Articles by "Inovasi Teknologi"
Tampilkan postingan dengan label Inovasi Teknologi. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU - Teknologi Mososa adalah teknologi berbasis limbah (solid sawit/limbah decanter) sebagai bahan dasar pembuatan pakan ternak & pupuk organik menjadi murah (60% di bawah harga standar) kualitas SNI.



Hal itu disampaikan Hary Agus Wibowo pemilik hak paten Teknologi Mososa disela Kunjungan Bupati Musi Banyuasin (Muba) pada Gebyar Pajak Daerah 2019 di Desa Tanjung Agung Barat Kecamatan Lais, Selasa (23/7/2019).

Hary mengatakan, formulasi komplet (complete feed) yang dipergunakan yakni bekicot/keong/cacing, magot bsf dan semua jenis vegetasi dialam seperti daun pisang, enceng gondok, rumput- rumputan/alang-alang, daun karet/sawit dan lain lain.

“Bahan ini diperoleh dengan membeli di masyarakat. Diperkirakan perhektar masyarakat dapat untung minimal 4 – 6 juta perbulan. Dengan demikian, semua harga ternak/ikan akan turun tetapi peternak tidak dirugikan. Demplot percontohan ada di belakang Makam Pahlawan Kelurahan Kayuara Kecamatan Sekayu,” jelas Hary.

Lebih lanjut menurut Hary, pihaknya akan mengadakan Expo yang rencananya akan dilaksanakan dengan memamerkan diantaranya, pembuatan pakan ternak ayam, pakan ikan lele, ikan patin dan lain lain, pakan kambing dan sapi, pembuatan pupuk, obat tradisional ternak, teknologi modern berternak serta budi daya keong,
Sementara, materi Expo nantinya akan mengupas tentang pengentasan kemiskinan dengan memamerkan Teknologi Mososa berbasis Iimbah Solid Sawit.

Penampilan pakan ternak dengan harga Rp 3.500 hingga Rp 5.000, sementara harga dipasaran Rp 8.000 hingga Rp. 10.000.

“Bahan baku semua ada di Muba seperti keong sawah, siput darat, rumput/semak blukar, daun pisang, daun karet, daun hidrilla, cebok pisang, daun sawit, enceng gondok, cacing, belatung lalat BSF, dan lain lain,” imbuhnya.

Ke depan, dengan ikutnya warga masyarakat menjalankan usaha ini menjadi lapangan kerja baru dan salah satu upaya untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Muba yang saat ini gencar mengentaskan kemiskinan dan yang paling utama adalah meningkatkan pendapatan atau penghasilan, masyarakat.

Dengan ikut berperan aktif juga melihat peluang yang ada jelasnya lagi.

“Kami berharap Kalau seluruh perusahaan di Muba khususnya di ring 1 wilayah kerjanya kiranya menberikan dorongan serta bantuan sehingga kedepanya bersama Pemerintah Daerah untuk membuat pabrik pakan ternak, mudah mudahan pabrik tersebut akan berdiri. Pembuatan pabrik sendiri berkisar 500 milyar,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, Kecamatan Lais menjadi perhatian khusus karena angka kemiskinan paling tinggi di Kabupaten Muba.

Oleh karena itu tidak bisa membiarkan demikian, maka dari itu diharapkan masyarakat dapat berkembang sendiri dibawah bimbingan dan bantuan Pemkab Muba.

"Di sini dapat dilihat ada beberapa potensi yang dapat mengentaskan kemiskinan, inovasi berupa prototype project yaitu bagaimana kita memanfaatkan sumber daya lokal berupa bekicot dan keong menjadi pakan ternak untuk ikan dan kambing. Tentu ini produk yang bisa membawa ekonomi masyarakat di Kecamatan Lais jadi meningkat," ucap Dodi.

Kemudian ada pohon sawit yang sudah tumbang bisa diolah dengan teknologi tepat guna terkini menjadi nira untuk dijadikan gula merah, dan kita tahu proyek peremajaan sawit di Muba menghasilkan puluhan ribu batang kelapa sawit yang dibiarkan membusuk, ataupun menjadi sarang kumbang tapi ternyata bisa dimanfaatkan dengan teknologi tepat guna yang sangat simple bisa menjadi gula merah, sehingga nanti bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Ini nanti akan menjadi program yang kita bahas tindak lanjuti bersama sehingga semua potensi desa-desa miskin yang ada di Muba bisa memanfaatkan sumber daya alam nya. Tentu banyak, baik sumber protein yang ada di sungai dan di sawah bisa dikelola sehingga memiliki nilai jual yang tinggi seperti pakan ternak dan gula merah tadi," ujarnya.

"Kita akan berikan anggaran khusus bantuan inovasi pengelolaan sumber daya lokal ini karena sebuah projek teknologi tepat guna yang pasti memberikan manfaat langsung ke masyarakat," pungkas Dodi.

Sementara itu, Camat Lais Drs Deni Sukmana mengatakan sangat mendukung karena konsep peningkatan pendapatan perkapita untuk membangkitkan semangat ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Untuk memaksimalkan potensi didesa dengan konsep sederhana, tinggal bagaimana kita menciptakan sumber pendapatan dari sekitar kita,” ujarnya.

Sementara, untuk pabrik pakan sudah ada dipetaling tapi pakan ikan, oleh karena itu bila perlu pabrik pakan ikan tersebut diubah menjadi pabrik pakan ternak, dan saya akan kordinasikan dengan seluruh perusahan yang ada di wilayah kerjanya sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik kedepanya harap Deni Sukmana. (rel)

INFOSEKAYU.COM - Bupati Musi Banyuasin (Muba), H Dodi Reza Alex Noerdin dijadwalkan akan meresmikan (Launching) Uji Terap Aspal Karet Sepanjang 465 M di Desa Mulyo Rejo (B4) Kecamatan Sungai Lilin, tepatnya pada tanggal 11 Oktober 2018 mendatang.


Demikian disampaikan Kepala Bagian Protokol Setda Muba diwakili Kasubbag Tata Acara dan Upacara, M Agung Perdana, SSTP, MSi, saat Rapat Persiapan Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Muba ke Kecamatan Sungai Lilin Dan Kecamatan Tungkal Jaya, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi, MSi.

"Bupati Muba nantinya setiba di Kecamatan Tungkal Jaya akan langsung meninjau lokasi jalan uji terap di Desa Mulyo Rejo (B4), selanjutnya pada hari yang sama Bupati akan Kunker juga ke Desa Sukadamai Kecamatan Tungkal Jaya dengan Agenda Silaturahmi dengan masyarakat setempat, "jelas Agung.

Sekda selaku pimpinan rapat mengarahkan, agar pihak Dinas PU PR Kabupaten Muba sebagai leading sektor kegiatan ini untuk menyiapkan semuanya secara maksimal, dan terus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Tungkal Jaya.

"Kunker Bupati ke Sungai Lilin dalam agenda Launching Uji Terap Aspal Karet ini, dihandle langsung oleh Dinas PU PR, oleh karena itu harus tanggung jawab penuh. Selain itu juga Kunker ke Tungkal Jaya dengan agenda silaturahmi dengan warga namun untuk disiapkan juga OPD terkait harus dihadirkan, kemudian misalkan jika ada program-program bantuan bagi masyarakat agar bisa sekaligus diserahkan pada hari itu," ujarnya.

Sementara itu, pihak PU PR Kabupaten Muba mengatakan, Launching uji terap aspal karet nanti akan turut dihadiri Dirjen Bina Marga Kementerian PU PR, Kepala Puslitbang Jalan Jembatan (Pusjatan) Kementerian   PU PR, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian,  Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian. /red/




INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus komitmen untuk menekan emisi di wilayah Musi Banyuasin, terlebih Muba sangat gencar ingin mewujudkan daerah yang menjadi pusat perekonomian yang ramah lingkungan dan telah menjadi pelopor pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang diprioritaskan ke kawasan pedesaan dan telah dibangun di Kecamatan Lalan.


Berkaitan dengan hal tersebut, pada 10 Agustus lalu Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin berkunjung ke Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran di London Inggris untuk menyaksikan pameran teknologi mutakhir tanpa emisi dan sekaligus mencoba secara langsung mengendarai bus tingkat listrik berbahan bakar hidrogen pabrikan global Alexander Dennis.

"Kendaraan hidrogen akan kita garap di Muba, sehingga bumi Serasan Sekate nantinya benar-benar ramah lingkungan dan selalu komitmen menekan penggunaan emisi," ungkap Dodi.

Lanjutnya, hydrogen car nantinya akan diterapkan pada transportasi masa di Muba dan akan dilakukan bertahap."Untuk mewujudkan visi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan energi ramah lingkungan, kita harus berhasil menerapkan konsep energi baru yang melibatkan penetrasi energi terbarukan yang tinggi," imbuhnya.

Dodi menambahkan, hal tersebut hanya dapat dicapai dengan menyelaraskan semua pihak dengan cara bekerja baik dan maksimal, dari lapisan atas hingga ke bawah.

"Ini adalah pendekatan yang memungkinkan proyek pertama dalam program ini untuk dilanjutkan, dan ini akan memastikan keberhasilan proyek-proyek lainnya di masa depan," urainya.

Sementara itu, Presiden Direktur Ecubes Arcola Aleksander Gerbec mengatakan program ini merupakan bagian dari strategi Ecubes Arcola untuk menghadirkan infrastruktur energi ramah lingkungan bertenaga hidrogen di seluruh Indonesia melalui proyek-proyek di sektor pembangkit listrik dan transportasi.




“Mewujudkan solusi untuk energi berkelanjutan bukan lagi suatu masalah, semua tergantung kepada siapa yang memimpin. ini terlihat dari komitmen dan kepemimpinan yang kuat di Sumatera Selatan dalam mengembangkan sektor ekonomi ramah lingkungan,dengan menjadi perintis teknologi hidrogen sejak 2016," ungkapnya.

Lanjutnya, Integrasi infrastruktur lintas sektor memungkinkan peningkatan dan percepatan penetrasi energi terbarukan dan pihaknya berharap bisa melakukan investasi di Kabupaten Muba terkait penerapan teknogi hidrogen car.

"Ini akan otomatis memberikan moda transportasi bebas polusi yang ramah lingkungan," tukasnya.

Terpisah, Dato' Karim, CEO Grup Serba Dinamik mengatakan Serba Dinamik senang dan mendukung program yang sangat penting ini, sehingga dapat membuka pintu bagi berbagai proyek energi ramah lingkungan di Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Muba, serta mendidik para insinyur menerapkan teknologi hidrogen di masa depan.

"Setelah berkomitmen untuk pengembangan dan mobilitas infrastruktur energi ramah lingkungan di tahun 2016, pemerintah Sumatera Selatan kini memainkan peran penting di kawasan ASEAN," pungkasnya. /red/