Articles by "Pembunuhan Sopir Travel"
Tampilkan postingan dengan label Pembunuhan Sopir Travel. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Kerja keras Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin bersama Tim DF Jatanras Polda Jambi dan Polsek Batara berhasil mengungkap kasus pembunuhan sopir travel asal Jambi Bariman (55) yang mayatnya dibuang di Sungai Setangkai Jalan 108 Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, Senin, (15/10) silam.


Dari pengungkapan kasus tersebut, petugas berhasil menembak mati satu pelaku dan mengamankan 1 orang pelaku lainnya serta satu orang penadah.

Hal tersebut terungkap saat jumpa pers yang dilakukan Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM di RSUD Sekayu didampingi pejabat utama Polres Muba, Selasa (30/10/2018).

"Tim khusus Reskrim Polres Musi Banyuasin bersama Tim DF Jatanras Polda Jambi dan Polsek Batara, Minggu (28/10) berhasil menangkap dua orang pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir travel asal Jambi tersebut dan 1 orang penadah," ujarnya.

Adapun identitas kedua pelaku adalah Hasani (45) dan Joko (46), keduanya merupakan warga Desa Pematang Lumut Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Sedangkan identitas penadah terhadap handphone korban diketahui bernama Yuni Eka Putri (30) warga Parit 1 Kelurahan Tungkal Harapan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Jabung Barat Jambi.

Sebelum melakukan pembunuhan terhadap sopir travel asal Jambi. Kedua pelaku telah merencanakan perampokan dan pembunuhan dengan membeli beberapa peralatan untuk membunuh korban.

"Modus operandi kedua pelaku, yakni pada hari Sabtu (13/10) pukul 10.00 WIB. Kedua pelaku Joko dan Hasani menghadang travel korban di depan rumahnya di Desa Pematang Lumut Kecamatan Betara Kabupaten Tanjabar Provinsi Jambi untuk pergi ke Jambi," ungkap dia.

Sebelumnya keduanya telah bersepakat untuk melakukan perampokan terhadap korban. Setelah disepakati biaya ongkos pergi ke Bayung Lincir antara korban dan pelaku  dengan harga Rp 600 ribu. Lalu kedua pelaku minta diantarkan korban ke Pasar Angso Duo.

Setibanya, pelaku lalu membeli tali yang akan digunakan untuk menjerat leher korban. Kemudian pada pukul 15.00 WIB korban menjemput kedua pelaku di Pasar Angso Duo untuk berangkat ke Bayung Lincir.

Selanjutnya pada pukul 20:00 wib korban di ajak masuk jalan C1 Desa Cinta Damai Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin dengan alasan untuk kencing.

Kemudian, pelaku Hasani  menjerat leher korban menggunakan tali tambang yang sudah dipersiapkan dari belakang sopir hingga tewas. Selanjutnya korban dipindahkan ke belakang dan dijerat sambil di injak-injak kepalanya oleh Joko.

Sedangkan Hasani membawa mobil ke arah Jalan 108 Kecamatan Babat Supat pukul 21.00 WIB untuk membuang mayat korban.

Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku langsung berangkat ke belitang dan mobil korban dijual kepada SF seharga Rp 20 juta yang saat ini masih DPO kepolisian.

Dari hasil penyelidikan, diketahui keberadaan pelaku yakni Hasani berada di wilayah Kecamatan Betara Kabupaten Tanjabar Jambi. Kemudian unit reskrim Polres Muba berkoordinasi dan di-backup Polsek Batara serta Tim DF jatanras Polda Jambi pada hari Minggu, (28/10) pukul 04.30 WIB, Hasani berhasil ditangkap.

Lalu dilakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya Joko. Saat akan ditangkap melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan senpi rakitan. Selanjutnya pelaku berhasil dilumpuhkan dan meninggal dunia.

Saat ini kedua pelaku pembunuhan terhadap Bariman sopir travel asal jambi sudah kita tangkap dan diamankan. Untuk 1 pelaku atas nama Joko tewas saat dilakukan penangkapan dikarenakan melawan dan menyerang petugas.

"Dari kedua pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah hape,  1 utas tali tambang, 1 pucuk senpi rakitan, 1 buah selongsong peluru, 1 buah TV plat 21 inch, 1 buah sandal dan 1 uni mobil Daihatsu Siegra No Pol BH 1487 NC.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Saat ini pelaku atas nama Hasani dan Yuni Eka Putri sudah kita amankan di Mapolres beserta barang bukti. Untuk dilakukan proses lebih lanjut.

"Ia akan kita jerat pasal 365, 338, dan 340 KUHPIDANA.  Dengan ancaman pidana semur hidup, " ungkap Kapolres. /red/

Sumber : KRSumsel

INDOSEKAYU.COM - Kematian sopir travel atas nama Bariman (50), yang merupakan sopir travel asal Kuala Tungkal Jambi masih menjadi misteri. Dugaan sementara, Bariman telah menjadi korban perampokan saat hendak mengantarkan penumpang dari Pasar Jambi Kuala Tungkal ke Bayung Lencir Muba Sumsel.


Dugaan tersebut timbul, karena mobilnya Daihatsu Sigra dengan Nomor Polisi BH 1487 NC serta dompet milik korban hilang. Hal ini, diungkapkan anak korban Wiwik Mahyudi saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (16/10/2018) seperti dikutip dari Jodanews.

Menurut Wiwik, ayahnya pergi pada hari Sabtu (13/10/2018) pukul 16.00 WIB untuk menjemput penumpang yang mencarter dari Pasar Jambi menuju Bayung Lencir, Muba Sumsel.

“Karena gelisah, ibu memutuskan untuk menelepon Bapak sekitar pukul 19.00 WIB. Ada yang menjawab tidak tahu itu suara bapak atau bukan, tetapi hanya dijawab belum sampai di Sungai Lilin,” ungkapnya.

Selang sejam kembali ditelepon, keluarga memutuskan untuk kembali menghubungi Bariman. Tetapi, nomor Bariman tidak aktif lagi. Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Minggu (14/10/2018) Wiwik memutuskan untuk berangkat ke Muba untuk mencari sang ayah.

Ia mendatangi Sungai Lilin Muba, di mana sinyal terakhir Bariman berada. Namun, usaha untuk mencari Bariman ternyata tidak membuahkan hasil. Karena tidak ada hasil, lalu Wiwik memutuskan untuk kembali pulang ke rumah orangtuanya di Jalan Lingkar Barat Bagan Pete Kecamatan Alam Barajo Jambi.

Usaha lain yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan Bariman, Wiwik mendatangi orang pintar. Akan tetapi, usahanya juga tidak membuahkan hasil karena keberadaan sang bapak juga tidak diketahui.

“Saya memutuskan untuk memposting foto, mobil dan kronologis kehilangan bapak melalui Facebook. Hingga akhirnya, ada kabar di Facebook dari warga yang memposting. Ada penemuan mayat tanpa identitas, dari situ saya memutuskan untuk datang mengecek langsung,” ceritanya.

Mendapat kabar ada penemuan mayat tanpa identitas di Sungai Setangkai Desa Seratus Lapan Kecamatan Babat Supat Muba, Senin (15/10/2018) pukul 16.15 WIB membuat Wiwik memutuskan untuk mengecek langsung ke Rumah Sakit Muba.

Setelah dicek, meski tidak bisa mengenali lagi wajah korban tetapi Wiwik yakin bila mayat tersebut adalah bapaknya melihat dari baju dan celana yang dikenakan.

Memastikan itu sang Ayah, setelah dilakukan visum akhirnya jenazah Bariman langsung dibawa ke Jambi. Sampai di Jambi, tanpa dilakukan otopsi lagi jenazah Bariman langsung dimakamkan.

Meninggalnya Bariman yang memiliki dua anak dan satu istri ini, membuat keluarga menduga kalau Bariman menjadi korban perampokan disertai pembunuhan. Karena, saat dicek di rumah sakit terdapat tali nilon yang menjerat leher dan luka lebam di kepala.

“Mobil hilang, padahal masih kredit dan baru berjalan setahun dua bulan. Biasanya bapak itu jadi sopir travel Kuala Tunggal. Sebelum jadi sopir travel, Pak sempat jual bakso bakar di rumah dan jadi sopir taksi online. Sama sekali tidak ada pesan sebelum pergi mengantar penumpang, karena biasanya seperti itu,” ujar sulung dari dua bersaudara ini.

Pihak keluarga yang menduga Bariman menjadi korban perampokan disertai pembunuhan, berharap kepada pihak kepolisian untuk dapat menangkap para pelakunya. Karena, selain Bariman meninggal, mobil dan dompet Bariman juga hilang.

Backup Polda Sumsel
Sedangkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menuturkan, dirinya belum mendapatkan laporan dari Polres mengenai penemuan mayat yang diduga menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

“Kalau memang menjadi korban perampokan atau pembunuhan, nantinya akan dilakukan otopsi untuk mengetahui apakah ada tanda kekerasan di tubuh korban. Agar lebih jelas, terlebih sebelumnya sempat hilang,” ujarnya.

Jenderaal bintang dua ini mengungkapkan, bila memang lokasi kejadiannya berada di Muba maka ia akan memerintahkan Kapolres Muba untuk dapat mengungkap kasus ini. Selain itu, Polda Sumsel akan memback up Polres Muba untuk sesegera mungkin mengungkap kasus ini.

“Karena berangkatnya dari Jambi, sehingga kami juga akan berkordinasi dengan Polda Jambi. Yang pasti, kami akan bertanggungjawab untuk mengungkap kasus ini,” pungkasnya. /red/

Sumber : Jodanews