Articles by "info Viral"
Tampilkan postingan dengan label info Viral. Tampilkan semua postingan

LUBUKLINGGAU,INFOSEKAYU.COM  - Tim Macan Polres Lubuklinggau berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap waria bernama Samsudin alias Onitary alias Mak Tary (43), di salon RT1, Kelurahan Perumnas Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Tersangka adalah Maryanto alias Maryan alias Phian alias Rian (27), warga Desa Lubuk Saung, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi didampingi Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara mengatakan, setelah mendapat laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat korban, Kamis (25/8/2022), sekitar pukul 15.00 WIB, Tim Gabungan Polres Lubuklinggau langsung melaksanakan serangkaian kegiatan olah TKP dengan pengamatan jejak kejahatan yang tertinggal di lokasi.

Dari hasil pengolahan data digital dengan metode scientific crime investigation, pengamatan recognized face, Tim Macan Linggau berhasil mendapatkan identitas calon tersangka (CT).

Sedangkan untuk motif pelaku membunuh korban lantaran Korban MakTary mempekerjakan pelaku Rian selama 1 (satu) bulan, sebagai asisten make up, asisten rumah tangga dan tinggal serumah dengan korban, kemudian pelaku disodomi sebanyak 5 (lima) kali oleh korban.

“Pelaku ini sakit hati, karena dijanjikan akan dibayar oleh korban dengan imbalan 1 kali sodomi akan diberi Uang Rp300 ribu, untuk 1 kali bekerja sebagai asisten rias make up dibayar Rp50 ribu. Namun sampai terjadinya pembunuhan korban tidak memenuhi janjinya, sehingga akhirnya pelaku nekat menghabisi korban,” katanya, Jumat (2/9/2022).

Selanjutnya dijelaskan Kapolres, Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP Robi Sugara, langsung membentuk dan memimpin langsung Tim Gabungan Macan Linggau bersama Tim Opsnal Polsek Lubuklinggau Selatan untuk melakukan Upaya Penangkapan dan bergerak melakukan observasi.

Kemudian, tim berangkat menuju ke wilayah Provinsi Bengkulu, sesuai Informasi yang didapat untuk melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap CT. (Sindonews)

Infosekayu.com  - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memutuskan mengabulkan permohonan perlindungan Justice Collaborator (JC) yang diajukan Bharada E alias Richard Eliezer.

LPSK menjamin perlindungannya diberikan selama 24 jam terhadap saksi pelaku yang mau bekerjasama mengungkap tabir misteri pembunuhan Brigadir J tersebut.

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo menegaskan keputusan perlindungan JC Bharada E telah disepakati para pimpinan lembaganya pada Jumat (12/8/2022) sekira pukul 19.00 WIB.

"Sekarang udah ditetapkan (Bharada E) sebagai perlindungan LPSK kan untuk dijadikan Justice collaborator," ujar Hasto saat dikonfirmasi, Sabtu (13/8/2022).

Hasto menjelaskan permohonan tersebut dikabulkan dengan menempatkan penebalan pengawalan terhadal Bharada E selama 24 jam di ruang tahanannya.

"Kita akan memberikan penebalan dengan menempatkan orang secara 24 jam pengawalan di tempat dia ditahan itu," terang Hasto.

Pengawalan 24 jam tersebut, lanjut Hasto, dilakukan LPSK guna memastikan kegiatan yang diberikan kepada Bharada E selama ditahan.

"LPSK bisa mengikuti semua hal yang akan dilakukan terhadap Bharada E ini, ya pemeriksaan dan sebagainya," kata Hasto.

Sebelumnya, Hasto Atmojo Suroyo menegaskan, lembaganya setuju memberikan perlindungan darurat setelah melakukan assesment di Bareskrim. Tindakan assesment ini dilakukan setelah pengajuan Justice Collaborator (JC) oleh kuasa hukum Bharada E pada Senin (8/8/2022) ke kantor LPSK.

"Iya, ketemu (Bharada E) dan kita sudah lakukan assesment sekaligus pada sore menjelang malam tadilah. Pimpinan sudah memutuskan setuju untuk perlindungan darurat kepada Bharada E," ujar Hasto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/8/2022).

Menurut Hasto, perlindungan darurat ini diberikan sementara lantaran keputusan perlindungan secara menyeluruh baru bisa diputuskan pada rapat paripurna pimpinan LPSK pada Senin mendatang. (Harianhaluan)

Infosekayu.com - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan tersangka Irjen Ferdy Sambo mengaku marah setelah mendapat laporan dari istrinya Putri Candrawathi.

"Ini pengakuan FS dalam berita acara pemeriksaan (BAP)," Katanya saat memberikan keterangan pers seperti dikutip dari Antara, Kamis (11/8/2022) malam.

Ferdy Sambo diperiksa sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Dalam keterangannya, Sambo mengatakan dia marah dan emosi setelah mendapatkan laporan dari istrinya Putri, karena mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang. Hal itu dilakukan oleh Brigadir J.

"FS memanggil tersangka RE dan RR untuk melalukan perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J," ungkap Rian.

Dia berjanji akan segera menyelesaikan berkas perkara tersebut untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan dan pengadilan.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan sesuai Instruksi Kapolri, kasus tersebut harus dilakukan pemeriksaan secara cepat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, agar berkas perkara tidak terlalu lama segera dilimpahkan ke kejaksaan dan segera digelar di persidangan," katanya menegaskan.

Sebelumnya, Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J, yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir Kepala (Bripka) Ricky Rizal, dan satu tersangka sipil bernama Kuat Maruf atau KM.

Keempatnya diduga melakukan pembunuhan berencana, Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Ferdy Sambo, sedangkan tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf ikut melihat dan membiarkan peristiwa tersebut terjadi.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. (Suara)

Infosekayu.com - Wanita berinisial NY (42 tahun), yang mengaku sebagai istri sah dari Bupati Banyuasin, Askolani, menjalani pemeriksaan di Polda Sumsel terkait laporan tentang kasus menikah tanpa izin.

Penasihat hukum NY, Ana Ariyanto, mengatakan kliennya diperiksa terkait laporan yang mereka layangkan ke Polda Sumsel beberapa waktu lalu.

"Penyidik ingin mengambil keterangan untuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait laporan dugaan pelanggaran pasal 279 KUHP yang kami layangkan," katanya, Jumat (5/8).

Menurutnya, NY menjalani pemeriksaan sekitar 7 jam dari pukul 9.15-16.45 WIB, dan menjawab 32 pertanyaan dari penyidik terkait laporan tersebut.

Ariyanto juga menegaskan bila NY sampai saat ini masih berstatus istri sah berdasarkan akta nikah no: 736/22/XII/2014. Buku nikah itu pun diserahkan oleh AS (Bupati Banyuasin Askolani) kepada NY satu hari setelah pernikahan mereka.

"Jadi pernikahan klien kami ini sah secara hukum. Jadi agak aneh kalau akta nikah itu kemudian di PTUN-kan," katanya.

Di sisi lain, mereka juga enggan menanggapi somasi dari AS yang meminta agar laporan tersebut dicabut. Bila pihak dari AS merasa difitnah atau nama baiknya dicemarkan maka silakan menempuh jalur hukum yang diinginkan.

"Intinya pemeriksaan ini baru yang pertama dilakukan. Kami tentunya percaya kepada pihak kepolisian. Selain itu, masalah ini murni kasus hukum dan jangan di politisasi," katanya. (Kumparan)

Jakarta, Infosekayu.com  - Anggota TNI Kopda Muslimin yang menjadi otak pelaku penembakan istri, Rina Wulandari, dikabarkan tewas di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Informasi ini dibenarkan oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar.

"Iya," kata Irwan singkat dikutip dari merdeka.com, Kamis (28/7)

Irwan belum menjelaskan lebih rinci terkait kematian Kopda Muslimin tersebut. Termasuk penyebab kematian, lokasi hingga waktu kematian.

Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman juga membenarkan kematian Muslimin.

Kopda Muslimin sebelumnya masuk dalam daftar pencarian oleh TNI dan Polri. Ia merupakan otak di balik aksi penembakan terhadap Rina yang terjadi di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Dikutip dari CNNIndonesia sebelum ditemukan meninggal, menumpahkan keluhannya saat menelepon asisten rumah tangga (ART), bernama Kabul pada Selasa lalu (19/7

"Sudah telat kalau aku balik. Ya aku juga tahu, podo geger (ramai). Sudah Bul, aku juga sedih. Kamu jadi om yang baik buat mereka [anak-anak Muslimin] ya Bul," kata Muslimin saat Kabul memintanya untuk kembali pulang.

Dalam kesempatan tersebut, Kabul mengaku telah berulang kali meminta agar Kopda Muslimin lekas pulang dan membicarakan permasalahan ini secara baik-baik dengan istrinya. Namun Muslimin kembali mengaku tidak kuat dan menyerah.

"Tidak kuat, nyerah bul [mulai terisak], aku nyerah, Bul. Bapak wes enggak iso [sudah tidak bisa] balik, Bul," ujar Muslimin.(harianhaluan) 

SANGA DESA, INFOSEKAYU.COM  - Sebuah video  yang memperlihatkan diduga sesosok makhluk astral viral di media sosial. Video tersebut diduga di rekam oleh sekelompok pemuda warga Desa Ngunang Kecamatan Sanga Desa Kamis (21/7) sekira pukul 02.00 dinihari, saat para pemuda tersebut tengah menunggu pohon durian yang tengah berbuah di kebun.

Dalam rekaman tersebut terlihat sosok berwarna putih yang seolah berdiri diantara rimbunnya daun kelapa sawit. Bahkan saat di senter oleh perekam video tinggi makhluk tersebut terlihat melebihi tinggi bekas bangunan sekolah yang ada.

Tanto Hartono warga Desa Ngunang yang penasaran akan kebenaran video tersebut kemudian melakukan inisiatif dengan mengajak para pemuda yang merekam video untuk mereka ulang kejadian saat video tersebut direkam.

"Saya cukup penasaran juga, sehingga adik-adik yang merekam video itu, saya ajak ke lokasi. Dan saat sampai di lokasi saya lihat tidak ada sesuatu yang memungkin untuk seseorang bisa berdiri hingga melebihi tinggi bekas bangunan tersebut. Sehingga saya yakin video tersebut merupakan penampakan asli, sebab disana hanya ada pohon pisang dan sawit saja," ujarnya.

Menurut Tanto, tempat yang dulunya bekas bangunan SD Negeri 4 Ngunang tersebut memang terkenal angker dan sering muncul penampakan.

"Berdasarkan cerita masyarakat, disana memang cukup angker dan sering ada penampakan," katanya.

Hingga berita ini dibuat video yang direkam oleh warga Ngunang bernama Indro dan rekan-rekannya ini, sudah mendapat banyak respon dari para netizen baik pro maupun kontra terhadap keaslian video yang ada. (Ren,harianmuba) 

GRESIK, INFOSEKAYU.COM  – Ritual pernikahan manusia dengan kambing di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik, Minggu (5/6/2022) direspon cepat oleh dua organisasi Islam besar di Gresik, NU dan Muhammadiyah.

Ketua pimpinan organisasi keagamaan terbesar ini sepakat untuk para pelaku menghentikan kegiatannya walaupun ritual tersebut dengan alasan tertentu.

Bahkan, selain pelakunya diminta bertobat (red: jika mengaku Muslim), pimpinan kedua Ormas tersebut minta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik secepatnya turun tangan untuk melakukan pembinaan.

Sekretaris PCNU Gresik, Moh. Syifa’ul Fuad, tegas menyatakan bahwa kasus pernikahan antara manusia dengan seekor kambing itu merupakan bentuk penyimpangan perilaku yang harus diluruskan kembali. Meski demikian, lanjut Gus Syifa’, sapaan akrabnya, PCNU dalam hal kejadian ini bersikap dan bertindak lebih mengedepankan kepentingan edukatif kepada masyarakat, khususnya pelaku penyimpangan tersebut.

“Kalau kejadian itu untuk kepentingan konten medsos, saya minta secepatnya dihapus. Tetapi, kalau video yang sudah viral itu orientasinya mengandung ajaran sebuah faham, maka pihak berwenang dalam hal ini Kemenag harus cepat turun tangan dan melakukan pembinaan,” tandas Gus Syifa’, Selasa (07/06/2022).

Lanjut Gus Syifa’, pihaknya juga mengkhawatirkan reaksi masyarakat di lapangan jika instansi yang berwenang tidak segera bertindak. Sebab, respon masyarakat beragam yang jika tidak secepatnya diantisipasi justru menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

“Selain itu, saya minta pimpinan DPRD Gresik juga harus serius mendalami kasus ini. Sebab, di dalamnya juga ada anggota dewan yang jelas-jelas memfasilitasi pernikahan aneh itu,” sebutnya.

Sepakat dengan PCNU, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Mohammad In’am menegaskan, perilaku pernikahan antara seorang pria dengan kambing betina itu benar-benar di luar akal sehat. Selain sebagai bentuk penyimpangan, jika dibiarkan kasus itu berpotensi merusak ajaran agama yang benar yang diketahui sangat menjunjung akal sehat.

“Karena itu, selain agar pelakunya cepat bertaubat, pihak berwenang dalam hal ini Kemenag harus cepat turun tangan. Saya khawatir kalau tidak secepatnya ditangani, reaksi masyarakat di lapangan justru berpotensi membikin suasana lebih keruh. Lha wong sing ayu-ayu jik akeh, kok milih wedhus (Wanita yang cantik-cantik masih banyak, kok memilih kambing). Ini kan penyimpangan jelas menyesatkan,” ujar In’am.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang laki-laki bernama Saiful Arif (44) menikah dengan seekor kambing atau domba. Kehebohan ritual pernikahan nyeleneh itu berlangsung di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Menariknya, pernikahan itu disaksikan sejumlah tokoh masyarakat sekitar dan difasilitasi anggota DPRD Gresik dari Fraksi Nasdem, Nur hudi Didin Arianto, atau yang akrab disapa Ki Ageng Gus Nur Hudi selaku pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng. (FaktualNews.co)

Palembang, Infosekayu.com  - Seorang polisi wanita (Polwan), Briptu Suci Darma ditipu mentah-mentah oleh DK yang merupakan suaminya. DK mengaku kepada Suci sebagai pria lajang atau single. Tidak terima atas perbuatan suaminya itu, Suci melaporkan DK ke Polda Sumatera Selatan.

Laporan dilayangkan Suci ke SPKT Polda Sumatera Selatan, 25 April lalu. Di hadapan polisi, Suci mengaku ditipu DK yang mengaku masih lajang, ternyata sudah punya anak.

"Saya kenal dan nikah November 2021, dia bilang bujangan dan artinya tidak ada anak kan kalau bujang atau lajang, itu kalau kita tahu arti lajang," kata Suci saat berbincang dengan detikSumut, Senin (9/5/2022).

Suci mengaku suaminya datang bersama keluarga dan orangtuanya untuk melamar. Melihat ada niat baik, Suci menerima DK sebagai suami dan resmi menikah bulan November lalu.

"Dia bilang ada niat baik, mau datang ke rumah. Ya proses kami lamaran, orangtua semua bilang dia lajang, bujang dan bersihlah," katanya.

Jalan dua bulan pernikahan, Suci hamil anak pertamanya. Namun Suci mulai tak lelap tidur karena selalu mimpi suaminya yang merupakan PNS di kantor Pemkab Ogan Komering Ilir itu selalu jalan dengan wanita lain.

"Januari itu aku hamil dan mulai dari situ aku tidur mimpi dia ini sama perempuan lain pegangan tangan. Mimpi itu berulang kali bisa empat sampai lima hari berturut-turut," katanya.

Kecurigaan mulai kuat saat melihat sang suami senyum-senyum malam hari. Suci melihat suaminya chatting dengan wanita lain dari smart phone.

Usut punya usut, Suci memergoki sang suami berselingkuh. Firasat buruknya itu dibenarkan lewat surat pengakuan sang suami yang selingkuh dengan wanita berinisial WN bulan April lalu yang juga dibubuhi materai.

"Suami saya selingkuh sama staf-nya di kantor yang juga PNS. Saya temui bulan puasa kemarin diusir, lalu saya temui suami saya di Kayu Agung dia kabur. Jadi kesabaran aku ini sudah habis, ini sudah hamil empat bulan," kata Suci dengan nada kesal.

Tidak hanya soal perselingkuhan, Suci mengaku suaminya telah memiliki anak dari hubungan dengan stafnya tersebut. Bahkan anak tersebut telah berusia empat tahun.

"Selingkuhan suami saya ini juga sudah punya suami. Mereka bekerja satu kantor di Pemkab Ogan Komering Ilir," katanya.

Atas kekesalannya itu, Suci memilih untuk melaporkan suaminya ke Polda Sumatera Selatan. Laporan diterima Kepala Siaga di SPKT Polda Sumatera Selatan Kompol Salbih Mukarom dengan nomor laporan: STTLP/289/IV/2022/SPKT Polda Sumsel.

Kasubbid Penmas Humas Polda Sumatera Selatan AKBP Erlangga membenarkan atas laporan Suci Darma. Laporan saat ini telah ditangani.

"Benar laporan tersebut, sudah disposisi untuk ditindaklanjuti. Laporannya terkait penipuan dan zina," kata Erlangga.


Musi Banyuasin, -Warga desa Karang Rejo kecamatan Lalan kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), kembali kedatangan gajah di kampung mereka. Bahkan lahan pertanian atau kebun warga rusak akibat ulah gajah liar tersebut. 

Beberapa kali warga melihat gajah memasuki kampung mereka, terutama pada malam hari seperti pada Kamis (5/5) dan Jumat (6/5) kemarin. Bahkan dalam salah satu video yang beredar, terlihat warga mengusir gajah yang masuk ke areal pertanian dengan menggunakan sepeda motor.

Camat Lalan, Andi Suharto SSTP mengatakan, kendati sudah berapa kali diusir warga, gajah liar tersebut selalu. kembali ke arel pertanian dan memakan tanaman padi dan kelapa milik warga.

"Gajah ini geraknya malam hari. Kalau siang balik ke areal PT Raja Palma," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (7/5).

Tanpa berniat menyakiti gajah tersebut, lanjut Andi, warga setiap hari menggiringnya masuk ke areal PT Raja Palma. Namun masih saja setiap malam gajah masuk ke areal persawahan.

Alhasil jejak kaki hewan mamalia besar ini pun terlihat di beberapa petak sawah warga. Kendati tidak banyak yang rusak, namun jika dibiarkan kerusakan akan meluas.

"Berbagai cara dilakukan warga untuk mengusir gajah yang sepertinya anakan tersebut. Seperti berteriak, membunyikan kentongan dan digeber pakai motor. Namun gajahnya selalu kembali lagi," tuturnya.

Andi menambahkan, pihaknya juga sudah melaporkan dan berkoordinasi dengan BKSDA Sumsel terkait masuknya gajah ke pemukiman warga. Namun sejauh ini belum ada tindakan.

“Biasanya memang kawanan gajah ini masuk ke areal warga di awal tahun, tapi bukan di Karang Rejo. Tapi di desa Mulya Agung,” ungkapnya. (Gatra)

Sungai Lilin, Infosekayu.com - Pesona gadis dari Desa Bumi Kencana Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bernama Erna Gayatri telah mampu memikat seorang bule asal Australia bernama Emir Selim Demirdes.

Pernikahan ini menjadi fenomenal sebab untuk pertama kalinya di desa tersebut seorang Warga Negara Asing (WNA) mempersunting gadis asli Desa Bumi Kencana. Tak ayal acara akad nikah sekaligus resepsi yang dilaksanakan di kediaman orangtua mempelai perempuan di Dusun 7 Blok B Desa Bumi Kencana dan viral di jagat media sosial.

Kakak kandung mempelai wanita, Ari Andara Putra menjelaskan jika sang adik kenal dengan Emir dari sebuah aplikasi Muslimah, sejenis biro jodoh.

"Kalau kenal sudah lama bahkan pertama ketemu ada acara Asian Games Palembang 2018 lalu," terangnya.

Kemudian pada tahun 2019 keduanya kembali bertemu dan sang bule langsung melamar adiknya.

"Rencananya tahun 2020 kemarin mau menikah namun tertunda karena pandemi Covid-19. Jadi diundur sampai penerbangan dibuka untuk WNA. Setelah menjalani proses administrasi yang lengkap barulah tahun 2022 ini bisa menikah," tuturnya.

Ari mengungkapkan untuk prosesi akad nikah dilaksanakan secara Islam. Pihak keluarga tidak merasa keberatan karena berkeyakinan sama dengan adiknya.

"Memang dari pengantin pria keluarganya Muslim semua karena walaupun orang Australia tapi ada keturunan Turki," jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Bumi Kencana Erwin Aprianto mengatakan, memang benar ada warganya dipersunting oleh WNA yang kebetulan beragama Islam juga.

"Alhamdulillah semua prosesi berjalan lancar. Bahkan pengantin pria sangat fasih mengucapkan ijab qobul," ujar Kades yang kebetulan menghadiri acara pernikahan tersebut.

Erwin pun selaku mewakili pemerintah desa turut mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Menurutnya ini merupakan sejarah karena untuk pertama kali di desa mereka ada warga lokal dipersunting WNA.

"Pihak keluarga memang sudah jauh hari sebelumnya mengurus segala keperluan administrasinya. Kita dari pemerintah desa terus membantu apa yang dibutuhkan terkait kepengurusan surat-menyurat," tutupnya. (So/dho)

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan mengungkap isi chat oknum dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial R kepada mahasiswi yang diduga dilecehkannya.

Polisi menjerat oknum dosen Unsri sebagai tersangka pelecehan seksual berdasarkan hasil penyelidikan dengan didukung alat bukti pendukung yang diperoleh.

Alat bukti itu berupa tiga unit gawai milik korban dengan kartu telepon, satu unit gawai milik tersangka, termasuk nomor telepon milik korban dan tersangka, dan satu eksemplar tangkapan layar pesan singkat percakapan alias chat WhatsApp.

"Salah satu bukti utama yaitu nomor telepon yang digunakan tersangka. Itu benar adalah miliknya. Diketahui setelah penyidik bekerja sama dengan pihak penyedia jaringan telekomunikasi," kata Kombes Hisar di Palembang, Jumat (10/12).

Perwira menengah Polri itu juga membeberkan bahwa oknum dosen R mengirimkan pesan singkat yang mengandung muatan pornografi alias chat mesum seperti yang dilaporkan para korban.

"Selama penyidikan tersangka tidak mengakui perbuatannya. Namun, penyidik sudah memiliki alat bukti cukup," ucapnya.

Melalui chat tersebut, dosen R mengajak korban untuk melakukan panggilan video seks, menyuruh korban membuka pakaian dalam bagian atas, serta membayangkan tubuh korban dengan maksud meluapkan nafsunya.

Dalam kasus itu, tersangka R ini dilaporkan oleh tiga mahasiswi berinisial F, C, dan D atas dugaan pelecehan seksual secara verbal melalui pesan singkat di media sosial terhadap mereka, pada Rabu (1/12).

Atas perbuatannya, R dijerat dengan Pasal 9 Juncto Pasal 35 UU Pornografi dengan ancaman pidana penjara maksimal selama 12 tahun.

Tersangka pelecehan seksual juga langsung dilakukan penahanan di sel tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Sumsel hingga 20 hari ke depan."Surat penahanannya sudah saya tandatangani, mulai berlaku hari Jumat pukul 00.00 WIB," tegas Kombes Hisar.

Sumber : jpnn.com

Palembang, Infosekayu.com - Polda Sumsel menetapkan dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Reza Ghasarma sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan mahasiswi lewat chat. Reza ditahan 20 hari ke depan.

"Iya, tersangka langsung ditahan 20 hari ke depan," kata Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan di Polda Sumsel, Palembang, Jumat (10/12/2021).

"Tersangka langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya, sesuai dengan SOP untuk diserahkan ke sel tahanan," katanya.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah polisi mengumpulkan bukti-bukti dari laporan korban berinisial C da F. Selain itu, ada pengakuan dari mahasiswi berinisial D yang juga diduga sebagai korban pelecehan.

"Dari laporan itu, kita melakukan penyelidikan dan menaikkan perkaranya ke status penyidikan. Kita sudah memeriksa sembilan orang saksi, termasuk ketiga korban C, F, dan D. Sehingga, pada hari ini setelah memeriksa R sebagai saksi, melakukan gelar dan menetapkannya sebagai tersangka," ujarnya.

"Tersangka hingga saat ini tidak mengakui perbuatannya, nanti biar di persidangan yang menentukan karena menurut kita semua keterangan saksi dan alat bukti sudah cukup untuk menetapkan sebagai tersangka," sambung Hisar.

Polisi juga menyita sejumlah alat bukti. Antara lain tangkapan layar percakapan, tiga unit ponsel korban dan satu unit ponsel tersangka.

"Atas perbuatannya, Reza dijerat Pasal 9 UU Pasal 9 UU No 44 2008 dan Pasal 35 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 12 tahun," jelasnya.

"Iya, tentu kita mengawal sampai ke persidangan," kata pria yang juga merupakan ketua Tim Koalisi Penghapusan Kekerasan Seksual Unsri dan IKA Unsri itu.


Infosekayu.com  - Pelaku dalam video syur di bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, yang dikenal sebagai siskaeee mengungkap telah memproduksi video buka-bukaan selama empat tahun ini.

Bukan hanya demi kesenangan, aksi itu rupanya sanggup meraup uang hingga Rp2 miliar per tahun.

Hal itu terungkap dalam jumpa pers di markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (7/12). Pelaku yang berinisial nama asli FCN mengunggah video porno di situs onlyfans.com.

Untuk setiap subscribe di akun tersebut, FCN akan mendapat 5 dolar (Rp71.000).

"Penghasilan tersangka dari satu konten bisa lebih dari Rp20 juta. Dalam setahun ini tersangka mendapat hampir Rp2 miliar," kata Dirreskrimsus Polda DIY AKBP Roberto Gomgom Pasaribu, Selasa (7/12/2021).

FCN ditangkap di Bandung dan dibawa ke Yogya akhir pekan lalu. Kosnya telah digeledah dan ia menjalani serangkaian pemeriksaan termasuk aspek psikologi.

Menurut Gomgom, FCN beraksi sendiri merekam video pornonya. Bukan hanya di Yogya tapi juga di Jakatta dan Bali dengan berbagai jenis tempat, seperti toko dan hotel.

"Kami menemukan 2.000 video dab 3.700 foto vulgar yang telah diposting di 7 situs sejak 2017," kata Gomgom.

Sebelumnya, video syur berdurasi 1 menit 23 detik viral di media sosial Twitter. Video tersebut dibagikan akun @koleksiRARE96 pada 23 November 2021 pada pukul 16.57 WIB.

Video ini awalnya memperlihatkan perempuan berambut panjang yang mengenakan rok hitam dan baju abu-abu. Perempuan tersebut memakai masker dan kacamata. Setelah memastikan suasana sepi, ia kemudian membuka baju dan roknya dengan menghadap ke kamera.

Di video tersebut tertera alamat situs dewasa OnlyFans dengan nama akun siskaeee_ofc.

Atas perbuatannya itu, pelaku terancam UU Pornografi dengan ancaman pidana 12 tahun penjara atau denda maksimal Rp 6 miliar. Ia juga dapat dijerat pasal 45 ayat 1 UU ITE dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Sumber : ERA.id 

MUARA ENIM, INFOSEKAYU.COM  - Tim penyidik dari Kejaksaan Negeri Muara Enim menggeledah tiga kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemkab setempat. Dua kantor yang didatangi jaksa yakni Kantor Dinas PUPR, Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan Unit Layanan Pengadaan di Setda Muara Enim.

Pengeledahan berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Polisi berseragam berjaga di depan pintu masuk ketika tim jaksa mencari dokumen terkait kasus dugaan korupsi pelebaran jalan Desa Pulau Panggung dan Desa Segamit. Proyek jalan ini senilai Rp1,2 miliar dari APBD Muara Enim 2020.

Setelah sekitar satu jam menggeledah ketiga kantor tersebut, penyidik terlihat membawa sejumlah kertas yang diduga dokumen terkait proyek yang diduga bermasalah itu.

Kasi Pidsus Kejari Muara Enim, Arie Prasetiyo mengatakan, pemeriksaan di dua kantor tersebut untuk mencari dokumen terkait proyek yang sedang ditangani. "Proyek jalan ini sedang ditangani berdasarkan laporan masyarakat ada indikasi ketidaksuaian volume dan spek," ujarnya.

Dalam kasus ini, Kejari belum menetapkan tersangka, namun penyidik telah memeriksa sebanya 19 orang saksi. "Untuk tersangka belum, masih menunggu hasil pemeriksaan BPKP untuk menentukan langkah selanjutnya," katanya.

Sumber : iNews.id

Editor : im 

Banyuasin, Infosekayu.com  - Seorang pria di Sumatera Selatan (Sumsel) bernama M Nur ditangkap polisi. Dia ditangkap setelah mengejar Polisi Lalu Lintas (Polantas) dengan celurit dan parang gara-gara tak terima anaknya ditilang.

Dilihat detikcom, Jumat (26/11/2021), M Nur terlihat sudah berada di dalam sel tahanan. Dia memakai baju tahanan berwarna oranye.

Ketua RT wilayah tempat tinggal M Nur, Siyadi, menyebut warganya itu kesal gara-gara anaknya sudah dua kali ditilang polisi. Dia mengatakan M Nur tak terima karena anak tunggalnya dua kali ditilang dalam sepekan.

"Menurut keterangan pihak keluarga, dia nekat melakukan aksi itu karena tidak terima anak tunggalnya dalam seminggu terakhir dua kali ditilang polisi," kata Siyadi. Anak M Nur merupakan siswa kelas X SMA. M Nur disebut sering membawa parang atau celurit di mobilnya.

"Kalau soal parang dan celurit, kami tidak heran, karena memang keseharian dia kerjanya sebagai pemborong kayu," ujar Siyadi."Baru kali ini berurusan dengan polisi, itu juga mungkin karena emosinya yang sudah tak terbendung," sambungnya.

Sebelumnya, video seorang pria mengejar Polantas sambil membawa celurit di Banyuasin, Sumsel, viral. Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Ikang Ade mengatakan peristiwa itu terjadi ketika anggota Satlantas Polres Banyuasin sedang melakukan razia kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor di Jalan Lintas Timur Sumatera, Palembang-Betung, Simpang Tugu Polwan, Banyuasin, Kamis (25/11) pagi.

"Korban tidak ada luka. Kejadian itu terjadi saat anggota tengah melakukan kegiatan rutin di Simpang Tugu Polwan, Betung, tadi pagi," katanya, Kamis (25/11).

Menurutnya, peristiwa itu bermula saat petugas Satlantas berinisial AN menyetop motor yang diduga dikendarai anak M Nur. Pemotor itu disetop karena tidak memakai helm. Saat diperiksa, STNK motor itu ternyata sudah mati sehingga motor tersebut disita.

"Tak lama setelah (polisi) menyita motor anak pelaku, pelaku datang mengendarai minibus berhenti tepat di lokasi kejadian. Pelaku turun dari mobil dan langsung mengejar petugas dengan dua bilah sajam jenis celurit dan parang panjang, hendak menikam korban," katanya.

Polantas berinisial AN terjatuh di parit. Warga kemudian berupaya melerai agar tidak terjadi perkelahian. M Nur kemudian kabur ke arah Musi Banyuasin. Polisi kemudian mengejar M Nur dan menangkapnya pada siang hari.

"Pelaku kini ditahan dan dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 335 KUHPidana dan Pasal 212 KUHPidana juncto Pasal 2 UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Sajam," jelasnya

Sumber : detikNews.com 

Infosekayu.com - Dibutakan oleh cinta, seorang pemuda berinisial DRS (24) di Bantul, Yogyakarta nekat menjual genteng dan sejumlah perabotan rumah orangtuanya demi bersenang-senang dengan pacarnya.

Sejumlah perabotan tersebut dijual dengan harga murah oleh DRS. Kini rumahnya tak beratap karena gentengnya sudah dibongkar untuk dijual. kemudian, beberapa ruangan tampak kosong karena sejumlah perabotan sudah dijual.

DRS melakukan aksinya sejak Oktober

DRS melakukan aksinya tersebut sejak 14 Oktober 2021. Pada awalnya, ibu DRS yang berisinisial P itu memaklumi kelakuan anaknya. Namun, karena perbuatannya sudah kelewat batas sampai seisi rumah hampir habis karena dijual, ibunya pun geram dan tak bisa diam lagi.

Aksi DRS diketahui oleh tetangganya pada Minggu (7/11/2021) saat akan menjual genteng. Saat itu, genteng rumahnya sudah diangkut ke dalam truk untuk dijual.

Warga sekitar mencoba menghentikan aksinya, lalu melaporkannya ke ibu DRS yang sehari-harinya bekerja sebagai ART. Dari situlah ibunya marah dan genteng pun tak sempat dijual. DRS berani berbuat seperti itu setelah ayahnya meninggal dunia.

Adapun perabotan yang sudah dijual oleh DRS yaitu mulai dari kursi, lemari, hingga meja. Bahkan, jika aksinya tersebut tak dihentikan, DRS mungkin akan menjual pintu rumah, kata P

Hasil penjualan digunakan untuk memberi pacarnya hadiah

Seluruh hasil penjualan perabotan yang sudah dijual dipakai DRS untuk bersenang-senang bersama pacarnya, termasuk membelikan pacarnya hadiah. Sang pacar diketahui tinggal di Ngawi.

DRS sendiri baru mengenal pacarnya tersebut sekitar 1 bulan yang lalu saat mengantar penumpang ke Terminal Giwangan. DRS yang berprofesi sebagai driver ojek online jatuh cinta pada penumpangnya sendiri.

Sejak saat itu, DRS mulai sering mengirimi hadiah dan kebutuhan sehari-hari pacarnya dengan menggunakan uang hasil menjual perabotan rumah orangtuanya.

Total kerugian capai puluhan juta

Tak sedikit, jumlah kerugian yang dialami oleh orangtua DRS diperkirakan mencapai Rp24 juta. Semua perabotan tersebut dijual dengan harga murah, jauh dari harga aslinya.

Ia melakukan itu semua demi menyenangkan hati pacarnya. Ia sudah membelikan sang pacar tas, baju hingga makanan.

Dilaporkan ke polisi oleh ibu sendiri

Untuk membuat anaknya jera, P pun melaporkan DRS ke pihak berwajib. Pada awalnya sempat dilakukan mediasi, namun kesabaran P sudah habis sehingga ia tetap ingin kasus tersebut diproses.

Sebab, tetangga dan orang-orang terdekatnya sudah sering menasihati namun DRS tak kunjung berubah. Atas perbuatannya, DRS dikenakan Pasal 367 KUHP tentang Pencurian Dalam Keluarga dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun. Saat itu, DRS sendiri sudah mendekam di Polsek Pundong.

DRS mengaku menyesali perbuatannya. Ia juga sudah minta maaf ke ibunya terkait aksinya menjual perabot rumah demi menyenangkan pacar.

KLATEN, INFOSEKAYU.COM  - Warga Kabupaten Klaten heboh melihat penampakan air sungai di Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari.

Air yang biasanya bening dan bersih mendadak jadi merah, Kamis (16/9/2021). Bahkan video yang diunggah oleh akun bernama Deni Legowo di grup Facebook Info Seputar Klaten berdurasi 23 detik menjadi viral di mana-mana.

Perekam terdengar berucap : "Sungai Ngreden tercemar lur, merah merona, iwake do mati (sungai Ngrenden teremar saudara, merah merona, ikannya mati), " ucap seseorang di dalam video tersebut. "Lokasi ngreden, kaline abang seperti darah (Lokasi Ngrenden, sungai seperti darah)," imbuhnya.

Kepada TribunSolo.co, warga sekitar sampai terheran-heran karena tak pernah terjadi pemandangan tersebut. Bahkan warga ketakutan dan tak berani memegang air sungai yang selama ini menjadi saluran irigasi itu.

Warga Desa Ngreden Wiyadi (54), mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Ia mengaku kaget melihat warna air sungai tersebut berubah tiba-tiba.

Air sungai itu kan biasannya bening, kok ini merah darah, saya kaget," kata dia kepada TribunSolo.com, Kamis (16/9/2021). Wiyadi mengaku kejadian tersebut merupakan kejadian pertama kali terjadi di Desa Ngreden.

Dikatakan, kejadian tersebut berlangsung selama 15 menit."Kejadian ini sempat viral, warga pada takut semua, saya tidak berani memegang air sungai waktu itu," ucap dia.

Kepala Desa Ngreden Sunarto mengaku sudah menerima laporan tersebut dari warga sehingga akan berkoordinasi dengan pimpinan lainnya.

"Air yang tercemar dapat mengganggu perkembangan tanaman padi dan mempengaruhi kualitas padi nantinya," ujar dia.

Empat Lawang, Infosekayu.com , – Warga Empat Lawang, khususnya netizen Facebook, dihebohkan oleh seorang pria yang menikahi 2 (dua) orang perempuan sekaligus. Rabu (8/9/2021).

Foto pernikahan seorang pemuda yang menikahi dua orang tersebut, viral setelah di posting oleh akun bernama “Anissa Phutri Bungsu”, dan telah di like 109 orang dan 76 komentar serta telah dibagikan sebanyak empat kali.

“Way yang sedang viral Ikak (nah yang sedang viral sekarang),” Ciut Akun Anissa Putri Bungsu dalam postingannya. Pukul 18.00 WIB Rabu (8/9/2021).
Sontak postingan tersebut membuat heboh jagat maya, tak heran bertanya kebenaran pernikahan tersebut. seperti komentar Bernama “Rhe Sty”, yang bertanya dalam bahasa Daerah “Wg mne hekak sa”, komentarnya yang bertanya “orang mana Sa”.

Pemilik Akun “Karlena”, yang mengetahui asal pria dan perempuan tersebutpun ikut berkomentar, “Blau etu ne perna terjedi jeligan kak lanang a wang blau tine due wang bukso”
“Orang Desa Sawah Belau itu, pernah terjadi hal serupa, Kalau pria tersebut orang Desa Lubuk Besar,” Komentar Karlena yang mengetahui ketiga orang tersebut.

Berdasarkan informasi dihimpun, pernikahan tersebut benar ada. “Iya benar ada, setau saya pria tersebut orang muara saling, dia dulunya kakak kelas saya dulu di SMP 1 Suka Kaya Kecamatan Muara Saling, namanya Jeck Klip dan sempat merantau keluar kota dahulunya. sepengetahuan saya pernikahan tersebut berlangsung Rabu siang tadi, (8/9/2021).” Kata Eva Warga Desa Tanjung Ning Simpang yang mengetahui hal tersebut.

 Sumber : (Sumeks)

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM – Kabar hilangnya seorang gadis remaja Rani (19) dan adiknya Ripa Risma (12) warga Talang Cempedak LK II Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu akhirnya terungkap. Keduanya, ternyata nekad kabur ke Kota Prabumulih untuk menemui seorang laki laki yakni Ridis Wahyu Pratama (17) yang diduga merupakan pacar dari Rani.

Kedua anak itu ditemukan pagi ini sekitar pukul 08.30 WIB bersama dengan Ridis Wahyu Pratama di taman Agrowisata di belakang rumah dinas bupati.
“Saat itu kedua adik kakak tersebut tengah berada di Taman TAS lalu kita tanya, dan keterangannya baru sampai ke Sekayu ini dari Kota Prabumulih,” Jelas Kasat Pol PP Haryadi Karim SE MM melalui Katim Deteksi Sat Pol PP Muba Rano Apriansyah.

Rano mengungkapkan, pihaknya sudah menghubungi keluarga kedua remaja tersebut. “Sudah kita hubungi pihak keluarganya, dan saat ini kedua kakak beradik bersama seorang laki-laki sudah di Polsek Sekayu untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Rani sendiri pergi dari rumah pada Minggu tgl 05 September 2021 sekira Pukul 14.00 WIB. Ia pamit ke ibunya untuk pergi ke warnet ke Kota Sekayu dengan alasan mengerjakan tugas. Setelah diijinkan kemudian korban Rina mengajak adiknya, dengan membawa sepeda motor Honda Genio warna Merah ia pun berangkat.

Bukannya kewarnet ternyata keduanya nekad berangkat ke kota Prabumulih ini terungkap dari pengakuan Ridis. “Dio nelpon aku minta jemput di pasar Prabumulih, lalu aku jemput dan ku ajak ke rumah, kemudian mereka berdua aku anter balek ke Sekayu, tapi Dio nangis, aku bingung,” ujarnya.

Sementara Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIK Msi melalui Kapolsek Sekayu IPTU Akib Firdaus SH didampingi Kanit Reskrim IPTU Novera Enam Jaya Putra SH MSi mengatakan, keduanya telah dimintai keterangan tentang kepergiannya dari rumah, begitu juga seorang laki – laki.

 " Saat ini masih dimintai keterangan dan masih menunggu orang tua dari Rina dan Rispa, kemungkinan ada upaya pembinaan,” jelasnya.

Sumber : harianmuba 


SULSEL, INFOSEKAYU.COM - Pasangan suami istri di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tega mencungkil mata kanan anak perempunnya berusia 6 tahun.

Mereka melakukan perbuatan keji itu demi ritual pesugihan yang rutin dilakukan pasangan suami istri itu.

Korban kemudian dilarikan oleh pamanya, Bayu (34) bersama petugas Bhabinkamtibmas Malino ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa.

Bayu mengatakan, awalnya ia baru pulang dari pemakaman dan duduk di rumah korban. Tiba-tiba ia mendengar teriakan anak kecil yang menangis. Setelah masuk, ia mendapati mata bocah itu sedang dicungkil oleh ibu dan bapaknya. Bahkan perbuatan biadab itu disaksikan langsung oleh kakek dan nenek korban.

"Jadi kami langsung mengambil ini anak untuk dievakuasi," kata Bayu kepada Kompas.com di rumah sakit, Jumat (3/9/2021). Menurut Bayu, kekerasan terhadap anak itu diduga merupakan bagian dari ritual pesugihan.

Ibu korban, kata Bayu, kerap mendengar bisikan gaib. Apalagi, selama ini para pelaku sering melakuka ritual aneh di rumah mereka.

"Di rumah itu memang mereka sering gelra ritual aneh, seperti pesugihan dan mereka kerap berhalusinasi," ujar Bayu.

Kini, polisi telah mengamankan lima orang yang terdiri atas kedua orangtua, paman, kakek, dan nenek korban. Dua pelaku di antara dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar untuk menjalani pemeriksaan mental.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman mengatakan, peristiwa ini masuk kategori kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak di bawah umur.

Hingga kini, pihaknya telah mengamankan lima orang yang dua di antaranya dibawa ke RS Jiwa Dadi Makassar. Sebab, pihaknya menduga dua orang itu mengalami gangguan mental. "Namun kami masih menunggu pemeriksaan kejiwaan rumah sakit," kata Boby.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Boby menyebutkan bahwa motif pelaku berbuat kekerasan itu adalah halusinasi dan bisikan gaib.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, motifnya ini adalah halusinasi. Tersangka disebut kerap mendapat bisikan gaib yang mengharuskan melakuka kekerasan kepada korban," kata Boby.

Sumber : kompas.com