Articles by "Penemuan Mayat"
Tampilkan postingan dengan label Penemuan Mayat. Tampilkan semua postingan
INFOSEKAYU - Bambang Irawan (22) warga perumahan Serasan Sekate atau yang lebih dikenal dengan Perumahan Becak RT 07 RW 03 Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Ditemukan warga tak bernyawa di bawah jembatan JM Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, Senin (14/10/2019) pukul 08.00 WIB.


Informasi dihimpun menyebutkan, penemuan terhadap Bambang pertama kali ditemukan oleh Samsi. Di mana saat itu, Samsi melihat korban hanyut di bawah jembatan JM Kelurahan Balai Agung. Tepatnya di pinggiran Sungai Musi dalam posisi miring dan sudah meninggal dunia. Selanjutnya Samsi menghubungi ketua RT dan pihak kepolisian setempat.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK melalui Kasubag Humas Polres Muba Ipda Nazarudin, Senin (14/10/2019) membenarkan peristiwa itu.

"Benar adanya laporan warga bahwa ditemukan seseorang dalam keadaan meninggal dunia. Tepatnya di wilayah perairan Sungai Musi / di lokasi bawah jembatan JM Sekayu. Dari identifikasi, diketahui korban bernama Bambang Irawan (22) warga Perumahan Becak RT 07 RW 03 Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu," jelasnya.


Diterangkan Ipda Nazarudin, dari hasil visum pihak rumah sakit. Dari diri korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan korban mengalami gangguan jiwa.

Lebih lanjut, pihak keluarga sendiri menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban. Saat ini jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga.

"Ya, jenazah korban sudah kita berikan ke pihak keluarga. Untuk dimakamkan hari ini, " tandasnya saat dikonfirmasi. /red/

Sumber : Sumsel Update


INFOSEKAYU - Tulang belulang Jenazah manusia ditemukan tersangkut diatas pohon dijalan PT. Medco desa lumpatan Kec. Sekayu, Kamis (12/09/19) Siang Hari.


Kapolsek Sekayu Iptu Heri Suprianto, SH mewakili Kapolres Musi Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK membenarkan penemuan tulang belulang manusia tersebut."Benar ada tulang belulang manusia, sudah ada keluarga yang mengakui pada kita," bebernya.

Dari hasil informasi yang dihimpun, kerangka tersebut bernama M Sobri yang diakui keluarga korban bahwasanya, korban mengalami gangguan kejiwaan dan telah hilang sekitar dua tahun lalu.

Pada saat hilang memang benar menggunakan baju seperti yang ditemukan di tempat penemuan dan ciri-ciri yang dikenakan juga sama.

Setelah dilakukan intrograsi pada saksi, aparat menyerahkan tulang serta tengkorak kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, penemuan mayat ini ditemukan oleh masyarakat yang sedang mencari manis madu di hutan, lalu bertemulah dengan baju dan tulang manusia yang tersangkut dan langsung menghubungi Polsek Sekayu akan penemuan tersebut. /red/


INFOSEKAYU - Warga Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin mendadak heboh. 

Jenazah Imam Satria saat dibawa ke RSUD Sungai Lilin (FOTO: Meteor Sumsel)
Pasalnya ditemukan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di pinggiran Sungai Dawas Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (22/6/2019) pukul 08.30 WIB.

Dari informasi yang didapat, penemuan mayat laki-laki dalam kondisi sudah membengkak ini, pertama kali ditemukan oleh warga setempat.

Hingga akhirnya dilaporkan ke Mapolsek Sungai Lilin Resort Polres Muba dan dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Identitas jenazah korban diketahui bernama Imam Satria (36) warga  RT 09 Dusun III Desa Pinag Banjar, Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba.

Menurut keterangan orang tua korban  Muhammad Umar mengatakan bahwa korban menghilang sejak tiga hari yang lalu dan tidak ada komunikasi dengan keluarga.    


Sementara itu Kepala Desa Pinang Banjar Aman Mahmud saat dimintai keterangan  mengatakan memang benar itu warganya dan kami sejauh ini juga belum tau motif peristiwa di temukan  sesosok mayat tersebut.

"Selain itu juga, kami  berharap kepada pihak kepolisian agar dapat mengungkap kasus ini  dan motifnya apa, agar tidak timbul fitnah atau isu bagi masyarakat banyak terkait dengan peristiwa tersebut yang terjadi," ungkapnya.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Kapolsek Sungai Lilin AKP Hernando, SH, MSi, membenarkan penemuan sesosok mayat laki-laki di wilayah hukumnya.

"Ya pagi ini telah ditemukan sesosok mayat laki-laki mengapung. Tepatnya di pinggiran Sungai Lilin Dusun IV Desa Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin," ucapnya usai melakukan pengecekan di TKP.

"Selanjutnya jenazah korban kita bawa ke RSUD Sungai Lilin, untuk dilakukan visum. Dari pemeriksaan oleh dokter terhadap jenazah korban. Tidak ditemukan adanya luka pada tubuh luar jenazah," tegasnya.

Saat ini jenazah korban sudah kita serahkan dan di ambil pihak keluarga (Ibu korban) yang disaksikan Kepala Desa Pinang Banjar. 

Sementara pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

"Hari ini jenazah korban sudah kita serahkan ke pihak keluarga dan dari pihak keluarga korban menolak untuk kita lakukan autopsi, " pungkasnya. /red/

Sumber : Sumsel Update



INFOSEKAYU - Peristiwa penemuan mayat laki-laki kembali terjadi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.


Kali ini tepatnya di jalan Talang Bekale - Tebing Bulang Dusun V1 Desa Tebing Bulang Timur Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Muba pada Sabtu (15/6/2019).

Informasi menyebutkan, mayat laki-laki tanpa indentitas itu, pertama kali ditemukan Ciong, warga setempat pada pukul 05.00 WIB yang hendak pergi menyadap karet ke kebun.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM melalui Paur Humas Polres Muba Ipda Nazarudin saat dikonfirmasi, Sabtu (15/6/2019) membenarkan penemuan mayat laki-laki tersebut.

"Ya, benar telah ditemukan mayat laki-laki di wilayah dusun Talang Bekale Desa Tebing Bulang Timur Kecamatan Sungai Keruh sekitar pukul 05.00 wib," ucapnya.

Terangnya, dari hasil olah TKP Polsek Sungai Keruh Resort Muba. Diketahui mayat laki-laki itu bernama Depri (32) warga jalan Muhammadyah no 0046/006 Pasar Pendopo Kabupaten PALI.

Sementara pada tubuh korban ditemukan luka lecet pada bagian pungung, luka lecet di lengan dan luka lecet di kaki serta dari mulut keluar buih.

Lanjutnya, dari hasil identifikasi di seputaran TKP, tidak ditemukan barang berharga. Usai olah TKP, mayat korban langsung dibawa ke Puskesmas Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh untuk dilakukan visum luar oleh petugas puskesmas.

Pihak Polsek Sungai Keruh langsung menghubungi paman korban Ali (58) warga Pendopo untuk serah terima jenazah.

Dari keterangan paman korban ini, diketahui korban semasa hidup mengalmai ganguan jiwa dan memiliki penyakit ayan.

"Berdasarkan keterangan paman korban. Korban ada gangguan jiwa dan penyakit ayan," terangnya.

Terkait kematian Depro, pihak keluarga jorban menolak untuk dilakukan visum. /red/

Sumber : KR Sumsel




INFOSEKAYU - Penembakan misterius terjadi di wilayah hukum Mapolres Musi Banyuasin (Muba) tepatnya di Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba.


Sosok korban penembakan tersebut diketahui bernama Hardo Suwondo warga Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya Musi Banyuasin.

Hardo ditemukan tewas di pinggir jalan tepatnya di kebun kelapa sawit milik Mujiono, warga RT 1, dusun 1 Desa Sinar Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Muba, Senin (20/5/19) sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut pertama kali ditemukan oleh adik iparnya Mukhlisin yang sedang melintas.

Diketahui korban berangkat ke kebun untuk menyadap karet, pada saat korban ditemukan, sudah dalam tergeletak tak bernyawa dengan luka tembak di sejumlah tubuh.

Kapolsek Tungkal Jaya Iptu Herman Junaidi didampingi Kanit Reskrim Ipda Apriansyah mengatakan kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Mukhlisin yang merupakan adik iparnya.

"Korban pergi menyadap karet paginya, sekitar pukul 10.00 WIB, iparnya atas nama Mukhlisin mau pulang dari menyadap. Di tengah jalan melintas, dia melihat korban tergeletak di pinggir jalan," kata Herman.

 Lanjutnya, melihat korban yang terletak langsung didekati dan tidak terbangun serta mengeluarkan darah. Langsung dia melapor ke keluarga dan warga yang selanjutnya melapor ke Polsek Tungkal Jaya.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, ditemukan 11 lubang diduga akibat luka tembak.

"Korban tewas disebabkan oleh luka tembakan, diduga sementara dari senjata api rakita (Senpira). Cuma kita tidak bisa mengecek pelurunya apa, karena keluarga menolak diotopsi, jadi hanya visum," ungkapnya.

Disinggung mengenai motif dan pelaku pembunuhan pihaknya saat ini melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Menurut keterangan keluarga korban, korban dikenal cukup baik dan tidak ada masalah, apakah ada masalah lain diluar baik dengan orang lain atau soal hutang, kita belum tahu.

Karena keluarganya belum kita periksa, kemungkinan besok kita periksa," tambahnya.

Dari hasil olah TKP ditemukan barang bukti 1 unit kendaraan sepeda motor jenis Honda Mega Pro warna hitam, tas dukung warna loreng berisikan Alat pahat, jeriken kecil air minum, tas selempang warna loreng berisikan hp merk Advan.

"Hapenya juga masih di korban, jadi kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,"jelasnya. /red/

Sumber : Tribun Sumsel


INFOSEKAYU - Pelaku mutilasi Vera Oktaria (21), di Penginapan Jalan HIndoli, Sungai Lilin, Musi Banyuasin merupakan kekasih korban. Pelaku adalah oknum TNI, lantas apa kata Kodam II Sriwijaya?


Dilansir Detikcom, Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Djohan Darmawan, mengatakan telah mendapat kabar tersebut. Pelaku adalah Prada DP dan sedang mengikuti pendidikan Siswa Sartaif di Rindam II/Baturaja.

“Masih diduga pelakunya oknum anggota TNI, yang bersangkutan adalah siswa Sartaif di Rindam II/ Baturaja dan melakukan THTI (tidak hadir tanpa ijin),” kata Djohan melalui pesan singkat saat dikonfirmasi, Minggu (12/5/2019).

Dikatakan Djohan, saat ini Pomdam dan Polda Sumsel tengah melakukan proses penyelidikan kasus. Termasuk mencari keberadaan Kopda DP yang kabur dari pusat pendidikan sejak 4 Mei lalu.

“Saat ini pihak Pomdam II/Sriwijaya dan Polda Sumsel sedang penyelidikan guna pengembangan kasus pembunuhan dan diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI. Di mana oknum tersebut THTI dari satuan sejak 4 Mei,” imbuh Djohan.

“Dalam hal ini pihak Kodam II/Sriwijaya akan melakukan tindakan sesuai hukum yang berlaku apabila ada anggota yang terbukti melakukan tindakan Pidana,” tutup Djohan.

Untuk diketahui, Vera ditemukan tewas dimutilasi, Jumat (10/5) sekitar Pukul 11.00 WIB di penginapan Sahabat Mulya, Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin. Korban ditemukan tak bernyawa oleh karyawan di penginapan tersebut karena bau busuk menyengat dari dalam kamar.

Setelah kedatangan polisi, kamar dibuka dan korban ditemukan tewas dimasukkan dalam kasur springbed. Ada dua koper di dalam kamar yang diduga kuat korban akan dimasukkan dalam koper.


Terakhir, polisi menyebut pelaku adalah kekasih korban. Bahkan mereka sudah sejak 4 tahun terakhir menjalin asmara. Keduanya sempat putus saat Kopda DP menjalani pendidikan setelah lulus TNI AD. /red/

Sumber : detikcom


INFOSEKAYU - Identitas wanita yang tewas di Penginapan Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumsel, sudah terkuak. Dia adalah Vera Oktaviana, warga 16 Ulu, Palembang.


Keluarga korban datang ke Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (11/5/2019) dini hari. Terlihat beberapa anggota keluarga menangis histeris di ruang forensik.

Dilansir dari Detikcom, salah seorang kerabat korban yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, Vera sudah dicari sejak 3 hari lalu.

Sehari-hari, Vera bekerja di salah satu minimarket di Palembang. Dia pergi tanpa memberi pesan dan tak ada kabar sampai hari ini.

Keluarga mengaku sudah menghubungi seluruh nomor handphone Vera. Namun nomor yang dimiliki keluarga pun sudah tidak ada yang aktif lagi.

"Tidak tahu pasti. Ini katanya tadi mayat keluarga kami (Vera), dia hilang sudah 3 hari lalu. Kalau ciri-ciri mirip," kata kerabat itu.

Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Andes Purwati sendiri mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan identitas korban.

Meski kata dia, ada keluarga yang sudah datang dan melihat ciri-ciri keluarganya yang hilang, mirip dengan korban.

Sebelumnya, Jumat (10/5/2019), sesosok mayat wanita bugil ditemukan di kamar 06, Penginapan Jalan Hindoli, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Jasadnya sudah membusuk. Nurdin, anak pemilik penginapan sudah mencium bau busuk itu sejak Kamis, 9 Mei 2019. Namun saat akan membuka kamar, pintu terkunci.

Keesokan harinya, bau semakin menyengat. Saat itulah, Nurdin melapor ke polisi. Benar saja saat dibuka, ada mayat wanita di atas kasur. Tangannya sudah dimutilasi.

Menurut Nurdin, sebelumnya, seorang pria dan wanita yang diperkirakan korban, datang ke kamar 06 itu. Pria checkin atas nama Doni. Diduga, pria itulah pembunuhnya.

Di TKP, polisi juga menemukan 2 koper. Letaknya di dekat jasad korban yang sebagian sudah dimutilasi.

Polisi menduga, korban awalnya hendak dimasukkan ke dalam koper dan dibuang. Namun, skenario itu urung dilakukan.

"Kita tidak tahu ya, cuma saat ditemukan ada koper di atas kasur. Saya lihat begitu (dimutilasi dan ada rencana dimasukkan dalam koper). Tapi kami pun masih terus kumpulkan saksi-saksi," terang Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Andes Purwati di RS Bhayangkara, Sabtu (11/5/2019), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Andes menduga, kedua koper itu sengaja dibeli oleh pelaku, sebelum pembunuhan.

Bahkan dari beberapa saksi menyebut di penginapan itu sempat melihat si pelaku datang bersama korban dan membawa 2 koper.

"Ada saksi melihat (datang bawa koper). Semua masih diperiksa karena di lokasi tidak ada CCTV, koper berwarna hitam 2 buah, berukuran sedang," imbuh Andes.
Diduga, karena skenario koper tidak jadi, maka pelaku memilih alternatif kedua, menghilangkan jejak dengan cara membakar jasad korban.

Minyak tanah sudah disiramkan di lantai. Dia lalu membakar obat nyamuk, dan di ujung dipasang pentol korek. Diduga obat nyamuk ini pemicu atau semacam timer untuk kebakaran.

Namun, obat nyamuk itu padam pas di tengah.

"Kami menemukan minyak tanah, korek, obat nyamuk dan pentol korek di dalam kamar. Kami menduga mayat ini mau di bakar juga," kata Direktur Dit Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Yustan Alviani.

"Obat nyamuk memang modusnya untuk timer, untuk membakar korban, tapi tidak sempat terbakar. Jadi nanti obat nyamuk terbakar dan kena pentol korek. Tapi pas di tengah obat nyamuknya mati," imbuh Yustan. /red/

Sumber : detikcom/sumselupdatecom


INFOSEKAYU - Polisi sampai saat ini masih mengidentifikasi temuan mayat dugaan korban mutilasi di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Jumat (10/5/2019).


Mayat itu berjenis kelamin wanita, ditemukan di sebuah penginapan sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban tanpa identitas itu ditemukan dengan kondisi tubuh termutilasi di kamar Penginapan Sahabat Mulia Nomor 06 di Jalan PT Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Muba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat perempuan tersebut berawal dari kecurigaan seorang pengurus penginapan yakni Nurdin bin Arsan.

Arsan pada Kamis (9/5/19), sekitar pukul 13.00 WIB sedang membersihkan dengan menyapu lantai penginapan.

Pada saat itu sesekali tercium aroma bau menyengat yang sumbernya dari kamar 06.

Nurdin yang merasa curiga langsung mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut tapi tidak ada respon dari penghuni kamar.

Karena dikira tidak terjadi apa-apa Nuridin langsung menghubungi orang tuanya untuk menanyakan keberadaan tamu tersebut yang tidak kembali setelah membawa kunci tersebut.

"Saya curiga waktu saya bersihkan lantai mencium bau busuk, nah baru besoknya (hari ini) bau busuk itu semakin kuat langsung saya hubungi Polsek Sungai Lilin."

"Setelah pihak polsek Sungai lilin datang, kamar tersebut baru di buka. Ditemukan sesosok wanita di atas ranjang dalam keadaan tanpa busana dengan kondisi tangan terpotong jenazah membengkak ditutupi dengan selimut," ujar Nurdin.

Lanjutnya, tamu yang memesan kamar 06 tersebut terdata di buku tamu tanpa dilengkapi KTP atas nama Doni yang beralamatkan Karang Agung (P13).

"Tamu itu datang ke penginapan 2 orang laki-laki dan perempuan tanpa identitas datang ke penginapa pada Selasa (7/5/19) sekitar pukul 22.00 WIB, mereka membawa 1 koper warna hitam," ungkapnya.

Pada hari Rabu (9/5/19) sekitar pukul 09.00 WIB tamu laki-laki penghuni kamar 06 terlihat keluar sambil menelepon bertanya tentang masalah harga sewa speed.

"Pada sore harinya pukul 17.00 WIB terlihat oleh orang tua saya Murniati bahwa laki-laki tersebut kembali ke penginapan dengan membawa masuk kembali 1 unit koper lagi dari luar."

"Setelah terlihat beberapa kali tersebut laki-laki penginap itu tidak kelihatan lagi pada Kamis," jelasnya.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM, membenarkan prihal kejadian tersebut pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi dan Polske Sungai Lilin sudah juga melakukan olah TKP.

"Ya, benar untuk mengetahui kondisi selanjutnya kita belum bisa bicara lebih banyak. Anggota masih melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti dan pemeriksaan saksi," ujarnya. /red/

Sumber : Tribun Sumsel



INFOSEKAYU - Warga Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) digemparkan oleh penemuan mayat korban mutilasi, Jumat (10/5/2019).


Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti yang dihubungi melalui pesan whatsapp mengatakan sedang meluncur ke lokasi temuan mayat.

"Nanti kami akan informasikan hasil identifikasi," katanya melalui pesan whatsapp.

Penemuan korban mutilasi ini menyebar di media sosial.

Informasi di instagram @palembang-bedesau memposting foto laporan netizen tentang temuan ini.

Disebutkan, korban mutilasi itu berada di sebuah penginapan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Suprdiadi juga membenarkan adanya temuan korban mutilasi di Sungai Lilin Muba.

"Betul ada korban mutilasi, korban perempuan, anggota sedang menuju ke sana," kata Kabid Humas Polda Sumsel. /red/

Sumber : Tribun Sumsel



INFOSEKAYU.COM - Warga Dusun 2 Desa Purwosari Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendadak geger setelah ditemukan jasad bayi dengan kondisi sudah membusuk di semak belukar dekat kebun karet, Senin (1/4) sekitar pukul 16.00 WIB.


Penemuan mayat bayi itu bermula, ketika Asmawati, warga Dusun 2 sedang mencari kambing peliharaannya. Saat menyusuri semak belukar di kebun karet, Asmawati mencium bau busuk yang menyengat. Karena penasaran, Asmawati pun mendekati arah bau tersebut. Betapa kagetnya Asmawati, saat melihat mayat bayi terbungkus kantong plastik hitam yang membusuk.

Kapolsek Lais, AKP Syafarudin sendiri, membenarkan penemuan jasad bayi sudah memusuk itu. “Ya, kita dapat laporan dari warga. Katanya, ada jasad bayi. Dapat laporan tersebut, anggota langsung menuju lokasi,” kata Kapolsek Lais, AKP Syafarudin

Dikatakannya, ketika sampai dilokasi yang ditempuh sekitar 1 jam, langsung melakukan olah TKP dan membawa jasad bayi tersebut. “Diperkirakan kondisinya sudah 3 hari, dan kasus ini masih dalam penyelidikan. Kita juga meminta keterangan dari saksi,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Purwosari, Mustamil Jalil dihubungi melalui ponselnya membenarkan, bahwa sosok mayat bayi tersebut ditemukan warga setempat, Asmawati.

“Dia seperti biasa setiap sore ingin memasukan hewan ternak kambing ke kandang. Tapi ketika dilihat jumlah kambing berkurang, makanya Asmawati mencari hingga ke semak belukar. Di sana dia menemukan jasad bayi malang itu. Saya dapat informasi dari warga soal itu. Lalu saya laporkan ke pihak berwajib, yang langsung ke lokasi dan mengevakuasi jasad bayi itu ke Puskesmas terdekat,” pungkasnya. /red/

Sumber : Palembang Ekspress



INFOSEKAYU.COM - Warga Dusun 04 Desa Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat dengan kondisi mengenaskan. Selain telah membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap, kaki kiri korban juga ditemukan tinggal tulang belulang, seperti telah dimakan oleh hewan liar.



Mayat tersebut ditemukan oleh dua orang saksi yaitu Sumanto (40) dan Aceng (35) warga Dusun IV P 12 Desa Galih Sari Kecamatan Lalan pada saat melintas di jalan tersebut dan mencium aroma busuk yang menyengat.

Keduanya pun mencari asal aroma busuk tersebut dan melihat menemukan ada mayat tergeletak di atas Jalan Tanggul. Keduanya kemudian langsung menginformasikan penemuan mayat tersebut ke Polsek Lalan.

Mendapati informasi tersebut personil Polsek Lalan langsung menuju ke lokasi dan melakukan olah TKP.

Kapolres Muba AKBP Andes purwanti, SE, MM, melalui Paur Subag Humas Polres Muba Ipda Nazarudin, membenarkan telah ditemukan sosok mayat di Jalan Tanggul Penghubung P 11 ke P 12 di RT 21 Dusun 04 Desa Galih Sari Kecamatan Lalan Kabupdaten Muba, pada hari Jumat (22/6/2018), sekira pukul 10.25 WIB.

"Berdasarkan hasil identifikasi didapat identitas jenazah tersebut atas nama Atmo, umur 75 thn, dan beralamat. di RT 01 Dusun 01 Desa Galih Sari Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba," terang Paur Subag Humas Polres Muba Ipda Nazarudin.


Lanjut Ipda Nazarudin, berdasarkan hasil interogasi awal terhadap istri korban, Kamah (70), 
bahwa pada hari Sabtu (16/6/2018) siang, suaminya meminta uang untuk membeli rokok dan lantas pergi meninggalkan rumah.

"Isteri korban menyebut, sejak hari pergi tersebut hingga hari ini, sang suami belum pulang hingga ditemukan jenazah tersebut. Isteri juga menerangkan bahwa suaminya tersebut memang sering bepergian tanpa memberitahukan tujuannya hingga berhari-hari baru pulang dengan berjalan kaki hingga ke daerah P 14 Desa Karang Manunggal Kecamatan Pulau Rimau Kab Banyuasin", ungkapnya.




Berdasarkan ciri-ciri mayat yang ditemukan, Kamah beserta anak-anaknya membenarkan bahwa jenazah tersebut memang suaminya.

"Berdasarkan hasil visum luar terhadap jenazah oleh petugas puskesmas, diduga korban meninggal terkena serangan jantung dan pihak keluarga menerangkan bahwa korban mengidap gejala stroke ringan," tambahnya lagi.

Sementara itu, pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi mayat dan membuat surat penyataan kepada pihak kepolisian. Selanjutnya jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. /red/