Articles by "Info Agama"
Tampilkan postingan dengan label Info Agama. Tampilkan semua postingan

SEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui progran MUBA ( Membagun Umat Berbasis Agama) kembali memberangkatkan 140 masyarakatnya yang berdomisili di Kabupaten Muba untuk menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah secara gratis. 

Para jamaah umroh dilepas langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex pada acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan hari lahir Ponpes Salamun Aitam ke-1 sekaligus peresmian rumah tahfiz Al-Qur'an, bertempat di Halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Salamun Aitam, Minggu (1/12/2019).

Dalam sambutannya Bupati mengungkapkan rasa syukur dan bahagia melepas para jamaah umroh di Ponpes yang menjadi kebanggan semua warga Muba.

"Saya sampaikan bahwa jamaah umroh yang diberangkatkan gratis tahun ini oleh Pemkab Muba berjumlah 140, merupakan warga Muba yang benar-benar punya kriteria dan pertimbangan tertentu. InshaAllah progam ini akan kita lanjutkan di tahun akan datang dan do'akan semoga jumlah kuota bisa kita tambah lagi,"ucap Dodi.

Dikatakan Dodi dirinya, menitipkan pesan kepada para jamaah umroh yang akan berangkat, tolong doakan semua kalangan yang belum sempat berangkat agar sehat, selamat dan panjang umur sehingga Pemkab Muba dapat terus membangun dan warga Muba sejahtera.

"Kemudian saya pesankan ini memang musim umroh tentu akan sangat ramai, apa yang disampaikan saat manasik, agar diikuti dan bagi jamaah yang sudah pernah umroh, tolong dibimbing bagi yang belum,"ucapnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Muba, H Opi Pahlopi
melaporkan bahwa total warga Muba yang berangkat umroh sebanyak 163 jamaah, dan dari jumlah tersebut 140 orang diberangkatkan Pemkab Muba secara gratis.

"Warga yang mendapatkan umroh gratis semuanya harus memenuhi kriteria, tentu sudah selayaknya kita semua mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya bagi yang telah di berangkatkan. Semoga tahun depan usulan yang diberangkatkan bisa kita lanjutkan lagi, baik untuk para Disabilitas maupun yang berprestasi dan lainnya,"bebernya.
Kecamatan Sungai Keruh – Warga Desa Sungai Dua Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin menggelar acara peringatan maulid Nabi Muhammad Saw dengan bersholawat bersama-sama dan ceramah agama oleh santri santri TPA Miftahul Huda yakni pada hari Minggu, 1 Desember 2019.

Peringatan maulid nabi kali ini berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, yakni diadakan di TPA Miftahul Huda dan di isi oleh santri santri TPA yang Cerdas, Imut dan Lucu dalam membawakan Ceramah Agama, bersholawat, mengaji, sampai membaca Kitab Albarjanji bersama sama.
Kegiatan maulid tersebut ini semakin meriah saat seluruh penonton dengan semangat membaca sholawat serta bernyanyi bersama sama dalam acara tersebut. 

Pembina TPA Miftahul Huda, Ustad Rohani menuturkan bahwa kegiatan ini bukan hanya memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW namun juga sebagai ajang mengasah mental santriwan santriwati TPA Miftahul Huda dalam tampil di atas panggung dan menjadi kebanggaan orang tua serta masyarakat sekitar.

“Maulid Nabi Muhammad SAW sangat perlu di peringati selain meneladani sifat sifat nya namun sebagai ajang santri wan santriwati TPA Miftahul Huda dalam mengasah mental keberanian tampil di atas panggung” tuturnya.
Insyaallah tahun depan TPA Miftahul Huda mampu menjadi Pondok Pesantren dan semakin maju dengan Swadaya masyarakat serta pemerintah Desa Sungai Dua dalam menyongsong niat baik ini.
Kepala Desa Sungai Dua, Sudirman menyampaiken kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini sungguh sangat berbeda dan menyentuh hati, karna Desa Sungai Dua mampu menciptakan anak anak muda yang unggul, berani dan mempunyai kecerdasan yang luar bisa.

“Sejuk hati ketika mendengar lantunan ayat ayat suci dan sholawat oleh santri TPA Miftahul Huda serta merasa bangga dengan anak anak muda yang mempunyai metal baja dan kecerdasan yang luar biasa” ucapnya.
Pemerintah Desa Sungai Dua berusaha semaksimal mungkin dalam mewujudkan niat pembangunan Pondok Pesantren Di desa Sungai Dua. Saat ini dengan Anggaran Dana Desa dan mengajak seluruh masyarakat untuk bahu membahu dalam mencerdaskan generasi muda.

“Tahun ini alhamdullillah kita sudah membangun lokal lokal untuk memaksimalkan proses mengajar di TPA Miftahul Huda Menggunakan Anggaran Dana Desa. Kedepannya insyallah niatan baik untuk menjadi pondok pesantren mampu terwujud” lanjut Sudirman. (Ceng)

Sekayu, Infosekayu.com- Pagi ini Pemerintahan Kabupaten Musi Banyuasin menggelar shalat Istisqa di halaman kantor Bupati. Jumat (03/8/2018).

H. M Albarr, Lc, M. Hi saat memberikan penjelasan dalam tausiyahnya menuturkan bahwa hal ini dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT Sang Pencipta.
“Sembah sujud ini adalah meminta kepada Allah SWT agar diturunkan hujan, dengan harapan di Kabupaten Musi Banyuasin tidak mendapat bencana alam seperti kekeringan, dan sebagai bentuk mendukung suksesnya Asean Games 2018, apabila turun hujan di Kabupaten Musi Banyuasin maka tidak akan ada kabut asap dan terhindar dari Kebakaran Hutan dan Lahan, ucapnya. 

Sekda Muba, Drs H. Apriyadi, M.si dalam sambutannya menyampaikan bahwa sholat Istisqa tersebut bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.

“Segala cobaan yang kita terima adalah banyak melupakan Allah, lalai dengan perintah perintah-Nya serta tidak menjauhi larangan-Nya.

Shalat tersebut di hadiri Sekertaris Daerah Drs H. Apriyadi, M.si, Dandim 04/01, Wakapolres Kompol Dodi Eka Putra beserta jajaran, dan seluruh kepala perangkat daerah kabupaten Musi Banyuasin dengan di pimpin tokoh agama H. M Albarr, Lc, M, Hi sekaligus bertindak sebagai imam. (Edp)




Infosekayu.com- Segala puji  bagi Allah atas berbagai macam nikmat yang Allah berikan. Shalawat dan salam atas suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarganya dan para pengikutnya.

Semua pasti telah mengetahui keutamaan malam Lailatul Qadar. Namun, kapan malam tersebut datang? Lalu adakah tanda-tanda dari malam tersebut? Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mendapatkan malam yang keutamaannya lebih baik dari 1000 bulan.

Keutamaan Lailatul Qadar
Saudaraku, pada sepertiga terakhir dari bulan yang penuh berkah ini terdapat malam Lailatul Qadar, suatu malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Di antara kemuliaan malam tersebut adalah Allah mensifatinya dengan malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4). Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. Al Qadar [97] : 1)

Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)


Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?
Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)


Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih memungkinkan daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)


Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa. (HR. Muslim)


Dan yang memilih pendapat bahwa lailatul qadar adalah malam kedua puluh tujuh sebagaimana ditegaskan oleh Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari bahwa lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun.

Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى تَاسِعَةٍ تَبْقَى ، فِى سَابِعَةٍ تَبْقَى ، فِى خَامِسَةٍ تَبْقَى

Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan pada sembilan, tujuh, dan lima malam yang tersisa.”  (HR. Bukhari)


Catatan : Hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tentang terjadinya malam lailatul qadar di antaranya adalah agar terbedakan antara orang yang sungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut dengan orang yang malas. Karena orang yang benar-benar ingin mendapatkan sesuatu tentu akan bersungguh-sungguh dalam mencarinya. Hal ini juga sebagai rahmat Allah agar hamba memperbanyak amalan pada hari-hari tersebut dengan demikian mereka akan semakin bertambah dekat dengan-Nya dan akan memperoleh pahala yang amat banyak. Semoga Allah memudahkan kita memperoleh malam yang penuh keberkahan ini. Amin Ya Sami’ad Da’awat.

Tanda Malam Lailatul Qadar
1.  Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi.  Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh /terpercaya)


2.  Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

3.  Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.

4.  Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150)
(Edp)




Jakarta, Infosekayu.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama akan melakukan musyawarah terkait rekrutmen dai atau mubaligh. Musyawarah diadakan dengan pengurus dakwah organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, dan praktisi dakwah.

“Dalam waktu dekat akan diadakan musyawarah dengan pengurus dakwah organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, dan praktisi dakwah untuk menyempurnakan sistem rekrutmen para dai yang akan distandardisasi dan direkomendasi oleh MUI dan didata di Kemenag,” ujar Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat KH Cholil Nafis dalam keterangan tertulis, Selasa (22/5/2018).

Cholil mengatakan prinsip rekrutmen tersebut adalah praktisi dakwah yang kompeten ilmu agamanya, punya wawasan dan komitmen kebangsaan, serta berakhlak mulia. Pendakwah yang dipandang sesuai dengan prinsip tersebut akan diberi rekomendasi oleh MUI.
“Kecuali orang-orang yang memang tak mau direkomendasi,” kata Cholil.

Sebelumnya, Cholil mengatakan yang dimaksud dai atau mubalig yang direkomendasikan oleh Kemenag lebih banyak konotasinya pada ustadz yang ceramah di depan umum. Kemenag juga telah merekomendasikan 200 nama yang baik untuk diundang untuk kegiatan tabligh.

“Lalu bagaimana dengan orang yang namanya tak tertulis? Hasil paparan Bapak Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dalam pertemuan dengan MUI tadi pagi, bahwa 200 nama itu bukan final, itu hanya daftar mubaligh terekomendasi sementara. Dan akan terus bertambah secara dinamis sesuai usulan dan perkembangan,” jelas Cholil.

Menag Lukman dan Ma’ruf Amin pada pertemuan Selasa (22/5) pagi tadi sudah menyepakati pentingnya standardisasi dai atau mubalig. Yaitu merekomendasikan dai atau mubalig yang dianggap kompeten di bidang ilmu agama Islam, memiliki wawasan dan komitmen kebangsaan, serta berakhlak mulia.
“Ke depan akan dilakukan standardisasi dai oleh MUI yang kemudian daftar nama-nama itu akan didata di Kemenag. Jadi pengajuan rekomendasi dai akan diproses dan ditetapkan oleh MUI kemudian diumumkan melalui data Kemenag. Tingkatan dan rekomendasinya pun akan dinamis sesuai dengan struktur kepengurusan di pusat dan daerah,” imbuhnya. (Edp)



Sekayu, Infosekayu.com- Guna untuk meningkatkan hubungan tali silaturahmi diantara warga masyarakat dengan aparat keamanan untuk menciptakan kamtibmas diwilayah Kabupaten Muba. Kapolres Muba melakukan berbagai kegiatan, salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan Safari Subuh.

Pada hari ini rabu 25 april 2018 Kapolres Muba Akbp Andes purwanti,S.E.,M.M melaksanakan kegiatan safari subuh di masjid Al asri di jalan merdeka kel. serasan jaya kec. Sekayu


Usai pelaksanaan shalat subuh berjama’ah Kapolres Muba menyapaikan ucapan terimaksaih atas waktu yang telah diberikan, Dalam sambutan nya kapolres menyampaikan bahwa “kegiatan safari subuh yang dilakukan Oleh polres Muba ini sudah menjadi agenda rutin polres muba, untuk pelaksanaan nya sendiri sudah kita lakukan dari tiga minggu yang lalu tepatnya tanggal 11 april 2018.”


Safari subuh ini dilakukan untuk menjalin tali silaturahmi antara Polres Muba bersama warga masyarakat, Kapolres Muba juga mengharapkan peran serta para tokoh agama dan warga masyarakat dapat mendukung Polres Muba dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kab. Muba.


Kapolres Muba juga menyampaikan kepada para jama’ah agar tidak terprovokasi dengan berita berita yang belum diketahui kebenaran nya, kapolres muba juga mengajak untuk bersama sama memerangi peredaran narkoba.


“apabila mengetahui adanya tindak pidana narkotika silahkan laporkan kepada kami, kami sangat membutuhkan peran serta dari warga masyarakat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di kab. Muba.” Ujarnya. (Edp)



INFOSEKAYU.COM- Pelaksana Tugas Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi bersama unsur FKPD,   kepala OPD di lingkungan Pemkab Muba dan Plt Ketua TP PKK, Susy Imelda Beni serta tokoh agama dan masyarakat menghadiri peringatan  Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439 Hijriah/2018 M di Halaman Masjid Darussalam Sungai Lilin, Kamis (19/4/2018).

Dalam sambutannya, Beni mengajak semua umat islam untuk tingkatkan ukhuwah islamiyyah, demi menatap masa depan yang lebih cerah menuju visi keagamaan di Muba yaitu beriman dan bertaqwa, berahlak mulia, disiplin dan amanah.

''Sudah sewajarnya kita mengenal lebih dekat junjungan Nabi besar Muhammad SAW, semua itu semata-mata untuk meningkatkan iman dan taqwa kita, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.'' Imbuhnya.

Sementara itu, menurut laporan Kabag Kesra Setda Muba, H M Jaya, dikatakannya tujuan diadakannya peringatan Isra Mi'raj ialah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt, dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad saw.

"Melalui ini kita dapat memahami pentingnya arti isra dn miraj bagi umat islam, rasa syukur kita atas nikmat Allah dan memperkuat ukwah islamiyah dan mempererat tali silaturahmi antar umat beragama, "ucapnya.

Peringatan isra mi'raj ini mengangkat tema" Melalui Peringatan Isra Mi'raj, Mari kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT untuk wujudkan moralitas, loyalitas yang lebih baik menuju Muba Maju Berjaya '' mendatangkan Ust Syeh Ahmad Al Misri untuk memberikan tausiyah dalam peringatan tersebut. (Edp)





INFOSEKAYU.COM- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Musi Banyuasin masa khidmat 2018-2023 resmi dilantik, Senin (8/4/2018). Acara pelantikan sekaligus peresmian Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sungai Lilin serta peringatan Isra' Miraj' Nabi Muhammad SAW dihadiri langsung Ketua PBNU, Prof DR KH Said Aqil Siroj MA di halaman Kantor MWC NU Sungai Lilin.

Dalam sambutannya, Kiai Said berpesan agar warga Nahdliyin dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat dengan penuh santun dan dapat menggunakan prinsip melestarikan tradisi yang baik, serta mengambil hal baru yang lebih baik.
“Seperti halnya kisah seorang da'i, ia tidak menghancurkan sebuah menara yang dulunya menjadi tempat sesembahan orang Majusi, tetapi kemudian justru bangunan menara tersebut tetap dilestarikan dan diubah fungsinya menjadi tempat untuk mengumandangkan adzan,” terang Kiai Said.

Kiai Said juga menjelaskan, antara nasionalisme dan Islam kita selalu saling bertautan dan saling berdampingan.
"NU juga mengerti politik, namun berpolitik kebangsaan dan NKRI bukan politik praktis, harus berkomitmen berpolitik kebangsaan. NU tidak dibawah partai politik apapun , karena NU merupakan organisasi keagamaan bentengnya masyarakat, "pesannya.

Plt Bupati Muba, Beni Hernedi  yang turut dilantik sebagai penasehat PCNU Muba, dalam sambutannya mengatakan keberadaan NU ini sangat membantu pemerintah, guna membentengi masyarakat sekaligus membangun generasi yang cerdas dan religius
"Kedepan Pemkab Muba akan turun tangan bantu  menyelesaikan pembangunan kantor MWCNU Sungai Lilin, tentu perlu komunikasi dan hubungan yang baik dan kami tidak akan menelantarkan ataupun pembiaran apalagi membuat NU seorang diri, "tukasnya.

Beni mengatakan, pelantikan ini merupakan agenda rutin organisasi untuk restrukturisasi, kaderisasi, sekaligus memantapkan konsolidasi dan koordinasi. Pelantikan menjadi sebuah upaya penataan dan optimalisasi SDM organisasi.
"Pelantikan bertujuan untuk terlaksananya program yang merupakan amanat AD/ART dan peraturan organisasi, serta terselenggaranya kegiatan program keorganisasian dengan hasil yang baik," jelasnya. (Edp)





INFOSEKAYU.COM- Pemkab Muba melalui Bagian Kesra Setda Kab.Muba menggelar sosialisasi travel umroh resmi di kawasan Provinsi Sumatera Selatan,di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (29/3/18).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Asisten I Setda Kab.muba, Kepala Bagian Kesra, Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan, Perwakilan Kantor Kementerian Agama, Perwakilan Polres Muba,Camat, Lurah dan Kepala Desa.

Kepala bagian kesejahteraan rakyat (kesra) setda kab.muba Drs H Muhammad Jaya MSi dalam laporannya menyampaikan, tujuan dari sosialisasi ini untuk memberi informasi kepada masyarakat seluruhnya di kabupaten musi banyuasin tentang umroh yang telah mendapat izin oleh Kementerian agama dan telah direkomendasikan oleh Gubernur Sumsel.

"Kami mengharapkan kepada masyarakat agar berhati-hati jangan sampai tertipu pada travel-travel yang bermasalah pada saat ini". ujarnya

Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat H Rusli SP MM mengatakan, "pemkab muba bekerjasama dengan pemerintah provinsi sumatera selatan memandang perlu mengadakan sosialisasi travel umrah yang resmi yang diakui diwilayah provinsi sumatera selatan".

"pemerintah perlu mengambil tindakan tegas dengan melakukan black list terhadap travel yang bermasalah".ucapnya

lanjutnya" Masyarakat jangan sampai tertipu dengan travel-travel umroh, yang menjanjikan paket umroh murah dan fasilitas murah".

Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Transportasi dan Infrastruktur Muhammad Ali Akbar menyebutkan travel umroh yg resmi dikawasan sumatera selatan menurut surat gubernur provinsi sumatera selatan nomor : 456/0344/SKG-II/ 2018, adalah : PT Al Ahram Sarana Wisata Dan PT Surya Sekawan Nusa.

"ini disampaikan supaya masyarakat provinsi sumatera selatan tidak merasa dirugikan oleh travel-travel umroh yang terjadi baru-baru ini" tutupnya. (Edp)




Infosekayu.com - Hari yang baik buat potong kuku itu hari Senin,Kamis,dan Jum'at. Kenapa?Walaupun ga ada hadis tentang itu namun hari hari yang sering digunakan untuk ibadah sunnah adalah hari-hari itu.

menurut sabda Rasulullah begini, kalo kita motong kuku di masing-masing hari :


- hari ahad: niscaya keluar kekayaan dan masuknya kemiskinan
- hari senin: niscaya akan keluarnya gila dan masuknya sehat
- hari selasa: niscaya keluar daripadanya sehat dan masuknya penyakit
- hari rabu: niscaya keluar kekayaan dan masuknya kemiskinan
- hari kamis: niscaya keluar daripadanya gila dan masuknya sembuh dari penyakit
-hari jumat: niscaya keluar dosa-dosanya seperti pada hari dilahirkan oleh ibunya dan masuknya rahmat dari Allah SWT
- hari sabtu: niscaya akan keluar obat dan masuknya penyakit

dan adapun tata cara/urutan memotong kukunya:

a. tangan

1. Mulai dari Jari Telunjuk tangan kanan
2. Jari Tengah tangan kanan
3. Jari Manis tangan kanan
4. Jari Kelingking tangan kanan (Tinggalkan Ibu Jari tangan kanan)
5. Jari Kelingking tangan kiri
6. Jari Manis tangan kiri
7. Jari Tengah tangan kiri
8. Jari Telunjuk tangan kiri
9. Ibu Jari tangan kiri
10. Ibu Jari tangan kanan

b.kaki

Mulai dari kanan,lanjut sebelah kiri yaitu kelingking kiri.Mulai dari Kelingking Kanan dan bergerak ke jari-jari lain di sebelah kiri jari kelingking kanan .(ls)

Infosekayu.com - Hidup ini ialah untuk diuji lalu kenapakah kita mesti mempersoalkan mengapa Allah menguji kita dan mengaitkannya dengan kesalahan-kesalahan tertentu ? Apakah mesti ada kesalahan baru berhak diuji ? Adakah jika kita melakukan semua perintah Allah maka kita akan terselamat daripada diuji ?

Sedangkan baginda nabi Salallahualaihiwassalam menyebut bahawa yang paling teruk diuji ialah
الأنبياء ، ثم الأمثل فالأمثل ، يبتلى الرجل على حسب دينه
“Para nabi kemudian yang seperti mereka dan yang seperti mereka. Diuji seorang manusia itu berdasarkan kadar agamanya, jika dia seorang yang kuat beragama maka kuatlah pula bala yang diterimanya, dan jika seseorang itu lemah agamanya maka diuji hanya pada kadar agamanya. (tambahan dalam riwayat yang lain menyebut) Tidaklah hilang bala itu pada seseorang hamba sehinggalah dia berjalan di atas tanah dengan telah terhapus segala dosa-dosanya.” (hadith riwayat Ahmad, tirmidzi dan Ibn majah,).

Atau sebenarnya kita ingin memprotes dan mempertikaikan kenapa kita diuji kerana kita telah menunaikan solat, melaksanakan perintah Allah dan sebagainya lalu kita mengharapkan sepatutnya hidup kita tidak lagi diganggu oleh Tuhan dengan apa jua ujian agar kita boleh hidup dengan senang dan bahagia di atas muka bumi ini ?

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut : “Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan (saja hidup senang-lenang) mengatakan: "Kami telah beriman", sedangkan mereka belum lagi diuji ?” (Al-Ankabut : 2)

Ujian yang datang daripada Allah membawa dua tujuan iaitu rahmat dan kebinasaan.Ujian seperti ini meningkatkan/meninggikan kedudukan seseorang di sisi Allah SWT serta menghapuskan dosanya dan memberikan peluang kepadanya untuk mendapatkan syurga Allah SWT.

Sabda nabi Salallahualaihiwassalam,
إذا أحب الله قوما ابتلاهم
Maksudnya : “Apabila Allah mencintai sesuatu kaum maka Dia akan menguji mereka.” (riwayat Tirmidzi)

Manakala ujian yang kedua pula memberikan musibah dan penyebab kepada kehancurannya di dunia dan di hari akhirat. Iaitu ujian yang berbentuk menjauhkan seseorang daripada agama dan mengeluarkannya daripada jalan Allah.

Firman Allah SWT : “Mereka berkata: "Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang bersamu." (Nabi) Soleh berkata: "Nasibmu adalah dari sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang diuji."(An-Naml : 47)

Kita semua akan diuji kerana itu merupakan tujuan dan sebab kita diturunkan ke atas muka bumi ini iaitu untuk diuji agar dapat dilihat siapakah yang beriman dan siapakah yang tidak. 

Ujian ialah peluang dan tanda kita dipandang oleh Allah 

Firman Allah SWT : “Dan sungguh akan Kami memberikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah : 155)

Ketahuilah bahawa sesungguhnya Allah hanya menguji orang yang dikasihinya atau yang mahu diberikan peluang untuk mereka beramal manakala orang-orang yang kafir dibiarkan dan tidak dipeduli oleh Allah SWt sebaliknya ditangguhkan balasan ke atas kesalahan-kesalahan mereka agar dihukum di hari akhirat dengan hukuman yang berat. Sedangkan orang yang beriman akan diuji sehingga dosa dan kesalahan mereka terhapus lalu dibangkitkan pada hari akhirat dengan keadaan suci bersih dari dosa.

Ini berdasarkan hadis daripada Anas ra yang menyebut bahawa rasulullah salallahualaihiwassalam pernah bersabda yang bermaksud apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba maka akan disegerakan hukuman terhadapnya di dunia dan jika Allah mengkehendaki keburukan kepada hambaNya maka dia akan menangguhkan hukuman terhadap dosanya agar dibalas pada hari kiamat.”(riwayat Hakim)

Sabda nabi salallahualaihiwassalam lagi,
من يرد الله به خيرا يُصِبْ منه
Maksudnya : “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah dengan kebaikan maka dia akan ditimpakan dengan musibah.” (riwayat Al-Bukhari)

Apabila Allah menguji hamba-hambaNya itu bermaksud Dia masih memberikan peluang dan kesempatan untuk kita bertaubat dan kembali kepadaNya serta mengambil pelajaran. Oleh itu jangan dipandang bahwa orang yang hidupnya tiada masalah, sempurna dan selesa itu sebagai orang yang bertuah atau mendapat rahmat sebaliknya mereka itulah orang yang telah diabaikan dan terlepas peluang dari mendapat rahmat daripada Allah SWT. 

Ujian itu tanda cinta ! (Ls)


Infosekayu.com - Hujan merupakan salah satu anugerah Allah yang diberikan kepada manusia. Saat hujan turun,salah satu hal yang dianjurkan kepada umat Islam adalah berdo'a kepada Allah. Hal itu karena do'a disaat hujan adalah mustajab.


Tidak hanya berdo'a karena hujan telah turun اللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيئًا , tetapi juga dianjurkan berdo'a memohon apa-apa yang diharapkan kepada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ المَطَرِ
“Dua do’a yang tidak akan ditolak, yaitu do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Imam Hakim & Ath-Thabrani)

Dalam hadits lain juga disebutkan:
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan, Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.”

Mengapa Do'a Mustajab Saat Hujan?

Didalam Tafsir Ath-Thabari, ada sebuah riwayat yang menyebutkan:

 ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺍﻟﻄﺒﺮﻱ | ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻋﺸﺮ :ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﻟﻘﺎﺳﻢ ، ﻗﺎﻝ : ﺛﻨﺎ ﺍﻟﺤﺴﻴﻦ ، ﻗﺎﻝ : ﺛﻨﺎ ﻫﺸﻴﻢ ،ﻗﺎﻝ : ﺃﺧﺒﺮﻧﺎ ﺇﺳﻤﺎﻋﻴﻞ ﺑﻦ ﺳﺎﻟﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﺑﻦ ﻋﺘﻴﺒﺔ ،ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ : ﻭﻣﺎ ﻧﻨﺰﻟﻪ ﺇﻻ ﺑﻘﺪﺭ ﻣﻌﻠﻮﻡ. ﻗﺎﻝ : ﻣﺎ ﻣﻦ ﻋﺎﻡﺑﺄﻛﺜﺮ ﻣﻄﺮﺍ ﻣﻦ ﻋﺎﻡ ﻭﻻ ﺃﻗﻞ ، ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻳﻤﻄﺮ ﻗﻮﻡ ،ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺁﺧﺮﻭﻥ ، ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺤﺮ ، ﻗﺎﻝ : ﻭﺑﻠﻐﻨﺎ ﺃﻧﻪﻳﻨﺰﻝ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻋﺪﺩ ﻭﻟﺪ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻭﻭﻟﺪ ﺁﺩﻡ ﻳﺤﺼﻮﻥ ﻛﻞ ﻗﻄﺮﺓ ﺣﻴﺚ ﺗﻘﻊ ﻭﻣﺎ ﺗﻨﺒﺖ .

Telah menceritakan pada kami al-Qasim, Ia berkata : Telah menceritakan pada kami al-Husain, Ia berkata : Telah menceritakan pada kami Hasyim, Ia berkata : Telah mengkhabarkan pada kami Isma'il bin Salim dari al-Hakam bin'Utaibah dalam firman Allah : “Dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu”.

Dia berkata ; Tidaklah satu tahun lebih banyak hujannya dan tidak lebih sedikit,akan tetapi satu qaum diberi hujan, sedang yang lain tidak, dan terkadang hujan turun dilaut.

Dia berkata : Telah sampai pada kami bahwasanya turun bersama tetes hujan, Malaikat yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah anak Iblis dan anak Adam. Mereka menjaga setiap tetes ditempat ia jatuh, dan apa yang ia tumbuhkan".

Oleh karena itu,bila hujan telah turun maka bersyukurlah kepada Allah seraya berdo'a dengan perasaan senang kepada Allah SWT, mengharap kepada Allah agar hajat-hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT. (Ls)
Sekayu, infosekayu.com- Pegelaran Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-28 tingkat Kabupaten Musi Banyuasin resmi ditutup Asisten I Setda Muba H Rusli SP MM, di Masjid Jami Annur Sekayu, Minggu (11/2/2018), dengan hasil Kecamatan Lais keluar sebaga juara umum yang memperoleh nilai 99, diikuti Sungai Lilin nilai 75, dan Kecamatan Bayung Lencir memperoleh nilai 60.

Asisten I mengucapkan selamat kepada para pemenang dan berharap yang terpilih menjadi juara agar dapat terus mengasah kemampuan untuk ajang MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kabupaten Ogan Ilir bulan April 2018 mendatang.
"Kepada peserta yang terpilih menjadi juara diharapkan untuk mempersiapkan diri supaya dapat mengharumkan Kabupaten Muba pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sumsel pada waktunya nanti," ujar Rusli.

Untuk kecamatan yang belum medapatkan juara, Asisten I menghimbau agar lebih pro aktif lagi dalam melakukan pembinaan sehingga pada ajang yang sama di tahun yang akan datang dapat meraih juara.
Pada kesempatan yang sama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Muba Drs H Muhammad Jaya MSi dalam laporannya mengatakan pegelaran tingkat Kabupaten Muba tersebut diikuti sebanyak 456 orang peserta yang berasal dari seluruh kecamatan di Bumi Serasan Sekate.

Adapun cabang yang dilombakan yakni Tilawah Al-Qur'an, Hifzil Al-Qur'an, Tafsir Al-Qur'ar, Khotil Qur'an, Fahmil Qur'an, dan cabang Syaril Qur'an.
"Umumnya MTQ ini bertujuan untuk meningkatkan syiar agama islam khususnya meningkatkan kecintaan masyarakat Muba terhadap Al-Qur'an serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan tujuan khususnya untuk memilih Qori dan Qoriah yang terbaik untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Sumsel di Kabupaten Ogan Ilir bulan April 2018 mendatang," tutupnya. (Edp)