Articles by "Info Sumsel"
Tampilkan postingan dengan label Info Sumsel. Tampilkan semua postingan
Sumsel, Infosekayu.com - Jika ingin jalan-jalan ke Palembang hingga Prabumulih atau sebaliknya menggunakan Jalan Tol Simpang Indralaya-Prabumulih, maka dibutuhkan waktu hanya satu jam.

"Jika rampung nantinya, diperkirakan hanya membutuhkan waktu satu jam dari Palembang menuju Prabumulih," jelas Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro dalam rilis, Rabu (15/9/2022).

Koentjoro menjelaskan, Tol Simpang Indralaya-Prabumulih memiliki main road (jalan utama) sepanjang 65 kilometer dengan kecepatan rencana 100 kilometer per jam.

Kehadiran Tol Simpang Indralaya-Prabumulih yang melintasi tiga kabupaten dan kota yakni Ogan Ilir, Prabumulih dan Muara Enim diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh hingga 50 persen dari sebelumnya.

Selain itu, manfaat dari ruas jalan tol tersebut diharapkan dapat memudahkan mobilitas kebutuhan logistik, serta mampu meningkatkan perkembangan ekonomi di Sumatera Selatan. (Kompas)


Infosekayu.com - Badan Meteorlogi, Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan curah hujan di wilayah Sumatera Selatan atau Sumsel pada dasarian III Juli 2022 pada umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah yaitu 10-150 mm.

Curah hujan tertinggi di pos hujan Pulau Panggung 1 Kecamatan Semendo Darat Laut, Kabupaten MUARA ENIM 206.5 mm. Karena itu, BMKG menyimpulkan jika kemarau Sumsel makin meluas.

"Sifat hujan pada dasarian III Juli 2022 di wilayah Sumsel didominasi Sifat Hujan Atas Normal (AN) terjadi di seluruh wilayah PALI, Musi Rawas, Lubuk Linggau, OKU, OKU Selatan dan OKU Timur, sebagian besar wilayah Muara Enim, OKI, Banyuasin, MUBA dan Musi Rawas Utara, sebagian kecil wilayah Empat Lawang, Lahat dan Pagaralam," ujar peringatan BMKG ini.

Adapun sifat hujan Normal (N) terjadi di sebagian kecil wilayah Palembang, Musi Banyuasin bagian utara, Musi Rawas Utara bagian tengah hingga timur, Lahat, Empat Lawang, Pagaralam, Musi Banyuasin bagian timur dan Ogan Komering Ilir bagian Utara.

"Sifat hujan Bawah Normal (BN) terjadi di Sebagian kecil wilayah Musi Banyuasin bagian utara, Musi Rawas Utara bagian timur, Lahat, Empat Lawang dan Pagaralam," sambung BMKG.

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) menunjukkan seluruh wilayah kota Palembang, Lubuk Linggau, Musi Rawas, Empat Lawang, Banyuasin, PALI, Prabumulih, sebagian besar wilayah Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, OKU Selatan, sebagian wilayah Lahat, Muara Enim dan OKU Timur (sangat pendek 1-5 hari).

"Sebagian wilayah Lahat (pendek 6-10 hari)" tulis BMKG.

Pada bulan Agustus ini, masih bakal terjadi hujan sampai dengan pemutakhiran data terakhir. "Sebagian kecil wilayah Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Lahat, Muara Enim, Ogan Komering Ulu, OKU Timur dan OKU Selatan. Kondisi HTH terpanjang terjadi di Pos Hujan Celikah Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (21 Hari)," sambung BMKG.

BMKG memperkirakan kondisi IOD akan cenderung negatif hingga Desember 2022. Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin timuran kecuali wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah.

"Terdapat pola siklonik yang terbentuk di wilayah barat Sumatera, dan barat Kalimantan Barat. Daerah pertemuan angin berada disekitar kepulauan Riau," ujar BMKG. Pola angin sedikit mirip dengan klimatologisnya. Aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi masih didominasi oleh angin timuran kecuali di wilayah Sumatera bagian utara hingga tengah.

"Terdapat pola siklonik di wilayah barat Sumatera. Prediksi anomali OLR menunjukan daerah pembentukan awan (OLR ≤220 W/m2) terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali Jawa Barat, Jawa tengah, DIY, Bali dan Nusa Tenggara. Dibandingkan dengan klimatologisnya, tutupan awan di wilayah Indonesia lebih banyak," tulis peringatan BMKG tersebut.

BMKG menyimpulkan seluruh kota Palembang, Ogan Ilir, sebagian besar Banyuasin, Ogan Komering Ilir, OKU Timur, OKU, dan sebagian kecil Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU Selatan, Pali, Musi Banyuasin masih memiliki peluang hujan yang rendah.

"Sebagian besar Lahat, dan sebagian kecil Ogan Komering Ilir, OKU Selatan, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara masih berpeluang cukup tinggi," pungkas BMKG.(suara)

Sumsel, Infosekayu.com - Cuaca panas yang cukup menyengat melanda hampir seluruh wilayah Sumsel dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data situs https://id.weatherspark.com/, suhu udara sejak awal Mei rata-rata mencapai 24-35 derajat celcius.

Kondisi panas menyengat tersebut sudah terjadi sejak April lalu. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) SMB II Palembang suhu udara rata-rata tercatat sebesar 27.8 derajat celcius dengan suhu udara ke maksimum 35.0 derajat celcius dan minimum 22.2 derajat celcius.

Kordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang, Sinta Andayani mengatakan, kondisi cuaca tersebut disebabkan wilayah Sumsel sudah masuk dalam periode peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

“Sehingga fenomena cuaca akhir-akhir ini masih terbilang wajar, sebab dari bulan April kita mengalami peralihan musim,” katanya saat dihubungi Kantor Berita RMOLSumsel

Dijelaskan, pula olehnya dari monitoring cuaca yang dilakukan, curah hujan dasarian sudah mengalami penurunan. Hal ini dikatakannya akan berimbas terhadap situasi cuaca yang sulit ditebak.

"Untuk potensi hujan beberapa hari ke depan masih tetap ada dan bersifat lokal. Dan kalau siang terasa panas atau gerah merupakan hal wajar karena tutupan awan sudah mulai berkurang," terangnya. 

Sehingga meskipun BMKG telah merilis prakiraan awal musim kemarau di bulan Mei ini, tetap tidak menutup kemungkinan di beberapa wilayah tetap terjadi hujan dari intensitas rendah hingga sedang.

"Kalau prakiraan awal musim kemarau di Sumsel sudah mulai masuk di bulan Mei hingga Juni 2022. Untuk kota Palembang kemarau tahun ini diprakirakan di atas normal. Artinya curah hujan lebih tinggi dari rata-ratanya di musim kemarau," sambungnya. 

Sinta mengimbau, masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, khususnya yang bertempat tinggal di kawasan lahan gambut dan tempat lainnya yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

"Seperti yang kita tahu, bahwa setiap masuk musim kemarau kemungkinan bencana yang datang yaitu karhutla. Sehingga kami mengimbau masyarakat agar menjaga alam tidak membakar lahan dan hutan serta menggunakan air bersih dengan bijak," tandasnya.

Titik Hotspot di Sumsel Mulai Meningkat

Cuaca panas di Sumsel memberikan dampak signifikan terhadap penambahan jumlah titik panas (hotspot). Berdasarkan pantauan Satelit Lapan, titik hotspot di Sumsel sudah mengalami peningkatan sejak Maret lalu. Dimana jumlahnya mencapai 180 titik. Bertambah 100 titik dari Februari yang hanya mencapai 80 titik.

Hotspot kembali mengalami peningkatan di April yang mencapai 212 titik. Sementara sepanjang Mei, sudah terdeteksi sebanyak 70 titik.

“Sejak awal tahun, jumlah hotspot mencapai 608 titik,” kata Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Bencana BPBD Sumsel, Ansori.

Sebaran hotspot, hampir merata terjadi di seluruh wilayah di Sumsel terkecuali Kota Palembang yang tidak terdeteksi satu pun hotspot. Paling banyak terdeteksi di Kabupaten Musi Banyuasin dengan hotspot sebanyak 122 titik. Lalu, Muratara dengan 82 titik dan Musi Rawas dengan 78 titik.

“Melihat sebaran ini, hotspot belum menyebar ke wilayah rawan gambut. Sebab, kondisi gambut saat ini masih basah setelah diguyur hujan selama beberapa bulan kebelakang,” bebernya.

Menurut Ansori, tidak seluruh hotspot berujung firespot atau titik kebakaran. Bisa saja, hotspot tersebut berasal dari aktivitas penambangan ataupun kegiatan lainnya yang bisa menimbulkan titik panas.

“Kalau firespot juga sudah ada tapi untuk tingkat kerawanannya masih rendah bisa terkendali,” tutupnya.

KLHK Lakukan 15 Kali Operasi TMC

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel kini telah menetapkan siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nomor 292/BPBD-SS/2022 pada 19 April 2022 . Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di wilayah Sumsel.

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, Rabu (11/5).

Ferdian mengungkapkan, salah satu upaya untuk mengatasi karhutla di Sumsel yaitu dengan melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Hal ini untuk meningkatkan kadar air di lahan gambut dan mengisi embung pada saat musim kemarau sehingga ini nantinya menjadi sumber air.

"Kami sudah melakukan 15 kali melaksanakan TMC pada tahun ini. Pelaksanaan TMC ini berhasil meningkatkan curah hujan hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

Meski demikian, pihaknya masih akan melakukan evaluasi. Walaupun, saat ini belum ada kasus Karhutla di wilayah Sumsel. Menurutnya, sejauh ini tinggi muka air disejumlah kawasan masih tergolong aman karena beberapa kali diguyur hujan. Seperti, di Kawasan Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin yang berbatasan Jambi, Cengal, Pangkalan Lampam di Ogan Komering Ilir dan beberapa daerah lainnya.

"Tapi, semua stakeholder telah bersiap siaga untuk mengatasi jika terjadi karhutla ini," ujarnya.

Saat ini sejumlah daerah yang terjadi karhutla yakni di Lampung, tepatnya di Kawasan Taman Nasional Way Kambas yang menghabiskan 50 hektar lahan dalam satu hari. Rencananya pihaknya juga akan mengirimkan pasukan Manggala Agni ke wilayah tersebut untuk membantu pemadaman.

"Kami hingga saat ini terus berkoordinasi dengan pengelola taman nasional tersebut," tandasnya. 

Kodim OKI Pantau Kondisi Lahan

Kondisi cuaca panas yang terjadi mendapat respon dari Satgas Karhutla yang ada di daerah. Seperti Kodim 0402/OKI yang mulai melakukan pantauan kondisi lahan di wilayahnya, Rabu (11/5).

Mereka memantau kondisi sejumlah lokasi rawan Karhutla yang terletak di Desa Sungai Ceper, Desa Karangsia, Desa sungai Menang dan Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Menang melalui patroli udara.

Tak hanya melakukan patroli udara, jajaran Kodim O402/OKI juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan.

“Jangan karena kepentingan kita sendiri orang lain yang menanggung akibatnya, salah satunya adalah akan terganggunya Kesehatan akibat asap dari kebakaran tersebut,” kata Dandim 0402/OKI Letkol Inf Hendra Saputra.

Hendra menjelaskan, meski Satgas belum resmi terbentuk, namun pihaknya tetap akan melakukan berbagai upaya antisipasi agar potensi Karhutla bisa diminimalisir.

“Utamanya sosialisasi. Sebab, Karhutla ini terjadi lantaran masih kurangnya kesadaran masyarakat,” tandasnya. (Rmolsumsel)

Sumsel, Infosekayu.com - Masyarakat diminta waspada terhadap peredaran produk makanan dan minuman dalam kemasan kedaluwarsa menjelang Idulfitri 1443 Hijriah.

Hal itu diungkapkan Pembina Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan, Rizal Aprizal di Palembang, Minggu (17/4).

Rizal mengatakan, biasanya permintaan makanan dan minuman mengalami peningkatan menjelang Lebaran.

“Kondisi ini perlu diwaspadai kemungkinan beredarnya produk kedaluwarsa yang seperti tahun-tahun sebelumnya banyak ditemukan di pasaran,” ujarnya.

Menurutnya, peredaran makanan dan minuman kedaluwarsa kerap ditemukan di warung, toko, dan pasar swalayan.

Dengan fakta tersebut, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati serta teliti ketika membeli produk tersebut.

Rizal juga meminta masyarakat untuk memeriksa secara teliti kemasan produk yang akan dibeli nantinya.

Seperti memeriksa masa kedaluwarsa dan izin edar dari instansi kesehatan maupun perdagangan dalam kemasan produk tersebut.

Rizal juga mengimbau masyarakat untuk memprotes pedagang atau pengelola toko dan pasar swalayan/minimarket yang kedapatan menjual produk tidak layak konsumsi.

“Masyarakat juga bisa melapor ke polisi, instansi pemerintah terkait, atau ke YLK Sumsel untuk dapat diambil tindakan penertiban serta langkah hukum yang diperlukan kepada penjual produk kedaluwarsa,” imbuhnya. (Antara)

Sumsel, Infosekayu.com - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya menghadiri silaturahmi Pelaksana tugas Bupati Musi Banyuasin dengan Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA MUBA), sekaligus pengukuhan pengurus IKA MUBA periode tahun 2022-2026.

Bertempat di Hotel Santika Premiere Sabtu (26/3/2022) sore, Wakil Gubernur Mawardi Yahya mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus IKA Muba, Ia berharap Ketua IKA Muba terpilih mampu mengemban tugas yang diberikan, dan dapat menjalankan amanat dengan penuh rasa tanggungjawab.

Menurutnya, aktualisasi dari cirikhas dan karakter masyarakat Muba sangat kuat dalam ikatan kekeluargaan, kebersamaan dan semangat gotong-royongnya. “Saya sangat bangga dengan kerukunan Masyarakat Muba yang ada di Kota Palembang maupun di perantauan. Meski tinggal di perantauan, tapi masih memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk masyarakat Muba. Serta turut berkontribusi dalam membangun daerah Sumsel yang maju untuk semua,” ujarnya.

Dikatakan Mawardi, IKA Muba merupakan organisasi sosial yang selama ini turut berkontribusi, dengan membangun dan melestarikan ikatan kekeluargaan dan persaudaraan sesama warga asal Kabupaten Musi Banyuasin yang tinggal di perantauan.

“Kami (Pemprov Sumsel) menghimbau pengurus yang dikukuhkan untuk memberikan kemampuan dan kekuatannya untuk membangun semangat seluruh anggota dalam menggerakkan organisasi IKA Muba, sehingga dapat berkontribusi positif bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan juga kepada Pemerintah Provinsi Sumsel,” pungkasnya.

Plt Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi mengapresiasi kompaknya organisasi IKA MUBA. Ia mencatat apa yang disampaikan Ketua IKA Muba dimana terdapat 512.000 warga Muba atau masyarakat berdarah asli Muba yang ada di kota Palembang berdasarkan sensus.

“Muba sangat berkembang pesat penduduknya dan kalau memang benar hampir setengah juta berdarah Muba ini adalah rekor sendiri. Orang muba punya kebiasaan, rumahnya ada dua, satu di Muba satu di palembang. Harus diakui warga Muba miliki posisi yang stragetis memberi warna sendiri di Kota Palembang,” katanya.

Beni berharap organisasi IKA Muba harus bergerak dengan baik, dimana fokus pada sosial, karena sebuah komitmen yang baik hasil sebuah sikap organisasi yang baik. “Kewajiban kita semua untuk mendukungnya, Organisasi memberi solusi Program sosial, kemasyarakatan dan keagamaan menjadi prioritas,” pungkasnya.

Sumber : beritamusi 

Sumsel , Infosekayu.com - Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) bersama Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melakukan penggrebekan pabrik BBM Ilegal dan mengamankan sekitar 108 ton solar oplosan.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, mengatakan berdasarkan informasi dari masyarakat, kegiatan pabrik BBM illegal itu telah berlangsung sekitar 1 tahun 7 bulan.

"Modus operandi pabrik BBM illegal ini adalah mencampur minyak solar dengan minyak sulingan dari masyarakat dengan bahan kimia berupa cuka parah dan bleaching," ujar Erika, dalam keterangan, Rabu (23/2/2022).

Dia menjelaskan, penggrebekan terhadap pabrik BBM ilegal itu, menjadi perhatian BPH Migas untuk pengawasan penyediaan dan pendistribusian BBM ke depan.

Pasalnya, solar oplosan yang diproduksi pabrik BBM ilegal itu, sangat merugikan pengguna karena tidak sesuai standar dan mutu (spesifikasi) BBM yang ditetapkan pemerintah.

"Pengelola pabrik BBM illegal ini jelas merugikan masyarakat dan pemerintah. Penyediaan dan pendistribusi BBM yang semestinya lancar jadi tersendat, karena ulah sementara pihak yang tidak bertanggung jawab", ungkap Erika.

Dia mengatakan, pentingnya distribusi yang tepat sasaran menjadi hal yang harus sangat diperhatikan, terlebih disparitas harga BBM bersubsidi dan non subsidi saat ini relatif tinggi. Kerja sama yang baik dengan POLRI serta pemerintah daerah menjadi salah satu upaya dalam pengawasan distribusi BBM.

Dalam penyelidikan Tim BPH Migas dan Polda Sumsel, ditemukan gudang penyimpanan BBM di Jalan Lintas Prabumulih di wilayah Kabupaten Muara Enim berikut barang bukti aktivitas pengoplosan BBM yang berada di gudang tersebut serta hasil pemeriksaan diketahui dipasarkan produk BBM ilegal tersebut ke berbagai perusahaan perkebunan dan pertambangan di sekitar wilayah Sumsel.

"Polda Sumsel terus melakukan pengawasan pendistribusian BBM dan menindak apabila ada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran, salah satunya pengoplos BBM ini, kerja sama ini merupakan wujud sinergitas nyata antara POLRI dan BPH Migas," kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto.

Polda sumsel telah menahan para tersangka terkait produksi BBM ilegal dan menyerahkan sampel solar oplosan Laboratorium Pengujian PPPTMGB LEMIGAS sebagai pembuktian untuk melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Meniru/Memalsukan BBM.

"Atas perbuatan Tersangka dapat dikenakan ancaman ketentuan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar oleh karena meniru atau memalsukan BBM sebagaimana dimaksud ketentuan pidana Pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi," tutur Irjen Pol Toi Harmanto.

Sumber : inews 

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Ribuan  dosis vaksin Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) terancam tidak terpakai karena mendekati masa kedaluwarsa. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumsel mengungkapkan terdapat sebanyak 468.616 dosis vaksin yang hampir habis masa pemakaian.

"Jadi vaksin yang segera kadaluwarsa itu ada vaksin jenis Covovax sebanyak 351.100 dosis, Astrazaneca sebanyak 93.100 dosis, serta Sinovac 24.416 dosis," ujar Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nurainy, Selasa (15/3/2022).

Sedangkan realisasi masyarakat yang telah divaksin, Lesty menjelaskan, dosis pertama telah mencapai target 93,01 persen. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 69,08 persen, dengan target vaksin di Sumsel sebanyak 6.303.096 orang.

"Untuk vaksinasi ini kita harapkan program keroyokan TNI-Polri terus berjalan dan dapat dimaksimalkan ke Kabupaten dan Kota hingga tingkat bawah," ujarnya

Lesty menambahkan, kondisi kasus Covid-19 di Sumsel saat ini telah menurun. Tercatat hingga Senin (14/3/2022), terkonfirmasi ada 62 kasus harian. Jumlah kasus sembuh mencapai 515 orang dan 4.127 orang masih menjalani isolasi di rumah sakit, sarana kesehatan dan rumah.

"Level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kemungkinan turun. Melihat perkembangan kasus Covid-19 yang menurun, hingga capaian vaksin yang bertambah," kata Lesty.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menjelaskan, sesuai arahan pemerintah pusat, pemerintah daerah diminta untuk terus mempercepat penyaluran vaksin, terutama untuk vaksin lansia, booster dan dosis kedua.

Mawardi juga meminta, agar Bupati dan Wali Kota di Sumsel segera menghabiskan vaksin sebelum kadaluarsa. "Memang karena capaian vaksinasi di Sumsel cukup tinggi, maka sudah sulit untuk mencari sasaran vaksinasi. Kalau dari segi vaksinnya tidak ada kendala," katanya.

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Gubernur Sumsel H Herman Deru, mengusung target terbentuknya kepenggurusan Olahraga Berkuda di 17 kabupaten/kota. Tak hanya itu, orang nomor satu Sumsel ini bahkan ingin menjadikan olahraga berkuda sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hybrid Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), di Hotel Santika Premier Bandara, Sabtu (19/2/2022).

Menurut Bapak Pembangunan Sumsel itu, melalui Rakernas ini akan memacu semangatnya dalam mengembangkan olahraga berkuda di Sumsel. Apalagi dalam jangka satu tahun kedepan Herman Deru menargetkan setiap 17 Kabupaten/Kota akan diselesaikan pembentukan kepengurusannya. Hal ini selain meningkatkan prestasi tapi juga guna mencari bibit-bibit berbakat hingga dipelosok desa.

Bahkan kedepan Herman Deru mempunyai rencana untuk memasukan olahraga berkuda sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah.

Lebih dari itu, Herman Deru minta kepada Ketum Pusat Pordasi agar di Sumsel mempunyai kalender tahunan olahraga berkuda. Hal ini menurutnya sebagai langkah dalam berubah pola pikir yang tadinya olahraga mahal menjadi olahraga yang tidak mahal.

Sebelum mengakhiri sambutannya Gubernur Herman Deru mengharapkan dalam Rekernas ini mendapatkan solusi dan rekomendasi terbaik bagi Pordasi dan Pengurus Provinsi (Pengprov).

Turut hadir pada kesempatan ini, secara virtual Meteri Pemuda dan Olahraga diwakili Deputi Peningkatan Prestaai Olahrah, Chandra Bakti, Ketua Umum Nasional Olympic Commite of Indonesia diwakili Komite Eksekutif, Masagoes Ismail Ning, Sekjen Pengurus Pusat Pordasi, Adinda Yuanita, Ketua Harian Pordasi Sumsel, Ratu Tenny Leriva serta, para Ketua Umum Pordasi dari 18 Provinsi yang ada di Indonesia dan para Kepala OPD Sumsel/mewakili.

Sumber : iNews.id 

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengusulkan bantuan program peremajaan sawit rakyat (PSR) ke Kementerian Pertanian seluas 18,5 ribu hektare lahan pada 2022.

Fungsional Analis Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan Rudi Arpian di Palembang, Sumsel, Kamis (17/2/2022), mengatakan usulan ini berdasarkan permintaan dari koperasi dan gabungan kelompok tani di tujuh kabupaten/kota Sumsel.

Ke-7 kabupaten/kota itu meliputi, Banyuasin (1.000 hektare), Ogan Komering Ulu (1.000 hektare), Musi Rawas (1.401 hektare), Muara Enim (1.671 hektare), Lahat (1.800 hektare), Musi Rawas Utara (649 hektare), dan Ogan Komering Ilir (11.050 hektare).

Ia mengatakan usulan PSR ini meningkat dari tahun lalu dengan kuota sekitar 13 ribu hektare. "Kami berharap tahun ini akan lebih banyak terealisasi karena pada tahun lalu hanya tercapai sekitar 50 persen dari kuota," kata dia.

Menurut Rudi, faktor tingginya harga sawit saat ini menjadi penyebab petani memilih untuk menunda peremajaan tanamannya. Walau usia tanaman sudah tua atau di atas 25 tahun, tapi masih menghasilkan meski produktivitas tak sebaik tanaman yang berusia 5-10 tahun.

Harga sawit di tingkat petani kini berkisar Rp 3.000 per kilogram, sementara sebelum terjadi bombing komoditas hanya di kisaran Rp 1.500 per kilogram. Bahkan, saat anjlok pada 2018, sempat di kisaran Rp 500 per kilogram.

Petani takut kehilangan momentum ini, apalagi jika lahan diremajakan, maka secara otomatis mereka tidak akan mendapatkan pemasukan dari areal sawitnya.

Setidaknya dalam masa tiga tahun, lahan sawit yang diremajakan baru bisa dipanen kembali. Namun, ada sebagian petani di Sumsel yang beruntung karena telah mengikuti program PSR tahap pertama seperti petani di Kabupaten Musi Banyuasin yang mulai menanam pada 2017.

Petani di kabupaten itu sudah memanen lahannya sejak pertengahan 2020, sehingga turut merasakan keuntungan berlipat atas kenaikan harga sawit yang sedang terjadi saat ini.

Berdasarkan hasil monitoring program PSR di Sumsel diketahui luas lahan yang direkomendasi secara teknis dari 2017-2021 mencapai total 48.329 hektare, dengan rincian pada 2017 mencapai 6.331 hektare, 2018 mencapai 12.560 hektare, 2019 mencapai 10.136 hektare, 2020 mencapai 12.595 hektare, dan 2021 mencapai 6.706 hektare.

Sementara, realisasi untuk tumbang chiping (proses pertama) sudah mencapai 32.437 hektare dalam periode tersebut, sedangkan untuk penanaman sudah mencapai 30.218 hektare.

Adapun total dana peremajaan yang ditransfer dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mencapai Rp 1,07 triliun dan total dana peremajaan mencapai Rp 649,54 miliar.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID 

Lubuk Linggau, Infosekayu.com - Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi menyambangi rumah keluarga tahanan yang tewas dengan luka lebam, Rabu (16/1/2022). Dia pun menyampaikan duka dan permohonan maaf.

langsung ke rumah duka untuk mengikuti tahlilan atas meninggalnya Hermanto, tahanan Polsek Lubuklinggau Utara yang tewas saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Lubuklinggau Utara, Rabu (16/2/2022) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kedatangan orang nomor 1 di Mapolres Lubuklinggau itu disambut isak tangis keluarga almarhum Hermanto, terutama istri keduanya Iin Darmawanti. Di hadapan kapolres dia meminta keadilan serta menyampaikan agar polisi yang menganiaya suaminya dapat di hukum.

“Tolong pak kasihani kami, saya minta agar semua polisi yang menganiaya dapat dihukum, baik dipenjara atau dipecat,” ucap Iin Darmawanti, Rabu (16/2/2022).

Sementara itu, AKBP Harissandi menegaskan bahwa akan memberikan sanksi tegas kepada anggota yang melakukan perbuatan yang bukan tugasnya. Sejumlah anggota polisi yang memeriksa Hermanto pun sudah diperiksa.

“Saya datang ke sini atas nama pribadi dan menyampaikan pesan bapak Kapolda untuk memohon maaf serta dapat menjalin silaturahim pada pihak keluarga dan sekaligus menyampaikan bahwa anggota yang melakukan penangkapan telah diproses di Mapolres Lubuklinggau,” katanya.

Dia pun meminta keluarga tidak khawatir atas proses hukum yang saat ini berjalan. Anggotanya tersebut sudah ditarik ke Polres Lubuklinggau guna menjalani pemeriksaan.

“Jadi tidak perlu khawatir, takut, akan hal-hal yang tidak diinginkan, apabila ada anggota saya yang salah akan saya tindak tegas,” katanya.

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM  - Tim Opsnal Pidum dan Tekab 134 Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang menangkap Jago Johani Putra (19), DPO begal di Jakabaring. Jago bersama dua rekannya membegal korban yang sedang kehabisan bensin dengan modus pura-pura membantu.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, tersangka Jago yang merupakan warga Perumahan Grand Residence II Talang Keramat, Banyuasin tersebut diamankan di kediamannya tanpa perlawanan.

"Tersangka merupakan satu dari tiga orang komplotan begal yang beraksi di dekat Halte Bank Sumsel pada 23 November 2021 lalu sekitar pukul 02.00 WIB," ujar Kompol Tri Wahyudi, Rabu (2/2/2022).

Kejadian berawal saat korban, Bagas Satria Kusuma (18) warga Lorong Manggis, Kelurahan Silaberanti hendak pulang ke rumah neneknya dengan melintasi Jalan Gubernur H Bastari. Tiba di depan Halte Transmusi Bank Sumsel Babel, motor korban kehabisan bensin.

"Korban pulang dan mendorong motornya karena kehabisan bensin. Tersangka dan dua temannya yang lain niatnya mau bantu tapi malah minta si korban turun dan meminta paksa handphone korban," katanya.

Setelah berhasil mengambil ponsel dan motor korban, selanjutnya ketiga tersangka melakukan pengancaman. Karena takut, korban pun lari meninggalkan ketiga tersangka.

"Tersangka mengaku kalau motor tersebut telah dijual seharga Rp1,7 juta. Oleh tersangka, motor dijual kepada seorang penadah yang juga telah kami amankan," katanya.

Selain tersangka Jago, polisi juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 unit sepeda motor merek Yamaha Mio milik korban. "Saat ini tersangka Jago sedang diperiksa terkait aksinya untuk mengetahui apakah terlibat dengan aksi kejahatan lainnya," ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Disertai Kekerasan dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara.

Sumber : iNews.id 

Sumsel, Infosekayu.com - Ditres Narkoba Polda Sumsel berhasil gagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 16 kg dengan nilai Rp16 miliar.

Dari tangan dua orang kurir saat menggunakan mobil pikap jenis L300 dari Aceh dengan tujuan Sumsel.

Penyeludupan tersebut digagalkan saat kedua pelaku melintas di perbatasan Sumsel dan Jambi yakni Jalan Palembang-Jambi, Km 59, Simpang Tungkal, Kabupaten Muba, Selasa (1/2/2022) dini hari.

Diketahui penyelundupan tersebut digagalkan berawal saat Ditres Narkoba Polda Sumsel yang dipimpin langsung Wadir Ditresnarkoba AKBP Joko Lestari, SIK, MM selaku Katimsus Narkoba Polda Sumsel dan Ipda Ahmad Iqbal, SH, MM selaku Panit Timsus & IT mendapatkan informasi dari masyatakat.

Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono dikonfirmasi mengatakan, modusnya yakni para pelaku menggunakan mobil pikap yang mengangkut buah kelapa sawit.

"Pada saat kejadian, sabu-sabu tersebut disimpan pelaku di tempat yang memang sudah dimodifikasi," ujar Heri Istu, Selasa (1/2/2022).

Tidak hanya berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 16 Kg, Heri mengatakan, bahwa anggotanya juga mengamankan dua orang kurir yang membawa mobil pikap tersebut.

"Barang haram tersebut nilainya diperkirakan Rp16 miliar, ada dua orang yang kita amankan, sedangkan dua lagi masih dilakukan pendalaman. Kedua kurir yang kita amankan merupakan kurir transportir yang diupah Rp100 juta," ungkapnya.

Ditanyai dimana saja sabu tersebut akan di ecerkan di Sumsel, Heri belum merincinya lebih jauh.

"Sabu itu dibungkus teh Cina dan berasal dari Aceh dengan tujuan Sumsel," ucapnya. Hingga saat ini, kata Heri, masih terus dilakukan pendalaman lagi terkait siapa pemesannya dan siapa yang mengirim barang haram tersebut.

Sumsel, Infosekayu.com - Polda Sumsel membenarkan adanya oknum perwira yang terjerat kasus dugaan suap terkait pengamanan proyek di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, mengatakan oknum perwira yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dari jabatannya. Kasus ini pun ditangani oleh Divpropam Mabes Polri.

"Benar ada anggota kita yang diduga menerima suap Rp 2 miliar terkait pengamanan proyek bermasalah di Muba," katanya, Selasa (25/1).

Menurutnya, saat menerima suap tersebut, yang bersangkutan belum menjabat Kapolres OKU Timur. Melainkan sebagai Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel.

"Kasusnya waktu itu kan tahun 2020, jadi oknum kita itu masih dijabatan lama. Bukan saat ia dicopot sebagai kapolres," katanya.

Supriadi bilang, penindakan ini sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberantas praktik korupsi, termasuk di internal. Maka dari itu, siapa pun yang melanggar maka akan disanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Siapa pun tanpa pandang bulu. Kalau memang melanggar akan diproses hukum," katanya.

Supriadi menambahkan, sejauh ini belum ada informasi terkait dugaan adanya oknum di Polda Sumsel lainnya yang diduga turut terlibat dalam kasus penerimaan suap tersebut.

"Masih didalami. Sejauh ini baru satu orang. Tapi jika terbukti nantinya ada lagi pasti akan ditangani sesuai aturan," katanya.

Seperti diketahui, saat bersaksi dalam kasus suap Bupati Muba (nonaktif), Dodi Reza Alex, Herman Mayori menyebut Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy sebagai penyuap sudah mendapatkan proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Muba sejak 2019 lalu. Namun, pada tahun anggaran 2020 proyek tersebut sempat bermasalah sehingga berurusan dengan kepolisian.

"Pada 2020 ada uang Rp 2 miliar dari Suhandy, ada pemintaan dari Polda Sumsel terkait menyelesaikan permasalahan pengamanan Dinas PUPR. Sumber uang dari Suhandy," katanya.

Selain ke Polda Sumsel, Herman mengatakan ada juga aliran dana ke Polres Muba yang diberikan kepada anggota di bawah Reserse Kriminal.

"Ada juga untuk kebutuhan Polres (Muba). Katanya tolong dibantu. Ke Kasat Reskrim Rp 20 juta untuk support kebutuhan diberikan ke anak buah Kasat Reskrim," katanya.

Terkait hal itu, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto, mencopot Kapolres OKU Timur, AKBP Dalizon yang sebelumnya bertugas di Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel pada 19 Desember 2021.

Sumber : kumparan 

Palembang, Infosekayu.com - Penampakan Tol Palembang-Kayuagung hingga kini banyak lubang sehingga mengakibatkan banyak kecelakaan

PT Waskita Sriwijaya Tol, pengelolah Tol Palembang-Kayu Agung mengaku, akan melakukan langkah cepat untuk meminimalisir kecelakaan di jalur Tol saat ini.

Hal ini diungkapkan Direktur Teknik dan Pengelola PT Waskita Sriwijaya Tol, Sudirman, usai rapat tertutup dengan komisi IV DPRD Sumsel, Kamis (13/1/2022).

Dimana, pihaknya akan melakukan beberapa perbaikan.

“Kita akan melakukan perbaikan tentunya,” kata dia digedung DPRD Sumsel.

Langkah pertama yang akan diambil oleh pengelola jalan tol untuk jangka pendek adalah akan membangun perambuan-perambuan.

Kedua akan mengganti metode aspal khusus yang digunakan dari korea.

“Jadi kita akan sapu lubang yang ada dengan aspal khusus dari Korea, dan kita berharap nanti zero lubang,” jelasnya.

Ketiga pihaknya akan melakukan penanganan dengan semi permanent, sedang yang keempat kalau memang dilihat kondisi yang ada pihaknya akan melakukan rekonstruksi.

Sementara, Ketua komisi IV MF Ridho menyampaikan pemangilan dilakukan lantaran bentuk respon DPRD Sumsel terhadap lakalantas yang terjadi di jalan tol.

“Kita prihatin dengan banyaknya lakalantas di jalan tol, dan kita mengundang PT Waskita Sriwijaya Tol, terkait banyaknya kecelakaan di jalan tol,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya tahu bahwasanya ruas Tol Kayu Agung-Palembang dan sebaliknya merupakan tol investasi, bukan penugasan dari kementrian atau dari pemeritnah pusat.

“Terkait hal tersebut kita minta mereka lakukan konsolidasi internal sampai ke pusat, untuk mengambil langkah-langkah, dan dilaporkan dalam beberapa hari terakhir dari pusat dan kementrian turun untuk mengecek langsung jalan tol dan mengambil langkah-langkah,” ujarnya.

Komisi IV berharap perbaikan yang dilakukan adalah perbaikan berkualitas, dan juga harus menghitung kendaraan yang maksimun tonase sering lewat.

“Katanya banyak kendaraan odol (Over dimensi dan over loading), kita minta daya dukung minimal 8 ton keatas,” jelasnya.

Dia juga berharap perbaikan meningkatkan konstruksi daya dukung jalan.

“Sehingga selesai konstruksi tidak ada lagi perbaikan tambal sulam sepanjang masa."

"Karena ini tidak mencerminkan jalan bebas hambatan, kita tidak ingin jalan tol mengakibatkan banyaknya korban kecelakaan,” tandasnya.

Terpisah, anggota DPR RI Komisi V Eddy Santana Putra (ESP) mengaku prihatin banyak terjadinya kecelakaan di jalan Tol Palembang-Kayu Agung, dimana terakhir mahasiswa kedokteran jadi korban.

"Pertanyaannya standar minimal jalan tol seperti itu? Padahal tol itu harus nyaman, keselamatan pengendara terjamin, tapi ini belum," tuturnya.

Menurut mantan Walikota Palembang ini, Komisi V DPR RI sudah menanyakan ke Dirjen PU BM terkait pengawasan selama ini, ternyata Dirjen Bina Marganya tidak ikut hanya setelah diuji kelayakan jalan.

"Sehingga tidak tahu kondisi dilapangan dan janji dirjen mereka akan ikut," tuturnya.

Dilanjutkan ESP, saat ini sedang ada revisi Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan, dimana penganggung jawabnya nanti menteri.

"Selama ini pengawasan kurang bagus, harusnya kontruksi kualitanya bagus seperti Tol Jagorawi 41 tahun masih bagus, mantap, mulai tanah dasar dan servicenya baik, dan itu kontraktornya luar negeri," katanya.

Sumber : Sriwijaya post.

Sumsel, Infosekayu.com - Tahanan kasus narkoba bernama Riansyah, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Empat Lawang, Sumatera Selatan (Sumsel) kabur. Sebelum kabur, tahanan izin salat zuhur, saat dihitung petugas tahanan berkurang.

Riansyah merupakan narapidana kasus narkoba yang divonis majelis hakim 9 tahun penjara dan baru menjalani masa hukuman 6 bulan penjara.

Riansyah merupakan warga Desa Lubuk Layang, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Belum diketahui persis jejak kaburnya tahan ini. Tahanan ini disebut menghilang begitu saja usai salat zuhur.

"Tahanan ini izin untuk salat zuhur, usai salat tahanan sudah tidak ada lagi," kata Kepala Lapas Kelas IIB Empat Lawang, Ridwantoro, kepada wartawan, Minggu (21/1).

Usai kejadian itu, petugas mendatangi rumah keluarganya namun tidak ada. Pihaknya mengimbau agar tahanan ini menyerahkan diri.

“Kami berupaya mencari keberadaan tahanan ini, kami mengimbau masyarakat apabila melihat segera melapor dan tahanan ini dapat segera menyerahkan diri,” katanya.

KPLP Lapas Kelas IIB Empat Lawang, Hamid, mengatakan saat ini kapasitas lapas melebihi kapasitas alias sesak. Dari kapasitas 93 orang, tahanan yang ada sebanyak 288 orang, sehingga terjadi over kapasitas.

Sumber : kumparan.com 

Sumsel, Infosekayu.com - Apel perdana ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (3/1/2022).

Setelah hampir dua tahun ditiadakan apel pagi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), kini untuk pertama kalinya kembali diadakan apel di lingkungan Sekretariat Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Saat apel perdana ini masih banyak ASN yang belum hadir. Terlihat beberapa ASN berlarian menuju barsin untuk ikut apel. Bahkan apel yang dijadwalkan pukul 7.00 WIB sempat mundur 10 menit.

Sekda Provinsi Sumsel, S.A Supriono mengatakan, mungkin keterkejutan karena apel ini dijadwalkan pukul 7.00 WIB, sehingga masih ada yang belum hadir.

"Hari ini perdana apel setelah Maret 2020 terhenti sementara karena Covid-19. Yang hadir apel kisaran 80 persen dan 20 persennya tidak hadir," kata Supriono saat diwawancarai usai apel di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (3/1/2022).

Menurutnya, karena hari ini hari pertama masih diberi kelonggaran. Namun nantinya jika sudah yang kedua, ketiga dan seterusnya harus ditingkatkan disiplinnya."Kita masih memaklumi itu karena ini perdana.

Harapannya apel yang akan datang lebih disiplin dan di 2022 semua tugas dapat dilaksanakan dengan baik," harapanya.Supriono mengatakan, ASN diharapankan mulai disiplin masuk kerja.

Kalau selama pandemi Covid-19 ada yang masuk kerja ke kantor dan ada yang kerja di rumah secara bergantian maka kini diharapankan bisa melaksanakan aktivitas sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

"Disiplin kerja harus ditingkatkan, artinya tidak bisa semena-mena. Kalau selama ini masih kurang maksimal maka kedepannya bisa dimaksimalkan lagi," katanya. Sementara itu Supriono juga berpesan kepada para ASN, soal pakaian masih seperti yang dipakai saat ini belum menggunakan tanda pangkat.

Lalu untuk yang laki-laki bajunya dimasukan, tidak ada lagi yang dikeluarkan.Kemudian untuk absen, ada atau tidak ada tugas tetap masuk kerja sesuai jam kerja.Jangan hanya absen dan setelahnya pulang. Silakan mengundurkan diri kalau tidak mau tertib.

Sumber : Sriwijaya post 

Palembang, Infosekayu.com -  Sebanyak delapan kabupaten dan kota di Sumatra Selatan sudah bisa memulai vaksinasi anak 6-11 tahun. Hal itu lantaran vaksinasi secara keseluruhan sudah mencapai 70 persen, dan vaksinasi lansia menyentuh 60 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, mengatakan meski sudah ada beberapa kabupaten dan kota yang bisa melakukan vaksinasi anak, namun rata-rata akan melaksanakannya pada awal tahun 2022.

"Syarat vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun yaitu secara keseluruhan vaksinasi sudah mencapai 70 persen dan khusus lansia 60 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Kamis, 30 Desember 2021.

Lesty menuturkan, delapan kabupaten dan kota di Sumsel sudah ada yang memenuhi syarat tersebut yaitu Prabumulih, Empat Lawang, OKU Selatan, Lahat, Musi Rawas (Mura) Muratara, Pagaralam dan OKI.

"Untuk saat ini kabupaten/kota yang sudah bisa melaksanakan vaksinasi anak-anak usia 6-11 tahun masih dalam tahap sosialisasi. Nantinya awal tahun baru pelaksanaan vaksinasinya," jelasnya.

Menurutnya, karena saat ini sudah akhir tahun dan anak-anak sekolah sedang libur maka vaksinasi dimulai awal tahun 2022. Hal itu, kata dia, melihat ketersediaan vaksin yang ada.

"Untuk capaian vaksinasi di Sumsel secara keseluruhan sudah mencapai 72,20 persen untuk dosis pertama dan 42,44 persen untuk dosis kedua," ungkapnya.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi SDM Kesehatan sudah lebih dari 100 persen, lalu pelayanan publik sudah lebih dari 100 persen dan untuk lansia sudah 60,76 persen.

Kemudian untuk remaja yang sudah divaksin sebanyak 732.230 atau 86,48 persen dari target 846.683 orang dan masyarakat rentan umum yang divaksin sudah 2.926.803 atau 66,96 persen dari target 4.370.858.

"Untuk kabupaten yang belum mencapai vaksinasi 70 persen tinggal dua kabupaten yaitu Banyuasin dan Ogan Ilir (OI). Untuk Ogan Ilir hari ini bisa tercapai karena sudah 69 persenan, sedangkan untuk Banyuasin baru 67,7 persen," ungkapnya.

Dia menerangkan Banyuasin belum tercapai target vaksinasi karena luasnya daerah dan banyak peraian. Hal itu menjadi kendala dalam percepatan vaksinasi.

"Jadi memang aksesnya yang cukup sulit, terlebih vaksin ini diawal masih terbatas dan baru-baru ini yang disuplai banyak," jelasnya. Sementara itu berdasarkan data yang ada untuk Bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit di Sumsel sudah 3 persen, dan di Palembang BOR nya 4 persen.

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM  - Target 70 persen vaksinasi di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mencapai kekebalan kelompok atau Herd Immunity telah terealisasi sejak pekan lalu. Namun, dari 17 Kabupaten Kota yang ada di Sumsel masih terdapat tujuh daerah yang belum mencapai herd immunity.

Ketujuh daerah itu yakni OKU Timur, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara), Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Banyuasin.

Sedangkan sepuluh daerah yang realisasi vaksinasinya telah di atas 70 persen yakni Prabumulih 86,23 persen, Palembang 81,96 persen, Musi Banyuasin 77,35 persen, OKU Selatan 76,58 persen, Empat Lawang 76,38 persen, Penukal Abab Lematang Ilir 73,77 persen, Lubuk Linggau 72,97 persen, Pagaralam 72,66 persen, OKU 71,71 persen dan Muara Enim 71,36 persen.

“Untuk tujuh daerah lainnya yang belum mencapai target minimal 70 persen diharapkan segera mengejar target jumlah vaksinasinya hingga akhir tahun ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, Selasa (28/12/2021).

Sementara itu, lanjut Lesty, untuk data terbaru capaian vaksinasi dosis pertama yakni sebanyak 4,544,636 atau 72,10 persen. Jumlah tersebut masih terus dikejar dari target 6.303.096 orang. Sedangkan untuk dosis kedua baru 2.603.674 atau 41,31 persen

Ditambahkan Lesty, saat ini Covid-19 di Sumsel terus melandai. Dari data yang diterima, untuk Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit di Sumsel sudah 3 persen, dan di Palembang 4 persen.

"Kita juga saat ini masih fokus agar varian baru Omicron tidak masuk ke Sumsel. Untuk itu, tantangan kita di depan mata pada momen malam tahun baru. Saya berharap masyarakat untuk tidak berkerumunan dan tetap menerapkan protokol kesehatan agar momen tahun baru ini tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi," katanya.

Sumber : iNews.id

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya meminta masyarakat mengurangi mobilitas pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Kewaspadan perlu dilakukan karena libur Nataru dibarengi munculnya varian Omicron.

"Jika masyarakat melakukan mobilitas tinggi apalagi liburan ke luar negeri berisiko terinfeksi Covid-19," kata Mawardi Yahya usai apel gelar pasukan pengamanan Nataru di Palembang, Kamis (23/12/2021).

Masyarakat juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. "Pandemi Covid-19 belum berakhir, jika mobilitas masyarakat tinggi dan melonggarkan prokes bisa berisiko tinggi terinfeksi virus corona," ujarnya.

Untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan menerapkan prokes secara ketat, ribuan personel gabungan yang diturunkan dalam operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru itu untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan pengendalian Covid-19.

Melalui upaya tersebut diharapkan bisa dicegah terjadinya peningkatan kasus penularan Covid-19 serta masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman serta aman dari gangguan kamtibmas.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto menambahkan sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, masyarakat perlu lebih berhati-hati melakukan aktivitas serta merayakan Nataru di penghujung Desember 2021. Pasalnya, masih dalam kondisi masih pandemi Covid-19 dan adanya varian Omicron.

Varian Omicron yang memiliki kecepatan penyebaran lima kali lebih cepat dari varian Delta, telah ditemukan di 103 negara dengan total 105.272 kasus, termasuk di Indonesia saat ini sudah lima orang teridentifikasi tertular varian baru itu.

Operasi Lilin 2021 dilaksanakan selama 10 hari, mulai 23 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022, dengan fokus pengamanan gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, objek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.

Sumber : iNews.id 

Palembang, Infosekayu.com  – Keluhan soal kondisi jalan Tol Lampung-Palembang  rusak parah viral. Seorang pengguna jalan mengeluh karena ban mobilnya pecah di ruas tol yang katanya bebas hambatan tersebut.

Dalam unggahannya yang dilihat Sumsel24.com, Minggu (19/12), pria itu mengeluhkan mobilnya mengalami pecah ban di ruas jalan tol arah Lampung ke Palembang. Insiden itu terjadi, menurutnya, dikarenakan jalan yang seharusnya dapat dilalui tanpa hambatan itu, kondisinya rusak, bergelombang dan berlubang.

“Tadi sepanjang jalan sudah ada perbaikan, tapi mohon segera diselesaikan pak. Waduh kacau banget, ini bahaya banget pak. Di belakang, ada lagi tu pak,” kata pria itu.

Tak hanya menunjukkan ke arah mobilnya, Pria itu juga menunjukkan jarinya ke arah 2 mobil lainnya yang juga diduga mengalami kejadian sama dengannya.

Indra (40), seorang sopir truk yang lintas Jawa Sumatera juga yang dalam sebulan bisa puluhan kali bolak balik Palembang-Jakarta turut membenarkan kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut. Menurut Indra, perlu dengan kehati-hatian jika harus melintasi ruas tol Pematang Panggang-Palembang tersebut.

“Ruas tol ini dari Pematang ke Palembang ini yang kondisinya sangat parah, begitu juga sebaliknya. Kalau sopir gak benar-benar mahir pasti kejadian (insiden) lewat disitu. Beda sekali dengan tol yang di Jawa. Saya sendiri sebagai warga Sumatera malu,” kata Pria warga Banyuasin, tersebut saat bercerita kepada Sumsel24.com, Minggu (19/12/2021).

Indra mengungkapkan, setiap kali melintas di ruas jalan tersebut pemandangan mobil terbalik atau pecah ban itu sudah biasa terlihat. Jalan bergelombang dan pembatas jembatan tidak rata itu salah satunya penyebab mengurangi kekuatan kendaraan.

“Sudah bosen liat mobil terguling, pecah ban, kayak udah jadi jajanan. Mobil yang saya bawa ini keluaran tahun 2020, tapi ya itu karena kondisi jalan yang gelombang juga pembatas jembatan yang tidak rata, jadi per dan baut roda yang lebih dulu kalah padahal muatan saya enteng bagaimana kalau yang muatan berat, karena tidak sedikit mobil yang patah per dan patah as roda di jalan itu. Pesan saya buat warga yang jarang melintas hati-hati aja lah, buat pemerintah ya ngerti ajalah apa maunya masyarakat,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan seorang warga Jambi bernama Agus, yang hanya berani melintas di ruas tol tersebut pada siang hari. Pemilik minibus tahun 90an itu mengaku menyerah jika harus melintas di ruas tol tersebut malam hari.

“Angkat tangan saya kalau jalan malam di sana, jalannya parah banget. Kalau nggak keuber mending saya istirahat tidur di rest area dari pada ada apa-apa di jalan. Parah bang, parah banget kondisinya, seminggu yang lalu juga saya baru lewat lagi. Saya ini hampir tiap bulan Palembang-Kebumen tapi cuma di jalan itulah yang membuat saya harus benar-benar mengurangi kecepatan,” katanya.

“Bayar sudah mahal, katanya bebas hambatan, tapi ya nikmati aja sampai nantinya pemerintah peka dengan sendirinya. Alhamdulillah karena saya sudah paham medannya, ya di pinter-pinterin aja atur waktu kalau mau berangkat. Bedanya itu nampak, kalau di arah Lampung itu rata-rata cor-coran, tapi kalau udah masuk Pematang ke Palembang banyak yang aspal-aspal, nah aspal ini yang suka amblas dan bergelombang,” jelas Agus, terpisah.

Pihak Pengelola Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPALBETUNG), PT Waskita Karya, Yusuf Ar Rosadi, mengatakan pihaknya terus bekerja memperbaiki ruas tol tersebut. Menurutnya, ruas to Palembang-Kayuagung masih aman dilalui kendaraan di kecepatan 60 hingga 100 kilometer per-jam.

“Kalau lubang-lubang itu untuk nataru ini masih kita kerjakan. Kalau yang jembatan kita juga leveling, memang ada selisih berapa centimeter, tapi terus kita leveling. Untuk ruas Palembang-Kayuagung, sebaliknya, masih aman dilalui kendaraan di kecepatan 60-100 kilometer per-jam,” jelas Yusuf.

Sementara, Pihak Pengelola Tol Terbanggi Besar -Pematang Panggang – Kayu Agung (TERPEKA), PT Hutama Karya, Yoni Satryo, saat dikonfirmasi pihaknya belum bisa memberikan komentar atas kejadian tersebut.

“Kami tidak bisa berkomentar, nanti dari Corporate Communication akan mengeluarkan press rilisnya terkait hal itu,” kata Pengelola Tol Terpeka, PT Hutama Karya, Yoni Satryo, ketika dimintai konfirmasi terpisah.

Sumber : Tak hanya menunjukkan ke arah mobilnya, Pria itu juga menunjukkan jarinya ke arah 2 mobil lainnya yang juga diduga mengalami kejadian sama dengannya.

Indra (40), seorang sopir truk yang lintas Jawa Sumatera juga yang dalam sebulan bisa puluhan kali bolak balik Palembang-Jakarta turut membenarkan kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut. Menurut Indra, perlu dengan kehati-hatian jika harus melintasi ruas tol Pematang Panggang-Palembang tersebut.

“Ruas tol ini dari Pematang ke Palembang ini yang kondisinya sangat parah, begitu juga sebaliknya. Kalau sopir gak benar-benar mahir pasti kejadian (insiden) lewat disitu. Beda sekali dengan tol yang di Jawa. Saya sendiri sebagai warga Sumatera malu,” kata Pria warga Banyuasin, tersebut saat bercerita kepada Sumsel24.com, Minggu (19/12/2021).

Indra mengungkapkan, setiap kali melintas di ruas jalan tersebut pemandangan mobil terbalik atau pecah ban itu sudah biasa terlihat. Jalan bergelombang dan pembatas jembatan tidak rata itu salah satunya penyebab mengurangi kekuatan kendaraan.

“Sudah bosen liat mobil terguling, pecah ban, kayak udah jadi jajanan. Mobil yang saya bawa ini keluaran tahun 2020, tapi ya itu karena kondisi jalan yang gelombang juga pembatas jembatan yang tidak rata, jadi per dan baut roda yang lebih dulu kalah padahal muatan saya enteng bagaimana kalau yang muatan berat, karena tidak sedikit mobil yang patah per dan patah as roda di jalan itu. Pesan saya buat warga yang jarang melintas hati-hati aja lah, buat pemerintah ya ngerti ajalah apa maunya masyarakat,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan seorang warga Jambi bernama Agus, yang hanya berani melintas di ruas tol tersebut pada siang hari. Pemilik minibus tahun 90an itu mengaku menyerah jika harus melintas di ruas tol tersebut malam hari.

“Angkat tangan saya kalau jalan malam di sana, jalannya parah banget. Kalau nggak keuber mending saya istirahat tidur di rest area dari pada ada apa-apa di jalan. Parah bang, parah banget kondisinya, seminggu yang lalu juga saya baru lewat lagi. Saya ini hampir tiap bulan Palembang-Kebumen tapi cuma di jalan itulah yang membuat saya harus benar-benar mengurangi kecepatan,” katanya.

“Bayar sudah mahal, katanya bebas hambatan, tapi ya nikmati aja sampai nantinya pemerintah peka dengan sendirinya. Alhamdulillah karena saya sudah paham medannya, ya di pinter-pinterin aja atur waktu kalau mau berangkat. Bedanya itu nampak, kalau di arah Lampung itu rata-rata cor-coran, tapi kalau udah masuk Pematang ke Palembang banyak yang aspal-aspal, nah aspal ini yang suka amblas dan bergelombang,” jelas Agus, terpisah.

Pihak Pengelola Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPALBETUNG), PT Waskita Karya, Yusuf Ar Rosadi, mengatakan pihaknya terus bekerja memperbaiki ruas tol tersebut. Menurutnya, ruas to Palembang-Kayuagung masih aman dilalui kendaraan di kecepatan 60 hingga 100 kilometer per-jam.

“Kalau lubang-lubang itu untuk nataru ini masih kita kerjakan. Kalau yang jembatan kita juga leveling, memang ada selisih berapa centimeter, tapi terus kita leveling. Untuk ruas Palembang-Kayuagung, sebaliknya, masih aman dilalui kendaraan di kecepatan 60-100 kilometer per-jam,” jelas Yusuf.

Sementara, Pihak Pengelola Tol Terbanggi Besar -Pematang Panggang – Kayu Agung (TERPEKA), PT Hutama Karya, Yoni Satryo, saat dikonfirmasi pihaknya belum bisa memberikan komentar atas kejadian tersebut.

“Kami tidak bisa berkomentar, nanti dari Corporate Communication akan mengeluarkan press rilisnya terkait hal itu,” kata Pengelola Tol Terpeka, PT Hutama Karya, Yoni Satryo, ketika dimintai konfirmasi terpisah.

Sumber : Sumsel24.com