Articles by "Pilpres 2019"
Tampilkan postingan dengan label Pilpres 2019. Tampilkan semua postingan

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019. Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin ditetapkan menjadi pemenang Pilpres 2019.



"Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 suara. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239," ujar komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dalam rapat pleno KPU di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Hasil pilpres itu ditetapkan dalam keputusan nomor 987. Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN).

KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601. Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin 85.607.362 atau 55,50 persen dari total suara sah nasional.

Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.

Ketua KPU Arief Budiman kemudian membacakan keputusan hasil rekapitulasi nasional pilpres, pemilihan anggota DPR, anggota DPRD, dan anggota DPD. Arief langsung mengetok palu tanda penetapan hasil rekapitulasi.

Rapat pleno ini langsung diumumkan setelah KPU melakukan rekapitulasi empat provinsi terakhir. Pleno ini dihadiri seluruh komisioner KPU, Ketua Bawaslu Abhan, dan semua anggota Bawaslu.

Saksi dari parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf yang hadir adalah I Gusti Putu Artha, sedangkan dua orang saksi dari Prabowo-Sandi adalah juru debat BPN Ahmad Riza Patria dan Aziz.

Seperti diketahui, Jokowi-Ma'ruf unggul di 21 provinsi, yang terdiri atas Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung. Selanjutnya pasangan nomor urut 01 itu menang di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah.

Kemudian Jokowi-Ma'ruf unggul di Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, 13 provinsi lainnya dikuasai pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Paslon 02 masih bisa mengajukan sengketa hasil Pilpres ini ke MK. Jika dalam tiga hari setelah berakhirnya batas waktu pengujian keberatan penetapan hasil Pemilu ke MK, tidak ada sengketa yang diajukan, maka KPU dapat menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024. /red/

Sumber : detikcom

Berikut Hasil Rekapitulasi Nasional Pilpres 2019 di 34 Provinsi :

1. Bali
Pasangan 01: 2.351.057
Pasangan 02: 213.415

Jumlah suara sah: 2.564.472
Suara tidak sah: 52.338
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 2.616.810

2. Bangka Belitung
Pasangan 01: 495.729
Pasangan 02: 288.235

Jumlah suara sah: 783.964
Suara tidak sah: 22.927
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 806.891

3. Kalimantan Utara
Pasangan 01: 248.239
Pasangan 02: 106.162

Jumlah suara sah: 354.401
Suara tidak sah: 4.840
Jumlah seluruh suara sah dan tidak sah: 359.241

4. Kalimantan Tengah
Pasangan 01: 830.948
Pasangan 02: 537.138

Jumlah suara sah: 1.368.086
Suara tidak sah: 3.3612
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 1.401.698

5. Gorontalo
Pasangan 01: 369.803
Pasangan 02: 345.129

Jumlah suara sah: 714.932
Suara tidak sah: 8.148
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 723.080.

6. Bengkulu
Pasangan 01: 583.488
Pasangan 02: 585.999

Jumlah suara sah: 1.169.487
Suara tidak sah: 26.862
Jumlah suara sah dan tidak sah: 1.196.349

7. Kalimantan Selatan
Pasangan 01: 823.939
Pasangan 02: 1.470.163

Jumlah suara sah: 2.294.102
Suara tidak sah: 88.001
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.382.103

8. Kalimantan Barat
Pasangan 01: 1.709.896
Pasangan 02: 1.263.757

Jumlah suara sah: 2.973.653
Suara tidak sah: 56.256
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.029.909

9. Sulawesi Barat
Pasangan 01: 475.312
Pasangan 02: 263.620

Jumlah Suara Sah: 738.932
Suara Tidak Sah: 12.147
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 751.079

10. Yogyakarta
Pasangan 01: 1.655.174
Pasangan 02: 742.481

Jumlah Suara Sah: 2.397.655
Suara Tidak Sah: 52.024
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.449.679

11. Kalimantan Timur
Pasangan 01: 1.094.845
Pasangan 02: 870.443

Jumlah suara sah: 1.965.288
Suara tidak sah: 37.993
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.003.281

12. Lampung
Pasangan 01: 2.853.585
Pasangan 02: 1.955.689

Jumlah suara sah: 4.809.274
Suara tidak sah: 86.311
Jumlah suara sah dan tidak sah: 4.895.585

13. Maluku Utara
Pasangan 01: 310.548
Pasangan 02: 344.823

Jumlah suara sah: 655.371
Suara tidak sah: 10.243
Jumlah suara sah dan tidak sah: 665.614

14. Sulawesi Utara
Pasangan 01: 1.220.524
Pasangan 02: 359.685

Jumlah Suara Sah: 1.580.209
Suara Tidak Sah: 14.096
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.594.305

15. Jambi
Pasangan 01: 859.833
Pasangan 02: 1.203.025

Jumlah Suara Sah: 2.062.858
Suara Tidak Sah: 48.470
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.111.328

16. Sulawesi Tengah
Pasangan 01: 914.588
Pasangan 02: 706.654

Jumlah Suara Sah: 1.621.242
Suara Tidak Sah: 18.821
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.640.063

17. Jawa Timur
Pasangan 01: 16.231.668
Pasangan 02: 8.441.247

Jumlah suara sah: 24.672.915
Suara tidak sah: 838.326
Jumlah suara sah dan tidak sah: 25.511.241

18. NTT
Pasangan 01: 2.368.982
Pasangan 02: 305.587

Jumlah suara sah: 2.674.569
Suara tidak sah: 43.895
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.718.464

19. Sumatera Selatan
Pasangan 01: 1.942.987
Pasangan 02: 2.877.781

Jumlah suara sah: 4.820.768
Suara tidak sah: 117.817
Jumlah suara sah dan tidak sah: 4.938.585

20. Sulawesi Tenggara
Pasangan 01: 555.664
Pasangan 02: 842.117

Jumlah Suara Sah: 1.397.781
Suara Tidak Sah: 27.625
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.425.406

21. Jawa Tengah
Pasangan 01: 16.825.511
Pasangan 02: 4.944.447

Jumlah Suara Sah: 21.769.958
Suara Tidak Sah: 606.514
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 22.376.472

22. Sumatera Barat
Pasangan 01: 407.761
Pasangan 02: 2.488.733

Jumlah Suara Sah: 2.896.494
Suara Tidak Sah: 40.225
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.936.719

23. Kepulauan Riau
Pasangan 01: 550.692
Pasangan 02: 465.511

Jumlah Suara Sah: 1.016.203
Suara Tidak Sah: 14.665
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.030.868

24. Banten
Pasangan 01: 2.537.524
Pasangan 02: 4.059.514

Jumlah Suara Sah: 6.597.038
Suara Tidak Sah: 194.128
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 6.791.166

25. Aceh
Pasangan 01: 404.188
Pasangan 02: 2.400.746

Jumlah Suara Sah: 2.804.934
Suara Tidak Sah: 83.326
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.888.260

26. NTB
Pasangan 01: 951.242
Pasangan 02: 2.011.319

Jumlah Suara Sah: 2.962.561
Suara Tidak Sah: 78.125
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 3.040.686

27. Jawa Barat
Pasangan 01: 10.750.568
Pasangan 02: 16.077.446

Jumlah Suara Sah: 26.828.014
Suara Tidak Sah: 648.065
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 27.476.079

28. DKI Jakarta
Pasangan 01: 3.279.547
Pasangan 02: 3.066.137

Jumlah suara sah: 6.345.684
Jumlah tidak sah: 79.890
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 6.425.574.

29. Papua Barat
Pasangan 01: 508.997
Pasangan 02: 128.732

Jumlah suara sah: 637.729
Suara tidak sah: 12.462
Jumlah seluruh suara sah dan tidak : 650.191

30. Sulawesi Selatan
Pasangan 01: 2.117.591
Pasangan 02: 2.809.393

Jumlah suara sah: 4.926.984
Suara tidak sah: 98.205
Jumlah seluruh: suara sah dan tidak 5.025.189

31. Riau
Pasangan 01: 1.248.713
Pasangan 02: 1.975.287

Jumlah suara sah: 3.224.000
Tidak sah: 47.530
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.271.530

32. Sumatera Utara
Pasangan 01: 3.936.515
Pasangan 02: 3.587.786

Jumlah suara sah: 7.524.301
Suara tidak sah: 111.925
Jumlah suara sah dan tidak sah: 7.636.226

33. Maluku
Pasangan 01: 599.457
Pasangan 02: 392.940

Jumlah suara sah: 992.397
Suara tidak sah: 11.514
Jumlah suara sah dan tidak sah: 1.003.911

34. Papua
Pasangan 01: 3.021.713
Pasangan 02: 311.352

Jumlah suara sah: 3.333.065
Suara tidak sah: 58.822
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.391.887

INFOSEKAYU.COM - Komitmen Pemuka Agama, Jajaran Polri beserta TNI dan Umaro di kab Musi Banyuasin memasang spanduk berisi sikap agar tidak berkampanye di tempat-tempat ibadah untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk.


Adapun spanduk dipasang untuk pencegahan isu hoax, SARA dan radikalisme di masjid, sehingga perpecahan antar umat beragama tidak terjadi.

Hal ini mengajak semua warga kab muba untuk tidak menodai proses demokrasi Indonesia dengan cara-cara kampanye yang tidak sehat atau yang dapat memecah-belah bangsa yang kerap dilakukan orang di kesempatan tempat ibadah.

Dalam spanduk tersebut berbunyi, "Pada pemilu 2019, kami para pemuka agama dan umaro Kab Muba menolak tempat ibadah digunakan untuk kepentingan kampanye, isu Hoax, SARA dan radikalisme.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM menjelaskan, "Karena tempat ibadah hanya untuk beribadah dan hanya untuk kegiatan keagamaan dan dilarang keras untuk penyebaran hoax, serta isu SARA. Sehingga kerukunan antar umat beragama tercipta," ujarnya.

Ditambahkan Kapolres, Polri sepakat dengan Banwaslu, "Ini sifatnya mencegah, mungkin bagi yang menyampaikan khotbah belum tahu aturannya, itu diatur dalam Undang-Undang," tandasnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - KPU telah melakukan pengundian nomor urut capres-cawapres peserta Pilpres 2019. Hasilnya, Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat nomor urut 1, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.


Founder Lingkaran Survei Indonesia, Denny JA mengatakan, nomor urut tersebut menjadi momen pertarungan baru dengan branding baru Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga. Mengingat, sebelumnya branding-branding dengan nomor yang berbeda terlanjur melekat di telinga pendukung keduanya.

"Jokowi nomor 1, Prabowo nomor 2. Jadi ini pertarungan baru dengan branding baru," ujar Denny saat dihubungi detikcom, Sabtu (22/9/2018).

Branding dengan angka dua sebelumnya memang telah melekat pada Jokowi seperti slogan 'Salam 2 Jari, Jangan Lupa Pilih Jokowi' dan tagar Jokowi 2 Periode. Sementara, Prabowo melekat dengan angka 1 karena merupakan simbol kekuatan islam, kemudian 212 yang merapatkan barisan eks Danjen Kopassus itu.

"Jadi memang kalau memang Jokowi nomor dua, branding salam dua jari-nya sudah begitu meledak di publik. Salam dua jari, jangan lupa pilih Jokowi itu sudah booming di publik. Jadi kalau nomor dua, branding lama, branding kemenangan, memori kemenangan itu mudah sekali dimasukkan," katanya.

Oleh sebab itu, kata Denny, dengan nomor urut yang berbeda dari branding-branding yang sebelumnya digaungkan pendukungnya itu, keduanya harus menghadirkan branding baru. Branding yang akan menarik perhatian dan menempel di telinga masyarakat dan pendukungnya.

"Branding-branding lama dengan nomor urut ini, artinya sudah selesai, sudah basi," ujar Denny.

Kendati demikian, menurut Denny, persoalan nomor urut bukanlah hal yang krusial. Sebab, yang akan berpengaruh pada kontestasi pilpres nantinya adalah program dan personalitas capres-cawapres.

"Sekarang yang publik tunggu adalah diferensiasi dari keduanya, mengapa memilih Jokowi, mengapa memilih Prabowo. Di mana beda programnya, di mana beda karakternya," ucapnya.

"Jadi nomor urut tidak menentukan kemenangan, itu hanya masalah memori," imbuh Denny.

Denny kemudian memberi contoh pada Pilpres 2004. Kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Jusuf Kalla (JK) yang kemudian memenangkan pertarungan mendapatkan nomor urut 4.

"Dulu SBY itu menang juga, nomor 4 juga, menang juga," kata Denny.

Denny juga mengatakan, usai nomor urut ditetapkan, maka pertarungan babak pertama adalah pertarungan memberi tafsir. Selain itu, kedua kubu juga akan berlomba mengemas nomor urut yang didapatkan sebagai angka keberuntungan.

"Hari-hari pertama tim Jokowi akan disibukkan menafsir angka 1 sebagai 1 periode lagi. Sementara pihak Prabowo akan menafisr angka 1 milik Jokowi sebagai cukup 1 periode saja," katanya.

"Namun yang nanti yang benar-benar menentukan bukan nomor urut itu. Yang menentukan menang kalah nanti adalah kerja tim di darat dan udara merebut hati pemilih," pungkas Denny. /red/