Top News


INFOSEKAYU.COM - Terhitung sejak 4 bulan terakhir dari Januari hingga awal April 2019 angka kecelakaan dalam berlalulintas (lakalantas) di Jalitim Palembang-Betung Banyuasin telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 25 orang meninggal dunia.


Hal itu mengalami peningkatan terhadap angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya seperti pada tahun lalu 2018 lalu dengan catatan menimbulkan korban sebanyak 20 orang korban yang meninggal dunia yang terjadi dalam satu tahun penuh.

“Ya, dari Januari hingga awal April 2019 sudah terjadi 43 kejadian laka lantas. Korban yang meninggal 25 orang, luka berat 28 orang, luka ringan 44 orang dan kerugian materil Rp 43 juta lebih,” kata Kasat Lantas AKP Sukiman melalui Kanit Laka Iptu Lukman, Senin (15/4/2019).

Menurutnya, salah satu faktor penyebab lakalantas dipicu oleh kelalaian pengemudi dan faktor alam menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan di Banyuasin.

“Ya ada yang faktor lalai, ingin cepat sampai lalu kebut-kebutan di jalan raya,” kata dia, Senin (15/4/2019) seperti dikutip dari .

Selain faktor lainnya terang dia disebabkan, faktor alam yakni kondisi jalan lintas timur yang mengalami kerusakan parah, sehingga angka kecelakaan meningkat ditahun 2019.

“Jalintim rusak parah, saat ini petugas polisi memperbaiki jalan seadanya agar tidak ada korban jiwa,” ujar dia.

Kanit Laka Iptu Lukman berpesan, kepada pengguna jalan agar waspada saat berkendara di jalan raya, agar berhati-hati tidak kebut-kebutan serta melakukan istrirahat saat mengantuk dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

“Jangan ngebut, berhenti jika mengantuk atau tubuh kurang vit. Paling terpenting patuhi rambu lalu lintas,” harap dia. /red/

Sumber : Sripoku.com



CIREBON- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muba terus memaksimalkan pelayanan publik yang berkualitas dan mudah bagi masyarakat. 

Selasa (9/4/2019), Pemkab Muba melalui DPMPTSP Muba resmi melakukan Penandatanganan MoU Kesepakatan Bersama Antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan Pemerintah Daerah Tentang Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk Mendukung Pembangunan di Pemerintah Daerah serta Perjanjian Kerjasama (PKS) Pengadilan Negeri Sekayu dengan BPPT di Swiss Belhotel Cirebon Jawa Barat. 

"Untuk percepatan proses pelayanan perizinan Pemkab Muba melengkapi dengan penandatanganan elektronik perizinan yang diterbitkan oleh DPMPTSP Muba, jadi tidak ada lagi istilah lama dan tanpa pungli, jika semua syarat lengkap maka saya bisa melakukan penandatangan dimana saja," jika ada pungli laporkan langsung kesaya demi mewujukan pelayanan bersih di kantor layanan publik tegas Plt Kepala DPMPTSP Muba, Erdian Syahri.

Lanjutnya, ini juga merupakan wujud dan langkah konkrit Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dalam hal membangun Inovasi Layanan Publik untuk  percepatan Muba Maju Berjaya 2022 dengan optimalisasi kompetensi dan karakteristik daerah yang ada di Muba. 

"Pak Bupati sangat konsisten untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih efetif  dan akuntable demi mewujudkan pelayanan kami ke masyarakat Muba," maupun pihak lainya yang membutuhkan layanan prima di Muba tuturnya. 

Erdian Syahri mengatakan, penggunaan sertifikat elektronik yaitu, penandatangan berkas layanan oleh kepala perizinan dengan menggunakan teknologi digital yang dapat dilakukan melalui smart phone Sehingga dirinya bisa melakukan penandatangan berkas perizinan dimana saja, tanpa harus menunggu besok atau dikantor kita manfaatkan Teknologi Infomasi yang positif untuk mempercepat layanan publik.

"Saya bisa menandatangani berkas di manapun, istilahnya semuanya layanan dalam kantor DPMPTSP  ada dalam satu genggaman," jelasnya.

Ia menambahkan, walapun bisa melakukan penandatanganan dimana saja, akan tetapi proses administrasi akan tetap dilakukan pengecekan berkas adminitrasinya terlebih dahulu oleh TIM SDM DPMPTSP, apakah persyaratan memang sudah lengkap atau belum. 

"Saya baru bisa melakukan penandatanganan ketika syarat-sayaratnya sudah lengkap, setelah dilakukan pengecekan pada file yang sudah disiapkan dalam aplikasi, dan jika adminitrasi telah terpenuhi syarat dan ketentuannya sesuai prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan berdasarkan SOP yang artinya berkas lengkap sesuai yang harus dipenuhi berdasarkan SOP  baru saya langsung tanda tangani berkas melalui Teknologi digital yang telah kita siapkan," jelasnya.

Ia berharap, dengan sistem tersebut, tambah Erdian, bisa mempermudah bagi setiap pihak yang akan melakukan pengurusan perizinan. "Sehingga kepastian  waktu dan kepastian biaya memang dapat terukur, serta tidak ada lagi istilah pungutan liar atau pungli," tukasnya. 

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pengadilan Negeri Sekayu dengan BPPT bersama Asisten III Pemkab Muba Ibnu Saad yang mewakili Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dalam Penandatanganan MOU dimaksud.


BATANGHARI LEKO - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempunyai visi Membangun umat berbasis agama,  diharapkan kepada masyarakat Kabupaten Muba agar menyambut baik dan mengapresiasi salah satu program dalam mewujudkan visi tersebut yaitu, “Muba Mengaji”, yang kedepan diharapkan dengan program ini dapat memberantas buta huruf Al-qur’an mulai anak-anak sampai orang tua, tak terkecuali seluruh aparatur Pemerintah dari tingkat kabupaten sampe ketingkat pemerintahan desa mari kita gencarkan program ini dengan harapan kedepan seluruhnya umat yang beagama islam yang berdomili di Bumi Searasan Sekate bebas dari buta aksara Al- qur’an.

"Untuk itu Saya mengajak masyarakat terkhusus di Kecamatan Batanghari Leko ini agar turut mendukung dan mengapresiasi program Muba Mengaji, sebagai penggerak dan  kemajuan pemahaman dan pengamalan keagamaan di Kabupaten Muba, ujar Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi saat meresmikan Pondok Pesantren Maaun Hayaat Desa Bukit Selabu Kecamatan Batanghari Leko, Senin (8/4/2019).

Wabup juga mengajak agar masyarakat sekitar untuk memanfaatkan Pesantren Maaun Hayaat ini untuk memberikan pendidikan islami bagi anak-anak kita, karena merekalah sebagai generasi penerus bangsa yang lebih baik kedepan, maka dari itu anak -anak kita jangan hanya di beri pendidikan yang bersifat duniawi tetapi juga di beri pendidikan pendidikan keagamaan, sehingga program Muba Membagun umat berbasis ahlak sejak dini dapat terwujud dan hal tersebut dapat kita capai tentunya dengan program Muba mengaji.

"Saya bersama Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin mengajak seluruh masyarakat Muba pada umumnya dan  khususnya masyarakat Desa Bukit Selabu untuk selalu bersama sama kita bergotong royong untuk terus bersinergi bersama memakmurkan masjid ,"imbuh Beni.



Sementara itu menurut tokoh agama Desa Bukit Selabu, sekaligus Pengasuh Ponpes, Kyai H Ahmad Sujono mengatakan siap mendukung program Pemkab Muba, salah satu satunya program Muba Mengaji dengan membimbing para santri yang amanah, karena untuk saat ini program yang diusung oleh Bupati Muba, H Dodi reza Alex bersama Wabup Muba Beni Hernedi sangat berperan dalam membangun umat berbasis agama.

"Kami berterimakasih kepada Pemkab Muba, disini hadir langsung Pak Beni atas diresmikannya Pondok pesantren, program-program yang dicanangkan pak Bupati Dodi Reza juga sangat pro rakyat dan mengedepankan kepentingan seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.


Jakarta - Hasil olahan produk pangan sehat atau eco food dari lahan gambut di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yakni berupa Nanas Kering, Keripik Kelapa, Beras Merah, Beras Hitam, Beras Putih, Sambal Tabur Nanas, dan Selai Nanas pada 1 April 2019 lalu diterima secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden RI.
Diketahui, hasil olahan ini terdapat di Desa Bumi Agung Kecamatan Lalan Kabupaten Muba dan mendapatkan pendampingan secara langsung dari Badan Restorasi Gambut dan Javara serta dukungan penuh dari Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin. Bahkan, saat ini pemesanan produk-produk tersebut sudah merambah di online.
Sebanyak tujuh camilan sehat tersebut yang dikenal dengan nama produk Rawang dibawa oleh BRG RI yang diwakili oleh Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Mirna A Safitry PhD dan Dinamisator BRG Sumsel Dhio Dhanni Shineba.
"Pak Wapres Jusuf Kalla ingin melihat langsung produk Rawang dari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin tersebut yang diolah oleh warga Muba,"ungkap Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Mirna A Safitry PhD.

Dikatakan, pada pertemuan tersebut Wapres RI Jusuf Kalla kagum dan takjub melihat hasil olahan eco food warga Muba yang mempunyai kemasan ramah lingkungan dan sangat menjual. "Beliau kagum, terlebih saat mengetahui kalau produk Rawang ini diolah dan dihandle langsung oleh warga-warga di Kecamatan Lalan Musi Banyuasin," bebernya.
Bahkan Wapres RI Jusuf Kalla sangat mendukung produk-produk Rawang untuk dipasarkan hingga ke mancanagera. "Beliau sangat support dan berkeyakinan produk Rawang ini akan menjadi produk asli Indonesia yang mendunia, serta inovasi ini langkah konkrit mengedukasi petani dan warga disekitar lahan gambut," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menuturkan, Pemkab Muba akan terus mendorong hasil kreatifitas warga Muba dan hasil olahan tanaman lahan gambut ini akan disinergikan dengan Bumdes yang ada di Muba. "Ya, sebagian wilayah di Muba ini kan berupa lahan gambut, ini wujud inovasi warga yang ada di lahan gambut tentu akan terus di support produk-produk eco food ini," jelas Dodi.
Dodi yang saat ini gencar dengan implementasi program pembangunan hijau dan berkelanjutan tersebut terus berupaya melakukan inovasi-inovasi pengolahan dan pengelolaan hasil sumber daya alam Muba tanpa merusak lingkungan.
"Nah, eco food ini menunjukkan kalau Muba terus gencar menjaga lingkungan dan membuat terobosan baru, Muba juga punya eco fashion yakni Gambo Muba dan saat ini juga sudah mendunia dan menjadi trend fashion. Terobosan dan inovasi baru seperti ini akan kita terus gencarkan untuk mendukung Muba Maju Berjaya di tahun 2022," pungkasnya.(ril)


INFOSEKAYU.COM - Pesatnya digitalisasi tidak dapat disangkal dalam bidang administrasi dan tata kelola pemerintahan. Sehingga semua bentuk dokumen  bertransformasi menjadi dokumen digital.


Tidak terkecuali Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang segera memberlakukan Penggunaan Sertifikat Elektronik dalam hal pelayanan perizinan satu pintu.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muba Erdian Syahri mengungkapkan, bahwa Pemkab Muba pada Selasa (9/4) nanti, akan direncanakan melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Balai Jaringan Informasi dan Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  (BPPT) tentang penggunaan Sertifikat Elektronik.

 “Ya benar pada Selasa depan, bapak Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin akan melakukan pendatanganan MoU dengan BPPT, tentang penggunaan sertifikat elektronik pada pengurusan perizinan yang ada di Muba,” terangnya Erdian Syahri Rabu (3/4/2019).

Erdian mengungkapkan penggunaan sertifikat elektronik yaitu, penandatangan berkas layanan oleh kepala perizinan dengan menggunakan teknologi digital yang dapat dilakukan melalui smart phone
Sehingga dirinya bisa melakukan penandatangan berkas perizinan dimana sa ja, tanpa harus menunggu besok atau di kantor. 

“Saya bisa menandatangani berkas di manapun, istilahnya semuanya layanan dalam kantor DPMPTSP  ada dalam genggaman,” katanya.

Ditambahkannya, walapun bisa melakukan penandatanganan di mana saja, akan tetapi proses administrasi tetap dilakukan pengecekan berkas adminitrasinya terlebih dahulu oleh SDM kami, apakah persyaratan memang sudah lengkap atau belum.

“Saya baru bisa melakukan penandatanganan ketika syarat-sayaratnya sudah lengkap, setelah dilakukan pengecekan pada file yang sudah disiapkan dalam aplikasi, dan jika adminitrasi telah terpenuhi syarat dan ketentuannya sesuai prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan berdasarkan SOP layanan baru  saya langsung tanda tangani berkas melalui Teknologi digital yang telah kita siapkan,” bebernya.

Diharapkan dengan sistem tersebut, tambah Erdian lagi, bisa mempermudah bagi setiap pihak yang akan melakukan pengurusan perizinan. Sehingga kepastian  waktu dan kepastian biaya memang dapat terukur, serta tidak ada lagi istilah pungutan liar atau pungli.

“Tidak ada lagi istilah (menunggu-red) lama dan pungli, jika semua syarat lengkap maka saya bisa melakukan penandatangan di mana saja,” tegasnya.

Sebelumnya, Kasi Pelaporan dan Peningkatan Pelayanan DPMPTSP Muba, Yunita Indriaty, mengatakan,  sampai bulan april ini,  sudah ada 20 jenis perizinan dan non perizinan yang diproses dari aplikasi Si Cantik sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. ini untuk peseragaman persyaratan dan prosesnya sama," jelas dia. /red/




INFOSEKAYU.COM - Warga Dusun 2 Desa Purwosari Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendadak geger setelah ditemukan jasad bayi dengan kondisi sudah membusuk di semak belukar dekat kebun karet, Senin (1/4) sekitar pukul 16.00 WIB.


Penemuan mayat bayi itu bermula, ketika Asmawati, warga Dusun 2 sedang mencari kambing peliharaannya. Saat menyusuri semak belukar di kebun karet, Asmawati mencium bau busuk yang menyengat. Karena penasaran, Asmawati pun mendekati arah bau tersebut. Betapa kagetnya Asmawati, saat melihat mayat bayi terbungkus kantong plastik hitam yang membusuk.

Kapolsek Lais, AKP Syafarudin sendiri, membenarkan penemuan jasad bayi sudah memusuk itu. “Ya, kita dapat laporan dari warga. Katanya, ada jasad bayi. Dapat laporan tersebut, anggota langsung menuju lokasi,” kata Kapolsek Lais, AKP Syafarudin

Dikatakannya, ketika sampai dilokasi yang ditempuh sekitar 1 jam, langsung melakukan olah TKP dan membawa jasad bayi tersebut. “Diperkirakan kondisinya sudah 3 hari, dan kasus ini masih dalam penyelidikan. Kita juga meminta keterangan dari saksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Purwosari, Mustamil Jalil dihubungi melalui ponselnya membenarkan, bahwa sosok mayat bayi tersebut ditemukan warga setempat, Asmawati.

“Dia seperti biasa setiap sore ingin memasukan hewan ternak kambing ke kandang. Tapi ketika dilihat jumlah kambing berkurang, makanya Asmawati mencari hingga ke semak belukar. Di sana dia menemukan jasad bayi malang itu. Saya dapat informasi dari warga soal itu. Lalu saya laporkan ke pihak berwajib, yang langsung ke lokasi dan mengevakuasi jasad bayi itu ke Puskesmas terdekat,” pungkasnya. /red/

Sumber : Palembang Ekspress


INFOSEKAYU.COM - Berdasarkan Aplikasi Penilaian Mandiri KLA Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan skor 911,7 point dari maksimal 1.000 poin. Namun poin tersebut bisa berkurang ataupun bertambah setelah dilakukan evaluasi administrasi dan verifikasi dilapangan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.


Demikian dilaporkan Kepala Dinas PPPA Muba Dewi Kartika pada Rapat Koordinasi dan Pengisian Langsung Aplikasi Online Kabupaten Layak Anak (KLA) Sesuai Klaster di Ruang Rapat Serasan Sekate, Senin (1/4/2019).

Dikatakannya, secara keseluruhan pertanyaan Aplikasi Penilaian Mandiri KLA semuanya bisa dijawab namun permasalahan umum yang sering terlupakannya bukti dokumentasi.

"Untuk kelembagaan, kita sudah mengantongi nilai maksimal karena kita telah memiliki 3 Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, Penyelenggaraan Perlindungan Anak serta Kebijakan Layak Anak. Insyaallah tahun ini kita naik KLA tingkat Nindya," jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan H Hariadi Karim, SP, MSi meminta seluruh Perangkat Daerah dan perusahaan bekerjasama melaksanakan kewajiban memberi penghormatan, perlindungan pemenuhan hak asasi manusia setiap warga negara.

"Kabupaten Layak Anak (KLA) yang telah dinobatkan ke kita ini menjadi pelecut semangat dalam mengimplementasikan program dan menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak hingga ke Tingkat Desa dan Kelurahan," katanya.

Hariadi meminta kepala Desa/Lurah untuk membuat program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggunakan dana Desa/Kelurahan yang sebagaimana diatur pada UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Aturannya sudah ada, maksimal 10% dana desa untuk program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak jadi bisa kita maksimalkan," ujarnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Aksi pencurian buah kelapa sawit dalam lingkungan perkebunan PTPN VII kembali terjadi. Kali ini satu unit, mobil dump truck berhasil diamankan petugas karena kedapatan tengah memuat buah sawit segar seberat 4050 kg, Sabtu (30/3/2019) sore.


Uniknya, meski waktu tertangkap basah tengah memuat buah sawit seluruh pelaku kocar-kacir melarikan diri. Pada saat truk diangkut petugas, di tengah perjalanan sang pelaku memunculkan diri, mengakui jika truk itu miliknya.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan truk warna kuning Nopol BG 8999 AL dan 4050 kg buah kelapa sawit. Selain itu, petugas juga menangkap satu pelaku atas nama Muhammad Syaparudin (32), warga Dusun III Talang Ucin Desa Tanjung Agung Selatan Kecamatan Lais yang juga diketahui sebagai pemilik truk.

Kronologis kejadian, Satgas PTPN VII sedang berpatroli rutin menyusuri perkebunan sawit. Di tengah perjalanan, tampak oleh petugas, beberapa orang sedang melansir buah sawit ke dalam sebuah kendaraan mobil truk.

Petugas segera melakukan penggerebekan, sayangnya para pelaku semuanya berlarian. Kepala satpam langsung cepat menghubungi aparat unit Reskrim Polsek Lais.

Tiba di lokasi, petugas Reskrim bersama satgas, langsung membawa kendaraan dan barang hasil curian buah sawit untuk diamankan ke Mapolsek Lais. Namun tiba-tiba, dalam perjalanan datang seorang pria yang mengakui jika mobil dan buah sawit tersebut merupakan miliknya.

Dengan cepat langsung dilakukan interograsi terhadapnya sehingga pria tersebut mengakui semua perbuatannya. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek guna proses penyidikan.

"Pelaku langsung kita amankan beserta barang buktinya, sedangkan korban yakni PTPN VII mengalami kerugian sebesar Rp.6.075.000," demikian ungkap Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Kapolsek Lais AKP Syafaruddin, SH. /red/