Articles by "Haedline"
Tampilkan postingan dengan label Haedline. Tampilkan semua postingan
Polres Muba, Infosekayu.com  - Demi memenuhi kebutuhan Sehari - hari Remaja 18 tahun ini nekat melakukan Pencurian dengan pemberatan di Warung Klontongan Pasar Baru milik korban CIK MANIK (45) warga Kec.Bayung Lencir Kab.Muba.

Dia bernama TEGUH ILHAMSYA, remaja yang putus sekolah ini merupakan warga  Kel / Kec. Bayung lencir Kab.Muba harus berurusan dengan pihak berwajib Unit Reskrim Sektor Bayung Lincir Resor Muba. 

Kapolsek Bayung Lincir IPTU A. FIRMAN, SH, MH mewakili Kapolres Musi Banyuasin AKBP ERLIN TANGJAYA SH, S.ik, Senin 28 September 2020 menerangkan pada Kamis 24 September 2020 sekitar pukul 07.00 wib, terjadi Pencurian dengan pemberatan di Warung korban CIK MANIK. 

Kamis Subuh Pelaku masuk ke warung korban dengan menjebol Seng dapur dari pintu belakang,  kemudian mengambil rokok serta uang tunai sebesar Rp.7.800.000. Pada saat diamankan ditemukan uang tunai sebesar Rp.85.000 di kantong celana pelaku

"Pelaku saat ini dalam proses penyidikan kita, untuk barang bukti sudah kita amankan" Jelasnya. 

Polisi Unit reskrim Polsek Bayung Lincir setelah menerima laporan langsung melakukan penyelidikan  dengan mendatang lokasi dan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku Kamis Malam nya sekitar pukul 11.00 Wib. Aparat pun mengamankan sisa Uang tunai Rp.20.000 sebanyak 3 (tiga) lembar, Uang tunai Rp.10.000 sebanyak 1 (satu) lembar, Uang tunai Rp.5000 sebanyak 3 ( tiga) lembar. 

"Atas perbuatannya tersebut pelaku melanggar pasal 363 ayat (1) angka ke-3, ke-5 KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun penjara," ungkapnya. (aajm/hms).

MUBA, INFOSEKAYU.COM – Beredar Isu dugaan terpaparnya Aparatur Sipil Negara Inspektorat reaktif Covid-19, dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Seftiani Peratita SS MKes saat ditemui tim media, Senin (7/9/2020).

Belum diketahui Pasti penyebab terpaparnya beberapa orang ASN Inspektorat tersebut, hal ini diungkapkan oleh Seftiani Peratita SS MKes yang mengatakan, memang benar ada 5 Orang ASN yang berasal dari Dinas Inspektorat.

” Ke – 5 Orang tersebut telah dilakukan pemeriksaan oleh tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19, dan telah di isolasi,” ungkap Sefti.

Ia menjelaskan, Beberapa orang ASN tersebut telah mendapatkan Perawatan dan semuanya telah dirawat untuk kemudian di isolasi, untuk Dinas terkait juga telah memberikan Skrining untuk beberapa orang ASN tersebut.

” Untuk beberapa ASN tersebut kemungkinan telah menjadi kebijakan dari Dinas terkait, namun untuk penangananya kita tetap memakai Protokoler Kesehatan, hal ini pun telah kami diketahui sejak hari Kamis lalu,” dijelaskannya.

Terakhir ia mengungkapkan, kepada beberapa orang ASN ini juga telah kami lakukan Tracking, ke-5 ASN ini ada Perempuan dan ada juga beberapa dari Laki-laki dan telah kita serahkan kepada Pihak Rumah Sakit untuk dilakukan beberapa Penanganan,” tandasnya. 

Sumber : LENSAJABAR.COM

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Tepat hari ini 31 Agustus 2020 kick off Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 dimulai. Di Musi Banyuasin, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA sangat konsen dan getol mengajak warga untuk mengikuti proses rangkaian pendataan SP 2020. 

Dimana sebelumnya, Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia tersebut gencar mengajak dan mensosialisasikan kepada warga Muba untuk mengisi Sensus Penduduk Online 2020 yang sudah dilaksanakan sejak 15 Februari 2020 lalu. 

"Mari kita warga Muba sambut dengan ramah kedatangan petugas SP 2020, demi mewujudkan Satu Data Kependudukan," ungkap Dodi Reza. 

Menurut Dodi, pendataan SP sangat penting untuk diikuti oleh seluruh warga masyarakat Muba. "Dalam proses pendataan nantinya tetap patuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak aman," terangnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi menyebutkan, segala bentuk persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari untuk melaksanakan SP Tahun 2020. "Di tengah suasana pandemi, kami beradaptasi dengan protokol kesehatan dan berjanji untuk lebih berhati-hati khususnya di wilayah Muba," sebutnya.

Sementara itu Kadin Kominfo Muba Herryandi Sinulingga APmengatakan data merupakan salah satu  kunci pembangunan di masa depan. Peran serta seluruh penduduk Muba saat ini diperlukan tanpa terkecuali, untuk dapat berperan aktif untuk  mewujudkan Satu Data Kependudukan indonesia Khususnya Kabupaten Musi Banyuasin 

"Petugas Sensus akan datang dan mencatat penduduk Indonesia secara serentak pada hari ini termasuk di Muba,"  untuk itu mari kita dukung program ini sehingga kita pastikan bahwa kita terdata  sebagai penduduk Indonesia tuturnya 

Diketahui, Muba merupakan daerah Terbaik Ketiga Respon Rate Sensus Penduduk Online 2020 di Sumsel. 

Sampai dengan saat ini 60,88 persem KK masyarakat Muba sudah mengikuti sensus penduduk online. Dan masih ada kurang dari 40% yang belum terdata, dan akan dilakukan pada September 2020 ini yang akan dilakukan pendataan langsung oleh petugas SP 2020.

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  – Setelah dilantiknya kepengurussan Perbakin Kabupaten Musi Banyuasin beberapa waktu lalu, Pengurus Cabang  Perbakin Muba melakukan rapat  program kerja kepengurusan Perbakin Muba.

Dimana akan beraudiensi dengan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, Kapolres dan Dandim 0401 Muba, untuk menyampaikan program Perbakin Muba Kedepan.

“Kita akan  mendorong dan mengusulkan pembangunan lapangan tembak permanen dan refresentatif yang memiliki kapasitas dan kualitas lapangan tembak nasional atau internasional di Kabupaten Muba,” kata Ketua Perbakin Muba H Pathi, Rabu (26/08/2020).

Lanjut Pathi, Perbakin Muba juga akan melaksanakan tournamen menembak antar Perbakin Kota dan Kabupaten se-Sumatera Selatan, serta klub-klub dibawah naungan Perbakin Muba, setiap tahunnya.

“Program Perbakin Muba akan menyiapkan atau menjaring atlet atlet menembak propesio dimana akan di persiapakan untuk porprov atau kejuaran lain, diharapkan atlet menembak hasil dari Pembinaan Perbakin  Muba,” sambung Pathi.

Masih menurut Pathi, Perbakin Muba akan bekoordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Muba, untuk mengantisipasi atau penyalahgunaan senjata yakni senapan angin. “Nanti kita  menyebarkan himbauan kepada seluruh anggota club yang ada di Muba, untuk pendataan senjata angin milik kawan kawan yang gabung dalam club club atau yang komunitas dibawah naungan kita,” jelasnya.

Pathi pun berharap kepada kawan kawan atau masyarakat Kabupaten Muba yang hobi menembak, bisa membuat club-club atau komunitas menembak dengan bekoordinasi Perbakin Muba agar bisa dipantau.

“Silahkan untu kawan kawan dikabupaten Muuba untuk membentuk club-club , dan nanti dari club club tersebut kita ambil calon calon atlet menembak,” pungkasnya. 

Sumber : PALPOS.ID

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM  –
1.600 pelaku usaha berskala kecil di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, mendapatkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro atau BPUM yang merupakan upaya pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex, mengatakan nilai bantuan tersebut mencapai total Rp3,84 miliar di mana tiap pelaku usaha mikro mendapat Rp2,4 juta.  

“Muba mendapat jatah 1.600 pelaku usaha namun saya akan mengusulkan lagi penerima bantuan itu bisa ditambah lagi untuk 5.000 pelaku UMKM di Muba,” katanya, Selasa (25/8/2020).

Dodi mengatakan program bantuan diyakini dapat memulihkan perekonomian untuk pelaku UMKM di kabupaten tersebut.

“Upaya-upaya akan terus kita gencarkan demi pemulihan kestabilan perekonomian di Muba,” ujarnya. 

Dia menambahkan, selain menyalurkan BPUM, Pemkab Muba pun juga menyalurkan bantuan untuk pedagang kecil berupa sarana usaha, yakni 100 unit gerobak kuliner, 50 unit bentor untuk pedagang keliling, dan 500 unit timbangan standar tera untuk pedagang pasar. 

“Ini adalah program yang diinisiasi oleh Pemkab Muba yang memberikan sarana dan prasarana usaha seperti motor bentor untuk pedagang keliling yang biasanya memakai sepeda, dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan omset usaha dan naik kelas,” paparnya.

Sementara itu Pimpinan Bank BRI Cabang Sekayu, Elizabet Primasari, mengatakan Kemenkop UKM terus secara aktif bekerja sama dengan seluruh stakeholders, termasuk Himbara untuk menyalurkan Banpres Produktif Usaha Mikro (Banpres Produktif ) atau BPUM. 

Target total Banpres Produktif adalah 12 juta penerima manfaat, dan sudah mulai disalurkan sejak 17 Agustus 2020. 

“Dana Banpres disalurkan langsung ke rekening penerima BPUM di bank penyalur dan selanjutnya dapat dicairkan di bank penyalur setelah penerima BPUM melengkapi dokumen serta divalidasi oleh petugas bank,” katanya.

Nafsiah, seorang pedagang bumbu di Pasar Randik Sekayu, mengatakan bantuan tersebut akan digunakannya untuk modal usaha.

“Bantuan Presiden ini akan saya gunakan untuk penambahan modal usaha saya,” kata Nafsiah.

Begitu pula dengan Rianto, seorang pedagang sayur keliling dari Kecamatan Sanga Desa mengapresiasi atas bantuan sarana yang diberikan oleh Pemkab Muba.

“Setiap hari saya berjualan sayur keliling menggunakan sepeda, Alhamdulilah dengan adanya bantuan sarana berupa bentor dari Pemkab Muba saya sangat terbantu sekali,” katanya.

Sumber : sumatrabisnis.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bersama Jajaran Forkopimda menyambut Kunjungan Kerja Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (25/8/2020).

Dikatakan Pangdam II/Sriwijaya, tujuan utama dirinya mengunjungi Bumi Serasan Sekate ialah untuk mengecek kesatuannya yaitu Kodim 0401/Muba, sekaligus bersilaturahmi dengan Bupati Muba beserta Jajaran Forkopimda di Kabupaten Muba.

"Apapun itu program dari Bupati Muba, kami siap mendukung demi untuk mensejahterakan masyarakat. Kemudian juga saya berharap anggota dari kesatuan kami dapat menjadi penegak protokol kesehatan, membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,"ucapnya.

Jenderal Bintang Dua ini juga menyampaikan, bahwa untuk Karhutlah sendiri sinergi dengan Bupati Muba  bahwa pencegahan lebih diutamakan. Belajar dari tahun sebelumnya, tentu sudah ditetapkan titik-titik wilayah api agar jangan sampai kejadian seperti tahun kemarin.

"Saya sudah sampaikan dengan Bupati, bahwasannya pencegahan disini kita utamakan, kita lakukan sosialisasi ke masyarakat jangan membuka lahan dengan membakar hutan. Saya juga apresiasi atas dukungan Pemkab Muba menganggarakan alokasi dana yang besar untuk program TMMD, dua tahun yang lalu Kabupaten Muba terbesar di wilayah sriwijaya, nah mudah-mudahan tahun akan datang dapat jadi contoh terbesar di Indonesia, demi kesejahteraan masyarakat,"bebernya

Sementara itu Bupati Muba mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pangdam II/Sriwijaya ke Kabupaten Muba. Dirinya menyampaikan bahwa dari dulu hingga sekarang Pemkab Muba bersama Jajaran Forkopimda akan terus kompak, bersinergi untuk membangun Kabupaten Muba.

"Kami punya kekayaan SDA yang melimpah, baik itu di sektor gas, minyak dan perkebunan namun wilayah kami juga punya tantangan di musim kemarau biasanya terjadi Karhutlah, disini saya tegaskan saya tidak mau lagi biasanya, harus ada pencegahan lebih dini. Maka dari itu kami anggarkan alokasi dana lebih kurang 15 milyar untuk pencegahan dan pengendalian Karhutlah. Termasuk sarana dan prasarana serta biaya operasional TNI dan Polri dalam berjibaku di lapangan, sehingga bisa mengajak masyarakat jangan buka lahan dengan melakukan pembakaran,"pungkas Dodi.

Dodi juga menyampaikan, di tahun 2021 mendatang melalui program TMMD, Pemkab Muba akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan infrastruktur di daerah pelosok dan pedalaman dalam Kabupaten Muba.

"Kalau dua tahun lalu program TMMD di kita terbesar di wilayah Kodam II Sriwijaya, tahun depan InshaAllah kita terbesar di Indonesia, karena kami yakin dengan melibatkan TNI dan aparat desa serta rakyat setempat akan tercipta kemanunggalan masyarakat desa yang seutuhnya. Kami ingin mengajak persatuan NKRI untuk bersama Pemkab membangun desa dan masyarakatnya, memperkuat ketahanan ideologi, bukan hanya pembangunn fisik tapi juga pembangunan ideologi,"ucapnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos, Kapok Sahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Puji Cahyono SIP, Aspers Kasdam Ii/Sriwijaya Kol inf Efdal Nazra dan rombongan lainnya.
Kemudian dari Forkopimda hadir Dandim 0401 Muba Letkol ARH Faris Kurniawan SST MT, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK, Kajari Muba Suyanto SH MH, Ketua Pengadilan Agama Sekayu Korik Agustian SAg MAg, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Iriati Khoirul Ummah SH dan Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi. 

Muba, Infosekayu.com – Warga Teluk Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan sekitarnya baru-baru ini dihebohkan dengan penampakkan empat ekor buaya kuning yang bekeliaran di Sungai Batang Hari Leko. Diduga buaya tersebut keluar dari sarangnya dan berkeliaran untuk mencari makan.

Sulaiman (33) warga Desa Teluk mengatakan, yang pertama kali melihat reptile ganas tersebut yakni warga bernama Alif. “Waktu itu sekitar pukul 24.00 Wib tengah malam ketika Alif sedang ngarit/garat, (menangkap ikan). Tiba tiba terdengar suara kuwos-wos seperti suara sesuatu bernapas. 

Penasaran dengan suara tersebut,  lantas dilihatnya ternyata ada buaya keluar dari sungai. Melihat ada buaya Alif langsung berlari kedaratan,”Ungkapnya.

Lanjut Sulaiman, tiga malam kemudian warga yang rumahnya dibantaran Sungai Batang Hari Leko sekitar pukul 22.00 Wib, juga melihat seekor buaya keluar dari air dan disusul sekitar 3 buaya lainnya yang panjangnya diperkirakan 3- 4 meter. “Salah satu dari buaya mengalami luka dikepalanya penyebab lukanya kami tidak tahu. Dan menurut warga buaya tersebut kini sudah di sungai Desa Epil,”Tambah Sulaiman.

Kepala Desa Teluk Nuraidah menghimbau kepada warganya untuk berhati-hati kalau kesungai atau pelataran sungai karena buaya tidak hanya hidup disungai namun bisa didarat juga, walau demikian kita harus tenang dan kondusif,”Marilah kita menjaga diri kita sendiri, keluarga kita tentunya, jangan sampai ada korban jiwa mengingat buaya-buaya tersebut masih berkeliaran,”harapnya.

Sementara Kades Epil, Armedi mengatakan Semalam Selasa (11/8/ 2020) sekitar pukul 20 Wib melihat langsung lokasi dimana warga melihat buaya tersebut, setelah saya mencari informasi ternyata buayanya kecil. “Seperti anak buaya tapi biasanya ada induknya yang pastinya ukuran tubuhnya lebih besar, saya menghimbau seluruh masyarakat desa Epil, untuk selalu berhati hati kalau ke sungai,” Imbau Armedi.

Terpisah, Camat Lais Demoon Herdian Eka Suza SSTP MSI mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Lais sudah koordinasi dengan Pemerintah Desa agar menghimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi dan kurangi aktivitas disungai dan harus diwaspadai terhadap buaya yang muncul dan Pemerintah Kecamatan akan mengirimkan surat ke BKSDA Sumsel tembusan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba secepatnya. Jelas dia.  

Sumber : jurnalsumatra.com

Sekayu, Infosekayu.com  – Mengantisipasi gangguan keamanan disekitar lingkungan dan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Nomor 300/130/KESBANGPOL/2020 Tentang Pengaktifan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan PAM Swakarsa di Kelurahan dan Desa guna menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440/2014/Polpum perihal antisipasi pencegahan penyebaran Corona Virus Desease 2019. 

Camat Jirak Jaya Yudi Suhendra, SE, M.Si beserta Babinkamtibmas Polsek Sungai Keruh, Babinsa Jirak, dan Pemerintah Desa setempat, melaksanakan monitoring kampung, dengan melihat sejumlah pos ronda disetiap desa ataupun dusun dalam wilayah Kecamatan Jirak Jaya. 

“Ya, kami memanfaatkan malam di sabtu, untuk melakukan monitoring bersama dengan Babinkamtibmas Polsek Sungai Keruh, Babinsa Jirak, Pemerintah Desa setempa. Tentunya mengecek secara langsung kondisi sejumlah Pos Ronda atau Simkamling disejumlah desa,” terangnya Sabtu (17/7).

Dikatakan Yudi, diharapkan dengan aktifnya kembali Siskamling di lingkungan masyarakat. Menciptakan rasa aman, dan ketertiban, serta tingkat kesadaran masyarakat akan rasa aman itu sendiri. Selain itu, dengan Siskamling dapat meningkatkan rasa persaudaraan atau kekompakan antar tetangga.

“Banyak manfaat dari Siskamling sebenarnya, selain meningkatkan rasa aman. Bisa juga mampererat rasa peduli antar tetangga lingkungan itu sendiri,” bebernya. 

Dia juga menerangkan, bahwa pengaktifan kembali Siskamling sesuai dengan arahan Bupati Musi Banyuasin, khususnya pada tingkat desa. Khususnya, Kecamatan Jirak Jaya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pali. 

“Kami melaksanakan patroli disejumlah desa, salah satu satu Desa Talang Mandung, merupakan gerbang keluar masuk kendaraan darir arah Kabupaten Pali, Lampung dan beberapa daerah lainnya. Sehingga perlu dilakukan giat siskamling untuk meminimalisir gangguan kamtibmas di wilayah desa dan kecamatan,” tegasnya. 

Sebelumnya Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, keberadaan Siskamling tentunya untuk meningkatkan keamanan wilayah perkampungan hingga ke kawasan pedesaan, sehingga wajib bagi Lurah dan Kepala Desa di Kabupaten Muba untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan. 

"Hal ini juga bertujuan agar tetap terciptanya situasi dan kondisi yang tertib tentram dan aman di tengah masyarakat, terlebih dalam kondisi saat ini wabah Covid-19," ucap Dodi Reza.

Dodi juga meminta, dengan keberadaan siskamling agar dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait TNI, Polri dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Desease (Covid) 2019 apabila ada pendatang/pemudik utamanya dari wilayah zona merah.

"Kemudian, diimbau pada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya masa dengan jumlah banyak di tempat umum melalui berbagai upaya yang bersifat mendidik dan menimbulkan kepanikan masyarakat," imbuhnya.
 
Dodi menyebutkan, dengan diaktifkan kembali Siskamling nantinya akan turut andil mencegah meluasnya penularan wabah Covid-19 di Muba. 

"Sebagai bentuk antisipasi agar rantai penularan wabah Covid-19 terhenti di wilayah Muba,dan juga untuk mengamankan lingkungan dari hal hal yang tidak kita inginkan," pungkasnya. Kjs
Sungai Lilin, Infosekayu
Com - Saat ini Desa Sumber Rezeki, Kecamatan Sungai Lilin, Kab. Muba sedang dalam proses akuisisi data guna menyiapkan peta desa berskala besar sebagai rujukan untuk percepatan pembangunan desa dan kawasan perdesaan secara nasional hal tersebut disampaikan langsung oleh Drs. Apriyadi M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Jumat (10/07/2020)

Menurut Nya, peta desa itu dapat dimanfaatkan sebagai rujukan atau referensi bagi perangkat desa dan perangkat daerah  Kabupaten Musi Banyuasin yang sama-sama memiliki kepentingan membangun desa dalam upaya melakukan evaluasi dan inventarisasi potensi sumber daya yang ada di dalam desa itu sendiri sehingga informasi yang diperoleh dapat digunakan dalam kerangka pelaksanaan kebijakan yang tepat dan terukur, ungkapnya

Lebih lanjut Ia pun menyampaikan bahwa peta desa ini sangat strategis, apalagi kita memiliki Nawa Cita dengan prinsip membangun Indonesia dari pinggiran atau dari desa.

Kepala desa Sumber Rezeki, Sutiman,  mengucapkan terima kasih kepada tim utusan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( BAPPEDA) yang telah bekerja keras melaksanakan tugasnya dengan baik untuk kemajuan desanya.

"Insya Allah kami akan membantu keperluan di lapangan mengingat lamanya waktu pengerjaan semoga tim di beri kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama Sementara itu, Ediwan Sigit Santoso, S.Si. M.Si. mengatakan pembuatan peta desa itu akan menggunakan drone dengan resolusi tinggi mencapai 50 cm. Sehingga dengan data citra tersebut, peta yang akan dibuat berskala 1:5.000 akan tergambar secara mendetail mulai dari batas desa, maupun informasi tentang desa seperti jalan yang telah diaspal, masih berupa tanah atau batu, lahan perkebunan,  jembatan, rumah, hingga saluran air.

"Peta desa yang selama ini ada baru berupa sketsa dan tidak memiliki standar," kata dia.

Bahkan dari data  itu juga dapat dipetakan rumah yang layak telah layak huni maupun belum layak huni. Data sebuah rumah juga dapat dikembangkan dengan menambahkan data kepala rumah tangga, jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah, hingga jenis kelamin yang menghuni rumah tersebut beserta  turunan informasi-informasi lainnya yang berada di dalam desa itu sendiri.
"Sehingga dengan peta tersebut diharapkan dapat memberikan informasi dasar terkait kebutuhan desa yang masing-masing tidak sama, jelasnya 

Proses pengambilan data foto udara peta desa ini dimulai sejak Senin, 6- 12 Juli 2020.
Bersama Bapak Gerry Utama, S.Si. Rojaki, M.Pd. dan Ediwan Sigit Santoso, S.Si. M.Si. sebagai Tim Koordinasi Satu Data Muba mulai melakukan penghimpunan data peta desa yang didampingi langsung oleh Bapak Sutiman, Kades Sumber Rezeki dan jajaran Perangkat Desa Sumber Rezeki.

"Insya Allah penyusunan Peta desa ini akan bisa kita selesaikan kurang lebih 2 bulan ke depan untuk menuyusun peta," kata dia.

Pembuatan peta desa tersebut juga akan menjadi jalan keluar dari permasalahan penentuan batas administrasi  antar-desa yang hingga saat ini tidak kunjung selesai dan memerlukan waktu yang lama. Kjs
PALEMBANG,INFOSEKAYU.COM- Penjurian Event Pemilihan Kepala Daerah Inovatif 2020 Se-Sumatera Selatan yang diikuti Kepala Daerah di 17 Kabupaten/Kota resmi dimulai. Event yang digelar Kementerian Dalam Negeri yang bekerjasama dengan Media di Sumsel ini menjadi ajang untuk memotivasi Kepala Daerah di Sumsel meningkatkan kualitas dan potensi memimpin daerah masing-masing. 

Dalam kesempatan Penjurian Event Pemilihan Kepala Daerah Inovatif 2020 Se-Sumatera Selatan Secara Online Melalui Zoom Meeting yang juga diikuti Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA, Rabu (8/7/2020) di Mess Perwakilan
Musi Banyuasin di Palembang tersebut tampak dewan juri terpukau dengan capaian prestasi dan reward yang diraih Bupati Muba sejak satu tahun belakangan. 

Betapa tidak, dalam kurun waktu setahun belakangan Bupati Muba Dr Dodi Reza telah meraih 14 penghargaan di tingkat nasional baik dari Kementerian maupun Lembaga. Hal ini tidak terlepas dari program Pemerintah Kabupaten Muba yang menyasar di berbagai sektor. 

Turut menjadi Dewan Juri Event Pemilihan Kepala Daerah Inovatif 2020 Se-Sumatera Selatan tersebut yakni diantaranya Drs Matheos Tan MM (Kepala Balitbang Kemendagri) RI, Dr Ekowati Retnaningsih SKM MKes (Kepala Balitbangda Sumsel), Prof Dr H Didik Susetyo SE MSi (Akademisi Universitas Sriwijaya), dan Dr Azwar Agus SH MHum (Rektor Universitas Taman Siswa). 

"Capaian yang sudah diraih pak Bupati Muba Dodi Reza ini luar biasa, dan semuanya demi kontribusi positif ke warga Muba," ungkap Kepala Balitbang Kemendagri, Drs Matheos Tan MM. 

Menurutnya, mendengar dan melihat program-program yang telah di implementasikan Bupati Muba Dodi Reza tentu sarat akan inovasi dan prestasi. "Banyak sisi positif dan kontribusi yang dihasilkan dan tidak lain demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat," tuturnya. 

Sementara itu, Akademisi Universitas Sriwijaya yang juga turut menjadi Dewan Juri, Prof Dr H Didik Susetyo SE MSi menyebutkan terobosan inovasi Bupati Muba Dodi Reza utamanya dalam program jalan aspal karet sangat baik sekali dalam upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi petani karet. 

"Sebagaimana kita ketahui saat ini daya jual karet sangat anjlok, dan inovasi serta upaya Bupati Muba dalam menstabilkan perekonomian petani karet melalui program inovasi aspal karet menjadi harapan baru yang nyata," ucapnya.

Didik menambahkan, untuk di Sumsel, Kabupaten Muba bisa menjadi pilot project daerah yang telah mengimplementasikan inovasi yang berbasis komoditas.

"Dan ini sudah terbukti melalui terobosan inovasi program jalan aspal karet yang tentu berdampak positif untuk perekonomian petani karet dan kemantapan infrastruktur jalan," terangnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA memaparkan apa yang sudah dicapai Pemerintah Kabupaten Muba hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh OPD Pemkab Muba yang disupport warga masyarakat Muba. 

"Tentu inilah peran yang sangat besar sehingga memaksimalkan capaian-capaian Kabupaten Muba hingga saat ini," ucapnya. 

Dikatakan, terkait inovasi berbasis komoditas karet telah dimulai dirinya sejak Oktober 2018 lalu, dimana telah merealisasikan inovasi pembangunan infrastruktur jalan aspal karet di Desa Mulyorejo B4 Kecamatan Sungai Lilin. 

Kemudian, lanjut Dodi, atas keberhasilan inovasi tersebut Pemkab Muba diganjar reward oleh Kementerian PUPR, alhasil mendapatkan bantuan dana sebesar Rp20 Miliar yang kemudian dana tersebut diperuntukkan untuk melanjutkan pembangunan jalan aspal karet di beberapa lokasi.  

Sebagai lanjutan upaya peningkatan program inovasi aspal karet, Pemkab Muba juga menggarap pembangunan pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi. 

"Untuk alat operasional di support oleh pihak Pusat Penelitian Karet, sambil menunggu operasional berjalan Pusat Penelitian Karet juga akan melatih petani karet di Muba," tuturnya. 

"Pemkab Muba sudah menganggarkan untuk melanjutkan pembangunan jalan aspal karet di beberapa wilayah. Nah dengan adanya pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi ini akan menjadi lebih mudah realisasi pembangunan jalan aspal karet nantinya," tambahnya. 

Ia memaparkan, di Muba tercatat ada sekitar 337 ribu hektar lahan perkebunan karet yang 90 persen merupakan milik petani rakyat. "Kalau ini sudah berjalan, bayangkan saja akan ada ratusan ton karet petani yang terserap, dan tidak hanya karet dari Muba tetapi karet petani rakyat dari daerah lain yang ada di Sumsel bahkan juga dari luar Sumsel," tandasnya. 

Adapun capaian prestasi Pemkab Muba di tingkat Kementerian dan Lembaga di Pusat tahun 2019 lalu yakni diantaranya Penghargaan  Piala Adipura Kota Kecil Terbersih yang diberikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemkab Muba yang meraih Predikat B diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Penghargaan Dukcapil Hebat dari Kementerian Dalam Negeri, Penghargaan Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Penghargaan dan Piala Wahana Tata Negara dari Kementerian Perhubungan, Penghargaan Swasti Saba Padapa dari Kementerian Kesehatan, Penghargaan Sebagai Role Model Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori "Baik" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kemudian, Penghargaan atas Menyusun dan Menyampaikan Laporan Keuangan Tahun 2018 dengan Opini WTP dari Kementerian Keuangan, Penghargaan Swasti Saba Kabupaten Sehat 2019 dari Kemendagri dan Kemenkes, Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi 2019 dari Ombudsman RI, Penghargaan Dwijah Praja Nugraha dari Kemendikbud, Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dari Kemenkum-HAM, Penghargaan Indonesian Road Safety Award dari Kementerian PPN/Bappenas. Kjs
Jakarta, Infosekayu.com - Pemerintah kembali berencana melakukan redenominasi  alias penyederhanaan uang rupiah. Nantinya, penyederhanaan rupiah dilakukan dengan mengurangi tiga angka nol seperti Rp 1000 menjadi Rp 1.

Perlu diketahui rencana ini bukan hal baru, rencananya sendiri sudah dibentuk sejak Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia masih dijabat oleh Darmin Nasution. Setelah Darmin selesai menjadi Gubernur, Agus Martowardojo yang menduduki Gubernur selanjutnya makin menguatkan rencana redenominasi itu.

Kementerian Keuangan pernah mengeluarkan ilustrasi bentuk uang  redenominasi pada medio 2013 lalu. Dalam ilustrasi tersebut, terdapat dua mata uang rupiah dengan desain baru yang sudah disiapkan.

Mata uang tersebut yakni mata uang ketika masa transisi, di mana bentuk dan desain masih sama dengan mata uang saat ini yang berlaku namun jumlah nol-nya yang dikurangi.

Jika memang telah dipastikan tiga angka nol akan disederhanakan, maka mata uang masa transisi hanya menghilangkan tiga angka nolnya. Mata uang Rp 100.000 menjadi Rp 100 dengan desain yang sama. Begitu juga Rp 50.000 yang menjadi Rp 50 dan Rp 20.000 yang menjadi Rp 20 dengan desain dan bentuk yang sama.

Sedangkan mata uang setelah redenominasi desainnya akan berbeda. Namun warna dasar masih akan sama agar tidak membingungkan masyarakat.

Sebagai informasi, di tahun 2020 ini pemerintah kembali membuka wacana untuk melakukan redenominasi mata uang rupiah. Hal ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024.

Setidaknya ada 19 Program Legislasi Nasional Jangka Menengah Tahun 2020-2024 yang akan menjadi fokus Kemenkeu, salah satunya RUU redenominasi.

Sementara itu, ada dua alasan Kemenkeu menjadikan rencana ini masuk ke dalam program prioritas. Mengutip PMK 77 tahun 2020, Selasa (7/7/2020), berikut dua alasan tersebut:

a. Menimbulkan efisiensi perekonomian berupa percepatan waktu transaksi, berkurangnya risiko human error, dan efisiensi pencantuman harga barang/jasa karena sederhananya jumlah digit Rupiah.
b. Menyederhanakan sistem transaksi, akuntansi dan pelaporan APBN karena tidak banyaknya jumlah digit Rupiah. Kjs

Sumber : detikfinance

 

Lombok, Infosekayu.com - Sebuah video yang memperlihatkan perkawinan pasangan muda-mudi di Lombok Tengah, viral di media sosial.

Video itu memperlihatkan pernikahan sepasang pengantin, Yudi Anggata (24), warga Desa Braim, dan Helmi (20) warga Desa Jurit, Lombok Tengah.

Pasangan tersebut telah sah menjadi pasangan suami istri pada Jumat (3/7/2020).

Namun, terdapat keunikan dalam video yang viral itu. Mas kawin yang diberikan dalam pernikahan itu adalah sandal jepit dan segelas air.

Dalam video itu terlihat Yudhi yang mengenakan kemeja putih dan sarung merah beberapa kali mengulang pengucapan ijab kabul.

Sementara Helmi yang mengenakan busana merah muda duduk di sebelah kiri Yudhi. 

Saat dikonfirmasi Kompas.com, Helmi mengatakan, mas kawin segelas air putih dan sandal jepit itu merupakan permintaannya.

Perempuan yang merupakan model video klip lagu tradisional Sasak itu mengaku tak ingin memberatkan sang suami.

“Saya tidak mau menyusahkan suami saya dan keluarganya,” kata Helmi saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu (4/7/2020).

Setelah akad nikah, Helmi langsung meminum air yang berada di gelas keramik berwarna coklat tersebut.Sementara, sandal jepit yang merupakan mas kawin lainnya hendak dipajang.

Helmi mengaku tak punya alasan lain meminta sandal jepit sebagai mas kawin. Sekali lagi, ia mengaku tak mau menyulitkan suaminya.

Selain itu, ia ingin sandal jepit itu menjadi kenangan yang bisa dibagikan kepada anaknya nanti. (Kjs)

Sumber : kompas.com 

SEKAYU, PE- Seorang remaja berusia 15 tahun yakni Alex Saputra warga Dusun 7 Desa Babat Banyuasin Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel tewas di lokasi setelah menjadi korban tabrak lari mobil truk berwarna kuning di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang -Jambi Km 88.

Kasat Lantas Polres Musi Banyuasin, AKP Candra Kirana SH S. Ik MH mengatakan, peristiwa itu terjadi Kamis (2/7) sekitar pukul 15.45 WIB. Dimana, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Vino bernopol BG 2546 JAR dari arah Palembang menuju Jambi namun setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dijalan tikungan ke kiri arah jambi kondisi jalan tidak tembus pandang sehingga membuat korban melebar kearah kanan.

“Naas dari arah berlawanan datang truk dengan cepat, sehingga tabrakan merenggut korban jiwa tak terelakan, ” ungkap Candra.

Lanjut dia, bukannya stop truk tersebut yang tidak diketahui nopol hanya mengetahui warna mobil melaju kearah Palembang. Akibat kejadian tersebut pengendara kendaraan sepeda motor mengalami luka berat dan meninggal di tempat kejadian.

“Korban meninggal di tempat karena luka di kepala yang serius, ” katanya.

Sedangkan, kendaraan sepeda motor Yamaha Vino matic mengalami kerusakan depan lalu dibawa ke Pos Lantas Sukamaju Polres Muba. “Anggota mendapatkan laporan ada kecelakaan dan langsung menuju ke TKP, selanjutnya anggota langsung melakukan olah TKP, ” bebernya.

Selain itu perwira pertama ini menghimbau, bagi pengendara roda dua maupun empat untuk selalu memperhatikan rambu dan marka jalan serta mengurangi kecepatan bila di tikungan, mengingat kondisi jalintim sekarang sudah bagus dan mulus.

“Kita himbau, taati aturan lalulintas gunakanlah helm, ” pungkasnya. 

Sumber : palpres.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM-  Pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di era kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA yang terus digencarkan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan warga, namun juga keamanan dan kondusifitas. 

Terciptanya hal tersebut juga tidak dapat dipisahkan dari sinergi Forkopimda Muba serta komitmen warga masyarakat Bumi Serasan Sekate untuk menciptakan lingkungan Kabupaten Muba menjadi semakin lebih baik. 

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK mengatakan keamanan dan kondusifitas Kabupaten Muba semakin baik dan meningkat, hal ini terjadi selain peran serta jajaran anggota Polres Muba juga dikarenakan support dan konsisten Bupati Muba Dodi Reza Alex dalam upaya maksimal membangun daerah dan peduli kebutuhan rakyat Muba . 

"Kamtibnas di Muba ini semakin meningkat dan baik, justru sejak satu tahun belakangan ini Polres Muba beserta jajaran lebih banyak mengungkap kasus kasus  yang menganggu kamtibnas," ungkapnya di sela Upacara Secara Virtual dan Syukuran Dalam Rangka Memperingati Hari Bhayangkara ke-74 Tahun 2020 Polres Muba di Aula H Alex Noerdin Polres Muba, Rabu (1/7/2020). 

Lanjutnya, Polres Muba bersama jajaran Polsek di Muba juga telah berhasil mengungkap kasus narkoba. "Dalam waktu satu tahun terakhir ini setidaknya Polres Muba telah menggagalkan transaksi narkoba jenis sabu-sabu mencapai 4 kilogram lebih, serta ekstasi hingga seribu butir lebih," ungkapnya. 

Sementara itu, Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA yang dalam kesempatan tersebut menghadiri Upacara Secara Virtual dan Syukuran Dalam Rangka Memperingati Hari Bhayangkara ke-74 Tahun 2020 Polres Muba mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Muba yang terus berupaya maksimal menjaga ketentraman dan keamanan di wilayah Muba. 

"Saya apresiasi semua jajaran Polres Muba dibawah komando Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK sejak satu tahun belakangan yang banyak menorehkan prestasi dan menjaga kamtibnas di wilayah Muba," ucapnya. 

Dodi Reza menambahkan, ke depan pada Agustus-September merupakan puncak musim kemarau, untuk itu ia berharap peran serta yang maksimal dari jajaran Polres Muba untuk mencegah dan mengedukasi masyarakat Muba meminimalisir kebakaran hutan kebun dan lahan. 

"Kita akan menghadapi musim kemarau, tentu kokaborasi dan sinergisitas seluruh stakeholder di Musi Banyuasin akan lebih dimaksimalkan lagi untuk meminimalisir potensi terjadinya karhutbunlah," tegasnya.

Lanjutnya, dirinya juga bersama Pimpinan Forkopimda Muba juga telah membentuk Tim Avenger guna memaksimalkan upaya-upaya menjaga serta menangani bencana serta keamanan.

"Tim Avenger ini ada pak Dandim, Kapolres, Kajari serta unsur Forkopimda lainnya. Ini tim garda terdepan untuk menjaga dan melindungi warga Muba," tukasnya. 
Dalam kesempatan Upacara Secara Virtual dan Syukuran Dalam Rangka Memperingati Hari Bhayangkara ke-74 Tahun 2020 Polres Muba di Aula H Alex Noerdin Polres Muba, Bupati Muba Dodi Reza juga memberikan penghargaan kepada Jajaran Polres Muba yang berhasil mengungkap kasus dan mencapai prestasi sejak satu tahun belakangan, antara lain Satreskrim Polres Muba dengan prestasi ungkap kasus tindak pidana 365 di Kecamatan Sekayu, Kecamatan Bayung Lencir dan Kecamatan Babat Toman. Satresnarkoba Polres Muba dengan prestasi ungkap kasus penggagalan tindak pidana narkotika antara provinsi seberat 2 kg di Kecamatan Bayung Lencir dan Pengungkapan kasus narkotika jenis sabu 1 kg di Desa Pandang Dulang Kecamatan Lawang Wetan. Satlantas Polres Muba dengan prestasi Polisi Cilik terbaik se- Sumatera Selatan. Satsabhara Polres Muba dengan prestasi melaksanakan pengamanan dan penguburan korban Covid-19. Polsek Babat Toman dengan prestasi ungkap kasus tindak pidana 365 di Dusun Sungai Angit Kecamatan Babat Toman. Polsek Bayung Lencir dengan prestasi paling banyak mengungkap kasus pada tahun 2020 dan pengungkapan tindak pidana narkotika antara provinsi seberat 2 kg di Kecamatan Bayung Lencir. Polsek Plakat Tinggi dengan prestasi paling sedikit laporan polisi dan dapat menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Kecamatan Plakat Tinggi. (Kjs)

SEKAYU, lNFOSEKAYU.COM  - Dalam peringatan HUT Bhayangkara Ke–74 Tahun 2020, Kapolres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk memberikan Buket bunga (bouquet Flower) Kepada Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin di Kantor Pemerintah Kabupaten Muba, Senin (29/6/2020).

Menurut Kapolres Muba, pemberian buket bunga tersebut kepada Bupati Muba selain dalam rangka HUT Bhayangkara ke–74, juga sebagai ungkapan tanda cinta dan kasih dari Polri kepada Bupati Muba.

Kegiatan serupa ini, lanjut Kapolres juga dilakukan oleh para jajaran Polres Muba kepada Forkopimda Kabupaten Muba secara serentak yaitu mengirimkan buket bunga peringatan Ke–74 HUT Bhayangkara Tahun 2020 kepada Dandim 0401 Muba, Kajari Muba, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama Muba dan Ketua DPRD Kabupaten Muba.

“Semoga kehadiran kepolisian di Kabupaten Muba, menjadikan wilayah Muba menjadi tetap selalu aman,” ujar AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk didampingi jajaran Polres Muba lainnya.

Sementara itu, Bupati Muba mengucapkan banyak terima kasih kepada Polres Muba yang telah memberikan buket bunga ini sebagai tanda cinta dan kasih atas hubungan baik antara Polres Muba dan Pemkab Muba.

Semoga kedepan, kerjasama dan koordinasi terus berlanjut dan lebih intens lagi demi memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap masyarakat Kabupaten Muba. 

"Saya secara pribadi, serta atas nama Pemkab Muba dan masyarakat Kabupaten Muba, mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-74, semoga Polri sebagai bagian integral dari pemerintah semakin terdepan dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat Indonesia dalam masa Covid-19 yang kita hadapi sekarang ini. Jika Kamtibmas kondusif, tentu masyarakat akan semakin produktif", terangnya.
PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Minimnya kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi Tenaga Medis di luar Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuat keprihatinan bagi Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. 

Terlebih pada saat ini masih dihadapkan pada wabah Covid-19, karena kelengkapan APD bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di Muba mencukupi, Sabtu (27/6/2020) Bupati Muba Dodi Reza menyalurkan bantuan kelengkapan APD untuk tim medis di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP). 

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA mengungkapkan, sejak terjadi wabah covid-19 dirinya banyak mendengar cerita dan keluhan dari Tenaga Medis di Sumsel dan warga Muba yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Palembang karena tidak dibekali APD. 

"Kita banyak mendapatkan laporan dari warga Muba yang di Palembang dan daerah Sumsel lainnya mereka tidak dibekali APD saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit, tentu kami perihatin dengan kondisi tersebut," ungkapnya. 

Menurut Dodi, Pemkab Muba tidak hanya konsen dan fokus terhadap pelayanan kesehatan bagi warga Muba yang berada di wilayah Muba saja tetapi juga warga Muba yang ada di luar Muba tetap juga harus diperhatikan. 

"Apalagi RSUD Muhammadiyah Palembang yang menjadi RS Rujukan warga Muba utamanya warga dari Kecamatan Lalan, tentu kami Pemkab Muba tergerak untuk membantu kelengkapan APD bagi tenaga medis di RS Muhammadiyah Palembang," ucapnya. 

Lanjut Dodi, dengan bantuan yang diberikan semoga bisa sedikit mengurangi beban Tenaga Medis serta Tenaga Kesehatan di RS Muhammadiyah Palembang. "Semoga ini bermanfaat dan menjadi protect untuk terhindar dari wabah covid-19," harapnya.

Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr Pangestu Widodo mengucapkan terima kasih atas penyaluran bantuan kelengkapan APD sebagai bentuk antisipasi penularan wabah covid-19.

"Bantuan ini sangat bermanfaat dan berguna bagi Tim Medis, ini sangat luar biasa membantu kami jajaran tim medis RS Muhammadiyah Palembang," ungkapnya.

Dikatakan, saat ini RS Muhammadiyah Palembang terus melayani pasien terkonfirmasi covid-19. 

"Pasien terus bertambah, APD tentu menjadi kebutuhan utama untuk melindungi diri. Bantuan pak Bupati Dodi Reza sangat meringankan beban kami tim medis di RS Muhammadiyah Palembang," terangnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS merinci adapun bantuan kelengkapan APD dari Bupati Muba Dodi Reza yakni diantaranya Baju APD 50 Pcs, Masker N95 50 buah, Masker Medis 1000 Pcs, Face Shield 10 Pcs.

"Kemudian, Sarung Tangan Obgyn 100 Pasang, Sarung Tangan Steril 100 Pasang, Apron 500 Pcs, Tablet Desinfektan 100 Tablet, Softanol Botol 500 Ml 25," imbuhnya. 

"Semoga bantuan kelengkapan APD ini bermanfaat dan berguna serta tim medis di RS Muhammadiyah Palembang tetap semangat melawan wabah covid-19," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin juga didampingi Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP dan Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Muba Rangga Perdana Putra SSTP. (Kjs)
Polres Muba, Infosekayu.com - Sektor Sungai Lilin Resor Muba mengamankan seorang Pria yang diduga sebagai pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia akhirnya menyerahkan diri ke kantor kepolisian Sungai Lilin. 

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan korban meninggal dunia akibat luka bacokan dipunggung yang mengakibatkan korban tersungkur bersimbah darah," ucap Kapolsek Sungai lilin AKP HERNANDO, SH yang mewakili Kapolres Musi Banyuasin AKBP YUDHI SURYA MARKUS PINEM, S.ik  saat dikonfirmasi, Sabtu (20/06/2020) 

Sambung nando, Ia mengatakan juga pelaku bahwa pelaku yang merupakan residivis dalam kasus yang sama ini dan dijerat pasal 351 ayat (3). Pelaku sendiri bernama FEBRI CIPTADI (36) warga kelas. Sungai lilin Kec. Sungai Lilin. 

Sedangkan untuk Korban sendiri bernama Nanang als Nang boler (33) warga Kec. Sungai Lilin. 

Saat ini pelaku sedang dalam pemeriksaan guna di proses hukum lebih lanjut sesuai perbuatan yang dilakukan nya. 

Dikatakan nando, kejadian penganiayaan hingga korban akhirnya meninggal di rumah sakit itu terjadi pada jumat 19 juni 2020 jam 16.10 wib di kebun kelapa kel.Sungai lilin kec. Sungai lilin. 

Sebelumnya, pelaku yang sedang duduk di pondok menegur sapa korban saat itu melintas. Namun, korban justru tak Terima sehingga selanjutnya pulang mengambil golok dan menemui pelaku dirumahnya. 

"Aku tu la berusaha ngindar pak, tapi justru korban melempar goloknya dan mengenai kaki anak saya. Aku jadi emosi dan ngambil celurit pak, trus kukejar pas dio tersungkur kulanjakke" Ujar Pelaku saat di intrograsi. 

Korban langsung dibawa aparat kepolisian pos pol yang tak jauh dari kejadian ke rumah sakit, namun naas korban pun menghembuskan nafas nya di rumah sakit. 

Pelaku yang mengetahui korban meninggal dunia, akhirnya menyerahkan diri ke mapolsek Sungai lilin lima setelah kejadian yang di antarkan oleh keluarganya. Tutup kapolsek.(kjs)
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Muba secara massif terus dilakukan kali ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menghimbau seluruh perusahaan di Bumi Serasan Sekate untuk melindungi para pekerja dan menggelar uji Swab secara menyeluruh.

Hal ini berdasarkan Surat Edaran Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Nomor: SE-560/123/DISNAKERTRANS/2020 tentang kewajiban perusahaan menyediakan sarana dan prasarana bagi karyawan penderita Covid-19 di perusahaan, merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Ketenagakerjaan No: M/3/HK.04/III/2020.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Muba, Yusuf Amilin, melalui Kabid Hubungan industrial dan Kesejateraan Tenaga Kerja, Juanda, Senin (15/6/2020).

"Ya, sudah ada Surat Edaran yang dikeluarkan Bupati Muba mewajibkan perusahaan untuk menyediakan sarana dan prasaran, serta surat edaran terkait uji Swab," ujarnya.

Lanjutnya sehubungan dengan itu, perusahaan diwajibkan menyediakan fasilitas gedung sehat bagi karyawan, menyediakan alat pelindung diri bagi karyawan, memberikan vitamin serta kekebalan tubuh bagi karyawan, dan menyediakan obat-obatan bagi karyawan yang dinyatakan Covid-19.

Sedangkan untuk surat edaran No :560/213/Nakertrans/2020 tentang tes Swab bagi pekerja atau buruh. Dimana perusahaan diminta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Muba untuk melakukan tes Swab kepada seluruh para pekerja.

"Hasil uji Swab itu dilaporkan kepada Bupati Muba melalui Disnakertrans," imbuhnya.

Dikatkannya sejauh ini, sudah terdapat sejumlah perusahaan diberikan peringatan lantaran karyawan atau pekerjanya terpapar Covid-19. Peringatan itu diberikan kepada PT Manggala Alam Lestari beserta subkonnya PT Tri Putra Energi, serta PT Pertamina EP Asset 1 Field Ramba.

"Dalam surat peringatan itu, perusahaan diminta untuk meningkatkan pengawasan dalam pelaksanaan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19, serta membuat laporan berkala terkait hal tersebut dan dilaporkan ke Bupati Muba melalui Disnakertrans," pungkas Juanda.(kjs)

Makassar, Infosekayu.com- Ervina Yana yang hamil besar dan hendak bersalin harus berlapang dada. Sebab bayi yang dikandungnya meninggal setelah diduga ditolak beberapa rumah sakit di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Diansir dari kabar.news, Informasi dugaan penolakan rumah sakit untuk memproses persalinan Ervina berawal dari pesan yang tersebar di WhatsApp Grup Info Covid-19 Sulsel, pada Selasa (16/6/2020).


Dari sumber tersebut, bayi yang dikandung perempuan 30 tahun itu meninggal dunia setelah beberapa rumah sakit menolak dia bersalin karena tak mampu membayar biaya tes Swab (PCR) Covid-19.

Rumah sakit pertama yang dikunjungi adalah Rumah Sakit Stella Marris. Namun di sana, kata sumber tersebut, Ervina ditolak karena tidak mampu bayar Rp2,3 juta untuk tes swab.

Setelah ditolak di RS swasta tersebut, warga yang diketahui beralamat di BTN Kodam 3 Makassar ini menuju ke Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas) dan berharap bisa dilayani. Tapi, rumah sakit Unhas juga menolak melakukan tes swab.

 iketahui, pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait keharusan menjalani Rapid Test dan atau Swab PCR bagi perempuan yang hendak bersalin (melahirkan). 

Setelah dibantu beberapa rekannya, Ervina bisa dilayani di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda untuk bersalin dengan biaya tes Swab Rp600 ribu.

Owner RSIA Ananda, dr Fadli Ananda, membenarkan jika Ervina sempat mendapat tindakan medis di rumah sakit miliknya. Kata dia, sang pasien datang saat bayinya sudah meninggal dunia.


"Pasien masuk ke poliklinik obgin Selasa (16/6/2020) sekitar pukul 14.00 Wita untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan keluhan gerakan bayi tidak terasa sejak 1-2 hari yang lalu," kata dr Fadli melalui keterangan tertulisnya, Selasa.

Setelah pemeriksaan rapid test dilakukan, kata Fadli, diketahui Ervina positif Corona. Menurut Fadli, pasien tidak jujur mengakui bahwa dirinya positif berdasarkan hasil diagnosa cepat.


"Sesuai protokol covid. Maka pasien kami layani dan observasi sambil disiapkan rujukan ke RS Pusat Rujukan Covid dan dilakukan pemeriksaan Swab," tandasnya. Dalam dokomen medis yang diperoleh, Ervina Yana dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan yang dikeluarkan RS Stella Maris. (Kjs)

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Menjadi sebuah rutinitas di setiap tahunnya untuk dapat mengantisipasi musibah kebakaran hutan, kebun dan lahan dimusim kemarau, perlunya kewaspadaan semua pihak. Hari ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan Dandim 0401 Muba, Kapolres Muba, Ketua DPRD dan, instansi terkait lainnya, menggelar Apel dalam rangka menyiapkan kesiagaan personil dan peralatan untuk penanggulangan dan pencegahan menghadapi kebakaran hutan, kebun dan lahan tahun 2020 di wilayah kabupaten Muba, Jum’at (12/6/2020) bertempat di Halaman Mapolres Muba. 

Sebagai pemimpin dalam kegiatan apel tersebut Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, yang diwakili oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. Dalam Apel gelar pasukan pencegahan dan kesiapsiagaan kebakaran hutan, kebun dan lahan, Wabup Muba terlebih dahulu melakukan pengecekan pasukan. Selain itu juga disampaikan dalam sambutan nya mengucapkan terima kasih atas inisiatif nya yang telah di fasilitas oleh Polres Muba.

Berdasarkan prediksi terakhir terhadap kondisi cuaca oleh Stasiun Meteorologi, Klimatologi Dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, diperkirakan kemarau di tahun 2020 di Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin akan berlangsung mulai awal April hingga Oktober 2020, dengan kondisi suhu panas dan kering yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan.

“Adapun tingkat kebakaran di tahun lalu itu menjadi pelajaran untuk dalam menghadapi Karhutla di tahun 2020. Tidak menutup kemungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran yang salah satunya faktor manusia. Nah ini, sebagai tantangan bagaimana proses pencegahnya kebakaran hutan. Kita harus dapat meminimalisir Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di wilayah Kabupaten Muba. Lakukan patroli mulai dari kecamatan hingga ke desa-desa desa. Sering lakukan koordinasi yang lebih baik lagi, ketersediaan alat berat harus di siapkan sejak awal. Jika minim nya tingkat kebakaran itu terjadi maka dapat menjadi sebuah prestasi di Muba,” Ungkapnya. 
.
Ditegaskan kembali oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, yang diwakili oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, mengatakan untuk kesiapan dan kesiagaan daerah dalam mengendalikan kebakaran hutan, kebun, dan lahan harus dilaksanakan, diawasi pelaksanaannya dan terus dilakukan evaluasi.

 "Sebagaimana  sesuai rencana aksi yang dapat disimpulkan dari hasil Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri Pada Rabu 23 Januari 2019 Di Kantor Menkopolhukam RI di Jakarta yaitu, koordinasi pengendalian Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten. Yaitu mendorong penetapan siaga darurat lebih awal. Pengaktifan satgas, peningkatan upaya deteksi dini dan penyebarluasan informasi pengendalian, peningkatan patroli, pembuatan hujan buatan, peningkatan upaya manajemen gambut, peningkatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan", tambah nya. 

Sementara itu,  Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK menyampaiakan ada 4 metode dalam penanggulangan Karhutla yaitu, lakukan pencegahan harus dapat merubah mindset masyarakat, pemadaman titik api dengan tepat dan baik dan tidak dilewatkan adanya penegakan hukum. Selain itu Perangkat Daerah harus dapat berperan aktif, menyiapkan alat berat, yang paling penting sumber air nya. 

“Bersama padamkan api, bentuk sinergitas yang baik dalam menanggulangi dan pencegahan kebakaran hutan, kebun dan lahan di wilayah Kabupaten Muba,” Ucapnya.

Ditambahkan oleh Ketua DPRD Muba Sugondo sebagai Wakil Rakyat akan mendukung dan memberikan suport penanggulangan kahutla dalam pendanaan anggarannya. "Kami juga akan turut membantu menjelaskan kepada masyarakat," ungkap Sugondo. 

Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani, S.Sos menambahkan bahwa persiapan Personil di tahun ini dan akan membuat konsep lebih baik dari tahun kemarin. "Dan untuk sekarang sudah melaksanakan sosialisasi tentang larangan membakar hutan. Mudah-mudahan dapat mengantisipasi lebih awal", jelasnya.

Kepala Manggala Agni Operasi Daerah Muba Adi Nofriyansyah turut menjelaskan pihak menjelaskan tetap siap siaga seperti biasanya. Di tahun ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ada program TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) yang di mana kondisi sekarang masih hujan. 

“Sudah bekerja sama dengan TNI, Polri dan juga masyarakat desa untuk melakukan pencegahan didaerah-daerah rawan. Potensi Kebakaran Hutan untuk di Muba berdasarkan hasil pantauan kami khusus daerah yang rawan akan kebakaran itu ada potensi,” Pungkasnya. (Kjs)