Articles by "Replanting Sawit"
Tampilkan postingan dengan label Replanting Sawit. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebagai Pemegang Saham Terbesar Kedua pada Bank Sumsel Babel (BSB), mengusulkan agar pihak BSB untuk fokus membantu dalam menjalankan program replanting sawit rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin.


Demikian disampikan Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2018, bertempat di Gedung Kantor Pusat Bank Sumsel Babel Palembang, Senin (25/3/2019).

Dijumpai seusai rapat, Beni hernedi mengatakan Pemkab Muba sebagai pemegang saham terbesar kedua setelah Provinsi Sumsel di BSB ini telah mengusulkan kepada komisaris independen BSB agar dapat fokus perbantuan pada sektor-sektor yang memang dibutuhkan oleh rakyat seperti saat ini banyak kebutuhan kredit usaha rakyat yang mesti dibantu sehingga langkah ini dapat bertujuan untuk menekan angka kemiskinan di Sumsel

"Kami meminta kepada BSB untuk dapat tingkatkan pelayanan pada kantong-kantong peredaran uang hingga ke tingkat desa agar mempermudah bantuan pengkreditan bagi rakyat untuk di Musi Banyuaisn kami usulkan BSB fokus pada program replanting sawit rakyat," ucapnya.

Sementara itu menurut laporan Corporate Secretary Bank Sumsel Babel Faisol Sinin pada RUPS kali ini, kinerja perusahaan BSB tahun 2018 mengalami peningkatan. BSB membagikan Dividen sebesar Rp.164,06 miliar.

Berdasarkan hasil penilaian Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang & Ali (DBSD&A), bahwa Laporan Keuangan Bank Sumsel Babel Tahun Buku 2018 dinyatakan dengan pendapat "Telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material”.

Sedangkan untuk penilaian Self Assessment Bank Sumsel Babel pada Tanggal 29 Januari 2019 mengenai tingkat kesehatan bank berdasarkan resiko posisi 31 Desember 2018, BSB memperoleh Peringkat Komposit 2 (PK 2) dengan predikat SEHAT.

Sementara itu Kepala Cabang Sekayu Bank Sumsel Babel Dede Abdul Halim mengatakan bahwa pihak bank siap melayani dan bekerja sama, apalagi menyangkut kepentingan masyarakat.

"Kami sambut baik usulan dari Pemkab Muba untuk membantu dalam mensukseskan program replanting ini, berupa bantuan meningkatkan pelayanan bagi pengkreditan rakyat,"ujarnya.

Disamping RUPS tahunan, pemegang saham Bank Sumsel Babel juga melakukan RUPS Luar biasa untuk pencalonan DR. Safari ANS sebagai calon Komisaris Independen.

RUPS turut dihadiri Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan Para Bupati/Walikota Walikota Se Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. /red/


INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus berupaya mendongkrak harga sawit di kalangan petani rakyat di bumi Serasan Sekate. Musi Banyuasin selama ini dikenal sebagai perintis replanting sawit berkelanjutan. Sebagai pilot project peremajaan  sawit di lahan seluas 7500 hektar, Musi Banyuasin terus bikin kemajuan.


Dalam waktu tak lama Muba segera mereealisasikan Verified Source Area (VSA).  Jurus penerapan VSA  selain efektif juga menguntungkan. Sebab sistem ini memastikan semua komoditas sawit dan karet dari Muba  terverikasi nantinya sehingga  Penyelenggaraan atau klaim produk tak akan terjadi.

Artinya tidak bisa lagi pihak dari luar menyerang isu deforestasi dari hasil komoditas sawit di Indonesia khususnya di Muba.

Upaya VSA juga bagian dari komitmen Kabupaten Musi Banyuasin mengimplementasikan pembangunan yang sustanaible atau berkelanjutan utamanya di komoditas perkebunan sawit.

Keuntungan VSA  bagi petani swadaya Muba yang utama adalah naiknya harga produk.

Selain VSA, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin pada tahun 2019 ini juga akan melakukan pemanfaatan gas dan bio solar  dalam upaya menaikkan harga sawit petani rakyat.

Langkah jitu disampaikan Bupati Muba Dodi Reza Alex pada kesempatan pertemuan di ajang The 2019 Urban Environmental Accord (UEA) South Sumatera di Hotel Mulia Senayan Jakarta, Senin (4/2/2019). 

Dodi Reza Alex menyebutkan ke depan Pemkab Muba berkeinginan merintis suplai CPO hasil replanting kelapa sawit untuk green energi bio solar memanfaatkan kilang minyak mendukung Paris Agreement CoP 21 tentang Energi baru terbarukan.

"Paris agreement merupakan komitmen internasional untuk perubahan Iklim dimana pada tahun 2025 di Indonesia untuk penggunaan Energi baru terbarukan sebesar 23 persen dari konsumsi energi fosil," ungkap Dodi Reza Alex Noerdin.

Menurut Dodi,  Pemkab Muba akan berkiprah langsung  melalui perusahaan BUMD yakni PT Petro Muba  bekerjasama dengan PT Taruko Energi. Ia meminta, PT TME dapat memanfaatkan gas alam dari Muba untuk menghasilkan LPG. "Muba juga berpotensi menghasilkan Bio Solar hingga B100 dengan sumber bahan baku dari replanting kelapa sawit," terangnya.

Dodi menambahkan, seperti diketahui tahun 2017 Muba telah  mereplanting sawit rakyat seluas 7500 hektar  dan tahun 2019 bertambah 5000 hektar sehingga total  mencapai 12.500 hektar.

"Di sisi lain dengan akan dilaksanakannya Konferensi Tingkat Tinggi Kesesuaian Lingkungan Hidup the Urban Environmental Accord (UEA) Summit di Palembang  23-25 Oktober 2019 inovasi dapat dipromosikan sebagai bentuk implementasi pembangunan hijau rendah karbon untuk mendapatkan insentif karbon kredit," tambahnya. 

Beberapa upaya Muba terus dilakukan untuk pengembangan turunan kelapa sawit. "Bukan saja dimanfaatkan   untuk produk turunan makanan namun untuk energi baru terbarukan.  Komitmen Muba sebagai daerah yang berbasis pembangunan hijau berkelanjutan jelas dan tegas," ulasnya.

Dodi berharap, PT TME dapat mewujudkan pembangunan LPG dan meningkatkan PAD, menciptakan lapangan kerja, dan mempemudah persediaan LPG bagi industri dalam negeri.

"Dengan adanya kerjasama antara Pemkab Muba dan swasta tentu pemanfaatan sumber daya gas mampu menopang  kepentingan daerah, dan kegiatan ini dapat dioperasikan dalam tahun ini juga. Sedangkan jika kegiatan CPO menjadi Bio Solar terwujud akan meningkatkan pendapatan petani sawit dari nilai tambah produk," ulasnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Direktur Utama PT TME  Bambang Juniarto, Direktur Keuangan PT TME Moshes, Asisten II Pemkab Muba Ir H Yusman Srianto MT, Kepala Disbun Pemkab Muba Iskandar, Kabag Humas Pemkab Muba Herryandi Sinulingga AP. /red/


INFOSEKAYU.COM - Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditas utama di Kabupaten Musi Banyuasin, saat ini di Bumi Serasan Sekate telah banyak batuan serta dukungan pemerintah untuk perkebunan kelapa sawit di antaranya program peremajaan kebun kelapa sawit (replanting) dan bantuan bibit.


Oleh karena itu Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Wakil Bupati Muba Beni Hernedi sangat menginginkan adanya industri hilirisasi dibidang kelapa sawit.

"Ada sekitar 1,52 juta ton CPO kita keluar terus dari Muba, kita akan dorong industri hilir, seperti industri minyak goreng di kabupaten kita," ujar Beni saat menyampaikan sambutan pada acara launching Pembangunan Sawit Rakyat (PSR) Tahap II di Desa Sumber Rejeki Kecamatan Sungai Lilin, Senin (6/8/2018).

Lanjutnya, selain itu Pemkab Muba akan melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) terkait perkebunan kelapa sawit, dengan membuka sekolah menengah kejuaran kelapa sawit.

"Tahun depan akan kita buka, diharapkan lulusannya kelak dapat terserap di perusahaan kelapa sawit," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Dirut BPDP KS Dono Bustomi mengatakan proses PSR di Kabupaten Muba akan dijadikan contoh bagi 22 Provinsi di Indonesia.



"Proses PSR di Muba sangat bagus, untuk itu kami akan jadikan yang dilakukan di Muba ini sebagai contoh bagi provinsi yang akan melaksanakan PSR," ucapnya.

Sementara Kapala Dinas Perkebunan Muba Drs Iskandar Syahrianto MH menuturkan PSR  tahap pertama seluas 4.446 hektar yang dilaunching Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, berjalan lancar dan sudah dilaksanakan.

"Sekarang tahap kedua, besar harapannya agar dapat di-support," tuturnya. /red/



INFOSEKAYU.COM - Tim Asistensi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendatangi Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dalam rangka rapat koordinasi terkait titik wilayah replanting kelapa sawit di Kecamatan Sungai Lilin dan Keluang, bertempat di Ruang Rapat Randik, Selasa (31/7/2018).


Penasehat kebijakan Menteri perekonomian, Saifudin menjelaskan tujuan kedatangan tim Kemenko ke Muba, pertama memang Pemerintah Bapak Presiden Republik Indonesia sedang melakukan program KPE namanya kebijakan pemerataan ekonomi diantaranya, terkait replanting kelapa sawit untuk perkebunan di Muba yang diresmikan langsung oleh Pak Jokowi pada tanggal Oktober 2017 yang lalu.

"Kenapa kita perlu hadir langsung, karena ingin betul-betul menyampaikan informasi ke Bapak Presiden melalui Bapak Menko Perekonomian data yang benar-benar valid dan akurat, makanya kami harus datang dan menerbangkan pesawat drone di lokasi tersebut di semua lokasi yang menjadi pilot project khususnya sawit di Musi Banyuasin, harapannya model ini bisa tercapai dengan baik dan akan dilakukan model seperti ini untuk daerah-daerah selanjutnya yang berpotensi untuk ditanami sawit," jelasnya.

Lanjutnya, terkait pelaksanaan teknis verifikasi melalui survei udara, pihaknya akan menerbangkan pesawat drone tepat di atas 8700 hektar di dua kecamatan yaitu, di Sungai Lilin dan di Keluang.

"Yang menjadi prioritas yang paling pokok mesti kita verifikasi untuk dijadikan report itu yang paling prioritas ialah di Sungai Lilin, karena waktu itu yang menjadi pilot project-nya Presiden RI," ungkapnya.



Sementara itu, mewakili Bupati Muba, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan, Erdiansyah, SE, MSi, menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim dari Kemenko.

"Kedatangan tim Kemenko ini merupakan bukti keseriusan pemerintah pusat bagi Pemkab Muba atas program replanting sawit, tentunya Pemkab Muba komitmen, karena ini berkelanjutan dari komoditi kelapa sawit, kami juga komit terhadap bibit yang ditamani, jangan sampai bibit yang tidak bersertifikat serta legalitas lahan petani dan memperhatikan tanaman dengan sarana produksinya," tukasnya.

Kepala Dinas Perkebunan Drs Iskandar Syarianto, MH, menanggapi, nanti tim Kemenko akan melakukan pengecekan di lapangan, tentu kami menyambut positif kegiatan ini karena ini merupakan database.

"Kami sudah melakukan inisiatif sendiri dengan pihak perpajakan tiap hari tapi,memang datanya belum terlalu valid, karena waktu itu baru titik nol untuk penumbangan jadi hari ini mungkin tim sudah mendapatkan hasilnya sudah di tumbang dan ditanam di lapangan bisa menghitung," ujarnya. /red/