Articles by "Penghargaan"
Tampilkan postingan dengan label Penghargaan. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU - Sejak dua tahun belakangan percepatan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menunjukan percepatan yang positif. Ini pula dibuktikan dengan pemberitaan-pemberitaan media cetak, online, dan elektronik lokal maupun nasional yang menyoroti secara update dan berimbang.


Trend positif pemberitaan di Muba tersebut tidak bisa dipisahkan dari program kerja dan inovasi dari Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin terhadap kemajuan bumi Serasan Sekate. Oleh sebab itulah, pada kali ini Humas Indonesia menganugerahi Pemkab Muba dengan menobatkan sebagai Pemerintah Kabupaten Terpopuler di Media Online.

"Maka berdasarkan monitoring dan analisa kualitatif yang dilakukan Indonesia Indicator dan Humas Indonesia menetapkan Pemkab Muba sebagai Pemenang Anugerah Humas Indonesia Kategori Terpopuler di Media Online sub Kategori Pemerintah Kabupaten," ungkap CEO Humas Indonesia, Asmono Wikan saat memberikan award pada rangkaian Anugerah Humas Indonesia (AHI) kepada Pemkab Muba yang diterima oleh Bupati Muba Dodi Reza diwakili Kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP, Jumat (30/8/2019) malam di Balaikota Tangerang-Banten.

Dikatakan, sistem penilaian juga melibatkan ratusan media online lokal dan nasional. Hasilnya, Pemkab Muba ini menunjukan trend positif. "Dari hasil penilaian tim kepopuleran yang sudah direalisasikan merupakan program program kerja serta inovasi Pemkab Muba yang benar-benar dirasakan masyarakat Muba," terangnya. /red/




INFOSEKAYU - Sebanyak 149 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dari berbagai instansi mendapatkan penghargaan penyematan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI Joko Widodo, Rabu (14/8/2019).


Penyematan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya tersebut diberikan secara simbolis langsung oleh Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin ke ASN yang sudah mengabdi 10-30 Tahun di sela Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) tingkat Provinsi Sumsel di griya pendopoan Serasan Sekate.

"Pengabdian yang lama ini harus terus disertai dengan kontribusi yang tulus dan bermanfaat untuk masyarakat banyak," ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin usai menyematkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI.

Dikatakan Dodi, ASN di lingkungan Pemkab Muba juga harus kerja cepat untuk mengejar ketertinggalan. "Jangan cepat puas saat bekerja, terus perbaiki kualitas kerja untuk menjadi bagian membangun Muba menjadi lebih baik," terangnya.

Sementara itu, salah satu ASN yang menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya, Dicky Meiriando, SSTP, MH menyebutkan tanda kehormatan ini akan menyemangati kinerja dan pengabdian.

"Alhamdulillah sudah 20 tahun mengabdi, dan akan terus menjadi bagian ASN yang memberikan kontribusi positif di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU - Implementasi program berbasis IT di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, betapa tidak dalam kurun waktu dua tahun belakang ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin banyak mendapatkan pengakuan karena komitmen Bupati Dodi Reza Alex Noerdin yang dinilai sukses secara bertahap menjadikan Bumi Serasan Sekate menjadi Kabupaten Cerdas (Smart Regency).


Di antaranya, program Pemkab Muba melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Muba dalam mencetuskan aplikasi SENJANG (Saluran Elektronik Layanan Jaring Aspirasi dan Aduan Warga Muba), yang saat ini sedang dalam pengembangan versi lanjutan dengan nama Aplikasi MUBA FAST TRACK.

Tidak hanya itu, Kabupaten Muba juga melalui tangan dingin Bupati Dodi Reza Alex Noerdin juga melakukan pembangunan Muba Command Centre dan pemasangan CCTV di beberapa sudut kota Sekayu yang terkoneksi dengan Polres Muba dan Pemkab Muba sebagai tanda dimulainya Muba Smart Regency.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama Kabupaten Muba masuk dalam Gerakan 100 Smart City Indonesia.

Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin juga pada November 2018 lalu didaulat Tim Penilai IT dari Perguruan Tinggi se-Sumsel dan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Sumsel menjadi Bupati terbaik dengan leadership pembangunan berbasis IT.

Kedepan Bupati Muba tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur digital saja, melainkan pembangunan komunitaa digital juga dilakukan.
Dengan mengusung program Make Muba 4.0 diharapkan kedepan akan muncul para digitalprenuer di Bumi Serasan Sekate.

Capaian-capaian ini pula yang kemudian membuat salah satu media cetak terbesar di Sumsel yakni Tribun Sumsel (Kompas Gramedia Group) memberikan penghargaan Seven Outstanding Kategori Smart Cities kepada Kabupaten Muba dalam rangkaian  Main Event 7 th Anniversary Tribun Sumsel di Hotel Excelton, Selasa (2/7/2019) malam yang dalam hal ini penghargaan ini diterima secara langsung Kepala Dinas Komunikasi dan Informartika Muba, Herryandi Sinulingga AP yang mewakili Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin. 

"Penghargaan ini untuk seluruh masyarakat Muba dan ke depan Muba akan terus berbenah menjadi Kabupaten yang banyak kemajuan positif terutama di bidang IT," ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba, Herryandi Sinulingga AP.

Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan pengembangan pembangunan IT di Muba tersebut semata-mata untuk mewujudkan pembangunan dan pengetahuan cepat yang bisa didapat oleh masyarakat Muba.
"Dalam waktu dekat juga Pemkab Muba akan melakukan pemasangan jaringan internet super cepat di 227 Desa yang ada di Muba," ungkap Dodi.

Dodi menambahkan, pembangunan berbasis IT yang dilakukannya tersebut berkat dukungan banyak pihak dan seluruh masyarakat yang ada di Muba.
"Selain itu, ini juga berkat kerja keras semua jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Muba," tegasnya.

Sementara itu, Kepala News Room Tribun Sumsel, Weni Ramdyastuti menyebutkan dalam rangkaian Main Event 7 th Anniversary Tribun Sumsel ini pihaknya memberikan penghargaan kepada tujuh daerah yang dinilai sangat komitmen dan konsisten program-programnya kepada kemajuan IT dan sangat gencar mewujudkan daerah yang smart city.

"Adapun tujuh daerah yang mendapatkan penghargaan ini yakni diantaranya Muba, Banyuasin, Pali, OKU Timur, Muara Enim, Prabumulih, dan Lahat," ungkapnya.


Weni menambahkan, penilaian penghargaan tersebut dilakukan secara ketat dan akuntabel.
"Setelah dilakukan seleksi penilaian, tujuh daerah inilah yang kemudian dinyatakan layak untuk mendapatkan penghargaan  Seven Outstanding Kategori Smart Cities," pungkasnya. (rel)

INFOSEKAYU.COM - Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin setelah berhasil mewujudkan reputasi positif di Kabupaten Musi Banyuasin dengan diganjarnya penghargaan Public Relations Indonesia kategori Best Communicators 2018 pada November 2018 lalu di Semarang, Kamis (28/3/2019) malam bertempat di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung, Bupati Muba Dodi Reza kembali menerima  penghargaan pada ajang Penghargaan Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2019 Kategori Kabupaten Terpopuler di Media 2018.


Diketahui, penghargaan sebelumnya yakni penghargaan PR Indonesia kategori Best Communicators 2018 yang diraih Dodi Reza dinilai secara langsung oleh 17 media nasional, adapun ke 17 media cetak nasional tersebut yang diutus PR Indonesia untuk melakukan penilaian dan Kali ini Muba meraih  award kategori Kabupaten Terpopuler di Media untuk PRIA Tahun 2019 ini, PR Indonesia bekerja sama dengan PT ISENTIA melakukan monitoring pemberitaan ratusan korporasi/lembaga/kementerian/pemerintah daerah di 20 koran nasional, 40 koran daerah dan 110 majalah mainstream di Indonesia.

"Alhamdulillah, berdasarkan penilaian PR Indonesia Award, Muba dinobatkan sebagai Kabupaten Terpopuler di Media," ungkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin di sela menerima penghargaan Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2019 di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (28/3/2019) malam.

Lanjutnya, penghargaan tersebut bukan untuk mengejar eksistensi dan pencitraan dihadapan publik namun Pemkab Muba terus berusaha dan mempertahankan kepopuleran yang memberikan kontribusi positif untuk masyarakat Muba.

"Jadi, kepopuleran yang sudah kita realisasikan selama ini merupakan program program kerja serta inovasi Pemkab Muba yang benar-benar yang di nilai oleh para pihak dan tetunya dirasakan masyarakat Muba," terangnya.

Sementara itu, Founder & CEO PR Indonesia, Asmono Wikan mengungkapkan, penghargaan yang diberikan ini membidik sekaligus mengecek kebenaran inovasi dan terobosan yang dilakukan di suatu daerah.

"Kami menghimpun data sepanjang 1 Januari – 31 Desember 2018 untuk mencari korporasi/lembaga/kementerian/pemerintah daerah terpopuler. Maka berdasarkan monitoring dan analisa kualitatif yang ISENTIA dan PR INDONESIA lakukan, kami menetapkan Kabupaten Musi Banyuasin sebagai: Pemenang PR INDONESIA Awards Kategori Kabupaten Terpopuler di Media 2018," terangnya.

Pada ajang penghargaan Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2019 turut dihadiri Kepala Daerah di Indonesia yakni diantaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Bupati Goa Adnan Purichta Ichsan, dan beberapa Kepala Daerah lainnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Pemkab Musi Banyuasin di bawah komando Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin kembali diganjar penghargaan. Kali ini, penghargaan Dukcapil Hebat diberikan sebagai bentuk apresiasi upaya peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Muba.


Penghargaan diserahkan  Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri RI, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh, SH, dan diterima oleh Kepala Dinas Dukcapil Muba Hj Asmarani mewakili Bupati Muba di Hotel Four Point Makasar, Kamis malam (7/2/2019).

Penyerahan piagam penghargaan diberikan pada acara pembukaan Rakernas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Wilayah I tahun 2019 di Makasar. Tak kurang sebanyak 1.812 undangan dari pejabat Dukcapil Kabupaten/Kota se-Indonesia tampak hadir.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementrian Dalam Negeri,  Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH, mengatakan, penghargaan diberikan kepada kepala daerah atas inovasi dan dukungan sebagai kepala daerah. Dua hal ini  yang jadi faktor kunci dalam mewujudkan target capaian kinerja dan kualitas pelayanan di bidang pendataan kependudukan.

“Sehubungan dengan itu, melalui Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil tahun 2019 dilakukan penilaian dan pemberian penghargaan kategori “Dukcapil Hebat” terhadap pengembangan inovasi dan besarnya pelayanan administrasi kependudukan kepada kepala daerah yang dinilai telah melakukan berbagai inovasi di daerah yang dipimpinnya,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Muba dianggap memenuhi kriteria penilaian, yakni memiliki  kepala daerah yang  inovatif serta secara nyata mengalokasikan anggaran melalui APBD dengan daya ungkit yang besar.

"Yang terpenting, kepala daerah secara langsung ikut terlibat dalam aktivitas pelayanan administrasi," ujar Zudan Arif sembari mengajak peserta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Dukcapil Muba Asmarani, bahwa Muba layak menerima penghargaan."Dukungan para kepala OPD, masyarakat Muba dan stakeholder pun tak kalah besar sehingga Muba dapat penghargaan kategori Dukcapil Hebat," beber dia. /red/

Bentuk inovasi Dukcapil Muba yang dinilai antara lain :

1. SUPORTIDES : Support laporan kematian oleh perangkat desa melalui SMS/WA. 
2. KIA GO TO SCHOOL : Terbit/cetak KIA berdasarkan usul kolektif dari sekolah.
3. JEBOL AKTA KELAHIRAN : Jemput bola penerbitan Akta Kelahiran ke rumah sakit,klinik dan FKAG (Forum Kerjasama Antar Gereja).
4. PELINDES : Pelayanan perekaman KTP-el keliling ke desa-desa dan sekolah.
5. PREMANTKIT : Perekaman KTP-el ke rumah tahanan dan rumah sakit.
6. Fitur Cari Biodata (SIDAK).
7. Fitur Cari Penduduk (SIDAK Pemanfaatan Data).
8. Fitur Fasilitas Kedatangan (SIDAK).
9. Fitur Request Update (SIDAK).
10. Fitur JSON (SIDAK).
11. Fitur Data Agregat (SIDAK).
12. Pemutahiran DataBase.
13. Monitoring Operator (SIDAK).
14. Monitoring Instansi (SIDAK).
15. Monitoring Pelayanan (SIDAK).

Sedangkan kriteria dukungan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex terhadap Pelayanan Administrasi Kependudukan sebagai berikut :

1. Gedung Pelayanan yang representatif.
2. Dukungan APBD murni tahun 2018 dan 2019.
3. Tersedianya Mobil Pelayanan Keliling.
4. Pengadaan perangkat pelayanan adminduk tahun 2018 dan  2019.
5. Penghargaan yang pernah diterima berkaitan dengan pelayanan administrasi kependudukan.
6. Kebijakan Kepala Daerah secara khusus memberikan dukungan kepada Disdukcapil dan peningkatan pelayanan adminduk.
7. Penghargaan Internasional.

Untuk kategori ini se-Indonesia Tahun 2019 ini hanya Disduk Capil Kabupaten Musi Banyuasin yang menerima kategori Disduk Capil HEBAT. Penghargaan diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan diserahkan oleh Dirjen Dukcapil Prof. DR. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH.

Adapun penghargaan kategori lain :
1. Dukcapil Selaras diberikan kepada Mendikbud RI.
2. Mitra Dukcapil diberikan kepada Dekan Fakultas Hukum UNS dan Country Director Indonesia and Timor-Leste The Word Bank.
3. Kategori khusus diberikan kepada Menlu RI, Menkumham RI, Kepala BPPT, Kepala BSSN, Gubernur Sulsel, Bupati Pesisir Selatan. Ungkap Hj Asmarani Saat Usai Menerima Reward Dukcapil Hebat



INFOSEKAYU.COM - Setelah dilakukan penilaian dan evaluasi oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sekayu, tiga desa di bumi Serasan Sekate berhasil mendapatkan Penganugerahaan Desa Terbaik Kategori Tata Kelola Keuangan Tahun 2018 oleh KPPN Sekayu.


Penganugerahaan ini diserahkan secara langsung oleh Kepala KPPN Sekayu Sugeng Hermanto didampingi Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex  Noerdin kepada Kepala Desa Sidorejo Kecamatan Keluang, Kepala Desa Baru Jaya Kecamatan Jirak Jaya, Kepala Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin di sela penyerahan DIPA dan TKDD ke perangkat daerah di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (19/12/2018).

"Tiga Desa ini telah memahami tata kelola keuangan secara aplikasi melalui aplikasi siskeudes, ini juga berkat komitmen Bupati untuk mengarahkan perangkat desa transparan dan akuntabel dalam mengelola keuangan," ungkap Kepala KPPN Sekayu Sugeng Hermanto.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin meminta supaya desa-desa lainnya termotivasi untuk melakukan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. "Dimulai dari desa-desa ini harus dimaksimalkan, supaya terwujudnya pengelolaan keuangan yang transparan," kata Dodi.

Dodi menambahkan, dirinya terus memaksimalkan dan merangkul peran perangkat desa untuk mewujudkan Muba Maju Berjaya 2022. "Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berbuat yang positif dan benar serta berkontribusi untuk masyarakat," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Desa Mekar Jadi, Sadrin menyebutkan atas penghargaan tersebut pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin yang selalu mensupport dan memberikan arahan untuk melakukan pengelolaan keuangan desa yang baik dan transparan.

"Aplikasi Siskeudes juga sangat membantu kami, peran serta Pemkab Muba khususnya pak Bupati sangat mendukung kami dan mensupport supaya pengelolaan keuangan desa berjalan transparan dan akuntabel," ujarnya.

Lanjutnya, perangkat desa sangat termotivasi dengan diraihnya penghargaan tersebut. "Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin dalam melakukan pengelolaan keuangan desa yang baik dan benar," tuturnya.

Diketahui, sebelumnya Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin juga mendapatkan penghargaan
Desa Prospektif Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa di Wilayah Sumsel dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Wilayah Sumsel. Penghargaan tersebut diberikan kepada 14 Desa di Sumsel dan salah satunya Desa Mekar Jadi Kecamatan Sungai Lilin. /red/



INFOSEKAYU.COM - Setelah mendapatkan penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) bersama Tim Independen, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dinyatakan berhak mendapatkan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya  (APE) Tahun 2018 di Istana Wakil Presiden, Rabu (19/12/2018) yang diserahkan secara Langsung oleh Menteri PPPA Yohana Yembise dan diterima oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.


Diketahui, Kabupaten Muba satu-satunya di Sumsel bersama 158 Kabupaten/Kota lainnya di luar Sumsel yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 dan Kabupaten Muba mendapatkan capaian skor tertinggi di Sumsel dari penilaian Kementerian PPPA bersama Tim Independen yakni dengan skor 7980.5.

"Kabupaten Muba dinilai telah memenuhi tujuh poin indikator capaian APE, dan untuk di Sumsel Muba menjadi satu-satunya Kabupaten yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 ini," ungkap Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi usai menerima penghargaan APE Tahun 2018.

Dikatakan Beni, tujuh Komponen kunci terdiri dari Komitmen, Kebijakan, Kelembagaan, Sumber Daya Manusia dan Anggaran, Alat Analisis Gender, Data Gender, dan Pasrtisipasi masyarakat. "Alhamdulillah, ketujuh poin ini sudah dipenuhi oleh Pemkab Muba dan terealisasi," ucapnya.

Lanjutnya, selama dua tahun berturut-turut Kabupaten Muba juga dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Kementerian PPPA dan saat ini Kabupaten Muba menjadi KLA Tingkat Madya setelah sebelumnya pada Tahun 2017 lalu menyandang KLA Tingkat Pratama.

"Ini menunjukan kalau Kabupaten Muba dari tahun ke tahun terus meningkatkan komitmen dalam memperhatikan pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak khususnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Pemkab Muba, Dewi Kartika mengatakan peraihan APE Tahun 2018 ini akan terus ditingkatkan dan berkomitmen untuk selalu antusias mendokumentasikan dan menyampaikan informasi secara online mengenai upaya hasil yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak (PP-PA).

"Peraihan APE Tahun 2018 ini juga berkat support dan arahan dari bapak Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin serta dukungan penuh masyarakat Muba," ujarnya.

Sementara itu, Menteri PPPA Yohana Yembise menyebutkan Pemberian penghargaan APE Tahun 2018 merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Ibu dan menjadi hal yang bersejarah bagi setiap Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyabet penghargaan Anugerah Prahita Ekapraya.

"Penghargaan ini diberikan atas komitmennya dalam melaksanakan pembangunan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kami ucapkan selamat bagi Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 ini dan selalu komitmen dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah masing-masing," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Bertepatan dengan Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-70 pada 10 Desember 2018, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mendapatkan penghargaan.


Pemerintah Kabupaten Muba dinobatkan sebagai Pemerintah Kabupaten Yang Peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM, Selasa (10/12/2018) di Kantor Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta Selatan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly dan diterima oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin yang diwakilkan oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. "Alhamdulillah, Kemenkumham menilai Muba telah memenuhi kriteria sebagai Kabupaten Peduli HAM dan sudah menerapkan pelayanan publik berbasis HAM," ujar Beni Hernedi.

Dijelaskan, adapun tujuh kriteria dalam implementasi hak asasi manusia yang sudah dilakukan Pemkab Muba yakni diantaranya Pemkab Muba sudah memenuhi hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan.

"Kemudian, hak atas perumahan dan hak atas lingkungan berkelanjutan dengan adanya Peraturan Daerah yang menjamin adanya rencana tata ruang," jelasnya.

Beni menambahkan, Pemkab Muba akan terus komitmen dengan menjalankan program yang mengedepankan hak masyarakat dan menjadi kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Muba.

"Selain itu, Pemkab Muba juga telah memberikan hibah lahan seluas 5 hektare yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan Gedung Lapas Sekayu yang baru, karena kondisi lapas saat ini sudah overload," ungkap Beni. 

Diketahui, Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM tersebut diterima oleh sebanyak 271 Bupati dan Wali Kota di Indonesia dan salah satunya akan diterima Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin yang pada kesempatan kali ini diwakilkan oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.

Sementara itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla Dalam sambutan tersebut, Kalla mengapresiasi kinerja Komnas HAM yang telah banyak menerima aduan masyarakat terkait pelanggaran HAM.

"Saya berterima kasih dan salut atas kerja yang sangat baik dari Komnas HAM. Walaupun tadi disampaikan juga memerlukan fasilitas yang lebih baik lagi. Namun yang penting bukan fasilitasnya. Hasil kerjanya juga. Harus sepadan dengan hal tersebut," kata Kalla.

Jusuf Kalla juga berpesan kepada seluruh Kepala Daerah di Indonesia untuk selalu mengedepankan kepentingan HAM di wilayah masing-masing. "Selamat bagi Kepala Daerah yang diberikan penghargaan, dan terus komitmen menjaga dan mengedepankan HAM di wilayah masing-masing," pungkasnya. 

Pada peringatan tahun ini, Kemenkumham mengangkat tema "Sinergi Kerja Peduli Hak Asasi Manusia". Tema tersebut diambil sesuai dengan Deklarasi Universal HAM, yang menjadikan hak individu atau hak asasi manusia sebagai unsur dasar kehidupan. /red/
 

INFOSEKAYU.COM - Bertepatan dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-70 pada 10 Desember 2018 nanti, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mendapatkan penghargaan, Kabupaten Muba dinobatkan sebagai Kabupaten yang peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM dan rencananya akan diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada Selasa (11/12/2018) di Kantor Kementerian Hukum dan HAM di Jakarta Selatan.


Hal ini diketahui berdasarkan surat dari Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jenderal HAM nomor: HAM-UM01.01-173 perihal undangan peringatan hari HAM yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kemenkumham, Dr Mualimin Abdi SH MH.

"Penghargaan akan diterima langsung oleh pak Wakil Bupati Beni Hernedi mewakili pak Bupati Dodi Reza Alex Noerdin," ungkap Kabag Humas Pemkab Muba, Herryandi Sinulingga AP.

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkab Muba H Yudi Herzandi, SH, MH menjelaskan salah satu indikator Pemkab Muba mendapatkan penghargaan Kabupaten yang peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM dikarenakan Pemkab Muba sudah memenuhi 7 Hak masyarakat di Muba.

Yakni meliputi pertama Hak atas kesehatan kriterianya adanya peraturan daerah yang mengatur perlindungan kesehatan terhadap masyarakat, kriteria berdasarkan anggaran yang disediakan untuk kesehatan,  terpenuhinya jumlah rasio dokter, perawat, bidan,  dan rumah sakit berdasarkan jumlah penduduk, minimnya angka kematian bayi, ibu hamil, dan kurang gizi.

Kedua, hak atas pendidikan, yakni meliputi ada peraturan daerah yang mengatur terjaminnya pendidikan, penganggaran APBD terhadap pendidikan terpenuhinya rasio sekolah PAUD, SD, SMP, dan SMA sederajat yang terakreditasi minimal C berdasarkan rasio jumlah anak, minimnya anak putus sekolah, dan buta aksara.

"Ketiga, telah memenuhi hak perempuan dan anak meliputi adanya peraturan daerah yang mengatur tentang perlindungan perempuan dan anak,  serta pencegahan pernikahan anak di bawah umur, minimnya kekerasan pada perempuan dan anak, tidak adanya pekerja di bawah umur," jelasnya.

Selain itu, yang keempat telah memenuhi hak atas kependudukan meliputi  adanya peraturan daerah yang mengatur masalah administrasi kependudukan/catatan sipil, terpenuhinya persentase, kepemilikan kartu penduduk, akta nikah, akta kelahiran, dan kartu identitas anak usia 0 sd 18 tahun, adanya pelayanan pendukung pencatatan sipil.

Kelima, telah memenuhi hak atas pekerjaan meliputi adanya peraturan yang melindungi terhadap tenaga kerja dan upah minimum, tersedinya balai latihan kerja, persentase penerimaan perkerja di pemerintah ataupun swasta adanya fasilitas untuk penyandang disabilitas, persentasi penanganan masalah pekerja, minimnya akan pengangguran dan banyaknya lapangan pekerjaan.

Kemudian, Keenam hak atas perumahan meliputi adanya peraturan yang mengatur tentang kawasan permukiman dan perumahan, terpenuhnya persentase,  penanganan sampah, rumah memiliki akses air bersih dan air minum,  listrik, bersanitasi, tersedianya program rumah/tinggal terpenuhinya Persentase penduduk tinggal di rumah layak huni, dan kawasan layak huni.

"Ketujuh, hak atas lingkungan berkelanjutan dengan adanya peraturan daerah yang menjamin adanya rencana tata ruang,  perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pencemaran udara dan pemakaman, adanya program penerangan lampu jalan dan fasilitas umum, ruang terbuka hijau, fasilitas pengaduan masyarakat, program olahraga masyarakat,  penanaman pohon,  program pengelolaan sampah berwawasan lingkungan, adanya forum komunikasi umat dan program pembangun partisipasi masyarakat, terpenuhinya persentase ruang bermain anak,  ruang terbuka hijau sebesar 30% dari luas wilayah, rendahnya  tingkat pencemaran udara dan menurunnya angka kriminalitas," terangnya.

Diketahui, penghargaan Kabupaten/Kota peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM tersebut akan diterima oleh sebanyak 271 Bupati dan Wali Kota di Indonesia dan salah satunya akan diterima Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin. /red/

INFOSEKAYU.COM - Pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mendapat sorotan. Kali ini penilaian datang dari Tim Evaluasi Layanan Publik se -Indonesia oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).


Dari hasil penilaian tim tersebut, Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Dodi Reza Alex, diganjar penghargaan. "Kita patut berbangga, Muba kembali diganjar penghargaan berdasarkan hasil Tim Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2018. Diharapkan dengan ada penghargaan yang diterima tersebut, tentunya menjadi pemicu kita bersama, selaku Pelayan Publik untuk terus meningkatkan kinerja kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Kabag Humas Setda Pemkab Muba, Herryandi Sinulingga AP, Senin (26/11/2018).

Lanjut dia, penghargaan tersebut direncanakan akan diterima secara langsung oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, Selasa (27/11/2018) hari ini, di Balai Kartini Jakarta Selatan.

Herryandi mengungkapkan, dari seluruh Indonesia, hanya 23 daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut di tahun 2018 ini. "Untuk Sumsel di level Kabupaten, hanya Muba yang mendapat nilai tertinggi di antara Kabupaten lainnya," cetusnya.

Adapun daerah lain yang mendapatkan penghargaan tersebut yakni di antaranya Provinsi Riau, Provinsi Jawa Barat, kabupaten Musi Banyuasin untuk Daerah Sumatera Selatan. Selain itu adalah, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka.

Kemudian, Kabupaten Garut, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banda Aceh, Kota Medan, Kota Payakumbuh, Kota Batam, Kota Jambi, Kota Palembang, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kota Bekasi, dan Kota Bogor.

"Untuk tingkat Kabupaten di Sumsel hanya Kabupaten Muba yang mendapatkan penghargaan dari Kemenpan-RB ini, sedangkan untuk tingkat Kota di antara 23 Pemda yang mendapatkan reward salah satunya Kota Palembang," imbuhnya lagi.

Sementara, untuk se-Indonesia hanya 11 kota madya yang mendapatkan nilai tertinggi dan tingkat kabupaten hanya 10 daerah yang dinilai mendapatkan nilai tertinggi. /red/


INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin  meraih penghargaan National Procurement Awards atau Kepemimpinan dalam Transformasi Pengadaan Secara Elektronik kategori Komitmen Penerapan Standar LPSE : 2014.


Penghargaan ini diterima pada Selasa (30/10/2018) di Sabuga Center Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung yang diserahkan oleh Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan jasa Pemerintah (LKPP) Agus Prabowo dan diterima Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Pemkab Muba Drs H Apriyadi MSi.

"Pemkab Muba melalui instruksi Bupati akan terus mendorong jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk melakukan pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog," ungkap Apriyadi.

Dijelaskan, penghargaan National Procurement Awards atau Kepemimpinan dalam Transformasi Pengadaan Secara Elektronik kategori Komitmen Penerapan Standar LPSE:2014 yang diterima tersebut diberikan karena Pembab Muba dinilai pihak LKPP sudah memenuhi 17 standar pelayanan yang ditetapkan LKPP oleh LPSE Muba juga didasari atas pertimbangan kuatnya komitmen pimpinan Pemerintah Daerah dalam implementasi e- precurement.

Adapun 17 standar yang dijalankan tersebut yakni diantaranya pertama standar kebijakan layanan, kedua standar organisasi layanan, ketiga standar pengelolaan aset layanan, keempat, standar pengelolaan resiko layanan, kelima, standar pengelolaan gangguan masalah dan permintaan layanan.

“Keenam, standar pengelolaan perubahan, ketujuh, standari pengelolaan kapasitas layanan, kedelapan, standar pengelolaan Sumber Daya Manusia, kesembilan, standar pengelolaan keamanan perangkat, kesepuluh standar pengelolaan operasional keamanan layanan,” jelas Apriyadi.

Dilanjutkannya, kesebelas standar pengelolaan keamanan server dan jaringan, keduabelas, standar pengelolaan kelangsungan pelayanan, ketigabelas, standar pengelolaan anggaran layanan.

“Keempatbelas, Standar pengelolaan pendukung layanan, kelimabelas, standar pengelolaan hubungan bisnis layanan, keenambelas, standar pengelolaan kepatuhan dan ketujuhbelas, standar penilaian internal,” ujarnya.

Menurutnya, pembelian barang atau jasa melalui katalog elektronik mampu meminimalisir praktek kecurangan. Pemkab Muba juga bisa menghemat anggaran dengan melakukan pengadaan barang atau jasa secara elektronik.

Lanjutnya, sesuai dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, bahwa pengadaan barang/jasa pemerintah mempunyai peran  penting dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk peningkatan pelayanan publik, pengembangan perekonomian nasional dan daerah.

"Selain itu, juga memberikan pemenuhan nilai manfaat yang sebesar-besarnya serta kontribusi dalam peningkatan penggunaan produk dalam negeri, peningkatan peran UMKM, dan pembangunan berkelanjutan," tukasnya.

Diketahui, pemberian penghargaan ini juga bertepatan dengan kegiatan Rakornas Pengadaan Barang Jasa (PBJ) yang digelar oleh LKPP dan akan dihadiri sebanyak 3 ribu peserta yakni diantaranya  Sekretaris Jenderal Kementerian, Sekretaris Daerah Provinsi dan Kabupaten/kota se-Indonesia, dan stakeholder lainnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Kota Sekayu, diganjar penghargaan sebagai Role Model terbaik dalam pelayanan publik kepada masyarakat. Penghargaan tersebut diperoleh Bupati Musi Banyuasin di tahun pertamanya menjabat pada tahun 2017. Penghargaan tersebut merupakan salah satu terbaik di Indonesia dengan mengalahkan  Kabupaten / Kota lainnya.


Penghargaan itu diapresiasi langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan & RB RI) dengan Kategori "Sangat Baik" dengan nilai (A+).

Sebelum mendapatkan penghargaan tersebut diawali sebelumnya dilakukan penilaian oleh Tim Penilai Kemenpan & RB RI, untuk mempertahankan dan merebut kembali penghargaan itu kembali ke Muba, DPMPTSP Kab. Muba selaku leading sektor pelayanan kembali dikunjungi oleh Tim Penilai Kemenpan RI. Rabu, 26/11.

Tim Kemenpan RI yang melakukan penilaian untuk tahun 2018 adalah Fanoel Thamrin, ST, M Si, selaku Kasubid dan Ni Made Widya, S STP, selaku Staf Sub Bidang Pengawasan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah Kemenpan RB RI, diterima langsung oleh Bupati Muba melalui Sekda Kabupaten Muba Drs H Apriyadi, M Si, didampingi Kepala DPMPTSP Kabupaten Muba, Erdian Syahri, S Sos, M Si, dan jajaran Kabid serta staf. /red/


INFOSEKAYU.COM - Di kuartal ketiga di tahun 2018 ini Korps Kopel Putih Polres Musi Banyuasin telah berhasil meraih beberapa prestasi di ajang lomba yang digelar oleh Direktorat Lalu Lintas di jajaran Polda Sumatera Selatan, mulai dari segi pembinaan hingga pelayanan publik kepolisian di bidang penerbitan SIM.


Dari segi pembinaan Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas), Polres Muba berhasil meraih predikat juara dua lomba Pocil yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-72, serta yang tak kalah membanggakan ketika Sat Lantas Polres Muba di bulan September 2018 ini juga berhasil meraih juara pertama lomba Satpas sejajaran Polda Sumatera Selatan.

Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (SATPAS) Polres Musi Banyuasin juga turut mendapatkan penghargaan atas keberhasilan meraih nilai terbaik dalam survei kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Dit Lantas Polda Sumsel yang digelar dalam rangka memperingati HUT Polisi Lalu Lintas ke-63.

Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Dir Lantas Polda Sumsel Kombes Pol M Taslim Chairuddin, SIk, Mh, di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel yang langsung diterima oleh Kasat Lantas AKP Rio Artha Luwih, SIK, Jumat (21/9/2018).

Kapolres Musi Banyuasin AKBP Andes Purwanti, SE, MM, melalui Kasat Lantas AKP Rio Artha Luwih, SIK, dalam kesempatan tersebut menerangkan bahwasanya keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta personil kita Polres Muba khususnya satuan lalu lintas dalam memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat khususnya bagi masyarakat pemohon SIM.

"Dengan memperbaiki sistem pelayanan yang ada, mulai dari pelayanan, sistem antrian FIFO digital, menyediakan ruangan yang nyama bagi masyarakat, pojok baca, tempat ibu menyusui hingga survei kepuasan masyarakat digital yang diisi oleh masyarakat setelah selesai dalam proses pembuatan SIM," ujarnya.

Dan hal ini, menurutnya, semua tak lepas dari bimbingan serta arahan dari Ibu Kapolres, yang selalu mendukung dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang tentunya hasilnya dapat dilihat seperti sekarang ini.

Lebih lanjut Alumni Akpol Angkatan tahun 2010 ini berharap, "Dengan keberhasilan ini tentulah sebagai pemicu bagi kami untuk lebih meningkatkan kinerja dan memberikan pelayan terbaik bagi masyarakat,", tandasnya. /red/

INFOSEKAYU.COM - Sejak satu tahun belakangan kepemimpinan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin banyak menuai prestasi dan dinilai membawa kemakmuran bagi masyarakat bumi Serasan Sekate.


Tidak hanya percepatan pembangunan infrastruktur yang digenjot Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, namun fokus untuk terus meningkatkan kesejahteraan warga Muba menjadi prioritas Dodi Reza Alex Noerdin. Hal ini juga menjadi catatan khusus Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) khususnya di Kabupaten Muba dan Provinsi Sumsel. 

"Pak Dodi ini kami nilai membawa kemakmuran di Muba. Beliau juga sangat memperhatikan veteran RI, dan sangat pantas mendapatkan Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Legiun Veteran RI," ujar Ketua DPD LVRI Sumsel Marsma TNI (Purn) Ir Robert Siagian MM di sela pemberian Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Legiun Veteran RI kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin di Griya Serasan Sekate, Rabu (1/8/2018).

Dikatakan, penyematan Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Legiun Veteran RI ke Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin telah melewati tahapan penilaian yang ketat melalui pengajuan dari DPC LVRI ke DPD LVRI kemudian diputuskan oleh DPP LVRI Pusat."Terhitung hari ini pak Dodi resmi warga kehormatan LVRI," ulasnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan komitmen dirinya memperhatikan veteran khususnya LVRI di Muba merupakan suatu kewajiban dan keharusan untuk dilakukan secara terus menerus.



"Masih banyak yang harus dilakukan dan diberikan untuk LVRI, dan penghargaan ini akan jadi penyemangat saya untuk terus berbuat dan berbuat demi kebaikan warga masyarakat Muba," ungkapnya.

Dodi menambahkan, tidak akan bisa membalas apa yang sudah dilakukan veteran dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia, oleh sebab itu sebagai warga negara Indonesia dan generasi penerus bangsa harus bisa mempertahankan serta menjaga apa yang sudah diperjuangkan LVRI.

"Saya akan selalu support LVRI dan meminta arahan serta masukan untuk membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat Muba semakin lebih baik," pungkasnya.

Pada kesempatan Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Legiun Veteran RI kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin tersebut disaksikan anggota LVRI Sumsel dan Ketua DPC LVRI Muba, Kamaluddin serta ratusan warga Muba. /red/