Articles by "Berita Duka"
Tampilkan postingan dengan label Berita Duka. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU - Presiden RI ke-3, BJ Habibie, tutup usia. Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun.


Kabar soal meninggalnya BJ Habibie disampaikan oleh Kepala RSPAD Dr Terawan, Rabu (11/9/2019). "Benar, pukul 18.05 WIB," ujarnya.

Cucu keponakan BJ Habibie, Melanie Subono, juga mem-posting soal kepergian BJ Habibie di akun medsosnya. Berikut ini tulisan yang diunggah Melanie Subono:

Eyang ... SAMPAI JUMPA DI KEABADIAN ... Senangnya dah bisa ngelepas kangen sala eyang puteri, bisa berdua dua an lagi... Kita disini ikhlas asal eyang bahagia -- SELAMAT JALAN -- -

Terimakasih sudah membuat Indonesia jauh lebih baik, terimakasih sudah mengajarkan saya jadi PEJUANG , kalo bahasa eyang "PEMBERONTAK" -

Love you - /red/

Sumber: detikcom

JAKARTA - Pesohor Agung Hercules dikabarkan meninggal dunia, Kamis (1/8), pada usia 51 tahun setelah sebulan dikabarkan sakit kanker otak. Disebutkan Agung meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Dharmais.


Kabar Agung Hercules meninggal dunia juga disampaikan oleh penulis Alit Susanto melalui akun Twitter miliknya, Kamis (1/8/2019).

"Inalillahi wa innaillaihi rajiun..Telah berpulang ke Rahmatullah, Mas Agung Herkules di RS Dharmais sore ini," kata Alitt.

"Mohon doa teman2 agar Almarhum diberi tempat damai di sisi-NYA, serta keluarga Almarhum diberi kekuatan & ketabahan. Semasa hidup, Almarhum adalah orang baik. Al-fatihah," lanjutnya. /red/

JAKARTA - Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia dini hari ini di Guangzhou, China.


Sutopo meninggal pukul 02.00 waktu setempat. Kabar meninggalnya Sutopo itu disampaikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana (PRB) BNPB melalui Twitter resminya, Minggu (7/7/2019).

"Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau," tulis Direktorat PRB.

Kabar meninggalnya Sutopo juga disampaikan sang putra melalui Instagramnya. Putra Sutopo, Muhammad Ivanka Rizaldy memohon doa untuk sang ayah.

"Innalilahi wainna ilahiroji'un. Semua yang bernyawa hanyalah titipan dari Allah Yang Maha Kuasa. Malam ini telah berpulang ke Rahmatullah seorang pahlawan dan ayahanda tercinta saya, Sutopo Purwo Nugroho saat menjalani pengobatan di Guangzhou, Cina," tulis Ivanka.

"Bagi semua sahabat dan keluarga mohon sebesar-besarnya untuk memaafkan semua kesalahan Pak Sutopo sengaja maupun tidak sengaja. Mari mendoakan Almarhum Pak Sutopo agar selalu diterima disisi Nya dan diterima amal ibadahnya. Aamiin. Terimakasih atas semua yang kau berikan Pah, aku kan selalu mendoakan mu," lanjutnya.

Sutopo meninggal dalam perjuangannya melawan kanker paru-paru. Ia didiagnosis di sekitar awal Desember 2017 dan di tengah perjuangannya masih sempat bertugas mengawal kejadian bencana di Indonesia.

Pria yang dianugrahi Asian Of The Year 2018 itu sebelumnya bertolak ke Guangzhou untuk pengobatan. Sutopo mengatakan bahwa kankernya sudah menyebar.

Uitu ia meminta doa dan restu dari para netizen menjalani satu bulan pengobatan di Guangzhou.

"Hari ini saya ke Guangzho untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di bsnyak tulang dan organ tubuh lali. Kondisinya sangat menyakitkan sekali," kata Sutopo mengunggah video pada Sabtu (15/6/2019) yang menunjukkan dirinya sedang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. /red/

Sumber : detikcom


INFOSEKAYU - Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) kabupaten Musi Banyuasin Drs Wahidin Sudiro Husodo, M Hum, tutup usia pada Minggu (9/6/2019) pukul 5 pagi, di Rumah Sakit Hermina Palembang.


Pesan meninggalnya Wahidin ini didapat dari putranya Faris. 

Almarhum menjabat sebagai Ketua KPAD Muba untuk masa bakti  2015-2020

Almarhum dikenal ramah dan tegas.

Perjuangan almarhum untuk membela hak-hak anak telah dilakukan semasa hidupnya. Selain itu almarhum juga dikenal sebagai tokoh agama yang terus berdakwa di kalangan masyarakat.

Almarhum Wahidin juga menjabat sebagai P3N Kelurahan Kenten Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Begitu juga kiprah politik semasa hidup almarhum di Partai Amanat Nasional juga terus menyemangati. /red/

Sumber : anterosumsel.com



INFOSEKAYU.COM - Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza merasa sangat kehilangan atas telah berpulangnya Tokoh Sumsel Nazaruddin Kiemas yang dikabarkan meninggal dunia Selasa (26/3/2019).


"Sangat berduka dan kehilangan. Saya dari Belanda langsung menuju ke rumah duka sore ini," ucap kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut ketika dihubungi via whatsapp.

Diketahui, perjalanan Dodi Reza ke Belanda tersebut merupakan undangan langsung secara resmi untuk kunjungan rapat bersama ke kantor IDH Global di Arthur van Schendelstraat, Utrecht, Belanda 22-24 Maret 2019.

"Saat ini saya masih dalam perjalanan menuju Jakarta, beliau sosok yang baik dan menjadi panutan, semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucapnya.

Diceritakan Dodi, dirinya bersama Nazaruddin Kiemas banyak sharing bersama dan beliau juga banyak berkontribusi untuk Sumsel sewaktu bersama-sama duduk di DPR RI.

"Saya dengan beliau sangat dekat, dan terakhir kenangan bersama almarhum waktu saya bersama wakil Bupati Muba Beni Hernedi bersama-sama almarhum tepatnya pada 20 Februari lalu, saat itu beliau berkunjung ke Muba untuk menyerahkan bantuan Sumur Bor Air Tanah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi VII DPR RI Tahun Anggaran 2018 di Pesantren Salamun Aitam Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu," ungkap Dodi.

Diinformasikan sebelumnya, Nazaruddin Kiemas yang juga politisi Partai PDI Perjuangan ini merupakan ayah kandung dari mantan Ketua DPRD Sumsel Giri Ramandha Kiemas. Almarhum akan di semayamkan dan di kebumikan Rabu (27/3) di Jakarta, Jalan Mawar Blok G1 No 12, Puspita Loka, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten. /red/



INFOSEKAYU.COM - Sosok dari Ir H Nazaruddin Kiemas, MM, bukan saja dikenal karena ketokohannya. Namun, caranya mengayomi wong Sumsel hingga ke kalangan pejabat, membuat Almarhum akrab disapa babe.


Makanya, ketika mendengar kabar meninggalnya adik kandung Taufik Kiemas itu pada Senin (26/03) sekitar pukul 12.20 WIB, publik Sumsel seolah masih tak percaya. Itu karena, orang-orang yang baru bertemu Almarhum beberapa waktu lalu menyatakan kondisi terakhir beliau masih sehat.

Semasa hidupnya, Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu sangat enak diajak diskusi, terlebih yang menyangkut isu-isu sejarah dan lingkungan hidup. Bahkan, saat berdiskusi tentang Kesultanan Palembang Darussalam berjalan, Almarhum kerap lupa dengan waktu.

“Saya sangat dekat dengan babe (Nazaruddin Kiemas) nih, saya memang memanggilnya babe. Karena sudah seperti orang tua sendiri. Beliau ini selalu mengayomi kami kader-kader PDIP yang muda-muda selama ini,” ungkap Beni Hernedi, Kepala Badan Saksi Pemilu Nasional Provinsi Sumsel DPD PDIP Sumsel, Selasa (26/03).

Beni menuturkan, bahwa banyak belajar politik selama ini dari babe. Apalagi, Wakil Bupati Muba itu melanjutkan, pada tiga acara selama satu bulan terakhir di Kabupaten Muba ini, dirinya selalu mendampingi Almarhum.

“Saya, Bupati Muba (Dodi Reza Alex) dan babe bersama – sama hadir pada acara peresmian sumur bor siap minum bantuan aspirasi beliau di Sumsel yang diresmikan di Muba. Kemudian, sosialisasi BBM satu harga dan penyalur BBM subsidi. Untuk  wilayah Muba dibantunya bakal dapat jatah. Terakhir, bersama babe sekitar dua minggu lalu, pada acara sosialisasi teknologi reservaat sungai di Desa Bruge, Kecamatan Babat Toman bersama nelayan sungai,” tuturnya.

Bercerita tentang sosok babe, Beni mengatakan, ada beberapa pesan yang disampaikan Almarhum kepadanya, baik pada saat berdiskusi maupun saat bersama-sama pada tiga acara tersebut.

“Beliau ngomong dan ngasih nasihat soal menangkap ikan. Kalau (ikan) yang masih kecik dilepaske bae. Kito Wong Musi nih jangan kejam, katanya. Ikan masih anakan masuk corong galo, dihabisi galo kagek ikan nih habis. Makan ikan dari luar galo laju,” katanya.

Selain itu, Beni juga menyampaikan nasihat lainnya yang diberikan Almarhum, yang merupakan ayah kandung dari Ketua DPD PDIP Sumsel, Giri Ramanda tersebut. Pertama, babe selalu memberi nasihat tentang pentingnya ideologi nasionalis religius berpancasila dalam berpolitik.

“Kemudian tentang lingkungan hidup. Nah kalau ini, babe sudah menitipkan Danau Cala untuk dijaga. Katanya, karena Danau Cala itu reservaat sungainya secara alami,” jelas Beni.

“Ya dengan perginya babe ini, mari kita berdoa untuk beliau dan khusus untuk warga Muba, saya mohon maaf atas kesalahan beliau selama ini, sekaligus mengucapkan terima kasih banyak atas semua yang sudah diperbuat beliau untuk Muba, semoga jadi amal ibadah Almarhum,” tandasnya. (tul)

Almarhum Nazaruddin Kiemas disemayamkan dan dikebumikan Rabu (27/03) di Jalan Mawar Blok G1 No 12, Puspita Loka, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten. /red/

Sumber : Fornews.co


INFOSEKAYU.COM - Ustad Maulana membawa kabar duka. Istrinya, Nur Aliah meninggal dunia.
Kabar ini pertama disampaikan oleh Oki Setiana Dewi lewat Instagramnya. Belum diketahui apa penyebab istri sang ustad tutup usia.


Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun
Allahumaghfir laha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha -
Telah berpulang Ibu Nuraliyah Ibnu Hajar (Istri dari Ustadz Nur Maulana), pada hari Minggu 20 Januari 2019 jam 16.21 WIB di RS Bhayangkara Makassar.

Turut berduka cita sedalam dalamnya, semoga Almarhumah husnul khatimah, الله terima amal ibadah beliau, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan & ketabahan.
Aamiin.
Idap Kanker Usus
Nuraliyah atau Ummi Naorah meninggal setelah mengidap penyakit kanker usus. Hal ini dijelaskan Maulana sendiri.

"Sebenarnya sakitnya terdektisi Ramadan, sudah sakit drop, tidak bisa ke Jakarta tidak apa-apa karena dia sakit, Sampai bulan Muharram baru masuk RS Ibnu Sina. Habis itu, ternyata ada kanker di usus dan itu di anus, dekat anus," kata Ustad Maulana, di Jalan Satando, Makassar, Senin (21/1/2019).

Maulana menyebut istrinya mengidap kanker usus hingga sudah sampai ke paru-paru dan harus dilakukan tindakan pengeluaran cairan. Namun apa daya, sekitar pukul 15.00 Wita kondisi istrinya kembali drop dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 17.30 Wita di RS Bayangkara Makassar.

"Kata dokter itu kankernya sudah di paru-paru dan harus dikluarkan cairan, saya tanda tangan untuk keluarkan cairan itu, jam 1 saya tinggalkan, jam 3 sudah drop dan meninggal tadi setengah 6," jelasnya.

Ummi Naorah bahkan sempat akan dilakukan perawatan di Malaysia, namun apa daya, sang isteri tercinta harus menghembuskan nafas terakhirnya dan menghikhlaskan kepergian Nuraliyah yang telah mendampinginya selama 10 tahun lamanya.

"Dan memang ini Allah yang atur, saya sudah punya rencana datang ke Makassar temani dia, drop dulu di perbaiki dulu, mau infus tahu-tahu sudah jadi tak sempat dibawa baik Malaysia," papar Maulana. /red/

Sumber : detikcom


INFOSEKAYU.COM - Innalilahi Wainna ilaihi roji'un selamat jalan Habiburrahman, ribuan status media sosial memposting berita duka atas meninggalnya sosok ASN yang telah puluhan tahun mengabdikan dirinya terhadap Kabupaten Musi Banyuasin Jumat (21/9/2018).





Telah wafatnya Habiburrahman banyak meninggalkan luka mendalam bagi banyak pihak. pasalnya pria berkacamata yang ramah senyum dan merupakan sosok yang mengispirasi.

Diketahui Habiburrahman saat ini masih aktif dan menjabat sebagai kepala Dinas Sosial (Dinsos Muba), beliau meninggal dunia pada pukul 23.10 WIB di RSUD Sekayu.

Menurut informasi sebelum menghembuskan nafas terakhir almarhum sempat dirawat di RSUD Sekayu selama tiga hari, setelah penyakit Leukimia yang ia derita kembali kambuh.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, yang langsung memimpin upacara pelepasan Jenazah Almarhum  dan turut ikut menyolati di Masjid Jami Mandi Api, Ia mengaku sangat berduka serta kehilangan akan sosok alm  yang baik, juga berdedikasi dalam pekerjaan.

"Saya secara pribadi sangat merasa kehilangan, Beliau orang yang berdedikasi dalam pekerjaan dan dikenal baik dalam bergaul," ujarnya dengan nada datar.

Dodi Reza berharap, agar semua pihak memaafkan jika ada kesalahan dalam pergaulan sehari-hari dan mendoakan beliau ditempatkan disisi terbaik Allah Swt

"Maafkan jika ada salah, kita berdoa semoga almarhum diberikan jalan yang tebaik disisi Nya ," pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Muba H Apriyadi, S Sos, M Si, mengaku sangat kehilangan dan tidak percaya akan kehilangan salah satu kepala dinas terbaik. Karena baru beberapa hari yang lalu bercerita tentang sejumlah program yang positif guna percepatan pembangunan daerah.

"Rasa tidak percaya dengan musibah ini, tapi apa lah daya, kita hanya manusi dan Allah ternyata memiliki kehendak dan lebih sayang dengan rekan saya ini," ujarnya dengan terbata-bata, saat menyampaikan sambutan usai pemakaman di TPU Kebun Bunga Palembang.

Dia berharap kepada seluruh rekan-rekan organisasi perangkat daerah yang ada di Muba untuk memaafkan kesalahan, jika selama ini almarhum memiliki kesalahan kata.

"Maafkan dan lupakan, serta kita doakan, sehingga teman dan juga sahabat kita ini bisa dilapangkan kuburnya. Serta ditempatkan ditempat yang terbaik disisi Allah SWT," tutupnya. /red/