Articles by "Smart City"
Tampilkan postingan dengan label Smart City. Tampilkan semua postingan

INFOSEKAYU - Implementasi program berbasis IT di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, betapa tidak dalam kurun waktu dua tahun belakang ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin banyak mendapatkan pengakuan karena komitmen Bupati Dodi Reza Alex Noerdin yang dinilai sukses secara bertahap menjadikan Bumi Serasan Sekate menjadi Kabupaten Cerdas (Smart Regency).


Di antaranya, program Pemkab Muba melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Muba dalam mencetuskan aplikasi SENJANG (Saluran Elektronik Layanan Jaring Aspirasi dan Aduan Warga Muba), yang saat ini sedang dalam pengembangan versi lanjutan dengan nama Aplikasi MUBA FAST TRACK.

Tidak hanya itu, Kabupaten Muba juga melalui tangan dingin Bupati Dodi Reza Alex Noerdin juga melakukan pembangunan Muba Command Centre dan pemasangan CCTV di beberapa sudut kota Sekayu yang terkoneksi dengan Polres Muba dan Pemkab Muba sebagai tanda dimulainya Muba Smart Regency.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama Kabupaten Muba masuk dalam Gerakan 100 Smart City Indonesia.

Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin juga pada November 2018 lalu didaulat Tim Penilai IT dari Perguruan Tinggi se-Sumsel dan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Sumsel menjadi Bupati terbaik dengan leadership pembangunan berbasis IT.

Kedepan Bupati Muba tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur digital saja, melainkan pembangunan komunitaa digital juga dilakukan.
Dengan mengusung program Make Muba 4.0 diharapkan kedepan akan muncul para digitalprenuer di Bumi Serasan Sekate.

Capaian-capaian ini pula yang kemudian membuat salah satu media cetak terbesar di Sumsel yakni Tribun Sumsel (Kompas Gramedia Group) memberikan penghargaan Seven Outstanding Kategori Smart Cities kepada Kabupaten Muba dalam rangkaian  Main Event 7 th Anniversary Tribun Sumsel di Hotel Excelton, Selasa (2/7/2019) malam yang dalam hal ini penghargaan ini diterima secara langsung Kepala Dinas Komunikasi dan Informartika Muba, Herryandi Sinulingga AP yang mewakili Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin. 

"Penghargaan ini untuk seluruh masyarakat Muba dan ke depan Muba akan terus berbenah menjadi Kabupaten yang banyak kemajuan positif terutama di bidang IT," ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba, Herryandi Sinulingga AP.

Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan pengembangan pembangunan IT di Muba tersebut semata-mata untuk mewujudkan pembangunan dan pengetahuan cepat yang bisa didapat oleh masyarakat Muba.
"Dalam waktu dekat juga Pemkab Muba akan melakukan pemasangan jaringan internet super cepat di 227 Desa yang ada di Muba," ungkap Dodi.

Dodi menambahkan, pembangunan berbasis IT yang dilakukannya tersebut berkat dukungan banyak pihak dan seluruh masyarakat yang ada di Muba.
"Selain itu, ini juga berkat kerja keras semua jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Muba," tegasnya.

Sementara itu, Kepala News Room Tribun Sumsel, Weni Ramdyastuti menyebutkan dalam rangkaian Main Event 7 th Anniversary Tribun Sumsel ini pihaknya memberikan penghargaan kepada tujuh daerah yang dinilai sangat komitmen dan konsisten program-programnya kepada kemajuan IT dan sangat gencar mewujudkan daerah yang smart city.

"Adapun tujuh daerah yang mendapatkan penghargaan ini yakni diantaranya Muba, Banyuasin, Pali, OKU Timur, Muara Enim, Prabumulih, dan Lahat," ungkapnya.


Weni menambahkan, penilaian penghargaan tersebut dilakukan secara ketat dan akuntabel.
"Setelah dilakukan seleksi penilaian, tujuh daerah inilah yang kemudian dinyatakan layak untuk mendapatkan penghargaan  Seven Outstanding Kategori Smart Cities," pungkasnya. (rel)

INFOSEKAYU.COM - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melaksanakan Bimbingan Teknis Tahap II Penyusunan Master Plan Smart City dan Quick Win Program Unggulan Kabupaten Muba, selasa (07/08) di Auditorium Pemkab Muba. Plt Kepala Dinkominfo Muba, Dicky Meiriando SSTP MH mengatakan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Gerakan Menuju 100 Smart City.


"Kami mengharapkan para peserta bisa memberikan saran untuk menyusun master plan dan mendukung pelaksanaannya nanti di Organisasi Perangkat Daerah masing-masing," harapnya.

Sementara itu, Bupati Muba memalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, H Ali Badri, ST, MT, mengatakan pembangunan Smart City tidak sekedar mengedepankan efisiensi birokrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saja.

"Konsep pembangunan Smart City juga harus mempertimbangkan bagaimana membangun masyarakat dengan menjadikan infrastruktur dan sarana TIK sebagai faktor pendukung atau enabler," ujar Ali.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nova Zanda, SE, MM, dan pendamping nara sumber Hari Kusdarianto. /red/
 

INFOSEKAYU.COM - Tidak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman gerakan nasional Menuju 100 Smart City pada 8 Mei 2018 yang lalu, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Master Plan Smart City dan Penentuan Program Quick Win.



Plt Kepala Dinkominfo, Dicky Meirando, SSTP, MH, melaporkan, Bimtek digelar guna menindaklanjuti hasil MoU Plt Bupati kemarin dengan Kementerian Kominfo, yang sudah
menjadi bagian 50 kabupaten/kota menuju 100 Smart City Indonesia. 

 Bimtek ini akan dibimbing langsung dari pihak Kementerian Kominfo dan City Asia.

"Bimtek akan dilaksanakan selama empat bulan hingga bulan November, dengan diikutsertakan seluruh OPD, camat dan kades guna kesiapan Pemkab Muba dalam mewujudkan smart city, maka nantinya akan kita ciptakan digitalisasi seluruh OPD dengan layanan yang telah terintegrasi," jelasnya.



Sementara itu, mewakili Bupati Muba, staf ahli bidang keuangan, Ali Badri, ST, MM, mengatakan, kendala selama ini yang dihadapi, karena sulitnya SDM yang ramah akan kemajuan teknologi. Tentu untuk menunjang terwujudnya smart city ini ialah SDM yang berkompeten dalam bidang IT.

"Ke depan kita berharap SDM yang mumpuni dalam mengolah sistem digitalisasi, karena ini merupakan kebutuhan dalam pelayanan publik, maka perlu dilakukan bimbingan dan sosialisasi, tentunya tujuan smart regency ini untuk mewujudkan pemerintahan yang optimal, efisien dan transparan," tukasnya. /red/

 

INFOSEKAYU.COM - Tak kurang dari 50 Walikota dan Bupati menandatangani nota kesepahaman untuk mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City tahap kedua, tak ketinggalan Plt Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi juga ikut terpilih menandatangani komitmen tersebut, Selasa (8/5/2018) di Hotel Redtop Jakarta.


Penandatanganan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan sekaligus mendorong potensi di daerah masing-masing.

Gerakan "Menuju Smart City" sudah bergulir sejak 2017. Saat itu, 25 kabupaten/kota terpilih untuk mengikuti kegiatan ini. Sementara, 25 kabupaten/kota lainnya ditargetkan mengikuti kegiatan ini pada tahun depan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan, smart city tak hanya pemenuhan atas kebutuhan teknologi.

“Kita harus mendefinisikan dulu manfaat apa yang ingin diberikan kepada masyarakat, baru kemudian mencari teknologi yang relevan,” kata Rudiantara.

Pemilihan kabupaten/kota untuk mengikuti kegiatan ini dilakukan melalui seleksi dengan melihat berbagai parameter, seperti kondisi keuangan daerah, peringkat dan status kinerja penyelenggara pemerintah daerah berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, serta indeks Kota Hijau yang diterbitkan Kementerian PUPR.

Awalnya, 120 terpilih menjadi kandidat untuk mengikuti proses assesment di Jakarta. Kesiapan diukur melalui visi kepala daerah serta kelengkapan infrastruktur, regulasi dan SDM yang mengacu pada konsep pemerataan dan Nawa Cita.


Setelah penandatangan ini, daerah akan mendapatkan pendampingan guna menyusun master plan. Pendampingan dilakukan oleh akademisi dan praktisi smart city dari berbagai institusi seperti i Universitas Indonesia, ITB, Perbanas dan UMN.

Master plan yang dihasilkan akan mencakup rencana pembangunan smart city di masing-masing kabupaten/kota dalam 5-10 tahun ke depan.

Selain itu, setiap daerah juga akan memiliki program pintas yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat dalam setahun ke depan. /red/