Articles by "Info Otomotif"
Tampilkan postingan dengan label Info Otomotif. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Modifikasi sah-sah saja dilakukan oleh pemilik kendaraan, asal tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Begitu juga dengan penggunaan lampu-lampu di mobil dan motor, sebagai bagian dari faktor keamanan dan keselamatan.


Namun, bukan berarti dalam pemasangan lampu di mobil atau motor bisa seenaknya. Pasalnya, menggunakan lampu yang terlalu silau dan pastinya mengganggu pengendara lain, serta membahayakan orang lain itu dilarang.

Melansir dari akun instagram @polisi_indonesia, lampu kendaraan yang menyilaukan denda Rp 500 ribu atau kurungan dua bulan.

"Peringatan bagi para pengendara mobil dan sepeda motor yang mengganti lampu depan kendaraan yang mengeluarkan sinar berwarna putih terang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas," tulis akun @polisi_indonesia sebagai caption dalam unggahannya, dilihat Selasa (4/12/2018).

Selain warna putih silau, warna lampu rem belakang dari warna merah menjadi putih atau transparan atau LED, selain membuat silau dan dapat membahayakan pengendara lain.

Jika masih ada pengendara yang nekat menggunakan lampu yang dapat membahayakan, kepolisian akan menindak dengan memberikan surat tilang dengan denda maksimal.

Sebagai informasi, dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 279, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 58 dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda Rp 500 ribu.

Sebagaimana diketahui, pihak pabrikan sendiri telah mengatur peruntukan lampu sesuai dengan fungsinya. Untuk lampu depan sendiri, terbuat dari mika berwarna bening sehingga memiliki pancaran cahaya yang memecah dan memudar sebagai fungsi penglihatan jalan ke depan.

Sementara itu, lampu belakang didesain dengan kaca mika berwarna merah dan pancarannya redup sebagai fungsi pertanda kondisi kendaraan yang melakukan pengereman. /red/

Sumber : Liputan6.com

INFOSEKAYU.COM - Semarak kegiatan olahraga di Kabupaten Musi Banyuasin terus bergerak,  salah satunya giat otomotif. Dalam bulan September 2018 ini saja kegiatan olahraga otomotif terselenggara yaitu motoprix di Sky Land Sekayu, dan pada hari ini Sabtu (22/9/2018) komunitas Suzuki Jimny Katana Indonesia (SKIn) yang berlangsung di Selarai


Giat olahraga otomotif ini salah satu giat untuk mewujudkan Muba ke depannya menjadi Zona Sport Tourism di Sumsel. "Sport tourism dimaksud adalah kegiatan wisata yang dipadukan dengan kegiatan olahraga, atau berolahraga sambil berwisata atau sebaliknya," ungkap Dodi Reza Alex Bupati Musi Banyuasin.

Dijelaskan Dodi, sport tourism dibagi menjadi dua kategori, yaitu berwisata sambil menonton pertandingan olahraga dan berwisata sambil mengikuti event- event olahraga. Dengan tujuan kegiatan tersebut tentunya akan menumbuhkan pendapatan masyarakat Muba ke depanya dari berbagai sektor.

Acara yang digelar di Taman Selarai Indah Sekayu, mendadak ramai dipadati oleh pencinta dan penggemar Jimmy Katana yang sekaligus mendeklarasikan kepengurusan Suzuki Katana Jimmy Indonesia (SKIn) cabang Musi Banyuasin.

Ketua Pengurus Daerah SKIn Sumsel, M Taufik menjelaskan, komunitas Suzuki Katana Jimmy Indonesia pertama dibentuk di Surabaya. Sedangkan untuk di Sumsel sendiri terbentuk pada tahun 2013 di Baturaja.

Setiap mobil memiliki pecintanya sendiri. Mereka yang biasanya menyukai mobil yang sama tak jarang membentuk komunitas otomotif. Kegiatan bersama dengan anggota komunitas tidak hanya berkutat di dunia otomotif saja melainkan, bisa menjadi wisata alam dengan memacu adrenalin pada jalur lintasan yang menantang.

"Komunitas kami sudah terdaftar resmi dan perkembangannya cukup besar setiap tahun ratusan anggota bertambah," jelasnya.

Dikatakan taufik, Muba terkenal sebagai kota olahraga dan pendidikan. Sehingga diharapkan dengan terbentuknya pengurus SKIn di Sumatera Selatan,  khususnya di Kabupaten Muba, diharapan mampu membangkitkan olahraga otomotif, seperti offroad atau jelajah hutan musi banyuasin dengan menggali berbagai potensi  dikemas dalam bentuk jelajah wilayah.

"Kami siap mendukung  Pemkab Muba dalam membangkitkan program unggulan, khususnya di bidang olahraga khususnya otomotif yang berbasis wisata," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Muba selaku Penasehat SKIn chapter Muba H Apriyadi, S Sos, MSi mengatakan, kehadiran berbagai komunitas di Musi Banyuasin sangat dirasakan manfaat dan dukungannya terutama dalam kegiatan dan program Pemkab Muba.

"Bergabung komunitas ini banyak manfaatnya, selain untuk menyalurkan hobi dan menjaga kesehatan, kita juga bisa menjalin silaturahmi dengan sesama komunitas maupun antar komunitas," katanya.

Apriyadi berharap kepada pengurus SKIn Muba, untuk menggabungkan antara olahraga dan wisata, khususnya di bidang otomotif. "Sehingga silahkan untuk dikemas dan dikembangkan nantinya," sebutnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Koni Muba H Raflen, ST, MT, Danramil Sekayu Kapten Hermanto, Kapolsek Sekayu, kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikoltura, Ketua Pengurus SKIn daerah Palembang, Pagar Alam, Lahat, Lubuk Linggau dan Tanjung Enim.

Perwakilan anggota SKIn Muba, Ipul mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muba telah mendukung pembentukan SKIN Muba. Sebenarnya pembentukan komunitas ini untuk menyalurkan hobi dan kreativitas. Kemudian mensosialisasikan kemudahan-kemudahan untuk merawat dan perbaikannya.

"Kami harap dengan terbentuknya SKIn Muba ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut serta mensukseskan semua program pemerintahan", dan khususnya kegiatan sport torusim kedepanya harapnya. /red/



INFOSEKAYU.COM - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Region I Sumatera putaran 7 Sumsel 2018, sukses dilaksanakan di sirkuit Sky Land Sekayu pada 15-16 September 2018. Pada kejurnas balap motor bergengsi di Indonesia tersebut pembalap motor dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) hampir mengambil semua podium di sirkuit Sky Land.


Pada kelas (MP1) BBK 4T 150cc TU Injeksi-Seeded pembalap dari Sumbar dengan nomor 55 Ega Fajar Julian meraih podium utama, selanjutnya kelas (MP2) BBK 4T 125cc TU Injeksi-Seeded dengan nomot 97 Renggu Lukmana asal Sumbar juga menguasi podium.

Kelas (MP3) BBK 4T 150cc TU Injeksi Pemula A nomor 145 Danial berasal dari Sumbar, kelas (MP4) BBK 4T 125cc TU INJEKSI Pemula B 139 Maruli Laden berasal dari Jambi.

Sementara itu tim BPBD Muba dalam kejuaraan Bupati Muba Cup Moto Prix 2018 tersebut menyabet beberapa gelar di masing-masing kelas yang diikuti.

Dipimpin langsung oleh Kepala BPBD Muba Haryadi Karim, SE, M Si, sekaligus sebagai Manager BPBD Muba Racing Team 2018 dengan 4 andalan pembalap yang diturunkan yakni Bram Erda, Aldino Erda, Nopriyanto dan Reza.

Para pembalap BPBD Muba Racing Team 2018 menyabet beberapa gelar Juara di masing-masing kelas yang diikuti yaitu Result Race Kelas MP6 125cc 4 Tak open Sumsel.

Pembalap yang sekaligus Anggota TRC BPBD Muba Bram Erda merebut Gelar Juara Pertama dan Aldino Erda di kelas yang sama dengan Peringkat ke-4, Kemudian di kelas MP4 125cc 4 Tak open Sumsel, pembalap Aldino Erda merebut Gelar Juara Peringkat ke-2 di kejuraan Bupati Cup ini.

Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Melalui melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi, MSi, setelah menyerahkan piala kepada para pemenang mengucapkan selamat dan terima kasih kepada para peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan even nasional tersebut. /red/



INFOSEKAYU.COM - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Region I Sumatera putaran 7 Sumsel 2018, sukses digelar di sirkuit Sky Land Sekayu pada 15-16 September 2018.
 

Pada kejurnas balap motor bergengsi di Indonesia tersebut pembalap dari Sumatera Barat (Sumbar) hampir mengambil semua podium di sirkuit Sky Land.

Pada kelas (MP1) BBK 4T 150cc TU Injeksi Seeded pembalap dari Sumbar dengan nomor 55 Ega Fajar Julian meraih podium utama, selanjutnya kelas (MP2) BBK 4T 125cc TU Injeksi Seeded  dengan nomot 97 Renggu Lukmana asal Sumbar juga menguasi podium.

Kelas (MP3) BBK 4T 150cc TU Injeksi Pemula A nomor 145 Danial berasal dari Sumbar, kelas (MP4) BBK 4T 125cc TU Injeksi Pemula B 139 Maruli Laden berasal dari Jambi.

Ketua Pelaksana Kejurnas Motoprix Rergion I Muba, H Pathi Riduan, mengatakan setelah dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 15-16 September 2018 kegiatan sukses dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini diikuti oleh 106 pembalap dan 159 starter.

“Pembalap yang mengikuti kejurnas ini berasal dari Medan,  Aceh,  Padang,  Bengkulu,  Jambi,  Pekanbaru, Lampung, dan Palembang. Kejurnas ini tediri dari 6 kelas.  Dan Supporting  6 kelas,” kata Pathi, Minggu (16/9/18).

Lanjutnya, dari beberapa kelas yang digelar sebagian besar podium disapu bersih oleh pembalap dari Sumbar.

“Selamat bagi pembalap yang telah menduduki podium di Sky Land ini. Selain itu bagi pembalap yang menduduki podium terdapat total hadiah 75 juta yang dibagi setiap kelasnya,”ungkapnya.

Sementara, Ega Fajar Julian pembalap Pada kelas (MP1) BBK 4T 150cc TU Injeksi Seeded berasal dari Sumbar, mengungkapkan sirkuit Sky Land ini mempunyai tantangan sendiri bagi pembalap.

“Sirkuit Sky Land ini mirip mini Catalunya, saya yakin pembalap yang berada di Sumsel bisa mengasah skill dan kemampuan dengan baik disini. Pembalap Sumsel juga sangat luar biasa kalau skil terus diasah kedapan akan luar biasa,” jelasnya. /red/

INFOSEKAYU.COM - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Region I Sumatera putaran 7 Sumsel 2018, sukses  dilaksanakan di sirkuit Sky Land Sekayu pada 15-16 September 2018. Pada kejurnas balap motor bergengsi di Indonesia tersebut pembalap motor dari Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) hampir mengambil semua podium di sirkuit Sky Land.


Pada kelas (MP1) Bebek 4T 150cc TU Injeksi-Seeded pembalap dari Sumbar dengan nomor 55 Ega Fajar Julian meraih podium utama, selanjutnya kelas (MP2) BBK 4T 125cc TU Injeksi-Seeded  dengan nomot 97 Renggu Lukmana asal Sumbar juga menguasi podium.

Kelas (MP3) BBK 4T 150cc TU Injeksi Pemula A nomor 145 Danial berasal dari Sumbar, kelas (MP4) BBK 4T 125cc TU Injeksi Pemula B 139 Maruli Laden berasal dari Jambi.


Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Melalui melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi setelah menyerahkan piala kepada para pemenang mengucapkan selamat dan terima kasih kepada para peserta yang telah berpartisipasi mensukseskan even nasional tersebut.

"Ke depan kita targetkan kejuaran-kejuaraan nasional balap motor yang sudah lama tidak dilaksanakan di Sumatera akan kita ambil, kita tempati, dan kita laksanakan di Sirkuit Skyland Sekayu," ujarnya.



Sekda Muba Juga meminta kepada seluruh klub motor dan masyarakat mari kita bersama sama mengelorakan Sirkuit Skyland kedepanya untuk menjaring atlet-atlet yang profesional baik ditingkat nasional maupun internasional kedepannya

Ketua Pelaksana Kejurnas Motoprix Rergion I Muba, H Pathi Riduan, mengatakan setelah dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 15-16 September 2018 kegiatan sukses dilaksanakan dengan baik. Kegiatan ini diikuti oleh 106 pembalap dan 159 starter.

“Pembalap yang mengikuti kejurnas ini berasal dari Medan,  Aceh,  Padang,  Bengkulu,  Jambi,  Pekanbaru, Lampung, dan Palembang. Kejurnas ini tediri dari 6 kelas.  Dan Supporting  6 kelas,” kata Pathi, Minggu (16/9/18).

Lanjutnya, dari beberapa kelas yang digelar sebagian besar podium di sapu bersih oleh pembalap dari Sumbar.



“Selamat bagi pembalap yang telah menduduki podium di Sky Land ini. Selain itu bagi pembalap yang menduduki podium terdapat total hadiah 75 juta yang dibagi setiap kelasnya,”ungkapnya.

Sementara, Ega Fajar Julian pembalap Pada kelas (MP1) BBK 4T 150cc TU Injeksi-Seeded berasal dari Sumbar, mengungkapkan sirkuit Sky Land ini mempunyai tantangan sendiri bagi pembalap.

“Sirkuit Sky Land ini mirip mini Catalunya, saya yakin pembalap yang berada di Sumsel bisa mengasah skil dan kemampuan dengan baik disini. Pembalap Sumsel juga sangat luar biasa kalau skil terus di asah kedapan akan luar bias,” jelasnya. /red/
 

INFOSEKAYU.COM - Siapa bilang ajang motor balap hanya milik kaum adam? Buktinya dalam ajang Bupati Muba Motor Prix 2018 Region 1 Sumatera Putaran 7 Sirkuit Sky Land, Sekayu, Muba, Sumsel, yang berlangsung, Sabtu (15/9) diwarnai dengan keikutsertaan  pembalap wanita asal Sumatera Utara, Nia Ramadhani.

Pebalap Nia Ramadhani
Turun dengan motor Yamaha MX bernomor motor 027 kelas 125 cc MP (Moto Prix ) 6. Cewek asal Medan ini berhasil merebut pole position dengan catatan waktu terbaik 0.20.1.0.

Namun pada Race Gabungan MP 4 dan MP 6 Nia Ramadhani mengalami kecelakaan setelah tergelincir saat melewati tikungan, dan harus dibantu dengan medis untuk mendapatkan perawatan.

Saat ditemui dalam perawatan, usai kecelakaan, Nia Ramadhani mengatakan even tersebut, merupakan ajang bergengsi yang sulit untuk ditaklukan oleh seorang wanita.

“Namun saya rasa tak ada salahnya untuk mencoba, karena wanita pun tangguh dalam menunggang si kuda besi,”kata Nia.

Ajang Bupati Muba Motor Prix kali ini Muba menurunkan 3 pembalapnya dalam kelas MP 5 (Matic), atas nama Iqbal Janaco, Rizky perwakilan Polres Muba, dan Sindy perwakilan MJM Sky Moto .

Namun dalam ajang tersebut hanya Iqbal Janaco yang berhasil merebut pole position ke–3, ajang penyaringan bakat ini sekaligus memacu Muba untuk terus rutin Menyelenggarakan hal seperti ini.

Pathi Riduan selaku Ketua penyelenggara Kejurnas Motor Prix ini mengungkapkan “Kerjunas Motor Prix 2018 Region Sumatera Putaran 7 ini diadakan sekaligus dalam rangka pencarian bibit Sumatera guna dikirim ke putaran final yang akan diadakan di Sirkuit Bung Tomo,” ungkapnya. /red/
 


Infosekayu.com - Setelah 54 tahun berkiprah,Toyota akhirnya resmi mengangkat sebelah kaki di Australia.Pabrik di Altona, dekat Melbourne, mulai ditutup untuk kegiatan produksi, menyusul tak kuatnya industri mobil di Negeri Kanguru menghadapi persaingan industri global.

Jejak yang diambil Toyota itu sudah dilalui Ford yang pada Oktober 2016, melakukan hal yang sama. Mereka menutup semua kegiatan produksi di pabrik di Geelong, lalu mem-PHK 600-an karyawan.Hanya satu pabrik yang tersisa saat ini, yakni Holden yang tetap beroperasi. Tapi merek lokal turunan General Motors itu pun siap menutup pabrik pada 20 Oktober 2017 nanti.

Sebagai bagian dari penutupan pabrik itu, Toyota Australia akan  mengalihfungsikan bangunan sebagai fasilitas pengembangan produk dan pelatihan karyawan. Pusat pemasaran pun dipindah dari Sydney ke Melbourne.
Toyota pertama kali memproduksi mobil di sana pada April 1963 dengan produk pertama Tiara, lahir dari pabrik Port Melbourne. Lalu pabrik kedua dibuka di Altona pada Juli 1994, mulai memproduksi Corolla.

Pabrik itu juga melahirkan Camry pada Maret 1995 sebelum Aurion juga lahir untuk mendukung kinerja merek pada Oktober 2006. Aurion pun tak lagi diproduksi pada Agustus,dan Camry terakhir sudah melakukan salam perpisahan pada September.

Secara total, Toyota di Australia sudah memproduksi 3.451.115 mobil untuk pasar domestik, dan beberapa ekspor.Namun,karena besarnya ongkos produksi di sana, semua pabrik otomotif kalah bersaing.Skala ekonomi untuk bertahan tak seimbang, terutama jika dibandingkan dengan produk-produk dari Asia Oseania lain yang ongkos produksinya 4 kali lipat lebih murah.Toyota dan merek-merek lain di Australia akan tetap eksis, namun hanya sebatas importir dan melakukan kegiatan pemasaran.(ss)
Frankfurt, Infosekayu.com - Pameran otomotif Frankfurt Motor Show 2017 banyak menghadirkan berbagai produk dan model terbaru dengan penerapan teknologi canggih. Pameran yang digelar di Jerman itu juga cukup menarik perhatian, tak terkecuali dengan hadirnya perusahaan mobil terbang asal Slovakia, AeroMobil.

“Mengintegrasikan penerbangan dan perjalanan mobil memang tidaklah mudah. Namun, setelah 60 tahun penelitian dan pengembangannya terhadap tiga mobil terbang, AeroMobil dapat memenuhi persyaratan legislatif saat ini. Di IAA, kami akan menunjukkan bagaimana membawa mobil terbang dapat diterima pasar dalam waktu dekat, serta memenuhi syarat infrastruktur, peraturan, dan transportasi saat ini," kata Chief Engineer AeroMobil, Douglas MacAndrew, demikian dilansir Carscoops, Jumat (15/9/2017).

Kebaradaan AeroMobil menjadi salah satu kendaraan mewah bertekonologi tinggi, dengan model yang dirancang hasil kombinasi inovasi di bidang otomotif dan dirgantara. Tak hanya itu, AeroMobil memiliki segudang keunggulan dengan bodi ringan berbahan karbon composite, menggabungkan desain mobil sport modern dan teknologi pesawat terbang.

Mobil terbang AeroMobil untuk di darat telah dibenamkan mesin listrik berpenggerak roda depan dengan jarak tempuh mencapai 700 kilometer, yang dipacu dengan kecepatan maksimal hingga 160 km/jam. Dari mobil menjadi pesawat, bisa berubah dalam waktu tiga detik, dengan perubahan mulai dari sayap depan dan belakang.

Agar terbang, mobil ini telah menggunakan mesin boxer 2.000 cc dengan empat silinder yang mampu menghasilkan daya 300 Tk. Perusahaan AeroMobil sudah membuka pesanan dan siap diproduksi pada 2018. Belum diketahui harga resmi mobil terbang ini, tapi kemungkinan baru akan dikirimkan pada 2020. (Mel)

Sumber : Liputan6