Articles by "Info Duka"
Tampilkan postingan dengan label Info Duka. Tampilkan semua postingan

Jakartra, Infosekayu.com -  Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Rabu (25/3/2020).

Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia dalam usia 77 tahun. Sudjiatmi adalah ibu dari Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo. Ia lahir di Solo, Jawa Tengah pada 15 Februari 1943.

Bersama suaminya, Widjiatno Notomihardjo, adalah pedagang kayu dari Solo. Sudjiatmi ibu dari empat anak, yakni Joko Widodo anak sulung, disusul Iit Sriyantini, Titik Relawati, dan Ida Yati.

"Berita Duka:
Innalillahi wa innaillaihi rojiun
Eyang Notomiharjo, Ibunda Bapak Presiden wafat di Solo pkl 16.45 tadi. 
Mhn doanya semoga almarhumah husnul khotimah," demikian bunyi pesan melalui whatsapp.

"Mohon doanya semoga almarhumah husnul khatimah," ujar Budi, yang pernah menjadi Ketua Umum Relawan Pro Jokowi ini. Hal ini kemudian dibenarkan oleh Wamendes Budi Arie Setiadi."Iya benar ibunda bapak presiden meninggal dunia sore ini," kata Budi Arie memastikan.

Budi Arie adalah relawan Pro-Jokowi (Projo) sebelum menjabat Wakil Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia.  

Informasi ini dikonfirmasi oleh salah satu staf khusus Presiden, Angkie Yudistia.

"Iya betul, saya juga mendapatkan info tersebut dari sekretaris pribadi Bapak (Jokowi)," ujar Angkie pada Rabu sore.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie.

Budi menyampaikan hal ini melalui pesan tertulis yang diterima wartawan pada Rabu sore. (Kjs)


Muba, Infosekayu.com –  Nasib naas dialami Zumarik (30) warga Desa Wonorejo Kecamatan Bayung Lencir. Zumarik harus kehilangan  nyawa akibat tersenggol Jeratan untuk mengusir hama Babi yang dialiri arus listrik di milik warga setempat yang bernama Sukoyo Desa Mendis Kecamatan Bayung Lencir.

Zumarik ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (17/2/2020) dikebun milik  Su Sukoyo.

Kapolsek Bayung Lencir AKP Jon Roni Hasibuan, mengatakan, korban bersama rekannya Sunarto berboncengan mengendarai sepeda motor dari Desa Wonorejo untuk berburu mencari burung di kebun sawit Desa Mendis Jaya Kecamatan Bayung Lencir, Muba.

“Keduanya berangkat Ahad (16/2/2020) sore, setibanya di lokasi, korban menyuruh Sunarto menunggu di motor sementara korban sendiri masuk ke dalam kebun untuk berburu mencari burung,”Ujar Roni.

Sampai tengah malam, sambung dia, korban yang ditunggu rekannya Sunarto tidak kunjung kembali. Sunarto pun curiga dan meminta pertolongan warga sekitar untuk membantu mencari rekannya. Pencarian pun dilakukan dan baru membuahkan hasil esok paginya, dimana korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

“Kita sudah lakukan olah TKP, hasilnya ditemukan luka bekas sentrum di bagian tangan kanan dan jari tangan jempol kiri dan jari kaki jempol kanan bekas kena sentrum. Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD bayung Lencir, pihak keluarga sendiri menolak dilakukan autopsi lalu jenazah korban kita serahkan kepada pihak keluarga,”Terang dia.

Dijelasknnya, selain melakukan olah TKP, pihaknya juga melakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan sejumlah saksi termasuk pemilik kebun. “Masih kita lakukan penyelidikan,” Tegas Kapolsek.

Sementara itu, Sekdes Mendis Jaya, Catur mengatakan korban merupakan warga desa Wonorejo. “Diduga dia berburu mencari ayam hutan, kesetrum alat setrum babi, pemilik alat setrum kurang tahu siapa,” Jelasnya. (Kjs)


Lombok, Infosekayu.com- Gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas, Minggu (5/8/2018).

Tercatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. Ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang aman,  Senin dini hari (6/8/2018) pukul 02.30 WIB.

Daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.


Di saat penanganan darurat dampak gempa 6,4 SR masih berlangsung, terutama di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, tiba-tiba masyarakat diguncang gempa dengan kekuatan yang lebih besar. Masyarakat panik dan berhamburan di jalan-jalan


Bangunan dan rumah yang sebelumnya sudah rusak akibat gempa sebelumnya menjadi lebih rusak dan roboh. Apalagi ada peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panic dan trauma sehingga pengungsian di banyak tempat.

Korban luka-luka banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Selain itu gempa susulan terus berlangsung. Hingga 5/8/2018 pukul 24.00 WIB terjadi 80 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil.


BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tadi adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran. Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan. (Edp)


Palestina, Infosekayu.com-. Masalah listrik padam di daerah di Indonesia ternyata belum seberapa parah. Masalah listrik sudah tak terselesaikan lagi. Rakyat Palestina, terlebih di Jalur Gaza, harus merasakan gelapnya setiap malam. Saat bersahur pada Bulan Suci Ramadhan 1439 H/2018 sekarang ini mereka hanya bisa meraba-raba: sama sekali tak ada penerangan.

"Kaum penjajah Israel menghidupkan listrik saat rakyat Palestina tidur, dan memadamkan listrik saat mereka bangun. Setiap hari mereka rasakan," kata Ulama Palestina Syaikh Yahya Al Nadjar kepada Republika saat muhibah Ramadhan ke Lampung seusai Shalat Zuhur di Masjid Al Mujahidin Rawa Laut, Bandar Lampung, Kamis(24/5).

Lulusan Universitas Islam Gaza itu mengatakan, rakyat Palestina masih harus bersabar atas kelakuan penjajah. Jalur Gaza terus mengalami blokade dalam waktu yang lama. Di perairan lautnya sudah dijaga kapal perang Israel, sedangkan di darat sudah dikepung tank-tank canggih, dan di udara pesawat-pesawat tempur hilir mudik.

"Jalur Gaza ada dua pintu (akses ke luar), pertama pintu menuju Israel yang tidak pernah dibuka sama sekali dan dijaga ketat tentara Israel. Sedangkan pintu kedua menuju Mesir, yang jarang dibuka. Pintu Mesir dibuka hanya dua atau tiga kali dalam dua bulan," tutur ulama Gaza berusia 22 tahun tersebut.

Setiap hari rakyat Palestina mendapat tekanan, tidak hanya kaum lelaki dan pemuda, tetapi juga sudah menyasar kepada kaum wanita dan anak-anak. Muslimah dan anak-anak tanpa senjata tetap saja ditindas seperti penjahat, padahal apadaya mereka melawan lima sampai 10 orang tentara penjajah bersenjata lengkap.

Beberapa waktu lalu, rakyat Palestina menggelar aksi damai 'Pulang ke Kampung Halaman'. Gerakan damai tersebut ternyata rakyat Palestina di Gaza disambut gempuran dari tentara Israel. "Sebanyak 112 orang meninggal, dan bahkan ada anak bayi usia delapan bulan juga menjadi korban serangan gas beracun yang ditembakkan penjajah," ungkap Syaikh Yahya yang menyelesaikan studinya di Universitas Islam Gaza dalam waktu tiga tahun.

Padahal, gerakan atau aksi damai Rakyat Palestina di Gaza hanya menuntut hak mereka sebagai warga negara berdasarkan keputusan PBB Nomor 194, yang mengharuskan rakyat Palestina pulang kampung ke tanah kelahiran mereka. Menurut Syaikh Yahya, keputusan PBB tersebut belum pernah dijalani. Namun yang diterima warga Gaza, rumah-rumah mereka digempur dan hancur tanpa tersisa lagi.

Rakyat Palestina di Gaza harus menderita lama. Selama 11 tahun dalam penguasaan penjajah, tercatat tingkat kemiskinan mencapai 80 persen, dan yang berada di bawah garis kemiskinan sudah mencapai 65 persen. Mereka sekarang hidup tanpa rumah dan tanpa tempat bernaung. Semua sudah digempur penjajah.

Sedangkan kilang-kilang bahan bakar untuk menggerakan turbin listrik 80 persen sudah ditutup. Mereka krisis listrik, pemadaman lebih sering. "Listrik hanya menyala ketika mereka tidur, dan mereka bangun listrik sudah mati," tuturnya.

Kondisi terparah lagi di Palestina terlebih di Jalur Gaza , warganya tidak dapat lagi air bersih untuk minum. Pasalnya,95 persen air yang masih tersedia sudah tercemar zat beracun. "Karena tidak ada air terpaksa mereka mengkonsumsinya juga. Jadilah ada anak-anak dan banyi terkena penyakit," ujar dosen di Universitas Islam Gaza.

Rakyat Palestina sekarang masih mempertahankan tanah sejengkal lagi. Sejak tahun 1947 rakyat Palestina menguasai Tanah Airnya. Sedangkan pada periode 1949 1967, separuh wilayah Palestina sudah dikuasai penjajah Israel. Dan tahun ini 2018, tanah Palestina tinggal secuil yang masih bisa dipertahankan warganya. Yakni di Jalur Gaza, dan Masjid Al-Aqsa.

Di Komplek Masjid Al-Aqsa lebih parah lagi belakangan ini. Syaikh Yahya menuturkan, tentara Israel sudah berani masuk di dalam masjid bersama kaum perempuan Yahudi-nya. Mereka memblok tempat shalat kaum muslimin. Semua pintu masuk di jaga tentara, sehingga menyulitkan umat untuk masuk masjid.

"Namun karena syariat Allah, umat Muslim Palestina tetap menjalan shalat berjamaah meski di jalan rayat yang mendekati Masjid Al-Aqsa. Meskipun dalam pengawalan ketat tentara Israel," kata Syaik Yahya yang sedang menjalani studi S-2 di Universitas Islam Kebangsaan Malaysia.

Di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Syaikh Yahya menyatakan rakyat Palestina dan sekitarnya tidak banyak meminta kepada umat Muslim sedunia. Di saat kaum muslimin di berbagai negara termasuk di Indonesia yang menjalankan ibadah puasa, baik berbuka dan bersahur dengan lampu listrik dan penerangan yang cukup terang benderang, mereka hanya meminta dan memohon doanya.

"Bagi kita selaku Muslim mereka memohon mendoakan saudara Muslim di sana dalam shalat dan sujud kita. Semoga mereka diberikan kesabaran dan ketabahan menghadapi hal itu. Terus melakukan share (berbagi) berita Palestina ke berbagai media sosial agar masyarakat dunia tahu bahwa rakyat Palestina sedang mengalami sebuah kesedihan," ajaknya.

Bantuan pangan dan sandang dari negara Indonesia yang disalurkan lembaga-lembaga kemanusiaan seperti Aksi Cepat Tanggap atau ACT menjadi dorongan semangat rakyat Palestina untuk tetap istiqomah melawan penjajah. "Bantuan pangan dari Indonesia di Palestina tetap terdepan dari negara lain. Termasuk aksi damai membela Palestina yang dilakukan di Monas beberapa waktu lalu," jelasnya. (Edp)





Palembang, Infosekayu.com- Peristiwa tabrakan dua speedboat ‘Rahendra Putra’ dan speedboat 40 PK ‘Lima Saudara’  di perairan Sungai Musi tak jauh dari Jembatan Ampera dan Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu (30/5/2018), pagi, meninggalkan cerita tersendiri buat para penumpang yang berhasil selamat dari maut.

Salah satu penumpang speedboat ‘Rahendra Putra’ yang selamat, Edi Sucipto (33) mengungkapkan, istrinya, Ponima (15) dan dua anaknya Reni (15) serta Reki (6) nyaris hanyut terbawa arus saat kejadian. Sesaat setelah tabrakan, seluruh penumpang di dalam speedboat langsung tercebur ke dalam Sungai Musi. Namun ada beberapa penumpang speedboat yang terjebak di dalam kapal, hingga membuat mereka berupaya untuk menyelamatkan diri.
“Saya langsung pecahkan kaca kapal dari samping. Anak saya sama istri langsung saya tarik bawa keluar,” kata Edi ketika berada di RS AK Gani Palembang.
Para serang (sopir) speedboat yang berada di sekitar lokasi kejadian, berupaya menyelamatkan para penumpang dari speedboat ‘Rahendi Putra’ dengan memecahkan atap kapal menggunakan alat seadanya.
“Seluruh speedboat yang ada di sekitar tadi langsung mengelilingi kapal kami untuk evakuasi. Atap kapal dipecahkan untuk menyelamatkan penumpang di dalam,” ujarnya.
Diungkapkan Edi, para penumpang di speedboat yang dia naiki itu semuanya berasal dari jalur 14, Kabupaten Banyuasin.
Karena merasa sudah biasa menaiki speedboat tanpa pengaman, para penumpang pun tak memakai alat keamanan seperti pelampung dari serang kapal.
“Kami sudah biasa naik speed seperti ini (tanpa pelampung). Jadi yang memang tidak pernah pakai,” ujarnya.
Sementara itu, Suef, seorang saksi mata kecelakaan mengatakan, ia bersama rekan-rekannya sempat berupaya menyelamatkan para korban yang sudah terseret ratusan meter dari sungai.
“Kami langsung turun naik speedboat menuju lokasi kejadian. Para korbannya ini terseret arus ke berbagai sisi,  jadi semua orang tolong menolong selamatkan korban,” jelasnya saat ditemui di dermaga 10 Ulu Palembang.
Namun, nasib naas terhadap empat penumpang lain yang telah jauh dibawa arus sungai. Menurut Suef mereka hanya berhasil membawa dua jenazah penumpang yang tewas. Sementara dua lagi telah terseret arus.
“Yang dua itu terbawa arus jauh sekali, tidak sempat tertolong lagi,”ucap Suef.
Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Imam Thobroni mengatakan, dua orang penumpang tewas yakni merupakan pasangan suami istri atas nama Sumali (50) dan Sukatmi (49), asal Desa Rejosari Muara Sugihan jalur 14 Banyuasin, Sumsel. Sementara dua yang dinyatakan hilang bernama H Hamid dan istrinya Zubaidah, kini masih dalam pencarian.
“Kedua serang Speedboat tengah kami periksa untuk penyelidikan,” ujar Imam.
Dari pemeriksaan sementara, kecelakaan bermula ketika speedboat 40 PK merk ‘Rahendi Putra’ datang dari jalur 14 Banyuasin dan hendak bersandar di dermaga Bekangdam II Sriwijaya, Palembang. Namun di saat yang bersamaan speedboat 20 PK merk ‘Lima Saudara’ yang dikemudikan Dumyati datang dari demaga 16 Ilir langsung menyalip secara mendadak, hingga posisi bagian depan speedboat langsung dihantam.
“Kedua speed sama-sama tidak lihat. Karena speed yang besar terkejut, langsung terbalik,” kata Imam, saat dikonfirmasi.
Sebanyak 35 penumpang yang dibawa oleh speedboat Rahendi Putra sempat tenggelam karena terbawa kapal.
“Para serang speed dilokasi sempat menolong para korban. Tetapi dua dinyatakan hilang dan dua lagi dinyatakan meninggal,” ujarnya. (Edp)



Infosekayu.com- Sebanyak 5 polisi gugur setelah disandera napi teroris di Mako Brimob. Mayoritas korban tewas dibacok di bagian leher.
“Yang jelas, dari 5 rekan-rekan yang gugur, mayoritas luka akibat senjata tajam di leher. Saya ulangi, akibat senjata tajam di leher. Luka itu sangat dalam,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen M Iqbal.

Pernyataan tersebut disampaikan Iqbal dalam jumpa pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Dia didampingi Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.
Iqbal menyebut mayoritas korban mengalami luka akibat senjata tajam di leher bagian belakang. “Seperti luka dibacok,” katanya.

Selain itu, polisi yang gugur rata-rata mengalami luka di sekujur tubuh. Ada juga yang mengalami tembakan di kepala.
Hingga saat ini, sudah 24 jam lebih, masih ada satu polisi yang disandera para napi teroris. Korban penyanderaan adalah Bripka Iwan Sarjana, anggota Densus 88 Antiteror.

Iqbal meminta doa dari masyarakat agar penyanderaan ini segera berakhir dan korban selamat. Proses negosiasi masih berlangsung. Polri mengedepankan upaya persuasif agar korban bisa diselamatkan. Dia juga menyatakan Polri berduka atas gugurnya 5 anggota Polri tersebut.

Sebelumnya, lima orang anggota Densus 88 Antiteror mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Pemberian kenaikan pangkat itu diputuskan Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui Surat Telegram tanggal 9 Mei 2018.

Kelima anggota Polri yang mendapat penghargaan, yakni Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas.

“Empat dari satuan khusus Densus 88 Anti-teror dan satu yakni Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiaji dari Polda Metro Jaya yang juga tergabung dalam Densus 88,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Kabaharkam Polri, Depok. Kelima anggota Densus 88 itu sebelumnya sempat disandera oleh para napi terorisme di Mako Brimob Kelapa Dua. (Edp)



Sekayu, Infosekayu.com- Ibu Lilis Warga Kayuara yang bebrapa bulan lalu sempat menjadi bahan perbincangan karena menderita jantung bocor selama kurang lebih 8 tahun akhirnya menghembuskan nafas terakhir   selasa, (2/05) pukul 15.00 di Rumah Sakit Umum Moehamad Husein Palembang.

Kepergian Ibu Lilis membuat duka mendalam bagi suami, anak dan sanak keluarga.
Duka mendalam juga dirasakan pihak-pihak yang selama ini menaruh perhatian terhadap kondisi Ibu Lilis semasa hidupnya. pihak keluarga dan pemerintahan setempat telah melakukan berbagai upaya untuk kesembuhan almarhumah ibu lilis namun Allah lebih berkehendak lain.

Sebelum Meninggal dunia, sebagaimana dilansir tim infosekayu.com, Almarhuma ibu lilis sempat di rawat di RSUD Sekayu namun karena kondisinya tak kunjung membaik akhirnya ibu dilarika ke Rumah Sakit Moehamad Husein Palembang.

Suami Almarhuma bu lilis (Nizar) menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu upaya penyembuhan istrinya itu, memohon maaf bila ada kesalahan dan  sudah mengikhlaskan  kepergiannya. "terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami sekeluarga dan kami sudah mengikhlaskan kepergiaanya karena semua sudah menjadi kehendak Allah Swt. pungkasnya "

Almarhuma meinggalkan anak semata wayangnya (Rizky Hidayatullah) yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar tepatnya di SD N 1 Kayuara. Jenazah Almarhuma ibu lilis akan dikebumikan hari ini pukul 10.00 Wib di TPU Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu. hadir juga Kasat Binmas beserta rombongan untuk menghantarkan Almarhuma ke peristirahatan Terakhirnya. (im)
Palembang, Infosekayu.com– Kabar duka datang dari Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin. Ibu Mertua Gubernur Sumsel yakni Alm Hj hamsiah atau Ibunda dari Eliza Alex berpulang ke Rahmatullah Minggu (25/03) siang tepatnya pukul 13.15 WIB di Rumah Sakit Charitas Palembang.

Ibunda Eliza Alex bernama Hj Hamsiah menghembuskan nafas terakhirnya di umur 86 tahun dikarenakan sakit. Rencanannya almarhumah akan dikebumikan besok pagi di TPU Kebun Bunga sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan pantauan dari rumah duka di Griya Agung Rumah Dinas Gubernur Sumsel, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sumsel tampak silih berganti berdatangan untuk melayat. Tampak pula hadir Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib, Sekda Muba, Penjabat Walikota Lubuk Linggau, dan Direktur Utama Bank Sumsel Babel, M Adil.

Karangan bunga sebagai tanda ikut berbela sungkawa dari kolega dan keluarga pun terlihat memanjang di lokasi. (im)

INFOSEKAYU.COM- Gubernur Sumatera Selatan baru saja melantik Pajama Sementara (PJS) untuk beberapa Kabupaten / Kota yang melakukan Pemilihan Kepala Daerah.  Namun, baru saja dilantik kabar duka pagi ini membuat gempar publik.  Yakni, PJS Walikota Pagaralam, H Amsin Djauhari dikabarkan meninggal dunia. 

Kabar itu disampaikan Karo Humas Pemprov Sumsel Teddy Meilwansyah, ketika dikonfirmasi ia menyebutkan Amsin meninggal dunia ketika usai memberi sambutan.
Namun saat ini masih terus menelusuri sakit apa yang menimpa mantan Karo Otonomi Daerah dan Pemerintahan Sumsel itu. 

Sebelumnya diketahui, Amsin mengaku mendapatkan tantang dari Mabes Polri terkait jabatan yang ia emban.  Lantaran, Pagaralam disebut salah satu penyelenggara pilkada yang yang berpotensi rawan pelanggaran.
Bahkan berada diurutan keempat se-Indonesia dengan indikasi kerawanan dari persaingan masing-masing calon.

"Kita semua tahu dengan kabar tersebut. Dan ini saya anggap tantangan bagi saya bahwa hal itu tidak benar,"ungkap Amsin
Ia mengatakan, saya yakin bahwa Pilkada Kota Pagaralam akan terselenggara dengan aman,Kondusif serta berjalan dengan lancar sesuai dengan tahapan,karena Pagaralam pernah melaksankan pilkada dengan kandidat yang lebih banyak jumlahnya dibanding dengan pilkada 2018 mendatang.

"Jangankan enam calon, sembilan calon saja pilkada Pagaralam termasuk pilkada paling aman ditahuj 2013 lalu," tegasnya.
Dikatakannya lagi, dirinya tetap akan berkoordinasi dengan baik dengan pihak terkait seperti Polres,TNI serta Jaksa untuk menjaga kambtimas menghadapi Pilkada Kota Pagaralam.

"Karena kita ingin menunjukan serta membuktikan bahwa pernyataan Mabes Polri itu tidak benar dan tidak terjadi di Kota Pagaralam," kata dia.
Selaku Pjs yang memegang wewenang, ia meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pagaralam untuk tetap mebjaga netralitas dan tidak berpihak dalam memberikan dukunga kepada masing-masing calon.
"Kalapun ditemukan ASN yang berpihak dengan paslon maka tetap akan diberikan tindakan sesuai dengan undang-undang ASN," tegas Amsin. (Edp)





InfoSekayu.com- Atap selasar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) roboh diduga tak dapat menahan beban ratusan orang yang ada diatasnya, Senin (15/1/2018) sekitar pukul 12.10. Diantara ratusan orang yang menjadi korban luka-luka, puluhan diantaranya merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma Palembang.
Berdasarkan informasi, sebelum kejadian lantai selasar tersebut memang tengah dipenuhi oleh para mahasiswa yang tengah melihat suasana dari aktifitas di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Sekitar pukul 12.10 WIB, atap Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk. Para
korban akibat kejadian ini dilaporkan telah dievakuasi ke luar gedung. Ambulans langsung bersiaga di lokasi untuk mengevakuasi korban. Sembilan korban akibat insiden ini dilarikan ke RS Mintoharjo, Jakarta Pusat.

Reruntuhan menimpa para korban yang sebagian merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang yang sedang melakukan kunjungan ke BEI.
Robohnya atap gedung menimbulkan kepanikan pegawai dan pengunjung gedung BEI. Dari foto-foto dan video yang beredar, insiden itu menyebabkan kerusakan di lobby gedung tower 2. Puing dilaporkan menimpa sejumlah orang yang sedang berada di tempat kejadian
Dilaporkan para korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit.
(Edp)


Musi Rawas, Infosekayu.com - Tim Sar BPBD Musi Banyuasin turut membantu mencari korban tenggelam di Kabupaten Musi Banyuasin yang belum ditemukan sejak 7 hari belakangan ini (26/10).
selain Tim SAR dari sekayu, keluarga juga mengerahkan Tim SAR dari Palembang sebanyak 2 truk dan ada juga Tim Sar Dari Lubuk Linggau.

Komandan Tim Sar Alpikar SH bersama dengan Komandan Lapangan Arya Tabrani langsung menyusuri sungai musi.

Menurut Alpikar kesulitan pencarian korban disebabkan oleh faktor lokasi yang tidak mendukung dan banyaknya sampah di sekitar sungai musi. "Prediksi sementara dengan Pertimbangan besar itu diyakini 60% korban tersangkut, Kalo hanyut hanya 40%" katanya.

Tambahnya dari pengalaman biasanya jika korban yang hilang di musi rawas kemungkinan ditemukan 9 ,12, bahkan sampai 15 hari

Selain itu telah   ada juga yang menyatakan bahwa ririn ditahan oleh penghuni air, bahkan ada beberapa orang pintar juga membantu mencari ririn, warga setempat juga berbondong bondong ke tepi sungai guna membaca yassin agar berharap ririn segra ditemukan.

Diketahui korban hilang tersebut adalah Ririn binti ruslan (11) warga Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, remaja putri ini awalnya mandi disungai bersama dengan teman-teman sekolahnya namun saat diketahui oleh temannya tidak kunjung keluar dari dalam air, teman ririn pun langsung pulang memberitahukan ke pihak keluarga, nahas korban tidak ditemukan saat dicari oleh warga.(im)
Cici Lestari Semasa Sekolah
Sekayu, Infosekayu.com – Duka saat ini tengah menyelimuti MAN 1 Musi Banyuasin, pasalnya salah seorang siswa atas nama Cici Lestari siswa kelas X IIS 2, yang sebelumnya mengalami masa-masa kritis dirumah sakit Umum Daerah Sekayu, pasca kecelakaan yang dialaminya beberapa waktu lalu, kini menghembuskan nafas terakhirnya, Sabtu (26/11).
Cici Lestari yang dikenal merupakan anak yang aktif dan lincah, hal ini yang membuat kepergian cici menimbulkan duka terdalam bagi teman-temanya dan Keluarga. Keluarga cici sangat terpukul atas kejadian yang menimpanya.

Kepsek MAN 1 Musi Banyuasin Ruslaini SPd MPd melalui Waka Humas Komarindang, S.Pd.I mengatakan bahwa bukan hanya dirinya namun MAN 1 merasa kehilangan, karena itu dirinya mengajak siswa-siswi  yang lain untuk mendoakan Cici.

Disamping itu dirinya juga berpesan dan meminta agar anak-anak dapat lebih berhati-hati lagi dalam berkendara, ia juga mengatakan bahwa kepergian Cici sama halnya seperti jihad Fisabilillah. “Anas bin Malik berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, Barangsiapa keluar (pergi) mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga kembali, HR Tirmidzi”, Kutip Komar. (jik/Tim TSj MAN 1 Musi Banyuasin). (im)

Bayung Lencir,Infosekayu.com - Kebakaran hebat terjadi di Pasar Baru Kelurahan Bayung Lencir, Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Rabu (22/11/2017) pada pukul 06.30 WIB.
Bedasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, api pertama kali muncul dari rumah milik A Dungcik (50) biasa dipanggil ade yang berbentuk bedeng dua pintu juga dihuni oleh Riansyah (31),dimana saat itu rumah tersebut dalam keadaan kosong,api terlihat muncul pada bagian dinding rumah,dan menyambar dapur rumah milik ujang (50).Api begitu cepat menyambar karena kedua rumah berbahan kayu.
"Aktifitas memasak tidak ada kami sedang tidak ada dirumah lampu-lampu sudah kami padamkan penggunaan api intinya tidak ada,ijazah surat-surat berharga,harta benda kami habis terbakar" ujar Ade.
Medi (23) Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut mengaku tidak mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran "tiba- tiba ada asap hitam yang keluar dari rumah milik ade begitu cepat api membakar rumah."Api begitu cepat, kami spontan kaget dan berusaha memadamkan api," ujarnya.
Api baru bisa dipadamkan pada pukul 09.00 WIB, berkat bantuan warga,Pemadam Kebakaran dibantu oleh anggota Polsek Bayung Lencir yang dipimpin Oleh Kapolsek Bayung Lencir Akp Novan Dwiputra SH Mh,dan Satpol PP.Kerugian yang diderita akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai 70 juta rupiah, diduga kebakaran terjadi akibat konsletting listrik.
(red mo)


Sekayu,Infosekayu.com  - Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin Taufiq Hanif tutup usia.Aparatur Sipil Negara ini dikenal sebagai salah satu Perintis E-Government (E-Gov) di Pemerintah Kabupaten Muba ini wafat di usia 48 tahun pada hari selasa (14/11/2017) jam 05.15 di RSUD Sekayu. Tepat jam 08.00 WIB,jenazah dilepas oleh puluhan pelayat yang sebagian besar dari kalangan ASN Pemkab Muba untuk diberangkat dari rumah duka di Kompleks Serasan Damai,Kayuara,Sekayu,Muba menuju rumah orang tuanya di Jalan Letkol Adrianz, Suka Bangun 2 Komplek Polantas No.1907 Palembang. 

Guna menghormati almarhum yang telah berjasa atas pengabdiannya sebagai ASN, Pemkab Muba menggadakan Upacara Pengantar Jenazah di Rumah Duka Palembang "Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin saya sampaikan terima kasih atas jasa dan pengabdian Almarhum, dan marilah kita doakan agar Almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi Illahi dan segala amal perbuatannya diterima Allah SWT", ujar Dicky dalam sambutannya sebagai Inspektur Upacara. 

Terpisah Kepala Dinkominfo Muba Akmal Edy yang turut hadir mengantar jenazah almarhum mengatakan bahwa Taufiq Hanif merupakan sosok pekerja yang giat."Almarhum bekerja tidak mengenal waktu,walaupun dalam kondisi sakit,almarhum masih mencurahkan pikiran dan tenaganya dalam mewujudkan e-gov.Ia sangat konsen terhadap hal ini. Semoga apa yang telah dibuat almarhum dapat menjadi inspirasi bagi ASN lain dalam upaya pengembangan e-gov di Muba",ungkap Akmal.Tepat jam 13.00 WIB dikebumikan di TPU Soak Simpur Sukajaya, Sukarami,Palembang.

Tampak hadir pada pemakaman tersebut Staf Ahli Bupati Muba Bidang Pembangunan Ali Badri, Kepala Satpol PP Muba Joni M. Simanungkalit,Kepala Kesbangpol Muba Soleh Naim, Kepala Disdukcapil Muba Asmarani dan para pelayat lainnya dari kalangan ASN dan pihak keluarga almarhum.(kominfo/se)
Satu keluarga terdiri dari suami isteri yaitu Chandra (39) dan Eliza Haryani (38) dan dua orang anaknya M Fahri Nizarullah Lisandra (10) dan M Afif (tiga bulan) ditemukan tewas di rumahnya di RT01 Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Jumat (6/10/2017).
Lubuklinggau, Infosekayu.com - Satu keluarga terdiri dari suami isteri yaitu Chandra (39) dan Eliza Haryani (38) dan dua orang anaknya M Fahri Nizarullah Lisandra (10) dan M Afif (tiga bulan) ditemukan tewas di rumahnya di RT01 Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan lubuk linggau Barat II, Jumat (6/10/2017). Diduga empat korban meninggal dunia akibat keracunan asap genset yang dinyalakan pada malam harinya saat mati lampu.

Chandra ditemukan tewas dengan posisi badan terlentang.

–– ADVERTISEMENT ––Di sekitar tubuhnya ditemukan banyak bekas muntah.
Posisinya di dekat pintu kamar depan dengan posisi kepala kearah dapur rumah.
Sedangkan isterinya Eliza Haryani ditemukan dalam posisi terlentang di sekitar tubuh banyak muntah, posisi berada di dapur kepala dekat dengan kulkas.  Selanjutnya sekitar pukul 20.00, tetangga korban masih melihat bahwa Chandra dan Eliza Haryani sambil menggendong anak bungsu mereka M Afif Wahyu Ramadhan berada di teras depan rumah. Tak lama kemudin tetangga korban, Rosita melihat Chandra memasukkan mobil ke garasi rumah. 
Dan tak lama kemudian terdengar suara genset dihidupkan dari dalam rumah korban, sekitar pukul 20.15.

–– ADVERTISEMENT ––
Pada tenggah malam sudah tidak lagi terdengar suara genset dari dalam rumah korban dan tetangganya tidak tahu apa yang terjadi di dalam rumah korban. Keesokan harinya, Jumat (6/10/2017) sekitar pukul 07.00, Bambang Heriyanto yang merupakan adik kandung korban Eliza Haryani datang. Bambang mengetuk pintu dan kaca jendela rumah, namun tidak ada jawaban. Merasa curiga, Bambang kemudian mencongkel jendela bagian depan rumah dengan menggunakan linggis lalu masuk ke dalam rumah.

Bambang kemudian kaget melihat tubuh keponakannya M Fahri Nizarulkah Lisandra tergolek di ruang tamu dengan hidung mengeluarkan busa atau cairan. Di dekatnya ada kakak iparnya Chandra dengan kondisi yang sama. Kemudian Bambang melihat kedalam kamar dan melihat keponakannya yang paling kecil M Afif tergolek diatas kasur kamar belakang. Saat ditemukan, M Afif diduga masih hidup sehingga ia berinisiatif meminta pertolongan warga untuk membawa korban ke rumah sakit.
Adapun anak mereka M Fahri Nizarullah Lisandra ditemukan dalam posisi terlentang mulut mengeluarkan busa atau cairan. Di sekitar tubuhnya ditemukan banyak muntah, dengan posisi kepala korban berada pas di depan pintu kamar depan posisi kaki ke ruang tamu. Dan korban M Afif Wahyu Ramadhan, ditemukan di dalam kamar. Namun akhirnya diketahui bahwa M Afif juga meninggal dunia.

–– ADVERTISEMENT ––
Kemudian di bagian dapur rumah, Bambang melihat kakak perempuannya Eliza Haryani dengan posisi terlungkup dengan kepala di dekat kulkas dan kaki dekat genset, sudah dalam keadaan meninggal. Di sekitar tubuh banyak muntah, kemudian saksi berinisiatif untuk membalikkan tubuh korban untuk melihat apakah ada tanda tanda kekerasan atau tidak. "Diduga keempat korban meninggal akibat menghirup Karbon Monoksida (CO) dari asap genset," ungkap Kapolres lubuk linggau Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin, Jumat (6/10/2017).(im)

Infosekayu.com - Bripda Azan Fikri, anggota Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin Polres Muba, Senin (9/10/2017) Sekitar Pukul 02.00 Wib ditemukan tewas di dalam mobil pribadinya Jenis Mobilio Warna Hitam No.Pol : BG 1652 JF di Dusun VI Rawa Bening Desa Tri Tunggal Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin. Dugaan sementara, warga Talang Gelumbang Kelurahan Seterio Banyuasin III ini tewas bunuh diri, dimana pada tangannya tengah memegang Senpi.
 
Sehari sebelum terjadi peristiwa ini,  di akun Facebooknya Azam Fikri (D'cengenges) ini menulis

"Maaf Atas Semuanya Selamat
 Tinggal"
.

Fostingan ini pada 8 Oktober sekitar pukul 23.29 wib. Berselang sekitar tiga jam sebelum Bripda Azan Fikri ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala.

Dari postingan terakhir ini, sejumlah kerabat,tetangga dan teman Korban menyampaikan rasa duka mendalam.

" Ya allah zan ni lah status trkhir u... Tag nyangke u cpt pegi ninggalke dunia ni... Smoga amal ibadah u d terima d sisi allah swt," tulis Levi Alil Budi

" Why??? Berat utk nerimonyo..., Kami ikhlas," komen Priyagung Aditama

Fajar Zain : Selamat jalan brother.. semoga amal ibadah mu di terima disisi Allah swt.. amiin ya rabbal alamin..

" Selamat jln adikku semoga amal & ibdahmu di trima di sisinya & di t4 kn yg layak di sana,amin.🙏😭😭,"tulis Hermanto.

" slmt jalan dulur lanang...semoga doa2 mu di ijabah allah..dan semoga engkao tenang dulur ku dan di terima di sisinya amiinnn,"tulis Mas Jum.

" inalillahi wainnalillahi rajoiun, selamat jalan mang azan smga mang azan diterima disisi allah swt dan amal ibadah mamang diterima. dan ditempat kan sebaik-baiknya tempat disisi allah..aminnn,"komen Candra.(ss)
Lubuk linggau,Infosekayu.com - Satu keluarga terdiri dari suami isteri yaitu Chandra (39) dan Eliza Haryani (38) dan dua orang anaknya M Fahri Nizarullah Lisandra (10) dan M Afif (tiga bulan) ditemukan tewas di rumahnya di RT01 Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan lubuk linggau Barat II, Jumat (6/10/2017).
Diduga empat korban meninggal dunia akibat keracunan asap genset yang dinyalakan pada malam harinya saat mati lampu.korban ditemukan tewas dengan posisi badan terlentang.Di sekitar tubuhnya ditemukan banyak bekas muntah.

Kapolres lubuk linggau Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin,membenarkan kejadian tersebut akibat menghirup karbon monoksida.(ls)

 Infosekayu.com - Betapa terkejutnya Sutan Sahrir (45) warga Desa Sidorahayu Kecamatalan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, ketika tengah tertidur ia sontak terbangun melihat api menyala cukup besar pada dinding rumahnya.Ia bersama keluarganya langsung menyelamatkan diri keluar rumah, kebakaran tersebut terjadi Minggu (1/10) sekitar pukul 00.00 WIB.
Dari keterangan Sutan Sahrir, sebelum terjadinya kebakaran ia tidak terbesit firasat apapun akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkanSetelah itu ia bersama istri dan keempat orang anaknya, langsung bersiap diri untuk tidur dan membentangkan kelambu untuk menghalau nyamuk.
"Malam itu kami tidur seperti biasa pak, bentang kelambu lalu tidur dan tidak ada firasat sama sekali. Tapi tiba-tiba saya terbangun karena adanya api yang telah membakar dinding rumah," kata Sutan, Minggu (1/10).Melihat api yang menyala dan merambat ke sejumlah perabotan rumah, dirinya langsung spontan membangunkan Istri dan keempat anaknya untuk segera keluar rumah menyelamatkan diri.
"Api itu cepat sekali pak besarnya bahkan langsung merambat pada kelambu tempat tidur kami, saya coba padamkan sebisanya tapi api terus membesar dan membakar seluruh bangunan rumah kayu dan isi rumah," ungkapnya.Api yang semakin membesar, membuat Sutan dan istri meminta pertolongan warga untuk memadamkan api. Namun, api terus membesar dan menghànguskan rumah serta isinya."Tidak ada barang yang bisa diselamatkan cuma ada baju di badan, beruntung keluarga saya cepat dibangunkan," ujarnya.
Sementara dari kebakaran tersebut warga sekitar bahu membahu memadamkan api dari rumah Sutan, tidak lama berselang satu unit mobil Damkar Kecamatan Plakat Tinggi langsung memadamkan api.Kapolsek Plakat Tinggi AKP Suventri SH, mengatakan pasca terjadinya kebakaran tersebut kita telah menerjunkan tim untuk melakukan olah tempat kejadia perkara (TKP).Mengenai penyebab terjadinya kebakaran belum diketahui secara pasti, sementara ini kita duga berasal dari korsleting listrik.
Kendati demikian pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan terhadap terbakarnya rumah Sutan yang berukuran 4 X 8 M."Saat ini proses penyidikan ditangani oleh Polsek Plakat Tinggi, sedangkan kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta," jelasnya.(LS)