Top News


INFOSEKAYU.COM - Malang nasib yang dialami Raya (22) warga Desa Teladan Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Gadis ini harus menderita luka tusukan senjata tajam di tubuhnya sebanyak 16 liang Rabu (20/3/19) sekitar pukul 16.40 WIB .


Pelaku penusukan adalah pacarnya sendiri bernama Sofyan (23) warga Kecmatan Sekayu Musi Banyuasin yang tidak terima cintanya diputuskan korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kejadian penusukan yang dilakukan oleh Sofyan  pada saat korban sedang mengasuh Aisyah yang berusia 3 bulan yang merupakan anak dari kakak ipar korban yakni Nepal (35).

Diketahui sebelumnya Sofyan sering mengajak bertemu Raya, namun sang korban menolak untuk bertemu. Kejadian tersebut terus dilakukan Sofyan untuk bertemu lewat telephone namun tidak diangkat oleh korban.

Diduga karena sudah kesal lantas pelaku mendatangi korban di kediaman Nepal tepatnya di Kampung 7 Kecamatan Sekayu.

Saat pelaku mendatangi korban sedang mengasuh Aisyah, tanpa disangka pelaku langsung melakukan penusukan dengan menggunakan pisau yang telah disiapkan sebelumnya.

"Ngape kamu dak ngangkat telpon aku, lalu menusuk Raya. Setelah menusuk Sofyan langsung pergi," ujar Nata yang merupakan Kakak kandung korban.

Sementara, Amah (40) ibu korban mengetahui kejadian tersebut dari Nepal yang memberitahukan bahwa Raya ditusuk oleh pacarnya dan telah dibawa ke RSUD Sekayu.

"Saya dapat kabar juga, untuk pacarnya saya tidak mengetahui selama ini ia ada pacar. Saya harap pelaku segera ditangkap dan dihukum dengan setimpal,"ungkapnya.

Kapolsek Sekayu Polres Banyuasin, IPTU Heri Suprianto membenarkan telah terjadinya penusukan terhadap Raya yang dilakukan oleh Sofyan diketahui pacarnya sendiri. Mengenai motif yang dilakukan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kita telah melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi, pelaku sendiri melarikan diri setelah melakukan penusukan saat ini kita masih dalam tahap pengejaran. Untuk korban mengalami luka tusukan di lengan dan di pinggang sebanyak 16 liang dan saat ini korban telah dievakuasi ke RSUD Sekayu,"jelasnya. /red/

Sumber : Sripoku.com 



INFOSEKAYU.COM - Sebanyak 18 Kendaraan Dinas Operasional Roda 4 (Empat) Milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin diserahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin Kepada Sekretaris Daerah Musi Banyuasin.


Kendaraan tersebut merupakan hasil dari penertiban oleh Pihak Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin yang sebelumnya dikuasai oleh mantan Pejabat maupun eks Anggota DPRD yang tidak lagi menjabat.

Kajari Muba Maskur SH MH mengatakan setelah menerima 32 Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muba dalam penertiban kendaraan roda empat yang masih dikuasai mantan pejabat yang tidak lagi menjabat, Jaksa Pengacara Negara (JPN) telah melayangkan somasi.

Dari 32 yang di-SKK-kan, 18 di antaranya telah mengembalikan sendiri. Sedangkan 14 mantan pejabat yang tidak lagi menjabat tapi menguasai mobil Pemkab Muba dihimbau untuk secepatnya mengembalikan aset daerah.

"Mereka ini sudah tidak berhak lagi menggunakan fasilitas negara tersebut, 18 orang sudah mengembalikan dengan sukarela sisanya kami himbau untuk segera mengembalikan jika tidak diindahkan bisa berurusan dengan masalah hukum,” pintanya.

Sementara itu Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi mengatakan penyerahan kunci mobil hari ini membuktikan sinergitas kemitraan dalam tugas antara Pemkab Muba dengan Kejaksaan Negeri Muba terus berjalan dengan baik.

"Atas nama Pemkab Muba kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Pengacara Negara yang telah berkontribusi menyelamatkan aset milik Pemkab Muba ini", ucapnya.

Dijelaskannya, selama ini Pemkab Muba seringkali kesulitan untuk melacak dan menarik aset negara tersebut karena penggunaannya sering disalahgunakan. Alhamdulillah keberhasilan terobasan antara Kejari dan Pemkab Muba sangat dirasakan dan meyakini akan diikuti oleh Daerah lain juga.

"Kami sangat terbantu dengan adanya kerjasama ini, alhamdulillah selain itu pada sektor pendapatan daerah kami melampaui target berkat bekerjasama yang harmonis dengan Kejari Muba", ungkapnya.

Apriyadi juga mengapresiasi mantan Pejabat dan eks Anggota DPRD Muba yang telah mengembalikan kendaraan menghimbau untuk secepatnya mengembalikan aset daerah. /red/



INFOSEKAYU.COM - Kedatangan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI serta Forum Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil se-Provinsi Sumatera Selatan di Musi Banyuasin dalam rangka menghadiri Acara Sosialisasi Muba Go Digital besok, disambut langsung oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi dengan jamuan makan malam di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa malam (19/3/2019).


Suasana kebersamaan mulai terasa saat alunan lagu, canda tawa dan dentingan musik khas Kabupaten Muba semakin menambah hangat suasana. Salah satu kesenian daerah khas Muba, Senjang ditampilkan dan membuat para tamu undangan berdecak kagum. Tidak hanya senjang, para peserta pun mendapat kesempatan untuk bernyanyi.

Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi, MSi dalam sambutan selamat datangnya mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI serta Forum Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil se-Provinsi Sumatera Selatan yang telah berkenan datang di Musi Banyuasin.

Dilaporkannya, Musi Banyuasin dengan luas wilayah sekitar 14 km persegi dan jumlah penduduk sekitar 600 jiwa, pemkab Muba telah membersihkan catatan penduduk Muba (95%) sehingga mulai 1 februari lalu Pemkab Muba melakukan UHC terhadap program asuransi kesehatan masyarakat.

"Dengan data yang bersih ini kami lakukan UHC sehingga seluruh masyarakat Muba yang memiliki E-KTP bisa berobat gratis," sampai Apriyadi.

Lanjutnya, seluruh OPD di Muba saat melakukan program kegiatan basis datanya diwajibkan berasal dari Disdukcapil Muba supaya datanya sama dan akurat.

"Alhamdulillah Pak Bupati kami sangat berkomitmen mendukung Disdukcapil dengan memberikan anggaran besar dan fasilitas lengkap sehingga tujuan pelayanan publik bisa maksimal," katanya.

Sementara itu, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH mengatakan Muba ini terkenal sampai ke Kemendagri karena banyak prestasinya.

Lanjutnya, mendekati Pilpres dan Pileg (28 hari) Disdukcapil di Indonesia harus menjaga security servernya jangan sampai down karena hari pencoblosan nanti orang akan mencocokkan NIK berbasis data dukcapil.

"Tanggal 17 April nanti kantor kita tetap buka, tolong dijaga betul dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019," ungkapnya.

Dikatakannya, sesuai dengan UU Pemilu jika seseorang tidak masuk DPT (Daftar Pemilih Tetap), maka dengan menggunakan KTP ia berhak mencoblos pada satu jam terakhir.

"Hari ini saya sudah mengeluarkan surat edaran untuk disdukcapi menginstruksikan turun menjemput bola dengan merekam dan mencetak E-KTP di sekolah dan lembaga pemasyarakatan sampai selesai," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Se-Provinsi Sumatera Selatan Hj Asmarani SSos MSi dalam laporannya menyebutkan selain menghadiri Sosialisasi Muba Go Digital, Forum Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Se-Provinsi Sumatera Selatan juga akan dilaksanakan Rapat Koordinasi Daerah dengan harapan hasilnya bisa berbagi pengalaman, bersinergi, berbagi inovasi, mengevaluasi kinerja dan layanan kepada masyarakat. /red/


INFOSEKAYU.COM - Setelah menjadi yang tercepat dalam penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018 (Unaudited) pada 17 Januari lalu, kini lagi-lagi Kabupaten Muba kembali mengejutkan publik dengan capaian prestasi, yakni melakukan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2018 tercepat pula se-Indonesia dan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang keenam kalinya.


Ini merupakan dua tahun berturut-turut Kabupaten Muba menjadi yang tercepat dalam penyampaian LKPD dan LHP Atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Muba. Sebelumnya, pada 29 Januari 2018 Muba menjadi daerah yang tercepat dalam penyampaian LKPD TA 2017 dan menjadi yang tercepat pula se-Indonesia dalam Penerimaan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2017 oleh BPK RI Perwakilan Sumsel yang diterima pada 29 Maret 2018.

"Muba luar biasa dan pantas jadi cermin bagi daerah lainnya di Indonesia dalam upaya pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel," ungkap Anggota V BPK RI, Ir Isma Yatun di sela Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2018 di gedung BPK RI Perwakilan Sumsel, Selasa (19/3/2019).

Ia berharap, daerah-daerah lain di Indonesia kiranya menjadikan capaian Kabupaten Muba ini sebagai contoh dan pemecut semangat untuk berlomba-lomba dalam penyerahan LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

Dikatakan, upaya-upaya yang dilakukan ini menunjukan komitmen Bupati Muba dan DPRD Muba untuk benar-benar melaksanakan pengelolaan keuangan yang benar.

"Artinya ini menjadi hal sangat prioritas bagi kepala daerah di Muba dan DPRD, kami sangat apresiasi Muba menjadi yang pertama di Indonesia dan tercepat dan berhasil pula meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," ungkapnya.

Senada dikatakan Kepala Perwakilan BPK RI Sumsel, Maman Abdul Rahman. Ia mengatakan, Muba ini tidak hanya cepat saja tetapi juga laporan keuangan Pemkab Muba mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian yang sudah diperiksa oleh kalangan profesional BPK RI Perwakilan Sumsel.

Ia menambahkan, apa yang sudah dilakukan Pemkab Muba bersama DPRD Muba ini harus dipertahankan dan diharapkan bisa menginspirasi daerah lain dalam upaya pengelolaan keuangan yang transparan.

"Upaya yang dilakukan Pemkab dan DPRD Muba ini kiranya dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk komitmen dan konsisten dalam transparansi pengelolaan keuangan daerah," ulasnya.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan antara pihak legislatif dan eksekutif.

"Alhamdulillah Muba menjadi yang pertama di Indonesia yang tercepat di LHP, dan diimbangi juga meraih opini WTP keenam kali berturut-turut dalam laporan pengelolaan keuangan daerah," terangnya.

Selain itu, Dodi mengucapkan terima kasih dengan pihak auditor BPK RI yang juga turut bekerja ekstra dalam melakukan pemeriksaan selama 45 hari di Muba.

"Ini bagian motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, dan Pemkab Muba akan terus melakukan koordinasi dan meminta arahan supaya pengelolaan keuangan daerah di Muba semakin lebih transparan," harapnya.

Dodi menambahkan, sebelumnya pula di hari yang sama Kabupaten Muba juga dalam hal ini Pemkab Muba berdasarkan hasil Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2018 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI tercatat di peringkat kedua daerah yang menerapkan sistem pencegahan korupsi dalam program-program pemerintahan yang dijalankan.

"Ini langkah konkrit kami Pemkab Muba untuk selalu transparan dan akuntabel dalam kaitan pengelolaan keuangan daerah sehingga terwujudnya pemerintahan yang bersih," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin turut didampingi Ketua DPRD Muba Abusari, Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi, Sekretaris DPRD Muba Thabrani Rizky, Kepala BPKAD Muba Mirwan Susanto. /red/



INFOSEKAYU.COM - Berbagai upaya terus dilakukan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin untuk mencetak calon pemimpin di kalangan generasi muda di Kabupaten Musi Banyuasin. Tidak hanya itu, upaya meminimalisir pergaulan bebas dan penggunaan narkoba juga terus digencarkan mulai dari kegiatan keagamaan dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.


Kali ini, untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas, kandidat Doktor Universitas Padjajaran tersebut membuka Kegiatan Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) Angkatan ke-8 se-Kabupaten Muba di Auditorium Pemkab Muba, Senin (18/3/2019).

"Mudah-mudahan LKS di masa yang akan datang menelurkan pemimpin yang berkualitas, karena untuk bersaing di era sekarang, pemimpin harus punya visi ke depan, dan juga harus berinovasi," ujarnya.

Dodi menuturkan Pemkab Muba telah banyak melakukan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diantaranya Program Pemerajaan Kebun Kelapa Sawit Rakyat, meningkatkan harga karet dengan menyerap hasil kebun karet rakyat untuk bahan baku aspal campur karet.

"Dan dalam waktu dekat akan membangun pabrik pengolahan inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati dengan bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung. Nah, nantinya saya berharap generasi muda di Muba bisa turut andil dalam realisasinya," urainya.

Sementara itu Ketua Umum Ikatan Alumni LKS, Husyam ST mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Muba yang telah mendukung organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1995 tersebut.

"Mudah-mudahan LKS terus tumbuh untuk menyiapkan kader-kader pemimpin dimasa depan," ucapnya. LKS Angkatan ke-8 Se-Kabupaten Muba ini dilaksanakan tanggal 18 - 22 Maret 2019.

Acara turut dihadiri Para Asisten, Para Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, Ketua PB IKA LKS Provinsi Sumsel Yoppy Van Houten, Ketua PB IKA LKS Muba Tribenzsyahardani, dan Para Peserta LKS. /red/



INFOSEKAYU.COM -  Menerapkan pelayanan publik yang transparan serta meminimalisir tindak pidana korupsi menjadi hal prioritas yang dilakukan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin untuk mewujudkan good governent dan clean governent (Pemerintahan yang baik dan bersih.


Terbukti, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2018 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, yang langsung dihadiri Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin Selasa (19/3/2019),
Kabupaten Musi Banyuasin tercatat di peringkat kedua, daerah yang menerapkan sistem pencegahan korupsi dalam program-program Pemerintahan yang saat ini dijalankan.

"Muba sudah 74 persen. Ini nilai yang sangat baik dan Peringkat Kedua Se-Sumsel, hanya satu persen dibawah rata-rata nasional," ungkap Kasatgas Korsupgah KPK RI, Aida Ratna.

Dikatakan, di level Kabupaten/Kota capaian Rencana Aksi (Renaksi) 2018 yang sudah dilakukan Pemkab Muba sudah sangat baik dan ini harus dipertahankan bahkan wajib terus ditingkatkan dan menjadi kewajiban kita bersama untuk mendorong meminimalisir terjadinya tindakan korupsi dilingkungan pemerintah

Hal tersebut, terungkap dalam rapat koordinasi dan evaluasi Program Pemberantasan korupsi bahwa, "Pemkab Muba sudah 87 persen skornya dalam melaksanakan proses pengadaan yang telah dilakukan di ULP ( Unit Layanan Pengadaan) Pemkab Musi Banyuasin dan ini harusnya menjadi acuan dan menjadi contoh juga bagi pemerintah daerah lain," ujar Aida Ratna.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan bahwa Pemkab Muba akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik efektif efesien transparan akuntable serta dapat memudahkan masyarakat dalam setiap layanan publik yang ada di Musi Banyuasin dan kami akan berkomitmen untuk itu demi mewujudkan Pemerintahan yang bersih.

"Sebagian pelayanan publik di Muba kita telah lakukan dengan memanfaatkan teknologi digital secara online sebagai layanan keterbukaan informasi publik serta dengan melaksanakan sistem informasi publik yang online ini bisa langsung diawasi serta dikawal oleh seluruh elemen masyarakat khususnya element masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Muba," dan diluar Musi Banyuasin sebagai bahan pertanggungjawaban kami ke publik terangnya.

Selain itu Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini menyebutkan, bahwa sebelumnya juga Pemkab Muba melalui DPMPTSP telah mendapatkan Penghargaan Top 90 Pelayanan Publik Terbaik di Indonesia.

Dan pada saat ini DPMPTSP Muba lagi gencar gencarnya saya dorong dan saya monitor langsung untuk melakukan inovasi pelayanan Siap Antar dan Jemput Izin (SAJI)

Program SAJI ini punya 3 keunggulan yaitu SAJI ON SITE (pelayanan perizinan secara rutin ke Kecamatan dengan menggandeng BPJS Kesehatan, KPP Pratama untuk mempermudah pemrosesan perizinan yang dibutuhkan masyarakat langsung)

Kemudian, Program SAJIMAN (petugas yang siap antar jemput izin selesai maupun berkas perizinan), dan program ketiga program HALLO SAJI yakni (layanan jasa untuk setiap proses perizinan), serta KANTONG SAJI (layanan Jemput bola di Kecamatan secara rutin dari yang telah terjadwal setiap hari Senin sampai Jumat).

Program program inovasi layanan Publik Ini semua diterapkan semata-mata untuk mewujudkan pelayanan yang yang efektif efesien dan transparan serta meminimalisir tindakan tindakan yang merugikan masyarakat dan Petugas Layanan sendiri dari tindakan korupsi khusunya di lingkungan Pemkab Muba," bebernya.

Lanjut Dodi, upaya-upaya mewujudkan Pemerintahan yang bersih tersebut juga tidak terlepas dari dukungan legislatif di Muba serta Forkopimda ( Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Muba yang selalu bersinergi dan berkolaborasi bersama untuk melakukan upaya upaya pencegahan tindakan korupsi yang dapat merugikan kita semua dan kami berkomitmen untuk menciptakan pemerintahan muba yang bersih dan mewujudkan layanan publik menuju pelayanan yang prima bagi masyarakat Musi Banyuasin.

Pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2018 dan Sosialisasi Program Tahun 2019 tersebut Bupati Muba turut didampingi Ketua DPRD Muba Abusari SH MSi, Sekda Muba Drs Apriyadi MSi, dan Inspektur Kabupaten Muba R E Aidil Fitri. Serta turut dihadiri langsung Gubernur Sumsel Herman Deru, Koordinator Wilayah II KPK RI Abdul Haris, Ketua DPRD Provinsi Sumsel MA Gantada SH MHum, dan Kepala BPKP Sumsel Gilbert Hutapea. /red/



INFOSEKAYU.COM - Sebuah speedboat yang membawa puluhan penumpang mengalami kecelakaan di Perairan Sungai Musi, Kabupaten Banyuasin menyebabkan empat orang meninggal dunia dan tiga penumpang masih dinyatakan hilang.


"Informasi dari anggota di lapangan ada empat meninggal, tiga orang hilang dan 13 yang selamat," kata Humas Basarnas Palembang, Taufan saat dihubungi lewat telepon, Senin (18/3/2019) seperti dikutip dari sumselupdate.com.

Dikatakan Taufan, saat ini tim gabungan Basarnas Palembang, Pol Airud Mapolda Sumsel dan Polres Banyuasin sudah ada di lokasi. Tim telah melakukan evakuasi terhadap korban selamat. "Tim fokus evakuasi korban yang selamat di lokasi dan melakukan pencarian korban hilang," imbuh Taufan.

Kasubdit Gakkum Pol Airud Polda Sumsel AKBP Munaspin mengatakan, kecelakaan terjadi pukul 11.00 WIB tepat di Perairan Sungai Musi Jalur 10. Speedboat PK 200 yang dikemudikan Muhammad menabrak pohon pedado di tepian sungai.

"Speedboat Awet Muda berangkat dari Karang Agung, Musi Banyuasin menuju Palembang. Membawa 18 penumpang, kalau sama pengemudi dan kernetnya total 20 orang di speedboat," katanya.

"Setiba di lokasi speedboat menabrak pohon pedado di pinggir sungai. Speed hancur, pengemudi dan kernetnya meninggal dunia bersama 2 penumpang lain," kata Munaspin.

Selain pengemudi dan kernet, ada empat orang megalami luka berat dan sembilan orang luka ringan. Sementara tiga penumpang masih dalam pencarian. "Seluruh korban meninggal dan luka-luka sedang dievakuasi untuk langsung dibawa ke rumah sakit. Rencana semua dibawa ke RS Bhayangkara," tutupnya. (tra)

Berikut identitas korban meninggal dunia:

1. Muhammad alias Mamat (50) Serang Speed Boat Awet Muda
2. Kodar (20) Kernet Speed Awet Muda
3. Muhidin
4. Tarno

5. Sopian (60)
6. Husnul (60)

Korban luka berat di RS AK Gani :
1. Ganjar Winarsih (39)
2. Marbeto (48)

Sumber : Sumselupdate.com



INFOSEKAYU.COM - Paper flower merupakan salah satu bentuk kreasi dari kertas yang sedang kekinian. Kreasi bunga kertas dalam bentuk 3D tersebut biasanya digunakan untuk mempercantik dekorasi ruangan.



Selain dekorasi untuk ruangan, paper flower tersebut juga sering digunakan untuk menghias acara pertunangan, arisan, baby shower, pengajian dan acara penting lainnya. Bentuknya yang cantik dan menarik menjadikan paper flower banyak digemari oleh kaum hawa.

Fakta penting dan menarik lainnya ternyata kerajinan paper flower tersebut dapat menghasilkan penghasilan ekonomi yang lumayan. Pelatihan kerajinan paper flower bertujuan untuk mengenalkan ragam kerajinan sekaligus menambah keterampilan bagi kaum ibu.

Sosok trainer yang diambil dari kalangan wirausaha perempuan dilakukan untuk memotivasi dan menginspirasi kaum ibu agar mau belajar dan berkarya guna memiliki tambahan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan.

Demikian disampaikan Penasehat Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muba, Hj Thia Yufada Dodi Reza saat membuka langsung kegiatan rutin Arisan Bulanan DWP Kabupaten Muba, yang diselenggarakan oleh DPMPTSP , Dinas Sosial dan Badan Kesbangpol Kabupaten Muba, bertempat di Gedung DWP Kabupaten Muba, Senin (18/3/2019).

“Kegiatan pelatihan merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Perempuan yang bertujuan memberikan tambahan keterampilan. Jika ditekuni dengan serius, keterampilan tersebut dapat dijadikan tambahan penghasilan bagi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Sementara itu menurut laporan Ketua DWP Kabupaten Muba, Hj Asna Aini Apriyadi menjelaskan, Pelatihan Paper Flower ini diikuti sebanyak 50 peserta perwakilan Anggota DWP dari setiap Perangkat Daerah dan Kecamatan. Selain itu dikatakannya juga bahwa tidak lama lagi akan memperingati Hari Kartini, dimana nantinya akan digelar perlombaan Paper flower bagi anggota DWP Kabupaten Muba, maka dari itu ikuti pelatihan hari ini dengan seksama agar faham betul dalam proses pembuatannya. /red/

Sumber : Sigerindo