Articles by "HUT RI ke-74"
Tampilkan postingan dengan label HUT RI ke-74. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU - Lebih dari 600 peserta bersemangat mengikuti lomba tarik tambang yang digelar Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dalam rangka memperingati dan memeriahkan HUT Republik Indonesia ke 74 tahun  di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Rabu (21/8/2019).


Mewakili Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi, MSi, membuka langsung perlombaan tarik tambang, disaksikan perwakilan Forkopimda dan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Muba.

Ketua Pelaksana Perlombaan Tarik Tambang, Kepala Bagian Keuangan Setda Muba Muhammad Ali mengatakan, peserta terdiri dari 36 regu putra dan 30 regu putri, dengan komposisi 10 pemain dan 2 cadangan di setiap regu. Mereka berasal dari dinas instansi, kelurahan dan unsur vertikal lainnya.

“Hadiah bagi pemenang juara satu, dua dan tiga berupa trophy dan uang pembinaan untuk masing-masing regu putra dan putri, ” jelas Ali.

Sementara itu dalam sambutannya Sekda mengatakan lomba tarik tambang merupakan salah satu bentuk kebahagiaan merayakan HUT RI ke 74.

“Berbagai lomba yang digelar seperti tarik tambang ini semoga menjadi wahana hiburan sekaligus memupuk rasa kekompakan dan kebersamaan diantara peserta dan masyarakat,” ujar Apriyadi.

Sekda juga mengatakan, hikmah dari lomba tarik tambang yang terpenting adalah terpupuknya rasa kekompakan,  karena jika tidak kompak maka tenaga tidak maksimal.

"Nah rasa kekompakan ini bisa dibawa dalam bekerja di kantor. Kepada para peserta junjung tinggi sportivitas, jangan ada kecurangan dalam proses tarik tambang. Karena bukan juara yang dikejar tapi silaturahmi, kekompakan dan kebersamaan yang di ambil," tutup Sekda.

Pada kesempatan itu, Apriyadi membuka perlombaan perdana tim putra antara Dinas Kominfo melawan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada perlombaan tersebut tim putra Dikbud memenangkan perlombaan. Selama Perlombaan Sekda juga menyaksikan dari dekat perlombaan tarik tambang baik tim putra maupun tim putri. /red/


INFOSEKAYU - Pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi Kemerdekaan RI ke 74, biasa digelar di lapangan terbuka. Namun berbeda di Desa Gajah Mati Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin, dimana upacara HUT RI justru diadakan diatas embung air yang berada di tengah-tengah desa, Sabtu (17/8/2019).


Semangat nasionalisme, ditunjukkan para pelajar SD, PAUD, tokoh agama pemuda, masyarakat desa, perangkat desa dan anggota BPD Gajah Mati. Dengan khidmat mengikuti satu-persatu pelaksanan hari Kemerdekaan RI yang diadakan di seluruh Indonesia, hingga sang bendera Merah Putih berkibar di atas tiang yang telah tersedia di tengah embung air.

Kepala Desa Gajah Mati, Surayanak mengatakan, pelaksanan upacara tadi digelar pada pukul 08.30 WIB. Di mana hal itu dilakukan merupakan momen dalam mengangkat destinasi wisata yang telah dibuat, dan juga diadakan diatas embung sendiri merupakan inisiasi dari Karang Taruna desa.

“Pihak Karang Taruna menyampaikan hal positif itu, maka kita support penuh oleh perangkat desa dan kades, sekalian juga mengenalkan wisata air,” kata Surayanak

Dan, selaku pembina upacara dalam sambutan tadi, disampaikan, untuk terus meningkatkan inovasi desa. Secara bersama-sama menggalakkannya untuk kesejahteraan masyarakat desa. Lalu, adanya bantuan berupa buku-buku untuk perpustakaan, yang mana gedung di bangun atas bantuan salah satu perusahaan Migas.

“Nah, jadi silahkan saja anak-anak ingin membaca Sabtu – Minggu, tanpa dipungut biaya sama sekali. Apalagi, di perpustakaan desa, ada 3 unit komputer digunakan untuk belajar, ” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Gajah Mati, Nurjaya menambahkan, bahwa ini merupakan momen sehingga dipusatkan di embung, karena pelaksanaan upacara tahun belakang itu biasa di kantor desa maupun sekolah.

“Karena sudah biasa di lapangan, apalagi embung ini di tengah-tengah desa. Apa salahnya kita adakan disini,” ucapnya.

Untuk teknis acara tadi, Jaya menerangkan, petugas pengibar bendera adalah anak-anak Paskibraka sekolah, yang mana mengibarkan bendera ditengah embung. Lalu ada para petugas lainnya berada di atas sampan, perahu maupun wahana mainan bebek-bebekan, dengan Kades sebagai pembina upacara.

“Alhamdulillah, tidak ada hambatan dan pelaksanaan upacara HUT RI ke 74 berlangsung sukses,” tandasnya. /red/

Sumber : Palpres

INFOSEKAYU - Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mewujudkan momen perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Bupati Musi Banyuasin sebagai monumen perjuangan. Ia merealisasikan ide dan cita-cita luhur para pejuang menjadi fakta.


Dalam tempo singkat, sah, menyakinkan dan tegas ia menandatangani kerjasama dengan Sampoerna University untuk program kuliah gratis.

Secara bertahap, warga Muba dengan kepintaran terukur, dan kurang beruntung secara ekonomi ditanggung Pemkab Muba untuk bisa kuliah gratis di kampus bergengsi.

Pekerjaan luhur ini tertuang dalam kerjasama Pemerintah Kabupaten Muba dengan Universitas Sampoerna, Sabtu (17/8/2019) yang diteken usai upacara pengibaran Sang Saka di halaman pendopoan Griya Serasan Sekate.

Menurut Dodi program kuliah gratis bagi putra-putri Muba  berprestasi dan dari keluarga pra sejahtera bisa memotong rantai kehidupan ekonomi keluarga.

Ini tiket loncatan menuju kondisi yang menggembirakan. Secara bertahap, mulai di bulan kemerdekaan ini, Pemkab Muba di bawah komando Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin mulai menampakkan pembangunan Bumi Manusia Muba.

"Tahap pertama ini ada 6 putra-putri asli Muba yang kita  kuliahkan gratis di Universitas Sampoerna. Mereka akan menempuh pendidikan tinggi double degree di Sampoerna University dan Arizona University," terang Dodi.

Kuliah gratis ini istimewa. Mahasiswa saat lulus mengantongi dua ijazah sekaligus  Syarat bisa kuliah juga tak mudah. Calon peserta program kuliah gratis  akan menjalani  seleksi ketat. Dalam tahap ini Pemkab Muba tidak ikut cawe-cawe. Seleksi sepenuhnya berada pada  tim Universitas Sampoerna.

"Program kuliah gratis  merupakan lanjutan dari program sekolah gratis. Jadi ini juga menekan angka putus kuliah bagi mereka yang berprestasi di Muba," sebutnya.

Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini akan menaikkan kuota  peserta kuliah gratis pada setiap tahun berikutnya.

"Kuotanya akan terus ditambah. Tidak hanya kuliah di dalam negeri namun juga di luar negeri menyesuaikan basic keilmuan masing-masing putra-putri berprestasi di Muba. Semua biaya kuliah dan biaya hidup ditanggung Muba.  Saat sudah selesai kuliah mengabdi  di Muba untuk turut berkontribusi memajukan daerah," jelas Dodi.

Kepada media, Dodi menyebut  implementasi program kuliah gratis bukan saja peningkatan  kualitas pendidikan tetapi sebuah shortcut  upaya menekan angka kemiskinan.

"Saya mau  semua anak-anak di Muba mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas," tegasnya.

Rektor Universitas sampoerna Wahdi Salasi April mendukung penuh kerjasama ini. Rintisan pembangunan manusia yang dilakukan  Bupati Muba menurutnya pas dan tepat mengarahkan kerangka berpikir runut. Muba perintis sekolah gratis dan kini dimantabkan dengan kuliah gratis.

Ia pun mengakui sumber daya manusia Muba tergolong istimewa. Enam putra-putri Muba yang lolos seleksi  memiliki kemampuan akademik yang sangat luar biasa.

"Di tempat dan situasi lain, kami biasa susah mendapatkan calon mahasiswa program double degree ini. Nah di Muba justru berlimpah. Peserta yang lolos kualifikasi di Muba malah melebihi jumlah kuota daerah," ungkapnya.

Wahdi yakin sumber daya manusia unggul Muba ini akan banyak gunanya.  Usai lulus program kuliah gratis mereka tidak hanya berkontribusi bagi ďaerah namun akan mampu  berkiprah di skala nasional maupun internasional.

"Kesejahteraan dan kekayaan Muba dapat dimanfaatkan dengan baik setelah mereka kembali menyelesaikan study di universitas," pungkasnya.

Enam penerima program kuliah gratis kali ini meliputi bidang studi komputer, mesin, akuntansi, dan pendidikan. Mereka adalah Sesi Anggraini, Muhammad Ridho Zamzami,  keduanya asal SMU 2 Unggul Sekayu yang lolos program Computer Science. Lalu Nadia Farahdilla Amalia  dan Vira Guspa  keduanya asal SMU 2 Unggul Sekayu masing-masing program Accounting serta industrial engineering. Dua mahasiswa lainnya adalah asal SMU 1 Sekayu yakni, Safitri  dan Nadila Nindyta yang mengambil Computer  Science, dan English Education. /red/