Articles by "Pencegahan Konflik"
Tampilkan postingan dengan label Pencegahan Konflik. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU.COM - Masalah biasanya muncul akibat adanya perbedaan pendapat atau pandangan terhadap suatu hal. Untuk meminimalisir terjadinya konflik sosial di Wilayah Kabupaten Muba Pemerintah Kabupaten Muba bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Musi Banyuasin melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pemkot Bandung, Rabu (21/11/2018).


"Harapan dengan pertemuan ini dapat saling tukar informasi antara Pemkab Muba dan Pemkot Bandung mengenai penanganan permasalahan konflik sosial," ungkap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex melalui Kaban Kesbangpol Muba, HM Soleh Naim.

Soleh Naim menambahkan, Pemkab Muba dan Forkopimda Muba akan bersinergi dengan Pemkot Bandung dan Forkopimda Bandung untuk bertukar informasi dalam upaya-upaya meminimalisir terjadinya konflik.

"Alhamdulillah Muba sangat dikenal dengan komitmen zero konfliknya, tetapi tetap dirasa perlu meningkatkan koordinasi dengan daerah lain dalam menangani dan meminimalisir konflik sosial, dan saling sharing Informasi untuk pencegahan dini terjadinya konflik dan penangan konflik, sehingga kita harapkan Keutuhan NKRI terus dapat kita jaga bersama," jelasnya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut memberikan sambutan yakni Wali Kota Bandung yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Bandung, Dr Gendis Purbani, MT mengatakan bahwa pihak Pemkot Bandung merasa sangat senang bisa bertatap langsung dengan perwakilan Pemkab Muba dan Forkopimda Muba.

"Kita menyadari bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri untuk menangani hal hal yang kompleks terkait permasalahan di wilayah kita. Ada beberapa hal yang tidak bisa digantikan hanya dengan penyampaian melalui whatsapp grup, artinya kita harus intens melakukan pertemuan langsung, ada gestur tubuh yang dapat menunjukkan bahasa yang disampaikan," terangnya.

Lanjutnya, dengan bertemu langsung dapat menumbuhkan trust/rasa saling percaya antar anggotanya. "Semua dalam Kominda memiliki peran dan kita mengambil peran kita masing-masing agar dapat sinergi dan kompak berjalan beriringan dalam pola penyelesaian masalah," imbuhnya.

Sementara itu, di akhir pertemuan dalam Kunker Pemkab Muba ke Pemkot Bandung tersebut juga saling bertukar cinderamata. /red/



INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengadakan kegiatan delineasi batas desa/kelurahan secara kartometrik di Kabupaten Muba.



Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (I) H Rusli SP MM mengatakan pentingnya pemetaan batas wilayah desa untuk memaksimalkan potensi yang ada di desa terkait perencanaan ke depannya serta meminimalisir konflik yang mungkin terjadi terkait wilayah.

"Penetapan dan penegasan batas desa/kelurahan harus melibatkan berbagai pihak. Keterlibatan BIG dalam hal ini dapat memetakan secara detail batas desa/kelurahan. Untuk saat ini baru 103 dari 240 desa yang sudah dipetakan," jelasnya saat memimpin rapat kordinasi di Ruang Rapat Randik, Senin (13/8/2018).

Tim teknis dari BIG, Regina Verra SYP mengungkapkan bahwa pemetaan batas desa merupakan hal yang sangat penting karena menjadi basis atau dasar perencanaan desa.

"Pemetaan batas wilayah merupakan upaya penataan wilayah bukan untuk mengkotak-kotakkan wilayah tersebut, apalagi untuk pembagian kekuasaan. Dengan adanya informasi batas desa, dapat kita data keadaan ekonomi, jumlah penduduknya, berapa luasnya, berapa wilayah pertaniannya, berapa wilayah perkebunannya dan lain-lain," ujarnya. /red/

 


INFOSEKAYU.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tidak akan melakukan pembiaran terhadap isu-isu yang berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat dalam wilayah kerja Pemkab Muba. 

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM

Demikian diutarakan Plt Bupati Muba Beni Hernedi dalam acara Coffe Morning Jajaran Pemkab Muba dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan stake holder terkait dalam menyikapi isu-isu aktual yang berkembang dan berpotensi menimbulkan konflik di Muba, di Auditorium Pemkab Muba, Rabu (25/4/2018). 

"Kami menyatakan dan berkomitmen jangan atau tidak boleh ada potensi konflik dibiarkan. Kita harus selesaikan secepatnya melalu perangkat daerah dengan bidang masing-masing," ujar Beni.

Pada kesempatan itu Beni juga menuturkan Pemkab Muba telah membentuk Satgas Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria. Untuk menyelesaikan konflik agraria yang sering terjadi antara masyarakat dengan perusahaan.

 "Kami pikir tidak akan adanya konflik kalau negara hadir. Kita hadir dengan dengan kerjasama semua pihak dan koordinasi sebaik-baiknya," kata Beni.  

Plt Bupati Muba Beni Hernedi
Selain itu Pemkab Muba membentuk Peraturan daerah tentang pengaturan pesta rakyat, yang mengatur penyelenggaraan pesta rakyat tidak boleh dilakukan pada malam hari. Perda tersebut akan diterapkan bulan Juli 2018 mendatang.
  
"Melalui perda ini diharapkan kita bisa menyelamatkan generasi muda, karena malam pesta rakyat merupakan pintu masuknya transaksi narkoba dan porno aksi," katanya. 

Sementara itu Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, SE, MM ,mengatakan siap mendukung jajaran pemerintah dalam mewujudkan zero konflik di Bumi Serasan Sekate. 

"Kaitan dengan konflik ini yang menjadi atensi kita. Kami bersama TNI siap membackup, siap membantu. Mari sama-sama kita berkoordinasi untuk melakukan penyelesaian konflik yang ad di wilayah Muba," seru Kapolres perempuan yang pertama di Muba itu.  


Lanjut Andes mengatakan Polres Muba berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba dan minuman beralkohol diwilayah hukumnya.

"Negara kita sudah dijajah oleh narkoba, orang-orang luar itu tau kalau orang Indonesia pintar untuk itu mereka ingin merusak SDM kita. Untuk itu kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari masyarakat, informasi dari masyarakat terus kami harapkan dalam memberantas narkoba dan minuman beralkohol ini," ucapnya. 

Lebih lanjut Ia mengatakan, akan menindak tegas jika anggotanya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. /red/