Articles by "Info Lakalantas"
Tampilkan postingan dengan label Info Lakalantas. Tampilkan semua postingan
SANGA DESA , INFOSEKAYU
COM- Naas nasib yang dialami oleh Suandi (48) warga Dusun 2 Desa Ngulak III Kecamatan Sanga Desa.

Pasalnya, ia harus mengalami luka parah hingga kakinya nyaris putus akibat terlibat kecelakaan di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng), tepatnya di Simpang 4 Puskesmas Ngulak, Kelurahan Ngulak 1, Rabu (17/5) sekira pukul 19.45 WIB.Berdasarkan informasi dihimpun di lapangan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat korban Suandi mengendarai sepeda motor Yamaha Vega (tanpa nopol) melintas dari arah Jalan Kabupaten menuju ke arah Puskesmas Ngulak.

Setibanya di Simpang 4 Puskesmas atau di lokasi kejadian, melintas iring-iringan Truk Fuso Nopol BD 8672 KF dari arah Lubuklinggau menuju Pelambang yang dikendarai oleh Ujang alias Masudin (52) bermuatan Kopi.

Diduga karena tidak melihat korban yang melintas, akhirnya motor korban terserempet bagian kiri Truk hingga kaki kanan korban mengalami luka parah.

 Melihat kejadian tersebut warga pun langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Rawat Inap Ngulak untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Karena lukanya yang cukup parah korban pun harus dirujuk ke RSUD Sekayu.

jang alias Masudin (52) Sopir Truk saat dibincangi wartawan saat kejadian mengaku tidak melihat korban yang melintas atau menyebrang dengan sepeda motor.

"Tadi benar-benar tidak kelihatan, kalau korban lewat. Kami tadi berjalan beriringan bawa muatan Kopi dari Curup, Bengkulu dengan tujuan Lampung," ujarnya sesaat sebelum diamankan ke Polsek Sanga Desa.

Sementara itu Putra (37) warga Kelurahan Ngulak 1 mengatakan bahwa Simpang 4 Puskesmas Ngulak termasuk lokasi yang rawan kecelakaan.

"Sekitar seminggu yang lalu ada mobil pribadi yang tabrakan disini. Ya, harapannya agar persimpangan ini bisa ditambah rambu lalulintas supaya pengendara bisa lebih hati-hati lagi," harapnya.(harianmuba)


SUNGAI LILIN, INFOSEKAYU.COM  - Seorang jenazah yang belum diketahui identitasnya ditemukan dibawah Fuso dump nopol Z 9056 MK. Dugaan sementara jenazah tersebut merupakan sopir Fuso, ia meninggal setelah mobilnya ditabrak dari belakang oleh truk BH 8756 EI.

Peristiwa ini sendiri terjadi diruas Jalintim Palembang Jambi tepatnya simpang B3 Desa Srigunung Kecamatan Sungai Lilin pagi ini sekitar pukul 04.00 WIb. Informasi dihimpun harianmuba.disway.id mendapatkan kejadian berawal ketika truk berisi kelapa dikemudikan Dedi, warga Simpang Tungkal Kecamatan Tungkal Jaya melaju dari arah Palembang menuju Jambi. 
 
Truk ini pun menabrak bagian belakang fuso, kuatnya hantaman membuat fuso bergeser sekitar 10 meter. Warga sekitar sempat berusaha untuk mencari sopir truk sekitar 2 jam tepatnya pukul 06.00 WIb ternyata ditemukan jenazah dibelakang ban depan sebelah kiri.
 
"Kita sempat kebingungan mencari sopirnya dimana, sewaktu masyarakat mengelilingi mobil fuso ada jenazah, kemungkinan itu sopirnya," jelas Gianto salah satu warga setempat.
 
Dedi sopir truk BH 8756 EI mengaku jika tidak ada tanda darurat sama sekali jadi dirinya tidak bisa mengetahui kalau ada mobil fuso. "Saat itu dari depan ada juga mobil pribadi menggunakan lampu jarak jauh, jadi silau pak," tutupnya. (harianmuba).
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM – Dukacita mendalam dirasakan seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 1 tahun 2021, atas Mariatul Kiptiyah SD Negeri 2 Muara Bahar Kecamatan Bayung Lencir, sekira pukul 07.00 WIB meninggal dunia usai terlibat kecelakaan lalulintas di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Desa Sukarami Kecamatan Sekayu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud), Iskandar Syahrianto, melalui Seketaris Diknasbud, Muhammad Ridho ST, membenarkan bahwa ada satu Guru PPPK tahap 1 meninggal dunia.

“Beliau meninggal dunia setelah sempat diberikan perawatan di RSUD Sekayu, yang sebelumnya mengalami kecelakaan lalulintas di Desa Sukarami Kecamatan Sekayu,” ujar Ridho.

Dijelaskanya, beliau meninggal dunia karena mengalami luka benturan di bagian kepala dan bahu kanan, setelah mobil Daihatsu Sigra ditumpangi nya terlibat kecelakaan dengan Truk pembawa sepeda motor.

“Atas hal itu, kami dari Diknasbud Muba turut berbelasungkawa, dan mengenai adminitrasi di RSUD Sekayu semua nya tanggung jawab dari Diknasbud Muba,” jelasnya.

Ucapan belasungkawa disampaikan karena perjuangan almarhumah saat memberikan pengajaran sangatlah prihatin sekali, setiap hari beliau mengajar dengan jarak tempuh dua jam dari rumahnya menuju ke sekolah.

“Atas kejadian itu, kami dari Diknasbud mengingatkan kepada peserta guru PPPK tahap 2 pada Rabu 15 Juni 2022 hendaknya berhati hati,” jelasnya.

Tidak ada firasat apa pun yang terjadi dalam Minggu belakang dan sangat terkejut. Beliau ke Sekayu bersama dengan rombongan untuk Penadatanganan perjanjian kerja PPPK jabatan fungsional guru, sebelum nantinya pengukuhan pengangkatan.

“Saya ikut mengurus jenazah karena memang kebetulan ngantar istri saya untuk tanda tangan kontrak PPPK Guru Tahap 1 tahun 2021,” tukasnya.

Terpisah Supir Daihatsu Sigra, Johanes Hadi Susilo, menuturkan, rombongannya berangkat dari Bayung Lencir pada pukul 04.30 WIB, untuk tanda tangan kontrak Guru PPPK Tahap 1 di SMP Negeri 6 Sekayu, namun sesampai di Sekayu pada pukul 07.00 WIB, saat berada di Sukarami muncul kendaraan truk dari arah Palembang untuk memotong dan menghindari sepeda motor, nahasnya menyerepet kendaraan nya.

“Saat itu korban duduk di belakang supir dan terkena benturan sangat keras hingga mengalami cidera kepala dan pundak kanan,” jelasnya saat itu ada. (harianmuba).

Muba, Infosekayu.com - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi, tepatnya di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (2/11) dini hari. 

Kali ini kecelakaan tersebut terjadi antara truk pengangkut motor dengan nopol BE 8407 GF dengan dump truk bernopol BG 8293 LB. Akibat kejadian itu, sopir mobil truk pengangkut motor yang diketahui bernama Alif Iriawan (28), warga Lampung Tengah meninggal dunia. 

Sedangkan sopir dump truk bernama Bima Masena (20), warga Kelurahan Sungai Lilin, hanya mengalami luka robek di bagian kepala dan telah mendapat perawatan. "Untuk penumpang, baik itu di mobil truk pengangkut motor maupun dump truk, semuanya mengalami luka ringan," ujar Kasat Lantas Polres Muba AKP Sandi Putra, melalui Ka Pos Lantas Sukamaju, Aiptu Z Samosir. 

Untuk penyebab kecelakaan sendiri pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Dimana menolong korban, evakuasi kendaraan juga menjadi hal utama agar laju lalu lintas di daerah tersebut tidak terjadi kemacetan. 

"Korban yang meninggal maupun luka saat ini posisinya sudah di RSUD Sungai Lilin, sekarang kita di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap kedua kendaraan,” jelas dia. 

Sementara itu, Rahmad, salah satu warga sekitar mengatakan, saat kecelakaan terjadi terdengar suara dentuman yang keras. " Tidak tahu penyebabnya apa, tahu-tahu ada suara benturan keras, saat dilihat kecelakaan. Seluruh korban sudah di evakuasi untuk mendapatkan pertolongan," tandas dia.

Sumber : RMOLSUMSEL 

SUNGAI LILIN, INFOSEKAYU.COM – Kecelakaan beruntun terjadi diruas Jalintim Palembang – Jambi pagi ini (8/9) sekitar pukul 06.30 WIB. 4 kendaraan terdiri dari 3 mobil dan 1 motor terlibat kecelakaan yang terjadi di KM 146 Desa Peninggalan Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba.

Akibat kecelakaan tersebut pengendara sepeda motor diketahui bernama Jazuli iskandar (26) warga Rt 11/04 Desa Berlian Makmur Kecamatan Sungai Lilin mengalami patah kaki kanan, dada lecet memar, dilarikan ke RSUD Sungai Lilin setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Peninggalan.

Korban luka lainnya yakni Pengemudi Datsun Go Agus Baidowi (29) warga Rt 02/04 Desa Sukamaju Kecamatan Babat Supat mengalami Luka robek dihidung dirawat Puskesmas Peninggalan.

Informasi dilapangan kecelakaan bermula ketika kendaraan Suzuki Ertiga No Pol B 1115 Kik dikemudikan Jumadi melaju dari Jambi menuju ke Palembang. Ketika dilokasi yang merupakan jalan turunan tidak tembus pandang kendaraan ini menghindari Fortuner yang mendahului sehingga membuat Ertiga hilang kendali dan melebar kekanan jalan.

Akibatnya kendaraan ini bertabrakan dengan kendaraan Datsun Go, tidak hanya disitu saja kendaraan ini juga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda Tiger dan kendaraan Mitsubishi No Pol BE 8449 IV yang datang dari arah Palembang.
Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH Sik Msi melalui Kasatlantas AKP Sandi Putra Sik membenarkan kecelakaan. “Saat ini kami masih dilokasi kejadian untuk melakukan olah TKP,” tutupnya. 

Bayung Lencir, Infosekayu.com - Kecelakaan sebuah bus penumpang rute Padang tujuan Jakarta mengalami kecelakaan di Jalintim Palembang Jambi, Tikungan Harmoko Desa Senawar Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Muba, Sumsel, Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 05.00 wib. 

Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan Bus PO Sambodo bernopol B 7314 NGA ini mengakibatkan 3 anak-anak dan 1 orang Dewasa meninggal dunia. Dari keempat korban meninggal tersebut diketahui semuanya merupakan wanita. Sementara penumpang lainnya ada yang mengalami luka berat 3 orang, lainnya 

Dari pengakuan Madi salah satu penumpang bus, bus yang mengarah ke Palembang ini selepas beristirahat sejenak di rest area rumah makan Simpang Raya, sopir bus berganti. Kata dia mulai dari situ sopir memang sudah tidak seperti sopir sebelumnya, kurang tenang gitu. Jadi di tikungan pertama saja menurut dia sudah melayang, dirinya khawatir.

Bahkan karena khawatir, saya sudah membereskan barang-barang didepan takutnya ngerem mendadak terus saya tidur. Rasa melayang-layang udah tikungan lagi, tiba tiba gebrak aja, cepat kejadiannya," ungkapnya.

 Senada dengan yang disampaikan penumpang lainnya, Rani (28), menurutnya dari tikungan awal yang kekiri itu sudah oleng, "jadi pas tikungan kekanan oleng jatuh kekiri, saya belum tidur, baru sekitar 10 atau 15 menit gitu dari rest area," ujarnya.

Ditanyai tidak jauh dari TKP, sopir pengganti bus PO Sambodo Gunarto (38) kejadian menurutnya dia tidak tahu, waktu itu dirinya sedang tidur dia mengetahui sudah terjadi kecelakaan. "Jumlah penumpang sekitar 33 kalo gak salah. Dari padang ke Jakarta," ujarnya.

 Di TKP, sudah ada pihak Kepolisian yang berjaga. Kanit Lakalantas Polres Musi Banyuasin, IPDA Novet dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut, "kami sedang menuju Bayung Lencir," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan sang sopir yang membawa bus tidak berada ditempat, menurut keterangan beberapa penumpang sopir berpostur badan kurus, merupakan sopir ketiga.

Sumber :mubaonline.con 

Jawa Barat, Infosekayu.com  - Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Jawa Barat Supriyono menyebut bus yang mengalami kecelakaan di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, berkapasitas 62 penumpang.

"Kami hitung 62 itu berdasarkan kursi bus itu terisi penuh," kata Supriyono kepada Antara di lokasi kejadian, Kamis (11/3) dini hari.

Sejauh ini, pihaknya masih melakukan evakuasi kepada jenazah empat korban yang menumpuk di bus itu. Sejumlah ambulans pun telah bersiaga di atas jalan raya untuk langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit atau puskesmas.

"Rincian luka ringan 15, luka berat 13, kemudian meninggal dunia 22, dan dalam pencarian (evakuasi) empat orang," kata Supriyono.

Korban yang selamat dan mengalami luka-luka, kata dia, telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan setempat untuk diberikan penanganan medis.

Sejauh ini, Supriyono memastikan tidak ada warga setempat ataupun pengguna jalan lainnya yang juga menjadi korban kecelakaan bus itu.

"Enggak ada, tadi sudah komunikasi tidak ada yang terdampak dari kecelakaan tersebut," kata dia.

Lokasi kecelakaan merupakan jalan menurun panjang dengan bahu jalan yang berdekatan dengan jurang. Bus itu terperosok dengan keadaan terbalik dalam kondisi rusak.

Bus dengan nomor polisi T 7591 TB itu membawa puluhan penumpang sekolah SMP IT Al Muawanah, Cisalak, Subang. Salah seorang korban selamat, Hafiz Alfarizi, mengatakan, rem bus blong dan tidak bisa dikendalikan saat melintasi wilayah Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi.

"Rem blong. Saya duduk di bagian belakang cuman (posisinya) agak di depan," kata dia seusai menerima tindakan medis.

Hafiz mengatakan rombongan dalam bus tersebut hendak pulang usai mengikuti study tour ke Pangandaran setelah sebelumnya melakukan ziarah di kawasan Cibiuk dan Pamijahak, Kabupaten Tasikmalaya.

"Dari Pangandaran menuju pulang ke Sumedang. (Ini rombongan) Study Tour sama ziarah ke Cibiuk sama Pamijahan," terang dia singkat yang saat itu dalam kondisi diperban di bagian kepala, pipi dan tangan. 

Sumber : Merdeka.com

PALI l, INFOSEKAYU.COM - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Merdeka, Kilometer 06, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel, Sabtu (28/11/2020) sekitar pukul 02.30 WIB. Kecelakaan melibatkan mobil Avanza dan motor Mio. 

Kecelakaan mengakibatkan tiga orang pengendara sepeda motor meninggal dunia, setelah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Kabupaten Muara Enim.

Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi, melalui Kasat Lantas AKP Hikmat Solihin yang disampaikan Kanit Lakalantas IPDA Ramade mengatakan, telah terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua dengan kendaraan roda empat yang menyebabkan pengendara sepeda motor meninggal dunia. 

"Dari keterangan saksi, motor tersebut berbonceng tiga dari arah simpang raja menuju simpang lima. Saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) motor tampak oleng ke tengah, pada saat bersamaan datanglah Avanza merah, dan tabrakan pun tidak dapat terhindarkan," jelasnya.

Dikatakannya, kondisi pengemudi mobil stabil, sebab menjalani rutinitas biasa. Sedangkan, pengendara roda dua yang berboncengan tiga memang sedikit keluar dari jalur sehingga pengemudi mobil tidak dapat menghindari lagi karena jaraknya sudah terlalu dekat.

"Saat ini kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan pengemudi Avanza. Sebab, kita belum bisa meminta keterangan dari pengendara motor karena satu pengendara selamat masih menjalani perawatan. Namun, akhirnya meninggal dunia," tambahnya.

Sementara Endang (34), tante salah satu korban, Renal (20) mengatakan, bahwa korban sekitar pukul 00.00 WIB diketahui sudah tidur di dalam kamarnya. Namun, sekitar pukul 03.00 WIB dirinya dikejutkan bahwa pihak  keluarga mendapatkan kabar korban Renal kecelakan.

"Dan seperti tidak percaya, karena kakaknya Renal melihat bahwa adiknya tersebut sudah tidur duluan di kamar. Dan ikut tidur di sampingnya. Jadi kami sangat terkejut atas kejadian ini," ujarnya.

Sebagai orang terdekat korban, tantenya menjelaskan, sejak tamat sekolah, korban tidak pernah memilih pekerjaan. Korban selalu ramah terhadap tetangga sekitar dan dikenal mudah bergaul.

"Sepengetahuan kami, biasanya Renal sering main dan bercerita, dan ramah juga kepada tetangga. Tetapi minggu-minggu terakhir ini dia agak cuek, lewat didepan tetanggapun gak pernah menyapa lagi," katanya. 

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, peristiwa naas itu berawal saat sepeda motor Yamaha Mio  GT125 warna hitam tanpa nopol yang dikendarai, Renal (20) berboncengan dengan dua rekanya Rifki (20), Warga Kelurahan Talang Ubi Utara, serta Sures (23), warga Sumberejo, Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. 

Sepeda motor itu melaju dari arah Simpang Raja menuju Simpang Lima Pendopo, saat tiba dilokasi kejadian datanglah mobil Toyota Avanza warna merah maron bernopol BG 1095 UT melaju dari arah berlawanan. Tiba-tiba terjadilah tabrakan hingga membuat mobil terbalik ke tepi jalan dan sepeda motor terpental hingga 50 meter dan mengalami rusak berat.

Dua korban Renal dan Fikri meninggal dunia setelah sempat dilarikan terlebih dahulu ke RSUD Talang Ubi, lantaran keduanya mengalami pendarahan dibagian kepala membuat keduanya tidak bisa terselamatkan lagi. Sedangkan, rekanya Sures langsung dirujuk ke Rumah Skait Rabain Mura Enim dalam keadaan kritis dan akhirnya juga meninggal dunia. 

Sedangkan, pengemudi Avanza yang identitasnya berinisial Aa, saat ini sudah berhasil diamankan petugas di Mapolres PALI, untuk dimintai keterangan lebihlanjut. Sedangkan dua penumpang yang berada didalam Avanza tersebut hanya mengalami luka ringan. 

Sumber : Okezone 


INFOSEKAYU.COM - Terhitung sejak 4 bulan terakhir dari Januari hingga awal April 2019 angka kecelakaan dalam berlalulintas (lakalantas) di Jalitim Palembang-Betung Banyuasin telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 25 orang meninggal dunia.


Hal itu mengalami peningkatan terhadap angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya seperti pada tahun lalu 2018 lalu dengan catatan menimbulkan korban sebanyak 20 orang korban yang meninggal dunia yang terjadi dalam satu tahun penuh.

“Ya, dari Januari hingga awal April 2019 sudah terjadi 43 kejadian laka lantas. Korban yang meninggal 25 orang, luka berat 28 orang, luka ringan 44 orang dan kerugian materil Rp 43 juta lebih,” kata Kasat Lantas AKP Sukiman melalui Kanit Laka Iptu Lukman, Senin (15/4/2019).

Menurutnya, salah satu faktor penyebab lakalantas dipicu oleh kelalaian pengemudi dan faktor alam menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan di Banyuasin.

“Ya ada yang faktor lalai, ingin cepat sampai lalu kebut-kebutan di jalan raya,” kata dia, Senin (15/4/2019) seperti dikutip dari .

Selain faktor lainnya terang dia disebabkan, faktor alam yakni kondisi jalan lintas timur yang mengalami kerusakan parah, sehingga angka kecelakaan meningkat ditahun 2019.

“Jalintim rusak parah, saat ini petugas polisi memperbaiki jalan seadanya agar tidak ada korban jiwa,” ujar dia.

Kanit Laka Iptu Lukman berpesan, kepada pengguna jalan agar waspada saat berkendara di jalan raya, agar berhati-hati tidak kebut-kebutan serta melakukan istrirahat saat mengantuk dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

“Jangan ngebut, berhenti jika mengantuk atau tubuh kurang vit. Paling terpenting patuhi rambu lalu lintas,” harap dia. /red/

Sumber : Sripoku.com


INFOSEKAYU.COM - Cuaca ekstrim yakni hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sabtu (23/3/19) memakan satu korban jiwa. Di mana satu unit truk Colt Diesel dengan nomor Polisi BG 8132 MJ yang dikemudikan Samsul (46) Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin mobil yang dikendarainya tertimpa tiang listrik di Jalan lintas tengah Desa Talang Duku Teluk Kijing 3 Kecamatan Lais, Muba.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut yang merenggut nyawa Samsul terjadi sekitar pukul 20.15 WIB di mana saat itu kondisi hujan deras disertai angin membuat tiang listrik ambruk sehingga menimpa dikendarai oleh Samsul dan juga dua orang lainnya yakni Wawan anak Samsul serta Alek yang merupakan keluarganya.

Warga sekitat yang melihat kejadian tersebut langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang diketahui terjepit dalam truk, proses evakuasi sendiri lebih kurang satu jam.

Pada saat semua korban berhasil dikeluarkan dalam mobil Samsul langsung dilarikan ke Puskesmas Lais menggunakan ambulan sedangkan Wawan dan Alek dilarikan ke Kadir Medica Betung untuk mendapatkan pertolongan medis.

Menurut Petugas Medis UGD 24 Jam Puskesmas Lais yang menangani korban Samsul, pihaknya saat menerima telpon dari warga atas kejadian kecelakaan tersebut langsung mengirimkan tim medisnya menuju lokasi dengan 1 unit ambulance.

“Setelah tiba di lokasi kita masih menunggu karena proses evakuasi korban yang terjepit di dalam truk lebih kurang satu jam, setelah evakuasi selesai, Samsul langsung dilarikan ke Puskesmas Lais untuk dilakukan pemeriksaan dan visum," ujar Kepala PKM Lais Leli Hefni, SKM, MKes melalui Lin Erlina, Am Keb salah satu petugas UGD 24 Jam PM Lais, Sabtu (23/3/19) seperti dikutip dari Sripoku.com.

Lanjutnya, saat Samsul dibawa ke Puskesmas Lais, Tim medis UGD 24 jam PKM Lais langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan korban Samsul. "Pada saat dilakukan pemeriksaan korban Samsul telah meinggal dunia,"tutupnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Muba AKP Candra Kirana membenarkan prihal terkait kecalakaan di Jalan lintas tengah Desa Talang Duku Teluk Kijing 3 Kecamatan Lais, Muba. "Pihak kita mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar, akibat peristiwa tersebut satu orang meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka. Penyebab kecelakaan sendiri akibat tertimpa tiang listrik karena hujan deras dan angin kencang," ujarnya. /red/

Sumber : Sripoku.com


INFOSEKAYU.COM – Minggu (24/2/2019) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, warga sekitar jembatan P6 Kecamatan Lalan dihebohkan dengan suara dentuman yang disebabkan dari Kapal Tongkang Sabang 57 yang bermuatan batubara menabrak jembatan P6 Lalan.


Akibatnya, fender tiang jembatan tersebut tersenggol dan pihak Dinas Perhubungan Muba langsung turun tangan ke lokasi untuk melakukan tindakan tegas.

“Pihak kapal tongkang sudah dimintai keterangan, Senin (25/2/2019) owner dan pihak manajemen kapal akan kita panggil untuk dimintai pertanggung jawaban,” tegas Kepala Dinas Perhubungan Muba, Pathi Ridwan.

Dijelaskan, kapal tongkang yang menabrak tersebut membawa batubara dengan muatan 300 feet yang sebelumnya berangkat dari Pulau Gading untuk menuju Pelabuhan Ratu. “Penyebabnya itu pandu alam tidak mengetahui medan dan tidak tahu kolong jembatan, tanpa menggunakan assist,” bebernya.

Pathi menghimbau, agar kiranya pihak kapal yang melintas untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan pelayaran, terlebih saat ini sedang masuk cuaca ekstrim dan berkabut.

“Kondisi saat ini tug boat masih ditahan di Pos P2 oleh instansi terkait dari KSOP, TNI AL dan Dishub,” terangnya. /red/

Sumber : garudapos


INFOSEKAYU.COM - Setelah sempat terluka parah menjalani perawatan medis korban lakalantas yang Zulkarnain (44) merupakan sopir bus Cemerlang juga meninggal dunia, Kamis (14/2/2019) pukul 08.00 WIB.


Korban laka maut truk colt diesel bermuatan kayu tumbangan (kayu karet) BG 4150 HB bertabrakan dengan bus AKDP trayek Palembang – Sekayu BG 7096 B, di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Palembang – Betung, di Selongkuk tepatnya Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Banyuasin, Rabu (13/2/2019) sekitar pukul 16.40 WIB.

Sebelumnya diberitakan, korban yang meninggal dunia berjumlah 3 orang dan bertambah 1 orang yang menjadi 4 orang korban.

Diketahui korban Zulkarnain (44), warga Muba yang merupakan supir bus AKDP trayek Palembang – Sekayu BG 7096 HB. Dikabarkan meninggal dunia di RSUD Sekayu pada Kamis pagi.

Bertambahnya korban yang meninggal dunia dibenarkan Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK melalui Kanit Laka Iptu Lukman.

"Iya pagi tadi meninggalnya sekitar pukul 08.00 WIB,"ujar Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi SM Pinem Sik melalui Kanit Laka Iptu Lukman.

Dengan bertambahnya korban tewas itu, maka total ada 4 orang korban meninggal dunia dan satu orang tengah menajalani operasi di RSUD Banyuasin. Sementara terkait penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan petugas kepolisian.

"Mengenai penyebab laka, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi - saksi," katanya.

Bus Cemerlang trayek Palembang-Sekayu mengalami kecelakaan adu kambing dengan truk balok di sekitar booster Lubuk Karet.

Kecelakaan ini berawal ketika bus Cemerlang dari arah Palembang oleng dan mengambil arah ke kanan (arah berlawanan).

Dari arah ini ada mobil truk yang tak sempat lagi mengelak sehingga terjadi kecelakaan di TKP. /red/

Sumber : Sripoku.com


INFOSEKAYU.COM - Kapolres Muba, AKBP Andes Purwanti SE, MM, menjenguk dan menyantuni korban Kecelakaan Lalu Lintas Nico (16) yang kehilangan sebelah lengannya saat dirawat di di RSUD Mohamad Husein Palembang, Rabu (25/7/2018). Niko merupakan salah satu korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi, Senin (22/7) di Jalan Lintas Timur Sumatera KM 77 tepatnya di Dusun Gajah Mati, Kecamatan Babat Supat, Muba.



Dalam kecelakaan tersebut, Niko harus kehilangan tangan sebelah kanannya yang putus dan kaki sebelah kiri yang harus diamputasi setelah bertabrakan dengan mobil pick up yang membawa bibit ayam.

Korban lainnya dalam kecelakaan tersebut adalah Erik (13) mengalami patah tulang tangan kanan dan tulang kering kaki sebelah kanan, dimana dia merupakan teman dari korban Nico yang ikut dibonceng pada saat kejadian.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM, dalam kesempatan tersebut, Kapolres memberikan santunan khusus pada korban Nico dan Erik juga secara langsung memberi semangat kepada Nico yang kehilangan sebelah tangannya.

“Sungguh sangat disayangkan bahwa Nico masih sangat muda harus mengalami hal seperti ini,saya mendoakan dan menyemangati agar tetap semangat untuk segera pulih dari perawatannya,” kata AKBP Andes Purwanti.

Saat membesuk korban Laka tersebut, Kapolres turut didampingi oleh Kasat Lantas AKP Rio Artha Luwih dan Kasubag Pelayanan PT Jasa Raharja Sumsel Baskara.

Pihak Jasa Raharja menyatakan, seluruh biaya pengobatan korban kecelakaan lalu lintas akan ditanggung oleh PT Jasa Raharja. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang yang menjadi dasar dari PT Jasa Raharja.

Korban kecelakaan yang mengalami luka berat akan ditanggung sebesar 25 juta rupiah untuk biaya pengobatan dan uang pertanggungan sebesar 50 juta bagi korban yg mengalami cacat tetap. /red/

 
INFOSEKAYU.COM - Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Jambi tepatnya di Kecamatan Betung, Banyuasin, Selasa (3/7/2018) sekitar pukul 06.00 WIB.


Kondisi mobil Innova yang hampir tak berbentuk lagi. (Foto : Rmol Sumsel)
Kecelakaan beruntun melibatkan Kijang Inova BE 2565 YD dengan Bus SAN BM 7524 JU dengan Carry BH 8158 MJ di  Jalan Palembang-Jambi tepatnya di depan SPBU Betung Kabupaten Banyuasin, seperti dikutip dari Tribunsumsel.

Akibat kecelakaan beruntun tersebut 7 orang meninggal dan 4 luka-luka. Korban meninggal dunia yakni :

Theo Sulivan, Kelvin Rian, Nauvari Ade Kodta, Idova Sukma Dani, Karima, Farid, Fitri Yanti yang merupakan warga lampung.

Sedangkan korban mengalami luka-luka yakni Hani Yuliani, Huwais Alkorni, M Fadhil dan Al Faraoug.

Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Sukiman mengatakan, saat ini korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas terdekat.

"Korban meninggal semua warga Lampung, untuk yang luka sedang dilakukan perawatan," ujarnya. /red/

INFOSEKAYU.COM - Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak. Wiska Yuniarti (18) warga Desa Lais Kabupaten Musi Banyuasin menjadi korban lakalantas. Wiska tewas setelah digilas truk, karena motor Yamaha Xeon BG 3533 TAA yang ditumpanginya bersama temannya yakni Ade Kristian (18) mengalami kecelakaan tepat di Jalan Lintas Kelurahan Kayuara Kuning depan Lr SMP, Minggu (24/6) sore.


Korban tewas bersama motor yang ditumpanginya itu dilindas truk BG 8337 HB yang dikendarai Supriyanto (35) warga Kota Linggau, dari arah berlawanan. Kini jasad korban telah dibawa ke RSUD Banyuasin, sedangkan Ade Kristian selamat dari kecelakaan tersebut.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan berawal dari yang dikendarai Ade Kristian, menyenggol motor Honda Revo BG 2403 JAD yang dikendarai Indra Kusuma warga Kelurahan Kayuara Kuning saat belok kanan.

Akibatnya motor korban oleng lalu menyeruduk masuk ke bawah truk, hingga Wiska Yuniarti tewas ditempat dan motor yang ditumpanginya remuk.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK, SH, melalui Kanit Laka Ipda Jimmy SH membenarkan adanya kejadian kecelakan itu. Saat ini kasus lakalantas yang menimpa korban, tengah diproses oleh anggota Satlantas Banyuasin.



“Anggota Polisi telah melakukan olah TKP, dan korban tewas di lokasi kejadian dan sudah di evakuasi ke RSUD Banyuasin. Sedangkan pengendara Ade Kristian hanya mengalami luka lecet di bagian tangan dan kepalanya,” ujar Ipda Jimmi saat dihubungi, Minggu (24/6).

Dia menyebutkan, untuk mobil truk dan motor korban sudah diamankan di Markas Polres Banyuasin. Sedangkan sopir truk sudah dimintai keterangan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.“ Sopir truk dan beberapa saksi sudah kita minta keterangan atas kejadian tersebut,” tutupnya. /red/

  
Foto Ilustrasi
Inderalaya, Infosekayu.com – Apes dialami Rizki Ameliah (22) yang tewas terlindas truk fuso BK 9120 XS bermuatan jeruk di Jalintim Inderalaya-Kayuagung, tepatnya di KM37, Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Senin (5/2/2018).

Saat itu korban yang tinggal di Dusun 7, Desa Meranjat I, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir ini hendak pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio BG 4017 TS usai mengikuti tes operator KPU Ogan Ilir.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad SIK MH melalui Kanit Kakalantas Iptu Iwan Heri mengatakan, saksi dilapangan mengatakan bahwa motor Mio 125 yang dikendarai korban dan truk fuso  yang disopiri Hitler Simbolon, warga Lampung Utara, sama-sama menuju arah Kayuagung.

“Ketika di tempat kejadian perkara, motor korban hendak mendahului truk tersebut. Namun nahas dari kanan depan ada sebuah angkot warna kuning datang. Diduga gugup korban tak bisa mengendalukan laju motornya, hingga oleng dan jatuh kesisi kanan. Apesnya, korban jatuh pas di bawah kendaraan fuso tersebut,” katanya.

Peristiwa itu mengagetkan warga sekitar , yang langsung berhamburan di lokasi dan segera membawa korban ke RSUD Tanjung Senai. Namun disayangkan, diduga korban meninggal saat dalam perjalanan. “Sopir, kernet dan truknya masih dilakukan pemeriksan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Meranjat I, Peri Apriansyah membenarkan bahwasanya korban bernama Rizki Ameliah adalah warganya. “Dari informasi keluarganya, korban baru pulang dari tes Operator KPU Kabupaten Ogan Ilir dan hendak pulang kerumahnya,” ujarnya ditemui di RSUD Ogan Ilir.(im)

Sekayu, Infosekayu.com - Minggu pagi ini (27/08/2017) sekitar pukul 08.00 WIB telah terjadi kecelakaan (lakalantas) secara tragis yang berlokasi di simpang 3 (tiga) depan Rumah Makan Irmanti simpang bundaran Sekayu antara sebuah motor yang belum diketahui merknya denga sebua mobil Avanza berwarna hitam. 


Berdasarkan laporan warga sekitar akibat kejadian tersebut terdapat pengendara motor yang terluka cukup parah dan sudah dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Sekayu sedangkan pengendara mobil hanya mengalami luka ringan.

Saat kejadian warga mengetahuinya karena adannya suara gaduh yang sangat besar lantas warga sekitar keluar dan ternyata korban telah terkapar lemah serta kedua kendaraan rusak parah. 

Belum diketahui kronologis kejadian sehingga terjadinya tabrakan tragis tersebut. kini korban kecelakaan tersebut tengah dirawat di RSUD Sekayu, serta mobil dan motor yang telah porak poranda tersebut telah ditertibkan oleh pihak kepolisian. 

Itulah kabar sementara yang dapat kami himpun untuk para pembaca karena kami belum dapat meminta keterangan dari kedua korban tabrakan lantaran korban masih menjalani perawatan. (mel)





Sekayu, Infosekayu.com -  Dilantari akibat rem blong terjadilah lepas kontrol sebuah truk. Adalah sebuah kendaraan jenis Dump Truk Mitsubisi bernomor Polisi BG 8063 UM bermuatan pasir yang dikemudikan Depriyanto warga Desa Teladan Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba saat melintas dari arah Sekayu Menuju Betung telah menabrak kendaraan roda dua yaitu sepeda motor yamaha jupiter MX No Polisi BG 3635 BJ yang sedang parkir di bahu kiri jalan arah betung. Kemudian kendaraan Dump Truck terbalik kebahu jalan sebelah kiri. 

Sehingga menabrak rumah milik Rozali Pensiunan TNI di Dusun II Desa Epil Kecamatan Lais Kabupaten Muba yang membuat kedua kendaraan tersebut rusak dan robohnya atap rumah Rozali.

"Hari ini sekitar pukul 16:30 Wib telah terjadi lakalantas di Desa Epil Kecamatan Lais Kabupaten Muba. Lakalantas sendiri antara mobil Dump Truck dan sebuah sepeda motor diduga rem dump truk blong. Mengakibatkan bagian atap rumah warga hancur. Dikarenakan mobil tergelincir,"
Demikian dikatakan Kapolres Muba AKBP Rahmat Hakim, SIK melalui Kasat Lantas AKP Rio Artha Luwih, SIK kepada awak media, Rabu (12/07).

Lebih lanjut, akibat kecelakaan itu korban jiwa nihil. Namun kerugian material kendaran ditaksir mencapai Rp 30 juta. 

"Sekarang barang bukti 1 unit Dum Truck dan 1 unit sepeda motor sudah disita. Untuk perkembangan lebih lanjut, " tutup Kasat Lantas itu (Melati_ZISXYI)

Sekayu,infosekayu.com - Munculnya isu tentang penculikan anak yang heboh beberapa pekan terakhir diseluruh penjuru Provinsi,Kabupaten/Kota di Indonesia membuat kehawatiran sendiri bagi para orang tua, bahkan di Kabupaten Muba isu penculikan sudah beberapa kali muncul ternyata tidak terbukti kebenaranya.
Kapolres Muba,AKBP Rahmat Hakim SIk,mengatakan dalam mengatasi isu mengenai penculikan ini saya telah membuat maklumat Kapolres Muba Nomor : MAK/1/III/2017. Maklumat tersebut berisikan mengenai penyebaran isu hoaks tentang penculikan anak
"Polres Muba dalam menyikapi maraknya isu tentang penculikan anak mengeluarkan maklumat yang berisikan agar warga Muba tidak terpancing dengan isu yang tidak jelas kebenarannya.Isu yang tidak jelas tersebut dapat berakibat pelanggaran hukum bagi yang menyebarkan," kata Rahmat, Minggu (26/3/2017).
Lanjutnya, kita Polres Muba akan menindak tegas bagi pelaku yang menyebarkan isu hoaxs melalui telephone,pesan singkat,media sosial,dan jejaring pribadi jika menyebarkan isu hoaks.Pelaku tersebut kita akan jerat dengan pasal UU No 19 tahun 2016 pasal 45 dan 45a tentang informasi dan transaksi elektrik.
"Selain itu bila ada info hoaxs tersebut agar dapat segera dilaporkan kepada pihak kepolisian terdekat.Segera dilaporkannya hal tersebut untuk tidak menimbulkan permasalahan yang baru.Disamping itu orang tua agar tetap waspada dalam mengawasi putra dan putri masing-masing," ungkapnya.Pihak kepolisian Polres Muba untuk menjaga keamanan dan ketentraman serta keamanan selalu melakukan patroli keliling dan menyebar intel-intel agar situasi dan kondisi selalu aman dan nyaman.(red/LS) 

Soak Baru, infosekayu.com - Naas dialami nasib dua pemuda tanggung ini. Akibat ugal-ugalan memacu motornya dengan kecepatan tinggi, alhasil ia dan rekannya harus menanggung luka di sekujur tubuhnya. Motornya pun ringsek setelah menabrak mobil kijang berwarna biru tua.

Kejadian bermula saat ia membonceng temannya memacu kendaraan dari arah rumah dinas bupati mengarah simpang 4 teladan, di saat jalan menikung dari arah berlawanan muncul mobil kijang, ia dan kendaraannya dengan kecepatan tinggi ini tidak bisa dikendalikan dan menghantam mobil bagian depan mobil.

"Menurut laporan, akibat ngebut dan tidak bisa mengendalikan motornya, akhirnya menabrak mobil saat ditikungan," ujar AKBP Sumarjo anggota Satlantas Polres Musi Banyuasin.

Sebaliknya, barang bukti  sepeda motor yang ringsek turut diamankan oleh Unit Lakalantas Polres Musi Banyuasin, usai polisi menggelar olah tempat kejadian perkara. 
"dua korban luka masih dirawat di rumah sakit, atas luka-luka di tubuhnya," jelas Sumarjo. (red/ron)