Articles by "info Publik"
Tampilkan postingan dengan label info Publik. Tampilkan semua postingan

Infosekayu.com - Buat kamu yang sudah ngebet nikah tapi pasangan belum ada, mungkin cara yang dilakukan oleh pria ini bisa dicontoh. Dengan pedenya ia membuat spanduk pengumuman jika dirinya sedang mencari pasangan. Spanduk ini ia pasang di jalanan. 

Dilansir dari Dream, pria bernama Aziro ini memasang spanduk yang berisi biodata dirinya mulai dari nama, nomor telepon, usia, berat badan, sampai pekerjaan. Siapa yang bersedia menjadi istri saya, hubungi saya. Gemuk pun tidak apa-apa," Tulisnya. 

Cara pria asal Terengganu, Malaysia ini meski memalukan ternyata berhasil. Aziro sempat dihubungi oleh 5 orang wanita setelah ia memasang spanduk tersebut di jalan. Ada 1 wanita yang dirasa cocok dengan diri Aziro. Setelah menjalani pendekatan, ia dan wanita tersebut akhirnya menikah. 

Belakangan ini banyak orang yang menggunakan cara tidak biasa untuk mencari pasangan. Ada orang yang menjadikan dirinya sebagai hadiah untuk pembelian rumah, ada yang lewat iklan di media sosial. Memang ada-ada saja orang zaman now. 

Lawang Wetan, Infosekayu.com  - Kisah atau sejarah mengingatkan kita akan suatu peristiwa. Dimana peristiwa itu akan meninggalkan suatu kenangan di suatu tempat.

Oleh karena itu, sebagai pendengar kisah dan sejarah Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri Bunker Peninggalan Belanda di Muba.

Pokdarwis mengunjungi tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan (15/10/2020) peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.

Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.

Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai goa belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.

Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Goa Belanda, selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63), mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, dimana pada atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.

"Dulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah goa setinggi 1 meter. "Saya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silahkan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab," jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih M. Dedi mengatakan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi Bunker ini, besar harapan kami agar kedepan tempat ini layak di kunjungi untuk masyarakat.

Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz SSTP MM Mengatakan, dimasa pandemi ini kita sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi COVID-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.

Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak di ragukan lagi dan patut acungi jempol

"Ya, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba, semoga kedepan dengan telah diresmikanya program Jelajah Muba On Tv beberapa bulan yang lalu dapat mengekspose tempat tempat wisata bersejarah yang dapat menarik peminat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, dan mampuh mengaruhi kembalinya ekonomi kita yang ada di Indonesia terutama di Musi Banyuasin,"ungkapnya.

Sekayu, Infosekayu.com - Pasar.id,
BRI SEKAYU sediakan layanan daring belanja di pasar tradisional, melalui smartphone.

Bank BRI Sekayu menghadirkan kemudahan belanja dari rumah bagi masyarakat dengan aplikasi pasar.id, solusi belanja dipasar tradisional dengan aman dan mudah dari rumah saja selama pandemi dengan menggunakan smartphone.

Elizabet Primasari, pemimpin cabang BRI Sekayu saat ini telah membuat 13 pasar online untuk kabupaten Musi Banyuasin dan 3 pasar olnine untuk kabupaten Banyuasin dengan menghimpun 551 pedagang pasar yang semuanya merupakan nasabah BRI. Aplikasi belanja pasar tradisional pertama kali disosialisasikan bulan mei 2020 dengan web pasar tradisional, saat ini telah dikembangkan aplikasi pasar.id untuk lebih mempermudah pengguna. Melalui pasar.id akan lebih simple dalam pencarian pasar tradisional yang dituju melalui smartphonenya. 

Cara penggunaannya aplikasi pasar.id cukup mudah yaitu dengan search melalui browser, ketik pasar.id, maka pengguna dapat langsung menulis pasar tradisional yang dicari. Bahkan dengan aplikasi ini juga muncul pasar terdekat dengan lokasi pengguna dan pasar terpopuler yang terdekat. 

Misalnya mau pilih pasar randik, tinggal ketik pasar randik Sekayu dalam kolom pencarian, nah langsung muncul pilihannya. Mau pilih pasar perjuangan,tinggal ketik pasar perjuangan, muncul pilihannya. Silahkan pilih pedagang dari tiap tiap kategori yang dipilih. Chat melalui akun bisnis ( whatshap) yang sudah tersedia, lalu kirim uang sesuai jumlah yang dibelanjakan melalui transfer ke rekening pedagang tersebut. Kemudian untuk pengantaran pesanan, maka pilih jasa antar ojek, permintaan sampaikan penejemputan barang dari pedagang untuk diantar sampai rumah. Silahkan negosiasi harga ojek langsung kepada admin jasa antar tersebut, barang segera di antar sampai rumah.

Pasar.id mempermudah pembeli berbelanja dipasar tradisonal secara online, juga membantu meningkatkan omzet pedagang pasar untuk bisa berjualan online ditengah pandemi covid19. Adanya kegiatan antar barang sekaligus membuka lapangan kerja sebagai tenaga pengantar barang. Bank BRI juga berharap pasar.id bisa digunakan sebagai sarana mempertemukan pedagang dengan pasar pemasok barang, misal petani dengan pedagang sayuran, nelayan dengan pedagang ikan, peternak sapi dengan tukang daging, dan sebagainya.

"Selanjutnya dengan pola pembayaran sistem transfer, transaksi jual beli pasar tradisional menjadi sangat nyaman, aman, akuntabel , dan sangat mendukung gerakan cashlees society atau gerakan nasional tanpa uang tunai yang sedang digalakkan oleh pemerintah", Demikian Elizabet menutup pembicaraan.
 

JAKARTA, INFOSEKAYU.COM  - UU Omnibus Cipta Kerja sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan ekonomi masa depan. Hyper Regulation atau regulasi yang begitu banyak sehingga terjadi tumpeng tindih regulasi antar Kementerian/Lembaga bahkan Pusat Daerah juga menjadi alasan mendasar butuhnya penyederhanaan, sinkronisasi, dan pemangkasan regulasi yang dilakukan oleh UU Omnibus Cipta Kerja.

“Tumpang tindih regulasi dan perizinan sudah menjadi persoalan klasik yang terus berulang, tanpa terobosan yang luar biasa layaknya UU Omnibus Cipta Kerja. Persoalan ini akan terus terjadi dan imbasnya Indonesia semakin sulit keluar dari jebakan Negara berpenghasilan menengah," kata Ketua Nasional Relawan Pengusaha Muda Nasional Eka Sastra di Jakrta Selasa, (13/10/2020).

Bonus demografi harus bisa dimanfaatkan untuk keluar dari middle income trap. Namun persoalannya pekerjaan generasi saat ini masih dianggap sebelah mata dan prosedur perizinan yang ada membuat mereka sulit untuk diakui dan memperoleh bantuan.

”Transformasi teknologi informasi dan industri yang semakin berkembang dengan cepat perlu ditangkap segera oleh Indonesia, UU Cipta Kerja menjawab tantangan itu”, ujar Eka.

Salah satu hal yang disorot adalah pekerjaan pekerjaan yang telah ada dimasak ini dan akan berkembang dimasa mendatang, sebut saja content creator, youtuber, data scientist, SEO (Search Engine Optimization) analyst, digital marketer, software developer dan engineer, dan lain sebagainya.

"Ini jenis pekerjaan yang tidak pernah kita pahami dulu, tapi saat ini berkembang cepat dan tanpa transformasi regulasi, Indonesia bisa ketinggalan semakin jauh," ungkap Eka.

Menurut dia, adanya UU Omnibus Cipta Kerja membuat pengusaha dan pelaku UMKM mudah untuk membentuk Perseroan Terbatas(PT), mengurus perijinan, memperoleh akses pembiayaan karena kegiatan UMK bisa dijadikan jaminan kredit, bahkan mendapatkan ruang promosi di infrastruktur publik seperti bandara udara, tempat istirahat dan pelayanan jalan tol, stasiun kereta api,dan lainnya.

UU Omnibus Cipta Kerja memang berangkat dari kesadaran Pemerintah dalam melihat UMKM sebagai tulang punggung dan penggerak ekonomi.

Dalam UU Omnibus Cipta Kerja, kemudahan akan diperoleh oleh UMKM dalam pembentukan perseroan terbatas (PT) dan koperasi. Untuk membentuk PT misalnya, kini tidak ada lagi persyaratan pembatasan modal minimum sehingga semua orang akan merasa mudah untuk mengajukan pembentukan PT.

Namun demikian, halnya dengan pembiayaan bila dulu jaminan kredit bisa diperoleh dengan menjadikan aset sebagai jaminan kredit program, UU Omnibus Cipta Kerja memungkinkan kegiatan UMKM sebagai jaminan kredit.

Sumber : Okezone 

INFOSEKAYU.COM  -Aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang terjadi belakangan ini berpotensi memunculkan klaster baru. Hal ini tentu akan memicu lonjakan Covid-19 di Tanah Air.

 
Hal ini disampaikan oleh ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr M Adib Khumaidi, SpOT dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (9/10/2020). Adib mengatakan, peristiwa demonstrasi mempertemukan ribuan orang yang sebagian besar mengabaikan jarak fisik. "Diperkirakan akan terjadi lonjakan masif yang akan terlihat dalam waktu 1-2 minggu mendatang," papar Adib.

Menurutnya, bukan merupakan tugasnya sebagai tenaga kesehatan untuk menilai mengapa orang-orang tersebut terlibat dalam demonstrasi. "Dalam hal ini, kami menjelaskan kekhawatiran kami dari sisi medis dan berdasarkan sains, hal yang membuat sebuah peristiwa terutama demonstrasi berisiko lebih tinggi daripada aktivitas yang lain," jelasnya.

Lonjakan pasien Covid terutama orang tanpa gejala (OTG) yang mengabaikan perilaku protokol kesehatan di berbagai daerah saat ini sudah mulai meningkat. Apalagi bila massa demo ini terus mengabaikan protokol kesehatan.

Dalam kondisi saat ini, para tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sudah kelimpungan menangani jumlah pasien Covid yang terus bertambah.

Sumber : INDOZONE.ID 


JAKARTA, INFOSEKAYU.COM - Aksi presenter kondang Najwa Shihab melakukan wawancara monolog dengan kursi kosong yang dipresentasikan sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan menjadi perbincangan hangat. Namun aksinya tersebut dilaporkan oleh Relawan Jokowi (Joko Widodo) Bersatu ke 

"Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden. Karena Menteri Terawan adalah representasi dari presiden Republik Indonesia Joko Widodo," ujar Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).

Silvia mengkhawatirkan jika tindakan Najwa Shihab dibiarkan akan berulang dan berpotensi ditiru oleh wartawan lainnya. Ia menilai melakukan wawancara kosong kepada narasumber dan itu memberikan preseden buruk kepada wartawan sendiri. Hal itu juga yang membuat relawan tersebut memutuskan untuk membuat laporan kepada polisi. 

"Kami diterima oleh SPKT dan kami akan menuju ke siber. Karena kami berurusan dengan UU ITE dan juga pejabat menteri yang notabene adalah pejabat negara. Terlapornya juga kami akan memberikan somasi kepada keTrans7 dan kami akan melakukan melaporkan kepada dewan pers setelah ini," tegas Silvia.

Adapun persangkaannya, menurut Silvia, adalah cyber bullying. Karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi. Silvia menganggap parodi tersebut merupakan tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara, khususnya menteri. Mengingat Menkes Terawam adalah representasi dari pada Presiden Republik Indonesia .

"Dalam KUHP Perdata dan Pidana ketika bicara dengan jurnalistik memang kami memakai UU pers tetapi juga dilaporkan secara perdata dan pidana melalui pengadilan atau kepolisian. Ketika sama-sama mentok kita ke dewan pers, untuk meminta arahan," terang Silvia.

Terkait barang bukti yang dibawa, kata Silvia, ada penggalan video dari Youtube. Namun tidak menutup kemungkinan ada bukti lain, setelah lapor ke bagian Siber Polda Metro Jaya. Kemudian ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan dewan pers, dan akan berdiskusi masalah ini.

"Dewan pers membuka peluang kami untuk datang dan berdiskusi. Karena kami bukan mau menyerang seseorang tapi kami hanya ingin perlakuan yang dilakukan Najwa Shihab, di depan jutaan rakyat Indonesia tidak berulang dilakukan oleh wartawan lain atau tidak ditiru itu saja," tutup Silvia.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

Bisa dikatakan, zaman sekarang semakin sulit menemukan seseorang yang memiliki jiwa yang tulus. Sebab, saat ini banyak orang memilih bersikap cuek demi memproteksi dirinya agar tidak mudah dimanfaatkan orang lain dan sebagian lagi ada yang memang memiliki pembawaan egois dan hanya mementingkan diri sendiri.

Namun orang yang memiliki sifat yang tulus sampai kapan pun hatinya akan tetap sama. Sifat tulusnya tetap akan terlihat menonjol dalam dirinya. Lalu apa saja ciri-ciri seseorang yang memiliki jiwa yang tulus? Berikut enam di antaranya. 

1. Tidak senang terlibat gosip

Orang yang berjiwa yang tulus biasanya tidak menyukai aktivitas gosip. Kalau pun ada sekelompok orang yang mengajaknya bergosip biasanya mereka tidak akan terlalu menanggapi gosip tersebut. Karena sesungguhnya mereka cenderung tidak nyaman saat berada di sekitar orang-orang yang senang menggosipkan sesamanya.

2. Memandang orang lain sama seperti dirinya

Orang yang tulus juga tidak suka membanding-bandingkan orang satu sama lain. Mereka dikenal ramah dan humble pada siapa saja tanpa melihat usia, status dan latar belakang orang tersebut. Dalam menjalin hubungan pada siapapun, dirinya akan memandang dan memperlakukan orang lain sama sederajat dengan dirinya. 

3. Peka pada situasi dan kondisi yang sedang menimpa orang lain

Selain itu, orang yang tulus biasanya lebih peka pada situasi dan kondisi yang sedang dialami orang lain. Rasa simpati dan empati yang dia miliki membuatnya mampu menempatkan posisinya di situasi orang lain. Dirinya dikenal memiliki kepedulian bahkan tak segan untuk menenangkan dan menyemangati orang lain disaat orang tersebut sedang membutuhkan supportdari orang sekitarnya.

4. Suka menolong sesamanya

Mereka juga dikenal sebagai pribadi yang suka menolong sesamanya terlebih orang terdekatnya sendiri. Saat dirinya mengetahui orang-orang disekitarnya sedang mengalami kesusahan, biasanya mereka akan jadi orang pertama yang akan menawarkan bantuan. Bahkan karena seringnya mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingannya sendiri tak jarang hal demikian justru menjadi bumerang baginya sendiri.

5. Biasanya memiliki hati yang sensitif

Seorang yang tulus biasanya memiliki hati yang sensitif, lembut dan gak tegaan pada orang lain. Sisi sensitifnya ini yang membuat dirinya mudah bersimpati dan iba pada situasi dan kondisi kurang baik yang sedang menimpa orang lain. 

6. Tidak suka mengungkit dan menceritakan kebaikan yang telah ia berikan pada orang lain

Dan yang terakhir, orang yang tulus akan ikhlas dalam berbuat kebaikan tanpa mengharap balasan dari orang-orang yang pernah mereka tolong. Mereka juga bukan tipe akan mengumbar dan menceritakan segala kebaikannya hanya demi mendapat sebuah pujian dan pengakuan dari orang lain.

Nah, itu tadi enam ciri seseorang yang memiliki hati yang tulus. Apakah mereka ada disekitarmu atau itu adalah kamu sendiri?

Sumber : Idntimes 


Polres Muba, Infoasekayu.com - Kekompakan dan Sinergitas TNI - Polri terus dilakukan baik oleh Jajaran TNI Maupun Polri Yang bertugas di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin Prov. Sumatera Selatan. 

Dalam Peringatan HUT TNI Ke - 75, Senin 05 Oktober 2020 pun di manfaatkan Polres Muba untuk memberikan kejutan bahagia kepada Dandim 0401/ Muba Letkol Arh Faris Kurniawan, S.S.T.,M.T.

Dipimpin Langsung Kapolres Musi Banyuasin Akbp Erlin Tangjaya, SH, S. Ik, Wakapolres Musi Banyuasin Kompol Irwan Andeta, S. Ik, Para Kabag dan Anggota Polres muba menggeruduk rumah dinas Dandim. 

Piket Penjagaan Kodim yang saat itu sedang berjaga terkejut seketika melihat kedatangan Kapolres dan Anggota nya. Setelah diberi tahukan maksud dan tujuan, akhirnya piket jaga mempersilahkan untuk mengetuk langsung pintu rumah Dinas Dandim. 

"Dandim sendiri yang membuka pintu, lalu kita kasih kejutan surprise" Ujar Erlin pada humas. Ke kagetan Faris berubah menjadi kebahagian dan keharuan. 
"Sangat terharu dan bahagia dengan kejutan ini" Kata Faris Kurniawan. 

Tak sampai disitu, kejutan kue tumpeng berukuran besar Dan Kue Tart berbentuk tank baja yang di bawa rombongan dipotong langsung oleh Dandim. 
Secara serentak Kapolres dan Jajaran memberikan Ucapan Dirgahayu TNI yang ke - 75.

"Selamat ulang tahun TNI ke 75, Kebanggaan Rakyat, profesional, dan semakin sukses serta semakin Jaya" Tambah Kapolres Erlin Tangjaya. 
Ditambahkan erlin, kejutan ini merupakan satu cara dan upaya menjaga kekompakan dan sinergitas TNI - Polri. 

"Kita ini, TNI - Polri wajib menjaga keamanan dan ketertiban utamanya di muba ini. Ini juga bentuk kekompakan kuatnya sinergitas TNI - Polri untuk menjaga keutuhan NKRI" Ujar erlin lagi. 

Infosekayu.com - Sejarah peristiwa 30 September 1965 dipandang berbeda oleh cucu jenderal yang meninggal dalam peristiwa itu, maupun cucu orang yang dituding terlibat sebagai dalang gerakan itu.

Meski begitu, generasi ketiga dari kedua belah pihak sama-sama mengatakan "tak mau mewarisi konflik".

Cucu-cucu Mayor Jenderal TNI Anumerta DI Pandjaitan, Sifra Panggabean, 30, dan Samuel Panggabean, 24, menceritakan pandangan mereka tentang insiden 55 tahun silam yang merenggut nyawa kakek mereka secara "kejam".

Di sisi lain, Fico Fachriza, cucu Murad Aidit – adik DN Aidit pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) – yang beberapa kali disebut Fico sebagai `elite PKI`, memberikan pandangannya terkait peristiwa yang disebutnya sempat membuatnya "kesal pada negara".

`Kenapa opa meninggal secara sadis?"

Sifra dan Samuel mulai mengetahui peristiwa 1965 saat usia mereka masih anak-anak karena keluarga besar yang kerap mengajak mereka ikut upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya pada tanggal 1 Oktober.

Mereka kemudian tahu bahwa kakek mereka, DI Pandjaitan, tewas ditembak dan kemudian diberi gelar sebagai Pahlawan Revolusi oleh pemerintah.

Sifra dan Samuel—anak Riri Pandjaitan, putri bungsu dari DI Pandjaitan—pun bertanya pada ibu mereka tentang peristiwa itu.

"Pertanyaannya, `kenapa sih bisa terjadi?` `Kenapa mesti seorang opa yang saya nggak kenal tapi.. meninggal secara sadis begitu?`

"`Kenapa dia mesti meninggal?` `Kenapa dia mesti ditembak berkorban di tempat itu?` `Untuk apa?`" papar Samuel, mengenang pertanyaan-pertanyaan yang dia ajukan kepada ibunya.

Dari penjelasan ibunya serta almarhum neneknya, mereka memperoleh informasi tentang insiden `65.

"Setelah itu saya baru tahu semua itu dikorbankan untuk Pancasila, untuk kesaktian Pancasila. Jadi dari situ saya bangga, saya teguh dalam hati, saya sebagai keturunan juga harus jaga Pancasila ini."

Sifra melihat peristiwa tujuh jenderal meninggal dalam satu malam itu "hanya terjadi di Indonesia".

"Semenjak saya dewasa, saya mengerti peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat berbahaya dan betapa tujuh pahlawan revolusi itu mencintai dan memegang teguh Pancasila," kata Sifra.

`Jadi PKI ini apa, bu?`

Di sisi lain, Fico, cucu Murad Aidit, yang belasan tahun dibuang ke Pulau Buru karena dituding terlibat gerakan G30S/PKI, mengingat saat-saat dia pertama kali mendengar soal peristiwa `65, yakni di bangku sekolah dasar.

Dia mengatakan beberapa kali melihat foto kakeknya dengan mantan presiden Sukarno hingga Mohammad Hatta, yang nama-namanya dipelajari dalam buku sekolah.

"Lalu mulai masuk bab PKI, terus kayaknya jahat banget PKI bunuh-bunuh jenderal. Ya ampun... `Jadi PKI ini apa bu`?" ujar Fico, meniru pembicaraan dengan gurunya saat itu.

"Yang saya ingin tanya `kenapa partai-partai itu bisa ada senjata buat bunuh-bunuh jenderal seperti yang ibu jelaskan?` Ibu gurunya nggak bisa jawab."Ia bertanya pada ibunya, Poppy Anasari, putri Murad Aidit, tentang itu.Namun, ibunya memintanya bertanya langsung kepada kakeknya. Di situlah Murad bercerita.

"Waktu diceritain kakek, bingung pasti ada… Lho kok nggak kayak yang diterangin sama guru aku di sekolah?"Ada masa di mana pelajaran sejarah isinya debat-debat saya sama wali kelas saya saja. Justru teman-teman bingung, `Ini apa sih?` `Dia tahu dari mana?`"Saya dianggap sotoy (sok tahu) sama teman-teman sekolah."

Bagaimana soal `laporan pelanggaran HAM` tahun `65?

Beberapa sejarawan memperkirakan bahwa tragedi pada 1965 telah menewaskan setidaknya setengah juta orang yang diduga simpatisan komunis.

Ada juga yang kemudian ditahan tanpa pernah diadili.

Sifra Panggabean, cucu DI Pandjaitan mengatakan peristiwa itu mungkin terjadi karena apa yang disebutnya sebagai perubahan politik yang masif dan instrumen hukum saat itu yang "belum semaju sekarang".

Media massa, ujarnya, juga belum berperan seperti saat ini.

"Kalai baca literatur ke belakang, sejauh mana sih undang-undang kita sebenarnya waktu itu? Sekuat apa sih konstitusi? Ya nggak sesempurna sekarang.

"Sebuah sistem kalau tidak sempurna kemudian ada perubahan politik yang begitu masif, pastilah ada yang namanya pergeseran, pasti ada pelanggaran.

"Bahkan yang sudah sempurna saja, masih tetap mungkin ada pelanggaran-pelanggaran kepada hak asasi manusia," ujarnya.

`Kakek saya nggak salah dihukum`

Fico sendiri menceritakan bahwa menurut yang dia dengar dari Murad Aidit, kakeknya itu tidak aktif berpolitik. Dia hanya bergabung di komunitas seni, kemungkinan Lekra, kata Fico.

Ia menceritakan kakeknya saat itu belajar di Rusia dengan uang dari kakaknya, DN Aidit, kemudian dipanggil pulang, "katanya mau dijadikan menteri".

Namun, alih-alih jadi menteri, saat di bandara Jakarta, Murad ditangkap. Ia dibawa ke Bogor kemudian dipindahkan ke Bandung.

"Pas perpindahan di jalan (para tahanan) disuruh pipis. Instingnya (kakek saya) `jangan pipis`.

"Teman-temannya yang pada pipis ditembakin dan [petugas] laporan ke atas `mereka coba kabur`... Keras juga ya."

Fico mengatakan setelah mendengar itu ia tak merasa malu atau kesal pada kakeknya yang mempunyai predikat sebagai tahanan politik.

"Nggak (kesal atau malu). Saya kesal sama negara lah...Gila, kakek saya nggak salah, diadilin juga nggak. Cuma main ditahan-tahan aja.

"Pas terbukti nggak bersalah, nggak ada ganti rugi apa-apa juga. Wah gila negara, gila nih," kata Fico sambil tersenyum mengingat apa yang dia pikir saat itu.


Apa kata generasi kedua?

Riri Pandjaitan, putri bungsi DI Pandjaitan, masih berusia delapan tahun saat ayahnya ditembak di rumah keluarga mereka di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ia bercerita, ia dan kakak-kakaknya sudah tidur di kamar masing-masing ketika sepasukan orang datang dan meminta ayahnya keluar rumah.

Tak lama, tembok rumah dihujani peluru, merusak lukisan, dan sejumlah perabotan di rumah, yang hingga kini masih dapat dilihat bekasnya.

Di bawah sebuah pohon di rumahnya, Riri bercerita ayahnya minta diberikan waktu untuk berdoa sebelum dieksekusi.

Lalu terdengar suara tembakan, yang tak hanya sekali, menghabisi nyawa ayahnya.

"Darah kental itu dilihat sama kita. Saya saat itu delapan tahun, nggak ngerti kenapa ayah saya dibunuh. Rusak jiwa saya," ujarnya.

Keadaan itu memaksanya menjadi dewasa di usia yang sangat dini.

Trauma itu terus membekas bertahun-tahun, kata Riri, membuatnya menjadi sosok yang pemberontak.

Riri mengatakan ia baru mengalami pemulihan pada usia 20-an tahun melalui pemahamannya akan agama Kristen yang dianutnya.

"[Pemulihan] nggak bisa lepas dari Tuhan karena ini masalah dibunuh secara biadab, dibuang ke Lubang Buaya. Ini bukan hal yang bisa dilupakan begitu saja kecuali kita bisa dekat dengan Tuhan," katanya.

Komunitas agama, kata Riri, mengajarkannya soal pengampunan pada mereka yang membunuh ayahnya.

"Dari pihak keluarga, kami pasti mengampuni, memberkati, tapi bukan artinya perbuatan [pembunuhan] itu dibenarkan.

"Ini kan [perbuatan] PKI, komunis.. bukan berarti azas-azas itu diterima," ujarnya.

`Saya tapol termuda`

Luka masa lalu juga diceritakan Poppy Anasari, anak Murad Aidit.

Ia bercerita tujuh hari setelah ia dilahirkan, ia turut diboyong ke penjara bersama ibunya, Nurtjahja Murad.

Ibunya sendiri, kata Poppy tak aktif berpolitik. Tapi dia juga ditangkap karena, seperti ayahnya, bersekolah di Rusia dengan dana dari DN Aidit.

"Saya tapol termuda, dibawa ke penjara karena mama saya dibawa juga. Saya nyusu di sana sampai 40 hari."

Hingga usia remaja, Poppy diurus oleh keluarganya yang lain karena ayah dan ibunya masih dalam penjara.

Pada usia 15 tahun, ia baru bertemu dengan ayah dan ibunya, yang mula-mulanya diperkenalkan sebagai paman dan bibinya.

"Kalau ditanya, hati kecil itu saya kesal karena saya dipisahkan dari ibu dan bapak kandung saya. Harusnya saya hidup dengan mereka.

"Kebersamaan itu direnggut. Siapa bisa ganti kerugian spiritual, material? Nggak ada yang bisa ganti kasih sayang yang terhapuskan," ujarnya.

Meski ia masih berharap pelurusan sejarah `65 dapat dilakukan, secara pribadi, Poppy mengatakan dia tidak lagi memiliki konflik dengan mereka yang dulunya dianggap berseberangan.

"Saya dengan keluarga Jendral Ahmad Yani, AH Nasution, baik sekali. Kita di organisasi FSAB (Forum Silaturahmi Anak Bangsa) memang berhenti mewarisi konflik dan nggak buat konflik baru," ujarnya.


Perlukah `pelurusan sejarah`?

Sejumlah orang yang mengaku mendapat perlakuan tak adil karena dituduh berafiliasi dengan PKI, berulang kali meminta dilakukannya pelurusan sejarah terkait peristiwa `65.

Beberapa peneliti juga mengatakan sebaiknya negara minta maaf kepada korban pelanggaran HAM dalam kurun waktu 1965-1966.

Meski begitu, menurut cucu DI Pandjaitan, Samuel dan Sifra, apa yang disebut pelurusan sejarah itu tak perlu dilakukan.

"Pemerintah sudah bilang lurus sejarah kita. Nggak ada yang bilang sejarah kita nggak lurus, apalagi dalam hal G30S/PKI, kayaknya pemerintah strict," kata Samuel.

Sifra menambahkan bukti-bukti sejarah terkait dibunuhnya jenderal pada tahun `65 itu dapat dilihat di museum juga monumen.

"Kalau lihat museumnya, monumennya, itu sudah firm, itulah sejarah. Ada pengkhianatan di negara ini, ada perubahan politik secara masif, buat kami itu clear(jelas)."

Sementara, bagi Fico, permohonan pelurusan sejarah dilihatnya "terlalu muluk".

"Muluk banget kalau minta dilurusin. Maksud saya [masalah-masalah] HAM yang lebih baru aja itu kan...[tidak terselesaikan]"

Fico menambahkan setelah beranjak dewasa ia semakin enggan berdebat soal versi sejarah yang diketahuinya dari kakeknya.

"Lama kelamaan kok kayak saya harus ngelawan dunia kalau pengertian saya soal sejarah `65 seperti ini, sementara orang-orang nggak kayak gini...

"Udah lah ikutin aja karena saya percaya semakin kita dewasa ternyata kita bukan semakin bijaksana, kita semakin malas aja ngelawan dunia, capek," kata Fico.

Jika seseorang mau memahami peristiwa `65, Fico mengatakan seseorang seharusnya mempelajari dari dua sisi.

"Sejarah kan ditulis sama yang menang. Kebetulan, PKI bagian yang kalahnya. Kalau mau cari yang dalem, jangan dari yang menang aja, tapi juga gimana nih dari yang kalah."

Ia mengatakan sudah cukup bersyukur dengan langkah mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat menjabat sehingga generasinya tidak lagi dipersulit ketika melamar suatu pekerjaan.

Sebelumnya, Gus Dur sempat meminta maaf atas kejadian `65 juga mengusulkan dicabutnya Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (TAP MPRS) Nomor XXV Tahun 1966, khususnya tentang Larangan Penyebaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme.

"Tak mau mewarisi konflik untuk membenci" dan "tak perpanjang masalah"

Sifra Panggabean mengatakan memilih cara resolusi konflik "yang tak membuka luka lama" terkait insiden `65 itu.

"Karena semua terluka dalam kejadian ini. Baik dari keluarga aku, mamaku, om, tanteku."

Ia mengatakan hal itu bisa dimulai dari generasinya, yang disebutnya tak lagi membeda-bedakan siapa keturunan orang yang dulu berafiliasi dengan PKI.

"Kita nggak akan mewariskan konflik untuk membenci...

"Kita bisa jadi bangsa bermartabat dengan menunjukkan bahwa kita saudara. Kita dalam satu negara ini `aku dan kamu` sama," ujarnya.

Hal yang senada dicetuskan Fico.

"Tanpa mengurangi rasa hormat dan perasaan-perasaan pribadi orang terhadap masalah itu... menurut saya tidak usah diperpanjang.

"Mari kita bahu membahu bekerja, mensejahterakan bangsa," pungkasnya.

`Tak lagi bisa satu versi`

Andi Achdian, sejarawan dari Universitas Nasional, Jakarta, mengatakan peristiwa `65 tak bisa lagi dipandang satu versi, yakni yang disebutnya selama puluhan tahun dikembangkan oleh Orde Baru.

Versi itu terkait sejumlah perwira tinggi yang meninggal oleh PKI.

Di satu sisi, ada juga penelitian yang mengatakan ratusan ribu orang meninggal akibat tragedi `65, hal yang menurut Andi membuat tragedi ini harus "dipahami dari berbagai sudut dan pandangan".

Menurut Andi, narasi yang tunggal tak lagi bisa diterima sejumlah anak muda atau milenial.

"Satu versi cerita itu tidak bisa lagi ditampilkan dalam satu versi seperti pada dekade-dekade sebelumnya dengan keterbukaan informasi sekarang.

"Menurut saya akan lebih baik melihatnya sebagai satu peristiwa sejarah dengan pembahasan historiografi, ada satu versi, ada versi lain, dan bagaimana kita bisa menarik kesimpulan dari berbagai versi," ujarnya.

Ia mengatakan dialog mengenai sejarah ini harus dilakukan agar anak muda tak memiliki wawasan "sepotong-sepotong" mengenai kasus ini.

Sumber : Viva 

Infosekayu.com – Salah satu agar hubungan langgeng dengan pasangan adalah kepercayaan. Namun, meskipun sudah merasa saling percaya, tak jarang banyak pasangan yang harus berbagi hal privasi seperti password media sosial. 

Dengan berbagi password medsos, pasangan tidak akan merasa curiga satu sama lain. Dikutip dari detik.com, sebuah penelitian yang dilakukan oleh layanan keamanan online Comparitech, menemukan 47 persen responden berbagi password dengan pasangannya cenderung memiliki hubungan lebih baik.

Namun, apakah hal seperti itu perlu dilakukan dalam sebuah hubungan? 

Pasalnya, jika kamu percaya kalau kekasihmu mencintaimu dengan tulus, maka kamu sebaiknya tidak perlu terlalu dalam menggali privasinya,  seperti meminta password akun media sosial. Begitu pula sebaliknya. 

Dengan tidak meminta password media sosial, ini sebagai cara menghormati privasi pasangan. Toh, kamu dan dia masih pacaran, belum ada kewajiban yang menuntut kamu dan pasangan melakukan hal seperti itu. 

Kalau ada niat selingkuh mau kamu dan dia saling bertukar password pun perselingkuhan bisa tetap terjadi melalui celah lain. 

Perlu diingat, setiap orang memiliki batas privasi termasuk kalian sendiri. Jadi sekalipun dia pacarmu, kamu harus menghargai privasi dia ya Temanis 

Tapi itu semua balik lagi ke komitmen masing-masing. Kalau memang kalian lebih nyaman untuk bertukar password, tak masalah.

 Bagaimana menurut Temanis ? 

infosekayu.com - Salah satu pertanyaan yang harus dijawab sebelum memutuskan untuk menikah adalah umur pasangan. Apakah kamu adalah tipe orang yang menyukai pasangan yang lebih muda atau justru lebih tua? 

Memilih pasangan yang lebih muda memiliki keuntungan tersendiri. Biasanya pasangan yang lebih muda akan lebih enerjik dan ambisius. Mereka lebih banyak memiliki gagasan dan ide yang mungkin tidak terpikirkan oleh pasangannya. Hal yang harus diperhatikan adalah jika keinginan mereka tidak dipenuhi, ada kemungkinan mereka akan berpaling karena tidak puas. 

Jadi, apakah lebih baik jika memilih pasangan yang lebih tua? Tidak juga. Orang yang lebih tua merasa dirinya lebih berpengalaman, mereka bisa-bisa malah menggurui pasangannya. Padahal dalam keluarga, bobot suami dan istri seharusnya sama karena sama-sama memiliki kewajiban sendiri. Sisi positifnya adalah pasangan yang lebih tua akan lebih bijaksana dan sabar. 

Nah kalau menurut Temanis , kira-kira tipe pasangan mana yang idelal? yang lebih mudakah atau lebih tua? 

Infosekayu – Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya kenapa sih foto kamu di KTP atau SIM selalu jelek? Bahkan, sangking jeleknya seringkali foto tersebut jadi bahan ejekan sesama teman. 

Padahal kalau dipikir-pikir, itu kan foto seumur hidup, lho.  Tapi kenapa sih nggak sesuai harapan? Nah, sebenarnya banyak faktor yang bikin foto KTP atau SIM kita terlihat seperti itu, yang pertama petugas yang memfotomu adalah pegawai kelurahan bukan fotografer. 

Jadi terkadang kurang piawai dalam mengatur pencahayaan dan kameranya pun seadanya, ya bisa dibilang kurang canggih lah. Selain itu kamu nggak bisa menggunakan pose andalan kamu, harus tegak lurus menghadap kamera. Ditambah lagi pas giliran kamu, muka kamu langsung berubah jadi tegang gara-gara diliatin banyak orang. 

Tak sampai disitu, proses pembuatan KTP atau SIM memerlukan waktu yang cukup lama karena ada ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Banyaknya orang yang akan membuat KTP dan SIM bakal bikin kamu mengantri dan hasilnya bikin wajah kamu jadi lepek dan nggak fresh lagi. 

Duh, pokoknya nggak banget deh. Bagaimana dengan Capingers? Apakah kamu juga merasa foto KTP atau SIM kamu jelek? Sama, kamu nggak sendirian kok. Entah karena faktor diatas atau jangan-jangan emang wajah kita yang kurang manis? Hmm.. 

Sumber : caping.com 

SEKAYU, INFOSEKAYU.COM - Sebagai tindak lanjut Surat Edaran Kemendagri No 440/5184/SJ tentang pembentukan satuan tugas penanganan COVID-19 di Daerah. Hari ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Kesiapan Penegakan Peraturan Bupati No 67 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan pola hidup masyarakat yang sehat, disiplin dan produktif di tengah pandemi COVID-19 serta penjelasan dari tugas dan fungsi Satuan Tugas Daerah, Rabu (23/9/2020) Di Ruang Rapat Randik.

Kepala BPBD Muba Jhoni Martohonan AP MSi yang mengatakan adanya perubahan dari struktur penanganan COVID-19 dari Gugus Tugas menjadi Satuan Tugas, juga ada struktur organisasi Satgas dari  setiap bidang yang di mana sudah memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.

Seperti yang terlampir dalam SE Kemendagri, tugas dari Satgas Daerah yaitu, Melaksanakan dan mengendalikan implementasi kebijakan strategis yang berkaitan dengan penanganan COVID-19 di daerah. Menyelesaikan permasalahannya,  melakukan pengawasan, menetapkan dan melaksanakan kebijakan serta langkah-Iangkah lain yang diperlukan dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 di daerah. Untuk Komando dan kendali penanganan COVID-19 berada di bawah Kasatgas. 

Adapun struktur Satgas penanganan COVID-19 terdiri dari: 1 (satu) ketua, 3 (tiga) wakil ketua, 1 (satu) Sekretaris, dan 6 (enam) bidang yaitu, data dan informasi, komunikasi publik, perubahan perilaku, penanganan kesehatan, penegakan hukum dan pendisiplinan, dan relawan. 

"Yang senantiasa perlu kita sadari bersama yaitu masalah disiplin. Patuhi protokol kesehatan yang sudah di tetapkan, Terapkan dengan baik kedisplinan jika tidak akan ada sanksinya. Untuk itu semoga sanksi dapat diperketat yang dapat menimbulkan kesadaran bagi kita semua,"Ungkapnya.

Sementara, Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi menyampaikan dengan adanya Perbup No 67 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pola hidup masyarakat yang sehat, disiplin dan produktif di tengah pandemi COVID-19, juga menindaklanjuti SE Kemendagri No 440/5184/SJ tentang pembentukan satuan tugas penanganan COVID-19. Adapun aturan dalam hal pencegahan penanggulangan dan penegakan terkait COVID-19 ini, sangatlah dinamis yang dimana  kita harus bisa bergerak cepat untuk dapat menyesuaikan peraturan yang telah di buat.

Maka Pemkab Muba akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam penanganan COVID-19 yang di Ketuai langsung oleh Bupati Muba dan Forkompinda baik Dandim 0401 Muba , Kapolres Muba dan Kajari Muba selaku Wakil Ketua. Juga melibatkan OPD untuk saling berkoordinasi termasuk juga Perangkat Desa. Menjadi tanggung jawab bersama bagi kita untuk dapat mensosialisasikan Perbup Nomor 67 Tahun 2020 ini kepada masyarakat secara merata. Karena membangun kesadaran bagi setiap orang itu tidak mudah, Meskipun sudah banyak berita yang tertera tentang jumlah yang terpapar COVID-19 di atas kewajaran. Tetapi masih banyak yang menanggapi hal tersebut biasa saja, dan sampai saat ini obat untuk yang telah terpapar belum ditemukan.

"Perlunya kesadaran dari hati dan diri kita bahwa kasus COVID-19 nyata dan berbahaya.Tegakkan kedisplinan dan pertegas penerapan sanksi di dalamnya yang bisa menimbulkan efek jera. Sehingga dapat menyadarkan masyarakat bahwa pentingnya menjaga kesehatan menaati protokes dengan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Dan harus konsisten dengan terus melakukan sosialisasi,Jelasnya".

Kita lakukan sterilisasi dulu mulai di daerah sekayu, karena saat ini penambahan jumlah yang terpapar COVID-19 di Sekayu cukup banyak, jadi ketika di Sekayu sudah ada pengurangan terhadap yang terpapar dapat menjadi contoh untuk seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Muba.

"Penegakan sanksi harus kita pertegas, denga tetap terus melakukan sosialisasi. Dan untuk tim yang akan turun kelapangan, melakukan sosialisasi dan pengecekan, akan di siapkan APD seperti sarung tangan masker juga di sertai dengan penyiapkan kebutuhan lainnya," ucapnya. 

Dijelaskan oleh Plt Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Muba, yang juga selaku Kabag Hukum H Yudi Herzandi SH MH menegaskan jika ada yang melanggar ketentuan yang ada di dalam Perbup No 67 Tahun 2020 akan di berikan Sanksi. Seperti Sanksi administrasi terhadap perorangan berupa teguran lisan, kerja sosial seperti membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan rompi atau denda sebesar Rp. 20.000,- perorang. 

Dan Ada pula sanksi administrasi terhadap badan usaha dan penyelenggara usaha, berupa teguran tertulis dan denda mulai dari Rp. 20.000-500.000 hingga akan dilakukan penutupan sementara tempat usaha bagi penyelenggaraan usaha, dan pencabutan sementara izin usaha bagi penyelenggara usaha.

"Terapkan Perbup ini baik dan dengan hati yang senang, jangan merasa terpaksa. Bangunlah sikap disiplin ini untuk dapat saling melindungi antara keluarga, teman dan sesama kita guna untuk kesehatan dan kesejahteraan bersama,Tandasnya".

PALEMBANG, INFOSEKAYU.COM - Tim gabungan BNN Pusat dan BNNP Sumsel , Selasa (22/9), pagi sekira pukul 07.00, menggerebek sebuah ruko di Jalan Riau, Kecamatan IB I, Palembang tepatnya di kawasan Puncak Sekuning Palembang, Sumatera Selatan.

Informasi yang dihimpun, saat di lakukan penggerebekan petugas mengamankan pasangan suami istri (pasutri) dan dua orang lainnya saat berada di ruko yang dijadikan tempat usaha laundry tersebut.

Dilokasi saat dilakukan pengeledahan petugas mengamankan barang bukti berupa 30 ribu pil ekstasi dan 10 kilogram sabu-sabu (SS), dimana barang bukti itu masih disimpan dalam kardus berwarna coklat.

Sementara, Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan kepala BNNP Sumsel membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Kita, Polda Sumsel, memback up BNN Pusat," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu, mengungkapkan, pelaku sudah lama menjadi target operasi.

"Pelaku ini memang TO (target operasi) kita dan sudah lama kita incar dan licin," tambah Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu yang ada juga di TKP.

Anggota DPRD Palembang

Seorang anggota DPRD Kota Palembang dikabarkan ditangkap anggota gabungan dari BNN Sumsel dan BNN Pusat. Oknum anggota DPRD Palembang tersebut diamankan karena kedapatan membawa sabu-sabu.

Pelaku ditangkap di kawasan Puncak Sekuning Palembang, Selasa (22/9/2020). Kejadian penangkapan anggotan DPRD Palembang. yang membawa sabu-sabu ini dibenarkan oleh kepada BNNP Sumsel Brigjen pol Drs Jhon turman Panjaitan.

"Ya benar ditangkap di Puncak Sekuning," kata Brigjen pol Drs Jhon turman Panjaitan saat dikonfirmasi.

Sumber : SRIPOKU.COM

Jakarta, Infosekayu.com  - Kehilangan menjadi salah satu kesedihan yang kerap menghampiri manusia. Baik kehilangan seseorang yang dicintai, maupun kehilangan barang berharga yang mereka miliki.

Namun perlu diingat, harta dan semua hal yang kita miliki sekarang ini adalah titipan dari Allah SWT. Sebab itu, semua hal yang kita punya saat ini wajib kita syukuri, jangan sampai kita kufur nikmat yang mengakibatkan sang Illahi menarik kembali titipannya tersebut.

Dalam Islam, terdapat doa yang dapat kamu baca ketika kamu kehilangan seseorang dan barang yang berharga dalam hidupmu. Berikut adalah doa yang dapat kamu baca ketika kehilangan seseorang dan kehilangan barang yang berharga yang kamu miliki. 

1. Doa ketika ditimpa musibah atau kehilangan seseorang yang dicintai

Setiap kehilangan merupakan pelajaran dalam hidup yang berharga. Melalui kehilangan seseorang yang dicintai, kamu dapat belajar mengenai keikhlasan.

Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih bersyukur atas semua titipan dari Allah SWT. Sehingga ke depannya kamu akan lebih menjaga semua titipan yang Allah SWT berikan.

Dinukil dari buku Kumpulan Doa Sehari-hariyang diterbitkan Kementerian Agama, berikut adalah doa kehilangan seseorang yang dapat kamu baca.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’un, Allaahumma’jurniy fii mushiibati wa akhlif liy khoiron minha.

Artinya: Sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali kepadaNya, ya Allah berikan aku pahala dalam musibahku ini dan gantikan dengan yang lebih baik darinya.

2. Doa ketika kehilangan barang yang berharga

Kehilangan barang berharga juga sering kali membuat seseorang bersedih. Terlebih, barang tersebut memiliki kenangan dalam hidup seseorang.

Ketika barang tersebut hilang, kamu akan merasa kehilangan yang mendalam, layaknya kehilangan seseorang yang dicintai.

Dalam Islam, kamu dapat membaca doa kehilangan barang agar kamu mendapat petunjuk dari Allah SWT. Berikut adalah doa yang dapat kamu baca.

اَللَّهُمَّ يَا جَامِعَ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيْهِ اِجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ ضَالَّتِيْ فِيْ خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ

Allahumma ya jamian nasi li yaumin la raiba fihi ijma baiia wa baina dlallati fi khairin waa fiyah.

Artinya: Ya Allah, wahai Tuhan yang mengumpulkan semua manusia di hari yang tiada ragu lagi padanya. Pertemukan aku dan barangku yang hilang dengan kebaikan dan kesehatan.

3. Kunci supaya doa dapat terwujud

Agar semakin memperkuat doamu, memintalah kepada Allah SWT apa yang kamu hajatkan atau inginkan dengan bahasa yang kamu bisa dan dengan kalimat yang baik. Tanamkan keyakinan dalam diri bahwa Allah SWT akan mendengar dan mengabulkan doamu.

Jangan lupa juga adab berdoa, mulailah dengan membaca bismillahirrahmanirrahimdan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Serahkan segala urusan kepada Allah SWT dan memintalah untuk diberikan yang terbaik.  

Tetapi ingat, jangan cuma berdoa. Lakukanlah ikhtiar atau upaya semaksimal mungkin untuk memudahkanmu mencapai tujuan.

Kalimat "Hasbiyallāhu wa ni'mal wakīl” (cukuplah Allah SWT menjadi penolong bagiku) cukup terpuji bila seseorang mengerahkan upaya maksimal sebelum kenyataan tiba.

Adapun seseorang menjadi tercela menurut agama, kalau hanya mengandalkan kalimat tersebut tanpa didahului upaya maksimal atau berikhtiar.

Sumber : Idntimes


SEKAYU,INFOSEKAYU|.COM - Setelah menggelar rapat pleno, ketua KPUD Musi Banyuasin (Muba) yang sebelumnya dijabat oleh Maryadi Mustofa kini digantikan oleh Yupizer sebagai plt ketua KPUD Muba. Sementara Maryadi Mustofa menggantikan jabatan yupizer sebagai komisioner divisi Hukum KPUD Muba. Adanya pergantian jabatan tersebut dikarenakan pengunduran diri Maryadi Mustofa Sebagai ketua karena alasan pribadi.

“Benar, kita sudah dua kali menggelar rapat pleno.Rapat pleno pertama menerima pengunduran diri saya sebagai ketua, dan rapat pleno kedua menunjuk Yupizer sebagi plt ketua KPUD Muba.Dan saat ini proses secara administrasi sudah disampaikan ke KPU Provinsi Sumsel,” ungkap Maryadi Mustofa saat dihubungi, jumat (18/9).

Dikatakan Maryadi, untuk menjalankan aktivitas kegiatan di KPUD Muba dari hasil rapat pleno menujuk Yupizer sebagi plt ketua KPUD Muba yang mana sebelumnya menjabat sebagai komisioner divisi Hukum KPUD Muba.

“Pengunduran diri karena alasan pribadi alasan pribadi mencakup semua alasan atas pengunduran diri,”tukasnya

Sementara, Sekretaris KPU Kabupaten Musi Banyuasin
Dedi Irawan, S.IP., M.Si. mengatakan saat ini pergantian ketua KPUD Muba tengah berporoses dan sudah disampaikan ke KPU Provinsi Sumsel.Selanjutnya KPU Provinsi tentu akan melakukan pleno terlebih dahulu membahas pergantian ketua KPUD Muba.

Selanjuntya, KPU Provinsi akan melakukan rapat pleno dan klarifikasi terlebih dahulu. Hasil dari rapat pleno tersebut baru kemudian mengajukan ke KPU RI.

“Prosesnya tidak serta-merta masih panjang, namun secara resmi ditingkat KPUD Muba. Pengunduran diri Bapak Maryadi dari hasil pleno sudah diterima jalan menuju Bapak Yupizer jadi sebagai plt ketua KPUD Muba sambil menunggu SK defenitif dari KPU RI,”kata Dedi.

Ia menyebut, bagaimana untuk menjalankan aktivitas kegiatan di KPUD Muba, dari hasil rapat pleno pengunduran diri Maryadi Mustafa sebagai ketua sudah diterima dan menunjuk Yupizer sebagai plt ketua KPUD Muba. “Secara legalitas, masih menunggu KPU Provinsi dan KPU RI yang akan mengeluarkan Surat Keputusan,”tutupnya.

Sumber : sumselnews

MUBA, INFOSEKAYU.COM - Lagi dan lagi prestasi olahraga dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mampu bertengger di kancah nasional. Kali ini, dalam ajang Indiel Grasstrack Series Championship 2020, yang bergulir di sirkuit Wanko, Bubakan Mijen, Semarang, Jawa Tengah, pekan lalu 12-13 September 2020, yakni Galang Fernando pembalap asal Bumi Serasan Sekate ini berhasil meraih tiga podium tertinggi di kategori kelas Pemula. 

Pembalap muda berbakat asal Muba ini membuktikan kansnya saat unjuk gigi dan bertarung sengit melawan para jagoan balap tanah asal Pulau Jawa serta daerah lainnya.

Total 4 podium berhasil diamankan pebalap Musi Banyuasin Racing (MBR). Masing-masing dia berhasil podium 1 FFA U-15 Tahun, P2 Bebek Modif U-15 Tahun, P1 Bebek Modif Pemula Open, dan P1 FFA Pemula Open

Galang Fernando tampil cukup agresif sejak sesi QTT pada hari Sabtu (12/9/2020) dengan penuh percaya diri tinggi. Dan saat memasuki babak final di hari Minggu, pembalap yang bergabung dengan tim Muba Racing 127 MX Team Ajeng 888 SSS Excel Asia DRV Industries RBT34 Pekajaman Muffler Busi Brisk MK Grup langsung tancap gass ketika berlaga di kelas FFA Pemula Open 15 tahun (seri). 

Bahkan sempat fight dengan Rubin Cesar, pembalap tuan rumah asal Jawa Tengah sebelum akhirnya Galang menyudahi race dengan finish di posisi terdepan.

Berkat kejelian serta penampilan gemilang yang ditunjukkannya, pembalap dengan nomor start 127 ini kembali menjadi yang pertama saat bendera finish dikibarkan. 

“Alhamdulillah, balapan kali ini membuahkan hasil yang baik dan tidak sia-sia datang dari jauh hingga bisa juara. Ini juga merupakan kado terindah buat tim yang support saya untuk ikut di Indiel Grasstrack Series dengan tidak kenal lelah,” ungkap Galang Fernando.

Dikatakan Galang, capaian yang berhasil diraihnya tersebut tidak terlepas support penuh dari Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan doa warga Muba. 

"Saya bisa mencapai prestasi ini tidak terlepas dari dukungan pak Bupati Muba Dodi Reza, beliau selalu support dengan maksimal," tuturnya. 

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengucapkan selamat atas peraihan prestasi Galang yang mampu menyabet juara di 4 podium. 

"Ini salah satu bukti kalau pembalap di Muba punya bakat dan skill yang mumpuni," ungkap Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia tersebut. 

Lanjut Dodi, terlebih saat ini sudah resmi PPLP-D Muba menambah cabor pembinaan balap motor. "Apalagi kita punya sirkuit berstandar internasional Sky Land, jadi bibit-bibit pembalap berprestasi di Muba harus terus bertambah," tandasnya.

Infosekayu.com-Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD telah menjenguk Syekh Ali Jaber pada Senin (14/9/2020). Diketahui, Syekh Ali Jaber baru saja mengalami musibah Minggu (13/9/2020).  

Syekh Ali Jaber menjadi korban penusukan orang tak dikenal saat menyampaikan tausiyah di Masjid Falahuddin, Bandarlampung. Momen pertemuan itu dibagikan Mahfud MD melalui akun Twitter dan Instagramnya.  

Dalam cuitannya, Mahfud mengatakan jika kondisi pendakwah kelahiran Madinah itu kini sudah membaik.  

"Alhamdulillah, selepas maghrib tadi  saya mengunjungi Syech Ali Jaber yg baru ditusuk orang saat berdakwah di Lampung. Beliau sdh cukup sehat. Beliau sangat tawadhu, khas ulama'. Kasus penusukan thd Syech akan diusut tuntas. Pelakunya sdh ditahan dan ditetapkan sbg TSK," cuitnya. 

Alhamdulillah, selepas maghrib tadi saya mengunjungi Syech Ali Jaber yg baru ditusuk orang saat berdakwah di Lampung. Beliau sdh cukup sehat. Beliau sangat tawadhu, khas ulama'. Kasus penusukan thd Syech akan diusut tuntas. Pelakunya sdh ditahan dan ditetapkan sbg TSK. 

Di sisi lain, Mahfud menegaskan jika pemerintah akan mengusut tuntas atas kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.  

"Selain menyampaikan simpati atas nama pemerintah, saya sampaikan pula bahwa pemerintah akan mengusut terus kasus di Lampung kemarin secara transparan," tegas Mahfud.  

Lebih lanjut, Mahfud juga mengatakan jika Syekh Ali Jaber menitipkan sebuah pesan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Beliau sempat menitipkan salam sungkem untuk disampaikan kepada Presiden bahwa Syekh Ali Jaber baik-baik saja. Alhamdulillah," cetus Mahfud.  

Diketahui sebelumnya, Syekh Ali Jaber telah mengalami penusukan oleh orang tak dikenal saat menghadiri acara wisuda katam Al-Quran di Bandarlampung. 

Ketika itu mendadak ada seorang pria tak dikenal yang langsung menghampiri Syekh Ali Jaber di atas panggung dan menusuknya dengan pisau. Akibatnya, pisau itu terkena di bagian lengan kanan Syekh Ali jaber dan harus dijahit sebanyak 10 jahitan. Kini, pelaku penusukan pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam proses penyidikan.

Sumber : Surabaya.jatimtimes.com 


MUBA, INFOSEKAYU.COM - Memakai peralatan safety lengkap dengan menunggangi motor trail, membuat Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Dandim 0401 Muba Letkol Arh Faris Kurniawan SST MT  bertambah semangat, Minggu (13/9/2020) pagi. 

Rupanya keduanya bersama Komunitas Motor Trail di Muba tersebut menjajal trek di jalan Inpres dari seberang Desa Bumi Ayu Kecamatan Lawang Wetan menuju Desa Air putih Ilir (C4) Kecamatan Plakat Tinggi.

Pasalnya, jalan Inpres dari seberang Desa Bumi Ayu Kecamatan Lawang Wetan menuju Desa Air putih Ilir (C4) Kecamatan Plakat Tinggi sedang dikerjakan melalui program Karya Bakti Kodim 0401/Muba. 

"Alhamdulillah pembangunan jalan ini akhirnya terlaksana di tahun 2020 melalui Karya Bakti Kodim 0401/Muba, jalan tersebut kini tampak lebih baik dari pada sebelumnya," ungkap Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya itu. 

"Ini juga bagian dari olahraga Ekstrim sambil mengecek pekerjaan pembukaan jalan Inpres Bumi Ayu – Air Putih Ilir, yaitu jalan penghubung antara kecamatan Plakat Tinggi – kecamatan Lawang Wetan," tambahnya. 

Dalam kesempatan ini Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Kodim 0401/Muba, Kepala Dinas PUPR Herman Mayori beserta rombongan sembari berolahraga menaiki motor trailnya meninjau langsung proses pembangunan jalan inpres yang berada di titik dusun 4 desa Bumi Ayu.

Sarnubi, salah satu warga desa Bumi Ayu berharap setelah jalan ini bagus kiranya untuk pembangunan jembatan Sungai Musi Penghubung desa Bumi Ayu kecamatan Lawang Wetan menuju kecamatan Plakat Tinggi, karena jalan ini satu-satunya jalan pintas menuju Plakat Tinggi.

"Kalau jalan ini mulus, warga bisa cepat untuk perjalanan ke Desa Bumi Ayu, tanpa harus berkeliling melintas ke Kecamatan Sekayu, ditambah lagi dibantu pembangunan jembatan, aktifitas warga jadi lebih cepat," ucapnya. 

Putra Daerah Asli Muba dari Desa Bumi Ayu ini juga menyebutkan, Pemkab Muba mengucapkan terimakasih kepada Kodim 0401/Muba, atas kegiatan Karya Bakti  TA 2020.

”Kepada masyarakat desa Air Putih ilir serta masyarakat Bumi Ayu yang telah merelakan Tanah dan Kebun untuk dijadikan jalan tanpa menuntut Ganti Rugi, dan pembangunan Jalan ini benar-benar mempermudah akses masyarakat kecamatan Plakat tinggi dan masyarakat Lawang Wetan,” tandasnya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0401/Muba, Kepala Dinas PUPR Muba, Camat Lawang Wetan, Danramil 401-02/Babat Toman, Kepala Desa Bumi Ayu, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat Desa Bumi Ayu, Komunitas Trail Kota Sekayu.

Infosekayu.com  - Insiden terjadi saat ulama Syekh Moh Ali Jaber isi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, sore tadi. Syekh Ali tiba-tiba saja ditusuk pria tak dikenal yang naik ke atas panggung.

Dalam video yang beredar terlihat pria memakai baju biru itu berlari mendekat lalu menusuk Syekh Ali. Ali mengalami luka di lengan bagian kanannya.

"Saya kaget orang ada di hadapan saya. Saya respons kalau enggak lihat bisa ke leher atau dada saya. Saya ditusuk kena otot bagian tangan kanan atas. Saya lawan patah pisau di otot," ungkap Syekh Ali dalam wawancara dengan tvOneNews, Minggu (13/9).

Melihat kejadian itu para jemaah langsung naik ke atas panggung menangkap pelaku yang belum diketahui identitasnya. Bogem mentah pun mendarat di wajah dan tubuh pelaku.

"Langsung diamankan dan ditangkap," kata Syekh Ali yang saat ini kondisi sudah mulai membaik. 

Sumber : merdeka.com