INFOSEKAYU - Meskipun berulangkali telah dilakukan aksi operasi tangkap tangan kepada para pelaku pungutan liar (pungli) di jalanan. Namun sepertinya tidak membuat jera para pelakunya. Sasaran empuk mereka adalah para supir truk dan angkutan lainnya, yang melintas di wilayahnya.


Seperti yang baru-baru ini tejadi di Jembatan Nuri Lingkungan I Kelurahan Babat Toman, Musi Banyuasin. Berbekal laporan SMS dari para sopir yang dipalak untuk membayar sejumlah uang jika ingin melintas, dua orang pelaku pungli berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polsek Babat Toman Resort Musi Bayuasin, Kamis (23/8/2018), sekira pukul 1.00 dinihari.

Penangkapan itu bermula, saat Kapolres Musi Banyuasin mendapatkan SMS online dari masyarakat yang mengeluhkan adanya praktek pungli. "Pak/ Bu polisi, tolong ditindak. Ada pemerasan di Jembatan Babat Toman. Setiap sopir diminta uang Rp.250.000,-, Kalo nggak bayar, nggak boleh lewat. Ada oknum yang bermain," demikian bunyi SMS pengaduan tersebut.

Tak menunggu lama, SMS tersebut langsung ditindaklanjuti Kapolres dengan memerintahkan Kapolsek untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku yang sedang meminta uang kepada para sopir.

Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan uang yang diduga hasil pungli sebesar Rp. 1.050.000,

Kapolres Musi Banyuasin Andes Purwanti, SE, MM, melalui Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rozikin membenarkan adanya penangkapan dua pelaku pungli tersebut.

Menurut Kapolsek Babat Toman, sebelumnya para korban, yakni tiga orang sopir warga Bengkulu, yang takut melintas menghubungi pelaku melalui handphone.

"Kemudian antara sopir dan pelaku bertemu di Rumah Makan Tiga Saudara Lk I Kelurahan Babat dan masing-masing memberikan uang yang diminta sebesar Rp. 150.000,- per mobil jika ingin melewati jembatan air nuri dengan dikawal yang masih dalam perbaikan," ungkapnya.

"Kedua pelaku pungli saat ini kita amankan beserta barang buktinya dan  kita akan berantas praktek pungli di wilayah hukum Polres Musi Banyuasin," tandas AKP Ali Rozikin. /red/ 


Share To:

Post A Comment: