Articles by "info muba"
Tampilkan postingan dengan label info muba. Tampilkan semua postingan

Muba, Infosekayu.com - Penumpukan buah sawit di pabrik PT WPG (Wanapotensi Guna) kecamatan Sanga Desa kabupaten Musi Banyuasin Muba sudah terjadi dalam kurun waktu beberapa hari terakhir.

Alhasil pihak pabrik pun menyetop sementara pasokan sawit dari luar Muba guna memaksimalkan produksi buah sawit yang ada saat ini.

Pirhot Manurug selalu Manager HRD-Humas PT WPG mengakui jika saat ini pabrik mereka lagi penuh akibat kiriman buah sawit dari luar daerah.

“Ada penumpukan karena banyak buah luar datang dan produksi buah sendiri juga lagi meningkat, jadi untuk pelayanan yang terjadi kurang maksimal akibat penumpukan,”ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (18/5/2022).

Adapun buah sawit yang datang dari daerah Uluan seperti Musi Rawas, Jambi dan Bengkulu.

Pirhot mengaku jika selama ini buah-buah sawit dari luar itu tidak pernah masuk ke pabrik mereka.

"Mungkin karena pabrik-pabrik di tempat mereka tutup jadi mereka cari pks yang masih buka," terangnya.

Untuk mengatasi penumpukan yang sudah terlanjur terjadi, rencananya pihak pabrik akan menghabiskan buah yang masih antri.

Maka itu pihaknya sudah 2 hari ini stop terima buah dari luar supaya bisa mereka habiskan yang masih antri di depan pabrik.

"Pokoknya habiskan dulu yang ada saat ini, sekarang kita juga ada kendala tangki timbun sudah hampir penuh dan ini jadi masalah karena biasanya kita jual CPO ke PT SAP dan Musim Mas.

Mereka kirim mobil untuk ambil CPO banyak. Hanya saja persoalanya pihak PT SAP dan Musim Mas belum mengambil stok di pabrik mereka," ucapnya.

Terkait adanya dampak penumpukan buah sawit dengan penyusutan harga, pihaknya masih ikut kontrak dari dinas perkebunan.

"Soal harga tidak berpengaruh, karena kita ikut kontrak harga Disbun," tutupnya.

Sementara itu, salah satu sopir yang tidak ingin disebutkan namanya pembawa buah sawit yang sudah 3 hari di PT WPG mengharapkan pihak perusahaan untuk segera melakukan pengambilan terhadap buah sawit tersebut.

“Sudah 3 hari saya temalam disini pak, buah alami susut. Kalau buahnya susut jadi brondol rugi 20 persen,”ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap harga buah kembali stabil dan pabrik kembali lancar untuk penggilingan.

“Ya kami berharap pabrik lancar penggilingannya dan kurangin potongan dan sutiran buah nya. Karena kami masuk bawak buah segar sedang di pabrik sampai 4 malam itukan kesalahan pabrik tidak maksimal penggilingannya,”ungkapnya. (Sriwijaya post) 

Sekayu, Infosekayu.com - Saat ini musim kemarau kian mendekati walaupun di sebagian wilayah di Sumsel sendiri masih turun hujan. Kendati demikian, kondisi cuaca panas sudah mulai dikeluhkan masyarakat terutama di kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang mana curah hujan mulai menurun belakangan ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba H Pathi Riduan mengatakan, memang saat ini sudah mulai musim kemarau namun masih ada basahnya.

"Imbauan untuk masyarakat selalu jaga situasi jangan sampai terjadi Karhutlah atau kebakaran lainnya walaupun masih belum terlalu kemarau kering," ujarnya saat dikonfirmasi Kamis (12/5/2022).

Selain itu mayoritas puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang. Maka itu ia menyarankan jangan sampai melakukan kegiatan yang bisa memicu kebakaran.

"Sekecil apapun api, kalau kondisi cuaca sudah panas pasti akan mudah membakar area sekitarnya. Apalagi Muba sempat menjadi wilayah yang banyak terdapat titik hotspot tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan yang update 10 Mei kemarin diketahui sangat pendek kisaran 1-5 hari. Sebagian wilayahnya Banyuasin, Palembang, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Muara enim, Prabumulih, sebagian besar Lahat, sebagian kecil Empat Lawang, Pagar Alam, dan sebagian Musi Rawas.

"Sementara untuk kekeringan ekstrem 60 hari ke depan tidak ada. Artinya masih ada hujan walau potensinya rendah," ungkapnya.

Sedangkan untuk distribusi curah hujan dasarian I Mei 2022 untuk kategori rendah (0-50 mm) sebagian besar wilayah Ogan Komering Ilir, sebagian kota Palembang, Ogan Ilir, sebagian kecil Musi Banyuasin, Musirawas dan Lahat.

Lalu kategori menengah (50-150 mm) sebagian Banyuasin, Musi Banyuasin, sebagian besar Musirawas dan Musirawas Utara, Lubuk Linggau, seluruh Pali, Prabumulih,sebagian besar Muaraenim, sebagian Pagar Alam, sebagian kecil Ogan Ilir, Ogan KOmering Ulu timur, seluruh OKU dan OKU Selatan.

"Untuk kategori tinggi (150-300 mm) itu sebagian kecil Banyuasin, Muara Enim, dan Lahat dengan curah hujan tertinggi di Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat (213.0 mm). Lalu kategori sangat tinggi (>300 mm) tidak ada," tutupnya. (Gatra)


PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM  – Ketua DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati menyampaikan, mekanisme penunjukan Penjabat (Pj) Kepala Daerah merupakan kewenangan Kemendagri dan harus ada rekomendasi dari gubernur.

Seperti halnya penunjukan Pj Bupati Muba, yang masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022 akan habis pada 22 Mei 2022 mendatang, kata Anita, itu tidak harus meminta persetujuan dari DPRD Sumsel.

“Hanya saja kalau boleh saran, siapapun yang usulkan atau ditunjuk, adalah orang-orang yang punya kapabilitas dalam hal memimpin dan manajemen sebagai birokrat,” ujar dia, Minggu (24/4/2022).

Karena, ungkap Anita, sebagai kepala daerah, Pj harus melaksanakan program-program yang sudah, telah, dan akan dilaksanakan oleh kepala daerah sebelumnya.

“Sehingga, jangan sampai menunjuk Pj tidak punya kapabilitas. Itu akan membuat stagnan dalam pembangunan,” ungkap dia.

Politisi Perempuan Partai Golkar itu menjelaskan, Kabupaten Muba adalah satu-satunya daerah di Sumsel yang habis masa jabatannya di tahun 2022 ini. Kalau tahun 2023 nanti akan ada 9 Pj Bupati dan Wali Kota.

Terkait jabatan Pj Bupati dan Wali Kota sendiri, jelas Anita, diambil dari jabatan pimpinan tinggi atau setara dengan eselon II (4C) dan masih aktif.

“Tidak harus dari jajaran Pemprov Sumsel, Sekda setempat yang memiliki kapabilitas bisa menjadi Pj Bupati. Tapikan harus ada persetujuan gubernur maupun rekomendasi gubernur untuk diusulkan ke Kementrian Dalam Negeri,” jelas dia.

Sementara terpisah, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, Pemprov Sumsel sendiri saat ini tengah menyiapkan Pj Bupati Muba yang pantas.

“Nanti akan kita carikan yang pas untuk mengisi Penjabat Bupati Muba,” tandas dia. (fornews.co) 

Sekayu, Infosekayu.com - Memasuki puncak arus mudik Lebaran, warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali antusias melakukan vaksinasi dosis satu, dosis dua, maupun booster yang digelar Polres Muba. Kali ini bertempat di gedung serbaguna Kecamatan Sungai Lilin, Kamis (21/4).

Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari hingga 23 April mendatang. Selain digelar di Kecamatan Sungai Lilin, vaksinasi dan booster juga digelar di Kecamatan Babat Supat dan Kecamatan Tungkal Jaya.

Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Pelupessy mengatakan bahwa giat tersebut dilakukan secara serentak bersama warga PBNU dan masyarakat umum lainnnya dengan tema "Booster, Mudik Sehat dan Nyaman". Kegiatan ini juga secara langsung ditinjau Kapolri secara virtual melalui video conference.

"Ini merupakan giat vaksinasi booster, guna mendukung program pemerintah agar melindungi diri kita dan tetap sehat selalu. Kita juga menyiapkan doorprize berupa sepeda lipat, kulkas dan masih banyak lagi," ujar Alamsyah.

Ia menambahkan, booster ini merupakan upaya antisipasi penekanan penyebaran Covid-19 di musim mudik Lebaran Idulfitri mendatang. Pihaknya juga mendukung program pemerintah untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 dalam mewujudkan 1 juta penerima vaksin se-Indonesia agar meningkatkan imun tubuh.

"Alhamdulillah, semoga kita bisa tembus 1 juta penerima vaksin. Kita mengimbau masyarakat Kabupaten Muba yang belum divaksin silakan datang ke Puskesmas terdekat ataupun Poliklinik Polres Muba. Ini untuk kesehatan kita semua," tegas Kapolres.

Sementara itu dalam sambutan Ketua PCNU Tanfidziyah Kabupaten Muba, M Jazuli menyampaikan rasa syukurnya dapat menghadiri vaksinasi serentak yang bekerjasama dengan Kemenag dan NU.

"Mudah-mudahan target 3.000 vaksin booster untuk Kabupaten Muba tercapai dan dapat dilakukan dengan baik," harapnya. (Gatra)

Sekayu, Infosekayu.com - Kendaraan air berukuran besar seperti tongkang yang melintas di Jembatan P.6, Kecamatan Lalan, di atas Sungai Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kini tak boleh lagi seenaknya melintas. Pasalnya Pemerintah Kabupaten Muba telah menerbitkan surat edaran Nomor : B-550/133/DISHUB-III/2022 tentang pengaturan berlalulintas di bawah jembatan tersebut.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi dan sosialisasi surat edaran tersebut, yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, dan diikuti pihak terkait, serta pelaku usaha yang beroperasi melintas di Perairan Sungai Lalan, Selasa (29/3).

Beberapa poin dalam surat edaran itu di antaranya, untuk kapal dengan ukuran diatas 270 feet dilarang melintas di bawah Jembatan P.6 Perairan Sungai Lalan dan sungai lainnya yang berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Muba. Dan Ketinggian muatan kapal yang boleh melintas maksimal 8 meter, dihitung dari muka air tertinggi.

Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi mengatakan, aturan ini cukup beralasan sebab jembatan P.6 aset milik Pemkab Muba merupakan jembatan yang sangat vital, sekaligus akses masyarakat yang menghubungkan Kecamatan Lalan dengan daratan Muba juga ke jalan Nasional, di Kecamatan Sungai Lilin.

"Karena jembatan ini sangat vital, dan terus terang belakangan ini banyak terjadi masalah tendernya ditabrak kapal tongkang, baik perusahaan tongkang batu bara maupun perusahaan yang mengangkut kayu. Kejadian terakhir di jalur primer kecamatan Lalan, ada jembatan yang sangat vital juga, tanpa sepengetahuan kami ditabrak dan sampai saat ini belum ada bertanggungjawab penuh," ungkapnya.

Tak ingin aset lainnya mengalami hal yang sama, oleh karena lanjutnya, Pemkab Muba berinisiatif melalui hasil koordinasi Dishub dengan pihak terkait dibuatlah surat edaran untuk membatasi serta mengatur kapal yang melintas untuk menyelamatkan aset.

"Kami bukannya melarang perusahaan untuk berinvestasi, tapi kami disini berusaha supaya pelaku usaha nyaman melintas di Sungai Lalan, akses jalan masyarakat juga tidak terganggu," ujar Sekda.

Kepala Dinas Perhubungan Muba, Musni Wijaya SSos MSi mengatakan terkait surat edaran merupakan tindak lanjut dari laporan Camat Lalan, bahwa selama ini sering terjadi kapal tongkang pengangkut batu bara menabrak badan jembatan.

"Setelah itu kami pelajari juga koordinasi dengan pihak terkait karena memang ada kewenangan kabupaten disitu, untuk mengantisipasi penabrakan tiang atau gender jembatan serta banyaknya kasus tambat kapal sembarangan dipinggir sungai yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, kita terbitkan surat edaran ini," bebernya.

Dikatakannya surat edaran tersebut perlu disosialisasikan walaupun sudah berjalan 1 bulan, adapun langkah sosialisasi yang telah dilakukan yakni memasang banner di jembatan maupun di beberapa titik lainnya.

"Untuk penerapan, akan kita lakukan penerapan dan pengawasan di lapangan. Intinya hari ini masih tahap sosialisasi. Surat edaran ini, akan ditindaklanjuti untuk membuat Peraturan Bupati, oleh karena itu kita juga butuh koordinasi hari ini, masukkan apa yang bisa kita akomodir. Mungkin setelah kita terbitkan perbupnya tidak lagi ada revisi. Mudah-mudahan rapat hari ini dalam rangka kita menyiapkan perbupnya kita dapatkan masukkan. Kami berharap juga kepada perusahaan dari mulai memberangkatkan tongkang ketinggian batu bara yang diangkut itu dipangkas," kata Musni.

Dalam kesempatan yang sama Perwakilan Dishub Provinsi Sumatera Selatan Johan Wahyudi menyampaikan, Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung langkah yang dilakukan Pemkab Muba dengan harapan hal tersebut sudah jadi ketetapan, dan jadi landasan hukum dalam melakukan tugas. "Kami dari provinsi mendukung, jangan sampai karena kepentingan kita jembatan ini hilang (rusak/roboh ditabrak tongkang)," ucapnya.

Senada Kasat Polairud Polres Muba AKP Susianto mendukung surat edaran tentang pengaturan berlalulintas di bawah jembatan P.6. "Semoga dalam pelaksanaan bisa berjalan baik, bisa mengakomodir kepentingan masyarakat dan perusahaan. Juga bisa menjadi payung hukum kami untuk menegakan peraturan," tutupnya.

Sumber : Gatra.com 

Muba, Infosekayu.com - Salah satu penjual durian hutan yang berada di Sekayu, Selasa (4/1/2022). Saat ini, di Provinsi Sumatera Selatan terutama di kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sedang dibanjiri buah durian.

Buah khas daerah tropis tersebut dapat dengan mudah ditemukan di hampir sepanjang pinggir jalan kota Sekayu karena memang sudah memasuki musimnya.

Namun tak banyak yang mengetahui, bahwa di Muba sendiri ada jenis durian lokal yang saat ini cukup langka dan cukup berbeda dari durian biasanya.

Namanya yakni Durian Hutan atau biasa masyarakat Sekayu menyebutnya Dian Imbe.

Langkanya buah durian yang memiliki bentuk lebih kecil dan lebih bulat pada umumnya ini menjadi incaran tersendiri, apalagi durinya cenderung lebih tajam dari pada durian pada umumnya.

Uniknya lagi, untuk menikmati buah durian rimba ini maka harus memotongnya terbelah menjadi dua bagian dikarenakan buahnya tidak memiliki ruas seperti durian pada umumnya.

Dian Imbe ini diketahui banyak tumbuh di kebun atau hutan jauh dari permukiman warga seperti di daerah Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Jirak Jaya, Kecamatan Sekayu khususnye daerah Talang Bendar, talang Baru, Talang Simpang, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Lawang Wetan, Kecamatan Sanga Desa.

Salah satu penjual durian Imbe di Sekayu, Cik Siti mengaku jika Dian Imbe banyak dicari penikmat durian bahkan sampai dari luar kota.

"Jadi kalau mau membukanya harus dibelah pakai pisau besar, karena buahnya tidak ada ruas seperti durian lain," ujarnya, Selasa (4/1/2022).

Dari bentuk pun berbeda. Dian Imbe lebih kecil dan bentuknya bulat serta durinya panjang dan runcing.

Rasa buahnya pun cukup tajam dan manis. Karena itulah banyak yang suka Dian Imbe dari Sekayu ini.

"Dulu Dian Imbe kurang diminati, tapi sekarang harganya mahal dan banyak peminat karena rasanya yang manis dan enak.

Untuk harga sesuai ukuran, mulai dari Rp10 ribu, ukuran sedang dijual Rp25 ribu dan ukuran cukup besar Rp30 ribu," terangnya. Salah satu pembeli, Sudar mengatakan dirinya sangat menyukai Dian Imbe ini dan setiap musim pasti mencari penjual Dian Imbe.

"Jarang ada yang jual, karena katanya buahnya susah didapat karena pohonnya tumbuh liar di hutan," ungkapnya.

Dirinya mengaku rasa Dian Imbe cukup khas dan walaupun kecil cukup puas menikmati keunikan citarasa Dian Imbe.

"Tapi jangan banyak-banyak, takut tensi naik rasanya lebih tajam," jelasnya.

Sumber : Sriwijaya post.

MUBA, INFOSEKAYU.COM - Sat Lantas Polres Muba bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Serta Bank SumselBabel Cabang Sekayu mendatangi Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Sekayu dalam rangka Keroyok Vaksin Police Goes To School Polres Musi Banyuasin di SDN 3. Kamis, (20/01/22). 

Kegiatan ini dilakukan Demi Mendukung Penuh program Pemerintah dalam percepatan vaksinasi bagi anak anak usia 6-11 Tahun. 

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy, SH., S.IK didampingi Kasat Lantas AKP Sandi Putra, S.IK, mengatakan  vaksinasi yang dilaksanakan telah dimulai sejak minggu lalu. Bukan hanya mendatangi sejumlah sekolah. Jajaran Polres Musi Banyuasin, terus melaksanakan kegiatan vaksinasi di gerai vaksinasi Polres dan Polsek-polsek jajaran. 

Sasaran Masyarakat umum, lansia, pelajar usia diatas 12 tahun dan kali ini dikonsentrasikan kepada anak-anak usia 6-11 tahun, target untuk hari ini sebanyak 500"jelasnya di SD Negeri 3 Sekayu, Kamis (20/1/2022). Dijelaskan Kapolres,  vaksinasi yang dilaksanakan merupakan kegiatan door to door mendatangi sekolah-sekolah dasar yang ada di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin.

Vaksinasi serentak yang diadakan di sekolah, diharapkan bisa menekan angka penyebaran virus Covid-19 dan persiapan tatap muka 100 persen," bebernya. 

Ditambahkan Alamsyah, kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan arahan dan perintah dari presiden langsung melalui Kapolri untuk percepatan pemberian vaksin kepada masyarakat dari usia lansia sampai anak-anak. 

Kami juga ingin menyemangati anak-anak agar tidak takut dan mau untuk divaksin, mengingat jam-jam sekolah anak-anak masih berada di sekolah, lebih mudah bagi rekan-rekan vaksinator untuk memberikan vaksin kepada anak-anak. Kita juga merangsang anak anak dengan memberikan hadiah bagi anak yang sudah divaksin" ujar Kapolres 

Mantan Kapolres OKI ini juga menghimbau, bahwa vaksin yang dilaksanakan tidak hanya anak-anak saja, bagi masyarakat yang belum divaksin dapat mendatangi gerai vaksin terdekat baik yang telah disediakan Polres Muba dan Polsek-polsek jajaran, juga bisa mendatangi fasyankes lainnya. 

kita tahu bersama masa depan anak-anak adalah masa depan bangsa, kita terus berupaya memberikan yang terbaik bagi generasi kita salah satunya dengan kegiatan vaksinasi anak ini untuk membentengi dari penyebaran Covid-19, sekali lagi kami berpesan ayo ajak anak-anak kita dan sanak saudara lainnya yang belum divaksin untuk segera divakin," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Sekayu, Aminah, S.Pd. SD mengatakan, sangat berterima kasih dan sangat mendukung dengan kegiatan vaksinasi masal bagi anak-anak. Khususnya bagi siswa dan siswi, mengingat akan dilaksanakan tatap muka 100 persen. 

"Kami sangat mendukung dan menyambut baik giat yang dilaksanakan Polres Muba. Sehingga nantinya kami bisa, segera melaksanakan tatap muka 100 persen," katanya. 

Sumber : BERITA-ONE.COM

Muba, Infosekayu.com - Mantan Kepala Desa Madya Mulia, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Hermanto, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Muba dengan hukuman 1 tahun 9 bulan penjara, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Palembang.

Hermantomenjadi terdakwa karena diduga melakukan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2012 yang menyebabkan negara mengalami kerugian hingga Rp74.139.830.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa Hermanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 

"Ya, kita bacakan tuntutan kepada terdakwa dengan hukuman 1,9 tahun penjara dan denda Rp50 juta dengan subsider 3 bulan kurungan," kata Kepala Kejari Muba, Marcos MM Simaremare melalui Kasi Pidsus, Arie Apriansyah. 

Selain itu, JPU juga menuntut terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp74.139.830, dan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut paling lambat 1 bulan setelah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap maka hartanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

"Nah, kalau tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama 11 bulan," tegas Arie

Sedangkan dalam pertimbangan JPU, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. "Hal yang meringankan, terdakwa sopan dalam persidangan dan mempunyai tanggungjawab bagi keluarganya," tandas dia. 

Sumber : rmolsumsel 

MUBA, INFOSEKAYU.COM  – Rumah dinas bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) Kabupaten Musi Banyuasin di bobol maling, Rabu (24/11/21).

Menurut Kabag Kesra H. Opi Palopi ketahuan rumah dinasnya kebobolan setelah habis apel di Pemkab langsung menghadap sekda lalu kembali ke rumah dinas baru ketahuan rumahnya sudah kebobolan maling, di perkirakan pada pukul 08.30 wib.

Terlihat di lapangan pencuri masuk dari pintu samping kiri rumah dinas lalu membongkar pintu jendela dan terali.

Menurut Opi kerugian yang hilang 10 unit koleksi jam tangan bermerek, 1 buah HP Samaung not 8, satu buah HP jadul, satu buah TV 48 inc di tafsir berkisar Rp 50 jt.

Pihak polres Muba saat ini sedang melakukan Forensik lapangan, untuk mencari sidik jari. Keterangan dari saksi mata dari tetangga ada orang memakai di depan pintu pakai motor sudah di modivikasi berdiri di halaman rumah dinas kesra, namun menurutnya orang tersebut tidak pernah dia kenal sambil menayakan kemana penghuni rumah, sementara teman pencuri di duga sudah berada di dalam rumah. (bc)

Sumber :bidikcamera.com

KELUANG, INFOSEKAYU.COM – Sunarto (35) warga dusun 1 Desa Mulyo Asih (A5) Kecamatan Keluang semalam hingga pagi ini dikabarkan menghilang. Peristiwa ini terjadi ketika pria ini sedang mencari kayu Gelam di Kebun Duren Tegal Mulyo A4.

Dugaan sementara korban tenggelam disekitar lokasi mencari kayu Gelam. Saat ini pihak kepolisian dari Polsek Kaluang bersama warga Mulyo Asih dan juga warga Tegal Mulyo masih melakukan pencarian.

Penjabat Kades Mulyo Asih Suparmianto melalui Kasi Pemerintahan Yoga saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan sampai pagi ini belum ada informasi jika Sunarto di temukan.

“Sekarang warga bersama dengan pihak kepolisian sedang mencari. Kalau informasi pagi ini belum ditemukan, kejadian hilang sendiri semalam namun kronologis pastinya kita belum tahu pak,” jelas Yoga.

Yoga mengungkapkan Sunarto memang sehari-hari nya selalu mencari kayu. Menurut nya selama ini Sunarto selalu mencari kayu karet. “Nah kali ini dia nyari kayu Gelam, selama ini kayu tersebut untuk di jual. Saat mencari kayu Gelam ia ada teman nya,” jelas Yoga.

Terpisah Kepala Desa (Kades) Tegak Mulyo Junali mengungkapkan Kebun Duren Tegal Mulyo A4 secara administratif masuk ke wilayah Desa Tenggaro Kecamatan Keluang. Namun ia mengungkapkan banyak warganya yang memiliki tanah disana sehingga disebutkan kebun duren Tegal Mulyo A4.

“Lokasi nya memang rawa dan banyak batang kayu gelam. Disana ada sungai yang langsung menuju ke Sungai di Desa Sridamai. Warga kita pun ada yang membantu mencari warga A5 yang hilang, mudah-mudahan cepat ketemu,” tutupnya. (deo)

Sumber : harian Muba 
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  – Satu unit rumah industri pembuatan tahu milik Saiun (43) warga Jalan Kolonel Wahid Udin Lingkungan II RT 039 Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, malam ini (27/08/2021) sekira pukul 20.30 WIB terbakar.
Diduga kebakaran hebat yang sempat membuat panik masyarakat sekitar itu berasal dari tungku pembuatan tahu Sumedang dan tempe.

Saat ini kobaran api sudah bisa dipadamkan dengan mengerahkan 4 unit mobil pemadam bahaya kebakaran (PBK) dan satu unit tangki air suplay dari Satuan Pol PP Muba, serta dibantu oleh warga.
Berdasarkan informasi didapatkan di lapangan peristiwa kebakaran terjadi itu pada saat karyawan pembuatan tahu melihat ada kobaran api yang membesar pada bagian dapur pembuatan tahu Sumedang dan tempe, lalu berusaha dipadamkan.
Namun api bertambah besar hingga membakar pada bagian dapur penggorengan produksi tahu Sumedang dan tempe.

Adanya hal itu, salah satu karyawan langsung memberitahukan pihak terkait dan warga sekitar, dan beberapa menit kemudian 4 unit mobil PBK datang dan langsung memadamkan.
Tapi sayangnya kobaran api yang cukup besar itu dengan cepat menjalar dan membakar benda yang ada di sekitar lokasi. Tak lama kemudian kobaran api berhasil dipadamkan.

Salah satu saksi mata Siti Sundari (32) mengatakan, kobaran api pertama kali berasal dari tempat penggorengan tahu. “Lalu tiba – tiba api membesar dan membakar benda-benda yang mudah terbakar,” jelasnya.

Sementara Kapolres Muba AKBP Alamsyah Palupesy SH SIK, melalui Kapolsek Sekayu IPTU Akib Firdaus SE membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut, saat ini tengah dilakukan penyelidikan penyebab kebakaran. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja tempat pengolahan tahu Sumedang dan pembuatan tempe hangus terbakar di bagian dapur tempat penggorengan, saat ini beberapa saksi dimintai keterangan,” tukasnya. 

Sumber : HARIANMUBA.COM

MUBA, INFOSEKAYU.COM  –Seluruh Advokat Muba bersatu dan sepakat menamai dirinya dengan Asosiasi Advokat Muba (AAM). Hari ini, Rabu (18/8/2021) telah resmi menggugat Pengadilan Agama Sekayu atas Surat yang telah diterbitkan oleh Pengadilan Agama Sekayu.

Bahwa Surat edaran Nomor W6-A7/1206/HK.05/Vlll/2021 tanggal 5 Agustus 2021 yg diterbitkan Pengadilan Agama tersebut berbicara perihaL “Peningkatan Kualitas Pembangunan dan Pengelolahan Zona Integritas dan Peningkatan Kualitas Pelayanan di Masa Pandemi COVID-19″.

Menurut Para Advokat Muba Ada ketiga poin dari surat edaran tersebut yang menyakiti Para Advokat, yang pertama : mengenai kalimat menindaklanjuti dari laporan masyarakat tentang adanya oknum yang mencari keuntungan pribadi dengan mendampingi pencari keadilan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Yang kedua : bagi Advokat/Pengacara tidak diperkenankan melakukan transaksi dengan kliennya di dalam area Pengadilan Agama Sekayu.

” Yang ketiga : bagi Advokat/Pengacara tidak diperkenankan membuka kantor hukum disekitar area Pengadilan Agama Sekayu diberikan batasan jarak paling dekat 500 meter dari gedung Pengadilan Agama Sekayu. Dari ketiga poin diatas, tujuan utama surat tersebut di tujukan kepada Advokat (Pengacara) Muba,” ungkap Ketua AAM Indafikri SH, Rabu (18/8/2021) usai mendaftarkan Gugatan di Pengadilan Negeri Sekayu.

Ketua Pengadilan Agama Sekayu telah menuduh Advokat (Pengacara) Muba mencari keuntungan pribadi dengan mendampingi pencari keadilan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan tidak ada satupun aturan/Undang-Undang yang melarang advokat bertransaksi dengan kliennya dimanapun-kapanpun. Serta tidak ada Larangan didalam UU bagi Advokat untuk beracara/berkantor dimanapun diseluruh wilayah republik indonesia. Hal-hal tersebutlah yang sangat menyakiti perasaan para Advokat Muba.

” Jika Pengadilan Agama Sekayu ingin meningkatkan Kualitas Pembangunan dan Pengelolahan Zona Integritas, silahkan fokus saja ke internal mereka dan tidak membuat kegaduhan seperti saat ini. Bahwa jika Pengadilan Agama Sekayu ingin melakukan Peningkatan Kualitas Pelayanan di Masa Pandemi COVID-19. Maka inilah jawabannya. Bahwa kami melalui gugatan kami menuntut ganti kerugian sejumlah 3 Miliar Rupiah dimana apabila dikabulkan, akan kami serahkan seluruhnya secara terbuka ke Satgas COVID-19 kabupaten Muba,” tukasnya. 

Sumber : Linksumsel.co.id

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Harga komoditas karet di Kabupaten Musi Banyuasin terus naik sejak satu minggu belakangan. Harga lelang karet di UPPB Bumi Serasan Sekate mencapai Rp11.000-Rp12.000.

"Tren-nya (harga karet) di Muba terus naik. Alhamdulillah bisa dirasakan petani karet di Muba," ungkap Plt Kadisbun Muba, Akhmad Toyibir SSTP MM, Sabtu (27/2/2021). 

Menurutnya, kenaikan harga karet yang terjadi akhir-akhir ini kembali menggairahkan semangat petani karet di Muba. "Ini juga tidak terlepas dari support Bupati Dodi Reza, yang sangat maksimal dan konsen menstabilkan harga karet petani di Muba," ujarnya. 

Lanjut dia, upaya nyata Bupati Dodi Reza dalam menstabilkan harga karet yakni melalui terobosan inovasi pembangunan infrastruktur jalan aspal yang bercampur karet. "Karet yang diolah untuk campuran aspal langsung diserap dari petani rakyat di Muba," jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengucapkan rasa syukur atas kenaikan harga karet di kalangan petani yang signifikan belakangan ini. "Saya merasa senang, petani karet Muba jadi kembali bergairah. Prinsipnya Pemkab Muba akan terus memback up ini," tegasnya. 

Kepala Daerah Inovatif 2020 ini menambahkan, inovasi aspal karet akan dirasakan langsung dampaknya oleh petani karet di Muba, terlebih inovasi ini tidak hanya menjadi pilot project di Indonesia. Bahkan  Mendagri menyarankan agar Kepala Daerah di Indonesia memanfaatkan hasil karet petani di daerah masing-masing untuk pembangunan infrastruktur jalan. 

"Artinya keberhasilan inovasi aspal karet ini tidak hanya dirasakan petani karet di Sumsel saja, tetapi diharapkan dirasakan semua petani karet di Indonesia," pungkasnya.

Muba, Infosekayu.com  – Terkesan Nakal, Beberapa Kendaraan Perusahaan di beberapa Sektor Pertambangan Batu Bara masih terkesan nakal, dan diduga masih banyak tidak menerapkan Kapasitas angkutan batu bara pada umumnya.

Diketahui beberapa Perusahaan tersebut membuat resah beberapa kendaraan yang melintasi jalan umum. Seperti contoh yang dilaksanakan oleh PT Astaka Dodol yang digerakkan oleh Subcon penyokong angkutan Batu Bara yaitu PT Tri Ariyani.

Sepintas beberapa waktu lalu ramai menjadi perbincangan di Media Sosial terkait Kerusakan dibeberapa titik Jalan Lintas antara Macang Sakti-Babat Toman kemudian Desa Ulak Paceh Jaya-Desa Karang Waru, kecamatan Lawang Wetan.

Terkait hal tersebut menimbulkan beberapa Pertanyaan, Apakah Piha Perusahaan terkait dapat ikut andil atau tidak dalam pelaksanaan Perbaikan Kerusakan Jalan yang hampir rata-rata dilalui oleh Kendaraan yang melebihi Beban diatas 10 Ton.

Ketua Komisi II DPRD Muba Muhammad Yamin selaku Mitra Kerja mengatakan, Soal wajib atau tidaknya perusahaan ikut andil dalam perbaikan jalan. Ya, kita pelajari dulu aturannya, yang jelas perusahaan diwajibkan membayar pajak sesuai ketentuan UU, memberikan rasa aman kepada lingkungan dimana perusahaan tersebut beroperasi, dan menyalurkan dana CSRnya.

“Nah kalau mengenai peran serta perusahaan dalam penyaluran dana CSR tersebut, toh tentu sudah ada ketentuan tersendiri, dan bisa jadi jika perusahaan menyalurkannya dalam bentuk perawatan jalan,” tegas Yamin, Selasa (23/02/2021)

Yamin juga menyatakan, Kalau perusahaan khusus Batu Bara, ya bukan wajib tidaknya dalam perawatan jalan, berdasarkan aturan mereka harus membuat jalan sendiri untuk jalur transportasi, dan pemerintah daerah harus tegas dalam penegakan aturan ini.

“Karena saya lihat ada beberapa perusahaan Batu Bara masih melintasi jalan milik pemerintah daerah, nah ini tidak boleh terjadi lagi, dan kami DPRD Fraksi PDI-Perjuangan akan melakukan evaluasi melalui anggota Komisi yang berwenang,” tukasnya.

Dikutip dari Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mencabut Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2012 tentang angkutan batubara yang memperbolehkan truk angkutan batubara melintas di jalan umum.

Pergub itu dicabut setelah banyaknya keluhan dari masyarakat tentang sering terjadinya kecelakaan dan kemacetan akibat truk angkutan batubara.

Sebagai penggantinya, Perda nomor 5 tahun 2011 yang berisi bahwa seluruh angkutan batubara dialihkan menggunakan jalur khusus seperti kereta api dan PT Servo kembali berlaku. Aturan ini berlaku pada 2019 lalu. 

Sumber : bidiksumsel.com

Muba, Infosekayu.com -Gebrakan inovasi kades ini patut di anjung jempol, di suasana air primer pasang dan rutinitas hujan yang tinggi mengakibatkan desa Mulya Jaya Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin di dusun 4 Rt 13,14,15 dan 16 megalami banjir dan mengakibatkan 133 Kk yang tersebar di 4 Rt mengalami kebanjiran sehingga membuat pemerintah desa kalang kabut mengevakuasi warga desanya ketempat – tempat keluarga yang tidak terkena musibah.

Karna seringnya warga di 4 Rt di desa Mulya jaya ( P5) Lalan kebanjiran  akhirnya menjadi inovasi perangkat desa yang di komandoi kepala desa Wahyu Fredi Saputra mengajak BPD desa untuk mufakat untuk mengantisipasi banjir.

Dari hasil kesepakatan tersebut terencana mengadakan Pengerukan parit primer dan Penimbunan Tanggul Primer di 4 Rt desa Mulya jaya.

Dengan menggunakan Dana seadanya yang di dapat hasil dari sumbangan perangkat desa dan BPD serta ada sebagian bantuan dari masyarakat.

Kegiatan pengerukan primer  dan penimbunan tanggul primer yang di lakukan secara bergotong royong dan menyewa alat berat  maka terlaksanalah inovasi perangkat desa pada tanggal ( 26 / 01/21).

Tokoh masyarakat desa Mulya jaya bernama Aripin mengatakan tanggul ini sering kebanjiran sampai ke rumah warga,yang mengakibatkn warga harus di evakuasi ke tempat keluarga dan ini sering kali terjadi bila air primer pasang  dan hujan turun pasti banjir,” jelas aripin.

Hasil dari musyawarah perangkat desa dan BPD akhirnya pekerjaan ini terlaksana juga walau dengan dana yang pas- pasan, kamipun berterima kasih pada kades kami yang cepat tanggap mengatasi banjir akibat luapan air primer dan air hujan,” ungkapnya.

Kades Mulya jaya Wahyu Fredi saputra saat di mintai tanggapan oleh awak media membenarkan kondisi seringnya di wilayah 4 Rt desa Mulya Jaya sering kebanjiran,atas kesepakatan dan sumbangan dari prangkat desa serta sebagian dari warga pekerjaan penggalian primer dan penimbunan tanggul parit terlaksana seperti sekarang ini,” jelas kades.

Tahun 2018 dinas terkait telah turun kelapangan untuk mengambil gambar dan data namun hingga sekarang belum ada realisasinya, jelas kades.

Sumber : Straightnews.id

Sekayu, Infosekayu.com  – Mengantisipasi gangguan keamanan disekitar lingkungan dan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Nomor 300/130/KESBANGPOL/2020 Tentang Pengaktifan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan PAM Swakarsa di Kelurahan dan Desa guna menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440/2014/Polpum perihal antisipasi pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019. 

Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra, SE, M.Si beserta Babinkamtibmas Polsek Sungai Keruh, Babinsa Jirak, dan Pemerintah Desa setempat, melaksanakan monitoring kampung, dengan melihat sejumlah pos ronda disetiap desa ataupun dusun dalam wilayah Kecamatan Jirak Jaya. 

“Ya, kami memanfaatkan malam di sabtu, untuk melakukan monitoring bersama dengan Babinkamtibmas Polsek Sungai Keruh, Babinsa Jirak, Pemerintah Desa setempa. Tentunya mengecek secara langsung kondisi sejumlah Pos Ronda atau Simkamling disejumlah desa,” terangnya Sabtu (17/7).

Dikatakan Yudi, diharapkan dengan aktifnya kembali Siskamling di lingkungan masyarakat. Menciptakan rasa aman, dan ketertiban, serta tingkat kesadaran masyarakat akan rasa aman itu sendiri. Selain itu, dengan Siskamling dapat meningkatkan rasa persaudaraan atau kekompakan antar tetangga.

“Banyak manfaat dari Siskamling sebenarnya, selain meningkatkan rasa aman. Bisa juga mampererat rasa peduli antar tetangga lingkungan itu sendiri,” bebernya. 

Dia juga menerangkan, bahwa pengaktifan kembali Siskamling sesuai dengan arahan Bupati Musi Banyuasin, khususnya pada tingkat desa. Khususnya, Kecamatan Jirak Jaya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pali. 

“Kami melaksanakan patroli disejumlah desa, salah satu satu Desa Talang Mandung, merupakan gerbang keluar masuk kendaraan darir arah Kabupaten Pali, Lampung dan beberapa daerah lainnya. Sehingga perlu dilakukan giat siskamling untuk meminimalisir gangguan kamtibmas di wilayah desa dan kecamatan,” tegasnya. 

Sebelumnya Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, keberadaan Siskamling tentunya untuk meningkatkan keamanan wilayah perkampungan hingga ke kawasan pedesaan, sehingga wajib bagi Lurah dan Kepala Desa di Kabupaten Muba untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan. 

"Hal ini juga bertujuan agar tetap terciptanya situasi dan kondisi yang tertib tentram dan aman di tengah masyarakat, terlebih dalam kondisi saat ini wabah Covid-19," ucap Dodi Reza.

Dodi juga meminta, dengan keberadaan siskamling agar dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait TNI, Polri dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease (Covid) 2019 apabila ada pendatang/pemudik utamanya dari wilayah zona merah.

"Kemudian, diimbau pada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya masa dengan jumlah banyak di tempat umum melalui berbagai upaya yang bersifat mendidik dan menimbulkan kepanikan masyarakat," imbuhnya.
 
Dodi menyebutkan, dengan diaktifkan kembali Siskamling nantinya akan turut andil mencegah meluasnya penularan wabah Covid-19 di Muba. 

"Sebagai bentuk antisipasi agar rantai penularan wabah Covid-19 terhenti di wilayah Muba,dan juga untuk mengamankan lingkungan dari hal hal yang tidak kita inginkan," pungkasnya. Kjs

Muba, Infosekayu.com – Belum diketahui penyebab pasti ikan ikan di sungai Musi keluar Hingga ke pinggir sungai musi. 

Dilansir dari jurnal sumatera.com. Setelah terjadi diera tahun 80an silam, ikan di sungai Musi banyak mengalami kematian akibat air sungai keruh dan bercampur berlumpur, Selasa (23/06/2020) penomena itu kembali terjadi. 

Sementara penyebab air sungai musi keruh dan kotor itu belum diketahui secara pasti, diduga ini akibat hujan lebat yang terjadi terus menerus, sehingga lumpur- lumpur yang berada dihulu sungai turun dan mencemari sungai musi. 

Peristiwa ini juga membuat heboh warga desa Ngulak, Kecamatan Sanga Desa Musi Banyuasin (Muba), bahkan warga khususnya yang tinggal di bantaran sungai musi berduyun-duyun menyaksikan berbagai jenis ikan yang diduga mengalami keracunan air lumpur tersebut.


” Peristiwa ini sudah dilaporkan ke instansi yang terkait baik tingkat Kecamatan maupun Kabupaten  agar dapat ditindaklanjuti”Ujar Eka Ali Wardana warga Ngulak yang juga merupakan Anggota Persatuan Ormas Musi Banyuasin (POM) saat dibincangi awak media, tadi pagi.  (Kjs?

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM- Produk unggulan kain khas Kabupaten Musi Banyuasin Gambo Muba akan ditampilkan dalam ajang bergengsi Pesona Batik Nusantara Internasional 2020.

Muhammad Apriza putra asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan mewakili Kabupaten Muba pada event tersebut. Selain negara Indonesia akan diikuti juga oleh peserta dari negara Singapura dan Malaysia, dan akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 6 - 8 Maret 2020.

Dikatakan Apriza, bahwa dirinya terpilih mewakili Kabupaten Muba pada ajang Pesona Batik Nusantara Internasional 2020 yang digelar oleh Kementerian Pari2isata Indonesia, dengan membawakan batik jumputan Gambo Muba.

"Untuk masyarakat seluruh Indonesia terkhusus Kabupaten Muba, saya mohon dukungnya untuk saya di malam grand final Pesona Batik Nusantara Internasional 2020,"ucapnya.

Lanjutnya, "adapun cara memberi dukungannya yaitu melalui SMS dengan cara, Ketik LSS (spasi) C#APRIZA kirim ke 99386, hanya 2000/sms dan SMS ditutup tanggal 8 maret 2020. Ingat 1 sms dari kalian sangat berarti untuk saya,"pungkasnya. kjs

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  -- Musim durian yang saat ini sedang menjamur khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat para penikmat buah durian seperti berada di surganya sendiri.

Namun, dari semua durian yang ada, terdapat satu buah durian yang menjadi ciri khas durian di Kabupaten Muba yakni durian hutan atau biasa masyarakat Sekayu menyebutnya Dian Imbe.

Langkahnya buah durian yang memiliki bentuk lebih kecil pada umumnya ini menjadi incaran tersendiri, apalagi durinya cendrung lebih tajam dari pada durian pada umumnya.

Tidak hanya itu saja, untuk menikmati buah durian rimba ini penikmati harus memotongnya terbelah menjadi dua bagian dikarenakan ia tidak memiliki ruas pada umumnya.

Durian hutan banyak tumbuh di kebun atau hutan jauh dari permukiman warga seperti di daerah Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Jirak Jaya, Kecamatan Sekayu (khususnye daerah Talang Bendar, talang Baru, Talang Simpang, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Lawang Wetan, Kecamatan Sanga Desa.

Seperti yang diungkapkan oleh Sobri (43) salah seorang pedagang durian imbe dikawasan pasar tradisional Sekayu, menuturkan bahwa dulu durian imbe kurang diminati, tapi sekarang harganya mahal Rp 25 ribu per buah dan banyak peminat karena rasanya yang manis dan enak.

"Dulu jarang ada yang minat sekarang banyak di buru pembeli, kalau soal rasa tidak kalah enaknya dengan buah durian pada umumnya, meskipun miliki ukuran yang tidak terlalu besar,"ujar Sobri.

Muhammad Anton (30) salah satu warga ketika hendak membeli durian imbe mengaku, bahwa ia sangat senang menikmati buah ini karena enak.

"Buah ini tahunan, jadi kebetulan ada yang jual saya beli, dan setiap beli pasti tidak akan kecewa dengan rasanya,"ungkapnya.

Sementara, Kabag Humas Pemkab Muba, Herryandi Sinulingga AP mengatakan musim durian membawa berkah tersendiri bagi warga Muba, pasalnya banyak warga dari daerah lain berbondong-bondong mengunjungi Muba untuk membeli untuk dijual kembali di kota kota besar lainnya.

"Banyak warga luar Kabupaten Muba membeli durian dan durian hutan untuk di jual kembali, apalagi durian hutan yang memliki bentuk unik dan rasanya manis menjadi incaran,"kata Lingga.

Kedepanya pihaknya berharap kepada warga kiranya buah buahan asli Kabupaten ini bisa di jaga dan kita lestarikan dan menanam pohon buah buahan. "Ya, ini juga mendongkrak perekonomian Masyarakat khususnya warga yang memiliki kebun durian," tutupnya. (kjs)

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Setelah melewati seleksi yang ketat, akhirnya produk inovasi aspal karet dan olahan keripik biji karet Musi Banyuasin bisa bertengger di pameran inovasi perayaan HUT ke-47 dan Rakernas I PDI Perjuangan di Jakarta 10-12 Januari 2020. 

"Pada rangkaian ini nantinya akan dihadiri masyarakat perwakilan dari seluruh Indonesia, kami yakin nantinya produk aspal karet dan olahan keripik biji karet akan menjadi magnet pengunjung pameran," ungkap Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.  

Dikatakan Beni, pada pameran ini Musi banyuasin lolos seleksi atau telah dipilih bersama ratusan daerah dari seluruh Indonesia untuk menampilkan Inovasi daerah. 

"Nah, produk yang kita pamerkan ini sebagai upaya daerah sentra karet dalam hilirisasi produk karet sekaligus meningkatkan pendapatan petani karet yang telah bertahun-tahun mengalami kejatuhan harga," terangnya. 

Lanjutnya, Muba ingin menjabarkan hal strategis hasil kolaborasinya ini  untuk didorong pengembangan produksinya serta menggalang dukungan kebijakan hingga regulasi yang diperlukan. "Jadi, intinya berjuang untuk kesejahteraan rakyat, dalam kesempatan ini pula saya ucapkan selamat HUT ke 47 PDI Perjuangan," kata Beni.

Diketahui, dalam rangkaian pameran inovasi tersebut akan menampilkan berbagai pameran yang menekankan pentingnya semangat berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari). Kegiatan pameran yang menampilkan rempah, jamu obat-obatan, pangan, dan teknologi terapan akan berlangsung pada 10-12 Januari 2019 dan terbuka untuk umum.

"Konsepsi berdikari ini sangat relevan, karena mengakar pada sumber daya nasional bangsa, dan jika dikelola dari hulu hilir melalui dukungan riset dan inovasi, maka jalan kemakmuran membentang luas. Kuncinya Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri," tegas Beni.

"Jadi posisi politiknya, Indonesia berdaulat dalam menentukan masa depannya berdasarkan sumber daya yang kita miliki," pungkasnya. (kjs)
Back To Top