Articles by "Imunisasi Rubella"
Tampilkan postingan dengan label Imunisasi Rubella. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Imunisasi Measles Rubella (MR) di Indonesia resmi berakhir pada 31 Oktober kemarin. Di Sumsel, tercatat Kabupaten Musi Banyuasin berhasil mengantongi capaian tertinggi dalam realisasi Imunisasi MR dengan capaian 104,59 persen.


 "Muba jadi salah satu Kabupaten di Sumsel yang capaian imunisasi MR-nya melampaui target," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sumsel, Lesty Nuraini.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Muba melalui komitmen Bupati Muba sudah sangat baik dalam melaksanakan imunisasi MR.

"Berkat itu, Kabupaten Muba tersebut mendapatkan apresiasi dari Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek," bebernya.

Sementara itu, capaian program imunisasi MR yang sampai di atas 100 persen tersebut dibenarkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Muba Azmi.

"Jumlah tersebut mencapai 189.001 sasaran dari target yang ditetapkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan untuk program imunisasi MR di Kabupaten Musi Banyuasin,” katanya.

Lanjutnya, capaian imunisasi tersebut tidak lepas dari komitmen Bupati Muba Dodi Reza Alex untuk menjaga kesehatan rakyat Muba dengan upaya preventif dan peningkatan mutu pelayanan baik pada pelayanan kesehatan masyarakat maupun perseorangan.

"Alhamdulillah imunisasi MR ini di lapangan berjalan lancar, dan masyarakat Muba sangat antusias untuk mengikuti rangkaian imunisasi MR tersebut.

Diketahui, dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel sampai 30 Oktober 2018 ada lima daerah tergolong tinggi capaian program imunisasi MR, yaitu Kabupaten Musi Banyuasin mencapai 104,59 persen, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan capaian 95,6 persen, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencapai 96,86 persen, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mencapai 98,35 persen dan Kabupaten OKU Timur mencapai 98,82 persen.

Daerah lainnya, capain terendah di Sumsel adalah Kabupaten Banyuasin yang pada 30 Oktober 2018 mencapai 58,55 persen, Kota Prabumulih 58,6 persen dan Kota Palembang yang mencapai 59,4 persen.

Untuk capaian seluruh Indonesia, program imunisasi MR  di Sumsel mencapai 80,31 persen. Capaian program imunisasi MR di Sumsel tersebut berada pada peringkat 11 dari 28 provinsi yang melaksanakan program imunisasi MR.  /red/
 

INFOSEKAYU.COM - Ada yang berbeda dari kegiatan pertemuan rutin bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kali ini yang dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Selasa (7/8/2018).



Pada pertemuan kali ini, DWP Kabupaten Muba mengundang narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, dr Desi, SpA, untuk memberikan sosialisasi tentang imunisasi campak dan Measles Rubella (MR). Acara turut dihadiri Penasehat Penasehat DWP Kabupaten Muba, Hj Thia Yufada Dodi Reza dan Wakil Penasehat DWP Kabupaten Muba, Susy Imelda Beni Hernedi serta Ketua DWP Kabupaten Muba, Hj Asna Aini Apriyadi.

Dari pantauan di lokasi acara terlihat ketua dan anggota DWP berbagai instansi Pemkab Muba. Mereka rata-rata mengaku senang dengan informasi pengetahuan tentang kesehatan yang dipaparkan oleh nara sumber dari Dinkes tersebut.

Banyaknya pertanyaan dari istri ASN itu membuktikan peserta sosialisasi begitu antusias untuk mengetahui apa itu imunisasi campak dan MR, apa manfaatnya dan bagaimana cara pencegahannya.

Menurut Penasehat DWP Kabupaten Muba, Hj Thia Yufada Dodi Reza, pertemuan rutin bulanan DWP selain sebagai sarana meningkatkan tali silaturahmi, juga dijadikan sebagai sarana untuk bertukar informasi, meningkatkan wawasan dan pengetahuan anggota DWP.

Istri Bupati Muba ini mengapresiasi atas agenda rutin pertemuan DWP kali ini, terlaksananya sosialisasi imunisasi campak dan Measles Rubella (MR) ini sebagai langkah awal pencegahan penyakit menular. Imunisasi merupakan hak anak yang sangat penting diberikan sejak dini.

"Rubella ini bahkan bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi jika terinfeksi selama kehamilan. Obatnya sampai sekarang belum ada, sehingga pencegahan lewat imunisasi sangat penting, mari kita simak dan serap ilmu sebanyak-banyaknya dari narasumber, agar kita punya jawaban untuk menjadwab pertanyaan dari masyarakat yang sedang menjadi topik kontraversi saat ini," ujarnya. /red/