Articles by "Kabupaten Layak Anak"
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Layak Anak. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Berdasarkan Aplikasi Penilaian Mandiri KLA Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan skor 911,7 point dari maksimal 1.000 poin. Namun poin tersebut bisa berkurang ataupun bertambah setelah dilakukan evaluasi administrasi dan verifikasi dilapangan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.


Demikian dilaporkan Kepala Dinas PPPA Muba Dewi Kartika pada Rapat Koordinasi dan Pengisian Langsung Aplikasi Online Kabupaten Layak Anak (KLA) Sesuai Klaster di Ruang Rapat Serasan Sekate, Senin (1/4/2019).

Dikatakannya, secara keseluruhan pertanyaan Aplikasi Penilaian Mandiri KLA semuanya bisa dijawab namun permasalahan umum yang sering terlupakannya bukti dokumentasi.

"Untuk kelembagaan, kita sudah mengantongi nilai maksimal karena kita telah memiliki 3 Perda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, Penyelenggaraan Perlindungan Anak serta Kebijakan Layak Anak. Insyaallah tahun ini kita naik KLA tingkat Nindya," jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan H Hariadi Karim, SP, MSi meminta seluruh Perangkat Daerah dan perusahaan bekerjasama melaksanakan kewajiban memberi penghormatan, perlindungan pemenuhan hak asasi manusia setiap warga negara.

"Kabupaten Layak Anak (KLA) yang telah dinobatkan ke kita ini menjadi pelecut semangat dalam mengimplementasikan program dan menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak hingga ke Tingkat Desa dan Kelurahan," katanya.

Hariadi meminta kepala Desa/Lurah untuk membuat program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggunakan dana Desa/Kelurahan yang sebagaimana diatur pada UU no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Aturannya sudah ada, maksimal 10% dana desa untuk program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak jadi bisa kita maksimalkan," ujarnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Setelah mendapatkan penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) bersama Tim Independen, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dinyatakan berhak mendapatkan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya  (APE) Tahun 2018 di Istana Wakil Presiden, Rabu (19/12/2018) yang diserahkan secara Langsung oleh Menteri PPPA Yohana Yembise dan diterima oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.


Diketahui, Kabupaten Muba satu-satunya di Sumsel bersama 158 Kabupaten/Kota lainnya di luar Sumsel yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 dan Kabupaten Muba mendapatkan capaian skor tertinggi di Sumsel dari penilaian Kementerian PPPA bersama Tim Independen yakni dengan skor 7980.5.

"Kabupaten Muba dinilai telah memenuhi tujuh poin indikator capaian APE, dan untuk di Sumsel Muba menjadi satu-satunya Kabupaten yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 ini," ungkap Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi usai menerima penghargaan APE Tahun 2018.

Dikatakan Beni, tujuh Komponen kunci terdiri dari Komitmen, Kebijakan, Kelembagaan, Sumber Daya Manusia dan Anggaran, Alat Analisis Gender, Data Gender, dan Pasrtisipasi masyarakat. "Alhamdulillah, ketujuh poin ini sudah dipenuhi oleh Pemkab Muba dan terealisasi," ucapnya.

Lanjutnya, selama dua tahun berturut-turut Kabupaten Muba juga dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) oleh Kementerian PPPA dan saat ini Kabupaten Muba menjadi KLA Tingkat Madya setelah sebelumnya pada Tahun 2017 lalu menyandang KLA Tingkat Pratama.

"Ini menunjukan kalau Kabupaten Muba dari tahun ke tahun terus meningkatkan komitmen dalam memperhatikan pemberdayaan dan perlindungan bagi perempuan dan anak khususnya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPPA Pemkab Muba, Dewi Kartika mengatakan peraihan APE Tahun 2018 ini akan terus ditingkatkan dan berkomitmen untuk selalu antusias mendokumentasikan dan menyampaikan informasi secara online mengenai upaya hasil yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak (PP-PA).

"Peraihan APE Tahun 2018 ini juga berkat support dan arahan dari bapak Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin serta dukungan penuh masyarakat Muba," ujarnya.

Sementara itu, Menteri PPPA Yohana Yembise menyebutkan Pemberian penghargaan APE Tahun 2018 merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Ibu dan menjadi hal yang bersejarah bagi setiap Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyabet penghargaan Anugerah Prahita Ekapraya.

"Penghargaan ini diberikan atas komitmennya dalam melaksanakan pembangunan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kami ucapkan selamat bagi Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan APE Tahun 2018 ini dan selalu komitmen dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah masing-masing," pungkasnya. /red/


INFOSEKAYU.COM - Bupati Kabupaten Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex diwakili Asisten III Setda Muba H Ibnu Saad SSos MSi membuka Deklarasi 4 (empat) Kelurahan dan 10 Desa Layak Anak dalam Kecamatan Sekayu, di Aula Kantor Kepala Desa Lumpatan I, Kamis (13/12/2018).



Asisten III mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Bupati Muba Nomor 1 Tahun 2018 tanggal 1 Agustus 2018 tentang  Implementasi Kabupaten Layak Anak Melalui Pengembangan Komitmen Desa atau Kelurahan Layak Anak dan Keputusan Camat Sekayu No 50 Tahun 2018 tanggal 12 Desember 2018 tentang Pembentukan Gugus Tugas Kecamatan Sekayu Layak Anak.

Deklarasi ini menjadi wujud nyata akan perhatian dan peran serta Pemerintah Kecamatan Sekayu dan Forum Anak Kecamatan Sekayu, serta seluruh komponen masyarakat lainnya dalam upaya memastikan dan menyediakan lingkungan yang menjamin tumbuh kembang dan perlindungan anak.

"Deklarasi ini secara nyata menambah deretan upaya Pemkab Muba menuju Kabupaten Layak Anak dan telah mendapat Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Pratama tahun 2017dan Madya tahun 2018. Selanjutnya kita pertahankan predikat yang kita raih dan berusaha untuk mendapatkan Anugerah Paraditha Eka Praya (APE) Akhir Tahun 2018 ini," kata Ibnu.

Lanjutnya berbagai upaya yang dicanangkan selama ini mengantarkan Kabupaten Muba mendapatkan Penghargaan dari Presiden RI, capaian tersebut selain menjadi wujud apresiasi atas upaya yang lakukan, tentu juga merupakan tanggung jawab bersama untuk dapat meningkatkan capaian pada tingkat tingkat selanjutnya.

"Mewujudkan kondisi ini kami mengajak seluruh jajaran, baik Pemerintah, Pihak Sekolah, Masyarakat, Keluarga dan seluruh Pemangku Kebijakan untuk dapat meningkatkan sinergisitas upaya mewujudkan kabupaten layak anak. Mari kita akhiri budaya kekerasan dan kita bangun keluarga harmonis yang penuh kasih sayang," imbuhnya.

Camat Sekayu Marko Susanto SSTP MSi pada kesempatan yang sama melaporkan, Kecamatan Sekayu merupakan Kecamatan yang pertama dalam Kabupaten Muba yang mendeklarasikan Kecamatan Layak Anak.

Dalam rangka menyatukan komitmen sumber daya Pemerintah Kabupaten yang berada di Desa, Kelurahan dan Kecamatan, untuk menghormati, menjamin hak anak, melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan diskriminasi, serta mendengar pendapat anak yang direncanakan secara sadar.

"Deklarasi ini bermaksud untuk memotivasi dan mendorong terwujudnya Desa atau Kelurahan Layak Anak yang mampu mempromosikan, melindungi, memenuhi, dan menghormati hak-hak anak," ungkapnya. /red/
 

INFOSEKAYU.COM - Dalam rangka percepatan pelaksanaan amanah  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan menindaklanjuti pelaksanaan Peraturan Bupati Muba Nomor 45 Tahun 2018 tentang kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA), secara bertahap dan berkesinambungan.


Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menginstruksikan Camat se-Kabupaten Muba untuk bersinergi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Mengimplementasikan program dan kewajiban Pemkab Muba untuk melaksanakan pemenuhan hak anak hingga ke tingkat desa dan kelurahan di wilayah kerja masing masing

"Bumi Serasan Sekate yang kita banggakan adalah kabupaten  yang telah  dinobatkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat madya pada tanggal 23 Juli 2018 lalu dan kita ingin kabupaten kita  ini selanjutnya dapat meraih kabupaten Layak Anak di Tingkat Nindya bahkan sampai ke tingkat Utama di penilaian selanjutnya. Mengingat penghargaan  terdiri dari empat tingkatan yakni tingkat Pratama, Madya, Nindya, dan Utama," ungkap Dodi.

Lanjut dia, pemenuhan hak anak ini harus dilakukan bersama sama hingga ke desa-desa secara riil berjalan, mengingat  penghargaan itu hanya sebagai pemacu saja untuk terus berkarya dan hanya sebagai penilaian kinerja yang telah diakui oleh Pemerintah Pusat.

"Saya ingin menjalankan program Kabupaten Layak Anak ini benar-benar dapat membuahkan hasil sebagai kabupaten, yang anak anak kita berprestasi, unggul terdepan nantinya  dari anak-anak di daerah lain di Indonesia," sebut Dodi.

Untuk itu Dodi meminta kepada  seluruh Camat dan OPD terkait di Pemkab Muba “pro aktif," dan serius mendukung program tersebut, sehingga  berjalan sampai ke tingkat Desa bahkan sampai ke tingkat Dusun yang bisa dijadikan sampel. "Sebab itu penting sekali mengingat anak-anak Musi Banyuasin merupakan aset Sumber Daya Manusia yang ke depannya menjadi SDM yang unggul dan terdepan dalam segala bidang," harap Dodi Reza Alex.

Selain itu Dodi juga menghimbau, kepada para Camat dan Kades/ Lurah dan jajaran perangkat Desa segera melaksanakan deklarasi komitmen Desa/Kelurahan Layak Anak di wilayah masing-masing, di mana Desa/Kelurahan yang telah berkomitmen akan mendapatkan pembinaan secara langsung dari tim gugus KLA Kabupaten sesuai indikator KLA dan petunjuk teknis yang ada guna mempercepat pemenuhan 5 kluster hak-hak anak.

"Di antaranya yakni Hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya, dan perlindungan khusus," pungkasnya. /red/




INFOSEKAYU.COM - Sebagai Kabupaten yang mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2017, kali ini Pemkab Muba Kembali akan mempertahankan predikat KLA tahun 2018.
Asisten I Setda Kab Muba H Rusli, SP, MM, saat rapat persiapan verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (3/5/2018).

Demikian disampaikan oleh Asisten I Setda Kab Muba H Rusli, SP, MM, saat rapat persiapan verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (3/5/2018).

"Tahun kemarin kita sudah mendapatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). Kita sudah ada langkah maju di kabupaten Muba beberapa waktu lalu guna menuju kabupaten layak anak," ucapnya.

Ia berharap tahun ini bisa mempertahankan apa yang telah didapat tahun kemarin.


Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dewi Sartika, SE, MSi, mengatakan bahwa pihaknya sudah mendeklarasikan 15 Kecamatan yang bersepakat untuk menjadi Kecamatan Layak Anak, dan ditetapkan 4 Kecamatan Layak Anak tahun 2018.

"Yang akan diverifikasi nantinya adalah hasil penilaian mandiri, baik penguatan kelembagaan maupun implementasi setiap kluster. Adapun kedatangan Tim Verifikasi Kabupaten Layak Anak (KLA) pada hari selasa tanggal 8 Mei 2018 nantinya," tutupnya. /red/