Articles by "Info Wisata"
Tampilkan postingan dengan label Info Wisata. Tampilkan semua postingan
Muba, Infosekayu.com - Wisata Manau Kuning terletak di Desa Jerambah Gantung, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Berwisata bersama keluarga di sini pengunjung dapat memanjakan mata sembari menikmati kuliner di saung-saung yang telah disiapkan pengelola sedangkan anak-anak bisa asik bermain berenang di kolam yang tersedia.

Di Wisata Manau Kuning terdapat beragam tempat berburu foto dan berselfi ria sebagai kenang-kenangan untuk diunggah di sosial media, seperti rumah Hobbit, Taman Bunga, Patung hewan dan tangan raksasa, ayunan, dan lain sebagainya. Wisata Manau Kuning ini merupakan objek wisata unggulan di Kecamatan Jirak Jaya.

Selain hal tersebut, objek wisata Manau Kuning juga menyediakan Villa bagi pengunjung yang ingin bermalam di sini.

Direncanakan, pada tahun ini Pemkab Musi Banyuasin melalui Dispopar Muba akan menggelar kegiatan Festival Pariwisata sebagai bentuk dukungan promosi pariwisata di objek wisata Manau Kuning, Kecamatan Jirak Jaya, namun tetap dengan memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 ke depannya.
MUBA, INFOSEKAYU.COM- Madu Sialang  dikenal sebagai produk andalan masyarakat  Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Sebagai primadona, si manis alami ini tergolong langka. Untuk mengambilnya,  masyarakat pemanen madu harus rela menerobos hutan. Usaha ini masih ditambah  dengan memanjat pohon Sialang. Waktunya, harus malam hari pula. Ini praktik warisan turun-temurun  warga Musi Banyuasin. Memanen madu pun tak bisa asal ambil.  Ada ritual  meminta izin kepada ‘pemiliknya’. 

Soal hubungan manusia dan alam ini, nenek moyang pun  memanen metode ramah lingkungan. Bukti jurus ramah alam ini,  madu Sialang masih diproduksi. 

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menjelaskan  Sialang adalah   sebutan masyarakat  Muba untuk pohon Menggeris (Koompassia excelsa). Pohon yang hidup di hutan hujan ini umumnya tumbuh di dataran rendah, tapi juga ditemukan di dataran sedang. Tinggi pohon Sialang 60 -80 meter.
Pohon Sialang mempunyai nilai tersendiri bagi warga Musi Banyuasin. Khususnya bagi warga masyarakat kecamatan batanghari leko Dawas dan Tungkal Ulu termasuk bagi daerah kecamatan  lain seperti sungai keruh dan lainnya yang memiliki potensi Madu Sialang 

Pohon Sialang sebagian masih ditemukan di sejumlah hutan dan kebun warga, Umumnya berada di tepi sungai. Hampir sepanjang tahun memberikan penghasilan bagi mereka. Madu, yang diambil dari sarang lebah liar. Minimal ada sepuluh sarang di pohon tersebut.
'Madu sialang' begitu  masyarakat setempat menyebutnya. 

Madu Sialang dari Musi Banyuasin Khususnya dari kecamatan batanghari leko, Dawas dan Tungkal Ulu ini cukup terkenal bagi penikmat madu di Palembang dan Jambi.

Nurdin-petani madu-belasan tahun menekuni profesi sebagai pemanjat pohon untuk mendapatkan madu sialang. 

Nurdin menelusur belantara demi Sialang madu yang bersumber dari kawasan hutan lindung Meranti Sungai Merah, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. 

Untuk mencapai desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batanghari Leko, Muba dibutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan darat dari Sekayu, ibukota kabupaten untuk Sampai di desa yang masuk dalam area lanskap kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP) Meranti, matahari mulai tampak makin tinggi.  Nurdin  mendatangi beberapa batang pohon berukuran besar yang ada di dalam hutan yang berada persis di Daerah Aliran Sungai Batanghari Leko. 

"Panen kami pakai metode suntik yang artinya tidak semua sarang kami habisi," kata dia, 
Nurdin mempraktekkan cara memikat madu membangun sarang di pohon yang sama.  Ia harus menyisakan sebagian kecil sarang sebagai rumah bagi ratu lebah dan anak-anaknya. Pemanen juga diingatkan untuk menyisahkan sekitar 5 cm sarang yang masih berisi madu sebagai pakan bagi anakan untuk tetap berkembang biak. "Ini terbukti pada 40 hari berikutnya akan ada panen lagi jadi siklusnya gak terputus," kata Wijaya. 

Nur Rohim, ketua Gapoktan Meranti Wana Makmur menjeslakan usai diturunkan dari pohon, Madu terlebih dahulu dipisahkan dari sarang dan kotoran lainnya dengan cara ditiriskan sebanyak tiga kali. Selanjutnya dilakukan penurunan kadar air untuk menghasilkan madu murni yang sehat, hegienis. Berikutnya madu dikemas dalam botol biasa tanpa merek dan sebagian lainnya dijual dengan menggunakan nama dagang Wana dengan berbagai varian harga dan isi. "Sebulan kami bisa produksi hingga 2 ton madu murni," katanya. 

Sementara itu Project Director Kelola Sendang, ZSL Indonesia, Damayanti Buchori menambahkan pihaknya juga mendampingi warga dalam penirisan, pengemasan hingga pemasaran madu. Melalui Kelola Sendang (Kemitraan pengelolaan Lanskap Sembilang-Dangku). Desa Lubuk Bintialo termasuk dalam area model 1 Kelola Sendang yang terdiri atas lanskap KPHP Meranti hingga batas Suaka Margasatwa Dangku di Paling Timur. Sejak dahulu hutan Meranti dikenal sebagai salah satu kawasan ekosistem hutan dengan kekayaan flora dan fauna tertinggi di dunia. Hingga kini lazim bagi warga di sana bertemu dengan Harimau, Gajah, Tapir, Beruang Madu, Beruk, Burung Enggang. (Kjs)

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM —-  Libur pergantian tahun 2019 ke 2020 8 destinasi wisata yang rame dikunjungi warga, Bagi masyarakat di Musi Banyuasin (Muba) maupun di luar Muba bisa memanfaatkan atau mengisi hari libur dengan berkunjung di beberapa pusat destinasi wisata yang ada di Bumi Serasan Sekate.

Diketahui, ada sebanyak 8 lokasi wisata di Kabupaten Muba yang tersebar di beberapa Kecamatan yang patut dikunjungi saat hari libir dan berlibur di Muba yakni diantaranya 1. Taman Toga Mangun Jaya, 2. Taman Bupati belakang Rumah Dinas Bupati Muba, 3. Danau Ulak Lia Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu, 4. Danau Konger Sungai Keruh, 5. Danau Ulak Libok Sanga Desa, 6. Bukit Pendape, 7. Gelanggang Remaja Sekayu dan 8. Taman Instagrammable Depan Rumdin Bupati Muba.

Delapan destinasi wisata ini mulai berkembang di era kepemimpinan pak Bupati Dodi Reza, jadi kalau ke Muba jangan lupa untuk berkunjung,” ungkap Plt Kadispopar Muba, Muhammad Fariz.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza mengajak kepada seluruh warga Muba dan pengunjung lokasi wisata di Muba untuk menjaga fasilitas umum (fasum) dan kebersihan di tempat wisata yang sudah dibangun bersama-sama tersebut.

“Jaga kebersihan, selamat berlibur. Silahkan menikmati wisata-wisata yang ada di Muba,” ungkapnya.

Ke depan, lanjut Dodi dirinya memerintahkan Dispopar Muba akan terus menyisir dan mengembangkan potensi tempat pariwisata yang ada di Muba. “Untuk itu pula nantinya harus kita jaga bersama, agar Muba menjadi rujukan tempat wisatawan berkunjung,” selain itu saya himbau kiranya warga berkenan untuk menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas umum yang telah kita bangun dari APBD Muba ini ungkapnya.

Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro mengajak kepada seluruh masyarakat Muba agar bersama-sama dan partisipasi ikut menjaga pembangunan fasilitas umum (fasum) yang telah dibangun maupun yang saat ini sedang dikerjakan oleh pemerintah Kabupaten Muba

“Kami minta kepada masyarakat agar menjaga fasilitas umum yang bangun seperti taman di depan kantor bupati yang saat ini ramai dikunjungi oleh warga, taman itu selalu ramai dikunjungi warga yang ingin berselfi maupun berolahraga jogging,” ungkap Andi.

Dikatanya, keberadaan taman saat ini tidak hanya dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lebih jauh fungsi taman akan menjadi tempat edukasi dan konservasi.

Lanjut Andi, prilaku untuk peduli terhadap fasilitas umum yang dibangun untuk masyarakat merupakan hal penting.Sebab jika fasilitas yang sudah dibangun tidak dirawat maka akan menjadi hal yang sia-sia pemanfatannya bagi masyarakat sendiri.

Dengan tidak membuang sampah sembarangan dalam area Taman ini, merupakan salah satu upaya untuk menjaga fasilitas umum agar tetap terpelihara dan jangan sampe dirusak oleh tangan tangan jahil yang tidak bertanggung jawab sehinga Taman taman yang telah dibangun bisa terus terpelihara dan dimanfaatkan oleh kita semua

“Dari segi kebersihan Kita sudah banyak siapkan kotak sampah ditaman tersebut, jadi bagi pengunjung buanglah sampah pada tempatnya.Ayo kita sama-sama peduli. Sama-sama punya rasa memiliki. Jaga fasilitas yang ada. Sebab fasilitas ini disediakan untuk masyarakat. Jangan dirusak. Toh, tidak ada gunanya juga merusak fasilitas ini. Malah bikin rugi orang banyak,” tukasnya.

Secara terpisah Kadishub Muba Pathi Riduan mengungkapkan bahwa sarana prasarana khususnya jalan jalan protokol yang baru dibangun fasilitas pejalan kaki sebagai fasilitas pejalan kaki kami menghimbau kiranya kenderaan roda 2 dan atau roda 4 untuk tidak parkir sembarangan di fasilitas tersebut mengingat peruntukannya dibangun buat pejalan kaki dan mari kita saling menjaga dan memelihara pembangunan yang saat ini pemkab muba gencar membenahi seluruh fasilitas yang ada sehingga bangunan tersebut dapat dipergunakan sesuai peruntukanya ujarnya. (kjs)


INFOSEKAYU - Warga Bumi Serasan Sekate kini memiliki taman agrowisata, yaitu Taman Agro Inovasi TPHP yang baru saja dibangun Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan.


Tidak hanya saat libur akhir pekan, namun masyarakat Muba juga beramai-ramai mengunjungi Taman Agro Inovasi TPHP di hari kerja. Selain itu disaat pelaksanaan Peda KTNA XIII nanti taman ini juga akan ramai dikunjungi para peserta KTNA.

“Taman Agrowisata ini terletak tidak jauh dari pusat Kota Sekayu, tepatnya di Jalan Sekayu - Pendopo KM 11," ujar Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex.

Terpisah, Kepala Dinas TPHP Muba Ir A Thamrin membenarkan bahwa Taman Agro Inovasi TPHP Muba ini dibangun untuk persiapan menyambut Peda KTNA XIII tingkat Sumsel pada 24 - 28 Juni nanti, nantinya peserta Peda KTNA dijadwalkan akan mengunjungi taman ini.

"Selain untuk persiapan KTNA, taman ini juga sengaja dibangun sebagai tempat agrowisata bagi masyarakat Kabupaten Muba maupun luar daerah. Silahkan yang ingin berkunjung, yang terpenting jangan merusak tanaman yang ada, tolong kita jaga bersama agar taman agro inovasi ini tetap lestari sampai nanti," ujarnya

Diinformasikan, ditaman agro inovasi TPHP tersebut ditanamu sayur dan buah-buahan seperti sayur kol, labu kuning, labu manis, jagung, pepaya dan lainnya. Pemkab Muba berharap pengunjung yang datang ke taman tersebut mendapatkan edukasi terkait pengembangan jenis-jenis tanaman itu.

Sementara itu, salah seorang pengunjung Meila (32) mengatakan keberadaan taman agro inovasi TPHP Muba sangat membantu dirinya dalam mencarikan tempat berlibur untuk keluarga. Karena selain lokasi liburan keluarga juga dapat diberi edukasi terkait tumbuh-tumbuhan yang ada di taman itu.

"Keberadaan taman wisata ini sangat membantu bagi kita mencari wisata edukasi bagi anak-anak, karena tidak perlu keluar daerah, selain anak-anak bisa bermain disini mereka juga mendapatkan edukasi terkait tanaman yang ada, maklum anak kecil kan banyak tanya, jadi setiap tanaman yang ada ditanya sama mereka,” kata pengunjung. /red/

INFOSEKAYU.COM - Melihat bunga warna-warni dan hijaunya dedaunan, serta rindangnya pepohonan bisa menjadi solusi terbaik untuk menghilangkan kepenatan, setelah beberapa hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan.


Bisa jadi lokasi tersebut, adalah taman yang merupakan tempat yang tepat untuk menghilangkan kejenuhan terhadap rutinitas sehari-hari. Ternyata di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sudah ada tempat yang mampu menghilangkan kejenuhan tersebut.

Ya, Tempat tersebut Taman Toga yang berada tepat di belakang rumah dinas Bupati Muba, dan telah dibuka untuk umum pada akhir tahun lalu. Taman seluas sekitar satu hektare itu memiliki berbagai tanaman, mulai dari tanaman buah hingga sejumlah bunga warna-warni yang menjadi spot bagi anak muda dan masyarakat yang hobi berswafoto alias selfie.

Ada yang menarik dari sejumlah tanaman yang berada ditaman milik Pemerintah Kabupaten Muba tersebut, yaitu, adanya pohon yang memiliki bunga berwarna merah muda, serbuk sarinya menyebar sehingga merasa seperti berada di Jepang, pada saat bunga Sakura sedang bermekaran yang kemudian berguguran.

Pohon tersebut menjadi spot unggulan dan banyak diunggah oleh masyarakat ke media sosial seperti Instragram dan Facebook.

Selain itu, ada juga pohon lain dengan kondisi daun berguguran menjadi latar belakang foto oleh sejumlah pengunjung dan menjadi rebutan anak muda untuk berswafoto.

"Tempatnya sejuk, bunga-bunganya cantik sehingga bisa dijadikan spot untuk kita selfie, kemudian kita upload dimedia sosial," ujar Rita (25), gadis asal Kecamatan Plakat Tinggi ini.

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Sekayu ini juga mengungkapkan, bahwa salah satu pohon yang menjadi spot foto karena keunikan bunganya, sehingga seperti berada di Jepang, pada saat Bunga Sakura sedang bermekaran.

"Ada pohon yang bunganya mirip dengan bunga Sakura, sehingga harus antri kalau mau berfoto di situ," ujarnya malu-malu.

Dia juga mengungkapkan, tidak perlu jauh-jauh untuk bersantai dan menghilangkan kepenatan setelah belajar, cukup di Sekayu saja. Karena selain gratis, spot fotonya banyak, lokasi yang nyaman serta sesuai dikantong mahasiswa. "Sesuai di kantong kami mahasiswa, walaupun banyak juga bukan mahasiswa yang datang kesini," tutupnya. /red/



Sekayu, sumselupdate.com - Meski belum diberi nama secara resmi, namun taman yang baru dibangun tepat di belakang rumah dinas (rumdin) Bupati Muba atau yang dikenal Griya Pendopoan Serasan Sekate mulai diserbu warga jadi tempat spot swafoto terbaru warga bumi Serasan Sekate.


Pantauan di lokasi tampak muda-mudi di Sekayu riang gembira swafoto bersama, bahkan taman yang saat ini sering disebut dengan nama Taman Bupati Dodi Reza itu saat pagi dan sore hari dijadikan tempat untuk jogging.

"Taman ini bagus, kami senang ada taman baru. Tempatnya juga bisa jadi tempat olahraga," ungkap Herdoni Syafriansah salah satu warga Sekayu yang rutin ke taman tersebut.

Senada diungkapkan Firman (48), ayah dua orang anak ini mengaku semenjak keberadaan taman baru tersebut, dirinya hampir setiap sore hari memboyong keluarga untuk jogging dan menikmati pemandangan di taman.

"Tempatnya enak, asri dan adem banyak tanaman dan kalau mau menjelang malam hari sangat indah, ada banyak lampu," tuturnya.

Selain itu tanggapan anak muda lainya Ariel latief dan Zulkarnain menambahkan, saat dirinya bersama kawan-kawan lainya posting ke media sosial (medsos) banyak warganet yang beranggapan taman tersebut keberadaanya di luar kota.

"Banyak yang mengira taman ini bukan di Muba dan ada juga kerabat di facebook yang berasal dari luar Muba penasaran ingin berkunjung," kata Firman.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Muba Herryandi Sinulingga AP mengatakan saat ini taman yang berada di belakang rumdin Bupati Muba belum diberi nama, namun dirinya mengaku pembangunan taman tersebut bagian dari komitmen Bupati Muba Dodi Reza dalam melestarikan lingkungan dan program sustanaible regent atau Sustainable City Sekayu Kota Randik.

“Kita patut bersyukur atas seluruh kerja keras kita bersama warga Musi banyuasin yang cinta akan kebersihan lingkungan berkelanjutan maka kota sekayu  kembali diganjar memproleh piala adipura ke XII tahun 2018 kategori Kota Kecil Terbersih,” ujarnya.

"Selain itu juga warga Muba ada tempat baru untuk kongkow dan menikmati taman dan pemandangan kota di Sekayu, di sore hari dan sebagai tempat olahraga yang sejuk dan menyegarkan di pagi harinya,” pungkasnya. (rel)

Sekayu, Infosekayu.com- setelah melakukan kunjungan lapangan dibeberapa tempat di kabupaten Musi Banyuasin, peserta Festival Kabupaten Lestari diundang wakil Bupati Muba Beni Hernedi makan malam bersama di pelataran Sekayu water front, Kamis (26/07/2018). 

Peserta Festival Kabupaten Lestari pegiat lingkungan dari Jakarta Lia mengatakan banyak pelajaran sangat berharga yang ia dapatkan dari kunjungan lapangan di Muba mulai dari melihat lelang dan pengelolaan karet, replanting kelapa sawit hingga melihat keindahan danau ulak lia.
"Rasanya ingin berlama-lama disini, danau ulak lia pontensi denasti wisata karna suasananya masih alami, romantis, dramatis dan eksotis. semoga rencana pengembangan danau ulak lia berdampingan dengan kebun raya cepat terealisasi", harapnya

ditambahkan Samuel peserta dari kabupaten Sintang mengatakan pelaksanaan Festival Kabupaten Lestari di Muba telah berjalan sukses dan meriah. "tuan rumah telah menetapkan standar yang tinggi dalam pelaksanaannya, ini menjadi tantangan kami yang akan menjadi tuan rumah tahun 2020 mendatang",pujinya

sementara itu Wakil Bupati Muba Beni Hernedi dalam sambutannya mengatakan lingkar temu kabupaten lestari ini sebuah perhimpunan yang mempunyai keinginan yang sama untuk berbagi informasi, gagasan dan praktik guna untuk mendorong perwujudan visi Kabupaten Lestari. serta saat ini LTKL telah memiliki jejaring mitra lembaga-lembaga internasional seperti WRI, IDH dan lain-lainnya.
"banyak kabupaten di Indonesia yang menyatakan ingin bergabung dengan LTKL dan alhamdulillah kemarin sudah ada Aceh Tamiang dan Gorontalo keanggotaannya diresmikan", disampaikannya
ditambahkannya bahwa apa yang dilihat peserta FKL di Muba merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian visi kabupaten lestari terkait pembangunan yang berkelanjutan. "danau ulak lia akan kami jadikan destinasi wisata di Muba, LIPI telah mengeluarkan surat resmi rekomendasi danau ulak lia untuk dikembangkan menjadi lokasi kebun raya", ucapnya

Dalam kesempatan itu juga Beni menyampaikan bahwa untuk tuan rumah kabupaten lestari tahun 2019 mendatang telah ditetapkan jatuh pada kabupaten Siak dan di tahun 2020 bertempat di kabupaten Sintang. (Edp)





INFOSEKAYU.COM - Salah satu landmark Kota Sekayu, yakni Jembatan Musi (JM) yang menghubungkan Kecamatan Sungai Keruh dengan Kecamatan Sekayu bakal dipercantik dengan pencahayaan lampu warna warni oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggunakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina EP Asset Field Pendopo dan Ubeb Ramba. 



Manajer PT Pertamina EP Asset Field Pendopo Heri Aminanto menjelaskan, pihaknya berencana membantu Pemkab Muba dalam make over Jembatan JM. Bukan hanya mengecat jembatan, namun Pertamina EP juga akan memasang lampu hias warna-warni di jembatan itu. Saat ini, kata Heri, pihaknya sedang melakukan penghitungan perkiraan biaya yang dibutuhkan.

“Jika paparan kami ini disetujui, maka kami akan langsung melaksanakan tender pengerjaan tersebut. Rencananya, Jembatan JM ini akan kami cat dengan perpaduan warna merah, biru dan kuning serta permainan pencahayaan lampu sesuai dengan simbol PT Pertamina EP,” kata Heri belum lama ini.



Menanggapi rencana Pertamina EP itu, Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengucapkan terima kasih dan menyetujui Detail Engineering Design (DED) yang ditawarkan PT Pertamina EP untuk penataan jembatan JM.

“Secara teknis akan kita support dan ditindaklanjuti dengan dinas terkait. Diharapkan penataan ini bukan hanya membenahi jembatan tapi dapat menjadi salah satu ikon destinasi wisata di Kabupaten Musi Banyuasin,” ujar Beni.


Beni berpesan, pengerjaan penataan jembatan JM ini harus dimulai segera dan sebisa mungkin dapat diselesaikan sebelum tanggal 29 September sebagai kado di Hari Jadi Kabupaten Musi Banyuasin.

“Penataan ini bentuk kontribusi sangat bagus dari PT Pertamina. Kami yakin brand PT Pertamina akan melekat di warga Muba,” pungkas Beni. /red/



 



Sekayu, Infosekayu.com-  Potensi pariwisata kabupaten Musi Banyuasin ternyata bukan objek wisata yang tersebar di 15 kecamatan, ternyata banyak potensi pariwisata di bidang kuliner juga tersebar di setiap kecamatan.

Kreatifitas kelompok ibu ibu dari 15 kecamatan patut diacungi jempol. Seperti kelompok kencana ungu dari kecamatan Sekayu, mengembangkan kuliner dari umbi-umbian yang dijadikan bahan makanan untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Antara lain Agar ungu (sarapan agar berbahan dasar ubi ungu), Pitsubi (Pizza Ubi untuk makan siang) dan Tabas (Tahu yang dibuat dari Talas untuk menu makan malam). Sementara untuk minumnya dibuatkan Juja (Jus ubi jagung) setelah dicicipi sangat enak, lezat, dan delicious makjeb.


Semua produk pangan baik umbi umbian, jagung dan sagu merupakan produk pangan lokal yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Memberdayakan setiap keluarga dan kelompok masyarakat melalui organisasi PKK di 240 desa/kelurahan dan 15 Kecamatan untuk memanfaatkan setiap lahan/pekarangan rumah warga maupun tanah desa dan tanah kecamatan untuk di tanami secara massal pangan lokal tersebut.


Tak kalah kelompok Crysant dari kelompok Ibu PKK dari Kecamatan Jirak Jaya lain lagi lebih mengembangkan sagu dan jagung untuk bahan dasar makanan mulai dari jagung tongseng (sarapan jagung ditonseng), ikan krispi jagung (ikan dikukus dibuat krispi dari sagu ditaburi jagung halus sebagai menu makan siang) tentunya rasanya juga menggugah selera.


Selanjutnya ketersediaan pangan tersebut berimbas dengan potensi pangan khususnya kuliner yang akan menjadi pengembangan potensi wisata yang ada disetiap desa apabila dikembangkan dengan serius akan memperbanyak lokasi kuliner khas Musi Banyuasin.


Seperti diungkapkan oleh Bapak Ibnu Saad, S.Sos, M.Si dalam mewakili Bupati Musi Banyiasin dalam memberi arahan kepada seluruh Pengurus PKK Kabupaten/Kecamatan/Desa dan kelompok Ibu dalam acara Lomba Cipta Menu Pangan Lokal di Pendopoan Bupati, Selasa.08/05/2018.

“Setiap desa akan memiliki Lokasi kuliner (tempat wisata makanan) dengan kekhasannya berbanding lurus dengan besarnya potensi pariwisata juga potensi perkebunan khususnya produk pangan lokal (umbi, jagung, sagu) yang ditanam secara masif dan massal akan menciptakan hilirisasi untuk mengundang investor dari dalam maupun luar negeri dapat menanamkan modalnya untuk membangun Pabrik Pengolahan Ubi, Jagung untuk meningkatkan perekonomian rakyat dan Kabupaten.” (Edp)




Sekayu, Infosekayu.com- Danau Ulak Lia yang terletak di Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu, Tahun 2019 mendatang akan dikembangkan secara maksimal sebagai lokasi wisata kebun raya. hal tersebut terungkap setelah Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI Dr Didik Widyatmoko MSc meninjau langsung objek wisata yang memiliki panorama alam yang indah dan alami.

Didik Widyatmoko mengatakan LIPI siap mendukung keinginan Pemkab Muba membangun Kebun raya di danau Ulak Lia sebagai kantongnya konservasi flora dan fauna khas Muba yang lokasinya sangat dengan Kota dan masih alami.

"kebun raya sebagai tempat konservasi nantinya akan kita isi koleksi yang terdokumentasi dan danaunya kita bisa isi dengan kegiatan aquatik", terangnya

ia menjelaskan, sudah ada 32 kebun raya yang berdiri di Pemkab Pemkot dan Pemprov yang tujuan kegiatannya untuk konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.
"Pariwisata menjadi pilar perekonomian nasional,Jika Kebun raya selesai dibangun tentu akan mendongkrak perekonomian masyarakat dan Danau Ulak Lia akan cantik dengan sendirinya", ucapnya

Sementara itu Plt Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan Danau Ulak Lia merupakan bagian dari master plan pengembangan potensi wisata di Muba untuk kedepannya, yang mana nanti akan dijadikan pusat wisata. Oleh karenanya, Pemkab telah menyiapkan 20 Hektar lahan untuk pembentukan kebun raya di danau ulak lia.
"Luasnya hutan di Muba membuat kami khawatir tanamannya hilang begitu saja, Jangan sampai anak-anak kita hanya taunya kebun sawit. oleh karna itulah kami menginginkan adanya kebun raya di dekat wisata air Ulak Lia", ujarnya

ditambahkan Beni, sebagai daerah pelopor pembangunan pertumbuhan hijau (green growth) di Indonesia, Muba sangat memerlukan Konservasi dalam upaya menjaga lingkungan dan hutan.

"kami sangat menyambut baik dukungan dan support dari LIPI untuk menggabungkan danau ulak lia yang memiliki keanekarahaman alam hayati dengan kebun raya", pungkasnya. (Edp)






Jakarta,Infosekayu.com - Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT) makin gencar mempromosikan Danau Toba. Di ITB Asia 2017 Singapura yang akan berlangsung 25-27 Oktober 2017, BOPDT bakal unjuk gigi memamerkan keindahan Danau Toba untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman) di Negeri Singa Putih.Di event yang diendorse khusus oleh tim ITB — Internationale Tourismus-Borse—Berlin ini, BOPDT akan masif berpromosi. Mulai dari menjaring investor, sampai dengan bekerjasama dengan berbagai perusahaan travel, semua akan dilakoni. Goal-nya, menggaet sebanyak-banyaknya wisatawan asing ke Danau Toba. 

“Dengan dukungan Kementerian Pariwisata, acara ini akan dimanfaatkan sebagai ajang launching paket-paket wisata ke Danau Toba. Industri pariwisata, korporasi, MICE group, dan School Holiday Group, ikut dilibatkan. Mimpi besarnya adalah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata bertaraf internasional, terang Direktur Utama BOPDT Arie Prasetyo, Selasa (24/10).

Di Singapura nanti, BOPDT sudah menyiapkan 10 Paket Wisata Promosi untuk para wisatawan mancanegara. Paket Wisata ini akan memanfaatkan Bandara Internasional Silangit sebagai pintu masuk dan keluar bagi wisatawan asing. Harga yang ditawarkan? Sangat murah. Mulai dari 298 SGD atau kurang dari Rp 3 juta rupiah, wisman sudah bisa menikmati paket 3D2N. Yang perlu dicatat, harga sudah termasuk tiket pesawat, akomodasi, makan dan atraksi.

Yang mau menikmati paket 4D3N (empat hari tiga malam) juga bisa. Di sini wisman dipastikan bisa menikmati keindahan alam, serta budaya Danau Toba yang dikemas secara apik dan profesional. Dan semuanya bakal dikawal oleh tour agent yang telah berpengalaman“Kesepuluh paket wisata promosi ini akan mulai dilaksanakan pada 28 Oktober 2017. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Harapannya ini menjadi momen tepat bersamaan dengan peresmian Bandar Udara Silangit menjadi Bandara Internasional,” ujar Arie Prasetyo.

Arie Prasetyo menambahkan, untuk menyukseskan hal ini, pihaknya juga menggandeng Garuda Indonesia, Angkasa Pura II, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, delapan Pemerintah Kabupaten di Kawasan Danau Toba, pihak lain yang turut membantu seperti BUMN, dan komunitas masyarakat.“Garuda Indonesia sebagai national flag carrier akan menjadi pioneer dalam membuka jalur penerbangan langsung Singapore-Silangit yang akan dipadukan dengan 10 paket wisata promosi Danau Toba,” tandas Arie Prasetyo. 

Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, selama puluhan tahun Singapore adalah pasar utama Indonesia. Hingga 2015, sumbangsih kunjungan wismannya selalu paling besar, sebelum akhirnya disalip China di semester II tahun 2016“Kita akan tampil all out di ITB Singapura. Termasuk memasarkan Danau Toba. Forum Business to Business (B to B) ini akan tetap menjadi prioritas kegiatan selling kami,” ungkap Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan adanya penerbangan internasional dari Singapura, diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba semakin bertambah. Apalagi, Bandara Changi di Singapura merupakan hub internasional yang memungkinkan wisatawan dari negara lain terbang ke Danau Toba."Setelah kita dapat dari Singapura, kita bisa dapat dari mana-mana. Karena Singapura itu sebagai hub, semua orang datang ke sana. Jadi memang kita harus mengejar ke sana," kata Menpar Arief Yahya.(ss)

 

Infosekayu.com - Untuk anda yang membutuhkan tempat santai dan bergalau bersama air yang mengalir, tempat ini sangat cocok Sungai Musi menjadi destinasi wisata menarik untuk dikunjungi di Sumatera Selatan.Lupakan dulu Palembang,karena Musi Banyuasin punya tempat asyik bernama Sekayu Waterfront.Sekayu Waterfront adalah sebuah kawasan terbuka hijau yang berdiri tepat menghadap ke arah Sungai Musi. Itulah sebabnya tempat ini diberi nama Sekayu Waterfront. Letak taman kota cantik ini ada di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Musi Banyuasin,mengatakan Sekayu Waterfront memang sengaja dibangun untuk penyelenggaraan ajang ini.Sekayu Waterfront diharapkan jadi destinasi wisata baru di wilayah Musi Banyuasin dan bisa dikunjungi wisatawan yang ingin nongkrong asyik di tepi Sungai Musi.
 
taman yang dahulu bernama Taman Kirap ini dari segi penataan sudah cukup rapi dan masih sangat terawat. Pepohonan dan taman bunga di kanan kiri semakin menambah asri suasana. Jalan setapak yang juga berfungsi sebagai trek jogging cukup lebar dan nyaman.Fasilitas berupa lampu penerangan juga cukup merata,dan ada pula kamar mandi umum yang bisa digunakan.Anak-anak muda kerap nongkrong di Sekayu Waterfront, terutama ketika di hari libur,atau saat malam minggu.



ke depannya agar menjadi destinasi wisata yang lebih menarik lagi bagi wisatawan,Sekayu Waterfront akan dilengkapi dengan kapal wisata yang bisa berlabuh di dermaga.Kapal wisata ini nantinya akan dilengkapi dengan restoran.Traveler bisa menikmati kuliner khas Palembang sambil menyusuri indahnya Sungai Musi di atas kapal.


 



















Sekayu Waterfront ini sebagai tempat nongkrong yang asyik kala liburan ke Musi Banyuasin.Jangan takut kelaparan karena di sekitar taman kota ini ada banyak penjaja makanan loh Waktu terbaik untuk main ke sini tentu saja saat sore hari.Sambil menunggu matahari terbenam,dan nongkrong menikmati sejuknya angin sore bertiup sepoi-sepoi, dan galaupun dibawa dengan suasana indah sungai musi.(LS)

Infosekayu.com - Hari Raya Waisak merupakan hari besar bagi pemeluk agama Buddha. Di Indonesia sendiri upacara perayaan Waisak diadakan di Candi Borobudur yang sudah menjadi agenda tahunan.Namun, acara tersebut juga menjadi rekomendasi traveller yang ingin melihat keindahan upacara keagamaan Waisak. Pesona pelepasan lampion saat malam hari menjadi atraksi ditunggu wisatawan dunia.
Namun, untuk melepaskan lampion dilakukan di hari Rabu (10/5/2017), di mana akan dimeriahkan juga dengan pesta rakyat. Untuk menikmati pelepasan lampion Anda harus membayar Rp100 ribu.
Nah,biar acara liburan semakin menyenangkan saat waisak di Candi Borobudur berikut jadwal acara yang berlangsung pada Kamis 11 Mei 2017.
Pukul 01.00 - 02.50 :
Acara hari ini dimulai dengan dentuman lagu-lagu Buddha oleh biksu. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran candi oleh paradaksina selama 3 kali dengan diiringi lagu-lagu bernuansa Buddha.
Pukul 02.50-03.50 :
Melakukan doa-doa dengan memanjatkan syukur serta harapan ke Dewa dan Dewi.
Pukul 03.50-04.00 :
Melakukan meditas renungan Waisak.
Pukul 05.10-05.20:
Persiapan blessing oleh Bhikku Giri Rakkhito.
Pukul 05.30-05.40 :
Penutupan Namaskara.(LS)
Palembang, Infosekayu.com - Sejarah Singkat Pulau Kemaro yang kami sajikan untuk para pembaca berikut ini,  Pulau Kemaro merupakan sebuah Delta kecil di Sungai Musi, terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera. Pulau Kemaro terletak di daerah industri,yaitu di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Pertamina Plaju dan Sungai Gerong. Pulau kemaro berjarak sekitar 40 km dari kota Palembang. Pulau Kemaro adalah tempat rekreasi yg terkenal di Sungai Musi. Di tempat ini terdapat sebuah vihara cina (klenteng Hok Tjing Rio). Di Pulau Kemaro ini juga terdapat kuil Buddha yang sering dikunjungi umat Buddha untuk berdoa atau berziarah ke makam. Di sana juga sering diadakan acara Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek.


Di Pulau Kemaro juga terdapat makam dari putri Palembang, Siti Fatimah. Menurut legenda setempat yang tertulis di sebuah batu di samping Klenteng Hok Tjing Rio, pada zaman dahulu, datang seorang pangeran dari Negeri Cina, bernama Tan Bun An, ia datang ke Palembang untuk berdagang. Ketika ia meminta izin ke Raja Palembang, ia bertemu dengan putri raja yang bernama Siti Fatimah. Ia langsung jatuh hati, begitu juga dengan Siti Fatimah. Merekapun menjalin kasih dan berniat untuk ke pelaminan. Tan Bun An mengajak sang Siti Fatimah ke daratan Cina untuk melihat orang tua Tan Bun Han. Setelah beberapa waktu, mereka kembali ke Palembang. Bersama mereka disertakan pula tujuh guci yang berisi emas. Sesampai di muara Sungai Musi Tan Bun han ingin melihat hadiah emas di dalam Guci-guci tersebut. 
Tetapi alangkah kagetnya karena yang dilihat adalah sayuran sawi-sawi asin. Tanpa berpikir panjang ia membuang guci-guci tersebut kelaut, tetapi guci terakhir terjatuh diatas dek dan pecah. Ternyata didalamnya terdapat emas. Tanpa berpikir panjag lagi ia terjun ke dalam sungai untuk mengambil emas-emas dalam guci yang sudah dibuangnya. Seorang pengawalnya juga ikut terjun untuk membantu, tetapi kedua orang itu tidak kunjung muncul. Siti Fatimah akhirnya menyusul dan terjun juga ke Sungai Musi. Untuk mengenang mereka bertiga dibangunlah sebuah kuil dan makam untuk ketiga orang tersebut.

Pulau Kemaro Menjadi Destinasi Wisata yang Luar Biasa.

Daya tarik Kemaro adalah Pagoda berlantai 9 yang menjulang di tengah-tengah pulau. Bangunan ini baru dibangun tahun 2006. Selain pagoda ada klenteng yang sudah dulu ada. Klenteng Hok Tjing Rio atau lebih dikenal Klenteng Kuan Im dibangun sejak tahun 1962. Di depan klenteng terdapat makam Tan Bun An (Pangeran) dan Siti Fatimah (Putri) yang berdampingan. Kisah cinta mereka berdualah yang menjadi legenda terbentuknya pulau ini.

Selain itu ditempat ini juga terdapat sebuah Pohon yang disebut sebagai "Pohon Cinta" yang dilambangkan sebagai ritus "Cinta Sejati" antara dua bangsa dan dua budaya yang berbeda pada zaman dahulu antara Siti Fatimah Putri Kerajaan Sriwijaya dan Tan Bun An Pangeran dari Negeri Cina, konon, jika ada pasangan yang mengukir nama mereka di pohon tersebut maka hubungan mereka akan berlanjut sampai jenjang Pernikahan. Untuk itulah Pulau ini juga disebut sebagai Pulau Jodoh.(ZP)
Infosekayu.com - Di luar negeri, ada spot foto dengan background gembok cinta yang jumlahnya ribuan dan selalu jadi jujugan turis dari seluruh dunia. Di Indonesia, ada juga spot foto serupa yang hits baru-baru ini. Di sebuah pantai di kota Bengkulu tepatnya. Menariknya, yang digantung di sini bukanlah gembok cinta, tapi sandal bekas yang sudah kusam dan malah disebut sandal jodoh. Nggak percaya? Simak ya..

Berada di Pantai Tapak Paderi, kota Bengkulu. Sebelumnya, pantai ini memang sudah jadi objek wisata andalan Bengkulu yang lokasinya begitu strategis, 10 menit saja dari pusat kotaN

Pantai Tapak Paderi berada diantara Pantai Panjang dan Pantai Jakat Kota Bengkulu. Jadi, pantai ini bisa terhubung langsung dengan kedua pantai, baik melalui jalur laut, darat, maupun udara. Di pinggir pantai ini juga ada sebuah benteng pertahanan dan juga pusat pemerintahan Inggris kala itu, Benteng Marlborough namanya. Tak hanya itu, masih ada pula China Town atau Kampung Cina yang merefleksikan kehidupan pada zaman pendudukan saat itu. Pesona alam di pantai ini sungguh luar biasa, apalagi saat matahari terbenam. Sunsetnya bisa menciptakan suasana romantis sembari makan jagung bakar. Keren kan Pantai Tapak Paderi?

Sebelumnya sudah ramai, sekarang pantai ini makin hits lagi. Pasalnya, anak-anak kekinian sedang berlomba-lomba kemari dan berfoto bersama ratusan sandal kusam

Sandal Jodoh-lah yang jadi penyebab, kenapa Pantai Tapak Paderi sekarang makin menarik perhatian wisatawan. Yaa, hampir mirip dengan gembok cinta yang ada di Perancis dan Korealah fenomenanya. Sandal Jodoh ini persis ada di bibir pantai. Wisatawan bisa menuliskan namanya dengan pasangan pada sandal, untuk kemudian menggantungnya di Pondok Sandal Jodoh. Mereka yang melakukan ‘ritual’ ini pun lantas berharap kisah cintanya tetap abadi. Gampang banget ya anak-anak bangsa kita ikut-ikutan? Hehe.

Lantas, siapa sih sosok yang mencetuskan ide unik nan kreatif ini? Ternyata ini bukan sekadar spot selfie, ada pesan menarik yang tersimpan di dalamnya

“Awalnya pantai ini penuh sampah. Dan untuk menyindir Pemda yang kurang perhatian, kami mengumpulkan sampah sandal yang terbawa arus laut,” kata Aji Hamad (35) nelayan setempat
Jadi,singkat cerita semua ini merupakan hasil kreativitas para nelayan setempat yang merasa prihatin dengan banyaknya sampah botol dan sandal yang hanyut di pantai ini. Akhirnya, mereka pun mengumpulkan sandal-sandal bekas dan mengkreasikannya dengan menyusun berjejer pada dinding yang terbuat dari bambu hingga menjadikannya serupa bentuk kupu-kupu atau juga bertuliskan I Love You. Siapa sangka,ternyata kreasi ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang sekadar berselfie ria atau turut menuliskan namanya dan pasangan pada sandal, untuk kemudian menggantungkannya di Pondok Sandal Jodoh.

Lalu,nama Sandal Jodoh sendiri dari mana asalnya? Ada juga cerita mengharukan di baliknya, entah kebetulan atau mengada-ada

Konon katanya, pada suatu hari, ada seorang pria yang sedang liburan ke Pantai Jakat di sebelah Pantai Tapak Paderi,dia mengaku sedang mencari sandal sang istri yang hilang. Kemudian, si pria itu menemukan pasangan sandal di tumpukan sandal yang dikumpulkan nelayan.Dari situlah,pengunjung sepakat memberi nama Sandal Jodoh. Sebab, kebanyakan sandal yang ditemukan hanya separuh.Jadi,ibarat sandal,mereka pun berharap menemukan separuh hatinya alias jodohnya di pantai ini. Filosofis sekali ya?

Nggak cuma Sandal Jodoh, ada juga tempat makan di dekat lokasi ini yang bernama Kantin Jodoh.Ini anak muda Indonesia lagi pada galauin jodoh banget ya? Duh Gusti~

Berbeda dengan sandal jodoh, tentang kantin ini belum ada kepastian yang berarti. Yang jelas, makan di sini sembari menikmati suara deburan ombak memang memiliki sensasi tak ada duanya. Lokasinya hanya sekitar 200 meter dari bibir pantai. Oh iya, bukan hanya sandal dan botol bekas minuman saja yang ditemukan nelayan, tapi juga banyak sampah lainnya seperti botol bekas lem, sampah sachet, kayu-kayu, hingga papan selancar bekas. Nah, sampah-sampah ini juga mereka kreasikan menjadi hiasan yang unik dan kreatif. Nggak sedikit yang bertuliskan kalimat-kalimat kekinian yang disukai para muda-mudi masa kini sebagai spot selfie.
Dari hal sederhana ini bisa dilihat, ide para nelayan untuk mengubah sampah yang hanyut menjadi kreasi nan unik sangat luar biasa. Ibaratnya, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Nggak hanya mengurangi sampah yang ada di laut, tapi juga membuat Pantai Tapak Paderi memiliki ciri khas ketimbang pantai-pantai lainnya.Jadi,kapan kamu menggantung sandalmu di sini? cocok yang lagi nunggu jodoh hehehe(LS)

Malaysia, infosekayu.com - Ternyata memang benar ada namanya "air Terjun Sekayu". Tapi tidak di sekayu musi banyuasin, dan tidak juga di Indonesia. Hutan Lipur Sekayu atau lebih dikenal juga dengan Air Terjun Sekayu berlokasi di dalam area hutan penyimpanan Hulu Terengganu Tambahan Malaysia. Ia berada di dalam daerah Hulu Terengganu, Terengganu, 16 kilometer dari pekan Kuala Berang dan 56 kilometer dari kota Kuala Terengganu Malaysia. Kawasan ini dapat dicapai melalui persimpangan Ajil Lebuh Raya Pantai Timur.
Hutan lipur tersebut memiliki luas sekitar 405 hektar. Berbagai spesies tanaman dan pohon di hutan ini termasuk pohon-pohon yang memiliki khasiat medis yang tinggi. Di sini juga ada infrastruktur dan fasilitas-fasilitas rekreasi yang telah disediakan pemerintah seperti akomodasi, tempat bermain anak-anak, pondok istirahat, tempat berkemah dan jalur dalam hutan (untuk lintas hutan).
Keunikan hutan lipur ini adalah ada sebuah air terjun 3 tingkat yang cantik dan mempesona yang merupakan daya tarik utama bagi pengunjung ke sini tidak peduli pengunjung dari dalam atau luar negeri. Air sungai yang jernih dan dingin yang membuat siapa saja tertarik ketika datang berkunjung ke sini. Jadi memang benar Ada Air Terjun Sekayu lho. (red/wiki/iz)

Back To Top