingan

BALI- Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Sumatera Selatan Dodi Reza Alex Noerdin mendukung penuh rencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan membangun jembatan penghubung antara Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel).

Rencana pembangunan jembatan sepanjang 13 kilometer Sumsel-Babel tersebut akan dimulai dari Desa Tanjung Tapah, Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan akan tembus ke Bangka Tengah dan akan dilakukan feasibility study (fs) pada tahun 2020 mendatang.

"Kadin Sumsel sangat support dan akan mendorong realisasi serta percepatan pembangunan jembatan penghubung dua pulau ini," ungkap Dodi Reza saat menghadiri Rapimnas Kadin Indonesia 2019 di Bali, Jumat (29/11/2019).

Menurutnya, pembangunan jembatan penghubung tersebut akan mendongkrak perekonomian di dua pulau. 

"Kadin Sumsel sangat mendukung pemerintah pusat dan Kadin pusat untuk pembangunannya yang penganggaran disesuaikan dengan pusat dan daerah," tambahnya.

Dodi berharap, apabila pembangunan jembatan tersebut selesai diharapkan tingkat perekonomian di dua daerah yakni Sumsel-Babel dapat meningkat. "Ini proyek infrastruktur yang sangat strategis dan dipastikan akan memberikan kontribusi positif," pungkasnya.

JAKARTA- Percepatan proses Pembangunan pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO) di Musi Banyuasin mendapat respon positif dan dukungan dari banyak pihak. Kali ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang berkomitmen akan mengawal percepatan pembangunan tersebut. 

Hal ini terungkap saat Menteri ESDM Arifin Tasyrif saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (27/11/2019) di Ruang Rapat DPR RI. 

"Proyek pembangunan pabrik IPO-CPO di Muba ini sangat tepat dilakukan, tentu Kementerian ESDM 
akan mengawal dan membantu melakukan percepatan pembangunan Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO) di Musi Banyuasin tersebut," ungkap Menteri ESDM Arifin Tasyrif. 

Arifin mengatakan, realisasi pembangunan pabrik IPO-CPO di Muba tersebut menjadi wujud realisasi nyata kemandirian energi. "Muba ini kan kaya akan minyak dan gas, tentu pengelolaannya harus dimaksimalkan dan dapat berkontribusi untuk kemajuan daerah," ujarnya.

"Apalagi pabrik ini nantinya akan berfungsi sebagai pengelolaan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati atau Biofuel yang merupakan energi terbarukan," tambahnya.

Pabrik yang dibangun Pemkab Muba bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung ini nantinya akan melibatkan petani sawit di Muba. Jika sudah beroperasi, Pabrik IPO-CPO diprediksi mampu menghemat impor BBM sampai dengan US$ 9 miliar.

Di samping itu, Menteri ESDM dan jajaran berjanji akan menambah jaringan gas untuk wilayah Muba. Sesuai target Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, di tahun 2020 diharapkan jaringan dialiri jaringan gas.

Sementara itu, Pimpinan Komisi VII DPR RI Alex Noerdin dalam kesempatan rapat tersebut mengapresiasi komitmen Menteri ESDM dan jajarannya ini. "Kalau ini berjalan nantinya tentu kemandirian energi di Indonesia terlaksana dengan baik dan hal itu telah di Mulai di Kabupaten Muba," ungkapnya. 

Mantan Gubernur Sumsel dua periode ini menambahkan, Muba akan menjadi pilot project atas realisasi pembangunan pabrik IPO-CPO di Indonesia. "Dengan adanya pabrik itu, kelapa sawit dari petani dapat terserap dengan baik dan tingkat kesejahteraan petani sawit meningkat," ujar Alex.

Diketahui, setelah melaksanakan MoU dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengelolaan TBS menjadi biofuel atau bahan bakar nabati, kini proses pembangunan proyek strategis berupa pabrik IPO dan CPO Muba terus digencarkan dan dikebut untuk direalisasikan oleh Pemkab Muba bersama ITB dan ini pula selaras dengan target Bupati Muba Dodi Reza untuk mengembangkan kawasan industri hijau di Kabupaten Muba. 

Tim Pembangunan Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil
(IPO-CPO), Dr IGBN Makertihartha mengungkapkan realisasi pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza sudah sangat tepat dilakukan dan dapat menjadi proyek industri percontohan di Indonesia. 

"Proyek ini juga sangat selaras dengan misi Presiden RI Joko Widodo, selain mendorong peningkatan kesejahteraan petani sawit, realisasi pembangunan pabrik IPO dan CPO di Muba ini juga akan menjadi pilot project di Indonesia," ungkapnya.

Ketua Program Studi (Prodi) S2 dan S3 Teknik Kimia ITB ini juga menjelaskan, hasil turunan produksi pabrik IPO juga akan menghasilkan bahan bakar nabati berupa biofuel, avtur hijau, dan gasoline yang kualitasnya di atas bahan bakar minyak pada umumnya. 

"Jadi, pemanfaatan TBS di Muba nantinya dapat terserap dengan baik dan sangat menguntungkan," jelasnya. 

Lanjutnya, jadwal perencanaan pembangunan pabrik IPO akan difinalkan pada awal Desember 2019 dan pada awal 2020 pembangunan dimulai dan untuk lokasi yang sudah di survei yakni di Kecamatan Sungai Lilin. 

"Untuk pembangunan diprediksi akan memakan waktu satu tahun sehingga awal 2021 operasional pabrik sudah dimulai," terangnya.

Dikatakan, ada beberapa skema yang telah disusun untuk realisasi dan pengelolaan pabrik CPO dan IPO di Muba nantinya yang diprediksi akan menyentuh nilai investasi yang cukup besar. 

"Yang jelas nantinya dalam realisasi pembangunan pabrik CPO dan IPO di Muba ini akan melibatkan secara langsung petani sawit yang ada di Muba," pungkasnya.

Sebelumnya, Pernyataan kesiapan Muba menopang upaya Pemerintah Pusat khususnya langkah PT Pertamina menekan impor minyak lewat pengusahaan energi terbarukan itu disampaikan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin setelah menyimak salah satu problem yang dihadapi Pertamina. 

Sudah setahun ini, tambah Dodi, Muba melakukan kampanye energi terbarukan. Dirinya secara maraton merintis pemanfaatan sawit sebagai sumber bahan bakar. Selain langkah kongkrit menggandeng kampus ITB melalui riset dan persiapan pendirian refinery CPO, Dodi juga berkeliling Eropa. Awal tahun 2019 lalu di sejumlah negara Eropa dan Amerika, Dodi bertemu para peneliti, buyers, hingga pelaku bisnis bahan bakar.

Gayung bersambut. Sehari usai Dodi menyatakan siap menopang energi nasional,  sebuah pertemuan penting digelar, yakni Pertamina Energy Forum. Dirut PT Pertamina, Nicke Widyawati sempat menyampaikan kepada Menteri Dan ESDM Arifin Taslim, di acara itu. 

Kata Nicke, terkait ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri yang masih dipenuhi impor diakui karena belum mampu mencukupi kebutuhan sendiri. 

Pada forum yang digelar Selasa (26/11) ini, Nicke menyebut ada empat pekerjaan rumah. Salah satunya penerimaan sumber energi. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan target bauran energi sebesar 23 persen dari energi terbarukan. 

Dikatakan Nicke, Pemerintah sendiri sudah melangsungkan kebijakan pencampuran minyak nabati pada BBM alias biodiesel. Namun, itu pun belum cukup. Begitu pula dengan penggunaan energi dan panas bumi lainnya. 

"Artinya, kita harus mencari sumber energi terbarukan. Kita lihat CPO terdapat banyak di Sumatera, maka perlu bangun bio refinery di sana. Lalu, batubara di Sumatera Selatan, maka bangun coal grasifikasi di sana," tandas Nicke.
Terpisah, Sekda Muba, Apriyadi memaparkan upaya yang telah dilakukan Pemkab Musi Banyuasin mewujudkan pabrik industri penyokong energi terbarukan. Seperti diberitakan CNNIndonesia.com, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan akan membangun Pabrik Industri Palm Oil dan Crude Palm Oil (IPO-CPO). Pembangunan dilakukan Pemkab Muba bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Kerja sama selain dilakukan dalam pembangunan IPO-CPO, juga pengelolaan tandan buah segar (TBS) sawit menjadi bahan bakar nabati (biofuel). Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Apriyadi mengatakan rencana pembangunan pabrik mendapatkan dukungan dari Presiden RI Jokowi.

Menurut Apriyadi, pembangunan sudah masuk tahap studi kelayakan. Ia memastikan Pembangunan pabrik IPO akan difinalkan pada awal Desember 2019 supaya pada awal 2020 pembangunan dimulai. Pembangunan diperkirakan memakan waktu satu tahun. Pabrik diharapkan sudah mulai beroperasi pada 2021 mendatang.

Rektor ITB Kadarsah Suryadi memperkirakan keberadaan pabrik tersebut bisa menghemat impor BBM sampai dengan US$9 miliar.

Hitungannya yakni ada 17 juta ton kelapa sawit hasil produksi per tahun didistribusikan untuk pengelolaan biofuel. Maka hasil produksi biofuel Muba ini bisa mengurangi impor BBM yang dilakukan oleh negara dalam jumlah yang signifikan.

INFOSEKAYU - Langkah tegas diambil Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam melakukan penertiban dan pemindahan pasar Talang Jawa Kelurahan Balai Agung ke Pasar Randik Kelurahan Kayuara, Selasa (29/10/19).


Dari pantauan di lapangan, pemindahan tersebut dilakukan tim gabungan dari Pemkab Muba, Satpol PP, TNI dan Polri yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB.

Pemindahan tersebut awalnya berlangsung selisih tegang dimana salah satu pedagang menolak lapaknya diangkut Satpol PP.

Namun, setelah dijelaskan akhirnya sejumlah lapak di Pasar Talang Jawe akhirnya diangkut Satpol PP kedalam truck.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Azizah, SSos, MT, mengatakan relokasi atau pemindahan terhadap sejumlah pedagang yang dilakukan setelah pihaknya mengedarkan surat imbauan untuk pindah ke Pasar Randik.

Imbauan tersebut telah dilakukan sebanyak 4 kali terhadap pedagang di Pasar Talang Jawe.

"Ya, kami telah melayangkan sebanyak 4 kali (imbauan-red) kepada para pedagang agar segera pindah ke  Pasar Randik.

Kondisi Pasar Randik jauh lebih baik dan tidak mengganggu aktifitas lalu lintas, selain itu kebersihan juga terjaga," kata Azizah, disela pemindahan Pasar Talang Jawe ke Pasar Randik.

Lanjutnya, pemindahan yang dilaukan pada hari ini berjalan cukup kondusif dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pedagang juga kooperatif dengan adanya pemindahan, pada hari ini pihaknya turun dengan terpadu dalam melakukan pemindahan.

"Pemindahan dan penertiban sendiri dilakukan atas dasar tidak ada izin pedagang yang ada di Pasar Talang Jawe.

Dari data yang ada Dinas Perizinan hanya terdapar 13 bangunan yang memiliki izin, sedangkan sisahnya pedagang lainnya tidak memiliki izin sehingga kita melakukan pemindahan agar Pasar Randik lebih hidup," ungkapnya.

Pedagang yang ada di Pasar Talang Jawe sudah didata dan sudah memiliki tempat masing-masing di pasar randik berdasarkan jenis dagangannya.

"Ketersediaan lapak di pasar randik sangat cukup menampung semua pedagang di pasar talang jawa ini.

Kami sudah melakukan pendataan, ada sekitar 448 pedagang dan semua nya bisa di tampung di pasar randik,” ungkapnya.

Disinggung seandainya sejumlah pedagang di Pasar Talang Jawe kembali menggelar dagangan,
"Kita akan mengambil tindakan lanjutan jika pedagang kembali menggelar dagangan. Kita yakin pedagang bisa 100 persen pindah ke Pasar Randik," jelasnya. /red/

Sumber : Sripoku



INFOSEKAYU - Bertepatan dengan puncak Peringatan Hari Kartini ke 140 di Kabupaten Musi Banyuasin, Ketua Dekranasda Kabupaten Muba, Hj Thia Yufada Dodi Reza meluncurkan Gambo Muba Online, Kamis (25/4/2019).


Peluncuran Gambo Muba Online ditandai dengan pemutaran video tentang produk Gambo Muba yang berdurasi 2 menit 27 detik, diiringi dengan penampilan Fashion Show Gambo Muba by Dovi Rustam di bawah binaan Thia Yufada Dodi Reza.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda yang sekaligus sebagai Penasehat DWP Kabupaten Muba mengatakan, peluncuran Gambo Muba Online ini dengan tujuan mempermudah para konsumen pencinta jumputan Gambo Muba bisa dengan mudah mendapatkan produk tersebut.

"Awalnya pendistribusian produk Gambo Muba ini hanya ingin diperjualbelikan di gerai Gedung Dekranasda Kabupaten Muba saja. Namun dengan seiring waktu banyak peminat Gambo Muba dari luar daerah yang menginginkannya tapi terkendala karena lokasi yang jauh, oleh karena itu sekarang dilaunching Gambo Muba online," jelas Thia.

Istri Bupati Muba ini juga menyampaikan, pembelian Gambo Muba via online ini dapat diakses dengan mengikuti (follow) instagram @gambo_muba, di sana tersedia macam-macam produk Gambo Muba.


"Ayo yang belum follow instagram gambo muba buruan difollow ya, bagi yang udah follow bisa mendapatkan diskon dengan membeli produk Gambo Muba,"ujarnya dengan penuh canda. /red/


INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebagai Pemegang Saham Terbesar Kedua pada Bank Sumsel Babel (BSB), mengusulkan agar pihak BSB untuk fokus membantu dalam menjalankan program replanting sawit rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin.


Demikian disampikan Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2018, bertempat di Gedung Kantor Pusat Bank Sumsel Babel Palembang, Senin (25/3/2019).

Dijumpai seusai rapat, Beni hernedi mengatakan Pemkab Muba sebagai pemegang saham terbesar kedua setelah Provinsi Sumsel di BSB ini telah mengusulkan kepada komisaris independen BSB agar dapat fokus perbantuan pada sektor-sektor yang memang dibutuhkan oleh rakyat seperti saat ini banyak kebutuhan kredit usaha rakyat yang mesti dibantu sehingga langkah ini dapat bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di Sumsel

"Kami meminta kepada BSB untuk dapat tingkatkan pelayanan pada kantong-kantong peredaran uang hingga ke tingkat desa agar mempermudah bantuan pengkreditan bagi rakyat untuk di Musi Banyuaisn kami usulkan BSB fokus pada program replanting sawit rakyat," ucapnya.

Sementara itu menurut laporan Corporate Secretary Bank Sumsel Babel Faisol Sinin pada RUPS kali ini, kinerja perusahaan BSB tahun 2018 mengalami peningkatan. BSB membagikan Dividen sebesar Rp.164,06 miliar.

Berdasarkan hasil penilaian Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali (DBSD&A), bahwa Laporan Keuangan Bank Sumsel Babel Tahun Buku 2018 dinyatakan dengan pendapat "Telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”.

Sedangkan untuk penilaian Self Assessment Bank Sumsel Babel pada Tanggal 29 Januari 2019 mengenai tingkat kesehatan bank berdasarkan resiko posisi 31 Desember 2018, BSB memperoleh Peringkat Komposit 2 (PK 2) dengan predikat SEHAT.

Sementara itu Kepala Cabang Sekayu Bank Sumsel Babel Dede Abdul Halim mengatakan bahwa pihak bank siap melayani dan bekerja sama, apalagi menyangkut kepentingan masyarakat.

"Kami sambut baik usulan dari Pemkab Muba untuk membantu dalam mensukseskan program replanting ini, berupa bantuan meningkatkan pelayanan bagi pengkreditan rakyat,"ujarnya.

Disamping RUPS tahunan, pemegang saham Bank Sumsel Babel juga melakukan RUPS Luar biasa untuk pencalonan DR. Safari ANS sebagai calon Komisaris Independen.

RUPS turut dihadiri Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan Para Bupati/Walikota Walikota Se Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. /red/


INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berusaha secara maksimal menggali setiap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun 2019 mendatang Badan Pengelola Pajak Retrebusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Musi Banyuasin membidik PAD melalui sektor pajak dan Retrebusi Izin Mendirikan Bangunan pada Pengusaha Pengelola Sarang Burung Walet.


Kepala BPPRD Muba H Riki Junaidi, AP, MSi menjelaskan ada 1734 gedung usaha burung walet yang berdiri permanen di Muba, namun 99,9% gedung tersebut belum mengantongi izin usaha dan IMB sehingga penarikan pajaknya tidak bisa dilakukan sekarang.

"Pada dasarnya petani walet bersedia mengurus IMB dan membayar pajak sesuai aturan yaitu 10% dari setiap transaksi penjualan, asalkan syarat dan pengurusan izin tersebut dipermudah dan dilakukan secara massal," ungkapnya pada Rapat Koordinasi di Ruang Rapat Randik, Selasa (13/11/2018).

Lanjutnya, untuk mengoptimalkan PAD selama 2 bulan terakhir BPPRD bersama Kejaksaan Negeri Muba telah melakukan sosialisasi ke Kecamatan-Kecamatan  dan  memanggil wajib pajak ke kejaksaan untuk diberikan penyuluhan tentang pajak dan IMB dalam perspektif hukum.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi menginstruksikan PTSP mengakomodir dan mempermudah pengurusan semua izin para petani walet mengingat pada sektor ini menjadi potensi besar untuk menambah pendapatan asli daerah.

"Saya minta jangan ada oknum pegawai yang menyulitkan pengurusan perizinan, ini tantangan dan peluang besar kita untuk meningkatkan PAD yang selama ini hanya 60 juta rupiah tahun depan bisa mencapai 6,5 milyar," katanya. /red/



INFOSEKAYU.COM- Kabupaten Muba yang sangat melimpah Kekayaan akan sumber daya energi dan mineral. Terlebih, potensi kekayaan minyak di Muba menjadi primadona dan sumber penghasilan. Oleh sebab itu, supaya kekayaan minyak di Muba ini bisa terus berkelanjutan pihak Pemkab Muba terus melakukan inovasi supaya pengelolaan minyak di Muba bisa berkelanjutan atau sustainable.

Untuk mencapai hal tersebut, perusahaaan BUMD Muba yakni PT Petro melakukan kerjasama dengan PT PDPDE Gas, Kamis (29/3) di sela penandatanganan nota kesepahaman PT Petro Muba dengan PT PDPDE Gas di Grand Ina Hotel. 

"Dengan kerjasama ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan di daerah Babat Kukui Muba," ungkap Direktur PT PDPDE Gas, Yasser Arafat. 

Lanjutnya, kerjasama ini juga diharapkan membuka kesempatan kerja secara legal sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. "Selain itu, diharapkan dapat menambah PAD dan Pajak Pusat," tuturnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Muba Drs H Apriyadi MSi berharap supaya kerjasama ini nantinya dapat memberikan efek positif. "Kerjasama ini bisa memberikan hasil yang maksimal dan berkontribusi untuk kemajuan daerah di Muba," pungkasnya. (Edp)




Jakarta, infosekayu.com - PT Pertamina EP memulai tajak (pemboran) sumur MJ-AA5 yang dikelola PT Pertamina EP Asset 1 Ramba Field di Desa Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan‎. Langkah ini untuk mencari sumber minyak dan gas (migas) untuk ketahanan energi nasional.

Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan MJ-AA5 merupakan sumur pemboran eksploitasi dengan kedalaman 500 meter. Kegiatan pemboran diproyeksikan memakan waktu kurang lebih 16 hari dan target pemboran kali ini berupa minyak.

Sumur tersebut adalah sumur pertama yang dibor pada struktur Mangunjaya, pasca penutupan sumur-sumur yang diserobot secara ilegal atau illegal drilling di area tersebut.

"Ini mempertegas bahwa Pertamina EP mempunyai tekad memproduksi migas secara legal dan mematuhi peraturan pemerintah yang berlaku serta kaidah best practice oil and gas," kata Nanang, di Jakarta, Senin (1/1/2018) seperti dilansir liputan6.com.

Nanang mengungkapkan, keberhasilan peningkatan produksi minyak sebesar 200 barel per hari (bph) pada pemboran di TL-AA2 Tanjung Laban, Kecamatan Babat Supat, Pertamina EP Asset 1 Ramba Field, pada Agustus 2017 meningkatkan kepercayaan Pertamina EP untuk  meningkatkan produksi migas yang direfleksikan dengan mengebor sumur MJ-AA5.

Pemboran sumur MJ-AA5 dilakukan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), anak usaha PT Pertamina (Persero), dengan memakai rig PDSI N55. Lokasi sumur MJ-AA5 berdekatan dengan sumur MJ 67 yang sebelumnya diserobot oleh penambang ilegal dan kini sudah ditutup.

Nanang juga menjelaskan, pencapaian target produksi migas berdampak langsung terhadap pendapatan negara. Oleh karena itu, Pertamina EP optimistis menghadapi 2018 dengan semangat jujur, tulus, dan amanah.

"Kami terus berupaya dalam peningkatan produksi dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Selain itu setiap pekerja juga senantiasa mengembangkan sikap dan semangat jujur, tulus, amanah dalam menjalankan pekerjaan," ujar dia. (lip)