Articles by "Info Duka"
Tampilkan postingan dengan label Info Duka. Tampilkan semua postingan

Infosekayu.com - Jason David Frank, pemeran Power Rangers berwarna hijau meninggal dunia.Kuat dugaan, pemeran Rangers Hijau ini meninggal karena bunuh diri.

Jason David Frank yang berperan dengan Power Rangers hijau ini meninggal dunia pada usia 49 tahun, Ahad, 20 November 2022.

Kabar duka itu disampaikan perwakilan Jason David Frank kepada People yang dikutip Palpres.com dari Disway.Id.

“Sayangnya, itu benar,” kata perwakilan Jason David Frank.

Lebih lanjut, perwakilan sang aktor mengimbau orang-orang untuk menghormati privasi keluarga yang saat ini tengah berkabung.

“Tolong hormati privasi keluarga dan teman-temannya selama masa yang menyedihkan ini, di saat kami berdamai dengan kehilangan sosok yang luar biasa,” tuturnya seperti dikutip dari People.

"Ia sangat mencintai keluarga, teman-teman dan para penggemar. Dia akan sangat dirindukan," sambungnya.

Salah satu rekan aktornya dalam Power Rangers, Walter Emanuel Jones, turut membagikan kabar meninggalnya Jason David Frank dalam sebuah unggahan di Instagram pribadinya.

"Sulit dipercaya... , istirahat dengan tenang David Frank. Hati saya sedih kehilangan anggota lain dari keluarga istimewa kami," tulis Jones. (Palpres)

LALAN, INFOSEKAYU.COM - Seorang bocah bernama Virzan Wifalfizen (6) warga P2 Karang Rejo Kecamatan Lalan, semalam sekitar pukul 23.00 WIB ditemukan dalam keadaan meninggal di sungai yang ada di desanya. Korban sendiri diduga terpeleset ketika melewati jembatan RT 06 Desa Karang Rejo.
       
"Kabarnya bocah itu ingin nonton kuda lumping, Namun ditunggu hingga malam tak kunjung pulang," ujar salah seorang staf kecamatan Lalan.
         
Kades Karang Rejo (P2), Zainul, membenarkan adanya kejadian bocah umur 6 tahun tenggelam. Ia
mengatakan, bocah ini dugaannya ingin pulang ke rumahnya. Pada saat di perjalanan tepatnya diatas jembatan Rt 06 ia terpeleset, dan jatuh ke air. 
         
"Dugaan seperti itu, karena sepeda milik anak tersebut ditemukan ikut jatuh tepat dibawah jembatan," terang kades. 
       
Kades mengungkapkan bocah ini ditemukan setelah warga pun beramai ramai melakukan pencarian. Korban ditemukan berjarak 600 meter dari lokasi terjatuh, "Bocah tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," jelas kades 
         
Camat Lalan, Andi Suharto SSTP, membenarkan, adanya kejadian seorang bocah tenggelam. "Berkat usaha warga, akhirnya, bocah tersebut sudah ketemu, dan tetap mengingatkan kepada warga kedepannya untuk selalu mengawasi anak. Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa ini, kedepan tetap mengingatkan kepada seluruh warga tetap berhati hati," ujar camat. (harianmuba)

Muara Enim, Infosekayu.com  - Dua Jenazah ditemukan dalam galian sumur Ilegal, dalam upaya pencarian dan evakuasi Mas'ud warga Musi Banyuasin yang dilaporkan hilang sejak 21 Mei 2022, lalu, dan  diduga tenggelam ke dalam sumur galian minyak ilegal di area desa Darmo kecamatan Lawang Kidul, kabupaten Muara Enim, Selasa (05/07/2022).

Fakta terungkap di balik upaya evakuasi jenazah yang direncanakan sebelumnya satu korban bernama Mas'ud, namun dalam proses evakuasi ada dua jenazah di dalam sumur galian tersebut.

Terpantau, proses evakuasi menggunakan alat berat jenis excavator, dilakukan oleh BPBD, Basarnas, Tim Pertamina dan tim SAR gabungan dari beberapa perusahaan serta tiem keamanan Polsek Lawang Kidul.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Abdurrozieq mengatakan, upaya evakuasi dilaksanakan sudah sejak pukul 08:00 WIB pagi hingga pukul 14:30 WIB.

Dikatakan Rozieq, dari target pencarian satu orang korban yang akan dievakuasi, nyatanya tim menemukan dua korban dari dalam sumur galian yang sama.

"Sesudah kami melakukan penggalian menggunakan alat berat, kami menemukan jenazah saudara Mas'ud, kemudian kami mencoba menggali lebih dalam ditakutkan ada jenazah lainnya, ternyata benar, sehingga ada dua jenazah yang berhasil dievakuasi," bebernya.

Untuk mengetahui identitas jenazah satunya, kata Rozieq, nanti pihak kepolisian dan pihak rumah sakit yang akan mengidentifikasi. "Dengan ditemukannya dua jenazah tadi maka proses pencarian diakhiri, kami mengucap terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi hari ini," ujarnya.

Selanjutnya, kata Rozieq, jenazah akan dibawa ke RSUD HM Rabain Muara Enim, untuk dilakukan outopsi dan pemulasaran jenazah, kemudian nanti diserahkan ke keluarga jenazah, apakah akan dibawa langsung ke rumah duka atau bagaimana nantinya.

Keluarga korban, Hasrul Efendi mengatakan, usaha evakuasi sudah sejak kemarin dilakukan, mengupayakan alat berat bisa masuk ke lokasi. barulah hari ini proses evakuasi dilakukan menggunakan alat berat tersebut.

Tentunya, kata Fendi, keluarga mengucap banyak terima kasih  kepada pemerintah daerah Muara Enim dan semua pihak yang terkait dalam proses evakuasi ini, "Kami bersyukur kepuarga kami bisa ditemukan dan bisa dimakamkan dengan layak, rencananya akan dimakamkan di pemakaman desa Sungai Dua, Kecamatan Sungai Keruh kabupaten Musi Banyu Asin," pungkasnya. (Siagaonline)

LAWANG WETAN, INFOSEKAYU.COM  – A Kadir (40) salah satu korban yang rumahnya terbakar di Desa Ulak Teberau Kecamatan Lawang Wetan tadi siang (29/6) hanya bisa pasrah. Hampir seluruh barang berharga miliknya tidak bisa terselamatkan termasuk uang Rp 20 juta dan emas 2 suku.

"Semua harta benda ludes terbakar, begitu juga surat menyurat rumah dan uang Rp 20 juta serta 2 suku emas ikut terbakar," ujar Kadir kepada Harianmuba.com.

Sambil menitikkan air mata Kadir menceritakan, saat kejadian dirinya tengah berada di sawah. Sekira pukul 12.00 WIB saat ingin dia ingin beristirahat ia melihat kepulan asap hitam membumbung tinggi.

"Aku melihat dari kejauhan asap hitam membumbung tinggi, lalu bergegas untuk mencari tahu," jelasnya.

Ia pun sangat terkejut ketika melihat rumahnya, Kadir langsung memarkirkan sepeda motornya dan langsung berlari menuju rumahn, ia mendapati anaknya tengah menangis melihat rumah sudah terbakar.

"Kami hanya bisa pasrah atas kejadian yang menimpa ini, pakaian hanya yang terpakai dibadan saja. Harapanya jika ada bantuan dari pemerintah atau pihak lainya,” katanya.

Camat Lawang Wetan, Candra SKM MSi, mengatakan, pihaknya sudah membuat laporan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin. “Saat ini kita tengah mendata terhadap rumah yang terbakar, baik itu milik Yunus, Basri (60), Imron (50), dan A Kadir Ilham (45), dan langsung kita laporkan ke Pemkab Musi Banyuasin,” katanya. (Harianmuba)

INFOSEKAYU.COM - Kabar mengejutkan datang dari pencarian Emmeril Kahn Mumtadz yang hilang di Sungai Aare, Swiss, sejak Kamis (26/6/2022). Keluarga besar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sepakat menyatakan jika Eril telah meninggal dunia meski hingga saat ini belum ditemukan.

Dalam surat edaran seruan menggelar salat gaib, dipaparkan sejumlah alasan keluarga memutuskan menyatakan Eril meninggal dunia. Pertama, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Swiss memyampaikan jika otoritas setempat sudah mengubah status pencarian Emmeril Kahn Mumtadz.

Sebelumnya, tim SAR melakukan pencarian dengan status orang yang hilang (massing person) lalu kemudian menjadi status mencari orang yang tenggelam (drowned person). Hal ini mengisyaratkan bahwa orang yang dicari kemungkinan sudah meninggal dunia.

Kedua, keluarga Ridwan Kamil sudah mengikhlaskan kepergian Eril setelah delapan hari hilang di Sungai Aare. Keluarga sudah menyatakan Eril meninggal dunia akibat tenggelam dan menggelar salat gaib.

Kondisi ini diperkuat dengan situasi iklim dan cuaca di Kota Bern sehingga kecil kemungkinan Eril ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketua MUI Rahmat Syafei menyatakan, jika keputusan menyatakan Eril sudah meninggal dunia menjadi tanggung jawab KBRI Swiss.

"Karena itu, atas dasar syariah kepada seluruh masyarakat diimbau untuk melaksanakan sholat gaib untuk almarhum Emmeril Kahn Mumtadz," ujar Rahmat Syafei.

Diketahui, sampai pencarian hari kedelapan oleh tim SAR dan Kepolisian Maritim Kota Bern di Sungai Aaree, Emmeril belum ditemukan. Sementara, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Atalia Praratya, dan Cammilia Laetitia Azzahra, adik kandung Emmeril, akan kembali ke Tanah Air hari ini. (Inews)

SUNGAI LILIN, INFOSEKAYU.COM  – Warga Teluk Kemang tepatnya di jalan Hindoli pagi tadi mendadak heboh. Pasalnya seorang anak laki-laki bernama Sultan yang baru berumur sekitar 1,5 tahun tenggelam di parit yang depan rumah yang berada di RT 5 R 8 Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin.

Hilang nya sang anak sekitar pukul 10.00 WIB, sekitar pukul 14.00 WIB bocah ini ditemukan namun dalam kondisi sudah meninggal. Saat ini jenazah telah dibawa ke rumah nya setelah sebelumnya sempat dibawa ke RSUD Sungai Lilin.
Adi paman korban mengungkapkan ia sempat mendengar suara jeritan sang bocah dari luar rumah. “Saat itu saya lagu didalam rumah, nah ada jeritan dari luar hanya sekali, setelah itu tidak ada lagi,” jelasnya.

Ketika ia keluar rumah salah satu kakak korban yang juga masih berusia balita ketika ditanya orang tua keberadaan sang adik menunjuk ke parit. “Kami langsung terjun ke dalam parit, kondisi arus sedang kuat ke dalam karena air lagi pasang,” paparnya.

Proses pencarian pun dilakukan, keluarga korban dibantu warga langsung mencari kedalam parit. Informasi bocah tenggelam pun dengan cepat menyebar, warga pun berdatangan ada yang hanya melihat namun sebagian juga membantu.

Pantauan di lapangan sempat diturunkan juga alat berat untuk membongkar gorong-gorong yang ada didepan rumah korban karena dikhawatirkan keberadaan sang bocah ada didalam gorong-gorong. Namun hampir dua jam usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

Tim dari Polsek Sungai Lilin dan juga pemerintah kecamatan serta Kelurahan turun ke lokasi untuk membantu melakukan pencarian. Ketika sedang dilakukan upaya penutupan parit untuk membuat nya kering bocah ini berhasil ditemukan. Adalah Adi sang paman yang menemukan jenazah keponakan nya.

Lokasi yang ditemukan cukup jauh lebih kurang 200 meter dari titik korban diperkirakan jatuh. Adi menceritakan ia memang tergerak untuk menelusuri parit. “Ketika berjalan cukup jauh saya melihat ada seperti bokong, dalam hati sempat ngomong apakah ini keponakan saya, tanpa fikir lagi langsung saya terjun ke parit, benar saja itu ponakan saya, langsung dibawa ke rumah,” kepala Adi yang menceritakan dengan nada cukup sedih.

Setelah korban berhasil ditemukan dengan menggunakan ambulance PT Hindoli sang anak ini langsung dibawa ke RSUD Sungai Lilin, namun sayang nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

Lurah Sungai Lilin Hendri SH ketika ditemui di lokasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan pertama sempat ada keraguan apakah anak ini memang benar jatuh ke Sungai atau dibawa orang, karena tidak ada orang yang melihat ia tenggelam.

“Meski sempat ragu namun proses pencarian di parit terus dilakukan, akhirnya ternyata memang benar ditemukan. Kami dari pihak kelurahan mengucapkan turut berduka cita kepada pihak keluarga,” jelas Lurah.

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupesy SH MH melalui Kapolsek Sungai Lilin AKP Zanzibar Zulkarnain SH membenarkan kejadian tersebut. “Anggota kita sejak awal informasi langsung turun ke lapangan, sekarang ini anak tersebut sudah ditemukan,” tutupnya.

Sumber : harianmuba 


SekayuInfosekayu.com  -Diduga karena racun nyamuk bakar, sebuah rumah di Desa Bandar Agung P.16 RT 15, Dusun 04 kecamatan Lalan kabupaten Musi Banyuasin (Muba) hangus dilahap si jago merah pada Rabu (9/3) sekitar pukul 08.15 WIB.

Api dengan cepat melahap rumah milik Mawar (68) yang sehari-hari bekerja dengan menggarap kebunnya itu hangus tak tersisa karena terbuat dari papan dan mudah mudah terbakar.

Camat Lalan Andi Suharto SSTP mengatakan, kejadian tersebut begitu mendadak di pagi hari namun beruntungnya tidak sampai memakan korban.

"Api dengan cepat dipadamkan oleh warga sekitar, apalagi di depan rumah korban terdapat parit atau sungai kecil sehingga memudahkan warga mengangkut air," ujarnya.

Kendati demikian, korban harus mengalami banyak kerugian karena beberapa harta dan benda penting tidak berhasil diselamatkan.

Adapun barang yang terbakar yakni KTP beserta Kartu Keluarga atas nama Mawar, uang tunai Rp3 juta, 1 unit rak piring, 1 unit lemari pakaian, emas seberat 1 suku setengah, tabung gas beserta kompor, 3 unit kasur, sejumlah pakaian dan ijazah SD atas nama Putu Ayu Diah Sawitri beserta Ijazah SMP atas nama Putu Ayu Diah Sawitri.

"Alhamdulillah musibah tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun Kerugian harta dalam musibah ini diperkirakan mencapai Rp60 juta. Korban beserta keluarganya juga sudah mengungsi ke rumah kerabat terdekat," jelasnya.

Pihaknya pun langsung bergerak cepat menuju lokasi kebakaran sembari menyerahkan bantuan sementara guna meringankan beban korban.

"Jenis bantuan yang diserahkan, berupa sembako dan peralatan tidur seperti karpet dan selimut. Bantuan sudah diserahkan langsung kepada keluarga ibu Mawar," ungkapnya.

Andi juga mengimbau kepada masyarakat karena akan memasuki musim kemarau untuk selalu berhati-hati agar insiden kebakaran ini tak lagi terulang.

"Jika ingin bepergian periksa kembali kompor dan listrik, juga aktivitas bakar sampah dan penggunaan racun nyamuk bakar. Jika tidak waspada maka bisa membahayakan," tegasnya.

Sumber : gatra.com 

Jambi, Infosekayu.com - Api membakar puluhan kios di Pasar Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi. Peristiwa ini berlangsung sejak pukul 03.30 WIB, Jumat (11/2).

Ada sebanyak 24 kios yang dilahap si jago merah. Sebagian besar berbahan kayu. Bangunan-bangunan itu tidak hanya digunakan untuk berjualan, tetapi juga sebagai tempat tinggal.

"Berjumlah 24 keluarga yang ada di situ. Di samping tempat berusaha, sekaligus tempat tinggal. Mayoritas berbahan kayu sekitar 90 persen. Cuma ada bagian belakang menggunakan batako," kata Kepala Dinas Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Tebo, Arief Haryoko, Jumat (11/2) sore.

Puluhan kios ini, kata Arief, berdiri di lahan sekitar 3.000 meter persegi. Selain meterial bangunan berbahan kayu, di dalam kios-kios itu terdapat barang yang mudah terbakar.

"Berbagai macam barang yang dijual. Ya mudah terbakar. Soalnya toko kelontong, toko bangunan juga ada. Warung makanan ada, dan sebagainya," ungkapnya.

Karena itu, proses pemadamannya terbilang sulit. Berlangsung selama berkisar 4 jam. Sebanyak 6 armada dan 36 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah yang membara di Pasar Tegal Arum.

Arief mengatakan para petugas pemadam kebakaran mengambil air di sungai. Jaraknya cukup jauh dari lokasi kebakaran. Naasnya, di tengah proses pemadaman terdapat petugas yang mengalami kecelakaan.

"Proses pemadam kebakaran cukup lama, sampai sekitar 07.30 WIB. Kita terkendala sumber air agak jauh. Kita mengambil air dari sungai. Ada anggota kami yang ketimpa reruntuhan. Dia terkilir," tuturnya.

Ia belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun, dari informasi yang beredar kebakaran ini disebabkan adanya korsleting listrik.

"Penyebab pastinya sedang diselidiki polisi. Cuma tadi yang kami dengar di lapangan itu hubungan arus pendek. Kerugian belum bisa ditaksir. Tapi, kalau dilihat secara kasat mata bisa miliaran rupiah," pungkasnya. 

Sumber : jambikita

SUNGAI LILIN, INFOSEKAYU.COM  – Hermansyah (31) warga Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin yang sebelumnya dikabarkan hilang akibat keganasan buaya dialiran Sungai Dawas,  pagi ini (3/10) sekitar pukul 08.05 WIB sudah ditemukan. Namun sayangnya, dalam kondisi meninggal.

Kondisi jenazah pun sudah tidak utuh, beberapa bagian tubuhnya hilang, selain itu juga terdapat beberapa luka seperti bekas gigitan
“Pagi ini sudah ditemukan, korban yang sebelumnya tenggelam oleh buaya. Kondisinya sudah dalam keadaan meninggal sekarang sampai di rumah duka,” jelas Kades Pinang Banjar Aman Mahmud.

Dijelaskan  Aman,  lokasi penemuan berada tidak jauh dari kejadian. “Kalau sewaktu penemuan, saya bersama beberapa warga sudah pulang subuh tadi, ketika sudah datang kerumah,  korban sudah ditemukan,” paparnya.

Usuf salah satu warga Pinang Banjar yang ikut dalam pencarian mengungkapkan,  dilokasi kejadian memang terlihat banyak populasi buaya. Ia mengaku sewaktu warga menelusuri semalam,  beberapa kali terlihat binatang ini muncul.

“Kalau kami melihat,  memang banyak buaya ditempat kejadian, saya melihat langsung dipinggiran sungai ada bekas buaya. Semalam sewaktu dilokasi beberapa kali buaya muncul, seperti tidak takut dengan keberadaan manusia,” tutupnya.

Sementara itu Junaidi salah satu warga yang mengevakuasi korban menjelaskan,  korban itu berada di tebing separuh badan nya masih didalam lumpur. “Pada saat ditemukan buayanya tidak ada disekitar situ, tapi kami rasa ada tidak jauh, jadi kami langsung evakuasi saja,” terangnya.

SC: harianmuba 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  – Warga Desa Kasmaran Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), mendadak heboh.

Pasalnya, warga menemukan  Desta Saputra (20), warga Dusun II Desa Kasmaran Kecamatan Babat Toman, dalam kondisi sudah tak bernyawa (tewas) mengapung di aliran Sungai Musi di Desa Kasmaran, Minggu (29/8/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Sehari sebelum ditemukan tewas mengambang di aliran Sungai Musi, korban yang diduga mengidap penyakit epilepsi dilaporkan hilang tenggelam oleh pihak keluarga.

Informasi dihimpun, mengatakan penemuan mayat itu berawal dari informasi dari masyarakat yang menginformasikan ada seorang pria yang masih bujang  tenggelam.

Mendapatkan laporan tersebut, Tim TRC dari BPBD Kabupaten Muba  bersama TNI, Polri dan masyarakat melakukan pencarian di sekitar lokasi tempat diduga korban tenggelam.

Kepala BPBD Muba Joni Martohonang melalui Komandan tim SAR BPBD Muba, Aplikar SH mengatakan, pihaknya telah melakukan pencarian terhadap korban sejak Sabtu (28/8/2021).

“Ketika mendapat laporan ada yang tenggelam, tim melakukan Pencarian di titik korban tenggelam dan Penyisiran Sungai Musi hingga Radius 5 kilometer,” ungkap Aplikar. Dari hasil pencarian itu sambung Aplikar, korban berhasil ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi tenggelam.

“Korban telah di temukan oleh tim  pada pukul 15.00 wib waktu setempat. Pada Radius 200 Meter setelah dilakukan pengeboran menggunakan perahu korban langsung muncul ke permukaan air dan di evakuasi ke rumah duka,” pungkasnya. 

Sumber : palpos 

Gajah Mati, Infosekayu.com  –Warga Desa Gajah Mati kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Muba mendadak heboh, pasalnya seorang ibu muda tewas ,diduga bunuh diri dengan meminum Putas,kemarin (15/7/2021) sekitar pukul 16.00 WiB. 

Korban Friska (22) yang kritis ditemukan pertama kali oleh suaminya sendiri Robi, dikamar mandi samping rumahnya. Informasi yang dihimpun koran ini dilapangan,setelah suami korban pulang kerja, ia kaget melihat istrinya tergeletak didalam rumah, dengan keadaan sekarat dengan mulut berbuih.

Didekat Korban diketahui kaleng susu kental diduga dicampur Putas.
Melihat istrinya sekarat dan kejang kejang, suami korban menjerit minta tolong.

“Saya baru pulang dari kebun, terdengar jeritan minta tolong dari suami korban,lalu saya dan warga datangi rumah korban, dan kami liat korban terkapar tidak sadarkan diri, lalu kami bawa ke Puskesmas Tebing Bulang, sudah sampai ke puskesmas nyawa korban tidak tertolong lagi,” ungkap warga sekitar.

Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SH Sik melalui Kapolsek Sungai Keruh Iptu Vico F Fajar membenarkan kejadian tersebut. ” ya, pihak kita telah mendatangi tempat kejadian perkara, dan melakukan olah TKP, saat ini pihak kita masih melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi,” ujar Vico saat dihubungi.

Camat Sungai keruh Edy Hariyanto mengungkapkan, bahwa jenazah sudah dibawa ke tempat rumah ibunya, yang berada di Desa Gajah Mati.
” Ya, jenazah sudah dibawa ke rumah ibunya untuk di kebumikan,” terangnya. 

Sumber : kabarsumsel.com
Sekayu, Infosekayu.com - Kabar duka kepergian Wakil Ketua Baznas Muba yang juga Waka Binawasa Pramuka Kwarcab Muba H Qodtruddin membuat duka mendalam dari berbagai pihak. Terlebih jajaran Forkopimda dan ASN di lingkungan Pemkab Muba. 

Tampak suasana di rumah duka, Sabtu (3/7/2021) silih berganti pelayat mendatangi kediaman almarhum. Suasana duka begitu sangat terasa. 

Betapa tidak, sosok Qodtruddin semasa hidup dikenal sangat baik dan penyabar, bahkan tak jarang beliau juga sering turut andil memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan Kabupaten Muba. 

"H Qodtruddin bin Ahmad Kosyim Merupakan orang yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, beliau walaupun Purnawirawan Polri Masih tetap mengabadikan dirinya, semoga Allah memberikan surganya," ucap Sekda Muba Drs Apriyadi MSi saat melepas jenazah di rumah duka. 

Ketua Kwarcab Muba ini menambahkan, dirinya mewakili Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan segenap jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Muba menyampaikan rasa duka yang mendalam. "Semoga husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta keikhlasan," ucapnya. 

Sementara itu Ketua Baznas Kabupaten Muba Drs H Lukmanul Hakim MSi, sebelum melaksanakan  sholat jenazah menyampaikan kepada Jamaah bahwa almarhum  H.Qotrudin, adalah orang yg baik dan begitu banyak menebar manfaat dan kebaikan kepada sesama. 

"Beliau juga telah mendirikan rumah tahfidz quran dan sedang membangun pondok pesantren, namun demikian kami atas nama keluarga dengan ini menyampaikan kepada bapak dan ibu sekalian agar dapat memaafkan kehilafan Almarhum, dalam kehidupan dan pergaulan  mungkin ada keliru dan  salah," tandasnya.
Tanggerang, Infosekayu.com - Kabar duka menyelimuti dunia bulutangkis Indonesia. Salah satu putra terbaiknya, Markis Kido, meninggal dunia hari Senin (14/6) malam.

Kido yang akrab disapa Uda ini berpulang saat sedang bermain bulutangkis di GOR Petrolin, Alam Sutera, Tangerang. Menurut Candra Wijaya, mantan pemain yang hadir di arena, Kido tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri saat baru bermain setengah gim. Saat itu sekitar jam 18.30 WIB.

"Saya duduk di pinggir lapangan melihat Kido terjatuh. Dan saya lari menolong. Dia tidak sadarkan diri dan mengorok ," tutur Candra, yang kemudian membawa Kido ke RS Omni di Alam Sutra, Tangerang.

Selama ini, Kido memang setiap hari Senin rutin bermain bulutangkis dengan sebuah tim di sana.

Ibunda Kido, Zul Asteria yang tampak tegar menjelaskan kondisi putra pertamanya tersebut.

"Dia sepertinya memang maunya (hidup dan matinya) di lapangan kali ya. Tadi saya berdoa semoga masih bisa selamat," ujar Zul.

"Saya kira tadi hanya stroke, karna dia kan punya darah tinggi terus mungkin jatuh dan pembuluh darahnya pecah. Saya berdoanya begitu tapi ternyata mas Kido diambil," lanjutnya.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyampaikan duka yang mendalam dan rasa kehilangan yang besar atas musibah ini.

"Hari ini keluarga besar bulutangkis Indonesia sangat berduka dengan berpulangnya Markis Kido, pahlawan bulutangkis yang telah berulang kali mengharumkan nama Merah Putih di panggung bulutangkis dunia," ucap Agung Firman Sampurna, Ketua Umum PP PBSI.

"Meninggalnya Kido merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia bulutangkis Indonesia yang tengah menghadapi Olimpiade Tokyo. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan," sambung Agung.
JAKARTA, INFOSEKAYU.COM  - Kabar duka datang dari Ustaz Tengku Zulkarnain. Innalillahi wa inna ilaihi rojin, ustaz kelahiran 14 Agustus 1963 (usia 57 tahun) ini meninggal dunia kemarin Senin (10/5/2021), di RS Tabrani, Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Sebelumnya, Ustaz Tengku Zulkarnain sempat dirawat di RS Tabrani Pekanabaru, Riau karena terpapar virus Corona . Pendakwah tersebut diketahui positif COVID-19 saat akan melanjutkan perjalanan ke Sumatera Utara (Sumut) yang tidak lain adalah kampung halamannya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir menjelaskan bahwa Ustaz Zulkarnain sudah dirawat di Pekanbaru selama sepekan.Mantan Wakil Sekretaris Jenderal MUI yang berdarah Melayu Deli Sumatera Utara tersebut kini dirawat di RS Tabrani Pekanbaru.

"Beliau sudah dirawat sejak tanggal 3 Mei 2021," kata Mimi yang juga Koordinator Satgas Covid 19 Riau, Senin (10/5/2021).

Sementara itu Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, bahwa Tengku Zulkarnain saat di Pekanbaru berencana melanjutkan perjalanan ke Medan, Sumatera Utara.

Namun untuk melakukan perjalanan harus mengantoni test swab PCR. Tengku Zulkarnain pun melakukan tes swab dan hasilnya positif.

"Beliau rencana mau ke Medan. Dia dijemput keluarga dari Medan. Namun beliau positif. Saat ini beliau dirawat di ICU. Kondisinya stabil. Beliau saat ini dijaga pihak keluarga," ungkapnya.

Sumber : sindonews.com 

JAKARTA, INFOSEKAYUCOM  - Kabar duka kembali datang dari dunia komedia Tanah Air. Komedian Sapri Pantun meninggal dunia. Kabar meninggalnya Sapri dibenarkan oleh pihak manejemen Sapri, Bunda Neng.

“Betul (meninggal dunia)” ujar Bunda Neng kepada Kompas.com, Senin (10/5/2021).Bunda Neng mengatakan, Sapri meninggal dunia usai Maghrib.

Saat ini, Bunda Neng tengah menuju Rumah Sakit Sari Asih. “Iya (meningalnya) tadi sih habis Maghrib, sekarang lagi menuju ke sana Rumah Sakit Sari Asih,” tambah Bunda Neng.

Sebelumnya Sapri memang tengah mendapat perawatan di rumah sakit karena penyakit diabetes. Kadar gulanya diketahui sangat tinggi, yaitu sempat mencapai 1.000. Sapri kemudian dilarikan ke ICU dan sempat tidak sadarkan diri.

Akibat gula darah sangat tinggi, kaki Sapri yang memar juga mengalami pembusukan sehingga harus dioperasi. Adapun istri Sapri diketahui tengah hamil.Saat dirawat, Sapri berulang kali meminta pulang.

Namun, kondisinya tentu tidak memungkinkan.Ia ingin segera sehat saat istrinya melahirkan nanti. Sayangnya, takdir berkata lain. Sapri meninggal dunia pada Senin malam.

Sumber : KOMPAS.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza, Sabtu (17/4/2021) pagi mendatangi Herwanda Erna (33) istri dari almarhum Oktriandika yang menjadi korban akibat ledakan tabung oksigen di RSUD Sekayu beberapa waktu lalu. 

Suasana duka masih tampak jelas, tampak sesekali Thia Yufada memberikan semangat dan menyabarkan Herwanda yang saat ini telah memiliki 2 orang anak. 

Kedatangan Thia juga dengan membawa buah tangan dan santunan untuk kebutuhan sekolah anak-anak almarhum Oktriandika. 

"Kita berdoa agar almarhum Oktriandika husnul khotimah dan istri serta anaknya diberikan ketabahan, saya hadir kesini untuk menyemangati Herwanda," ucap istri Bupati Dodi Reza tersebut. 

Menurut Thia, Herwanda adalah sosok istri yang kuat dan tabah. "Meski masih usia relatif muda namun saya melihat Erwanda adalah sosok perempuan dan istri yang tangguh," kata Wanita Inspirasi Sumsel tersebut. 

Sementara itu, Herwanda mengucapkan Terima kasih atas bantuan, perhatian dan support yang diberikan Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza. 

"Terima kasih kepada ibu Thia yang telah menyempatkan waktu untuk hadir ke kediaman kami dan memberikan semangat untuk keluarga saya," tuturnya. 

Terpisah, dr Kuncoro SpB yang merupakan dokter yang menangani Oktriandika mengungkapkan, Oktriandika menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (16/4/2021) malam sekitar pukul 00.40 WIB di RSUD Sekayu. 

"Sebelumnya almarhum mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekayu selama seminggu dan dilakukan tindakan source control berupa amputasi femur sinistra dan resusitasi cairan serta darah, Oktriandika meninggal akibat kegagalan banyak organ utama seperti paru paru ginjal dan jantung + sepsis(infeksi sistemik)," tandasnya.
Palembang, Infosekayu.com  – Innalilahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka kembali menyelimuti masyarakat Provinsi Sumatera Selatan.

Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) ke-14 Prof Dr dr H Mahyudin NS, SpOG dikabarkan meninggal dunia, Kamis (9/4/2021), sekitar pukul 23.45 WIB.

Kabar meninggal dunianya Mahyudin di usianya ke-74 tahun tersebar di berbagai grup WhatsAppsemalam.

Wartawan Sumselupdate.com hingga kini masih mengkonfirmasi dengan pihak keluarga almarhum terkait kabar meninggalnya tokoh masyarakat Sumsel ini.

Pria kelahiran Lahat, 14 September 1947 ini diangkat menjadi gubernur menggantikan Syahrial Oesman yang mundur sebagai gubernur untuk mengikuti pemilihan Gubernur Sumsel.

Masa pemerintahan Mahyudin berakhir pada 7 November 2008 dan digantikan oleh Gubernur terpilih H Alex Noerdin.

Dalam dunia biroakrat, sebelumnya menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2003-2008, ia meniti karirnya sebagai seorang dokter dan melanjutkan karirnya sebagai orang nomor satu di Sumatera Selatan.

Keberhasilan karir Mahyuddin NS tentunya tidak mudah. Ia dilahirkan di keluarga yang kurang mampu yang berprofesi sebagai petani.

Untungnya, orang tua Mahyuddin sangat mendukung dan mengerti akan pentingnya pendidikan. Ia beserta keluarga mendapat bantuan dari guru dan keluarga besar Mahyuddin sehingga beliau bisa seperti sekarang ini.

Mahyuddin pernah menjabat di berbagai bidang selama karirnya. Dalam bidang kesehatan, ia pernah menjabat sebagai Direktur Program Keluarga Berencana Rumah Sakit, ketua IDI Sumatera Selatan. Dalam bidang pendidikan, ia mengajar di FK UNSRI dan pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Nasional dan Internasional.

Di bidang organisasi ia pernah menjabat sebagai Ketua Cabang Bulutangkis Kota Palembang, dan Ketua Departemen Pembinaan dan Kesehatan Pelti Sumatera Selatan.

Tidak hanya di kancah politik dan kesehatan, Mahyuddin juga merambah dunia bisnis dengan membuka Rumah Sakit Bunda Graha Medika serta bisnis otomotif di bawah naungan PT Yudha Primasena.

Menurut beliau, kunci dari keberhasilan adalah tidak adanya ketakutan akan kegagalan, jujur dan berpegang teguh pada agama. Di kursi DPR RI, dia menjabat sebagai ketua komisi X. 

Sumber : Sumselupdate.com 


Batubara, Infosekayu.com  -Setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dia derita, Bupati OKU, Drs H Kuryana Aziz, dikabarkan meninggal dunia. Dari informasi yang didapat, H Kuryana Aziz meninggal dunia, Senin (8/3/2021), sekitar pukul 07.00 WIB, di RS Charitas Palembang.

Kabag Humas Setda OKU, Feri Iswan AP MPA dikonfirmasi Palembang Ekspres, membenarkan Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis meninggal dunia. Menurut dia, jenazah akan langsung dibawa ke Kabupaten OKU pagi ini.

“Ya benar. Sekarang kami akan melakukan rapat terkait penyambutan jenazah meninggalnya Bapak Bupati,” kata mantan Camat Peninjuan ini.

Sementara, Kabag Persidangan dan Perundang Undangan, Iwan Setiawan saat dikonfirmasi, juga membenarkan Bupati OKU, H Kuryana Aziz meninggal dunia. “Ya, benar Inalillahi Wa Inalillahi Rojiuj,” ucapnya singkat.

Terpisah, Kabid Kesehatan Masyarakat, Andi Prapto saat dikonfirmasi terkait pemakaman jenazah Bupati OKU, H Kuryana Aziz, mengaku belum dapat memberikan jawabannya.

“Karena kami belum dapat informasi langsung dari pihak rumah sakit. Jadi saya belum bisa berkomentar, soal proses pemakaman jenazah Bapak Bupati OKU,” singkatnya.

Diketahui, H Kuryana Aziz dan Johan Anuar pada 26 Februari 2021 lalu, dilantik kembali sebagai Bupati OKU untuk masa bakti keduanya oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru. Dalam prosesi pelantikan yang digelar di Griya Agung itu, memang Kuryana tak hadir karena dikabarkan sakit. Sehingga saat itu hanya Johan Anuar yang dilantik Herman Deru sebagai Wakil Bupati OKU, bersama sejumlah Bupati dan Wakil Bupati lain yang juga dilantik. 

Sumber : palpres.com 

Infosekayu.com - Kuasa hukum Ustaz Maaher At-Thuwailibi, Djudju Purwantoro mengatakan, sempat berencana mengajukan permohonan kepada penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri. Agar bisa merujuk Ustaz Maaher ke Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat.

Permohonan rujukan itu rencananya akan disampaikan Djudju kepada penyidik pada bulan lalu.

Namun, Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata hari ini dikabarkan meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri. Almarhum meninggal dunia diduga karena sakit.

Kabar tersebut disampaikan oleh eks Sektretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar. Aziz mengaku baru menerima kabar duka Ustaz Maheer.

“Ustaz Maher meninggal dunia di Rutan Mabes Polri beberapa menit lalu, semoga husnul khotimah, dan semoga mendapatkan pahala syahid. Kami khawatir habaib dan ulama kami,” kata Aziz saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).

Ustaz Maaher sebelumnya sempat dikabarkan sakit keras. Kabar sakitnya tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) Habib Luthfi bin Yahya itu diungkapkan oleh pegiat media sosial Denny Siregar.

Lewat akun Twitter @Dennysiregar7 tampak mengunggah foto Maaher yang sedang menangis. Dia mengaku terenyuh saat mengetahui kabar Maaher sedang sakit keras.

“Dengar-dengar Maaher lagi sakit keras. Entah kenapa sesudah nonton video dia nangis, gua terenyuh juga. Ternyata hatinya Rinto,” kicau Denny, Jumat (22/1).

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono ketika itu pun membenarkan kabar tersebut. Rusdi saat itu mengatakan, Maaher tengah dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kuasa hukum Ustaz Maaher At-Thuwailibi Djudju Purwantoro mengatakan, sempat berencana mengajukan permohonan kepada penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri. Agar bisa merujuk Ustaz Maaher ke Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat.

Permohonan rujukan itu rencananya akan disampaikan Djudju kepada penyidik pada Jumat (22/1) siang.

Namun, Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata hari ini dikabarkan meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri. Almarhum meninggal dunia diduga karena sakit.

Kabar tersebut disampaikan oleh eks Sektretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar. Aziz mengaku baru menerima kabar duka Ustaz Maheer.

“Ustaz Maher meninggal dunia di Rutan Mabes Polri beberapa menit lalu, semoga husnul khotimah, dan semoga mendapatkan pahala syahid. Kami khawatir habaib dan ulama kami,” kata Aziz saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).

Ustaz Maaher sebelumnya sempat dikabarkan sakit keras. Kabar sakitnya tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) Habib Luthfi bin Yahya itu diungkapkan oleh pegiat media sosial Denny Siregar.

Lewat akun Twitter @Dennysiregar7 tampak mengunggah foto Maaher yang sedang menangis. Dia mengaku terenyuh saat mengetahui kabar Maaher sedang sakit keras.

“Dengar-dengar Maaher lagi sakit keras. Entah kenapa sesudah nonton video dia nangis, gua terenyuh juga. Ternyata hatinya Rinto,” kicau Denny, Jumat (22/1).

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono ketika itu pun membenarkan kabar tersebut. Rusdi saat itu mengatakan, Maaher tengah dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Djudju menjelaskan, permohonan rujukan pernah diajukan ke RS RS Ummi Bogor. Karena memiliki rekam medis Maaher.

Sebab, sebelum ditahan Maaher kerap berobat di sana terkait penyakit lambung yang dideritanya.

“Karena ada rekam medis, sejak awal sakitnya sebelum (Maaher) ditahan,” kata dia. 

Sumber : Suara.com

Palembang, Infosekayu.com - Kabar duka datang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana tutup usia pagi ini Minggu (17/1/2021) sekira pukul 6.30 WIB di RS Charitas Palembang. Kabar duka ini dibenarkan Komisioner KPU Sumsel Amrah Muslimin saat dikonfirmasi infosumsel.ID, Minggu (17/1/2021). 


"Iya benar, ibu ketua meninggal dunia pagi ini," kata Amrah. Amrah menuturkan, sebelumnya Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana dirawat di RS Charitas sejak 13 Januari 2021 karena terkonfirmasi positif covid-19. 

"Tanggal 13 beliau masuk RS Charitas karena Covid," ujar Amrah. Kabar duka ini, membuat seluruh Komisioner KPU Sumsel beserta jajarannya merasa kehilangan sosok Kelly. 


Menurut Amrah, sosok Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana merupakan sosok pemimpin yang dikenal baik dan bertanggung jawab. "Kami merasa kehilangan, beliau adalah pemimpin kami. Pribadinya baik dan bertanggung jawab," tukasnya. 

Sumber : infosumsel.ID