Articles by "Cuaca Ekstrim"
Tampilkan postingan dengan label Cuaca Ekstrim. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Cuaca ekstrim yakni hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (23/3/19) memakan satu korban jiwa. Di mana satu unit truk Colt Diesel dengan nomor Polisi BG 8132 MJ yang dikemudikan Samsul (46) Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin mobil yang dikendarainya tertimpa tiang listrik di Jalan lintas tengah Desa Talang Duku Teluk Kijing 3 Kecamatan Lais, Muba.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut yang merenggut nyawa Samsul terjadi sekitar pukul 20.15 WIB di mana saat itu kondisi hujan deras disertai angin membuat tiang listrik ambruk sehingga menimpa dikendarai oleh Samsul dan juga dua orang lainnya yakni Wawan anak Samsul serta Alek yang merupakan keluarganya.

Warga sekitat yang melihat kejadian tersebut langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang diketahui terjepit dalam truk, proses evakuasi sendiri lebih kurang satu jam.

Pada saat semua korban berhasil dikeluarkan dalam mobil Samsul langsung dilarikan ke Puskesmas Lais menggunakan ambulan sedangkan Wawan dan Alek dilarikan ke Kadir Medica Betung untuk mendapatkan pertolongan medis.

Menurut Petugas Medis UGD 24 Jam Puskesmas Lais yang menangani korban Samsul, pihaknya saat menerima telpon dari warga atas kejadian kecelakaan tersebut langsung mengirimkan tim medisnya menuju lokasi dengan 1 unit ambulance.

“Setelah tiba di lokasi kita masih menunggu karena proses evakuasi korban yang terjepit di dalam truk lebih kurang satu jam, setelah evakuasi selesai, Samsul langsung dilarikan ke Puskesmas Lais untuk dilakukan pemeriksaan dan visum," ujar Kepala PKM Lais Leli Hefni, SKM, MKes melalui Lin Erlina, Am Keb salah satu petugas UGD 24 Jam PM Lais, Sabtu (23/3/19) seperti dikutip dari Sripoku.com.

Lanjutnya, saat Samsul dibawa ke Puskesmas Lais, Tim medis UGD 24 jam PKM Lais langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan korban Samsul. "Pada saat dilakukan pemeriksaan korban Samsul telah meinggal dunia,"tutupnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Muba AKP Candra Kirana membenarkan prihal terkait kecalakaan di Jalan lintas tengah Desa Talang Duku Teluk Kijing 3 Kecamatan Lais, Muba. "Pihak kita mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar, akibat peristiwa tersebut satu orang meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka. Penyebab kecelakaan sendiri akibat tertimpa tiang listrik karena hujan deras dan angin kencang," ujarnya. /red/

Sumber : Sripoku.com


INFOSEKAYU.COM - Memasuki musim pancaroba akhir akhir ini dan  Cuaca yang sulit diprediksi bahkan bisa dikatakan cuaca ekstrim dipenghujung tahun 2018 ini. Polres muba bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan melaksanakan Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2018 bertempat di Mapolres Muba. Senin, (26/11/2018).


Diawali dengan pemeriksaan kesiapan pasukan dan kelengkapan sarana prasara personel polri beserta unsur terkait dalam menanggulangi peristiwa bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti selaku Pemimpin apel mengatakan 69% karakter wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dataran rendah dan sebagian masyarakatnya tinggal disepanjang aliran sungai baik Sungai Musi, Sungai Batang Hari maupun sungai lainnya sangat rawan terhadap banjir dan longsor.

"Curah hujan yang tinggi disertai tiupan angin kencang beberapa waktu terakhir  mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum berdampak juga arus listirk padam serta membuat banjir di Desa Tanjung Dalam Baru yang mengakibatkan 60 Kepala Keluarga harus di ungsikan," ujarnya.

Andes juga menekankan kepada personel yang bertugas di lapangan agar dapat melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan bertanggung jawab, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan satuan dan peralatan dalam merespon setiap gangguan yang terjadi, kerjasama yang harmonis dengan instansi terkait dan elemen masyarakat serta menjaga keselamatan diri saat bertugas.

"Dengan luasnya Kab Muba ke depannya, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait call center Polri 110 maupun 112 milik Pemkab Muba sehingga bencana alam yang terjadi dapat dilaporkan dan bantuan serta evakuasi dapat segera dilakukan," harapnya.

Sementara itu Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Rusli, SP, MM meminta masyarakat yang tinggal di dekat aliran Sungai Musi dan Sungai Batang Hari untuk selalu waspada saat hujan turun karena rawan banjir dan longsor, terlebih kondisi pancaroba dan cenderung ekstrim dan tidak menentu dan seluruh Tim Penanggulangan Bencana untuk dapat bersinergi dan memantau seluruh keadaan wilayah sesuai Tugas Pokok dan Fungsi Masing Masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tujuannya kita meminimalisir dan siap siaga setiap saat.

"Kondisi debit air saat ini masih dikategorikan normal namun kami minta masyarakat tetap waspada mengingat bencana terjadi secara mendadak dan tidak dapat diprediksi," himbaunya.

Rusli mengatakan BPBD Muba telah memetakan wilayah yang rawan bencana, mendirikan posko induk, mensiagakan personel TRC, perahu karet serta mobil evakuasi.dan TIM dari OPD lainya diharapkan dapat membantu sesuai keadaan yang dibutuhkan, intinya kita harus selalu waspada dan siap siaga menajaga Daerah Yang Kita Banggakan ini pungkas Rusli.

Turut hadir dalam apel tersebut, Ketua DPRD Muba, Dandim 0401 Muba dan Kepala BPBD Muba. /red/




INFOSEKAYU – Saat ini, kita yang berada di Sumatera Selatan dan khususnya di Kota Sekayu, tengah menghadapi musim kemarau dan cuaca yang cukup terik. Temperatur di siang hari ini bisa mencapai 39-40 derajat celcius, lho. Dan diprediksi, musim kemarau masih akan berlangsung hingga satu – dua bulan ke depan.


Meski musim kemarau telah biasa kita hadapi setiap tahunnya, bukan berarti kita harus meremehkan atau mengabaikan begitu saja. Karena ada banyak sekali faktor resiko dan bahaya yang mengintai jika badan kita terpapar cuaca panas dalam waktu yang cukup lama.

Apa saja faktor resiko tersebut?

Faktor resiko yang utama dan harus kita waspadai adalah dehidrasi. Respon tubuh adalah munculnya rasa haus yang amat sangat dan munculnya banyak keringat. Jika tidak segera ditangani, akan memicu berbagai gangguan kesehatan mulai dari yang ringan hingga serius, yakni :

Heat cramps, yaitu suatu keadaan akibat terpapar panas dan tubuh kekurangan elektrolit melalui keringat sehingga mengakibatkan otot menjadi spasme (kram).

Heat exhaustion, yaitu kelelahan akibat terpapar panas sehingga tubuh kehilangan cairan karena banyak mengeluarkan keringat, tekanan darah menurun, sakit kepala, mual, gangguan penglihatan dan pingsan jika tidak segera ditangani.

Heat stroke, yaitu suatu keadaan yang mengancam jiwa di mana suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat atau lebih.

Lalu, siapa saja yang berpotensi untuk mengalami gangguan kesehatan saat terjadi peningkatan suhu udara yang tinggi secara tiba-tiba? Dikutip dari klikdokter.com, berikut penjelasannya:

1. Orang tua, khususnya diatas usia 75 tahun. Normalnya jika terjadi peningkatan suhu udara, respon tubuh adalah dengan melakukan vasodilatasi pembuluh darah perifer di kulit untuk mengurangi sengatan panas, namun pada orang tua berusia lanjut, kemampuan vasodilatasi pembuluh darah menurun seiring bertambahnya usia

2. Bayi dan anak kecil

3. Orang yang sudah mengalami gangguan jantung

4. Orang yang mengalami gangguan psikologis

5. Orang yang mengalami gangguan pernapasan

6. Orang yang bekerja di lapangan

7. Obesitas

Jika tidak dapat menghindar dari lokasi yang terpapar cuaca panas dalam waktu yang cukup lama, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

Perbanyak asupan air putih, minimal 8 gelas perhari untuk menghindari dehidrasi. Dan hindari konsumsi air teh karena air teh bersifat diuretik sehingga membuat Anda akan lebih sering buang air kecil.

Gunakan pakaian dengan bahan tipis, tidak menyerap panas, longgar dan berwarna terang atau putih.

Memakai pelembab untuk mejaga hidrasi kulit dan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Perbanyak asupan sayur dan buah yang tinggi kadar airnya.

Jika ada waktu luang, isi dengan beristirahat cukup

Hindari paparan sinar matahari secara langsung, jika memungkinkan cari tempat yang sejuk, teduh dan cari ruangan yang memiliki pendingin ruangan.

Jika memungkinkan kurangi aktifitas diluar rumah antara pukul 11 dan 3 sore, waktu ini saat suhu udara sedang mengalami peningkatan.

Anda dapat mandi untuk menyegarkan badan, namun jangan terlalu sering saat udara sedang panas, karena akan membuat kulit menjadi lebih kering

Hindari makanan tinggi protein, karena akan meningkatkan panas didalam tubuh

Kurangi pemakaian kosmetik terlalu tebal, karena akan membuat udara lebih panas terutama di area wajah.

Jika sudah terjadi heat cramp, Anda bisa mengatasi dengan makan atau minum yang mengandung tinggi garam

Jika terjadi heat exhaustion, segera istirahat ditempat teduh,dinginkan pasien di lingkungan dengan udara yang sejuk  dan rehidrasi tubuh dengan cairan lalu segera ke rumah sakit. /red/



INFOSEKAYU.COM - Segala upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla telah dilakukan Pemkab Muba mulai dari pemetaan lokasi daerah rawan dan sangat rawan karhutla di kecamatan Bayung Lencir (muara merang dan muara medak), menempatkan posko induk dan 8 posko pembantu, mensosialisasikan ke masyarakat hingga istighosah agar bencana tidak terjadi lagi.


 
Kondisi iklim yang berubah-ubah dan cuaca panas menyengat akhir-akhir ini membuat Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi, MSi, berencana akan berkantor sementara di Kecamatan Bayung Lencir agar bencana kebakaran hutan tidak terjadi lagi dan tidak mengganggu pelaksanaan Asian Games 2018 di Kota Palembang bulan Agustus mendatang.

Hal itu ia sampaikan saat memimpin rapat pemantapan apel kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan di ruang rapat Serasan Sekate, Senin (07/05/2018). dan dihadiri Dandim 0401 Muba, Wakapolres Muba, Manggala Agni dan sejumlah perangkat daerah.

Apriyadi mengatakan apel kesiapansiagaan personel dan peralatan penanggulangan kebakaran hutan, kebun dan lahan akan dilaksanakan tanggal 14 Mei di lapangan PT Hindoli Sungai Lilin dan di pimpin langsung oleh Kapolda Sumsel serta diisi kegiatan sosialisasi ke masyarakat dan demo pemadaman kebakaran.

"Kita sudah mulai siaga dan harus tetap solid, menurut prediksi BMKG puncak musim kemarau mulai bulan juni-september, untuk itu kita persiapkan dengan matang agar musibah ditahun 2015 tidak terulang", ucapnya

Ditambahkannya, Pemkab Muba bersinergi dengan TNI-Polri terus berkomitmen mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam rangka mensukseskan Asian Games 2018.

"Mari kita terus sosialisasikan zero hotspot di muba dapat terwujud, khusus untuk perusahaan jangan ada lagi lahan dalam konsensi perusahaan terjadi kebakaran jika tidak ingin diberikan sanksi", ditekankannya. /red/