Articles by "info Publik"
Tampilkan postingan dengan label info Publik. Tampilkan semua postingan

Infosekayu.com - Segmen megathrust Selat Sunda merupakan salah satu zona seismik gap di Indonesia yang belum pernah terjadi gempa besar selama ratusan tahun.

Belum pernah terjadinya gempa besar di Segmen megathrust Selat Sunda inilah yang justru harus diwaspadai. Gempa besar memicu tsunami bisa terjadi kapan saja.

Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa Ujung Kulon, Banten kemarin sebenarnya bukan ancaman sesungguhnya.

"Karena segmen megathrust Selat Sunda mampu memicu gempa dengan magnitudo tertarget mencapai 8,7 dan ini dapat terjadi sewaktu-waktu, inilah ancaman yang sesungguhnya," kata Daryono dalam pesan singkatnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/1/2022).

Dia mengatakan hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan gempa terjadi, dengan kondisi ratusan tahun belum terjadi gempa besar di Selat Sunda patut diwaspadai, karena berada di antara dua lokasi gempa besar yang merusak dan memicu tsunami, yaitu Gempa Pangandaran magnitudo 7,7 pada 2006 dan Gempa Bengkulu magnitudo 8,5 pada 2007.

Berdasarkan catatan sejarah gempa dan tsunami, di wilayah Selat Sunda memang sering terjadi tsunami, tercatat Tsunami Selat Sunda pada 1722, 1852, dan 1958 disebabkan oleh gempa.

Kemudian, Tsunami pada 416, 1883, 1928, 2018 berkaitan dengan erupsi Gunung Krakatau. Sedangkan tsunami tahun 1851, 1883 dan 1889 dipicu aktivitas longsoran.

Daryono mengatakan gempa kuat dan tsunami adalah proses alam yang tidak dapat dihentikan, bahkan memprediksi kapan terjadinya pun juga belum bisa.

"Namun, dalam ketidakpastian kapan terjadinya itu kita masih dapat menyiapkan upaya mitigasi konkret seperti membangun bangunan tahan gempa, memodelkan bahaya gempa dan tsunami, kemudian menjadikan model ini sebagai acuan mitigasi," katanya.

Perlunya perencanaan wilayah berbasis risiko gempa dan tsunami, menyiapkan jalur evakusi, memasang rambu evakuasi, membangun tempat evakuasi, berlatih evakuasi/drill secara berkala, termasuk edukasi evakuasi mandiri. Selain itu, BMKG juga akan terus meningkatkan performa peringatan dini tsunami lebih cepat dan akurat, ujar Daryono. 

Infosekayu.com - Polri dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) memamerkan seragam petugas satpam yang baru dalam acara Rapat Koordinasi Korbinmas Baharkam Polri - Abujapi bertema 'Kita Tingkatkan Sinergitas dan Solidaritas Korbinmas Baharkam Polri dan Abujapi' di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (15/10/2020). 

Seragam satpam baru berwarna cokelat mirip dengan seragam polisi itu adalah aturan yang termuat dalam Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkap) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa yang sudah ditandatangani Kapolri Jenderal Idham Azis pada 5 Agustus 2020. 

Ada lima jenis pakaian dinas satpam, yakni Pakaian Dinas Harian (PDH), Pakaian Dinas Lapangan Khusus (PDL Sus), Pakaian Dinas Lapangan Satu (PDL Satu), Pakaian Sipil Harian (PSH), dan Pakaian Sipil Lengkap (PSL).

- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, seragam satpam akan diubah menjadi warna krem agar masyarakat tidak kesulitan membedakan satpam dan polisi dari seragamnya.

"Seragam sekarang terlalu mirip dengan seragam Polri sehingga menyebabkan kebingungan dan kesulitan masyarakat untuk membedakan polisi dan satpam," kata Ramadhan kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Perubahan warna seragam itu saat ini sedang dalam proses pengkajian.

"Masih dalam proses pengkajian warna baju cokelat muda akan berubah menjadi warna krem," sambungnya.

Ramadhan melanjutkan, satpam merupakan profesi baru sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas sehingga perlu memiliki identitas sendiri yang berbeda dengan Polri selaku pembinanya.

Perubahan warna seragam satpam ini akan mulai diperkenalkan pada hari ulang tahun (HUT) Satpam. Adapun HUT Satpam diperingati setiap bulan Desember.

"Pada HUT Satpam akan diperkenalkan warna seragam yang baru dan akan diberlakukan setelah selesai pengkajian dan diberikan waktu setahun setelah disahkan penggunaannya," kata dia.

Diketahui sebelumnya, Polri baru saja mengubah warna seragam satpam menjadi warna cokelat muda.

Hal ini berdasar dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa.

Brigjen (Pol) Awi Setiyono yang saat itu menjabat Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri menyatakan, perubahan seragam tersebut diharapkan menumbuhkan kebanggaan satpam terhadap profesi mereka serta menimbulkan kedekatan emosional dengan Polri.

"Terjalin kedekatan emosional antara Polri dan satpam, menumbuhkan kebanggaan satpam sebagai pengembang fungsi kepolisian terbatas. Memuliakan profesi satpam, dan menambah pergelaran fungsi kepolisian di tengah-tengah masyarakat," kata Awi pada Selasa (15/9/2020).

Sumber : tribun news.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM -Satu lagi pelaku Illegal Driling kembali diringkus Polres Muba bernama Rustam alias Bondon (51).  Pria yang merupakan seorang petani ini ditangkap lantaran melakukan eksploitasi atau pengeboran sumur minyak tanpa izin usaha dan menimbulkan kebakaran di lokasi pengeboran.

Tersangka ditangkap pada 25 Desember 2021 lalu usai melakukan aksinya di dusun IV Desa Sako Suban kecamatan Batanghari Leko kabupaten Muba.

"Tersangka diamankan di rumahnya usai dilakukan penyelidikan dan pencarian delapan hari dan terhadap tersangka kemudian dilakukan penahanan. Pelaku ini berperan sebagai pemodal dan menjadi Targer Operasi (TO) kita,”ujar Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin Sabtu (1/1/2022).

Diketahui tersangka juga terlibat dalam perkara yang pernah mereka tangani pada bulan Agustus 2021 yang aman anak buah tersangka telah ditangkap duluan yang juga terkait perkara Illegal Driling di salah satu perkebunan swasta.

"Dari tangan tersangka kita mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 set alat Rik, 1 unit mesin sedot, 2 tiang Rik, 1 pipa kalpanis, 1 kotak kawat las dan sampel tanah yang terbakar," jelasnya.

Tersangka dikenakan pasal 52 UU RI nomor 22 tahun 2021 Migas yang telah diubah dalam pasal 40 angka ke-7 UU nomor 11 tahun 2020 cipta kerja Jo pasal 55 ayat 1.

"Ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara, dalam pelariannya tersangka bondong ini ke Jambi dan ada kesempatan ia kembali melakukan aktifitas illegal driling disana,”jelasnya.

Sumber : TRIBUNSUMSEL.COM

JAMBI, INFOSEKAYU.COM - Atlet balap sepeda Kabupaten Musi Banyuasin borong tiga (3) juara sekaligus pada event Zabag Bhayangkara kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi tingkat Provinsi. Pertandingan berlangsung di Track Komplek Perkantoran Kantor Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Jambi, dari hari Sabtu - Minggu tanggal 18-19 Desember 2021. 

Disampaikan oleh Ketua Pengcab Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Muba Djonny Aking, di kelas XCO Women Open Muba berada di posisi ke-2 dan ke-3, sementara  juara 1 di raih oleh atlet kejurnas asal Bali.

"Juara 1 diraih oleh atlet kejurnas nama Sofi Intan Fajrianti. Juara 3 kembali di raih oleh atlet asal Muba Provinsi Sumsel atas nama Reza Putri Ameliani. Juara 4 dari Jambi KOTA dan Juara 5 dari Padang Kota Solok,"bebernya. 


Lanjut Aking, walaupun Sofi Intan sempat mengalami kecelakaan pada saat turunan akibat jalan licin dan rem mengalami patah, tapi semangatnya tidak kendor dan tetap terus melanjutkan pertandingan. Alhamdulillah sampai finish bisa menduduki di posisi ke-2.

"Untuk Atlet Men Youth Open MUBA atas nama Arya Danendra meraih Juara 1. Juara 2 di susul dari Sumsel dari Muara Enim. Posisi ke-3 di rebut oleh Provinsi Jambi Kota, Juara 4 di raih Provinsi Padang Kota Solok, Juara 5 kembali di raih Jambi Kota,"ulasnya. 

Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP mengatakan, dirinya
merasa bangga dan terharu melihat jalannya pertandingan yang membawa para atlet sepeda Muba bisa meraih 3 sekaligus pada event Zabag Bhayangkara kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi tingkat Provinsi.

"Saya ucapkan terima kasih sudah menambah tumpukan prestasi untuk Kabupaten Muba. Semoga ada banyak lagi prestasi yang bisa diraih untuk membuat bangga dan membuat Muba Maju Berjaya,"ungkapnya.

BANYUASIN, INFOSEKAYU.COM  - Jono (57) warga Talang Kacang, Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Sumsel diterkam buaya saat sedang menanam pohon kelapa di tepian sungai, Rabu (15/12/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Diketahui bahwa sebelum korban diterkam buaya, ia bersama temannya pergi ke kebun yang berada di sekitar PT SAL Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin.

Lurah Kedondong Raye Rusli, membenarkan bila ada warganya yang diterkam buaya saat sedang berkebun di dekat PT SAL Kecamatan Suak Tapeh.

“Korban bersama temannya sedang menanam pohon kelapa dan membersihkan lahan ditepian sungai, saat itulah korban langsung di terkam buaya,” kata Rusli, Kamis (16/12/2021).

Ditambahkan Rusli, saat korban disambar buaya, teman korban Alkan langsung pingsan. Sehingga Alkan tidak mengetahui lagi kemana korban ditarik buaya.

“Begitu sadar dari pingsan, korban langsung mengabari pihak keluarga korban dan warga lainnya,” katanya

Dan sampai saat ini korban belum juga ditemukan. Namun warga masih terus mencari keberadaan korban.

Infosekayu.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan 15 Anggota DPRD Muara Enim sebagai tersangka, dari pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR dan Pengesahan APBD Kabupaten Muara Enim Tahun 2019.

Lima tersangka diantaranya masih menjabat anggota DPRD periode 2019 hingga 2023. Sedangkan, 10 tersangka merupakan anggota DPRD Periode 2014 hingga 2019.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam keterangan pers, Senin (13/12) ini menyampaikan, terkait dengan telah dilakukannya pengumpulan informasi dan data, sehingga ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, disertai pula hadirnya berbagai fakta hukum di persidangan dalam perkara dengan Terdakwa Ahmad Yani dkk. 

KPK kemudian melakukan penyelidikan dan diikuti dengan meningkatkan status perkara ini ke tahap Penyidikan pada bulan November 2021, dengan mengumumkan Tersangka,” ujar dia. 

Untuk kepentingan penyidikan, ungkap Alex, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan para tersangka untuk 20 hari ke depan terhitung mulai tanggal 13 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. 

Alex menerangkan konstruksi perkara, bahwa diduga telah terjadi dengan kedudukan para tersangka selaku Anggota DPRD Muara Enim periode 2014-2019 yang melakukan pengawasan atas kinerja Bupati beserta jajarannya, khususnya terhadap program-program Pemkab Muara Enim terkait dengan proses pengaudaan barang dan jasa di Dinas PUPR Muara Enim Tahun 2019; 
Para tersangka diduga menerima pemberian uang sekitar sejumlah Rp3,3 miliar sebagai uang aspirasi atau uang ketuk palu yang diberikan oleh Robi Okta Fahlevi. Dimana Robi Okta Fahlevi sebagai salah satu kontraktor yang telah berpengalaman mengerjakan berbagai proyek di Dinas PUPR Muara Enim,” terang dia. 

Alex melanjutkan, agar Robi Okta Fahlevi bisa kembali mendapatkan proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Muara Enim Tahun 2019, disekitar Agustus 2019, Robi Okta Fahlevi bersama dengan A. Elfin MZ Muhtar menemui Ahmad Yani, yang saat itu menjabat selaku Bupati Muara Enim.

Ahmad Yani kemudian memerintahkan A Elfin MZ Muchtar untuk aktif mengakomodir keinginan Robi Okta Fahlevi dengan kesepakatan adanya pemberian komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai net proyek untuk berbagai pihak yang ada di Pemkab Muara Enim dan para tersangka. 

“Terkait pembagian proyek sekaligus penentuan para pemenang proyek di Dinas PUPR Muara Enim, diduga dilakukan oleh A Elfin MZ Muhtar dan Ramlan Suryadi sesuai arahan dan perintah dari Ahmad Yani, Juarsah, Ramlan Suryadi dan Tersangka AFS dkk agar memenangkan perusahaan milik Robi Okta Fahlevi,” ujar dia. 

Penerimaan oleh para tersangka dilakukan secara bertahap dan diduga akan digunakan sebagai bagian dari biaya kampanye mengikuti pemilihan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim tahun berikutnya. 5. Atas perbuatannya, Para Tersangka disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

Tersangka yang ditahan di rutan KPK Gedung Merah Putih yakni, AFS (Agus Firmansyah), AF (Ahmad Fauzi), DR (Daraini).  Tersangka yang ditahan di rutan KPK Kavling C1 yakni, ES (Elison), FA (Faizal Anwar), SK (Samudera Kelana). 

Tersangka yang ditahan di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur yakni, EH (Eksa Hariawan), HD (Hendly), IR (Irul), MR (Misran), TM (Tjik Melan), UP (Umam Pajri), WH (Willian Husin).  Tersangka yang ditahan di rutan Polres Jakarta Selatan yakni, MD (Mardalena), VE (Verra Erika).

Sumsel : rmolsumsel 

Muba, Infosekayu.com - Dua individu Buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii) dilepasliarkan ke habitat alaminya di Sungai Lalan, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin pada Kamis (9/12) lalu.

Menurut Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata, satu individu Buaya Senyulong berukuran 3,6 meter, berasal dari serahan masyarakat Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Kota Palembang. 

Sedangkan, satu individu lainnya berukuran 2,8 meter, merupakan satwa milik negara yang sebelumnya dititipkan ke eks penangkaran PD Budiman di Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

“Apresiasi dan terima kasih atas dukungan para pihak yang telah mendukung upaya pelepasliaran kedua individu satwa dilindungi, Buaya Senyulong, sehingga dapat dilepasliarkan ke habitat alaminya," terang Ujang.

Terkait pelepasliaran ini, Ujang menyampaikan sebelumnya telah dilakukan upaya koordinasi dengan Kepala Desa Muara Medak. Hal ini dilakukan karena secara administratif, khususnya daerah sungai Lalan yang akan dijadikan lokasi pelepasliaran, masuk dalam wilayah Desa Muara Medak. Meski begitu, lokasinya relatif jauh dari pemukiman masyarakat. 

Buaya Senyulong kembali ke habitat alaminya di Sungai Lalan Kabupaten Muba (ist)

Rencana pelepasliaran ini pun mendapat dukungan Kepala Desa setempat. Pada saatnya, Kepala Desa mengikuti proses pelepasliaran kedua individu satwa dilindungi tersebut.

Sungai Lalan termasuk salah satu sungai besar yang ada di Sumatera Selatan dan sebagian besar alirannya berada di Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin. Sungai Lalan diketahui merupakan habitat Buaya Senyulong.

Jenis buaya ini merupakan satu dari tujuh spesies buaya yang biasa ditemukan di Indonesia. Spesies langka ini penyebarannya di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Di Sumatera Selatan khususnya, dapat ditemukan di aliran Sungai Merang dan Sungai Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. 

Ukuran dewasa Buaya Senyulong dapat mencapai panjang 3-4 meter. Ciri khas buaya Senyulong dibandingkan jenis buaya lainnya adalah moncongnya yang relatif sempit (rahangnya menyempit secara gradual), pipih, dan panjang.

“Kami selalu menghimbau kepada masyarakat yang masih memelihara satwa dilindungi, untuk mengembalikan/ menyerahkan satwa tersebut kepada kami. Selain melanggar hukum, bila tidak memahami satwa dengan baik, memeliharanya juga dapat beresiko terhadap keselamatan dan kesehatan pemiliknya," pungkasnya.

Sumber : rmolsumsel 

Infosekayu.com - Dosen Universitas Sriwijaya (UNSRI) berinisial R yang dilaporkan mahasiswinya ke Polda Sumsel kasus dugaan pelecehan seksual kini telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Program Studi Manajemen (Kaprodi).

Kuasa hukum terlapor R, Ghandi Arius, mengatakan penonaktifan dari Kaprodi tersebut merupakan keinginan R agar dapat fokus menyelesaikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialaminya dan mengingat nama baik UNSRI yang dibawa pada kasus ini.

“Dari keterangan klien ini, pimpinan UNSRI juga menginginkan terlapor R untuk dinonaktifkan sementara sejak kemarin SK nonaktif jabatan sebagai Kaprodi diturunkan oleh rektorat, namun untuk status sebagai dosen masih,” katanya, Rabu (8/12).

Terkait kasus ini, Ghandi bilang ada oknum dosen yang diindikasikan sengaja memanfaatkan mahasiswi sebagai alat untuk menjatuhkan terlapor R dari jabatannya.

"Kami tidak menuduh siapapun tapi setelah diamati ada beberapa oknum dosen menggiring dan melindungi korban pelecehan seksual itu,” katanya.

Selain itu, dari keterangan terlapor R, hal itu bahkan dirasakannya secara langsung. Dosen ini memang tidak suka dengan terlapor R dan jika pihaknya tidak segan-segan melaporkan oknum ini.

“Jika memang bukti sudah ada, kami tidak segan-segan melaporkan oknum ini, bahkan indikasi itu sudah ada seperti saat melakukan administrasi yang dipersulit oleh oknum itu,” katanya.

Sebelumnya, Ghandi juga mengatakan dampak dari kasus ini, terlapor R merasa dirugikan atas foto-foto yang beredar karena telah menyudutkan dan tanpa izin mentransmisikan foto-foto pribadi hingga foto keluarga di media sosial. Tak hanya itu, dampak dari kasus itu kini karirnya juga hancur.

“Tim akan memetakan kasus ini dan tidak menutup kemungkinan akan melapor balik, termasuk orang-orang yang sengaja memblow-up, memviralkan atau dengan sengaja membunuh karakter dan status sosial klien kami,” katanya.

Ghandi bilang, fakta yang terjadi saat ini tidak pernah ada kejadian nyata seperti yang dilaporkan sebelumnya dan sudah ditetapkan tersangka di Polda Sumsel. Delik aduan mahasiswi yang mengaku korban itu melalui SMS dan Whatsapp, dan nomor itu bukan nomor terlapor R.

Sumber : kumparan.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Prestasi membanggakan kembali di ukir oleh para pelajar di Kabupateb Muba. kali ini oleh SMPN 12 Sekayu yang berhasil memboyong emas atau juara 1 pada seleksi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Nasional sebagai wakil Sumatera Selatan.

Siswa atas nama Wahyu Aditia Pratama berhasil meraih emas atau juara pertama. sedangkan rekan seperjuangan yakni Ujang Ahmad Irfansyah yang juga siswa SMPN 12 sekayu berhasil periah juara ketiga atau perunggu sekaligus sebagai pemain beretika baik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musni Wijaya,S.Sos,.M.Si melalui Kabid Kebudayaan Dikbud H. Muardi, S.Pd, MM mengaku sangat bangga atas prestasi yang telah di raih oleh 2 pelajar Muba itu.

"Kita sangat bangga karena kedua berhasil mengharumkan nama Kabupaten Muba dan mewakili Sumsel pada kompetisi sepak bola tingkat SMP tertinggi itu. Apalagi sebelumnya kedua anak kita ini telah melewati seleksi berjenjang. mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga berhasil menjadi juara di tingkat Nasional,"ungkapnya.

Dilanjutkannya, Seleksi GSI itu dilaksanakan secara visual, dimana peserta dinilai dari vidio simulasi olahraga sepak bola yang mereka kirim. "Dan seluruh peserta dari Kabupaten Muba, memang memiliki potensi yang cukup besar, terutama ananda Wahyu dan Ujang ini,"terangnya.

Terpisah Ujang Ahmad Irfansyah mengaku bahwa ia dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri mengikuti seleksi hingga ia berhasil menembus tingkat nasional. "Kami juga sangat berterima kasih karena pihak Dinas Dikbud sudah memfasilitasi kami dan peserta lainya dalam membuat vidio visual untuk lomba,"ucapnya.

Ia juga merasa sangat bangga bisa memberikan hasil terbaik dan membawa harum nama Kabupaten Muba.

Seperti yang di ketahui GSI merupakan sebuah kompetisi Sepak Bola tingkat SMP dan diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, provinsi hingga tingkat Nasional.
Sanga Desa, Infosekayu.com- Dua terdakwa kasus pemerkosaan yang disertai dengan tindakan pembunuhan yakni Alamsari (35) dan Rian Hidayat (26) dituntut 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin.

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan kedua terdakwa bersalah melakukan tindaknpidana pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban Roaini, sebagaimana dakwaan penuntut umum dalam Pasal 340 Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Alamsari dan Rian Hidayat dengan pidana penjara masing-masing selama 20 tahun, potong masa tahanan sementara," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Muba, Marcos MM Simaremare, S.H melalui Kasi Pidana Umum Habibi, S.H, didampingi JPU Ade Rachmad Hidayat, S.H.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, terdakwa Alamsari dan Riyan Hidayat langsung mengajukan pledoi atau pembelaan secara lisan. Dalam pembelaan tersebut, kedua terdakwa memohon kepada Majelis Hakim untuk memberikan keringanan hukuman dari tuntutan JPU. 

"Kami memohon keringanan hukuman dari Majelis Hakim," ujar terdakwa Alamsari dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Andy William Permata, S.H beranggotakan Edo Juniansyah, S.H dan Arif Herdianto Kusumo, S.H.

Sekedar informasi, terdakwa Alamsari dan Ryan Hidayat bersama JP (16, telah divonis 10 tahun penjara) ditangkap Satreskrim Polres Muba lantaran melakukan pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap korban Roaini (28) warga Desa Panai Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin.

Selain ketiga pelaku, saat ini pihak kepolisian masih memburu dua tersangka lain yakni SK dan CAN. Dimana tersangka SK merupakan otak pelaku dari perbuatan keji tersebut. 

Sebelumnya, korban Roaini ditemukan warga mengambang di Sungai Panai Desa Panai Kecamatan Sanga Desa Panai, sekira pukul 09.30 WIB (7/7/2021). Saat ditemukan, korban dalam keadaan telanjang dan tubuh dipenuhi luka.

Luka ditubuh korban berupa luka tusuk di kepala bagian atas, luka tusuk di bagian belakang telinga sebelah kiri, luka lebam pada mata bagian sebelah kiri dan luka lebam di bagian rusuk kiri dan kanan serta luka robek tidak beraturan di vagina.

Sumber : rmolsumsel 

SANGA DESA, INFOSEKAYU.COM – Tidak pernah ada di dalam benak Subaini (60) bahwa Rabu malam (1/12/2021) kemarin sekira pukul 21.45 WIB akan menjadi malam naas bagi ia dan keluarga. Dirinya tidak pernah menyangka bahwa rumah peninggalan almarhum Kamal bin Manap suaminya tersebut akan ludes terbakar dan menyisakan puing-puing saja.

Kejadian kebakaran yang begitu cepat pun sontak menjadi perhatian warga RT 03 RW 01 Kelurahan Ngulak Kecamatan Sanga Desa dan sekitarnya. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Kebakaran Sanga Desa dan Babat Toman, serta puluhan masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Ngulak langsung bahu-membahu memadamkan api api.
Alhasil, api bisa dijinakkan sekitar satu jam kemudian.

Kejadian Ini  tidak menimbulkan korban jiwa, namun diprediksi kerugian materil yang diderita oleh keluarga Subaini dan keluarga Supriyadi (anak Subaini, red) yang tinggal dalam satu rumah, itu mencapai Rp 400 juta. Pasalnya, tidak ada satupun barang korban yang bisa diselamatkan, seisi rumah berikut 3 unit sepeda motor seluruhnya habis dilalap si jago merah.


Penyebab kebakaran sendiri diduga berasal dari konsleting arus listrik yang menyebabkan timbulnya percikan api pada salah satu bola lampu di bagian kiri sebelah luar rumah. Percikan api tersebut seketika membesar sehingga menyebabkan kebakaran, dan menghabiskan rumah beserta isinya.


“Berdasarkan keterangan warga, diduga kuat sumber api berasal dari hubungan arus pendek listrik. Api diketahui pertama kali menyala dari bagian sebelah kiri rumah, dan seketika membesar. Beruntung tim MPA Kelurahan Ngulak melakukan upaya pemadaman menggunakan mesin pompa yang disiagakan di Kantor Kelurahan, dua unit mobil damkar dari Pos Sanga Desa dan Babat Toman juga turut memadamkan api, sehingga api tidak sampai menyambar rumah tetangga korban yang posisinya bersebelahan,” ungkap Lurah Kelurahan Ngulak Zulham SIP.

Lebih lanjut Zulham menceritakan bahwa saat kejadian hampir semua penghuni rumah sudah tidur, beruntung anak korban bernama Supriyadi saat itu sedang bermain gaple di dekat rumah.
“Ada anak korban yang tinggal serumah sedang main gaple, sehingga saat tahu adanya api tersebut. Ia langsung membangunkan keluarganya untuk menyelamatkan diri,” kata Zulham.

Untuk saat ini menurut Lurah, korban Subaini besarta keluarga sementara mengungsi di rumah keluarganya yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
“Korban dan keluarga sementara tinggal di rumah keluarganya. Untuk bantuan sendiri saat ini sudah mulai berdatangan, mulai dari bantuan sembako dari Kelurahan Ngulak hingga bantuan dari Camat Kecamatan Sanga Desa,” tutupnya.(ren)

Sumber : Harianmuba.com.

SEKAYU , INFOSEKAYU.COM - Disma Ikhsan (55), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin ditemukan sudah menjadi mayat di dalam rumahnya di Jalan Perumnas Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Muba penemuan mayat di salah satu rumah di permukiman tersebut sekira pukul 08.30 WIB, Rabu (1/12/2021).

Salah satu saksi seorang tukang ojek yang biasa nongkrong di simpang depan rumah korban, Muhammad mengatakan korban sudah dua hari tidak terlihat keluar rumah. Sedangkan di seputaran rumah korban tercium aroma tidak sedap.

Dirinya akhirnya berinisiatif memanggil warga yang lain untuk memastikan kondisi dan keberadaan korban.

"Saat kita lakukan pengecekan terhadap korban bersama warga sekitar, ditemukan korban sudah dalam posisi terlentang separuh badan di atas kasur dengan menggunakan baju kaos warna hitam merah lengan panjang dan celana pendek warna hitam," ujar saksi Muhammad.

Tak hanya itu, hari Minggu diketahui korban masih ngobrol dengan warga sekitar dan mengeluh sakit. Lalu pada Senin malam ada warga lain bernama Ridwan di rumah almarhum sampai Isya kemudian Ridwan pun pulang ke Randik.

"Karena warga sekitar mencium bau tidak sedap, kita cek melalui salah satu jendela yang berada di rumah tersebut menemukan jasad korban sudah membengkak," terangnya.

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SIK, melalui Kapolsek Sekayu AKP Robi Sugara mengatakan, setelah selesai kemudian sekira pukul 11.00 WIB jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penangan awal oleh pihak rumah sakit dengan didampingi dari Polsek Sekayu.

"Menurut keterangan keluarga korban bahwa korban selama ini memang mengidap penyakit jantung. Maka itu jenazah tidak dilakukan outopsi karena permintaan dari pihak keluarga dan dibenarkan dengan adanya surat pernyataan yang ditandatangani kakak korban bernama Riduan," ujar Kapolsek.

Sumber : TRIBUNSUMSEL.COM

JAKARTA, INFOSEKAYU.COM  - 7 kota di Indonesia dengan biaya hidup termurah. Biaya hidup murah tentu banyak menarik minat siapa pun untuk menetap di suatu kota.

Terlebih, jika kota-kota termurah itu justru menyediakan berbagai destinasi wisata yang sama murahnya.

Berikut ulasan tujuh kota dengan biaya hidup termurah di Indonesia, seperti dirangkum Okezone pada Senin (22/11/2021):

1. Yogyakarta

Di Yogyakarta, biaya hidupnya hanya Rp1 juta - Rp1,5 juta perbulan. Pasalnya, terdapat variasi makanan dan berbagai harga, khususnya di bawah Rp10.000 saja untuk seporsi. Jika Anda menggunakan kos, biayanya hanya berkisar Rp300 - Rp700 ribu perbulan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, pengeluaran per kapita per bulan warga desa di Jawa Tengah cuma tembus Rp825.060, sedangkan di perkotaan Rp1 juta, tepatnya Rp1.081.327.

Di kota ini juga ada berbagai pilihan wisata dengan harga variatif.

2. Solo

Upah Minimum Kota (UMK) di Solo 2021 sebesar Rp2.013.810. Solo terkenal akan tempat wisata dan biaya hidupnya yang murah. Dengan modal Rp5 ribu saja, Anda bisa menikmati makanan di sana. Transporasi di Solo juga hanya dipatok seharga Rp3 ribu - Rp15 ribu saja.

Di Solo juga ada fasilitas bus Trans Solo. Bagi para mahasiswa, tentunya fasilitas dan biaya hidup di Solo sangat bersahabat. Pasalnya, biaya hidup di Solo tak berbeda jauh dengan Yogyakarta.

3. Banyuwangi

Biaya hidup sendiri di Banyuwangi sekitar Rp1 juta-Rp1,5 juta per bulan. Bisa saja lebih rendah, sekitar Rp800 per bulan.

Satu keluarga kecil hanya membutuhkan biaya Rp3,1 juta per bulan untuk hidup di Banyuwangi. Tak heran, Banyuwangi kerap dipandang sebagai kota termurah untuk mahasiswa.

Apalagi, kota ini juga sering menjadi destinasi wisata yang diincar turis.

4. Cirebon

Menyandang predikat sebagai salah satu kota dengan biaya tinggal terendah, kota Cirebon menerapkan harga kebutuhan seperti makanan, kebutuhan rumah, tempat tinggal, hingga transportasi yang relatif murah. Tak terpengaruh zaman modern seperti kota lainya.

Selama sebulan, seseorang bisa hidup di Cirebon hanya bermodalkan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.

5. Sibolga

Kota satu ini mencakup berbagai pantai dan nuansa asri alam dari keindahan lereng yang menghadap pegunungan Sumatera.

Dengan berbagai kenyamanan itu, masyarakat Sibolga bisa hanya hidup dengan modal Rp1 juta - 1,5 juta per bulannya untuk kebutuhan sehari-hari hingga sewa tempat.

6. Purwokerto

Selain biaya hidup rendah, kota ini juga kerap jadi tujuan para turis karena kekayaan wisata alamnya. Di sana, Anda cukup merogoh kocek Rp1,5 juta untuk hidup selama sebulan.

7. Kudus

Kota Kudus terkenal sebagai penghasil rokok yang besar. Meski begitu, biaya hidup di sana cukup rendah hingga dapat masuk ke daftar kota dengan biaya hidup termurah di Indonesia.

Hidup bersama keluarga untuk satu bulan di Kudus hanya memerlukan biaya sebesar Rp3 juta saja.

Sumber : Okezone 

BABAT TOMAN, INFOSEKAYU.COM - Pemilihan Kepala Desa Serentak tanggal 22 November 2021 di Kabupaten Musi Banyuasin tinggal menghitung jam lagi. Namun ada yang menarik perhatian pada penyelenggaraan pesta demokrasi 6 tahunan kali ini.

Perhatian itu tertuju pada pasangan suami-istri bernama Kurnia dan Nurpuja Astuti, yang beralamat di Desa Pangkalan Jaya Kecamatan Babat Toman. Pasalnya, sepasang suami istri ini bakal bertarung pada pemilihan kepala desa periode 2021-2027.

Kurnia sebagai calon kepala desa petahana atau incumbent yang mendapat nomor urut 2 bakal ditantang oleh istrinya sendiri yakni Nurpuja Astuti yang mendapat nomor urut 1.

Pj Kepala Desa Pangkalan Jaya Irwan, SH MSi saat dikonfirmasi oleh wartawan koran ini Minggu (21/11) membenarkan terkait adanya calon kepala desa yang berstatus sebagai pasangan suami-istri.

“Ya, benar. Ceritanya pak Kurnia ini merupakan calon kades petahana yang dianggap masyarakat memiliki kepimpinan bagus. Sehingga tidak ada warga lain yang mendaftar sebagai kandidat calon kepala desa hingga masa pendaftaran selesai. Karena secara aturan tidak membolehkan adanya aklamasi atau istilahnya lawan kotak kosong, maka istri beliaulah yang dimajukan sebagai calon kepala desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa saat ini persiapan pilkades di Desa Pangkalan Jaya sudah mencapai 95 persen.

“Persiapan sudah selesai semua, tinggal pelaksanaan pemilihan besok (hari ini, red). Untuk jumlah DPT di Desa Pangkalan Jaya ini ada sebanyak 982 mata pilih, yang dibagi dalam dua TPS,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai situasi Kamtibmas di Desa Pangkalan Jaya pada masa Pilkades ini, pria yang juga menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Sosial di Kantor Kecamatan Babat Toman ini menuturkan bahwa Panhkalan Jaya menjadi desa yang paling kondusif di wilayah Kecamatan Babat Toman pada Pilkades kali ini.

“Bagaimana tidak kondusif, yang calon sebagai kepala desa ini adalah suami-istri. Bahkan mungkin tidak akan ada sanggahan usai pemilihan nanti,” tuturnya.(ren).

Sumber : harianmuba.com 

Muba, Infosekayu.com - Pendistribusian logistik pemilihan kepala desa serentak dikabupaten musi banyuasin terus dikawal ketat oleh aparat kepolisian guna memastikan penyaluran logistic tiba dilokasi pemilihan dalam keadaan aman dan tepat waktu.

Namun disejumlah tempat dikecamatan yang ada dikabupaten muba dalam pendistribusian logistic ini tidak semulus sebagai mana direncanakan sebelumnya terlebih memasuki musim hujan saat ini.

Sebagai mana terpantau oleh awak media didesa talang buluh kecamatan batanghari leko Anggota Pengawalan Briptu David bersama Ketua Panitia pilkades bapak Superi dan petugas lainnya harus berjibaku menghadapi medan jalan yang berlumpur untuk mencapai ke sekateriat desa talang buluh, Rabu 17/11/2021.kemarin.

Kapolres muba melalui kapolsek Batanghari leko Iptu Rusli,SH.,M.H., saat dikonfirmasi, Kamis,18/11/21, membenarkan hal tersebut, “kita harus memastikan keamanan pendistribusian logistic ini walau bagaimanapun keadaannya” ujarnya.

Kemarin kita dari sekayu menjemput logistic jam 11.00 wib dan tiba dilokasi desa talang buluh sekira pukul 23.30 wib, dalam keadaan normal kita biasa menempuh perjalanan sekitar 2 jam perjalanan, Kata Rusli

Lanjut Rusli, dengan kondisi hujan serta banyak nya medan jalan yang rusak parah dan berlumpur yang sulit dilewati dengan kendaraan mobil sehingga anggota yang melakukan pengawalan  logistik pilkades untuk memobilisasi pendistribusian logistik pilkades desa talang buluh dengan menggunakan empat unit sepeda motor dari desa sungai napal menuju desa talang buluh harus memelawati jalanan berlumpur yang cukup panjang sekitar lebih kurang 4-5 kilometer yang berada di antara Desa Sungai Napal dan Desa Talang Buluh

"Alhamdulilah walaupun demikian penyaluran logistik, seperti surat suara, kotak suara dan lain-lain, telah tersalurkan ke desa tersebut dan semua desa yang melaksanakan pilkades dikecamatan Batanghari leko. Dan tetap kita lakukan pengamanan sehingga pelaksanaan pilkades nanti berjalan aman dan sukses", Pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Sesuai jadwal tahapan penyelenggaraan. Distribusi logistik Pilkades Serentak ke masing-masing desa akan dilaksanakan pada 16 hingga 18 Nopember 2021. Sedangkan pemungutan suara akan digelar pada 22 Nopember 2021 mendatang, yang akan diikuti 74 desa diseluruh kecamatan yang ada dimuba.

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Puluhan ekor sapi milik peternak di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) mati mendadak. Dinas Pertanian dan Ketahanan Kota Palembang telah menerjunkan tim serta dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan.

Peternak mengaku bingung karena sapi yang dibeli dalam keadaan sehat, ketika dimasukkan dalam kandang di Palembang mendadak sakit setelah sebulan berada di kandang baru. Akibat dari kejadian ini, peternak mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Penyakit yang mengakibatkan puluhan sapi mati masih dalam analisasi tim kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang. Tim kesehatan hewan telah mendatangi sejumlah peternak, salah satunya kandang milik Firdaus di Sukawinata, Kecamatan Sukarami Palembang.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Novayanti mengatakan, sebelum tim telah diturunkan dan melakukan pemeriksaan pada 5 November. Setelah dilakukan autopsi tim kesehatan hewan menduga sapi - sapi yang sakit dan mati terserang virus MCF (Malignant catarhall fever) atau penyakit degeratif atau parasit darah. "Untuk kepastian masih dalam permiksaan dan akan dianalisas," ujarnya, Selasa (16/11/2021).

Sementara itu, tim dokter hewan, Jafrizal mengatakan, berdasarkan wawancara dengan peternak tidak ditemukan gejala serius yang mengarah ke suatu penyakit. Hanya gejala umum seperti kurang makan dan kejang otot leher.

"Gejala itu tidak mengarah ke suatu penyakit. Tapi ada yang berpengaruh ke pernapasan. Ini kita coba autopsi ternyata terjadi peradangan pada paru-paru menghitam. Kita mengarahkan penyakit pernapasan, tapi untuk mematiskan nanti hasil laboratorium," katanya.

Untuk penanggulangan dilakukan penyemprotan disinfektan agar peternak tidak mengalami kerugian lebih banyak lagi.

Sumber : iNews.id 

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) tidak hanya memaksimalkan serapan tenaga kerja lokal, tetapi juga mempersiapkan agar mahasiswa sebagai putra daerah bisa lebih mumpuni menghadapi tantangan akan lapangan kerja.

Hal tersebut diutarakan Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, penandantanganan kerjasama Pemkab Muba, Politeknik Sekayu, dan Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), di Graha Polsri Palembang, Jumat (11/11/2021).

“Kita tidak hanya mensukseskan serapan saja seperti yang sudah kita realisasikan di Muba, tetapi juga mahasiswa Politeknik Sekayu juga harus dipersiapkan untuk mumpuni menghadapi persiapan kerja,” ujar dia.

Beni mengungkapkan, sinergi dan kerjasama Pemkab Muba dengan Polsri Palembang juga terkait Peraturan Daerah Kabupaten Muba Hijau Energi Baru dan Terbarukan. Tentunya dengan menggandeng Polsri Palembang menjadi hal yang tepat dan berkesinambungan.

“Dalam waktu dekat Pemkab Muba memberi insentif ke desa-desa terkait upaya dan komitmen mewujudkan Muba hijau dan energi baru terbarukan. Kami sangat harapkan agar apa dijalankan dengan Polsri ini bisa berkolaborasi dengan baik,” ungkap dia.

Beni melanjutkan, dengan adanya bonus demografi 10-15 tahun ke depan, akan menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Muba.

“Tentu dengan memaksimalkan kualitas dan peranan pendidikan Vokasi akan menjadi solusi menghadapi tantangan bonus demografi,” ujar dia.

Direktur Polsri, Dr Ing Ahmad Taqwa MT menuturkan, sebenarnya apa yang sudah dijalankan Pemkab Muba selama ini dan yang akan datang, terkait green industri sangat selaras dengan Polsri.

Taqwa menambahkan, komitmen Pemkab Muba dalam mencetak generasi yang unggul sangat luar biasa serta memaksimalkan serapan tenaga kerja lokal.

“Ini terbukti dengan keberadaan Muba Vocation Center serta Perda di Muba yang mengatur dan mewajibkan perusahaan di Muba untuk merekrut tenaga kerja lokal,” tutur dia.

Sementara, Ketua Yayasan Muba Sejahtera (Politeknik Sekayu), Hairad Sudarso didampingi Direktur Politeknik Sekayu, Mardiana SE MM mengatakan, pihaknya berencana akan menambah dua jurusan baru yakni DIII Teknik Pengolahan dan DIV Teknik Mesin.

“Karena banyak perusahaan perusahaan di Muba dengan skema menyerap SDM lokal, kami merasa perlu menambah jurusan ini dan mendapatkan pendampingan dari Polsri Palembang,” tandas dia. 

Sumber : fornews.co

Muba, Infosekayu.com - Hari ini, Selasa (16/11), surat suara pemilihan kepala desa (pilkades) serentak dikabupaten musi banyuasin, mulai didistribusikan oleh panitia pelaksana kabupaten menuju desa yang akan melaksanakan pilkades di bawah pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

"Hari ini surat suara mulai kita kawal untuk distribusikan, ke desa yang menggelar Pilkades serentak sesuai jadwal yang dikeluarkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) kab.muba," kata kapolres muba melalui Kabag Ops Polres Muba Kompol RIVOW LAPU,SE, S.I.K, M.H. saat diwancarai awak media, Selasa (16/11).

Rivow mengatakan, pelaksanaan pilkades serentak tahun 2021 ini diikuti 74 desa di kabupaten musi banyuasin. Pilkades dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2021 nanti.

"Sekarang H-7 pelaksanaan, makanya surat suara itu sudah mulai kita distribusikan dengan pelibatan sebanyak 161 personil polri ke 15 kecamatan yang ada dikab.muba," ujarnya.

Surat suara yang didistribusikan hari ini diantaranya Kecamatan babat toman dan sanga desa. Surat suara itu dikirim ke Desa yang menggelar pilkades dengan pengawalan ketat anggota kita.

Distribusi surat suara ini masih akan berlanjut pada H-6 hingga H-5. Proses pendistribusian sama seperti hari ini. Surat suara akan dikirim panitia kabupaten menuju desa peserta pilkades dengan pengawalan petugas bersenjata dari kepolisian.

Infosekayu.com - SMA terbaik di Sumatera Selatan bisa menjadi acuan siswa maupun orangtua ketika memilih bangku sekolah.

Pada saat siswa masuk ke SMA terbaik, maka siswa berkesempatan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diimpikan. 

Meski begitu, untuk memperoleh satu kursi, kamu harus meraihnya dengan kerja keras, sering belajar, dan tak malas-malasan.

Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof. Mohammad Nasih mengatakan, ada 1.000 sekolah terbaik di Indonesia di 2021. Dia mengaku, semua sekolah terbaik itu dinilai dari hasil nilai UTBK 2021.

Sedangkan ajang UTBK 2021 diikuti sebanyak 23.110 sekolah.

Sementara jumlah sekolah yang memenuhi kriteria UTBK 2021 ada sebanyak 4.432 sekolah.

"Sekolah yang diikutkan dalam pengukuran adalah sekolah dengan jumlah peserta yang mengikuti UTBK sebanyak lebih dari 40 orang," ujar Nasih belum lama ini.

Dia menyatakan, nilai UTBK 2021 dihitung berdasarkan 60 persen tes potensi skolastik (TPS) dan 40 persen tes kompetensi akademik (TKA). Berdasarkan penilaian itu, ada beberapa SMA terbaik di Sumatera Selatan yang bisa dipilih siswa maupun orangtua.

Berikut 10 SMA terbaik di Sumatera Selatan yang masuk pemeringkatan top 1.000 SLTA dengan rerata nilai UTBK 2021 paling tinggi, melansir laman LTMPT pada Jumat (11/12/2021).

10 SMA terbaik di Sumatera Selatan

1. SMAN Ignatius Global School (IGS) Palembang

  • Nilai total rata-rata UTBK: 563,123.

2. SMA Xaverius 01 Palembang

  • Nilai total rata-rata UTBK: 557,578.

3. SMAN Sumatera Selatan

  • Nilai total rata-rata UTBK: 553,242.

4. SMAN 17 Palembang

  • Nilai total rata-rata UTBK: 551,812.

5. SMA Kusuma Bangsa Palembang

  • Nilai total rata-rata UTBK: 542,312.

6. SMAN 4 Lahat

  • Nilai total rata-rata UTBK: 541,656.

7. SMAN 06 Palembang

  • Nilai total rata-rata UTBK: 531,844.

8. SMAN 01 Palembang

  • Nilai total rata-rata UTBK: 528,208.

9. SMAN 1 Unggulan Muara Enim

  • Nilai total rata-rata UTBK: 526,603.

10. SMAN 2 Sekayu

  • Nilai total rata-rata UTBK: 521,580.

Jadi itulah SMA terbaik di Sumatera Selatan dengan nilai rata-rata tertinggi UTBK 2021. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi orangtua maupun siswa di kemudian hari saat memilih sekolah SMA.

Sumber : kompas.com 

KELUANG, INFOSEKAYU.COM  – Setelah melewati proses pencarian, akhirnya Sunarto (35) warga dusun 1 Desa Mulyo Asih (A5) Kecamatan Keluang yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan. Namun sayang nya ia ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.
“Tim yang melakukan pencarian terdiri dari anggota dari Polsek Keluang bersama dengan warga sudah berhasil menemukan Sunarto. Kondisinya sudah meninggal,” jelas Penjabat Kades Mulyo Asih Suparmianto melalui Kasi Pemerintahan Yoga.

Yoga mengungkapkan Sunarto dari cerita warga yang pertama menemukan, korban ditemukan di sekitar kejadian posisi masih tenggelam hanya agak kelihatan tangannya. “Sekarang sudah di desa jenazah, pihak dari polsek juga dari semalam ikut mencari, sekarang posisi lagi dimandikan,” paparnya.

Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH Sik melalui Kapolsek Keluang AKP Dwi Rio Andrian Sik membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar sudah ditemukan, sudah dibawa ke rumah korban,” tutupnya. (deo)

Sumber : harianmuba