Articles by "#Info Pembangunan"
Tampilkan postingan dengan label #Info Pembangunan. Tampilkan semua postingan


 Pengajian Akbar dan Peresmian Gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasah Tsanawiyah Desa Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang berlangsung di Pondok Pesantren Barokatul Qodiri, Desa Sidomulyo Kecamatan Air Kumbang, Jum’at (26/03/2021).

Peresmian Gedung Ponpes ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mewujudkan program Banyuasin Religius. Diresmikan langsung oleh Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH., MH dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, SH.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Barokatul Qodri, Kyai Ahmad Solihin Al-Mubarok mengucapkan terima kasih atas kesediaan Gubernur Sumsel dan Bupati Banyuasin telah bersedia memberikan waktu memenuhi undangan untuk meresmikan Gedung Tsanawiyah di Pondok Pesantren Barokatul Qodiri.

Dalam sambutannya, Askolani menyampaikan rasa terima kasih beliau atas semua kerja keras, cerdas dan ikhlas kepada semua pihak yang telah berkontribusi banyak dalam pembangunan Ponpes Madrasah Tsanawiyah. “Kerja yang dilakukan bersama-sama akan menjadi ringan dan tentu akan memberikan hasil yang baik,” ucap Askolani.

Ucapan selamat kepada para santri yang telah diwisuda oleh Herman Deru. Program Banyuasin Religius di Banyuasin selaras sejalan dengan Program Gubernur Sumatera Selatan. Pesan ini ditegaskan oleh Askolani, bahwa telah banyak yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mewujudkan Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera.

Sementara itu, Herman Deru menegaskan program Banyuasin Religius ini juga merupakan program yang sangat baik yang diusung oleh Pemkab Banyuasin saat ini untuk Sumsel Maju.

“Pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat mulia dan Saya sangat merasa beruntung dapat hadir dalam peresmian ini,” ungkapnya.

“Saya ucapkan terimakasih juga kepada PT. Bomba Grup yang juga ikut berkontribusi memberikan bantuan dalam pembangunan Madrasah ini. Mari kita bersama saling bahu membahu dalam kebaikan agar Provinsi Sumsel ini diberkati oleh Allah SWT,” tutupnya.

Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti Madrasah Tsanawiyah Barokatul Qodiri.

Dalam kesempatan ini, diberikan Bantuan Baznas Banyuasin berupa uang untuk santunan sebesar Rp.10.000.000 untuk 100 orang anak yatim piatu dan fakir miskin.

Dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin, Camat Air Kumbang, Camat Mariana, Camat Rambutan, Santri dan Santriwati serta Masyarakat Kecamatan Air Kumbang.

 (Diskominfo/PKP).



INFOSEKAYU - Nama baik dunia pendidikan menjadi tercoreng setelah kepala sekolah SDN Sukalali Kecamatan Sungai Keruh Musi Banyuasin (Muba) dikabarkan ditangkap Sat Narkoba Polres Muba.


Penangkapan itu terjadi Kamis (9/5/2019) sekira pukul 21.30 WIB, saat oknum kepala sekolah diduga sedang asyik nyabu bersama ke empat rekannya di Poskesdes desa Sindang Marga Kecamatan Sungai Keruh.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin melalui Sekretarisnya Drs Aliyas membenarkan penangkapan oknum tersebut.
”Ya benar, laporan sudah kita terima dari pihak kepolisian dan saat ini kita sudah menerjunkan Kordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Sungai Keruh untuk mencari siapa yang akan menjadi pengganti Oknum Kepala Sekolah tersebut," jelas Aliyas kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Ditegaskannya, "Akan kita lakukan pemecatan terhadap Oknum tersebut sebagai Kepala Sekolah dan akan kita gantikan dengan yang baru. Karena saat ini kita sedang menghadapi masa kelulusan siswa/i untuk penandatanganan Ijazah. Secepatnya akan kita ganti," tegasnya.

Semetara itu, saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE, MM mengatakan, jika benar terbukti akan ditindak sesuai prosedur. "Jika benar terbukti sesuai prosedur saja,” sebut Kapolres. /red/

Sumber : Jurnal Sumatera




BATANGHARI LEKO - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mempunyai visi Membangun umat berbasis agama,  diharapkan kepada masyarakat Kabupaten Muba agar menyambut baik dan mengapresiasi salah satu program dalam mewujudkan visi tersebut yaitu, “Muba Mengaji”, yang kedepan diharapkan dengan program ini dapat memberantas buta huruf Al-qur’an mulai anak-anak sampai orang tua, tak terkecuali seluruh aparatur Pemerintah dari tingkat kabupaten sampe ketingkat pemerintahan desa mari kita gencarkan program ini dengan harapan kedepan seluruhnya umat yang beagama islam yang berdomili di Bumi Searasan Sekate bebas dari buta aksara Al- qur’an.

"Untuk itu Saya mengajak masyarakat terkhusus di Kecamatan Batanghari Leko ini agar turut mendukung dan mengapresiasi program Muba Mengaji, sebagai penggerak dan  kemajuan pemahaman dan pengamalan keagamaan di Kabupaten Muba, ujar Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi saat meresmikan Pondok Pesantren Maaun Hayaat Desa Bukit Selabu Kecamatan Batanghari Leko, Senin (8/4/2019).

Wabup juga mengajak agar masyarakat sekitar untuk memanfaatkan Pesantren Maaun Hayaat ini untuk memberikan pendidikan islami bagi anak-anak kita, karena merekalah sebagai generasi penerus bangsa yang lebih baik kedepan, maka dari itu anak -anak kita jangan hanya di beri pendidikan yang bersifat duniawi tetapi juga di beri pendidikan pendidikan keagamaan, sehingga program Muba Membagun umat berbasis ahlak sejak dini dapat terwujud dan hal tersebut dapat kita capai tentunya dengan program Muba mengaji.

"Saya bersama Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin mengajak seluruh masyarakat Muba pada umumnya dan  khususnya masyarakat Desa Bukit Selabu untuk selalu bersama sama kita bergotong royong untuk terus bersinergi bersama memakmurkan masjid ,"imbuh Beni.



Sementara itu menurut tokoh agama Desa Bukit Selabu, sekaligus Pengasuh Ponpes, Kyai H Ahmad Sujono mengatakan siap mendukung program Pemkab Muba, salah satu satunya program Muba Mengaji dengan membimbing para santri yang amanah, karena untuk saat ini program yang diusung oleh Bupati Muba, H Dodi reza Alex bersama Wabup Muba Beni Hernedi sangat berperan dalam membangun umat berbasis agama.

"Kami berterimakasih kepada Pemkab Muba, disini hadir langsung Pak Beni atas diresmikannya Pondok pesantren, program-program yang dicanangkan pak Bupati Dodi Reza juga sangat pro rakyat dan mengedepankan kepentingan seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.


Jakarta - Hasil olahan produk pangan sehat atau eco food dari lahan gambut di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yakni berupa Nanas Kering, Keripik Kelapa, Beras Merah, Beras Hitam, Beras Putih, Sambal Tabur Nanas, dan Selai Nanas pada 1 April 2019 lalu diterima secara langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden RI.
Diketahui, hasil olahan ini terdapat di Desa Bumi Agung Kecamatan Lalan Kabupaten Muba dan mendapatkan pendampingan secara langsung dari Badan Restorasi Gambut dan Javara serta dukungan penuh dari Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin. Bahkan, saat ini pemesanan produk-produk tersebut sudah merambah di online.
Sebanyak tujuh camilan sehat tersebut yang dikenal dengan nama produk Rawang dibawa oleh BRG RI yang diwakili oleh Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Mirna A Safitry PhD dan Dinamisator BRG Sumsel Dhio Dhanni Shineba.
"Pak Wapres Jusuf Kalla ingin melihat langsung produk Rawang dari Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin tersebut yang diolah oleh warga Muba,"ungkap Deputi III Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, Mirna A Safitry PhD.

Dikatakan, pada pertemuan tersebut Wapres RI Jusuf Kalla kagum dan takjub melihat hasil olahan eco food warga Muba yang mempunyai kemasan ramah lingkungan dan sangat menjual. "Beliau kagum, terlebih saat mengetahui kalau produk Rawang ini diolah dan dihandle langsung oleh warga-warga di Kecamatan Lalan Musi Banyuasin," bebernya.
Bahkan Wapres RI Jusuf Kalla sangat mendukung produk-produk Rawang untuk dipasarkan hingga ke mancanagera. "Beliau sangat support dan berkeyakinan produk Rawang ini akan menjadi produk asli Indonesia yang mendunia, serta inovasi ini langkah konkrit mengedukasi petani dan warga disekitar lahan gambut," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menuturkan, Pemkab Muba akan terus mendorong hasil kreatifitas warga Muba dan hasil olahan tanaman lahan gambut ini akan disinergikan dengan Bumdes yang ada di Muba. "Ya, sebagian wilayah di Muba ini kan berupa lahan gambut, ini wujud inovasi warga yang ada di lahan gambut tentu akan terus di support produk-produk eco food ini," jelas Dodi.
Dodi yang saat ini gencar dengan implementasi program pembangunan hijau dan berkelanjutan tersebut terus berupaya melakukan inovasi-inovasi pengolahan dan pengelolaan hasil sumber daya alam Muba tanpa merusak lingkungan.
"Nah, eco food ini menunjukkan kalau Muba terus gencar menjaga lingkungan dan membuat terobosan baru, Muba juga punya eco fashion yakni Gambo Muba dan saat ini juga sudah mendunia dan menjadi trend fashion. Terobosan dan inovasi baru seperti ini akan kita terus gencarkan untuk mendukung Muba Maju Berjaya di tahun 2022," pungkasnya.(ril)
INFOSEKAYU.COM - Program Muba Fast Track bertujuan memberikan layanan informasi kepada publik, baik darurat maupun non darurat. Untuk mendukung terwujudnya program tersebut, hari ini Kamis (25/10/2018) bertempat di Opproom Pemkab Muba, Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin didampingi Ketua Ombudsman RI dan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Muba Siaga 112 yang merupakan layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD).



Dikatakan Bupati, ditetapkan program prioritas Pemkab Muba, salah satunya mewujudkan Muba smart regency, merupakan langkah awal dalam tata kelola pemerintahan, lingkungan dan sosial yang baik. Maka harus terintegrasi guna mewujudkan pemerintahan yang prima dalam pelayanan dan menyajikan informasi.

Dalam sambutannya Bupati Muba juga mengatakan, "Kita harus jaga dengan baik Muba siaga 112 ini, harus tanggap cepat dan harus jadi pelayanan prima. Tujuan diluncurkan sistem ini tentunya beriringan dengan misi meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, salah satunya memberikan pelayanan kepada masyarakat,  menampilkan pemerintahan yang responsif bersih dan bertanggung jawab, maka perlu di hadirkan teknologi agar bisa dicapai seluruh komponen yang ada," ujarnya.

"Sekarang masyarakat dalam keadaan darurat bisa dengan mudah tinggal telpon 112, bebas pulsa untuk semua operator dalam 24 jam. Begitu masuk akan langsung ditugaskan perangkat daerah terkait dan langsung didatangi petugas ke lokasi darurat," jelas Dodi.

Dodi juga menyampaikan, terkait hal tersebut, Pemkab Muba menyatakan keseriusan dalam melaksanakan Muba siaga 112 ini, sebagai landasan hukum telah diatur melalui Perbup nomor 71 tahun 2018. Agar dapat berjalan dengan standar, juga sudah dikeluarkan SK Bupati, apa dan siapa yang bertanggung jawab dalam pelayanan ini sudah terinci.

Ada Dinkominfo, Polpp, BPBD, Dinkes, Dishub, PUPR, DPPPA dan Dinsos. Semua perangkat daerah terkait sudah menandatangani komitmen pelayanan, jika ada panggilan darurat wajib ditindaklanjuti dengan cepat dan kepada Kominfo agar dibuatkan frame waktu dalam respon tercepat melayani.

"Jika Muba siaga 112 ini bisa berjalan dengan baik tentunya prestasi, karena dengan luas wilayah cukup besar dan dengan keterbatasan informasi, kita mampu mengatur kedaruratan, maka dipastikan kita akan menjadi pelayanan NTP terbaik di tanah air, saya berharap keberadaan sistem ini dapat berikan manfaat bagi masyarakat besar di Muba, "tandasnya.

Mewakili Menkominfo RI, Direktur Pengembangan Pita Lebar, Direktorat Penyelenggara Pos dan Informatika, Benyamin Sura, SE, MM mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota se-Indonesia untuk bisa diselenggarakan NTPD 112, panggilan darurat merupakan layanan pemerintah untuk masyarakat. Kami salut dan bangga kepada Bupati Muba atas inisiasi telah menyelenggarakan Muba siaga 112, Kabupaten Muba merupakan kabupaten ke 22 yang menyelenggarakan layanan 112 dari 514 kab/kota se indonesia.

"Kami berharap panggilan Muba siaga 112 bisa melayani masyarakat selama 24 jam, melayani masalah-masalah kedaruratan masyarakat, dan dapat memberikan peringatan kepada masyarakat. Kabupaten Muba merupakan daerah kedua di Provinsi Sumsel setelah kota Palembang yang telah melaunching NTPD 112, dalam rangka mendukung pelaksanaan jaringan telekomunikasi di Indonesia, "ujarnya.

Sementara itu dikatakan Ketua Ombudsman RI, Prof Amzulian Rifai SH LLM PhD, memandang acara launching NTPD 112 ini begitu penting dan mengapresiasi Pemkab Muba, karena disetiap acara sekecil apalun pelaksanaannya selalu maksimal, walaupun lokasi Kabupaten Muba jauh dari ibu kota Indonesia, namun dalam pelayanan kegiatan bisa katakan terbaik se-Indonesia.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Muba karena telah menciptakan Muba Siaga 112, visi yang luar biasa ini tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak didukung dengan konsisten bersama, diharapkan tidak hanya selesai pada acara ceremonial ini saja namun bisa terlaksana dengan seterusnya. Layanan seperti ini sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat ketika mereka menemui kesulitan. Saya yakin kedepan Muba bakal diatas daerah-derah lain, bukan hanya ketersediaan SDM namun kekompakan dari semua stakeholder, dan Muba siaga 112 modal utamanya adalah kekompakan," tutupnya. /red/