Top News


INFOSEKAYU – DPO kasus pencurian yang telah melakukan 15 kali tindak pidana pencurian dengan pemberatan, berhasil ditangkap Jajaran Polisi Sektor Lais.


Andra Dodi (32), warga Dusun II Desa Lais Utara Kecamatan Lais, berhasil ditangkap akibat melakukan perusakan satu unit Travo ESP lalu memotong kabel power sepanjang 5 meter yang terbuat dari tembaga milik PT Medco dan membawanya kabur.

Aksi pencurian terjadi di Stanging (workshop) area Cluster C PT Medco Energi Desa Lais Utara Kecamatan Lais Muba, Sabtu (15/6/2019) lalu.

Akibatnya, PT Medco energi mengalami kerugian sebesar Rp. 60 juta.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas dari Polsek Lais mendapat informasi jika tersangka tengah berada di rumahnya.

Kapolsek Lais lantas memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Susilo, SH dan anggota merapat ke lokasi keberadaan tersangka dan langsung melakukan penangkapan, pada Rabu (19/6/2019) sekira pukul 12.30 WIB.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM, melalui Kapolsek Lais AKP Syafaruddin, SH menerangkan, “Anggota kita yang telah memastikan keberadaan pelaku langsung melakukan penggerebekan terhadap pelaku di rumahnya dan berhasil mengamankan pelaku atas nama Andra Dodi (32), saat telah diamankan pelaku mengutarakan kepada petugas bahwa akan menunjukan Barang Bukti yang disembunyikan pelaku.”

Pada saat Pelaku ingin menunjukkan barang bukti yang disembunyikanya kepada petugas, tiba-tiba pelaku melarikan diri dari kawalan anggota. Ternyata ini hanya tipudaya pelaku untuk mengelabui petugas agar dapat kabur.

“Anggota yang sigap langsung memberikan peringatan dengan cara menembak ke arah atas dan memperingatkan pelaku untuk tidak kabur, namun pelaku tidak mengindahkan dan terus mencoba melarikan diri, akhirnya dengan sangat terpaksa petugas mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku," ungkap Kapolsek.

Akhirnya pelaku berhasil dihentikan dan menunjukan Barang bukti kepada petugas berupa 2 (dua) buah gergaji besi, 2 (dua) buah alumunium bekas balutan kabel tembaga, 1 (satu)  pasang sarung tangan kain, 1 (satu) lembar celana jeans panjang warna hitam merk Curtin milik Tsk (Andra Dodi), 1 (satu) lembar baju kaos tanpa lengan warna hitam merah bertuliskan nama Tsk (Dodi).

Dari hasil pengembangan yang anggota kita lakukan didapat hasil bahwa, “Pelaku ini adalah merupakan DPO dari tahun 2018 dalam kasus pencurian di area PT Medco Energy.

Pelaku juga mengakui bahwa dalam kurun waktu 6 bulan terakhir di tahun 2019 ini, ia telah melakukan pencurian di area kerja PT Medco energi sebanyak 15 kali.

Tidak sendirian pelaku melakukan kejahatan tersebut bersama dengan 2 (dua) orang temannya inisial E (DPO) dan inisial O (DPO).

“Terhadap pelaku akan kita terapkan pasal 363 ayat (1) ke 3,4 dan 5 KUHPidana dengan ancaman kurungan 9 tahun penjara”.

“Disini kami tegaskan kepada kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai DPO dan sedang kita lakukan pengejaran inisial E (DPO) dan inisial O (DPO) agar secepatnya menyerahkan diri. Jika tidak kami akan mengambil tindakan Tegas dan Terukur," tandas Kapolsek Lais AKP Syafaruddin. /red/

INFOSEKAYU - Memanfaatkan momentum Lebaran Idul Fitri 1440 H, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (SD), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP dan SMA bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Halal Bihalal bertempat di Aula SMAN 2 Unggul Sekayu (20/06/2019).


Acara yang dihadiri seluruh Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Musi Banyasin ini dihadiri langsung Bupati Muba Dodi Reza Alex melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Apriyadi.

Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan ajang silaturahmi seluruh Kepala Sekolah, meskipun sebenarnya SMA saat ini kewenangannya telah kembali ke Provinsi. 

"Lewat kegiatan seperti ini akan terjalin hubungan yang baik," ujarnya.

Menurut Apriyadi, pihak Pemerintah Kabupaten tentu saja menyambut baik kegiatan halal bihalal ini.

"Banyak makna yang ada didalam kegiatan ini, dan semoga ke depan semangat dalam menjalankan tugas di dalam dunia pendidikan, dapat terus terjaga," ungkapnya.

Pada kesempatan ini beliau juga menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan di Kabupaten Muba, salah satunya yakni pihak Pemerintah akan tetap memperhatikan pendidikan di Kabupaten Muba.

 "Semuanya harus seimbang, karena itu kami akan selalu berupaya meningkatkan kualitas dan fasilitas pendidikan, bahkan alokasi anggaran untuk pendidikan akan kami tingkatkan, ini sebagai bentuk motivasi bagi para pendidik, untuk dapat meningkatkan kualitas," ujar Apriyadi.

Terakhir dirinya berpesan dan meminta kepada sekolah agar bisa menertibkan pasukannya, sebab sampai saat ini masih sering didapati guru yang seharusnya dikelas untuk mengajar malah meninggalkan tempat tugasnya.

"Perhatian Pemerintah Kabupaten terhadap tenaga pendidik sudah sangat baik. Jadi  tolong jangan sampai apa yang telah kami berikan ini dibalas dengan hal yang tidak baik," tutupnya.

Sementara itu, Kadisdikbud Muba Musni Wijaya, SSos, MSi menyampaikan bahwa Kegiatan Halal Bihalal digelar untuk mempererat dan menjalin tali silaturahmi antar keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba terkhusus para Kepala Sekolah SD, SMP/MTS dan SMA/Ma untuk saling berinteraksi demi terciptanya persatuan dan persaudaraan yang lebih akrab sesama insan pendidikan.

"Pertemuan rutin ini diharapkan menjadi tradisi setiap tahunnya sekaligus menjadi momen melepas para guru yang akan purna bakti sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas jasa mereka," jelas Musni.

Dilaporkannya juga beberapa permasalahan pendidikan di Muba seperti misalnya terkait banyaknya guru yang belum sertifikasi.

"Ini akan menjadi perhatian serius pak Bupati untuk dituntaskan," jelasnya.

Musni menyebutkan, banyak peningkatan selama dua tahun belakangan dari bidang pendidikan di Muba dan salah satunya kerjasama dengan Margareth River School di Australia yang digagas Bupati Muba Dodi Reza bersama Putra Sampoerna Foundation (PSF).


"Pertukaran guru dan pelajar Muba ke Australia ini sangat efektif dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Muba dan saat ini sangat terasa program pengimbasannya ke sekolah-sekolah yang ada di Muba," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Persatuan Sepakbola Musi Banyuasin (Persimuba) melirik mantan pelatih Liga 1 (Liga Indonesia). Klub kontestan Liga 3-2019, ini ingin pelatih terbaik untuk mewujudkan cita-cita juara Liga 3 musim ini.


Namun sayang klub berjuluk Laskar Mati Dem Asal Top ini enggan membeberkan nama mantan juru taktik yang dimaksudkan. Manajemen Persimuba hanya memberi kode jika pelatih yang sedang didekati pernah membela tim nasional (timnas). 

"Kita minta sama pengurus Persimuba kalau bisa pelatihnya Liga 1. Ya, walaupun Persimuba hanya berlaga di Liga 3 saya kira lebih bagus kalau dilatih arsitek berpengalaman," beber H Apriyadi sekretaris daerah (Sekda) Pemkab Muba, Selasa (18/6/2019).

Pria yang juga mantan ketua PSSI Musi Banyuasin ini berharap Persimura segera mendapatkan pelatih. Mengingat kompetisi Liga 3 zona Sumsel akan digelar Juli nanti.

"Kalau pelatih sudah dapat kita bisa lebih cepat cari pemain. Waktunya mepet, harus bergerak cepat," tukas Apriyadi.

Ahmad Haris pengurus Persimuba menambahkan pelatih nantinya akan diberi kewenangan penuh untuk menentukan pemain. "Ya, pemain semua ururan pelatih," tukas dia. /red/



INFOSEKAYU - Setelah melaksanakan penandatanganan MoU antara PT Pertagas dengan PT Petro Muba dalam upaya realisasi  Pembangunan Kilang LPG di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (19/6/2019) Bupati Muba Dodi Reza langsung bergegas  mendatangi kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi.


Tujuan satu, melayani warga Muba dengan menambah  alokasi pemasangan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga.

Diketahui pemasangan jargas yang sudah dimulai di Muba sejak 2017 lalu sangat membantu meringankan beban hidup warga Muba.

"Target kami masyarakat di lima Kecamatan ring satu di Muba bisa mendapatkan pemasangan jargas tahun 2020 nanti," tegas Bupati Muba Dodi Reza di sela audiensi dengan jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Ke lima kecamatan yang diajukan untuk pemasangan jargas yakni  Kecamatan Bayung Lencir, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, Babat Supat, dan Sekayu.

"Tercatat, ada sebanyak 70.367 rumah tangga di 5 kecamatan tersebut yang sangat mendambakan pemasangan jargas," ungkap Dodi. 

Ia menambahkan, pemasangan jargas  merupakan upaya menekan angka kemiskinan di daerah sekitar.

Pemasangan jargas di Muba sudah terealisasi sejak 2017 lalu dan bertahap di setiap desa-desa sudah menikmati pemasangan jargas.

"Meski demikian, saya terus berupaya agar jargas bisa dinikmati seluruh masyarakat Muba," harapnya.

Kenapa Dodi optimis dengan usaha penambahan jargas? "Sebab kita memenuhi kriteria pemasangan atau penambahan jargas rumah tangga karena sudah memiliki pipa eksisting dan punya kuota  ketersediaan sumber gas berlimpah.  Ketersediaan infrastruktur penyaluran gas bumi dan  ketersediaan pasar juga besar," bebernya.

Dodi secara tegas menyatakan tak akan main-main  merealisasikan pemasangan jargas di Muba. Untuk kesejahteraan warganya, Dodi siap pasang badan.

Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini bakal membentuk Satgas Jargas di Muba agar tidak ada penyimpangan.

"Satgas ini terdiri dari pihak Pemkab Muba, TNI, dan Polri. Jadi, kalau ada yang coba-coba menghalangi akan kami tindak tegas," sebutnya.

Saat memperjuangkan jargas untuk warga ini, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin diterima oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Iwan Prasetya Adhi.

Menurut Adhi, Kabupaten Muba sebagai daerah penghasil gas terbesar sangat layak mendapatkan alokasi pemasangan jargas.

"Terus terang kami kagum dengan upaya pak Bupati Dodi Reza dalam keinginan penambahan pemasangan jargas bagi warganya, beliau jemput bola," tuturnya.

Iwan menambahkan, untuk saat ini telah terdata pada 2020 nanti di Muba akan mendapatkan tambahan pemasangan jargas.

"Saat ini alokasi yang kami siapkan di Muba pada 2020  sebanyak lima ribu," pungkasnya.

Turut mendampingi audiensi dengan jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi  sejumlah pejabat Muba seperti Asisten II Yusman Srianto, Kepala Bapeda Zulfakar, Kepala Dinas Perkim Hairul, Kabag Humas Herryandi Sinulingga, dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putera. /red/


INFOSEKAYU – Jajaran Polisi Sektor Sanga Desa Berhasil amankan pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curanmor) Rabu (19/6/2019) sekira pukul 01.30 WIB. Aparat kepolisian Sektor Sanga Desa berhasil mengamankan seorang pelaku atas nama Agung Pranata Kusuma (22) warga Desa Air Itam Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba.


Pada saat dilakukan penangkapan, tersangka sedang berada di rumah mertuanya di Desa Keban I Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Muba. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek Sanga Desa.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan Barang Bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 warna hitam No Polisi BG 2831 BI.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti,SE, MM melalui Kapolsek Sanga Desa Iptu Beni Okimu, SH, menerangkan, “Saat dilakukan penangkapan oleh Unit Reskrim Polsek Sanga desa pelaku tidak melakukan perlawanan, dan berdasarkan dari pengakuan pelaku, dirinya mengakui bahwa tersangka telah melakukan pencurian tersebut bersama rekannya EDI (DPO),” terang Kapolsek.

Kejadian bermula pada hari Senin (17/6/2019) sekira pukul 06.00 WIB. Pelaku Agung Pranata Kusuma (22) dan bersama dengan rekannya inisial E (DPO) melakukan Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan (Curanmor), terhadap korban Sahmin  warga yang sama.

Saat itu, pelaku masuk ke dalam gudang yang berada di bawah rumah milik korban, lalu pelaku mengambil satu unit sepeda motor yang terparkir di lokasi tersebut.

“Atas perbuatannya tersebut, paleku diancam Pasal 363 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman kurungan 7 tahun penjara,” ujar Iptu Beni Okimu.

Lanjutnya, “Untuk satu pelaku lainnya yang saat ini telah kita tetapkan sebagai DPO saat ini tengah dalam pengejaran, dan di sini kami menghimbau kepada pelaku berinisial E, agar sebaiknya menyerahkan diri. Jika tidak kami akan mengambil tindakan tegas," tandasnya. /red/


INFOSEKAYU - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Percepatan Program 100% Listrik Desa, di Ruang Rapat Serasan Sekate Pemkab Muba, Rabu (19/6/2019).


Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Muba Beni Hernedi selaku Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Kelistrikan di Muba, dan diikuti Direktur PT MEP Umaidi, Manager Unit PT PLN Persero Palembang Nanang Prasetyo, Kabag Ekonomi Setda Muba Erdiansyah, Perangkat Daerah terkait serta Para Camat.

Dalam rapat tersebut Beni berharap untuk terus bekerjasama dan koordinasi yang baik antara PT MEP, PT PLN dan Pemkab Muba terkait percepatan penyelesaian pembangunan jaringan listrik hingga pelosok desa dalam Wilayah Kabupaten Muba.

"Mohon bantuan dan kerjasamanya, karena hampir terbagi dua listrik di Muba yang dilayani MEP dan PLN," ucap Beni.

Beni menuturkan masih ada beberapa desa dalam Kabupaten Muba yang masih belum teraliri listrik, untuk itu ia mengimbau kepada pihak terkait untuk terus berupaya mengusahakan serta menyelesaikan kendala atas belum dibangunnya jaringan listrik di desa tersebut.

"Terutama sehubungan dengan adanya beberapa desa yang jaringan listriknya sudah terpasang tapi belum teraliri listrik kiranya bisa di kerjasamakan STO kepada PLN. Seperti Simpang Tungkal Dusun Belido I -II, Dusun II Desa Pangkalan Tungkal , Dusun Selaro Desa Simpang Bayat, Dusun Talang Bendar Kayuare Desa Lumpatan Seberang Sekayu, Dan Dusun Muara Padang Desa Epil barat," pintanya.

Lanjut Beni usulan Prolisdes baru prioritas, yakni Desa Ulak Macang Sanga Desa, Desa Sako Suban, Pangkalan Bulian Kecamatan Batang Hari Leko, Desa Kepayang dan Desa Muara merang Bayung lencir.

"Kami meminta Camat terjun langsung kelapangan untuk membantu menyelesaikan masalah dan sosialiasikan dengan warga jangan sampai terkendala," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk pembangunan jaringan listrik menuju Kecamatan Lalan yang mulai dikerjakan PT PLN sepanjang 13 km, Pemkab Muba akan memfasilitasi segera dengan perusahaan, dan akan melaksanakan rehab jalan termasuk mengkomunikasikan dengan Kabupaten tetangga Banyuasin mengingat beberapa ruas dimaksud berkemungkinan masuk dalam wilayah berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin.

Sementara itu Manager PT PLN Unit Palembang Nanang Prasetyo mengungkapkan untuk pembangunan jaringan listrik di Kecamatan Lalan bulan Juli 2019 mendatang pihaknya sudah mulai bekerja dan ditargetkan pada bulan September sudah bisa tarik kabel.

"Mohon juga bantuan Bapak Camat biar pekerjaan kami bisa lancar," ujarnya.

Nanang Prasetyo juga menyambut baik usulan Program Listrik Pedesaan yang di sampaikan Wabup dan menyarankan Pemkab Muba dapat mengusulkan sebagai program prioritas ke depan.

Sedangkan persoalan komplain warga akibat seringnya  listrik padam PLN disebabkan karena beberapa bulan terakhir dan kedepan sedang ada pembersihan jaringan , serta faktor kecelakaan terkena tiang . Tapi PLN dan Mep akan berusaha meningkatkan kehandalan, tambahnya.

Direktur PT MEP Umaidi juga melaporkan masih adanya kendala terkait tingginya tunggakan tagihan oleh pelanggan dan saat ini sdg terus melakukan sosialisasi ke desa desa berharap semakin hari tunggakan pembayaran berkurang.

"Kami akan terus berkoordinasi agar tunggakan pelanggan dapat segera terselesaikan ," jelasnya. /red/


JAKARTA  - Pengelolaan jangka panjang kekayaan sumber daya energi dan mineral (ESDM) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus digarap. Selain menambah pundi-pundi PAD, juga diyakini bisa ikut andil menekan impor LPG.


Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex sudah memasang kuda-kuda dan siap membawa bisnis sektor migas Muba ke kancah Nasional. 

Rekam jejak usaha ini bisa ditilik sejak berhasil membangun storage (tempat penyimpanan/stasiun pengumpulan) minyak mentah di Desa Babat Toman.
Kini melalui usaha BUMD Muba yakni PT Petro Muba, Dodi makin mantap membawa Muba sebagai motor kemajuan dengan kesiapan menggarap pembangunan kilang LPG berkolaborasi dengan PT Pertamina Gas (Pertagas).

"Kilang LPG baru juga akan membantu Pemerintah menekan impor LPG," ujar Dodi Reza di sela penandatanganan MoU antara PT Pertagas dengan PT Petro Muba Tentang Sinergi Pengembangan Kilang LPG Jambi Merang di Oil Center Building Pertamina Thamrin Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Lanjutnya, komitmen kuat antara Pertamina dan Kabupaten Muba ini pula diharapkan dapat mengembangkan perekonomian daerah sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi di Indonesia.

"Kami menginginkan peningkatan PAD dari potensi daerah yang bersumber dari sumur gas lapangan Jambi Merang yang telah beroperasi sejak 2011. Ini kami maksudkan juga sebagai kontribusi kegiatan migas di wilayah Kabupaten Muba," ungkapnya. 

Realisasi keberadaan kilang gas di Muba, tanbah Dodi, bakal menyerap tenaga kerja lokal dari Muba.

"Kalau bicara dampak positif tentu akan banyak, termasuk serapan tenaga kerja," bebernya.

Kolaborasi antara PT Pertagas dan PT Petro Muba dan PT Taruko Muba Energi merupakan kolaborasi dan sinergi yang sangat positif.

"Jadi, ini kolaborasi yang sangat mulia. Sumber gas ada, market ada. Apalagi skill juga ada. Keberhasilan usaha ini akan sangat memberikan sumbangan positif," tegas dia.

Dijelaskan Dodi, sumber daya alam berupa gas di Muba ada di Jambi Merang. Yang paling gres adalah cadangan gas terbaru dan terbesar ke lima di dunia adanya di Muba.

"Kita sudah susun bussiness plan bersama. Ini akan jadi upaya dan tugas mulia. Satu sisi Muba akan menangguk untung, sisi lainnya Muba mendukung misi Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi defisit," tegasnya.

Direktur Utama Pertagas Wiko Wirgantoro menilai kerjasama melalui kesepakatan Pertagas dan Petro Muba serta PT Taruko Muba Energi sebagai langkah strategis.

Menurutnya akan lebih cepat melihat potensi pengembangan, pembangunan, pengoperasian kilang LPG sampai dengan penjualan hasil produksi LPG. Kilang tersebut akan memanfaatkan gas dari lapangan Jambi Merang Muba.

"Kilang LPG baru di Muba diharapkan dapat membantu usaha Pertamina untuk meningkatkan produksi LPG demi pemenuhan kebutuhan LPG domestik," harapnya.

Pertagas, kata Wiko, sangat mengapresiasi Bupati Muba Dodi Reza Alex dalam upaya mewujudkan realisasi pembangunan kilang LPG di Muba tersebut.

"Kami sangat apresiasi Pak Bupati. Saya jarang menemukan kepala daerah yang punya semangat dan langkah konkrit seperti ini," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT Petro Muba Yuliar SE menyebutkan alokasi gas akan di support ke pabrik kilang LPG Muba sekitar 5 MM. Jumlah ini setara dengan perolehan 250-300 ton per-hari.

"Gas inilah yang akan disuplai ke masyarakat Muba untuk kebutuhan rumah tangga, jadi intinya dari Muba untuk Muba," ulasnya.

Untuk memudahkan jangkauan, Yuliar merancang pembangunan pabrik kilang LPG di dekat sumber gas yakni di Jambi Merang. "Supaya prosesnya lancar," terangnya. /red/


INFOSEKAYU - Tidak hanya rangkaian acara yang diprediksi bakal meriah saja yang bakal menyemarakkan Pelaksanaan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada 24- 28 Juni nanti.


Namun, persiapan yang matang juga terus digencarkan Pemkab dan warga Muba untuk menjamu peserta dari Kabupaten/Kota di Sumsel nantinya.

Menjadi tuan rumah yang baik dan sukses menjadi prioritas Pemkab Muba dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza Alex, sejak Jumat (15/6/2019) lalu pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba melakukan kegiatan bersih-bersih untuk memaksimalkan penyambutan peserta dan tamu KTNA XIII nantinya.

"Bersih-bersih ini memang sudah menjadi agenda rutin DLH, terlebih kita sudah mendapatkan piala Adipura. Namun, untuk menyambut KTNA nantinya dimana Muba merupakan tuan rumah kami mengajak warga muba mari kita tunjukan kepada daerah lain bahwa warga  Muba Cinta Akan Kebersihan selain itu kami petugas kebersihan lebih dimaksimalkan lagi hingga H+3 pelaksanaan KTNA nantinya," ujar Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro, SH, MHum.

Lanjutnya, aktifitas bersih-bersih tersebut tidak hanya dilakukan oleh petugas kebersihan DLH Muba namun warga juga antuasias bergotong royong  turut membantu bersih-bersih.

"Hari ini kita di pasar Talang Jawe, dan pedagang pun antusias ikut serta bersih-bersih untuk menyambut pelaksanaan KTNA nantinya," ungkap Andi.

Selain Giat Bersih Kampung dan Lingkungan DLH Muba melakukan  pemasangan lampu penerangan dan lampu hias di sudut-sudut Kota Sekayu. "Ya, ada penambahan lampu penerangan dan lampu hias juga, salah satunya di tugu masuk Kota Sekayu," terangnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex menyebutkan euforia warga menyambut pelaksanaan KTNA XIII di Muba ini sangat tampak. "Bisa kita lihat sendiri warga tergerak untuk ikut serta gotong-royong bersih-bersih di kota Sekayu," jelasnya.

Dodi menambahkan,  diminta pelaksanaan Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel di Kabupaten Muba agar menjadi Pelaksana Terbaik Se Indonesia. Dan walaupun ini event kelas provinsi namun rasanya harus nasional.

"Muba sudah ditetapkan jadi tuan rumah Peda KTNA XIII Tingkat Provinsi Sumsel, maka kita wajib dan  harus berupaya semaksimal mungkin menjadi pelaksana terbaik, namun harus kita fahami dahulu terbaik dalam sisi apa, sehingga Para OPD yang dan panitia besar dapat melaksanakan dengan baik, khususnya memberikan pelayanan kepada tamu tamu kehormatan kita dari seluruh daerah Se- Sumsel,” ujar Dodi Reza Alex .

Dikatakan Dodi bahwa, perlu dipahami bahwa event Peda KTNA ini bukan hanya sehari saja namun akan berlangsung selama lima hari dan melibatkan peserta ribuan orang.

"Nantinya Kota Sekayu dan sekitarnya akan diramaikan  para tamu tamu peserta KTNA XIII Jadi fokus kita  bukan hanya saat pembukaan acara saja, tetapi wajib kita fokus seluruhnya mulai saat acara pembukaan, acara berlangsung,  sampai acara  penutupan harus menjadi perhatian kita bersama dan seluruhnya wajib dimaksimalkan," tegasnya.

"Oleh karena itu pada event ini kita harus memberikan pelayanan terbaik dan konsisten kepada seluruh peserta Peda KTNA, baik itu mengenai akomodasi, kosumsi dan seluruh fasilitas fasilitas yang dipergunakan para tamu, sinergikan pelayanan bersama stakeholder terkait khusus Pihak PLN mengenai listrik jangan sampai padam saat berlangsungnya acara dari awal sampai alhir, PDAM kebutuhan air bersih bagi seluruh peserta terpenuhii begitu juga dengan Keamanan dan ketertiban koordinasi dengan baik bersama Kepolisian/ TNI satpol PP dan panitia serta LO harus standy sebagai penghubung informasi yang terintegrasi baik ke seluruh stakeholder terkait termasuk Tim Medis, maka harus ada Pusat Emergency Centernya. Tapi Saya Yakin Muba Bisa melaksanakan itu Semua ayo Semangat kita berikan yang terbaik keseluruh tamu tamu kita,” himbaunya. /red/