Articles by "info Publik"
Tampilkan postingan dengan label info Publik. Tampilkan semua postingan

Medan, Infosekayu.co.  - Marasalem Harahap, jurnalis sekaligus Pemimpin Redaksi salah satu media lokal di Sumatera Utara tewas setelah ditembak orang tak dikenal pada Sabtu dini hari, 19 Juni 2021. Marasalem ditemukan warga sekitar 300 meter dari rumahnya di Huta VII, Pasar III Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara sekitar 15 kilometer dari Pematang Siantar, pada pukul 01.05 WIB.

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Secara serentak pembukaan  program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 tahun Anggaran 2021, dimulai Selasa (15/2021). Begitu juga TMMD di wilayah Kodim 0401 Musi Banyuasin dimulai.

Program TMMD di Muba dibuka langsung oleh Panglima Kodam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi bersama Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, di Opp Room Pemerintah Kabupaten Muba.

"Di Kodam II Sriwijaya ada lima  kabupaten yang hari ini juga diresmikan. Kita hadir langsung di Muba karena di Muba ini TMMD anggarannya Rp 14 miliar lebih dan terbesar se Indonesia," ujarnya.
 
Atas penganggaran ini Pangdam II Sriwijaya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas perhatian, semangat Pemkab Muba yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA membangun akses Kecamatan Lalan yang merupakan kecamatan terpelosok di Bumi Serasan Sekate.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati sudah memprogramkan TMMD nomor satu se Indonesia terbesar, kemudian terima kasih untuk satgas yang bekerja, baik itu TNI, Polri dan masyarakat yang tergabung bahu-membahu  menyelesaikan program ini. Mudah-mudahan hasil kerja kita ini berdampak pada masyarakat yang muaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan TMMD ke-111 Kodim 0401 Muba yang salah satunya membuka jalan poros penghubung antar desa di Kecamatan Lalan adalah program yang luar biasa dan membuktikan kemanunggalan antara TNI, rakyat dan pemerintah.

"Kenapa kita anggarkan terbesar se Indonesia ini, karena masyarakat Lalan yang berada di kecamatan terpelosok di Muba membutuhkan jalan poros, jalan penghubung ke Kecamatan Sungai Lilin (lintas timur) sudah kita bangun tahun lalu sekarang jalan poros dari barat sampai ke timur yang menghubungkan ke jalan tembus. Dan itupun kami pilih program TMMD, walaupun ini bisa saja dikerjakan dengan program kegiatan reguler. Kenapa saya pilih itu, karena saya ingin kemanunggalan antara masyarakat dan TNI di Muba ini semakin baik. Oleh karena itu saya kira ini program yang sangat bagus bukan hanya bagi Pemerintah Kabupaten Muba tapi juga bagi TNI dan masyarakat," ucap Dodi.

Dodi mengucapkan terima kasih  sebesar-besarnya kepada Pangdam II Sriwijaya serta seluruh jajaran yang juga menyambut baik rencana tersebut. Dodi pun memuji  satgas yang bekerja siang malam tanpa kenal lelah di tengah pandemi.

"Ini (TMMD) menimbulkan semangat baru bagi masyarakat bahwa pembangunan tidak terhenti walaupun dimasa pandemi Covid-19. Anggaran pemerintah tetap terserap sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia dan khususnya untuk membangun daerah infrastruktur yang terpelosok. Tolong doakan program ini supaya bisa membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Kami sudah berkomitmen bahwa kegiatan  ini akan kita teruskan, tuntaskan sehingga makin layak untuk dilalui," bebernya.

Berdasarkan laporan Dandim 0401 Muba Letkol Arh Fariz Kurniawan SST MT waktu pelaksanaan TMMD di Kecamatan Lalan selama 30 hari dari tanggal 15 Juni - 14 Juli 2021 bersumber dana dari Anggaran Komando Atas dan APBD Kabupaten Muba untuk pembangunan bersifat fisik sejumlah Rp. 14.954.000.000.

Adapun sasaran, fisik dan non fisik meliputi, penyiapan badan jalan, pengerasan jalan, dan pembangunan jembatan komposit. Sasaran non fisik, bakti sosial pelayanan kesehatan dan KB, penyuluhan pencegahan penularan Covid-19 dan vaksinasi, penyuluhan posyandu dan bahaya stuntinng, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan keamanan serta ketertiban masyarakat, dan penyuluhan pencegahan kebakaran hutan kebun dan lahan.

"Tujuan TMMD adalah membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik bersifat fisik dan non fisik serta memantapkan kemanunggalan TNI rakyat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang, dan kondisi juang yang tangguh," pungkasnya.

Turut hadir, Danrem 044 Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, pejabat Kodam II Sriwijaya, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIk, Ketua Pengadilan Agama Korik Agustian, Kajari Muba Marcos MM Simare-mare, Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza, dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pangdam II Sriwijaya Ny Shinta Agus Suhardi.
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Ramah lingkungan dan getol menekan penggunaan plastik, inilah upaya yang terus digencarkan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Bumi Serasan Sekate. 

Kini, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tidak hanya sebagai daerah penghasil kreasi pelepah pinang yang dimanfaatkan menjadi wadah makanan pengganti stryofoam dan plastik, namun ramai-ramai warga dan pemilik Rumah Makan (RM) di Muba sudah memanfaatkan pelepah pinang. 

Salah satunya RM skyseafoodlover yang merupakan gerai makanan laut dan aneka pindang yang berada di Kota Sekayu tepatnya di samping Polsek Sekayu yang kini telah memakai pelepah pinang sebagai wadah makanan pengganti stryofoam dan plastik. 

"Yang jelas kalau pakai pelepah pinang lebih ramah lingkungan, dan harganya lebih murah dibandingkan plastik atau stryofoam," ungkap Owner RM skyseafoodlover, Ratna. 

Ratna mengaku dengan menggunakan pelepah pinang cost pengeluaran kebutuhan operasional RM nya jadi lebih hemat. 

"Selain lebih hemat dan ekonomis, dengan pakai pelepah pinang kita sebagai pelaku UMKM di Muba sepakat mendukung gerakan pak Bupati Dodi Reza untuk menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan," tuturnya. 

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza mengapresiasi RM di Muba yang telah menggunakan pelepah pinang untuk dijadikan sebagai pengganti plastik dan stryofoam. 

"Saya berharap bertahap semua RM di Muba nantinya mulai memanfaatkan pelepah pinang untuk kebutuhan penjualan makanan sebagai pengganti plastik dan styrofoam," ujar Kepala Daerah Inovatif ini. 

Lanjutnya, produk hasil inovasi pengelolaan pelepah pinang menjadi wadah makanan pengganti styrofoam ini adalah sumbangan Muba untuk dunia serta bagain menjaga alam yang ramah lingkungan. 

"Kalau bicara soal pemberdayaan masyarakat desa, nah seperti inilah caranya. Selain kita berkontribusi untuk menjaga alam, perekonomian masyarakat desa juga bisa meningkat dengan  inovasi seperti ini," terangnya. 

Dodi berujar ke depan Pemkab Muba akan mensupport produk ini untuk mengikuti rangkaian uji klinis hingga pengembangan produk lainnya. "Kita akan libatkan stakeholder terkait untuk dilakukan uji klinis dan mengeksplore produk lainnya yang bisa dibuat dari pelepah pinang ini," bebernya.

Inovasi piring ini menurut  Dodi sebagai langkah konkrit pengentasan kemiskinan warga pedesaan yang ada di Muba. "Untuk itulah harus di support total. Dengan inovasi- inovasi seperti ini dapat menambah penghasilan warga Muba serta mengangkat nama daerah kita," tukasnya. 

Diketahui, hasil olahan pelepah pinang ini sebelumnya di inisiasi Warga Desa Mendis, Kecamatan Bayung Lencir, yang mana telah mengolah bahan limbah ramah lingkungan berupa pelepah pinang menjadi piring dan kotak makanan.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Koperasi Mendis Maju Bersama Supriyanto di Sekayu, Ibu Kota Kabupaten Musi Banyuasin menjelaskan pelepah pinang ini dapat dijadikan pengganti wadah plastik penyimpan makanan yang kurang ramah lingkungan seperti styrofoam.

"Sebelumnya pelepah pinang ini dibuang begitu saja, kalau pun digunakan hanya dijadikan penutup tempayan saja, tapi kini muncul kreasi baru dari warga,” katanya.

Ia mengatakan warga yang bermukim di kawasan hidrologis gambut Sungai Merang ini kini telah menjual hasil kerajinan tangan tersebut kepada para wisatawan. Bahkan belum lama ini, kata Supriyanto, mereka mendapatkan pesanan sebanyak 2.500 kotak nasi dari restoran di Jakarta.

Ia mengatakan teknologi yang diterapkan untuk pembuatan produk ini relatif sederhana karena hanya menggunakan alat mesin press.

“Awalnya pelepah pinak dicuci, kemudian dicetak menggunakan mesin press lalu dikeringkan menggunakan pemanas elektrik maupun secara manual di bawah terik matahari,” kata dia.

Selanjutnya dilakukan pemotongan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Kemudian pelepah ditaruh ditempat penyimpanan bahan baku atau bisa langsung di cetak.

"Sebelum cetak, pelepah harus dibasahi agar lebih lentur dan tidak gampang sobek, dan uniknya tidak perlu dipelitur karena bisa mengkilat secara alami," kata dia.
Sekayu, Infosekayu.com - Kapolres Musi Banyuasin Akbp Erlin Tangjaya, SH, S.Ik Dan Dandim 0401 Muba Letkol Arh Faris Kurniawan SST MT, didampingi Dinas Pendidikan, Pagi tadi Meninjau Pelaksanaan Akhir ujian Anak Didik sekolah secara tatap muka.

Pelaksanaan kegiatan Ujian tatap muka di awal tahun 2021 ini menjadi point untuk Tim gugus tugas Covid - 19 dibeberapa kecamatan untuk menentukan sekolah tersebut boleh dibuka atau tidak. 

"Tadi kita lihat bersama di SMP N 1 Sekayu Dan SD Negeri 8 Sekayu Prokes nya Sangat baik, mulai Dari pencuci tangan, alat deteksi suhu, masker Dan sarung tangan plastik semuanya lengkap. Semoga di sekolah lain semua harus dilengkapi prokes nya" Kata Kapoleres Muba Akbp Erlin Tangjaya, SH, S.ik Selasa, (08/06/21) saat dijumpai. 
   
Lanjut nya, dari sekolah yang ditinjau diantaranya SMP Negri 1 Sekayu dan SDN 8 Sekayu, syukur alhamdulillah semuanya sudah melaksanakan sesuai dengan instruksi presiden mulai dari jumlah peserta didik yang 25% pelaksanaan kegiatan maksimal 4 jam 1 minggu 2 kali atas inisiasi dari pada orang tua siswa serta guru yang sudah harus melaksanakan vaksinasi terlebih dahulu alhamdulilah semua sudah dilaksanakan.

Sementara itu Dandim Muba mengatakan Prokes di setiap sekolah harus diterapkan sesuai instruksi Presiden.

"Pagi ini, kami dari Forkominda melakukan monitoring peninjauan pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar di beberapa sekolah. Dari hasil evaluasi monitoring di beberapa sekolah SD dan SMP yang melakukan ujian secara langsung (tatap muka), semua berjalan baik dan sudah sesuai prosedur dengan menerapkan aturan protokol kesehatan (Prokes),"ungkap Fariz, usia meninjau sekolah di SDN 8 Sekayu, (8/6).

Sementara itu kabid SMP Dinas pendidikan Kabupaten Muba Nazarul Hasan MPd, menyebutkan Hari ini untuk pelaksanaan penilaian akhir tahun tatap muka seluruh SD dan SMP di Kabupaten Musi Banyuasin negeri dan swasta kegiatan ini merupakan uji coba untuk pelaksanaan tatap muka di awal pelajaran 2021/2022.
Keberhasilan hari ini tentu akan menjadi poin bagi forkominda maupun tim gugus tugas covid -19 untuk menentukan di beberapa kecamatan untuk sekolah itu boleh dibuka atau tidak

Tapi panismen ini diberlakukan ketika sudah diamati dan diberi peluang untuk melengkapi semua protokol kesehatan yang ada di sekolah ketika peluang itu terjadi kita berikan sekolah juga tidak melaksanakan itu maka kepala dinas pendidikan menyampaikan ke kami bahwa Kepala sekolahnya akan kita evaluasi karena kebijakan apapun di sekolah Kepala sekolah yang pegang kendalinya

"mudah-mudahan tadi setelah ditinjau oleh kapolres dan Dandim di beberapa sekolah insyaallah sudah bisa mewakili dalam kota Sekayu ini untuk melaksanakan tatap muka tetapi tetap penentuan tatap muka di sekolah di satuan pendidikan di tahun pelajaran 2021/2022 serahkan kepada kecamatan lebih dan tim gugus tugas Kecamatan. Boleh saja pak Bupati mengambil kebijakan Kabupaten Subang untuk tatap muka tapi kalau pak camat mengatakan bahwa sekolah itu tidak layak maka dia tidak boleh kita kembalikan seperti itu,"cetusnya.

Nazarul menyebut yang melaksanakan protokol kesehatan sampai saat ini sudah memasuki angka 90 persen baik SD maupaun SMP, untuk SMP dari 145 insyaallah sudah mendekati angka 98 sekolah yang sudah melaksanakan protokol kesehatan tinggal sedikit sedikit sekolah yang memang belum berbenah ini terkait dengan jumlah peserta didik biasanya kalau SD juga mungkin angkanya sudah 89 dari 450 sekolah

Untuk mekanisme proses belajar mengajar sendiri Disdik sudah mengatur SOP pertama jumlah jam dalam satu hari itu tidak boleh lebih dari pukul 12.00 wib durasi masing-masing mata pelajaran kalau selama ini 40 menit kita kurangi 30 menit tidak ada waktu istirahat kantin tidak boleh buka kemudian jumlah kelas yang harus sekolah dalam 1 hari 1/3 tidak 100% misalnya 300 artinya hari Senin itu 100 hari Selasa 100 dan tidak dikenal lima hari sekolah tetap 6 hari sampai dengan Sabtu karena pembagiannya sepertiga dari jumlah peserta didik ini SOP ini sudah siap di bulan september tetapi pelaksanaannya mungkin kita tunggu dari pak bupati

Yang menjadi PR Juga persoalan orang tua yang mengantar jemput anaknya. kadang-kadang anak tidak berkerumun di sekolah orang tuanya yang berkerumun di luar disekolah. Makanya, pihaknya sudah meinta pihak sekolah mewajibkan di untuk menyusun SK Tim gugus tugas tingkat satuan pendidikan sekolah agar dia mengatur jangan sampai anak itu yang diantar orang tuanya ngumpul dan lain sebagainya di sekolah insya Allah kita bisa jamin bahwa dia akan kita akan bisa memutus mata rantai covid-19 

"ketika anak pulang ini yang paling berbahaya yang itu yang harus kita berikan stresing kepada kepala sekolah agar timnya bekerja untuk itu.Jika ada yang diketahui terkonfirmasi dan positif maka sekolah harus ditutup bekerjasama dengan puskesmas untuk melakukan semprotan disinfektan diberi waktu 14 Hari untuk dibuka kembali dengan melaksanakan sesuai dengan SOP yang Sudah di buat," tutupnya.
Muba, Infosekayu.com - Kegiatan Halal Bihalal Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA) yang di hadiri oleh puluhan pemuda yang terdiri dari pengurus dan anggota Immuba pada hari senin (07/06/21) pukul 14:00 Wib Berlangsung khidmat sesuai anjuran pemerintah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Diawali dengan pembukaan dan laporan oleh ketua pelaksana beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh alumni yang telah menyempatkan waktu untuk hadir pada undangan hari ini. Terlaksana nya kegiatan hari ini bersumber dari penggalangan dana para pengurus dan senior-senior Pengurus IMMUBA  yang telah berpartisipasi dalam membantu terlaksanan nya kegiatan ini, Ungkap Lukamanul Hakim.

Ketua umum ikatan mahasiswa musi banyuasin (IMMUBA) menjelaskan bahwa Kegiatan ini sebagai ajang silaturrahmi setelah menjalankan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442H bertempat di Gun's caffe and resto palembang dan bertujuan memperlancar sendi silaturahmi para alumni serta pengurus Immuba saat ini dengan mengemas tema  "Menilik 38 Perjuangan IMMUBA Dengan Merangkai Kisah Dan Menjalin Silaturahmi".

Tentunya apa yg disampaikan para senior akan menjadi tauladan bagi kami ke depan. IMMUBA juga siap berkontribusi positif dan nyata untuk Kabupaten tercinta.

"Kami juga siap mendukung program Pemkab Muba yang berdampak baik bagi warga Muba". Ucap Vortuna Unmabsi dengan lantang. 

Ditempat yang sama, Mewakili Bupati Musi Banyuasin Plt Kaban Kesbangpol Kabupaten Muba Marko Susanto, S.STP. MSi menyampaikan, Melalui kegiatan ini kita semua diharapkan untuk dapat membersih kan diri dengan tulus dan ikhlas. Kami juga berharap kepada semua yang hadir saat ini, untuk tetap senantiasa mempererat rasa kekeluargaan dan tali silaturrahmi setiap saat, serta menjadikan kegiatan ini sebagai wahana dan sarana untuk lebih memperkuat komitmen dan tekad, guna lebih meningkatkan kualitas untuk saling mengenal dan saling memahami, sehingga jalinan silaturahmi akan semakin meningkat. Menjadi pribadi yang kuat, disiplin, sabar dan selalu menghargal sesama.

"Sebagal Agent Of Change, adik adik pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam IMMUBA, diharapkan berada di garda terdepan dalam perang terhadap kemakslahatan, jauh dari kampung halaman, sangat rentan terpengaruh bahaya Narkotika, Miras dan kejahatan lainnya Maka jangan sampal mendekati perbuatan buruk tersebut karena tugas mulia adalah menimba limu", tutupnya. 
Acara di lanjutkan dengan Diskusi dan Silaturahmi Intern Immuba dengan menghadirkan Narasumber atau toko-toko IMMUBA terdahulu, Yakni Rahidin H. Anang, Nazaruddin, Nurbaiti Amir. 

Dalam diskusi nya, Rahidin H. Anang Berharap keberadaan IMMUBA tidak di politisir ke arah politik cukup netral dan berpihak kepada Siswa. Berharap kepada Pengurus jangan jadi penghianat di dalam tubuh IMMUBA. Saya juga Berharap bantuan Gedung yang layak dan mempunyai Kantor Pengurus IMMUBA, Serta harapan beliau terkahir saat diakusi agar Mahasiswa yg indek prestasi kumulatif nya 3.75 bisa di kuliah kan oleh Pemkab Muba sampai ke tingkat Doktor, Harap beliau".

Lebih lanjut, Kahiruddin Yusuf Menjelaskan Pernah berkomunikasi dengan Bupati Muba dan saya pernah mengusulkan Pembangunan Gedung serba Guna IMMUBA serta beliau juga Berharap IMMUBA ini cikal bakal dalam mendorong berkembang nya budaya muba ke tingkat nasional Dan IMMUBA akan bersinergi dengan IKA Muba, tandasnya. 

Turut Hadir Dalam acara tersebut Ketum HMPI Sumsel, Ketum FKMD Sumsel, Ketua Karang Taruna Muba, Sekjend BAHARI Sumsel Dan OKP lain nya.


SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  - Dalam rangka memberikan pelayanan prima bagi Warga Binaan dan Keluarga Warga Binaan di tengah pandemi Covid-19, Lapas Kelas IIB Sekayu meluncurkan aplikasi berbasis android yang bernama SIKOPENG diambil dari singkatan Sistem Kunjungan Online dan Penitipan Barang.

Kalapas Kelas IIB Sekayu, Jhonny Hermawan Gultom menerangkan bahwa layanan ini merupakan langkah strategis Lapas Sekayu dalam memberikan layanan sekaligus upaya pencegahan penularan Covid-19 di dalam Lapas. Serta upaya Lapas Sekayu dalam Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

"Kami membuatkan aplikasi SIKOPENG agar pelayanan kepada keluarga Warga Binaan semakin meningkat. Dengan adanya aplikasi SIKOPENG keluarga akan lebih mudah dalam mengajukan kunjungan online dan juga penitipan barang.

Selain itu, hal ini juga upaya kami untuk Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi sesuai dengan Lampiran II : Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.HH-07.OT.03.01 TAHUN 2019 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBB) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM," papar Jhonny.

"Melalui aplikasi SIKOPENG, keluarga warga binaan dapat melakukan pendaftaran terlebih dahulu apabila ingin melakukan kunjungan online, nanti setelah diverifikasi oleh petugas akan diarahkan untuk video call, dan khusus untuk penitipan barang, keluarga warga binaan dapat mendaftar melalui aplikasi SIKOPENG agar tidak perlu antri lagi di Lapas," tutup Jhonny.

Kalapas Kelas IIB Sekayu, Jhonny Hermawan Gultom juga menjelaskan bahwa bagi anggota keluarga warga binaan yang ingin menitiokan barang dapat melalui aplikasi SIKOPENG.

"Tujuan dibuatnya aplikasi SIKOPENG agar keluarga warga binaan Lapas Sekayu yang ingin menitipkan barang dapat mendaftar melalui aplikasi sehingga tidak perlu antri lagi".

Lanjut Jhonny, "Setelah selesai mendaftar keluarga dapat datang langsung ke Lapas dengan membawa identitas diri dan bukti pendaftaran di aplikasi.

"Aplikasi ini juga masih dalam tahapan proses penyempurnaan agar bisa dimanfaatkan dengan lebih baik dan mudah bagi keluarga warga binaan", terangnya.

"Bagi keluarga warga binaan dapat langsung mendownload dengan mudah di Play Store Aplikasi Sikopeng ini", tutup Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sekayu ini.

https://play.google.com/store/apps/details?id=appinventor.ai_nurwidi1083.sikopeng

Babat Toman, Infosekayu.com - Imam Pribadi Saputra SE MSi yang kerap di sapa IPS selaku Lurah kelurahan Babat kecamatan Babat Toman melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Izza yang di naungi pimpinan cabang LDII Kecamatan Babat Toman, Senin 31/5/2021.

"Semangat warga RT 12 Kelurahan Babat dalam membangun tempat ibadah dan tempat pendidikan bagi generasi muda dengan membuat masjid Baitul Izza sangat saya beri support, dan berterima kasih pada pengurus pimpinan cabang Ldii serta warga sekitar yang begitu semangatnya membuat masjid yang sangat mulia ini," ujar Imam.

Pihaknya siap untuk membantu melancarkan pendanaan pembangunan masjid dan akan diusulkan sebagai penerangan yaitu lampu jalan menuju ke komplek, bahkan rencananya di tahun depan di buatkan jalan. 

"Karna sudah kami survey dan kami laporkan, tinggal kita banyak - banyak berdoa semoga tahun depan di cairkan dananya.demikian kata lurah kelurahan Babat dalam," sambungnya.

Sementara itu Ketua DPD LDII Musi Banyuasin H Daud Sobri S Pdi dalam sambutannya mengatakan, saat pembangunan masjid seperti inilah kiranya dapat berinvestasi harta yang sesungguhnya, karena investasi baik harta dan tenaga yang kita letakkan di pembangun masjid akan menjadi harta yang sesungguhnya untuk kita.

"Di kutip dari hadist, barang siapa yang membuat masjid di buminya Allah, maka Allah akan membuatkan rumah terbuat dari emas yang di kerowoki (di ukir )," ujarnya.

Kemudian Pujiyana SPd selaku ketua panitia pembangunan sekaligus ketua PC LDII kecamatan Babat Toman, mengungkapkan, kedepanya Masjid tersebut setelah rampung pembangunannya nanti terbuka secara umum untuk siapa saja yang ingin beribadah.

"Pembangunan masjid Baitul Izza ini terbuka untuk umum, maksudnya terbuka siapa saja yang ingin membantu pendanaan pembangunannya dan tenaganya, dan terbuka umum juga siapa saja yang ingin mengerjakan ibadah di masjid ini nantinya. Masjid ini di bangun di atas tanah yang di wakafkan oleh warga dengan ukuran 40m x 40m dan di sekitar masjid terdapat beberapa kaplingan tanah untuk rumah warga," ungkapnya.

Turut hadir dalam acara peletakan batu pembangunan masjid baitul izza ini , Wanhat DPD LDII Musi Banyuasin Bp. H ihwan Syamsudin dan Bp H. imron , Ketua SENKOM Mitra polri Musi Banyuasin Bp H. Edi Mugiarto, Ketua RT 12 Bp H.Basirun, LPM Babat Toman, Ketua karang taruna kelurahan  Babat , Pengurus Masjid Suro, dan warga di sekitar RT 12 BABAT.

Muba, Infosekayu.com – Malang nasib yang dialami remaja putri berusia 12 tahun warga desa Karya Maju Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Bocah berinisial AS yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ini tewas kesetrum gara-gara menyentuh kabel telanjang di rumah kakeknya, Rabu 26/5/2021) sekira pukul 18.00 Wib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kronologis kejadian bermula, saat korban yang saat itupun berada di rumah kakeknya hendak mencolokkan kabel listrik di ruangan dapur. Namun diduga, secara tidak sengaja korban menyentuh kabel listrik yang tidak berbungkus. Hingga korban kersetrum dan jatuh ke lantai. Namun sayang, meski korban sempat dilarikan ke duta medica dokter wika desa Karya Maju, tetapi nyawa korban tak dapat diselamatkan lagi.

Sementara Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya, melalui Kapolsek Keluang Iptu Dwi Rio Andrian, membenarkan kejadian tersebut. “Saat kejadian itu, lantai yang diinjak korban dalam keadaan basah, korban juga tanpa alas kaki,” ujar Kapolsek, Kamis (27/5/2021). Dijelaskannya, pertama kali korban ditemukan oleh kakeknya dalam kondisi tegeletak di lantai dapur. Mendapati hal itu, sang kakek meminta pertolongan dan langsung membawa korban ke Puskemas.

Namun sayang, belum sempat menerima perawatan medis, korban dinyatakan meninggal dunia. “Korban langsung dibawa ke rumah duka yang tidak jauh dari rumah kakeknya. Saat ini korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga,” Jelasnya.

Sumber : jurnalsumatra.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM  – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Musi Banyuasin (Muba) mengusulkan Beni Hernedi sebagai calon Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muba tahun 2024 mendatang.

“Target pada Rakercab kali ini memenangkan pemilu, dan menargetkan 12 kursi di DPRD Muba sebagai syarat mencalonkan bupati. Sekaligus kita DPC Muba mengusulkan bapak Beni Hernedi sebagai Calon Bupati Muba nanti, namun keputusan tersebut akan dipilih DPP kita hanya sebatas mencalonkan,” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Muba, Yakub Suprianto, pada Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II yang di gelar di Hotel Ranggonang, Sekayu, Sabtu (22/5/2021).


Yakub mengungkapkan, pada Rakercab II kali ini pihaknya telah melakukan konsolidasi dari tingkat desa hingga ke cabang. Kemudian melakukan evaluasi kerja pada satu tahun ke belakang mengenai mesin partai.

Menanggapi usulan pencalonan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Muba, Beni Hernedi mengungkapkan, memang tentunya PDI Perjuangan telah mempersiapkan sejak jauh-jauh hari dan siap menghadapi pemilu 2024 nanti. Bahkan PDI Perjuangan siap bekerja secara politik dan siap menjemput harapan dari masyarakat Kabupaten Muba.

“Namun untuk calon mencalonkan itu urusan partai dan pilkada masih lama. Kalau dilihat simulasi KPU tentang waktu pelaksanaan, pilkada itu ada di paling ujung. Pertama Pileg, lalu pilpres, baru diakhir tahun 2024 pilkada serentak seluruh indonesia raya ini,” ungkap dia.

Menurut Beni, perkara apakah maju atau tidak itu nanti saja, karena partai harus membuat perahu dulu. Kalau partai tak ada perahu bagaimana ingin berlayar.

“Jangan terlalu ambisius, kita bekerja bagus bagus saja dan jangan terbalik-balik. Jemput kepercayaan rakyat, berbuat secara politik yang berpihak bagi kepentingan rakyat yang lagi terdampak COVID-19 dulu,” ujar dia.

Wakil Bupati Muba ini menyampaikan, masih banyak barisan yang perlu dirapikan dan jangan menggebu-gebu untuk mencalonkan diri.

“Tapi saya tetap berterima kasih atas aspirasi usulan pencalonan ini. Karena tentu ada tahapan dan ada waktunya soal ini, kita sama-sama jaga agar suhu politik jadi tetap sejuk dan produktif,” tandas dia. 

Sumber : fornews.co 

Bayung Lencir, Infosekayu.com - Suasana operasi penyekatan atau Operasi Ketupat Musi Tahun 2021, Kamis (20/5/2021) mendadak heboh. 
Pasalnya ternyata turut diperiksa dan di berhentikan petugas, artis kembar identik Rizki dan Rido, penyanyi Dangdut jebolan  D'Academy.

Petugas awalnya tidak mengetahui siapa mereka, karena menggunakan masker. Bahkan sempat berdialog dengan Camat Bayung Lencir, M Imron SSos MSi bersama Kapolsek Bayung Lencir A Firman SH MH.

Namun setelah keduanya mendaftar untuk dilakukan test swab antigen, karena keduanya menunjukan KTP, petugas sontak heboh mengetahui bahwa keduanya adalah Rizki-Rido. Petugas yang mayoritas kaum hawa bergantian berfoto dengan keduanya.

"Mereka kooperatif. Saat petugas melakukan pemeriksaan dan test swab mereka mau. Saya juga kurang tahu siapa mereka awalnya. Sempat bedialog dengan kami juga,' ujar Camat Bayung Lencir, M Imron.

Lanjut Imron awalnya pihaknya melaksanakan giat penyekatan bersama seluruh stakeholder untuk waktu hingga 24 Mei mendatang. Pihaknya melakukan pemberhentian terhadap kendaraan berplat luar daerah. Termasuklah 4 orang penumpang mobil Mobilio putih berplat seri D.

"Mereka muda-muda kita suruh keluar dan melakukan tes swab,  kendaraannya dipasangi stiker dan diperbolehkan melintas. Kalau ada pemudik yang positif atau reaktif tidak diperbolehkan melintas," ujarnya.

Sementara dari giat hari ini, ada 4 orang yang dinyatakan positif, dan keempatnya dibawa ke RSUD Bayung Lencir untuk dilakukan perawatan. "Mereka dibawa ke RSUD Bayung Lencir dikawal langsung oleh jajaran Polsek Bayung Lencir. Keempatnya  warga pendatang," ungkapnya.

Kapolsek Bayung Lencir, A Firman SH MH mengatakan bahwa Rido-Rizki saat terjaring di pos yang berada di Desa Sukajaya Kecamatan Bayung Lencir Musi Banyuasin ini mengaku dari Padang hendak ke Jakarta. Perpanjangan OPS Ketupat ini berdasarkan surat telegram Polres Musi Banyuasin, tindak lanjut dari surat telegram Kapolri, Operasi sampai 24 Mei 2021.

"Pos sekat Bayung Lencir mendapat 300 rapid antigen, dilaksanakan mulai tanggal 18 mei sampai dengan tanggal 24 mei 2021, antisipasi arus balik dari perbatasan jambi. Dan kami bersama forkopimcam meminta tambahan stik rapid antigen sebanyak 500 stik. Dikarenakan Gelombang arus masih cukup signifikan di jalur batas Provinsi Jambi," ungkap A Firman SH MH.
SUNGAI KERUH, INFOSEKAYU.COM - Puluhan warga Desa Kertayu Kecamatan Sungai Keruh, Rabu (19/5/2021) berkumpul. Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan COVID-19 serta didampingi Forkopimcam Sungai Keruh, warga tampak menggelar Sedekah Rami (bumi) yang pada kali ini berharap agar virus COVID-19 atau Corona segera tiada. 

"Sedekah bumi ini merupakan bagian dari rasa bersyukur masyarakat setempat kepada yang maha kuasa atas rezeki yang telah dilimpahkan pada masyarakat, dan berdoa untuk menjauhkan musibah, memohon kepada Allah SWT agar wabah COVID-19 segera berlalu," ungkap Camat Sungai Keruh Edi Haryanto SH didampingi oleh Kapolsek Sungai Keruh IPTU Susilo SH dan Kasat Pol PP Muba Haryadi Karim.

Pantauan di lokasi sejak pagi tampak rasa kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat desa Kertayu yang disibukkan dengan berbagai persiapan sedekah Rami. 

Tak ubah seperti hari raya, setiap rumah bersuka cita membakar lemang dan saling memberi. Meski saat ini sedang dalam Wabah Mendunia yaitu Pandemi COVID-19, masyarakat tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

"Kami menyambut baik kegiatan adat sedekah rami yang dilaksanakan setiap tahun ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan melestarikan budaya khas Muba," tambahnya. 

Sementara itu, Tarmizi tokoh masyarakat desa Kertayu mengatakan sedekah rami rutin dilaksanakan sebagai tradisi untuk menghindari balak dan sebagai rasa syukur (berkah) pasca panen.

“Sedekah bumi identik dengan lemang, makanan khas terbuat dari ketan yang dibakar menggunakan bambu. Ini tradisi kami turun temurun, sebagai bentuk ucapan syukur atas nikmat Allah terhadap hasil panen,” ujarnya.

Turut hadir dalam Prosesi Sedekah Rami (Bumi) ini, Kepala Desa Kertayu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Masyarakat setempat.

Muba, Infosekayu.com  – Diguyur hujan lebat semalam suntuk, permukaan air Sungai Langgaran yang terletak di desa Cinta Karya (C3) Kecamatan  Plakat Tinggi Musi Banyuasin (Muba) meluap hingga menggenangi jalan poros, Selasa (18/5/2021). 

Penomena yang jarang terjadi inipun menarik perhatian masyarakat terutama kalangan para remaja yang memanfaatkan suasana jalan yang tergenang air untuk bermain dan berfotoh disela-sela tersendatnya arus lalulintas.

“ini momen yang sangat menyenangkan.Arus lalulintas memang sedikit terganggu, karena derasnya air. Tapi ini ini momen yang sangat menyenangkan karena jarang terjadi.”Ujar Imelda (19) salah satu anak remaja saat dibincangi Jurnal Sumatra.com dilokasi. 

Sementara kepala desa Cinta Karya Andi Irawan SE mengungkapkan, kalau banjir memang sering terjadi dalam satu atau dua tahun. “Dari duluh banjir memang perna terjadi, satu kali dalam satu tahun. Ini disebabkan derasnya curah hujan sehingga air sungai jadi meluap.”Jelas Andi Irawan melalui pesan singkatnya. 

Sumber : jurnalsumatra.com 

JAKARTA, INFOSEKAYU.COM - Perayaan Idul Fitri 1442 H ditengah pandemi COVID-19 membuat banyak warga masyarakat lebih memilih berdiam di rumah. Namun, hal tersebut tidak membatasi untuk memaksimalkan penampilan dengan menggunakan balutan kearifan lokal yang berdaya saing internasional. 

Misalnya saja, Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri yang kompak mengenakan Gambo Muba yang merupakan produk eco fashion inisiasi Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza. 

Tampak keduanya kompak mengenakan atasan dan bawahan Gambo Muba yang baru-baru ini diterbitkan oleh Magazine Internasional Ozip. 

"Terima kasih kepada Ibu Puan dan Ibu Megawati yang pada perayaan Idul Fitri kali ini memakai Gambo," ucap Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza saat dimintai tanggapan soal Gambo Muba yang dipakai oleh Puan Maharani dan Megawati. 

Gambo Muba adalah kain khas metode jumputan, diwarnai dengan dicelup getah gambir yang awalnya dianggap limbah dan dibuang percuma. Kini pasangan suami istri Dodi-Thia mampu mendorong perajin gambir dengan merubah limbah menjadi pewarna utama kain. Sebagai produk Eco fashion, Gambo Muba memakai 100 persen pewarna alami antikimia.

Ini juga menjawab isu international bahwa lebih dari 50 persen limbah kimia berasal dari limbah tekstil. Gambo Muba adalah aksi alternatif dan sumbangan Muba untuk dunia tekstil, produk ini tidak menghasilkan limbah kimia tetapi memanfaatkan limbah getah gambir untuk pewarna alami Gambo Muba.
Sekayu, Infosekayu.com - Para pengunjung Cafe kiraku kel. Balai Agung Kec. Sekayu Kab. Muba dibubarkan Polisi Polsek Sekayu. Pasalnya pengelola cafe Dan pengunjung tidak mengindahkan surat edaran bupati muba tentang PPKM Dan telah melanggar Protokol kesehatan Covid - 19. Senin, (10/05/21) Pukul 22.30 Wib malam tadi. 

"Surat edaran Bupati sudah di Berikan, tapi pengelola Dan pengunjung justru tidak mengindahkan. Maka dengan itu kita Berikan Himbauan untuk segera meninggalkan lokasi" Kata Kapolsek Sekayu IPTU M.AKIB FIRDAUS, S.E mewakili kapolres muba Akbp Erlin Tangjaya, SH, S.ik yang turun langsung. 

Dijelaskan Akib, Bupati muba telah mengeluarkan Surat edaran Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro Kepada seluruh pemilik cafe untuk menutup Cafe pada Pukul 19.00 Wib. 

"Kita datang, kita temukan masih ramai pengunjung Dan banyak yang tidak Mematuhi Protokol Kesehatan seperti tidak menggunakan masker" Kata Akib. 

Polisi yang mendapati kondisi demikian, lanjut Akib, pihaknya langsung bergerak memberikan Himbauan Kepada pengunjung untuk Mematuhi Protokol Kesehatan Dan tentang PPKM edaran bupati agar juga membubarkan Diri. 

"Kita Lakukan pembubaran itu dengan humanis, Dan dengan segera meninggalkan tempat cafe" Tandasnya. 

Tak sampai disitu, Polsek Sekayu langsung menyisir ke tempat yang lain, alhasil tidak ditemukan yang membuka lagi. 
AUSTRALIA, INFOSEKAYU.COM - Eco fashion Gambo Muba kian memikat banyak pecinta fashion. Kali ini, pesona Gambo Muba menjadi sorotan Majalah Ozip yang merupakan Majalah internasional yang dipasarkan di Australia. 

Di terbitan edisi April 2021 Majalah Ozip, Gambo Muba menjadi sampul depan Majalah dan dikupas secara in depth news (berita mendalam) dua halaman (halaman 14-15) oleh tim redaksi majalah Ozip. 

"Ya, sebelumnya juga pada 2018 lalu Gambo Muba ikut serta dalam penampilan fashion show di Perth Australia Barat serta diperkenalkan di Margareth River Senior High School di Perth Australia," ungkap Thia Yufada Dodi Reza, Inisiator Gambo Muba yang juga Ketua TP PKK Muba. 

Wanita Inspirasi Sumsel ini mengaku, meski saat ini Gambo Muba kian diminati banyak pecinta fashion serta menjadi trend fashion di mancanegara, dirinya bersama pengerajin Gambo Muba yang merupakan kalangan ibu-ibu petani getah gambir di kawasan pelosok Muba tak ingin Jumawa. 

"Sekarang ini kan kita terus fokus mempertahankan kualitas Gambo Muba agar tetap dipercaya oleh pemakainya dan pecinta fashion. Nah, yang penting itu bagaimana kita bisa terus memenuhi permintaan pesanan Gambo Muba agar selalu bisa terpenuhi," ucap mantan Presenter Televisi swasta ini. 

Ketua Persatuan Wanita Olahraga (Perwosi) Sumsel ini menerangkan, Majalah Ozip juga menjadi bacaan alternatif warga Indonesia di Australia. Pangsa pasar majalah ini adalah anak-anak muda Indonesia berusia 18 tahun ke atas yang melanjutkan studi di Australia sampai pada keluarga 

Diketahui, Ozip dipasarkan di kota Melbourne dan kota-kota sekitarnya hingga kota-kota yang jauh dari pusat kota seperti Geelong, Frankston dan lainnya, yang berlokasi di Negara Bagian Victoria.

Gambo Muba adalah kain khas metode jumputan, diwarnai dengan dicelup getah gambir yang awalnya dianggap limbah dan dibuang percuma. Kini pasangan suami istri Dodi-Thia mampu mendorong perajin gambir dengan merubah limbah menjadi pewarna utama kain. Sebagai produk Eco fashion, Gambo Muba memakai 100 persen pewarna alami antikimia.

Ini juga menjawab isu international bahwa lebih dari 50 persen limbah kimia berasal dari limbah tekstil. Gambo Muba adalah aksi alternatif dan sumbangan Muba untuk dunia tekstil, produk ini tidak menghasilkan limbah kimia tetapi memanfaatkan limbah getah gambir sebagai pewarna alami Gambo Muba. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Eco MBA mengaku takjub dengan hal tersebut. Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini mengatakan, atas capaian tersebut secara tidak langsung mengangkat derajat kalangan ibu-ibu petani gambir dan pengerajin Gambo Muba. 

"Ini menunjukan Gambo Muba yang merupakan produk eco fashion hasil kerja keras kalangan ibu-ibu di Muba mampu menembus pangsa pasar internasional dan menjadi sorotan mancanegara. Kita sebagai warga Muba harus bangga," ungkap Dodi Reza. 

Dodi menilai, saat ini dan ke depan yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan yakni kualitas Gambo Muba agar tetap menjadi pilihan tepat pecinta fashion di mancanegara. 

"Selain itu pula Gambo Muba agar selalu tersedia dan memenuhi permintaan pemesanan, ini yang harus menjadi komitmen pengerajin Gambo Muba," tandasnya.

MUSI BANYUASIN, INFOSEKAYU.COM  - Sebanyak 290 sumur minyak ilegal yang berada di Desa Pangkalan Bayat, Desa Sako Besar, Lubuk Kumpo, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan ditutup pihak kepolisian setempat lantaran aktivitas tersebut dinilai semakin meresahkan.

Kepala Polisi Resor (Kapolres) Muba Ajun Komisaris (AKBP) Erlintang Jaya mengatakan, sumur minyak ilegal yang ada di kawasan tersebut semakin marak, terus bermunculan sejak dua tahun terakhir.

Para penambang minyak ilegal itu menurut Erlintang, masuk ke kawasan lahan konsesi milik perusahaan dan mendirikan sebuah pondok serta melakukan pengeboran secara ilegal.

"Sumur yang mereka buat ini produktif semua, ini sudah terlalu marak dan beberapa kali kejadian terbakar sehingga harus ditertibkan," kata Erlintang melalui sambungan telepon, Rabu (28/4/2021).

Penertiban sumur minyak ilegal tersebut telah berlangsung selama dua hari.  Dalam satu lokasi, terdapat lebih dari 10 sumur bor milik warga yang dikerjakan secara perseorangan.

Erlintang menyebut, proses penutupan sumur minyak ilegal itu telah lebih dulu disosialisasikan kepada pemilik untuk mengantisipasi adanya gesekan yang dapat menimbulkan konflik.

"Ada sekitar 290 sumur yang nanti ditutup, sekarang masih berjalan dan sudah dua hari. Kita menggunakan alat berat untuk menutup sumur tersebut, sementara pipa yang digunakan untuk menyedot minyak kita rusak agar tak lagi bisa digunakan," ujarnya.

Hasil penyedotan minyak mentah ilegal ini biasanya akan dijual kepada seorang pengepul. Setelah itu, minyak akan kembali diolah dengan cara tradisional oleh warga untuk dijadikan solar, premium hingga pertalite.

"Minyak ini diangkut menggunakan mobil, dijual dimana itu masih kita belum tahu. Pengakuan mereka ini sehari bisa dua sampai tiga drum minyak mentah yang disedot. Kemudian dijual lagi," jelasnya.

Sumber : KOMPAS.com 


Muba, Infosekayu.com  - Sumur atau tempat penyulingan minyak ilegal di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) meledak dan terbakar. Polisi resmi tetapkan, Ruslan Azhari (47), pemilik usaha ilegal sebagai tersangka.

"Pemilik usaha resmi jadi tersangka atas kasus kebakaran di sebuah tempat penyulingan minyak ilegal," ujar Kapolres Muba, AKBP Erlin Tangjaya ketika dikonfirmasi detikcom, Kamis (22/4/2021).

Kasat Reskrim Polres Muba, AKP Ali Rojikin mengatakan, pihaknya resmi menentapkan pria yang merupakan warga Bogor, Jawa Barat itu sebagai tersangka karena memiliki usaha hilir tanpa perizinan. Serta berusaha atau dengan sengaja atau karena lalainya menimbulkan kebakaran.

Tersangka kini ditahan dan dijerat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 8 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 56 KUHPidana atau Pasal 187 Jo Pasal 55,56 KUHPidana atau Pasal 188 Jo Pasal 55,56 KUHPidana," ungkap Ali terpisah.

Menurut Ali, peristiwa kebakaran hebat itu terjadi awal mulanya pada Selasa (20/4) sekitar Pukul 20.00 Wib di Jalan Lintas Sumatera, Palembang-Jambi, Desa Sukajaya, Bayung Lencir, Musi Banyuasin.

"Kebakaran tempat penyulingan minyak mentah tradisional tanpa dilengkapi perizinan itu merupakan milik tersangka Ruslan dan DD (DPO) yang diduga awal mula api dari sampah dan ranting yag dibakar oleh AP, pegawainya," ujarnya.

Saat kejadian, kata dia, tersangka ada di lokasi dan melihat ranting sampah yang terbakar tersebut lalu tersangka memisahkan sampah yang terbakar. Lalu tersangka disebut meninggalkannya tanpa memadamkan api terlebih dahulu.

"Sekitar 1 jam kemudian tersangka mendapat kabar jika telah terjadinya kebakaran di lokasi tersebut, atas kejadian tersebut tersangka diamankan ke Polres Muba," tegas Kasat.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan 1 unit mesin genset kondisi terbakar, 1 unit mesin sedot kondisi terbakar, kayu bekas terbakar, 5 liter diduga minyak mentah, drum besi lebih kurang 50 buah kondisi terbakar dan 5 buah kerangka tedmon kondisi terbakar.

Sumber : detikNews.com 
SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Kediaman Kusnadi warga Sekayu yang dihantam angin puting beliung mendapatkan perhatian dari banyak pihak. 

Diantaranya, Selasa (20/4/2021) pagi Dinas Sosial Muba bersama Baznas Muba menyalurkan bantuan sembako hingga perbaikan rumah Kusnadi agar kembali bisa ditempati. 

"Jadi, Dinsos bersama Baznas akan kembali membangun dan memperbaiki rumah keluarga Kusnadi, selain itu pula dari Kodim Muba juga telah menyalurkan bantuan sembako," ungkap Kepala Dinsos Muba Drs Ahmad Nasuhi MM. 

Nasuhi melanjutkan, tiang-tiang rumah Kusnadi akan dibuatkan cor beton agar bangunan rumah kokoh dan tidak mudah roboh. "Semoga rumah Kusnadi nantinya akan kuat dan tidak kembali dihantam angin puting beliung," harapnya. 

Ketua Baznas Muba, Lukmanul Hakim, saat ini pihaknya telah menginventarisir kebutuhan material untuk pembangunan kediaman Kusnadi. 

"Nanti semua tiang-tiang rumah Kusnadi akan di cor termasuk pembuatan WC, yang mana bantuan ini berasal dari zakat ASN yang diamanahkan ke Baznas Muba atas inisiasi pak Bupati Dodi Reza," ungkapnya. 

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Turut prihatin atas robohnya kediaman Kusnadi.yang diakibatkan oleh angin puting beliung  "Semoga keluarga Kusnadi diberikan ketabahan, dan Pemkab Muba melalui OPD terkait akan langsung membantu untuk memperbaiki rumah Kusnadi agar bisa kembali ditempati," pungkasnya.

Jakarta, Infosekayu.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk tindakan Jozeph Paul Zhang, seorang pria yang mengaku nabi ke-26 di media sosial. MUI menilai apa yang dilakukan Jozeph telah menghina Nabi Muhammad SAW dan melecehkan ajaran Islam.

“Kita jelas-jelas mengutuk tindakan kegaduhan yang telah dilakukan oleh Joseph Paull Zhang yang telah menghina Nabi Muhammad SAW dan melecehkan ajaran Islam,” kata Wakil Ketua MUI Anwar Abbas dilansir dari detikcom, Minggu (18/4/2021).

Anwar Abbas menyebut hal tersebut tentu harus mendapat perhatian khusus dari Kepolisian. Dia percaya bahwa Polri akan menindak tegas dengan segera menangkap Jozeph.

“Kapolri sudah turun tangan dan akan mengambil langkah-langkah serta akan menindak si pelaku dengan tegas,” ucapnya.

Dia meminta umat Islam tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada Polri. Sebab, menurut dia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam komunikasi dengannya jelas-jelas tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah-langkah.

“Untuk itu, kita patut memberikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri yang telah langsung memberikan instruksi kepada bawahannya untuk menangkap si pelaku. Untuk itu kita tunggu saja dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama yang bersangkutan sudah bisa ditangkap dan diamankan oleh pihak Kepolisian karena Kapolri dalam masalah ini jelas-jelas tidak akan membiarkan ada orang dan pihak-pihak tertentu yang menghina dan merendahkan nabi dan agama orang lain,” katanya.

Seperti diketahui, seorang pria bernama Jozeph Paul Zhang mendadak viral di media sosial karena membuat sayembara. Jozeph Paul Zhang menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26.

Jozeph Paul Zhang membuat pernyataan tersebut dalam sebuah forum diskusi via Zoom yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya. Awalnya, Jozeph Paul Zhang membuka forum Zoom bertajuk ‘Puasa Lalim Islam’ dengan menyapa peserta yang ada di beberapa belahan dunia.

Setelah menyapa para peserta, Jozeph Paul Zhang kemudian membuka tema Zoom terkait ‘puasa lalim Islam’. Jozeph Paul Zhang lalu bicara soal ibadah puasa teman-teman muslimnya yang ada di Eropa. Menurutnya, teman-temannya itu melaksanakan ibadah puasa hanya di tahun pertama saja karena takut akan Allah.

“Ini saya dikirimi sama temen-temen dari…. Yang saya bagikan lalimnya. Jadi kalau kita lihat sekarang di Indo kan pada lagi puasa ya. Kalau di Eropa juga lagi pada… bukan lagi pada puasa, lagi duniawi nggak puasa. Sebab temen-temen muslim di Eropa ini tahun pertama puasa, takut sama Allah. Tahun kedua puasanya separo, nyoba Allah lihat apa nggak. Tahun 3 bablas nggak yang puasa, Allah nggak lihat. Loh kenapa? Kan Allah Mahatahu. Nggak, Allah lagi dikurung di Ka’bah,” katanya sambil tertawa.

Beberapa peserta kemudian ikut berkomentar soal puasa. Hingga kemudian Jozeph Paul Zhang mengaku merasa tidak nyaman dengan adanya bulan puasa, Ia bahkan menyebut suasana menjelang Idul Fitri sebagai sesuatu yang mengerikan.

“Tapi dari dulu saya kalau lagi bulan puasa itu adalah bulan-bulan paling tidak nyaman. Apalagi kalau deket-deket Idul Fitri. ‘Dung… dung… breng… dung… dung… breng… Sarimin pergi ke pasar… dung dung… breng… Allah bubar’. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget,” katanya.

Ia lantas mengungkap telah membuat video sayembara. Ia menantang orang-orang untuk melaporkannya ke polisi karena penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26.

“Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah,” tuturnya.

Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di polres berbeda. Jozeph Paul Zhang akan menghadiahi orang yang melaporkannya Rp 1 juta.

Sumber : MUDANEWS.COM

Sungai Keruh, Infosekayu.com – Hari ini, Selasa (13/04/2021) hari pertama puasa Ramadhan 1442 Hijriyah. Ada yang berbeda di Desa Sungai Dua tahun ini, pasalnya pasar bedug hadir untuk menjual berbagai bagai jenis menu puasa, di Desa Sungai Dua. 

Pasar Bedug yang terletak di Desa Sungai Dua Kecamatan Sungai Keruh di banjiri pengunjung guna membeli menu untuk buka.

Pasar bedug ini baru di adakan tahun ini dan insyaallah akan rutin bila Bulan Ramadan Tiba kedepannya, pengunjung Pasar bedug pun tidak cuman dari masyarakat sekitar Desa Sungai Dua bahkan dari luar daerah Seperti Desa Talang Akar (PALI) juga banyak yang datang.

Amer salah satu pengunjung saat ditemui Tim Kulu Kilo lagi belanja menu puasa mengatakan, dirinya sangat senang dengan adanya pasar bedug. 
 
Dengan adanya Pasar bedug ini saya tidak perlu repot-repot lagi mencari menu untuk berbuka, karena semua tersedia.

Mulai dari jenis minuman dan makanan lengkap dengan harga terjangkau untuk masyakarat kalangan menengah ke bawah.

“Kami mengunjungi Pasar bedug ini selain untuk berburu menu makanan dan minuman untuk berbuka puasa kami juga menghibur diri jelang saatnya berbuka.” Katanya.